Orang Jerman itu (bagian IV)

loading...

Orang Jerman itu (bagian IV). Pembaca setia, selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan. Saya masih punya beberapa hal mengenai kehidupan di Jerman yang mau saya informasikan :wink:.

Orang Jerman itu (bagian IV). Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
  1. Kalau lagi nyetir tidak boleh menggunakan hp, ketahuan polisi dendanya 30 Euro (Rp.387.000 *kurs Rp.12.900). Sering loh polisinya ngumpet jadi sebaiknya patuhi peraturan berlalulintas kalau tidak mau kena tilang ๐Ÿ˜‰ .
  2. Naik sepeda juga harus taat peraturan lalu lintas. Gunakan jalan khusus sepeda, kalau tidak ada jalur khusus bisa gunakan jalur mobil. Pengendara sepeda juga bisa kena denda, misal jalan di jalur yang salah, pakai walkman sambil bersepeda. Dendanya 20 Euro saja. *mending jalan kaki deh aman hehe ๐Ÿ˜† .

  3. Naik kereta harus beli tiket, kalau kena razia dendanya 40 euro (Rp.516.000 *kurs Rp.12.900) untuk jarak dekat. Di kota besar contohnya saya pernah lihat Berlin, umumnya petugasnya tidak berpakaian selayaknya petugas. Petugas berbaur dan perpakaian seperti orang umum. Kadang duduk bersama penumpang trus kereta mulai jalan, petugas mulai merazia penumpang yang tidak beli tiket. Bayar dendanya tidak ke petugas. Petugas membawa seperti mesin kecil untuk memasukkan data penumpang yang kena razia. Nanti dikirim surat tagihan ke rumah, dan kita bayar dengan Bank transfer.

Berhubung ada pertanyaan menarik dari Omnduut : Kalau orang asing (turis) naik kereta di Jerman dan tidak beli tiket eh pas ketemu petugas kontrol, kemana tagihannya dikirim?.

Setelah tanya suamiku nih, dia bilang dendanya bayar ditempat, bisa cash atau bisa dengan gesek kartu kredit.

Nah berhubung cuma jawaban dari satu orang tidak puas ah. Saya tanya ke forum. Jawabannya:
โ€ข Ternyata ada yang pernah berpengalaman kena denda denda 150 Euro bayar di tempat.
โ€ข Bayarnya langsung ke petugas, kalau petugasnya baik di suruh turun di stasiun berikutnya dan beli tiket kereta berikutnya.
โ€ข Bisa bayar cash atau gesek kartu kredit. Petugasnya ada bawa mesin geseknya.

Ternyata dapat info dari negara lain juga, yakni:
โ€ข Di Yunani bayar di tempat, dendanya 60x harga tiket.
โ€ข Di Perancis dendanya 300โ‚ฌ lebih (Rp. 3.870.000 *kurs rp.12.900)
โ€ข Di Swiss naik Tram tanpa ticket, denda Sfr 100 (Rp. 1.050.000 *kurs rp.10.500). Plus bayar tiket penuh. Pengumuman ini ditulis didalam Tram. Jika kejadiannya di Kereta Api, selain denda juga plus masuk criminal record yang link dengan semua akses.
โ€ข Di Italia denda 100 Euro.

Harap jangan berpikir seperti di Indonesia (tepatnya kereta Jabotabek kali ya ๐Ÿ˜† ), jangan coba-coba tidak beli tiket kereta ketika kamu menggunakan kereta di Eropa.

  1. Guru les saya bilang, kalau ada orang awam masuk ke gedung pertemuan (gedung pesta) dia mungkin akan bingung, tidak tahu itu acara pesta pernikahan atau acara pemakaman? Karena pesta pernikahan disini tidak ada heboh-hebohnya seperti di Indonesia. Disini hanya makan-makan, ngobrol, makan lagi sambil ngobrol sampai lewat tengah malam.

  2. Orang-orangnya mulai anak-anak hingga orangtua kebanyakan pakai sepatu kets kemana-mana. Kadang aneh saja sih, pakaian sudah oke banget, lihat kebawah ketawa deh, sepatunya sepatu kets :mrgreen: . Saya sering nonton TV lihat reporter TV meliput berita. Baju atasannya keren berjas, sepatunya yaelah ok sepatu kets hehe.

  3. Jika bertamu ke rumah orang Jerman totok biasanya tidak perlu lepas sepatu. Kalaupun kita mau lepas sepatu, karena ga enak kuatir rumah jadi kotor, terkadang yang punya rumah agak maksa, โ€œgak usah lepas sepatu, pakai saja!โ€. Saya baru tahu alasannya, pas kurus Integrasi, ternyata kalau kita lepas sepatu, kebanyakan bau kaki boo ๐Ÿ˜› . Makanya diminta tidak usah lepas sepatu. Kalau bertamunya ke bukan orang Jerman, ya kita tanya dulu lepas sepatu ga?, biasanya yang punya rumah ada sandal rumah buat tamunya. Kalau tidak ada ya berkaos kaki saja, asal pastikan kaos kaki kamu tidak bau yaa :D. Kalau kedatangan tamu orang Jerman ya pasrah aja rumahmu kalau kotor, karena mereka ga mau lepas sepatu, kecuali kalau pasangan kawin campur seperti Frank nih, dia sih sudah tahu kalau di rumah ya jangan pakai sepatu. Kan cape ya nyapu ngepelnya.

  4. Makanannya paling banyak aneka macam roti, keju dan daging. Menurut saya daging tuh bisa ada 1001 jenis, enek juga kalau tiap hari makanannya pakai daging.

  5. Malam cenderung tidak makanan hangat, jadi hanya makan roti dengan keju dll disebutnya โ€žkaltessenโ€œ. Untung nih ibu rumah tangga ga harus masak.

  6. Ada yang bersin kita bilang “gesundheit!” artinya “bless you”.

  7. Kalau makan kita bilang “Guten Appetit” artinya “Selamat Makan” kalau yang makan sendirian, yang makan paling bilang “Danke” “Terima Kasih”.

Ich wรผnsche euch ein schรถnes wochenende!. Happy weekend! ๐Ÿ™‚ .

Bagian I klik disini
Bagian II klik disini
Bagian III klik disini
Bagian V klik disini
Bagian VI klik disini

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

125 thoughts on “Orang Jerman itu (bagian IV)

  • March 4, 2014 at 3:24 pm
    Permalink

    Wooooh… dendanya kalau nyetir sambil maenan hp gede banget, ya….

    Kalo di sini banyak banget pengendara motor yg berkendara sambil maenan hp. Bahkan beberapa di antaranya sambil ngebut!

        • November 27, 2013 at 8:49 pm
          Permalink

          wahh saya jugaa,,mbaa…
          horas !!
          heheee

          ada org kita di jerman sekalinyaa.. ๐Ÿ™‚

          • November 27, 2013 at 11:32 pm
            Permalink

            Banyak orang Batak di Jerman tinggal diberbagai kota ๐Ÿ˜€ .

          • November 28, 2013 at 1:39 pm
            Permalink

            salam buat orang batak dsnaa. ada perkumpulannya gk mbaa ?? sitohang gt?

          • November 28, 2013 at 8:41 pm
            Permalink

            Mungkin ada, tapi saya ga pernah ikutan. Tiket kereta mahal klo mau pergi2 hehe.

      • November 27, 2013 at 8:50 pm
        Permalink

        yaaa kita kan biasa di iklim tropis…

        hehehe…

        boru2 dsnaa gmna mba?

  • November 23, 2013 at 12:59 pm
    Permalink

    waah bermanfaat sekali nih infonya. doakan saya menyusul studi ke sana;)

  • October 22, 2013 at 5:17 pm
    Permalink

    wah tulisanya keren mba..makasi ya infonya…di lanjut ya mba infonya…

  • October 11, 2013 at 2:09 pm
    Permalink

    tante, di jerman sekolah yg bagusnya apa tante? Yang negeri tante hehe

  • October 6, 2013 at 10:47 am
    Permalink

    tante selalu buka e-mailnya kan hihi..

  • October 6, 2013 at 10:45 am
    Permalink

    tante, akuu pengen tau lagi nih tentang jerman.
    Boleh minta nomer telefon atau pin bb-nya tante?

  • September 27, 2013 at 3:06 pm
    Permalink

    Tante, ada pin BB nya gk?
    Hihi, aku pengen tahu lebih jauh lagi tentang jerman?

      • October 6, 2013 at 11:02 am
        Permalink

        kalau nomer telefon tan?hihi:)

  • August 31, 2013 at 6:40 pm
    Permalink

    Postingan yang sangat menarik mbak,. ๐Ÿ˜€ Jadi pingin menetap di Jerman ๐Ÿ˜€

  • August 25, 2013 at 5:55 pm
    Permalink

    Suka dengan kedisiplinannya orang Barat: Jerman, Inggris, USA, etc. Harusnya diterapkan di Indonesia. Tapi… mereka terlalu straightforward tuh. Misalkan kita udah semangat nawarin mereka sesuatu, mereka jarang iba. Langsung bilang gak mau. Pas semangat mau ngajak mereka kemana gitu, mereka ‘tanpa dosa’ bilang gak bisa. :'( Sedih deh jadinya. Padahal kan menyenangkan hati orang (selama itu positif) berpahala yak. Apa karena orang Indonesia kebanyakan rasa ibanya yah?

  • August 6, 2013 at 10:10 pm
    Permalink

    jerman ini menganut paham komunisme ya mba?

  • August 3, 2013 at 9:10 am
    Permalink

    Wah, waktu di belanda aku pernah OV card (kartu transportasi) ku ga ada saldo tp nekat naik kereta tanpa check in, beruntung ga ada petugas yg ngecek.. ๐Ÿ™‚ di lain waktu aku cek in dgn pilihan kereta yg lbih murah, di dlm kereta wktu petugas ngecek pura2 bego ga tau ttg peraturan cek in nya.. hehe.. ^^ abis itu sllu rajin cek saldo deh.. ^^
    Naik kereta di German wktu di Schwarzwald aja,, ga ada yg ngecek wktu itu..

    • August 3, 2013 at 10:02 am
      Permalink

      Hai Helen kamu beruntung ya! ๐Ÿ˜€ .Triknya pura-pura ga tau ya hehe ๐Ÿ˜€ . Di Jerman memang jarang pemeriksaan, tapi apes kan bisa datang kapan saja ๐Ÿ˜† .

  • July 30, 2013 at 11:59 am
    Permalink

    Kalau di Bis sama juga kayak di kereta ga Nel? soalnya aku perhatiin kalo di sana masuk bus bisa dari pintu belakang juga ya? kalo disini kadang suka ada razia mendadak di bus dan kadang ada aja yang kena loh, padahal masuk udah harus dari depan dan harus langsung ngescan kartu bus..

    • July 30, 2013 at 4:22 pm
      Permalink

      Masuk bis dari pintu depan Be, keluar dari pintu tengah. Kalau masuk bus kan kasih unjuk kartunya atau klo ga punya kartu berlangganan ya beli tiketnya, bayar ke supirnya. Selama ini sih aku belum pernah kena razia, cuma lihat di TV, mungkin di kota besar sering razia di bus.

  • July 30, 2013 at 10:10 am
    Permalink

    prusia emng yahud.. serba disiplin n denda. btw sis nela, lambang Nazi msh dilarang g disna? ๐Ÿ™‚

    url kasamago.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 17.01.2017

      • July 30, 2013 at 10:18 am
        Permalink

        hmm.. pantes Cafe nazi yg di Bandung jg dipaksa tutup..

  • July 30, 2013 at 5:21 am
    Permalink

    unik-unik yah kebiasaannya… ๐Ÿ™‚

    • July 30, 2013 at 8:23 am
      Permalink

      Karena beda kultur dengan di Indonesia iya jadi terlihat unik di Jerman sini ๐Ÿ˜€ .

      • July 30, 2013 at 12:21 pm
        Permalink

        hahaha betul juga. kebayang orang bule geleng2 kepala liat tradisi kita…. ๐Ÿ˜€

  • July 29, 2013 at 10:16 am
    Permalink

    Kalau di rumah pakai sepatu & sandal luaaaaaaaaaaar biasa capeknya nyapu ngepel. Saya pernah sehari 5x nyapu ngepel karena nenek saya nggak mau makai sandal rumah yang bersih, tapi maunya pakai sandal kotor (pengaruh zaman dulu rumahnya lantai tanah kali ya?).

    • July 29, 2013 at 1:30 pm
      Permalink

      Hehe iya mungkin krn jaman dulu rumah ga berlantai spt sekarang kan ๐Ÿ˜€ .

  • July 29, 2013 at 9:41 am
    Permalink

    Wah naek sepeda ga boleh sambil denger musik. Sadis.

    • July 29, 2013 at 1:29 pm
      Permalink

      Klo ada mobil yg klakson kan ga bisa dengar yg naik sepeda, bahaya bisa ke tabrak ๐Ÿ˜€ .

  • July 29, 2013 at 8:42 am
    Permalink

    Keren nih, di indo harusnya bgni nih segala2 di denda biar tertib.. ahaha.. Asal jgn masuk kantong pakpol aja sih. lol

    • July 29, 2013 at 9:06 am
      Permalink

      Hai Py wah itu dia susah ketemu petugas yang bersih ya. Semoga generasi muda nantinya bisa berubah ๐Ÿ˜‰ .

  • July 29, 2013 at 6:55 am
    Permalink

    Bonjour-Guten Morgen, Nella! ๐Ÿ™‚ Lovely pix, even though I can’t understand your mother-tongue… ๐Ÿ™‚ Have a great week and tons of inspiration! Friendly hugs, Mรฉlanie

    url balauru.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

    • July 29, 2013 at 9:04 am
      Permalink

      Guten morgen Melanie thank you for your lovely comment. I wish you have a nice Monday ๐Ÿ˜‰ .

  • July 29, 2013 at 6:11 am
    Permalink

    Mbak, ada alasan ngak kenapa mereka selalu pake sepatu kets ????

    • July 29, 2013 at 9:02 am
      Permalink

      Kata mereka biar nyaman ๐Ÿ˜‰ . Ketsnya juga mahal-mahal merek adidas misalnya ๐Ÿ˜€ .

  • July 29, 2013 at 4:19 am
    Permalink

    masalah yg naik kereta itu emang kejujuran yg diutamakan yah mbak…

    • July 29, 2013 at 9:00 am
      Permalink

      Benar Nin harus punya kesadaran beli tiket, karena di Eropa kereta jarak dekat jarang ada petugas yang kontrol, tapi sekalinya apes kan mana bisa loncat dari kereta ๐Ÿ˜€ .

  • July 28, 2013 at 11:31 pm
    Permalink

    Polisi nya suka ngumpet, jadi kalau jadi polisi di sana harus pinter ngumpet ya? Hehe…
    Itu tiket 60x lipat? Ckck… Kalau di Indonesia udah berantem dah… ๐Ÿ˜€

  • July 28, 2013 at 9:04 pm
    Permalink

    Nel temenku pas mau studi ke Jerman setahun udah nyiapin dia bakal naik beratnya 10 kilo, secara dia sukaaa banget makan segala daging dan keju itu, dan bener aja pas dia pulang beratnya bener-bener naik 10 kilo. Aku juga suka sih, tapi ngebayangin tiap hari makan begitu paling bertahan seminggu ya nikmatnya setelahnya nagih tempe, kali.
    hahahahaha lucu banget sih yang gak usah lepas sepatu hahahahaaa

    • July 28, 2013 at 9:53 pm
      Permalink

      Aku nyampe sini jerawatan parah banget leher dan dada, sampai ke dokter, sptnya klo efek kebanyakn makan daging mulu. Sekarang sih kulit sdh mulus lagi, sdh bisa beradapatasi. Mau masak menu ikan juga ga ada yg seger, makan salat mulu ntar kaya kambing ๐Ÿ˜† .

      • July 29, 2013 at 6:59 am
        Permalink

        hahahahahaha nyunda pisaaaan makan salad melulu ya

        • July 29, 2013 at 9:05 am
          Permalink

          Iya bosan, kalau di Indonesia kan sayurannya beragam ya. Hiks jadi pengen gado-gado ๐Ÿ˜€ .

  • July 28, 2013 at 7:16 pm
    Permalink

    Tambah lagi nih wawasan tentang orang jerman ๐Ÿ™‚ Makasih Mba Nela ๐Ÿ™‚

    • July 28, 2013 at 6:38 pm
      Permalink

      Di Jakarta ada deh sistem tilang begini. Di jalan Sudirman Thamrin, klo melanggar lampu merah akan ada kamera yg otomatis potret dan tilangnya dikirim ke alamat, cuma aku ga pernah dengar beritanya lagi apakah sistem ini berjalan atau cuma angin-anginan saja ๐Ÿ˜† .

  • July 28, 2013 at 9:46 am
    Permalink

    yg no 40 kayaknya matt juga gitu mba Nel, aku heran dulu sih dia masih matching2 bajunya ama sepatu secara banyak, sekarang setelah beli NB baru, ehh kemana2 pake kets loh, bahkan pas pake batik dan mesti ngajar di USU. duhhhh

    • July 28, 2013 at 6:36 pm
      Permalink

      Hehe sama dong kaya disini orang2nya pake sepatu kets sekolah, ke kantor, shopping kemana-mana aja deh ๐Ÿ˜† .

  • July 28, 2013 at 8:04 am
    Permalink

    Semakin kreatif meramu resep sajian makan nih Jeng Nella, menyulap bahan menambah selera.
    Lain negara lain aturannya ya. Salam

  • July 28, 2013 at 5:20 am
    Permalink

    Saya yakin, kalau sistem denda itu diterapkan di Indonesia. Pasti lama-lama negara kita bisa lebih baik.
    Meskipun perlu waktu untuk penyesuaiannnya.

    Terimakasih dapat info banyak tentang kehidupan di jerman ๐Ÿ™‚

    • July 28, 2013 at 6:30 pm
      Permalink

      Sistem denda sdh ada di Jakarta, untuk wilayah Sudirman Thamrin yg melanggar lampu merah bisa kena potret kamera, berjalan atau tidak sistemnya saya tidak pernah lagi beritanya ๐Ÿ˜€ .

  • July 28, 2013 at 1:55 am
    Permalink

    bagus juga ya kl petugas membaur kayak orang biasa gitu. bikin kita jadi bener-bener hati-hati dan disiplin dengan sendirinya.. pasti abis ini langsung kepikiran “kapan yaaa Indonesia bisa begitu.. hiks..”

    jadi.. memang lebih milih capek nyapu dan ngepel ya daripada nyium aroma-aroma asem dari kaki gitu.. =))

    nyapurnama.com linknya dihapus karena domain tidak aktif lagi. 22.02.2016

  • July 27, 2013 at 9:34 pm
    Permalink

    di Berlin aku pernah ditilang karena nyetir mobil kekencengan, polisinya ngumpet di mobil biasa yg parkir di pinggir jalan. tiba-tiba kena blitz aja gitu -___- surat denda dateng sebulan kemudian, kena 15 eur karena ngebutnya ga keterlaluan :p

    kalo di Hamburg, langsung dikasih surat tilang Mba dari petugas kalo ketauan ga bawa tiket, terus kita disuruh ke kantor u-bahn nya sendiri buat ngurus. kalo ternyata punya kartu bulanan dan bisa nunjukin, dendanya cuma 2,5 eur saja..

    satu lagi mba, kalo makan bareng orang lain, harus nunggu semua siap dan ada yang bilang guten Appetit dulu sebelum mulai makan ๐Ÿ˜€

    • July 28, 2013 at 7:54 am
      Permalink

      Untung dendanya cuma 15 euro ya ๐Ÿ˜€ . Suamiku juga pernah ke potret 1x, harusnya max kecepatan 30 km, dia nyetir 40. Lah petunjuknya setelah kamera, mana aku pas nunjukin “peace” ke kamera gilee deh.
      Iyaa klo barengan makan nunggu siap semua dulu ๐Ÿ˜† .

  • July 27, 2013 at 5:07 pm
    Permalink

    Wah bagus ya klo kena tilang tiket kereta tagihan dikirim kerumah. Lah disini mungkin masuk kekantong si petugasnya deh :/

    Blog/url nisadanchicco.blogspot.com dihapus karena blog tidak aktif lagi. Update 13.01.2016.

  • July 27, 2013 at 5:05 pm
    Permalink

    masih berlanjut kan mba??? ditunggu lanjutannya lagi yak.

    di sana tegas ya polisinya? gak kayak di sini kan kompromi mulu?

    • July 27, 2013 at 5:49 pm
      Permalink

      Sampai no.4 dulu. Mau cari bahannya lagi ๐Ÿ˜‰ . Ga ada yg berani sogok petugas, anti sogok disini, dendanya bisa naik ๐Ÿ˜€ .

      • July 27, 2013 at 7:12 pm
        Permalink

        ah… coba di sini bisa seperti itu ya mba.

  • July 27, 2013 at 4:09 pm
    Permalink

    no 36 itu sama kayak di jakarta, polisinya suka ngumpet hahahaha… bedanya, disono bener2 ditilang ya, disini…..ada uang damainya dong hehehehe… apalagi menjelang lebaran gini, makin banyak polisi yg ngumpet nyari mangsa hehehehe…

    • July 27, 2013 at 5:46 pm
      Permalink

      Haha nah itu bedanya Mel, dendanya masuk kantong petugas. Klo di Jerman jabatan taruhannya klo songok2.

  • July 27, 2013 at 3:54 pm
    Permalink

    Rasanya cara di Jerman yang apa-apa denda bagus juga kalau diterapkan di indonesia tuh Mbak, biar lebih tertib aja ๐Ÿ™‚

    • July 27, 2013 at 5:45 pm
      Permalink

      Maunya sih juga bisa diterapin di Indonesia, asal dendanya melalui bank transfer jadi ga masuk kantong petugas hihi ๐Ÿ˜€ .

  • July 27, 2013 at 10:54 am
    Permalink

    Wah, menarik banget, Mbak. Nggak kerasa sudah sampai IV. Lanjutkan terus ya…. ๐Ÿ˜€

    Itu kalau mainan hp nya pas lagi berhenti di lampu merah, kena denda juga nggak?

    • July 27, 2013 at 5:42 pm
      Permalink

      Sementara sampai part 4 ini dulu. Mau ngumpulin lagi ceritanya ๐Ÿ˜€ .
      Lampu merah disini cepat, klo pas berhenti ya boleh main hp ๐Ÿ˜‰ .

  • July 27, 2013 at 10:36 am
    Permalink

    no. 37 disini cuek aja tuh mbak pada naik sepeda di jalur bukan sepeda mana sempit trotoarnya krn gak ada kontrolnya. galakan mereka lagi kring2 biar minggir. dulu saya minggir krn gak ngerti, sekarang tak semprot balik, yg boleh menggunakan jalur bukan sepeda ini hanya anak2 s.d. 12 tahun.
    no. 41 kalo bertamu ke rumah orang turki mereka juga gak mau lantai atau karpetnya diinjek sepatu. biar gak usah diskusi panjang pas tamu dateng udah disambut jejeran sandal rumah ๐Ÿ˜‰

    salam
    /kayka

    • July 27, 2013 at 5:40 pm
      Permalink

      Klo suamiku justru jalan pas ditengah mbak, sengaja banget spy yg naik sepeda turun, soalnya trotoar kan buat jalan kaki ๐Ÿ˜€ . Cuma klo saya sendirian ya ga mau cari ribut hihi saya yg minggir.
      Iyaa awal bln ini bertamu ke rmh orang Turki, sendal berjejer pas buka pintu ๐Ÿ˜† .

  • July 27, 2013 at 9:55 am
    Permalink

    Kalau yang ketahuannya (gak beli tiket) warga asing yang lagi melancong, tagihannya dikirim kemana mbak?

    • July 27, 2013 at 10:08 am
      Permalink

      Wah pertanyaan bagus ni ๐Ÿ˜€ . Klo ada orang Jerman sebagai pengundang ya dikirim ke alamat ybs, klo ga mungkin ya di tandai di paspornya, ga mungkin kirim tagihan ke Indonesia alamat bebas deh ๐Ÿ˜€ . Tapi jangan sampai lah paspor ditandai oleh polisi repot urusannya, sebelum naik pesawat kan paspor kita di cek di imigrasi dulu.

    • July 27, 2013 at 10:06 am
      Permalink

      Kata suami lebih enak hidup di Indonesia. Dia senang lihat macet di Jakarta, beda katanya di Jerman sini serba teratur membosankan ๐Ÿ˜† .

      • July 27, 2013 at 10:09 am
        Permalink

        Beberapa teman yg sering ke luar negri kok malah bilang enak di jakarta ya ? Serba teratur dlm kurun waktu yg lama itu terkadang membosankan.

        • August 3, 2013 at 6:50 pm
          Permalink

          Kalo aku rasa sih mikirnya, karena setiap orang itu butuh hal-hal yang berbeda sebagai selingan. Ngga monoton itu-itu terus. Makanya yang di Jerman pengen ke Jakarta, yang di Jakarta pengen ke Jerman.
          Nyari suasana baru gitu..

  • July 27, 2013 at 7:14 am
    Permalink

    Oooh…ternyata Polisi ngumpet ga cuma di Jakarta aja yak? ๐Ÿ™‚

  • July 27, 2013 at 6:27 am
    Permalink

    selamat weekend mbak ๐Ÿ˜€
    waduh.. mahal-mahal amatt.. ๐Ÿ™

    • July 27, 2013 at 8:54 am
      Permalink

      Selamat weekend Dyaz ๐Ÿ™‚ . Enak kan di tanah air ya ๐Ÿ˜‰ .

      • July 27, 2013 at 12:04 pm
        Permalink

        iah sih… kalo untuk liburan aja nggak papa kesana ya ๐Ÿ˜€

  • July 27, 2013 at 6:13 am
    Permalink

    di sini juga orang” pakenya sepatu keds, jarang yang sepatu” lucu semacam di Indo, hehe

  • July 27, 2013 at 5:34 am
    Permalink

    Hahaha…..
    Jadi itu sebabnya ya harus pakai sepatu di rumah? Barangkali udara yang menyebabkan kaki gampang berbau? Kalau kita di sini, masuk rumah buka sepatu sih tidak terlalu tercium bau kakinya. Tapi memang kalau lagi ada acara rame-rame, ya bau kaki juga sih.
    Coba ya denda-denda itu diterapkan di sini. Pasti banyak yang kena.

    • July 27, 2013 at 8:50 am
      Permalink

      Minggu lalu saya bertamu ke rumah teman. Ko lama-lama tercium bau kaki. Pas yang punya rumah lagi ga bersama suami dan saya. Suamiku tanya “bau nya dari kakiku ga sih?” trus aku bilang “bukan, tuh kaos kaki yang punya rumah bauu” ๐Ÿ˜† . Soalnya orang-orang sini dirumah juga pakai kaos kaki sih, musim panas pula, bau deh ๐Ÿ˜€ .

  • July 27, 2013 at 4:18 am
    Permalink

    Mending jalan kaki, salah dikit kena denda, mana banyak lagi.
    Pernikahan disamakan dengan pemakaman? LOL.

    • July 27, 2013 at 8:47 am
      Permalink

      Malah lebih sehat ya jalan kaki, ya cuma gempor aja klo jarak jauh ๐Ÿ˜† .

  • July 27, 2013 at 2:37 am
    Permalink

    Yang 36,,37 dan 40 itu juga terjadi di sini mbak.
    Tapi untuk yang 36 itu gak juga yang nyetir yang naik motor juga kena peraturan nya kok.

    • July 27, 2013 at 8:47 am
      Permalink

      Iya yang naik motor juga sama ko kena paeraturan, cuma motor sangat amat jarang disini ๐Ÿ˜€ .

      • July 29, 2013 at 8:54 am
        Permalink

        hehehe maaf yah mba. Karena menurut saya tulisan itu gak penting dan cuman sekedar sampahan ๐Ÿ™‚ jadi kolom komentar saya kunci rapet hahaha

  • July 27, 2013 at 2:15 am
    Permalink

    kebayanag, acara pemakanan disini disamain sama acara pernikahan.. -.-“

  • July 27, 2013 at 1:34 am
    Permalink

    hah… ? alesan nggak boleh buka sepatu karena bau kaki..?
    segitu nggak higieniskah orang sana?
    kl di dlm negri sini orang kita kan biasanya tiap hari ganti kaus kaki

    • July 27, 2013 at 8:40 am
      Permalink

      Disini orang-orangnya masih level bersihnya kelewatan kak ๐Ÿ˜€ . Iya sama ko ganti kaos kaki tiap hari, tapi klo makan makanan tertentu kan kadang bisa bau badan tuh kak sampai kakipun jadi bauu, apalagi klo musim panas begini, pakai kaos kaki keringatan ya bau deh ๐Ÿ˜€ .

  • July 27, 2013 at 1:27 am
    Permalink

    Untuk jadi tertib tuh ternyata berat ya nel. denda…denda…denda ๐Ÿ˜€

    • July 27, 2013 at 8:38 am
      Permalink

      Coba klo di tanah air begitu juga ya mbak, denda .. denda lah tapi ko masuk kantong petugas hihi.

  • July 27, 2013 at 1:13 am
    Permalink

    Kalo di Indo sarapan nasgor, buray, pecel, maksi : mie ayam, bakso, soto, makan malam : mie grg, sate, tongseng, cemilan : martabak, gorengan… kenapa siiiih gak sekreatif itu yaaaaa org bule inih … kan bosen makan daging , kentang, roti ๐Ÿ™

    • July 27, 2013 at 8:36 am
      Permalink

      Benar Cha lama-lama enek deh ๐Ÿ˜ฅ . Kamu puas2in ntar klo pulkam makan yang banyak ๐Ÿ˜‰ .

      • July 27, 2013 at 11:27 am
        Permalink

        dijamin balik ke Sweden timbangan naik nih mbak ๐Ÿ™

        • July 27, 2013 at 5:43 pm
          Permalink

          Gpp yg penting puas2in, nurunin mah gampang apa nga yaa? Haha ๐Ÿ˜† .

  • July 27, 2013 at 12:45 am
    Permalink

    Ngga ngebyangin menu makanannya deh. Ga ada rawon, lontong balap, kupang, hehehe

    • July 27, 2013 at 8:35 am
      Permalink

      Hiks iya Dan pengen banget menu sayuran spt di tanah air. Nih aku lagi mau bikin karedok ama ketoprak pusing nyari bahan-bahannya dulu ๐Ÿ˜† .

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: