Category: Jerman Selayang Pandang

Mengetahui lebih banyak mengenai Jerman

  • 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi liburan ke Indonesia. Hari itu 23 Maret 2019 kita jalan-jalan ke Bandung. Berangkat dari rumah jam 7.30 tiba Bandung jam 12.30 parah banget macetnya. Nah dari pada bengong di dalam mobil, saya iseng bikin video ngomongin 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia.

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    Berhubung tidak pakai persiapan, tidak ada draft apa saja yang mau dibicarakan di video, jadi random aja, apa yang terlintas dipikiranku langsung diomongin. Lain kali bisalah dibuat bagian keduanya 😀 .

    Tulisan Terkini

    1.Penggunaan carseat anak antara di Indonesia dan Jerman. Di Indonesia saat berkendara anak-anak tidak diwajibkan duduk di bangku khusus bayi dan anak. Tidak ada peraturan yang mewajibkan kalau anak harus duduk ditempat khusus, tidak ada dendanya juga, jadi terserah orangtuanya mau menyediakan carseat atau tidak. (Tolong koreksi kalau saya salah, soalnya sudah 8 tahun baru ke Indonesia lagi, kali aja ada peraturan mengenai keselamatan anak saat ikut berkendara?)

    Anak bisa dipangku orangtua atau siapapun orang dewasa didekatnya. Akibatnya anak-anak tidak tertib duduk. Berdiri di jok mobil, loncat-loncat, berantem adu jotos haha dan mengganggu konsentrasi yang nyupir.

    Tetap ada positifnya sih yang bisa diambil dengan kondisi di tanah air ini. Saat masih bayi, dimana si bayi merasa tidak nyaman, nangis atau rewel melulu, saat dalam dekapan ibu maka si bayi akan tenang. Giliran di Jerman, bayi atau anak nangis ya biarin aja, ntar kalau cape berhenti sendiri dan tidur, keselamatan yang UTAMA tidak boleh anak dipangku! 😀 .

    Manfaat Penggunaan Carseat
    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz Kindersitz alias child car seat, kalau tidak akan didenda. Anak punya tempat khusus tujuannya demi keselamatan. Benjamin dan Lisa anteng kan duduk manis 🙂

    Tonton juga: TIPS Naik Pesawat Terbang Bawa 2 Anak Kecil dari Jerman ke Indonesia Transit di Dubai

    Manfaat Penggunaan Carseat tujuannya (hasil mikir sendiri):

    • Untuk menjaga keselamatan bayi dan anak. Untuk bayi dan anak masih kecil 1-3 tahun posisi carseat membelakangi pengemudi (posisi kepala bayi/anak kearah bangku pengemudi/ tempat duduk bagian depan). Tujuannya adalah saat ngerem mendadak bayi atau anak aman di tempatnya, kalau tidak ditaruh demikian, anak bisa terlempar dari tempatnya.
    • Membuat anak duduk tertib.
    • Membuat orangtua apalagi pengemudi bisa tenang berkendara, coba kalau hanya ibu atau ayah saja pergi bersama dua anak kecil, dimana kedua anak berada dibelakang, wah bisa main trampolin atau main bola di jok mereka macam si Benjamin dan Lisa haha.
    • Membuat anak tenang dan akhirnya tertidur kalau perjalanan jauh, beda nih saat kita di tanah air, mana bisa tidur si Lisa, justru bergaya kenek metromini melulu dia.
    • Mencegah anak-anak bertengkar/adu fisik kan ada jarak carseatnya.

    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz /Kindersitz = child car seat. Kalau tidak akan didenda!.

    Kalau si Lisa sebagai anak kedua, sama sekali dia tidak pernah berontak saat duduk dibangkunya, karena dia melihat abangnya juga duduk dibangku dengan model yang sama, dan diikat sama juga seperti dia 😀 .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya

    Nah yang pernah drama adalah saat Benjamin masih dibawah 1,5 tahun. Kalau bayi sih anteng aja deh ya kan kalau mobil jalan serasa digoyang mirip di ayunan. Waktu Benjamin usia 9 bulan kita berlibur ke Belanda, harusnya 3 jam perjalanan menuju ke Belanda bisa bablas aja maunya suami, eh jadi berhenti beberapa kali.

    Di Belandapun pas ada acara naik mobil, ada kalanya si bocah rewel tidak mau duduk dibangkunya, kalau saya kekeuh mau mengendong, yang punya mobil (temanku) tidak membolehkan hal tersebut, selain faktor keselamatan, kalau ada polisi bakalan kena tilang, ya sudahlah jadi dibiarin aja rewel gitu si Ben.

    Pas kami kembali dari Belanda ke Jerman, si Benjamin kembali lagi rewel, ya maklum sih anak kecil mana yang bisa diam duduk aja lebih dari 1 jam kan. Akhirnya saya pindah duduk ke samping Benjamin. Ditemani duduk disampingnya, juga tidak menyelesaikan masalah.

    Akhirnya saya pangku dia, dan ditutupi kain panjang, eh si bocah tidur. Untung sih bapaknya anak-anak masih bisa diminta kelonggaran sedikit yaa, untuk hal lain jangan harap deh kalau menyangkut peraturan, orang Jerman tidak bisa diminta kompromi 😀 .

    Baca juga: 7 Kelakuan Unik Suami Jermanku yang Bikin Makin Cinta

    Sudah cuma sekali itu aja drama carseat dengan Benjamin, semakin besar anaknya akhirnya sudah paham, malah kalau naik mobil, dia sendiri yang narik seat beltnya, nanti bapaknya yang mengencangkan.

    2. Jalan tol di Jerman gratis, sedangkan di Indonesia harus bayar. Di Jerman motor bisa masuk jalan tol, sedangkan di Indonesia tidak bisa. Bisa dimaklumi sih motor di Jerman sangat sedikit, orang naik motor paling saat cuaca bagus (tidak dingin selain musim dingin kali yaa), sedangkan kalau di Indonesia tuh motor gilaaa deh banyaknya, bukan jalan bebas hambatan lagi kalau motor bisa masuk tol di Indonesia.

    • Pajak pekerja di Jerman tuh bisa sampai 40%, namun uangnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat juga. Ada uang anak yang diberikan sejak anak lahir sampai usia 18 tahun atau sampai 21 tahun kalau kuliah, kalau anaknya kerja ya sampai 18 tahun aja. Besarnya uang anak kindergeld 192 Euro/anak, kira-kira Rp.3,1 juta dapat tiap bulan. Coba kalau di Indonesia pajak gaji sampai 40% bisa didemo dah pemerintah yaa hehe.
    • Jalur tol paling kiri kalau tidak ada rambu batas kecepatan, tuh bisa ngebutt! Bisa 300 km melaju atau lebih loh, tapi kalau kecelakaan tanggung sendiri, karena asuransi tidak nanggung (saya pernah nanya suami).

    Suami pernah saya minta melaju di kecepataan 250 km (waktu belum punya anak), maklum baru datang ke Jerman, kan sudah baca atau dengar, katanya di Jerman begini begitu.. “Eh coba dong sayang melaju sampai 250 km saya pengen tahu rasanya haha”, doi nurut aja. Kita waktu itu pakai mobil baru ya dari leasing, tengah hari bolong waktu perjalanan dari Swiss ke Jerman.

    3. Tidak boleh berhandphone ria saat menyetir. Saat berkendara tidak boleh pegang hp, kalau di Jerman bisa didenda atau bahkan sim bisa ditarik, kalau di Indonesia? cincalah asal tidak ketahuan yaa haha.

    Kalau ada yang penting sekali terima telepon, biasanya bapaknya anak-anak akan berhenti menepi dulu untuk menjawab panggilan telepon, namun lebih seringnya hp dia taruh tas atau ditinggal aja dirumah.

    4. Mengisi bensin antara di Indonesia dan di Jerman. Isi bensin kalau di Jerman self-service, keluar dari mobil ngisi bensin sendiri, bayar sendiri di mesin pembayaran, atau kadang ada kios dijaga orang untuk kita lakukan pembayaran.

    Kalau self service ngisi bensin tengah malampun jadi bisa kan. Biaya bahan bakar kendaraan di Jerman sering banget berganti harga, kalau menjelang hari raya atau hari minggu bakalan lebih tinggi. Kalau mau lebih murah isi agak malam sekitar jam 9 atau jam 10 an di hari kerja.

    Ada yang tipu-tipu langsung kabur ga kalau di pom bensin Jerman?, oh pasti ada, tapi kecil angka pelangarannya. Di pom bensin ada beberapa kamera yang merekam plat nomer mobil, dan beberapa kamera lain ditempatkan di posisi tersembunyi.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Video 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia

    5. Penggunaan Zebra cross antara di Jerman dan di Indonesia. Untuk pejalan kaki di Indonesia zebra cross hanya sebagai hiasan saja. Pengendara motor atau mobil tidak peduli dengan pejalan kaki, mereka terus melaju tanpa memikirkan kalau ada yang mau menyebrang, sedangkan di Jerman pejalan kaki adalah yang utama saat mau menyebrang.

    Semua kendaraan akan berhenti saat ada pejalan kaki menyebrang di Zebra cross di Jerman, ditungguin sampai pejalan kakinya lewat ke seberang, barulah pengendara melaju kembali.

    Walaupun yang nyeberang hanya satu orang saja, tetap mobil dan motor akan berhenti, kalau saya tidak buru-buru, biasanya saya tunggu jalanan sepi, baru saya nyeberang.

    Pada video diatas, saya dan anak-anak mau nyeberang jalan. Duilehh saya ngeri lihat mobil dan motor banyak sekali yang melaju kencang. Itu saat kita di Jakarta, jalan-jalan sore ke minimarket. Untung ada seorang bapak yang nolongin.

    Mungkin si bapak ngeliat saya ko lama bener tidak nyebarang haha, takut ketabrak gile!. Akhirnya dibantuin disebrangin si bapak, dia angkat tangan kanan tinggi-tinggi tanda supaya kendaraan berhenti sejenak.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

     

    Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian VI)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian VI)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian VI). Hai pembaca setia, terakhir kali saya buat postingan mengenai orang Jerman pada Juli 2015, ternyata sudah lama yaa. Nah sekarang sudah terkumpul beberapa hal yang mau diceritakan nih 😀 .

    Orang Jerman itu “jujur“, blak-blak an mengatakan apa adanya. Sifat terus terang mereka (orang Jerman) bisa membuat sakit hati lawan bicara (yang mungkin bukan orang Jerman). Orang Asia atau mungkin orang dari negara lain, kalau bicara akan menjaga perasaan lawan bicara, tidak mau membuat sakit hati lawan bicaranya, kalau orang Jerman ceplas ceplos. Coba tanyakan suatu hal, tanya pendapat/opini orang Jerman mengenai suatu hal maka akan dijawab panjang lebar.

    Contohnya:

    # Kalau saya masak dan rasanya tidak enak, pasti suami akan bilang “tidak enak” dan dia tidak lanjut makan. Menurut saya lebih baik begitu toh, jangan rasa makanan tidak enak dibilang enak supaya istrinya senang. Kalau tidak enak jadi bisa belajar lagi untuk membuat yang lebih enak. Kalau masakan enak, dia puji-puji saya melulu ko, dan sering sekali bilang terima kasih berulang kali karena saya sudah masak buat dia <3 .

    Tulisan Terkini

    Bukan dapur kami, model dapur impian suami dan saya seperti ini:

    Model dapur Impian kami. Serba kayu, warnanya bagus. Bikin betah di dapur nih
    Model dapur Impian kami. Serba kayu, warnanya bagus. Bikin betah di dapur nih

     

    # kalau makan sesuatu misal makanan kemasan, buat saya enak, buat bapaknya Benjamin tidak enak, padahal masakan Jerman loh, maka suami tidak mau makan. Nanti dia nawarin tuh kesaya supaya saya makan bagian dia haha *tong sampah kali saya haha 😆 .

    Kalau orangtua saya mengajarkan makanan harus dihabiskan, tidak boleh dibuang-buang, lihat di tv orang di negara sana begini begitu susah cari makan bla .. bla.. bla.. banyak sekali nasehat ortu saat kami kecil. Nah kalau orang Jerman ditanya mungkin akan bilang “yee kalau tidak enak masah harus dipaksa, makan aja sendiri !” 😮 .

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Persis banget sifat begini ada pada Benjamin, dia akan dorong piring makanan yang saya kasih kalau rasanya menurut dia tidak enak. Saya yang kesal karena sudah masak jadi marah dong :mad:. Eh anaknya tekad kuat tetap tidak mau makan, karena menurut dia rasanya beda seperti makanan dia hari-hari sebelumnya. Saya hanya bisa tarik nafas panjang supaya reda marah saya hehe 💡 lalu buat lagi dimana isi menu makanannya seperti biasanya.

    Benjamin dan saya pernah adu panjang kesabaran karena soal makanan ini haha parah bener ya 🙄 . Sudahlah tidak perlu diceritakan lebih detail nanti saya dibilang ibu yang jahat lagi haha 👿 tenang saja tidak sampai ada pertumpahan darah ko haha 😉 .

    Buat kamu yang merasa makanan sayang dibuang dan akhirnya dimakan sendiri, pantas saja sebagai “penampung akhir” badan kita melar kan haha O_o .

    # Suatu hari bapaknya Benjamin dan saya sedang digarasi. Garasi tersebut tepatnya dibilang gudang. isinya berbagai macam barang-barang seperti kapal pecah sangking berantakannya, mau lewat ambil sesuatu saja susah sangking penuhnya garasi tersebut, padahal garasinya panjang dua pintu (depan dan belakang).

    Garasi tersebut bukan milik kami, namun punya orang yang ngontrak dibawah rumah kami (anak yang punya rumah yang akhirnya beli rumah tersebut dari bapaknya). Barang kami disitu ada kereta dorong Ben, 4 ban mobil disusun ke atas (musim panas dan musim dingin beda ban mobilnya), tong sampah dari kontrakan kita di kota sebelumnya dan sepeda saya.

    Ibu yang punya garasi pas ada didekat kami, dia sedang mengamplas lemari kayu (ibu hamil tua masih bisa mengamplas lemari, pakai masker rapat ko dia). Ibu tersebut berkata, bulan November dia akan melahirkan, jadi dia mau masukkin mobilnya pas winter ke garasi, kata dia mobilnya masih baru. Trus dari yang saya nangkap dia bicara ke suamiku, nantinya dia ingin bapaknya Ben dan suami dia beresin garasi bersama.

    Bapaknya Benjamin menjawab dengan nada suara naik setengah oktaf “kalian beresin barang-barang kalian sendiri, nanti kami akan beresin barang kami!“. Itu ibu diam seribu bahasa, saya juga shock 😯 ko bapaknya Benjamin judes banget sih. Kami berdua naik kerumah kami, lalu saya tanya ulang suami. Ternyata benar pendengaran saya tidak salah ko.

    Saya heran ko ada ya orang yang suka menggumpulkan banyak sekali barang tidak terpakai. 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun bahkan dalam 20 tahun kemudian kalau sedikit-sedikit dikumpulkan ya menjadi bukit barang (sampah) tidak terpakai.

    Apakah kamu termasuk tipe orang seperti tetangga saya yang suka menggumpulkan barang-barang bekas?. Ah ini mungkin perlu, ah panci ini siapa tahu saya butuh lagi, ember itu bisa di tambal bocornya dipakai lagi, kardus ini siapa tahu bisa buat kirim barang. Buku-buku, majalah bekas ini mungkin laku di jual dll. Ternyata tanpa sadar rumah kita penuh dengan sampah :-/ .

    Kalau saya yang berhadapan dengan ibu tetangga tersebut, kemungkinan besar saya diam saja dan iya iyakan ajakan dia, maklum orang asia seperti saya memang suka damai 🙂 tapi mungkin dibelakang ibu tersebut baru saya marah-marah sendiri haha, sedangkan tipe orang Jerman seperti bapaknya Benjamin bisa membuat sakit hati lawan bicara, sakit hati tapi jadi beres saat itu juga toh. ➡

    Garasinya tidak jadi diberesin sampai saya tulis postingan ini, padahal bapaknya Ben sudah siap kalau yang punya rumah sudah beresin barang-barang mereka yang buanyakk banget itu, ya kita mau beresin bagian kita.

    Video Begini Orang Jerman Buang Barang Bekas dan Anak Saya jadi Pemulung nya

    # saya punya kalender meja dikasih adik saya dari bank tempat dia kerja. Sudah akhir Nov 2015, bapaknya Benjamin bilang minta kirim lagi dong kalendernya (padahal dia juga jarang sekali lihat tuh kalender hehe). Saya bilang nanti sajalah kan tahun depan Maret atau April mama saya mau datang bisa sekalian dibawah (mamak gak jadi datang 🙁 ) maksud saya supaya ngirit biaya kan . Bapaknya Ben bilang yang nadanya sih seperti bilang: ” pelit amat, paling murahlah kirim kalender saja lewat pos“.

    Apakah kamu termasuk orang yang to the point? blak-blakan ngomong apa adanya, tidak peduli lawan bicara tersinggung atau tidak?. Atau seperti saya, kesal tapi dipendam sendiri merasa tidak enak bicara jujur, takut lawan bicara tersinggung, akhirnya saya hanya bisa ngomel sendiri aja haha 😛 .

    Sudah hampir 5 tahun pernikahan suami dan saya. Kami tetap masih saling belajar mengerti perbedaan kita berdua, saling menerima sifat yang memang sudah dari sananya terbentuk, mendapat didikannya begitu sejak kecil. Salah satu contohnya ya tentang keterus terangan. Kadang suka keceplosan sih terus terangnya, kalau ke orang lain kalau saya maunya ya jujur tapi dibungkus dengan manis kata-katanya supaya lawan bicara tidak sakit hati, nah kalau bapaknya Ben sih jujur yang duuhhh pengen jewer kuping dia deh :shock:. Kapan-kapan saya cerita lagi contoh-contohnya ya.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian VI). Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

     

    Bagi yang tertarik baca edisi sebelumnya mengenai Jerman selayang padang (orang Jerman, etika dan kebiasaannya)
    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini
    Bagian V klik disini

  • Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V). Halo sahabat blogger dan pembaca setia blog emaknya Benjamin ini, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri buat yang merayakannya. Mohon maaf ya kalau saya ada salah-salah bicara (nulis) saat blogwalking 😀 .

    Rasanya sudah lama sekali saya tidak cerita-cerita mengenai orang Jerman, etika dan kebiasan mereka. Sangking penasaran, kapan ya terakhir nulis mengenai tema tersebut. OMG (oh my God) terakhir kali posting tema tersebut 2 tahun lalu 27 Juli 2013 klik disini. Jadi tanpa banyak basa-basi lagi langsung aja deh ke pointnya:

    • Kalau datang ke undangan pernikahan, JANGAN pakai baju putih. Hanya pengantin yang boleh pakai warna putih. Jadi tamu yang pakai baju putih, silakan pulang dulu deh ganti kostum yaa. Bukan kamu pengantennya kan? siapa tahu tamu undangan lain mengira kamu yang jadi pengantennya loh 😀 . Saya tahu info ini karena hampir tiap hari menonton reality show “Traumhochzeit” (dream wedding) di VOX .

    • Buat yang suka bikin kue, di Jerman tidak ada Emulsifier (SP/TBM), disini bikin kue/cake hanya menggunakan Backpulver baking powder. Kalau mau cari Emulsifier seperti di Indonesia coba di Asia shop atau beli online di toko asia.

    Apfelkuchen, Kue Apel, Apple Pie ala Jerman
    Apfelkuchen, Kue Apel, Apple Pie ala Jerman

    • Hati-hati kalau lihat promo yang murah bikin *kalap. Misal berlangganan provider hp, TV kabel, majalah, listrik dll. Baca term & condition baik-baik. Biasanya ada dibagian bawah iklannya. Term & condition tulisannya biasanya kecil sekali, sehingga luput dari perhatian alias tidak kebaca. Hati-hati kejebak, maksud saya jangan yang tadinya diiming-iming cuma bayar 1 euro ternyata malah jadi ratusan euro, dan kadang tidak bisa putus kontrak. Kontrak TV kabel misalnya memang murah tapi minimal kontrak 2 tahun, kalau mau ganti ya bisa aja tapi tetap bayar sampai kontrak selesai.

    • Air putih lebih banyak dengan soda, namanya sprudelwasser air soda atau air berkarbonasi. 4 tahun di Jerman saya sudah jadi suka sekali jenis air tersebut. Bapaknya Benjamin bilang stillwasser (air tanpa soda) tuh airnya mati hehe.

    • Kalau ke dokter, jangan berharap akan selalu dikasih resep untuk beli obat. Kalau belum parah sekali, cuma disuruh istirahat dirumah, dan tidak perlu makan obat. Alasan dokter, nanti apotek yang diuntungkan 😀 . Saya baru tahu hal ini setelah bapaknya Benjamin pulang dari dokter, saya tanya “mana obat batuk pileknya?” ternyata cuma dikasih surat izin istirahat seminggu untuk diserahkan ke kantor. Padahal menurut saya batuknya sudah parah sekali, kalau di tanah air pasti sudah dikasih antibiotik supaya cepat sembuh.

    • Kalau pindahan rumah sebaiknya ke kantor pos untuk minta jasa pengalihan semua surat-surat ke alamat baru dalam bahasa Jerman istilahnya Nachsendeservice . Jasa ini ada yang 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Bisa diperpanjang.

    Biayanya untuk 6 bulan 19,90 euro (sekitar Rp. 298.000), 12 bulan biayanya 24,90 euro (sekitar Rp. 373.000) . Kalau kamu pindahan dan tidak gunakan jasa ini dan misal ada tagihan (listrik, telp, internet dll) dan masih dialamatkan ke alamat lama, dan kita menunggak, tagihan akan makin membengkak karena dendanya.

    Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012
    Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012

    Walau kita kasih alasan pindah dan tidak terima tagihannya, yang nagih tidak mau tahu kamu tetap harus bayar full dengan dendanya (pernah kejadian pada teman les saya). Bapaknya Ben dan saya gunakan yang jasa untuk 6 bulan saja. Setelah lewat 6 bulan, semoga surat-surat kamu sudah diperbaharui semua ke alamat baru. Informasi detail mengenai Nachsendeservice klik https://www.deutschepost.de/de/n/nachsendeservice.html .

    • Menyebrang jalan harus ditempat seharusnya. Ada logonya orang menyebrang dan ada tanda garis-garis di tempat pejalan kaki boleh nyebrang. Kendaraan akan berhenti. Pada tempat penyebrangan tersebut pejalan kaki di istimewakan, kalau ada kendaraan tidak mau berhenti pas pejalan kaki lewat dan terjadi kecelakaan, yang menanggung yang punya kendaraan. Kalau naik mobil dari jauh sudah lihat tanda tempat penyebrangan, ya kita turunkan kecepatan, siapa tahu pas ditempat itu tiba-tiba ada orang nyebrang, susah kan berhenti mendadak.

    Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan "zebra crossing". Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia
    Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan “zebra crossing”. Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia

     

    Ada pula tempat penyebrangan dengan lampu merahnya, jadi kalau mau menyebrang harus tekan tombolnya. Kalau tidak ditekan sampai tahun depan juga kamu tidak bisa lewat. Pernah ada loh yang ngomong “rusak nih lampu merah, sudah lama ko tanda boleh nyebrangnya tidak hijau yaa” . Saya yang baru datang senyum-senyum saja sambil berpikir pasti turis nih yang mau lewat haha lalu saya tekan tombolnya 😉 .

    Ada juga tempat penyebrangan tanpa tanda garis-garis di jalanannya, maka pejalan kaki harus menunggu sampai mobil tidak ada yang lewat lagi (biasanya di jalan kecil ko, kalau jalan raya yang luas tahun depan dong jalanannya baru kosong haha).

    Kalau beruntung pengemudi mobil akan nyuruh kamu lewat duluan (banyak juga pengendara yang baik loh. Kalau ibu hamil, bawa kereta dorong anak, atau lansia mau nyebrang, sering mobilnya berhenti dan kita disuruh jalan/nyebrang). Kalau kita langsung nyebrang pada jalan yang tidak ada tanda penyebrangan (jalanannya tidak ada tanda garis-garis) kalau ke tabrak ya itu salah kamu, dan asuransi tidak akan menanggung kerugian atau biaya pengobatan. Dulu saya sotoy (sok tahu) saya kira disemua tempat penyebrangan pejalan kaki bebas nyebrang semaunya, ternyata kalau tidak ada tanda garis dijalannya ya gitu nyebrang kalau jalanannya kosong. Saya baru tahu setelah nanya ke bapaknya Benjamin.

    Bagi yang tertarik baca edisi sebelumnya mengenai Jerman selayang padang (orang Jerman, etika dan kebiasaannya)
    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini
    Bagian VI klik disini

     

    Baca juga:
    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman
    Aturan Internetan di Jerman
    Tinggal di Jerman

  • Orang Jerman itu (bagian IV)

    Orang Jerman itu (bagian IV)

    Orang Jerman itu (bagian IV). Pembaca setia, selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan. Saya masih punya beberapa hal mengenai kehidupan di Jerman yang mau saya informasikan 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian IV). Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
    Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
    1. Kalau lagi nyetir tidak boleh menggunakan hp, ketahuan polisi dendanya 30 Euro (Rp.387.000 *kurs Rp.12.900). Sering loh polisinya ngumpet jadi sebaiknya patuhi peraturan berlalulintas kalau tidak mau kena tilang 😉 .
    2. Naik sepeda juga harus taat peraturan lalu lintas. Gunakan jalan khusus sepeda, kalau tidak ada jalur khusus bisa gunakan jalur mobil. Pengendara sepeda juga bisa kena denda, misal jalan di jalur yang salah, pakai walkman sambil bersepeda. Dendanya 20 Euro saja. *mending jalan kaki deh aman hehe 😆 .
    3. Naik kereta harus beli tiket, kalau kena razia dendanya 40 euro (Rp.516.000 *kurs Rp.12.900) untuk jarak dekat. Di kota besar contohnya saya pernah lihat Berlin, umumnya petugasnya tidak berpakaian selayaknya petugas. Petugas berbaur dan perpakaian seperti orang umum. Kadang duduk bersama penumpang trus kereta mulai jalan, petugas mulai merazia penumpang yang tidak beli tiket. Bayar dendanya tidak ke petugas. Petugas membawa seperti mesin kecil untuk memasukkan data penumpang yang kena razia. Nanti dikirim surat tagihan ke rumah, dan kita bayar dengan Bank transfer.

    Berhubung ada pertanyaan menarik dari Omnduut : Kalau orang asing (turis) naik kereta di Jerman dan tidak beli tiket eh pas ketemu petugas kontrol, kemana tagihannya dikirim?.

    Setelah tanya suamiku nih, dia bilang dendanya bayar ditempat, bisa cash atau bisa dengan gesek kartu kredit.

    Nah berhubung cuma jawaban dari satu orang tidak puas ah. Saya tanya ke forum. Jawabannya:
    • Ternyata ada yang pernah berpengalaman kena denda denda 150 Euro bayar di tempat.
    • Bayarnya langsung ke petugas, kalau petugasnya baik di suruh turun di stasiun berikutnya dan beli tiket kereta berikutnya.
    • Bisa bayar cash atau gesek kartu kredit. Petugasnya ada bawa mesin geseknya.

    Tulisan Terkini

    Ternyata dapat info dari negara lain juga, yakni:
    • Di Yunani bayar di tempat, dendanya 60x harga tiket.
    • Di Perancis dendanya 300€ lebih (Rp. 3.870.000 *kurs rp.12.900)
    • Di Swiss naik Tram tanpa ticket, denda Sfr 100 (Rp. 1.050.000 *kurs rp.10.500). Plus bayar tiket penuh. Pengumuman ini ditulis didalam Tram. Jika kejadiannya di Kereta Api, selain denda juga plus masuk criminal record yang link dengan semua akses.
    • Di Italia denda 100 Euro.

    Harap jangan berpikir seperti di Indonesia (tepatnya kereta Jabotabek kali ya 😆 ), jangan coba-coba tidak beli tiket kereta ketika kamu menggunakan kereta di Eropa.

    4. Guru les saya bilang, kalau ada orang awam masuk ke gedung pertemuan (gedung pesta) dia mungkin akan bingung, tidak tahu itu acara pesta pernikahan atau acara pemakaman? Karena pesta pernikahan disini tidak ada heboh-hebohnya seperti di Indonesia. Disini hanya makan-makan, ngobrol, makan lagi sambil ngobrol sampai lewat tengah malam.

    5. Orang-orangnya mulai anak-anak hingga orangtua kebanyakan pakai sepatu kets kemana-mana. Kadang aneh saja sih, pakaian sudah oke banget, lihat kebawah ketawa deh, sepatunya sepatu kets :mrgreen: . Saya sering nonton TV lihat reporter TV meliput berita. Baju atasannya keren berjas, sepatunya yaelah ok sepatu kets hehe.

    6. Jika bertamu ke rumah orang Jerman totok biasanya tidak perlu lepas sepatu. Kalaupun kita mau lepas sepatu, karena ga enak kuatir rumah jadi kotor, terkadang yang punya rumah agak maksa, “gak usah lepas sepatu, pakai saja!”. Saya baru tahu alasannya, pas kurus Integrasi, ternyata kalau kita lepas sepatu, kebanyakan bau kaki boo 😛 . Makanya diminta tidak usah lepas sepatu. Kalau bertamunya ke bukan orang Jerman, ya kita tanya dulu lepas sepatu ga?, biasanya yang punya rumah ada sandal rumah buat tamunya. Kalau tidak ada ya berkaos kaki saja, asal pastikan kaos kaki kamu tidak bau yaa :D. Kalau kedatangan tamu orang Jerman ya pasrah aja rumahmu kalau kotor, karena mereka ga mau lepas sepatu, kecuali kalau pasangan kawin campur seperti Frank nih, dia sih sudah tahu kalau di rumah ya jangan pakai sepatu. Kan cape ya nyapu ngepelnya.

    7. Makanannya paling banyak aneka macam roti, keju dan daging. Menurut saya daging tuh bisa ada 1001 jenis, enek juga kalau tiap hari makanannya pakai daging.

    8. Malam cenderung tidak makanan hangat, jadi hanya makan roti dengan keju dll disebutnya „kaltessen“. Untung nih ibu rumah tangga ga harus masak.

    9. Ada yang bersin kita bilang “gesundheit!” artinya “bless you”.

    10. Kalau makan kita bilang “Guten Appetit” artinya “Selamat Makan” kalau yang makan sendirian, yang makan paling bilang “Danke” “Terima Kasih”.

    Video Kebiasaan Orang Jerman Bertamu Tidak Lepas Sepatu ke Dalam Rumah

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini
    Bagian II klik disini
    Bagian III klik disini
    Bagian V klik disini
    Bagian VI klik disini

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu (bagian IV). Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III). Guten Morgen Indonesia, selamat hari sabtu. Saya kembali lagi mau ngomongin mengenai Jerman, etika dan masyarakatnya ya 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian III)
    Pemandangan Kota Tua di Jerman
    1. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe 😀 ).
    2. Sampah harus dipisah-pisahkan, antara sampah dapur, sampah organik, kertas, plastik, kaleng dan botol. Ada kota-kota tertentu, dimana pembuangan botol juga dibedakan berdasarkan warna botolnya, ada botol warna hijau, putih dan coklat. Ceritanya disini.

    3. Disini orang tidak kepo (mau tau aja urusan orang). Kalau tidak dekat sekali pamali nanya umur berapa, agama apa, sudah kawin apa belum, sudah punya anak apa belum, gajinya berapa. Kalau ada yang nanya paling di jutekin “..Bukan urusan elo kali”.

    4. Tidak boleh berbisik-bisik didepan orang lain, tidak sopan. Kamu dianggap sedang ngomingin orang tersebut.

    5. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.

    6. Lewat jam 10 malam tayangan TV bukan untuk anak-anak. Tayangannya banyak yang hot ..hot.. hot 😯 . Pokoknya mengerikan!. Yang punya anak-anak sepertinya TVnya dikunci dengan pin atau saluran TV tertentu saja yang bisa dibuka bebas.

    7. Telp rumah flat rate jadi yang rajin pakai telp (nomer lokal) silakan puas-puasin telp.

    8. Beli baju, alat rumah tangga dan lain-lain tapi tidak puas?. Boleh dikembalikan ke tokonya asal masih ada bonnya. Maksimal 2 minggu hingga 1 bulan dari pembelian.

    9. Beli barang-barang eh rusak, masih garansi, masih ada bonnya. Balikin barangnya, uang kembali 100% (*Pengalaman beli timbangan badan, rusak setelah 3 bulan).

    10. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur. Frank pernah kehilangan paspor dan beberapa surat-suratnya, tidak sadar jatuh dijalan. Ternyata ada yang menemukan dan mengantarkan ke Rathaus (kelurahan) setempat. Teman saya Maria, waktu kami jalan-jalan ke München, dia coba celana jeans di kamar pas. Ternyata dia lupa meningglakan HP (BB) nya di kamar pas. Keesoka harinya kami balik lagi, ditanyain beberapa hal untuk membuktikan itu hp Maria, dan Hp kembali ke pemiliknya.

    11. Kamu diundang makan, ingat jangan makan dulu dari rumah yaa. Karena yang ngundang sudah masak banyak sekali. Adalah tidak sopan kalau kamu hanya makan sedikit.

    12. Potong rambut pria 18 EUR (sekitar Rp.232.000), wanita 28-30 Eur (Rp.360.000 an) belum termasuk tip. Kalau lihat ada iklan ko murah 10 EUR, harus ditanya detail karena ada buntutnya tuh, ujungnya akan ada tambahan biaya lain-lainnya, misal biaya cuci rambutnya, biaya pakai hairdryernya dll. Untungnya teman kursus saya tukang potong rambut, jadi Frank dan saya selalu kerumah dia. Biayanya 10 EUR/orang .

    13. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak.
      Ternyata ada penjelasan khusus loh buat pajak anjing ini. Lain kali bahas khusus deh. Singkatnya begini:

    Pajak anjing :
    • Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
    • Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
    • Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
    • Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
    • Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
    • Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
    • Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
    Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

    1. Biaya permak permak baju mahal. Misal pernah potong celana panjang biayanya 7 Eur (Rp.90.000). Biaya tambal celana yang bolong, bolongnya kecil paling 3 cm kena 7 EUR. Coba ke tempat lain busyett niat cari yang murah mahal dobel harganya 15 EUR satu celana. Hari itu saya ambil 2 celana kerja Frank kena 30 Eur (Rp.387.000) 🙄 .

    2. Kalau mau survive disini harus bisa bahasa Jerman, kecuali di kota-kota besar seperti Berlin, München dll mungkin masih ada orang-orangnya mau berbahasa Inggris. Paling tidak kita tahu level dasar, percakapan untuk ke supermarket, naik bus, kereta dan lingkungan sekitar rumah. Jadi kalau nyasar kan, misal salah naik bus atau kereta bisa bertanya orang, ga kaya orang hilang hehe. Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman.

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian IV klik disini.

  • Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II). Sahabat pencinta blog pursuingmydreams.com selamat hari sabtu ya. Mau berakhir pekan kemana nih? :smile:. Saya mau melanjutkan membahas mengenai orang Jerman. Temanya sedikit diubah, bukan mengenai orang Jermannya langsung, namun bagaimana kehidupan di Jerman:

    1. Asuransi kesehatan wajib HARUS punya, karena biaya rumah sakit mahal sekali.
    2. Pensiun untuk pria 67 tahun dan wanita 65 tahun.
    3. Kalau bertemu orang salam tangan saja, tidak perlu cium pipi.
    4. Anak-anak tidak boleh muncul di panggung (TV) setelah jam 10 malam. Kalau remaja dibawah 18 tahun ikut kontes musik, lewat jam 10 malam tidak boleh naik panggung lagi, jadi hanya duduk dibangku penonton.
    5. Sejak bayi lahir hingga si anak kuliah akan dapat uang anak dari negara (kindergeld) nilainya 180 EUR/bulan (sekitar Rp.2.300.000). *revisi, info dari mbak Kayka. Untuk anak ke 2 dan ke 3 dapat uangnya lebih banyak. (Biar dapat duit buat anak, tetap aja orang Jerman banyak yang ga mau punya anak tuh.)

    6. Tidak boleh memukul anak. Si anak bisa melaporkan orangtuanya ke polisi dengan alasan kekerasan terhadap anak.

    7. Tidak boleh memaksa anak supaya cepat bisa membaca. Menurut gurunya jika waktunya tepat si anak akan bisa sendiri.
    8. Anak-anak tidak boleh main sendirian di taman, orang tua atau pengasuh harus selalu ada di dekatnya.
    9. Kalau punya mobil wajib punya juga asuransi mobil. Polisi bisa menilang kamu jika mobil tidak punya asuransi.
    10. Bersepeda juga diajarkan disekolah. Guru atau polisi setempat yang mengajar anak-anak di lapangan atau jalan raya (jalanan akan ditutup selama pelajaran). Ceritanya disini.
    Orang Jerman Itu (Bagian II). Belajar Bersepeda di jalanan
    Belajar Bersepeda di jalanan
    1. Di Jerman, perusahaan berkewajiban memperkerjakan orang cacat, paling sedikit 5%, jika mengelak maka siap-siap kena denda. Sepenggal kisahnya (Baca: Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja).
    2. Air keran di rumah-rumah bisa langsung diminum
    3. Wine sebagai hadiah atau tentengan bertamu. Ya ini khas Jerman banget. Ada yang ultah, bertamu, hari raya dll buat tuan rumah kita kasih wine. Dirumah saya nih jadi ada berbotol-botol wine. Kalau bertamu lagi ya bawa yang dirumah saja. Asal ingat saja kita dapat winenya dari siapa, jangan sampai wine yang sama kembali ke pemberinya kan malu-maluin tuh hehe 😆 .
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    1. Ke sesama langsung pagi nama, tidak peduli tua muda, kecuali kalau resmi ke kantor-kantor baru panggil Frau (wanita) atau Herr (pria).
    2. Memberi dan menerima sesuatu sah-sah saja dengan tangan kiri.

    3. Waktu tenang (Ruhezeit) jam 1 hingga jam 3 sore. Jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Hari Minggu dan tanggal merah juga adalah waktu tenang, jadi tidak boleh bikin gaduh.

    4. Kalau latihan alat musik di rumah, misal main drum, saxophone dll maksimal hanya boleh 1 jam. Kalau mau puas bermain bikin kamar kedap suara. Kalau bikin bising tetangga merasa terganggu si tetangga bisa lapor polisi.
    5. Hari kerja kantor-kantor Senin hingga Jumat. Sabtu toko-toko kecil buka setengah hari (hingga jam 12 atau jam 1 siang). Hari Minggu semua toko-toko, supermarket, termasuk pusat perbelanjaan tutup. Alasannya supaya pekerjanya juga bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Jika ada yang bekerja di hari libur atau sabtu minggu (misal di layanan kesehatan, seperti rumah sakit) maka gajinya lebih besar dari hari biasa.
    6. Bikin SIM di Jerman biayannya sekitar 2.000 Euro (sekitar Rp.25.800.000 *kurs Rp.12.900). Tidak ada calo SIM disini hehe :mrgreen: . Kalau test nyetirnya gagal terus ya tambah mahal biaya kursusnya.
    7. Punya radio atau hp saja harus bayar pajak 5,75 EUR/bulan. Punya ketiganya radio, hp & televisi pajaknya 17,98 EUR/bulan. Kalau kamu tinggal sendirian ya bayar sendirian tapi untuk keluarga satu rumah bayar cukup sekali hitungan satu orang saja. Bayar melalui Bank transfer.

    Bagian I klik disini.

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Kuliah di Jerman, Mahalkah?

    Kuliah di Jerman, Mahalkah?

    Kuliah di Jerman Mahalkah?. Buat teman-teman yang pernah mampir dan bertanya ke blog saya ini mengenai bagaimana dan berapa biaya kuliah di Jerman. Silakan di simak beberapa video di bawah ini:

     

    Masih kurang jelas, atau butuh informasi lainnya silakan cari informasi yang kamu butuhkan di www.study-in.de. Website dalam bahasa Inggris, lihat pojok kanan atas ya dan tinggal klik English nya ;-).

    Di website tersebut (dalam bahasa Inggris), lihat bagian bawah ada penjelasan mengenai
    Admission Requirements
    Learning German
    Choosing a university & course
    Scholarships & Financing

    Film 1: Berapa biaya kuliah studi di Jerman

     

    Film 2: Berapa biaya hidup di Jerman?

     

    Film 3: Seberapa banyak bahasa Jerman yang harus kamu ketahui?

     

    Film 4: Bahasa Jerman untuk Pemula

     

    Film 5: Bagaimana mencari pekerjaan?

     

    Film 6: Kesempatan bekerja setelah lulus studi?

     

    Berikut video 10 langkah kuliah ke Jerman

     

    Mau tahu Mitos-mitos tentang studi di Jerman? Atau mau tahu Tips/kiat studi di Jerman yang diberikan KBRI Jerman silakan klik http://www.kemlu.go.id/berlin/SitePages/Kiat-Studi-di-Jerman.aspx

     

    Sumber:
    www.study-in.de
    KBRI Berlin
    Study in Germany: Tips and Tricks

     

    Baca Juga:
    101 Tips Kuliah ke Jerman
    Peringkat Universitas di Jerman
    Orang Jerman itu

  • Biografi Kanselir Jerman dari Tahun 1949 Hingga 2015

    Biografi Kanselir Jerman dari Tahun 1949 Hingga 2015

    Berikut ini biografi konselir Jerman dari yang pertama (tahun 1949) sampai saat ini tahun 2015 :

    1. Konrad Adenauer, Konrad Hermann Josef Adenauer (lahir di Köln, 5 Januari 1876 – meninggal di Bad Honnef, 19 April 1967 pada umur 91 tahun) adalah negarawan konservatif Jerman. Ia adalah kanselir pertama Republik Federal Jerman. Masa jabatan 15 September 1949 sampai 15 October 1963 dan mengetuai partai CDU (Christian Democratic Union) dari 1950 sampai 1966.

    2. Ludwig Erhard (lahir 4 Februari 1897 – meninggal 5 Mei 1977 pada umur 80 tahun) adalah politikus Jerman dari partai (CDU). Masa jabatan dari 1963 sampai 1966.

    3. Kurt Georg Kiesinger (lahir 6 April 1904 – meninggal 9 Maret 1988 pada umur 83 tahun) adalah seorang politikus konservatif Jerman dan Kanselir Jerman Barat partai (CDU), masa jabatan 1 Desember 1966 hingga 21 Oktober 1969. Kiesinger dilahirkan di Ebingen, Jerman, belajar di Berlin dan menjadi pengacara. Ia bergabung dengan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei pada 1933. Dari 1940, Kiesinger bekerja di departmen propaganda radio, Departemen Luar Negeri Jerman, dan bertanggung jawab atas hubungan departemen itu dengan Departemen Propaganda. Setelah perang, ia ditahan dan mendekam selama beberapa bulan di kamp Ludwigsburg dan kemudian dibebaskan oleh pengadilan denazifikasi. Dia dibebaskan berdasarkan protokol RSHA yang mencatat bahwa ia telah menghalangi dan menghindarkan tindakan-tindakan anti-Yahudi di departemennya.

    4. Willy Brandt (lahir 18 Desember 1913 – meninggal 8 Oktober 1992 pada umur 78 tahun) adalah politikus dan kanselir Republik Federasi Jerman dari tahun 1969 sampai 1974. Ia dilahirkan sebagai Herbert Ernst Karl Frahm di Lübeck, Jerman. Mengetuai partai SPD.

    5. Helmut Heinrich Waldemar Schmidt (lahir di Hamburg, 23 Desember 1918; umur 92 tahun) adalah seorang politikus Jerman. Ia adalah kanselir Republik Federal Jerman dari tahun 1974 sampai 1982. Tahun 1946 Bergabung dengan Social Democratic Party (SPD).

    6. Dr. Helmut Kohl (nama lengkap Helmut Josef Michael Kohl) (lahir 3 April 1930) adalah politikus dan negarawan konservatif Jerman. Ia adalah kanselir Jerman dari tahun 1982 sampai 1998 (Jerman Barat hanya dari 1982 sampai 1990). Mengetuai partai CDU sampai tahun 1998. Pada tahun 2004, ketika tengah berlibur di Sri Lanka, ia hampir saja menjadi korban tsunami.

    7. Gerhard Schröder (nama lengkap Gerhard Fritz Kurt Schröder) (lahir 7 April 1944; umur 67 tahun) adalah politisi Jerman dan Kanselir Jerman pada periode 1998 hingga 2005. Sebagai seorang anggota Partai Demokratik Sosial Jerman SPD (Social Democratic Party of Germany), ia memimpin sebuah koalisi pemerintahan untuk SPD dan Aliansi 90/Partai Hijau. Sebelum terjun di dunia politik secara penuh, ia adalah seorang pengacara yang sukses dan sebelum menjabat Kanselir ia tampil sebagai menteri-kepresidenan untuk wilayah Negara Jerman di Lower-Saxony. Ketika pemilu federal Jerman 2005 dilakukan, selama tiga minggu ia bersama partainya berunding untuk sebuah pemerintahan. Jabatan Kanselir kemudian diserahkan kepada Angela Merkel dari Uni Demokratik Kristen Jerman (CDU: Christian Democratic Union). Schröder lahir di Mossenberg, Niedersachsen.

    Ayahnya, Fritz Schroeder tertembak mati pada 4 Oktober 1944 bersama delapan pasukan lain di masa Adolf Hitler. Ketika itu mereka mencoba melarikan diri dari desa Ceanu Mare setelah mendapat serangan tentara Romania. Peristiwa itu terjadi ketika ia berusia enam bulan. Sejak itu, sang ayah hanyalah tinggal nama baginya. Bahkan, makamnya pun tak pernah ia ketahui. Baru diketahui setelah Gunhild Kamp-Schroeder terus mencari tahu di mana keberadaan sang ayah. Ia pun minta bantuan Palang Merah Internasional. Hidup miskin menjadi riwayat masa kecilnya. Ibunya terpaksa bekerja sebagai pembersih rumah guna menghidupi kelima anaknya.

    Masa kecil Schroeder penuh tantangan. Setelah selesai sekolah menengah pertama, pada umur 14 tahun, ia mulai mengenal dunia kerja. Mulanya menjadi penjaga toko selama tiga tahun (1959-1961), kemudian menjadi pekerja di bidang konstruksi sebagai tenaga tak terampil. Di sela waktunya bekerja di sektor konstruksi, Schroeder sekolah malam dan mendapat ijazah untuk bisa masuk kuliah pada tahun 1964. Pendidikannya di bidang hukum mulai dirintis semenjak itu dengan mengikuti sekolah untuk kualifikasi masuk universitas.

    8. Dr. Angela Merkel ( nama lengkap Angela Dorothea Merkel ) (lahir di Hamburg, Jerman, 17 Juli 1954; umur 61 tahun) adalah Kanselir Jerman saat ini. Sebagai ketua Partai Uni Demokratik Kristen (CDU), ia juga memimpin koalisi di parlemen Jerman bersama partai politik partai kubunya, yaitu Uni Sosial Kristen (CSU) dan Partai Demokrat Bebas (FDP, yang berhaluan liberal), yang terbentuk setelah penyelenggaraan Pemilu Federal 2009. Merkel –yang terpilih menjadi anggota Parlemen Jerman mewakili Mecklenburg-Pomerania Barat– telah menjadi Ketua CDU sejak tahun 2000 dan Ketua kelompok partai CDU-CSU di parlemen pada periode 2002-2005.

    Ia adalah Kanselir perempuan pertama Jerman dan orang pertama bekas warga negara Republik Demokratik Jerman yang memimpin Jerman setelah reunifikasi Jerman. Ia juga merupakan perempuan pertama yang memimpin Jerman sejak negara itu menjadi sebuah negara kebangsaan yang modern pada 1871. Termasuk dia, hingga 2006, telah terdaftar sejumlah kanselir termuda perorangan sejak Perang Dunia II. Menurut Majalah Forbes, ia merupakan seorang wanita paling berkuasa di dunia dan wanita ketiga dalam kapasitasnya sebagai Ketua G8. Pada 1 Januari 2007, ia menjadi wanita kedua dalam jabatannya sebagai Ketua G8 setelah Margaret Thatcher.

    Sumber: bundeskanzlerin.de dan wikipedia

    Tulisan Terkini:

  • 30 Universitas Terbaik di Jerman

    30 Universitas Terbaik di Jerman

    30 Universitas Terbaik di Jerman. Inilah 30 Universitas Terbaik DI Jerman :

    1. Freie Universität Berlin
    2. Ludwig Maximilians Universität München * merupakan Universitas terbesar, dengan 44.400 mahasiswa.
    3. Humboldt Universität zu Berlin
    4. Universität Münster
    5. Universität Regensburg
    30 Universitas Terbaik di Jerman
    Salah Satu Universitas di Jerman. Foto. (DPA)
    1. Ruprecht Karls Universität Heidelberg merupakan Universitas tertua, didirikan tahun 1386.
    2. Universität zu Köln
    3. Universität Stuttgart
    4. Universität Hamburg
    5. Universität Trier **

    6. Rheinische Friedrich Wilhelms Universität Bonn

    7. Technische Universität München * Universitas paling menarik bagi peneliti internasional, untuk bidang ilmu alam ialah Universitas Teknik München, (menurut pemeringkatan universitas oleh Alexander-von-Humboldt-Stiftung)

    8. Technische Universität Darmstadt

    9. Karlsruhe Institute of Technology (Universität Karlsruhe) *
    10. Johann Wolfgang Goethe Universität Frankfurt am Main

    11. Universität Freiburg

    12. Rheinisch Westfalische Technische Hochschule Aachen ** RWTH Aachen, menurut pemeringkatan DFG perihal proyek. DFG mengelola proyek penelitian RWTH senilai 257 juta Euro yang dibiayai oleh pihak ketiga.

    13. Technische Universität Berlin

    14. Universität Bielefeld
    15. Technische Universität Dresden

    16. Universität Leipzig

    17. Universität Tubingen
    18. Friedrich Alexander Universität Erlangen Nürnberg
    19. Georg-August-Universität Göttingen
    20. Universität Bremen

    21. Heinrich Heine Universität Düsseldorf

    22. Christian Albrechts Universität zu Kiel
    23. Technische Universität Dortmund *
    24. Universität Hannover
    25. Johannes Gutenberg Universität Mainz

    Anda berminat? 😉

    Untuk info Beasiswa bisa klik www.daadjkt.org

    Sumber: Kedutaan Besar Republik Federal Jerman

    Informasi lebih lanjut mengenai kuliah di Jerman bisa ditanyakan ke: https://www.facebook.com/Study.in.Germany dan ke forum Kaskus: http://www.kaskus.co.id/forum/82/germany

     

    Baca juga:
    101 Tips Kuliah ke Jerman
    Peringkat Universitas di Jerman
    Orang Jerman itu
    Kuliah di Jerman, Mahalkah?

  • Peringkat Universitas di Jerman

    Peringkat Universitas di Jerman

    Peringkat Universitas di Jerman

    Universitas tertua:

    Ruprecht-Karls-Universität, Heidelberg, didirikan 1386

    Website Kampus : www.uni-heidelberg.de

    Peringkat Universitas di Jerman
    Bebelplatz (Foto: gettyimages)

    Universitas terbesar:

    Ludwig-Maximilians-Universität, München, dengan 44.400 mahasiswa

    Website Kampus : www.en.uni-muenchen.de

    Universitas paling menarik bagi peneliti internasional terkemuka:

    Untuk bidang ilmu alam ialah Universitas Teknik München, menurut pemeringkatan universitas oleh Alexander-von-Humboldt-Stiftung

    Website Kampus : TU München

    Perguruan Tinggi yang unggul di bidang penelitian:

    RWTH Aachen, menurut pemeringkatan DFG perihal proyek. DFG mengelola proyek penelitian RWTH senilai 257 juta Ero yang dibiayai oleh pihak ketiga.

    Website Kampus : RWTH Aachen

    ********************

    Universitas swasta

    Di samping universitas milik lembaga keagamaan, sejak tahun 1970-an didirikan juga sejumlah perguruan tinggi swasta yang diakui oleh negara. Dewasa ini di Jerman terdapat sekitar 130 perguruan tinggi swasta, kebanyakan di antaranya kecil, termasuk 10 universitas swasta seperti European Business School di Oestrich-Winkel dan Private Universität Witten/Herdecke, serta 12 perguruan tinggi teologi.

    Universitas Teknik

    Universitas yang kegiatannya terfokus pada ilmu teknik menamakan dirinya Technische Universität (TU) atau Technische Hochschule (TH). Dibandingkan dengan perguruan tinggi ilmu terapan, universitas teknik lebih mengutamakan riset dasar. Kesembilan TU terkemuka telah bergabung dalam Prakarsa TU9. Anggotanya berorientasi internasional dan melakukan sejumlah besar kegiatan pendidikan tinggi di mancanegara yang dikoordinasikan oleh badan prakarsa tersebut.

    Alexander-von-Humboldt-Stiftung

    Yayasan Alexander von Humboldt (AvH), didirikan pada tahun 1860, kini mendukung kerja sama ilmiah antara peneliti asing terkemuka dan koleganya di Jerman. Setiap tahun Yayasan AvH memberi kesempatan kepada lebih dari 1.900 peneliti internasional untuk tinggal dan melakukan riset di Jerman. Di samping itu dipeliharanya jaringan yang mencakup sekitar 23.000 alumni program yayasan di segala bidang ilmu yang tinggal di 130 negara, di antaranya 43 pemenang Hadiah Nobel.

    Iuran kuliah

    Sejak tahun 2007, negara bagian Baden- Württemberg, Bayern, Hamburg, Hessen, Niedersachsen, Nordrhein-Westfalen dan Saarland mengenakan iuran kuliah mulai semester pertama. Dalam kebanyakan hal, jumlahnya 500 Ero per semester. Ketujuh negara bagian ini menyediakan kredit pembiayaan studi yang dijamin negara.

    Jerman sebagai negara studi

    Dewasa ini sekitar dua juta orang berkuliah di perguruan tinggi, hampir separuhnya perempuan (48 persen). Terdapat sekitar 370 perguruan tinggi, di antaranya 140 universitas dan perguruan tinggi dengan kewenangan promosi. Perguruan tinggi negeri merupakan institusi negara bagian. Di dunia internasional, Jerman termasuk di antara negara studi yang paling disukai di samping Amerika Serikat dan Inggris.

    Penginternasionalan

    Dewasa ini sekitar 240.000 mahasiswa asing berkuliah di perguruan tinggi di Jerman; setiap orang keempat di antara- nya sebelumnya meraih ijazah yang memberi hak masuk perguruan tinggi di Jerman pula. Di lain pihak 85.000 warga Jerman berkuliah di mancanegara. Negara studi yang paling disukai mereka ialah Belanda, Inggris, Austria dan Swis.

     

    Sumber: tatsachen-ueber

     

    Baca juga:

  • 30 Universitas Terbaik di Jerman
  • Kuliah di Jerman, Mahalkah?
  • 101 Tips Kuliah ke Jerman
  • Orang Jerman itu
  • Fakta Mengenai Jerman

    Fakta Mengenai Jerman

    Salah Satu Taman di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
     Cara Hidup

    Dalam masyarakat Jerman terdapat aneka bentuk kehidupan bersama, akan tetapi se­bagian besar orang – lebih dari 66 juta penduduk – hidup dalam rumah tangga yang mencakup beberapa orang. 16 juta orang tinggal sendiri. Lebih dari 41 juta orang hidup dalam rumah tangga orang tua-anak, di antaranya sekitar 20 juta anak. Hampir 23 juta orang hidup berpasangan, tanpa anak. Termasuk di antaranya mayoritas dari ke-46.000 laki-laki dan 23.000 perempuan yang tinggal bersama partner sejenis. Menurut perkiraan, secara keseluruhan terdapat 160.000 pasangan sejenis di Jerman.

    Orang Tua Tunggal

    Orang tua yang mengasuh anak dalam 1,6 juta lebih keluarga hanya seorang saja. Dalam lebih dari 90 persen kasus seperti itu, orang tua tunggal adalah ibu. Banyak di antara mereka tidak bekerja atau mendapat pekerjaan paruh waktu saja. Antara lain untuk memudahkan orang tua tunggal mendapat mata pencaharian tetap, pengasuhan anak sehari penuh, artinya di luar jam taman kanak-kanak dan sekolah, akan ditingkatkan, begitu juga fasilitas asuhan anak di bawah tiga tahun.

    Kenaikan Usia Harapan Hidup

    Pada awal abad ke-20, usia harapan hidup rata-rata masih berkisar sekitar 46 tahun. Sekarang, seorang anak laki-laki yang baru lahir dapat mengharapkan akan mencapai usia 77 tahun, seorang anak perempuan bahkan 82 tahun.

    Gaya Hidup Generasi Lanjut Usia

    Orang lanjut usia kini tidak hanya mencapai usia lebih tinggi, melainkan juga lebih sehat, lebih bugar dan lebih aktif daripada generasi-generasi sebelumnya. Mereka mapan secara ekonomi: Kelompok umur di atas 60 tahun memiliki hampir sepertiga dari daya beli total. Gaya hidup dari “generasi 50+” telah banyak berubah. Kira-kira setiap orang kedua memberi perhatian khusus kepada kebugaran, kesehatan dan kesegaran. Oleh karena itu kegiatan jasmani dan olahraga semakin dipentingkan: Setiap orang ketiga di kelompok usia 60 tahun ke atas berolahraga hampir setiap hari. Rasa segan untuk memakai internet pun telah hilang. Kalau kelompok usia 66–70 tahun dahulu masih merupakan minoritas sebagai pemesan barang lewat internet, kini mereka merupakan kelompok terbesar di antara pengguna internet – demikian hasil sebuah studi Universitas Osnabrück.

    Hak Asasi Manusia

    Pemerintah Federal Jerman sangat mementingkan penghargaan hak asasi manusia dan perluasannya di seluruh dunia. Bersama mitranya di UE diusahakannya secara konsekuen agar standar hak asasi dilindungi dan dikembangkan secara kontinu. Hal itu dilakukan dalam kerja sama erat dengan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia di Jenewa. Dalam menjalankan kebijakan hak asasi, Jerman didorong oleh kewajiban konkret: Melindungi manusia terhadap pelanggaran hak dan kebebasan pokok mere-ka, dan menciptakan prasyarat yang menjamin bahwa penindasan, kesewenang-wenangan dan eksploitasi tidak mungkin dilakukan lagi. Tekad tersebut bersumber pada konstitusi: Ayat 1 Grundgesetz menyebut hak asasi manusia sebagai dasar bagi setiap masyarakat serta perdamaian dan keadilan di dunia.

    Kegiatan Sosial

    Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemasyarakatan cukup tinggi di Jerman: 36 persen dari pemuda-pemudi berumur 14 -24 tahun menjadi sukarelawan. Mereka turut aktif khususnya di bidang olahraga, pengisian waktu luang dan penyelenggaraan acara, di lingkungan sekolah, budaya atau gereja, serta dalam regu pemadam kebakaran dan penyelamatan. Ada bidang tertentu yang bahkan tergantung dari peranserta anak muda, karena andil mereka begitu besar – hal itu misalnya terjadi di banyak perkumpulan olahraga. Separuh di antara para remaja aktif di perkumpulan, seperempat menjadi sukarelawan di organisasi kemasyarakatan besar, khususnya di gereja-gereja.

    Taraf Hidup

    Republik Federal Jerman tergolong negara bertaraf hidup paling tinggi di dunia. Menurut Indeks HDI Perserikatan Bangsa- Bangsa, Jerman termasuk negara paling maju menurut kriteria usia harapan hidup, taraf keberaksaraan, dan pendapatan per kapita. Sistem kesehatan memungkinkan pelayanan medis yang lengkap, sistem-sistem jaminan sosial berupa asuransi wajib di bidang kesehatan, perawatan, kecelakaan, purnakarya/hari tua dan pengangguran melindungi warga dari dampak keuangan yang ditimbulkan risiko kehidupan.

     

    Bantuan sosial

    Jaringan jaminan sosial dilengkapi oleh uang bantuan sosial yang dibiayai oleh pajak. Tunjangan itu diberikan kepada warga yang tidak sanggup mengatasi keadaan susahnya dengan tenaga dan sarana sendiri atau dengan bantuan keluarganya. Di samping itu terdapat bantuan sosial pokok untuk orang lanjut usia atau orang invalid, begitu juga bantuan dari pihak negara untuk biaya hidup dan dalam situasi khusus.

     

    Sumber:  tatsachen-ueber

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya:

    Orang Jerman itu
    Aturan Internetan di Jerman
    Musim Dingin di Jerman
    Kuliner Indonesia yang Nganggenin
    Musim Panas Suka atau Tidak Terpaksa Dinikmati
    Istilah Masakan Jerman – Indonesia
    Kamar Mandi di Jerman
    101 Tips Kuliah ke Jerman

  • error: Content is protected !!