Tag: karakter orang Jerman

  • Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III). Guten Morgen Indonesia, selamat hari sabtu. Saya kembali lagi mau ngomongin mengenai Jerman, etika dan masyarakatnya ya 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian III)
    Pemandangan Kota Tua di Jerman
    1. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe 😀 ).
    2. Sampah harus dipisah-pisahkan, antara sampah dapur, sampah organik, kertas, plastik, kaleng dan botol. Ada kota-kota tertentu, dimana pembuangan botol juga dibedakan berdasarkan warna botolnya, ada botol warna hijau, putih dan coklat. Ceritanya disini.

    3. Disini orang tidak kepo (mau tau aja urusan orang). Kalau tidak dekat sekali pamali nanya umur berapa, agama apa, sudah kawin apa belum, sudah punya anak apa belum, gajinya berapa. Kalau ada yang nanya paling di jutekin “..Bukan urusan elo kali”.

    4. Tidak boleh berbisik-bisik didepan orang lain, tidak sopan. Kamu dianggap sedang ngomingin orang tersebut.

    5. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.

    6. Lewat jam 10 malam tayangan TV bukan untuk anak-anak. Tayangannya banyak yang hot ..hot.. hot 😯 . Pokoknya mengerikan!. Yang punya anak-anak sepertinya TVnya dikunci dengan pin atau saluran TV tertentu saja yang bisa dibuka bebas.

    7. Telp rumah flat rate jadi yang rajin pakai telp (nomer lokal) silakan puas-puasin telp.

    8. Beli baju, alat rumah tangga dan lain-lain tapi tidak puas?. Boleh dikembalikan ke tokonya asal masih ada bonnya. Maksimal 2 minggu hingga 1 bulan dari pembelian.

    9. Beli barang-barang eh rusak, masih garansi, masih ada bonnya. Balikin barangnya, uang kembali 100% (*Pengalaman beli timbangan badan, rusak setelah 3 bulan).

    10. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur. Frank pernah kehilangan paspor dan beberapa surat-suratnya, tidak sadar jatuh dijalan. Ternyata ada yang menemukan dan mengantarkan ke Rathaus (kelurahan) setempat. Teman saya Maria, waktu kami jalan-jalan ke München, dia coba celana jeans di kamar pas. Ternyata dia lupa meningglakan HP (BB) nya di kamar pas. Keesoka harinya kami balik lagi, ditanyain beberapa hal untuk membuktikan itu hp Maria, dan Hp kembali ke pemiliknya.

    11. Kamu diundang makan, ingat jangan makan dulu dari rumah yaa. Karena yang ngundang sudah masak banyak sekali. Adalah tidak sopan kalau kamu hanya makan sedikit.

    12. Potong rambut pria 18 EUR (sekitar Rp.232.000), wanita 28-30 Eur (Rp.360.000 an) belum termasuk tip. Kalau lihat ada iklan ko murah 10 EUR, harus ditanya detail karena ada buntutnya tuh, ujungnya akan ada tambahan biaya lain-lainnya, misal biaya cuci rambutnya, biaya pakai hairdryernya dll. Untungnya teman kursus saya tukang potong rambut, jadi Frank dan saya selalu kerumah dia. Biayanya 10 EUR/orang .

    13. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak.
      Ternyata ada penjelasan khusus loh buat pajak anjing ini. Lain kali bahas khusus deh. Singkatnya begini:

    Pajak anjing :
    • Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
    • Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
    • Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
    • Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
    • Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
    • Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
    • Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
    Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

    1. Biaya permak permak baju mahal. Misal pernah potong celana panjang biayanya 7 Eur (Rp.90.000). Biaya tambal celana yang bolong, bolongnya kecil paling 3 cm kena 7 EUR. Coba ke tempat lain busyett niat cari yang murah mahal dobel harganya 15 EUR satu celana. Hari itu saya ambil 2 celana kerja Frank kena 30 Eur (Rp.387.000) 🙄 .

    2. Kalau mau survive disini harus bisa bahasa Jerman, kecuali di kota-kota besar seperti Berlin, München dll mungkin masih ada orang-orangnya mau berbahasa Inggris. Paling tidak kita tahu level dasar, percakapan untuk ke supermarket, naik bus, kereta dan lingkungan sekitar rumah. Jadi kalau nyasar kan, misal salah naik bus atau kereta bisa bertanya orang, ga kaya orang hilang hehe. Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman.

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian IV klik disini.

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!