Tag: khas Jerman

  • Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V)

    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian V). Halo sahabat blogger dan pembaca setia blog emaknya Benjamin ini, saya ingin mengucapkan Selamat Idul Fitri buat yang merayakannya. Mohon maaf ya kalau saya ada salah-salah bicara (nulis) saat blogwalking 😀 .

    Rasanya sudah lama sekali saya tidak cerita-cerita mengenai orang Jerman, etika dan kebiasan mereka. Sangking penasaran, kapan ya terakhir nulis mengenai tema tersebut. OMG (oh my God) terakhir kali posting tema tersebut 2 tahun lalu 27 Juli 2013 klik disini. Jadi tanpa banyak basa-basi lagi langsung aja deh ke pointnya:

    • Kalau datang ke undangan pernikahan, JANGAN pakai baju putih. Hanya pengantin yang boleh pakai warna putih. Jadi tamu yang pakai baju putih, silakan pulang dulu deh ganti kostum yaa. Bukan kamu pengantennya kan? siapa tahu tamu undangan lain mengira kamu yang jadi pengantennya loh 😀 . Saya tahu info ini karena hampir tiap hari menonton reality show “Traumhochzeit” (dream wedding) di VOX .

    • Buat yang suka bikin kue, di Jerman tidak ada Emulsifier (SP/TBM), disini bikin kue/cake hanya menggunakan Backpulver baking powder. Kalau mau cari Emulsifier seperti di Indonesia coba di Asia shop atau beli online di toko asia.

    Apfelkuchen, Kue Apel, Apple Pie ala Jerman
    Apfelkuchen, Kue Apel, Apple Pie ala Jerman

    • Hati-hati kalau lihat promo yang murah bikin *kalap. Misal berlangganan provider hp, TV kabel, majalah, listrik dll. Baca term & condition baik-baik. Biasanya ada dibagian bawah iklannya. Term & condition tulisannya biasanya kecil sekali, sehingga luput dari perhatian alias tidak kebaca. Hati-hati kejebak, maksud saya jangan yang tadinya diiming-iming cuma bayar 1 euro ternyata malah jadi ratusan euro, dan kadang tidak bisa putus kontrak. Kontrak TV kabel misalnya memang murah tapi minimal kontrak 2 tahun, kalau mau ganti ya bisa aja tapi tetap bayar sampai kontrak selesai.

    • Air putih lebih banyak dengan soda, namanya sprudelwasser air soda atau air berkarbonasi. 4 tahun di Jerman saya sudah jadi suka sekali jenis air tersebut. Bapaknya Benjamin bilang stillwasser (air tanpa soda) tuh airnya mati hehe.

    • Kalau ke dokter, jangan berharap akan selalu dikasih resep untuk beli obat. Kalau belum parah sekali, cuma disuruh istirahat dirumah, dan tidak perlu makan obat. Alasan dokter, nanti apotek yang diuntungkan 😀 . Saya baru tahu hal ini setelah bapaknya Benjamin pulang dari dokter, saya tanya “mana obat batuk pileknya?” ternyata cuma dikasih surat izin istirahat seminggu untuk diserahkan ke kantor. Padahal menurut saya batuknya sudah parah sekali, kalau di tanah air pasti sudah dikasih antibiotik supaya cepat sembuh.

    • Kalau pindahan rumah sebaiknya ke kantor pos untuk minta jasa pengalihan semua surat-surat ke alamat baru dalam bahasa Jerman istilahnya Nachsendeservice . Jasa ini ada yang 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Bisa diperpanjang.

    Biayanya untuk 6 bulan 19,90 euro (sekitar Rp. 298.000), 12 bulan biayanya 24,90 euro (sekitar Rp. 373.000) . Kalau kamu pindahan dan tidak gunakan jasa ini dan misal ada tagihan (listrik, telp, internet dll) dan masih dialamatkan ke alamat lama, dan kita menunggak, tagihan akan makin membengkak karena dendanya.

    Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012
    Persiapan saat mau pindahan rumah. Supaya Aman Perabotan dikemas Rapih dan Bagus dengan Plastik. Jasa pindahan yang mengerjakan bungkus membungkus. Foto Nov 2012

    Walau kita kasih alasan pindah dan tidak terima tagihannya, yang nagih tidak mau tahu kamu tetap harus bayar full dengan dendanya (pernah kejadian pada teman les saya). Bapaknya Ben dan saya gunakan yang jasa untuk 6 bulan saja. Setelah lewat 6 bulan, semoga surat-surat kamu sudah diperbaharui semua ke alamat baru. Informasi detail mengenai Nachsendeservice klik https://www.deutschepost.de/de/n/nachsendeservice.html .

    • Menyebrang jalan harus ditempat seharusnya. Ada logonya orang menyebrang dan ada tanda garis-garis di tempat pejalan kaki boleh nyebrang. Kendaraan akan berhenti. Pada tempat penyebrangan tersebut pejalan kaki di istimewakan, kalau ada kendaraan tidak mau berhenti pas pejalan kaki lewat dan terjadi kecelakaan, yang menanggung yang punya kendaraan. Kalau naik mobil dari jauh sudah lihat tanda tempat penyebrangan, ya kita turunkan kecepatan, siapa tahu pas ditempat itu tiba-tiba ada orang nyebrang, susah kan berhenti mendadak.

    Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan "zebra crossing". Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia
    Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan “zebra crossing”. Ditempat ini pejalan kaki bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat. Sumber foto de.wikipedia

     

    Ada pula tempat penyebrangan dengan lampu merahnya, jadi kalau mau menyebrang harus tekan tombolnya. Kalau tidak ditekan sampai tahun depan juga kamu tidak bisa lewat. Pernah ada loh yang ngomong “rusak nih lampu merah, sudah lama ko tanda boleh nyebrangnya tidak hijau yaa” . Saya yang baru datang senyum-senyum saja sambil berpikir pasti turis nih yang mau lewat haha lalu saya tekan tombolnya 😉 .

    Ada juga tempat penyebrangan tanpa tanda garis-garis di jalanannya, maka pejalan kaki harus menunggu sampai mobil tidak ada yang lewat lagi (biasanya di jalan kecil ko, kalau jalan raya yang luas tahun depan dong jalanannya baru kosong haha).

    Kalau beruntung pengemudi mobil akan nyuruh kamu lewat duluan (banyak juga pengendara yang baik loh. Kalau ibu hamil, bawa kereta dorong anak, atau lansia mau nyebrang, sering mobilnya berhenti dan kita disuruh jalan/nyebrang). Kalau kita langsung nyebrang pada jalan yang tidak ada tanda penyebrangan (jalanannya tidak ada tanda garis-garis) kalau ke tabrak ya itu salah kamu, dan asuransi tidak akan menanggung kerugian atau biaya pengobatan. Dulu saya sotoy (sok tahu) saya kira disemua tempat penyebrangan pejalan kaki bebas nyebrang semaunya, ternyata kalau tidak ada tanda garis dijalannya ya gitu nyebrang kalau jalanannya kosong. Saya baru tahu setelah nanya ke bapaknya Benjamin.

    Bagi yang tertarik baca edisi sebelumnya mengenai Jerman selayang padang (orang Jerman, etika dan kebiasaannya)
    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini
    Bagian VI klik disini

     

    Baca juga:
    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman
    Aturan Internetan di Jerman
    Tinggal di Jerman

  • Orang Jerman itu (bagian IV)

    Orang Jerman itu (bagian IV)

    Orang Jerman itu (bagian IV). Pembaca setia, selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan. Saya masih punya beberapa hal mengenai kehidupan di Jerman yang mau saya informasikan 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian IV). Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
    Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
    1. Kalau lagi nyetir tidak boleh menggunakan hp, ketahuan polisi dendanya 30 Euro (Rp.387.000 *kurs Rp.12.900). Sering loh polisinya ngumpet jadi sebaiknya patuhi peraturan berlalulintas kalau tidak mau kena tilang 😉 .
    2. Naik sepeda juga harus taat peraturan lalu lintas. Gunakan jalan khusus sepeda, kalau tidak ada jalur khusus bisa gunakan jalur mobil. Pengendara sepeda juga bisa kena denda, misal jalan di jalur yang salah, pakai walkman sambil bersepeda. Dendanya 20 Euro saja. *mending jalan kaki deh aman hehe 😆 .
    3. Naik kereta harus beli tiket, kalau kena razia dendanya 40 euro (Rp.516.000 *kurs Rp.12.900) untuk jarak dekat. Di kota besar contohnya saya pernah lihat Berlin, umumnya petugasnya tidak berpakaian selayaknya petugas. Petugas berbaur dan perpakaian seperti orang umum. Kadang duduk bersama penumpang trus kereta mulai jalan, petugas mulai merazia penumpang yang tidak beli tiket. Bayar dendanya tidak ke petugas. Petugas membawa seperti mesin kecil untuk memasukkan data penumpang yang kena razia. Nanti dikirim surat tagihan ke rumah, dan kita bayar dengan Bank transfer.

    Berhubung ada pertanyaan menarik dari Omnduut : Kalau orang asing (turis) naik kereta di Jerman dan tidak beli tiket eh pas ketemu petugas kontrol, kemana tagihannya dikirim?.

    Setelah tanya suamiku nih, dia bilang dendanya bayar ditempat, bisa cash atau bisa dengan gesek kartu kredit.

    Nah berhubung cuma jawaban dari satu orang tidak puas ah. Saya tanya ke forum. Jawabannya:
    • Ternyata ada yang pernah berpengalaman kena denda denda 150 Euro bayar di tempat.
    • Bayarnya langsung ke petugas, kalau petugasnya baik di suruh turun di stasiun berikutnya dan beli tiket kereta berikutnya.
    • Bisa bayar cash atau gesek kartu kredit. Petugasnya ada bawa mesin geseknya.

    Tulisan Terkini

    Ternyata dapat info dari negara lain juga, yakni:
    • Di Yunani bayar di tempat, dendanya 60x harga tiket.
    • Di Perancis dendanya 300€ lebih (Rp. 3.870.000 *kurs rp.12.900)
    • Di Swiss naik Tram tanpa ticket, denda Sfr 100 (Rp. 1.050.000 *kurs rp.10.500). Plus bayar tiket penuh. Pengumuman ini ditulis didalam Tram. Jika kejadiannya di Kereta Api, selain denda juga plus masuk criminal record yang link dengan semua akses.
    • Di Italia denda 100 Euro.

    Harap jangan berpikir seperti di Indonesia (tepatnya kereta Jabotabek kali ya 😆 ), jangan coba-coba tidak beli tiket kereta ketika kamu menggunakan kereta di Eropa.

    4. Guru les saya bilang, kalau ada orang awam masuk ke gedung pertemuan (gedung pesta) dia mungkin akan bingung, tidak tahu itu acara pesta pernikahan atau acara pemakaman? Karena pesta pernikahan disini tidak ada heboh-hebohnya seperti di Indonesia. Disini hanya makan-makan, ngobrol, makan lagi sambil ngobrol sampai lewat tengah malam.

    5. Orang-orangnya mulai anak-anak hingga orangtua kebanyakan pakai sepatu kets kemana-mana. Kadang aneh saja sih, pakaian sudah oke banget, lihat kebawah ketawa deh, sepatunya sepatu kets :mrgreen: . Saya sering nonton TV lihat reporter TV meliput berita. Baju atasannya keren berjas, sepatunya yaelah ok sepatu kets hehe.

    6. Jika bertamu ke rumah orang Jerman totok biasanya tidak perlu lepas sepatu. Kalaupun kita mau lepas sepatu, karena ga enak kuatir rumah jadi kotor, terkadang yang punya rumah agak maksa, “gak usah lepas sepatu, pakai saja!”. Saya baru tahu alasannya, pas kurus Integrasi, ternyata kalau kita lepas sepatu, kebanyakan bau kaki boo 😛 . Makanya diminta tidak usah lepas sepatu. Kalau bertamunya ke bukan orang Jerman, ya kita tanya dulu lepas sepatu ga?, biasanya yang punya rumah ada sandal rumah buat tamunya. Kalau tidak ada ya berkaos kaki saja, asal pastikan kaos kaki kamu tidak bau yaa :D. Kalau kedatangan tamu orang Jerman ya pasrah aja rumahmu kalau kotor, karena mereka ga mau lepas sepatu, kecuali kalau pasangan kawin campur seperti Frank nih, dia sih sudah tahu kalau di rumah ya jangan pakai sepatu. Kan cape ya nyapu ngepelnya.

    7. Makanannya paling banyak aneka macam roti, keju dan daging. Menurut saya daging tuh bisa ada 1001 jenis, enek juga kalau tiap hari makanannya pakai daging.

    8. Malam cenderung tidak makanan hangat, jadi hanya makan roti dengan keju dll disebutnya „kaltessen“. Untung nih ibu rumah tangga ga harus masak.

    9. Ada yang bersin kita bilang “gesundheit!” artinya “bless you”.

    10. Kalau makan kita bilang “Guten Appetit” artinya “Selamat Makan” kalau yang makan sendirian, yang makan paling bilang “Danke” “Terima Kasih”.

    Video Kebiasaan Orang Jerman Bertamu Tidak Lepas Sepatu ke Dalam Rumah

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini
    Bagian II klik disini
    Bagian III klik disini
    Bagian V klik disini
    Bagian VI klik disini

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu (bagian IV). Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III). Guten Morgen Indonesia, selamat hari sabtu. Saya kembali lagi mau ngomongin mengenai Jerman, etika dan masyarakatnya ya 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian III)
    Pemandangan Kota Tua di Jerman
    1. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe 😀 ).
    2. Sampah harus dipisah-pisahkan, antara sampah dapur, sampah organik, kertas, plastik, kaleng dan botol. Ada kota-kota tertentu, dimana pembuangan botol juga dibedakan berdasarkan warna botolnya, ada botol warna hijau, putih dan coklat. Ceritanya disini.

    3. Disini orang tidak kepo (mau tau aja urusan orang). Kalau tidak dekat sekali pamali nanya umur berapa, agama apa, sudah kawin apa belum, sudah punya anak apa belum, gajinya berapa. Kalau ada yang nanya paling di jutekin “..Bukan urusan elo kali”.

    4. Tidak boleh berbisik-bisik didepan orang lain, tidak sopan. Kamu dianggap sedang ngomingin orang tersebut.

    5. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.

    6. Lewat jam 10 malam tayangan TV bukan untuk anak-anak. Tayangannya banyak yang hot ..hot.. hot 😯 . Pokoknya mengerikan!. Yang punya anak-anak sepertinya TVnya dikunci dengan pin atau saluran TV tertentu saja yang bisa dibuka bebas.

    7. Telp rumah flat rate jadi yang rajin pakai telp (nomer lokal) silakan puas-puasin telp.

    8. Beli baju, alat rumah tangga dan lain-lain tapi tidak puas?. Boleh dikembalikan ke tokonya asal masih ada bonnya. Maksimal 2 minggu hingga 1 bulan dari pembelian.

    9. Beli barang-barang eh rusak, masih garansi, masih ada bonnya. Balikin barangnya, uang kembali 100% (*Pengalaman beli timbangan badan, rusak setelah 3 bulan).

    10. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur. Frank pernah kehilangan paspor dan beberapa surat-suratnya, tidak sadar jatuh dijalan. Ternyata ada yang menemukan dan mengantarkan ke Rathaus (kelurahan) setempat. Teman saya Maria, waktu kami jalan-jalan ke München, dia coba celana jeans di kamar pas. Ternyata dia lupa meningglakan HP (BB) nya di kamar pas. Keesoka harinya kami balik lagi, ditanyain beberapa hal untuk membuktikan itu hp Maria, dan Hp kembali ke pemiliknya.

    11. Kamu diundang makan, ingat jangan makan dulu dari rumah yaa. Karena yang ngundang sudah masak banyak sekali. Adalah tidak sopan kalau kamu hanya makan sedikit.

    12. Potong rambut pria 18 EUR (sekitar Rp.232.000), wanita 28-30 Eur (Rp.360.000 an) belum termasuk tip. Kalau lihat ada iklan ko murah 10 EUR, harus ditanya detail karena ada buntutnya tuh, ujungnya akan ada tambahan biaya lain-lainnya, misal biaya cuci rambutnya, biaya pakai hairdryernya dll. Untungnya teman kursus saya tukang potong rambut, jadi Frank dan saya selalu kerumah dia. Biayanya 10 EUR/orang .

    13. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak.
      Ternyata ada penjelasan khusus loh buat pajak anjing ini. Lain kali bahas khusus deh. Singkatnya begini:

    Pajak anjing :
    • Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
    • Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
    • Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
    • Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
    • Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
    • Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
    • Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
    Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

    1. Biaya permak permak baju mahal. Misal pernah potong celana panjang biayanya 7 Eur (Rp.90.000). Biaya tambal celana yang bolong, bolongnya kecil paling 3 cm kena 7 EUR. Coba ke tempat lain busyett niat cari yang murah mahal dobel harganya 15 EUR satu celana. Hari itu saya ambil 2 celana kerja Frank kena 30 Eur (Rp.387.000) 🙄 .

    2. Kalau mau survive disini harus bisa bahasa Jerman, kecuali di kota-kota besar seperti Berlin, München dll mungkin masih ada orang-orangnya mau berbahasa Inggris. Paling tidak kita tahu level dasar, percakapan untuk ke supermarket, naik bus, kereta dan lingkungan sekitar rumah. Jadi kalau nyasar kan, misal salah naik bus atau kereta bisa bertanya orang, ga kaya orang hilang hehe. Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman.

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian IV klik disini.

  • Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II). Sahabat pencinta blog pursuingmydreams.com selamat hari sabtu ya. Mau berakhir pekan kemana nih? :smile:. Saya mau melanjutkan membahas mengenai orang Jerman. Temanya sedikit diubah, bukan mengenai orang Jermannya langsung, namun bagaimana kehidupan di Jerman:

    1. Asuransi kesehatan wajib HARUS punya, karena biaya rumah sakit mahal sekali.
    2. Pensiun untuk pria 67 tahun dan wanita 65 tahun.
    3. Kalau bertemu orang salam tangan saja, tidak perlu cium pipi.
    4. Anak-anak tidak boleh muncul di panggung (TV) setelah jam 10 malam. Kalau remaja dibawah 18 tahun ikut kontes musik, lewat jam 10 malam tidak boleh naik panggung lagi, jadi hanya duduk dibangku penonton.
    5. Sejak bayi lahir hingga si anak kuliah akan dapat uang anak dari negara (kindergeld) nilainya 180 EUR/bulan (sekitar Rp.2.300.000). *revisi, info dari mbak Kayka. Untuk anak ke 2 dan ke 3 dapat uangnya lebih banyak. (Biar dapat duit buat anak, tetap aja orang Jerman banyak yang ga mau punya anak tuh.)

    6. Tidak boleh memukul anak. Si anak bisa melaporkan orangtuanya ke polisi dengan alasan kekerasan terhadap anak.

    7. Tidak boleh memaksa anak supaya cepat bisa membaca. Menurut gurunya jika waktunya tepat si anak akan bisa sendiri.
    8. Anak-anak tidak boleh main sendirian di taman, orang tua atau pengasuh harus selalu ada di dekatnya.
    9. Kalau punya mobil wajib punya juga asuransi mobil. Polisi bisa menilang kamu jika mobil tidak punya asuransi.
    10. Bersepeda juga diajarkan disekolah. Guru atau polisi setempat yang mengajar anak-anak di lapangan atau jalan raya (jalanan akan ditutup selama pelajaran). Ceritanya disini.
    Orang Jerman Itu (Bagian II). Belajar Bersepeda di jalanan
    Belajar Bersepeda di jalanan
    1. Di Jerman, perusahaan berkewajiban memperkerjakan orang cacat, paling sedikit 5%, jika mengelak maka siap-siap kena denda. Sepenggal kisahnya (Baca: Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja).
    2. Air keran di rumah-rumah bisa langsung diminum
    3. Wine sebagai hadiah atau tentengan bertamu. Ya ini khas Jerman banget. Ada yang ultah, bertamu, hari raya dll buat tuan rumah kita kasih wine. Dirumah saya nih jadi ada berbotol-botol wine. Kalau bertamu lagi ya bawa yang dirumah saja. Asal ingat saja kita dapat winenya dari siapa, jangan sampai wine yang sama kembali ke pemberinya kan malu-maluin tuh hehe 😆 .
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    1. Ke sesama langsung pagi nama, tidak peduli tua muda, kecuali kalau resmi ke kantor-kantor baru panggil Frau (wanita) atau Herr (pria).
    2. Memberi dan menerima sesuatu sah-sah saja dengan tangan kiri.

    3. Waktu tenang (Ruhezeit) jam 1 hingga jam 3 sore. Jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Hari Minggu dan tanggal merah juga adalah waktu tenang, jadi tidak boleh bikin gaduh.

    4. Kalau latihan alat musik di rumah, misal main drum, saxophone dll maksimal hanya boleh 1 jam. Kalau mau puas bermain bikin kamar kedap suara. Kalau bikin bising tetangga merasa terganggu si tetangga bisa lapor polisi.
    5. Hari kerja kantor-kantor Senin hingga Jumat. Sabtu toko-toko kecil buka setengah hari (hingga jam 12 atau jam 1 siang). Hari Minggu semua toko-toko, supermarket, termasuk pusat perbelanjaan tutup. Alasannya supaya pekerjanya juga bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Jika ada yang bekerja di hari libur atau sabtu minggu (misal di layanan kesehatan, seperti rumah sakit) maka gajinya lebih besar dari hari biasa.
    6. Bikin SIM di Jerman biayannya sekitar 2.000 Euro (sekitar Rp.25.800.000 *kurs Rp.12.900). Tidak ada calo SIM disini hehe :mrgreen: . Kalau test nyetirnya gagal terus ya tambah mahal biaya kursusnya.
    7. Punya radio atau hp saja harus bayar pajak 5,75 EUR/bulan. Punya ketiganya radio, hp & televisi pajaknya 17,98 EUR/bulan. Kalau kamu tinggal sendirian ya bayar sendirian tapi untuk keluarga satu rumah bayar cukup sekali hitungan satu orang saja. Bayar melalui Bank transfer.

    Bagian I klik disini.

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!