Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot

loading...

Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot. Sahabat blogger “.. sebelum kalian tinggal dirumah saat ini, sudah berapa kali pindah-pindah rumah atau kontrakan.?.” Kalau saya baru 1,5 tahun jauh dari tanah air sudah tiga kali mengalami pindahan rumah alias kontrakan. Cuma bisa bilang satu kata “capee deh!”.

Pertama: cape bungkusin barang-barang, peralatan rumah tangga, baju-baju dan semua isi rumah. Apalagi kalau sedang ga mood, mau nyuruh siapa coba? Kalau di Indonesia mungkin masih bisa suruh prt yang kerjain.

Kedua: cape bukain semua barang-barang alias beresinnya ke rumah baru, dan semuanya cuma suami dan saya yang harus mengerjakannya.

Ketiga: kadang sebel kalau suami lagi ga mood beberes, dia asyik main game di pc, saya juga lama-lama enek deh buat beres-beres sendirian, jadi kalau emosi sudah memuncak, saya kasih kerjaan buat suami :D, misal minta dibikinin gantungan buat foto-foto, bikin gantungan hordeng, bor sana sini, pasang bohlam-bohlam lampu, benerin tempat tidur, bilang taruh barang-barang tidak terpakai ke loteng rumah dan lain-lainnya.

Kalau rasa bosan sedang tinggi, saya biarkan saja semua, paling kalau butuh sesuatu pusing bongkar-bongkarnya di kardus. Akhirnya setelah tiga minggu baru semuanya beres Gott sei Dank! (Thanks God).

Inilah Rumah Kontrakan Pertama di Zweisimmen, Swiss. Lantai 1 yang Jendelannya Cat Hijau. Pemilik Rumahnya Tinggal di Lantai Dasar. Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot
Inilah Rumah Kontrakan Pertama di Zweisimmen, Swiss. Lantai 1 yang Jendelannya Cat Hijau. Pemilik Rumahnya Tinggal di Lantai Dasar

Sebenarnya suami dan saya juga ga mau dong sering-sering pindah, namun keadaan yang memaksa. Pertama kali pindahan adalah dari Swiss ke Jerman (rumah mertua). Pindah karena menurut suami tercinta (Frank), Swiss terlalu dingin buat saya, dan rumah kami saat itu diatas pegunungan, alasan kedua katanya Zweisimmen daerah tempat kami saat itu terlalu sepi, kuatir nantinya saya bosan. Jadi setelah pernikahan catatan sipil kami pindah ke Jerman.

Pemandangan Depan Rumah Kami di Swiss. Sebelah Kiri Ketika Musim Dingin Januari 2011, Sebelah Kanan Ketika Musim Panas Juni 2011
Pemandangan Depan Rumah Kami di Swiss. Sebelah Kiri Ketika Musim Dingin Januari 2011, Sebelah Kanan Ketika Musim Panas Juni 2011

Padahal saya suka loh tinggal di Swiss, depan rumah kami pengunungan, kalau pas winter pemandangannya seperti cerita dongeng yang saya sering baca ketika kecil. Pegunungannya diselimuti salju, lalu lewatlah kereta api yang menembus pengunungan, kereta hilang dari pandangan eiitss tunggu sebentar kemudian muncul kembali dari balik gunung. Kapan-kapan saya akan cerita tentang Zweisimmen berikut foto-fotonya ;-).

Pemandagan Pegunungan es di Swiss
Sebenarnya Saya Suka loh Tinggal di Pegunungan es Seperti ini

Frank sebelumnya tinggal selama 5 tahun di Swiss, dia bekerja di rumah sakit yang khusus menangani orang-orang lanjut usia. Oh ya waktu mau pindahan, kami harus bersihkan rumah kontrakan sampai 3 kali. Pemilik rumah belum puas sebelum melihat semuanya kinclong, padahal rumahnya sudah ditinggali Frank 5 tahun masah iya ga boleh keraknya sedikitpun?.

Waktu pindah dari Swiss, kami sewa truk besar dari Jerman. Frank yang nyetir karena dulu ketika dinas militer dia pernah nyupir truk jadi punya pengalaman, dan irit biaya supir deh. Untuk proses pindahan kami dibantu adik ipar dan seorang teman. Karena tinggal di lantai satu, dan pintu utama tidak muat untuk mengeluarkan perabotan besar seperti lemari dan sofa, maka kami mengeluarkannya dari pintu dapur menggunakan alat berat milik yang punya kontrakan. Di Jerman kami sewa satu gudang (kontainer) untuk menyimpan barang-barang sampai kami menemukan kontrakan.

Pindahan Rumah dari Swiss ke Jerman. 26.07.2011
Pindahan Rumah dari Swiss ke Jerman. 26.07.2011

Kedua: Pindahan dari rumah mertua ke rumah kontakan di Bad Rappenau. Kontrakan kami ini luasnya 60 M2, ada dapur, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, gudang bawah tanah, ada tamannya walaupun kecil saya bisa leluasa bereksperimen dengan berbagai macam tanaman, oh ya rumah ini ada garasinya.

Kontrakan Kedua. Kami Tinggal di Lantai Dasar
Kontrakan Kedua. Kami Tinggal di Lantai Dasar. Bad Rappenau, Jerman

Di Bad Rappenau inilah saya bertemu pertama kali dengan teman Indonesia, yakni Eka & Ni Luh. Saya sudah senang tinggal di Bad Rappenau karena saya sudah punya teman Indonesia, sudah hapal jalan-jalan disana, sudah hapal lokasi atau toko-toko yang bisa saya kunjungi setelah kursus bahasa Jerman (kursus Integrasi), pokoknya sudah banyak kenangan indah disana.

Taman Kecilku di Rumah Jerman
Taman Kecilku di Rumah Bad Rappenau 2011- Okt 2012

Tiba saatnya, kami harus pindah karena yang punya rumah ingin menjual rumahnya. Di Bad Rappenau kami tinggal selama setahun sebulan, dari 1 oktober 2011 hingga 1 November 2012.

Ketiga: Pindahan dari Bad Rappenau ke Sinsheim. Suami dan saya mulai membawa barang-barang kami ke kontrakan baru pada 1 November, tanggal 2 sudah tidur di rumah baru. Tanggal 4, hari minggu kami janjian dengan pemilik kontrakan rumah lama. Rumah tersebut sudah kami dibersihkan, pemilik kontrakan mengecek apakah ada kerusakan. Setelah semuanya beres, serah terima kunci.

Kami pindahan menggunakan „Jasa Pindahan Voko Trans“. Kami sewa tiga orang pekerja dan truknya. Truk sudah ada supirnya, yakni pekerja buat pindahannya. 3 orang pekerja biayanya 109 Euro per jam, kami gunakan selama 4 jam, harga belum termasuk pajak. Sewa truk biayanya 149 Euro tidak dihitung jamnya. Total biaya yang kami bayarkan 696, 15 Euro, kami juga berikan tip diluar harga tersebut.

Barang-barang dari Bad Rappenau beres semua masuk truk dalam waktu 2 jam. Harus cepat dong, karena biayanya per jam!. Hari-hari sebelumnya, pakaian dan perabotan dapur sudah suami dan saya masukkan ke dalam kardus-kardus, jadi jasa pindahan yang kami sewa tinggal angkut kedalam truk dan melakukan hal-hal kecil lainnya.

Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik
Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik

Di Sinsheim barang-barang selesai dikeluarkan dan beres dalam waktu 1,5 jam lebih sedikit, ya total semuanya dari Bad Rappenau dan Sinsheim jadi 4 jam. Pekerjaannya bagus dan profesional ko. Barang elektronik seperti TV, Keyboard dll dibungkus rapih dengan plastik benjol-benjol apa tuh namanya? :D. Sofa, tempat tidur, lemari, rak yang kayu di bungkus plastik tersebut juga. Plastiknya sudah termasuk biaya sewa.

Seperti Kapal Pecah. Tolonggg Butuh Bantuan Beresin Barang-Barang
Seperti Kapal Pecah. Tolonggg Butuh Bantuan Beresin Barang-Barang

Kata suami tercinta, yang kerja di bidang pindahan ini bisa cepat langsing loh! Dulu Frank pernah kerja begituan, berat badan turun 10 kg dalam waktu singkat, soalnya kerjaannya berat dan sangat melelahkan.

Rumah (kontrakan) di Sinsheim lebih luas dari yang di Bad Rappnenau. Ukuran 90 M2, kami tinggal di lantai 1 (diatap!) dalam bahasa Jerman istilahnya Dachwohnung :D, pemilik kontrakannya di lantai dasar. Kontrakan baru kami ini ada kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar tamu, dua balkon, gudang kecil di samping kamar mandi, dan gudang kecil di atap rumah.

Selamat Datang di Rumah Baru kami di Sinsheim. Masih ada dua kardus yang harus diberesin
Selamat Datang di Rumah Baru kami di Sinsheim. Masih ada dua kardus yang harus diberesin

Kontrakan baru ini, tidak ada garasinya, jadi mobil kami parkir di tepi jalan, tidak ada tamannya hiks. Berita bagusnya, pemilik kontrakan bilang tetangga sebelah tanahnya luas, boleh dipakai bercocok tanam, asyik buat tahun depan mulai nanam-namam lagi di musim semi ;-).

Beginilah dalam rumah kami, setelah dirapihkan :

Setelah Masuk Rumah mau ke ruang mana dulu yaa
Setelah Masuk Rumah mau ke ruang mana dulu yaa
Kamar mandi di Jerman
Kamar Mandi. Sebagian Besar Rumah-rumah di Jerman ada Bath up nya, Penasaran dipakai ga ya atau jadi pajangan saja

Kamar mandi di Jerman adalah kamar mandi kering. Kalau mau mandi ada tempatnya khusus, lihat foto pojok kanan bawah, disini semua gunakan shower. Jadi waktu oragtua dan adik saya datang April lalu, saya ngomel kalau kamar mandi becek pokoknya lantai harus kering! :D.

Ruang Tamu di Jerman. Dachwohnung
Ruang Tamu

Dapur impian kami berdua, masih tetap seperti yang kami lihat di Heilbronn klik disini

dachwohnung. Rumah di Jerman
Sebelah Kanan Kamar Tidur Utama. Sebelah kiri Kamar Tamu

Saya tidak suka bantal kepala buatan Jerman, terlalu empuk, isinya bulu angsa semua, pantas saja mahal sekali. Saya suka bantal kepala yang keras. Karena berbeda selera makanya sarung bantal juga jadi beda-beda karena beda ukuran bantalnya. Batal guling beli dan bawa dari Jakarta, tetap tidak bisa tidur tanpa yang satu ini ;-).

Balkonnya ada dua. Foto Atas adalah Balkon depan, lebih luas. Foto Bawah adalah Balkon belakang ukurannya lebih kecil
Balkonnya ada dua. Foto Atas adalah Balkon depan, lebih luas. Foto Bawah adalah Balkon belakang ukurannya lebih kecil
Gudang Kecil, disamping Kamar Mandi
Gudang Kecil, disamping Kamar Mandi

Kalau masuk gudang ini tidak bisa tegak, harus bungkuk, cape deh.

Gudang di atap Rumah
Gudang di atap Rumah

 

Kalau ke gudang diatas, biar suami saja.

Video rumahku durasi 4:45 menit
*maaf kalau gelap, ga ngerti bikin terang video :D.

 

Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

62 thoughts on “Kontrakan Baru, Suasana Baru plus Repot

  • January 30, 2017 at 12:29 am
    Permalink

    Ketemu postingan ini jadinya kepengen komen deh,klo disini orang pindahan ya pindahan aja ka..rumahku kadang klo ada yg pindah ya ditinggalin dgn amburadul tambah hancur deh klo dikontrakin,tapi aku baca postingan ini malah sebaliknya ya klo org sdh habis kontrakannya harus bersih gak ada lecet klo mau ditinggalin.. Wah itu baru bener ya ka..hehehehe jadi curhat neh..

    • January 30, 2017 at 1:56 pm
      Permalink

      Hai Ulfa, sebaiknya di surat perjanjian kontrak rumah dibikin aturannya, spt saat rumah ditinggalkan harus dalam keadaan rapih (bersih) seperti semula, pemilik kontrakan dan yg ngontrak akan ngecek bersama keadaan rumah sblm yg kontrak balikin kunci. Nah klo di Jerman ada uang jaminannya yg disimpan pemilik kontrakan sampai si pengontrak selesai ngontrak. Uang deposit tsb minimal 1,5x uang kontrak, malah ada yg sampai 2x lipatnya, tujuannya klo misal rumah ada kerusakan saat ditinggalkan, maka uang tsb akan dipotong dulu baru dibalikin ke si pengontrak. Klo misal pemilik kontrakan puas lihat keadaan rumah di hari terakhir ya semua uang depositnya ditransfer balik si pemilik kontrakan. Dirumah sebelum yg kutempati skrg ini uang deposit dibalikin 100% 🙂 .

      • January 30, 2017 at 2:02 pm
        Permalink

        Wah susah ka klo di indo kayanya,malah rumah klo dikontrakin yg ada tambah hancur,hehehe

  • March 17, 2013 at 7:32 pm
    Permalink

    aku pengen banget punya balkon, rumah sekarang masih satu kamarnya, kecil pula, jadi mau kemana- mana liat suami lagi, suami lagi :p
    Ini rumah yg di video asik bangeeet, tapi kaya’nya enak yang di pegunungan yg di Swiss itu deh, kalo pas salju bisa prosotan sepuasnya 🙂

    • March 17, 2013 at 8:16 pm
      Permalink

      Aku malah pengen punya taman seperti kontrakan sebelumnya, kalau yang sekarang ada 2 balkonnya, ya nanam2 di pot semua deh :D.
      Di Swiss enak tapi ga tahan dinginnya, trus kemana-mana jauh, maklum rumahnya di gunung hehehe.

      • March 17, 2013 at 8:49 pm
        Permalink

        enak tapi ngeri juga yah kalo jauh dari tetangga ya kl yg di pegunungan itu

  • March 12, 2013 at 5:07 pm
    Permalink

    Aku dulu pernah ke Swis dan aku suka banget! Pemandangan plus udaranya yang segar banget.

    Aku paling demen sama rumah luar negri apalagi rumah di Eropa. Ntah kenapa rasanya cozy banget. Hangat gitu. Apa karena ada heater ya? :p hehe
    Aku memang masih bermimpi untuk bisa ngelanjutin S2 di luar biar bisa ngerasain tinggal di negara bule hehe

    • March 12, 2013 at 5:19 pm
      Permalink

      Kalau winter ya pemanas ruang di nyalain, kalau musim panas di matikan. Rumah-rumah di Eropa di rancang untuk ramah tiap musim.
      Musim panas tidak terlalu panas, musim dingin didalam rumah bisa tetap hangat dan panasnya tidak keluar, tapi tetap dalam rumah, jadi tidak buang2 energi.
      Semoga tercapai cita-cita S2 Aiko ;).

      • March 12, 2013 at 5:47 pm
        Permalink

        Wah aku baru ngeh juga nih! Makasi mbak hehe

        Kapan2 kalo aku kesana boleh dong mampir-mampir hehe

    • February 2, 2013 at 10:45 am
      Permalink

      Iyaaa saya juga sukaa, pengen suatu hari tinggal disana lagi :D.

  • December 17, 2012 at 2:24 pm
    Permalink

    Pindah rumah berarti tetangga baru. Pake acara house warming ga?

  • December 11, 2012 at 3:39 am
    Permalink

    pindahan memang teramat sangat repot …
    foto2nya bagus. suka dengan pemandangan yang Swiss itu ..

  • December 10, 2012 at 12:31 pm
    Permalink

    hebat banget dah si kakak, udah 3 kali pindahan rumah euy 😀 btw, itu yang punya kontrakan koq hebat banget yah minta ngebersihin rumah yang akan ditinggalkan sampai 3 kali.. gilee.. padahal kan kontrakannya dibayar tuh.. makjang.. anyho, selamat menempati rumah yg baru ya kak, selamat menyambut natal juga.

    • December 10, 2012 at 6:03 pm
      Permalink

      Iya Mess, disini kalau sudah mau pindahan kontrakan rumahnya harus dibersihkan :D.

      • January 31, 2013 at 12:55 pm
        Permalink

        Waduh….sampai harus sampai bersih ya…., kalau disini rumah dikontrakkan pasti habis kontrak pada kotor dan rusak disana-sini 😀

        • January 31, 2013 at 8:51 pm
          Permalink

          Hai Budi, kalau mau putus kontraknya, kontrakannya harus dibersihkan dulu, lalu ketika serah terima kunic dengan pemilik, mereka cek apa ada kerusakan, kalau ada ya harus mengganti biaya perbaikannya.

          • January 31, 2013 at 11:55 pm
            Permalink

            Iya …harusnya begitu, pengalaman saya mengontarkkan rumah selalu saja keluar biaya perbaikan….mungkin kedepannya harus ada perjanjian dulu 🙂

          • February 1, 2013 at 12:45 pm
            Permalink

            Disini perjanjiannya jelas sekali tertera di surat kontraknya, jadi kalau ada yang rusak setelah pengontrak keluar harus mengganti sejumlah biaya.

  • December 10, 2012 at 1:49 am
    Permalink

    Ciri khas : banyak tanaman bunga di mana-mana. Termasuk di kamar tidur sekalipun…wowww…keren deh. Selamat menikmati hari-hari indah di negeri dongeng Mbak Nel…:D

  • December 7, 2012 at 2:43 pm
    Permalink

    ga enak emang mba kl pindah abis itu beresinnya sendirian. hehe.. dr dl c msh kecil pndh hmpr 4x smp sblm nikah dan 2x stlh mnikah(1x tuk pindah krmh sndiri, 1x pndh ke jerman tuk smntr) .. hehe, malesnya brs2 apalg ank2 msh kecil2.. qiqi. ga ada yg bantuin, yg ada malah dberantakin lg. hehe..

    pmandangan rmh yg di Swiss keren ya mba.. andai ttp bs dsitu utk musim summer aja, pasti enak yak.. qiqi. kl tuk rmh yg skrg lucu jg y. krn diatap gt. tp ttp suka mba. jd ada inspirasi tuk mnghias rmh sewaan yg skrg dtempatin nih. hehe..

    oia mba, kl pindahan pke jasa apa di jerman & itu byrnya brp? semua yg rapihin mskkin ke box dan plastikin dr mrk jg kan?.. buat jaga2 mba, kl pindahan lg… sapa tau nti bs punya rumah dsini jg kyk mba dan suami ntinya.. aamiin 🙂

    • December 7, 2012 at 8:31 pm
      Permalink

      Hai mbak ..? saya pakai jasa pindahan Voko Trans,
      alamatnya Speyerer Straße 9. 69115 Heidelberg
      Telefon: 06221 / 181021
      Fax: 06221 / 181022
      Email: info(at)vokotrans(dot)de
      lihat websitenya juga mbak : http://www.vokotrans.de

      Kalau perabotan dapur & baju2 sdh suami dan saya masukin ke kardus2, jd pas org pindahan dtg tinggal angkut ke truk, soalnya bayarnya per jam, kalau dikerjain mereka bisa tambah mahal biayanya. Tempat tidur sdh kami bongkar pas hari H. Sofa, lemari, tempat tidur dan perabotan dari kayu di bungkus plastik oleh jasa pindahannya, jadi aman gak ke gores2, plastiknya sdh termasuk biaya sewanya.
      servicenya bagus ko :).

  • December 6, 2012 at 5:10 am
    Permalink

    Huaaaa…pemandangan yang di Swiss itu dongeng banget, Mbak. Suka!

    Pindah-pindah kontrakan juga pernah aku alamin kok Mbak dari kecil. Capek sich tapi ya namanya hidup, pasti berproses, salah satunya berpindah tempat. *sok bijak* hehehe…

    • December 6, 2012 at 9:15 am
      Permalink

      Hai Ladeva, sama saya juga sukaaa pemandangan di Swiss :D.
      Terima kasih buat kata bijakmu, benar sih proses hidup :).

  • December 4, 2012 at 9:41 pm
    Permalink

    nelen ludah ngeliat pemandangan yang di swiss itu.
    baguuuuuuuuuuussssssssss bangeeeeetttt!!!
    cita2 banget dah someday bisa ngeliat dengan mata kepala sendiri…. 😀

    selamat menempati rumah yang baru ya… moga2 betah… 🙂

    • December 5, 2012 at 12:35 pm
      Permalink

      Cita-citaku someday pengen tinggal di Swiss lagi :D.
      Moga-moga sih yg punya rumah ga jual rumahnya, sehingga aku ga tergusur lagi :D.

  • December 3, 2012 at 9:58 am
    Permalink

    Sejak menikah saya mulai mengontrak rumah sudah hampir 1,5 tahun dan belum ada rencana buat pindah.
    Lagian ngontraknya tahunan jadi ya ga bisa cabut-cabut aja. 🙂

  • December 2, 2012 at 11:30 am
    Permalink

    wah..repotnya kalau terlalu sering begitu ya Mbak..
    Eh.tapi aku suka banget melihat kebunnya Mbak Nella waktu di rumah sebelumnya itu lho..

    • December 2, 2012 at 11:33 am
      Permalink

      Untunglah sekarang rumah sudah agak rapih mbak, jadi bisa online dan berkunjung ke blog teman2 :). Dirumah baru sayangnya tidak ada tamannya, saya mau coba eksperimen bikin taman di balkon :D.

  • December 2, 2012 at 9:12 am
    Permalink

    Giling juga lu udah 3x pindahan, repot ya… gue aja baru ngeliat baju gue udah nambah di lemari dah ngeeeek berat deh kalo mau pindahan hehe… view dari rumah itu juga mempengaruhi harga setau gue. Wah, padahal yg di Swis bisa main ski depan rumah tuh 😉

    • December 2, 2012 at 9:16 am
      Permalink

      Sama Nel, pasti ada yg nambah2 lah, jadi pas pindahin makin repot :D.

      • December 2, 2012 at 11:07 am
        Permalink

        Saya lihat yg hitam cuma pas di Belanda, bibitnya lagi saya tanam. Di supermarket adanya yg merah, kuning, pink.

  • December 2, 2012 at 5:40 am
    Permalink

    Aku jadi inget adek iparku yang tinggal di Selandia baru. Dia juga suka pndah2 kontrakkan. Kaya’nya repot banget ya. Apa di luar negri harga tanah mahal banget, kok ndak coba beli

    • December 2, 2012 at 8:35 am
      Permalink

      Suami dan saya kalau sudah ketemu rumah yg cocok berniat beli. Harga tanah dan rumah memang mahal, jadi orang-orang juga tidak berniat beli, kalau tidak bisa bayar bisadi sita Bank. Sebagai contoh kontrakan yg lalu dilantai dasar, luas 60 M2, harga jual 85.000 Euro.
      Harus bayar biaya makelar lupa brp persen dari hrg jual, harus bayar pajak lagi ke pemerintah, bayar dll dll. Total bisa habis 100.000.000 Euro, kalau di rupiahkan kali 12.000 seremmmm liat angka nol nya berjejer :D.

  • December 2, 2012 at 5:08 am
    Permalink

    Saya pernah merasakan 3 x pindahan Nel, pertama pindah ke rumah yang sekarang, kedua karena direnovasi cari tempat sementara dulu dan yang ketiga kembali lagi kerumah.
    Untung di Indonesia banyak orang yang dimintain bantuan. Saya cari abang-abang yang sering mengerjakan proyek jalan/telkom/pln/pam/bangunan (saya tau tempat mangkalnya), terus dibantuin oleh asisten yang bekerja di rumah serta saudara-saudara…..

    • December 2, 2012 at 8:29 am
      Permalink

      Beruntung sekali ya Ded kalau di Indonesia bayank yang bantuin dan ga pakai mahal :).

  • December 1, 2012 at 7:46 pm
    Permalink

    selamat menempati kontrakan baru ya mbak. asyik lega banget ya.

    saya naksir sofanya tuh mbak, keren 🙂

    .

  • December 1, 2012 at 2:27 pm
    Permalink

    asik tuch tempatnya mba..
    wah kalau di indon..
    tetangga masih banyak yang bantuin..

    • December 1, 2012 at 5:14 pm
      Permalink

      Iya Fauzi kalau di Indonesia pasti banyak yang bantuin :D.

  • November 30, 2012 at 11:44 am
    Permalink

    Rumahnya baguuuusss… Luas dan bersih. *mendadak mupeng*

  • November 30, 2012 at 4:06 am
    Permalink

    Rumahnya asyik, dari kayu ya mbak lantainya? Semog nyaman ya mbak 🙂

    • November 30, 2012 at 9:51 am
      Permalink

      Iya ‘Ne lantai kayu. Disini rata-rata sudah berlantai kayu, karena kalau ubin bisa tambah dingin ketika winter.

  • November 30, 2012 at 3:46 am
    Permalink

    Wah repot banget tuh pindahan gitu. Apalagi untuk penataan ulang di tempat barunya.
    Mudah-mudahan cepat beres ya Mbak.

  • November 30, 2012 at 3:20 am
    Permalink

    rapi rumah nya mba Nela….

    url menalarasati.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

  • November 30, 2012 at 2:22 am
    Permalink

    Wow…. foto fotonya bagus, khususnya yang satu objek di dua musim. Kereeeen.

    Kalau disana sewa truk itu itungan harian apa ritase yah ? Kalau boleh tahu berapa yah ? hehehe….., pingin ngbandingin dengan di Indonesia.

    • November 30, 2012 at 9:49 am
      Permalink

      Hai pak Lambang, kalau di Jerman sewa truknya 149 Euro, sekali sewa kami pakai 4 jam, harga belum termasuk pajak 19%.
      Kalau waktu ke Swiss, nanti saya tanya suami dulu kuatir salah sebut angkanya. Kami sewa 2 hari, bensin harus diisi full ketika dikembalikan, kalau sewa di Jerman tidak perlu isi bensin.

  • November 30, 2012 at 2:13 am
    Permalink

    beberapa tahun lagi saya akan kesana…amin..amin..

  • November 30, 2012 at 2:05 am
    Permalink

    wowwww…..pemandangan pegunungan di swiss benar2 seperti di negeri dongeng…
    keren banget ito…

  • November 30, 2012 at 12:41 am
    Permalink

    Met pagi mba,
    Seru juga nih baca kisah tentamg kontrakannya. Ini semcam kontrakan yg permanen untuk keluarga ya mba? Beda banget sama keadaan kontrakan yg saya tulis di blog saya. Kontrakan saya tidak jauh dari pabrik tempat saya kerja. Ada juga yg tinggal di kontrakan dgn keluarganya. Biasanya sih keluarga muda. Karena lama2 mereka akan membeli rumah, oh tepatnya kebanyakan nyicil rumah btn.
    Jadi di Jerman gak ada semacam nyicil rumah ke btn gitu ya mba? Krn mba bilang tanah mahal itu.
    Yang di Swiss, itu alami banget pemandangannya. Tp dingin ya suhu udara disana?
    Saya belum pernah ke luar negeri jadi baca2 perihal kontrakan ini bisa ngeraba-raba bagaimana kehidupan masyarakat umum disana. Makasih banget share-nya.
    Salam persahabatan selalu…

    • November 30, 2012 at 9:44 am
      Permalink

      Hai mas Asa. Beli rumah secara kredit ke Bank ada ko mas, tapi kan pola pikir orang beda-beda, jadi banyak juga yang memilih ngontrak daripada beli. Suami dan saya pengennya suatu hari nanti punya rumah sendiri, makanya harus nabung dulu :D.
      Swiss dingin sekali mas ketika winter, karena banyak rumah penduduk berada di atas pegunungan, minusnya lebih parah daripada di Jerman.
      Salam persahabatn juga :).

  • November 30, 2012 at 12:39 am
    Permalink

    Kalau aku baru 1x pindahan Nel.. Dari rumah mertua ke apartemen yg sekarang. itu juga ampe beberapa minggu setelah pindah, masih banyak kardus2 dimana2… Keburu bosen beresinnya.

    Tapi tempat yg sekarang lumayan juga ya.. 90m2.. Semoga awet di tempat yang sekarang… ^_^

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: