Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman. Pada postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman mama mengurus visa schengen sendiri (Baca : Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri) maka kali ini saya ingin menjelaskan mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen (melalui kedutaan Jerman). Jenis visa kunjungan masa tinggal hingga 90 hari.
Visa kunjungan bisa kunjungan teman atau keluarga jadi yang apply visa menyertakan Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan dari Jerman.
Walau tidak ada surat undangan, saat ini urus visa turispun tidak susah ko, asal berkas yang dibutukan disiapkan dengan lengkap. Syarat Visa Turis tujuan Jerman klik : Visa Schengen Jerman – Turis .
Berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen melalui kedubes Jerman:
Yang disiapkan mamaku:
• Paspor. Minimal masa berlakunya 6 bulan. Kalau punya paspor lama harap dibawa juga karena petugas akan melihat riwayat perjalanan sebelumnya. • Kopi KTP • Foto Biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5cm x 4,5 cm. Wajah harus sebesar 80% dari ukuran foto. 1 foto ditempel di formulir permohonan visa sebelah kanan atas dan 1 foto disisipkan.
Mama bikin foto biometris di Jalan Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. Pokoknya dekat Gondangdia dan Sarinah. Di lokasi tersebut banyak studio foto untuk berbagai kedutaan.
• Asuransi Perjalanan (Asuransi kesehatan perjalanan). Jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro berlaku di wilayah Schengen. Polis berlaku selama ybs melakukan perjalanan. Mama saya akan tinggal di Jerman selama 90 hari, kami beli polis asuransi AXA. Travel tempat beli asuransi menyarankan lebih baik beli polis yang berlaku 1 tahun karena harganya lebih murah, yakni 135 USD, sedangkan asuransi yang berlaku 90 hari saja harganya 160 USD. Hanya kopiannya yang disertakan di berkas apply visa, aslinya pegang dan diperlihatkan saja ketika wawancara.
• Tujuan perjalanan. Keterangan mengenai tujuan perjalanan harus ditunjukkan dengan berkas-berkas yang sesuai, terutama: I. Untuk kunjungan keluarga atau saudara: Bukti hubungan keluarga : Akte lahir, akte nikah atau buku nikah, kartu keluarga. II. Untuk kunjungan kerabat / teman: Petunjuk mengenai hubungan kekerabatan atau pertemanan: Surat menyurat antara pemohon dengan pengundang Keterangan mengenai lamanya atau jenis pertemanan (melalui telefon, keterangan mengenai pertemuan dll).
Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman Untuk hal ini saya memberikan kopi akte nikah saya untuk mama sertakan dalam berkas visanya. Sebagai pengundang adalah Frank suamiku. Mama kalau tidak salah bawa kartu keluarga juga, jadi tertera saya sebagai anaknya yang menikah dengan wn. Jerman.
• Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar. Sudah beli tiket dari Januari 2014 padahal berangkatnya Juli. Riskan banget kan kalau visa tidak disetujui, repott ngurus tuh tiket, Puji Tuhan sih visa mama disetujui. Soalnya kalau beli tiket dekat tanggal keberangkatan ya mahal banget! 😀 . • Foto kopian rekening tabungan 3 bulan terakhir. Sebenarnya kalau sudah ada surat jaminan dari Jerman (Verpflichtungserklärung) tidak butuh lagi rek tabungan mama, ya disiapkan saja daripada di tanya petugas “mau ke luar negeri ko tidak punya duit???” saya pernah nguping ada petugas nyindir begitu . • Surat keterangan kerja dengan keterangan gaji (asli dan fotokopi). Mama tidak menyertakan ini karena statusnya ibu rumah tangga. • Bukti aset tidak bergerak (sertifikat rumah). Kalau punya bawa saja sebaga bukti pendukung finansial. • Mengisi formulir Visa Schengen Jermanhttp://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4004566/Daten/3547935/C0__Formulir_Pemohonan.pdf
Jika linknya patah/tidak berfungsi. Silakan masuk ke : • http://www.jakarta.diplo.de • Pilih bahasa Indonesia (lihat bagian atas tengah) • Ketentuan-ketentuan Visa (lihat sisi kiri) • Pilih visa yang Anda inginkan (lihat sisi kiri)
Berkas yang disiapkan pihak pengundang di Jerman (jenis visa kunjungan):
Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Mengurus visa selalu membuat saya ketar-ketir, baik mengurus visa anggota keluarga maupun saya sendiri. Ketakutan sendiri kalau visanya tidak disetujui 😀 jadi sering de javu ingat pengalaman buruk pertama kali apply visa Belanda tahun 2009 (Baca: Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda). Bukan hanya sekali namun dua kali pengalaman deg-deg an menunggu kepastian apakah visa saya disetujui atau ditolak.
Pertama kali yang visa Belanda tersebut tahun 2009 pengalaman buruk kedua ketika mengurus long stay visa Jerman melalui kedutaan Jerman di Swiss. Saat itu saya kan ogah harus pulang ke Indonesia untuk mengurus visa Jerman (mahal tiket PP Indonesia – Jerman nya). Ketika itu izin tinggal di Swiss hampir berakhir mepet banget (izin tinggal saya sisa 2 minggu an). Petugasnya judes bilang untuk long stay visa butuh waktu 2-3 bulan memang benar sih kalau urus dari Jakarta ya butuh waktu tersebut 🙁 .
Puji Tuhan, ajaib dalam waktu seminggu atau 10 hari kerja, pokoknya sebelum izin tinggal di Swiss saya berakhir tuh visa Jerman keluar 😉 .
Jadi saya sudah 3 tahun belum pernah mudik ke tanah air 😳 .
Segitu ya sedikit cerita pembukaan mengenai mengurus visa. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mama saya mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman di Jakarta. Status mamaku ibu rumah tangga, sehari-hari mengurus (mengawasi 2 cucu yang usianya 5 dan hampir 2 tahun). Jadi walau hanya ibu rumah tangga bukan pegawai kantoran bisa tembus ko tembus visa schengennya. Tidak pakai surat keterangan kerja, wong ibu rumah tangga 🙂 .
Seperti yang kalian tahu saya akan melahirkan pertengahan Juli ini. Nah pengen dong mama tercinta ada disampingku, menemani saya selama saya lahiran dan mengurus si kecil. Jadi mama akan tinggal selama 90 hari Jerman. Waktu 90 hari tersebut batas maksimum visa schengen. Kalau mau tinggal lebih dari 90 hari ribet tetek bengeknya harus ada sertifikat lulus ujian A1 Bahasa Jerman, pusing deh mamaku kalau harus kursus bahasa asing. Jadi ya 90 hari juga sudah bagus lah ya.
Nah mengurus visa yang baru ini yang pengen tinggal 90 di Jerman pakai sedikit drama. Saya heran dong biasanya kan hanya butuh 3 hari, lah ko si mama disuruh datang ambil visanya setelah 4 hari kerja.
Datanglah mama di tanggal yang disuruh 18 Juni 2014, mamaku menunggu selama 2 jam dengan berpanas ria di depan kedutaan. Petugas bilang visanya belum selesai gubrakk.com . Saya beneran ketar-ketir selama beberapa hari karena sudah beli tiket dan 2 minggu lagi tanggal keberangkatan.
Malamnya saya minta Frank email ke kedutaan, pakai bahasa Jerman intinya supaya cepat gitu hehe. Kali aja kalau orang Jermannya (pengundang) yang nanyain status visa akan dapat jawaban.
Isi emailnya seperti dibawah ini. Oh ya form buat kirim email petugas visa ada di website kedutaan Jerman http://www.jakarta.diplo.de
Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku
Isi emailnya bilang kalau mama saya datang di tanggal yang ditentukan untuk ambil visa, ternyata visanya belum selesai. Padahal mama saya sudah bawa semua berkas yang dibutuhkan, termasuk Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tempat tinggal pengundang.
Besoknya kami dapat jawaban emailnya, yang jawab orang Jerman (ketahuan dari namanya). Intinya mama harus menunggu karena kedutaan Jerman belum dapat jawaban dari Berlin apakah visa disetujui atau tidak. Belakangan banyak sekali yang apply visa ke Eropa dan harus di diperiksa dahulu apakah visa layak dikeluarkan bagi ybs atau tidak.
Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya
Catatan dari kedutaan: Dokumen yang sudah lengkap tidak memberikan jaminan diperolehnya Visa Schengen
Waktu kan tidak bisa menunggu, makin mepet ke tanggal keberangkatan 5 Juli. Saya makin senewen ketika mama nanyain „bagaimana sudah dapat jawaban belum dari kedutaan?“. Koper mama sudah penuh dengan titipan-titipan saya hehe sayang banget kan kalau gagal terbang, termasuk bingung ngurus tiket yang sudah dibeli, entah di potong separuh atau hangus belum cari tahu pasrah.com .
Frank mengirim email pertanyaan ke kedutaan tanggal 19 Juni 2014. 2 atau 3 hari kemudian saya minta email lagi nanyain, eh doi tidak mau “sudahlah nunggu aja, kata petugasnya tunggu jawaban dari Berlin” . Ada satu hari saya tidak bisa tidur semalaman. Mana ada di kamus petugas di Indonesia akan baik hati menghubungi kita? Ada juga kita yang harus aktif ngejar-ngejar jawabannya, iya kan??? 😀 Ya kalaupun ada petugas (baik hati) yang telp berapa persenlah.
Daripada stres melulu tidak bisa tidur nyenyak, saya kirim emaillah (pakai bahasa Indonesia) pilih form bahasa Indonesia. Kalau sudah dapat status misal visa ditolak, kalau ada waktu 2-3 hari kan bisa cancel pesawat dengan harapan tiket tidak hangus. Pikiran positif negatif, saya usahakan lebh besar pikiran positifnya ya doong 😀 .
Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab
Kenapa mepet ngurus visa dengan tanggal keberangkatan?. Sebenarnya ga mepet loh, saya sudah perkirakan waktunya ko. Bisa mulai mengurus visa 3 bulan sebelumnya. Saya pikir dua bulan sebelumnya ngurus cukuplah.
• Frank urus surat Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tanggal 17 April 2014. Bayar 25 Euro.
• 22 April 2014 kirim dokumennya ke Jakarta (ke alamat mama) bersama kopi paspor Frank, slip gaji doi 3 bulan terakhir, surat kontrak rumah kita. Dokumen kirim menggunakan pos tercatat (einschreiben) jadi kalau hilang/berkas tidak sampai tujuan bisa komplain dan dapat penggantian uang. Soalnya tuh surat Verpflichtungserklärung bikin 25 euro kalau hilang apes dong 😛 . Gile baru sampai 2 minggu kemudian. Sebelum berkas sampai saya belum berani daftarin mamaku secara online untuk bikin visa. Ntar sudah dapat tanggal repot kalau berkas dibutuhkan belum ditangan.
• Kangettt waktu lihat jadwal bikin janji online bulan Mei hingga awal Juni sudah penuh tanggalnya. Orang-orang banyak duit ya pada mau jalan-jalan ke Jerman ? hahaha atau yang mau sekolah ?. Akhirnya ada satu tanggal nyempil masih kosong, yakni 12 Juni 2014 jam 9 pagi. Puji Tuhan dapat daftarin mamaku.
• Mama datang/ngurus visa sendiri ke kedutaan, diantar adikku Andre yang sekalian pergi kerja. Kata mama petugasnya tidak banyak nanya. Cuma ditanya tujuan ke Jerman, ada siapa di Jerman?. Petugas bilang visa bisa diambil tanggal 18 Juni 2014.
• Rencana keberangkatan 5 Juli 2014, kembali ke tanah air 2 Oktober 2014. Tanggal 18 Juni belum keluar visanya stres lah saya 😥 .
Beberapa hari kerjaan saya google mengenai pengalaman orang-orang yang mengurus visa Jerman : • Walaupun ada Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan. Surat sakti tersebut tidak menjamin visa disetujui. • Ada yang minta masa berlaku visa 14 hari, cuma disetujui 7 hari. Padahal ybs sudah booking tiket dan penginapan di Eropa.
• Ada wanita yang apply visa stay 90 hari. Ditanya petugas „memang bisa cuti kerja 3 bulan?“. Di Indonesia jatah cuti cuma 2 minggu kan?. Nah ybs bilang dia kerja sama abangnya, jadi bisa dong. Jujur itu menyakitkan yaaa hehe ternyata visa ybs di tolak. Eh ada pacarnya (orang Jerman) nunggu di luar kedutaan, pengen ngomong langsung dengan petugas. Awalnya kaga boleh masuk. Biar kata ada pacar orang Jerman ga jaminan loh visa disetujui. Yang dikuatirkan petugas yg bikin visa kaga balik lagi bo ke tanah air klo blang status pengundang pacar. Tapi ada juga yang lolos sih, entahlah tergantung mood petugasnya kali yaa. • Ada yang apply visa 90 hari ditolak alasannya “alasan kedatangan ke Jerman tidak jelas”. Padahal ybs sudah pegang surat sakti Verpflichtungserklärung dari keluarga di Jerman.
• Kalau ada pengalaman kalian boleh ditambahkan ya.
Dalam kasus penolakan visa, pemohon akan diberitahu alasan dasar penolakan visanya. Pemohon bisa mengajukan keberatan secara hukum atas keputusan penolakan dari Kedutaan tersebut. Capee ngurus lagi dari awal.
Visa ditolak
Penolakan – apa yang harus dilakukan? silakan baca http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/04ablehnung/ablehnung.html
Jadi saudara-saudara visa mama saya sudah disetujui. Puji Tuhan! Tanggalnya persis seperti yang kami inginkan (masa tinggal di Jerman 90 hari) jadi tidak perlu ubah tiket. Senangg bangettt!. Email lebay saya ke petugas visa dijawab keesokkan harinya, dibilang visa sudah bisa diambil. Baru bisa tenang dengan sempurna pas mamaku sudah pegang paspornya dan visanya tertempel manis 🙂 . Mamaku dikasih jenis visa multiple entry, artinya kalau mau keluar wilayah schengen misal mau jalan-jalan ke London nah bisa masuk lagi ke negara schengen. Tidak sempat lagi mengurus visa selain schengen, udah dapat ini saja sudah senang deh.
Visa Schengen Jerman. Mama Tercinta kunanti kedatanganmu hehe
sorry fotonya burem, adikku potret pakai hp
Mengenai syarat-syarat membuat visa Schengen melalui kedutaan Jerman, nanti akan saya susul postingannya ya. Sebenarnya bisa juga baca di website kedutaan sudah jelas sih disana http://www.jakarta.diplo.de
Oh ya beberapa hari lalu saya baca ketentuan baru pengurusan visa schengen. Awalnya hanya butuh 3 hari kerja, mulai akhir Juni 2014 untuk pengurusan visa schengen membutuhkan waktu 10 hari kerja. Entahlah hanya berlaku di kedutaan Jerman atau juga di kedutaan negara lain. Untuk musim panas begini jadwal bikin janji (online) padat sekali, jadi yang mau urus visa usahakan urus jauh-jauh hari.
Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014
Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt. Setelah hampir 3 tahun menetap di Jerman, akhirnya saya baru lapor diri di Konsulat RI. Kalau baca websitenya KJRI Frankfurt tertera bahwa:
WNI yang pindah dari wilayah Indonesia untuk menetap di luar negeri, setibanya di negara tujuan, WNI tersebut wajib mendaftarkan diri kepada Perwakilan Indonesia terdekat dalam 30 hari sejak kedatangan (termasuk kalau pindah alamat, perubahan alamat, status izin tinggal, kelahiran, perkawinan, perceraian maupun kematian).
Buat kalian yang bekerja, belajar, kuliah dan singgah sementara di Jerman pokoknya yang masih status WNI juga diharapkan kesadarannya untuk lapor diri, kalau jalan-jalan singkat menurut saya tidak perlu deh, tapi di website KJRI tertera sih. Gunanya lapor diri, kalau ada apa-apa kan pihak KJRI bisa membantu kita. Lapor diri prosesnya tidak dipungut biaya.
Geblek banget kan saya hehe baru lapor setelah 3 tahun (tidak patut ditiru yaa 😀 ). Kenapa tidak dari dulu ? kenapa baru sekarang?. Jadi begini saudara-saudara kalau bisa ntar-ntar aja kenapa harus segera hahaha di gaplok orang sekampung deh 🙄 .
3 tahun lalu saya menikah dan sempat tinggal di Swiss karena dulunya Frank kerja disana. Saya sudah lapor diri di KBRI di Swiss, termasuk melaporkan pernikahan saya, jadi begitu pindah ke Jerman lapor diri lagi saya tunda-tunda.
Dulu-dulu saya sudah niat lapor, sudah print semua dokumen yang diperlukan, nah begitu saya mau kirim dokumennya, semua yang sudah saya print entah ada dimana lupa naro, dicari-cari tidak ketemu (buang-buang duit beli tinta kan tuh! o_O ).
Bulan Maret ini saya print ulang lagi semua dokumen yang diperlukan. Kenapa niat sekali bulan ini? karena bulan Desember tahun depan paspor saya habis masa berlakunya, kuatir jadi masalah, belum lapor diri tiba-tiba mau perpanjang paspor.
Alasan kedua, bulan Juli nanti saya akan melahirkan, masah ntar mau membuat akte lahir atau bikin paspor anak, emaknya aja belum terdaftar di KJRI bisa-bisa di timpuk petugas kali ya hahaha. Jadi sebagai wni yang baik yuk lapor diri.
Saya sudah h2c (harap-harap cemas) bakalan kena denda nih deh, karena sudah hampir 3 tahun baru lapor. Untungnya prosesnya tidak harus datang langsung ko, jadi tidak berhadapan dengan petugas. Saya hanya mengirimkan formulir lapor diri yang telah diisi dan semua berkas yang diperlukan termasuk paspor asli saya melalui kantor pos.
Berhubung paling dekat dengan tempat tinggal saya adalah KJRI di Frankfurt, maka saya kirim semua dokumen kesana. Bagi yang tempat tinggalnya di Frankfurt bisa datang langsung, kalau saya mahal ongkos kereta kesana, jadi kirim lewat pos saja.
Dokumen yang dibutuhkan untuk melaporkan diri di KJRI Frankfurt (pemegang paspor biasa): 1. Paspor asli 2. Formulir lapor diri telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon. Formulir bisa download disini kalau linknya patah silakan buka http://www.kjriffm.de formulir ada dibagian kanan bawah. 3. 2 (dua) lembar pasfoto terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) ukuran 4×6 dengan latar belakang bebas. Satunya saya tempel di formulir. cetak ukuran 4×6 di mesin cetak foto otomatis tidak ada di Jerman sini, jadi saya cetak dengan ukuran pasbild. Untung diterima 😀 . 4. Fotokopi visa dan/atau izin tinggal (Aufenthaltsbescheinigung/Aufenthaltstitel) di Jerman yang masih berlaku (kalau datang langsung izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas). 5. Fotokopi halaman-halaman Paspor yang berisi data diri, tanda tangan pejabat dan halaman lain yang telah digunakan. Menurut saya kalau yang sering bepergian dan halaman paspornya banyak isinya, pilih beberapa yang terbaru saja, perlu duit kann tuh kalau harus fotokopi atau print langsung dirumah.
Fotokopi surat registrasi tempat tinggal (Meldebestätigung) *ini dari Rathaus di tempat tinggalmu.
Fotokopi Akta Kelahiran (Geburtsurkunde).
Fotokopi Akta Perkawinan (Heiratsurkunde) atau Buku Nikah bagi yang telah menikah.
Fotokopi surat/akta perceraian bagi yang telah bercerai.
Fotokopi surat keterangan/kartu pelajar/mahasiswa (Studentenbescheinigung) dari Universitas/Sekolah bagi mahasiswa/pelajar yang belajar.
Fotokopi Surat Keterangan Bekerja (Arbeitsbescheinigung) bagi yang bekerja.
Fotokopi Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (bila ada). *saya tidak pakai ini
Registrasi diri yang telah jadi akan dikirimkan kembali melalui jasa pos, harap sertakan amplop balasan beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).
Lapor/Registrasi Diri di KJRI Frankfurt tidak dikenakan biaya dan dapat dilakukan dengan menyerahkan dokumen secara langsung atau mengirimkannya melalui jasa pos ke Bidang Konsuler KJRI Frankfurt. Apabila Anda menggunakan jasa pos sebaiknya selalu dalam bentuk Pos Tercatat (Einschreiben). KJRI Frankfurt tidak bertanggungjawab terhadap dokumen dalam proses pengiriman.
Semua dokumen yang diperlukan, termasuk formulir lapor diri sudah saya isi, paspor asli juga sudah. Semuanya saya masukkan ke dalam amplop ukuran hvs. Kirim menggunakan pos tercatat (Einschreiben).
Dokumen untuk Lapor diri di KJRI di Jerman
Sertakan amplop balasan, karena ukuran amplop balasan besar saya lipat dua. Pada amplop balasan sudah saya tempelkan perangko, alamat saya, alamat KJRI. Jangan lupa (penting) sertakan (tempelkan) stiker pos tercatat (Einschreibenmarke) pada amplop balasan. Beli (Einschreibenmarke) dikantor pos, kalau tidak salah harga 2,05 euro. Begitu proses pencatatan lapor diri selesai, petugas KJRI akan mengirim balik paspor asli kita.
Oh ya kalau amplop balasannya ukurannya kecil, separuh ukuran kertas hvs juga tidak masalah, karena yang akan dikirim balik hanya paspor asli kita saja. Prosesnya cepat, dalam 3 hari saya sudah terima kembali paspor asli saya dan sudah ditempeli keterangan lapor diri.
Dokumen untuk Lapor diri ke KBRI bisa kirim melalui pos, gunakan pos tercatat. Berikan amplop balasan dengan perangko dan stiker pos tercatat (Einschreibenmarke). Guna pakai pos tercatat kalau paspor kamu hilang bisa dilacak keberadaannya.
Paspor asli di kirim balik melalui Pos dan Paspor saya sudah diStempel oleh KBRI di Jerman
Bagi pemegang paspor dinas, atau mereka yang berada di Jerman untuk sementara waktu misal untuk pelatihan, kursus dan lainnya, syaratnya silakan lihat website KJRI Frankfurt www.kjriffm.de pada umumnya mirip persyaratanya seperti paspor biasa, hanya beda satu atau 2 dokumen saja.
Bagi yang tinggal dekat KJRI Frankfurt atau kalau kebetulan lewat sana bisa datang langsung untuk lapor diri.
Konsulat Jenderal RI Frankfurt am Main Zeppelinallee 23 60325 Frankfurt am Main
Tel. (069) 2470980 Fax. (069) 24709847
Jam Buka / Öffnungszeiten Jam Kerja Konsulat Jenderal RI Frankfurt / Öffnungszeiten der Konsulat Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 12:30 – 13:30) Jum’at / Freitags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 13:30 – 14:30) Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen
Jam Buka Bidang Konsuler & Imigrasi / Öffnungszeiten der Konsular-Abteilung Jam Pelayanan Konsuler dan Imigrasi Pelayanan Loket / Am Schalter: Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09.30 – 12.30 Jum’at / Freitags: 09.30 – 12.00 Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen
Pelayanan Telepon / Telefonisch: Senin – Jumat / Montags – Freitags, 14.30 – 16.30 • Bagian Paspor & Lapor Diri / Paspor-Abteilung: +49-69-24709811 • Bagian Visa / Visa Abteilung: +49-69-24709812 • Bagian Surat Keterangan dan Legalisasi / Legalisierungsabteilung: +49-69-24709825
Email: bidkonsuler(at)indonesia-frankfurt.de
Nah sudah cukup jelas yang saya jabarkan, tidak ada yang perlu dikomentari kan ya?. Oke kalau begitu kolom komentar saya non aktifkan yaa 😉 .
Indahnya Warna Musim Gugur. Niatnya mau posting di bulan Oktober, apa daya sok sibuk, jadi tidak apa-apa ya gambar-gambarnya disajikan di November ceriah yang melow ini. Iya November saya sebut bulan yang melow, karena dingin, mendung, gerimis dan mataharinya sering ngumpet 😀 .
Bulan Oktober lalu disebut Golden Oktober karena banyak warna dedaunan mirip warna emas, di awal November ini dedaunannya sudah mulai rontok.
Indahnya warna musim gugur. Salah satu taman di Bad Rappenau, Jerman. Foto minggu terakhir Oktober 2013
Foto-foto saya diambil di tiga kota: Bad Rappenau (tahun lalu saya tinggal di kota ini. Frank masih kerja disini) Bad Wimpfen dan Sinsheim (kota tempat tinggal saat ini).
1. Taman di Bad Rappenau
“Autumn is as joyful and sweet as an untimely end.”― Remy de Gourmont
Warna dedaunan di musim gugur
Musim Gugur 2013. Bulan Oktober di Bad Rappenau
Fall Colors
“Love the trees until their leaves fall off, then encourage them to try again next year.”― Chad Sugg
“Autumn is the hardest season. The leaves are all falling, and they’re falling like they’re falling in love with the ground.” ― Andrea Gibson
Perubahan warna dedaunan ketika musim gugur adalah fenomena yang menyebabkan daun yang awalnya berwarna hijau menjadi warna-warna lain yang cantik. Ada yang dari hijau berubah menjadi merah, kuning, ungu dan coklat. Setelah dedaunan berubah warna banyak yang berguguran, namun ada juga yang masih bertahan menempel di pepohonan. Fenomena perubahan warna dedaunan tersebut disebut „warna musim gugur“
Kalau cape jalan-jalan di Taman, istirahat dulu, ada beberapa bangku di taman ini
Dari hijau kuning daunnya menjadi kuning
yang kuning menjuntai itu bungannya mulai mengering
Tidak tahu nama tanamannya
Apakah ini pohon Maple Jepang
Udara segar dan bersih kalau di kota besar ada taman begini
Wasserschloss Bad Rappenau di Musim Gugur
Warna birunya bagus yaa
Yang lelah silakan duduk yaa
Sudut lain Wasserschloss Bad Rappenau
Daun berwarna hijau karena adanya pigmen yang dikenal sebagai klorofil, yang ada didalam organel yang disebut kloroplas. Selama musim tanam, klorofil berlimpah dalam sel-sel daun. Ciri khasnya musim panas adalah daun-daun berwarna hijau cerah. Klorofil memiliki fungsi penting: menangkap sinar matahari dan memanfaatkan energi yang dihasilkan dalam pembuatan gula sederhana tanaman yang dihasilkan dari air dan karbon dioksida.
This slideshow requires JavaScript.
Masih ada foto-fotonya ya, masih banyak 😆
“What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.” ― Mahatma
Autumn is the mellower season, and what we lose in flowers we more than gain in fruits. ~Samuel Butler
A September to remember. An October full of splendor. A November to treasure. -La Prevenchere
Autumn is leaving – tugging each others’ branches two pine trees. Shiki’s Autumn Poems
Tanaman Hias di taman ketika Musim gugur
yang ungu bunga Aster, dibelakangnya Hortensia putih mulai mengering
Tampak dekat bunga Aster
Pada akhir musim panas, siang hari menjadi singkat dan suhu dingin. Pembuluh darah (tanaman) yang membawa cairan ke dalam dan keluar daun secara bertahap menutup. Asupan air dan mineral berkurang secara perlahan, pada masa tersebut jumlah klorofil mulai menurun.
Beberapa pohon (tanaman) yang menarik perhatianku:
Apakah ini Pohon Japanese Maple?
Warna daunnya menjadi merah dan sudah mulai rontok
Tidak tahu nama tanamannya, daunnya menjari mirip daun singkong
Pohon Cemara atau pohon pinecone ya. Pokoknya buah keringnya disebut pinecone
Pohonnya tinggi sekali, bunganya sudah mengering
Pepohonan lain yang pendek sudah berubah warna daun-daunna sedangkan tanaman ini masih tetap hijau, sungguh kuat
Mencari Inspirasi Berkebun. Kemarin pagi saya mengunjungi seorang lansia, seorang wanita yang tinggal di Bad Wimpfen. Usianya hampir 85 tahun. Nah ketika pulang, saya harus menunggu kereta selama kurang lebih satu jam. Saya sudah mampir ke kantor pos untuk mengirimkan satu paket tetap masih banyak sekali waktu tersisa.
Daripada bengong di stasiun kereta dan bosan tidak tahu mau ngapain, jadi saya jalan-jalan di kota tua Bad Wimpfen. Saya senang melihat bangunan-bangunan tua dan rumah-rumah yang usianya sudah ratusan tahun.
Ini pemandangan keluar dari perumahan si lansia tinggal. Pepohonan mulai berubah warna karena sudah masuk musim gugur.
Awal Musim Gugur. Pepohonan mulai berubah Warna daun-daunnya, seperti di foto ini
Bagian atas daun-daunnya mulai menguning karena sudah mulai dingin. Bad Wimpfen, Jerman
Bad Wimpfen adalah sebuah kota bersejarah di distrik Heilbronn di wilayah Baden-Württemberg di Jerman selatan. Terletak di utara kota Heilbronn, di sungai Neckar.
Lihat bangunan-bangunan atau rumah-rumah tua dulu ya
Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia. Berhubung saya ingin mengikuti Turnamen Foto Perjalanan Ronde 27, jadi saya sibuk bongkar-bongkar file penyimpanan foto-foto. Tema turnamen kali ini adalah „Jembatan“. File foto saya seabrek banyaknya 😳 . Saya mencoba mengingat-ingat apakah saya pernah berfoto diatas jembatan?, didalam atau diluar Indonesia?. Apakah saya pernah memotret jembatan yang istimewa?. Bahkan saya mencoba mencari di blog saya ini dengan kata kunci „Jembatan“. Hasilnya nihil haha.
Untungnya saya menyimpan foto-foto secara online di photobucket.com. Saya menyimpan foto-fotonya berdasarkan teman-tema tertentu.
Horee ketemu. Ternyata saya pernah berfoto dengan mama tercinta dan adik saya Andre diatas jembatan Barito di Banjarmasin. Saya buka media sosial ternyata saya punya juga foto yang sama. Informasi yang saya ingin ketahui kapan tepatnya saya berada di Banjarmasin.
Mama tercinta dan saya liburan ke Banjarmasin pada 14 – 16 Feb 2011.
Saat itu adik saya bekerja di Banjarmasin, dan dia mengabarkan kalau dia diterima bekerja di tempat baru di Jakarta. Mamaku ingin sekali sebelum adikku pindah ke Jakarta, kita bisa mengunjungi adik dulu di Banjarmasin, intinya pengen jalan-jalan. Adik saya tersebut bekerja di bidang perkapalan, seperti mengawasi pembuatan kapal gitu deh. Saat ini adikku ini bekerja di salah satu BUMN.
Adik-adikku hebat-hebat, adik no. 1 kerja di bank ternama di Jakarta, no.3 si bontot di BUMN, adik no.2 kadang tidak jelas nih, ntar dia kerja di kantor A misalnya, bulan depan sudah dikantor lain, tahun depan beda lagi :D. Sedangkan saya hiks apa kerjaan saya? *pengganguran ongkang-ongkang kaki di Jerman. Mulai Senin ini 23 September saya lanjut kursus B2 doain saya bisa jadi orang sukses juga ya 😉 .
Oke balik ke cerita Jembatan dan liburan ke Banjarmasin.
Yang dipotret pas di jalanan
Banjarmasin
Tugu di Banjarmasin, tidak tahu namanya
di Banjarmasin
Banjarmasin juga
Kerja apa ya bisa Bangun Rumah Semewah ini di Banjarmasin. Foto Feb 2011
Jalan-jalan tanpa belanja, tidak mungkin dong ya. Kami mampir Martapura, pusat perdagangan dan cinderamata, sepertinya ini lokasi terkenal untuk belanja oleh-oleh kan?.
Martapura, Pusat Perdagangan dan Cinderamata di Banjarmasin
Belanja belanji di Martapura Banjarmasin
Mak belanja yang banyak kita ya , mumpung murah-murah, bayarin aku juga ya hehe
Toko Kalimantan, apakah toko ini paling terkenal untuk tempat souvenirs ya
Setelah puas belanja, lalu kami makan siang di tenda biru. Pokoknya cari yang murah meriah dan tetap rasanya enak, seperti Slogan resto apa tuh? „Harga kaki lima, rasa bintang lima“.
Ikan bakarnya lezatt banget
Mari Makan
Kenyang Makan, beli Jajanan lagi buat di Hotel
Kami mengunjungi pendulangan emas dan Intan. Entahlah ini legal atau ilegal karena yang saya ingat peralatan yang digunakan sangat sederhana. Bekas pendulangan meninggalkan lubang besar dan merusak lingkungan.
Menuju ke Penambangan Intan
Penambangan Intan dan emas di Banjarmasin.
Entah Legal atau Ilegal Penambangan Intan dan emas di Banjarmasin, alat-alatnya sangat sederhana
Lokasi Penambangan Intan dan emas di Banjarmasin.
Penambangan Intan dan emas di Banjarmasin.
Pemandangan pendulangannya seperti ini:
Penambangan Intan dan Emas di Banjarmasin. Diamond Mining
Bisa kaya ga sih dari Kerja Mencari Emas dan Intan Begini
Wah si bapak ini dapat Emas tuh yaaa
Mamaku Mulai di Kerubutin Penjual Intan, Jangan percaya makkk
Entahlah Intan asli atau palsu hanya penjualnya yang tahu
Jadi Rusak Begini ya akibat pendulangan Intan dan Emas di Banjarmasin
Liburan kami sangat singkat hanya dua hari. Hari berikutnya kami ke jembatan Barito
Barito Bridge. Banjarmasin. Tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia
Jembatan Barito adalah jembatan yang menghubungkan tepi barat sungai Barito (Kecamatan Anjir Muara) dan tepi timur Sungai Barito di (Kecamatan Alalak dekat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan Barito terletak 15 km dari Kota Banjarmasin dan 50 km dari Marabahan, Ibukota Kabupaten Barito Kuala.
Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 – 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.
Mama dan Adikku. Kenapa orang-orang senang nongkrong di atas jembatan ya Bikin macet
Latar Belakang sungai Barito. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter
Perumahan diatas air dipotret dari atas Jembatan Barito. Banjarmasin
Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 23 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, menghubungkan jalan trans Kalimantan. Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banajarmasin atau sebaliknya . (sumber Wikipedia)
Foto yang saya ikutkan ke Turnamen Foto Perjalanan Ronde 27 dengan tema „Jembatan“ adalah foto dibawah ini:
Mama tercinta dan saya diatas Jembatan Barito Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia. Foto 16 Februari 2011
Nah sahabat blogger yang belum ikutan, ayo kita meramaikan turnamen foto perjalanan 😉 .
Taman Mawar di Lottum Belanda. Hari minggu 8 September minggu lalu, Frank dan saya menyudahi liburan kami di Belanda. Sejak awal akan pergi saya sudah menanyakan apakah bisa mengunjungi taman mawar di Lottum karena belakang ini saya jadi pecinta bunga mawar 😀 .
Ternyata sehari sebelum kami pulang hujan deras sekali hingga dini hari di hari minggu. Saya tanya kembali kesanggupan suami tercinta, dia agak tidak mau karena cuaca tidak bersahabat. Dalam hati agak sedih karena paling setahun sekali berkunjung ke taman tersebut, berarti setahun sekali pula saya bisa membeli bunga yang harganya lebih murah dari di Jerman.
Ternyata kami menuju ke Lottum, asyikkk . Walau gerimis tidak menghalangi saya untuk memilih bunga inceran saya nantinya. Tidak masalah bunganya rontok terkena hujan, toh nanti akan mekar dari tunas-tunas bunga lainnya.
Tahun lalu kami tersesat berputar-putar lama hingga menemukan lokasi tamannya. Sebenarnya ada jalan pintas dengan naik kapal untuk menyebrang hanya 2 menit. Tahun lalu antriannya panjang dan kami kira mahal ongkos menyeberang. Ternyata hanya 2 Euro (Rp.15.000) hanya mobil yang bayar.
Tunggu Kapal datang yang akan Menyeberangkan kami ke Lottum
Hanya 2 menit ko Nyebrangnya dan Cuma bayar 2 Euro
Setelah menyeberang dalam 5 menit sampai di tamannya. Hanya Frank dan saya disana. Ya iyalah siapa yang mau hujan-hujan ko beli atau cari tanaman mawar hehe. Berhubung kami tidak bisa sering ke lokasi ini, walau hujan ya tidak masalah.
Umumnya kita Tahunya Bunga Mawar Hanya Berwarna Merah, tapi Pecinta Mawar Sejati Pasti tahu ada banyak sekali Warna bunga Mawar selain yang Merah begini
Hore Sampai Juga di Taman Mawar di Lottum Belanda
Pemandangannya seperti foto dibawah ini. Kamu bisa pilih tanaman mawar yang kamu sukai. Menurut saya harganya di lokasi ini tidak mahal. Mawar-mawarnya berbunga banyak sekali.
This slideshow requires JavaScript.
Sayang sekali keindahan mawar-mawarnya sedikit terganggu setelah guyuran hujan deras 🙄 .
Bunga Mawar Leonardo Da Vinci. Canti ya Bunganya Berlapis-lapis
Berleburg Rose
Schackenborg rose
Cherry Girl Rose
Kelopak Bunga Mawarnya Besar
Lanjut ..
Mainzer Fastnacht Rose
Mawar Queen of Hearts. Harganya 8,5 Euro sekitar Rp.127.000
Namanya Rose Andre Willemse. Sayang karena dikena hujan deras rusak deh
Cerita Kondangan Minggu Lalu. Sahabat blogger, saya ingin bercerita mengenai jalan-jalan saya minggu lalu. Seperti sekilas info yang saya sampaikan sebelumnya disini, kalau Frank dan saya pergi ke pesta nikahan teman saya di Belanda.
1. Perjalanan
Kita punya mobil pribadi tapi sudah tua usianya 13 tahun. Daripada kenapa-napa misal mogok dijalan (padahal tidak pernah), atau kuatir mobil bermasalah pas pulang, repot kalau masuk bengkel seperti sebelumnya, hiks sekali masuk bengkel habis 300-500 Euro (4,5 – 7,5 juta rupiah) jadi lebih baik sewa mobil saja. Biayanya hampir 2 juta rupiah untuk 4 hari, bisa pakai hingga 2000 km, kalau lebih ada perhitungannya lagi. Kita sih pakai sekitar 1100 an km.
Ketika Frank mau ambil mobil ditawarin macam-macam asuransi, petugasnya bilang kalau nabrak dan mobilnya rusak nanti bisa kena 500 Euro an. Frank bilang „ya jangan nabrak dong..“, jadi dia tidak beli asuransi lagi, karena sudah beli asuransi tertentu ketika apply di website sewa mobilnya.
Kita berangkat kamis sore 5 September karena pagi Frank dan saya kerja dulu. Berangkat jam 3 sore dan persiapan belum maksimal. Ada aja yang belum beres pokoknya hectic. Namanya ibu-ibu ya, pikir saya, ini butuh itu butuh. Bawa majalah, bawa macem-macem padahal tidak digunakan dong haha.
Jerman ke Belanda jaraknya sekitar 387 km, kita tidak berhenti sama sekali di jalan untuk istirahat. Huhh bosan sekali sekitar 3,5 jam perjalanan hanya melihat jalanan dan beberapa kali kena macet. Beberapa kali juga saya nyindir „nih mobil keren banget apa tidak ada ac nya ya gilee panas banget“. Saat itu memang sedang panas sekali 35 derajat C. Setelah tahu utak atik ac mobil saya bikin dingin deh 😀 .
Didepan Macet sudah Menanti
Macet lagi padahal Jalan Tol. Heheh gratis sih jalan Tolnya jadi ga boleh komplain
2. Tempat Penginapan
Kami menginap di “Bed & Breakfast Jonkershoeve” lokasinya di: Loon 51 Liessel, Belanda. Tarif 75 Euro per kamar per malam, harganya masih sama dengan tahun lalu. Tahun lalu kami menginap disitu karena ada teman kita di Liessel juga, nah tahun ini ternyata teman kita sudah ada acara lain dan kita tidak sempat bertemu.
Dari Liessel ke tempat pesta sekitar 1,5 jam, saya sudah menyarankan cari hotel di dekat tempat acara, eh Frank maunya di Liessel, dia bilang kangen mau dengar suara kodok di kolam taman penginapannya. Padahal sama sekali kita tidak sempat duduk-duduk di depan kolam, sama sekali tidak ada waktu jalan-jalan menikmati keindahan taman penginapan karena jadwal jalan-jalan kita padat.
Suka deh Asri serba hijau kiri kanan Jalan
Jendela dan Interior Ruang Makan di Penginapan
Lokasi penginapannya jauh dari kebisingan, hanya yang punya kendaraan pribadi baru bisa kesini karena tidak ada angkutan umum ke lokasi ini. Dari Jerman kita berangkat jam 3 sore, hampir jam 7 malam kita baru sampai. Setelah beres mengisi formulir untuk menginap Frank langsung ambil 2 botol bir dingin. Sejak diperjalanan dia sudah pengen banget minum bir dingin, untuk melepas rasa lelah. Habis dua botol ambil 2 botol lagi, kalau saya minum coca cola sajalah. Haha ternyata Frank bawa pajangan teddy bear dari kamar mandi rumah kita 🙂 .
Sampai Penginapan Langsung cari minuman Dingin
3. Pesta Pernikahan
Acaranya berlangsung dengan baik. Hari itu pemberkatan pernikahan teman saya Eva. Catatan sipilnya sudah berlangsung 2 hari sebelumnya. Awalnya kita sudah dikasih tahu supaya ke gereja saja, malam harinya saya terima email dari Eva, kalau kita sebaiknya ke rumah Eva dulu saja. Pas Frank dan saya sampai mereka sudah pada di jalanan dong mau berangkat. Hehe jadi malu kita ditungguin serasa tamu istimewa .
Acara gereja berlangsung jam 2 siang, jadi kami punya waktu 1,5 jam an untuk foto-foto dan menyantap makanan kecil dan minum kopi. Diakhir acara pemberkatan pernikahan, mamanya Eva menyematkan ulos ke Eva dan pasangannya. Pemberian ulos di iringi lagu Borhat Ma Dainang. Saya kan sudah lihat buku acara, wah ada lagu Batak siap-siap berlinang air mata nih pikir saya. Kejadian deh, ga tahu kenapa lagu Batak selalu bisa membuat yang mendengarnya menangis hiks. Bahkan teman Eva yang asli Jawa duduk di belakang saya banjir air mata. Dia sama sekali tidak mengerti lirik lagunya, tapi musiknya bisa membuat dia menangis.
Pemberkatan Pernikahan Temanku
Acara digereja berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah selesai ibadah, jemaat yang hadir memberikan selamat kepada kedua mempelai. Banyak sekali yang hadir, termasuk teman-teman kursus integrasi Eva. Saya melihat lumayan banyak lah wajah-wajah asia, saya pikir mereka orang Indonesia. Mau negor sungkan, tapi ko mereka tidak menyapa saya sih 😆 .
Ternyata setelah dikenalin Eva, teman-temannya tersebut asal Thailand dan satu asal dari Vietnam. Kalau melihat sekilas beneran mirip wajah wanita-wanita Indonesia loh. Teman Eva yang asli Indonesia ada 3 orang, dan yang 1 tersebut ikut hingga ke acara makan malam, jadi kita bisa mengobrol lebih banyak.
Di Eropa, umumnya untuk pesta pernikahan tamunya tidak banyak. Maksud saya yang ikut sampai acara makan malam biasanya hanya keluarga dan teman dekat. Tidak bisa semua diundang hingga jamuan makan, karena muahal sekali. Biasanya yang ikutan hingga jamuan makan sekitar 20-30 orang (plus minus). Bayangin saja menu makan misal satu orang minimal 60-70 euro (900rb rupiah – 1 juta rupiah per orang) bisa lebih tinggi lagi, kalau 100 orang yang diundang ngegoyang pohon duit dulu deh sampai rontok semua daunnya 😀 .
Beberapa hari sebelum hari H, saya dikirimi email oleh temannya Eva yang mengkoordinir acara, saya ditanya mau makan apa. Jadi sudah ada daftar makanannya kita tinggal pilih.
Vorspeise Lachs/Garnele mit Curry Mayonnaise oder Carpacio
Hauptspeise Meerbarsch mit Hummersosse oder Tournedos mit Rotweinjus order Bernaissosse
Terima kasih ke canggihnya teknologi, Frank google ketemu deh foto-foto menu makanannya, jadi kita tahu nama yang aneh itu isinya apa dan kita jadi tidak salah pilih 😉 .
Mari Makan. Lihat Waiternya yang dibawah Payung Gantenggg yaa
Makanan Pembuka Namanya Carpacio, isi daging asap enakk banget
Makan Utama Datang siap disantap
Makanan Utama Pilihan kami adalah daging dengan kuah anggur merah, masih ada kentang goreng. Tournedos mit Rotweinjus
Horeee Ice cream sebagai Makanan Penutup
Dari keluarga Eva yang datang adalah mama dan pamannya. Ayahnya Eva sudah wafat. Nah saya membayangkan ketika mama saya datang ke pernikahan saya tahun lalu. Mamaku bilang makanan di pestaku tidak enak, lebih enak curry wurst (kentang goreng dan sosis berbumbu) di Berlin. Jadi makanan di pesta yang mahal tidak enak di lidah mamaku dan makanan yang murah meriah cuma sekitar Rp.50.000 paling enak buat si mama haha.
Karena sama-sama orang Batak, jadi saya mengira-ngira mama temanku Eva bakalan seperti mamaku. Benerrr bangettt, ga enak katanya, kasihan juga sih kalau lidah Asia ketemu makanan Eropa tidak selera menyantap walaupun makanannya sudah dihias sedemikian menariknya.
Kalau saya sih sukaa dongg. Frank juga suka dan dia kasih nilai 9 untuk jamuan makan malam hari itu 😎 .
Kado umumnya bentuk barang, ada juga yang memberikan duit tapi jarang sih. Saya ko malu kalau mau kasih duit, soalnya ke banting sama harga makanannya hehe. Frank bilang kalau kasih duit, pengantennya isi bensin ya menguap begitu saja tidak ada kesan yang tertinggal dari kado pernikahan. Seperti tradisi di Jerman kado di buka di depan yang memberikan 🙂 .
Sesekali Boleh Narsis ya. Teman-teman Cakep ga Kebayaku?
Jarang-jarang kita Bisa Foto Berdua Begini
4. Acara Sabtu
Tadinya mau ke Den Haag ada pesta rakyat di KBRI, sudah janjian dengan teman kita di Eindhoven, kak Ephie namanya. Tapi capee banget 😐 Setelah pesta di hari jumat itu dari lokasi jamuan makan malam kita masih ke rumah Eva dan ngobrol-ngobrol hingga jam 1 dini hari.
Ketika pulang maklum bukan di negara sendiri, jadi nyasar dong di jalan tol butuh waktu 2 jam lebih sampai penginapan padahal pakai gps. Peter si gps tercinta membawa kita melalui hutan berantara dekat penginapan, pokoknya serem banget sudah membayangkan kalau di Indonesia bisa ada perampok kali deh kalau masuk hutan atau berkendara tengah malam. Jam 3 dini hari sampai di penginapan dan kita cape berat.
Besok paginya pas saya cek hp, untung kak Ephie bilang tidak usah ke Den Haag, jadi kita disuruh datang ke rumah dia jam 12 siang dan Kak Ephie hari sebelumnya pas bikin lontong sayur, lalu saya disuguhi dong, enakkk banget dan sambelnya pedasnya mantap!. Sudah 3 tahun tidak menyantap lontong sayur begini.
Umumnya Begini Model Rumah di Belanda, serba seragam sama modelnya
Tinggal di Apartemen Begini lebih Murah
Mau balik Ke Pengginapan Butuh waktu 30 menit
Hari Sabtu kala itu Mendung dan Gerimis seharian, malamnya hujan derass
Hari minggu 8 September, pagi jam 10 setelah sarapan Frank dan saya kembali ke Jerman. Cape deh kalau jalan-jalan singkat sekali hanya 3 malam. Nah pulangnya lewat taman mawar di Lottum. Tahun lalu saya membeli 3 tanaman disana. Tahun lalu saya hanya buat video singkat tamannya, dan tahun lalu saya belum terlalu suka tanaman jadi belum terlalu banyak potret tanaman-tanamannya, dan tahun ini banyak sekali mawar-mawar yang saya potretin. Tunggu ceritanya di postingan berikutnya, teman-teman pecinta gardening pasti suka :).
Beruntung sekali, suami dan saya mengunjungi Wilhelma Stuttgart ketika musim semi, jadi kami (terutama saya) tentunya senang sekali melihat pohon-pohon bermunculan bunganya, banyak sekali bunganya, bahkan nyaris saya tidak melihat dedaunan di pohon-pohon tersebut, hanya bunga-bunga nan indah yang menyelimuti pohonnya/big> ;).
Pohon Magnolia × soulangeana warna pink
Magnolia Soulangeana (saucer magnolia) adalah tanaman hibrida keluarga Magnoliaceae. Bunganya muncul (bermekaran) ketika musim semi dengan berbagai nuansa putih, pink, dan ungu. Setelah bunganya rontok, baru akan muncul daun-daunnya, unik ya, selama ini saya tahunya daun-daun yang lebih dahulu bermunculan, baru bunganya, lah pohon ini malah kebalikannya :grin:.
Magnolia × soulangeana bunganya besar, 10-20 cm (4-8 inci), dan diwarnai berbagai nuansa putih, pink, dan ungu
Tulpen Magnolie. Wilhelma Stuttgart
Bakal bunga Magnolia Soulangeana siap membuka
Flowering Branches Magnolia × soulangeana
Benih (biji) Magnolia Soulangeana relatif jarang terbentuk, kalau lihat ada biji berwarna merah maka kamu temukan benihnya 🙂
Magnolia soulangeana di Jerman di kenal dengan nama Tulpen Magnolie, tidak tahu juga kenapa di namakan tulpen (tulip) apa mungkin akan bentuk bunganya yang agak mirip bunga tulip ya.
Magnolia × soulangeana, April 2013. Wilhelma Stuttgart
Magnolia Denudata, dikenal sebagai Yulan magnolia (asalnya dari timur Cina. Bunganya dianggap sebagai simbol kemurnian di Dinasti Tang. Bunga Magnolia denudata adalah juga bunga resmi kota Shanghai. (sumber: Wikipedia)
Tulpen Magnolie dengan bunga-bunga cantik Berwarna Putih
Magnolia Soulangeana Relatif toleran terhadap angin dan tanah Ber alkali
Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Zoom kelopak Bunga Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Kelopak Bunga Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Wilhelma memiliki luas 30 hektar, setara dengan 40 lapangan sepak bola :mrgreen:. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Rosenstein Park, sebelah timur berbatasan dengan sungai Neckar, daerah pemukiman disebelah barat dan bagian utaranya berbatasan dengan Stuttgart- Bad Cannstatt.
Pemandangan Taman Wilhelma
Sungguh Indah Taman Wilhelma
Pemandangan Wilhelma dari Bagian Atas
Pemandangan Taman Wilhelma 20 April 2013
Hamparan Bunga Tulip Berbagai Warna. Wilhelma Stuttgart
Yukk Menuju Rumah Kaca untuk Tanaman Tropis
Setelah puas melihat tanaman-tanaman, lihat apa lagi di Wilhelma?. ➡
Burung
Ada sekitar 9.500 spesies burung yang dikenal berada di kebun binatang Wilhelma. Bangga deh melihat beberapa jenis burung asal Indonesia ada di kebun binatang Wilhelma ;).
Burung Pemakan Bangkai. Griffon Vulture. Gänsegeier. Wilhelma Stuttgart
Jangan mendekattt sang induk melindungi anaknya. Gänsegeier. Fotos by: Wilhelma
Goura victoria Burung Dara Mahkota di Wilhelma Stuttgart. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Irian, yang juga termasuk pulau Yapen, pulau Biak, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
Informasi mengenai Burung Dara Mahkota
Lorikeet (Charmosyna placentis) adalah spesies burung beo dalam keluarga Psittaculidae. Ditemukan di Indonesia dan Papua Nugini
Habitat alamnya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan bakau subtropis atau tropis. Hanya laki-laki dewasa memiliki bulu merah di kepala dan sisi.
Papan Informasi Burung Lorikeet (Charmosyna placentis)
8 Burung Jalak bali aka Balistar (Leucopsar rothschildi) known as Rothschild’s Mynah, Bali Starling, or Bali Mynah. @ Wilhelma Stuttgart. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Informasi mengenai Burung Jalak. Balistar
Nah melihat burung-burung berikut ini, pengunjung bisa masuk ke kandangnya, asal jangan lupa langsung tutup pintunya, supaya burungnya tidak keluar.
Burung Merak bukan ya. Pavo cristatus Merak Biru
Ga tahu nama Burungnya
Cantik dan Unik ya Burungnya berwarna Biru, bisa bawa pulang ga ya
Awas Pagar Listrik. Supaya Burung-burung tidak keluar area
Bebeknya kedinginan
Burung Parkit yaa
Burung Parkit @Wilhelma Stuttgart kita bisa masuk ke kandangnya yang besar
Macam-macam Model Rumah Burung Liar. @Kebun Binatang Wilhelma Stuttgart.
Macam-macam Model rumah Burung. @Wilhelma Stuttgart.
Nah kalau ini untuk rumah Burung Hantu, ukurannya Besar
Bangunan untuk menyimpan makanan-makanan Burung, kalau mau tanya-tanya soal Burung bisa juga
Flamingo Pink bisa bawa pulang ga yaa cakepp. The Greater Flamingo. Rosaflamingo (Phoenicopterus roseus) @Wilhelma Suttgart
Monyet
Hati-hati digigit Monyet
Dilarang Memberi Makanan
Lagi Hujan, monyetnya senang ngumpet menghangatkan diri
Kandang Monyetnya lengkap dengan Mainannya
Sukaaa Banget dengan Monyet lucu ini. Mau cetak jadi kartu pos ah
Ruang Serangga
PERHATIAN yang geli dengan serangga, yang lagi makan jangan lihat foto-foto berikut, ga nurut tanggung sendiri kalau muntah :lol:.
Belalang Raksasa Asia Hierodula membranacea @Zoologi Wlhelma Stuttgart
Belalang Zonocerus
Kecoa Madagaskar Jijik gede bangett. Madagaskar Kakerlake
Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa), juga dikenal sebagai kecoa mendesis. Adalah salah satu spesies terbesar dari kecoa, mencapai 2 sampai 3 inci
Madagascar hissing cockroach (Gromphadorhina portentosa) Dalam penangkaran, serangga ini dapat hidup 5 tahun
Kepompong bakal kupu-kupu raksasa. Atlasfalter (Atlasspinner)
Macam-macam Bentuk kepompong
Tidak ketemu Black Widow nya capee ah melototinnya
Hama pada tanaman Kentang
Lainnya
Katak Hijau
Kalong ini saya potret dengan blitz di marahin suami boo katanya dilarang menggunakan blitz
Berhubung kalong hidup di tempat gelap, makanya ruangan ini dikasih lampu biru
Ga bisa jelas potret tanpa blitz.
Giant Salamander (Megalobatrachus japonicus) in Wilhelma Stuttgart
Ada 9000 hewan dengan 1000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma ini.
Sudah 5 jam keliling Wilhelma. Lelah & puas. “..Lah belum lihat gajah, harimau, macan, beruang, zebra dll” .. ahh sudah sering melihatnya, paling gitu-gitu saja kan. Pulang aja yukkk :cool:.
Nah sahabat blogger setelah melihat taman sekaligus kebun binatang Wilhelma, adakah yang tertarik megunjungi lokasi seperti ini? untuk berlibur, dibanding hanya ke mall saja toh, lebih baik ke lokasi seperti Wilhelma, kita bisa banyak belajar dan mengenal alam.
-Tamat-
Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian I klik disini. Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian II klik disini.
Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malaysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal. Kantung semar, lalu tanaman apa lagi ya, silakan lihat langsung foto-foto yang saya buat deh 😉 .
Ruang Tanaman Tropis Wilhelma Stuttgart
Bromelia
Ruang Tanaman Tropis lebih hangat. Wilhelma Stuttgart
Kapan koleksi Anggrek ku Bisa Berbunga Seperti di Wilhelma Stuttgart
Anggrek jenis apa ya, lupa catat namanya.
Informasi Anggrek dari Berbagai Negara. Wilhelma Stuttgart
Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart
Besar sekali Kantung Semarnya. Wilhelma Stuttgart
Calla Rumah aka Calla Lily, Arum lily. Zantedeschia Aethiopica. Afrikaans name meaning ‘pig’s ear
Agak Lupa apakah Bunga Primula ya
Eucalyptus Caesia Benth Asal Australia
Perhatian buat sahabat pecinta Anggrek, apakah kalian mempunyai anggrek cantik dibawah ini :?::
Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart
Namanya Medinilla Magnifica, kira-kira dimana saya bisa mendapatkannya, dan berapa harganya?, kalau ada yang punya, bolehkah saya minta anaknnya .
Foto-foto berikut ini saya dedikasikan untuk Chitra di Medan yang menceritakan kalau tanaman hydrageanya hingga saat ini belum berbunga.
Selamat Datang di Rumah Bunga saya hehehe. Mari masuk Jangan ragu-ragu
Hydragea atau di Jerman di kenal dengan nama Hortensia. Di foto berwarna Biru, putih dan Pink
Kita bisa Merubah warna bunga Hydragea dari biru ke putih, putih ke ke biru dengan mengatur keasaman tanahnya.
Masih Warna Warni bunga Hydragea. Wilhelma Stuttgart
Cantiknya Amaryllis. Wilhelma Stuttgart
Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk pak Roy di Salatiga. Musim semi di rumah Azalea
Musim Semi di rumah Azalea
Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang
Bunga Azalea dibuat Menjulang seperti menara
Azalea Pink Indah sekali. Wilhelma Stuttgart
Azalea Pink Tua. Berapa tahun ya hingga jumbo begini. Wilhelma Stuttgart
Azalea adalah Rhododendron
Spesies Azalea Asia memiliki daun yang hijau sepanjang tahun
Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk Wany di Medan
Ruang Bunga Kamelia
Selamat Datang di Ruang Bunga Kamelia
Camellia Japonica needs a protected, bright to partial shade with no direct sun radiation. The best place with these conditions, for example the conservatory or the greenhouse
Kamelia adalah genus tanaman berbunga dalam keluarga Theaceae. Mereka ditemukan di timur dan selatan Asia, dari Himalaya timur ke Jepang dan Indonesia
Bunga Kamelia biasanya besar dan mencolok, Ukurannya satu sampai 12 cm, dengan 5-9 kelopak
Berbagai jenis tanaman camellia umumnya beradaptasi dengan baik terhadap tanah asam kaya humus, dan sebagian besar spesies tidak tumbuh dengan baik pada tanah berkapur atau tanah kaya kalsium lainnya
Camellia Hiemalis Kanjiro Diperkenlakan di Jepang tahun 1954
Papan Informasi Bunga Kamelia
Foto Campuran
Pohon bunga Terompet
Bunga Primula. Becher-Primel
Senyumnya mana om
Tanaman Palem ada bunganya toh. Zwerg Zuckerpalme asal Jepang
Ada kolam ikan mas. Ikannya besar-besar. Wilhelma Stuttgart
Tulip Hijau hampir mekar
Cantiknya tulip pink. Wilhelma Stuttgart
“All gardeners live in beautiful places because they make them so” -Joseph Joubert-
Video Bunga-bunga di Wilhelma Stuttgart
Sahabat pecinta tanaman, berhubung banyak foto-foto yang ingin saya perlihatkan, ceritanya bersambung lagi aja yaa 😆
Oh iya dari semua foto-foto diatas adakah tanaman yang kalian punyai juga? Kalau iya yang mana?. Bunga favorit saya adalah Medinilla Magnifica & bunga Azalea, semoga bibit Azalea yang ku semai akan seindah yang di Wilhelma. Favorit kalian yang mana?.
Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart. Akhir pekan lalu suami tercinta dan saya mengunjungi kebun raya sekaligus kebun binatang Wilhelma di Stuttgart. Kebun Binatang Wilhelma di Stuttgart adalah satu-satunya kebun binatang di Jerman dan kebun raya yang lokasinya berada disatu tempat.
Wilhelma adalah lokasi rekreasi paling populer di Stuttgart. Setiap tahun lebih dari 2 juta pengunjung mendatangi lokasi ini. Taman ini buka setiap hari sepanjang tahun dari jam 8.15. Jam tutupnya tergantung musim, misal pada musim dingin, dimana gelap datang lebih cepat, maka akan tutup lebih awal. Untuk bulan April ini pintu utama dibuka dari jam 8:15 hingga jam 17:30. Pintu masuk dari Taman Mawar buka mulai jam 9:00 hingga jam 16:30.
Gambar di Sebelah Loket Tiket. Sayang lupa potret gambar lainnya
Tiket masuk 14 Euro/orang (sekitar Rp.175.000) Tiket anak 7 Euro (mulai usia 6 hingga 17 tahun, pelajar & mahasiswa hingga usia 28 tahun) Tiket keluarga 21 Euro (untuk 1 orang tua dan anak-anak) dan ada 35 Euro untuk orangtua dan anak-anak. Biaya parkir 1 Euro/jam.
Berhubung suami malas nyetir dengan alasan di Stuttgart macet, jadi kami naik kereta menuju lokasi. Kami gunakan tiket Baden Württemberg seharga 26 Euro. Tiket berlaku untuk 4 orang untuk penggunaan dari jam 9 pagi hingga 3 dini hari hari berikutnya, tiket kami hanya gunakan berdua saja. Tiket bisa dibeli dan digunakan hanya di hari Sabtu atau Minggu.
Sudah pada tahu belum ya kalau tiket kereta di Jerman amit-amit mahalnya. Contohnya kalau pergi hari biasa ke Wilhelma tiket satu kali naik kereta perorang adalah 18,60 EURO (Rp.232.000) kalau pergi dan pulang tinggal kali dua, pergi berdua tinggal kali lagi, bikin tongpes! (kantong kempes) :neutral:. Padahal jarak dekat loh 86 KM. Makanya kalau akhir pekan puas-puasinlah jalan-jalan naik kereta, mumpung ada promo.
Balik lagi ke cerita Wilhelma ya. Ada sekitar 9.000 hewan di lebih dari 1.000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma, dan sekitar 6.000 spesies tanaman berada di taman dan rumah kaca Wilhema, menjadikannya taman yang unik, tidak hanya di Jerman, namun juga di dunia.
Setelah Beli Tiket Nyetor dulu ya ke Toilet
Pertama kali kami memasuki ruangan tempat koleksi kaktus, sekaligus menghangatkan badan karena di luar dingin lagi dan gerimis, suhunya hari itu 10 derajat C.
Ada dua ruangan koleksi kaktus. Yang pertama lebih banyak jenis kaktus dan juga sukkulen. Ruang kedua lebih kecil. Saya berdecak kagum, karena banyak kaktus-kaktus raksasa :lol:.
Fero Kaktus
Lihat Kaktus yang Menjalar itu cantik atau seram ya hehe
Untung Bagian Bawah Katus kuat ya, karena atasnya Banyak sekali Cabangnya
Feigenkaktus. Berapa Tahun ya sampai jadi besar begini
Koleksi Kaktus di Kebun Raya Wilhelma
Papan Informasi Mengenai Kaktus dan Sukkulen
Ruang Kaca untuk koleksi Sukulen
Living Stone, alias lithops alias tanaman kaki Kambing. Dulu Pernah Punya trus mati
Yang bulat Besar namanya Schwiegermuttersessel aka Mother-in-Law’s Cushion. Echinocactus grusonii Gileeee Besar sekali Kaktusnya, kira-kira berapa juta harganyanya
Felsenkaktus. Bentuknya Berantakannya ya
Koleksi kaktus Raksasa Wilhelma Stuttgart1
Nama Katus ini Mammillaria. Saya punya dirumah Ooo ada bunganya toh
Di rumah saya juga punya banyak kaktus, jadi saya coba cari seperti yang saya punya. Saya juga bisa belajar lebih banyak nama-nama dan jenis kaktus di lokasi ini ;).
Papan Informasi mengenai Kaktus
Kaktus Raksasa di Wilhelma Stuttgart
Ruangan Kaktus
Trichocereus Candicans Kaktus
Agave Kaktus
Ferokaktus lagi nih
Kaktus Raksasa di Wilhema Stuttgart
Kaktus-katus Jumbo
Saya punya yang kakstus ada lapisan berselimut putih, punya saya tidak sebesar di Wilhelma Stuttgart
Video koleksi Kaktus Wilhelma Stuttgart
Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal, kantung semar lalu tanaman apa lagi ya agak lupa hehehe.
Nah sahabat pecinta tanaman, setelah melihat foto-foto dan video koleksi kaktus Wilhelma Suttgart, adakah kalian lihat jenis kaktus yang sama yang kalian punyai?.
Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.
Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.
Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen
Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.
Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.
Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.
Rumah Toko di Emmendingen
Emmendingen – cityhall
Masih Ada Sisa Hiasan Natal
Bangunan-bangunan Tua di EmmendingenPasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
Sebelah Kiri Pusat Belanja. EmmendingenJalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
Video Pusat kota Emmendingen
Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.
Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).
Penginapan Kami di TennenbachKamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.
Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach
Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.
Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?