Category: Travelling – Jalan-jalan yuk

Cerita seputar perjalananku sendiri, bersama sahabat ataupun dengan keluarga melalang buana ^ – ^

  • Cerita Pulang Ke Jerman Naik Pesawat Emirates Sebelum Pandemi dulu

    Cerita Pulang Ke Jerman Naik Pesawat Emirates Sebelum Pandemi dulu

    Cerita Pulang Ke Jerman Naik Pesawat Emirates Sebelum Pandemi dulu. Saya buka postingan lama di blog, ternyata belum ada cerita ini mengenai kepulangan kita ke Jerman setelah liburan 3 bulan di tanah air.

    Cerita Pulang Ke Jerman Naik Pesawat Emirates Sebelum Pandemi dulu

    Untuk pertama kalinya setelah 8 tahun menetap di Jerman, saya berlibur ke tanah air. Saya berlibur dengan dua anak kecil, jagoanku Benjamin usia 4,5 tahun dan Lisa Marie 21 bulan. Untuk pertama kalinya kedua anakku keluar negeri dan juga pertama kalinya kedua anak kecil ini naik pesawat terbang 🙂 .

    Kita liburan 3 bulan di Indonesia. Dari 13 Januari 2019 sampai 7 April 2019. Mumpung Benjamin belum masuk SD jadi bisa lama liburannya, bisa bolos dari taman kanak-kanak (tetap bayar uang sekolah), kalau nantinya sudah masuk sekolah dasar, liburan sekolah paling sebulan. Kalau bisa lama kan supaya tidak sayang duit tiketnya haha, dan kalau sudah SD tidak boleh BOLOS!.

    Tulisan Terkini

     

    Pengalaman naik pesawat Emirates

    Puji Tuhan kedua anakku sangat baik saat di pesawat, tidak ada rewel banget yang bikin saya emaknya senewen.

    Waktu pesawat emirates take off saya memberikan cemilan (permen) untuk kedua anakku, supaya telinga mereka tidak sakit. Sayapun ikut ngemil permen jelly.

    Pesawat emirates yang kami tumpangi adalah yang kelas ekonomi. Kedua anakku membayar biaya tiket 75% harga dewasa. Lisa juga bayar tiket karena saat kembali ke Jerman 7 April 2019 Lisa berumur 2 tahun.

    Kedua anakku punya paspor Jerman dan paspor Indonesia. Anak-anak keturunan Jerman bisa punya 2 paspor sampai usia 18 tahun, kalau pada usia tersebut belum bisa memutuskan mau punya papsor mana, ditambah waktunya 3 tahun lagi buat mikir 😀 .

     

    Menu makanan di pesawat Emirates enak semuanya!. Sayangnya kedua bocah sama sekali tidak mau makan pas perginya. Saat pulang baru mereka mau makan (tidak banyak sih). Benjamin dan Lisa mendapat menu makanan anak.

    Video Pulang Terbang ke Jerman Setelah Liburan 3 Bulan di Indonesia

    Durasi mentah videonya 46 menit, akhirnya jadi 32 menitan termasuk intro dan bagian akhir video sekitar 20 detik lah totalnya. Mau disingkat lagi, saya tidak yakin bagian mana yang mau dibuang, memang membosankan buat yang nonton, namun karena saya pengen buat kenangan saya dan anak.-anak kita lihat lagi tahun tahun mendatang, jadi biarlah durasi lama supaya saya puas nontonnya 🙂 .

     

    Anak-anak mendapat makanan lebih dahulu dari orang dewasa. Selain makanan enak, anak-anak juga mendapat aneka gimmick seperti tas ransel, tas selempang yang berisi aneka pernak pernik untuk menghabiskan waktu di udara.

    Staff pramugari/ra Emirates sangat membantu sekali, dan ramah. Pulangnya kita naik Emirates Boeing 777 ini pesawat berisik banget! bikin video juga kedengaran suaranya seperti naik bajaj Haha, beda seperti pas pergi naik Airbus A380 Frankfurt ke Dubai wah sunyi sekali pas di udara.

    Ibu dan anak anak kompak pakai Batik
    Kompak kita pakai Batik. Mau Pulang ke Jerman. April 2019

    Ada untungnya sih dengan naik Boeing 777 ini si Lisa jadi tidak sering pencet tombol panggilan ke petugas. Kalau lagi pergi kan itu di Airbus A380 tombol pas di layar, didepan bangku Lisa, duuuhhh malu saya petugas pramugari bolak balik datang nanya apa saya butuh bantuan.

    Saya kasih tampang muka tembok aja bilang bukan saya yang pencet, karena si Lisa yang pencet itu tombol panggilan, trus pas pulang tombol tersebut tidak dilayar lagi, tapi di gagang telepon gitu jadi si bocah tidak lihat langsung.

    Saya bawa kereta dorong (buggy) Lisa ukuran kecil, ringkas deh tinggal lipat. Dari Frankfurt kereta dorong bisa pakai sampai mau masuk pesawat. Buggy nya diberikan ke petugas Emirates, dimasukin ke kantong plastik besar, begitu juga saat pulang ke Jerman, dari Jakarta bisa bawa buggy hampir dekat masuk pintu pesawatnya.

    Tiba di Dubai, transit 5 jam, kereta dorong pakai yang disediakan Emirates. Banyak ko tersedia di bandarannya. Bisa dipakai sampai kita mau terbang lagi, bisa dibawa sampai ke depan pintu masuk pesawat.

    Tonton juga: TIPS Naik Pesawat Terbang Bawa 2 Anak Kecil dari Jerman ke Indonesia Transit di Dubai

    Jakarta Dubai beda berapa jam?. Beda 3 jam. Terbang dari Jakarta dan tiba di Dubai jam 11:30 waktu Dubai dan 2.30 WIB, waktu Dubai mundur 3 jam dari waktu WIB. Kita melek 5 jam padahal waktu di Indo itu jam tidur hehe.

    Kereta dorong Lisa kita ambil saat di bandara kedatangan. Tempatnya berbeda dengan koper dibagasi ya, jadi ambil dibagian terpisah. Bisa tanya petugas saja, dimana mau ambil kereta dorong anak.

    Semoga pandemi ini segera berlalu, kangen liburan lagi haha..

     

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

     

    Demikianlah cerita saya mengenai Cerita Pulang Ke Jerman Naik Pesawat Emirates Sebelum Pandemi dulu | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya. Awal Oktober lalu ramai cuitan di Twitter mengenai netizen Indonesia yang ingin pindah warga negara gara-gara UU Cipta Kerja, saya tidak ikut meramaikan per twitter an kala itu, hanya sekedar baca dan senyum saja.

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Selain UU Cipta Kerja, pemerintah Indonesia yang dianggap tidak becus menangani covid menjadi alasan netizen ingin ganti kewarganegaraan. Mengenai covid ini padahal ya masyarakatnya juga ga mau diatur kan?.

    Tidak hanya di Indonesia ada para oknum yang tidak mau nurut aturan, wong di Jerman pun beberapa kali ada demonstrasi terkait covid.

    Tulisan Terkini

    Para pendemo di Jerman tidak mau turut aturan pemerintah untuk jaga jarak dan tidak mau memakai masker, jangan-jangan nanti juga tidak mau di vaksin. Pada kondisi pandemi begini anak muda mau nya tetap party keluyuraan dengan grupnya, saya pengen bikin hastags Jerman terserah ntar malah ditimpuki haha.

    Kembali mengenai pindah warga negara, menurutku hal tersebut pilihan tiap pribadi, kenapa kita yang tidak ada hubungan apapun dengan ybs ikutan menghujat dengan bilang ga nasionalis?. Saya tidak pro atau kontra pada WNI yang mau dan sudah pindah wn. negara karena tiap orang punya pertimbangan masing-masing kenapa melakukannya.

    Tahun depan 10 tahun saya tinggal di Jerman. Kalaupun saya hingga saat ini masih memegang paspor hijau, hal tersebut pilihan saya. Memangnya saya dapat apa kalau pindah jadi wn. Jerman? Karena asalan keren paspor nya kuat kalau mau bepergian ke mancanegara?, wong saya belum pernah ke luar EU haha, bahkan saya bukan pekerja yang tugasnya ke LN, yang mungkin paspor hijau kerap di nomer duakan?.

    Baca juga: Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Eh saya pernah 2 kali dapat undangan google lokal guide buat meeting di Amerika, visa sih katanya akan dibayarin. Ada dua pilihan berangkat dari Indonesia atau berangkat dari Jerman, ah saat ini baru bisa bermimpi saja hehe karena saya terlalu malas untuk mengerjakan tugas yang disuruh pihak google, lagipula saingannya dari berbagai negara, pokoknya saya belum tergerak aja tuh haha sombong dikit nolak rejeki. Sampai sekarang saya tetap kasih review atau upload foto-foto untuk google lokal guide, saya sudah di level 5.

    September 2020 paspor Indonesia saya habis masa berlakunya, punya anakku (Benjamin) juga sudah habis masa berlaku paspor Indo nya, 5 tahun lalu kita bikin papsor Indonesia bersamaan, supaya tidak bolak balik ke KJRI. KJRI Frankfurt yang terdekat dengan tempat tinggalku, 1,5 jam kesana kalau ke KBRI Berlin 5 jam haha niat banget kalau Berlin sih sekalian jalan-jalan deh.

    Video Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Belum Niat Ganti Warga Negara

    Masa pandemi begini kalau mau ke KBRI atau KJRI di Jerman harus bikin janji online dulu, lihat tanggal yang kosong, setelah pilih tanggal kita akan dapat balasan via email apakah permintaan kita ditanggal tersebut disetujui.

    Tiap pemegang paspor bikin janji masing-masing. Saya pilih tanggal dan jam berurutan dengan anakku. E-Mail persetujuan dari KJRI saya print untuk ditunjukkan di pintu masuk. Sebaiknya kalau tidak mendesak pergi tanpa pendamping karena pedamping harus tunggu diluar. Saya pergi bersama Benjamin, Lisa dirumah bersama bapaknya, hari itu suamiku ada janji dengan dokter gigi.

    Penggantian paspor bisa dilakukan minimal 6 bulan sebelum masa papsor habis berlakunya, sebaiknya perpanjang paspor Indonesia jangan mepet tanggal habisnya karena kita akan dapat surat dari ausländerbehörde (kantor Imigrasi) tempat kita tinggal di Jerman.

    Awal September saya dapat surat dari ausländerbehörde mengingatkan kalau paspor Indonesia saya habis masa berlakunya, nah padahal saya dapat tanggal di KJRI Frankfurt tuh 16 September.

    Baca juga: Ladang Bunga Potong di Jerman Tanpa Penjaga Pembeli Petik dan Hitung Sendiri yang dibeli Uang Masukin Tong

    Akhir September saya baru pegang paspor Indonesia yang baru dan keesokan harinya saya langsung ke ausländerbehörde untuk perpanjang Aufenthaltserlaubnis kartu izin tinggal saya dan pak petugas bilang kalau dia sudah kirim surat panggilan kedua, belum saya terima tuh.

    Gile ya di kota yang sama aja kirim surat bisa seminggu an nyampenya, lagi-lagi karena pandemi maka semua jadi serba lambat? Haha. Proses jadinya kartu izin tinggal tersebut sebulan, jadi saya ilegal lah di Jerman haha.

    Si petugas tidak memberikan saya surat keterangan kalau saya lagi urus Aufenthaltserlaubnis, dan sayapun tidak menanyakan, tidak perlu juga karena saya tidak keluar Jerman, dan selama sebulan tersebut tidak ada urusan yang perlu kartu izin tinggal ku.

    Kalau dari KJRI saya dikasih surat yang menyatakan paspor baru sedang di buat, kalau ada urusan mendesak butuh paspor tinggal kasih surat tersebut

    Bagi kalian yang dekat atau di wilayah Frankfurt kalau ada urusan jangan datang langsung cek selalu website KJRI Frankfurt ini www.indonesia-frankfurt.de . Saya baca beberapa kali ada yang nanya di IG dan FB KJRI ko telp tidak diangkat, padahal di web tertera loh jam buka teleponyanya yakni Pelayanan Telefon: Senin – Jumat: 14.30 – 16.30 jadi kalau telepon di luar jam tersebut ya tidak ada yang melayani.

    PENGGANTIAN PASPOR KARENA MASA BERLAKU HABIS

    Dokumen yang dibutuhkan untum pembuatan Paspor baru bagi WNI yang menetap di wilayah kerja KJRI Frankfurt:

    • Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online.
    • Paspor lama asli, dengan masa berlaku maksimal 6 (enam) bulan.
    • Surat Keterangan Kesepakatan kedua orang tua untuk perpanjangan paspor karena habis. masa berlaku bagi anak dibawah umur ( ditandatangani kedua orang tua ).
    • Formulir Permohonan Paspor Baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan pemohon.Fotokopi izin tinggal Jerman yang masih berlaku (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas). Untuk paspor Indonesia anak, paspor Jerman anak saya bawa untuk ditunjukkan ke petugas.
    • Fotokopi akte kelahiran.
    • Pasfoto Biometrik 3,5 x 4,5 cm. Latar belakang putih/abu – abu ini untuk ditempel di formulir yang kita isi.

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

    Untuk print out formular lebih lanjut bisa lihat website KJRI silakan disini www.indonesia-frankfurt.de/layanan-konsuler/layanan-paspor termasuk informasi rekening bank KJRI Frankfurt ada di web tersebut, saya tidak cantumkan di postingan saya ini siapa tahu dikemudian ganti no. Rek bank nya lebih baik lihat langsung yang ter-update nya di website KJRI.

    • Pemohon paspor harus datang langsung ke KJRI Frankfurt untuk pengambilan sidik jari dan foto.
    • Biaya pembuatan paspor Indonesia (paspor 48) sebesar 30 € melalui transfer Bank. Pada form bank transfer menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari Überweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama pemohon).
    • Kalau paspor Indonesia sudah jadi akan dikirim ke alamat rumah kita. Sebelum ke KJRI kita siapkan amplop sudah ditempelin perangko dan ditulis alamat kita juga. Perangkonya yang berupa surat tercatat, jadi bisa dilacak kalau tidak nyampe, bilang aja sama petugas kantor posnya mau beli briefmarke einschreiben einwurf.
    • Kalau paspornya untuk dua orang (seperti saya dan anak) sebaiknya berikan amplop besar, supaya ngirit perangko hehe, saya kala itu bawanya amplop kecil, padahal bakalan ada 4 paspor dikirim (2 paspor baru 2 yang lama) terpaksa deh kirim terpisah paspor saya dan anak.

    Video Cara Menuju KJRI Frankfurt Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof

    Menuju KJRI Frankfurt Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:

    • U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
    • Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte

    Kali aja ada yang baru nyampe di Jerman lalu mau ke KJRI semoga ga bingung ya, JANGAN panik kalau salah naik. U4 itu u-bahn (kereta bawah tanah), kamu cari petunjuk U4 arah Bockenheimer Warte, kalau dilayar sudah tertera berarti bakalan datang keretanya, trus di keretanya tertera arah Bockenheimer Warte, kalau bukan arah tsb jangan naik!.

    Stasiun kedua turun (Bockenheimer Warte), namun kalau sudah sta. kedua “.. lah ko bukan Bockenheimer Warte?” berarti salah naik (seperti diriku haha), keluar kereta naik arah seberangnya, pokoknya lihat aja yang arah Bockenheimer Warte.

    Kalau kamu seperti diriku yang jarang pergi jarak jauh (apalagi di negara dengan Bahasa Jerman begini) pokoknya jangan panik yaa, kalau salah jalan dan panik jadinya bingung gak tahu mau kearah mana apalagi ditambah kalau sudah telat jadwal janji termin (makanya berangkat diprediksi ya!).

    Tarik nafas panjang, lihat lagi kertas catatan petunjuk ke KJRI nya. Lihat video diatas menit 11:00 ku jelasin arah ke KJRI nya. Kalau sudah tahu ancer-ancernya gampang banget nemu alamatnya, tapi lagi pertama kali saya ke KJRI muter-muter ga jelas sejam an lebih haha untung kala itu ga pakai jadwal jam termin deh.

    Tahun 2020 ini tadinya mau coba naik straßenbahn, saya dan bocah sudah di halte mondar mandir ga jelas haha bingung nunggu dimana, naik kereta yang mana, nanti turun nya diman haha, akhirnya „ya udahlah naik U-Bahn aja karena sudah pernah“. Setelah urusan papsor selesai saya dan Benjamin barulah jalan-jalan di Frankfurt naik straßenbahn.

    Alamat KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt
    Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt
    Tel: (+49-69) 247-0980
    Fax: (+49-69) 2470-9840

     

    Pelayanan di Loket:
    Senin– Kamis: 09:30 – 12:30

    Jumat: 09:30 – 12.00

    Pelayanan Telefon KJRI Frankfurt:
    Senin – Jumat: 14.30 – 16.30 (diluar jam ini tidak ada yang melayani)

    Bagian Paspor: +49-69-24709811

    Bagian Visa: +49-69-24709812/-13

    Bagian Legalisasi & Surat Keterangan: +49-69-24709825

  • 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi liburan ke Indonesia. Hari itu 23 Maret 2019 kita jalan-jalan ke Bandung. Berangkat dari rumah jam 7.30 tiba Bandung jam 12.30 parah banget macetnya. Nah dari pada bengong di dalam mobil, saya iseng bikin video ngomongin 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia.

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    Berhubung tidak pakai persiapan, tidak ada draft apa saja yang mau dibicarakan di video, jadi random aja, apa yang terlintas dipikiranku langsung diomongin. Lain kali bisalah dibuat bagian keduanya 😀 .

    Tulisan Terkini

    1.Penggunaan carseat anak antara di Indonesia dan Jerman. Di Indonesia saat berkendara anak-anak tidak diwajibkan duduk di bangku khusus bayi dan anak. Tidak ada peraturan yang mewajibkan kalau anak harus duduk ditempat khusus, tidak ada dendanya juga, jadi terserah orangtuanya mau menyediakan carseat atau tidak. (Tolong koreksi kalau saya salah, soalnya sudah 8 tahun baru ke Indonesia lagi, kali aja ada peraturan mengenai keselamatan anak saat ikut berkendara?)

    Anak bisa dipangku orangtua atau siapapun orang dewasa didekatnya. Akibatnya anak-anak tidak tertib duduk. Berdiri di jok mobil, loncat-loncat, berantem adu jotos haha dan mengganggu konsentrasi yang nyupir.

    Tetap ada positifnya sih yang bisa diambil dengan kondisi di tanah air ini. Saat masih bayi, dimana si bayi merasa tidak nyaman, nangis atau rewel melulu, saat dalam dekapan ibu maka si bayi akan tenang. Giliran di Jerman, bayi atau anak nangis ya biarin aja, ntar kalau cape berhenti sendiri dan tidur, keselamatan yang UTAMA tidak boleh anak dipangku! 😀 .

    Manfaat Penggunaan Carseat
    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz Kindersitz alias child car seat, kalau tidak akan didenda. Anak punya tempat khusus tujuannya demi keselamatan. Benjamin dan Lisa anteng kan duduk manis 🙂

    Tonton juga: TIPS Naik Pesawat Terbang Bawa 2 Anak Kecil dari Jerman ke Indonesia Transit di Dubai

    Manfaat Penggunaan Carseat tujuannya (hasil mikir sendiri):

    • Untuk menjaga keselamatan bayi dan anak. Untuk bayi dan anak masih kecil 1-3 tahun posisi carseat membelakangi pengemudi (posisi kepala bayi/anak kearah bangku pengemudi/ tempat duduk bagian depan). Tujuannya adalah saat ngerem mendadak bayi atau anak aman di tempatnya, kalau tidak ditaruh demikian, anak bisa terlempar dari tempatnya.
    • Membuat anak duduk tertib.
    • Membuat orangtua apalagi pengemudi bisa tenang berkendara, coba kalau hanya ibu atau ayah saja pergi bersama dua anak kecil, dimana kedua anak berada dibelakang, wah bisa main trampolin atau main bola di jok mereka macam si Benjamin dan Lisa haha.
    • Membuat anak tenang dan akhirnya tertidur kalau perjalanan jauh, beda nih saat kita di tanah air, mana bisa tidur si Lisa, justru bergaya kenek metromini melulu dia.
    • Mencegah anak-anak bertengkar/adu fisik kan ada jarak carseatnya.

    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz /Kindersitz = child car seat. Kalau tidak akan didenda!.

    Kalau si Lisa sebagai anak kedua, sama sekali dia tidak pernah berontak saat duduk dibangkunya, karena dia melihat abangnya juga duduk dibangku dengan model yang sama, dan diikat sama juga seperti dia 😀 .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya

    Nah yang pernah drama adalah saat Benjamin masih dibawah 1,5 tahun. Kalau bayi sih anteng aja deh ya kan kalau mobil jalan serasa digoyang mirip di ayunan. Waktu Benjamin usia 9 bulan kita berlibur ke Belanda, harusnya 3 jam perjalanan menuju ke Belanda bisa bablas aja maunya suami, eh jadi berhenti beberapa kali.

    Di Belandapun pas ada acara naik mobil, ada kalanya si bocah rewel tidak mau duduk dibangkunya, kalau saya kekeuh mau mengendong, yang punya mobil (temanku) tidak membolehkan hal tersebut, selain faktor keselamatan, kalau ada polisi bakalan kena tilang, ya sudahlah jadi dibiarin aja rewel gitu si Ben.

    Pas kami kembali dari Belanda ke Jerman, si Benjamin kembali lagi rewel, ya maklum sih anak kecil mana yang bisa diam duduk aja lebih dari 1 jam kan. Akhirnya saya pindah duduk ke samping Benjamin. Ditemani duduk disampingnya, juga tidak menyelesaikan masalah.

    Akhirnya saya pangku dia, dan ditutupi kain panjang, eh si bocah tidur. Untung sih bapaknya anak-anak masih bisa diminta kelonggaran sedikit yaa, untuk hal lain jangan harap deh kalau menyangkut peraturan, orang Jerman tidak bisa diminta kompromi 😀 .

    Baca juga: 7 Kelakuan Unik Suami Jermanku yang Bikin Makin Cinta

    Sudah cuma sekali itu aja drama carseat dengan Benjamin, semakin besar anaknya akhirnya sudah paham, malah kalau naik mobil, dia sendiri yang narik seat beltnya, nanti bapaknya yang mengencangkan.

    2. Jalan tol di Jerman gratis, sedangkan di Indonesia harus bayar. Di Jerman motor bisa masuk jalan tol, sedangkan di Indonesia tidak bisa. Bisa dimaklumi sih motor di Jerman sangat sedikit, orang naik motor paling saat cuaca bagus (tidak dingin selain musim dingin kali yaa), sedangkan kalau di Indonesia tuh motor gilaaa deh banyaknya, bukan jalan bebas hambatan lagi kalau motor bisa masuk tol di Indonesia.

    • Pajak pekerja di Jerman tuh bisa sampai 40%, namun uangnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat juga. Ada uang anak yang diberikan sejak anak lahir sampai usia 18 tahun atau sampai 21 tahun kalau kuliah, kalau anaknya kerja ya sampai 18 tahun aja. Besarnya uang anak kindergeld 192 Euro/anak, kira-kira Rp.3,1 juta dapat tiap bulan. Coba kalau di Indonesia pajak gaji sampai 40% bisa didemo dah pemerintah yaa hehe.
    • Jalur tol paling kiri kalau tidak ada rambu batas kecepatan, tuh bisa ngebutt! Bisa 300 km melaju atau lebih loh, tapi kalau kecelakaan tanggung sendiri, karena asuransi tidak nanggung (saya pernah nanya suami).

    Suami pernah saya minta melaju di kecepataan 250 km (waktu belum punya anak), maklum baru datang ke Jerman, kan sudah baca atau dengar, katanya di Jerman begini begitu.. “Eh coba dong sayang melaju sampai 250 km saya pengen tahu rasanya haha”, doi nurut aja. Kita waktu itu pakai mobil baru ya dari leasing, tengah hari bolong waktu perjalanan dari Swiss ke Jerman.

    3. Tidak boleh berhandphone ria saat menyetir. Saat berkendara tidak boleh pegang hp, kalau di Jerman bisa didenda atau bahkan sim bisa ditarik, kalau di Indonesia? cincalah asal tidak ketahuan yaa haha.

    Kalau ada yang penting sekali terima telepon, biasanya bapaknya anak-anak akan berhenti menepi dulu untuk menjawab panggilan telepon, namun lebih seringnya hp dia taruh tas atau ditinggal aja dirumah.

    4. Mengisi bensin antara di Indonesia dan di Jerman. Isi bensin kalau di Jerman self-service, keluar dari mobil ngisi bensin sendiri, bayar sendiri di mesin pembayaran, atau kadang ada kios dijaga orang untuk kita lakukan pembayaran.

    Kalau self service ngisi bensin tengah malampun jadi bisa kan. Biaya bahan bakar kendaraan di Jerman sering banget berganti harga, kalau menjelang hari raya atau hari minggu bakalan lebih tinggi. Kalau mau lebih murah isi agak malam sekitar jam 9 atau jam 10 an di hari kerja.

    Ada yang tipu-tipu langsung kabur ga kalau di pom bensin Jerman?, oh pasti ada, tapi kecil angka pelangarannya. Di pom bensin ada beberapa kamera yang merekam plat nomer mobil, dan beberapa kamera lain ditempatkan di posisi tersembunyi.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Video 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia

    5. Penggunaan Zebra cross antara di Jerman dan di Indonesia. Untuk pejalan kaki di Indonesia zebra cross hanya sebagai hiasan saja. Pengendara motor atau mobil tidak peduli dengan pejalan kaki, mereka terus melaju tanpa memikirkan kalau ada yang mau menyebrang, sedangkan di Jerman pejalan kaki adalah yang utama saat mau menyebrang.

    Semua kendaraan akan berhenti saat ada pejalan kaki menyebrang di Zebra cross di Jerman, ditungguin sampai pejalan kakinya lewat ke seberang, barulah pengendara melaju kembali.

    Walaupun yang nyeberang hanya satu orang saja, tetap mobil dan motor akan berhenti, kalau saya tidak buru-buru, biasanya saya tunggu jalanan sepi, baru saya nyeberang.

    Pada video diatas, saya dan anak-anak mau nyeberang jalan. Duilehh saya ngeri lihat mobil dan motor banyak sekali yang melaju kencang. Itu saat kita di Jakarta, jalan-jalan sore ke minimarket. Untung ada seorang bapak yang nolongin.

    Mungkin si bapak ngeliat saya ko lama bener tidak nyebarang haha, takut ketabrak gile!. Akhirnya dibantuin disebrangin si bapak, dia angkat tangan kanan tinggi-tinggi tanda supaya kendaraan berhenti sejenak.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

     

    Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil

    Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil

    Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil | Day 66 Edisi Liburan ke Indonesia. 20 Maret 2019 pengalaman naik mrt untuk pertama kalinya saya bersama anak-anak dan mamaku. Kami naik MRT dari stasiun Bunderan Hotel Indonesia dengan tujuan akhir stasiun Lebak Bulus. Untuk bisa naik MRT gratis kita harus daftar online melalui situs ayocobamrtj.com nanti akan terhubung ke halaman Bukalapak sebagai e-commerce yang bekerjasama untuk uji coba MRT Jakarta.

    Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil

    Uji coba MRT (Mass Rapid Transit) berlangsung dari 12 Maret sampai 24 Maret, para peminat yang mau naik MRT sudah bisa daftar online sejak 5 Maret 2019.

    Saya daftar seminggu sebelum keberangkatan, karena ingin dapat tempat keberangkatan dari stasiun Bunderan Hotel Indonesia. Sta. Bunderan HI ini paling favorit, makanya kalau daftar mepet 1 hari sebelumnya tidak dapat jatah. Saya pilih sta. Bunderan HI karena paling dekat dicapai dari rumah.

    1 tiket berlaku untuk 2 orang, saya pesan 2 tiket namun satu tidak terpakai karena Lisa putriku yang masih usia 2 tahun masih gratis, tidak butuh tiket.

    Waktu uji coba berlaku dari jam 08 pagi sampai jam 16, saya bersama anak-anak dan mama kita naik MRT jam 12 siang. Kereta berhenti sekitar 10 menit di Lebak Bulus sebelum kembali ke bunderan HI.

    Dalam sehari ada 98 perjalanan MRT, semoga dengan adanya MRT ini bisa mengurangi macetnya ibukota. Moga-moga juga pemilik mobil atau motor nantinya memilih MRT sebagai alternatif kendaraan, supaya Jakarta tidak macet melulu! 😀 .

    Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian kereta moda raya terpadu (MRT) Jakarta pada 24 Maret 2019. Peresmiannya berlangsung di sta. Bunderan HI.

    Video Senangnya Ikutan Uji Coba MRT Gratis | Bunderan HI ke Lebak Bulus

    Awalnya ku baca di berita internet kalau Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Rp. 10.000, ternyata jadinya tiket MRT Rp.14.000 (untuk jarak terjauh), menurutku murah banget! Kalau dibanding dengan tiket kereta di Jerman wah mahal banget dah! 😀 .

    Jadwal komersial MRT per 1 April 2019, sebelum tanggal tersebut berarti penumpang masih digratiskan dong ya, lumayan tuh kalau ada karyawan atau mahasiswa, atau siapapun kalian yang beraktifitas setiap hari, dimana lokasi tujuan (misal kantor) dilewati MRT.

    Kalau biasanya dari bunderan HI ke Lebak Bulus butuh waktu 1,5 jam, dengan naik MRT hanya butuh 30 menit saja. Bagi kalian yang biasanya habis waktu kena macet, beralih aja naik MRT 😀 .

    MRT kali ini adalah fase 1, fase 2 masih dalam pembangunan dan akan selesai tahun 2024, yang nantinya fase 2 MRT akan melintas dari Sarina sampah stasiun Kota. Kalau fase 2 selesai, nah tuh tambah dekat dengan rumah ortuku di Kemayoran.

    Fase 1 rute Lebak Bulus ke Bunderan HI, ada 13 stasiun, dimana 7 stasiun perlintasan atas / layang dan 6 stasiun bawah tanah (underground).

    Di sta. mrt Lebak Bulus
    Di sta. mrt Lebak Bulus. Kalau biasanya dari bunderan HI ke Lebak Bulus butuh waktu 1,5 jam, dengan naik MRT hanya butuh 30 menit saja.

     

    Nama stasiun MRT Lebak bulus sampai Bunderan HI:

    7 sta. Perlintasan atas, struktur layang (Elevated) yang membentang ±10 km:

    • Lebak Bulus
    • Fatmawati
    • Cipete Raya
    • Haji Nawi
    • Blok A
    • Blok M
    • Sisingamangaraja

     

    Perlintasan MRT bawah tanah (underground) 6 stasiun membentang ±6 km:

    • Senayan
    • Istora
    • Bendungan Hilir
    • Setiabudi
    • Dukuh Atas
    • Bunderan Hotel Indonesia

     

    Membawa dua anak kecil naik MRT ribet tidak?, bagaimana penyandang disabilitas apakah bisa naik MRT juga?.

    Awalnya saya tidak tahu kalau ada lokasi prioritas/tempat khusus untuk buggy (kereta dorong) yang saya bawa, lalu pak petugasnya nunjukin tempatnya. Ditempat ini untuk yang pakai kursi roda, atau tempat kereta dorong, lalu kita duduk di seberangnya (kalau kosong).

    Informasi Tempat duduk prioritas dalam MRT
    Informasi Tempat duduk prioritas dalam MRT

    Ada tanda khusus tempat bangku tersebut dikhususkan untuk orangtua membawa anak kecil, lansia, wanita hamil, dan orang sakit. Pas saya naruh buggy, lalu yang pada duduk sadar diri, langsung berdiri, jadi saya, anak-anak dan mama dapat duduk deh.

    Kalau sudah resmi beroperasi, ada yang tidak sadar diri duduk, pura-pura tidur ditempat khusus tersebut, jangan ragu ditegor aja, semoga sih masyarakat Indonesia masih tinggi ya kepedulian sosialnya 🙂 .

    Fasilitas dalam MRT dan di stasiun keberangkatan dan kedatangan:

    • Didalam MRT dingin banget, untung saya bawa jaket untuk Lisa dan Benjamin. Entahlah apa karena baru, jadi ac nya masih dingin banget.
    • Lift berfungsi di sta. Bunderan HI, namun lift ini hanya tersedia di satu tempat, jadi kita nyebrang dari depan plaza Indonesia. Di sta. Lebak Bulus tidak ada satupun lift berfungsi, pas mau turun pak petugasnya yang angkat Lisa didalam buggynya, tadinya Lisa mau saya gendong. Supaya tidak lama kali ya, jadi pak petugas langsung gotong buggy dan Lisa sekaligus hehe. Kalau saya gendong Lisa sambil turun gempor juga sih, karena tangganya lumayan tinggi. Pas mau naik sebenarnya bisa pakai tangga berjalan, cuma ko di sta. mrt ini tangga jalannya cepat banget!, saya jadi takut kan. Daripada terjadi kecelakaan haha lalu saya minta tolong pak petugas lagi.
    • Toilet lumayan bersih, ada petugasnya yang siap selalu membersihkan. Toilet gratis.
    • Eskalator alias tangga jalan tersedia, cuma agak ngeri kalau bawa kereta dorong, karena cepat jalannya.
    • Pemberitahuan berupa audio visual, jadi kita tahu sudah sampai stasiun mana.
    • Ruang pertolongan pertama.
    • Ruang menyusui.

    Selain Fase 2 MRT lagi dalam pembangunan, LRT juga masih dalam tahap pengerjaan, nah saya penasaran apa sih Bedanya MRT dan LRT:

    MRT = Mass Rapid Transit

    • Jumlah gerbong/kereta rata-rata 6 kereta
    • Kapasitas penumpang sekitar 1.800 penumpang
    • Perlintasan MRT Layang dan bawah tanah.

     

    LRT = Light Rail Transit masih dalam tahap pembangunan.

    • Jumlah gerbong/kereta 2 sampai 4 kereta
    • Kapasitas penumpang sekitar 600 penumpang
    • Perlintasan LRT: Layang

     

    Video Akhirnya Indonesia punya MRT| Ikutan Uji Coba MRT Gratis | Bunderan HI ke Lebak Bulus

    Demikianlah cerita saya mengenai Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

     

    Sumber:
    https://www.idntimes.com/news/indonesia/helmi/catat-ini-6-fasilitas-mrt-jakarta-yang-ramah-disabilitas/full
    https://web.facebook.com/jakartamrt/posts/beberapa-fasilitas-di-stasiun-mrt-jakarta-sedang-diuji-coba-bukan-hanya-fasilita/1935903816490151/?_rdc=1&_rdr
    https://id.wikipedia.org/wiki/MRT_Jakarta

  • Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan | Day 22 Edisi Liburan ke Indonesia. Taman Anggrek Ragunan (Anggrek Park Ragunan) di pasar minggu adalah salah satu lokasi yang saya masukkan ke dalam daftar jalan-jalan dalam edisi liburan ke Indonesia.

    Buat kamu pecinta bunga anggrek, sungguh tidak akan menyesal mengunjungi taman bunga anggrek Ragunan yang lokasinya 5 menit dari pintu utama kebun binatang Ragunan.

    Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Alamat Taman Anggrek Ragunan: Jalan Kebagusan Raya Rt.01 Rw. 07. Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. (500 meter dari pintu utama gerbang Kebun Binatang Ragunan).

    Saya dan keluarga pergi ke taman anggrek Ragunan ini sehari sebelum Imlek, yakni senin 04 Februari 2019. 1-2 minggu sebelum pergi, saya sudah bilang ke mama dan adikku, pengen dianterin ke tempat yang ada bunga anggreknya, karena saya sukaa anggrek 🙂 .

    Mamaku bilang kalau dekat perayaan Imlek nanti bakalan kehujanan bagaimana?, iya sih hampir seminggu belakangan kala itu hujan melulu. Pagi, siang atau sampai tengah malam turun hujan. Puji Tuhan eh pas hari H 04 Februari 2019 kita pergi ke taman anggrek cuaca cerah sekali!.

    Sebelum jam 2 siang kita sampai di lokasi, jam 3 sore saya masih asyik mendokumentasikan yang saya lihat 😀 .

    Tulisan Terkini

    Hanya saya sendiri di keluarga yang suka bunga anggrek, jadi saya keliling sendirian, sementara dua adik cowo, mama dan dua anakku asyik berteduh dibawah kanopi tepi jalan. Awalnya keluarga mengikuti saya, lama-lama mereka minggir dan memilih kumpul lalu jalan bareng dan saya ditinggal sendirian.

    Video Cuci Mata atau Beli Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan

    Jadi puas sih bisa leluasa keliling sendiri. Jadi bisa melihat detail media tanam aneka anggrek, melihat cara menanam atau membentuk anggrek di pohon, melihat keindahan anggrek-anggrek Indonesia sungguh menghibur hatiku. Wajahku sampai gosong haha karena saya asyik muter-muter sendirian ke banyak tempat nursery anggrek dan tanaman hias.

    Aneka Bunga Anggrek yang saya lihat hari itu di Taman Anggrek Ragunan antara lain:

    • Aneka anggrek dendrobium banyak sekali warna dan ukurannya. Ada dendro yang bunganya warna hijau, putih, warna kecoklatan atau nyaris gelap lalu ada denrobium bercorak. Paling banyak anggrek dendrobium yang sedang berbunga.
    • Anggrek cattleya tidak satupun saya lihat dalam keadaan berbunga, padahal dilokasi panas cetar loh, cocok sih menurutku untuk merawat anggrek cattleya.
    • Anggrek Vanda banyak yang bermekaran, warnanya juga ada yang unik-unik. Ada ukuran besar, seperti umumnya anggrek vanda, ada juga ukuran kecil yang sudah berbunga. Sering kulihat anggrek vanda di garden center di Jerman, ditaruh di vas bening ukuran tinggi (tanpa media, akarnya terlhat seksi 😀 ), sering hatiku tergoda pengen beli, namun berpikir lagi dan lagi kalau di dalam rumahku tidak ada tempat terang sekali.
    • Anggrek bulan Phalaenopsis banyak yang berbunga, dan banyak juga yang warnanya unik. Cantik sekali anggrek bulan warna putih yang menjuntai panjang bunganya, disanggah kawat lentur.
    • Anggrek grammatophyllum, untuk pertama kalinya saya lihat anggrek ukuran sangat besar bulbnya. Jenis anggrek gramma ini adalah anggrek yang lagi ngehits, naik naik daun dia haha.

    IG Emaknya Benjamin: https://www.instagram.com/emaknyabenjamin isinya tema gardening 🙂 .

    Saya suka sekali cuci mata di taman anggrek Ragunan, karena tidak ada satupun pemilik atau pekerja nursery anggrek dan tanaman hias yang mengikuti saya haha.. iih saya kadang risih plus agak kesal kalau ke toko-toko diikuti pegawainya, padahal kalau saya niat beli pasti akan saya cari karyawan tokonya kan.

    Selain aneka anggrek yang dijual di Taman anggrek Ragunan, ada pula dijual media tanam anggrek, pot, pupuk, dan anti hama anggrek.

    Baca juga: Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman Anggrek

    Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan. Grammatophyllum scriptum
    Grammatophyllum scriptum. Pas pertama lihat kaget dah, gede banget bulbnya 😀 At Anggrek Park – Ragunan, Indonesia. Lokasi di Taman Anggrek Ragunan (TAR). 4 Feb 2019.

    Di taman anggrek Ragunan ini, tidak hanya tersedia anggrek, melainkan banyak juga aneka tanaman hias selain anggrek seperti:

    • Tanaman Paku Tanduk Rusa (tanaman gantung) bahasa Inggris staghorn atau elkhorn ferns (Platycerium)
    • Tanaman saberna/sabrina mini yang sering disebut juga bunga melati Jepang.
    • Aneka Bromelia. Ukuran besar belum ada yang berbunga, kalau yang bromelia kecil banyak yang berbunga. Warna bunganya ada yang merah dan orange.
    • Adenium. Bentuk bonggolnya unik-unik deh, besar dan meliuk. Adenium yang saya lihat belum ada yang berbunga.
    • Tanaman hias Anthurium. Ternyata Anthurium banyak jenisnya, saya jadi kepengen punya. Namun mikir lagi dan lagi, tanaman tropis kalau ditempatku negara 4 musim, nanti pas winter taruh mana? Hehe.

    Video Aneka Tanaman Hias Unik Menarik (selain Anggrek) di Taman Anggrek Ragunan

     

     

    • Aneka Kaktus baik yang besar maupun yang kecil.
    • Tanaman Hias Yellow Mandevilla
    • Mirip bunga Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant.
    • Adenium. Bentuk bonggolnya unik-unik deh, besar dan meliuk. Adenium yang saya lihat belum ada yang berbunga.
    • Tanaman Air Bunga Lotus.
    Aneka Tanaman Hias selain Anggrek di Taman Anggrek Ragunan Bagian 2

    Tidak ada tiket masuk dan parkir mobil juga gratis. Buka 24 jam, selagi nursery anggreknya dibuka pemiliknya 😀 . Di taman Anggrek Ragunan, kita bisa menyewa aneka anggrek dan tanaman hias untuk acara pernikahan, kantor dsbnya

    Cara menuju ke Taman Anggrek Ragunan:

    • Kalau pergi sendiri gampangnya naik ojek online saja.
    • Pergi rame-rame saya dan keluarga naik mobil pribadi. Lebih baik buka https://www.google.com/maps/ masukin alamatnya Taman Anggrek Ragunan (anggrek park ragunan): Jalan Kebagusan Raya Rt.01 Rw. 07. Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan.
    • Cek pakai taksi online bisa juga, saya cek dari Kemayoran ada yang kena 100rb, eh ada pula car online yang kasih harga hanya 50rb saja. Tergantung jam sibuk juga kali ya, karena harga taksi onlinenya bisa berubah sewaktu-waktu.
    • Saya sudah catat cara ke taman anggrek Ragunan naik bus transjakarta, yaelah setelah saya baca ulang ko rutenyanya malah ke mall taman anggrek Jakarta barat haha parahh.

    Taman bunga anggrek Ragunan tempat yang bagus dikunjungi untuk pecinta anggrek. Sekedar cuci mata atau membeli anggrek. Di sini terdapat anggrek Dendrobium, Cattleya, Phalaenopsis, Vanda dan spesies anggrek lainnya. Ada juga media tanam anggrek, pot, pupuk, dan hama anggrek. Taman anggrek ini terletak 5 menit dari pintu utama Kebun Binatang Ragunan.

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

     

     

    Demikianlah cerita saya mengenai Suka Bunga Anggrek Ayo Mengunjungi Taman Anggrek Ragunan, semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini suka anggrek juga jadi kepengen mengunjungi TAR juga yaa.

    Kalau tulisan saya ini berguna untukmu dan pencinta anggrek lainnya, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .

    Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Tertarik mengenai merawat anggrek lebih lanjut? silakan lihat – . Saya berterima kasih kalau kalian subscribe juga ke saluran berkebun saya 🙂 .

     

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia. Cerita keseharian di Indonesia tidak berurutan saya posting di blogku ini, karena saya nulis berdasarkan suasana hati saja, kalau lagi ingat dan kepikiran cerita hari itu menarik buatku ya, baru saya tulis 😉 .

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas
    Sabtu 26 Januari 2019 hari ke 13 kami berada di Indonesia. Hari itu kita pergi ke Carrefour ITC Cempaka Mas untuk belanja. Awalnya mau naik taksi online gitu, semacam gocar, namun mama dan saya tidak tahu pakai app nya gaptek haha, akhirnya kita pergi naik bajaj 😀 . Untuk pertama kalinya Benjamin dan Lisa naik bajaj.

    Benjamin suka banget naik bajaj, dia bilang besok kita naik bajaj lagi ya maa, sedangkan Lisa baru juga 10 menit sudah langsung ngantuk haha kena ac alam sih ya. Sepanjang jalan, seperti biasa Benjamin menanyakan banyak hal, yang kadang membuatku harus berpikir mencari jawaban buat jagoanku tersayang.

    Jarak dari rumah ortuku ke ITC tidak terlalu jauh, sekitar 15 menitan. Bajaj yang kita naiki berwarna biru, lumayanlah agak luas tempat duduknya dibanding bajaj yang orange. Nah sepanjang jalan lagi kuperhatikan ko tidak ada bajaj yang warnanya orange 😀 ternyata mamaku bilang memang sekarang bajaj warna biru semua.

    Saya suka deh ditepi jalan banyak tanaman hiasnya, ditaruh untuk pemisah jalan gitu. Dibeberapa tempat, pemisah jalan ini kuperhatikan lebih lebar dan lebih banyak tanamannya dibandingkan 8 tahun lalu sebelum saya pindah ke Jerman.

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman

    Kuperhatikan lagi, metromini sudah jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dulu, hal ini tentunya akibat munculnya beragam transportasi online, seperti ojek online atau taksi online. Orang-orang tinggal buka app pesan ojek atau mau naik mobil, nanti datang dijemput, tidak perlu ada tawar menawar seperti kalau kita naik bajaj nih haha.

    Sampai di ITC Cempaka mas, kalau si Benjamin lihat tukang mainan, dia berhenti jalan dan mulai lihat-lihat nantinya minta ini itu 😀 . Mainan kereta yang warna putih yang ngotot dia minta, harganya 100rb bo!.

    Si Ben bilang kereta putih itu kereta ICE, kereta cepatnya Jerman, pakai baterai bisa jalan dan ada lampunya. Saya tidak belikan karena pagi harinya kita pergi ke pasar dekat rumah, dia sudah minta mainan kereta Thomas. Beberapa hari kemudian saya lihat online harganya separuhnya aja, entahlah apa nantinya saya belikan kalau kita mau balik ke Jerman.

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman, No. 3 Jagoanku

    Begitu sampai Carrefour, si Ben saya masukin ke trolley haha supaya anaknya tidak lari kemana-mana, nanti bisa hilang dia. Di Jermanpun kalau belanja sama saya, si bocah saya masukin trolley, supaya saya belanjanya tenang.

    Pernah dong dia tidak mau masuk trolley, lari kencang kemana-mana, kedengaran teriakannya saja iihh bikin malu, anaknya entah dimana, tahu-tahu datang nangis-nangis dengan dagu berdarah-darah karena terjatuh. Kalau belanja bapaknya ikut, nih bocah caper (cari perhatian) tidak mau nurut, makanya pas di Carrefour, untungnya dia nurut, mau duduk di dalam trolley.

    Video Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia

    Yang menarik perhatianku di Carrefour:

    • Aneka keripik atau cemilan semacam keripik kusuka tuh jauh lebih murah dibanding di Jerman. Kalau tidak pengen banget sih, jarang deh saya beli pas di Jerman.

    • Micin, MSG, monosodium glutamat wah murahh banget dah. Di Jerman ynag kemasan 400 gram saja sekitar 4 euro Rp.66.000 di Carrefour harga yang 500 gram tidak sampai Rp.25.000. Nanti saya mau bawa 1 kg lah. Micin bukan saya gunakan buat bumbu masak yaa, melainkan buat pupuk tanaman hehe. Untuk takarannya beda orang beda pendapat, suka suka kali ya haha. Saya pakai 1 sdt untuk 5 L air saja sudah membuat aneka anggrekku subur, lalu ada yang bilang kasih 1 sdm untuk 1 L air, atau ada yang menaburkan sejumput micin disekeliling media tanam tanaman.

    • Aneka bumbu masakan juga pastilah jauh lebih murah dibanding di Jerman, nanti saya mau bawa juga seperti bumbuh opor, soto, rendang dll. Kalau mie instan saya hanya mau bawa beberapa saja, soalnya saya bukan pengemar mie instan. Pernah beli sekardus pas ke Belanda, tuh tidak habis-habis, sampai saya kasih ke teman kursus, masih ada aja, akhirnya kubuang karena expired.

    • Produk impor pasti lebih mahal ya iyalah haha, seperti Haribo, permen Jelly kesukaan Benjamin dan Lisa, wah lebih dari 2x lipat harganya dari di Jerman. Saya beli kemasan kecil saja, daripada si Ben bikin drama, tapi tetap ga rela kalau ingat di Jerman jauh lebih murah hehe, akhirnya ada merek lain „Yupi“ merek lokal kali ya, jauh lebih murah dibandingin Haribo, dan si Benjamin untungnya juga suka. Sayangnya Yupi kemasan besarnya, tiap permen diplastikin, gilaa permen sekecil itu dikemas satuan, bikin sampah plastik aja deh, saya jadinya ogah beli yang kemasan besar.

    • Buah Naga banyak banget dan besar-besar, katanya yang warnanya kuning lebih mahal, cuma saya belum pernah lihat langsung warna kuning, kebanyakan buah naga warna merah dipasaran. Saya dan anak-anak belum pernah nyobain buah naga. Adikku sekeluarga dan mamaku, sering banget hampir tiap minggu makan buah naga. Nah suatu hari, ada mamaku taruh di wadah kecil tuh buah, si Lisa iseng naik bangku, dibuka dan makan, ternyata dia suka loh!. Makannya blepotan kemana-mana, pas pakai kaos putih pula, trus sepupunya lihat, dan bilang kalau si Lisa berdarah haha, waktu kapan juga saya lihat bercak merah dilantai, saya nanya nih darah siapa di lantai yaa haha.

    Manfaat buah naga untuk kecantikan
    Buah Naga pitahaya atau dragon fruit. Salah satu Manfaat buah naga dapat mempercantik penampilan, dengan kandungan vitamin C nya yang tinggi, buah naga merah membantu menjaga kesehatan kulit, bahkan buah dan kulitnya juga bisa digunakan sebagai bahan lulur.

    • Musim durian, banyak banget kulihat di Carrefour, cuma harganya tidak menggodaku haha mahal ah, separuh sekitar Rp.300rb an, tapi bagus bangett sih isinya. Ada pula durian dibuat jadi juice. Apa rasanya ya durian yang harganya Rp.14 juta, banyak duit atau kelebihan duit yang sudah beli 😀 .

    Selesai belanja di Carrefour, kita lanjut ke Pizza hut. Kalau kita keluar rumah si Benjamin hanya mau makan Pizza dan kentang goreng, sedangkan Lisa apa aja yang saya makan, dia suka.

    Pulangnya kita naik bajaj lagi, karena belanjaan kita juga tidak terlalu banyak. Oh ya bajaj biru ini lebih luas tempat duduknya, dan saya bisa taruh kereta dorong (buggy) si lisa di bagian belangan tempat duduk, buggynya bisa dilipat.

    Demikianlah cerita saya mengenai Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Menu Makanan dan Minuman Baru di Kereta Api 2019 – Intip Yuk!

    Menu Makanan dan Minuman Baru di Kereta Api 2019 – Intip Yuk!

    Menu Makanan dan Minuman Baru di Kereta Api 2019 – Intip Yuk!. Menempuh perjalanan ke manapun, membawa makanan adalah sebuah keharusan. Kamu nggak akan tahu kapan merasa sangat lapar dan perlu makanan. Terlebih buat para penderita sakit maag yang nggak boleh telat makan.

    Menu Makanan dan Minuman Baru di Kereta Api 2019 - Intip Yuk!
    foto:Tomy Utomo/kumparan

    Karena itulah, siapkan bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan, khususnya rute yang jauh. Membawa bekal sendiri memang lebih hemat untuk makan di perjalanan. Namun perhatikan jenis makanan yang kamu bawa. Bekal yang paling mudah untuk dibawa adalah roti dan air putih. Dalam perjalanan jauh, dua bekal ini adalah yang paling aman untuk dibawa. Karena kalaupun tidak termakan, maka tidak akan mudah basi.

    Tidak mau membawa bekal yang merepotkan, kamu juga bisa membeli makanan di restorasi kereta api. Sejak beberapa tahun belakangan, perusahaan kereta api Indonesia menggandeng banyak vendor untuk menyajikan menu lezat di atas kereta lho. Rasa makanannya dijamin lezat, dan menu-menu yang disajikan pun kekinian. Pastinya, disajikan ke penumpang dalam kondisi hangat.

    Menu makanan lezat di kereta api
    foto:Tomy Utomo/kumparan

    Banyak Menu Baru

    Setiap beberapa waktu, KAI menyediakan menu baru di restorasi. Beberapa yang paling anyar adalah Empal Gentong Mang Aye, Swiwi Crispy BBQ, Swiwi Crispy Cheese Sauce, Bebek Mayor, dan Nasi Rawon Cak Bari.

    Tulisan Terkini

    Menu-menu ini bisa dipesan di restorasi maupun lewat pramugari atau pramugara kereta api yang lewat setiap beberapa menit sekali. Kamu juga bisa memesannya sebelum berangkat, bersamaan dengan beli tiket kereta api online ke kota tujuanmu nanti.

    Setiap Kereta Punya Menu Unik Sendiri-Sendiri

    Uniknya, tidak semua menu restorasi tersedia di seluruh rute kereta api. Beberapa menu tersedia di semua kereta, namun sebagian lainnya hanya khusus disediakan untuk rute tertentu.

    Seperti menu di KA Malioboro Ekspress, yang menyediakan paket ayam geprek, nasi pecel Madiun, ayam bakar dan soto. Sementara menu Nasi Begana, Mie Godhog Jogja, Nasi Goreng Parahyangan dan Soto Sokaraja hanya bisa kamu dapatkan di rute tertentu, salah satunya adalah KA Sancaka.

    Menu pre order di atas kereta api
    foto:Tomy Utomo/kumparan

    Menu Pre-Order

    Seperti yang sudah dikulik sedikit di atas, restorasi kereta api juga menyediakan menu pre-order untuk rute tertentu. Yang paling banyak diburu adalah Empal Gentong Mang Dharma dan Nasi Jamblang Mang Dharma. Selain itu kamu juga bisa memesan Nasi Gudeg Bu Tjitro dan Tempe Mendoan jika beli tiket kereta online tujuan Jogja atau Purwokerto.

    Menu Cepat Saji

    Selain makanan berat dengan bahan dasar nasi dan daging, restorasi kereta api juga punya menu cepat saji yang hanya ada di atas kereta. Mulai dari mie cup instan, mie kuah dengan irisan rawit dan telur ceplok, hingga PopSo yang selalu ngangenin.

    Buat kamu yang ingin menghangatkan perut selama perjalanan, PopSo adalah pilihan terbaik selain mie kuah atau soto. Meski cepat saji, tetapi bakso instan yang disajikan dengan mie dan tahu ini super lezat.

    Kuah PopSo nggak kalah lezat dari bakso Malang yang sudah terkenal akan rasanya yang menggoyang lidah. Dilengkapi dengan sambal, saus dan kecap, menu yang satu ini wajib banget dicicip selama perjalanan dengan kereta api.

    Tak mendapatkannya via pramugari, langsung saja menuju restorasi dan rasakan sensasi makan mie bakso di atas kereta yang melaju kencang. Super nikmat!

    Bila ingin pesan makanan sebelum berangkat, lakukan bersamaan dengan beli tiket kereta online. Mudah dan terjangkau, perut pun kenyang selama di perjalanan.

     

  • Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia. Sudah sebulan saya dan anak-anak berada di Indonesia. Awalnya saya ingin posting di blog cerita mulai dari hari pertama di tanah air, namun seiring berjalannya waktu, ternyata tidak mudah yaa, alias tidak banyak waktu buat ngeblog, karena saya sambil ngedit-ngedit video mengisi konten saluran youtubeku yang ada 5 (hanya 3 saluran yang bisa di isi kontennya, kaga sempet!) haha.

    Ceritanya keseharian di Indonesia juga tidak berurutan saya posting di blogku ini, karena saya nulis berdasarkan suasana hati saja, kalau lagi ingat dan kepikiran cerita hari itu menarik buatku ya, baru saya tulis.

    **********

    Tulisan Terkini

    15 Januari 2019 hari ke dua di tanah air. Indonesia sebagai negara yang banyak mall nya, tidak afdol kalau tidak ke mall haha. Di hari kedua di Indonesia, kita pergi mall dimalam hari, dekat rumah adikku tentunya, masih di wilayah Margamulya, Bekasi sekitar.

    Setelah ngider-ngider di mall summarecon Bekasi, kita ke Diamond supermarket di mall yang sama, setelahnya makan di Pizza Hut. Di Diamond saya melihat aneka jajanan, aneka olahan berbahan kerupuk membuat pengen borong semuanya 😀 .

    Baca juga: Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Saya beli diaper buat persediaan, kalau yang saya bawa dari Jerman habis stoknya, bawa cuma sedikit untuk Lisa, mau bawa banyak bapaknya si Benjamin ngomel, ngapain berat-berat bawa toh di Indonesia banyak dijual katanya, nah saya mikirnya, ngapain juga beli kalau banyak stok dirumah 😛 .

    Saya beli kripik singkong pedas 😀 enak banget rasanya, mengobati kangen cemilan tanah air dan beli orange juice kemasan, karena Benjamin dan Lisa hanya mau minum orange juice. Air putih di Indonesia beda dengan di Jerman, kalau di Jerman airnya yang ada sodanya, nyelekit gitu kalau kena lidah 😀

    Namun setelah hampir sebulan di tanah air, akhirnya Ben dan Lisa mulai terbiasa dengan air putih di Indonesia. Mereka akhirnya mau setelah saya belikan botol minum baru, masing-masing saya belikan 2 botol. Terkadang lihat botol minum omanya, mereka minta air putih dari botol tersebut, atau si Lisa lihat botol-botol minum kedua sepupunya, dia iseng mau minum dari botol-botol itu juga, kalau saya lihat tentu saja saya larang. Entahlah mungkin rasa airnya berbeda kalau botolnya menarik buat anak kecil haha.

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman, No. 3 Jagoanku

    Selesai belanja, kita makan di Pizza Hut, begitu Benjamin lihat gambar pizza di daftar menu bagian depan, dia langsung nunjuk mau pizza seperti di gambar, yaitu pizza super supreme, dia hanya mau yang biasa saja, tidak pakai pinggiran isi macem-macem.

    Hari sebelumnya adikku Andre pesan online Pizza khusus untuk jagoanku yang tidak mau makan, eh si Benjamin tidak suka, hanya dimakan sedikitt banget, Ben kasih jempol kebawah alias pizzanya kata dia tidak enak 😀 ; sedangkan pizza di pizza Hut dia kasih jempol keatas, ya maklum dia kelaparan kali deh karena cape setelah lari-lari di mall.

    Video Ke Supermarket dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Demikianlah cerita saya mengenai Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi | Day 11 Edisi Liburan ke Indonesia. 24 Januari 2019 hari ke 11 saya dan anak-anak berada di Indonesia. Hari itu kita ingin jalan-jalan sekitar kompleks, mau melihat aneka tanaman didepan rumah-rumah orang dan melihat kali aja ada tanaman hias unik yang belum pernah saya lihat di Jerman.

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Baru keluar rumah, anak-anak heboh melihat kucing liar. Benjamin antuasias mengamati tanaman dipinggir jalan, tanaman liarpun heboh dia nunjukin ke saya 😀 .

    Kita melihat tanaman:

    • Belimbing, numbuh dipinggir jalan. Sepertinya tanaman liar, namun numbuh subur loh!. Lebih dari satu pohon kita lihat. Saya ko jadi kepengen bawa tanaman belimbingnya yang kecil ke Jerman. Saya suka deh melihat daun belimbing yang unik. Namun belimbing kan tanaman tropis, saya juga tidak tahu akan berbuah atau tidak kalau saya bawa ke Jerman 😀 .
    • Tanaman berbunga warna ungu (Video menit 1:25), namanya daun Pletekan (Ruellia Tuberosa L.). Merupakan tanaman semak yang rajin berbunga. Kalau diatur rapih penanamannya bisa jadi tanaman border di depan rumah, namun dibeberapa tempat yang kulihat hari itu daun pletekannya tumbuh liar dipinggir jalanan.

    Awalnya saya tidak tahu namanya, jadi tahu setelah di komen Haekal di video youtubeku 🙂 dan saya google lebih lanjut mengenai daun atau bunga pletekan.

    Ruellia populer dijadikan sebagai tanaman hias. Beberapa diantaranya sebagai tanaman obat, tetapi banyak di antaranya diketahui beracun. Daunnya dipergunakan sebagai makanan ulat dari beberapa Lepidoptera (kupu-kupu).

     

    • Pepaya, belum berbuah dan pohonnya masih kecil. Pepayanya numbuh di pot. Entahlah apa juga numbuh tidak disengaja, karena kita lihat ko, tidak terawat. Sebenarnya banyak tanaman yang kita lihat tidak terawat, numbuh sendiri sepertinya, namun numbuh besar.
    • Adenium, ada beberapa yang kita lihat berbunga. Batangnya panjang-panjang banget, padahal kalau dipotong, akan numbuh cabangnya lagi ko, tapi ya batang panjang meliuk jadi keliatan unik aja. Adenium ini kelihatannya juga dipelihara ala kadarnya, potnyapun dekil gitu hehe. Walau tak terawat eh berbunga loh, sedangkan, punyaku yang dirawat dengan cinta, malah belum pernah berbunga, sepertinya Adenium milikku harus disiksa dulu, tidak disiram beberapa minggu, lalu kasih pupuk npk supaya berbunga gitu 😀 .
    • Lidah mertua (sanseveria), nih juga kita lihat di beberapa tempat, ada lebih dari dua macam deh. Ada yang daunnya lebar sekali, ada yang bercorak. Sungguh cantiknya Sanseveria yang kulihat. Di Jerman saya punya satu pot kecil saja, kalau yang lumayan besar, mahal deh di Jerman.
    • Ketimun mini, unik bentuknya. Tahun lalu saya nanam yang lebih kecil lagi ketimunnya, enak buat ngemil saat lihat-lihat balkon. Nah tanaman ketimun yang kita lihat ini numbuh liar, dan sudah sampai menjalar ke tanaman sebelahnya.
    • Pohon ceri (kersen), beda ya dengan pohon cery seperti di negara 4 musim, bukan buah cerry yang biasa ditaruh sebagai pemanis kue tart. Nah pohon ceri di Indonesia ini yang buahnya sangat kecil, kalau matang warnanya merah. Pohonnya tinggi, bagus juga sih jadi pohon peneduh. Bunganyapun banyak sekali, jadi sumber makanan kupu-kupu sari bunganya. Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri.
    • Pohon pisang banyak juga kita lihat, namun belum ada buahnya, hanya daunnya yang sangat subur dan lebar-lebar. Wah saya jadi kepengen daun pisangnya buat bungkus bikin kue 😀 .
    • Dirumah adikku ada beberapa tanaman hias, namun yang saya tahu namanya hanya daun pandan. Wah daun pandannya subur sekali. Mamaku sering menggunakannya daun pandan tersebut saat memasak nasi. Niatku saya mau bawa sedikit tanaman pandan saat pulang ke Jerman, karena kulihat di Internet, lumayan mahal nih tanaman daun pandan di Jerman.

    Benjamin antusias sekali melihat aneka tanaman dijalanan Margamulya Bekasi, termasuk melihat banyak hal yang tidak pernah dia lihat di Jerman, demikian juga diriku senang melihat aneka tanaman. Lain hari kita akan pergi ke lokasi agak jauh, untuk melihat-melihat ada tanaman hias unik apa lagi di sekitar rumah adikku di Bekasi ini.

    Video Aneka Tanaman Hias Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Oh ya si Benjamin lihat got aja heran haha karena di Jerman kan got ditutupi jadi bisa buat jalanan, lalu si Benjamin nanya kenapa air gotnya hitam, dilokasi lain kita lihat kali, airnya berwarna coklat banget dan ditanyain lagi, kenapa begitu warnanya?. Benjamin juga heboh melihat cicak, karena dia tidak pernah lihat di Jerman, malah minta ditangkap cicaknya, iihh saya yang jadi geli haha.

    Banyak hal yang tanyain si Benjamin nanya, yang saya tidak tahu menjawabnya, asal aja bilangnya namun kadang dia tidak puas dengan jawaban saya, dan nanya lagi dan lagi haha.

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

  • Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman. Layanan loket di KJRI Frankfurt bukanya tidak sampai sore. Senin– Kamis: 09:30 – 12:30 dan Jumat: 09:30 – 12:00. Kita datangnya hari rabu. Tiba di KJRI hampir jam 11. Tadinya mungkin kita bisa duluan, ternyata ada pasangan yang masuk lebih dahulu.

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Pasangan ini prianya orang Indonesia, istrinya bule. Anak pertamanya perempuan seumuran Benjamin, dan anak keduanya masih bayi. Pas kita masuk ke ruang tunggu ternyata sudah ada beberapa orang yang sibuk dengan surat-surat mereka.

    Baca juga: Bagian 1 Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Menurutku sih mungkin mereka para mahasiswa Indonesia. Untuk urusan paspor anak hanya saya dan pasangan yang saya ceritakan diatas. Karena si bapak duluan ke loket, jadi duluan dipanggil untuk membuat foto anak bayinya.

    Sambil menunggu dipanggil, sementara itu bapaknya Benjamin saya sodori lembaran kuesioner yang diberikan mba petugas KJRI. Isinya tentang berwisata ke Indonesia. Terakhir bapaknya Benjamin ke Indonesia sih Sudah lama kira-kira 8 tahun lalu sebelum kita menikah.

    Saya minta suamiku yang bawa/meneman Lisa membuat pass foto keruangan lain. Eh ternyata Lisa bikin drama!, anaknya tidak mau duduk saat mau dipotret, disuruh berdiri juga tidak mau. Setelah Lisa hampir 10 menit teriak-teriak menolak dipotret, akhirnya saya yang gantian membawa Lisa untuk dipotret.

    Ternyata dengan saya sama juga, Lisanya menolak dipotret!. Tiap kali mba KJRI mengarahkan kameranya ke arah putriku, si Lisa langsung teriak nein! (jangan!), padahal Lisanya saya gendong. Saya suruh duduk dengan menaruhnya dibangku yang disediakan anaknya menolak, langsung turun dan minta gendong, saya duduk dan pangku anaknya, dia juga menolak dipotret dan langsung ngumpetin mukanya dipundak saya.

    Setiap kali dia melihat kamera diarahkan ke dirinya, si bocah langsung bikin drama teriak-teriak. Saya yang awalnya sempat bingung dengan keadaan tersebut jadi ingat, nih pasti si Lisa mengira kamera dslr tersebut adalah alat untuk tes penglihatan.

    Berdasarkan hasil nge-google nama alatnya autorefractor, digunakan untuk skrining penglihatan pada bayi dan balita.

     

    Contoh skrining penglihatan pada anak menggunakan autorefractor

     

     

    Di detik ke 19 terlihat alat autofrefactornya, yang di dokter kita kunjungi warna alat skriningnya hitam. Si anak harus menempelkan matanya ke bagian depan alatnya, nanti si anak melihat gambar bergerak, dan si dokter melihat bagian dalam mata/retina pasien.

    Sedikitnya sudah 3 kali kita pernah ke dokter mata, Lisa ada masalah dengan matanya. Pemeriksaan dilakukan dengan alat tes yang bentuknya kotak. Alat tersebut harus menempel di wajah Lisa dan mata.

    Sebenarnya kalau Lisanya tenang, dia bisa melihat ada gambar-gambar menarik, waktu alat tersebut menempel di wajahnya. Terakhir kali diperiksa yang paling trauma kali ya buat si Lisa, sampai saya dan asisten dokter pegangi, tapi Lisanya berontak, jadi dokter tidak bisa melihat retina si Lisa dengan tepat.

    Waktu datang pertama kali, untuk anak 4 tahun seperti Benjamin sudah mengerti, tapi untuk anak dibawah 3 tahun, seperti Lisa terkahir kali ke dokter umur 1 tahun, dirayu bagaimanapun dia menolak!.

    Kita disuruh balik lagi saat Lisa berusia 1,5 tahun. Saat ini Lisa sudah hampir 2 tahun kita belum balik lagi, bapaknya bilang nanti saja, kalau Lisa agak besar. Terbukti sih pas mau dipotret si Lisa masih mikir kalau kamera dslr adalah alat untuk tes penghilatan.

    Balik ke soal foto untuk paspor…

     

    Mbak KJRI dan saya sibuk bersamaan mencoba merayu Lisa, membuat Lisa tenang. Anaknya sudah tenang, tapi begitu melihat kamera diarahkan ke dia lagi (padahal agak jauh loh), Lisa langsung jerit-jerit nein (jangan).

    Huu saya habis akal deh, padahal saya sudah menyertakan pass foto Lisa di berkas paspor, kenapa tidak pakai itu saja sih, hiks. Karena ada aturan baru harus foto di KJRI, katanya pembuatan fotonya terhubung dengan imigrasi di tanah air.

    Kita coba alihkan perhatian Lisa ke pemandangan di luar, kasih unjuk ada tupai dipohon tetap tidak mempan. Mbak KJRI memberikan permen, si Lisa mau, tapi saat mau dipotret tetap disembunyikan wajahkan didibalik bahu saya.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Ada 30 menitan kita coba merayu Lisa ..

    Akhirnya mba KJRI bilang dia mau potret Lisa dengan posisi saya gendong Lisa, tapi wajah Lisa harus terlihat ke kamera. Setelah mengatur posisi, akhirnya bisa juga dipotret. Hanya dua kali jetpret, salah satunya yang hasilnya paling maksimal, terlihat jelas wajah Lisa, walau ujung baju saya terlihat sedikit di hasil fotonya.

    Mbak KJRI bilang tidak masalah saya terlihat sedikit di hasil foto, karena untuk foto bayi memang anaknya dipangku orangtua si bayi.

    Puji Tuhan drama bikin foto selesai, kita keluar ruangan. Mata Lisa sembab gara-gara nangis melulu. Kita duduk sebentar, lalu saya dipanggil, untuk mengecek beberapa data apakah benar tertulisnya. Saya nanya mba KJRI apa boleh minta kembali foto Lisa yang saya kirim, lumayan kan kalau ada urusan lain butuh foto juga, jadi kita tidak perlu ke foto studio lagi.

    Semua fotonya dikasih kesaya, asyik!. Paspor akan dikirim via pos dalam seminggu ke alamat saya. Lisa masih dibawah umur, jadi untuk paspor anak tidak ada tanda tangan di bagian depan yang berisi informasi pemilik paspor.

    Saat saya mempersiapkan anak-anak untuk kita pergi, saya pakaikan jaket dsbnya, eh ada yang negor saya, dia nanya apakah saya pemilik blog ..

    Blog apa saya nanya balik? Sok ngetes hehe.. blog pursuingmydreams kata dia. Bener saya pemiliknya!. OMG pertama kali deh seingatku ada pembaca blogku yang kita ketemuan langsung.

    Angela nama dia, katanya dulu sering baca blog saya waktu mau ke Jerman. Waktu saya panggil-panggil Benjamin yang iseng buka tutup pintu KJRI, Angela jadi ingat Benjamin anakku 😀 . Angela tinggal di Bad Homburg, pertama kali datang ke Jerman segaia au pair, sekarang kerja di NGO.

     

    Huu sampai saat ini dia belum menghubungi saya lagi, kita tidak sempat tukar no. Hp karena saya senewen dengan tingkah Benjamin, jadi maunya cepat pergi dari KJRI. Saya bilang Angela cari blog saya di mesin pencari, trus email saya ya melalui form kontak blog.

    Keluar dari KJRI saya mau potret anak-anak didepan gedung KJRI, eh malah si Benjamin manjat pagar KJRI, iih nih bocah memang tidak bisa diam haha.

    Mau dipotret didepan pintu masuk, eh malah si bocah manjat pagar KJRI
    Mau dipotret didepan pintu masuk, eh malah si bocah manjat pagar KJRI

    Sebelum kita pergi ke KJRI, saya ngegoogle, kalau ada restoran Indonesia Namanya Wayang di Frankfurt, tidak terlalu jauh dari KJRI. Yaelah kita tidak jadi ke sana, karena belum jam bukanya, dan kita semua sudah kelaparan.

    Karena lapar juga, kita tidak jadi ke Palmen garten Frakfurt. Katanya bapak anak-anak nati saja pas summer kalau mau jalan-jalan lagi ke Frankfurt, karena waktu itu cuacanya tidak mendukung, dingin sekali saat musim gugur.

    Akhirnya kita naik U-bahn (kereta bawah tanah) langsung ke stasiun Frankfurt, rencananya cari makan siang disanapun tidak jadi, karena kereta kita segera datang. Didalam kereta kita makan biskuitnya anak-anak, sampai ludes!.

    Lisa pas di U-bahn sudah tidur, 1,5 jam naik kereta juga masih lanjut tidur dia. Dari Frankfut naik kereta intercity (IC) yang bertingkat, nanti dari Heidelberg naik kereta biasa. Benjamin tidur pas pertengahan perjalanan. Kameraku kembali ngadat! Haha tidak bisa dipakai, jadilah tidak terlalu banyak rekam pemandangan luar kereta.

     

    Video Pulang dari Frankfurt Naik Kereta ke Heidelberg Hbf

     

     

    Paspor Lisa saya terima seminggu kemudian, ternyata warna sampul paspor Indonesia tidak lagi hijau, melainkan warna biru. Tebalnya 48 halaman, padahal kalau jarang bepergian keluar negeri sayang juga ya, maksudku buat apa tebal halamannya, kalau dalam 5 tahun hanya sekali pergi.

    Waktu Benjamin dan saya membuat papsor ada yang 24 halaman, saat membuat paspor Lisa tidak ada lagi yang 24 halaman, melainkan hanya tersedia yang 48 halaman.

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

  • Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Saya ingin berbagi pengalaman waktu mengurus paspor Indonesia untuk Lisa putriku. Saya pikir masih seperti saat mengurus paspor Benjamin, dimana kita tidak perlu datang ke KBRI atau KJRI, eh ternyata beda aturannya.

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    2 tahun sebelumnya, waktu Benjamin membuat paspor Indonesia juga, nah kala itu tidak perlu datang ke KBRI, saya kirimkan semua berkas melalui kantor pos, nanti KBRI akan mengirimkan paspornya via pos.

    Ternyata ada peraturan baru, per tanggal 15 Mei 2018, proses penerbitan Paspor dan Visa di KJRI Frankfurt menggunakan Teknologi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Bagi yang mau buat paspor harus datang ke KBRI atau KJRI untuk buat foto disana.

    Saya ditelp. sama mba petugas KJRI Frankfurt, dan saya agak nyolot menjawab hehe “ko sekarang jadi ribet gitu mba?”, padahal kan paspor untuk anak saja, kalau untuk orang dewasa ya saya maklum deh, karena waktu saya perpanjang paspor Indonesia, saya harus datang ke KJRI untuk tanda tangan paspor di depan petugasnya.

    Si mbak nya kembali menyebutkan ada peraturan baru, ya sudahlah saya pasrah!. Berarti memang harus pergi ke KJRI frankfurt. Ongkosnya bakalan jauh lebih mahal dari harga paspornya 😀 .

    Bapaknya anak-anak sih bilang saya aja sama Lisa yang pergi ke KJRI, lah saya ogah karena si Lisa masih kecil. Kalau sudah sebesar Benjamin saya berani bawa sendiri naik kereta, kalau masih sekecil Lisa saya harus bawa buggy (kereta dorong) pula.

    Di stasiun kereta Heidelberg harus turun dan ganti naik kereta lain. Lift di stasiun Heidelberg ini seringnya rusak, trus nanti saya bagaimana gendong anak sambil bopong buggy naik tangga, sudah horor duluan membayangkannya.

    Walaupun di Jerman sering sekali kita jumpai orang-orang yang siap membantu, cuma saya nya sungkan minta tolong, belum lagi kalau pas jam sibuk yang banyak orang keluar masuk kereta, tidak peduli kali ya melihat saya repot butuh bantuan.

    Berkas untuk membuat paspor sudah saya kirimkan melalui pos, hanya kurang mengisi form lapor diri Lisa. Awalnya saya bingung, nih yang harus lapor diri ibunya atau anaknya? Hehe.

    Ternyata anak yang mau buat paspor Indonesia, harus mengisi juga form lapor diri. Mba petugas KJRI bilang jangan sampai lewat akhir tahun ke KJRI nya karena uang yang saya sudah transfer untuk pembuatan paspor akan hangus.

    Mulailah bapaknya anak-anak cari tiket kereta yang tidak terlalu mahal. Benjamin sih maunya naik ICE kereta cepatnya Jerman, namun tidak jadi karena per orangnya kena 100 an Euro pp, mahal bo, dua orang dewasa kena 200 euro an (kurleb Rp.3,3 juta).

    Suamiku tercinta nih aneh ya, dia bilang dia lebih suka naik kereta karena dia tidak tahu daerah Frankfurt, lah padahal kita punya gps, coba kalu kita tinggal di Indonesia dia bilang tidak tahu daerah Jakarta saya sih maklum deh, ini orang Jerman tinggal di Jerman ko takut nyasar? 😛 .

    Sebenarnya sih dia malas aja kalau kena macet, sedangkan saya mikirnya azas penghematan, lebih hemat naik mobil pribadi kan. Namun karena saya butuh pengawal, ya terpaksa oke juga naik kereta.

    Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI subjek warga Negara ganda adalah (Sumber web KJRI Frankfurt):

    • Formulir Fasilitas Keimigrasian Indonesia (bagi anak yang lahir sejak 1 Agustus 2006) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua)
    • Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online. Ini maksudnya untuk si anak yang mau buat paspor ya.
    • Formulir permohonan paspor baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan oleh orang tua.
    • Fotokopi Akte kelahiran anak di Jerman.
    • Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di Negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari Pemerintah Jerman (bagi anak yang lahir di luar Jerman).
    • Fotokopi paspor asing anak (Lisa sudah punya paspor Jerman nya).
    • Fotokopi Akte perkawinan/buku nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Jerman.
    • Fotokopi Akte perceraian dan/atau surat registrasi perceraian orang tua dari pemerintah Jerman (bila orang tua bercerai) dan/atau surat pengakuan anak (bila orang tua tidak kawin).
    • Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku.
    • Fotokopi izin tinggal orang tua WNI yang masih berlaku.
    • Fotokopi kartu identitas atau izin tinggal orang tua WNA yang masih berlaku.
    • Bukti pembayaran pembuatan paspor sebesar 25 € + 5 € (biaya paspor + SIMKIM) melalui transfer Bank. Harap menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari Überweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama anak).
    • Bila Paspor yang telah jadi akan dikirimkan melalui jasa pos, harap sertakan amplop beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).

    Sumber: KJRI – Membuat Paspor anak via KJRI Frankfurt

     

    Walau berkas sudah dikirimkan via pos, si anak tetap harus ke KJRI untuk membuat foto disana. Form lapor diri untuk si Lisa sudah saya lakukan online, lalu saya print dan bawa serta saat ke KJRI.

    Video Naik Kereta Api Deutsche Bahn & IC (Intercity) Menuju KJRI Frankfurt

    Setelah ditunda sekitar 2-3 minggu dari mba petugas KJRI telp, akhirnya kita punya waktu pada hari Rabu 28 November 2018. Waktu itu belum beli tiket liburan buat ke Indonesia, karena saya maunya beli tiket waktu paspor Jerman dan Indonesia anak-anak sudah beres dulu, supaya tidak kepikiran.

    Dari halte dekat rumah kita naik bus ke stasiun kereta. Kita berangkat beberapa menit sebelum jam 7 pagi. Wah masih gelap gulita dan dingin banget. Eh ternyata kereta jam 7.15 nya tidak ada dong, dikasih tahu lewat pengeras suara, kenapa ya giliran butuh banget, kereta ko malah bermasalah 🙁 .

    Jadilah kita nunggu kereta berikutnya 15 menit kemudian, dan nih kereta kata bapaknya anak-anak bakalan penuh, ya sudahlah pasrah saja, padahal saya mau ngedumel „makanya lebih baik naik kendaraan pribadi kan!“.

    7.30 kereta datang, banyak sekali orang keluar dari kereta dan yang mau masuk juga tidak kalah banyaknya. Lisa di gendong bapaknya, saya pegang Benjamin. Thanks God dekat pintu ada 2 bangku kosong (bangku yang 4 berhadapan).

    Suamiku seketika itu juga ambil tas ransel orang sebelah yang diletakkan dibangku, nih bapaknya anak-anak lempar tuh ransel ke cowo yang lagi asyik mendengarkan musik haha, parah bener pikirku 😯 . Lagipula si pemilik ransel bagaimana sih, sudah tahu kereta penuh, bisa-bisanya dia taruh ranselnya di kursi tersendiri.

    Saya dan suami duduk berhadapan. Lisa dipangku bapaknya, saya pangku Benjamin. Ke stasiun Heidelberg butuh waktu kira-kira 40 menit. Di Heidelberg kita harus nyambung dengan kereta Intercity menuju Frankfut.

    Tadinya saya mau bawa buggy (kereta dorong) Lisa, untunglah tidak jadi, saya lupa, karena ternyata kereta yang kita naiki penuh!. Separuh perjalanan, orang di sebelah suamiku turun, dan si Benjamin jadi dapat duduk. Jagoanku sangat antusias kalau naik kereta, dia pandangi luar jendela dan ngoceh melulu.

    Hampir jam 9 saat kami tiba di Heidelberg. Kami masih punya waktu sebentar sebelum naik kereta berikutnya, Kami tidak perlu lari-lari, seperti yang dilakukan orang lain untuk mengejar kereta berikutnya.

    Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman
    Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman

    Kami masih sempat melihat miniatur kereta api, sayangnya saya tidak punya uang koin 2 Euro, jadi Benjamin hanya bisa melihat-lihat saja, tanpa keretnya bergerak 😀 .

    Kereta kami sudah datang, dan ternyata kosong!. Kereta Intercity ini yang ada bagian atasnya (double decker train), kami memilih duduk di bagian atas. Keretanya kosong karena ini dari stasiun awal sih, butuh waktu 1,5 jam untuk tiba di Frankfut dan kereta akan berhenti di hampir semua stasiun, makanya jadi lama dan harga tiketnya tidak semahal kereta ICE 😀 .

    Untungnya Benjamin dan Lisa tidak terlalu bikin ulah yaa. Karena separuh perjalanan keretanya kosong, jadi kedua anak ini bisa pindah ke bangku seberang, melihat pemandangan dari jendela lain. Di belakang saya hanya ada seorang bapak. Sunyi sepi didalam kereta, hanya terdengar ocehan Benjamin dan Lisa 😀 .

    Naik kereta intercity di Jerman. Dobel decker train. Kereta api bertingkat
    Naik kereta Intercity menuju Frankfurt. Keretanya bertingkat, nih kita duduk dibagian atas

    Saya sesekali membuat video, entah mengapa saya tidak tertarik membaca majalah padahal ada saya bawa dari rumah. Benjamin ngoceh melulu sepanjang jalan.

    Karena pergi bersama suami, jadi saya tidak pusing membaca peta, dan tidak perlu bingung juga harus naik kereta no berapa ya berikutnya, tinggal ngekor bapaknya anak-anak haha. Waktu memperpanjang paspor saya 2 tahun lalu, saya pergi sendiri ke KJRI Frankfurt.

    Video Cara menuju ke KJRI Frankfurt dari stasiun kereta Frankfurt Hbf

    Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:

    • U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
    • Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte.

     

    KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt
    Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt
    Tel: (+49-69) 247-0980

     

    Pelayanan di Loket:
    Senin– Kamis: 09:30 – 12:30
    Jumat: 09:30 – 12:00

    Pelayanan Telefon:

    Senin – Jumat: 14:30 – 16:30
    Bagian Paspor: +49-69-24709811
    Bagian Visa: +49-69-24709812

    Bagian Legalisasi & Surat Keterangan: +49-69-24709825/-13
    https://www.indonesia-frankfurt.de

     

    Baca juga: Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

     

    Demikianlah cerita saya mengenai Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja. Saya ingin berbagi pengalaman saat mengurus pasor Jerman untuk putriku Lisa Marie. Kita ngurusnya di Stadverwaltung Bürgerbüro Rathaus (kantor pemda setempat) tempat tinggal kita di Jerman. Kalau mau mengurus paspor anak dwi kewarganegaraan, yakni anak bisa punya paspor Jerman dan Indonesia, maka yang terlebih dahulu dibuat paspornya adalah paspor Jerman, karena saat mau mengurus paspor Indonesia, salah satu syaratnya menunjukkan kalau si anak sudah punya paspor Jerman.

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Syarat untuk membuat Paspor Jerman untuk anak:

    • Pemohon paspor adalah kedua orangtua anak yang akan mendapat paspor. Kedua orangtua harus menunjukkan Ausweis (kartu izin tinggal) atau paspor.
    • Lembar permohonan paspor harus ditandatangani kedua orangtua anak.

    Atau

    • Kalau misal orangtua si anak tidak dalam ikatan pernikahan lagi, maka orangtua yang mendapat hak asuh anak dapat mengajukan permohonan paspor, dan ybs harus memperlihatkan berkas hak asuh ada padanya.
    syarat membuat paspor jerman anak
    syarat membuat paspor jerman anak

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan paspor Jerman anak:

    • Akte kelahiran anak.
    • Pas foto. Foto Biometrik juga bisa. Saya pergi ke foto studio bersama Lisa, bilang mau bikin foto untuk membuat paspor anak. Kalau lagi Benjamin, anaknya digendong bapaknya, nah pas saya sama Lisa, si fotografer suruh Lisa duduk sendiri. Anak 19 bulan disuruh duduk sendiri, ya mana mau dia.

    Hanya dengan 2 kali jepret aja, dan foto kedua akhirnya dipakai. Ini juga si fotografer agak maksa gitu, “sudah bisa kali ya..” dia bilang gitu, padahal sayanya agak tidak terlalu puas hasilnya, karena mata Lisa tidak beneran fokus ke kamera.

    Untungnya sih tidak dipermasalahkan saat membuat paspornya. Bayar fotonya 14 Euro (Rp.231.000) dapat 4 buah foto. Saya scan fotonya dan cetak, kali aja dikemudian hari butuh, supaya hemat tidak ke studio foto lagi.

    • Orangtua menunjukkan ktp (Ausweis/kartu izin tinggal) atau paspor. Paspornya suami entah berada dimana, pusing nyarinya, ternyata bisa ko dia hanya nunjukkin ktp saja.
    • Biaya pembuatan paspor Jerman anak 13 Euro (Rp. 214.000), biaya tersebut naik 1 euro dibanding 2 tahun sebelumnya saat membuat paspornya Benjamin.
    • Paspor berlaku 6 tahun.
    • Kalau foto mau diperbaharui bisa saja setiap saat, biayanya 6 Euro. Paspor anak kan berlaku 6 tahun, nah bisa saja wajah anak sudah berubah, makanya bisa diganti fotonya. Benjamin bikin paspor saat usia 1,5 tahunan, nah baru dipakai paspornya saat Ben usia 4,5 tahun. Tadinya saya mikirnya mau perbaharui foto Ben, ternyata tidak sempat ke studio foto. Untungnya sih tidak dipermasalahkan di imigrasi Jerman saat keberangkatan, ataupun di imigrasi bandara Jakarta saat kedatangan kita.

    Suami dan saya hanya mengisi 2 lembar permohonan, hanya isi formnya tinggal kasih tanda silang, lalu dibagian bawah tanda tangan. Kasih foto anak dan bayar.

    Mudah sekali membuat kinderpass paspor Jerman anak dan prosesnya hanya 15 menit paspor Lisa Marie sudah jadi.

    Kinderpass paspor Jerman anak
    Kinderpass paspor Jerman anak

    Sebaiknya cek jam buka kantor pembuatan paspornya, karena seperti ditempatku kalau jumat buka dari jam 8 sampai jam 12 siang saja. Hari Kamis paling lama bukanya dari jam 8 pagi hingga jam 18. Senin, selasa dan rabu kantor buka dari jam 8 sampai jam 16.

    Untuk paspor anak dwi kewarganegaraan ini sampai anak berusia 18 tahun, maka si anak nantinya harus memilih mau jadi warga negara Indonesia atau Jerman. Kalau si anak belum juga bisa memutuskan, masih dikasih tambahan waktu untuk berpikir sampai usia anak 23 tahun.

    Siapa yang sampai usia 23 tahun tidak melepaskan kewarganegaraan dari negara lain, tidak bisa lagi mendapat paspor Jerman. Mereka menjadi warganegara asing dan harus meminta ijin tinggal kalau ingin menetap di Jerman. Lebih lanjut baca: Aturan Jerman Tentang Kewarganegaraan Ganda-DW Indonesia

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

error: Content is protected !!