Orang Jerman itu (bagian IV)

Orang Jerman itu (bagian IV). Pembaca setia, selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan. Saya masih punya beberapa hal mengenai kehidupan di Jerman yang mau saya informasikan ๐Ÿ˜‰ .

Orang Jerman itu (bagian IV). Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)

Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)

  1. Kalau lagi nyetir tidak boleh menggunakan hp, ketahuan polisi dendanya 30 Euro (Rp.387.000 *kurs Rp.12.900). Sering loh polisinya ngumpet jadi sebaiknya patuhi peraturan berlalulintas kalau tidak mau kena tilang ๐Ÿ˜‰ .
  2. Naik sepeda juga harus taat peraturan lalu lintas. Gunakan jalan khusus sepeda, kalau tidak ada jalur khusus bisa gunakan jalur mobil. Pengendara sepeda juga bisa kena denda, misal jalan di jalur yang salah, pakai walkman sambil bersepeda. Dendanya 20 Euro saja. *mending jalan kaki deh aman hehe ๐Ÿ˜† .
  3. Naik kereta harus beli tiket, kalau kena razia dendanya 40 euro (Rp.516.000 *kurs Rp.12.900) untuk jarak dekat. Di kota besar contohnya saya pernah lihat Berlin, umumnya petugasnya tidak berpakaian selayaknya petugas. Petugas berbaur dan perpakaian seperti orang umum. Kadang duduk bersama penumpang trus kereta mulai jalan, petugas mulai merazia penumpang yang tidak beli tiket. Bayar dendanya tidak ke petugas. Petugas membawa seperti mesin kecil untuk memasukkan data penumpang yang kena razia. Nanti dikirim surat tagihan ke rumah, dan kita bayar dengan Bank transfer.

Berhubung ada pertanyaan menarik dari Omnduut : Kalau orang asing (turis) naik kereta di Jerman dan tidak beli tiket eh pas ketemu petugas kontrol, kemana tagihannya dikirim?.

Setelah tanya suamiku nih, dia bilang dendanya bayar ditempat, bisa cash atau bisa dengan gesek kartu kredit.

Nah berhubung cuma jawaban dari satu orang tidak puas ah. Saya tanya ke forum. Jawabannya:
โ€ข Ternyata ada yang pernah berpengalaman kena denda denda 150 Euro bayar di tempat.
โ€ข Bayarnya langsung ke petugas, kalau petugasnya baik di suruh turun di stasiun berikutnya dan beli tiket kereta berikutnya.
โ€ข Bisa bayar cash atau gesek kartu kredit. Petugasnya ada bawa mesin geseknya.

Ternyata dapat info dari negara lain juga, yakni:
โ€ข Di Yunani bayar di tempat, dendanya 60x harga tiket.
โ€ข Di Perancis dendanya 300โ‚ฌ lebih (Rp. 3.870.000 *kurs rp.12.900)
โ€ข Di Swiss naik Tram tanpa ticket, denda Sfr 100 (Rp. 1.050.000 *kurs rp.10.500). Plus bayar tiket penuh. Pengumuman ini ditulis didalam Tram. Jika kejadiannya di Kereta Api, selain denda juga plus masuk criminal record yang link dengan semua akses.
โ€ข Di Italia denda 100 Euro.

Harap jangan berpikir seperti di Indonesia (tepatnya kereta Jabotabek kali ya ๐Ÿ˜† ), jangan coba-coba tidak beli tiket kereta ketika kamu menggunakan kereta di Eropa.

  1. Guru les saya bilang, kalau ada orang awam masuk ke gedung pertemuan (gedung pesta) dia mungkin akan bingung, tidak tahu itu acara pesta pernikahan atau acara pemakaman? Karena pesta pernikahan disini tidak ada heboh-hebohnya seperti di Indonesia. Disini hanya makan-makan, ngobrol, makan lagi sambil ngobrol sampai lewat tengah malam.
  2. Orang-orangnya mulai anak-anak hingga orangtua kebanyakan pakai sepatu kets kemana-mana. Kadang aneh saja sih, pakaian sudah oke banget, lihat kebawah ketawa deh, sepatunya sepatu kets :mrgreen: . Saya sering nonton TV lihat reporter TV meliput berita. Baju atasannya keren berjas, sepatunya yaelah ok sepatu kets hehe.
  3. Jika bertamu ke rumah orang Jerman totok biasanya tidak perlu lepas sepatu. Kalaupun kita mau lepas sepatu, karena ga enak kuatir rumah jadi kotor, terkadang yang punya rumah agak maksa, โ€œgak usah lepas sepatu, pakai saja!โ€. Saya baru tahu alasannya, pas kurus Integrasi, ternyata kalau kita lepas sepatu, kebanyakan bau kaki boo ๐Ÿ˜› . Makanya diminta tidak usah lepas sepatu. Kalau bertamunya ke bukan orang Jerman, ya kita tanya dulu lepas sepatu ga?, biasanya yang punya rumah ada sandal rumah buat tamunya. Kalau tidak ada ya berkaos kaki saja, asal pastikan kaos kaki kamu tidak bau yaa :D. Kalau kedatangan tamu orang Jerman ya pasrah aja rumahmu kalau kotor, karena mereka ga mau lepas sepatu, kecuali kalau pasangan kawin campur seperti Frank nih, dia sih sudah tahu kalau di rumah ya jangan pakai sepatu. Kan cape ya nyapu ngepelnya.
  4. Makanannya paling banyak aneka macam roti, keju dan daging. Menurut saya daging tuh bisa ada 1001 jenis, enek juga kalau tiap hari makanannya pakai daging.
  5. Malam cenderung tidak makanan hangat, jadi hanya makan roti dengan keju dll disebutnya โ€žkaltessenโ€œ. Untung nih ibu rumah tangga ga harus masak.
  6. Ada yang bersin kita bilang “gesundheit!” artinya “bless you”.
  7. Kalau makan kita bilang “Guten Appetit” artinya “Selamat Makan” kalau yang makan sendirian, yang makan paling bilang “Danke” “Terima Kasih”.

Ich wรผnsche euch ein schรถnes wochenende!. Happy weekend! ๐Ÿ™‚ .

Bagian I klik disini
Bagian II klik disini
Bagian III klik disini
Bagian V klik disini
Bagian VI klik disini

Advertisements

125 Comments

  1. Nadira Elkalam
  2. Sarifa
  3. Fauziah Hafni
  4. Fauziah Hafni
  5. Fauziah Hafni
  6. fauziah hafni
      • Fauziah Hafni
  7. yuyu
  8. kasamago
      • kasamago
  9. Silvie
  10. melanie
  11. ded
  12. nyapurnama
  13. Nisa

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: