Tag: Jalan-jalan Swiss

  • Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht. Saya diprotes salah satu pembaca setia blogku, “mana cerita barunya, tiap hari dibuka masih yang itu-itu saja, nanti saya tulis komentar “JANGAN MALAS!” cuma bisa nyengir didepan suami tercinta, ya dia adalah salah satu pembaca setia blogku 😉 .

    Kalau saya menulis atau bercerita, saya ingin tulisan saya punya beberapa (banyak) informasi (sumber), kemudian tidak hanya sekedar tulisan saja, namun dilengkapi foto dan video. Untuk foto dan videopun harus di edit dulu, misal dikecilkan ukurannya, dibuat lebih terang, utak atik sana sini baru upload ke youtube (kalau dalam bentuk video).

    Buat saya, menulis butuh konsentrasi, butuh “mood”, dan harus berpikir! Jadi kalau judul baru tidak terbit di blog, maka saya lagi malas mikir yang ribet-ribet 😀 . Nah paling saya browsing sana sini, baca berita sana sini, komentar di blog teman-teman, atau sekedar nge “like” tulisan mereka yang berarti saya sudah membacanya.

    Oke, kembali ke judul tulisan diatas “Liburan Swiss’. Hari itu Rabu, 15 Agustus 2012, suami tercinta dan saya, kami mengunjungi wisata tebing (jurang), nama lokasinya Aareschlucht di Meiringen.

    Aareschlucht Meiringen. Liburan Swiss Part 6 - Wisata Tebing Aareschlucht
    Aareschlucht Meiringen 15.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

    Walau hari itu cuaca agak hangat, dari penginapan saya sudah berpakaian tertutup (lengan pajang, celana panjang) dan membawa jaket. Saya berpikir mungkin saja sangat dingin, karena kami akan sesekali menelusuri terowongan batu yang lembab dan berair.

    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250
    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250 (Foto: dok. pribadi)

    Tiket masuk 7,5 CHF per orang (kurs Rp.9500, berarti tiketnya Rp.71.250), buat saya harganya tersebut murah ;-). Lokasi ini buka jam 8.30 dan tutup jam 17.30, mungkin saja ada waktu-waktu tertentu hingga malam hari, namun harus ditemani pemandu wisata, dan ada biaya tambahan lagi. Karena lokasinya berbahaya dilalui pada bulan-bulan tertentu (misal musim dingin) maka Aareschlucht ini tutup mulai 1 November dan akan buka kembali awal bulan April.

    Di Aareschlucht ini kita bisa menelusuri jurang sepanjang 1,4 kilometer dengan kedalaman 180 meter. Selama lebih dari 100 tahun wisata jurang ini dapat di akses pengunjung dengan jalur yang aman. Pengunjung dapat berjalan diatas panggung (kayu) dan sesekali harus melalui terowongan. Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam.

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht (Foto: dok. pribadi)

    Ketika melalui terowongan harus hati-hati berjalan karena jalannya licin. Air menetes dari bagian atas dan dinding kanan kiri kita. Jangan kuatir, terowongannya dilengkapi lampu ko jadi amanlah buat pengunjung. Beruntung buat orang pendek seperti saya, tidak perlu kuatir kepala akan kena atap goa, nah buat orang yang tinggi hati-hati deh atap goanya yang tajam 😉 .

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam (Foto: dok. pribadi)

     

    Buat suami dan saya wisata Aareschlucht sangat indah. Diantara dua tebing tajam yang terbentang luas, ditengahnya dilalui sungai, airnya berwarna biru.

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen
    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen (Foto: dok. pribadi)

    Tertarik mengetahui sejarah Aareschlucht silakan klik sejarah Aareschlucht dan legenda Aareschlucht

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen. Lake of Brienz
    Lake of Brienz (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen (Foto: dok. pribadi)

     

    Pengunjung bisa masuk melalui pintu barat atau pintu timur. Dan kami bisa naik kereta untuk kembali ke pintu masuk awal, jadi tidak perlu menelusuri kembali wisata jurang. Oh ya tiket masuk sudah termasuk tiket kereta, kereta akan datang setiap setengah jam 😉 .

    Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta
    Baliknya Naik Kereta, Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Aareschlucht.

     

    Berikut ini Video yang di unggah oleh Enerstomovie, dengan kualitas video yang lebih baik

     

    Tidak terasa sebentar lagi hari liburan akan segera berakhir 🙁

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

  • Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota Zürich

    Liburan Swiss (Part 5) – Pusat kota Zürich. Tulisan ini masih mengenai jalan-jalan di Zürich. Kami (Eka & keluarga dan saya) memutuskan untuk mengunjungi museum mainan (Toys museum), sedangkan Frank masih ingin berjalan-jalan di kebun binatang (KB) Zürich, karena menurutnya sayang kalau tidak mengunjungi semua area KB. Karena tiket masuknya mahal.

    Berbekal petunjuk Peter (si mesin GPS) maka kami mencoba mencari alamat Toys museumnya. Harap-harap cemas karena museum tutup jam 5 sore, berarti masih ada 20 menit lagi. Tanya sana sini, kemudian kami parkir mobil di gedung parkir. Kami lanjut berjalan kaki, karena menurut petunjuk seorang pejalan kaki lokasinya sudah dekat.

    Di Zürich tidak bisa parkir sembarangan di jalan, kalaupun parkir harus lihat warna lokasi garis parkirnya, ada yang parkiran milik pribadi atau perusahaan, salah parkir siap-siap dapat surat tilang!. Akhirnya tibalah kami di depan museum, museumnya ada di pusat perbelanjaan dan sedikit masuk gang, Toys museum alamatnya Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 Zürich. Museum sudah tutup!! Telat 10 menit 🙁 .

    Liburan Swiss Part 5 - Pusat kota Zürich. Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum
    Depan Museum Mainan Zürich. Toys Museum (Foto: dok. pribadi)

     

    Tiket masuk museum 4 CHF (kurs Rp. 9.700, jadi tiket kira-kira Rp. 38.800), di museum ini kita bisa melihat koleksi mainan-mainan di Eropa dari jaman dahulu kala abad ke 18 hingga abad ke 20. Mungkin lain kali kami berkesempatan kesini lagi ;-). Informasi lebih lanjut silakan klik website Toys Museum.

    Zürich adalah kota terbesar dan salah satu pusat perdagangan di Swiss. Selain Jenewa, Zürich juga menjadi salah satu kota terpenting di dunia.

    Di Zürich ada Universitas atau institut terkenal di Swiss, yakni ETH Zürich . Institut Teknologi ini telah menghasilkan lebih dari 20 penerima penghargaan Nobel. Albert Einstein bersekolah dan kemudian menjadi profesor di sini. Selain ETH; terdapat pula Universitas Zürich. Di universitas ini pernah bersekolah Ernest Douwes Dekker, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. (sumber wikipedia).

    Pusat Belanja kota Zürich
    Mejeng di Pusat Belanja kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Berhubung museum mainan tutup, jadi kami berjalan-jalan di pusat kota. Takjub lihat bangunan-bangunannya yang unik, takjub lihat orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian-pakaiannya yang serba modis, berkelas dan banyak merek terkenal :D.

    Pusat Belanja di Zürich
    Pusat Belanja di Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya pernah dua kali mendarat di bandara Zürich, pada Januari 2011 dan Juni 2011, bandaranya sangat amat besar, pertama kalinya disana pakai judul „Tersesat di Bandara!“ ceritanya klik disini ; belajar dari pengalaman, maka kali kedua, lancar tidak nyasar lagi untuk keluar bandara ;-).

    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich
    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota Zürich (Foto: dok. pribadi)

     

    Puas selama satu jam-an berjalan-jalan di pusat kota dan sempat mampir ke salah satu toko (cuci mata!), maka kami kembali ke gedung parkir, dan mau menjemput Frank di KB: Zürich. OMG!!! (Oh my God) Parkir hampir 1,5 jam kena 6.60 CHF (1 CHF = kira-kira Rp.9700 Kurs BI) Kalau dirupiahkan Rp. 64.000.

    Mahalnya parkir di Zurich swiss
    Tiket Parkir di Zürich yang amit-amit Mahalnya (Foto: dok. pribadi)

    Normalnya tuh parkir 1-2 CHF/jam, di Zürich amait-amit dah!, lain kali kalau bawa mobil mau jalan-jalan dipusat kota sebaiknya lihat dulu tarif parkirnya ya ;-).

    Baru ingat Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi :D.

    Setelah menjemput Frank, kami langsung mau ke penginapan di Interlaken. Hikss jauh banget 3 jam-an perjalanan. Oh ya, mumpung masih di Zürich, mampir ke kantor FIFA yuk, buat berfoto 😉 .

    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland. Berfoto di depan kantor FIFA Swiss
    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 Zürich Switzerland (Foto: dok. pribadi)

     

    Artkel terkait:
    • Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    • Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    • Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    • Hari keempat berwisata ke kebun binatang Zürich lanjut jalan-jalan di pusat kota Zürich

  • Liburan Swiss Part 3

    Liburan Swiss Part 3

    Liburan Swiss Part 3. Hari pertama mengunjungi Open air Museum Ballenberg
    Hari kedua mengunjungi Schangnau

    Sekarang cerita mengenai hari ketiganya, yakni mengunjungi Luzern. Di kota ini kami ditemani oleh Bpk & ibu pendeta Niesel yang sengaja datang dari Schangnau menemani kami berjalan-jalan. Bpk & ibu pendeta naik kereta dari Schangnau, sedangkan kami (Eka & keluarga, Frank dan saya) naik mobil dari Interlaken. Dibutuhkan waktu satu jam-an untuk tiba di kota Luzern.

    Selamat Datang di Luzern. The Gate of The Old Train Station in Lucerne. Liburan Swiss Part 3
    Selamat Datang di Luzern. The Gate of The Old Train Station in Lucerne (Foto: dok. pribadi)

    Luzern adalah ibukota Kanton Luzern dan pusat distrik dengan nama yang sama di Swiss. Luzern merupakan kota terpadat di Swiss bagian tengah dan merupakan titik fokus dikawasan ini. Luzern banyak dikunjungi wisatawan. Populasi penduduk 76.200 jiwa (Data Badan Statistik Swiss Badan tahun 2009) Sumber wikipedia.

    Di Luzern kita bisa melihat danau Luzern yang terkenal. Danau ini memiliki panjang kira-kira 30 km. Pengunjung bisa menikmati keindahan danau dengan naik kapal-kapal kecil, atau kalau mau berhemat bisa berjalan kaki menelusuri jalan setapak sepanjang danau, sambil menikmati bangunan-bangunan unik di kota Luzern.

    Model Bangunan di Pusat Kota Luzern
    Model Bangunan di Pusat Kota Luzern (Foto: dok. pribadi)

    Dari kota Luzern ini kita bisa melihat pemandangan Gunung Pilatus dan Rigi yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen.

     

    Menara bunga di kota Luzern Swiss. Flower tower in Luzern Swiss
    Unik dan Cantik ya Dekorasi Bunganya, ini Bunga-bunga Asli loh. (Foto: dok. pribadi)

     

    Ciri khas kota Luzern yang terkenal adalah Jembatan Kapel (Kapellbrücke), yang terbuat dari kayu peninggalan abad ke -14.

    Pada 18 Agustus 1993, setelah tengah malam, sekitar dua pertiga dari Jembatan kayu ini terbakar. Dalam setahun, Jembatan selesai diperbaiki 😉 .

    Chapel Bridge Luzern
    Chapel Bridge Luzern 13.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya buat video singkat kota Luzern dengan pemandangan danaunya.

     

    Dalam perjalanan kembali ke penginapan di Interlaken, kami melewati Lungern. Kami berhenti ditepi jalan yang ada plang “Selamat Datang di Lungern”. Dari atas ketinggian kita bisa melihat indahnya desa Lungern dan danau Obsee. Banyak mobil dan bus yang berhenti sejenak, sekedar mengabadikan keindahan Lungern dari atas. Untung ketika kami tiba masih sepi, langsung potret cekrak cekrek ;-). Beberapa saat kemudian datang bus besar dan beberapa mobil lain, maka kami segera melanjutkan perjalanan.

    Indahnya Desa Lungern Swiss Terlihat dari Ketinggian
    Indahnya Desa Lungern Swiss Terlihat dari Ketinggian (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Desa Lungern dari Ketinggian

     

    Bagian I mengunjungi Open air Museum Ballenberg
    Bagian II mengunjungi Schangnau

     

  • Liburan Swiss 2012 (Part 2)

    Liburan Swiss 2012 (Part 2)

    Hari pertama liburan kami mengunjungi Ballenberg Open-Air Museum ; lanjut di hari kedua (minggu, 12 Agustus) full kami habiskan waktu di Schangnau.

    Kami mengunjungi sahabat Eka yang bernama Lusi. Lusi menikah dengan seorang pendeta asal Jerman dan mereka menetap di Swiss, so kami sebut saja, kami mengunjungi Bpk dan ibu pendeta Niesel ;-).

    Dari penginapan kami di Interlaken menuju Schangnau butuh waktu kira-kira satu jam-an dengan mobil. Sepanjang perjalanan kami coba perhatikan apakah lewat toko bunga ternyata tidak ketemu, mungkin karena pas hari minggu, toko-toko tutup ya.

    Nah begitu masuk Schangnau, kami melewati satu perkebunan bunga, putar balik mobil, berhenti sebentar, pilah pilih bunga yang Eka dan saya sepakati, petik sendiri, masukkin duitnya ke tempat yang telah disediakan, lanjut jalan lagi ke tempat tujuan. Disini (Eropa) kalau mengunjungi seseorang ko ya ga lengkap kalau tidak bawa bunga.

    Mampir ke Perkebunan Bunga. Mau beli Bunga dulu ya (Foto: dok. pribadi)

    Perjalanan ke Schangnau mengingatkan saya ketika beberapa kali mengunjungi Puncak (Jawa Barat). Jalanannya berkelok-kelok, turun naik gunung, kerap kali samping kiri kanan jalan adalah lembah yang dalam sekali, tapi indah sih, hamparan hijau dimana-mana.

    Berhubunga memori kamera penuh, dan belum sempat menghapus beberapa foto-foto, maka tidak bisa buat video singkat perjalanan ke Schangnau.

    Dibawah ini video yang diunggah OriginalBernie, saya temukan di youtube, bisa memperlihatkan betapa indahnya Schangnau. Lihat detik 1:47 mulai masuk Schangnau.

     

    Tiba di kediaman Bpk & ibu pendeta, kami disambut dengan ramah sekali. Langsung disuguhi minuman, segar rasanya. Lanjut menyantap makanan pembuka, yakni salat. Oh ya saya pernah cerita deh ya, kalau kaum pria di Jerman, Swiss dan atau Eropa khususnya jago masak. Nah hari itu bapak pendeta yang masak, kami suguhi Spaghetti Bolognese lezaattt sekali! ;-).

    Setelah puas menyantap Spaghetti rehat sebentar longgarkan pinggang supaya muat yang berikutnya :P. Kami ditawari wine, yang minum hanya ibu pendeta dan saya, karena kaum prianya nanti akan nyetir mobil, Eka juga tidak minum wine. Lanjuttt makanan penutup: pudding, es krim bersama potongan stroberi, nikmat!.

    Maaf tidak ada foto-foto ketika makan-makan, jaga image didepan bpk & ibu pendeta hehehe :D.

    Selesai santap bersama, kami mengunjungi gereja tempat bpk pendeta bertugas, dekat dari rumah ko, tinggal jalan kaki. Gerejanya mendaki bukit, untung ada besi di sebelah kanan untuk pegangan tangan sepanjang jalan. Pengangan tangannya berguna sekali toh buat kaum oma opa kalau pergi dan pulang beribadah ;-).

    Pak pendeta menjelaskan beberapa hal mengenai gereja yang kami kunjungi, maaf saya tidak tahu detail ceritanya karena saya menjelajah ke altar dan lokasi lain bersama Eka, putranya Eka dan ibu pendeta sambil foto-foto :D, jadi yang mendengarkan penjelasan pak pendeta hanya suamiku dan suaminya Eka.

    Foto Bersama di depan Gereja di Schangnau (Foto: dok. pribadi)
    Turun dari Gereja, lanjut Mau Mengunjungi Trubschachen (Foto: dok. pribadi)

    Acara selanjutnya adalah mengunjungi pabrik biskuit Kambly di Trubschachen. Asyik loh kita bisa sepuasnya mencicipi tester biskuitnya. Pengunjung bisa memilih biskuit yang mereka sukai setelah mencicipi terlebih dahulu. Rak-rak berjejer berisi biskuit-biskuit yang dikemas dalam kantong-kantong plastik yang cantik.

    Ini enak, itu enak, masuk keranjang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam .. kantong biskuit. Hitung dulu harganya, alamakkk masah belanja biskuit hampir satu juta rupiah. Oke harus disortir ya, mana yang paling enak, jangan lapar mata!. Akhirnya dipilih-pilih ulang mana yang terenak dan untuk oleh-oleh. Total ada 8 kantong dan total harganya tidak bikin terkejut ;-).

    Pabrik bikuit Kambly sudah berusia 102 tahun. Didirikan pada tahun 1910. Hinga kini sudah tiga generasi mengembangkan pabrik ini. Kambly memiliki dua pabrik, di Lyss dan Trubschachen. Anda tertarik mengetahui sejarah pabrik Kambly silakan klik disini .

    Dilokasi yang kami kunjungi ini ada juga Coffe Shop nya, jadi pengunjung bisa ngopi sekaligus menikmati macam-macam biskuit. Mau melihat bagaimana pembuatan biskuit, bisa juga kita saksikan langsung disini.

    Pengunjung Bisa Menyaksikan Langsung Pembuatan Biskuit (Foto: dok. pribadi)

    Macam-macam biskuit yang di tersedia :
    •Suka biskuit yang manis pilihlah Fine Biscuits
    •Mau yang rasanya asin, silakan pilih Salted Biscuit
    •Mau yang macam-macam bentuk, silakan pilih Assorted Biscuits
    •Tertarik biskuit yang dikemas dalam wadah cantik silakan pilih Kambly art Collection

    Biskuit-biskuit Kambly Pilihan Suami dan saya (Foto: dok. pribadi)

     

    Jalan-jalan Swiss bagian 1 jalan-jalan swiss.
    Jalan-jalan Swiss bagian 3 wisata swiss.

     

    Tulisan Terkini:

  • Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012. Pulang liburan disambut setumpuk tugas-tugas rumah tangga yang harus dikerjakan:
    1. Sekoper baju-baju kotor yang harus dicuci. Untung ada mesin cuci, tinggal tekan tombol-tombol si mesin langsung kerja, satu jam kemudian tinggal jemur deh. Kasihan juga tuh mesin dalam sehari bisa dua kali kerja, dalam dua hari berhenti dulu ya.
    2. Baju-baju yang sudah kering menumpuk di sofa ruang tamu. Cuaca panas begini (sampai 36 derajat C) makin malaslah buat setrika pakain. Pengennya makan es krim atau tidur aja.
    3. Tanaman dan bunga-bunga dilihat satu persatu, mana yang sekarat, mana yang butuh pertolongan sesegera mungkin hehehe. Untungnya ada temanku Ni Luh yang baik hati bersedia datang dua kali ke rumahku untuk menyiram tanamanku. Kalau Tanaman dan Bunga-bunga dalam rumah amanlah sehat dan segar, paling tanaman yang diluar rumah agak-agak layu, setelah disiram besoknya segar lagi.

    Memang cuaca minggu ini sedang panas banget, melebihi panasnya kota Jakarta. Untung kedua nih, kursus saya sedang libur, baru mulai lagi 3 September bulan depan. Tidak terbayang deh dengan panas 36 derajat C harus jalan kaki, mau pakai payung malu dilihatin orang, kalau di Jakarta banyak orang berpayung-ria, disini orang-orang malah ingin kulit mereka terbakar matahari. Manusia tidak ada puasnya ya, yang kulit putih ingin jadi coklat, yang sudah ireng seperti saya pengen agak sedikit putih :P.

    Curhat kerjaan rumah tangga disudahi dulu ;-). Kali ini, saya ingin cerita mengenai liburan kami (suami dan saya) bersama teman kami Eka, suami dan putra mereka. Kami berangkat 10 Agustus dan kembali 17 Agustus. Kembalinya bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, bertepatan pula dengan ulang tahun adik ipar saya.

    Aktivitas hari pertama liburan kami.

    1. Tanggal 11 Agustus 2012, kami mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz.

    Di lokasi ini kita bisa melihat bangunan rumah-rumah orang Swiss jaman dahulu kala, pertanian dan peternakan, tamannya, termasuk alat-alat atau mesin-mesin yang orang-orang Swiss gunakan sehari-hari, misal untuk membuat keju, wine dan lain-lain.

    Ballenberg Open-Air Museum berada di jantung Swiss antara daerah Haslital Meiringen-Hasliberg dan Interlaken. Letak museum ini di daerah berbukit dan berhutan di Brienz dikelilingi oleh pemandangan pegunungan yang indah.

    Tiket masuk 20 CHF (dewasa), anak sampai umur 6 tahun gratis, anak 6-16 thn 10 CHF. Rombongan minimal 10 orang, per orangnya 18 CHF. 1 CHF = kira-kira Rp. 9600.

    Jam buka museum jam 10 hingga jam 5 sore. Harus kuat jalan kalau mau ke lokasi ini karena kita harus berjalan kaki. Kadang mendaki bukit kadang turun, untung datang masih pagi jadi cuaca belum panas sekali, tapi pulangnya cape, malas jalannya, mau naik delman harus bayar 12 CHF perorang, kami pilih jalan kaki! :P. Kami berada di museum ini 5 jam-an.

    Apa saja yang bisa kita lihat di museum ini:
    1. Lanskap arsitektur Bangunan atau rumah-rumah kuno orang Swiss jaman dahulu kala.

    Bangunannya dibedakan menjadi 13, berbeda gaya rumah dan karakteristiknya. Disini kita bisa melihat bentuk rumah dari hampir setiah wilayah Swiss, berdasarkan lokasinya, antara lain
    • Jura, rumah petani dari La Chaux-de-Fonds NE tahun 1617.
    • Bernese Midlands, rumah petani dari Madiswil BE tahun 1709.
    • Central Midlands Rumah dari Villnachern AG tahun1630.
    • Central Switzerland Rumah dari Sachseln OW tahun1600 dan pertengahan abad 19.
    • East Midlands
    • Eastern Switzerland
    • West Midlands
    • Bernese Oberland
    • Valais
    • Grisons
    • Alpine
    • Ticino

    Bangunan-bangunan rumahnya masih komplit dengan nomer rumahnya, kita bisa masuk kedalamnya dan melihat perabotan kuno, berikut foto-foto pemilik rumahnya.

    Liburan Swiss 2012. Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Rumahnya Besar Sekali ya (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Peralatan Dapur dan Meja Makan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Perabotan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    2. Peternakan

    Ada yang unik di museum ini, yakni kita bisa melihat hampir 250 hewan ternak asli, antara lain: lebah, merpati, burung, ayam, bebek, angsa, kelinci, kambing, domba, babi, sapi dan lembu, kuda dan keledai.

    Saya baru pertama kali lihat keledai raksasa, awalnya saya kira kuda, eh ternyata beneran keledai ;-).

    Video Katalanischer grossesel ; Giant Donkey

     

    Di Museum Ballenberg ini kita juga akan menjumpai hewan peternakan yang berada dalam bahaya kepunahan.

    Karena hewan-hewan tersebut hidup di tanah lapang yang sangat luas, jadi pengelola museum memasang pagar listrik, yang mencegah hewan-hewan melarikan diri.

    Hati-hati kalau bercengkrama dengan hewan-hewan ya, suami tercinta ngelus-elus kambing kecil kemudian Frank membiarkan jempolnya di isap-isap si kambing, eh lama-lama digigit, berdarah deh, untungnya pas saya ada bawa antiseptik tangan. Trus ada kambing yang lama-lama agresif gigit-gigit ujung bawah blazer dan tas saya. Anak-anak yang main-main dengan hewan-hewan tersebut sih baik-baik saja ko, karena mereka didampingin orangtua mereka.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Kita Bisa Bercengkrama dengan Hewan-hewan (Foto: dok. pribadi)

     

    3. Kerajinan Tangan

    Kita bisa melihat para pengrajin menunjukkan keahlian mereka, seperti membuat roti, kue, keju, kayu-ukiran, pembakaran kapur, membuat kain tenun, produksi cokelat, tembikar dan lain-lain. Barang, makanan atau kerajinan tangannya juga diperdangangan, silakan membeli sebagai oleh-oleh.

    Di museum ini kita bisa melihat kerajinan tangan yang berbeda dan hidup setiap harinya.
    Kalau Anda tertarik mengikuti kursusnya silakan cek infonya di http://www.ballenbergkurse.ch .

     

    4. Taman dan Ladang

    Rasanya tidak lengkap ya rumah tanpa taman. Nah disini kita bisa menikmati keindahan bunga-bunga yang terdapat di kebun-kebun. Kalau di pagar, buka pagarnya, silakan masuk, jangan lupa tutup kembali begitu keluar ;-).

    Selain bunga-bunga indah ditaman, kita bisa juga menjumpai kebun-kebun sayur.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Baru lihat pohon tembakau, memang sebesar ini ya? (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    We Really Love Garden (Foto: dok. pribadi)

     

    Slideshow Foto-foto Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    Dengan kamera saku yang saya punya, saya buat video-video singkat dan kemudian saya satukan, sayangnya memori kamera cepat penuh, sehingga tidak bisa buat foto lagi atau video lainnya.

    Video durasi 5:05 Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    *semua foto-foto dan video adalah koleksi pribadi

    Bagian II mengunjungi Schangnau
    Bagian III mengunjungi kota Luzern.

  • Rencana Liburan Musim Panas 2012

    Rencana Liburan Musim Panas 2012

    10 Agustus 2012 kami akan liburan ke Switzerland, bersama Eka dan keluarganya. 2 bulan lagi, semoga tabungan semakin banyak he-he-he. Kami akan berlibur selama seminggu.

    Kursus saya pas liburan juga, yakni liburan musim panas. Masa liburnya selama 3 minggu (Asyik ya!) :D. Frank sudah ajukan cuti ke kantornya, sudah disetujui.

    Mau kemana saja ketika di Swiss?, belum kepikiran lokasi-lokasi wisatanya, yang terlintas di otak mau lihat gunung es Jungfraujoch (Top of Europe), Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss, atau ke Interlaken? Atau mengunjungi rumah kami terdahulu di Zweisimmen? Jalan-jalan ke Bern, Thun.

    Ada yang bisa kasih ide, lokasi wisata menarik di Swiss?

    Switzerland here we come! 😉

     

    Tulisan Terkini

  • Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch Swiss Top of Europe. Berikut ini lanjutan pengalaman sdr. Stefanus A Wartono

    Judul sebelumnya Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch Swiss. Snow in Switzerland. Foto dari wikipedia. Jungfraujoch Swiss Top of Europe
    Jungfraujoch Swiss. Snow in Switzerland. Foto dari wikipedia

    Mengunjungi Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch (3.454 meter) – salju abadi sepanjang tahun

    Untuk pergi ke Jungfraujoch kita naik kereta api dari setasiun Interlaken Ost di kota Interlaken. Kota Interlaken memiliki dua setasiun, West dan Ost sebagai setasiun utama.

    Untuk mencapai Jungfraujoch kita naik kereta dan harus berganti 2 kali, yaitu di Lauterbrunnen dan Kleine Scheidegg. Sebenarnya ada 2 jalur untuk menuju Jungfraujoch, sebagai berikut:

    1. Interlaken – Lauterbrunnen – Kleine Scheidegg – Jungfraujoch

    2. Interlaken – Lauterbrunnen – Grindelwald – Jungfraujoch

    Orang membeli tiket ke Jungfraujoch umumnya membeli tiket pulang pergi dan mereka akan mengambil jalur berangkat dan pulang yang berlainan sehingga bisa menikmati pemandangan yang berbeda:

     

    Jalur berangkat Interlaken – Lauterbrunnen – Kleine Scheidegg – Jungfraujoch, dan

    Jalur pulang Jungfraujoch – Kleine Scheidegg – Grindelwald – Interlaken Ost


    Contoh jadwal dan lama perjalanan (2 jam 17 menit) sbb.:

    06.35 Interlaken Ost – 06.55 Lauterbrunnen

    06.59 Lauterbrunnen – 07.39 Kleine Scheidegg

    08.00 Kleine Scheidegg – 08.52 Jungfraujoch

    Harga tiket CHF 186.20

    Website kereta api Swiss http://www.sbb. ch/en/home.html

    Bila kita ingin explore negara Swiss dengan melakukan perjalanan ke berbagai kota sebaiknya dipertimbangkan membeli Kartu Swisspass di mana kita akan mendapat potongan harga tiket mencapai 50%.

    Namun hendaknya diingat bahwa harga kartu Swisspass juga harus diperhitungkan. Misalnya harga kartu SwissPass CHF 160 dan kita bisa mendapatkan potongan 50% untuk setiap pembelian tiket kereta api, bus, ferry; maka titik impas kita adalah bila seluruh tiket yang kita beli selama bepergian mencapai CHF 320 pada harga normal. Kita mendapat potongan 50% berarti hanya membayar CHF 160 + biaya kartu Swisspass CHF 160 menjadi CHF 320.

    Apabila kita hanya ingin pergi ke Jungfraujoch maka tidak ada manfaatnya membeli kartu Swisspass CHF 160 karena harga tiket ke Jungfraujoch p.p.hanya CHF 186.20.

    Tanpa Swisspass biaya kita hanya CHF 186.20 dan dengan Swisspass biaya kita menjadi CHF 160 + CHF 93.10 = CHF 253.10

    Informasi tentang Swisspass dapat dilihat pada link berikut:

    http://www.swisspas ses.com/railpass /swiss-regional- rail-passes/ validity- maps/jungfrau- unlimited. htm?from= /packages/ jungfrau- unlimited/ &PHPSESSID= e80a060ddbd2f655 1880140e38db5a10

     

    Referensi untuk Lauterbrunnen dan sekitarnya bisa diperoleh dari link berikut:

    http://www.panorami cearth.com/ 449/Jungfrau/ Lauterbrunnen_ Railway_Station

    Berikut ini tambahan informasi dari teman saya Kei Shinta :

    1. Jika kamu di Swis cuma untuk 1 (satu) hari saja maka SWISS PASS TIDAK BERMANFAAT SAMA SEKALI krn SWISS PASS akan LEBIH HEMAT JIKA KAMU MEMAKAINYA LEBIH LAMA dan AKTIF mengunjungi SEMUA obyek wisata di Swiss bs di cek di http://www.sbb.ch utk pastinya.

    2. Dengan SWISS PASS maka keuntungan yg didapat bisa menggunakan semua jenis transportasi di Swis seperti kereta, tram, bus, perahu, bahkan masuk ke dalam banyak MUSEUM secara GRATIS selama kartu Swiss Pass berlaku,silakan baca http://keishinta.wordpress.com/2011/04/01/swiss-pass-in-swiss-travel-system

    Saya sudah membuktikannya manfaat gratisnya :
    Saya naik perahu ZURICHSEE SCHIFFFAHRT mengelilingi Lake of Zurich dan mampir ke Raperswil Jona, baca http://keishinta.wordpress.com/2011/08/14/zurichsee-schifffahrt Lalu saya juga naik perahu VIERWALDSTATTERSE mengelilingi Lake of Luzern, baca selengkapnya di http://keishinta.wordpress.com/2011/08/15/vierwaldstattersee-lake-luzern/

    Sedangkan utk Jungfraujoch jika TIDAK MEMPUNYAI Swiss Pass maka bisa dilakukan sesuai informasi dari Bung Stefanus dengan harga tiket sekali jalan CHF 186.20 dimulai dari INTERLAKEN OST dan saya akan akan membagikan pengalaman yang bisa di baca di http://keishinta.wordpress.com/2011/04/06/jungfraujoch-switzerland-top-of-europe

    Start saya dimulai dari ZURICH dan kembali ke ZURICH dengan SWISS PASS tiket pulang pergi HANYA CHF 112, dengan catatan tiket CHF 112 adalah harga tiket PP dari Kleine Scheidegg ke Jungfarujoch yang artinya tiket PP dari ZURICH ke Kleine Scheidegg GRATIS dengan SWISS PASS.

  • Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss Berikut ini adalah pengalaman pak. Stefanus A Wartono mengunjungi Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis yang berlokasi di Swiss. Informasi ini sangat berguna bagi saya walaupun sudah pernah beberapa waktu tinggal di Swiss, namun belum kesampean mengunjungi 3 lokasi tersebut diatas.

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss. Depan Sekolahan Zweisimmen, Switzerland
    Depan Sekolahan Zweisimmen, Switzerland

    Berbekal pengalaman sdr. Stefanus A Wartono semoga suami tercinta nantinya mau menemani saya melakukan perjalanan ke lokasi top of Europe 😉 .

    Bagaimana Mengunjungi Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Mulai ..

    Jungfraujoch berlokasi di kota Interlaken, sedangkan Mt. Pilatus berada di kota Luzern. Mt. Titlis dicapai dari kota Engelberg yang hanya 50 menit dengan kereta api dari kota Luzern. Tiga lokasi tersebut dapat dinikmati dalam waktu 3 hari, kalau sekedar “mampir” bisa dipadatkan menjadi 2 hari tetapi ya sayaaang karena biayanya cukup mahal.

    Base dan Rute Sebagai base (menurut saya) yang paling ideal adalah Luzern karena lokasinya ditengah dan ada beberapa backpacker hostel diantaranya: www.twinsminbak.com
    Namun demikian, bila anda bepergian berdua atau lebih, pertimbangkan mencari hotel karena biayanya bisa lebih murah, apalagi kalau bisa ambil kamar triple atau quadruple.

     

    * Hari 1: Asumsinya anda sudah bermalam di Luzern sehingga pagi-pagi sudah bisa ke Mt. Pilatus. Kembali dari Mt. Pilatus sekitar pukul 14.00 bisa dilanjutkan dengan menikmati kota Luzern. Anda bermalam lagi di kota Luzern. Bisa juga anda langsung ke Engelberg dan bermalam di sana, tinggal dibandingkan mana yang lebih murah tempat penginapannya.

    * Hari 2: Gunakan kereta pukul 06.00 untuk menuju Engelberg yang ditempuh dalam waktu 50 menit. Jadwal keretanya setiap jam, baik dari Luzern maupun dari Engelberg. Setiba di kota Engelberg, anda bisa jalan-jalan sebentar di kota tersebut, kotanya kecil tetapi pemandangannya bagus karena dikelilingi gunung bersalju. Terminal Gondola untuk naik ke Mt. Titlis hanya 5 menit dari setasiun kereta api, kalau keluar dari pintu utama setasiun, di depannya ada Hotel Belevue Terminus, arah ke Terminal Gondola ke kanan ikuti jalan aspalnya, lalu ada jembatan belok ke kiri dan ikuti jalan arah ke kanan. Dari situ sudah terlihat Terminalnya;

    Jam 12.00 sudah bisa turun dari Mt. Titlis dan tiba di setasiun kereta api Engelberg. Lanjutkan perjalanan dengan kereta api ke Interlaken, berhenti di setasiun Interlaken Ost. Anda harus ganti kereta di Luzern sehingga luggage bisa dititip di setasiun Luzern atau Engelberg tergantung dari jadwal keretanya. Anda akan bermalam di Interlaken;

    * Hari 3: Usahakan berangkat ke Jungfraujoch dengan kereta pertama agar bisa puas menikmati puncak Jungfraujoch. Tahun lalu saya terlalu siang ke sana sehingga tidak bisa lagi bermain di salju, hanya bisa menyaksikan di platform yang disediakan saja.

    Perjalanan kereta api dari Interlaken akan menuju ke Lauterbrunnen. Di sini akan berganti kereta menuju ke setasiun berikutnya yaitu Kleine Scheidegg. Berikutnya ganti kereta lagi untuk menuju ke puncak Jungfraujoch.

    Dalam perjalanan kembali dari Jungfraujoch, ketika tiba di Kleine Scheidegg anda bisa memilih melalui Lauterbrunnen (jalur yang sama) atau bisa melalui Grindelwald (sebaiknya ambil jalur ini). Anda tinggal memperhatikan tanda penunjuk ketika berganti kereta di Kleine Scheidegg. Tarif tiket dari Interlaken ke Jungfraujoch sudah berlaku p.p. dan lewat jalur Lauterbrunnen atau Grindelwald sama saja.

     

    Kalau ingin dipadatkan menjadi 2 hari, menjadi:

    * Hari 1: Asumsi bermalam di Engelberg sehingga pagi-pagi sudah bisa berangkat naik ke Mt. Titlis. Usahakan sudah bisa tiba kembali di Engelberg sekitar pukul 11.00 sehingga bisa lanjut ke Luzern. Tiba di Luzern langsung menuju ke Terminal untuk Kriens untuk menuju ke Mt. Pilatus. Sore kembali ke Luzern dan bermalam di Luzern. Bila memungkinkan, sebaiknya langsung ke Interlaken. Periksa jadwal kereta api.

    * Hari 2: Bila bermalam di Luzern, naik kereta paling pagi menuju ke Interlaken. Lalu lanjut naik ke Jungfraujoch. Kembali ke Interlaken bisa bermalam di situ atau lanjut ke kota lain sesuaikan dengan jadwal kereta api yang ada.

    Tiket kereta api untuk seluruh perjalanan di Switzerland maupun dari Switzerland ke negara lain, atau sebaliknya, dapat dibeli on-line melalui website www.sbb.ch

     

    Website Jungfraujoch: http://www.jungfrau.ch/en/tourism

    Website Mt. Pilatus: www.pilatus.ch/en

    Website Mt. Titlis: www.titlis.ch

     

    Klik Info Jungfraujoch Swiss, Top of Europe

error: Content is protected !!