Liburan Swiss 2012 (Part 2)

loading...

Hari pertama liburan kami mengunjungi Ballenberg Open-Air Museum ; lanjut di hari kedua (minggu, 12 Agustus) full kami habiskan waktu di Schangnau.

Kami mengunjungi sahabat Eka yang bernama Lusi. Lusi menikah dengan seorang pendeta asal Jerman dan mereka menetap di Swiss, so kami sebut saja, kami mengunjungi Bpk dan ibu pendeta Niesel ;-).

Dari penginapan kami di Interlaken menuju Schangnau butuh waktu kira-kira satu jam-an dengan mobil. Sepanjang perjalanan kami coba perhatikan apakah lewat toko bunga ternyata tidak ketemu, mungkin karena pas hari minggu, toko-toko tutup ya.

Nah begitu masuk Schangnau, kami melewati satu perkebunan bunga, putar balik mobil, berhenti sebentar, pilah pilih bunga yang Eka dan saya sepakati, petik sendiri, masukkin duitnya ke tempat yang telah disediakan, lanjut jalan lagi ke tempat tujuan. Disini (Eropa) kalau mengunjungi seseorang ko ya ga lengkap kalau tidak bawa bunga.

Mampir ke Perkebunan Bunga. Mau beli Bunga dulu ya (Foto: dok. pribadi)

Perjalanan ke Schangnau mengingatkan saya ketika beberapa kali mengunjungi Puncak (Jawa Barat). Jalanannya berkelok-kelok, turun naik gunung, kerap kali samping kiri kanan jalan adalah lembah yang dalam sekali, tapi indah sih, hamparan hijau dimana-mana.

Berhubunga memori kamera penuh, dan belum sempat menghapus beberapa foto-foto, maka tidak bisa buat video singkat perjalanan ke Schangnau.

Dibawah ini video yang diunggah OriginalBernie, saya temukan di youtube, bisa memperlihatkan betapa indahnya Schangnau. Lihat detik 1:47 mulai masuk Schangnau.

 

Tiba di kediaman Bpk & ibu pendeta, kami disambut dengan ramah sekali. Langsung disuguhi minuman, segar rasanya. Lanjut menyantap makanan pembuka, yakni salat. Oh ya saya pernah cerita deh ya, kalau kaum pria di Jerman, Swiss dan atau Eropa khususnya jago masak. Nah hari itu bapak pendeta yang masak, kami suguhi Spaghetti Bolognese lezaattt sekali! ;-).

Setelah puas menyantap Spaghetti rehat sebentar longgarkan pinggang supaya muat yang berikutnya :P. Kami ditawari wine, yang minum hanya ibu pendeta dan saya, karena kaum prianya nanti akan nyetir mobil, Eka juga tidak minum wine. Lanjuttt makanan penutup: pudding, es krim bersama potongan stroberi, nikmat!.

Maaf tidak ada foto-foto ketika makan-makan, jaga image didepan bpk & ibu pendeta hehehe :D.

Selesai santap bersama, kami mengunjungi gereja tempat bpk pendeta bertugas, dekat dari rumah ko, tinggal jalan kaki. Gerejanya mendaki bukit, untung ada besi di sebelah kanan untuk pegangan tangan sepanjang jalan. Pengangan tangannya berguna sekali toh buat kaum oma opa kalau pergi dan pulang beribadah ;-).

Pak pendeta menjelaskan beberapa hal mengenai gereja yang kami kunjungi, maaf saya tidak tahu detail ceritanya karena saya menjelajah ke altar dan lokasi lain bersama Eka, putranya Eka dan ibu pendeta sambil foto-foto :D, jadi yang mendengarkan penjelasan pak pendeta hanya suamiku dan suaminya Eka.

Foto Bersama di depan Gereja di Schangnau (Foto: dok. pribadi)

Turun dari Gereja, lanjut Mau Mengunjungi Trubschachen (Foto: dok. pribadi)

Acara selanjutnya adalah mengunjungi pabrik biskuit Kambly di Trubschachen. Asyik loh kita bisa sepuasnya mencicipi tester biskuitnya. Pengunjung bisa memilih biskuit yang mereka sukai setelah mencicipi terlebih dahulu. Rak-rak berjejer berisi biskuit-biskuit yang dikemas dalam kantong-kantong plastik yang cantik.

Ini enak, itu enak, masuk keranjang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam .. kantong biskuit. Hitung dulu harganya, alamakkk masah belanja biskuit hampir satu juta rupiah. Oke harus disortir ya, mana yang paling enak, jangan lapar mata!. Akhirnya dipilih-pilih ulang mana yang terenak dan untuk oleh-oleh. Total ada 8 kantong dan total harganya tidak bikin terkejut ;-).

Pabrik bikuit Kambly sudah berusia 102 tahun. Didirikan pada tahun 1910. Hinga kini sudah tiga generasi mengembangkan pabrik ini. Kambly memiliki dua pabrik, di Lyss dan Trubschachen. Anda tertarik mengetahui sejarah pabrik Kambly silakan klik disini .

Dilokasi yang kami kunjungi ini ada juga Coffe Shop nya, jadi pengunjung bisa ngopi sekaligus menikmati macam-macam biskuit. Mau melihat bagaimana pembuatan biskuit, bisa juga kita saksikan langsung disini.

Pengunjung Bisa Menyaksikan Langsung Pembuatan Biskuit (Foto: dok. pribadi)

Macam-macam biskuit yang di tersedia :
• Suka biskuit yang manis pilihlah Fine Biscuits
• Mau yang rasanya asin, silakan pilih Salted Biscuit
• Mau yang macam-macam bentuk, silakan pilih Assorted Biscuits
• Tertarik biskuit yang dikemas dalam wadah cantik silakan pilih Kambly art Collection

Biskuit-biskuit Kambly Pilihan Suami dan saya (Foto: dok. pribadi)

 

Jalan-jalan Swiss bagian 1 jalan-jalan swiss.
Jalan-jalan Swiss bagian 3 wisata swiss.

 

Tulisan Terkini:

Advertisements

30 thoughts on “Liburan Swiss 2012 (Part 2)

  1. Pingback: Liburan Swiss 2012 (Tamat) | Rumah Silaen Salzgeber

  2. bunga.. biskuit.. mau dong.. btw kak, mawarku udah kuajak ngomong.. keknya ada muncul bunganya tuh, tpai masih malu-malu hahahaaa… tapi serius, koq bisa gitu ya? bunga yang aneh 😀

    • Hai Messalin, Mawar yang kubeli dari Belanda malah rontok daun-daunnyanya, sekarang cuma ada ranting-rantingnya saja Huhuhu :-(. Mungkin salah juga lokasi penanamananya, terlindung dari matahari sih, padahal mawar harus kena paparan langsung matahari yang panas. Minggu lalu saya pindahkan dulu ke pot, masuk karantina :D.

  3. Pingback: Liburan Swiss (part 3) | Rumah Silaen Salzgeber

  4. Wah, mantap dah liburannya. Bikin pingin 🙂

    url z1riders.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 08.01.2017

  5. ajibbb betul ke luar neger…. salam newbi ngeblog mba

    ( link aqomadin.com dihapus karena domain tidak aktif lagi. 15.09.2016 )

  6. Bikin pengen aja nih .. 🙂

    url masrois.wordpress.com is no longer available.
    The authors have deleted this site. Update 20.01.2017

Leave a Reply