Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V)

Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V). Halo sahabat blogger dan pembaca setia blog emaknya Benjamin ini, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri buat yang merayakannya. Mohon maaf ya kalau saya ada salah-salah bicara (nulis) saat blogwalking ๐Ÿ˜€ .

Rasanya sudah lama sekali saya tidak cerita-cerita mengenai orang Jerman, etika dan kebiasan mereka. Sangking penasaran, kapan ya terakhir nulis mengenai tema tersebut. OMG (oh my God) terakhir kali posting tema tersebut 2 tahun lalu 27 Juli 2013 klik disini. Jadi tanpa banyak basa-basi lagi langsung aja deh ke pointnya:

โ€ข Kalau datang ke undangan pernikahan, JANGAN pakai baju putih. Hanya pengantin yang boleh pakai warna putih. Jadi tamu yang pakai baju putih, silakan pulang dulu deh ganti kostum yaa. Bukan kamu pengantennya kan? siapa tahu tamu undangan lain mengira kamu yang jadi pengantennya loh ๐Ÿ˜€ . Saya tahu info ini karena hampir tiap hari menonton reality show “Traumhochzeit” (dream wedding) di VOX .

โ€ข Buat yang suka bikin kue, di Jerman tidak ada Emulsifier (SP/TBM), disini bikin kue/cake hanya menggunakan Backpulver baking powder. Kalau mau cari Emulsifier seperti di Indonesia coba di Asia shop atau beli online di toko asia.

Apfelkuchen, Kue Apel,  Apple Pie ala Jerman

Apfelkuchen, Kue Apel, Apple Pie ala Jerman

โ€ข Hati-hati kalau lihat promo yang murah bikin *kalap. Misal berlangganan provider hp, TV kabel, majalah, listrik dll. Baca term & condition baik-baik. Biasanya ada dibagian bawah iklannya. Term & condition tulisannya biasanya kecil sekali, sehingga luput dari perhatian alias tidak kebaca. Hati-hati kejebak, maksud saya jangan yang tadinya diiming-iming cuma bayar 1 euro ternyata malah jadi ratusan euro, dan kadang tidak bisa putus kontrak. Kontrak TV kabel misalnya memang murah tapi minimal kontrak 2 tahun, kalau mau ganti ya bisa aja tapi tetap bayar sampai kontrak selesai.

โ€ข Air putih lebih banyak dengan soda, namanya sprudelwasser air soda atau air berkarbonasi. 4 tahun di Jerman saya sudah jadi suka sekali jenis air tersebut. Bapaknya Benjamin bilang stillwasser (air tanpa soda) tuh airnya mati hehe.

โ€ข Kalau ke dokter, jangan berharap akan selalu dikasih resep untuk beli obat. Kalau belum parah sekali, cuma disuruh istirahat dirumah, dan tidak perlu makan obat. Alasan dokter, nanti apotek yang diuntungkan ๐Ÿ˜€ . Saya baru tahu hal ini setelah bapaknya Benjamin pulang dari dokter, saya tanya “mana obat batuk pileknya?” ternyata cuma dikasih surat izin istirahat seminggu untuk diserahkan ke kantor. Padahal menurut saya batuknya sudah parah sekali, kalau di tanah air pasti sudah dikasih antibiotik supaya cepat sembuh.

โ€ข Kalau pindahan rumah sebaiknya ke kantor pos untuk minta jasa pengalihan semua surat-surat ke alamat baru dalam bahasa Jerman istilahnya Nachsendeservice . Jasa ini ada yang 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Bisa diperpanjang.

Biayanya untuk 6 bulan 19,90 euro (sekitar Rp. 298.000), 12 bulan biayanya 24,90 euro (sekitar Rp. 373.000) . Kalau kamu pindahan dan tidak gunakan jasa ini dan misal ada tagihan (listrik, telp, internet dll) dan masih dialamatkan ke alamat lama, dan kita menunggak, tagihan akan makin membengkak karena dendanya.

Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012

Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012

Walau kita kasih alasan pindah dan tidak terima tagihannya, yang nagih tidak mau tahu kamu tetap harus bayar full dengan dendanya (pernah kejadian pada teman les saya). Bapaknya Ben dan saya gunakan yang jasa untuk 6 bulan saja. Setelah lewat 6 bulan, semoga surat-surat kamu sudah diperbaharui semua ke alamat baru. Informasi detail mengenai Nachsendeservice klik https://www.deutschepost.de/de/n/nachsendeservice.html .

โ€ข Menyebrang jalan harus ditempat seharusnya. Ada logonya orang menyebrang dan ada tanda garis-garis di tempat pejalan kaki boleh nyebrang. Kendaraan akan berhenti. Pada tempat penyebrangan tersebut pejalan kaki di istimewakan, kalau ada kendaraan tidak mau berhenti pas pejalan kaki lewat dan terjadi kecelakaan, yang menanggung yang punya kendaraan. Kalau naik mobil dari jauh sudah lihat tanda tempat penyebrangan, ya kita turunkan kecepatan, siapa tahu pas ditempat itu tiba-tiba ada orang nyebrang, susah kan berhenti mendadak.

Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan "zebra crossing". Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia

Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan “zebra crossing”. Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia

 

Ada pula tempat penyebrangan dengan lampu merahnya, jadi kalau mau menyebrang harus tekan tombolnya. Kalau tidak ditekan sampai tahun depan juga kamu tidak bisa lewat. Pernah ada loh yang ngomong “rusak nih lampu merah, sudah lama ko tanda boleh nyebrangnya tidak hijau yaa” . Saya yang baru datang senyum-senyum saja sambil berpikir pasti turis nih yang mau lewat haha lalu saya tekan tombolnya ๐Ÿ˜‰ .

Ada juga tempat penyebrangan tanpa tanda garis-garis di jalanannya, maka pejalan kaki harus menunggu sampai mobil tidak ada yang lewat lagi (biasanya di jalan kecil ko, kalau jalan raya yang luas tahun depan dong jalanannya baru kosong haha).

Kalau beruntung pengemudi mobil akan nyuruh kamu lewat duluan (banyak juga pengendara yang baik loh. Kalau ibu hamil, bawa kereta dorong anak, atau lansia mau nyebrang, sering mobilnya berhenti dan kita disuruh jalan/nyebrang). Kalau kita langsung nyebrang pada jalan yang tidak ada tanda penyebrangan (jalanannya tidak ada tanda garis-garis) kalau ke tabrak ya itu salah kamu, dan asuransi tidak akan menanggung kerugian atau biaya pengobatan. Dulu saya sotoy (sok tahu) saya kira disemua tempat penyebrangan pejalan kaki bebas nyebrang semaunya, ternyata kalau tidak ada tanda garis dijalannya ya gitu nyebrang kalau jalanannya kosong. Saya baru tahu setelah nanya ke bapaknya Benjamin.

Bagi yang tertarik baca edisi sebelumnya mengenai Jerman selayang padang (orang Jerman, etika dan kebiasaannya)
Bagian I klik disini.
Bagian II klik disini.
Bagian III klik disini.
Bagian IV klik disini
Bagian VI klik disini

 

Baca juga:
โ€ข Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman
โ€ข Aturan Internetan di Jerman
โ€ข Tinggal di Jerman

Advertisements
Advertisements

72 Comments

  1. fiandini July 13, 2016
  2. Esti May 12, 2016
  3. fanny fristhika nila March 6, 2016
  4. dudu February 14, 2016
  5. dudu January 14, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 15, 2016
  6. Agus January 12, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 13, 2016
      • Agus January 18, 2016
  7. Riskaninda Maharani September 30, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen September 30, 2015
  8. Novitri Malini (@novitriM) September 10, 2015
  9. Ervien Setyawan August 27, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 29, 2015
  10. Elmo August 27, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 27, 2015
  11. Ervien Setyawan August 24, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 24, 2015
  12. jezzica August 21, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 21, 2015
  13. rumahkubahagiaku July 24, 2015
  14. mayang_koto July 23, 2015
      • mayang_koto July 23, 2015
  15. ellykurnia July 22, 2015
      • ellykurnia July 23, 2015
  16. cumilebay.com July 22, 2015
  17. denaldd July 21, 2015
  18. Kiki :) July 20, 2015
  19. nyonyasepatu July 19, 2015
  20. mamipapa July 18, 2015
  21. chris13jkt July 18, 2015
  22. niee July 18, 2015
  23. Lia Harahap July 18, 2015
  24. just A July 18, 2015
  25. Jian Septian July 17, 2015
  26. rizzaumami July 17, 2015
  27. Arman July 17, 2015
  28. shiq4 July 17, 2015
  29. Grant July 17, 2015
  30. blokino8 July 17, 2015
  31. ayanapunya July 17, 2015
  32. kayka July 17, 2015
  33. Oma Kiarra July 17, 2015
  34. Ria Angelina July 17, 2015
  35. Ria Angelina July 17, 2015
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: