Tag: tinggal di Jerman

  • Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya

    Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya

    Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya. Salah satu kegiatan mengasyikkan ketika musim panas adalah beli stroberi petik langsung dari ladangnya 🙂 . Kegiatan ini dalam bahasa Jerman disebut “erdbeere selber pflücken” . Dua kali saya mengajak suami ke ladang stroberi, sayangnya doi tidak mau “ngapain cape-cape petik sendiri, kalau pas musim panas begini stroberi banyak dijual dan murah” katanya 😛 .

    Ketika awal-awal stroberi keluar dipasaran harganya 2,5 euro setengah kilo (kalau dirupiahkan kira-kira Rp.40.000), harga tersebut masih mahal. Walau mahal ga nyesel deh karena rasanya manis sekali dan buahnya besar-besar.

    Oh ya strawberry yang saya maksud ini bukan stroberi dari supermarket, melainkan dari ladang stroberinya lalu dijual di kios stroberi. Stroberi dari supermarket, umumnya stroberi yang dibudidaya di rumah kaca, rasanya tidak semantap (semanis) yang dari ladangnya langsung.

    Tulisan Terkini

    Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya. Sukaa banget kalau sudah musimnya stroberi. Manis banget, puas-puasin makan stroberi selama musim panas
    Sukaa banget kalau sudah musimnya stroberi. Manis banget, puas-puasin makan stroberi selama musim panas

    Sabtu 21 Juni minggu lalu, suami dan saya mengunjungi seorang teman kuliahnya pak suami di Besnheim. Sekitar 40 menitlah naik mobil dari rumah kami di Sinsheim. Kata suami, kota Bensheim dikenal sebagai tempat yang duluan hangat ketika musim semi (Frühling), nah mungkin salah satu alasan cuaca bagus tersebut makanya di Bensheim cocok berkebun Stroberi.

    Saya pergi ke ladang stroberi bersama Layla, putri temannya suami. Dari rumah Layla ga sampai 5 menit jalan kaki ke ladangnya. Ketika di jalan saya tanya Layla berapa harga setengah kilo stroberi, Layla bilang 90 cent petik sendiri. Walahhh beneran harga segitu ???. Murah sekali !!! 😀 teriak saya dengan hebohnya. Secara baru minggu lalu saya beli 2,20 euro (harga tersebut sudah turun nih, awalnya 2,5 euro).

    Baca juga: Suka Bunga Anggrek? Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Kami tiba di kios Stroberi, saya baca rincian harganya :
    Stroberi Petik Sendiri 1 kg 1,8 euro (Rp.28.000)
    Stroberi sudah dipetikkin 1 kg 2,3 euro (Rp. 36.800)

    Layla mengambil keranjang yang disediakan kemudian kami pergi ke ladang stroberinya.

    Ikuti tanda ini untuk Jalan Menuju Ladang Stroberi
    Ikuti tanda ini untuk Jalan Menuju Ladang Stroberi

     

    Sebelum sampai di ladang stroberi, kami melewati dahulu hamparan ladang gandum (Weizen). Di bagian pinggir jalan gandumnya sudah mengguning, sedangkan pada bagian tengah masih hijau.

     

    Katanya Layla dibagian sini sudah habis stroberi yang matangnya, jadi lainnya masih kecil dan hijau, kita ke bagian sebelah yukk ➡

     

    Nah kami tiba di bagian yang tepat, ada beberapa orang yang sedang asyik memetik stroberi.

    Di bagian ini banyak yang gede-gede stroberinya
    Di bagian ini banyak yang gede-gede stroberinya

     

    Video Beli Strawberry petik langsung di ladangnya

    Sebelum Layla dan saya pergi berburu stroberi, mamanya Layla bilang yang petik stroberi hanya boleh Layla, saya disuruh melihat-lihat saja, karena saya sedang hamil tua tidak bisa jongkong untuk petik stroberinya. Kebetulanlah saya jadi punya banyak waktu untuk potret sana sini dan buat video singkat, maklum ini kali pertama saya ke ladang stroberi :mrgreen: .

    Orang-orang yang asyik Petik Stroberi. Kalau dari bahasa yang mereka pakai sptnya orang-orang Rusia
    Orang-orang yang asyik Petik Stroberi. Kalau dari bahasa yang mereka pakai sptnya orang-orang Rusia

     

    Eh padahal saya beberapa kali jongkok jugal oh buat cari stroberi dan langsung melahapanya 😀 . Kapan lagi bisa melakukan kegiatan asyik begini ya hanya bisa ketika musim panas saja. Layla bilang “makan saja sepuasnya, lahap 1 stroberi satu stroberi lain taruh keranjang buat kita beli”. “huahahaha dari tadi juga sudah saya lakukan ko” .

    Walau ada beberapa stroberi bentuknya berantakan namun buahnya besarr dan manisnya mantapp
    Walau ada beberapa stroberi bentuknya berantakan namun buahnya besarr dan manisnya mantapp

     

    Beberapa kali Layla menyodorkan stroberi yang besar untuk saya lahap, padahal sih sambil potret sana sinipun saya nyambi ngemilin stroberinya yang saya petik sendiri 😉 .

    Asyiknya Petik Stroberi. Lahap satu, yang satu lagi masuk keranjang :D
    Asyiknya Petik Stroberi. Lahap satu, yang satu lagi masuk keranjang 😀

     

    Hasil Perburuan kami 😆

    Keranjang Stoberinya hampir penuh
    Keranjang Stoberinya hampir penuh

     

    Video Stroberi hasil Perburuan kami

    Ketika mau pulang kami berpapasan dengan 2 ibu bersama anak mereka yang masih kecil, asyik nih bikin anak kecil bergerak (olahraga) ngumpulin stroberi 😀 .

     

    Petik Stroberi kegiatan mengasyikkan juga buat anak-anak
    Petik Stroberi kegiatan mengasyikkan juga buat anak-anak

     

    Ini yang kami beli. Berat total stroberi yang Layla Petik 2,4 kg kami bagi dua deh
    Ini yang kami beli. Berat total stroberi yang Layla Petik 2,4 kg kami bagi dua deh

     

    Musim panas begini asyiknya petik apa lagi yaaa 💡 :mrgreen:

    Demikianlah cerita saya mengenai Beli Stroberi Petik Langsung dari Ladangnya, Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta berkebun lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga :
    Ladang Bunga di Jerman
    Mengunjungi Pameran Flora di Jerman
    Jalan-jalan ke Taman Wilhelma Stuttgart
    Bunga Peony Raksasa di Jerman
    Update Kebun Sayuranku
    Petik Buah Strawberry Putih Pineberry | Berkebun di Balkon Rumah

  • Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman)

    Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman)

    Random dibuang Sayang (Edisi Natal di Jerman). Halooo teman-temanku, buat yang sudah sering mampir ke blog saya dan tidak menemukan postingan baru, maafkan yaa soalnya yang punya blog lagi edisi malas luar biasa :mrgreen: . Saya sering blogwalking sih tapi lagi menikmati jadi silet reader hehe, kasih komentar paling di beberapa blog.

    Sudah menjelang tahun baru, malah saat ini saya mau cerita tentang Natal yang lalu, basi kali yaa hihi.

    Kami (Frank & saya) Natalan di rumah mama mertua (mamer). Kita menginap sejak malam Natal kemudian baru pulang Jumat siang tanggal 27 Desember. Selama di rumah mertua saya paling buka-buka tablet sesekali aja, paling cek email dan cek statistik blog tetep hihi. Ga bisa lama-lama internetan karena kalau lagi kumpul keluarga ga enak ya kita malah sibuk dengan gadget. Pernah kapan ya, lupa pas perayaan apa, anak-anak mudanya pada sibuk sama gadget, nah si mamer ngomel dong, untung saya ga ikut-ikutan.

    Baca juga: 7 Hal Mengenai Natal di Jerman

    1. Natalan ke Gereja
    Awalnya Frank dan saya niatnya mau ke gereja pas malam Natal, trus kita ubah jadi perginya pas hari Natalnya aja tanggal 25 Desember. Jadi malam Natal Frank bisa minum wine deh pas makan-makan.

    Frank dan saya mau ikut ibadah yang jam 10 pagi pada 25 Desember, kita mau ke gereja tua yang umurnya sudah 900 tahun an lokasinya di Heinsheim, namanya Bergkirche . 2 tahun lalu kita ikutan ibadah malam Natal pas tengah malam. Nah ternyata saudara-saudara pada 25 Desember 2013 tuh gereja tidak ada ibadah yaelahhh pengunjung kecewa 😥 . Ya salah kita juga sih kenapa tidak cek websitenya dulu, cek jadwal ibadah 😛 .

    Saya bilang ke Frank ya sudahlah ke gereja tempat pemberkatan kita dulu aja, kan masih ada waktu 15 menit sebelum jam 10. Kata Frank tidak sempat, pasti telat. Yaelah „.. ga apa-apalah yang penting niat ibadahnya kan“ haha. Jadinya kita ke gereja Katolik di dekat Bergkirche namanya St. Johannes der Baptist. 2 menit naik mobil sampai deh, tidak pakai telat. Hari itu adalah kali pertama saya ke gereja Katolik (saya Kristen Protestan, Frank Katolik dan kita menikah di gereja Protestan).

    Gereja Katolik St
    Gereja Katolik St. Johannes der Baptist di Heinsheim Jerman. Ini pas bubaran ibadah. 25 Desember 2013

     

    Selama ini saya hanya melihat di film-film aja mengenai tata acara di gereja Katolik. Ya ampunnn 🙁 lutut perih nyut-nyutan pas berlutut (cuma 2 kali berlutut sih), padahal pas dibangku saya ada bantal untuk berlutut, tapi bantalnya tipis hiks, trus Frank ga ada bantal hahah kesakitan dia. Ya namanya pertama kali ya jadi pasti sakit, padahal banyak anak kecil dan para lansia bisa lama loh berlututnya dan tidak pakai bantalan lutut. Lihat nih anak kecil di foto dibawah ini.

    Anak kecil disebelahku nih hebattt berlutut lama ga sakit lututnya ya hihi jadi malu saya. Gerja Katolik di Heinsheim
    Anak kecil disebelahku nih hebattt berlutut lama ga sakit lututnya ya hihi jadi malu saya. Gerja Katolik di Heinsheim

    Ibadah berlangsung selama 1,5 jam. Saya ingat banget kata pendetanya Natal bukan heboh atau sibuk cari kado dan membungkus seindah mungkin untuk keluarga, relasi dan teman, bukan pohon Natalnya, bukan hiasan-hiasannya, bukan makanannya, namun apakah Tuhan Yesus ada di hatimu?. Jleb untung saya ga minta kado dan ga ngasih kado juga sih hihihi.

    2. Makanannya

    Santap bersama ketika malam natal, menunya sosis dengan salad kentang, pencuci mulutnya es krim. Banyak kue-kue dan buah-buahan juga malas potret karena hasil foto malam hari jelek banget *minta kamera baruuu.

    Makan bersama pas hari Natalnya seperti foto-foto dibawah ini. Menunya daging dan mie, ada salad dan ditutup dengan es krim dan cemilan yang banyak bikin buncit hehe.

    Tanggal 27 siang Frank dan saya pulang, sebelumnya kita ke mall mampir ke toko elektronik lihat-lihat kulkas pengen beli akhir Januari 2014 jadi survey harga ke beberapa tempat, kemudian makan siang di mall.

    Baca juga: 4 Jenis Kue Natal Khas Jerman

    Frank dapat beberapa hadiah-hadiah dari pasien-pasiennya, tahun ini ga banyak dapat duit cuma 10 euro 😀 yang banyak ya kue-kue, wine dan coklat-coklat. Saya tidak berminat makan coklat-coklatnya, semua Frank yang makan.

    Coklat-coklat Natal bentuk Santaklaus
    Coklat-coklat Natal bentuk Santaklaus

    3. Lain-lainnya

    Tahun lalu saya masih sedikit rajin menghias rumah dengan hiasan-hiasan Natal. Nah tahun ini tidak sama sekali, padahal ada beberapa sudah beli, trus dari tahun lalu ya barang-barangnya tersimpan rapi di gudang. Malah sehabis natal nih saya berburu barang diskonan banyak bangett.

    Kursus Bahasa Jerman libur 2 minggu (5 kali pertemuan), jadi banyak santai-santainya dirumah dan nonton tv melulu 😎 .

    Nanam-nanam bibit-bibit bunga musim semi seperti tulip, krokus dan lain-lain, semuanya belum tumbuh, karena harus sabar sekitar 3-4 bulan melewati cuaca dingin baru bibit-bibitnya akan tumbuh.

    Antara lain bibit-bibit bunga musim semi yang sudah mulai kutanam dari bulan Oktober, tumbuh dan mekar setelah 3-4 bulan lagi
    Antara lain bibit-bibit bunga musim semi yang sudah mulai kutanam dari bulan Oktober, tumbuh dan mekar setelah 3-4 bulan lagi

    Saya kirim paket untuk ponakanku di Jakarta, buat Kiarra dan Galen. Paket kirim 6 Desember dalam 13 hari sudah sampai, padahal paket biasa ko. Berat paket 1,7 kg. Paket sampai maksimum 2 kg bisa dikirim sebagai jasa surat, jadi ongkos kirimnya lebih murah, kalau dirupiahkan sekitar Rp.288.000 harga belum termasuk kardusnya ya. Kalau kirim sebagai paket mahal 1 kg bisa 260rb.

    Isi paketnya cemilan doang hehe, ada kripik-kripik, biskuit-biskuit, stiker, kartu ulang tahun untuk Kiarra dan Galen dan kartu Natal tentunya.

    At least but not last, setiap kali Frank nanya saya mau hadiah Natal atau hadiah tahun baru apa? Saya bilang tidak butuh hadiah dan sambil mengelus perut, bilang “sudah ada hadiah terindahnya nih” hehe. Thanks God!. Pada musim panas 2014 akan hadir bayi kecil menemani hari-hari Frank dan saya. Saat ini usia kandungan saya 12 minggu. Cerita mengenai kehamilan dilain postingan saja yaa 😉 .

    Thanks God. Usia Kehamilanku 12 minggu.
    Thanks God. Usia Kehamilanku 12 minggu.

    Write it on your heart that every day is the best day in the year.” – Ralph Waldo Emerson

    Selamat Tahun Baru 2014.

     

    Edisi dibuang sayang:
    Random Story Dibuang Sayang Part 6 – Musim Panas Berlalu
    Random Dibuang Sayang – Musim Gugur
    Random Story Dibuang Sayang Part 5 – Cuaca Cerah Musim Semi
    Random Story dibuang Sayang Part 4 – Gak Penting kale

  • Random Dibuang Sayang

    Random Dibuang Sayang

    Random Dibuang Sayang. Sahabat blogger, saya mau cerita beberapa hal yang sudah saya lalui bulan lalu, bahkan bisa 3 bulan lalu kali 😀 . Awalnya saya ingin cerita pas bulannya, apa daya saya lagi sok sibuk mengurusi kebun alias bongkar-bongkar tanaman.

    1. Ganti plat nomer mobil (03.09.2013)
    Setelah hampir setahun pindahan rumah, kita baru ganti plat mobil. Katanya kalau kena razia polisi bisa di denda, untungnya tidak pernah tuh di razia hehe. Mobil lebih banyak diparkir di kota tempat tinggal kita sebelumnya (Bad Rappenau), supaya dekat kerjaan Frank. Kalau Frank tidak ke kejar kereta pas pulang malam, jadi ya bisa naik mobil.

    Kota tempat tinggal sekarang dan sebelumnya padahal cuma jarak dekat ko, 30 menit naik mobil, naik kereta 18 menit. Berhubung kita pilih (ganti) nomer sendiri jadi nambah 10 Euro (kurleb Rp.150.000), yang baru jadi FN2004 ; F=Frank N=Nella ; kemudian 20-04 Hari dan bulan pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Mengurus pergantian plat ini di Landratsamt. Total biaya ganti plat mobil 42 Euro. Prosesnya cepat sekitar 15 menit, karena Frank sudah mendaftar secara online dahulu beberapa hari sebelum kami datang.

    Berhubung Pindah kota Tempat Tinggal jadi Ganti Plat Mobil. Random Dibuang Sayang
    Berhubung Pindah kota Tempat Tinggal jadi Ganti Plat Mobil

    2. Tes kelayakan kendaraan (30.09.2013)

    Di Jerman kendaraan harus di tes kelayakannya setiap 2 tahun sekali. Mobil kita sekarang ini pemberian bapak mertua. Mobilnya sudah tua kira-kira 14 tahun, mereknya keren sih Audi. Berhubung mesinnya masih bagus, sayang juga di jual, lagipula Frank dan saya tidak banyak bepergian menggunakan mobil, paling belanja mingguan ke supermarket, jadi ya tidak boros bensin juga. Pas serah terima mobil dari bapak ke anak, 2,5 tahun lalu biaya benerinnya bikin jut jut terkejut iya kena 2.000 Euro (kurs Rp.15rb berarti sekitar 30 jeti rupiah) gile deh disini kalau mobil masuk bengkel. Oh ya itu biaya sudah termasuk pajak 19%.

    Ini tes pertama kali saat mobilnya jadi milik kita.

    Banyak yang dites, antara lain rem, mesin, lampu, ban, asap knalpot dll. Tesnya tuh seperti mobilnya di tonjokin rame-rame haha, beneran saya yang melihat aja tepok jidat. Mobil tua malah di banting-banting ngetesnya. Contohnya mobil di nyalakan di ban berjalan, kemudian dikendarai ngebut lalu tiba-tiba direm, kemudian gas setinggi-tingginya. Lalu bagian bawah mobil juga dicek, ban mobil digoyang-goyang keras sekali.

    Tes kelayakan biayanya 94,5 Euro (sekitar 1,4 juta rupiah), prosesnya sekitar 20 menit. Hasil tes GAGAL!. Mobil harus ada yang diperbaiki, yakni rem tangan dan lampunya. *gambar paman Gober langsung muncul dikepala saya haha. Siap-siap sport jantung kalau mobil masuk bengkel. Mobil diperbaiki di bengkel biayanya 194 euro sekian cent, Puji Tuhan cuma segitu ya.

    2 minggu kemudian kembali lagi ke tempat tesnya Dekra Automobil. Kali ini prosesnya cepat paling 5 menit, untungnya biayanya tidak seperti pertama tes. Biaya yang kedua ini 12,8 Euro (sekitar 192 ribu rupiah).

    3. Lanjut Kursus Bahasa Jerman
    Setelah hampir setahun nganggur kursus, akhirnya lanjut lagi. Sebenarnya saya tidak mau nganggur, tapi mau gimana kelasnya belum dibuka. Awalnya mau di tempat kursus sebelumnya, karena disana guru yang mengajar bagus. Teman-teman grup saya juga antusias mau lanjut ke level B2, begitu pula dari grup lain. Eh pas diundang rapat yang datang hanya 2 orang, saya dan 1 orang Korea atau Jepang.

    Alasan yang tidak datang mereka tidak mau lanjut karena biaya kursus mahal sekitar 1.000 euro untuk 400 jam pelajaran. Cape deh pada omdo (omong doang) nih teman-teman hehe. Duit segitu kan tidak dibayar 1 kali toh. Intinya kelas tidak jadi dibuka, karena minimal harus ada 10 orang.

    Akhirnya saya mendaftar di VHS sekolahan di kota tempat tinggal saya, 15 menit jalan kaki dari rumah, naik bus 5 menit doang. Awalnya katanya kelas dibuka bulan Mei, ternyata ditunda dengan alasan murid belum cukup. Menunggu 3 bulan (asyik nambah liburan 😆 ). 23 September 2013 lalu kelas dimulai.

    Buku Kursus Bahasa Jerman Level B2
    Buku Kursus Bahasa Jerman Level B2

    Kursus 2 kali dalam seminggu, hari Senin dan Rabu. Tidak seperti kursus Integrasi yang dulu (4 jam/hari Senin-Jumat), nah kursus B2 ini singkat deh hanya 1,5 jam/pertemuan. Jam kursusnya malam 20.10 sampai jam 21.40 serasa main ke tetangga sangking singkatnya :mrgreen: . Gurunya ada 2 orang, kalau senin yang mengajar pak guru asal Kroasia dan hari Rabu ibu guru yang mengajar. Kedua gurunya baik bangett, kalau ga ngerjain PR ya sudah ga apa-apa tuhh 😎 . Soalnya mereka (guru) mengerti kelas B2 nih siswanya tuh sebagian besar para pekerja kantoran yang mana pasti sibuk sekali kan.

    Kursus B2 ini yang pertama nanti ada lanjutannya B2-2 Per level 30 kali pelajaran. Biaya 174 Euro (sekitar 2,6 juta rupiah). Keseluruhan level B2 kalau saya hitung-hitung totalnya 72 jam, miriplah dengan durasi kursus di Goethe. Nah kenapa di tempat kursus Integrasi saya yang dulu, kelas B2 katanya 400 jam dan biayanya 1.000 Euro??? 🙄 mungkin karena privat kali ya. Untunglah tidak jadi kursus disana, irit duit kan hehe.

    Teman-temanku banyak sekitar 20 orang, yang grup cowo ada 6 orang yang kuingat ada asal Afganistan, dia pelajar, trus dari Turki (pemain bola, ganteng boo 😀 tapi pendek sih hehe), ada dari Spanyol, Itali dan dari Rusia, nah nih cowo asal Rusia (gantengg juga 😀 ), pas awal kelas ditanya guru dan teman-teman yang penasaran, tampang dia seperti orang Jerman ko ikutan kursus bahasa Jerman? Langsung seruangan tertawa dan si cowo jadi merah mukanya.

    Grup cewe ada asal Kosova, Au pair disini, gaya bicaranya mirp Cinta Laura haha, trus ada dari Spanyol, Itali, Rusia dan dari Amerika, nih cewe asal Amrik jago juga (otaknya), ikutan dua kelas sekaligus, ikutan B2 dan jam sebelumnya dia ambil tingkat C1 mabok ga tuh ya, tingkat B2 aja belum lulus sembari jalan level lebih tinggi. Kalau tidak salah tahun depan dia mau kuliah makanya harus dikebut kursus sampai tingkat paling tinggi C2.

    Terus…. Ternyata ada satu teman dong asal Indonesia horee 😉 . Nih cewe Batak, boru Tamba. Awal dia datang ke Jerman sebagai Au pair selama 1,5 tahun. Saat ini dia kerja sosial di panti Jompo, tapi sepertinya diharuskan pulang ke Indonesia dulu karena kerjaan dia sekarang sudah berbeda dengan awal dia ke Jerman, jadi disuruh buat visa kerja.

    Yang penasaran atau belum tahu apa itu Au Pair silakan baca tulisannya Astrid disini.

    4. Menang GA
    Tidak hanya satu, namun dua GA horeee 🙂 .
    Pertama GA yang diadakan oleh T3ph alias Nyonya kecil pada akhir Agustus lalu. Saya suka nih model GA yang dibuat T3ph, ga pakai ribet, gampang aja dong. Trus menang deh fyi pertama kalinya saya menang GA 🙂 . Hadiahnya berupa bandana anak, buat keponakan saya yang no.2 namanya Galen. Bandananya buatan T3ph sendiri Terima kasih T3ph 😉 . Maaf kalau fotonya tidak bagus, itu dadakan pas skype an, maksa nyokap pakaikan bandananya, karena nunggu mamanya Galen susah tidak dikirim-kirim fotonya.

    Bandana Menang GA buat Ponakanku yg imut Galen
    Bandana Menang GA buat Ponakanku yg imut Galen

    Kedua GA yang diadakan Messa pada akhir Oktober lalu. Hadiah yang saya peroleh adalah tas kalimantan. Horeee!! 🙂 Terima kasih Messa 😉 .

    Menang GA lagi hadiahnya Tas Kalimantan. Foto pinjam dari blog Messa
    Menang GA lagi hadiahnya Tas Kalimantan. Foto pinjam dari blog Messa

    Teman-temanku sampai disini dulu ya cerita-ceritanya. Kalau nanti ada cerita yang baru, saya sambung lagi. Terima kasih sudah membaca sampai selesai, ceritanya pajang sekali ya 🙂 .

     

    Baca juga::
    Ladang Bunga di Jerman
    Orang Jerman itu ..
    Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Aturan Internetan di Jerman

  • Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman. Apa yang menarik di kamar mandi?. Menurut saya kamar mandi itu cerminan pemiliknya, kalau kamar mandinya aja jorok, mungkin yang punya juga jorok kali ya hehe 😀 . Saya mau kasih lihat bagaimana kamar mandi di Jerman. Kamar mandinya kering, buat mandi ada ruang khususnya.

    Umumnya orang-orang disini maunya dikamar mandi ada jendelannya, supaya tidak lembab kali ya. Masah mau lihat orang lewat sih sambil berendam? :mrgreen: . Selain jendela, orang-orang juga ada yang mau punya bath (up) di kamar mandinya, ada yang mau punya tempat buat mandi saja, namanya die Dusche. Ada yang maruk mau keduanya 😛 .

    Kamar Mandi di Jerman. Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany
    Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany

    Sambil memperlihatkan kamar mandi saya, sepertinya menarik juga kalau saya kasih tahu apa saja isi kamar mandinya dalam bahasa Jerman, kali aja ada yang baru sampai Jerman trus bingung dengan istilah-istilah disini kan, jadi ya bisa sekalian belajar ngapalin. Lihat angka di gambarnya ya 😉 .

    Im Bad – di kamar mandi – in the Bathroom

    Bak buat berendam. die Badewanne
    Bak buat berendam. die Badewanne
    1. die Badewanne (Ger) ; Bak buat berendam (Ind) ; Bath(tub) (Eng)
    2. die Dusche (Ger) ; Keran air buat mandi (Ind) ; Shower (Eng) kalau tidak ada ruang khusus buat mandi ya kita mandi di bath tub, trus pasang penutup disekelilingnya supaya air tidak keluar.
    3. das Duschtuch (Ger) ; Handuk mandi (Ind) ; Towel (Eng)

    2 kali ngontrak rumah tidak ada ruang khusus buat mandi, jadi Frank dan saya gunakan bath tub ini buat mandi. Contohnya dibawah ini kontrakan kita sebelumnya.

    Baca juga: Bagian-bagian Rumah dalam Bahasa Jerman

    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    1. Der Duschvorhang (Ger) ; Tirai bak mandi (Ind) ; Shower Curtain (Eng)
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    1. die Badematte (Ger) ; keset kamar mandi (Ind) ; Bathmat (Eng)
    2. der Spiegel (Ger) ; Kaca (cermin) (Ind) ; Mirror (Eng)
    3. die Wandleuchte (Ger) ; Lampu gantung (Ind) ; Light (Eng)
    4. die Waschmaschine (Ger) ; Mesin Cuci (Ind) ; Wash Machine (Eng)
    5. der Fußboden (Ger) ; Lantai (Ind) ; Floor (Eng)
    Pritilan di Kamar Mandi
    Pritilan di Kamar Mandi
    1. der Waschbecken (Ger) ; Tempat cuci tangan (Ind) ; Washbasin (Eng)
    2. der Wasserhahn (Ger) ; Keran air (Ind) ; Tap AE faucet (Eng)
    3. die Seife (Ger) ; Sabun (Ind) ; Soap (Eng)
    4. die Seifenschale (Ger) ; Tempat Sabun (Ind) ; Soap dish (Eng)
    5. die Flüssigseife (Ger) ; Sabun Cair (Ind) ; Liquid soap (Eng)
    Kamar Mandi dan isinya
    Kamar Mandi dan isinya
    1. der Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi (Ind) ; Toothbrush (Eng)
    2. die creme (Ger) ; Krem (Ind) ; Cream (Eng)
    3. der Rasierapparat (Ger) ; Pisau cukur (Ind) ; Razor (Eng)
    4. der Elektrische Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi listrik (Ind) ; Electric Toothbrush (Eng)
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    1. der Zahnpasta (Ger) ; Pasta gigi (Ind) ; Toothpaste (Eng)
    2. das Mundwasser (Ger) ; Obat kumur (Ind) ; Mouthwash (Eng)
    3. die Kosmetiktasche (Ger) ; Tas Kosmetik (Ind) ; Cosmetic bag (Eng)
    4. der Kamm (Ger) ; Sisir (Ind) ; Comb (Eng)
    5. der Haarbürste (Ger) ; Sisir (Ind) ; Hairbrush (Eng)

     

    Baca juga: Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen

    Tempat mandi
    Tempat mandi
    1. die Dusche (Ger) ; Tempat mandi (Ind) ; The Shower (Eng)
    2. Antirutsch für dusche (Ger) ; anti slip untuk mandi (Ind) ; anti slip for shower (Eng)
    Toilet Rumah
    Toilet Rumah
    1. die Toilette (das Klo) (Ger) ; Toilet atau Kloset duduk atau WC (Ind) ; Flush Toilet (Eng)
    2. der WC-Bürste (Ger) ; Sikat WC (Ind) ; Toilet brush (Eng)
    3. das Toilettenpapier (Ger) ; Kertas toilet (Ind) ; Toilet Paper (Eng)
    4. WC-Reiniger (Ger) ; Cairan pembersih toilet (Ind) ; toilet cleaner (Eng)
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku

     

    Rak Kamar Mandi
    Rak Kamar Mandi
    1. das Wandeckregal (Ger) ; rak dinding untuk kamar mandi (Ind) ; wall shelves (Eng)
    2. der Badebürste (Ger) ; Sikat mandi (Ind) ; Bath Brush (Eng)
    Isi Kamar Mandi
    Isi Kamar Mandi
    1. der Rollwagen (Ger) ; Rak Geser (Ind) ; Sliding shelf (Eng)
    2. der Wäschekorb (Ger) ; Keranjang Cucian (Ind) ; Laundry basket (Eng)

     

    Semua benda-benda dalam bahasa Jerman ada artikelnya (der, die, das) dan huruf awalnya harus ditulis huruf besar, kalau bahasa Inggris seperti „the“.
    Lain hari saya kasih lihat ruangan lainnya ya. Happy Weekend! 🙂 .

     

    Tulisan Terkini

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk. Halo pembaca setia blogku, apakah kalian suka jalan-jalan ke hutan atau lebih memilih ke mall? kalau ke hutan enaknya melakukan aktifitas apa ya?. Kalau versi saya sebagai berikut:

    1. Olahraga

    Di Bad Rappenau, kota tempat tinggal saya sebelumnya ada hutan yang namanya Vulpinuswald. Dinamakan begitu karena lokasi hutannya dekat klinik Vulpinus.

    Suami tercinta menunjukkan, kalau di lokasi ini ada alat-alat untuk berolahrga. Seperti dibawah ini:

    2. Lomba Lari dan Jalan Sehat

    Ya sama saja seperti no 1 yakni berolahrga. Bedanya kali ini berolahrga bersama-sama 1300 peserta. Tujuannya untuk amal. Setiap orang yang turut serta akan bernilai sekian Euro yang akan dikumpulkan untuk menolong pengobatan seorang anak. Detail ceritanya klik Jalan Sehat untuk Robin.

    Acara ini berlangsung pada Agustus 2011, sedangkan tahun 2012 hanya suami yang turut serta, karena pada tahun tersebut dua sahabat saya sedang datang ke Jerman, jadi saya ada acara lain dengan kedua sahabat saya 😉 .

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk
    Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi Jalan Sehat tidak becek.

    3. Picknik dan Belajar Bahasa

    Setelah minggu-minggu sebelumnya selalu hujan, akhirnya pada Agustus 2012 kami dari kelas Integrasi bisa juga jalan-jalan ke hutan Vulpius. Di dalam hutan kami latihan untuk ujian akhir, lebih tepatnya melatih kemampuan berbicara. Thanks God kami semua sudah lulus ;).

    “What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.”

    ― Mahatma Gandhi

    Salah satu foto pada tulisan ini, saya ikutsertakan pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde 18 yang diadakan oleh Regy Kurniawan dengan tema HUTAN. (url/blog sudah tidak aktif . soputan.wordpress.com/2013/04/02/turnamen-foto-perjalanan-ronde-18-hutan update 10.01.2017 )

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk! :mrgreen:

  • Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman. Biasanya Paskah identik dengan musim semi, cuaca cerah dan hangat. Tahun ini luar biasa, di hari paskah (minggu) ternyata salju masih turun, ya tipis sih. Cukup membuat menggigil karena suhu hanya diangka 5-7 derajat C dan anginnya kencang. Mungkin anak-anak tidak ada kegiatan mencari telur dialam deh, karena cuaca tidak bersahabat. Bisa-bisa anak-anak malah sakit.

    Libur paskah di Jerman berlangsung dari tanggal 29 Maret hingga 1 April. Jumatnya adalah hari Jumat Agung di Jerman disebut Karfreitag. Hari minggu & seninnya adalah hari Paskah, kalau minggu disebutnya Ostersonntag dan Seninnya Ostermontag. Hari sabtu 30 Maret tidak termasuk hari libur, namun bagi orang kantoran tentu saja jadi libur panjang dari hari Jumat hingga Senin, hari selasa baru normal kembali. Anak-anak sekolah sudah libur sebelum hari yang saya sebutkan diatas.

    Seperti Natal dan tahun baru, maka hari Paskah juga menjadi salah satu ajang dimana masyarakat menjadi konsumtif. Hadiah-hadiah, coklat, telur-telur hias, bunga-bunga dan 1001 macam lainnya.

    Karena tanggalan merah, jadi supermarket tutup hari Jumat, Minggu dan Senin. Kalau banyak liburnya seperti ini, biasanya masayarakat kalap, seakan-akan supermarket tutup setahun! Semuanya mau dibeli :lol:.

    • Hari Paskah kami berkumpul di rumah mertua. Mama mertuaku mengundang orangtuanya dan dua saudarannya. Jam 6.30 saya sudah sampai rumah mertuaku untuk bantu-bantu masak. Kami mulai masak jam 7.30 baru kelar hampir jam 12.

    Kue-kue di Hari Paskah semuanya bikin sendiri (bukan saya yang bikin :mrgreen: )

    Meja makan mertuaku di Senin Paskah

    Hadiah-hadiah Pasakah yang suami dan saya terima

    • Saya ada kerjaan, cuma tiap dua minggu sekali. Kerja apa Nel? Kerja babu :cool:, bersihkan rumah seorang lansia. Kerja tiga jam, lumayan ada pemasukan buat beli bunga. Di kali kedua bekerja dapat bonus paskah, yang penting isi amplopnya ya hehehe. Lebih dari gaji sehari kerja Puji Tuhan! :D. Lansianya ramah banget, dia tinggal sendiri dan maunya ngobrol melulu. Saya harus pintar-pinter stop obrolan supaya bisa kerja dan selesai tepat waktu. Oh ya rumahnya bersih, heran juga apanya yang saya bersihkan hehehe. Paling saya bersihkan semua ruangan dengan vakum cleaner, eh ya kamar tidur utama tidak perlu dibersihkan. Kata si oma tidak ada yang tidur disana, sipp mengurangi kerjaan.

    Trus ngepel kamar mandi, dapur, dan tangga. Sudah 2 kali selalu selesai setengah jam sebelumnya, si oma bilang udah tulis aja 3 jam kerja, ahh asyiknya ;). Si oma ini tinggal di lantai 1, dilantai dasar ada dua rumah, punya dia juga dikontrakin, tamannya luas. Good newsnya, di dekat pagar ada tanaman bunga Hortensia, sudah jadi pohon tinggi besar. Sudah banyak keluar tunas-tunasnya, akan mulai tumbuh kembali. Kalau sudah rimbun akan di stek dan aku akan dikasih, horeee!! ;).

    • Suami kuliah lagi (kampusnya di Heidelberg), ambil jurusan managemen keperawatan. Mulai 2 April 2013. Moga-moga dia bisa gantikan bos yang pensiun nantinya di kerjaannya *ngarep.com :D. Kuliahnya akan berlangsung selama dua tahun. Kenapa kuliah lagi? Jadi sekarang kan kerjanya keliling-keliling mengunjungi pasien-pasien (lansia) ke rumah-rumah. Sehari bisa dapat 25-30 orang yang harus dikunjungi. Katanya kerjaan perawat sangat menguras tenaga. Nah dengan kuliah lagi, nantinya akan bisa kerja di kantorannya, masih seputar perawat juga tapi lebih ke managemen dan tentunya jabatan juga jadi meningkat.

    Kuliahnya hanya di awal bulan. Hari Senin hingga jumat dari jam 8 hingga jam 5 sore. Jadi seminggu kuliah, hari lainnya bekerja. Hitung-hitung biaya kuliah hingga tamat sekitar 5800 Euro. Nah suamiku baru kasih tahu katanya hari senin dia akan ke Rathaus (semacam kantor walikota) jadi pemerintah ada program kasih bantuan untuk warga negaranya. Biaya pendidikan akan dibantu separuhnya, dan dananya akan dikasih setiap bulan. Puji Tuhan mungkin kita hanya akan keluarkan total sekitar 2500 hingga 3000 Euro saja, lumayan banget kan daripada tidak dapat sama sekali.

    • Dirumah kami air panasnya tidak keluar :(. Mesin pemanasnya rusak. Pemilik kontrakan (tinggal dilantai dasar) minta maaf berkali-kali. Tidak ada air panas mulai hari Jumat 29 Maret. Untungnya kamis malam kami sudah mandi. Menderita kalau cuci piring, airnya sedingin air es. Mau cuci muka juga dinginnn. Pantesan ko telapak tangan dan wajah jadi pecah-pecah, baru nyadar karena airnya super dingin!. Hari sabtu kami mandi di rumah mertua. Minggu merayakan paskah dan nginep di mama mertua jadi mandi disana juga, senin sebelum pulang dari mertua, mandi dulu. Hari selasa kan sudah hari kerja, jadi ya ada tukang yang datang bisa perbaiki mesinnya.

    Baca juga: 10 Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Jerman

  • Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3. Tiga hari lagi masuk bulan Maret, berarti masuk musim semi. Namun nampaknya musim dingin belum mau beranjak dari negara ini. Kemarin salju turun kembali. Daripada berkeluh kesah karena rasa dingin, lebih baik menikmati saat-saat terakhir salju sebelum masuk musim semi 😉 . Update 10.01.2023 tulisan ini sudah 10 tahun, gara-gara tulisan ini saya dapat berbagai email menanyakan mengenai peluang kerja Farmasi di Jerman, makanya judulnya saya edit tambah “Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman“. Fyi saya belum kerja di bidang farmasi sampai awal 2023 ini haha duuh susah ah bidang tersebut, namun saya sedang di ambang kebimbangan apakah tahun depan mau ambil ausbildung PTA (Farmasi) atau sekolah tukang kebun gärtner sesuai hobi yang saya sukai dan saya sudah kerja di bidang berkebun dari tahun 2019, kerja sebagai hobi saja.


    Kemarin saya ada janji bertemu seorang ibu, namanya ibu Maryam di Mannheim. Saya ingin konsultasi mengenai bagaimana ijasah universitas saya dari Indonesia bisa diakui di Jerman.

    Tulisan Terkini

    Untuk dapat tanggal bertemu harus menunggu satu bulan, mungkin banyak yang mau melakukan hal yang sama seperti saya. Saya pergi bersama suami, suamiku khusus cuti untuk hal ini.

     

    Kami tinggal di wilayah Baden-Würrtemberg, dan ada dua lokasi dimana kita bisa konsultasi mengenai pengakuan ijasah (Anerkennung). Satu lokasi di Mannheim dan satu lagi di Stuttgart. Saya tinggal di Sinsheim, maka Mannheim menjadi pilihan kami karena lebih dekat, hanya 30 menit naik mobil.

    Salju mulai mencair, membuat jalanan menjadi licin, suami harus menyetir dengan hati-hati. Oh ya jalan tol di Jerman gratis loh. Jalan tol di Jerman ada yang 4 jalur. Paling kiri buat yang mau ngebuttt, paling kanan buat yang kendaraannya bermasalah, mogok misalnya. Di Jerman truk-truk bisa menggunakan jalur seperti mobil pada umumnya, kecuali jalur paling kiri. Batas truk boleh melaju adalah 80 km/jam. Khusus hari minggu truk tidak boleh masuk jalan tol. Kadang kami agak kesal kalau didepan kami pas ada truk besar, berarti kami harus mendahuluinya atau mengikuti kecepatan seperti truk.

     

    Di Jerman kalau ada janji HARUS tepat waktu!. Tidak boleh datang terlalu awal, tidak boleh juga telat. Berbekal informasi dari GPS, jarak ke Mannheim bisa ditempuh dalam waktu setengah jam, maka kami agak nyantai ketika pergi, padahal ketika di jalan ada saja hambatan, agak tersendat, harus mengurangi batas kecepatan karena jalanan yang licin, karena truk yang melaju di depan kami, kami salah putar masuk ke klinik, kena lampu merah dsb. Ibu yang mau ditemui, telpnya tidak diangkat. Mobil sudah diparkir, maka kami berjalan sedikit ke gedungnya. Salju menerpa wajah saya, membuat pandangan sedikit terhambat. Napas tersengal-senggal, sayapun jalan diseret-seret suami supaya bisa cepat :P.

    Si ibu memberikan dua lembar formulir yang harus saya isi. Kemudian beliau menanyakan banyak hal, mulai biodata, latar belakang pendidikan saya dsb. Ibu Maryam memasukkan biodata saya langsung ke komputer dia.

    Setiap 10 menit telp si ibu berbunyi, agak menggangu proses wawancara sih, namun bagaimana juga, mungkin ibu ini bekerja sendiri, jadi dia harus menjawab telp dari orang-orang yang mempunyai kepentingan dengannya.

    Pas selesai wawancara, suamiku memujiku “bisa juga kau jawab semua pertanyaan dan berkomunikasi dengan si ibu tadi“. “Aku kan sudah lulus B1 gitu lohhh” sahutku 😀 .

    Si ibu yang wawancara bilang saya harus ambil kursus bahasa Jerman hingga C2 (tingkat paling tinggi). Baru bisa menentukan lebih lanjut, mau kuliah lagi atau bekerja.

    Fyi, di Jerman bekerja harus sesuai bidang kamu kuliah. Kalau backgorund Farmasi seperti saya ya harus cari kerja bidang Farmasi. Kalau mau pindah haluan bidang pekerjaan, berarti harus kuliah lagi dari awal. Saya memang sudah mendapat gelar sarjana Farmasi dari Indonesia, namun saya belum ambil apoteker. Sarjana Farmasi yang berminat menjadi apoteker ya harus kuliah lagi 1-2 tahun. Karena saya merasa otak saya tidak mampu mencapai gelar apoteker, maka saya tidak ambil profesi tersebut. Sumpah Farmasi susahh!! Salah jurusan deh, masuk bisa, keluar (lulus) nya setengah mati.

    Di Indonesia, tanpa gelar apoteker kita tetap bisa bekerja toh. Gelar Apoteker diperlukan kalau kita mau jadi penanggung jawab apotek misalnya. Nah ternyata di Jerman, Farmasi = Apoteker. Jadi kalau kamu tidak punya gelar apoteker ya bukan Farmasi!.

    Pengalaman saya juga hanya seminggu bekerja di apotek. Pas wawancara ditanya kenapa pindah ? karena saya menemukan bidang lain yang saya sukai dan gajinyapun sama. Hari sabtu dan minggu libur. Sedangkan kerja di apotek, sabtu dan minggu masuk, kadang kerja shift hingga tengah malam.

    Jadi pengalaman saya sebagai Farmasi masih “nol”. Pas si ibu keluar saya bilang ke suami, “duuhh kalau harus kuliah lagi untuk ambil apoteker, berapa tahun ?, ga sanggup ahh, di Indonesia aja empot-empotan, apalagi disini dengan bahasa Jerman“.

    Saya bilang ke ibu Maryam, saya ingin bekerja di pabrik Farmasi dulu deh, lah si ibu malah heran, dan bilang ko dengan ijasah setinggi saya malah mau kerja di pabrik. “Tidak banyak bicara dong, bagaimana mau latihan bahasa Jermannya kalau hanya kerja dengan mesin“. “Saya nyengir, emang itu mau saya, awal saja ko buuu“.

    Saya malah diceramahin, harus sabar, tekun belajar dulu hingga kursus C2, bisa juga sekalian tanya-tanya ke Fakultas Farmasi di Heidelberg untuk ambil apotekernya. Kalau ijasah sudah diakui dan dapat kerja, tinggal terima dollar berlimpah hahahah kami bertiga ketawa diruangan tersebut.

    Ibu Maryam menjelaskan panduan untuk proses pengakuan ijasah (Anerkennung), suamiku mencatat website untuk proses pendaftarannya dan nantinya kami bisa print out formulirnnya lalu kirim fotokopi ijasahku melalui pos.

    Oh ya karena saya belum ambil apoteker, suamiku menanyakan kemungkinan saya bisa bekerja sebagai asisten apoteker, disini istilahnya Pharmazeutisch-technische/r Assistent/in.

    Selesai sudah proses wawancaranya. Saya akan mengerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu, yang bisa ya kerjakan, yakni melanjutkan kursus ke tingkat B2. Selanjutnya lihat saja nanti 😉 .

    Foto-foto di Mannheim

     

    Mannheim adalah kota terbesar ke-2 di Baden-Württemberg, Jerman dengan penduduk sebesar 311.342 jiwa.

    Mannheim agak berbeda dibandingkan kota-kota lain di Jerman karena daerah tengahnya berpola kisi-kisi (disebut Quadrate, persegi), mirip dengan kota-kota di Amerika Utara. Karena itulah, nama julukannya adalah Quadratestadt (bahasa Indonesia: kota persegi). Jalur utama yang melewati persegi itu akan membawa ke sejumlah istana peninggalan abad ke-18. Bekas kedudukan Elektorat Pfalz sekarang menjadi Universitas Mannheim.

    Lambang Mannheim adalah der Wasserturm (menara air), terletak di timur pusat kota. Sumber wikipedia

    Video Salju Menjelang Musim Semi di Jerman 25 & 26 Feb.

     

    Foto-foto hari ini 26 Februari 2013

     

    Website penting Anerkennung in Deutschland :
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de/html/en/61.php
    www.netzwerk-iq-bw.de
    Ikubiz – Interkulturelles Bildungszentrum Mannheim gGmbH
    Maryam Shariat-Razavi
    Lortzingstr. 3
    68169 Mannheim
    Telp : 0621 156 7373

     

    Baca juga:
    Musim dingin di Jerman (Bagian 2)
    Musim dingin di Jerman

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    Paris je t’aime
    Liburan Swiss 2012
    Ramainya Bulan Oktober di München
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Museum Farmasi Jerman

  • Konflik Rumah Tangga di Jerman

    “.. Kalau kamu minum alkohol, kenapa saya tidak boleh?, kalau kamu sendiri merokok kenapa melarang saya merokok?, apa kamu boleh melakukan semuanya karena kamu kepala rumah tangga?”.

    Itulah sepenggal kalimat pertengkaran rumah tangga di Jerman, yang saya lihat sendiri untuk pertama kalinya.

    Sebelumnya saya cerita kalau suami saya (Frank) dan saya, kami akan liburan tahun baru ke Black Forest di Freiburg. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah sahabat suami di Emmendingen, maka kami berkunjung dulu kesana. Malam tahun barupun kami lewati bersama keluarga teman suami saya tersebut.

    Sebut saja teman suami saya namanya Doni, dan si wanita bernama Nancy (keduanya nama samaran ya). Jadi keduanya sudah lama tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Jangan heran di Jerman hal semacam ini adalah sah-sah saja. Keduanya sudah pernah menikah kemudian berpisah dan mereka mempunya anak-anak dari pasangan mereka masing-masing, tapi anak-anak tidak tinggal bersama mereka.

    Doni dan Nancy baru mempunyai anak, usianya enam bulan. Karena hal ini juga kenapa suami dan saya mengunjungi mereka. Doni dan Nancy sama-sama seorang peminum, tiap hari berbotol-botol bir mereka habiskan bersama. Bir sudah ibarat air putih buat mereka (termasuk untuk sebagian besar orang Jerman). Selain bir, mereka berdua seorang perokok berat. Rokoknya yang kretek yang di linting sendiri pas mau ngerokok. Bau rokoknya bener-bener bisa sesak :(. Untunglah suami dan saya menginap di hotel.

    Hari pertama, kalau merokok mereka akan ke kamar mandi, karena alasan ada putra mereka yang masih bayi, masah iya mau di kasih hisap racun?. Jadi mereka bolak balik ke kamar mandi untuk merokok, kamar mandinya ada ventilator, mesin pengisap udara.

    Tadinya Frank dan saya mau jalan-jalannya tanggal 1 Januari. Paginya kira-kira jam 10 kami mampir ke rumah Doni, hanya untuk bilang „..selamat pagi“, dan berniat langsung pergi ke Black Forest. Ternyata Doni bilang kami harus makan siang bersama, karena sudah dipersiapkan.

    Frank dan Doni bilang mau pergi setengah jam, ini sudah satu jam belum balik-balik. Katanya mau isi bensin, beli 1 krat bir dan 2 botol wine, dekat rumah. Si bayi menangis terus, si Nancy mulai senewen dan bicara macam-macam (masih saya anggap wajar).

    Beberapa kali saya dengar bunyi sepatu suami, saya merasakan itu dia, tapi ko ga muncul-muncul di pintu ..

    Nah entah ada angin apa, entah kesambet setan mana, si Nancy ko mulai nyerocos mengatakan berbagai hal. Mulai dari ngedumel omanya Doni yang berkunjung tiap hari tapi tidak mau ngobrol dengan dia, lalu bayinya mulai nangis, ya saya gendong deh sambil berusaha menenangkan. Anaknya nangis, membuat si Nancy sedih, ya wajarlah, sama seperti adik saya di Jakarta, kalau anaknya menangis melulu malah ibunya ikutan nangis. Saya belum tahu ya soalnya kan belum punya bayi :D.

    Ketika di hotel, baru suami cerita, sebenarnya dia dan Doni pergi tidak lama, lalu mereka mampir ke tetangga dan ngobrol lama disana, si Doni merokok dan minum bir bersama si tetangga.

    Nancy membuka 1 botol wine yang baru di beli, saya di kasih satu gelas, Frank tidak minum karena nantinya harus menyetir mobil. Nancy terus bicara dan bicara makin ngelantur, betapa dia lelah menggurus bayi sekaligus rumah tangga. Doni yang awalnya heran pulang ko disemprot malah terpancing dan membalas perkataan Nancy, lah mereka jadi adu mulut. Padahal pas Doni mau pergi, Nancy memeluk dan mencium mesra Doni loh!.

    Wine saya sudah habis, begitu pula si Nancy dan dia meraih botol wine kembali untuk menuangkan ke gelas dia dan saya. Tiba-tiba botol wine di rampas Doni, maksudnya supaya Nancy berhenti minum. Nancy bilang “kalau begitu kamu juga jangan minum bir”. Mereka berdua berebutan botol bir dan akhirnya tumpahlah dan berantakan.

    Saya katakan ke Nancy, saya tidak minum lagi, satu gelas cukup. Saya rampas botol wine yang dipegang Nancy dan dan bergegas berlari ke kamar mandi dan akhirnya bisa mengunci pintunya. Lalu saya buang isi botol ke dalam kakus.

    Saya kembali ke ruang tamu, ternyata Doni dan Nancy merokok di depan bayi mereka. Walaupun jendela dibuka, tetap saja asap dari rokok membuat sesak. Frank dan saya sudah mencoba melarang tapi apa mau dikata mereka tidak mendengarkan kami.

    Doni dan Nancy tidak bekerja. Doni sudah pensiun dini, karena kesehatannya tidak mendukung lagi untuk bekerja, padahal usianya belum 50 tahun. Jadi tiap bulan Doni sudah dapat uang pensiun.

    Nancy kelahiran tahun 79, dulu dia pernah mengikuti kuliah tapi tidak selesai karena ketergantungannya pada alkohol. Dia pernah bekerja tapi tidak lama, apa lagi kalau bukan karena alkohol. Nancy sudah pernah masuk rumah sakit untuk rehabilitasi karena ketergantungan alkohol, sayangnya dia mengulang lagi dan lagi kembali ke alkohol, walaupun dia sering berjanji pada Doni untuk berhenti minum, ternyata sampai sekarang belum terlaksanakan.

    Nancy sering berurusan dengan polisi karena kalau mabuk sering bikin ulah di lingkungannya, tetangga melapor sehingga datang polisi. Doni menunjukkan ke Frank surat dari polisi. Beberapa waktu lalu Nancy berkelahi dengan tiga polisi, dan beberapa surat lain yang mengenai masalah mereka.

    Karena tidak jadi ke Black Forest maka suami mengajak saya berkeliling sekitar rumah Doni, supaya bisa melihat pemandangan sekitar. Walau dalam keadaan mabuk, Nancy ikut serta, begitu juga dengan bayinya.

    Sepanjang jalan Nancy menceritakan keburukan-keburukan Doni. Sambil terhuyung-huyung dia mendorong kereta bayinya. Frank juga mendorong keretanya, tangan kanan Nancy menggengam erat lengan kiri Frank. Frank bilang semoga Nella tidak cemburu, ko cemburu dengan orang mabuk toh :D.

    Kira-kira 500 meter dari rumahnya, Nancy berhenti, dan memencet bel, dia bilang itu rumah temannya, lalu temannya berbicara melalui radio penghubung di pintu. Nancy bertanya “ada bir atau wine kah, Nella dan saya mau mampir dan nih” langsung saya bilang “ehh saya tidak mau minum loh! Hanya mau jalan-jalan sebentar keliling kompleks”.

    Seorang wanita paruh baya keluar, Frank kenal dengan wanita tersebut. Nancy tetap merengek minta bir atau wine. Frank dan wanita paruh baya tersebut bikin kode dengan mata, maksudnya supaya jangan sampai masuk rumah dan dikasih minum. Saya ajak Nancy jalan kembali sambil mendorong kereta bayi. Frank dan wanita paruh baya bersembunyi di balik tembok dan membahas mengenai keadaan Nancy. Nancy jadi marah, dan sambil terhuyung-huyung menghampiri mereka.

    Kami lanjut jalan lagi, di ujung jalan Nancy minta berhenti, dia bilang mau ambil jaketnya yang ada di rumah temannya, saya bilang saya tidak mau masuk. Nancy bilang jangan cerita ke Doni kalau dia mampir ke rumah temannya, nanti Doni marah. Akhirnya kami janjian bertemu dalam waktu 20 menit. Frank dan saya sambil mendorong kereta bayi, kami keliling kompleks. 20 menit kemudian kami kembali ke tempat sebelumnya untuk bertemu Nancy. 10 menit kami tunggu Nancy tidak kunjung tiba. Udara hari itu sangat dingin, angin bertiup kencang. Akhirnya kami kembali ke rumah Doni. Doni sedang mencuci piring dan merapikan rumah.

    Jam enam sore bel berbunyi, ternyata Nancy pulang, tapi tidak sendiri, dia datang bersama dua temannya, pria dan wanita. Si pria naik ke tangga rumah Doni dengan terhuyung-huyung dan bicara ngelantur, dia membawa dua botol wine. Si wanita tampaknya baik-baik saja. Nancy mabuk tingkat tinggi.

    Saya mengajak suami kembali ke hotel karena saya tidak suka berada dilingkungan orang-orang sedang mabuk. Keesokkan harinya Doni bilang kalau teman-teman Nancy baru pulang jam enam pagi, mereka bicara terus hingga pagi hari.

    Frank dan saya kira, Nancy hanya alasan saja mengatakan mau mengambil jaket dirumah teman, pasti dia minum bersama kedua orang tersebut. “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik”. Berteman dengan pemabuk ya jadi pemabuk juga deh kalau tidak kuat iman.

    Saya bilang ke suami saya, saya mau tulis apa di blog saya, saya sudah terlanjur cerita di blog kalau kita akan jalan-jalan ke Black forest, tapi saya hanya dapat foto penginapan dan beberapa foto di Emmendingen. Lalu suami bilang “ya sudah cerita saja mengenai kehidupan di Jerman ini”. Ah sebenarnya saya pengennya tulis yang indah-indah dan bagus loh.

    Frank dan Saya berfoto dengan Anak Teman Kami. Gendong anak Orang lain dulu siapa tahu ketularan bisa punya anak sendiri
    Frank dan Saya berfoto dengan Anak Teman Kami. Gendong anak Orang lain dulu siapa tahu ketularan bisa punya anak sendiri

     

    *Judul awal tulisan ini Gagal ke Black Forest, saya sadar sih ga nyambung dengan isinya, dikomentari juga oleh Bung Iwan jadi saya ubah judulnya, supaya pas dengan isinya ;-).

     

    Oh ya kartupos untuk beberapa sahabat blogger sudah saya kirimkan ya, tapi maafkan tidak dari Black Forest, namun saya kirim dari kantor pos dekat rumah ;-).

    Tulisan Terkini

  • Apa Yang Saya Suka di Jerman

    Apa Yang Saya Suka di Jerman

    Apa Yang Saya Suka di Jerman. Setelah beberapa tahun tinggal di Jerman, saya merasa seperti punya kampung halaman kedua. Saya suka dengan cuaca di Jerman yang tidak sepanjang tahun summer haha. Suka dengan kemudahan menemukan pernak pernik berkebun, suka makanannya, suka keteraturan di jalanan dan masyarakatnya. Lain-lainnya cerita saya tentang tinggal di Jerman silakan lihat di kategori cerita tinggal di Jerman/living in Germany.

    Apa Yang Saya Suka di Jerman:

    • Setiap hari, pertama meluncur ke dunia maya, maka di laptop akan saya buka banyak layar, mulai dari renungan harian, email, blog pribadi, postingan baru dari blog teman, situs berita tentang Indonesia, rubrik kesehatan, rubrik taman, rubrik masak atau lainnya.

    Maka ketika suami tercinta pas ada dirumah dan melirik kegiatan saya ini, maka dia akan bilang: „.. satu, dua, tiga, …, delapan .., sepuluh, sebelas,.. empat belas, bravo!! Rekor, empat belas layar (website) terbuka.“.. Dalam hati iiihh biarin saja!, daripada lupa toh yang ingin dibaca, lebih baik dibuka semua yang penting! 😉 . Sampai saat ini saya tidak mengerti apakah membuka banyak sekali situs akan mempengaruhi kerja laptop? Selama ini baik-baik saja ko, kecuali kalau suami saya main game online, malah laptopnya jadi lelet, dan suamiku mulai deh ngedumel sendiri, laptop ko dimarahin, saya sih cuma bisa senyum-senyum saja, ingat adik saya yang di Jakarta, dulu kadang saya lihat adikku marahin laptopnya atau kalau kalah main game online.

    Buka banyak website penting. Apa Yang Saya Suka di Jerman.
    Buka banyak website penting

     

    Daftar website penting saya dan suami
    Daftar website penting saya dan suami

     

    Pertahanan Diri dari Cuaca Dingin
    Pertahanan Diri dari Cuaca Dingin dengan Berselimut

     

    • Sejak menetap di Jerman saya jadi suka bercocok tanam, nanam bunga, nanam sayuran dan lain-lain yang berhubungan dengan tanaman atau mempercantik si tanaman dengan pot-pot atau dekorasi tanaman. Di sini setiap satu atau dua minggu sekali setiap supermarket mempunya penawaran-penawaran menarik untuk tanaman atau bunga. Iklan-iklan supermarket dikirimkan ke rumah-rumah penduduk secara teratur. Tanaman atau bunga-bunga tersebut harganya mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal.

     

    Subscribe Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

     

    Siapa yang tidak lapar mata kalau 10 tangkai mawar atau tulip harganya hanya 1.99 Euro. Murahhhh euy !… dirupiahkan hanya sekitar 23 ribu untuk 10 tangkai bunga mawar, itupun sudah diberikan satu bungkus serbuk penguat tanaman. Suatu kali saya ingin pesan bunga di Jakarta, ingin kirim untuk mama tercinta, saya bolak-balik buka website toko bunga di Jakarta atau bertanya ke beberapa milis, OMG (*Oh my God) harganya mulai diatas 200 ribuan, ditawari pemilik tokonya dia bisa berikan harga 150 ribuan dengan bunga lokal, hiks gak jadi deh, mending beli kue untuk mamaku. Oh ya kalau musim panas kita bisa beli bunga, petik langsung dari kebunnya, ceritanya klik disini.

    Bunga Mawar Merah Merekah tidak sampai 2 Euro
    Bunga Mawar Merah Merekah tidak sampai 2 Euro

     

    Beberapa Koleksi Tanaman saya
    Beberapa Koleksi Tanaman saya

     

    Aneka pot tanaman di jendela
    Aneka pot tanaman Pembibitan di jendela

     

    Sedang Ada Matahari, Tanaman Dikumpulkan di Satu tempat
    Sedang Ada Matahari, Tanaman Dikumpulkan di Satu tempat

    • Walau sedang musim dingin, tetap keinginan untuk bercocok tanam tidak bisa di bendung, maka saya mempunyai kebun rahasia di belakang pintu dapur. Saya tanam dua buah bawang bombay ukuran jumbo, masing-masing satu buah bawang putih dan bawang merah. Satu pot khusus untuk kentang, saya hanya tanam beberapa mata tunas dan kini sudah banyak sekali batang kentangnya yang tumbuh.

     

    Bawang Bombay, bawang Putih dan Bawang Merah
    Bawang Bombay, bawang Putih dan Bawang Merah

     

    Sibuk di Kebun Rahasia
    Sibuk di Kebun Rahasia

     

    Pot Warna Orange adalah tanaman Kentang, Belakang aneka Bawang
    Pot Warna Orange adalah tanaman Kentang, Belakang aneka Bawang

    • Selain suka tanaman, saya juga jadi suka masak-masak, mencoba resep-resep baru. Kalau lagi ingat ya saya posting cerita dan resepnya ke blog saya ini. Contohnya Bolu Wortel Apple Pie Bolu Almond Perkedel Kentang Panir Hamburger. Lainnya, silakan lihat kategori „Food & Cooking – Dapur Emaknya Benjamin

    • Setiap seminggu atau dua minggu sekali saya bertemu dengan dua teman Indonesia saya. Eka dan Ni Luh nama sahabat saya di sini. Rumah mereka bisa saya capai dengan berjalan kaki. Eka berasal dari Surabaya dan Ni Luh berasal dari Bali. Keduanya sudah menikah dengan wn. Jerman dan masing-masing memiliki satu anak.

    Baca juga: Ke Jerman Modal Nekat? Bisa!

    Kalau cuaca cerah kami sering keluar bersama, kadang ke taman bermain anak, dan beberapa taman di sekitar rumah. Kadang ke supermarket kalau pas ada promosi produk-produk tertentu, atau hanya mengobrol di rumah mereka sambil saya disuguhi kue atau masakan mereka 😉 .

     

    Makan Bersama kedua temanku dan anak-anak mereka
    Makan Bersama kedua temanku dan anak-anak mereka. @Palast restaurant

     

    Asyikk, ditraktir makan oleh temanku Iluh
    Asyikk, ditraktir makan oleh temanku Iluh Nov 2011

     

    Palang Pintu Kereta Sudah ditutup, Mari Foto Dulu ya
    Palang Pintu Kereta Sudah ditutup, Mari Foto Dulu ya

     

    Para Turis Berfoto ria dulu, Sampai Mobil-mobilpun Berhenti Memperhatikan Kami hehehe
    Para Turis Berfoto ria dulu, Sampai Mobil-mobilpun Berhenti Memperhatikan Kami hehehe

    Apa lagi ya .. hmm, masih banyak yang mau saya ceritakan tapi dapur memanggil saya untuk segera masak, jadi sampai jumpa ke cerita saya berikutnya 😉 .

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

     

    Baca juga:
    Orang Jerman itu
    Aturan Internetan di Jerman
    Musim Dingin di Jerman

  • Yang Manis, yang sehat, yang Gratis di Jerman

    Saya pernah cerita kalau di Jerman, Bad Rappenau wilayah tempat tinggal saya, disini banyak pohon buah ditepi jalan yang bisa Anda ambil buahnya, sebanyak yang Anda inginkan. Berdasarkan yang saya ingat, pohon-pohon tersebut antara lain : pohon apel banyak bangett, sampai kadang belakangan ini malah jadi mengotori jalan, karena rontok tertiup angin kencang. Kemudian pohon ceri, raspberry, buah persik, pohon buah pir dan lain-lain ( kalau ada lagi akan saya update 😀 ).

    Bulan lalu saya akhirnya kesampaian juga petik buah apel yang merah, tiap kali lewat tempat ini, hanya bisa memandangi dari dalam mobil “.. pengen apel merah, kapan bisa petik, pengen .. pengen ..”

    Hari itu, ditemani Frank (untung saja, karena jalan ke lokasinya ternyata agak susah) berhasil petik 10 buah apel, rasanya manissss, buah apelnya tidak ngembos, ya seperti “apel washington” deh ;-). Petik apelnya sendirian aja, Frank saya minta jadi fotografer he-he-he karena saya tidak tahu kapan berkesempatan kembali ke sini, maka momentnya harus diabadikan (narsis.com) :P.

    Berhubung tas yang saya bawa sudah berat, kantong baju kiri kanan juga sudah penuh, maka harus disudahi acara petik apelnya. “Ambil secukupnya, sesuai kebutuhan, kalau berlebihan akan busuk dengan sendirinya” he-he-he seperti kisah “bangsa Israel ambil manna di padang gurun

    This slideshow requires JavaScript.

error: Content is protected !!