Mangulosi Pada Pernikahan Batak. Foto dibawah ini adalah ketika suami dan saya melalui proses pemberkatan pernikahan di gereja Evang. Kirchengemeinde Bad Rappenau Jerman pada 20 April 2012.
Kedua orangtua saya datang khusus dari Jakarta untuk menghadiri pernikahan kami dan mangulosi suami dan saya.
Kedua Orantua Saya Mangulosi Suami dan Saya. Mangulosi, My Parents Giving Ulos at Our Wedding Day. (Foto dok. pribadi)
Dalam adat Batak seringkali kita mendengar istilah âMangulosiâ. Mangulosi artinya memberikan Ulos, memberikan kehangatan dan juga berkat. Dalam hal mangulosi, ada aturan yang harus ditaati, yakni hanya yang dituakan yang bisa memberikan ulos, misal orangtua memberikan ulos buat anaknya, tapi anak tidak bisa (tidak boleh memberikan) mangulosi orangtuanya.
Menurut tata cara adat Batak, setiap orang akan menerima minimum tiga macam ulos sejak lahir hingga meninggal, hal ini disebut ulos âna marsintuhuâ (ulos keharusan).
Ketika seorang anak lahir, dia akan menerima ulos âparompaâ dahulu dikenal sebagai ulos âparalo-alo tondiâ.
Diterima pada waktu memasuki ambang pernikahan disebut ulos âmarjabuâ bagi kedua pengantin (saat ini disebut ulos âhelaâ).
Ulos yang diterima sewaktu meninggal dunia disebut ulos âSaputâ.
Pemberian ulos pengantin dimaksudkan agar ikatan batin kedua mempelai seperti rotan (hotang). Cara pemberiannya kepada kedua pengantin ialah diselempangkan dari sebelah kanan pengantin, ujungnya dipegang dengan tangan kanan Iaki-laki, dan ujung sebelah kiri oleh perempuan lalu disatukan ditengah dada seperti terikat.
Pada jaman dahulu rotan adalah tali pengikat sebuah benda yang dianggap paling kuat dan ampuh. Inilah yang dilambangkan oleh ragi (corak) ulos pengantin.
Ulos Pernikahan Kami Bersulamkan Nama Kami Berdua (Foto dok. pribadi)
Suami dan saya tidak melakukan pernikahan dengan adat Batak. Orangtua saya hanya mangulosi saja. Sebelum berangkat ke Jerman, ayah saya sudah menanyakan terlebih dahulu kepada tetua Batak, apakah kami (suami dan saya) bisa menerima ulos walaupun tidak melakukan pernikahan dengan adat Batak.
Video Foto Pemberkatan Pernikahan di Jerman
Kalau ada yang tertarik dengan pernikahan ala adat Batak silakan baca tulisannya Clara klik disini.
weslider.wordpress.com/category/tradional/ (link tidak aktif lagi. 02.09.2016 weslider.wordpress.com is no longer available. This site has been archived or suspended for a violation of our Terms of Service )
Sejak dua hari lalu saya nonton terus tv Indonesia mengenai banjir. Saya menontonnya melalui tv streaming MIVO TV. Karena banjir, banyak yang terhambat aktivitasnya dan banyak yang mengungsi. Pemerintah dari tahun ke tahun tetap mencari akal untuk mengatasi banjir di DKI, ternyata belum berhasil juga ya.
Nah kalau di Sinsheim malah hujan salju mulai lagi sejak senin 14 Januari. Jadi ini salju pertama di tahun 2013. Salju pertama di Desember juga tebal sekali, ceritanya klik disini.
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
Pemandangan Salju dari Balkon Belakang. 16 Januari 2013
Hari ini saya mengajak suami untuk jalan-jalan dekat rumah saja, sekedar jalan kaki, gerak badan sambil melihat salju di jalanan. Ternyata suamiku mau ke Bank untuk buka rekening tabungan. Sippp lah :). Berhubung di Bank yang kita pakai selama ini biaya administrasinya ko mahal 9 Euro per bulan, jadi kita mau ganti Bank yang kebetulan tidak jauh dari rumah, di Bank ini bebas biaya administrasi.
Pemandangan Salju dari Balkon Depan Rumah. Foto Kanan Jam 9.45 minus 0,4
Sampai di Bank ternyata kami di suruh datang besok, dan hanya dibuatkan janji dengan salah satu stafnya. Sampai di rumah suami buka webiste banknya ternyata hari Rabu bukan untuk umum! :P.
Foto Kami Bermain Salju di Jalanan
Sejak keluar rumah, saya asyik potret sana sini, sambil membuat beberapa video singkat, terkadang saya sepak-sepak salju dijalan, eh suamiku komplain katanya dingin, trus dia mau kita jalannya cepat-cepat. Ternyata dia main salju juga tuh lihat difotonya diatas deh đ .
Jalanan di tutupi Salju. Winter Walks. Sinsheim 16 Januari 2013
Saya mengajak suami mengunjungi pasar kaget, kami menyeberang jalanan depan Bank dan jalan sedikit. Saya namakan pasar kaget karena buka nya hanya di hari Rabu dan Sabtu. Karena lupa namanya saya tanya suami, dia bilang itu Wochenendemarkt (pasar akhir pekan) tapi kan ini hari rabu toh bukan akhir pekan. Saya cari istilah di Internet ah, sepertinya yang tepat adalah Stadtmarkt Sinsheim atau Pasar Kota Sinsheim.
Pasar Kaget di Sinsheim Jerman. Stadtmarkt Sinsheim. City Market
Berhubung musim dingin, jadi tidak banyak yang berjualan, tidak sampai 10 pedagang. Tenda-tendapun umumnya ditutup rapat supaya barang dagangan mereka tidak kedinginan, bisa-bisa rusak deh dagangan seperti sayur dan buah kalau terbuka.
Buah jeruk dirumah sudah habis dan saya ingin membelinya. Kami hampiri satu tenda yang setengah terbuka. Tenda tersebut khusus menjual sayur-sayuran dan buah-buahan. Saya intip harga per kg jeruk mandarin. Wah mahal 3.50 Euro/kg, padahal di supermarket tidak sampai 2 Euro, apalagi sedang musim jeruk, jadi harusnya harganya murah, lah ini ko mahal. Jadi saya bilang suami tidak jadi ah, saya tidak mau membelinya. Eh suamiku malah ambil jeruk-jeruknya dan minta ditimbang.
Jeruk Mandarinnya beli 6 buah saja
Kemudian kami ke tenda sebelah, suamiku membeli sepotong keju namanya Pfefferkäse, keju yang dicampur lada. Dalam hati â.. untunglah bukan keju bau kaos kaki yang dibeli, bisa-bisa kulkas kami bauuâ :D.
Pepper Cheese. Keju Bercampur Lada. Cuma Beli 100 gram harganya 2,71 Euro ckckc kalau 1 kilo brp tuh dirupiahkan banyak nolnya.
Selesai belanja kami pulang ke rumah.
Foto Kiri: Pemandangan Jalanan Depan Rumah. Foto Tengah: Salah satu Pot Pemilik Kontrakan di Penuhi Salju. Foto Kanan: Air yang Menetespun jadi membeku
Di jalan pulang kami asyik mengobrol, salah satunnya saya bilang suamiku âeh tadi saya kan tidak mau beli jeruk mandarinnya karena mahal, di REWE tuh murah ko, tiap ke supermaket juga saya beli jerukâ. Suamiku menjawab âsupermarket besar sudah banyak untung, mereka punya banyak duit, buah-buahannya dari pedagang besar, kita harus membantu pengusaha kecil seperti dipasar tadiâ . Iya sih ya, benar juga, kalau semua orang lebih memilih berbelanja di supermarket bisa hilang para pedagang kecil.
Video Musim Dingin di Jerman Januari 2013
Hayoo sahabat blogger masih sering belanja di pasar tradisonal atau pedagang keliling kah?, ayoo walau mahal sedikit kita sudah membantu pedagang kecil loh! đ .
â.. Kalau kamu minum alkohol, kenapa saya tidak boleh?, kalau kamu sendiri merokok kenapa melarang saya merokok?, apa kamu boleh melakukan semuanya karena kamu kepala rumah tangga?â.
Itulah sepenggal kalimat pertengkaran rumah tangga di Jerman, yang saya lihat sendiri untuk pertama kalinya.
Sebelumnya saya cerita kalau suami saya (Frank) dan saya, kami akan liburan tahun baru ke Black Forest di Freiburg. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah sahabat suami di Emmendingen, maka kami berkunjung dulu kesana. Malam tahun barupun kami lewati bersama keluarga teman suami saya tersebut.
Sebut saja teman suami saya namanya Doni, dan si wanita bernama Nancy (keduanya nama samaran ya). Jadi keduanya sudah lama tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Jangan heran di Jerman hal semacam ini adalah sah-sah saja. Keduanya sudah pernah menikah kemudian berpisah dan mereka mempunya anak-anak dari pasangan mereka masing-masing, tapi anak-anak tidak tinggal bersama mereka.
Doni dan Nancy baru mempunyai anak, usianya enam bulan. Karena hal ini juga kenapa suami dan saya mengunjungi mereka. Doni dan Nancy sama-sama seorang peminum, tiap hari berbotol-botol bir mereka habiskan bersama. Bir sudah ibarat air putih buat mereka (termasuk untuk sebagian besar orang Jerman). Selain bir, mereka berdua seorang perokok berat. Rokoknya yang kretek yang di linting sendiri pas mau ngerokok. Bau rokoknya bener-bener bisa sesak :(. Untunglah suami dan saya menginap di hotel.
Hari pertama, kalau merokok mereka akan ke kamar mandi, karena alasan ada putra mereka yang masih bayi, masah iya mau di kasih hisap racun?. Jadi mereka bolak balik ke kamar mandi untuk merokok, kamar mandinya ada ventilator, mesin pengisap udara.
Tadinya Frank dan saya mau jalan-jalannya tanggal 1 Januari. Paginya kira-kira jam 10 kami mampir ke rumah Doni, hanya untuk bilang â..selamat pagiâ, dan berniat langsung pergi ke Black Forest. Ternyata Doni bilang kami harus makan siang bersama, karena sudah dipersiapkan.
Frank dan Doni bilang mau pergi setengah jam, ini sudah satu jam belum balik-balik. Katanya mau isi bensin, beli 1 krat bir dan 2 botol wine, dekat rumah. Si bayi menangis terus, si Nancy mulai senewen dan bicara macam-macam (masih saya anggap wajar).
Beberapa kali saya dengar bunyi sepatu suami, saya merasakan itu dia, tapi ko ga muncul-muncul di pintu ..
Nah entah ada angin apa, entah kesambet setan mana, si Nancy ko mulai nyerocos mengatakan berbagai hal. Mulai dari ngedumel omanya Doni yang berkunjung tiap hari tapi tidak mau ngobrol dengan dia, lalu bayinya mulai nangis, ya saya gendong deh sambil berusaha menenangkan. Anaknya nangis, membuat si Nancy sedih, ya wajarlah, sama seperti adik saya di Jakarta, kalau anaknya menangis melulu malah ibunya ikutan nangis. Saya belum tahu ya soalnya kan belum punya bayi :D.
Ketika di hotel, baru suami cerita, sebenarnya dia dan Doni pergi tidak lama, lalu mereka mampir ke tetangga dan ngobrol lama disana, si Doni merokok dan minum bir bersama si tetangga.
Nancy membuka 1 botol wine yang baru di beli, saya di kasih satu gelas, Frank tidak minum karena nantinya harus menyetir mobil. Nancy terus bicara dan bicara makin ngelantur, betapa dia lelah menggurus bayi sekaligus rumah tangga. Doni yang awalnya heran pulang ko disemprot malah terpancing dan membalas perkataan Nancy, lah mereka jadi adu mulut. Padahal pas Doni mau pergi, Nancy memeluk dan mencium mesra Doni loh!.
Wine saya sudah habis, begitu pula si Nancy dan dia meraih botol wine kembali untuk menuangkan ke gelas dia dan saya. Tiba-tiba botol wine di rampas Doni, maksudnya supaya Nancy berhenti minum. Nancy bilang âkalau begitu kamu juga jangan minum birâ. Mereka berdua berebutan botol bir dan akhirnya tumpahlah dan berantakan.
Saya katakan ke Nancy, saya tidak minum lagi, satu gelas cukup. Saya rampas botol wine yang dipegang Nancy dan dan bergegas berlari ke kamar mandi dan akhirnya bisa mengunci pintunya. Lalu saya buang isi botol ke dalam kakus.
Saya kembali ke ruang tamu, ternyata Doni dan Nancy merokok di depan bayi mereka. Walaupun jendela dibuka, tetap saja asap dari rokok membuat sesak. Frank dan saya sudah mencoba melarang tapi apa mau dikata mereka tidak mendengarkan kami.
Doni dan Nancy tidak bekerja. Doni sudah pensiun dini, karena kesehatannya tidak mendukung lagi untuk bekerja, padahal usianya belum 50 tahun. Jadi tiap bulan Doni sudah dapat uang pensiun.
Nancy kelahiran tahun 79, dulu dia pernah mengikuti kuliah tapi tidak selesai karena ketergantungannya pada alkohol. Dia pernah bekerja tapi tidak lama, apa lagi kalau bukan karena alkohol. Nancy sudah pernah masuk rumah sakit untuk rehabilitasi karena ketergantungan alkohol, sayangnya dia mengulang lagi dan lagi kembali ke alkohol, walaupun dia sering berjanji pada Doni untuk berhenti minum, ternyata sampai sekarang belum terlaksanakan.
Nancy sering berurusan dengan polisi karena kalau mabuk sering bikin ulah di lingkungannya, tetangga melapor sehingga datang polisi. Doni menunjukkan ke Frank surat dari polisi. Beberapa waktu lalu Nancy berkelahi dengan tiga polisi, dan beberapa surat lain yang mengenai masalah mereka.
Karena tidak jadi ke Black Forest maka suami mengajak saya berkeliling sekitar rumah Doni, supaya bisa melihat pemandangan sekitar. Walau dalam keadaan mabuk, Nancy ikut serta, begitu juga dengan bayinya.
Sepanjang jalan Nancy menceritakan keburukan-keburukan Doni. Sambil terhuyung-huyung dia mendorong kereta bayinya. Frank juga mendorong keretanya, tangan kanan Nancy menggengam erat lengan kiri Frank. Frank bilang semoga Nella tidak cemburu, ko cemburu dengan orang mabuk toh :D.
Kira-kira 500 meter dari rumahnya, Nancy berhenti, dan memencet bel, dia bilang itu rumah temannya, lalu temannya berbicara melalui radio penghubung di pintu. Nancy bertanya âada bir atau wine kah, Nella dan saya mau mampir dan nihâ langsung saya bilang âehh saya tidak mau minum loh! Hanya mau jalan-jalan sebentar keliling kompleksâ.
Seorang wanita paruh baya keluar, Frank kenal dengan wanita tersebut. Nancy tetap merengek minta bir atau wine. Frank dan wanita paruh baya tersebut bikin kode dengan mata, maksudnya supaya jangan sampai masuk rumah dan dikasih minum. Saya ajak Nancy jalan kembali sambil mendorong kereta bayi. Frank dan wanita paruh baya bersembunyi di balik tembok dan membahas mengenai keadaan Nancy. Nancy jadi marah, dan sambil terhuyung-huyung menghampiri mereka.
Kami lanjut jalan lagi, di ujung jalan Nancy minta berhenti, dia bilang mau ambil jaketnya yang ada di rumah temannya, saya bilang saya tidak mau masuk. Nancy bilang jangan cerita ke Doni kalau dia mampir ke rumah temannya, nanti Doni marah. Akhirnya kami janjian bertemu dalam waktu 20 menit. Frank dan saya sambil mendorong kereta bayi, kami keliling kompleks. 20 menit kemudian kami kembali ke tempat sebelumnya untuk bertemu Nancy. 10 menit kami tunggu Nancy tidak kunjung tiba. Udara hari itu sangat dingin, angin bertiup kencang. Akhirnya kami kembali ke rumah Doni. Doni sedang mencuci piring dan merapikan rumah.
Jam enam sore bel berbunyi, ternyata Nancy pulang, tapi tidak sendiri, dia datang bersama dua temannya, pria dan wanita. Si pria naik ke tangga rumah Doni dengan terhuyung-huyung dan bicara ngelantur, dia membawa dua botol wine. Si wanita tampaknya baik-baik saja. Nancy mabuk tingkat tinggi.
Saya mengajak suami kembali ke hotel karena saya tidak suka berada dilingkungan orang-orang sedang mabuk. Keesokkan harinya Doni bilang kalau teman-teman Nancy baru pulang jam enam pagi, mereka bicara terus hingga pagi hari.
Frank dan saya kira, Nancy hanya alasan saja mengatakan mau mengambil jaket dirumah teman, pasti dia minum bersama kedua orang tersebut. âPergaulan yang buruk merusak kebiasaan baikâ. Berteman dengan pemabuk ya jadi pemabuk juga deh kalau tidak kuat iman.
Saya bilang ke suami saya, saya mau tulis apa di blog saya, saya sudah terlanjur cerita di blog kalau kita akan jalan-jalan ke Black forest, tapi saya hanya dapat foto penginapan dan beberapa foto di Emmendingen. Lalu suami bilang âya sudah cerita saja mengenai kehidupan di Jerman iniâ. Ah sebenarnya saya pengennya tulis yang indah-indah dan bagus loh.
Frank dan Saya berfoto dengan Anak Teman Kami. Gendong anak Orang lain dulu siapa tahu ketularan bisa punya anak sendiri
*Judul awal tulisan ini Gagal ke Black Forest, saya sadar sih ga nyambung dengan isinya, dikomentari juga oleh Bung Iwan jadi saya ubah judulnya, supaya pas dengan isinya ;-).
Oh ya kartupos untuk beberapa sahabat blogger sudah saya kirimkan ya, tapi maafkan tidak dari Black Forest, namun saya kirim dari kantor pos dekat rumah ;-).
Puji Tuhan sudah di penghujung tahun 2012, banyak moment yang bagus di banding yang buruk yang terjadi tahun ini. Baik dan buruk semuanya harus disyukuri. Kali ini, saya hanya akan cerita beberapa hal yang terjadi khusus di bulan Desember saja, kalau cerita dari Januari sampai Desember terlalu panjang, jadi intinya supaya cepat ;-).
1. Saya punya keponakan lagi, horeee selamat datang Galenka Maela Halona. Galen lahir 5 Desember 2012. Adikku Wana berjuang 9 jam untuk melahirkannya (secara normal). Jadi ceritanya si bayi nyangkut dan posisi mukanya menghambat proses kelahirannya, jadi diputar bidan. Nah saat itu kan belum langsung dikasih nama, jadi karena kejadian tersebut adikku bilang sementara nama bayinya ânyangkut diputer boru Sitanggangâ. Orang Batak emang kadang kasih nama yang aneh-aneh deh buat anak he-he-he (ya mungkin jaman sekarang sih nama sudah pada bagus ya).
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Selamat Atas Kelahiran Galenka Maela Halona Sitanggang.
Adikku Wana kini mempunyai 2 anak perempuan. Yang pertama namanya Kiarra, dulu ketika melahirkan Kiarra lancar hanya setengah jam. Mau lihat Kiarra klik disini dan klik disini. Hmm, jadi kangen Kiarra, kalau bertemu apakah Kiarra masih ingat saya ya? :D.
Nella sudah punya anak belum??? .. nah untungnya saya tidak tinggal di Indonesia, jadi tidak sering mendengar pertanyaan seperti itu deh, paling sekali dua kali saja ada yang tanya . Oh ya kelahiran Galen, bertepatan juga dengan ulang tahun Opa dari suamiku tercinta. Opa dan oma suami saya sudah melewati tahun emas pernikahan.
2. Thanks God kursusku (B1) sudah selesai dan lulus! ;-). Kursus Integrasi ini berlangsung dari 9 Januari 2012 hingga November lalu. Harus ikuti 660 jam (40 jam belajar politik). Belajarnya tiap senin hingga kamis selama 3 jam tiap harinya. Ujian tulis bisalah hampir tiap hari selama sebulan penuh dikelas selalu digembleng ibu guru membahas soal-soal ujian termasuk latihan untuk oral testnya.
Saat ujian agak kuatir dengan oral testnya, karena kalau ujian tulis lulus dan oral gagal, maka akan dinyatakan gagal semuanya dan harus mengulang kursus sekitar 300 jam.
Senang banget karena nilai di sertifikatnya lumayanlah, jadi tidak malu nanti nunjukkinnya kalau mau cari kerja. Hearing & reading total nilaiku 43 dari 45. Writing nilainya 15 dari 20. Sepertinya sih karena surat yang saya buat isinya singkat dan padat. Waktunya hanya 30 menit kalau mikir terlalu lama dan panjang-panjangin kuatir malah bikin salah, bisa repot! :D. Speaking nilainya 87 dari 100. Minimal untuk bisa lulus speaking nilainya harus 75.
Sertifikat Nilai Kursus Integrasi di Jerman. B1 Punktezertifikat
10 Desember lalu saya ambil sertifikatnya ke tempat kursus. Ujiannya 16 November lalu, kalau ujian politik satu minggu sebelumnya (sertifikat belum sampai rumah). Karena lulus nih, uang kursus akan kembali separuhnya sekitar 2-3 bulan setelah ujian, sedangkan kalau tidak lulus maka uang tersebut akan digunakan untuk mengulang.
Lumayanlah uangnya untuk tambahan lanjut kursus lagi ke level lebih tinggi. Rencananya Januari 2013 mau ambil level B2, tapi kursusnya tidak disupport pemerintah lagi, jadi biaya harus tanggung sendiri. *Kursus Integrasi (kursus bahasa Jerman untuk orang asing yang menetap di Jerman, hukumnya wajib & biaya di support pemerintah Jerman).
B1 Sertifikat. Deutschtest fĂźr Zuwanderer
Oh ya my dream job saya kan mau menjadi Floristin karena suka bunga-bunga dan tanaman. Setelah pikir ulang lagi dan lagi, setelah mendengar penjelasan guru les saya, dan nasehat suami tercinta, akhirnya saya akan mencoba mencari peluang untuk bekerja di bidang Farmasi (sesuai background pendidikan dari Indonesia). Ko berubah Nel? Karena penghasilan bekerja dibidang Farmasi berkali lipat seorang Floristin. Dasar *cewe matre, cewe matre hahahaha.
Kalau ingat perjuangan ketika jaman kuliah yang pontang panting belajar, harus tambah satu semester pula. Jurusan Farmasi susah!!, sayangnya saya sudah terlanjur masuk mana bisa keluar lagi dan putar haluan toh :P.
Masah iya ijasah Farmasi dari Universita Indonesia hanya menjadi penghias album saja, makanya saya berpikir ulang untuk hal ini. Saya sudah dapat tanggal untuk legalisir ijasah, yakni di bulan Februari 2013 nanti. Syarat untuk bekerja di bidang Farmasi di Jerman harus mempunyai sertifikat bahasa Jerman hingga level C2 (level paling tinggi) hiks pasti susah!.
3. Sama seperti tahun lalu, tahun ini juga belum punya pohon Natal. Di Jerman hampir sebagian besar orang-orang pasang pohon cemara asli sebagai pohon Natal. Saya belum niat pasang, karena habis repot pindahan rumah, trus kalau pasang pohon Natal malas bongkar dan beresinnya. Nah rencananya tahun depan mau beli ah ;-).
Dekorasi Natal di Tangga
Jadi dekorasi di rumah seadanya saja. Ada beberapa hiasan Natal yang saya beli, ga banyak ko karena rata-rata harganya mahal, sayang duitnya, lebih baik belinya setelah lewat Natal karena diskon besar-besaran, lalu simpan buat Natalan tahun depan.
Christmas Ornaments in Living Room and Guest RoomChristmas Ornaments in my Bathroom
Awalnya semangat mau bikin sendiri hiasan-hiasan Natal, sehari dua hari semangat 45, lama-lama ko bosan, alhasil meja ruang tamu seperti kapal pecah, penuh barang-barang buat handcraft.
Akhirnya Meja di Ruang Tamu Rapih juga
Dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam dan yang ada dirumah, saya buat Weihnachtskranz (wreath). Barang-barang yang di perlukan : piring besar, daun-daun kering ambil dari jalananan atau taman, biji-bijian dari pohon besar, lilin (dikasih), pinecone, saya tidak keluar uang sama sekali buat dekor ini ;-).
Steps Do it Your Self Wreath (Weihnachtskranz)
Jadinya seperti dibawah ini ..
Jadi deh Wreath ala Nella, tidak Perlu Mahal, Cukup Manfaatkan yang adaChristmas Ornaments. Foto kiri kreasi sendiri, Pajang di dekat Tangga Masuk
Saya punya Christmas Sock ukuran besar, tahun lalu dikasih ayah mertua saya. Nah tahun ini saya gantung di pintu kulkas dapur, lalu saya bilang suami saya âmasukkin hadiah-hadiah dong, apaan kek, permen, biskuit, kripik, duit dll sampai penuh ya!,â lalu suami saya bilang âtapi jangan dilihat-lihat isinya yaâ âiyaaaaâ sahutku, âsampai hari Natal baru saya bongkarâ. Eh padahal bercanda loh, ternyata makin hari makin penuh kaos kakinya ;-).
My Christmas Sock. Weihnachtssocken
Trus suatu hari kami ke supermarket, ko suamiku beli coklat mahal dari seorang perancang busana yang nyentrik, pakai ngumpet-ngumpet lagi masukkin coklatnya ke trolley, sampai rumah cepat-cepat dia sembunyikan tuh coklat, tapi saya dengar krincing-krincing lonceng Christmas Sock dari dapur, *saya pura-pura ga tau ah :D.
4. Perayaan Natal bersama keluarga suami. Malam Natal suami tercinta dan saya menginap dirumah mertua, jadi saya bisa bantuin masak mama mertua pas hari Natal, bantu dekorasi meja makan, dan bantuin setrika taplak meja, selebihnya saya nonton tv :D.
Jadi pas tanggal 25 datang opa dan oma, dan pamannya suami. Tidak ramai ko, kami hanya ber Sembilan, hanya keluarga inti saja. Mama mertuaku rajin banget deh, dibantu adik iparku rumahnya sudah dihias nuasan Natal sejak awal Desember.
Pas masak bersama, mama mertuaku bilang â.. ga dipotret tuh meja makan, dan dekorasi Natalnya, nanti kirim ke keluarga Nella di Jakartaâ, Saya ambillah kamera saya potret meja makan.
Dekorasi Meja Makan Suasana Natal
Oh ya Mama mertua saya kasih hadiah buat anggota keluarga yang hadir, dibungkus rapih dan diikat bersama coklat sinterklas dan ditaruh di meja makan, hadiahnya berbeda-beda untuk setiap yang hadir.
Asyikk Yang Hadir Dapat Hadiah. Dekorasi Meja Makan Suasana NatalMama Mertua Sedang Masak Spesial Menu Natal
Ternyata yang intinya yakni keluarga yang hadir, dan pas acara makan ko lupa saya potret, pas selesai makan baru ingat!. Ya sudahlah masah piring-piring kotor mau dipotret :D.
Mama mertua masak masakan Jerman tentunya đ yang pertama Sauerbratendan kedua Rouladen keduanya terbuat dari daging, pokoknya mantap deh, kuahnya aja enakk banget! Oh ya makan dagingnya dengan mie khas Jerman, namanya spätzle.
Masakan Jerman, Daging dan Mie nama menunya Sauerbraten mit Spätzle . Foto kochbar.deRouladen Traditional German Christmas Menu. Foto huettenhilfe.de
5. Hadiah Natal. Pertama yang dikasih mama mertuaku, lalu cemilan-cemilan dalam kaos kaki Natal. Ternyata suami tercinta beli hadiah khusus loh, saya dikasih tas keluaran Harald GlÜÜckler Kalau di TV ada liputan tentang GlÜÜckler biasanya saya nonton, saya tidak ngefans dengan orangnya, hanya suka barang-barang yang dia hasilkan, saya suka dengan banyaknya blink-blink pada tas buatan GlÜÜckler.
Foto kiri Bingkisan Natal dari Mama mertuaku untuk suami dan saya. Foto kanan Jangan ganggu lagi buka hadiah nihInilah isi Kantong Kaos kaki NatalkuHarald GlÜÜckler Pralinen. So Delicious!
Suatu hari suami dan saya lihat online shop yang menjual tas-tasnya GlÜÜckler, tapi saya tolak bilang ga usah beli sayang duitnya, ternyata suamiku beli diam-diam dan dikirim ke rumah mertua, jadi saya tidak mengetahuinya. Suamiku bilang uangnya dikumpulin dari tips yang dikasih pasien-pasien yang dia kunjungi, so sweet! :D.
Harald GlÜÜckler Handbag
Ketika suamiku dinas pagi, dia bangun pagi buta untuk bungkus hadiahnya dirumah kami, lalu hadiahnya di sembunyikan digudang. Gudang kami kecil, saya aja kalau masuk harus nunduk, apalagi suamiku yang tinggi besar, kepalanya benjol, saya tanyalah âko jidatmu merah gituâ eh dia bilang habis ketemu sinterklas. Lalu pas saya ke gudang mencari sesuatu untuk berkebun, saya lihat kado bungkusan besar âbuat saya bukan ya? Ahh pura-pura ga lihat, siapa tahu hadiah buat mertua kanâ :D.
Asyikk Semua Hadiahnya Buat Saya. Frohe Weihnachten my Love
Hadiah Natal terakhir dari sahabat saya Ni Luh, makasih yaaa :). Lenteranya cocok untuk menghias tamanku dan tahun depan kalau sudah hangat bisa bikin taman di balkon trus pasang deh lilinnya dalam lenteranya untuk menerangi balkon.
Hadiah dari Sahabatku Ni Luh
Malam tahun baru suami tercinta dan saya, kami akan jalan-jalan ke Black Forest dalam bahasa Jerman Schwarzwald di Freiburg.
Begitulah cerita Desember saya, kalau sahabat blogger apakah punya cerita menarik juga? Tahun baru akan kalian habiskan waktu kemana? Oh ya maaf 10 hari terakhir ini saya belum sempat blog walking ke blog kalian.
Kalian mau kartupos yang saya akan kirimkan dari Schwarzwald? Kasih komentar ditulisan saya ini, tapi jangan cuma satu kata pertamax!.Kasih komentar yang bagus ya. Saya akan pilih 5 komentar pertama yang terbaik. Kalau misal kalian ulang tahun di bulan Januari ini jadi saya bisa kasih ucapan selamat juga.
Setelah tulis komentar kasih alamat dan nama lengkap kalian ke kontak Nella atau klik disini (tulis di kolom-kolomnya, tidak akan muncul di umum). Kartupos akan saya kirimkan ke Indonesia dan buat yang berdomisili di luar Indonesia juga. Ditunggu hingga 31 Desember 2012 jam 16.00 WIB.
Baru bangun tidur segar nih, jadi baik hati deh, jadi saya tambahin kuota kartuposnya. Total 7 kartupos akan saya kirim. Buat Ikakoentjoro ; Niprita ; dan Nyonyasepatu ditunggu alamat kalian yaa :).
Musim Dingin di Jerman. Kalau tahun lalu (2011) salju tebal datang pertama kali tanggal 20 desember klik disini, dan itupun salju tebalnya hanya dua kali, di bulan desember dan di bulan Februari 2012. Nah tahun ini salju datang lebih awal dan lebih parah!.
Pemandangan Salju Tebal Pertama dari Balkon Rumah di Sinshein. 02.12.2012
Tahun ini salju mulai turun tanggal 2 Desember, hampir setiap hari. Kalau hanya salju saja, ya senang sih, bisa jalan-jalan sambil potret sana sini, sebelnya kalau turun hujan (air), udaranya jadi amat sangat dingin.
Kalau Parkir Mobil di Jalanan. Sebelum Berangkat Harus dibersihkan dulu Saljunya
Kereta jadi sering telat, ya tidak parah-parah amat si, paling telat 5-7 menitan. Telat juga karena keretanya melaju tidak secepat biasanya, karena salju jadi keceptannya berkurang. Menunggu (diluar ruangan) ketika musim dingin adalah sesuatu yang menjengkelkan karena satu alasan : DINGIN!.
Pemandangan Salju di Bad Rappenau. 6.12.2012
Jalanan jadi licin, saljunya mencair lalu sepatu kemasukan air hiks!. Pakai baju harus berlapis-lapis, celana panjang dua lapis, syal, topi, sarung tangan. Perlengkatan tempur sudah lengkap baru keluar rumah :D.
Ladang Pertanian Kini Tertutup Salju Tebal. Bad Rappenau arah Zimmerhof 06.12.2012 Jam 17.19
Frank, suamiku bilang, musim dingin sangat menyebalkan, naik mobil harus hati-hati karena jalanannya jadi sangat licin. Kemudian saya bilang dia â..buatku salju menyenangkan ko, kalau di Indonesia cuaca panas baru tuh menyebalkanâ :D.
Seorang Bapak Menaburkan Garam untuk Mencairkan Salju. Zimmerhof Bad Rappenau 06.12.2012
Ada pertanyaan bagus dari ChrisKenapa salju bisa mencair setelah ditaburi garam?.
Saya hanya tahu âgaram bisa menurunkan titik lebur salju/esâ.
Coba cari infonya di internet ketemu penjelasan berikut:
Untuk mencairkan salju di jalanan dilakukan dengan meleburkan garam dapur atau urea. Penambahan garam dapur akan menyebabkan titik beku (titik lebur) air akan turun di bawah 0° C. Air murni akan membeku pada 0° C, sehingga bila suhu udara mencapai 0° C air hujan akan berubah menjadi -10° C, maka pada suhu -6° C air hujan berubah menjadi salju, dan salju yang ada di jalanan akan segera mencair bila di taburi garam dapur. Referensi Indonesiakutercinta
Buat yang jago kimia, kalau mau kasih tambahan ditunggu penjelasannya ;-).
Pemandangan Salju Tebal Depan Rumah di Sinsheim 07.12.2012
Kalau salju tebal, dan suami pergi kerja, ya saya pergi jalan-jalan sendirian ke kota. Main salju sepanjang jalan, bikin cetakan kaki kita, potret pemandangan sepanjang jalan. Orang-orang pakai payung untuk menepis salju yang turun, kalau saya ya dinikmati saja dong ;-).
Siap Jalan-jalan Sendiri Keliling Sinsheim. 07.12.2012
Selamat menikmati foto-foto lainnya ;-).
Pemandangan Salju Tebal di Sinsheim Jerman. 07.12.2012
I can’t wait for winter…the snow, the ice skating, hot chocolate, days off school, snowball fights, winter clothes. Agh I love it. -Unknown quotes
Wasserschloss Bad Rappenau. Kiri 12 Nov 2012 Ketika Musim Gugur, Kanan 10 Desember 2012 Musim Dingin
Kadang-kadang saya masih sering ke Bad Rappenau untuk berbagai keperluan, salah satunya seperti hari ini mengambil sertifikat kursus Integrasi. Salju di Bad Rappenau lebih parah dari di Sinsheim. Kaos kaki basah lagi karena air dari salju yang mencair merembes kedalam sepatu.
Video Pemandangan Musim Dingin di Bad Rappenau.
“Every winter, When the great sun has turned his face away, The earth goes down into a vale of grief, And fasts, and weeps, and shrouds herself in sables, Leaving her wedding-garlands to decay – Then leaps in spring to his returning kisses.” – Charles Kingsley
Pemandangan Taman di Bad Rappenau ketika Musim Dingin. Foto 10 Desember 2012
I love the first snowfall of the year; with the arrival of winter I feel close to home. We have our Christmas rituals and family dinners. And as I reflect, I smile at the nostalgia of my life. -Unknown quotes
Siap-siap Kaos Kaki Basah Lagi. Derita Musim Dingin @ Bad Rappenau 10 Desember 2012
You are warmer then the summer time, so I hold you threw the winter time and the love inside your eyes can turn a cloudy day to sunshine. -Trey Songz
Menunggu Kereta untuk Pulang Ke Sinsheim. @ Stasiun Kereta Bad Rappenau Penuh Salju.
Welcome, winter. Your late dawns and chilled breath make me lazy, but I love you nonetheless. ~Terri Guillemets
Temperature 8 Desember 2012. Jam 9 pagi suhunya minus 1,5 ; jam 3 sore 0,9 Derajat C ; hampir jam 9 Malam minus 7,8 Derajat Celcius. Kamis ini Ramalannya lebih minus 12 derajat. Tarikkk Selimuttt
I love the look of Winter, but hate the temperature. -Unknown quotes
Video Pemandangan Musim Dingin di Sinsheim
I love the feeling of winter, when you know it’s getting closer to Christmas. -Unknown quotes
Video Pemandangan Musim Dingin di Jerman (naik mobil).
â
I wonder if the snow loves the trees and fields, that it kisses them so gently? And then it covers them up snug, you know, with a white quilt; and perhaps it says “Go to sleep, darlings, till the summer comes again.â â Lewis Carroll, Alice’s Adventures in Wonderland & Through the Looking-Glass
Pasar Natal di Kota Tua Bad Wimpfen. 30 November, Jumat minggu lalu, saya berkesempatan mengunjungi pembukaan pasar Natal di kota tua Bad Wimpfen. Hari itu salah satu lokasi tempat suami tercinta bertugas adalah di Bad Wimpfen. Jam 5 sore saya di turunkan di pintu masuk, lalu suami mengunjungi pasien-pasiennya. Kami janjian bertemu ditempat yang sama dalam waktu 2,5 jam. Saya asyik berjalan-jalan menikmati ramainya pasar Natal.
Selamat Datang di Pasar Natal Kota Tua Bad Wimpfen
Pasar Natal (bahasa Inggris: Christmas market) adalah pasar malam yang diadakan untuk merayakan Natal selama adven, terutama empat minggu sebelum hari Natal. Pasar malam ini awalnya merupakan tradisi di Jerman dan Austria, namun sekarang meluas ke berbagai negara di dunia.
Dalam bahasa Jerman, tradisi ini disebut Christkindlmarkt, Christkindlesmarkt, Christkindlmarket, atau Weihnachtsmarkt.
Christmas Market Bad Wimpfen Germany Nov 2012
Di pasar Natal banyak sekali stan-stan berbentuk kios kecil yang dibangun dari kayu. Selain makanan dan minuman, di stan-stan pasar malam juga dijual mainan, kerajinan tangan, dan hiasan pohon Natal.
Saya Suka melihat Lampu-lampu Hias dan Dekorasi Natal Sungguh IndahYang kedinginan minum GlĂźhwein dulu
Stan-stan yang populer di pasar Natal, misalnya: gua Natal, zwetschgamännla (boneka dari buah prem kering), nussknacker (boneka kayu pemecah kacang), gebrannte mandeln (kacang badam bersalut gula), kue-kue Natal seperti lebkuchen dan magenbrot (roti jahe), christstollen (stollen), dan bratwurst. Orang dewasa biasanya minum glßhwein (anggur hangat, dengan atau tanpa brendi) atau eierpunsch (egg nog ala Jerman).
Stand-stand yang Menjual Pernak pernik Taman, Keramik-keramik, dan Hiasan-hiasan Natal
Saya sudah beberapa kali mengunjungi kota tua Bad Wimpfen, jadi sudah tahu kalau kesana sebaiknya menggunakan sepatu kets, karena jalanannya berbatu-batu, kadang menanjak kadang menurun curam.
Banyak Stand Makanan, yang Lapar silakan pilih ada sosis, coklat, dan kue-kue tradisonal Jerman
Walaupun jari-jari kaki dan tangan mengeras karena dinginnya cuaca malam itu, namun saya puas selama 2,5 jam menikmati suasana pasar Natal. Beberapa kali saya memasuki toko-toko sekedar menghangatkan badan. Oh ya tidak lupa saya membeli kue Schneeball pesanan suami.
Sebelum Pulang Beli Schneebälle dulu. Cemilan Jerman yang EnakBangunan-bangunan Tua Berhiaskan Lampu-lampu Aneka Warna
Begitu sampai rumah saya cek temperatur, penasaran karena diluar rasanya sangat amat dingin. Oo ternyata suhunya sudah minus, pantas saja menggigil!.
Kontrakan Baru Suasana Baru plus Repot. Sahabat blogger â.. sebelum kalian tinggal dirumah saat ini, sudah berapa kali pindah-pindah rumah atau kontrakan.?.â Kalau saya baru 1,5 tahun jauh dari tanah air sudah tiga kali mengalami pindahan rumah alias kontrakan. Cuma bisa bilang satu kata âcapee deh!â.
Pertama: cape bungkusin barang-barang, peralatan rumah tangga, baju-baju dan semua isi rumah. Apalagi kalau sedang ga mood, mau nyuruh siapa coba? Kalau di Indonesia mungkin masih bisa suruh prt yang kerjain.
Kedua: cape bukain semua barang-barang alias beresinnya ke rumah baru, dan semuanya cuma suami dan saya yang harus mengerjakannya.
Ketiga: kadang sebel kalau suami lagi ga mood beberes, dia asyik main game di pc, saya juga lama-lama enek deh buat beres-beres sendirian, jadi kalau emosi sudah memuncak, saya kasih kerjaan buat suami :D, misal minta dibikinin gantungan buat foto-foto, bikin gantungan hordeng, bor sana sini, pasang bohlam-bohlam lampu, benerin tempat tidur, bilang taruh barang-barang tidak terpakai ke loteng rumah dan lain-lainnya.
Kalau rasa bosan sedang tinggi, saya biarkan saja semua, paling kalau butuh sesuatu pusing bongkar-bongkarnya di kardus. Akhirnya setelah tiga minggu baru semuanya beres Gott sei Dank! (Thanks God).
Inilah Rumah Kontrakan Pertama di Zweisimmen, Swiss. Lantai 1 yang Jendelannya Cat Hijau. Pemilik Rumahnya di Lantai Dasar
Sebenarnya suami dan saya juga ga mau dong sering-sering pindah, namun keadaan yang memaksa. Pertama kali pindahan adalah dari Swiss ke Jerman (rumah mertua). Pindah karena menurut suami tercinta, Swiss terlalu dingin buat saya, dan rumah kami saat itu diatas pegunungan, alasan kedua katanya Zweisimmen daerah tempat kami saat itu terlalu sepi, kuatir nantinya saya bosan. Jadi setelah pernikahan catatan sipil kami pindah ke Jerman.
Pemandangan Depan Rumah Kami di Swiss. Sebelah Kiri Ketika Musim Dingin Januari 2011, Sebelah Kanan Ketika Musim Panas Juni 2011
Padahal saya suka loh tinggal di Swiss, depan rumah kami pengunungan, kalau pas winter pemandangannya seperti cerita dongeng yang saya sering baca ketika kecil. Pegunungannya diselimuti salju, lalu lewatlah kereta api yang menembus pengunungan, kereta hilang dari pandangan eiitss tunggu sebentar kemudian muncul kembali dari balik gunung. Kapan-kapan saya akan cerita tentang Zweisimmen berikut foto-fotonya ;-).
Sebenarnya Saya Suka loh Tinggal di Pegunungan es Seperti ini
Frank sebelumnya tinggal selama 5 tahun di Swiss, dia bekerja di rumah sakit yang khusus menangani orang-orang lanjut usia. Oh ya waktu mau pindahan, kami harus bersihkan rumah kontrakan sampai 3 kali. Pemilik rumah belum puas sebelum melihat semuanya kinclong, padahal rumahnya sudah ditinggali Frank 5 tahun masah iya ga boleh keraknya sedikitpun?.
Waktu pindah dari Swiss, kami sewa truk besar dari Jerman. Frank yang nyetir karena dulu ketika dinas militer dia pernah nyupir truk jadi punya pengalaman, dan irit biaya supir deh. Untuk proses pindahan kami dibantu adik ipar dan seorang teman. Karena tinggal di lantai satu, dan pintu utama tidak muat untuk mengeluarkan perabotan besar seperti lemari dan sofa, maka kami mengeluarkannya dari pintu dapur menggunakan alat berat milik yang punya kontrakan. Di Jerman kami sewa satu gudang (kontainer) untuk menyimpan barang-barang sampai kami menemukan kontrakan.
Pindahan Rumah dari Swiss ke Jerman. 26.07.2011
Kedua: Pindahan dari rumah mertua ke rumah kontakan di Bad Rappenau. Kontrakan kami ini luasnya 60 M2, ada dapur, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, gudang bawah tanah, ada tamannya walaupun kecil saya bisa leluasa bereksperimen dengan berbagai macam tanaman, oh ya rumah ini ada garasinya.
Kontrakan Kedua. Kami Tinggal di Lantai Dasar. Bad Rappenau, Jerman
Di Bad Rappenau inilah saya bertemu pertama kali dengan teman Indonesia, yakni Eka & Ni Luh. Saya sudah senang tinggal di Bad Rappenau karena saya sudah punya teman Indonesia, sudah hapal jalan-jalan disana, sudah hapal lokasi atau toko-toko yang bisa saya kunjungi setelah kursus bahasa Jerman (kursus Integrasi), pokoknya sudah banyak kenangan indah disana.
Taman Kecilku di Rumah Bad Rappenau 2011- Okt 2012
Tiba saatnya, kami harus pindah karena yang punya rumah ingin menjual rumahnya. Di Bad Rappenau kami tinggal selama setahun sebulan, dari 1 oktober 2011 hingga 1 November 2012.
Ketiga: Pindahan dari Bad Rappenau ke Sinsheim. Suami dan saya mulai membawa barang-barang kami ke kontrakan baru pada 1 November, tanggal 2 sudah tidur di rumah baru. Tanggal 4, hari minggu kami janjian dengan pemilik kontrakan rumah lama. Rumah tersebut sudah kami dibersihkan, pemilik kontrakan mengecek apakah ada kerusakan. Setelah semuanya beres, serah terima kunci.
Kami pindahan menggunakan âJasa Pindahan Voko Transâ. Kami sewa tiga orang pekerja dan truknya. Truk sudah ada supirnya, yakni pekerja buat pindahannya. 3 orang pekerja biayanya 109 Euro per jam, kami gunakan selama 4 jam, harga belum termasuk pajak. Sewa truk biayanya 149 Euro tidak dihitung jamnya. Total biaya yang kami bayarkan 696, 15 Euro, kami juga berikan tip diluar harga tersebut.
Barang-barang dari Bad Rappenau beres semua masuk truk dalam waktu 2 jam. Harus cepat dong, karena biayanya per jam!. Hari-hari sebelumnya, pakaian dan perabotan dapur sudah suami dan saya masukkan ke dalam kardus-kardus, jadi jasa pindahan yang kami sewa tinggal angkut kedalam truk dan melakukan hal-hal kecil lainnya.
Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Pindahan pakai jasa pindahan rumah
Di Sinsheim barang-barang selesai dikeluarkan dan beres dalam waktu 1,5 jam lebih sedikit, ya total semuanya dari Bad Rappenau dan Sinsheim jadi 4 jam. Pekerjaannya bagus dan profesional ko. Barang elektronik seperti TV, Keyboard dll dibungkus rapih dengan plastik benjol-benjol apa tuh namanya? :D. Sofa, tempat tidur, lemari, rak yang kayu di bungkus plastik tersebut juga. Plastiknya sudah termasuk biaya sewa.
Seperti Kapal Pecah. Tolonggg Butuh Bantuan Beresin Barang-Barang
Kata suami tercinta, yang kerja di bidang pindahan ini bisa cepat langsing loh! Dulu Frank pernah kerja begituan, berat badan turun 10 kg dalam waktu singkat, soalnya kerjaannya berat dan sangat melelahkan.
Rumah (kontrakan) di Sinsheim lebih luas dari yang di Bad Rappnenau. Ukuran 90 M2, kami tinggal di lantai 1 (diatap!) dalam bahasa Jerman istilahnya Dachwohnung :D, pemilik kontrakannya di lantai dasar. Kontrakan baru kami ini ada kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar tamu, dua balkon, gudang kecil di samping kamar mandi, dan gudang kecil di atap rumah.
Selamat Datang di Rumah Baru kami di Sinsheim. Masih ada dua kardus yang harus diberesin
Kontrakan baru ini, tidak ada garasinya, jadi mobil kami parkir di tepi jalan, tidak ada tamannya hiks. Berita bagusnya, pemilik kontrakan bilang tetangga sebelah tanahnya luas, boleh dipakai bercocok tanam, asyik buat tahun depan mulai nanam-namam lagi di musim semi ;-).
Beginilah dalam rumah kami, setelah dirapihkan :
Setelah Masuk Rumah mau ke ruang mana dulu yaaKamar Mandi. Sebagian Besar Rumah-rumah di Jerman ada Bath up nya, Penasaran dipakai ga ya atau jadi pajangan saja
Kamar mandi di Jerman adalah kamar mandi kering. Kalau mau mandi ada tempatnya khusus, lihat foto pojok kanan bawah, disini semua gunakan shower. Jadi waktu oragtua dan adik saya datang April lalu, saya ngomel kalau kamar mandi becek pokoknya lantai harus kering! đ .
Dapur impian kami berdua, masih tetap seperti yang kami lihat di Heilbronn klik disini
Sebelah Kanan Kamar Tidur Utama. Sebelah kiri Kamar Tamu
Saya tidak suka bantal kepala buatan Jerman, terlalu empuk, isinya bulu angsa semua, pantas saja mahal sekali. Saya suka bantal kepala yang keras. Karena berbeda selera makanya sarung bantal juga jadi beda-beda karena beda ukuran bantalnya. Batal guling beli dan bawa dari Jakarta, tetap tidak bisa tidur tanpa yang satu ini ;-).
Balkonnya ada dua. Foto Atas adalah Balkon depan, lebih luas. Foto Bawah adalah Balkon belakang ukurannya lebih kecilGudang Kecil, disamping Kamar Mandi
Kalau masuk gudang ini tidak bisa tegak, harus bungkuk, cape deh.
Gudang di atap Rumah
Kalau ke gudang diatas, biar suami saja.
Video rumahku durasi 4:45 menit *maaf kalau gelap, ga ngerti bikin terang video :D.
Dear teman-teman setia pengunjung blogku, saya posting lagi ya foto-foto musim gugur di Jerman. Foto-foto di bawah ini saya ambil pada 12 Nov. lalu, ketika saya akan pergi kursus Integrasi. Saya melewati dua taman di Bad Rappenau ;-).
For man, autumn is a time of harvest, of gathering together.For nature, it is a time of sowing, of scattering abroad.-Edwin Way-Foto Pohon Musim Gugur di JermanAutumn arrives in early morning,but spring at the close of a winter day. ~Elizabeth BowenMenuju WasserschlossâYou can’t hide your true coloursas you approach the autumn of your lifeâ.-unknown-Bunga-bunganya Berwarna Unggu, Masih Teteap Bertahan Melawan Cuaca DinginDelicious autumn! My very soul is wedded to it,and if I were a bird I would fly about the earthseeking the successive autumns. “-George Eliot-Daun-daunnya Semakin Berubah WarnaI love the fall. I love it because of the smells that you speak of;and also because things are dying,things that you don’t have to take care of anymore,and the grass stops growing.-Mark Van Doren-Beberapa Tanaman Masih ada yang Bertahan dengan Warna HijaunyaâSummer is already better, but the best is autumn.It is mature, reasonable and serious, it glows moderately andnot frivolously… It cools down, clears up, makes you reasonable…”-Valentin-Wasserschloss Bad RappenauA September to remember.An October full of splendor.A November to treasure.”-La Prevenchere-Jadilah Seperti Pohon-pohon yang Mampu Bertahan Menghadapi Perubahan CuacaIt is only the farmerwho faithfully plants seeds in the Spring,who reaps a harvest in the Autumn.-B. C. Forbes-Kesannya Berantakan ya karena Daun-daun yang Berguguran, Petugas Kebersihan akan segera datang ko đYouth is like spring, an over praised season more remarkable for biting winds than genial breezes. Autumn is the mellower season, and what we lose in flowers we more than gain in fruits. -Samuel Butler-Autumn Tree. Bad Rappenau, JermanâDelicious autumn! My very soul is wedded to it,and if I were a bird I would flyabout the earth seeking the successive autumns.â â George EliotIni Foto Favorit saya. Suka sekali dengan Pohon yang ditengah, menjulang tinggi dengan Daun-daun yang Telah Berubah Menjadi Warna CoklatWarna Warni Musim Gugur. Bad Rappnenau
Musim gugur dimulai sekitar tanggal 23 September hingga 21 Desember. Saya suka warna pohon-pohon dan dedaunan ketika musim gugur. Dedaunan mulai berubah warna menjadi kuning, coklat, hingga merah, tapi saya tidak suka cuaca di musim gugur, karena sering hujan dan angin kencang membuat udara semakin dingin.
Berikut ini beberapa foto-foto yang sempat saya abadikan untuk tema musim gugur, foto-foto lainnya mungkin menyusul ;-).
Daun-daun Berguguran di Melsungen, Jerman 07.10.2012No shade, no shine, no butterflies, no bees, No fruits, no flowers, no leaves, no birds – November! ~Thomas Hood, “No!”Menurutku disini Bagus deh kalau ada yang mau foto Pre-Wedding. Melsungen, Jerman 07.10.2012âFall colors are funny. Theyâre so bright and intense and beautiful.Itâs like nature is trying to fill you up with color,to saturate you so you can stockpile itbefore winter turns everything muted and dreary.ââ Siobhan Vivian, Same DifferenceLihat Warna daun-daun di Rumah samping Kiri, Cantik ya warna merah hati. Indahnya Daun-daun Musim Gugur. Melsungen, Jerman 07.10.2012” A September to remember.An October full of splendor.A November to treasure.”-La PrevenchereDekorasi Musim Gugur dinominasi Warna Orange. Munchen 05.10.2012Dekorasi Musim Gugur. Heilbron 06.10.2012The falling leaves drift by the window The autumn leaves of red and gold I see your lips, the summer kisses The sun-burned hands I used to hold Since you went away the days grow long And soon I’ll hear old winter’s song But I miss you most of all my darling When autumn leaves start to fall.-Johnny Mercer-Warna Pohon-pohon di Musim Gugur 07.11.2012How beautifully leaves grow old. How full of light and color are their last days. ~John BurroughsPemandangan Pohon-pohon dari Sinsheim ke Bad RappenauâAutumn is a second springwhere every leaf is a flowerâ-Albert Camus-Pohon-pohon Sudah Rontok daun-daunnya. Sinsheim 09.11.2012
Saya buat video singkat untuk memperlihatkan dedaunan yang sudah berubah warna di musim gugur ini.
Menurut saya bulan November di Jerman sama seperti di Jakarta ; hujan .. hujan dan hujan. Teman-teman yang tinggal di Jakarta, benar ga sekarang lagi musim hujan? :D.
Kuliah di Jerman Mahalkah?. Buat teman-teman yang pernah mampir dan bertanya ke blog saya ini mengenai bagaimana dan berapa biaya kuliah di Jerman. Silakan di simak beberapa video di bawah ini:
Masih kurang jelas, atau butuh informasi lainnya silakan cari informasi yang kamu butuhkan di www.study-in.de. Website dalam bahasa Inggris, lihat pojok kanan atas ya dan tinggal klik English nya ;-).
Pameran Flora ala Jerman. Pada tanggal 15 dan 16 September 2012 lalu, di dekat tempat tinggal saya berlangsung pameran Flora. Jauh-jauh hari papan atau plang informasi acara sudah dipasang diberbagai tempat. Sebagai pecinta tanaman dan bunga-bunga, tentu saja saya ingin sekali mengunjungi acara tersebut. Pameran ini adalah yang ke empat kalinya di adakan di Bad Rappenau.
Lokasi pamerannya di Salinen Park, dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Tiket masuknya 6 Euro (sekitar Rp.72.000). Namun kalau dipikir-pikir lagi, pergi berdua dengan suami berarti tiketnya 12 Euro, dengan nilai segitu saya bisa membeli 2 atau 3 pot bunga (Frank juga punya pikiran yang sama).
Tiga hari sebelum acara berlangsung, ternyata Frank dapat dua tiket gratis loh! Wah saya senang sekali!. ;-). Kami pergi di hari kedua, minggu 16 September, kami pergi sekitar jam satu siang. Lokasinya dipadati pengunjung. Di pameran tersebut ada sekitar 170 stand yang menawarkan produk mereka.
Hamparan Bunga-bunga Nan Cantik di Pintu Masuk (Foto: dok. pribadi)
Dari pintu masuk, pengunjung disuguhi hamparan bunga-bunga yang ditata begitu indahnya, dengan kombinasi warna yang menyegarkan mata. Di pameran tersebut, banyak stand yang menjual bunga-bunga, tanaman (pohon), dekorasi taman dan sebagainya untuk mempercantik taman Anda. Buat yang berkantong tebal, acara hari itu adalah surga belanja bagi pecinta tanaman.
Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora (Foto: dok. pribadi)
Hayooo Siapa Berminat Membeli Bunga (Foto: dok. pribadi)
Tanaman-tanaman Hias yang membuat Lapar Mata (Foto: dok. pribadi)
Dengan Melihat-lihat Produk-produk yang di Gelar Sudah Cukup Puas (Foto: dok. pribadi)
Saya tidak belanja apapun di pameran, karena harga-harga produk yang dijual ko ya mahal-mahal sekali! Berbeda dengan harga di pasaran. Namun saya cukup senang hari itu walau hanya melihat-lihat saja, karena saya jadi mendapat banyak sekali ide untuk taman saya, bagaimana mendekorasi taman, membuat cantik pot bunga, atau ide-ide lainnya misal untuk mengatur atau mengkombinasikan bunga-bunga đ .
Dekorasi Untuk Taman (Foto: dok. pribadi)
Cantik Sekali ya Motif Bed Cover dan Sarung Bantalnya (Foto: dok. pribadi)
Perpisahan dengan Salah Satu Teman Kursus Integrasi.Timea dan Putrinya Dora
Salah seorang teman kursus saya (Timea) harus kembali ke negaranya (Hungaria) dikarenakan tugas suaminya disalah satu perusahaan mobil ternama di Jerman sudah berakhir. Akhir Juli suaminya sudah harus bekerja kembali di negara asal mereka.
Normalnya ujian akhir level B1 akan berlangsung di bulan November 2012 ini, namun dikarenakan teman saya ini dan suaminya harus kembali ke negaranya, maka mereka mengikuti ujian akhirnya tanggal 27 Juli lalu.
Bisa dibayangkan sih stressnya dia dan suaminya mengikuti tes yang di majukan beberapa bulan. Semua materi di kebut dalam waktu singkat. Oh ya kalau suaminya Timea mengikuti kelas privat yang berlangsung malam hari.
Timea katakan, dia lebih suka tinggal di Jerman, dia suka udaranya, tidak ada polusi, disini serba teratur. Semoga suatu hari nanti bisa kembali ke Jerman ya ;-).
Minggu lalu teman-teman kursus mengadakan acara perpisahan dengan Timea, sayang sekali tidak semua teman kursus bisa hadir.
Acara Perpisahan dengan salah satu Teman Kursus IntegrasiKue Apel Buatan TimeaSnack ala Hungaria buatan TimeaFarewell, Semoga Kita Akan Berjumpa Kembali di Masa Depan