Category: Travelling – Jalan-jalan yuk

Cerita seputar perjalananku sendiri, bersama sahabat ataupun dengan keluarga melalang buana ^ – ^

  • Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman. Pada postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman mama mengurus visa schengen sendiri (Baca : Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri) maka kali ini saya ingin menjelaskan mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen (melalui kedutaan Jerman). Jenis visa kunjungan masa tinggal hingga 90 hari.

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Visa kunjungan bisa kunjungan teman atau keluarga jadi yang apply visa menyertakan Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan dari Jerman.

    Walau tidak ada surat undangan, saat ini urus visa turispun tidak susah ko, asal berkas yang dibutukan disiapkan dengan lengkap. Syarat Visa Turis tujuan Jerman klik : Visa Schengen Jerman – Turis .

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen melalui kedubes Jerman:

    Yang disiapkan mamaku:

    Paspor. Minimal masa berlakunya 6 bulan. Kalau punya paspor lama harap dibawa juga karena petugas akan melihat riwayat perjalanan sebelumnya.
    Kopi KTP
    Foto Biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5cm x 4,5 cm. Wajah harus sebesar 80% dari ukuran foto. 1 foto ditempel di formulir permohonan visa sebelah kanan atas dan 1 foto disisipkan.

    Contoh Foto Biometris bisa lihat di (klik): https://www.bundesdruckerei.de/sites/default/files/sample_photos_for_id-documents.pdf

    Mama bikin foto biometris di Jalan Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. Pokoknya dekat Gondangdia dan Sarinah. Di lokasi tersebut banyak studio foto untuk berbagai kedutaan.

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan (Asuransi kesehatan perjalanan). Jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro berlaku di wilayah Schengen. Polis berlaku selama ybs melakukan perjalanan. Mama saya akan tinggal di Jerman selama 90 hari, kami beli polis asuransi AXA. Travel tempat beli asuransi menyarankan lebih baik beli polis yang berlaku 1 tahun karena harganya lebih murah, yakni 135 USD, sedangkan asuransi yang berlaku 90 hari saja harganya 160 USD. Hanya kopiannya yang disertakan di berkas apply visa, aslinya pegang dan diperlihatkan saja ketika wawancara.

    Tujuan perjalanan. Keterangan mengenai tujuan perjalanan harus ditunjukkan dengan berkas-berkas yang sesuai, terutama:
    I. Untuk kunjungan keluarga atau saudara: Bukti hubungan keluarga : Akte lahir, akte nikah atau buku nikah, kartu keluarga.
    II. Untuk kunjungan kerabat / teman: Petunjuk mengenai hubungan kekerabatan atau pertemanan: Surat menyurat antara pemohon dengan pengundang Keterangan mengenai lamanya atau jenis pertemanan (melalui telefon, keterangan mengenai pertemuan dll).

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman
    Untuk hal ini saya memberikan kopi akte nikah saya untuk mama sertakan dalam berkas visanya. Sebagai pengundang adalah Frank suamiku. Mama kalau tidak salah bawa kartu keluarga juga, jadi tertera saya sebagai anaknya yang menikah dengan wn. Jerman.

    Tulisan Terkini

    Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar. Sudah beli tiket dari Januari 2014 padahal berangkatnya Juli. Riskan banget kan kalau visa tidak disetujui, repott ngurus tuh tiket, Puji Tuhan sih visa mama disetujui. Soalnya kalau beli tiket dekat tanggal keberangkatan ya mahal banget! 😀 .
    Foto kopian rekening tabungan 3 bulan terakhir. Sebenarnya kalau sudah ada surat jaminan dari Jerman (Verpflichtungserklärung) tidak butuh lagi rek tabungan mama, ya disiapkan saja daripada di tanya petugas “mau ke luar negeri ko tidak punya duit???” saya pernah nguping ada petugas nyindir begitu .
    Surat keterangan kerja dengan keterangan gaji (asli dan fotokopi). Mama tidak menyertakan ini karena statusnya ibu rumah tangga.
    Bukti aset tidak bergerak (sertifikat rumah). Kalau punya bawa saja sebaga bukti pendukung finansial.
    Mengisi formulir Visa Schengen Jerman http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4004566/Daten/3547935/C0__Formulir_Pemohonan.pdf

    Jika linknya patah/tidak berfungsi. Silakan masuk ke :
    http://www.jakarta.diplo.de
    • Pilih bahasa Indonesia (lihat bagian atas tengah)
    • Ketentuan-ketentuan Visa (lihat sisi kiri)
    • Pilih visa yang Anda inginkan (lihat sisi kiri)

    Berkas yang disiapkan pihak pengundang di Jerman (jenis visa kunjungan):

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Mengurus visa selalu membuat saya ketar-ketir, baik mengurus visa anggota keluarga maupun saya sendiri. Ketakutan sendiri kalau visanya tidak disetujui 😀 jadi sering de javu ingat pengalaman buruk pertama kali apply visa Belanda tahun 2009 (Baca: Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda). Bukan hanya sekali namun dua kali pengalaman deg-deg an menunggu kepastian apakah visa saya disetujui atau ditolak.

    Pertama kali yang visa Belanda tersebut tahun 2009 pengalaman buruk kedua ketika mengurus long stay visa Jerman melalui kedutaan Jerman di Swiss. Saat itu saya kan ogah harus pulang ke Indonesia untuk mengurus visa Jerman (mahal tiket PP Indonesia – Jerman nya). Ketika itu izin tinggal di Swiss hampir berakhir mepet banget (izin tinggal saya sisa 2 minggu an). Petugasnya judes bilang untuk long stay visa butuh waktu 2-3 bulan memang benar sih kalau urus dari Jakarta ya butuh waktu tersebut 🙁 .

    Puji Tuhan, ajaib dalam waktu seminggu atau 10 hari kerja, pokoknya sebelum izin tinggal di Swiss saya berakhir tuh visa Jerman keluar 😉 .

    Jadi saya sudah 3 tahun belum pernah mudik ke tanah air 😳 .

    Segitu ya sedikit cerita pembukaan mengenai mengurus visa. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mama saya mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman di Jakarta. Status mamaku ibu rumah tangga, sehari-hari mengurus (mengawasi 2 cucu yang usianya 5 dan hampir 2 tahun). Jadi walau hanya ibu rumah tangga bukan pegawai kantoran bisa tembus ko tembus visa schengennya. Tidak pakai surat keterangan kerja, wong ibu rumah tangga 🙂 .

    Seperti yang kalian tahu saya akan melahirkan pertengahan Juli ini. Nah pengen dong mama tercinta ada disampingku, menemani saya selama saya lahiran dan mengurus si kecil. Jadi mama akan tinggal selama 90 hari Jerman. Waktu 90 hari tersebut batas maksimum visa schengen. Kalau mau tinggal lebih dari 90 hari ribet tetek bengeknya harus ada sertifikat lulus ujian A1 Bahasa Jerman, pusing deh mamaku kalau harus kursus bahasa asing. Jadi ya 90 hari juga sudah bagus lah ya.

    Mama saya sudah pernah datang ke Jerman 2 tahun lalu, bersama ayah dan salah satu adik saya Roy. Saat itu mereka hanya tinggal 2 minggu di Jerman untuk menghadiri pemberkatan pernikahan saya. Saat itu sih lancar jaya mengurus visa schengennya, dalam 3 hari visa sudah ditangan. Mungkin karena durasi tinggal juga tidak lama kan hanya 2 minggu, jadi gampang deh disetujui :mrgreen: .

    Nah mengurus visa yang baru ini yang pengen tinggal 90 di Jerman pakai sedikit drama. Saya heran dong biasanya kan hanya butuh 3 hari, lah ko si mama disuruh datang ambil visanya setelah 4 hari kerja.

    Datanglah mama di tanggal yang disuruh 18 Juni 2014, mamaku menunggu selama 2 jam dengan berpanas ria di depan kedutaan. Petugas bilang visanya belum selesai gubrakk.com . Saya beneran ketar-ketir selama beberapa hari karena sudah beli tiket dan 2 minggu lagi tanggal keberangkatan.

    Malamnya saya minta Frank email ke kedutaan, pakai bahasa Jerman intinya supaya cepat gitu hehe. Kali aja kalau orang Jermannya (pengundang) yang nanyain status visa akan dapat jawaban.

    Isi emailnya seperti dibawah ini. Oh ya form buat kirim email petugas visa ada di website kedutaan Jerman http://www.jakarta.diplo.de

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku
    Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku

     

    Isi emailnya bilang kalau mama saya datang di tanggal yang ditentukan untuk ambil visa, ternyata visanya belum selesai. Padahal mama saya sudah bawa semua berkas yang dibutuhkan, termasuk Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tempat tinggal pengundang.

    Besoknya kami dapat jawaban emailnya, yang jawab orang Jerman (ketahuan dari namanya). Intinya mama harus menunggu karena kedutaan Jerman belum dapat jawaban dari Berlin apakah visa disetujui atau tidak. Belakangan banyak sekali yang apply visa ke Eropa dan harus di diperiksa dahulu apakah visa layak dikeluarkan bagi ybs atau tidak.

    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya
    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya

     

    Catatan dari kedutaan: Dokumen yang sudah lengkap tidak memberikan jaminan diperolehnya Visa Schengen

    Waktu kan tidak bisa menunggu, makin mepet ke tanggal keberangkatan 5 Juli. Saya makin senewen ketika mama nanyain „bagaimana sudah dapat jawaban belum dari kedutaan?“. Koper mama sudah penuh dengan titipan-titipan saya hehe sayang banget kan kalau gagal terbang, termasuk bingung ngurus tiket yang sudah dibeli, entah di potong separuh atau hangus belum cari tahu pasrah.com .

    Frank mengirim email pertanyaan ke kedutaan tanggal 19 Juni 2014. 2 atau 3 hari kemudian saya minta email lagi nanyain, eh doi tidak mau “sudahlah nunggu aja, kata petugasnya tunggu jawaban dari Berlin” . Ada satu hari saya tidak bisa tidur semalaman. Mana ada di kamus petugas di Indonesia akan baik hati menghubungi kita? Ada juga kita yang harus aktif ngejar-ngejar jawabannya, iya kan??? 😀 Ya kalaupun ada petugas (baik hati) yang telp berapa persenlah.

    Daripada stres melulu tidak bisa tidur nyenyak, saya kirim emaillah (pakai bahasa Indonesia) pilih form bahasa Indonesia. Kalau sudah dapat status misal visa ditolak, kalau ada waktu 2-3 hari kan bisa cancel pesawat dengan harapan tiket tidak hangus. Pikiran positif negatif, saya usahakan lebh besar pikiran positifnya ya doong 😀 .

    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab
    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab

     

    Kenapa mepet ngurus visa dengan tanggal keberangkatan?.
    Sebenarnya ga mepet loh, saya sudah perkirakan waktunya ko. Bisa mulai mengurus visa 3 bulan sebelumnya. Saya pikir dua bulan sebelumnya ngurus cukuplah.

    • Frank urus surat Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tanggal 17 April 2014. Bayar 25 Euro.

    • 22 April 2014 kirim dokumennya ke Jakarta (ke alamat mama) bersama kopi paspor Frank, slip gaji doi 3 bulan terakhir, surat kontrak rumah kita. Dokumen kirim menggunakan pos tercatat (einschreiben) jadi kalau hilang/berkas tidak sampai tujuan bisa komplain dan dapat penggantian uang. Soalnya tuh surat Verpflichtungserklärung bikin 25 euro kalau hilang apes dong 😛 . Gile baru sampai 2 minggu kemudian. Sebelum berkas sampai saya belum berani daftarin mamaku secara online untuk bikin visa. Ntar sudah dapat tanggal repot kalau berkas dibutuhkan belum ditangan.

    • Kangettt waktu lihat jadwal bikin janji online bulan Mei hingga awal Juni sudah penuh tanggalnya. Orang-orang banyak duit ya pada mau jalan-jalan ke Jerman ? hahaha atau yang mau sekolah ?. Akhirnya ada satu tanggal nyempil masih kosong, yakni 12 Juni 2014 jam 9 pagi. Puji Tuhan dapat daftarin mamaku.

    • Mama datang/ngurus visa sendiri ke kedutaan, diantar adikku Andre yang sekalian pergi kerja. Kata mama petugasnya tidak banyak nanya. Cuma ditanya tujuan ke Jerman, ada siapa di Jerman?. Petugas bilang visa bisa diambil tanggal 18 Juni 2014.

    • Rencana keberangkatan 5 Juli 2014, kembali ke tanah air 2 Oktober 2014. Tanggal 18 Juni belum keluar visanya stres lah saya 😥 .

    Beberapa hari kerjaan saya google mengenai pengalaman orang-orang yang mengurus visa Jerman :
    Walaupun ada Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan. Surat sakti tersebut tidak menjamin visa disetujui.
    • Ada yang minta masa berlaku visa 14 hari, cuma disetujui 7 hari. Padahal ybs sudah booking tiket dan penginapan di Eropa.

    • Ada wanita yang apply visa stay 90 hari. Ditanya petugas „memang bisa cuti kerja 3 bulan?“. Di Indonesia jatah cuti cuma 2 minggu kan?. Nah ybs bilang dia kerja sama abangnya, jadi bisa dong. Jujur itu menyakitkan yaaa hehe ternyata visa ybs di tolak. Eh ada pacarnya (orang Jerman) nunggu di luar kedutaan, pengen ngomong langsung dengan petugas. Awalnya kaga boleh masuk. Biar kata ada pacar orang Jerman ga jaminan loh visa disetujui. Yang dikuatirkan petugas yg bikin visa kaga balik lagi bo ke tanah air klo blang status pengundang pacar. Tapi ada juga yang lolos sih, entahlah tergantung mood petugasnya kali yaa.
    • Ada yang apply visa 90 hari ditolak alasannya “alasan kedatangan ke Jerman tidak jelas”. Padahal ybs sudah pegang surat sakti Verpflichtungserklärung dari keluarga di Jerman.

    • Kalau ada pengalaman kalian boleh ditambahkan ya.

    Dalam kasus penolakan visa, pemohon akan diberitahu alasan dasar penolakan visanya. Pemohon bisa mengajukan keberatan secara hukum atas keputusan penolakan dari Kedutaan tersebut. Capee ngurus lagi dari awal.

    Visa ditolak

    Penolakan – apa yang harus dilakukan? silakan baca http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/04ablehnung/ablehnung.html

    Jadi saudara-saudara visa mama saya sudah disetujui. Puji Tuhan! Tanggalnya persis seperti yang kami inginkan (masa tinggal di Jerman 90 hari) jadi tidak perlu ubah tiket. Senangg bangettt!. Email lebay saya ke petugas visa dijawab keesokkan harinya, dibilang visa sudah bisa diambil. Baru bisa tenang dengan sempurna pas mamaku sudah pegang paspornya dan visanya tertempel manis 🙂 . Mamaku dikasih jenis visa multiple entry, artinya kalau mau keluar wilayah schengen misal mau jalan-jalan ke London nah bisa masuk lagi ke negara schengen. Tidak sempat lagi mengurus visa selain schengen, udah dapat ini saja sudah senang deh.

    pengalaman mengurus visa schengen
    Visa Schengen Jerman. Mama Tercinta kunanti kedatanganmu hehe

     

    sorry fotonya burem, adikku potret pakai hp

     

    Mengenai syarat-syarat membuat visa Schengen melalui kedutaan Jerman, nanti akan saya susul postingannya ya. Sebenarnya bisa juga baca di website kedutaan sudah jelas sih disana http://www.jakarta.diplo.de

    Oh ya beberapa hari lalu saya baca ketentuan baru pengurusan visa schengen. Awalnya hanya butuh 3 hari kerja, mulai akhir Juni 2014 untuk pengurusan visa schengen membutuhkan waktu 10 hari kerja. Entahlah hanya berlaku di kedutaan Jerman atau juga di kedutaan negara lain. Untuk musim panas begini jadwal bikin janji (online) padat sekali, jadi yang mau urus visa usahakan urus jauh-jauh hari.

    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014
    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014

     

    Baca juga:
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

  • Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt. Setelah hampir 3 tahun menetap di Jerman, akhirnya saya baru lapor diri di Konsulat RI. Kalau baca websitenya KJRI Frankfurt tertera bahwa:

    WNI yang pindah dari wilayah Indonesia untuk menetap di luar negeri, setibanya di negara tujuan, WNI tersebut wajib mendaftarkan diri kepada Perwakilan Indonesia terdekat dalam 30 hari sejak kedatangan (termasuk kalau pindah alamat, perubahan alamat, status izin tinggal, kelahiran, perkawinan, perceraian maupun kematian).

    Buat kalian yang bekerja, belajar, kuliah dan singgah sementara di Jerman pokoknya yang masih status WNI juga diharapkan kesadarannya untuk lapor diri, kalau jalan-jalan singkat menurut saya tidak perlu deh, tapi di website KJRI tertera sih. Gunanya lapor diri, kalau ada apa-apa kan pihak KJRI bisa membantu kita. Lapor diri prosesnya tidak dipungut biaya.

    Geblek banget kan saya hehe baru lapor setelah 3 tahun (tidak patut ditiru yaa 😀 ). Kenapa tidak dari dulu ? kenapa baru sekarang?. Jadi begini saudara-saudara kalau bisa ntar-ntar aja kenapa harus segera hahaha di gaplok orang sekampung deh 🙄 .

    3 tahun lalu saya menikah dan sempat tinggal di Swiss karena dulunya Frank kerja disana. Saya sudah lapor diri di KBRI di Swiss, termasuk melaporkan pernikahan saya, jadi begitu pindah ke Jerman lapor diri lagi saya tunda-tunda.

    Dulu-dulu saya sudah niat lapor, sudah print semua dokumen yang diperlukan, nah begitu saya mau kirim dokumennya, semua yang sudah saya print entah ada dimana lupa naro, dicari-cari tidak ketemu (buang-buang duit beli tinta kan tuh! o_O ).

    Bulan Maret ini saya print ulang lagi semua dokumen yang diperlukan. Kenapa niat sekali bulan ini? karena bulan Desember tahun depan paspor saya habis masa berlakunya, kuatir jadi masalah, belum lapor diri tiba-tiba mau perpanjang paspor.

    Alasan kedua, bulan Juli nanti saya akan melahirkan, masah ntar mau membuat akte lahir atau bikin paspor anak, emaknya aja belum terdaftar di KJRI bisa-bisa di timpuk petugas kali ya hahaha. Jadi sebagai wni yang baik yuk lapor diri.

    Saya sudah h2c (harap-harap cemas) bakalan kena denda nih deh, karena sudah hampir 3 tahun baru lapor. Untungnya prosesnya tidak harus datang langsung ko, jadi tidak berhadapan dengan petugas. Saya hanya mengirimkan formulir lapor diri yang telah diisi dan semua berkas yang diperlukan termasuk paspor asli saya melalui kantor pos.

    Berhubung paling dekat dengan tempat tinggal saya adalah KJRI di Frankfurt, maka saya kirim semua dokumen kesana. Bagi yang tempat tinggalnya di Frankfurt bisa datang langsung, kalau saya mahal ongkos kereta kesana, jadi kirim lewat pos saja.

    Dokumen yang dibutuhkan untuk melaporkan diri di KJRI Frankfurt (pemegang paspor biasa):
    1. Paspor asli
    2. Formulir lapor diri telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon. Formulir bisa download disini kalau linknya patah silakan buka http://www.kjriffm.de formulir ada dibagian kanan bawah.
    3. 2 (dua) lembar pasfoto terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) ukuran 4×6 dengan latar belakang bebas. Satunya saya tempel di formulir. cetak ukuran 4×6 di mesin cetak foto otomatis tidak ada di Jerman sini, jadi saya cetak dengan ukuran pasbild. Untung diterima 😀 .
    4. Fotokopi visa dan/atau izin tinggal (Aufenthaltsbescheinigung/Aufenthaltstitel) di Jerman yang masih berlaku (kalau datang langsung izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas).
    5. Fotokopi halaman-halaman Paspor yang berisi data diri, tanda tangan pejabat dan halaman lain yang telah digunakan. Menurut saya kalau yang sering bepergian dan halaman paspornya banyak isinya, pilih beberapa yang terbaru saja, perlu duit kann tuh kalau harus fotokopi atau print langsung dirumah.

    1. Fotokopi surat registrasi tempat tinggal (Meldebestätigung) *ini dari Rathaus di tempat tinggalmu.
    2. Fotokopi Akta Kelahiran (Geburtsurkunde).
    3. Fotokopi Akta Perkawinan (Heiratsurkunde) atau Buku Nikah bagi yang telah menikah.
    4. Fotokopi surat/akta perceraian bagi yang telah bercerai.
    5. Fotokopi surat keterangan/kartu pelajar/mahasiswa (Studentenbescheinigung) dari Universitas/Sekolah bagi mahasiswa/pelajar yang belajar.
    6. Fotokopi Surat Keterangan Bekerja (Arbeitsbescheinigung) bagi yang bekerja.
    7. Fotokopi Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (bila ada). *saya tidak pakai ini
    8. Registrasi diri yang telah jadi akan dikirimkan kembali melalui jasa pos, harap sertakan amplop balasan beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).

    Lapor/Registrasi Diri di KJRI Frankfurt tidak dikenakan biaya dan dapat dilakukan dengan menyerahkan dokumen secara langsung atau mengirimkannya melalui jasa pos ke Bidang Konsuler KJRI Frankfurt. Apabila Anda menggunakan jasa pos sebaiknya selalu dalam bentuk Pos Tercatat (Einschreiben). KJRI Frankfurt tidak bertanggungjawab terhadap dokumen dalam proses pengiriman.

    Semua dokumen yang diperlukan, termasuk formulir lapor diri sudah saya isi, paspor asli juga sudah. Semuanya saya masukkan ke dalam amplop ukuran hvs. Kirim menggunakan pos tercatat (Einschreiben).

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt. Dokumen untuk Lapor diri di KJRI di Jerman
    Dokumen untuk Lapor diri di KJRI di Jerman

    Sertakan amplop balasan, karena ukuran amplop balasan besar saya lipat dua. Pada amplop balasan sudah saya tempelkan perangko, alamat saya, alamat KJRI. Jangan lupa (penting) sertakan (tempelkan) stiker pos tercatat (Einschreibenmarke) pada amplop balasan. Beli (Einschreibenmarke) dikantor pos, kalau tidak salah harga 2,05 euro. Begitu proses pencatatan lapor diri selesai, petugas KJRI akan mengirim balik paspor asli kita.

    Oh ya kalau amplop balasannya ukurannya kecil, separuh ukuran kertas hvs juga tidak masalah, karena yang akan dikirim balik hanya paspor asli kita saja. Prosesnya cepat, dalam 3 hari saya sudah terima kembali paspor asli saya dan sudah ditempeli keterangan lapor diri.

    Bagi pemegang paspor dinas, atau mereka yang berada di Jerman untuk sementara waktu misal untuk pelatihan, kursus dan lainnya, syaratnya silakan lihat website KJRI Frankfurt www.kjriffm.de pada umumnya mirip persyaratanya seperti paspor biasa, hanya beda satu atau 2 dokumen saja.

    Bagi yang tinggal dekat KJRI Frankfurt atau kalau kebetulan lewat sana bisa datang langsung untuk lapor diri.

    Konsulat Jenderal RI Frankfurt am Main
    Zeppelinallee 23
    60325 Frankfurt am Main

    Tel. (069) 2470980
    Fax. (069) 24709847

    Jam Buka / Öffnungszeiten
    Jam Kerja Konsulat Jenderal RI Frankfurt / Öffnungszeiten der Konsulat
    Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 12:30 – 13:30)
    Jum’at / Freitags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 13:30 – 14:30)
    Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen

    Jam Buka Bidang Konsuler & Imigrasi / Öffnungszeiten der Konsular-Abteilung
    Jam Pelayanan Konsuler dan Imigrasi
    Pelayanan Loket / Am Schalter:
    Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09.30 – 12.30
    Jum’at / Freitags: 09.30 – 12.00
    Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen

    Pelayanan Telepon / Telefonisch:
    Senin – Jumat / Montags – Freitags, 14.30 – 16.30
    • Bagian Paspor & Lapor Diri / Paspor-Abteilung: +49-69-24709811
    • Bagian Visa / Visa Abteilung: +49-69-24709812
    • Bagian Surat Keterangan dan Legalisasi / Legalisierungsabteilung: +49-69-24709825

    Email: bidkonsuler(at)indonesia-frankfurt.de

    Nah sudah cukup jelas yang saya jabarkan, tidak ada yang perlu dikomentari kan ya?. Oke kalau begitu kolom komentar saya non aktifkan yaa 😉 .

     

    Baca juga:
    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

  • Indahnya Warna Musim Gugur

    Indahnya Warna Musim Gugur

    Indahnya Warna Musim Gugur. Niatnya mau posting di bulan Oktober, apa daya sok sibuk, jadi tidak apa-apa ya gambar-gambarnya disajikan di November ceriah yang melow ini. Iya November saya sebut bulan yang melow, karena dingin, mendung, gerimis dan mataharinya sering ngumpet 😀 .

    Bulan Oktober lalu disebut Golden Oktober karena banyak warna dedaunan mirip warna emas, di awal November ini dedaunannya sudah mulai rontok.

    Indahnya warna musim gugur. Salah satu taman di Bad Rappenau, Jerman. Foto minggu terakhir Oktober 2013
    Indahnya warna musim gugur. Salah satu taman di Bad Rappenau, Jerman. Foto minggu terakhir Oktober 2013

    Foto-foto saya diambil di tiga kota: Bad Rappenau (tahun lalu saya tinggal di kota ini. Frank masih kerja disini) Bad Wimpfen dan Sinsheim (kota tempat tinggal saat ini).

    1. Taman di Bad Rappenau

    Perubahan warna dedaunan ketika musim gugur adalah fenomena yang menyebabkan daun yang awalnya berwarna hijau menjadi warna-warna lain yang cantik. Ada yang dari hijau berubah menjadi merah, kuning, ungu dan coklat. Setelah dedaunan berubah warna banyak yang berguguran, namun ada juga yang masih bertahan menempel di pepohonan. Fenomena perubahan warna dedaunan tersebut disebut „warna musim gugur

    Kalau cape jalan-jalan di Taman, istirahat dulu, ada beberapa bangku di taman ini
    Kalau cape jalan-jalan di Taman, istirahat dulu, ada beberapa bangku di taman ini

     

    Daun berwarna hijau karena adanya pigmen yang dikenal sebagai klorofil, yang ada didalam organel yang disebut kloroplas. Selama musim tanam, klorofil berlimpah dalam sel-sel daun. Ciri khasnya musim panas adalah daun-daun berwarna hijau cerah.
    Klorofil memiliki fungsi penting: menangkap sinar matahari dan memanfaatkan energi yang dihasilkan dalam pembuatan gula sederhana tanaman yang dihasilkan dari air dan karbon dioksida.

    This slideshow requires JavaScript.

    Masih ada foto-fotonya ya, masih banyak 😆

     

    Pada akhir musim panas, siang hari menjadi singkat dan suhu dingin. Pembuluh darah (tanaman) yang membawa cairan ke dalam dan keluar daun secara bertahap menutup. Asupan air dan mineral berkurang secara perlahan, pada masa tersebut jumlah klorofil mulai menurun.

    Beberapa pohon (tanaman) yang menarik perhatianku:

     

    Video Awal Musim Gugur di Taman di Bad Rappenau

     

    2. Pohon di Bad Wimpfen

     

    2 Minggu kemudian saya ke lokasi yang sama, daun-daun pohonnya sudah rontok.

     

    Video salah satu pohon besar pada awal musim gugur di Bad Wimpfen

     

    3. Sekarang kota tempat tinggal saya, Sinsheim

    Autumn is the mellower season, and what we lose in flowers we more than gain in fruits.” -Samuel Butler-

    Tulisan Terkini

  • Mencari Inspirasi Berkebun

    Mencari Inspirasi Berkebun

    Mencari Inspirasi Berkebun. Kemarin pagi saya mengunjungi seorang lansia, seorang wanita yang tinggal di Bad Wimpfen. Usianya hampir 85 tahun. Nah ketika pulang, saya harus menunggu kereta selama kurang lebih satu jam. Saya sudah mampir ke kantor pos untuk mengirimkan satu paket tetap masih banyak sekali waktu tersisa.

    Daripada bengong di stasiun kereta dan bosan tidak tahu mau ngapain, jadi saya jalan-jalan di kota tua Bad Wimpfen. Saya senang melihat bangunan-bangunan tua dan rumah-rumah yang usianya sudah ratusan tahun.

    Ini pemandangan keluar dari perumahan si lansia tinggal. Pepohonan mulai berubah warna karena sudah masuk musim gugur.

    Bad Wimpfen adalah sebuah kota bersejarah di distrik Heilbronn di wilayah Baden-Württemberg di Jerman selatan. Terletak di utara kota Heilbronn, di sungai Neckar.

    Lihat bangunan-bangunan atau rumah-rumah tua dulu ya

    Sekarang lihat yang berwarna-warni yuk. Melihat bagaimana rumah-rumah di kota tua ini bagus-bagus karena banyak bunga-bunganya 😀 .

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

    Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia

    Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia. Berhubung saya ingin mengikuti Turnamen Foto Perjalanan Ronde 27, jadi saya sibuk bongkar-bongkar file penyimpanan foto-foto. Tema turnamen kali ini adalah „Jembatan“. File foto saya seabrek banyaknya 😳 . Saya mencoba mengingat-ingat apakah saya pernah berfoto diatas jembatan?, didalam atau diluar Indonesia?. Apakah saya pernah memotret jembatan yang istimewa?. Bahkan saya mencoba mencari di blog saya ini dengan kata kunci „Jembatan“. Hasilnya nihil haha.

    Untungnya saya menyimpan foto-foto secara online di photobucket.com. Saya menyimpan foto-fotonya berdasarkan teman-tema tertentu.

    Horee ketemu. Ternyata saya pernah berfoto dengan mama tercinta dan adik saya Andre diatas jembatan Barito di Banjarmasin. Saya buka media sosial ternyata saya punya juga foto yang sama. Informasi yang saya ingin ketahui kapan tepatnya saya berada di Banjarmasin.

    Mama tercinta dan saya liburan ke Banjarmasin pada 14 – 16 Feb 2011.

    Saat itu adik saya bekerja di Banjarmasin, dan dia mengabarkan kalau dia diterima bekerja di tempat baru di Jakarta. Mamaku ingin sekali sebelum adikku pindah ke Jakarta, kita bisa mengunjungi adik dulu di Banjarmasin, intinya pengen jalan-jalan. Adik saya tersebut bekerja di bidang perkapalan, seperti mengawasi pembuatan kapal gitu deh. Saat ini adikku ini bekerja di salah satu BUMN.

    Adik-adikku hebat-hebat, adik no. 1 kerja di bank ternama di Jakarta, no.3 si bontot di BUMN, adik no.2 kadang tidak jelas nih, ntar dia kerja di kantor A misalnya, bulan depan sudah dikantor lain, tahun depan beda lagi :D. Sedangkan saya hiks apa kerjaan saya? *pengganguran ongkang-ongkang kaki di Jerman. Mulai Senin ini 23 September saya lanjut kursus B2 doain saya bisa jadi orang sukses juga ya 😉 .

    Oke balik ke cerita Jembatan dan liburan ke Banjarmasin.

    Yang dipotret pas di jalanan

     

    Jalan-jalan tanpa belanja, tidak mungkin dong ya. Kami mampir Martapura, pusat perdagangan dan cinderamata, sepertinya ini lokasi terkenal untuk belanja oleh-oleh kan?.

    Setelah puas belanja, lalu kami makan siang di tenda biru. Pokoknya cari yang murah meriah dan tetap rasanya enak, seperti Slogan resto apa tuh? „Harga kaki lima, rasa bintang lima“.

     

    Kami mengunjungi pendulangan emas dan Intan. Entahlah ini legal atau ilegal karena yang saya ingat peralatan yang digunakan sangat sederhana. Bekas pendulangan meninggalkan lubang besar dan merusak lingkungan.

    Pemandangan pendulangannya seperti ini:

     

    Liburan kami sangat singkat hanya dua hari. Hari berikutnya kami ke jembatan Barito

    Barito Bridge. Banjarmasin. Tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia
    Barito Bridge. Banjarmasin. Tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia

    Jembatan Barito adalah jembatan yang menghubungkan tepi barat sungai Barito (Kecamatan Anjir Muara) dan tepi timur Sungai Barito di (Kecamatan Alalak dekat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan Barito terletak 15 km dari Kota Banjarmasin dan 50 km dari Marabahan, Ibukota Kabupaten Barito Kuala.

    Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 – 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.

     

    Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).

    Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 23 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, menghubungkan jalan trans Kalimantan. Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banajarmasin atau sebaliknya . (sumber Wikipedia)

    Foto yang saya ikutkan ke Turnamen Foto Perjalanan Ronde 27 dengan tema „Jembatan“ adalah foto dibawah ini:

    Mama tercinta dan saya diatas Jembatan Barito Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia. Foto 16 Februari 2011
    Mama tercinta dan saya diatas Jembatan Barito Jembatan Gantung Terpanjang di Indonesia. Foto 16 Februari 2011

     

    Nah sahabat blogger yang belum ikutan, ayo kita meramaikan turnamen foto perjalanan 😉 .

     

    Baca juga: Foto Perjalanan yang sebelumnya saya ikuti Culture/heritage

  • Taman Bunga Mawar di Lottum Belanda

    Taman Bunga Mawar di Lottum Belanda

    Taman Mawar di Lottum Belanda. Hari minggu 8 September minggu lalu, Frank dan saya menyudahi liburan kami di Belanda. Sejak awal akan pergi saya sudah menanyakan apakah bisa mengunjungi taman mawar di Lottum karena belakang ini saya jadi pecinta bunga mawar 😀 .

    Ternyata sehari sebelum kami pulang hujan deras sekali hingga dini hari di hari minggu. Saya tanya kembali kesanggupan suami tercinta, dia agak tidak mau karena cuaca tidak bersahabat. Dalam hati agak sedih karena paling setahun sekali berkunjung ke taman tersebut, berarti setahun sekali pula saya bisa membeli bunga yang harganya lebih murah dari di Jerman.

    Tulisan Terkini

    Ternyata kami menuju ke Lottum, asyikkk :mrgreen: . Walau gerimis tidak menghalangi saya untuk memilih bunga inceran saya nantinya. Tidak masalah bunganya rontok terkena hujan, toh nanti akan mekar dari tunas-tunas bunga lainnya.

    Tahun lalu kami tersesat berputar-putar lama hingga menemukan lokasi tamannya. Sebenarnya ada jalan pintas dengan naik kapal untuk menyebrang hanya 2 menit. Tahun lalu antriannya panjang dan kami kira mahal ongkos menyeberang. Ternyata hanya 2 Euro (Rp.15.000) hanya mobil yang bayar.

    Setelah menyeberang dalam 5 menit sampai di tamannya. Hanya Frank dan saya disana. Ya iyalah siapa yang mau hujan-hujan ko beli atau cari tanaman mawar hehe. Berhubung kami tidak bisa sering ke lokasi ini, walau hujan ya tidak masalah.

    Pemandangannya seperti foto dibawah ini. Kamu bisa pilih tanaman mawar yang kamu sukai. Menurut saya harganya di lokasi ini tidak mahal. Mawar-mawarnya berbunga banyak sekali.

    This slideshow requires JavaScript.

    Sayang sekali keindahan mawar-mawarnya sedikit terganggu setelah guyuran hujan deras 🙄 .

    Lanjut ..

    Mawar yang Pendek

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Cerita Kondangan Minggu Lalu

    Cerita Kondangan Minggu Lalu

    Cerita Kondangan Minggu Lalu. Sahabat blogger, saya ingin bercerita mengenai jalan-jalan saya minggu lalu. Seperti sekilas info yang saya sampaikan sebelumnya disini, kalau Frank dan saya pergi ke pesta nikahan teman saya di Belanda.

    1. Perjalanan

    Kita punya mobil pribadi tapi sudah tua usianya 13 tahun. Daripada kenapa-napa misal mogok dijalan (padahal tidak pernah), atau kuatir mobil bermasalah pas pulang, repot kalau masuk bengkel seperti sebelumnya, hiks sekali masuk bengkel habis 300-500 Euro (4,5 – 7,5 juta rupiah) jadi lebih baik sewa mobil saja. Biayanya hampir 2 juta rupiah untuk 4 hari, bisa pakai hingga 2000 km, kalau lebih ada perhitungannya lagi. Kita sih pakai sekitar 1100 an km.

    Ketika Frank mau ambil mobil ditawarin macam-macam asuransi, petugasnya bilang kalau nabrak dan mobilnya rusak nanti bisa kena 500 Euro an. Frank bilang „ya jangan nabrak dong..“, jadi dia tidak beli asuransi lagi, karena sudah beli asuransi tertentu ketika apply di website sewa mobilnya.

    Kita berangkat kamis sore 5 September karena pagi Frank dan saya kerja dulu. Berangkat jam 3 sore dan persiapan belum maksimal. Ada aja yang belum beres pokoknya hectic. Namanya ibu-ibu ya, pikir saya, ini butuh itu butuh. Bawa majalah, bawa macem-macem padahal tidak digunakan dong haha.

    Jerman ke Belanda jaraknya sekitar 387 km, kita tidak berhenti sama sekali di jalan untuk istirahat. Huhh bosan sekali sekitar 3,5 jam perjalanan hanya melihat jalanan dan beberapa kali kena macet. Beberapa kali juga saya nyindirnih mobil keren banget apa tidak ada ac nya ya gilee panas banget“. Saat itu memang sedang panas sekali 35 derajat C. Setelah tahu utak atik ac mobil saya bikin dingin deh 😀 .

    2. Tempat Penginapan

    Kami menginap di “Bed & Breakfast Jonkershoevelokasinya di: Loon 51 Liessel, Belanda. Tarif 75 Euro per kamar per malam, harganya masih sama dengan tahun lalu. Tahun lalu kami menginap disitu karena ada teman kita di Liessel juga, nah tahun ini ternyata teman kita sudah ada acara lain dan kita tidak sempat bertemu.

    Dari Liessel ke tempat pesta sekitar 1,5 jam, saya sudah menyarankan cari hotel di dekat tempat acara, eh Frank maunya di Liessel, dia bilang kangen mau dengar suara kodok di kolam taman penginapannya. Padahal sama sekali kita tidak sempat duduk-duduk di depan kolam, sama sekali tidak ada waktu jalan-jalan menikmati keindahan taman penginapan karena jadwal jalan-jalan kita padat.

    Lokasi penginapannya jauh dari kebisingan, hanya yang punya kendaraan pribadi baru bisa kesini karena tidak ada angkutan umum ke lokasi ini. Dari Jerman kita berangkat jam 3 sore, hampir jam 7 malam kita baru sampai. Setelah beres mengisi formulir untuk menginap Frank langsung ambil 2 botol bir dingin. Sejak diperjalanan dia sudah pengen banget minum bir dingin, untuk melepas rasa lelah. Habis dua botol ambil 2 botol lagi, kalau saya minum coca cola sajalah. Haha ternyata Frank bawa pajangan teddy bear dari kamar mandi rumah kita 🙂 .

    Cerita Kondangan Minggu Lalu. Sampai Penginapan Langsung cari minuman Dingin
    Sampai Penginapan Langsung cari minuman Dingin

    3. Pesta Pernikahan

    Acaranya berlangsung dengan baik. Hari itu pemberkatan pernikahan teman saya Eva. Catatan sipilnya sudah berlangsung 2 hari sebelumnya. Awalnya kita sudah dikasih tahu supaya ke gereja saja, malam harinya saya terima email dari Eva, kalau kita sebaiknya ke rumah Eva dulu saja. Pas Frank dan saya sampai mereka sudah pada di jalanan dong mau berangkat. Hehe jadi malu kita ditungguin serasa tamu istimewa :mrgreen: .

    Acara gereja berlangsung jam 2 siang, jadi kami punya waktu 1,5 jam an untuk foto-foto dan menyantap makanan kecil dan minum kopi. Diakhir acara pemberkatan pernikahan, mamanya Eva menyematkan ulos ke Eva dan pasangannya. Pemberian ulos di iringi lagu Borhat Ma Dainang. Saya kan sudah lihat buku acara, wah ada lagu Batak siap-siap berlinang air mata nih pikir saya. Kejadian deh, ga tahu kenapa lagu Batak selalu bisa membuat yang mendengarnya menangis hiks. Bahkan teman Eva yang asli Jawa duduk di belakang saya banjir air mata. Dia sama sekali tidak mengerti lirik lagunya, tapi musiknya bisa membuat dia menangis.

    Pemberkatan Pernikahan Temanku
    Pemberkatan Pernikahan Temanku

    Acara digereja berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah selesai ibadah, jemaat yang hadir memberikan selamat kepada kedua mempelai. Banyak sekali yang hadir, termasuk teman-teman kursus integrasi Eva. Saya melihat lumayan banyak lah wajah-wajah asia, saya pikir mereka orang Indonesia. Mau negor sungkan, tapi ko mereka tidak menyapa saya sih 😆 .

    Ternyata setelah dikenalin Eva, teman-temannya tersebut asal Thailand dan satu asal dari Vietnam. Kalau melihat sekilas beneran mirip wajah wanita-wanita Indonesia loh. Teman Eva yang asli Indonesia ada 3 orang, dan yang 1 tersebut ikut hingga ke acara makan malam, jadi kita bisa mengobrol lebih banyak.

    Di Eropa, umumnya untuk pesta pernikahan tamunya tidak banyak. Maksud saya yang ikut sampai acara makan malam biasanya hanya keluarga dan teman dekat. Tidak bisa semua diundang hingga jamuan makan, karena muahal sekali. Biasanya yang ikutan hingga jamuan makan sekitar 20-30 orang (plus minus). Bayangin saja menu makan misal satu orang minimal 60-70 euro (900rb rupiah – 1 juta rupiah per orang) bisa lebih tinggi lagi, kalau 100 orang yang diundang ngegoyang pohon duit dulu deh sampai rontok semua daunnya 😀 .

    Beberapa hari sebelum hari H, saya dikirimi email oleh temannya Eva yang mengkoordinir acara, saya ditanya mau makan apa. Jadi sudah ada daftar makanannya kita tinggal pilih.

    Vorspeise
    Lachs/Garnele mit Curry Mayonnaise
    oder
    Carpacio

     

    Hauptspeise
    Meerbarsch mit Hummersosse
    oder
    Tournedos mit Rotweinjus order Bernaissosse

    Terima kasih ke canggihnya teknologi, Frank google ketemu deh foto-foto menu makanannya, jadi kita tahu nama yang aneh itu isinya apa dan kita jadi tidak salah pilih 😉 .

    Dari keluarga Eva yang datang adalah mama dan pamannya. Ayahnya Eva sudah wafat. Nah saya membayangkan ketika mama saya datang ke pernikahan saya tahun lalu. Mamaku bilang makanan di pestaku tidak enak, lebih enak curry wurst (kentang goreng dan sosis berbumbu) di Berlin. Jadi makanan di pesta yang mahal tidak enak di lidah mamaku dan makanan yang murah meriah cuma sekitar Rp.50.000 paling enak buat si mama haha.

    Karena sama-sama orang Batak, jadi saya mengira-ngira mama temanku Eva bakalan seperti mamaku. Benerrr bangettt, ga enak katanya, kasihan juga sih kalau lidah Asia ketemu makanan Eropa tidak selera menyantap walaupun makanannya sudah dihias sedemikian menariknya.

    Kalau saya sih sukaa dongg. Frank juga suka dan dia kasih nilai 9 untuk jamuan makan malam hari itu 😎 .

    Kado umumnya bentuk barang, ada juga yang memberikan duit tapi jarang sih. Saya ko malu kalau mau kasih duit, soalnya ke banting sama harga makanannya hehe. Frank bilang kalau kasih duit, pengantennya isi bensin ya menguap begitu saja tidak ada kesan yang tertinggal dari kado pernikahan. Seperti tradisi di Jerman kado di buka di depan yang memberikan 🙂 .

    4. Acara Sabtu

    Tadinya mau ke Den Haag ada pesta rakyat di KBRI, sudah janjian dengan teman kita di Eindhoven, kak Ephie namanya. Tapi capee banget 😐 Setelah pesta di hari jumat itu dari lokasi jamuan makan malam kita masih ke rumah Eva dan ngobrol-ngobrol hingga jam 1 dini hari.

    Ketika pulang maklum bukan di negara sendiri, jadi nyasar dong di jalan tol butuh waktu 2 jam lebih sampai penginapan padahal pakai gps. Peter si gps tercinta membawa kita melalui hutan berantara dekat penginapan, pokoknya serem banget sudah membayangkan kalau di Indonesia bisa ada perampok kali deh kalau masuk hutan atau berkendara tengah malam. Jam 3 dini hari sampai di penginapan dan kita cape berat.

    Besok paginya pas saya cek hp, untung kak Ephie bilang tidak usah ke Den Haag, jadi kita disuruh datang ke rumah dia jam 12 siang dan Kak Ephie hari sebelumnya pas bikin lontong sayur, lalu saya disuguhi dong, enakkk banget dan sambelnya pedasnya mantap!. Sudah 3 tahun tidak menyantap lontong sayur begini.

    Lontong Sayur buatan kak Ephie enakkk bangett
    Lontong Sayur buatan kak Ephie enakkk bangett

    Kita belanja ke Toko asia didekat rumahnya kak Ephie. Saya borong kerupuk mentah, mie instan dan sambal botolan karena di Jerman mahal.

     

    Hari minggu 8 September, pagi jam 10 setelah sarapan Frank dan saya kembali ke Jerman. Cape deh kalau jalan-jalan singkat sekali hanya 3 malam. Nah pulangnya lewat taman mawar di Lottum. Tahun lalu saya membeli 3 tanaman disana. Tahun lalu saya hanya buat video singkat tamannya, dan tahun lalu saya belum terlalu suka tanaman jadi belum terlalu banyak potret tanaman-tanamannya, dan tahun ini banyak sekali mawar-mawar yang saya potretin. Tunggu ceritanya di postingan berikutnya, teman-teman pecinta gardening pasti suka :).

     

    Baca juga:

  • Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart Bagian 3

    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart Bagian 3

    Beruntung sekali, suami dan saya mengunjungi Wilhelma Stuttgart ketika musim semi, jadi kami (terutama saya) tentunya senang sekali melihat pohon-pohon bermunculan bunganya, banyak sekali bunganya, bahkan nyaris saya tidak melihat dedaunan di pohon-pohon tersebut, hanya bunga-bunga nan indah yang menyelimuti pohonnya/big> ;).

    Pohon Magnolia × soulangeana warna pink. Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart Bagian 3
    Pohon Magnolia × soulangeana warna pink

    Magnolia Soulangeana (saucer magnolia) adalah tanaman hibrida keluarga Magnoliaceae. Bunganya muncul (bermekaran) ketika musim semi dengan berbagai nuansa putih, pink, dan ungu. Setelah bunganya rontok, baru akan muncul daun-daunnya, unik ya, selama ini saya tahunya daun-daun yang lebih dahulu bermunculan, baru bunganya, lah pohon ini malah kebalikannya :grin:.

    Magnolia soulangeana di Jerman di kenal dengan nama Tulpen Magnolie, tidak tahu juga kenapa di namakan tulpen (tulip) apa mungkin akan bentuk bunganya yang agak mirip bunga tulip ya.

    Magnolia × soulangeana, April 2013. Wilhelma Stuttgart
    Magnolia × soulangeana, April 2013. Wilhelma Stuttgart

    Magnolia Denudata, dikenal sebagai Yulan magnolia (asalnya dari timur Cina. Bunganya dianggap sebagai simbol kemurnian di Dinasti Tang. Bunga Magnolia denudata adalah juga bunga resmi kota Shanghai. (sumber: Wikipedia)

    Wilhelma memiliki luas 30 hektar, setara dengan 40 lapangan sepak bola :mrgreen:. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Rosenstein Park, sebelah timur berbatasan dengan sungai Neckar, daerah pemukiman disebelah barat dan bagian utaranya berbatasan dengan Stuttgart- Bad Cannstatt.

    Pemandangan Taman Wilhelma

    Setelah puas melihat tanaman-tanaman, lihat apa lagi di Wilhelma?. ➡

    Burung

    Ada sekitar 9.500 spesies burung yang dikenal berada di kebun binatang Wilhelma. Bangga deh melihat beberapa jenis burung asal Indonesia ada di kebun binatang Wilhelma ;).

    Nah melihat burung-burung berikut ini, pengunjung bisa masuk ke kandangnya, asal jangan lupa langsung tutup pintunya, supaya burungnya tidak keluar.

    Monyet

    Ruang Serangga

    PERHATIAN yang geli dengan serangga, yang lagi makan jangan lihat foto-foto berikut, ga nurut tanggung sendiri kalau muntah :lol:.

    Lainnya

    Ada 9000 hewan dengan 1000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma ini.

    Sudah 5 jam keliling Wilhelma. Lelah & puas. “..Lah belum lihat gajah, harimau, macan, beruang, zebra dll” .. ahh sudah sering melihatnya, paling gitu-gitu saja kan. Pulang aja yukkk :cool:.

    Video Kebun Binatang Wilhelma Stuttgart

    Yang ingin melihat taman Wilhelma 360-panorama http://www.wilhelma.de/de/besuch/360-panorama.html silakan atur sesuai yang kamu inginkan, gerakkan kursornya.

    Nah sahabat blogger setelah melihat taman sekaligus kebun binatang Wilhelma, adakah yang tertarik megunjungi lokasi seperti ini? untuk berlibur, dibanding hanya ke mall saja toh, lebih baik ke lokasi seperti Wilhelma, kita bisa banyak belajar dan mengenal alam.

    -Tamat-

    Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian I klik disini.
    Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian II klik disini.

  • Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart (Bagian 2)

    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart (Bagian 2)

    Bagian I klik disini.

    Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malaysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal. Kantung semar, lalu tanaman apa lagi ya, silakan lihat langsung foto-foto yang saya buat deh 😉 .

    Perhatian buat sahabat pecinta Anggrek, apakah kalian mempunyai anggrek cantik dibawah ini :?::

    Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart
    Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart

    Namanya Medinilla Magnifica, kira-kira dimana saya bisa mendapatkannya, dan berapa harganya?, kalau ada yang punya, bolehkah saya minta anaknnya :mrgreen: .

    Foto-foto berikut ini saya dedikasikan untuk Chitra di Medan yang menceritakan kalau tanaman hydrageanya hingga saat ini belum berbunga.

    Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk pak Roy di Salatiga.
    Musim semi di rumah Azalea

    Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk Wany di Medan

    Ruang Bunga Kamelia

    Foto Campuran

    “All gardeners live in beautiful places because they make them so” -Joseph Joubert-

    Video Bunga-bunga di Wilhelma Stuttgart

    Sahabat pecinta tanaman, berhubung banyak foto-foto yang ingin saya perlihatkan, ceritanya bersambung lagi aja yaa 😆

    Oh iya dari semua foto-foto diatas adakah tanaman yang kalian punyai juga? Kalau iya yang mana?. Bunga favorit saya adalah Medinilla Magnifica & bunga Azalea, semoga bibit Azalea yang ku semai akan seindah yang di Wilhelma. Favorit kalian yang mana?.

     

    Lanjut Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart Bagian 3

  • Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart

    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart

    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart. Akhir pekan lalu suami tercinta dan saya mengunjungi kebun raya sekaligus kebun binatang Wilhelma di Stuttgart. Kebun Binatang Wilhelma di Stuttgart adalah satu-satunya kebun binatang di Jerman dan kebun raya yang lokasinya berada disatu tempat.

    Wilhelma adalah lokasi rekreasi paling populer di Stuttgart. Setiap tahun lebih dari 2 juta pengunjung mendatangi lokasi ini. Taman ini buka setiap hari sepanjang tahun dari jam 8.15. Jam tutupnya tergantung musim, misal pada musim dingin, dimana gelap datang lebih cepat, maka akan tutup lebih awal. Untuk bulan April ini pintu utama dibuka dari jam 8:15 hingga jam 17:30. Pintu masuk dari Taman Mawar buka mulai jam 9:00 hingga jam 16:30.

    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart. Gambar di Sebelah Loket Tiket. Sayang lupa potret gambar lainnya
    Gambar di Sebelah Loket Tiket. Sayang lupa potret gambar lainnya

     

    Tiket masuk 14 Euro/orang (sekitar Rp.175.000)
    Tiket anak 7 Euro (mulai usia 6 hingga 17 tahun, pelajar & mahasiswa hingga usia 28 tahun)
    Tiket keluarga 21 Euro (untuk 1 orang tua dan anak-anak) dan ada 35 Euro untuk orangtua dan anak-anak.
    Biaya parkir 1 Euro/jam.

    Berhubung suami malas nyetir dengan alasan di Stuttgart macet, jadi kami naik kereta menuju lokasi. Kami gunakan tiket Baden Württemberg seharga 26 Euro. Tiket berlaku untuk 4 orang untuk penggunaan dari jam 9 pagi hingga 3 dini hari hari berikutnya, tiket kami hanya gunakan berdua saja. Tiket bisa dibeli dan digunakan hanya di hari Sabtu atau Minggu.

    Sudah pada tahu belum ya kalau tiket kereta di Jerman amit-amit mahalnya. Contohnya kalau pergi hari biasa ke Wilhelma tiket satu kali naik kereta perorang adalah 18,60 EURO (Rp.232.000) kalau pergi dan pulang tinggal kali dua, pergi berdua tinggal kali lagi, bikin tongpes! (kantong kempes) :neutral:. Padahal jarak dekat loh 86 KM. Makanya kalau akhir pekan puas-puasinlah jalan-jalan naik kereta, mumpung ada promo.

    Balik lagi ke cerita Wilhelma ya. Ada sekitar 9.000 hewan di lebih dari 1.000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma, dan sekitar 6.000 spesies tanaman berada di taman dan rumah kaca Wilhema, menjadikannya taman yang unik, tidak hanya di Jerman, namun juga di dunia.

    Setelah Beli Tiket Nyetor dulu ya ke Toilet
    Setelah Beli Tiket Nyetor dulu ya ke Toilet

     

    Pertama kali kami memasuki ruangan tempat koleksi kaktus, sekaligus menghangatkan badan karena di luar dingin lagi dan gerimis, suhunya hari itu 10 derajat C.

    Ada dua ruangan koleksi kaktus. Yang pertama lebih banyak jenis kaktus dan juga sukkulen. Ruang kedua lebih kecil. Saya berdecak kagum, karena banyak kaktus-kaktus raksasa :lol:.

     

    Di rumah saya juga punya banyak kaktus, jadi saya coba cari seperti yang saya punya. Saya juga bisa belajar lebih banyak nama-nama dan jenis kaktus di lokasi ini ;).

     

    Video koleksi Kaktus Wilhelma Stuttgart

     

    Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal, kantung semar lalu tanaman apa lagi ya agak lupa hehehe.

    Nah sahabat pecinta tanaman, setelah melihat foto-foto dan video koleksi kaktus Wilhelma Suttgart, adakah kalian lihat jenis kaktus yang sama yang kalian punyai?.

    Lanjutannya berikut ini:
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart (Bagian 2)
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart Bagian 3

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    Paris je t’aime
    Liburan Swiss 2012
    Ramainya Bulan Oktober di München
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Museum Farmasi Jerman

error: Content is protected !!