Musim Dingin di Jerman (3)

  • Hampir Musim Semi, Salju Masih Deras
    Hampir Musim Semi, Salju Masih Deras
  • Harus Bersihkan Mobil dulu ya
    Harus Bersihkan Mobil dulu ya
  • Saya menunggu Dalam Mobil Supaya Hangat
    Saya menunggu Dalam Mobil Supaya Hangat
  • Hampir Selesai Bersih-bersih Saljunya
    Hampir Selesai Bersih-bersih Saljunya
  • Masuk Jalan Tol
    Masuk Jalan Tol
  • Nyetir Harus Hati-hati, Salju Mulai Mencair
    Nyetir Harus Hati-hati, Salju Mulai Mencair
  • Pemandangan Menuju Mannheim
    Pemandangan Menuju Mannheim
  • Telecommunication tower. Pemandangan di Mannheim
    Telecommunication tower. Pemandangan di Mannheim
  • Berselimut Salju, Salah Satu Taman di Mannheim
    Berselimut Salju, Salah Satu Taman di Mannheim
  • Indahnya Pemandangan ini
    Indahnya Pemandangan ini
  • Ada Sungai Didepan Taman
    Ada Sungai Didepan Taman
  • Salah Satu Hotel di Mannheim
    Salah Satu Hotel di Mannheim
  • Di Mannheim Banyak Sekali Bangunan Kuno
    Di Mannheim Banyak Sekali Bangunan Kuno
  • Pemandangan di Pusat Kota Mannheim
    Pemandangan di Pusat Kota Mannheim
  • Pohon-pohon Masih Botak
    Pohon-pohon Masih Botak
  • Mari Pulang
    Mari Pulang
  • Pemandangan Perkebunan Masih Banyak di Tutupi Salju. 26.02.203
    Pemandangan Perkebunan Masih Banyak di Tutupi Salju. 26.02.203
  • Hati-hati Gerombolan Rusa Kadang Menyebrang Jalan
    Hati-hati Gerombolan Rusa Kadang Menyebrang Jalan
  • Semoga Hamparan Hijau akan Terlihat Kembali di Bulan Maret
    Semoga Hamparan Hijau akan Terlihat Kembali di Bulan Maret
  • Beginilah Pemandangan di Menuju Tempat Tinggalku
    Beginilah Pemandangan di Menuju Tempat Tinggalku

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

You may also like...

113 Responses

  1. Eka Juli Arta says:

    Kak mau tanya apa Ada Syarat ipk untuk kerja di jerman Dari lulusan farmasi? Kalau melanjutkan kuliah S-2 apa Ada Syarat ipk juga? 🙂

    • Hai Eka, saya tidak tahu mengenai syratnya, saya tidak kuliah di Jerman. Coba tanyakan langsung ke bagian kampusnya. Contohnya yg ada jurusan Farmasi adalah Universitas Heidelberg klik http://www.uni-heidelberg.de/studium/interesse/faecher/pharmazie.html dibagian bawah ada contact personnya, silakan email mereka 😉 .

      • Eka Juli Arta says:

        Hehe oke kak saya coba cek ke link yg kakak kasih 🙂 Kak Kalau misalkan Syarat untuk kerja di jerman apa aja ya selain harus bisa bahasa jerman?

        • Kalau melamarnya dari luar Jerman ya susah sekali, karena diutamakan yg tinggal di Jerman. Klo misal melamar dari luar Jerman, syaratnya harus ada surat kontrak sudah diterima kerja, itu berguna untuk urus visa. Itupun akan dipertanyakan badan tenaga kerja di Jerman knapa ambil tenaga kerja dari luar Jerman, apakah di Jerman tdk ada tenaganya? klo misal yg butuhkan tdk ada di Jerman baru badan tenaga kerja (Arbeitsmst) akan keluarkan izin kerja kita.

  2. widia says:

    ka maaf mau tanya dong, saya tahun ini lulus dari sekolah dan bingung mau ngelanjutin kemana tapi waktu lagi searching nemu artikel ini dan jadi tertarik banget nah kalau smk bisa ga kuliah di Fakultas Farmasi di Heidelberg? saya soalnya dari smk farmasi dan minat kuliah di jerman dan saya dengar katanya kalau anak sma/smk ada tes persetaraan dulu katanya,nah itu gimana maksudnya ka? kan tiap negara itu beda-beda ya waktu kuliahnya ada yang 6tahun ,4 tahun beda-beda aja. nah kalau di Fakultas Farmasi di Heidelberg jurusan farmasi butuh berapa lama sampe dapat gelar apoteker?
    apa ada tips-tips khusus jika ingin kuliah disana ka?
    terimakasih ka, ditunggu balasannya maaf banyak bertanya :))

  3. Eka Juli Arta says:

    Hai Kak, mau nanya apa di jerman nanti saat bekerja dibedakan lulusan farmasi klinis dan farmasi industri? Atau sama saja?
    Sama blh tau ngga dulu waktu kuliah Ada penjurusan ga farmasinya? Klo Ada, dulu Kakak farmasi industri/ klinis?

  4. Hariyanto says:

    infonya sgt berguna tp ada yg mau sy tanya sama mbak, yg ringan-ringan kok.
    1. standar colokan stop kontak di german bentuknya bagaimana? apa sama dgn indo?
    2. krn masih musim dingin, apa sy boleh bawah wedang jahe, etc dalam kemasan sachet dan pop mie, sambel, ke jerman? diperiksa ng? cerita dong mbak tentang hal ini.
    3. apakah celana jeans bisa menahan dingin? atasan bisa pake jaket dingin tp bawahan pake apa ya?…
    4. kalau beli kartu perdana untuk smart phone agar bisa whatsapp apa bisa ? mahal ngak untuk internet?

    bulan april tgl 1 – 6 ini sy ada training di herborn, perusahaan rittal.

    makasih ya mbak..

    • Hai sdr. Hariyanto.
      1. Sama seperti di Indonesia.
      2. Boleh, masukin semuanya dalam koper untuk ke bagasi. Yg ga boleh bawa rokok banyak2, maksimum 1 pak yg isi 10 atau selusin. Klo bawa lebih ketauan dendanya besar.
      3. Bawahan pakai celana bahan saja, klo jeans dingin.
      4. Internetan mahal, harus ada kontrak dulu ke provider, min. 20 Eur/bln. Manfaatkan saja wifi banyak ko, bahkan terkadang di stasiunn kereta atau pas naik kereta bisa internetan. Di cafe2, resto, hotel, kantor sebagian besar ada wifi atau wlan.

  5. niee says:

    Kalau dipemerintahan jurusan s1 farmasi juga nanggung mbak. kalau mau jadi asiaten ya d3. kalau mau apoteker ya ambil profesi yg s1 bingung. jadi kantor hanya menerina lulusan d3 dan apoteker.

    Mbak nel. aku seruju dengan kuliah lagi 😉

  6. Michael says:

    perkenalkan mbak,saya michael
    saya sedang kuliah di jurusan farmasi

    terimakasih mbak karena dah mau sharing tentang farmaasi di jerman.
    yang mau saya tanyakan,apakah apoteker di jerman dihargai mbak ? atau sama saja dengan di indonesia ?
    lalu mbak,universitas yang bagus di jerman apa ya mbak ?
    mohon pencerahannya mbak

    • Hai Michael salam kenal juga ya :).
      Profesi apoteker sangat dihargai disini, ga tanya gaji apoteker di Jerman nih? hehehe saya kasih tahu ya kisarannya 2900 hingga 3700 EUR per bulan bruttonya, mau dalam rupiah kalikan Rp.12.500. Universitas yang saya tahu ada farmasinya adalah universitas Heidelberg jurusan fasrmasinya klik http://www.uni-heidelberg.de/studium/interesse/faecher/pharmazie.html itu universitas tertua didirikan tahun 1386. Kalau tertarik universitas lainnya silakan klik disini cari saja jurusan farmasinya.

      • Michael says:

        busett mbakk. infonya hebat banget. kayaknya hidup di jeman menyenangkan. semoga saja saya bisa lanjut kuliah dan hidup disana
        haha 😀

        kalau disana mbak,favorit kerja di apotek2 dan rumah sakit atau banyak di industri2 farmasi nya mbak ?

        • Sama saja ko, peluang kerja bidang ini ada saja ;).

          • Michael says:

            mbak,aku lihat di blog mbak tadi, ada kata kursus B1,kursus C2. itu apa ya mbak ? trus tingkatannya gimana mbak ?

          • Hai Michael, itu kursus bhs Jerman, wajib hukumnya untuk yg menetap di Jerman, waktu apply visa ke Jerman kita hrs punya min. Sertifikat bhs Jerman tingkat dasar A1, stl tiba di Jerman ngulang lg dr awal, trus saya sdh lulus B1, itu yg diwajibkan pemerintah. Klo mau kerja bidang Farmasi hrs punya sertifikat hingga level akhir yakni C2. Klo dr Indonesia sdh punya ya bagus juga ;).

          • Michael says:

            murah gak ya mbak disana kalau kursus bahasa jerman ? soalnya,saya udah coba cari dan ada yang bagus. cuma rada mahal gitu kak. lagian kalau farmasi kan sibuk banget kuliahnya mbak. mnurut mbak gmana mbak ? ap saya ambil aja itu kursus ? maaf banyak tanya mbak. hahaha

          • Saya pernah ambil kursus di goethe Jakarta websitenya klik disini 2 atau 3 bulan biaya sekitar 1,5 juta satu tingkatan ya. Atau coba ke Lembaga Bahasa UI http://www.lbifib.ui.ac.id Banding2kan harganya. Dulu saya ambil kelas khusus Sabtu 5 jam. Ada juga yg khusus minggu deh.

          • Michael says:

            oke kak
            makasih ya kak
            maaf banyak tanya mbak.
            sukses di jerman mbak dan doain ya mbak semoga saya bisa ke sana tuk nglanjut study
            aminn 🙂
            haha

          • Sipp semoga berhasil ya Michael ;).

  7. Titik Asa says:

    Met malam mba Nella,
    Artikel seperti ini yg selalu saya nantikan di blog mba ini. Artikel yg menggambarkan situasi dan keadaan di negeri seberang.
    Tol ternyata gratis ya disana. Ah, disini masih bayar saja nih, entah apa akan ada waktunya akhirnya tol disini gratis juga?
    Oh ya mba, semoga sukses kursusnya dan mba lekas mendapat pekerjaan disana sesuai dg bidang yg mba kuasai.
    Salam selalu dari tanah air,

  8. Hallo Mba, postnya pas banget.. aku juga lagi ngurusin berkas-berkas buat kuliah lagi disini. Emang ribet. Tapi aku belum kenal yang namanya ‘Anerkennung’, apakah sama kayak ‘Beglaubigt’ dari Amt?
    yang aku tau, kalo kita mau liat jurusan kita di akuin di Jerman atau tidak, ada di web http://www.anabin.de ..
    dan kebetulan jurusan aku gak diakui -__-” sedih. Kemaren sempat daftar di Uni-Assist dan gak diterima karna jurusan aku gak diakui. Mereka suruh aku untuk Studienkolleg.
    Tapi ternyata bisa aja kalo daftar gak pake Uni-Assist. Terus aku juga harus ikut Test Daf atau DSH yang setara dengan C1 .. C1 itu setara dengan Muttersprache, bahasa pokok.
    intinya mah ribet banget mau kuliah disini..
    SEMANGAAAT !!

  9. horeee… kembali ke habitatnya lagi ya mbak Nella! nantiii.. perkenalkan pelan-pelan ilmu jamu godog indonesia asli, resep jerman, patent Nella! wow 😀

  10. Bertha says:

    Nella, kuliah aja lagi, kamu pasti bisa deh, SEMANGATTT…
    hehehe…kamu pinter kok!

    • Faktor “U” kak, otakku sptnya sdh lemot a.k.a malas mikir yang susah2 kali ya :D. Lihat nantilah, dalam waktu dekat ini aku mau lanjut kursus bhs Jerman sampai tingkat akhir dulu.

  11. oz says:

    Wah Mannheim, sehr gut!

    Saya baru pulang dari euro trip dan sempat menginap di Saarbrücken tanggal 21-23, pengen ke Mannheim karena ada teman di sana tapi tidak jadi…

  12. kayka says:

    apa jawaban Frau Shariat-Razavi mbak nella?

    boleh juga tuh mbak nyelesein C2 sambil nyambi asisten apoteker
    semangat mbak nella berakit2 kehulu berenang2 ketepian… mendulang Euro 🙂

    betewe saya pernah dengar mbak untuk Annerkenung ini ijazah kita mesti diterjemahkan ke bahasa jerman dulu. mbak nella udah pernah lihat2 penterjemah diakui utk indonesia-jerman disinikah? boleh dong diinfo2 mbak alamatnya. trims sebelumnya.

    salam
    /kayka

    • dari Indonesia hanya ijasah terakhir yg saya terjemahkan ke bhs Jerman, lah teryata ijasah sekolah juga perlu di translate. saya belum cari mbak, klo sdh dpt saya beritahu ya. saya lagi isi2 formulir untuk anerkennung nya.

      • Tami Kunz says:

        Ijazah SMU dan STTBnya juga ya mbak? Mumpung saya masih di Jakarta mau proses-proses.
        Lalu ijazah S1 dan S2 saya berbahasa inggris perlu diterjemah juga ga ya, saya sudah tanya melalui email ke Ingenieurkammer Hessen belum dijawab, baru dikasih formulir. Barangkali mbak tahu 🙂
        Terima kasih & salam kenal 🙂
        Tami

        • Hai Tami salam kenal juga, iya semuanya translate ke bhs Jerman, mumpung msh di Indonesia kan lebih murah. Mulai dari sd sampai ijasah terakhir. Oh ya daftar nilainya juga ya.

          • Tami Kunz says:

            Gasp.. Habis berapa rupiah lagi tuh buat translate -.-

          • Di Jakarta sekitar 100rb/lmbr tp klo sdh smp Jerman bisa jadi jutaan.
            Saya hanya translate ijasah kuliah, ternyata butuh jg yg dari sd.

          • Tami Kunz says:

            Akhirnya saya telpon-telpon dan email-email sana sini :), untungnya Ingkh hanya minta higher degree saja, tdk sampai SD. Di Jakarta ga ktemu sworn translator Eng-Ger, yang ga sworn ngasih quotation 250rb/lbr buat cert dan 300rb/lbr buat transkrip. Jasa sworn Eng-Ger di Frankfurt quote saya 1.85 Eur/ 55 character . In the end harganya mirip2. Jadi lega dulu utk skr ga usah siap2in terjemahan di Jakarta, tunggu C2 aja dulu yang masih entah kapan dapatnya 😀

          • Dulu saya pakai penterjemah rekomendasi dari kedubes Jerman. Cuma ingat di daerah Rawamangun. 2 thn lalu 100rb/lembar, mungkin sekarang naik. Kalau dapt yang murah di Jerman ya lebih baik ;).

          • Tami Kunz says:

            Oh iya, kalau Bahasa-Ger saya bayar 125rb/lbr 🙂

  13. bri-t says:

    wahh ini seharusnya menjadi perhatian di indonesia–> “di Jerman bekerja harus sesuai bidang kamu kuliah”.
    #inspiratif banget mbak tulisannya..:)

  14. Bung Iwan says:

    Menarik banget membaca kehidupan di ‘luar sana’ yang ngga pernah kita alami. Musim dingin, Kerja di jerman. kayak kisah Habibie Ainun.

  15. bebe' says:

    Masih putih2 aja di sana.. Disini juga sih dikit.. Aku kangen angeeeeeeeeeet… ^_^

    btw, iya yaaa.. Disini juga kalo ma kerja kebanyakan harus sesuai sekolah, kecuali yang kerja di supermarket gitu2..

  16. teena says:

    kl kuliah lagi bakal ketemu buku setebal Farmakope lg ya Mba? 😀

  17. Semangat Mba Nella! 🙂
    One step at a time aja ya Mba Nel. Daripada kepikiran semuanyah sekaligus. Hehehehe. 😀
    Semoga lancar ya Mba.
    Btw potonya indaaaaaaah… TT *nangis terharu*

  18. semangat, Mbak Nella! ^^

  19. winnymarch says:

    wah putih semua kak tapi keren!!

  20. n1ngtyas says:

    Suasananya persis seperti di sini, Syracuse 🙂
    Salju di mana-mana dan muram, hehehe.. Ehh plang lalu lintas yang pertama kali kutemui di sini itu yang gambar kijang, di sana tnyata ada juga ya, hahahaha…

  21. Riri says:

    Semangat mba Nellaa 😀
    Memang cuma di Indonesia aja yang bisa sekolah apa kerjanya jadi apa, bebas yang penting bisa dan bagus ngerjainnya 😀
    di singapur juga gitu mba, harus kerja sesuai dengan bidangnya 🙂

  22. Kayaknya kalo musim dingin kayak gitu enaknya di dalam rumah, bobok seharian…

  23. bundamuna says:

    aku suka tuh sistem jalan tol di Jerman, ada jalur yg bs bwt ngebuuuttt!! serunyaaaa… mana gratis lg!! 😀 😀

    klo ngomongin negara lain, trs ngomongin negri kita tercinta ini, rasanya semua asal-asalan ya mbak… misal regulasi utk bekerja itu, di sini mah yg kuliahnya gak di pendidikan (pun) bisa jadi guru, itu kan namanya merebut ‘lahan’ orang yg udah pd susah payah kuliah di pendidikan *sewot
    semoga Indonesia ke depannya bisa lebih baik dan lebih baik teruuuuss yaaa.. amin 🙂

    • Itu jalur buat ngebut bisa melaju diatas 200 km/jam, tapi kalau terjadi kecelakaan, asuransi tidak akan tanggung karena sudah diatas kecepatan maksimum.
      Iya ya bunda, di Indonesia bidang kerja yang bisa mendatangkan uang biasanya jadi tujuan utama pencari kerja, padahal tidak sesuai pendidikannya, dan spt bunda katakan mengambil lahan kerja orang lain.

      Bunda Muna selamat ulang tahun yaaa, barusan ngintip blog bunda nih :D.

      • bundamuna says:

        hihi… aku malah telat buka balesan comment mbak Nella..
        mulai hr ini aku udah gak pake unlimited lg (gak bs buat buka blog) skrng pake sistem langganan internet yg volume based.. agak boros sih, tp bs leluasaaaa klo mau blog walking..
        kmrn2 cmn pake wifi kantor aja (nyuri-nyuri jam kerja :D) klo mau buka blog.. hehe

        makasih yaa mbak Nella utk ucapannya *peluk
        aku follow twitter mbak Nella loh 🙂

  24. foto-fotonya keren,,,
    jadi pengen mainan salju… 😀

  25. Mbaaaa nella ayoo semangat duitnya gede bgt lohhhh hehe

  26. kalau di Indonesia masih banyak yang ‘jam karet’ kak… ngelus dada aja lah kalau udah kek gitu.. btw, good luck buat semua rencananya 🙂

  27. KSATRIO PINANDHITO says:

    Wah, jalan tol gratis ya? Coba di Jakarta jalan tolnya gratis. Bisa tambah parah jalan tolnya. Hehehe.

  28. monda says:

    kok ya masih salju aja ya Nel…, di sini juga masih hujan terus lho padahal udah akhir Februari…, biasanya kan udah mulai panas….
    tiap2 negara memang ada penyetaraan ijazah ya, sama di sini juga kan gitu ..terutama untuk dokter lulusan luar negri harus adaptasi lagi dulu di rumah sakit, untuk jangka waktu tertentu ,
    karena di sini kan banyaknya penyakit menular ..yang mungkin di negara tempat dia belajar sudah nggak ada lagi

    • Lah ditempat kak Monda masih hujan juga, kirain sudah berhenti :D.
      Iya kak tiap negara beda2 penyetaraannya. Tapi kalau orang asing kerja di Indonesia sepertinya lebih mudah ya.

  29. Arman says:

    hahaha kalo di indo mah emang kerja di apotek bisa ngasal2. orang resep dokter yang cuma fotokopian aja juga diteirma lho! gak peduli tanggalnya kapan. mau resep dari 10 th lalu juga gpp. gila kan ya… 😀

    kalo disini sama kayak di jerman, kerja di pharmacy ya harus sekolah farmasi. dan kayaknya emang susah. tapi gajinya gede tuh kerja di farmasi. huahaha. jadi pengen pindah haluan… (sok2 kayak bisa aja sekolahnya :P)

    • Iya Man gaji bidang Farmasi di Jerman gede banget, cuma gw ngeri ga sanggup selesaikan kuliahnya kalau disuruh penyesuaian bbrp mata kuliah. Gara-gara lu bilang gaji gede, gw jadi semangat nih hahahha. Ya gw coba deh! :).

  30. lihat fotonya aja udah kedinginan, brrr….

  31. mamayara says:

    Ayo, Nel… semangat…!!! Semoga cepet beres C2-nya ya…

  32. oppie83 says:

    Aku juga nel pas sampe disini lgsg nyetarain ijazah untung diakuin dan ga rendah2 amat levelnya 🙂 krn bnyk kejadian udah tinggi2 sekolah di indo eh ya gt musti ngulang dr awal lg (tergantung jurusan ya). Semoga ketemu apa yg cocok di hati deh yah banyak kok possibility nya & semangat yaa !

  33. ahsanfile says:

    Arrggghhh…..
    aku pengin guling-guling di salju…. kaya apa rasanya yaaa….

  34. ardika says:

    Kayak pemandangan waktu aku ke Muenster kemarin. Bagus pemandangannya (tapi dingin banget pasti). He he, ternyata sama mbak. Lama-lama aku mikir salah jurusan masuk fisika. Harusnya aku itu masuk sejarah atau malah media pendidikan. he he he. Aku bisa fisika karena proses belajar aja. Giliran mau lulus ngerjakan tugas akhirnya malas-malasan gini

    • Kirain aku aja yang salah jurusan :D. Harusnya aku sekolah jadi floristin nih karena suka bunga-bunga, malah terdampar di dunia Farmasi.

      • ardika says:

        Ha ha, kuliah di Indonesia itu mah yang penting lulus mbak. Toh teman saya yang bergelar S. Pd. malah pada kerja di Bank, gimana coba. Jadinya yang jadi guru kebanyakan abal-abail, karena lulusan SMA trus wiyata bakti doang, trus kuliah di salah satu universitas yang kampus filialnya menjamur di Indonesia. jadinya jaminan mutu para guru ga terjamin

    • ahsanfile says:

      Soal salah jurusan, sepertinya aku juga ngalamin. Kuliah belajarnya akuntansi, pas kerja jadi programmer… jauh banget….

      • Wah bertambah lagi sobatku yang salah jurusan :D.

        • aku juga mba. huhuhu 🙁
          Aku Suka di bidang kesehatan, kimia dan biologi.
          ee malah masuk ke dunia komputer, pemrograman, dan logika
          megap megap beradatasi lah mba.
          yang tadinya sel sel sama belajar penyetaraan reaksi, malah berputar haluan ke Logika Matematika
          >_<

          • Waduuhh ko bisa nyasar gitu Chitra, kalau bisa ngikutin ya teruskan saja ;-).

          • bisa tapi agak sedikit lamban lah mba.
            apa lagi di pemrogramannya.
            megap – megap ngikutin jalan pikiran yang di ajarin.
            >_<
            tapi kalau desain tampilan web nya saya suka mba.
            tapi yang saya sukai, yah tentang biologi juga.
            ada pelajaran komputer yg lumayan bisa cepat saya ikutin mba. karna ada nyangkut ke pelajaran biologinya.
            pelajaran kecerdasan buatan
            😀

            selebihnya, megap – megap dah. hahahha

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: