Update Kebun Sayuranku – Panen. Sesuai judul diatas, maka saya ingin bercerita tentang kebun sayuranku, baik yang berhasil, maupun yang gagal. Rencananya kebun sayuran akan saya pelihara hingga cuaca benar-benar tidak memungkinkan lagi, mungkin di pertengahan November nanti akan saya sudahi dulu kalau suhunya mendekati nol derajat celcius 😉 .
1. Ketimun Saya memiliki dua tanaman ketimun, pertama dikasih mama mertua, ceritanya Horayy ketimunku berbuah. Hingga saat ini tanamannya masih dalam kondisi hidup segan matipun tak mau hehehe jadi masih saya biarkan hidup. Tanaman ini hanya menghasilkan lumayan banyak buah ketimun, saat ini masih ada satu ketimun yang sudah besar tergantung di tanamannya.
Tanaman Ketimun Pemberian Mama Mertua
Kedua tanaman ketimun yang saya tanam dari bibit (biji). Mulai ditanam akhir bulan Mei, ketika cuaca mulai hangat. Awal Juli mulai bermunculan banyak bunga (bakal buah). Tanaman ketimun membutuhkan banyak air karena harus memproduksi buah yang banyak kandungan airnya. Tanaman ketimun ini buahnya tidak sebesar yang dari mama mertua, kalau tanaman dari mama mertua, buah ketimunnya besar dan panjang.
Tanaman Ketimun Tanam dari Bibit
Tanaman ketimun saya tanam di pot besar bersama buncis, karena ketimun dan buncis adalah tetangga yang bersahabat. Ketika musim panas cocok sekali menikmati ketimun, bisa juga dibuat salad ;-). Kemarin tanaman ketimun ini sudah saya bongkar, karena daun-daunnya sudah mengering semua karena cuaca dingin, potnya saya gunakan untuk tanaman lain.
Video pertumbuhan tanaman Ketimun 20 Juni hingga 19 September 2012
2. Tanaman Tomat
Hingga saat ini tanaman tomat saya masih terus menghasilkan tomat-tomat. Tomat-tomat tersebut saya gunakan untuk membuat sambal dan campuran omelet atau dimakan langsung kasih sedikit taburan lada dan garam, sedappp!!!. Cerita detailnya baca padatnya kebun tomatku
Panen Tiga Jenis Tomat 29.09.2012
3. Ketumbar Saya baru tahu kalau tanaman ketumbar ketika masih kecil mirip tanaman seledri, selain bijinya untuk bumbu (pengharum), daunnya juga digunakan pada campuran sup. Saya tanam ketumbar dari bibitnya, hingga sekarang tanaman ini masih tumbuh dengan baik. Ketumbar adalah tanaman semusim, artinya setelah buah (biji) ketumbar menjadi coklat (kering), maka tanaman akan mati. Cerita detailnya baca: tanaman ketumbar siap panen
Bulan Agustus Tanam Ketumbar lagi
4. Stroberi Pada bulan Maret 2012, saya membeli dua tanaman stroberi dari supermarket khusus tanaman. Tanamannya masih kecil dan belum berbunga, maka harganya murah hanya 99 cent/tanaman.
Dalam dua bulan bunga-bunga (bakal buah) mulai bermunculan, sempat beberapa kali menikmati buah-buahnya ;-). Kemarin tanaman ini saya pindahkan ke pot kecil dan beri pupuk, kemungkinan akan saya taruh dalam rumah, karena cuaca malam kadang mulai dingin sekitar 5-9 derajat celcius.
Ada yang saya tanam di tanah langsung, ada pula yang di pot. Jenis tanaman cabai (cabe) yang saya miliki, cabe bulat dan cabe Thailand. Paprika ada yang saya tanam dari bibit (beli) jenis Paprika Cayena dan ada biji paprika yang iseng saya tanam puluhan jumlahnya dalam satu pot hehehe.
Jadi ceritanya ketika masak, saya keluarkan biji-biji paprika kemudian saya buang ke pot tanpa tanaman, ternyata karena saat itu cuaca mulai hangat eh pada tumbuh, jadi saya pisahkan beberapa tanaman yang terbaik ;-).
Paprika dan Cabai 2012
Tahun ini cabe bulat belum keliatan hasilnya. Tahun lalu sebelum tanaman ini mati karena musim dingin, saya sempat pisahkan biji-bijinya untuk tanam tahun ini.
Tanaman Cabe Bulat Tahun lalu November 2011
Video Tanaman Cabai dan Paprika 2012
6. Bawang Bombay
Siapa yang belum pernah melihat bibit bawang Bombay? Saya juga baru mengetahuinya kalau bibit bawang bombay berwarna hitam, seperti foto dibawah ini. Saya mulai tanam bibitnya tanggal 6 Juli 2012. Mungkin akan saya bongkar pertengahan November nanti.
Menanam Bawang Bombay dari Bibit
7. Buncis
Hasil kebunnya, bukan untuk disayur, tapi bijinya saya jemur, buat tanam lagi tahun depan, kalau sudah banyak baru dibuat sayur ;-).
Padatnya Kebun Tomatku. Pada kesempatan ini, saya ingin cerita mengenai bermacam-macam pohon tomat yang saya punya. Buat yang suka tanaman, boleh menyimak cerita saya .
1. Tomat Cerry Penghujung Juli 2011 saya beli pohon tomat Cerry. Saat itu pohon tomatnya berbuah sangat lebat. Nah masuk musim dingin, mulai deh kedinginan kali ya, trus kena penyakit (terkena serangan serangga putih dan layu daun) lama-lama rontok daunnya. Sebelum tamat riwayatnya, saya pernah ambil beberapa buah terbaik, untuk disimpan bijinya, jadi bisa tanam lagi tahun berikutnya
Bulan November 2011 hingga Januari 2012, saya coba menanam bibit tomat Cerry yang saya peroleh dari induknya. Sempat numbuh beberapa pohon, namun tidak bertahan lama, ya mungkin karena masih dingin, dan pohonnya juga selalu saya pelihara didalam rumah, karena tidak mendapat cahaya matahari langsung, jadi pohonnya tidak tumbuh dengan baik. Masuk musim semi, akhir Februari 2012 mulai tanam lagi, berusaha terus dan terus :D.
Tomat Cerry 2 Nov 2011
Cuaca makin hangat hingga masuk musim panas, pohon tomatku tumbuh dengan suburnya. Kalau musim panas harus sering disiram, dan pada saat panas-panasnya hingga 35 an derajat celcius, pohon tomatnya saya letakkan dibalik pohon cemara, jadi terlindung dari sinar matahari.
Dibawah ini Tomat Cerry tahun 2012 yang saya tanam dari biji tomat tahun 2011.
Tomat Cherry, Cherry Tomatoes, Zwerg Tomaten 2012
Pohon tomat cerry ini pendek dan tidak menjalar alias ranting-rantingnya pendek, cocok ditanam di pot.
Video Tomat Cerry 2012
2. Tomat Koktail
Saya beli pohonnya di supermarket khusus tanaman. Ketika itu pohonnya masih kecil, kira-kira 20 cm, harganya sekitar 1 sampai 3 Euro (saya lupa tepatnya). Pohonnya belum berbunga, jadi harganya masih murah. Saya tidak menyangka, pohonnya semakin menjulang tingi dan tinggi. Awalnya saya gunakan spiral penyangga ukuran 1,5 meter, ternyata pohonnya semakin tinggi, jadi saya beli lagi penyangga yang ukuran 2 meter. Karena mau menghambat pertumbuhannya, saya potong ujung pangkalnya, karena sudah melebihi tinggi badan saya, kuatir sudah mengurusnya hehehe
Buah-buah dari satu pohon tomat 15 Juli 2012
Pohon Tomat Koktail ini tumbuh dengan suburnya dan berbuah sangat lebat.
Cocktail Tomat Awal hingga akhir Agustus 2012
Sejauh ini, saya sudah 4 kali panen tomat Cerry dan tomat koktail. Saya panen sesuai kebutuhan, artinya kalau saya lagi pengen sekali bikin sambal, baru saya petik buah-buah tomatnya. Kadang saya gunakan juga sebagai campuran untuk omelet.
Sungguh Menyenangkan Panen Tomat dari Kebun Sendiri. 27 Agustus 2012
Pameran Flora ala Jerman. Pada tanggal 15 dan 16 September 2012 lalu, di dekat tempat tinggal saya berlangsung pameran Flora. Jauh-jauh hari papan atau plang informasi acara sudah dipasang diberbagai tempat. Sebagai pecinta tanaman dan bunga-bunga, tentu saja saya ingin sekali mengunjungi acara tersebut. Pameran ini adalah yang ke empat kalinya di adakan di Bad Rappenau.
Lokasi pamerannya di Salinen Park, dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Tiket masuknya 6 Euro (sekitar Rp.72.000). Namun kalau dipikir-pikir lagi, pergi berdua dengan suami berarti tiketnya 12 Euro, dengan nilai segitu saya bisa membeli 2 atau 3 pot bunga (Frank juga punya pikiran yang sama).
Tiga hari sebelum acara berlangsung, ternyata Frank dapat dua tiket gratis loh! Wah saya senang sekali!. ;-). Kami pergi di hari kedua, minggu 16 September, kami pergi sekitar jam satu siang. Lokasinya dipadati pengunjung. Di pameran tersebut ada sekitar 170 stand yang menawarkan produk mereka.
Hamparan Bunga-bunga Nan Cantik di Pintu Masuk (Foto: dok. pribadi)
Dari pintu masuk, pengunjung disuguhi hamparan bunga-bunga yang ditata begitu indahnya, dengan kombinasi warna yang menyegarkan mata. Di pameran tersebut, banyak stand yang menjual bunga-bunga, tanaman (pohon), dekorasi taman dan sebagainya untuk mempercantik taman Anda. Buat yang berkantong tebal, acara hari itu adalah surga belanja bagi pecinta tanaman.
Barang-barang yang di Jual di Pameran Flora (Foto: dok. pribadi)
Hayooo Siapa Berminat Membeli Bunga (Foto: dok. pribadi)
Tanaman-tanaman Hias yang membuat Lapar Mata (Foto: dok. pribadi)
Dengan Melihat-lihat Produk-produk yang di Gelar Sudah Cukup Puas (Foto: dok. pribadi)
Saya tidak belanja apapun di pameran, karena harga-harga produk yang dijual ko ya mahal-mahal sekali! Berbeda dengan harga di pasaran. Namun saya cukup senang hari itu walau hanya melihat-lihat saja, karena saya jadi mendapat banyak sekali ide untuk taman saya, bagaimana mendekorasi taman, membuat cantik pot bunga, atau ide-ide lainnya misal untuk mengatur atau mengkombinasikan bunga-bunga 😉 .
Dekorasi Untuk Taman (Foto: dok. pribadi)
Cantik Sekali ya Motif Bed Cover dan Sarung Bantalnya (Foto: dok. pribadi)
Liburan Swiss 2012 (Tamat). Satu hari sebelum liburan berakhir, kami habiskan waktu untuk shopping!! ;-). Suami masih punya voucher belanja 50 CHF, dari kantornya dulu ketika dia bekerja di Swiss. Nilai voucher segitu ga ada apa-apa sih, paling beli 2 potong baju :-(. Namun yang penting bisa cuci mata di pusat perbelanjaan he-he-he.
Kami pergi ke kota Thun. Awalnya mau naik kereta, sampai di stasiun kereta dan cek di mesin ATM, tiket kereta untuk ke Thun sekitar 50 CHF, berdua berarti 100 an CHF; Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Kami urungkan naik kereta, dan kami pakai mobil dari penginapan, lebih murah isi bensin mobil daripada naik kereta :D. Naik mobil tidak sampai 30 menit.
Video Perjalanan dari Interlaken ke Thun
Swiss identik dengan banyaknya terowongan-terowongan dijalan raya, misalnya seperti dibawah ini sengaja saya rekam.
Di pusat perbelanjaan, harus bayar kalau mau ke toilet. Gak tanggung-tanggung mahalnya 1 CHF. (kira-kira Rp.9500), masukkan uang logam ke kotak di pintu masuk. Harus masukkan pas 1 CHF; (ga boleh uang receh yang lebih kecil nilainya), pintu akan terbuka otomatis. Anehnya Cuma toilet wanita yang harus bayar!.
Toilet Umum di Pusat Perbelanjaan Kota Thun (Foto: dok. pribadi)
Mau siram toilet tinggal injak bulatan hitam ya, tidak ada petunjuk untuk penggunaannya loh, tapi dulu sudah pernah dikasih tahu ko ;-).
Kalau ketemu Toilet Model Ini Jangan Bingung ya 😀 (Foto: dok. pribadi)
Selama di Swiss kami menginap di Apartemen Hapimag. Hanya yang jadi member bisa menginap di tempat tersebut. Eka yang punya chanel ke penginapan ini, so terima kasih banyak buat Eka ;-).
Hapimag Swiss. Dapur, Ruang Tamu, Balkon (Foto: dok. pribadi)
Dua Kamar Tidur di Apartmen kami (Foto: dok. pribadi)
Samping Penginapan di Interlaken, Tahun depan pengen mendaki ke Gunung salju Abadi Jungfrau (Foto: dok. pribadi)
Berhubung keduanya mahal, jadi mulai menabung lagi ;-).
Video kota Interlaken
Sebelum berangkat liburan, saya cari informasi melalui banyak sumber di Internet, mengenai lokasi-lokasi apa saja yang patut dikunjungi di Swiss. Nah dibawah ini daftar yang saya buat. Dari 14 tempat hanya 5 tempat yang kami kunjungi. Dalam satu hari kami hanya pergi ke satu lokasi, sehingga kami benar-benar menikmatinya ;-).
My Switzerland List
1. Zürich zoo. Zürichbergstrasse 221 Zürich. The zoo is open 365 days a year. 9.00 – 18.00. (Masoala Rainforest 10.00 – 18.00). Fees: Adults 22 CHF. Children up to 6 years free.
2. Toy Museum Zurich. Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Telefon 044 211 9305. Monday to Friday 02.00 – 05.00 p.m. Saturday 01.00 – 04.00 p.m. Sunday closed. High days and holidays closed. Fees: 4 CHF. Description: A collection of Swiss toys from throughout history.
3. UNOG – Palais des Nations . The buildings of the united nations in Geneva. 8 – 14 avenue de la Paix 1211 Geneva 10, Geneva, Switzerland. In July and August open non-stop from 10 a.m. to 4 p.m. (tours start at 10:30 a.m., last tour at 4 p.m.). Fees: Adults: CHF 12.- per person. School children and youths (aged 6 to 18): CHF 7.- * per person. Groups (minimum of 20 adutls): CHF 10.- per person.
4. Botanischergarten. BOGA Bern. Altenbergrain 21 CH-3013 Bern. Tel. +41 31 631 4945. Öffnungszeiten. Mai bis Oktober 09.30 Uhr bis 17.30 Uhr. 365 Tage im Jahr geöffnet. Der Eintritt ist frei.
5. Meiringen Aareschlucht. Aareschlucht AG CH-3860 Meiringen. Öffnungszeiten: 8.30 – 17.30 Uhr ; 8.30 – 22.00 Uhr während der Abendbeleuchtung ; ab 17.30 – 22.00 Uhr Eintritt nur beim Westeingang!. Admission: 7.50 CHF individuals, children under 6 free, free parking, no parking fees. The Haslital, one of the large valleys in the Alps region. It stretches from the Grimsel to the Brienz. The flat valley floor of the lower valley is called by an imposing rock, “Kirchet” separated from the upper valley. In tens of thousands of years, the Aare River through the limestone rock of “Kirchet” eroded a path and created a 1.4 km long, up to 200 m deep gorge, in parts only 1 – is 2 feet wide.
6. Emmental AOC Show Dairy. Affoltern im Emmental. Emmentaler Schaukäserei AG | Schaukäsereistrasse 6 | 3416 Affoltern im Emmental | Schweiz. Telefon +41 (0)34 435 16 11. Die Schaukäserei ist jeden Tag geöffnet – auch an Sonn- und Feiertagen.
7. Lake Lucerne – the scenic beauty of the lake can be discovered on the many different cruises offered by paddlewheel steamers and motor vessels. Pilatus, Rigi, Stanserhorn – excursion mountains made accessible by cableways, offering up picture-book panoramas of the regions around Lucerne.
8. The World Heritage – Old City of Berne-. Canton of Berne N46 56 53.016 E7 27 1.008 Founded in the 12th century on a hill site surrounded by the Aare River, Berne developed over the centuries in line with a an exceptionally coherent planning concept. The buildings in the Old City, dating from a variety of periods, include 15th-century arcades and 16th-century fountains. Most of the medieval town was restored in the 18th century but it has retained its original character.
9. Cruise of the Mermaid by Swissboat. 4, Quai du Mont-Blanc CH – 1201 Geneva. Duration : 1 hour to 1h15. Departures 11.15 am ; 13.30 pm ; 15.30 pm ; 16.30 pm* 17.15 pm * Only on Thursday, Friday, Saturday and Sunday . Price for the complete cruise (without any stop) Adults Sfr 15.- / 12.50€: Children Sfr 9.- / 7.50€: This 1 hour guided tour will make you discover the major attractions of the lake of Geneva : the stone of Niton, the Water Fountain, the Black Harbour, the Diodati house, The UN building, the castle of Bellerive, the Mermaid, and many more interesting sites. Don’t miss this unique opportunity to sightseeing one of Europa’s most beautiful lake on our comfortable cruising ships.
10. Sattel Mostelberg . Fussgängerhängebrücke Raiffeisen Skywalk 374 m – Hängebrücke-Feeling! Sattel-Hochstuckli AG Postfach 36. 6417 Sattel. Arrival by car (Eumatt, 6417 Sattel). From Zurich via Hwy. Zurich-Chur, exit Schindellegi, direction Schwyz (approx. 40 min). From Zug via Aegerital (approx. 20 min). From Lucerne via Hwy. Zug-Schwyz, exit Schwyz, direction Pfäffikon-Sattel (approx. 40 min.)
11. Gstaad. Romantic vacations in Switzerland are unthinkable, without paying a visit to Gstaad. This place is situated at the juncture of the Alpine valley, between the Bernese Oberland and the Vaud Alps. This is one such place, where you will find different fashionable accessories and is one of the best ski resorts. The hotels are small and cozy, with airy rooms, fireplaces etc, which are best suited for spending some quiet evenings, with your beloved, in your hotel room.
12. A lovely little spot Aran. In Aran sur Villette, there’s a wonderful place for a picnic, with views of Lake Geneva and the vineyards. A top tip for a break amid the vineyards, with trees for shade.
13. Val de Travers. Jura & Three-Lakes 14. The World Heritage -Swiss Alps Jungfrau-Aletsch-. Or Mount.Titlis.
Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht. Saya diprotes salah satu pembaca setia blogku, “mana cerita barunya, tiap hari dibuka masih yang itu-itu saja, nanti saya tulis komentar “JANGAN MALAS!” cuma bisa nyengir didepan suami tercinta, ya dia adalah salah satu pembaca setia blogku 😉 .
Kalau saya menulis atau bercerita, saya ingin tulisan saya punya beberapa (banyak) informasi (sumber), kemudian tidak hanya sekedar tulisan saja, namun dilengkapi foto dan video. Untuk foto dan videopun harus di edit dulu, misal dikecilkan ukurannya, dibuat lebih terang, utak atik sana sini baru upload ke youtube (kalau dalam bentuk video).
Buat saya, menulis butuh konsentrasi, butuh “mood”, dan harus berpikir! Jadi kalau judul baru tidak terbit di blog, maka saya lagi malas mikir yang ribet-ribet 😀 . Nah paling saya browsing sana sini, baca berita sana sini, komentar di blog teman-teman, atau sekedar nge “like” tulisan mereka yang berarti saya sudah membacanya.
Oke, kembali ke judul tulisan diatas “Liburan Swiss’. Hari itu Rabu, 15 Agustus 2012, suami tercinta dan saya, kami mengunjungi wisata tebing (jurang), nama lokasinya Aareschlucht di Meiringen.
Walau hari itu cuaca agak hangat, dari penginapan saya sudah berpakaian tertutup (lengan pajang, celana panjang) dan membawa jaket. Saya berpikir mungkin saja sangat dingin, karena kami akan sesekali menelusuri terowongan batu yang lembab dan berair.
Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250 (Foto: dok. pribadi)
Tiket masuk 7,5 CHF per orang (kurs Rp.9500, berarti tiketnya Rp.71.250), buat saya harganya tersebut murah ;-). Lokasi ini buka jam 8.30 dan tutup jam 17.30, mungkin saja ada waktu-waktu tertentu hingga malam hari, namun harus ditemani pemandu wisata, dan ada biaya tambahan lagi. Karena lokasinya berbahaya dilalui pada bulan-bulan tertentu (misal musim dingin) maka Aareschlucht ini tutup mulai 1 November dan akan buka kembali awal bulan April.
Di Aareschlucht ini kita bisa menelusuri jurang sepanjang 1,4 kilometer dengan kedalaman 180 meter. Selama lebih dari 100 tahun wisata jurang ini dapat di akses pengunjung dengan jalur yang aman. Pengunjung dapat berjalan diatas panggung (kayu) dan sesekali harus melalui terowongan. Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam.
Ketika melalui terowongan harus hati-hati berjalan karena jalannya licin. Air menetes dari bagian atas dan dinding kanan kiri kita. Jangan kuatir, terowongannya dilengkapi lampu ko jadi amanlah buat pengunjung. Beruntung buat orang pendek seperti saya, tidak perlu kuatir kepala akan kena atap goa, nah buat orang yang tinggi hati-hati deh atap goanya yang tajam 😉 .
Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam (Foto: dok. pribadi)
Buat suami dan saya wisata Aareschlucht sangat indah. Diantara dua tebing tajam yang terbentang luas, ditengahnya dilalui sungai, airnya berwarna biru.
Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur (Foto: dok. pribadi)
Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen (Foto: dok. pribadi)
Pengunjung bisa masuk melalui pintu barat atau pintu timur. Dan kami bisa naik kereta untuk kembali ke pintu masuk awal, jadi tidak perlu menelusuri kembali wisata jurang. Oh ya tiket masuk sudah termasuk tiket kereta, kereta akan datang setiap setengah jam 😉 .
Baliknya Naik Kereta, Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta (Foto: dok. pribadi)
Video Aareschlucht.
Berikut ini Video yang di unggah oleh Enerstomovie, dengan kualitas video yang lebih baik
Tidak terasa sebentar lagi hari liburan akan segera berakhir 🙁
Liburan Swiss (Part 5) – Pusat kota Zürich. Tulisan ini masih mengenai jalan-jalan di Zürich. Kami (Eka & keluarga dan saya) memutuskan untuk mengunjungi museum mainan (Toys museum), sedangkan Frank masih ingin berjalan-jalan di kebun binatang (KB) Zürich, karena menurutnya sayang kalau tidak mengunjungi semua area KB. Karena tiket masuknya mahal.
Berbekal petunjuk Peter (si mesin GPS) maka kami mencoba mencari alamat Toys museumnya. Harap-harap cemas karena museum tutup jam 5 sore, berarti masih ada 20 menit lagi. Tanya sana sini, kemudian kami parkir mobil di gedung parkir. Kami lanjut berjalan kaki, karena menurut petunjuk seorang pejalan kaki lokasinya sudah dekat.
Di Zürich tidak bisa parkir sembarangan di jalan, kalaupun parkir harus lihat warna lokasi garis parkirnya, ada yang parkiran milik pribadi atau perusahaan, salah parkir siap-siap dapat surat tilang!. Akhirnya tibalah kami di depan museum, museumnya ada di pusat perbelanjaan dan sedikit masuk gang, Toys museum alamatnya Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Museum sudah tutup!! Telat 10 menit 🙁 .
Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum (Foto: dok. pribadi)
Tiket masuk museum 4 CHF (kurs Rp. 9.700, jadi tiket kira-kira Rp. 38.800), di museum ini kita bisa melihat koleksi mainan-mainan di Eropa dari jaman dahulu kala abad ke 18 hingga abad ke 20. Mungkin lain kali kami berkesempatan kesini lagi ;-). Informasi lebih lanjut silakan klik website Toys Museum.
Zürich adalah kota terbesar dan salah satu pusat perdagangan di Swiss. Selain Jenewa, Zürich juga menjadi salah satu kota terpenting di dunia.
Di Zürich ada Universitas atau institut terkenal di Swiss, yakni ETH Zürich . Institut Teknologi ini telah menghasilkan lebih dari 20 penerima penghargaan Nobel. Albert Einstein bersekolah dan kemudian menjadi profesor di sini. Selain ETH; terdapat pula Universitas Zürich. Di universitas ini pernah bersekolah Ernest Douwes Dekker, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. (sumber wikipedia).
Mejeng di Pusat Belanja kota Zürich (Foto: dok. pribadi)
Berhubung museum mainan tutup, jadi kami berjalan-jalan di pusat kota. Takjub lihat bangunan-bangunannya yang unik, takjub lihat orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian-pakaiannya yang serba modis, berkelas dan banyak merek terkenal :D.
Pusat Belanja di Zürich (Foto: dok. pribadi)
Saya pernah dua kali mendarat di bandara Zürich, pada Januari 2011 dan Juni 2011, bandaranya sangat amat besar, pertama kalinya disana pakai judul „Tersesat di Bandara!“ ceritanya klik disini ; belajar dari pengalaman, maka kali kedua, lancar tidak nyasar lagi untuk keluar bandara ;-).
Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich (Foto: dok. pribadi)
Puas selama satu jam-an berjalan-jalan di pusat kota dan sempat mampir ke salah satu toko (cuci mata!), maka kami kembali ke gedung parkir, dan mau menjemput Frank di KB: Zürich. OMG!!! (Oh my God) Parkir hampir 1,5 jam kena 6.60 CHF (1 CHF = kira-kira Rp.9700 Kurs BI) Kalau dirupiahkan Rp. 64.000.
Tiket Parkir di Zürich yang amit-amit Mahalnya (Foto: dok. pribadi)
Normalnya tuh parkir 1-2 CHF/jam, di Zürich amait-amit dah!, lain kali kalau bawa mobil mau jalan-jalan dipusat kota sebaiknya lihat dulu tarif parkirnya ya ;-).
Baru ingat Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi :D.
Setelah menjemput Frank, kami langsung mau ke penginapan di Interlaken. Hikss jauh banget 3 jam-an perjalanan. Oh ya, mumpung masih di Zürich, mampir ke kantor FIFA yuk, buat berfoto 😉 .
The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland (Foto: dok. pribadi)
Siapa mau Body Cream Scrub Strawberry GRATIS? Pasti mauuuu dong! ;-).
Produknya keluaran mypourvous.com (url mypourvous.com dihapus karena sudah tidak aktif lagi. Update 25.11.2015.)
Jangan sampai ketinggalan ya, silakan meluncur ke halaman blog teman saya Nelda „Produk halal alami gratis“
Sedikit informasi, Nelda dan saya pernah bergabung dan aktif menjadi member produk kecantikan yang mendunia, sayang karena kami saat ini bermukim jauh dari Indonesia (Nelda di Norway dan saya di Jerman), maka kami vakum dulu dari kegiatan menjadi konsultan brand tersebut :D.
Jangan ragu-ragu deh pada langsung ke blog nya Nelda yaaa ..
Apakah Anda suka berwisata ke kebun binatang?. Apakah kebun binatang menarik buat anak-anak saja? orang dewasa (belum punya anak) ataupun masih single suka juga kah berwisata ke tempat ini? He-he-he penasaran saja karena banyak sekali anak-anak di kebun binatang yang saya kunjungi hari itu.
Oh ya saya baru kali ini berkesempatan mengunjungi kebun binatang di Luar negeri. Sebelum berangkat liburan saya coba cari di internet tempat-tempat apa saja yang bagus dan menarik dikunjungi di Swiss, nah kebun binatang Zürich adalah salah satunya ;-).
Mejeng dulu ya disamping Empang, sambil menunggu Bebek-bebek Cantik lewat (Foto: dok. pribadi)
Kebun binatang (KB) Zürich buka setiap hari sepanjang tahun, dari jam 09 pagi hingga jam 6 sore (Bulan November tutuap jam 5 sore.
Tiket masuk 22 CHF (*dengan kurs + Rp.9000) kalau dirupiahkan Rp. 198.000. Anak-anak hingga usia 6 tahun GRATIS: Usia 6-16 separuh tiket dewasa.
Sedikit penasaran dengan tiket masuk kebun binatang Ragunan, Jakarta (karena sudah lamaaa sekali tidak kesana 😀 ) . Ternyata hanya Rp.5000 kalau mau mengunjungi Pusat Primata Schmutzer tiketnya Rp. 6000 – Rp.7500 ya total tidak sampai Rp.15.000. Tiket masuk KB Bandung Rp.20.000. Hmmm kalau dibandingkan ke KB. Zürich berlipat kali lipat ya (Makin cinta tanah air deh, gak pakai mahal! 😎 .
Kalau ada yang tahu websitenya KB. Ragunan dan Pusat Primata Schmutzer mau dong diinformasikan ke saya. Tempat wisata terkenal ko ya ga nemu websitenya, sudah bolak balik tanya mas google.com.
Das Pipi eines Elefanten. Setiap hari Gajah minum 110 Liter dan kencingnya 80 Liter, bisa separuh bath up (Foto: dok. pribadi)
• Hewan-hewan yang hidupnya di Rainforest • Hewan-hewan asal Madagaskar • Kura-kura raksasa • Berang-berang Eopa • Hewan-hewan Ampibi, seperti katak dll. Kataknya juga bermacam-macam warna dan jenisnya, ada juga yang beracun. • Gajah Asia • Konservasi Kelelawar • Harimau, Badak dan Zebra, Macan Tutul Putih, kambing Arab, Singa asal India, Orang Utan asal Sumatera (Pongo pygmaeus abeli )dan Sulawesi, Pinguin biasa, Buaya asal Filipina.
Toilet di Kebun Binatang Zürich Gratis, yang penting Bersih sekali (Foto: dok. pribadi)
Slideshow Foto-foto di KB: Zürich
This slideshow requires JavaScript.
Setelah hari sebelumnya dengan berat hati menghapus beberapa video dan foto-foto, maka di kebun binatang bisa buat beberapa video singkat ;-).
Sekarang cerita mengenai hari ketiganya, yakni mengunjungi Luzern. Di kota ini kami ditemani oleh Bpk & ibu pendeta Niesel yang sengaja datang dari Schangnau menemani kami berjalan-jalan. Bpk & ibu pendeta naik kereta dari Schangnau, sedangkan kami (Eka & keluarga, Frank dan saya) naik mobil dari Interlaken. Dibutuhkan waktu satu jam-an untuk tiba di kota Luzern.
Selamat Datang di Luzern. The Gate of The Old Train Station in Lucerne (Foto: dok. pribadi)
Luzern adalah ibukota Kanton Luzern dan pusat distrik dengan nama yang sama di Swiss. Luzern merupakan kota terpadat di Swiss bagian tengah dan merupakan titik fokus dikawasan ini. Luzern banyak dikunjungi wisatawan. Populasi penduduk 76.200 jiwa (Data Badan Statistik Swiss Badan tahun 2009) Sumber wikipedia.
Di Luzern kita bisa melihat danau Luzern yang terkenal. Danau ini memiliki panjang kira-kira 30 km. Pengunjung bisa menikmati keindahan danau dengan naik kapal-kapal kecil, atau kalau mau berhemat bisa berjalan kaki menelusuri jalan setapak sepanjang danau, sambil menikmati bangunan-bangunan unik di kota Luzern.
Model Bangunan di Pusat Kota Luzern (Foto: dok. pribadi)
Saya buat video singkat kota Luzern dengan pemandangan danaunya.
Dalam perjalanan kembali ke penginapan di Interlaken, kami melewati Lungern. Kami berhenti ditepi jalan yang ada plang “Selamat Datang di Lungern”. Dari atas ketinggian kita bisa melihat indahnya desa Lungern dan danau Obsee. Banyak mobil dan bus yang berhenti sejenak, sekedar mengabadikan keindahan Lungern dari atas. Untung ketika kami tiba masih sepi, langsung potret cekrak cekrek ;-). Beberapa saat kemudian datang bus besar dan beberapa mobil lain, maka kami segera melanjutkan perjalanan.
Indahnya Desa Lungern Swiss Terlihat dari Ketinggian (Foto: dok. pribadi)
Hari pertama liburan kami mengunjungi Ballenberg Open-Air Museum ; lanjut di hari kedua (minggu, 12 Agustus) full kami habiskan waktu di Schangnau.
Kami mengunjungi sahabat Eka yang bernama Lusi. Lusi menikah dengan seorang pendeta asal Jerman dan mereka menetap di Swiss, so kami sebut saja, kami mengunjungi Bpk dan ibu pendeta Niesel ;-).
Dari penginapan kami di Interlaken menuju Schangnau butuh waktu kira-kira satu jam-an dengan mobil. Sepanjang perjalanan kami coba perhatikan apakah lewat toko bunga ternyata tidak ketemu, mungkin karena pas hari minggu, toko-toko tutup ya.
Nah begitu masuk Schangnau, kami melewati satu perkebunan bunga, putar balik mobil, berhenti sebentar, pilah pilih bunga yang Eka dan saya sepakati, petik sendiri, masukkin duitnya ke tempat yang telah disediakan, lanjut jalan lagi ke tempat tujuan. Disini (Eropa) kalau mengunjungi seseorang ko ya ga lengkap kalau tidak bawa bunga.
Mampir ke Perkebunan Bunga. Mau beli Bunga dulu ya (Foto: dok. pribadi)
Perjalanan ke Schangnau mengingatkan saya ketika beberapa kali mengunjungi Puncak (Jawa Barat). Jalanannya berkelok-kelok, turun naik gunung, kerap kali samping kiri kanan jalan adalah lembah yang dalam sekali, tapi indah sih, hamparan hijau dimana-mana.
Berhubunga memori kamera penuh, dan belum sempat menghapus beberapa foto-foto, maka tidak bisa buat video singkat perjalanan ke Schangnau.
Dibawah ini video yang diunggah OriginalBernie, saya temukan di youtube, bisa memperlihatkan betapa indahnya Schangnau. Lihat detik 1:47 mulai masuk Schangnau.
Tiba di kediaman Bpk & ibu pendeta, kami disambut dengan ramah sekali. Langsung disuguhi minuman, segar rasanya. Lanjut menyantap makanan pembuka, yakni salat. Oh ya saya pernah cerita deh ya, kalau kaum pria di Jerman, Swiss dan atau Eropa khususnya jago masak. Nah hari itu bapak pendeta yang masak, kami suguhi Spaghetti Bolognese lezaattt sekali! ;-).
Setelah puas menyantap Spaghettirehat sebentar longgarkan pinggang supaya muat yang berikutnya :P. Kami ditawari wine, yang minum hanya ibu pendeta dan saya, karena kaum prianya nanti akan nyetir mobil, Eka juga tidak minum wine. Lanjuttt makanan penutup: pudding, es krim bersama potongan stroberi, nikmat!.
Maaf tidak ada foto-foto ketika makan-makan, jaga image didepan bpk & ibu pendeta hehehe :D.
Selesai santap bersama, kami mengunjungi gereja tempat bpk pendeta bertugas, dekat dari rumah ko, tinggal jalan kaki. Gerejanya mendaki bukit, untung ada besi di sebelah kanan untuk pegangan tangan sepanjang jalan. Pengangan tangannya berguna sekali toh buat kaum oma opa kalau pergi dan pulang beribadah ;-).
Pak pendeta menjelaskan beberapa hal mengenai gereja yang kami kunjungi, maaf saya tidak tahu detail ceritanya karena saya menjelajah ke altar dan lokasi lain bersama Eka, putranya Eka dan ibu pendeta sambil foto-foto :D, jadi yang mendengarkan penjelasan pak pendeta hanya suamiku dan suaminya Eka.
Foto Bersama di depan Gereja di Schangnau (Foto: dok. pribadi)Turun dari Gereja, lanjut Mau Mengunjungi Trubschachen (Foto: dok. pribadi)
Acara selanjutnya adalah mengunjungi pabrik biskuit Kambly di Trubschachen. Asyik loh kita bisa sepuasnya mencicipi tester biskuitnya. Pengunjung bisa memilih biskuit yang mereka sukai setelah mencicipi terlebih dahulu. Rak-rak berjejer berisi biskuit-biskuit yang dikemas dalam kantong-kantong plastik yang cantik.
Ini enak, itu enak, masuk keranjang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam .. kantong biskuit. Hitung dulu harganya, alamakkk masah belanja biskuit hampir satu juta rupiah. Oke harus disortir ya, mana yang paling enak, jangan lapar mata!. Akhirnya dipilih-pilih ulang mana yang terenak dan untuk oleh-oleh. Total ada 8 kantong dan total harganya tidak bikin terkejut ;-).
Pabrik bikuit Kambly sudah berusia 102 tahun. Didirikan pada tahun 1910. Hinga kini sudah tiga generasi mengembangkan pabrik ini. Kambly memiliki dua pabrik, di Lyss dan Trubschachen. Anda tertarik mengetahui sejarah pabrik Kambly silakan klik disini .
Dilokasi yang kami kunjungi ini ada juga Coffe Shop nya, jadi pengunjung bisa ngopi sekaligus menikmati macam-macam biskuit. Mau melihat bagaimana pembuatan biskuit, bisa juga kita saksikan langsung disini.
Pengunjung Bisa Menyaksikan Langsung Pembuatan Biskuit (Foto: dok. pribadi)
Macam-macam biskuit yang di tersedia : •Suka biskuit yang manis pilihlah Fine Biscuits •Mau yang rasanya asin, silakan pilih Salted Biscuit •Mau yang macam-macam bentuk, silakan pilih Assorted Biscuits •Tertarik biskuit yang dikemas dalam wadah cantik silakan pilih Kambly art Collection
Biskuit-biskuit Kambly Pilihan Suami dan saya (Foto: dok. pribadi)