Orang Jerman itu (bagian III)

loading...

Orang Jerman itu (bagian III). Guten Morgen Indonesia, selamat hari sabtu. Saya kembali lagi mau ngomongin mengenai Jerman, etika dan masyarakatnya ya πŸ˜‰Β .

Orang Jerman itu (bagian III)
Pemandangan Kota Tua di Jerman
  1. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe πŸ˜€Β ).
  2. Sampah harus dipisah-pisahkan, antara sampah dapur, sampah organik, kertas, plastik, kaleng dan botol. Ada kota-kota tertentu, dimana pembuangan botol juga dibedakan Β berdasarkan warna botolnya, ada botol warna hijau, putih dan coklat. Ceritanya disini.

  3. Disini orang tidak kepo (mau tau aja urusan orang). Kalau tidak dekat sekali pamali nanya umur berapa, agama apa, sudah kawin apa belum, sudah punya anak apa belum, gajinya berapa. Kalau ada yang nanya paling di jutekin β€œ..Bukan urusan elo kali”.

  4. Tidak boleh berbisik-bisik didepan orang lain, tidak sopan. Kamu dianggap sedang ngomingin orang tersebut.

  5. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.

  6. Lewat jam 10 malam tayangan TV bukan untuk anak-anak. Tayangannya banyak yang hot ..hot.. hot 😯 . Pokoknya mengerikan!. Yang punya anak-anak sepertinya TVnya dikunci dengan  pin atau saluran TV tertentu saja yang bisa dibuka bebas.

  7. Telp rumah flat rate jadi yang rajin pakai telp (nomer lokal) silakan puas-puasin telp.

  8. Beli baju, alat rumah tangga dan lain-lain tapi tidak puas?. Boleh dikembalikan ke tokonya asal masih ada bonnya. Maksimal 2 minggu hingga 1 bulan dari pembelian.

  9. Beli barang-barang eh rusak, masih garansi, masih ada bonnya. Balikin barangnya, uang kembali 100% (*Pengalaman beli timbangan badan, rusak setelah 3 bulan).

  10. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur. Frank pernah kehilangan paspor dan beberapa surat-suratnya, tidak sadar jatuh dijalan. Ternyata ada yang menemukan dan mengantarkan ke Rathaus (kelurahan) setempat. Teman saya Maria, waktu kami jalan-jalan ke MΓΌnchen, dia coba celana jeans di kamar pas. Ternyata dia lupa meningglakan HP (BB) nya di kamar pas. Keesoka harinya kami balik lagi, ditanyain beberapa hal untuk membuktikan itu hp Maria, dan Hp kembali ke pemiliknya.

  11. Kamu diundang makan, ingat jangan makan dulu dari rumah yaa. Karena yang ngundang sudah masak banyak sekali. Adalah tidak sopan kalau kamu hanya makan sedikit.

  12. Potong rambut pria 18 EUR (sekitar Rp.232.000), wanita 28-30 Eur (Rp.360.000 an) belum termasuk tip. Kalau lihat ada iklan ko murah 10 EUR, harus ditanya detail karena ada buntutnya tuh, ujungnya akan ada tambahan biaya lain-lainnya, misal biaya cuci rambutnya, biaya pakai hairdryernya dll. Untungnya teman kursus saya tukang potong rambut, jadi Frank dan saya selalu kerumah dia. Biayanya 10 EUR/orang .

  13. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak.
    Ternyata ada penjelasan khusus loh buat pajak anjing ini. Lain kali bahas khusus deh. Singkatnya begini:
    Pajak anjing :
    β€’ Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
    β€’ Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
    β€’ Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
    β€’ Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
    β€’ Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
    β€’ Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
    β€’ Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
    Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

  14. Biaya permak permak baju mahal. Misal pernah potong celana panjang biayanya 7 Eur (Rp.90.000). Biaya tambal celana yang bolong, bolongnya kecil paling 3 cm kena 7 EUR. Coba ke tempat lain busyett niat cari yang murah mahal dobel harganya 15 EUR satu celana. Hari itu saya ambil 2 celana kerja Frank kena 30 Eur (Rp.387.000) πŸ™„ .

  15. Kalau mau survive disini harus bisa bahasa Jerman, kecuali di kota-kota besar seperti Berlin, MΓΌnchen dll mungkin masih ada orang-orangnya mau berbahasa Inggris. Paling tidak kita tahu level dasar, percakapan untuk ke supermarket, naik bus, kereta dan lingkungan sekitar rumah. Jadi kalau nyasar kan, misal salah naik bus atau kereta bisa bertanya orang, ga kaya orang hilang hehe. Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman.

Ich wΓΌnsche euch ein schΓΆnes wochenende!. Happy weekend! πŸ™‚ .

Bagian I klik disini.
Bagian II klik disini.
Bagian IV klik disini.

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

114 thoughts on “Orang Jerman itu (bagian III)

  • January 1, 2014 at 2:21 am
    Permalink

    Salam kenal mba, mengenai potong rambut saya agak kaget. Mas partner waktu itu ngajakin skype pas hari kerja. Ternyata mau pamer potongan rambutnya yang seharga 20 €. Weleh disini potong rambut di tukang cukur bisa dapat 10 kali potong tuh. Hehehe

    • January 1, 2014 at 10:47 am
      Permalink

      Salam kenal juga ya πŸ™‚ . 20 euro belum termasuk ngasih tipsnya tuh πŸ˜€ .

  • August 3, 2013 at 8:15 pm
    Permalink

    Poin >>> “25. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.” Di Indonesia boro-boro dibayar, udah nyipratin orang, yang punya mobil malah ngetawain.

    Intinya orang Jerman tingkat kesadaran dan toleransi sesamanya jauh lebih tinggi dibanding orang Indonesia. Saya yakin di sana ga ada masalah RASIS, kalaupun ada paling segelintir orang yang ga bakalan dianggap. Kalau di Indonesia, gara-gara Agama atau suku bisa sampai chaos lho. Makanya kadang saya merasa ngeri kalau pas berkendara tiba-tiba berpapasan dengan ‘mereka’… ketahuan dari seragam mereka.

    • August 4, 2013 at 12:43 am
      Permalink

      Iya ngenes ya di Indo, yg jalan kaki malah yg bersalah πŸ™ . Disini jarang orang usil atau mencampuri urusan pribadi orang lain.

  • July 26, 2013 at 2:45 am
    Permalink

    apakah mudah bagi seorang pria jerman untuk mengucapkan, sayang, cinta dan mengajak kitauntuk segera menikah, apakah itu hanya kamu modus saja ?

    • July 26, 2013 at 8:59 am
      Permalink

      Hai mbak Euis setelah berapa kenal dia bilang sayang & cinta?, klo dlm sebulan mungkin tidak wajar. Setelah brp lama kenal diajak nikah?. Klo suami dan saya kami nikah setelah setahun kenalan. Suamiku 2 kali dtg ke Indonesia, sebelum kita nikah. Klo beda negara jangan lama-lama pacaran ga kuat di tiket pesawatnya, mahalll πŸ˜† .

  • July 22, 2013 at 12:12 am
    Permalink

    Kalau saya ke Jerman bakalan kena Culture Shock deh, hal-hal positif di negara maju perlu banget kita contoh, rasanya jadi makin penasaran sama negara-negara maju di EU πŸ˜€

    • July 22, 2013 at 11:21 pm
      Permalink

      Iya mbak awal-awal saya mengalami culture shock πŸ˜† sekarang sdh terbiasa.

  • July 21, 2013 at 1:07 pm
    Permalink

    baik2 ya orang sana. jujur. kalo disini hape raib yah udah ikhlasin aja.
    btw agak OOT, mbak kalo ngetik bahasa Jerman pake karakter2 khususnya gimana, kayak gini: ΓΌ, ΓΆ ribet gak ngetiknya hehe. just curious.

  • July 19, 2013 at 2:29 pm
    Permalink

    wah penasaran pengen ke sana ,, hihi,, ini kunjungan perdana ke blog ini, salam kenal ya mbak,

  • July 18, 2013 at 4:36 am
    Permalink

    Yang keren itu pas digejret mobil pas hujan,,,, sini mah boro2 ganti,,, pasti uda kabur hahaha… tapi potong rambutnya mahaaaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllll T___T

  • July 17, 2013 at 12:45 pm
    Permalink

    kapan ya bisa ke kampung jerman :mrgreen:

      • July 17, 2013 at 12:58 pm
        Permalink

        aduh pingin euy, lagi nyari rute angkot ke sananya :mrgreen:

  • July 17, 2013 at 11:50 am
    Permalink

    Coba diindo juga bisa yah denda orang yg bawa mobil motor seenak jidat pas ujan.. Ppffttt.. baru kmren tuh rasa2nya pen lempar mobil yg nyipratin diriku.. hiksss :((

    Pypy – happystevany.blogspot.com

    • July 17, 2013 at 12:57 pm
      Permalink

      Iya Py berharap juga bisa diterapkan di Indonesia, supaya yang bermobil menghargai para pejalan kaki ;).

  • July 17, 2013 at 11:37 am
    Permalink

    Mba Nella, kangen udah lama ga melanglang di dunia maya bebas (dari kemaren dunia maya urusan kantor mulu πŸ™ ) Mba, point 32 dan 34 boleh juga tuh Mba dijadiin usaha sampingan kalo di Jerman ya πŸ˜€ πŸ˜€ Secara mahal banget mau potong rambut sama permak baju. Bisa-bisa rambutnya sampe kaki lagi panjangnya saking mahalnya hehee πŸ˜€

    • July 17, 2013 at 12:55 pm
      Permalink

      Hai Nisa, sayangnya saya ga bisa jahit menjahit, apalagi potong rambut. Harus ikut kursus dulu deh ;).

      • July 18, 2013 at 3:52 am
        Permalink

        Kalo aku ga bisa jahit hihihi…potong rambut…yaaa cuman motong poninya Lintang aja di bawah pohon seri Mba wkwkwksss… samalah kita *toss πŸ˜€

  • July 17, 2013 at 5:27 am
    Permalink

    Nomor 25 keren haha.. Punya hewan peliharaan dipajak? Maakjang… Nomor 31, menanti undangan makan dari kak Nella πŸ˜€

  • July 16, 2013 at 9:31 am
    Permalink

    Nella, TV nya hot hot hot,…waduh jadi panas dong, keringetan,..hahaha

    • July 16, 2013 at 11:38 am
      Permalink

      Iya kak, nonton tv sekaligus angkat barbel, keringatan deh πŸ˜† .

  • July 16, 2013 at 4:21 am
    Permalink

    untuk point.25. eh beneran tuh mbak?wah…,berarti orang-orang disana ga pernah makan ati ya karena mereka mengerti perasaan orang lain.

    untuk point. 30. Benar-benar salut banget…nget..nget…,Andai aja di Indonesia semua orangnya seperti orang di Jerman. mungkin ini karena orang Jerman tidak serakah kale ya mbak? apa mungkin penjara ditempat mereka pada kosong karena mereka pada baik-baik,ga ada yang jahat?hehehe

    • July 15, 2013 at 9:57 pm
      Permalink

      Hahaha Dedy kapan kamu berlibur ke Jerman, puas2in nonton sini πŸ˜† .

  • July 15, 2013 at 11:58 am
    Permalink

    hihihi yang pertama itu sama juga Nel.. tapi bikin deg2an.. soalnya takut orang yang dikasih ga suka.. dan kebalikan, kalo kita yang kasih harus siap2 poker face keliatan sumringah terus walaupun kadonya aneh.. ahahahaha

    • July 15, 2013 at 9:55 pm
      Permalink

      Haha iya ya Be kalau kita yg dikasih siap2 muka sumringah, ga enak juga kan klo ketauan kita ga suka kadonya πŸ˜† .

  • July 15, 2013 at 11:30 am
    Permalink

    jerman ternyata lebih “timur” dari kebiasaan orang indonesia ya?

  • July 15, 2013 at 7:00 am
    Permalink

    Wah bahagia banget kalau orang Indonesia nggak kepo, kalau dikepoin rasanya pengen saya hhhhhhhh tu orang! Jadi pengen tinggal disana, tapi kalau disana nanti 3 guguk saya kena pajak 300 Euro pertahun. Hadeuh…. udah terima nasib aja tinggal disini.

    • July 15, 2013 at 9:23 am
      Permalink

      Hai Silvie, pajaknya per rumah tangga ko, jadi kalau ada 3 guguk hanya bayar 100 euro/ tahun.

  • July 15, 2013 at 5:46 am
    Permalink

    25. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko — yang bener ka ? hahaha … baek juga ye orang sono πŸ™‚

    30. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur — kalo di sini mah udah sampe jatinegara tuh HP. wkwwkwk … besoknya udah mejeng di abang2x yang jual HP bekas (curian) di pinggiran rel kereta πŸ˜€ .

    33. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak — kok anjing kena pajak kucing kaga ? gak adil tuh. ini karena kucing jarang di sana atau gmn ka ?

    Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman — wadoow … gak bisa sendirian ke sono deh. bisa gak balik Indo ntar πŸ˜€

    • July 15, 2013 at 9:20 am
      Permalink

      No. 33 sudah tambahin pejelasannya ya, silakan di tengok kembali hehe. Intinya pajak anjing supaya ada pemasukkan ke kas daerah setempat :).

  • July 15, 2013 at 3:17 am
    Permalink

    Saya mirip orang Jerman ya. Kalo diundang makan ga pake makan dulu di rumah hihihihihihi.

    • July 15, 2013 at 9:19 am
      Permalink

      Mumpung ya Dan mau makan-makan ya harus siapkan perut kosong :D.

  • July 14, 2013 at 10:37 pm
    Permalink

    Baca beberapa poin sepertinya enak banget sie mba..kayanya disana semua2 serba mudah dan nyaman. Keuali hrs nguasain bahasa jerman aja kali ya huehehehe. Aku ngikutin dari part 1-3. Secara aku cuma tau achtung danke ama ich liebe dich hihihihi

    Blog/url nisadanchicco.blogspot.com dihapus karena blog tidak aktif lagi. Update 13.01.2016.

  • July 14, 2013 at 9:17 pm
    Permalink

    Kalo disini bei mana bisa dikembaliin wong dinota ditulisi, BARANG YANG SUDAH DIBELI TAK BOLEH DIKEMBALIKAN!!!!!!!!! πŸ˜†

    • July 15, 2013 at 9:17 am
      Permalink

      Haha iya mbak Ika πŸ˜† . Bisa dimanfaatkan orang-orang ya kalau ada aturan barang bisa dikembalikan kalau tidak suka :D.

  • July 14, 2013 at 5:55 pm
    Permalink

    Mbak, masih ada yang seri ke 4 nggak? he he he.
    Wah keren nih infonya. Aku dulu baru merasakan beberapa hal saja di sana. Yang ini detil banget. Boleh juga tuh mbak yang laundrian gratis kalo kena cipratan ban mobil. xixixi

    • July 15, 2013 at 9:15 am
      Permalink

      Ada cuma saya kumpulin dulu ya, kalau sudah lumayan banyak baru posting :).

      • July 15, 2013 at 9:31 am
        Permalink

        He he he. Oke

  • July 14, 2013 at 5:28 pm
    Permalink

    Perbedaan budaya, dengan daftar ini bisa belajar sebagian hak dan kewajiban, dan jadi lebih fair.
    Penghargaan terhadap ketrampilan khusus amat tinggi ya Jeng, tercermin dari ongkos potong rambutnya.
    Salam

  • July 14, 2013 at 5:11 pm
    Permalink

    No 25, 28 sama 29 kalau bisa ada di Indonesia, bakal dimanfaatin sama orang-orang ga bertanggung jawab kayaknya.. huuuh populasi orang kayak gitu banyak bgt soalnya disini.. curcol hihihih
    eia Kak Nel, namanya aku masukin di friends aku yaa. Makasih kaak Nel πŸ˜‰

    nyapurnama.com linknya dihapus karena domain tidak aktif lagi. 22.02.2016

    • July 15, 2013 at 9:10 am
      Permalink

      No.28 ya kita pernah diskusi 2 wni, 1 org Belanda, 1 org Jerman. Intinya kalau bisa di Indonesia banyak memanfaatkan aturan ini πŸ˜† .
      Thanks ya. Nia juga sudah saya masukkan ke daftar sahabat bloggerku di bagian huruf N ya ;).

  • July 14, 2013 at 4:55 pm
    Permalink

    keren mbak postinagnnya.
    ntar kalo aku nyusul ke Jerman jadi udah tau sedikit demi sedikit. πŸ˜€
    emang tv bs di-lock pake pin gitu ya?
    kenapa di kosan saya ga kaya gitu ya?
    atau saya yg gaptek? hehe

    url sriiwijayanti.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 09.01.2017

    • July 15, 2013 at 9:06 am
      Permalink

      Hai Sakura. Iya remotenya bisa ko di kasih pin untuk saluran-saluran tertentu, kalau ga bahaya anak-anak bisa tonton seua saluran :D. Tapi saya ga ngerti cara nguncinya hehe.

  • July 14, 2013 at 3:43 pm
    Permalink

    Cuma pengen tahu aja sih Mbak, kenapa anjing dipajakin dan kucing bebas pajak ya? Kan sama-sama binatang peliharaan . . . πŸ˜•

    • July 15, 2013 at 8:59 am
      Permalink

      Karena ada beberapa yang menanyakan, saya jadi googling. Ternyata ada penjelasan khususnya Chris.
      Panjang sptnya bagus untuk dibuat tulisan khusus kalau *mood :D.

      Singkatnya
      Pajak anjing :
      β€’ Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
      β€’ Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
      β€’ Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
      β€’ Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
      β€’ Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
      β€’ Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
      β€’ Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
      Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

  • July 14, 2013 at 3:18 pm
    Permalink

    Wah. Kalau kecipratan laundrynya diganti ya ongkosnya. Keren banget deh kalau bisa begitu di sini yaa…. hhehee…

  • July 14, 2013 at 8:15 am
    Permalink

    Mbak … enak banget kalo kecipratan mobil bisa claim laundry. banyak untungnya ternyata, semua serba teratur πŸ™‚

    • July 14, 2013 at 9:50 am
      Permalink

      Hahaha banyak untungnya, ruginya juga banyak, serba mahal disini πŸ˜† .

  • July 13, 2013 at 9:05 pm
    Permalink

    no. 27..di sini (ireland) tlp lokal gratis.. untung nya saya gak sk lm2 tlp..jd yaa gak ngaruh ..hehe
    no. 29..sama di sini juga..sy paling mls coba kl lg rame..coba nya di rumah aja..kl gak puas..balikin ato tuker..100% duit balik..tanpa di tanya knp2..:)

    • July 14, 2013 at 12:19 am
      Permalink

      Sama saya juga ga suka telp lama2. Coba bisa telp murah ke Indo, rajin deh saya telp keluarga :D.

  • July 13, 2013 at 6:21 pm
    Permalink

    Yg no 21 persis keluarga aku. Begitu dikasih kado hrs dibuka didepan yg ngasih hihi

  • July 13, 2013 at 6:05 pm
    Permalink

    no. 25 enak kalo bisa gitu ya mbak, tapi kl org yang bawa mobil gak ngaku gimana?? πŸ™
    Dan permak pakaian yah?? iya mahal juga disini πŸ™
    Tapi kalo beli jeans biasanya butiknya ada service potong sekaligus jait di tempat πŸ™‚ lumayan sih *tapi biasanya butiknya udah yg jeans mahaaal, jadi podo aja !*

    • July 14, 2013 at 12:08 am
      Permalink

      Service potong jeans, berarti gratis ya Cha?. Banyak yang mahal-mahal yaa di Eropa πŸ™ .

      • July 14, 2013 at 12:09 am
        Permalink

        Iya mbak gratis, tp kl jeansnya yg mereka jual disitu πŸ™‚

  • July 13, 2013 at 6:02 pm
    Permalink

    kebanyakan enaknya ya ..kalau tinggal di Jerman.. paling yang ngga enak cuma bagian potong rambut itu ajah.. he eh

  • July 13, 2013 at 4:28 pm
    Permalink

    lain ladang lain belalang ya …
    kalau nomor 26 ada di Indonesia, stasiun tv nya bisa di demo hi.hi.hi..

  • July 13, 2013 at 4:02 pm
    Permalink

    Sepertinya yg lain asik-asik mba, cuma no 32 itu lho. Hadeuh, mahal banget ya potong rambut kalo dirupiahkan.
    Lah disini cuma 10.000rp saja. Yg motong rambutnya akang2 orang Garut. Biaya segitu sudah termasuk dipijit mulai dari lengan, bahu dampe kepala. Dijamin seger susudahnya.
    Saya pernah tuliskan ttg hal ini di link ini mba http://sisihidupku.wordpress.com/2012/11/07/wilujeng-wengi-asgar/

    Salam persahabatan selalu,

    • July 14, 2013 at 12:01 am
      Permalink

      Iya mas Asa mahal nian potong rambut disini. Coba aja saya punya keahlian potong rambut, kan bisa buka salon :D.

  • July 13, 2013 at 1:14 pm
    Permalink

    Wah, kalo gitu mending gunting rambut dan tambal baju sendiri dong Kak. Salon kecil yang di sini ngasih tarif 5.000-10.000 untuk potong rambut aja saya malas, alhasil potong rambut sendiri, modalnya kan cuma gunting dan kaca. Hehe… tapi keren ya, tingkat kesejahteraan hidupnya udah tinggi.

    • July 13, 2013 at 11:57 pm
      Permalink

      Kalau potong poni aja bisa ya, klo potong rambut resiko jelek πŸ˜† . Nambal yg bolong kecil sih bisa, kalau reparasi ga bisa hehe.

  • July 13, 2013 at 11:00 am
    Permalink

    No.22 di dekat sini juga ada bin khusus untuk naruh pakaian bekas πŸ™‚
    No.25 kayaknya bisa klaim dari haftpflichtversicherung juga ya kalau punya

    • July 13, 2013 at 12:18 pm
      Permalink

      Iya mbak, sama jadi pakaian bisa dimanfaatkan lagi ya ;). Yup no.25 bisa juga.

  • July 13, 2013 at 10:56 am
    Permalink

    buka kado di depan yang memberi? kalau saya yang memberi… sebisa mungkin akan menyingkir. hehehehehe. malu aja rasanya.

    terus itu pelihara anjing aja mba yang kena pajak? alasannya apa ya?

    • July 13, 2013 at 12:16 pm
      Permalink

      Hehe disini malah pemberi kadonnya penasaran, apa kita suka kadonya atau tidak :D. Alasannya supaya ada pemadukkan ke kas kota ;).

  • July 13, 2013 at 9:57 am
    Permalink

    Aneh ya yg pertama,apa pemberi kadonya gak malu klau yg nerima gak suka?

    • July 13, 2013 at 12:15 pm
      Permalink

      Malah yg ngasih kado penasaran kita suka ga sama kadonnya, klo ga suka balikin aja :D.

      • July 13, 2013 at 8:59 pm
        Permalink

        ikutan koment ahh..:) dan kl di europe biasanya yg ultah yg di traktir..kebalikan di indo ..:)

  • July 13, 2013 at 9:41 am
    Permalink

    wow, buka kado di depan orang yang kasih? trus kalau ga suka boleh bilang ga suka?
    bener-bener straight to the point ya

    • July 13, 2013 at 12:12 pm
      Permalink

      Keliatan dari mimik wajah kita sih suka atau tidak. Cuma malu ah klo saya bilang ga suka :lol:.

  • July 13, 2013 at 8:11 am
    Permalink

    Wah, kalau aku ngasih kado ke teman, dan teman itu langsung buka di depanku, nggak tau kenapa aku malah malu mbak, hahaha…

    Wah, demen banget aku sama yang poin nomor 22. Aku sudah coba misah-misahin sampah di rumah, eh pas diambil sama tukang sampah, dicampur juga semuanya. Sia-sia deh, huhu….

    • July 13, 2013 at 12:03 pm
      Permalink

      Iya aku juga malu, tapi disini penasaran yg terima suka ga, jadi ditongkrongin sampai kadonnya dibuka :D.
      Petugas sampahnnya perlu di kasih pengarahan tuh ;).

  • July 13, 2013 at 8:09 am
    Permalink

    21. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe πŸ˜€ ).
    ==================================================
    Saya jadi mbayangin film Warkop DKI.. πŸ˜€ *bungkus kadonya segede lemari..,bungkus di bungkus ketemu bungkus lagi.. :)) :hammer:

  • July 13, 2013 at 5:39 am
    Permalink

    Poin 23 tuh wajib diterapkan di Indonesia πŸ™‚

  • July 13, 2013 at 4:41 am
    Permalink

    wew.. itu potong rambut mahal beneeeeer :3 rambut ku bisa panjang kali ya disana.. hihihi

  • July 13, 2013 at 3:55 am
    Permalink

    no.30 banget mbak. paspor saya jatuh tanpa saya sadari sampe dpt surat dari Rathaus keesokan harinya. menurut Beamtin-nya jatuhnya diarea pintu masuk Rathaus. bener2 alhamdulillah aja ngebayangin urusan hrs bikin paspor baru lagi.

    tapi ketika hape saya ketinggalan dikamar pas dan ingat stl 5 menit kemudian. nyampe sana lagi hapenya udah gak ada, tanya sama kasirnya dan dicek dikumpulan barang hilangnya juga gak ada. hape jadul sih tapi segala nomer dan foto2 yg ada didalamnya itu πŸ™ sambil nganterin blokir nomer hape sambil suami komen besar kemungkinan yg nemu hape kamu bukan org jerman. bisa jd krn daerah dimana hape saya ketinggalan terkenal dgn jumlah pendatangnya yg hampir mencapai angka 35%.

    • July 13, 2013 at 11:41 am
      Permalink

      Benar mbak kata suamimu, mungkin yg nemu bukan orang Jerman ya apes deh hilang. Temanku sih concernnya ke nomer2 penting di hp, berhubungan dg no hp custoner2. Untunglah bisa balik :).

  • July 13, 2013 at 3:15 am
    Permalink

    kebetulan gue lahir di jerman, gede di jerman, mangkal di jerman, sampe markir juga di jerman… yaa emang begitu sih. tapi ada juga orang jerman yang suka jual celana demi buat beli beras pulen

  • July 13, 2013 at 2:36 am
    Permalink

    beberapa mirip2 ama disini…
    iya biaya permak baju mahal (any service mahal karena labor mahal ya..). laundry juga! kemaren baru nanya mau laundry dry clean matress pad (lebih tebel dikit dari comforter) masa harganya $38! udah gila… kalo di indo kan murah tuh dry clean… hahaha.

  • July 13, 2013 at 2:09 am
    Permalink

    no. 28 asik banget, no. 30 saya pernah kejadian ketinggalan HP di kamar mandi belum sampai 10 menit udah bablas diambil orang πŸ™

    • July 13, 2013 at 11:33 am
      Permalink

      Ya ampunn biasannya sih hp yg dicolong langsung ga bisa dihubungi ya πŸ™ .

  • July 13, 2013 at 1:58 am
    Permalink

    kemarin aku nganter temen ke barber shop. dia kena 15$ plus tip jadi $20. berarti mahalan di Jerman ya untuk potong memotong rambut. hihihi. tapi kayanya kalau wanita dimana2 jatuhnya lebih mahal ya Nella. aku pernah motong di kenalan katanya sih cuma $20 tapiiii belum blow dry etc etc etc tiba2 diminta $35 aja hahahah…:D

    wah, kalau soal binatang piaraan itu kok jadi aneh gitu kucing gak kena pajak tapi doggy kena?!? tak adilll…hahaha (pecinta doggy soalnya) πŸ˜›
    kalau punya horses gitu misalnya ada pajak juga gak Nella? atau ada regulasi tertentu gitu? misal hrs ada lahan, farm, etc?

    • July 13, 2013 at 11:32 am
      Permalink

      Karena wanita rambutnya lebih panjang mbak, trus klo ke salon kadang selain cuci, potong, blow, di kasih vitamin juga ternyata semuannya ada biayanya πŸ˜† . Klo di Jakarta saya minta potong aja kan bisa keramas dirumah.
      Kata suamiku klo punya kuda ga ada pajaknya, hmm aku ko ga yakin, ntar aku googling ah :D.

  • July 13, 2013 at 1:10 am
    Permalink

    Asyik juga Nel… kecuali bagian gunting rambut ama jahit-menjahit

    Kayaknya buka jahitan di sama laku ya… ha..ha…

    • July 13, 2013 at 11:26 am
      Permalink

      Iya mbak coba saya dulu belajar jahit menjahit, kan bisa buka usaha ;).

  • July 13, 2013 at 12:52 am
    Permalink

    no 35 Nel, orang2 di kota kecil di sana itu banyak yg nggak bisa bahasa Inggris atau memang sama sekali tak mau bicara bahasa asing?

    • July 13, 2013 at 11:24 am
      Permalink

      Klo di kota kecil kebanyakan orang-orang tua kak, jadi ya sama sekali ga bisa bahasa asing.

  • July 13, 2013 at 12:39 am
    Permalink

    no.31 itu asik bgt..orang sini klo masak ngepas bgt. yg dateng 6 orang ya bikin cupcake 6 biji. hihihi..

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: