Tag: salju di jerman

  • Salju yang Datang lebih Awal

    Salju yang Datang lebih Awal

    Salju yang Datang lebih Awal. Kalau biasanya salju pertama datang saat Natal, makanya ada white Christmas ya, eh tahun ini ternyata saljunya datang lebih awal di akhir November dan awet banget setiap hari sampai saya posting tulisan ini salju tetap turun setiap hari.

    Salju yang Datang lebih Awal
    Pemandangan Salju dari Balkon Belakang

     

    Bagaimana dinginnya?, jangan ditanya deh ya, soalnya, kalau tidak ada keperluan apapun maunya berdiam dirumah saja 😀 . Benjamin masih sekolah senin sampai Jumat. TK nya mulai libur tanggal 22 Desember dan akan masuk kembali 8 Januari 2018.

    • Kalau kita naik bus jam 7 pagi sering suhunya nol derajat, masih gelap pula. Jalan harus hati-hati supaya tidak jatuh. Si bocah saya tuntun, untung lebih banyak nurutnya, sudah 3 tahun kan usianya makin besar harusnya makin nurut (mau emaknya haha). Kalau pas keluar bandelnya tidak mau dituntun, pas jatuh saya tambah omelin 😡 kesel kalau dibilangin tidak dengar ya di syukurin aja. Salah sendiri, biar anaknya sadar diri kudu nurut sama orang tuanya.

    • Kesel kedua si Benjamin asal lihat air tergenang langsung dia loncat. Bagaimana saya tidak marah, sepatunya bakalan basah, mungkin juga kaos kakinya. Keselnya kalau baru keluar rumah sudah bertingkah begitu, ya saya ancam kita balik lagi pulang ke rumah. Pas usia 2 tahun dulu sih paling parah deh, asal lihat air tergenang, biar saya tuntun dia langsung meronta melepas tangan saya dan dan loncat ke genangan air. Pas usia 3 tahunan ini mulai bisa dibilangin, agak sedikit nurut. Kalau kita mau pulang dan sudah dekat rumah, ya saya biarkan aja dia loncat ke genangan air, kalau mengeluh kaos kakinya basah, saya syukurin, salah sendiri, rasain!. Jadi dia tahu hukum sebab akibat, berikutnya tidak melakukan hal tersebut lagi 😉 .

    • Dua kali ketinggalan bus saat mau antar Benjamin sekolah. Reseh banget tuh bus 2 menit kecepatan haha, saya cerita ke suami malah diceramahi disuruh harus berangkat 5 menit sebelumnya. Sekali busnya berhenti karena pak supirnya kenal saya. Pernah sekali lagi, padahal saya dan Benjamin lari gitu melewati depan dan disamping busnya, eh supirnya melengos aja. “Syukurin siapa telat!“, gitu kali pikir pak supir haha. Jadilah kita jalan kaki ke halte bus lain untuk nunggu bus nomer lainnya.
    Kita jalan sekitar 10 menitan.

    Jemput anak pulang sekolah
    Kita lagi nunggu Bus, habis jemput Ben pulang sekolah

     

    Saat musim dingin jalan jauh cobaan paling berat deh haha. Sekali si Benjamin nangis melulu sepanjang jalan, selama 10 menitan, dia maunya diantar sama bapaknya, padahal bapaknya mau pergi kerja. Hampir kita balik lagi sangking keselnya saya. Fyi bus di Jerman hanya mau berhenti dihalte yang memang no. Bus tersebut buat berhenti, jadi kalau kamu nunggu tidak dihalte jangan harap dibukain pintu, kecuali kalau kamu kenal baik supirnya.

    • Ketemu seorang ibu yang cerita kalau dia butuh sepatu musim dingin, sayangnya kaki dia ukurannya 42 susah katanya nyari sepatu wanita ukuran segitu. Tahun lalu pas winter dia bilang dia jatuh dijalanan dan celana panjangnya robek, lalu badannya sakit-sakit. Makanya pas mulai winter ini dia takut banget kejadian tahun lalu terulang kembali.

    • Pertama kali melihat orang jatuh gegara jalanan licin. Kasihan si ibu lansia ini. Seorang bapak yang pas jalan lewat disebelahnya langsung sigap mau bantu si ibu berdiri, namun si ibu lansia menolak katanya dia bisa berdiri sendiri, padahal saya dengar bunyi gedebuk keras sekali, pasti sakit banget kan, tetap si ibu tidak mau dibantu. Saya sering deh melihat orang-orang di Jerman sini yang tidak bersedia ditolong kalau benar-benar sangat tidak butuh. Misalnya yang saya ingat seorang ibu yang pakai alat bantu jalan (Rollator) kalau mau naik turun bus dia tidak mau dibantu, tiap kali ketemu orang baru pasti dia menolak dibantu. Saya yang sudah sering ketemu ya diam aja hehe 😀 .

    • Mau bersih-bersih balkon dan alat-alat berkebun sementara tidak bisa dulu karena semuanya jadi keras membantu 😀 . Air hujan dan salju yang mencairpun jadi membeku. Paling kalau mau beresin pot misalnya saya taruh kamar mandi dulu siram air panas, barulah dicuci. Kerjaan balkon tidak ada habisnya, maklumlah saya gila berkebun haha.

    Pemandangan Salju di balkon
    Pot-pot yang sudah kutanami aneka bibit umbi Bunga Musim semi. Mulai akhir Feb thn depan akan mulai keliatan numbuhnya

     

    • Semua tanaman yang perlu ditutupi kain sudah saya kerjakan. Seperti mawar-mawar, dan beberapa tanaman lain. Tanaman tidak tahan dingin sudah saya buangin, soalnya pengalaman tahun lalu cape-cape dilindungi pakai kain, eh akhirnya mati juga. Kalau taruh didalam rumah, tidak ada tempatnya. Masukin tanaman cabe ke ruang tamu, saya ogah deh soalnya kalau kena kutu nanti kuatir nularin ke houseplants saya. Tanaman cabe dan tomat cepat numbuh ko, saat musim semi bisa nanam lagi bibitnya atau beli youngplants nya.

    • Semua bibit/umbi bunga musim semi seperti tulip, daffodil, krokus dll sudah saya tanam. Memang sengaja beli tidak terlalu banyak, daripada tidak keburu ditanam semua kan. Saat ini tanahnya sudah membeku (keras). Bibit-bibit tersebut akan mulai terlihat pertumbuhannya tahun depan mulai akhir Februari. Bagi yang suka berkebun silakan mampir dan subscribe ke saluran berkebun saya. Saya lebih banyak update kegiatan berkebun di youtube.

    Kebun Emaknya Benjamin on youtube:

     

    • Suhu diluar nol derajat, sedangkan dalam rumah antara 18-20 derajat C . Kita beli alat yang dipasang dipemanas, jadi ada timernya kapan pemanas ruangnya akan hidup dan mati. Bisa diatur juga mau dibuat berapa derajat pemanasnya. Didalam rumah pakai baju berlapis, kalau pemanas ruang dibuat panas sekali kuatir nanti kena tambahan tagihan lagi haha, awal tahun ini kita diminta 200 euro (Rp.3 juta) sama pemilik rumah dibawah, katanya dia dapat tagihan 400 euro untuk rumah dia (dibawah) dan rumah kita diatas. Padahal salah dia yang punya rumah loh, kenapa waktu summer tahun 2016 pemanasnya masih pengaturan musim dingin. Dia bilang lupa balikkin pengaturan. Sewa rumah juga sudah dinaikin katanya dia banyak nombok.

    Video Pemandangan Salju Pertama di Jerman

     

    Sampai disini dulu ya cerita-ceritanya, nanti kalau ada yang menarik mengenai winter ini saya ceritakan lagi 😉 .

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

     

    Baca juga: 7 Fakta Menarik Winter di Jerman

  • Salju Tebal Akhirnya Datang Juga

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga. Pada postingan sebelumnya, saya menuliskan kalau tidak ada white Christmas, hangat loh saat itu suhunya gggrrrr gregetan masah iya dua tahun salju ga sudi mampir ke daerah saya 😳 . Saya ingin cerita-cerita sih ngapain saja saya bersama keluarga di Jerman saat malam Natal dan pas hari Natal, hmm tapi nanti saja ya awal Januari 2015 ceritanya. Saya kumpulin foto-foto dan buat draftnya dulu.

    Lebih seru cerita mengenai salju tebal yang sedang melanda Eropa dulu nih. Pasti banyak yang penasaran pengen lihat salju kan? hayoo ngakuu. Walau hanya sebatas melihat foto-foto dan video singkat yang saya buat semoga kalian senang yaa 😀 .

    Salju Tebal Akhirnya Datang Juga. Mama ko norak sih ngapain potret Ben melulu, trus potret hujan es segala memang belum pernah lihat salju ya makk
    Mama ko norak sih ngapain potret Ben melulu, trus potret hujan es segala memang belum pernah lihat salju ya makk

     

    Jujur ya, entah mengapa banyak sekali orang-orang yang sangat antusias pengen melihat salju, pengen liburan pas salju tebal, pengen main ski, main perosotan di salju plus ajang foto-fotonya doong? hehe. Bahkan mama saya beberapa kali mengatakan pengen datang bersama adik saya pas musim dingin. Oh ya bahkan tadi pagi saya terima email dari Cudi di Medan, „Haaaiii Cudi sahabat berkebun saya“ 🙂 . Cudi katanya pengen jalan-jalan pas musim dingin.

    tepok jidat dulu . Yang pada pengen jalan-jalan pas salju tebal coba latihan dulu buka kulkas pegang es dalam freezer tuh selama 10 menit tahan ga? Saya yakin telapak tangan akan terasa terbakar hahaha. Saya bilangin ya „enaknya tuh jalan-jalan pas salju tebal hanya 2 hari, 3 hari ya mungkin seminggu masih enak kali ya“. Lain harinya mau ngapain aja males, pengennya meringkuk dibawah selimut tebal, atau nonton tv sambal ngemil yang hangat-hangat seperti wedang jahe, teh manis, kopi pahit, singkong goreng, tempe goreng, apa lagi cemilan khas Indonesia yaa.

    Saya mengharapkan salju karena tahun lalu tidak turun salju, tapi saya ingin saljunya jangan lama-lama karena males beresin sisa-sisa salju yang berantakan dan kotor hehe, ko saya yang ngatur cuaca ya 😛 .

    26 Desember 2014

    Salju yang diharapkan datang, malah hujan es yang turun. Butiran batu es yang lumayan besar beterbangan ke segala arah.

    Hujan Es, bakalan turun salju ga ya. 26.12.2014 hampir jam 6 sore
    Hujan Es, bakalan turun salju ga ya. 26.12.2014 hampir jam 6 sore

     

    I can’t wait for winter…the snow, the ice skating, hot chocolate, days off school, snowball fights, winter clothes. Agh I love it. -Unknown quotes

     

    27 Desember 2014

    Benjamin adalah weker saya setiap pagi, kalau dia teriak baru saya bangun. Hari itu tumben sepi saja tidak ada teriakan jagoanku dari kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 9.30. Saya naikan rolladen (rolling door pintu dan jendela). Saya melihat serba putih di semua tempat. Seperti ini pemandangan balkon belakang terlihat dari kamar tidur saya:

    Horeeee salju tebal banget akhirnya datang
    Horeeee salju tebal banget akhirnya datang

     

    Benjamin masih tidur jadi saya mau potret-potret sebentar edisi emak norak karena tahun lalu tidak turun salju, jadi saya begitu senang melihat salju tebal.

    Dari dapur kami tembus ke balkon depan, beginilah pemandangan dari balkon depan jam 9.30 pagi. Mataharinya masih malu-malu, masih agak gelap langitnya.

     

    “Every winter, When the great sun has turned his face away, The earth goes down into a vale of grief, And fasts, and weeps, and shrouds herself in sables, Leaving her wedding-garlands to decay – Then leaps in spring to his returning kisses.” – Charles Kingsley

     

    Video Lihat Salju dari balkon Depan

     

    Sekarang kita ke balkon belakang yuk, yang ini balkonnya lebih luas. Mumpung salju tebal saya ajak Ben foto-foto. Pertama kali nih Benjamin lihat salju 😉 .

    Maen saljunya di balkon aja yaa Ben
    Maen saljunya di balkon aja yaa Ben

     

    Nunjukkin Ben pot-pot isi berbagai bibit musim semi ketutup salju semua, tanahnya membatu
    Nunjukkin Ben pot-pot isi berbagai bibit musim semi ketutup salju semua, tanahnya membatu

     

     

    Video Berdingin ria bersama Benjamin

     

    28 Desember 2014

    Saya beresin sedikit balkon yang berantakan. Saya tutupi pot-pot berbagai bibit musim semi dengan plastik, supaya salju tidak semakin menumpuk di pot. Tanahnya sudah membatu. Semoga bibitnya akan tetap tumbuh baik saat saljunya mereda. Waktu belum ada Benjamin saya bisa masukkan pot-pot tanaman ke dalam rumah, sekarang kamar tanamannya sudah jadi kamar Benjamin 😀 .

     

    Untuk mencairkan salju di jalanan dilakukan dengan meleburkan garam dapur atau urea. Penambahan garam dapur akan menyebabkan titik beku (titik lebur) air akan turun di bawah 0° C. Air murni akan membeku pada 0° C, sehingga bila suhu udara mencapai 0° C air hujan akan berubah menjadi -10° C, maka pada suhu -6° C air hujan berubah menjadi salju, dan salju yang ada di jalanan akan segera mencair bila di taburi garam dapur. Referensi (indonesiakutercinta.wordpress.com link tidak aktif lagi. 02.09.2016 )

     

    Bagaimana cara bersihkan salju tebal begini
    Bagaimana cara bersihkan salju tebal begini

     

    Video mengecek keadaan tanaman saat salju tebal

     

    29 Desember 2014

    Saya keluar rumah mau ke kantor pos, bank dan pergi ke dua supermarket. Ketinggalan bus, saya keluar rumah busnya sudah lewat hiks begitulah kalau pergi mepett jadwal busnya toh 😛 . Terpaksa jalan kaki. Total pergi pulang 2,5 jam jalan kaki karena bus pulang yang saya tunggu 20 menit tidak datang. Huhu kaki sakit, tangan sakit lupa bawa sarung tangan, jadi bergantian saya masukkan ke kantong jaket. Satu tangan pegang dorongan belanjaan, satu tangan masukkin kantong jaket. Topipun ga bawa. Suhu luar rumah minus, cakep banget kan sok hebat hahaha.

    Slide show foto pergi keluar rumah

     

    Akhirnya sampai juga dirumah. Sepanjang jalan saya ngomel. Kesal cuaca jelek, jalan licin karena salju yang mencair, kesal bus ga datang, lapar, nyampe rumah harus masak dulu. Berhubung sudah masuk rumah yang hangat ahh harus mengucapkan syukur dong ya Puji Tuhan! <3 .

    Puji Tuhan!. Akhirnya sampai juga dirumah
    Puji Tuhan!. Akhirnya sampai juga dirumah

     

    Sampai disini dulu laporan cuaca dari saya, bagaimana cuaca ditempatmu?.

     

    Ps. sepertinya ini akan jadi postingan terakhir ditahun 2014. Jadi saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2015 .

  • Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3. Tiga hari lagi masuk bulan Maret, berarti masuk musim semi. Namun nampaknya musim dingin belum mau beranjak dari negara ini. Kemarin salju turun kembali. Daripada berkeluh kesah karena rasa dingin, lebih baik menikmati saat-saat terakhir salju sebelum masuk musim semi 😉 . Update 10.01.2023 tulisan ini sudah 10 tahun, gara-gara tulisan ini saya dapat berbagai email menanyakan mengenai peluang kerja Farmasi di Jerman, makanya judulnya saya edit tambah “Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman“. Fyi saya belum kerja di bidang farmasi sampai awal 2023 ini haha duuh susah ah bidang tersebut, namun saya sedang di ambang kebimbangan apakah tahun depan mau ambil ausbildung PTA (Farmasi) atau sekolah tukang kebun gärtner sesuai hobi yang saya sukai dan saya sudah kerja di bidang berkebun dari tahun 2019, kerja sebagai hobi saja.


    Kemarin saya ada janji bertemu seorang ibu, namanya ibu Maryam di Mannheim. Saya ingin konsultasi mengenai bagaimana ijasah universitas saya dari Indonesia bisa diakui di Jerman.

    Tulisan Terkini

    Untuk dapat tanggal bertemu harus menunggu satu bulan, mungkin banyak yang mau melakukan hal yang sama seperti saya. Saya pergi bersama suami, suamiku khusus cuti untuk hal ini.

     

    Kami tinggal di wilayah Baden-Würrtemberg, dan ada dua lokasi dimana kita bisa konsultasi mengenai pengakuan ijasah (Anerkennung). Satu lokasi di Mannheim dan satu lagi di Stuttgart. Saya tinggal di Sinsheim, maka Mannheim menjadi pilihan kami karena lebih dekat, hanya 30 menit naik mobil.

    Salju mulai mencair, membuat jalanan menjadi licin, suami harus menyetir dengan hati-hati. Oh ya jalan tol di Jerman gratis loh. Jalan tol di Jerman ada yang 4 jalur. Paling kiri buat yang mau ngebuttt, paling kanan buat yang kendaraannya bermasalah, mogok misalnya. Di Jerman truk-truk bisa menggunakan jalur seperti mobil pada umumnya, kecuali jalur paling kiri. Batas truk boleh melaju adalah 80 km/jam. Khusus hari minggu truk tidak boleh masuk jalan tol. Kadang kami agak kesal kalau didepan kami pas ada truk besar, berarti kami harus mendahuluinya atau mengikuti kecepatan seperti truk.

     

    Di Jerman kalau ada janji HARUS tepat waktu!. Tidak boleh datang terlalu awal, tidak boleh juga telat. Berbekal informasi dari GPS, jarak ke Mannheim bisa ditempuh dalam waktu setengah jam, maka kami agak nyantai ketika pergi, padahal ketika di jalan ada saja hambatan, agak tersendat, harus mengurangi batas kecepatan karena jalanan yang licin, karena truk yang melaju di depan kami, kami salah putar masuk ke klinik, kena lampu merah dsb. Ibu yang mau ditemui, telpnya tidak diangkat. Mobil sudah diparkir, maka kami berjalan sedikit ke gedungnya. Salju menerpa wajah saya, membuat pandangan sedikit terhambat. Napas tersengal-senggal, sayapun jalan diseret-seret suami supaya bisa cepat :P.

    Si ibu memberikan dua lembar formulir yang harus saya isi. Kemudian beliau menanyakan banyak hal, mulai biodata, latar belakang pendidikan saya dsb. Ibu Maryam memasukkan biodata saya langsung ke komputer dia.

    Setiap 10 menit telp si ibu berbunyi, agak menggangu proses wawancara sih, namun bagaimana juga, mungkin ibu ini bekerja sendiri, jadi dia harus menjawab telp dari orang-orang yang mempunyai kepentingan dengannya.

    Pas selesai wawancara, suamiku memujiku “bisa juga kau jawab semua pertanyaan dan berkomunikasi dengan si ibu tadi“. “Aku kan sudah lulus B1 gitu lohhh” sahutku 😀 .

    Si ibu yang wawancara bilang saya harus ambil kursus bahasa Jerman hingga C2 (tingkat paling tinggi). Baru bisa menentukan lebih lanjut, mau kuliah lagi atau bekerja.

    Fyi, di Jerman bekerja harus sesuai bidang kamu kuliah. Kalau backgorund Farmasi seperti saya ya harus cari kerja bidang Farmasi. Kalau mau pindah haluan bidang pekerjaan, berarti harus kuliah lagi dari awal. Saya memang sudah mendapat gelar sarjana Farmasi dari Indonesia, namun saya belum ambil apoteker. Sarjana Farmasi yang berminat menjadi apoteker ya harus kuliah lagi 1-2 tahun. Karena saya merasa otak saya tidak mampu mencapai gelar apoteker, maka saya tidak ambil profesi tersebut. Sumpah Farmasi susahh!! Salah jurusan deh, masuk bisa, keluar (lulus) nya setengah mati.

    Di Indonesia, tanpa gelar apoteker kita tetap bisa bekerja toh. Gelar Apoteker diperlukan kalau kita mau jadi penanggung jawab apotek misalnya. Nah ternyata di Jerman, Farmasi = Apoteker. Jadi kalau kamu tidak punya gelar apoteker ya bukan Farmasi!.

    Pengalaman saya juga hanya seminggu bekerja di apotek. Pas wawancara ditanya kenapa pindah ? karena saya menemukan bidang lain yang saya sukai dan gajinyapun sama. Hari sabtu dan minggu libur. Sedangkan kerja di apotek, sabtu dan minggu masuk, kadang kerja shift hingga tengah malam.

    Jadi pengalaman saya sebagai Farmasi masih “nol”. Pas si ibu keluar saya bilang ke suami, “duuhh kalau harus kuliah lagi untuk ambil apoteker, berapa tahun ?, ga sanggup ahh, di Indonesia aja empot-empotan, apalagi disini dengan bahasa Jerman“.

    Saya bilang ke ibu Maryam, saya ingin bekerja di pabrik Farmasi dulu deh, lah si ibu malah heran, dan bilang ko dengan ijasah setinggi saya malah mau kerja di pabrik. “Tidak banyak bicara dong, bagaimana mau latihan bahasa Jermannya kalau hanya kerja dengan mesin“. “Saya nyengir, emang itu mau saya, awal saja ko buuu“.

    Saya malah diceramahin, harus sabar, tekun belajar dulu hingga kursus C2, bisa juga sekalian tanya-tanya ke Fakultas Farmasi di Heidelberg untuk ambil apotekernya. Kalau ijasah sudah diakui dan dapat kerja, tinggal terima dollar berlimpah hahahah kami bertiga ketawa diruangan tersebut.

    Ibu Maryam menjelaskan panduan untuk proses pengakuan ijasah (Anerkennung), suamiku mencatat website untuk proses pendaftarannya dan nantinya kami bisa print out formulirnnya lalu kirim fotokopi ijasahku melalui pos.

    Oh ya karena saya belum ambil apoteker, suamiku menanyakan kemungkinan saya bisa bekerja sebagai asisten apoteker, disini istilahnya Pharmazeutisch-technische/r Assistent/in.

    Selesai sudah proses wawancaranya. Saya akan mengerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu, yang bisa ya kerjakan, yakni melanjutkan kursus ke tingkat B2. Selanjutnya lihat saja nanti 😉 .

    Foto-foto di Mannheim

     

    Mannheim adalah kota terbesar ke-2 di Baden-Württemberg, Jerman dengan penduduk sebesar 311.342 jiwa.

    Mannheim agak berbeda dibandingkan kota-kota lain di Jerman karena daerah tengahnya berpola kisi-kisi (disebut Quadrate, persegi), mirip dengan kota-kota di Amerika Utara. Karena itulah, nama julukannya adalah Quadratestadt (bahasa Indonesia: kota persegi). Jalur utama yang melewati persegi itu akan membawa ke sejumlah istana peninggalan abad ke-18. Bekas kedudukan Elektorat Pfalz sekarang menjadi Universitas Mannheim.

    Lambang Mannheim adalah der Wasserturm (menara air), terletak di timur pusat kota. Sumber wikipedia

    Video Salju Menjelang Musim Semi di Jerman 25 & 26 Feb.

     

    Foto-foto hari ini 26 Februari 2013

     

    Website penting Anerkennung in Deutschland :
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de/html/en/61.php
    www.netzwerk-iq-bw.de
    Ikubiz – Interkulturelles Bildungszentrum Mannheim gGmbH
    Maryam Shariat-Razavi
    Lortzingstr. 3
    68169 Mannheim
    Telp : 0621 156 7373

     

    Baca juga:
    Musim dingin di Jerman (Bagian 2)
    Musim dingin di Jerman

error: Content is protected !!