Category: Tinggal di Jerman (Living in Germany)

Cerita-cerita keseharian saya di Jerman

  • Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman. Apa yang menarik di kamar mandi?. Menurut saya kamar mandi itu cerminan pemiliknya, kalau kamar mandinya aja jorok, mungkin yang punya juga jorok kali ya hehe 😀 . Saya mau kasih lihat bagaimana kamar mandi di Jerman. Kamar mandinya kering, buat mandi ada ruang khususnya.

    Umumnya orang-orang disini maunya dikamar mandi ada jendelannya, supaya tidak lembab kali ya. Masah mau lihat orang lewat sih sambil berendam? :mrgreen: . Selain jendela, orang-orang juga ada yang mau punya bath (up) di kamar mandinya, ada yang mau punya tempat buat mandi saja, namanya die Dusche. Ada yang maruk mau keduanya 😛 .

    Kamar Mandi di Jerman. Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany
    Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany

    Sambil memperlihatkan kamar mandi saya, sepertinya menarik juga kalau saya kasih tahu apa saja isi kamar mandinya dalam bahasa Jerman, kali aja ada yang baru sampai Jerman trus bingung dengan istilah-istilah disini kan, jadi ya bisa sekalian belajar ngapalin. Lihat angka di gambarnya ya 😉 .

    Im Bad – di kamar mandi – in the Bathroom

    Bak buat berendam. die Badewanne
    Bak buat berendam. die Badewanne
    1. die Badewanne (Ger) ; Bak buat berendam (Ind) ; Bath(tub) (Eng)
    2. die Dusche (Ger) ; Keran air buat mandi (Ind) ; Shower (Eng) kalau tidak ada ruang khusus buat mandi ya kita mandi di bath tub, trus pasang penutup disekelilingnya supaya air tidak keluar.
    3. das Duschtuch (Ger) ; Handuk mandi (Ind) ; Towel (Eng)

    2 kali ngontrak rumah tidak ada ruang khusus buat mandi, jadi Frank dan saya gunakan bath tub ini buat mandi. Contohnya dibawah ini kontrakan kita sebelumnya.

    Baca juga: Bagian-bagian Rumah dalam Bahasa Jerman

    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    1. Der Duschvorhang (Ger) ; Tirai bak mandi (Ind) ; Shower Curtain (Eng)
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    1. die Badematte (Ger) ; keset kamar mandi (Ind) ; Bathmat (Eng)
    2. der Spiegel (Ger) ; Kaca (cermin) (Ind) ; Mirror (Eng)
    3. die Wandleuchte (Ger) ; Lampu gantung (Ind) ; Light (Eng)
    4. die Waschmaschine (Ger) ; Mesin Cuci (Ind) ; Wash Machine (Eng)
    5. der Fußboden (Ger) ; Lantai (Ind) ; Floor (Eng)
    Pritilan di Kamar Mandi
    Pritilan di Kamar Mandi
    1. der Waschbecken (Ger) ; Tempat cuci tangan (Ind) ; Washbasin (Eng)
    2. der Wasserhahn (Ger) ; Keran air (Ind) ; Tap AE faucet (Eng)
    3. die Seife (Ger) ; Sabun (Ind) ; Soap (Eng)
    4. die Seifenschale (Ger) ; Tempat Sabun (Ind) ; Soap dish (Eng)
    5. die Flüssigseife (Ger) ; Sabun Cair (Ind) ; Liquid soap (Eng)
    Kamar Mandi dan isinya
    Kamar Mandi dan isinya
    1. der Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi (Ind) ; Toothbrush (Eng)
    2. die creme (Ger) ; Krem (Ind) ; Cream (Eng)
    3. der Rasierapparat (Ger) ; Pisau cukur (Ind) ; Razor (Eng)
    4. der Elektrische Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi listrik (Ind) ; Electric Toothbrush (Eng)
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    1. der Zahnpasta (Ger) ; Pasta gigi (Ind) ; Toothpaste (Eng)
    2. das Mundwasser (Ger) ; Obat kumur (Ind) ; Mouthwash (Eng)
    3. die Kosmetiktasche (Ger) ; Tas Kosmetik (Ind) ; Cosmetic bag (Eng)
    4. der Kamm (Ger) ; Sisir (Ind) ; Comb (Eng)
    5. der Haarbürste (Ger) ; Sisir (Ind) ; Hairbrush (Eng)

     

    Baca juga: Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen

    Tempat mandi
    Tempat mandi
    1. die Dusche (Ger) ; Tempat mandi (Ind) ; The Shower (Eng)
    2. Antirutsch für dusche (Ger) ; anti slip untuk mandi (Ind) ; anti slip for shower (Eng)
    Toilet Rumah
    Toilet Rumah
    1. die Toilette (das Klo) (Ger) ; Toilet atau Kloset duduk atau WC (Ind) ; Flush Toilet (Eng)
    2. der WC-Bürste (Ger) ; Sikat WC (Ind) ; Toilet brush (Eng)
    3. das Toilettenpapier (Ger) ; Kertas toilet (Ind) ; Toilet Paper (Eng)
    4. WC-Reiniger (Ger) ; Cairan pembersih toilet (Ind) ; toilet cleaner (Eng)
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku

     

    Rak Kamar Mandi
    Rak Kamar Mandi
    1. das Wandeckregal (Ger) ; rak dinding untuk kamar mandi (Ind) ; wall shelves (Eng)
    2. der Badebürste (Ger) ; Sikat mandi (Ind) ; Bath Brush (Eng)
    Isi Kamar Mandi
    Isi Kamar Mandi
    1. der Rollwagen (Ger) ; Rak Geser (Ind) ; Sliding shelf (Eng)
    2. der Wäschekorb (Ger) ; Keranjang Cucian (Ind) ; Laundry basket (Eng)

     

    Semua benda-benda dalam bahasa Jerman ada artikelnya (der, die, das) dan huruf awalnya harus ditulis huruf besar, kalau bahasa Inggris seperti „the“.
    Lain hari saya kasih lihat ruangan lainnya ya. Happy Weekend! 🙂 .

     

    Tulisan Terkini

  • Cerita Akhir Pekan lalu

    Cerita Akhir Pekan lalu

    Cerita Akhir Pekan lalu. Ada yang merasa ga ya kalau saya tidak beredar di dunia persilatan blogger akhir pekan lalu, hingga Senin kemarin? :lol:. Serasa saya orang penting gitu ya hehe. Terima kasih ya buat kalian yang sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya, mohon maaf belum sempat berkunjung balik ke blog para sahabat :oops:.

    Saya mau cerita nih ngapain saja dari Sabtu minggu lalu hingga hari Senin kemarin.

    Hari Sabtu

    Jam 10 pagi sudah cabut dari rumah. Frank dan saya ke Bad Rappenau, kami ada janji dengan orang yang akan bersihkan parkiran mobil kita. Jadi ceritanya selama setahun belakangan ini Frank sewa tempat parkir. Kenapa sewa tempat parkir, karena kalau musim dingin supaya mobil tidak kedinginan kena salju, hujan ga kehujanan, panas tidak kepanasan. Paling penting kalau pulang kerja Frank tidak dapat kereta ya bisa naik mobil pulang kerumah (tempat kerja Frank dan rumah beda kota dan Frank selalu kerja malam).

    Nah kira-kira 2 minggu sebelumnya, mobil kita bocor olinya, jadi tempat parkirnya ya blepotan oli di beberapa tempat. Mobil sudah dibawa ke bengkel biayanya amit-amit deh 500 Eur (sekitar 6,4 juta rupiah). Pemilik parkiran reseh banget, itu parkiran sudah Frank bersihkan, disikat pakai sabun dan cairan pembersih lantai, eh yang punya tidak puas. Padahal ya tempat parkiran yang lain digedung itu juga banyak blepotan oli ko, resehnya si pemilik parkiran cuma komplen yang punya kita saja 😮 .

    Jadi kita sewa orang yang benar-benar ahli dibidang bersih membersihkan.

    Sebelum dibersihkan begini lantainya

    Lantai Parkiran Mobil yang kena Bocoran Oli
    Lantai Parkiran Mobil yang kena Bocoran Oli

    2 orang bersihkan tuh parkiran mobil kita selama 2 jam dengan menggunakan alat khusus dan hasilnya ..

    Jrengggg Hasilnya Setelah di Bersihkan oleh Tenaga Ahli
    Jrengggg Hasilnya Setelah di Bersihkan oleh Tenaga Ahli

    Kita puas banget dengan hasilnya. Sebelumnya ditanyain nih, bayarnya mau resmi pakai pajak (19%) atau tidak?. Frank maunya yang resmi, karena mau kasih bukti ke yang punya parkiran. Kalau bayar tidak pakai pajak ya tidak pakai kertas tagihan. Kalau yang punya parkiran masih cerewet ya komplen langsung aja ke perusahaan pembersihnya. Biaya bersih-bersih ini 238 Eur (sekitar 3 juta rupiah).

    Jasa pembersihnya:

    Aciner Gebäudereinigung
    Am Römerturm 7
    74177 Bad Friedrichshall
    Telefon: +49 (0) 7136 830 38 38
    Fax: +49 (0) 711 96 992 695
    E-Mail: [email protected]

    Kami putusin tidak mau sewa tempat parkir disitu lagi. Sementara ini parkir di tempat gratisan saja, mungkin sampai awal musim dingin nanti.

    Hari Minggunya

    Frank dan saya berkunjung ke rumah teman kuliah Frank, ke arah Mannheim. Sekitar 45 menit naik mobil. Saya sudah wanti-wanti Frank, jangan lama-lama ngobrol-ngobrolnya ya, maksimal 2 jam bertamu. Ternyata kita disana 5 jam! dari 17.30 sampai jam 22.30 an. Untungnya saya sudah ngerti bahasa Jerman ya, kalau nga bisa bosan tingkat dewa deh! :mrgreen: .

    Teman kuliahnya Frank yang wanita, si ibu ini orang Turki. Sejak umur 12 tahun sudah menetap di Jerman, ikut ayahnya yang kerja di Jerman kala itu. Si wanita ini sudah berkeluarga, menikah dengan orang Turki juga dan memiliki 3 orang anak. Ini pertama kali saya berkunjung ke keluarga orang Turki. Bayangan saya sudah kemana-mana aja :grin:, ternyata mereka modern ko.

    Keluarga ini berbicara 99% dengan bahasa Jerman ke anak-anaknya, begitu pula anak-anak ke orangtua. Paling ada 1-2 kali si ibu bicara bahasa Turki kalau si anak ga nurut yang disuruh, misal disuruh kecilin suara TV kalau orang dewasa lagi bicara, eh si anak ngeyel, keluar tuh bahasa non Jerman si ibu.

    Kami makan malam bersama, bersama anak-anak mereka juga tentunya. Kami duduk semeja. makanan yang disajikan enak. Sayang sekali, ketika makanan pembuka (sup) saya terlalu banyak makan bersama roti gandum, alhasil pas makanan utama perut tidak kuat nampung 🙁 . Frank nambah supnya 2 kali haha doyan nih bocah, walaupun dia bilang supnya agak pedas rasanya enak sekali.

    Anak yang tertua perempuan usia 13 tahun, anak kedua si ibu tersebut mungkin umur 7 tahun dan paling kecil sekitar 3 atau 4 tahun. Anak paling besar yang mengerjakan hampir semua urusan beres-beres makanan dan pengaturan meja, selama orangtua bicara dengan kami. (Miriplah ya dengan keluarga di Indonesia dimana anak-anak juga bisa membantu dirumah).

    Ada salah satu kebiasaan makan orang Turki yang pernah saya baca di forum, yang waktu di rumah ibu ini saya perhatikan. Jadi salat yang disajikan di piring besar, diambil masing-masing kita menggunakan sendok garpu kita juga. Sendok garpu sudah masuk mulut, dipakai untuk ambil salat berikutnya. Saya belum terbiasa dengan hal ini, berhubung sudah kenyang juga saya tidak makan salatnya.

    Asyikk Pulang Bertamu dikasih Stroberi dan Cherry
    Asyikk Pulang Bertamu dikasih Stroberi dan Cherry

    Hari Senin 1 Juli 2013.

    Oh ya hari Minggu pulang bertamu kami di kasih sekantong buah cherry dan stroberi. Cherrynya dari pohon di taman keluarga orang Turki yang kami kunjungi, sedangkan stroberinya sepertinya beli dari ladang stroberi deh.

    Nah berhubung Frank berulang tahun, pas banget ada stroberi dan cherry sebagai hiasan kue ultah. Saya tidak beli kado, yang ultah ditanyain mau kado apa, dia bilang ga mau kado. Kalau saya beli kado juga pakai uang dia sih :lol:, jadi ya ga usah deh. Mau beli kue tart ogah ah, siapa yang makan nantinya. Niatnya mau bikin kue tart sendiri saja, mau cari resepnya dari internet eh ribet cara bikinnya 😐 . Jadi saya beli tepung kue saja, sudah ada cetakan kuenya juga. Saya pikir kan lebih simpel ya bikin dari tepung jadi, ternyata pakai acara adu mulut didapur buat bikin kuenya 🙄 haha.

    Orang Jermannya saja bilang bingung padahal resepnya bahasa Jerman, maksud resepnya bagaimana sih, diambil sesendok lalu dicampur ke cream, lalu tepung yang lainnya dibegini kan dibegitukan dll. Lah dia saja bingung bagaimana saya toh 😆 . Ya udah coba-coba sendiri aja. Saya sendirian deh didapur ngelanjutin bikin kuenya.

    Coba-coba Bikin Kue Tart Sendiri. Cerita Akhir Pekan lalu
    Coba-coba Bikin Kue Tart Sendiri

    Kue tartnya ukuran 18 cm, jadi ya tidak terlalu banyak buat kami makan berdua. Mengikuti resep penyajian, taruh kuenya dalam kulkas selama 2 jam.

     

    Seperti tahun-tahun sebelumnya. Pas Frank ulang tahun, kita selalu pergi ke Talmarkt di Bad Wimpfen. Ini seperti pasar malam gitu deh. Ada banyak permainan buat anak-anak, stand-stand makanan dan stand jualan segala macam barang. Kali ini saya tidak banyak potret-potret karena ya begitu suasanannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Malah letak stand-standnya sama loh seperti tahun lalu 😀 .

    Ke pasar malam begini, selain cuci mata, sudah pasti banyak jajannya deh. Untungnya kita masih berduaan ya, belum ada anak-anak hehe.

    Menuju ke parkiran mobil, kita lewat kota tua Bad Wimpfen. Saya tidak pernah bosan ke tempat ini. Selain rumah-rumah tuanya yang sedap dipandang mata, tiap musim beda-beda bunga-bunga yang bermekaran.

    Beberapa foto rumah-rumah di kota tua Bad Wimpfen:

    Bunga-bunga musim panas yang sudah bermekaran

    Nah sampai disini dulu cerita akhir pekan dan awal minggu saya. Bagaimana dengan cerita akhir pekan kamu?🙂

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II). Sahabat pencinta blog pursuingmydreams.com selamat hari sabtu ya. Mau berakhir pekan kemana nih? :smile:. Saya mau melanjutkan membahas mengenai orang Jerman. Temanya sedikit diubah, bukan mengenai orang Jermannya langsung, namun bagaimana kehidupan di Jerman:

    1. Asuransi kesehatan wajib HARUS punya, karena biaya rumah sakit mahal sekali.
    2. Pensiun untuk pria 67 tahun dan wanita 65 tahun.
    3. Kalau bertemu orang salam tangan saja, tidak perlu cium pipi.
    4. Anak-anak tidak boleh muncul di panggung (TV) setelah jam 10 malam. Kalau remaja dibawah 18 tahun ikut kontes musik, lewat jam 10 malam tidak boleh naik panggung lagi, jadi hanya duduk dibangku penonton.
    5. Sejak bayi lahir hingga si anak kuliah akan dapat uang anak dari negara (kindergeld) nilainya 180 EUR/bulan (sekitar Rp.2.300.000). *revisi, info dari mbak Kayka. Untuk anak ke 2 dan ke 3 dapat uangnya lebih banyak. (Biar dapat duit buat anak, tetap aja orang Jerman banyak yang ga mau punya anak tuh.)

    6. Tidak boleh memukul anak. Si anak bisa melaporkan orangtuanya ke polisi dengan alasan kekerasan terhadap anak.

    7. Tidak boleh memaksa anak supaya cepat bisa membaca. Menurut gurunya jika waktunya tepat si anak akan bisa sendiri.
    8. Anak-anak tidak boleh main sendirian di taman, orang tua atau pengasuh harus selalu ada di dekatnya.
    9. Kalau punya mobil wajib punya juga asuransi mobil. Polisi bisa menilang kamu jika mobil tidak punya asuransi.
    10. Bersepeda juga diajarkan disekolah. Guru atau polisi setempat yang mengajar anak-anak di lapangan atau jalan raya (jalanan akan ditutup selama pelajaran). Ceritanya disini.
    Orang Jerman Itu (Bagian II). Belajar Bersepeda di jalanan
    Belajar Bersepeda di jalanan
    1. Di Jerman, perusahaan berkewajiban memperkerjakan orang cacat, paling sedikit 5%, jika mengelak maka siap-siap kena denda. Sepenggal kisahnya (Baca: Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja).
    2. Air keran di rumah-rumah bisa langsung diminum
    3. Wine sebagai hadiah atau tentengan bertamu. Ya ini khas Jerman banget. Ada yang ultah, bertamu, hari raya dll buat tuan rumah kita kasih wine. Dirumah saya nih jadi ada berbotol-botol wine. Kalau bertamu lagi ya bawa yang dirumah saja. Asal ingat saja kita dapat winenya dari siapa, jangan sampai wine yang sama kembali ke pemberinya kan malu-maluin tuh hehe 😆 .
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    1. Ke sesama langsung pagi nama, tidak peduli tua muda, kecuali kalau resmi ke kantor-kantor baru panggil Frau (wanita) atau Herr (pria).
    2. Memberi dan menerima sesuatu sah-sah saja dengan tangan kiri.

    3. Waktu tenang (Ruhezeit) jam 1 hingga jam 3 sore. Jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Hari Minggu dan tanggal merah juga adalah waktu tenang, jadi tidak boleh bikin gaduh.

    4. Kalau latihan alat musik di rumah, misal main drum, saxophone dll maksimal hanya boleh 1 jam. Kalau mau puas bermain bikin kamar kedap suara. Kalau bikin bising tetangga merasa terganggu si tetangga bisa lapor polisi.
    5. Hari kerja kantor-kantor Senin hingga Jumat. Sabtu toko-toko kecil buka setengah hari (hingga jam 12 atau jam 1 siang). Hari Minggu semua toko-toko, supermarket, termasuk pusat perbelanjaan tutup. Alasannya supaya pekerjanya juga bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Jika ada yang bekerja di hari libur atau sabtu minggu (misal di layanan kesehatan, seperti rumah sakit) maka gajinya lebih besar dari hari biasa.
    6. Bikin SIM di Jerman biayannya sekitar 2.000 Euro (sekitar Rp.25.800.000 *kurs Rp.12.900). Tidak ada calo SIM disini hehe :mrgreen: . Kalau test nyetirnya gagal terus ya tambah mahal biaya kursusnya.
    7. Punya radio atau hp saja harus bayar pajak 5,75 EUR/bulan. Punya ketiganya radio, hp & televisi pajaknya 17,98 EUR/bulan. Kalau kamu tinggal sendirian ya bayar sendirian tapi untuk keluarga satu rumah bayar cukup sekali hitungan satu orang saja. Bayar melalui Bank transfer.

    Bagian I klik disini.

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Dipaksa Terpaksa Harus Bayar

    Dipaksa Terpaksa Harus Bayar

    Dipaksa Terpaksa Harus Bayar. Sesuai judulnya, jadi saya mau cerita kisah yang UUD (*ujung-ujungnya duit). Mungkin bisa jadi pelajaran buat kamu yang menetap di Jerman.

    Awal Januari 2013 saya mendaftar kursus bahasa Jerman untuk level B2 di salah satu tempat kursus di kota tempat tinggal saya sebelumnya (Bad Rappneau). Frank yang mengisi formulir dan mengirimkan lembar pendaftaran melalui pos. Beberapa hari kemudian datang surat dari tempat kursus lama saya yang menginformasikan kalau kelas untuk level B2 akan dibuka. Wah senang sekali dong, karena gurunya oke banget mengajarnya, tapi suami terlanjur kirim formulir pendaftaran ke tempat kursus lain :roll:.

    Saya bilang suami, saya lebih prefer ke tempat kursus lama saya, karena sudah kenal guru dan beberapa teman yang juga berniat melanjutkan kursus. Suatu hari ada pertemuan di tempat kursus lama, mau bicarakan kelas baru kami. Lah ternyata yang berniat ikut kursus tersebut hanya saya dan satu orang lagi. Padahal untuk buka kelas baru minimal 10 siswa. Jadi guru saya bilang tunggu satu bulan karena dia sudah iklankan di surat kabar, semoga ada yang mau daftar.

    Dulu (tahun 2012) sebelum kursus B1 berakhir, banyak yang berkoar-koar mau lanjut ke level lebih tinggi, dari grup lain juga pada berminat. Giliran kelas sudah dibuka, tidak ada yang mau daftar 😮 gara-gara dibilang biaya kursusnya sekitar 1000 Euro untuk 400 atau 500 jam agak lupa saya. Kursus yang di support biayanya oleh pemerintah hanya sampai level B1. Ketika itu siswa hanya membayar 1 Euro/jam untuk 660 Jam pelajaran, dan itupun setelah lulus biayanya dikembalikan 50 %. Jadi untuk level B2 harus membayar sendiri.

    Singkat cerita bulan lalu, datang tagihan dari tempat kursus baru, yang suami kirimi formulir pendaftaran saya. Tagihan harus membayar biaya kursus dari Feb sampai Juni 2013 sebesar 67 Euro. Saya ogah bayar dong, wong tidak ikut kursusnya ko disuruh bayar. Oh ya tagihan bertambah karena uang pembayaran tidak bisa ditarik dari rek. bank yang suami berikan. Ya iyalah pas kita ganti bank hehe. Kami acuhkanlah surat tersebut.

    Oh my God tanggal 11 Juni datang surat tagihan kedua. Total yang harus dibayar 78 EUR. Saya ngotot ke suami, saya kan tidak ikut kursusnya, trus lupa pula tanda tangan formulir pendaftaran berarti tidak sah dong??, trus yang penting nih, itu tempat kursus tidak kirimi surat pemberitahuan kapan kursus dimulai, jam dan lokasi dimana, lah tiba-tiba pas nagih uang kirim surat. Darah Batak saya mendidih 😡 sodara-sodara.

    Surat Tagihan dari tempat Kursus Bahasa. Tidak ikut kursus harus bayar amit-amitt deh. Dipaksa Terpaksa Harus Bayar
    Surat Tagihan dari tempat Kursus Bahasa. Tidak ikut kursus harus bayar amit-amitt deh

    Frank bilang “..ya sudah kita bayar saja, ada 50 Euro pemasukan karena kita tidak sewa tempat parkir mobil lagi“. “..Kalau kita biarkan saja bagaimana?, ya biarin saja mereka terus kirim surat” ujar saya. Nanti tambah banyak tagihannya, itu tempat kursus bisa panggil pengacara nanti kita malah harus bayar pengacara juga kata Frank.

    Kemudian Frank cerita dia dulu juga ada kasus seperti ini, dia tidak mau bayar. Pengacara bilang harus bayar, jadi posisi Frank yang lemah, dan suamiku ini malah jadi ngeluarin 500 Euro karena kasus yang dianggap sepele.

    Saya menanyakan suami apakah dia punya asuransi untuk pengacara, itu loh seperti guru kursus dan teman saya, mereka punya asuransi tersebut. Jadi kalau ada kasus, pengacara mereka yang maju dan tidak perlu keluar biaya lagi, karena ditanggung pembayaran sewa pengacaranya oleh asuransi. Ternyata suami tidak punya asuransi semacam ini :cry:.

    Sodara-sodara sungguh sampai detik ini saya tidak rela sungguh tak rela :neutral:. Saya bilang ke Frank itu uang segitu 78 EUR = Rp.1.140.000 kalau beli kerupuk bisa berkarung-karung. Kami jadi tertawa-tawa saja untuk mengurangi kesal hehe.

    Oh ya saya sudah daftar kursus B2, lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kursus baru akan mulai bulan September karena siswanya juga belum penuh bulan ini. Frank bilang kalau tidak berniat ikut harus konfirmasi seminggu sebelum kursus dimulai, dan tempat kursus tidak akan kirim surat pemberitahuan kapan mulainya. Siswa dipaksa aktif untuk mencari informasi misal dengan menelepon. Tempat kursus akan menarik biaya kursus langsung ke no bank yang sudah didaftarkan di lembaran pendaftaran siswa. Jika rek. Bank tidak aktif akan ada biaya tambahan busyettt.

    Buat yang menetap di Jerman hati-hatilah kalau misal mau daftar-daftar sesuatu, pastikan kamu benar-benar ingin ikut, kalau sudah daftar ya dicatat kapan mulainya, kalau tidak berniat ikut harus cancel secepatnya.. Kalau di Indonesia sih ya tidak seperti kan?. Kalau tidak datang ya berarti tidak minat!, kalau datang dan ikut kusus baru harus bayar.

    Pembaca tercinta, apakah kamu pernah mengalami kasus seperti ini? dan apa yang kamu lakukan?. Mohon sarannya dong, masih ada waktu nih, pembayaran paling lambar 24 Juni, jadi saya bilang suami transfer pas hari terakhir saja :mrgreen:.

    Akhirnya kami bayar deh, tranfer 1 hari sebelum tenggat waktu 😆 .

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Beberapa cara untuk membeli bunga dan tanaman di Jerman, antara lain di:

    1. Garden Center / Retail tanaman. Kenapa di sebut retail? Karena tokonya (bangunannya) besar sekali. Selain menjual tanaman, kita juga bisa membeli alat pertukangan disini. Dalam Bahasa Jerman retail ini disebut Bau & Garten. Kalau kesini tidak cukup cuci matanya hanya 1 jam. Bisa 3-4 jam bahkan lebih. Semua sudut meja maunya di cek satu persatu bunga-bunga yang dipajang :lol:.

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Selamat Datang di Retail Tanaman di Sinsheim. Foto 4 Juni 2013
    Selamat Datang di Retail Tanaman di Sinsheim. Foto 4 Juni 2013

     

    Retail yang saya maksud adalah Hornbach. Lokasi ini saya tempuh sekitar 25-35 menit dari rumah dengan berjalan kaki. Biasanya pertama kali masuk, saya akan menuju rak diskonan dulu. Bunga dan tanaman yang sedikit rusak di diskon 50%. Rusaknya tidak parah ko. Ada bunga-bunga seperti anggrek yang hampir selesai berbunga, mawar yang tanahnya mulai kering, atau tanaman lain yang yang kondisinya memang layak di beri potongan harga. Dikasih perawatan sedikit, bagus lagi ko bunganya 🙂

    Tanaman yang di Pajang didepan Pintu Masuk. Ada Wisteria loh tapi harganya mahal ah. Foto 4 Juni 2013
    Tanaman yang di Pajang didepan Pintu Masuk. Ada Wisteria loh tapi harganya mahal ah. Foto 4 Juni 2013

    Sejauh ini untuk reatail tanaman, Hornbach menjadi favorit saya, karena banyak bunga dan tanaman yang di jual harganya bervariasi mulai dari yang paling mahal, menengah dan yang murah, oh ya plus yang di diskon 50 %. Pengunjung bisa memilih bunga dan tanaman sesuai dengan tebal kantong mereka ;). Retail tanaman yang lain ada OBI, Pflanzen kölle dan lainnya. Yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki ya ke Hornbach ini.

    Tanaman yang di Taruh di Bagian Luar Belakang. Foto 4 Juni 2013
    Tanaman yang di Taruh di Bagian Luar Belakang. Foto 4 Juni 2013

    Yang pernah saya beli di Hornbach antara lain:

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Tulisan Terkini

    2. Garden center skala kecil. kalau yang no.1 diatas tempatnya besar sekali dan bergabung dengan penjualan bahan bangunan. Yang skala kecil ini yang sering saya kunjungi namanya Raiffeisen. Disini kita bisa membeli beraneka ragam tanaman dan keperluan berkebun seperti pupuk, anti hama tanaman, pot-pot bunga dll pokoknya segala macam yang berhubungan dengan gardening ada disini.

    Bunga-bunga yang di pajang di depan pintu masuk supermarket tanaman. Cantik-cantik ya Bunganya
    Bunga-bunga yang di pajang di depan pintu masuk supermarket tanaman. Cantik-cantik ya Bunganya

    Harga bunga & tanaman yang dijual biasanya lebih mahal dari tempat lain, karena kualitas yang dijualpun bagus sekali. Raiffeisen menyediakan tanaman dan bunga-bunga langsung dari petani yang punya kebun jadi kualitasnya tidak perlu diragukan. Tanamannya tidak sebanyak Hornbach, karena Raiffeisen menjaga kualitasnya. Saya senang sekali bulan lalu ada pupuk gratis, 3 kali datang 3 kali ambil. Lumayan kan satu bungkus 2,5 liter :mrgreen:.

    Sampel Pupuk Gratis, lumayan
    Sampel Pupuk Gratis, lumayan

    Yang pernah saya beli di Raiffeisen antara lain:

    Hehe cuma dua foto, sangking seringnya belanja lupa pernah beli apa lagi disana, silakan lihat disini dan juga disini koleksi tanamanku. Untuk tanah dan pupuk tanaman saya selalu beli di Raiffeisen. Kualitas tanah dan pupuk yang baik akan menghasilkan tanaman dan bunga-bunga yang bagus juga< ;).

     

    3. Pasar
    Pasar di kota tempat tinggal saya ini ada setiap hari rabu dan sabtu. Disini kita bisa juga membeli bunga dan bibit sayuran (tanaman) masih kecil. Harga, jujur lebih mahal ya bu hehe, maklum lah kan pedagang bunganya yang nanam, jumlahnya juga tidak banyak. Saya belum pernah membeli bunga di pasar, hanya melihat-lihat saja 😉 .

     

    4. Supermarket

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk Melihat Hal yang Berbeda

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk. Halo pembaca setia blogku, apakah kalian suka jalan-jalan ke hutan atau lebih memilih ke mall? kalau ke hutan enaknya melakukan aktifitas apa ya?. Kalau versi saya sebagai berikut:

    1. Olahraga

    Di Bad Rappenau, kota tempat tinggal saya sebelumnya ada hutan yang namanya Vulpinuswald. Dinamakan begitu karena lokasi hutannya dekat klinik Vulpinus.

    Suami tercinta menunjukkan, kalau di lokasi ini ada alat-alat untuk berolahrga. Seperti dibawah ini:

    2. Lomba Lari dan Jalan Sehat

    Ya sama saja seperti no 1 yakni berolahrga. Bedanya kali ini berolahrga bersama-sama 1300 peserta. Tujuannya untuk amal. Setiap orang yang turut serta akan bernilai sekian Euro yang akan dikumpulkan untuk menolong pengobatan seorang anak. Detail ceritanya klik Jalan Sehat untuk Robin.

    Acara ini berlangsung pada Agustus 2011, sedangkan tahun 2012 hanya suami yang turut serta, karena pada tahun tersebut dua sahabat saya sedang datang ke Jerman, jadi saya ada acara lain dengan kedua sahabat saya 😉 .

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk
    Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi Jalan Sehat tidak becek.

    3. Picknik dan Belajar Bahasa

    Setelah minggu-minggu sebelumnya selalu hujan, akhirnya pada Agustus 2012 kami dari kelas Integrasi bisa juga jalan-jalan ke hutan Vulpius. Di dalam hutan kami latihan untuk ujian akhir, lebih tepatnya melatih kemampuan berbicara. Thanks God kami semua sudah lulus ;).

    “What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.”

    ― Mahatma Gandhi

    Salah satu foto pada tulisan ini, saya ikutsertakan pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde 18 yang diadakan oleh Regy Kurniawan dengan tema HUTAN. (url/blog sudah tidak aktif . soputan.wordpress.com/2013/04/02/turnamen-foto-perjalanan-ronde-18-hutan update 10.01.2017 )

    Jalan-jalan ke Hutan Yuk! :mrgreen:

  • Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman

    Paskah di Jerman. Biasanya Paskah identik dengan musim semi, cuaca cerah dan hangat. Tahun ini luar biasa, di hari paskah (minggu) ternyata salju masih turun, ya tipis sih. Cukup membuat menggigil karena suhu hanya diangka 5-7 derajat C dan anginnya kencang. Mungkin anak-anak tidak ada kegiatan mencari telur dialam deh, karena cuaca tidak bersahabat. Bisa-bisa anak-anak malah sakit.

    Libur paskah di Jerman berlangsung dari tanggal 29 Maret hingga 1 April. Jumatnya adalah hari Jumat Agung di Jerman disebut Karfreitag. Hari minggu & seninnya adalah hari Paskah, kalau minggu disebutnya Ostersonntag dan Seninnya Ostermontag. Hari sabtu 30 Maret tidak termasuk hari libur, namun bagi orang kantoran tentu saja jadi libur panjang dari hari Jumat hingga Senin, hari selasa baru normal kembali. Anak-anak sekolah sudah libur sebelum hari yang saya sebutkan diatas.

    Seperti Natal dan tahun baru, maka hari Paskah juga menjadi salah satu ajang dimana masyarakat menjadi konsumtif. Hadiah-hadiah, coklat, telur-telur hias, bunga-bunga dan 1001 macam lainnya.

    Karena tanggalan merah, jadi supermarket tutup hari Jumat, Minggu dan Senin. Kalau banyak liburnya seperti ini, biasanya masayarakat kalap, seakan-akan supermarket tutup setahun! Semuanya mau dibeli :lol:.

    • Hari Paskah kami berkumpul di rumah mertua. Mama mertuaku mengundang orangtuanya dan dua saudarannya. Jam 6.30 saya sudah sampai rumah mertuaku untuk bantu-bantu masak. Kami mulai masak jam 7.30 baru kelar hampir jam 12.

    Kue-kue di Hari Paskah semuanya bikin sendiri (bukan saya yang bikin :mrgreen: )

    Meja makan mertuaku di Senin Paskah

    Hadiah-hadiah Pasakah yang suami dan saya terima

    • Saya ada kerjaan, cuma tiap dua minggu sekali. Kerja apa Nel? Kerja babu :cool:, bersihkan rumah seorang lansia. Kerja tiga jam, lumayan ada pemasukan buat beli bunga. Di kali kedua bekerja dapat bonus paskah, yang penting isi amplopnya ya hehehe. Lebih dari gaji sehari kerja Puji Tuhan! :D. Lansianya ramah banget, dia tinggal sendiri dan maunya ngobrol melulu. Saya harus pintar-pinter stop obrolan supaya bisa kerja dan selesai tepat waktu. Oh ya rumahnya bersih, heran juga apanya yang saya bersihkan hehehe. Paling saya bersihkan semua ruangan dengan vakum cleaner, eh ya kamar tidur utama tidak perlu dibersihkan. Kata si oma tidak ada yang tidur disana, sipp mengurangi kerjaan.

    Trus ngepel kamar mandi, dapur, dan tangga. Sudah 2 kali selalu selesai setengah jam sebelumnya, si oma bilang udah tulis aja 3 jam kerja, ahh asyiknya ;). Si oma ini tinggal di lantai 1, dilantai dasar ada dua rumah, punya dia juga dikontrakin, tamannya luas. Good newsnya, di dekat pagar ada tanaman bunga Hortensia, sudah jadi pohon tinggi besar. Sudah banyak keluar tunas-tunasnya, akan mulai tumbuh kembali. Kalau sudah rimbun akan di stek dan aku akan dikasih, horeee!! ;).

    • Suami kuliah lagi (kampusnya di Heidelberg), ambil jurusan managemen keperawatan. Mulai 2 April 2013. Moga-moga dia bisa gantikan bos yang pensiun nantinya di kerjaannya *ngarep.com :D. Kuliahnya akan berlangsung selama dua tahun. Kenapa kuliah lagi? Jadi sekarang kan kerjanya keliling-keliling mengunjungi pasien-pasien (lansia) ke rumah-rumah. Sehari bisa dapat 25-30 orang yang harus dikunjungi. Katanya kerjaan perawat sangat menguras tenaga. Nah dengan kuliah lagi, nantinya akan bisa kerja di kantorannya, masih seputar perawat juga tapi lebih ke managemen dan tentunya jabatan juga jadi meningkat.

    Kuliahnya hanya di awal bulan. Hari Senin hingga jumat dari jam 8 hingga jam 5 sore. Jadi seminggu kuliah, hari lainnya bekerja. Hitung-hitung biaya kuliah hingga tamat sekitar 5800 Euro. Nah suamiku baru kasih tahu katanya hari senin dia akan ke Rathaus (semacam kantor walikota) jadi pemerintah ada program kasih bantuan untuk warga negaranya. Biaya pendidikan akan dibantu separuhnya, dan dananya akan dikasih setiap bulan. Puji Tuhan mungkin kita hanya akan keluarkan total sekitar 2500 hingga 3000 Euro saja, lumayan banget kan daripada tidak dapat sama sekali.

    • Dirumah kami air panasnya tidak keluar :(. Mesin pemanasnya rusak. Pemilik kontrakan (tinggal dilantai dasar) minta maaf berkali-kali. Tidak ada air panas mulai hari Jumat 29 Maret. Untungnya kamis malam kami sudah mandi. Menderita kalau cuci piring, airnya sedingin air es. Mau cuci muka juga dinginnn. Pantesan ko telapak tangan dan wajah jadi pecah-pecah, baru nyadar karena airnya super dingin!. Hari sabtu kami mandi di rumah mertua. Minggu merayakan paskah dan nginep di mama mertua jadi mandi disana juga, senin sebelum pulang dari mertua, mandi dulu. Hari selasa kan sudah hari kerja, jadi ya ada tukang yang datang bisa perbaiki mesinnya.

    Baca juga: 10 Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Jerman

  • Mengunjungi Pameran Flora

    Mengunjungi Pameran Flora

    Mengunjungi Pameran Flora. Sahabat blogger, kalian pasti sudah tahu kan ya, kalau saya penggila tanaman, khususnya bunga-bunga. Nah minggu lalu ada pameran Flora dikota tempat tinggal saya, tentu saja tidak akan saya lewatkan acaranya ;). Nama eventnya gartenfestivals, berlangsung dari tanggal 15-17 Maret 2013. Suami dan saya pergi di hari kedua, tadinya mau pergi hari minggu, tapi saya katakan ke suami, kalau ramalan cuaca hari minggu akan hujan. Ah untung saja kami pergi hari sabtu, cuaca sangat cerah, matahari bersinar dengan indahnya, dan hari minggunya hujan!.

    Akhirnya sampai juga ke Lokasi, capee Jalan kaki ke sini. Pintu Masuk ke Pameran Flora. Mengunjungi Pameran Flora
    Akhirnya sampai juga ke Lokasi, capee Jalan kaki ke sini. Pintu Masuk ke Pameran Flora

    Dari rumah, kami jalan kaki ke lokasi, capeee ada kali 45 menitan jalan kesana. Lelahnya hilang begitu sampai didalam gedung pameran. Tiket masuk 7 EUR/orang (sekitar Rp.88.000). Yang bawa mobil, biaya parkirnya 5 EUR, untung saja kami jalan kaki, hemat pengeluaran, uangnya bisa beli bunga ;).

    Hiasan didekat Loket Tiket. Lebih Banyak Bunga Primula. Gartenfestivals 2013
    Tanaman Hias didekat Loket Tiket. Lebih Banyak Bunga Primula. Gartenfestivals 2013

    Apa saja yang di pamerkan di event gartenfestivals?

    • House & Garden Handcrafted

    Jalan-jalan ke pameran semacam ini, bikin lapar mata pengen beli ini itu, sayang harga-harganya tidak bersahabat, lebih mahal dari yang di jual dipasaran. Sewa gedungnya pasti mahal, jadi harga produk-produk yang dijual juga jadi mahal. Jadi kita nikmati saja, tanpa beli macam-macam.

    • Perabotan Rumah

    Macam-macam perabotan rumah tangga di pamerkan di lokasi ini. Suami lebih tertarik perabotan yang dibuat dari kayu. Maklum dulunya dia tukang kayu, jadi nurani pengrajin kayu masih melekat kuat 😎 .

    Pas masuk agak bingung, boleh potret-potret tidak ya. Lihat kanan kiri, kok cuma saya saja yang nenteng kamera. Awalnya ngumpet-ngumpet motretnya, makanya maaf saja kalau ada beberapa foto yang burem, karena cepat-cepat potretnya. Ahh ternyata ada yang motret juga, asyikk lanjutkan!. Masah tiket masuk mahal, tidak ada kenangan-kenangan yang dibawa pulang, iya toh teman-teman 😆 .

    • Aneka ragam jenis Pepohonan

    Pohon-pohon juga banyak yang dipamerkan (dijual) di sini, mulai dari yang imut-imut pendeknya, hingga yang setinggi foto dibawah ini. Harganya ga sanggup deh, ribuan EUR.

    Macam-macam Pohon di Jual juga di Pameran Flora
    Macam-macam Pohon di Jual juga di Pameran Flora
    • Beraneka Ragam Bunga-bunga

    Semuanya bagus-bagus, cantik-cantik. Ditahan-tahan supaya tidak beli yang macam-macam, karena ada yang diincer mau dibeli 😉 .

    • Green House

    Pengen punya green house, seperti gambar dibawah ini. Harganya mulai 2590 EUR, dirupiahkan bisa beli rumah sendiri deh. Untungnya punya suami yang dulunya tukang kayu, jadi nanti kalau kami punya taman, mau dibikinin, asyikk :wink:.

    Contoh Green House
    Contoh Green House
    • Bibit-bibit Bunga

    Yang dijual khusus bibit-bibit bunga musim panas. Saya cari bibit tulip tidak ada. Adanya amarilys, calla, dahlia, gladiol, bunga lili dll. Pokoknya banyak sekali bulb yang dijual disana. Saya tidak beli satupun karena mahal saudara-saudara 🙁 .

    Walaupun tiket masuknya mahal, saya tidak menyesal datang ke pameran ini, karena saya bisa ikut nimbrung ketika seorang ahli bunga anggrek, menjelaskan bagaimana cara merawat bunga Anggrek. Bunga anggrek saya kan belum muncul juga bunganya sampai saat ini. Kini saya tahu sebabnya.

    Menurut si ahli anggrek, akar tanaman anggrek harus kena matahari, jadi ditaruh dalam pot transparant. Tanaman anggrek saya memang sudah saya taruh pot transparant, tapi saya masukkin lagi ke pot dari batu, jadi ya akarnya tidak bisa kena sinar matahari :mrgreen:.

    Stand Bunga Anggrek
    Stand Bunga Anggrek

    Sudah puas mengelilingi semua area pameran, sudah beli barang yang suami dan saya inginkan. Mari kita pulang ;).

    Beli apa ya tuuhhh. Di potret malah merem
    Beli apa ya tuuhhh. Di potret malah merem

    Di pintu keluar masih bisa melihat-lihat patung-patung hiasan untuk taman. Bentuk dan warnanya bagus-bagus. Harganya Mulai 70 an EUR per patung.

    Mau tahu apa yang kami beli dari pameran Flora?

    Unik ya Kotak surat handmade nih
    Unik ya Kotak surat handmade nih. Harganya kalau di rupiahkan hampir 600rb

    Yaaa kotak surat yang unik. Kami sudah ngincer sejak datang, untung belum ada yang beli. Harganya 37 EUR. Ehh bisa-bisanya suamiku nawar, minta kurangin 2 EUR, lumayan dikasih euy!.

    Yang mau melihat pameran Flora tahun lalu di kota lain (Bad Rappenau) klik disini.

    Sahabat blogger weekend lalu kalian kemana? atau apa rencana kalian weekend ini? tidak dirumah saja kan? :D.

     

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Mengenai usim Dingin di Jerman (4)

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4)

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4). Beberapa hari belakang ini saya sering chating dengan teman saya yang baru saja datang ke Eropa. Dia datang untuk menikah dan menetap di luar Indonesia. Teman saya ini datang tanggal 6 atau 7 Maret lalu, dan saat itu cuaca sudah cerah sekali. Suhunya sudah mencapai 19 derajat C.

    Beberapa hari kemudian ternyata salju turun lagi dan temperatur turun drastis. Teman saya ini bisa lihat salju tebal deh 😉 . Berhubung cuacanya dingin kembali, ya kami berbincang-bincang mengenai cuaca dingin. Teman saya bilang dia merasa kedinginan di rumahnya.

    Mengenai usim Dingin di Jerman (4)
    13 Maret 2013 jam 22.20 Oo God minus 4,2 derajat C. Untung Tanamanku sudah dalam rumah (Foto dok. pribadi)

    Saya tanyalah: “.. temperatur ruangnya berapa, pakai baju apa?”

    Dia bilang suhu ruang 20 derajat C. Dia pakai celana jeans, kaos biasa, kaos kaki dan sendal hotel, dan pakai sarung tangan (dalam rumah hihihi).

    Karena saya sudah hampir 2 tahun di Jerman dan sudah 2 kali melewati musim dingin, maka saya sedikit tahulah bagaimana mengatasi rasa dingin. Kalau tubuh kita kedinginan benar-benar tidak enak untuk melakukan aktifitas :?.

    Saran saya untuk teman saya untuk mengatasi dingin:

      • Naikkan temperatur penghangat ruang menjadi 23 derajat C. Temperatur segitu nyaman buat saya. Saya sering loh bolak balik melihat temperatur ruang, kalau suhunya 22 derajat C, mulai deh merasa „ko dingin ya“ lalu cek penghangat ruang apakah berfungsi. Suami dan saya biasanya cek semua pemanas di semua ruangan rumah kita. Kalau suhunya 24 derajat „ko gerah ya“ hehehe tidak ada puasnya :mrgreen:. Pokoknya 23 derajat C nyaman buat saya.
      • Jangan pakai celana jeans karena jeans menyerap dingin (saya pernah baca dimana lupa deh, google beberapa menit tidak ketemu penjelasan ilmiahnya). Pakai celana training kalau tidak ada ya celana bahan.
      • Kaos kaki wol.
      • Sweater dan jaket training.
      • Sendal rumah, kalau ada yang wol ya lebih bagus. Saya sih pakai sendal yang solnya agak tinggi, pemberian mama mertua. Punya sendal wol jarang dipakai, karena terbiasa pakai yang tinggi jadi merasa pendek pas pakai yang ceper. Pernah beli sendal rumah, bahan wol, tapi alasnya biji kapuk, jadi kalau jalan berisik. Suami komplain disuruh beli yang lain hehehe.
      • Makan yang banyak 😐 ; dengan makan maka tubuh kita akan bekerja dan menghasilkan panas.
      • Minum wine. Lebih sering dulu ketika saya baru sampai Jerman. Mau yang langsung ces pleng seglek vodka yang 30% keatas

    😆 .

      • Jangan berjam-jam hanya berkutat didepan komputer. Harus sering bergerak, jalan mondar mandir kelilingi semua ruangan di rumah, ya beraktivitas lah jadi tubuh juga membakar kalori.

    Perlengkapan tempur kalau mau keluar rumah:

    • Pakai long john dulu baru celana bahan.
    • Atasannya bisa 2-3 lapis.
    • Kaos kaki yang wol.
    • Syal, penting dipakai supaya leher tetap hangat.
    • Sepatu yang sesuai.
    • Jaket tebal.
    • Sarung tangan.
    • Penutup kepala, semacam topi tapi dari bahan wol.
    • Pelindung telinga (saya belum punya) belum butuh banget.

     

    Kalau saya, bagian tubuh yang paling tidak tahan dingin, tangan dan leher. Kalau keluar rumah harus pakai syal dan sarung tangan. Pelindung telinga dan penutup kepala tidak terlalu berpengaruh buat saya, jarang pakai.

    Pemanas Ruangan di Jerman

    Ada yang pakai kayu bakar, gas, listrik, minyak dll. Kalau di kontrakan saya gunakan District heating atau teleheating halahh apa pula itu :?:. Singkatnya ya: teleheating atau dalam bahasa Jerman disebut Fernwärme adalah sistem untuk mendistribusikan panas yang dihasilkan di lokasi tertentu (pusat), biasanya untuk kebutuhan pemanasan perumahan dan komersial seperti pemanas ruangan dan pemanas air. Panas diperoleh dari tanaman kogenerasi, pembakaran bahan bakar fosil, pemanasan panas bumi dan matahari juga digunakan, serta tenaga nuklir. Energi panasnya disalurkan melalui pipa-pipa ukuran raksasa ditanam dijalanan. Detailnya silakan disini.

    Video Model Pemanas Ruangan Pakai Minyak

     

    Kata suami, untuk wilayah tempat kami bermukim ini (Sinsheim), energinya diperoleh dari pembakaran sampah. Biaya kontrakan sudah termasuk biaya pemanas ruang, jadi ya kami tidak irit-irit pakainya, pokoknya bikin ruangan sehangat mungkin.

     

    Penggunaan air di Jerman

    Semua keran air dirumah ada pengatur panas dan dinginnya. Jadi kalau mau cuci piring, mandi, mesin cuci semuanya pakai air hangat. Kita tinggal atur mau seberapa panas. Kalau air sudah termasuk biaya kontrakan, jadi bisa agak boros air ya hehehe. Nah listrik harus bayar sendiri, jadi hemat penggunaannya.

    Pakai mesin cuci, jangan lupa atur air panasnya, tergantung bahan baju yang mau dicuci. Jangan bahan wol dicuci dengan suhu tinggi, bias-bisa celana panjang yang dimasukin keluarnya celana pendek :p . Kalau saya biasanya gunakan 30-40 derajat C.

    Demikianlah cerita saya Mengenai usim Dingin di Jerman (4). Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga:

  • Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3 – Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman

    Musim Dingin di Jerman Bagian 3. Tiga hari lagi masuk bulan Maret, berarti masuk musim semi. Namun nampaknya musim dingin belum mau beranjak dari negara ini. Kemarin salju turun kembali. Daripada berkeluh kesah karena rasa dingin, lebih baik menikmati saat-saat terakhir salju sebelum masuk musim semi 😉 . Update 10.01.2023 tulisan ini sudah 10 tahun, gara-gara tulisan ini saya dapat berbagai email menanyakan mengenai peluang kerja Farmasi di Jerman, makanya judulnya saya edit tambah “Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman“. Fyi saya belum kerja di bidang farmasi sampai awal 2023 ini haha duuh susah ah bidang tersebut, namun saya sedang di ambang kebimbangan apakah tahun depan mau ambil ausbildung PTA (Farmasi) atau sekolah tukang kebun gärtner sesuai hobi yang saya sukai dan saya sudah kerja di bidang berkebun dari tahun 2019, kerja sebagai hobi saja.


    Kemarin saya ada janji bertemu seorang ibu, namanya ibu Maryam di Mannheim. Saya ingin konsultasi mengenai bagaimana ijasah universitas saya dari Indonesia bisa diakui di Jerman.

    Tulisan Terkini

    Untuk dapat tanggal bertemu harus menunggu satu bulan, mungkin banyak yang mau melakukan hal yang sama seperti saya. Saya pergi bersama suami, suamiku khusus cuti untuk hal ini.

     

    Kami tinggal di wilayah Baden-Würrtemberg, dan ada dua lokasi dimana kita bisa konsultasi mengenai pengakuan ijasah (Anerkennung). Satu lokasi di Mannheim dan satu lagi di Stuttgart. Saya tinggal di Sinsheim, maka Mannheim menjadi pilihan kami karena lebih dekat, hanya 30 menit naik mobil.

    Salju mulai mencair, membuat jalanan menjadi licin, suami harus menyetir dengan hati-hati. Oh ya jalan tol di Jerman gratis loh. Jalan tol di Jerman ada yang 4 jalur. Paling kiri buat yang mau ngebuttt, paling kanan buat yang kendaraannya bermasalah, mogok misalnya. Di Jerman truk-truk bisa menggunakan jalur seperti mobil pada umumnya, kecuali jalur paling kiri. Batas truk boleh melaju adalah 80 km/jam. Khusus hari minggu truk tidak boleh masuk jalan tol. Kadang kami agak kesal kalau didepan kami pas ada truk besar, berarti kami harus mendahuluinya atau mengikuti kecepatan seperti truk.

     

    Di Jerman kalau ada janji HARUS tepat waktu!. Tidak boleh datang terlalu awal, tidak boleh juga telat. Berbekal informasi dari GPS, jarak ke Mannheim bisa ditempuh dalam waktu setengah jam, maka kami agak nyantai ketika pergi, padahal ketika di jalan ada saja hambatan, agak tersendat, harus mengurangi batas kecepatan karena jalanan yang licin, karena truk yang melaju di depan kami, kami salah putar masuk ke klinik, kena lampu merah dsb. Ibu yang mau ditemui, telpnya tidak diangkat. Mobil sudah diparkir, maka kami berjalan sedikit ke gedungnya. Salju menerpa wajah saya, membuat pandangan sedikit terhambat. Napas tersengal-senggal, sayapun jalan diseret-seret suami supaya bisa cepat :P.

    Si ibu memberikan dua lembar formulir yang harus saya isi. Kemudian beliau menanyakan banyak hal, mulai biodata, latar belakang pendidikan saya dsb. Ibu Maryam memasukkan biodata saya langsung ke komputer dia.

    Setiap 10 menit telp si ibu berbunyi, agak menggangu proses wawancara sih, namun bagaimana juga, mungkin ibu ini bekerja sendiri, jadi dia harus menjawab telp dari orang-orang yang mempunyai kepentingan dengannya.

    Pas selesai wawancara, suamiku memujiku “bisa juga kau jawab semua pertanyaan dan berkomunikasi dengan si ibu tadi“. “Aku kan sudah lulus B1 gitu lohhh” sahutku 😀 .

    Si ibu yang wawancara bilang saya harus ambil kursus bahasa Jerman hingga C2 (tingkat paling tinggi). Baru bisa menentukan lebih lanjut, mau kuliah lagi atau bekerja.

    Fyi, di Jerman bekerja harus sesuai bidang kamu kuliah. Kalau backgorund Farmasi seperti saya ya harus cari kerja bidang Farmasi. Kalau mau pindah haluan bidang pekerjaan, berarti harus kuliah lagi dari awal. Saya memang sudah mendapat gelar sarjana Farmasi dari Indonesia, namun saya belum ambil apoteker. Sarjana Farmasi yang berminat menjadi apoteker ya harus kuliah lagi 1-2 tahun. Karena saya merasa otak saya tidak mampu mencapai gelar apoteker, maka saya tidak ambil profesi tersebut. Sumpah Farmasi susahh!! Salah jurusan deh, masuk bisa, keluar (lulus) nya setengah mati.

    Di Indonesia, tanpa gelar apoteker kita tetap bisa bekerja toh. Gelar Apoteker diperlukan kalau kita mau jadi penanggung jawab apotek misalnya. Nah ternyata di Jerman, Farmasi = Apoteker. Jadi kalau kamu tidak punya gelar apoteker ya bukan Farmasi!.

    Pengalaman saya juga hanya seminggu bekerja di apotek. Pas wawancara ditanya kenapa pindah ? karena saya menemukan bidang lain yang saya sukai dan gajinyapun sama. Hari sabtu dan minggu libur. Sedangkan kerja di apotek, sabtu dan minggu masuk, kadang kerja shift hingga tengah malam.

    Jadi pengalaman saya sebagai Farmasi masih “nol”. Pas si ibu keluar saya bilang ke suami, “duuhh kalau harus kuliah lagi untuk ambil apoteker, berapa tahun ?, ga sanggup ahh, di Indonesia aja empot-empotan, apalagi disini dengan bahasa Jerman“.

    Saya bilang ke ibu Maryam, saya ingin bekerja di pabrik Farmasi dulu deh, lah si ibu malah heran, dan bilang ko dengan ijasah setinggi saya malah mau kerja di pabrik. “Tidak banyak bicara dong, bagaimana mau latihan bahasa Jermannya kalau hanya kerja dengan mesin“. “Saya nyengir, emang itu mau saya, awal saja ko buuu“.

    Saya malah diceramahin, harus sabar, tekun belajar dulu hingga kursus C2, bisa juga sekalian tanya-tanya ke Fakultas Farmasi di Heidelberg untuk ambil apotekernya. Kalau ijasah sudah diakui dan dapat kerja, tinggal terima dollar berlimpah hahahah kami bertiga ketawa diruangan tersebut.

    Ibu Maryam menjelaskan panduan untuk proses pengakuan ijasah (Anerkennung), suamiku mencatat website untuk proses pendaftarannya dan nantinya kami bisa print out formulirnnya lalu kirim fotokopi ijasahku melalui pos.

    Oh ya karena saya belum ambil apoteker, suamiku menanyakan kemungkinan saya bisa bekerja sebagai asisten apoteker, disini istilahnya Pharmazeutisch-technische/r Assistent/in.

    Selesai sudah proses wawancaranya. Saya akan mengerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu, yang bisa ya kerjakan, yakni melanjutkan kursus ke tingkat B2. Selanjutnya lihat saja nanti 😉 .

    Foto-foto di Mannheim

     

    Mannheim adalah kota terbesar ke-2 di Baden-Württemberg, Jerman dengan penduduk sebesar 311.342 jiwa.

    Mannheim agak berbeda dibandingkan kota-kota lain di Jerman karena daerah tengahnya berpola kisi-kisi (disebut Quadrate, persegi), mirip dengan kota-kota di Amerika Utara. Karena itulah, nama julukannya adalah Quadratestadt (bahasa Indonesia: kota persegi). Jalur utama yang melewati persegi itu akan membawa ke sejumlah istana peninggalan abad ke-18. Bekas kedudukan Elektorat Pfalz sekarang menjadi Universitas Mannheim.

    Lambang Mannheim adalah der Wasserturm (menara air), terletak di timur pusat kota. Sumber wikipedia

    Video Salju Menjelang Musim Semi di Jerman 25 & 26 Feb.

     

    Foto-foto hari ini 26 Februari 2013

     

    Website penting Anerkennung in Deutschland :
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de
    http://www.anerkennung-in-deutschland.de/html/en/61.php
    www.netzwerk-iq-bw.de
    Ikubiz – Interkulturelles Bildungszentrum Mannheim gGmbH
    Maryam Shariat-Razavi
    Lortzingstr. 3
    68169 Mannheim
    Telp : 0621 156 7373

     

    Baca juga:
    Musim dingin di Jerman (Bagian 2)
    Musim dingin di Jerman

  • Aturan Internetan di Jerman

    Aturan Internetan di Jerman

    Aturan Internetan di Jerman. Pernahkah kamu berurusan dengan hukum atau dengan polisi? Deg-deg an kah? Nah kalau berurusan dengan polisinya melalui dunia maya bagaimana?.

    Begini ceritanya tiga hari lalu tanggal 7 Februari 2013, saya sedang asyik internetan seperti biasa saya lakukan setiap hari. Browsing sana sini, baca berita sana sini, blog walking sana sini. Kemudian ada satu situs saya lupa namanya, ada pop up menanyakan “buka halaman ini?” iya dong mau baca!. Loading beberapa menit, saya pindah ke halaman lain.

    Kalau saya internetan biasanya sering ditinggal-tinggal, sambil melakukan aktivitas lainnya, misalnya didapur beresin piring kotor, lalu keluar rumah cek kotak pos, cek bunga dan tanaman-tanaman saya, jemurin cucian dll. Begitu kembali ke depan komputer betapa terkejutnya saya melihat ada surat muncul memenuhi layar monitor, tidak bisa di utak atik.

    Oh Tuhan surat dari Bundespolizei (kantor polisi)? what harus bayar denda 100 Euro. Mampus deh diomelin suami nih. Saya baca suratnya dengan teliti kata perkata (emang ngerti Nel? Hehehe). „Anda melakukan tindak kejahatan atau pornografi atau mendownload software, musik, film secara ilegal atau melakukan tindakan scam“.

    Tulisan Terkini

    Dijabarin hukumannya berapa tahun di penjara. Saya membaca dengan jantung berdegup kencang. Minta tolong siapa nih, bertanya pada siapa nih, suami lagi kerja baru balik jam 10 malam. Telp dia atau tidak? Ahh ntar malah bikin repot dia sedang bertugas.

    Saya teringat dengan cerita guru les saya. Beliau menceritakan anaknya pernah mendapatkan surat denda karena mendownload film secara illegal dari internet. Uang dendanya bisa dipakai untuk pergi ke bioskop setiap hari selama setahun. Ya pasti besar sekali lah nilainya. Jadi mereka pergi ke pengacara keluarga untuk minta bantuan. Si anak bilang sih belum sempat nonton filmnya. Sudah atau belum kan tetap sama sudah mendownload toh!. Singkat cerita minta maaf lah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, jadi bebas denda deh.

    Sambil berpikir keras saya melakukan aktivitas lainnya. Ko salahnya saya banyak ATAU nya ya?, biasanya kalau berurusan dengan polisi langsung dikasih tahu Anda melakukan kejahatan pencurian misalnya. Di surat yang terpampang dijelaskan, dendanya bisa ditebus dengan membeli voucher di supermarket tertentu. Nanti kodenya dimasukkan ke kolom yang terdapat dilayar computer kita, diberikan waktu 1-72 jam, setelahnya komputer bisa digunakan kembali.

    Untungnya otak saya masih bisa berpikir “ah bertanya sama mr. google saja!”. Lalu saya masuk dari account suami (untungnya bisa!) dan coba mencari bantuan dari google kemudian pindah ke youtube saya masukkan kata kunci gesellschaft zur verfügung von urheberrechtsverletzungen.

    Bagaimana bisa kepikiran kata kunci tersebut? Kalimat tersebut ada dibagian paling atas dibawah logo suratnya. Sebenarnya saya juga bingung mau cari dengan kata kunci apa. Kalimat tersebut yang saya gunakan pertama kali. gesellschaft zur verfügung von urheberrechtsverletzungen dalam bahasa Indonesia artinya pelanggaran hak cipta.

    Ternyata topiknya masih segar dan banyak tanya jawab di beberapa video yang diunggah di yotube. Singkat cerita saudara-saudara. Ternyata komputer (account) saya kena virus trojan, namanya GVU virus. Langsung saya bisa bernafas lega, ternyata bukan ditangkap polisi yaa :D.

    Begitu suami pulang, langsung saya ceritakan, kalau saya dapat surat dari polisi tapi di komputer, eh dia tenang-tenang saja dan menjawab singkat ah virus itu!.

    Di Jerman, hak cipta sangat dilindungi, JANGAN coba-coba mendownload software-software bajakan alias gratisan dari internet, jangan mendownload film, musik atau apapun bentuknya secara illegal (gratisan). Kamu bisa berurusan dengan hukum!. Semua sudah saya patuhi pak Jenderal! 😉 .

    *komentar dari Nisa : “Ada temannya didatangi polisi dan membawa surat bukti telah mendonlod 2 buah film, denda 3000 Euro”. Terima kasih ya Nis, semoga yang di Jerman dan kebetulan membaca tulisannya ini tidak asal mendownload sembarangan.

    Hati-hati Jangan Melakukan Hal Ilegal Melalui Internet
    Hati-hati Jangan Melakukan Hal Ilegal Melalui Internet

    Yang saya lakukan kalau lagi pengen mp3 lagu baru, saya email adik saya di Indonesia dan minta kirim filenya via email. Saya tidak mendownload dari situs tertentu toh? *ngeles ala saya hehehe.

    Berhubung hak cipta sangat dilindungi, maka di Jerman seringkali saya tidak bisa melihat film atau lagu-lagu di youtube secara bebas. Akan muncul peringatan “Berkaitan hak cipta …” seperti gambar dibawah ini.

    Makanya kalau sahabat blogger menyertakan video atau lagu dari yotube, biasanya saya akan taruhan dengan diri sendiri, ..“pasti tidak bisa di buka”! :P.

    Balik ke soal virus, kalau kamu tinggal di Jerman dan mengalami hal sama, kena trojan GVU, segera bertanya ke ahlinya, yang mengerti komputer, atau silakan mencari tahu di youtube dengan kata kunci gesellschaft zur verfügung von urheberrechtsverletzungen. Di youtube diberitahukan cara memberantas virusnya.

    Ini kali ketiga account komputer saya terkena virus. Yang pertama semua folder saya hilang, isinya draft blog, foto-foto dan berbagai file. Saya diharuskan membeli suatu software, baru file saya akan dikembalikan. Untungnya saya ada back-up nya di eksternal hard disk, walaupun tidak lengkap. Draft blogpun tidak semuanya di eksternal blog, mau copy dari blog masih malas. Kedua kali terserang virus, Thanks God data-data tidak ada yang hilang. Ketiga kalinya ya dapat surat cinta dari polisi Jerman ini :D.

    Akhirnya komputer dipasang antivirus Kaspersky. Account saya dibuat pengaman untuk anak-anak, jadi saya tidak bebas untuk browsing dong!!! huahuhuhu. Saya paling lapor suami, “..bukain dong alamat ini, blog temanku ko, trus ini dan ini juga ini..” Namanya pengamanan seperti untuk anak yang bisa dibuka juga jadi terbatas :(. Terkadang anti virus dodol juga tidak bisa mengenali website yang baik ya?.

     

    Saya penasaran, ko orang bisa iseng ya menciptakan virus di komputer (internet) apa untungnya?, apa mungkin virus sengaja diciptakan oleh pembuat anti virus, supaya softawarenya laku terjual?? Yang ahli per-virusan tolong jawabanyan dong :).

    Walau beberapa kali terserang virus, saya tidak patah semangat untuk nge-blog! Sudah tidak sabar ceritain lagi bunga-bunga tulipku yang mulai bermekaran. Oh ya per hari ini PR blogku naik kelas. Cihuuyy sekarang kelas 2.

    Cihuuyyy PR Rank Blogku Naik Ke kelas Dua
    Cihuuyyy Page Rank Blogku Naik Ke kelas Dua

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!