Orang Jerman itu .. (bagian IV)

loading...

Pembaca setia, selamat hari sabtu dan selamat berakhir pekan. Saya masih punya beberapa hal mengenai kehidupan di Jerman yang mau saya informasikan :wink:.

Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)

Kamera Pengintai di Jalan di Jerman. (Foto: dok. pribadi)


36. Kalau lagi nyetir tidak boleh menggunakan hp, ketahuan polisi dendanya 30 Euro (Rp.387.000 *kurs Rp.12.900). Sering loh polisinya ngumpet jadi sebaiknya patuhi peraturan berlalulintas kalau tidak mau kena tilang ๐Ÿ˜‰ .
37. Naik sepeda juga harus taat peraturan lalu lintas. Gunakan jalan khusus sepeda, kalau tidak ada jalur khusus bisa gunakan jalur mobil. Pengendara sepeda juga bisa kena denda, misal jalan di jalur yang salah, pakai walkman sambil bersepeda. Dendanya 20 Euro saja. *mending jalan kaki deh aman hehe ๐Ÿ˜† .

38. Naik kereta harus beli tiket, kalau kena razia dendanya 40 euro (Rp.516.000 *kurs Rp.12.900) untuk jarak dekat. Di kota besar contohnya saya pernah lihat Berlin, umumnya petugasnya tidak berpakaian selayaknya petugas. Petugas berbaur dan perpakaian seperti orang umum. Kadang duduk bersama penumpang trus kereta mulai jalan, petugas mulai merazia penumpang yang tidak beli tiket. Bayar dendanya tidak ke petugas. Petugas membawa seperti mesin kecil untuk memasukkan data penumpang yang kena razia. Nanti dikirim surat tagihan ke rumah, dan kita bayar dengan Bank transfer.

Berhubung ada pertanyaan menarik dari Omnduut : Kalau orang asing (turis) naik kereta di Jerman dan tidak beli tiket eh pas ketemu petugas kontrol, kemana tagihannya dikirim?.

Setelah tanya suamiku nih, dia bilang dendanya bayar ditempat, bisa cash atau bisa dengan gesek kartu kredit.

Nah berhubung cuma jawaban dari satu orang tidak puas ah. Saya tanya ke forum. Jawabannya:
โ€ข Ternyata ada yang pernah berpengalaman kena denda denda 150 Euro bayar di tempat.
โ€ข Bayarnya langsung ke petugas, kalau petugasnya baik di suruh turun di stasiun berikutnya dan beli tiket kereta berikutnya.
โ€ข Bisa bayar cash atau gesek kartu kredit. Petugasnya ada bawa mesin geseknya.

Ternyata dapat info dari negara lain juga, yakni:
โ€ข Di Yunani bayar di tempat, dendanya 60x harga tiket.
โ€ข Di Perancis dendanya 300โ‚ฌ lebih (Rp. 3.870.000 *kurs rp.12.900)
โ€ข Di Swiss naik Tram tanpa ticket, denda Sfr 100 (Rp. 1.050.000 *kurs rp.10.500). Plus bayar tiket penuh. Pengumuman ini ditulis didalam Tram. Jika kejadiannya di Kereta Api, selain denda juga plus masuk criminal record yang link dengan semua akses.
โ€ข Di Italia denda 100 Euro.

Harap jangan berpikir seperti di Indonesia (tepatnya kereta Jabotabek kali ya ๐Ÿ˜† ), jangan coba-coba tidak beli tiket kereta ketika kamu menggunakan kereta di Eropa.

39. Guru les saya bilang, kalau ada orang awam masuk ke gedung pertemuan (gedung pesta) dia mungkin akan bingung, tidak tahu itu acara pesta pernikahan atau acara pemakaman? Karena pesta pernikahan disini tidak ada heboh-hebohnya seperti di Indonesia. Disini hanya makan-makan, ngobrol, makan lagi sambil ngobrol sampai lewat tengah malam.

40. Orang-orangnya mulai anak-anak hingga orangtua kebanyakan pakai sepatu kets kemana-mana. Kadang aneh saja sih, pakaian sudah oke banget, lihat kebawah ketawa deh, sepatunya sepatu kets :mrgreen: . Saya sering nonton TV lihat reporter TV meliput berita. Baju atasannya keren berjas, sepatunya yaelah ok sepatu kets hehe.
41. Jika bertamu ke rumah orang Jerman totok biasanya tidak perlu lepas sepatu. Kalaupun kita mau lepas sepatu, karena ga enak kuatir rumah jadi kotor, terkadang yang punya rumah agak maksa, โ€œgak usah lepas sepatu, pakai saja!โ€. Saya baru tahu alasannya, pas kurus Integrasi, ternyata kalau kita lepas sepatu, kebanyakan bau kaki boo ๐Ÿ˜› . Makanya diminta tidak usah lepas sepatu. Kalau bertamunya ke bukan orang Jerman, ya kita tanya dulu lepas sepatu ga?, biasanya yang punya rumah ada sandal rumah buat tamunya. Kalau tidak ada ya berkaos kaki saja, asal pastikan kaos kaki kamu tidak bau yaa :D. Kalau kedatangan tamu orang Jerman ya pasrah aja rumahmu kalau kotor, karena mereka ga mau lepas sepatu, kecuali kalau pasangan kawin campur seperti Frank nih, dia sih sudah tahu kalau di rumah ya jangan pakai sepatu. Kan cape ya nyapu ngepelnya.

42. Makanannya paling banyak aneka macam roti, keju dan daging. Menurut saya daging tuh bisa ada 1001 jenis, enek juga kalau tiap hari makanannya pakai daging.
43. Malam cenderung tidak makanan hangat, jadi hanya makan roti dengan keju dll disebutnya โ€žkaltessenโ€œ. Untung nih ibu rumah tangga ga harus masak.

44. Ada yang bersin kita bilang “gesundheit!” artinya “bless you”.
45. Kalau makan kita bilang “Guten Appetit” artinya “Selamat Makan” kalau yang makan sendirian, yang makan paling bilang “Danke” “Terima Kasih”.

Ich wรผnsche euch ein schรถnes wochenende!. Happy weekend! ๐Ÿ™‚ .

Bagian I klik disini
Bagian II klik disini
Bagian III klik disini
Bagian V klik disini
Bagian VI klik disini

Tulisan Terkini

Advertisements

125 thoughts on “Orang Jerman itu .. (bagian IV)

  1. Wooooh… dendanya kalau nyetir sambil maenan hp gede banget, ya….

    Kalo di sini banyak banget pengendara motor yg berkendara sambil maenan hp. Bahkan beberapa di antaranya sambil ngebut!

  2. tante, akuu pengen tau lagi nih tentang jerman.
    Boleh minta nomer telefon atau pin bb-nya tante?

  3. Suka dengan kedisiplinannya orang Barat: Jerman, Inggris, USA, etc. Harusnya diterapkan di Indonesia. Tapi… mereka terlalu straightforward tuh. Misalkan kita udah semangat nawarin mereka sesuatu, mereka jarang iba. Langsung bilang gak mau. Pas semangat mau ngajak mereka kemana gitu, mereka ‘tanpa dosa’ bilang gak bisa. :'( Sedih deh jadinya. Padahal kan menyenangkan hati orang (selama itu positif) berpahala yak. Apa karena orang Indonesia kebanyakan rasa ibanya yah?

  4. Wah, waktu di belanda aku pernah OV card (kartu transportasi) ku ga ada saldo tp nekat naik kereta tanpa check in, beruntung ga ada petugas yg ngecek.. ๐Ÿ™‚ di lain waktu aku cek in dgn pilihan kereta yg lbih murah, di dlm kereta wktu petugas ngecek pura2 bego ga tau ttg peraturan cek in nya.. hehe.. ^^ abis itu sllu rajin cek saldo deh.. ^^
    Naik kereta di German wktu di Schwarzwald aja,, ga ada yg ngecek wktu itu..

    • Hai Helen kamu beruntung ya! ๐Ÿ˜€ .Triknya pura-pura ga tau ya hehe ๐Ÿ˜€ . Di Jerman memang jarang pemeriksaan, tapi apes kan bisa datang kapan saja ๐Ÿ˜† .

  5. Kalau di Bis sama juga kayak di kereta ga Nel? soalnya aku perhatiin kalo di sana masuk bus bisa dari pintu belakang juga ya? kalo disini kadang suka ada razia mendadak di bus dan kadang ada aja yang kena loh, padahal masuk udah harus dari depan dan harus langsung ngescan kartu bus..

    • Masuk bis dari pintu depan Be, keluar dari pintu tengah. Kalau masuk bus kan kasih unjuk kartunya atau klo ga punya kartu berlangganan ya beli tiketnya, bayar ke supirnya. Selama ini sih aku belum pernah kena razia, cuma lihat di TV, mungkin di kota besar sering razia di bus.

  6. prusia emng yahud.. serba disiplin n denda. btw sis nela, lambang Nazi msh dilarang g disna? ๐Ÿ™‚

    url kasamago.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 17.01.2017

  7. Kalau di rumah pakai sepatu & sandal luaaaaaaaaaaar biasa capeknya nyapu ngepel. Saya pernah sehari 5x nyapu ngepel karena nenek saya nggak mau makai sandal rumah yang bersih, tapi maunya pakai sandal kotor (pengaruh zaman dulu rumahnya lantai tanah kali ya?).

  8. Keren nih, di indo harusnya bgni nih segala2 di denda biar tertib.. ahaha.. Asal jgn masuk kantong pakpol aja sih. lol

  9. Bonjour-Guten Morgen, Nella! ๐Ÿ™‚ Lovely pix, even though I can’t understand your mother-tongue… ๐Ÿ™‚ Have a great week and tons of inspiration! Friendly hugs, Mรฉlanie

    url balauru.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

    • Benar Nin harus punya kesadaran beli tiket, karena di Eropa kereta jarak dekat jarang ada petugas yang kontrol, tapi sekalinya apes kan mana bisa loncat dari kereta ๐Ÿ˜€ .

  10. Polisi nya suka ngumpet, jadi kalau jadi polisi di sana harus pinter ngumpet ya? Hehe…
    Itu tiket 60x lipat? Ckck… Kalau di Indonesia udah berantem dah… ๐Ÿ˜€

  11. Nel temenku pas mau studi ke Jerman setahun udah nyiapin dia bakal naik beratnya 10 kilo, secara dia sukaaa banget makan segala daging dan keju itu, dan bener aja pas dia pulang beratnya bener-bener naik 10 kilo. Aku juga suka sih, tapi ngebayangin tiap hari makan begitu paling bertahan seminggu ya nikmatnya setelahnya nagih tempe, kali.
    hahahahaha lucu banget sih yang gak usah lepas sepatu hahahahaaa

    • Di Jakarta ada deh sistem tilang begini. Di jalan Sudirman Thamrin, klo melanggar lampu merah akan ada kamera yg otomatis potret dan tilangnya dikirim ke alamat, cuma aku ga pernah dengar beritanya lagi apakah sistem ini berjalan atau cuma angin-anginan saja ๐Ÿ˜† .

  12. yg no 40 kayaknya matt juga gitu mba Nel, aku heran dulu sih dia masih matching2 bajunya ama sepatu secara banyak, sekarang setelah beli NB baru, ehh kemana2 pake kets loh, bahkan pas pake batik dan mesti ngajar di USU. duhhhh

  13. Semakin kreatif meramu resep sajian makan nih Jeng Nella, menyulap bahan menambah selera.
    Lain negara lain aturannya ya. Salam

  14. Saya yakin, kalau sistem denda itu diterapkan di Indonesia. Pasti lama-lama negara kita bisa lebih baik.
    Meskipun perlu waktu untuk penyesuaiannnya.

    Terimakasih dapat info banyak tentang kehidupan di jerman ๐Ÿ™‚

    • Sistem denda sdh ada di Jakarta, untuk wilayah Sudirman Thamrin yg melanggar lampu merah bisa kena potret kamera, berjalan atau tidak sistemnya saya tidak pernah lagi beritanya ๐Ÿ˜€ .

  15. bagus juga ya kl petugas membaur kayak orang biasa gitu. bikin kita jadi bener-bener hati-hati dan disiplin dengan sendirinya.. pasti abis ini langsung kepikiran “kapan yaaa Indonesia bisa begitu.. hiks..”

    jadi.. memang lebih milih capek nyapu dan ngepel ya daripada nyium aroma-aroma asem dari kaki gitu.. =))

    nyapurnama.com linknya dihapus karena domain tidak aktif lagi. 22.02.2016

  16. di Berlin aku pernah ditilang karena nyetir mobil kekencengan, polisinya ngumpet di mobil biasa yg parkir di pinggir jalan. tiba-tiba kena blitz aja gitu -___- surat denda dateng sebulan kemudian, kena 15 eur karena ngebutnya ga keterlaluan :p

    kalo di Hamburg, langsung dikasih surat tilang Mba dari petugas kalo ketauan ga bawa tiket, terus kita disuruh ke kantor u-bahn nya sendiri buat ngurus. kalo ternyata punya kartu bulanan dan bisa nunjukin, dendanya cuma 2,5 eur saja..

    satu lagi mba, kalo makan bareng orang lain, harus nunggu semua siap dan ada yang bilang guten Appetit dulu sebelum mulai makan ๐Ÿ˜€

  17. Wah bagus ya klo kena tilang tiket kereta tagihan dikirim kerumah. Lah disini mungkin masuk kekantong si petugasnya deh :/

    Blog/url nisadanchicco.blogspot.com dihapus karena blog tidak aktif lagi. Update 13.01.2016.

  18. masih berlanjut kan mba??? ditunggu lanjutannya lagi yak.

    di sana tegas ya polisinya? gak kayak di sini kan kompromi mulu?

  19. no 36 itu sama kayak di jakarta, polisinya suka ngumpet hahahaha… bedanya, disono bener2 ditilang ya, disini…..ada uang damainya dong hehehehe… apalagi menjelang lebaran gini, makin banyak polisi yg ngumpet nyari mangsa hehehehe…

  20. Wah, menarik banget, Mbak. Nggak kerasa sudah sampai IV. Lanjutkan terus ya…. ๐Ÿ˜€

    Itu kalau mainan hp nya pas lagi berhenti di lampu merah, kena denda juga nggak?

  21. no. 37 disini cuek aja tuh mbak pada naik sepeda di jalur bukan sepeda mana sempit trotoarnya krn gak ada kontrolnya. galakan mereka lagi kring2 biar minggir. dulu saya minggir krn gak ngerti, sekarang tak semprot balik, yg boleh menggunakan jalur bukan sepeda ini hanya anak2 s.d. 12 tahun.
    no. 41 kalo bertamu ke rumah orang turki mereka juga gak mau lantai atau karpetnya diinjek sepatu. biar gak usah diskusi panjang pas tamu dateng udah disambut jejeran sandal rumah ๐Ÿ˜‰

    salam
    /kayka

    • Klo suamiku justru jalan pas ditengah mbak, sengaja banget spy yg naik sepeda turun, soalnya trotoar kan buat jalan kaki ๐Ÿ˜€ . Cuma klo saya sendirian ya ga mau cari ribut hihi saya yg minggir.
      Iyaa awal bln ini bertamu ke rmh orang Turki, sendal berjejer pas buka pintu ๐Ÿ˜† .

    • Wah pertanyaan bagus ni ๐Ÿ˜€ . Klo ada orang Jerman sebagai pengundang ya dikirim ke alamat ybs, klo ga mungkin ya di tandai di paspornya, ga mungkin kirim tagihan ke Indonesia alamat bebas deh ๐Ÿ˜€ . Tapi jangan sampai lah paspor ditandai oleh polisi repot urusannya, sebelum naik pesawat kan paspor kita di cek di imigrasi dulu.

  22. Hahaha…..
    Jadi itu sebabnya ya harus pakai sepatu di rumah? Barangkali udara yang menyebabkan kaki gampang berbau? Kalau kita di sini, masuk rumah buka sepatu sih tidak terlalu tercium bau kakinya. Tapi memang kalau lagi ada acara rame-rame, ya bau kaki juga sih.
    Coba ya denda-denda itu diterapkan di sini. Pasti banyak yang kena.

    • Minggu lalu saya bertamu ke rumah teman. Ko lama-lama tercium bau kaki. Pas yang punya rumah lagi ga bersama suami dan saya. Suamiku tanya “bau nya dari kakiku ga sih?” trus aku bilang “bukan, tuh kaos kaki yang punya rumah bauu” ๐Ÿ˜† . Soalnya orang-orang sini dirumah juga pakai kaos kaki sih, musim panas pula, bau deh ๐Ÿ˜€ .

  23. hah… ? alesan nggak boleh buka sepatu karena bau kaki..?
    segitu nggak higieniskah orang sana?
    kl di dlm negri sini orang kita kan biasanya tiap hari ganti kaus kaki

    • Disini orang-orangnya masih level bersihnya kelewatan kak ๐Ÿ˜€ . Iya sama ko ganti kaos kaki tiap hari, tapi klo makan makanan tertentu kan kadang bisa bau badan tuh kak sampai kakipun jadi bauu, apalagi klo musim panas begini, pakai kaos kaki keringatan ya bau deh ๐Ÿ˜€ .

  24. Kalo di Indo sarapan nasgor, buray, pecel, maksi : mie ayam, bakso, soto, makan malam : mie grg, sate, tongseng, cemilan : martabak, gorengan… kenapa siiiih gak sekreatif itu yaaaaa org bule inih … kan bosen makan daging , kentang, roti ๐Ÿ™

Comments are closed.