Category: Travelling – Jalan-jalan yuk

Cerita seputar perjalananku sendiri, bersama sahabat ataupun dengan keluarga melalang buana ^ – ^

  • Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air. Sudah 10 hari saya dan anak-anak berada di Indonesia. Setelah hampir 8 tahun di Jerman, untuk pertama kalinya saya mengunjungi tanah air tercinta. Selama 5 tahun terakhir di Jerman, entahlah saya ko tidak ada keinginan menggebu untuk ke Indonesia.

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Setahun terakhir mulai timbul keinginan ke Indonesia, saya mikirnya juga mumpung Benjamin belum masuk SD, jadi kita bisa tinggal agak lama di Indonesia. Kalau si Ben sudah SD nanti, libur sekolah paling lama sebulan.

    6 bulan sebelumnya, saya sudah bilang bapaknya anak-anak kalau saya pengen banget liburan ke Indonesia bersama Ben dan Lisa, namun yaa cari tiketnya ditunda melulu 😀 . Saya cari tiket, ngecek hampir semua maskapai yang terbang ke Jakarta haha, saya catatin harga tiketnya dan banding-bandingkan.

    Saya mikir kelamaan dah, seminggu kemudian harga tiketnya sudah pada naik. Niatnya untuk terbang awal Januari 2019 dan kembali Maret 2019. Lah ternyata minggu pertama Januari tiketnya mahal sekali!. Ya iya sih karena saya nyarinya juga sebulan keberangkatan, makanya harga tiketnya selangit.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Kita sempat pergi ke salah satu travel agent dekat rumah, berharapnya dapat tiket lebih murah, lah ko malah lebih mahal 400 euro an, cape deh!. Dua hari saya fokus bener-bener cari tiketnya, mau beli! daripada keburu naik lagi. Akhirnya awal Desember 2018 kita beli tiketnya. Maskapai penerbangan Emirates yang paling bersahabat harganya, walau transitnya lama sih 5 jam di Dubai.

    Benjamin dan Lisa dapat bangku sendiri. Benjamin usia 4,5 tahun, Lisa 21 bulan. Sebenarnya, saat kita pergi Lisa masih bisa masuk kategori bayi sih, namun pas kita balik ke Jerman, Lisa akan berusia lebih dari 2 tahun, jadi harus bayar 75%nya seperti Benjamin.

    Tulisan Terkini

    Pas perginya Lisa sudah dapat bangku sendiri, karena kalau mau dapat diskonan (untuk tiket bayi) harus ngurus ke kantor pusat di Frankfurt, walah jauh banget dari rumah kita. Jadi ya beli tiket anak juga untuk Lisa.

    Tiket sudah beli langsung di website Emiratesnya, langsung bayar ditarik dananya dari rekening kita keesokan harinya. Agak tenang setelah beli tiket. Packing ngurus kopernya yang rasanya malas sekali! Tar sok (nanti besok) melulu haha, paling saya tulis daftar di kertas, apa saja yang harus kita bawa.

    Dua hari sebelum berangkat baru saya mabok ngurus barang-barang masukin ke kopernya haha!. Bapaknya anak-anak ceramah sedikit, harusnya saya ngurusin koper jauh-jauh hari. Pemikiran saya, kalau jauh hari diberesin, nanti juga bakalan di bongkar pasang lagi masukin barang-barang, makanya saya lebih memilih dekat hari H beresin bawaan.

    Saya dan anak-anak dapat jatah total bagasi 90 kg. Ke kabin dapat jatah 7 kg per orang, cuma saya malas bawa berat-berat ke kabin karena kita bakalan transit lama di Dubai.

    Dapat jatah bagasi 90 kg, mau bawa apaan aja?. Sayang dong dibiarkan begitu saja, kan duit tuh. Nah saya pernah dengar temanku di Belanda, yang menjual bagasi dia ke orang lain, jadi dia nerima titipan. Kalau dia sih nawarin di PPI Belanda, lah facebook ku sudah saya matikan 2 tahun lalu, kalau saya bikin akun baru, trus daftar PPI Jerman, ntar kuatir tidak di setujui bergabung. Temanku tersebut menjual bagasinya 10 euor/kg (Rp. 160.000/kg). Kalau kelebihan bagasi harus bayar 4x lipatnya! Makanya harus benar-benar diperkirakan barang bawaan kita dan barang titipan 😀 .

    Saya ingat pernah bikin akun di bistip.com, ternyata saya bikinnya tahun 2013, dan baru pas mau ke Indonesia ini saya gunakan 😀 . Saya isi profile saya, foto dan cantumkan url blog supaya orang yang mau nitip percaya sama saya.

    Soalnya kali itu pertama kali saya akan pakai bistip.com. Orang-orang yang mau nitip kan biasanya lihat track record travelernya, apakah bisa dipercaya, apakah barang yang dititipi aman dan bakalan diberikan ke si pemesan.

    3 minggu sebelum keberangkatan saya mulai promosi, lalu dua minggu sebelum keberangkatan dan waktu seminggu lagi mau berangkat saya promosi dua kali. Saya dapat 8 orang yang mau pakai jastip saya.

    2 orang minta dibawain baju Zara anak 5 dan 10 kg. 1 orang produk lotion 10 kg, lalu ada 2 nitip sepatu, kaset Nintendo, topi dan satu nitip onderdil mobil 16 buah, ukuran kecil banget, hanya 1 kg.

    Dua orang pertama saya kasih harga 10 euro/kg (Rp. 160.000/kg), selanjutanya 12 an euro. Selain jastip dari 8 orang, saya juga bawa jualan saya, yakni umbi bunga amaryllis kira-kira 15 kg! 😀 . Akhir tahun 2018 saya order umbi bunga amaryllisnya dari Belanda.

    Umbi bunga Amaryllis. amaryllis bulbs from holland
    Umbi amaryllisnya gede-gede banget sekitar 400-500 gram per umbi. Bawa 39 biji beratnya sekitar 15 kg 😀

    Besar ukuran umbinya, sampai 400 – 500 gram per bijinya. Kalau ditotal ada 39 umbi yang saya bawa. Waktu saya nulis postingan ini umbinya sudah tingal 2 biji saja, laris manis terjual, malah sebenarnya kurang sih, masih banyak peminatnya cuma stoknya sudah tidak ada 🙂 .

    Baca juga: Tips Perawatan Bunga Amaryllis

    Nanti saya buat postingan tersendiri mengenai jastip via Bistip.com karena menarik aja buat diceritakan, siapa tahu ada yang mau ikutan juga, jadi saya mau berbagi pengalamanku.

    Video 2 Anak Kecil Pertama Kali Terbang Naik Pesawat Emirates Terbesar Airbus A380

    Segini dulu ya ceritanya, saya juga bingung sih mau mulai dari mana haha. Kalau misal ada yang kenal wajahku, lihat di mall atau di jalan atau dimana kek, jangan sungkan negor yaa. Saya tinggal di rumah ortu di Kemayoran sabtu dan minggu. Senin sampai Jumat malam di rumah adikku di Margamulya, Bekasi. Saya dan anak-anak hampir 3 bulan berada di Indonesia, baliknya minggu kedua April 2019.

    ►Aircraft: Boeing 777-300er
    ►Airline: Emirates (EK)
    ►From: Dubai, UAE (DXB)
    ►To: Jakarta, Indonesia (CGK)
    ►Flight-number: EK358
    ► Flight Date: 13 January 2019

    Demikianlah cerita saya mengenai Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian. Pernahkan kamu merasakan sensasi naik kereta ke ketinggian 700 meter?. Mama saya bilang „takut juga ya bagaimana kalau tiba-tiba keretanya rusak dan meluncur turun nabrak rumah-rumah dibawah“. „.. ya mak kereta buatan Jerman gitu loh!“ sahut saya haha.

    Minggu 31 Mei kita pergi liburan singkat ke Schwarzwald. Perjalanan ke penginapan butuh waktu sekitar 3 jam, daripada hari pertama kosong tanpa acara jalan-jalan jadi kita pergi ke objek wisata di Bad Wilbad dulu baru setelahnya lanjut ke penginapan.

    Tujuan utama ke Bad Wilbad adalah mengunjungi Baum wipfelpfad (the treetop walk) terjemahan google jadinya puncak pohon berjalan, jadinya lucu banget diterjemahkan ke bahasa Indonesia haha. Terjemahan bebas ala saya sebut „jembatan hutan“ saja ya 😉 .

    Untuk sampai ke lokasi Baum wipfelpfad kita naik kereta kabel (die Standseilbahn) sommerbergbahn. Kereta 2 gerbong ini bisa menampung 75 orang. Ada tempat khusus untuk sepeda, kereta dorong dan kursi roda. Kereta kabel ini merupakan generasi ke empat. Kereta kabel pertama di wilayah Baden Württemberg beroperasi tahun 1908. Di kota Bad Wilbad ini dekat pintu masuk objek wisata bisa kita lihat kereta kabel yang pertama kali digunakan yang sudah berumur 100 tahun.

    Video Naik Kereta Kabel Sommerbergbahn

     

     

    Panjang rel kereta 756 meter, pada ketinggian 500 meter kita bisa melihat lembah dan hutan yang sungguh indah dilihat dari ketinggian. Sampai diatas kita langsung ke lokasi jembatan hutan Baum wipfelpfad.

    Tiket masuk jembatan hutan Baum wipfelpfad sudah kita beli sebelum naik kereta. Tiket dewasa 13 euro (sekitar Rp. 195.000) harga ini sudah termasuk tiket keretanya pp 2,5 euro. Untuk anak dibawah 6 tahun gratis.

    Kalau misal tidak mau naik kereta ke objek wisata jembatan hutan bisa saja, jadi 13 euro tersebut dikurangi 2,5 euronya, kalau tidak naik kereta, pengunjung bisa berjalan kaki (mendaki hehe) atau naik mobil. Bapaknya Benjamin lebih memilih supaya kita naik kereta supaya tidak mengotori udara sekitar hutan dengan asap kendaraan.

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian
    Tree Top Walk Black Forest Jerman

     

    Dari jembatan Baumwipfelpfad sepanjang 1.000 meter kita bisa melihat hutan dari sisi lain yakni dari ketinggian 20 meter, dan dari puncak menara pandangnya kita akan berada di ketinggian 40 meter melihat keindahan Schwarzwald (hutan hitam).

    Arsitek jembatan hutan Baumwipfelpfad adalah Josef Stöger. Pak Stöger ini merancang 5 jembatan hutan Baumwipfelpfad. ada 4 di Jerman yakni di Neuschönau, Rügen, Schwarzwald yang kita kunjungi, Saarschleife dan satu di Lipno CZ Republik Ceko.

     

    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany
    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany

     

    Objek wisata treetop walk yang kita kunjungi di Schwarzwald dibuka untuk umum pada 26 September 2014.

     

    Pos Informasi

    Sepanjang jalan jembatan akan kita temukan papan informasi mengenai aneka hewan liar apa saja yang hidup di hutan sekeliling Baumwipfelpfad, informasi mengenai makanan apa saja yang biasanya dimakan hewan liar dihutan, bentuk /cetakan jejak kaki hewan liar dihutan inipun bisa kita lihat disana.

     

    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya
    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya

     

    Kalau kamu tertarik dengan alam liar berikut ini ada 10 pos Informasi Tree Top Walk Black Forest (dalam Bahasa Inggris):

    Didactic stations on the walk. Learn more about nature

     

    Pos Ketangkangsan

    Saya lupa ada berapa tepatnya pos ketangkasan ini, semua pos dicoba bapaknya Benjamin. Saya tidak berani mencoba takut jatuh haha padahal ada jaring kawat pelindungnya sih tapi tetap aja saya cemen 😳 .

    Benjamin penasaran mau mengikuti bapaknya, bukannya melangkah di balok ketangkasan, malah Benjamin berjalan di jaring kawat pengamannya. Bapaknya sudah sampai finish anaknya baru beberapa langkah saja. Benjaminnya diangkat segera karena menghalangi pengunjung lainnya yang mau lewat pos ketangkasan ini.

    Activity station
    Activity station

     

    Jalan kaki sejauh 1,2 km jadi tidak terasa karena banyak hal menarik yang bisa kita temui (pelajari) di jembatan hutan ini. Benjamin puas berlarian. Orangtua tidak perlu kuatir kalau anak-anak berlari-lari karena jembatan ini mulus tanpa anak tangga.

     

    Paling istimewa dari objek wisata jembatan hutan ini adalah pada ujung jembatan ada menara pandang melingkar setinggi 40 meter yang bahan utama pembuatannya adalah kayu. Kemiringan menara pandang ini 6% jadi aman digunakan untuk pengunjung dengan kursi roda dan para orangtua yang membawa kereta dorong. Menara padang ini konstruksinya menyerupai bentuk cangkir, ada 12 lingkaran (tingkat) menyerupai cincin melingkar.

     

    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany
    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany

     

    Kita semua tidak jalan sampai atas menara karena sudah cape jalan kaki (malas haha). Bisa sih turun naik perosotan cuma ya harus bayar 2 eur (Rp.30.000) per orang dan Benjamin belum bisa, boleh mulai umur 6 tahun naik perosotannya.

     

    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald
    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald

     

    Video Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

     

     

    Setelah keluar dari arena Tree Top Walk Benjamin langsung seperti anak ayam keluar dari kandang haha. Main yang kotor-kotor dia, duduk dan korek-korek pasir, kumpulini jerami, main kayu yang besar, batu besar banget juga diangkat. Saya yang awalnya cerewet ya sudah terserah deh mau ngapain juga tuh anak kita biarin aja, ingat juga ada buku yang judulnya Don’t Sweat The Small Stuff with kids Jangan meributkan hal-hal kecil dengan anak, makanya TERSERAHLAH nak bikin yang kamu mau, asal kau senang yaa, pulang jalan-jalan toh bsia mandi yang bersih 😉 .

     

    Video Don’t Sweat The Small Stuff with Benjamin

     

    Hari berikutnya jalan-jalan ke pulau bunga di pulau Mainau .. Bersambung yaa 😉 .

    Baca juga: Jalan-jalan di Jerman

  • 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan. Siapa yang dari Anda orang asli Bukittinggi?. Pastilah Anda tahu makanan apa saja yang menjadi ciri khas Kota Bukittinggi. Untuk Anda yang belum mengetahuinya, berikut ini informasi mengenai santapan yang ada di Bukittinggi 🙂 .

    Bukittinggi merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Dulunya, kota ini pernah menjabat sebagai ibu Kota dari Negara Indonesia, Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah. Kota Bukittinggi juga mempunyai julukan sebagai Parijs Van Sumatera.

    Di Kota Bukittinggi ada banyak tempat wisata yang bisa menghiasi hari-hari liburan Anda. Dijamin membuat liburan Anda semakin berwarna. Mulai dari wisata alamnya Kebun Binatang Bukittinggi, wisata sejarahnya seperti Benteng Fort de Kock, Jam Gadang dan Janjang Koto Gadang, wisata pendidikannya seperti Museum Kebudayaan Minangkabau, wisata belanja sampai wisata kulinernya.

    Soal urusan perut, Anda jangan khawatir jika sedang berlibur ke Kota Bukittinggi. Ada banyak makanan khas Kota Bukittinggi yang unik dan memiliki cita rasa yang tinggi seperti namanya. Berikut ini beberapa makanan khas Kota Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah Anda dan memuaskan perut Anda.

    1. Nasi Kapau Uni Lis

    Jika Anda sedang berkunjung ke objek wisata Jam Gadang, jangan lupa untuk terlebih dahulu mampir ke warung Uni Lis untuk mencicipi santapan khas Kota Bukittinggi yaitu Nasi Kapau. Isi dari Nasi Kapau adalah nasi putih, sayuran kol kuning yang merupakan wajib ada dalam makanan ini, daun singkong, dadak rendang yang merupakan potongan singkong kering dilumuri dengan bumbu rendang, ayam rendang dan terakhir dendeng batokok. Nasi Kapau berbeda dengan nasi padang. Bedanya apa? Terletak pada penyajiannya.

    Jika Anda lihat, nasi padang menyajikan makanan nasi putih yang terpisah dengan lauk pauknya, sedangkan nasi kapau semua dicampur dalam satu piring. Nasi Kapau Uni Lis ini bisa Anda temukan di Pasar Atas atau Los Lambuang Pasa Ateh. Warung Uni Lis ini dibuka pada jam 7 pagi hingga setengah 6 sore. Harga yang harus Anda bayar untuk satu porsi nasi kapau adalah Rp. 25.000.

    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan
    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com

     

    2. Picai Sikai dan Lamang Tapai

    Makanan khas Bukittinggi ini mempunyai presentase makanan favorit yang ada. Picai Sikai merupakan makanan yang hampir mirip dengan pecal sayuran khas Jawa. Namun bedanya adalah di Picai Sikai terdapat sayuran yang berbeda seperti jantung pisang dan rebung sebagai tambahan sayurannya. Kemudian sayuran-sayuran tersebut pun disiram dengan bumbu kacangnya yang membuat rasanya sangat nikmat. Bumbu ini pun tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis sehingga cocok untuk Anda yang tidak terlalu suka pedas.

    Sedangkan makanan khas Bukittinggi yang disebut dengan Lamang Tapai adalah seperti tape dengan ketannya. Kedua makanan ini bisa Anda temukan di Jalan Panorama 19c. Setelah Anda puas menyantap kedua makanan ini, Anda bisa lanjut mengunjungi Objek Wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang.

    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com
    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com

     

    3. Kerupuk Siram

    Apakah Anda salah satu penggemar dari makanan ringan yang disebut kerupuk? Kalau begitu, jika Anda berada di Kota Bukittinggi, ada salah satu jajanan yang rasanya enak yaitu Kerupuk Siram. Makanan yang mempunyai nama yang unik ini merupakan kerupuk yang di atasnya disiram dengan mie dan bumbu kari atau bumbu sate. Rasanya seperti sedang memakan mie dengan bumbu kari atau sate namun bedanya gurih. Kerupuknya cukup lebar. Lumayan cukup mengganjal apabila Anda belum makan besar. Kerupuk Siram ini sangat cocok menjadi cemilan yang siap menemani Anda ketika sedang menunggu sunset di sekitar Objek Wisata Jam Gadang. Kerupuk Siram ini memang sangat banyak akan ditemukan di sekitaran lokasi Jam Gadang.

    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com
    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com

     

    4. Pical Ayang

    Jika Anda sedang berada di lokasi Simpang Ngarai Sianok, jangan lupa untuk ke Jalan Ateh Ngarai, karena di sana berjajar warung-warung yang menjual makanan jajanan terutama Pical Ayang. Makanan khas Bukittinggi ini merupakan Bubur Kamiun. Bubur ini merupakan bubur manis yang di dalamnya terdiri dari lupis, bubur lemu, dan bubur kacang hijau yang kemudian disiram dengan gula merah dan santan. Kalau dilihat sekilas, bubur ini mirip dengan bubur sumsum yang sama-sama disiram dengan gula merah dan santan. Selain itu, di sana disediakan menu lain seperti lontong sayur dan beberapa gorengan seperti martabak mini dan bakwan atau bala-bala.

    Untuk satu porsi Pical Ayang, Anda bisa membayarnya dengan harga Rp. 6.000, untuk lontong sayur, Anda bisa membayar dengan harga Rp. 5.000 dan satu gorengan akan dikenakan Rp. 1.000. Harga yang cukup bersahabat, bukan? 😀 .

    Pical Ayang. Sumber: twitter.com
    Pical Ayang. Sumber: twitter.com

     

    Itulah beberapa makanan khas Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah dan memanjakan perut Anda. Sesudah berwisata kuliner dan jalan-jalan ke tempat wisata yang terkenal, kamu bisa menginap di hotel untuk beristirahan sejenak. Di Bukittinggi ada banyak tempat penginapan seperti hotel-hotel berbintang yang menyediakan fasilitas yang beragam dan harga yang bisa Anda pilih sesuai dengan isi kantong Anda. Kamu bisa cek di Traveloka. Selamat berlibur dan have fun!.

    Kalau Anda punya informasi kuliner favorit lainnya yang pernah Anda coba di Bukittinggi share dong di kolom komentar 🙂 .

  • Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen. Saya mendapat pertanyaan melalui email mengenai asuransi perjalanan. Pertanyaannya sangat mendasar sekali, ya samalah seperti dulu waktu saya ingin ke luar negeri pertama kali, tidak mengerti apa itu asuransi perjalanan dan mengapa yang bepergian harus punya asuransi tersebut, termasuk tidak tahu harus beli dimana asuransinya.

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen
    Pertanyaan ke email mengenai asuransi perjalanan

     

    Berhubung saya sudah seringkali ditanya mengenai hal begini, daripada ngetik berulang kali, untuk baiknya saya buat postingan khusus mengenai asuransi perjalanan. Jadi kalau ada yang nanya lagi tinggal kasih linknya 😀 . Saya hanya mengupas bagian dasar saja supaya yang mungkin akan bepergian ke luar negeri pertama kali bisa dapat gambarannya. Lagipula saya bukan marketing asuransi hehe.

    Kalau saya ambil contoh asuransi axa bukan karena dibayar sama perusahaan tersebut, namun karena ketika ortu dan adik saya berkunjung pakainya asuransi tersebut jadi ya pernah tahulah.

    Asuransi Perjalanan adalah asuransi untuk menutupi biaya medis, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, kecelakaan penerbangan dan kerugian lainnya yang terjadi saat bepergian, baik internasional atau dalam negeri.

    Kedutaan ambil contoh untuk perjalanan ke eropa, akan meminta asuransi yang jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro atau nilainya sesuai dengan kurs USD atau IDR yang berlaku.

    Apa maksud pertanggungan harus minimal 30.000 euro?

    Maksudnya asuransi perjalanan yang kita beli tersebut akan dapat menanggung biaya pemulangan jika sakit atau meninggal juga dalam hal penanganan medis darurat dan perawatan intensif yang nilainya hingga 30.000,- Euro. Kalau tidak punya asuransi dari mana duit segitu banyak toh? 😛 .

    Lagipula kedutaan tidak akan mengeluarkan visa kalau kamu tidak bawa polis asuransi saat membuat visa. Petugas pasti akan menyuruh kamu pulang beli asuransi dulu. Nah daripada bolak balik jadi waktu ke kedutaan pastikan kamu sudah bawa asuransi perjalanannya.

    Berapa biaya membuat asuransi perjalanan?.
    Harga atau biaya tergantung lamanya kamu akan tinggal di negara tujuan.

    Contoh harga bisa dilihat pada tabel dibawah ini

    Daftar harga asuransi perjalanan AXA. Harga bisa berubah sewaktu-waktu
    Daftar harga asuransi perjalanan AXA. Harga bisa berubah sewaktu-waktu

     

    Apa maksud polis/asuransi Gold dan Platinum?

    Platinum nilai covering (pertanggunangannya) lebih besar dibanding Gold. Beda harga polisnya tidak beda jauh. Misal kalau mau pergi 2 minggu ke eropa harga Gold 37 usd (harga perorangan), sedangkan platinum harganya 43 usd. Pertanggunan platinum hampir 3 kali lipatnya.

    Nilai Pertanggungan Asuransi AXA
    Nilai Pertanggungan Asuransi AXA

     

    Jadi pilih mana yang terbaik? . Tergantung kamu saja suka atau butuh yang mana. Kalau saya sih waktu ortu saya berkunjung pilih yang platinum.

    Fyi waktu mama saya ke Jerman tinggal 3 bulan belinya polis 1 thn karena kalau beli bulanan jatuhnya lebih mahal. *silakan lihat table harga

    Kalau kamu mau gold juga tidak masalah karena pertanggungannya sudah sesuai yang disyaratkan kedutaan yakni pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro.

    Beli polis asuransi perjalanannya dimana?
    Bisa beli di travel perjalalanan, namun mungkin harga akan beda sedikit dibanding beli langsung diasuransinya.

    Beli langsung dikantor asuransinya bisa juga, misal untuk AXA silakan di http://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/Personal-Insurance/Travel/SmartTraveller ada no telp atau email yang bisa dihubungi. Dibagian akhir tulisan ini saya sertakan juga nama-nama kantor asuransi yang bisa kamu tuju.

    Beli AXA secara online bisa juga tuh, bayar dengan kartu kredit. Mau nanya lewat email juga cepat responnya.

    Kalau visa ditolak apakah polis asuransi hangus?
    Tergantung masing-masing asuransinya, harus ditanyakan ketika membeli, karena ada yang asuransi hangus kalau visa ditolak, ada juga yang dikembalikan 75%nya.

    Mau tahu perbandingan beberapa asuransi perjalanan?. Diana M. Sani berbaik hati membagikannya. Saya kopas nih dari milis.

    Dear all,
    Share aja hasil perbandingan travel insurance yg saya lakukan, karena saya mau ke eropa dan beli travel insurance adalah syarat aplikasi visa schengen.

    Saya bandingkan AXA, ACA dan Chartis :

    – ACA memiliki plan untuk pertanggungan USD. 50 ribu (setara Euro 30 ribu, syarat visa schengen), sedangkan Chartis dan AXA harus ambil yang pertanggungan USD.100 ribu. Otomatis preminya akan lebih mahal daripada ACA.

    – Chartis menanggung untuk olahraga berat : diving, rock climbing, dll. AXA tidak menanggung.

    – Chatis dan AXA punya “benefit” yg jauh lebih banyak dibanding ACA dan lebih “jelas” point2nya.

    – ACA bisa mengembalikan premi sebesar 75% jika polis batal atau tidak jadi berangkat. Mis. visa ditolak. Chartis dan AXA tidak ada pengembalian premi.

    – Chartis dan AXA paket family lebih murah daripada 2x individual. ACA justru agak rugi kalo paket family.

    – Beli di travel agent lebih mahal (sedikit) daripada di agent insurance nya. Chartis bisa hanya melalui email dan ACA juga bisa dikirim ke rumah/kantor.

    Berikut ini daftar asuransi perjalanan yang diterima seluruh kedutaan negara Schengen (data dari web kedubes Jerman):

    ACA Asuransi
    PT Asuransi Central Asia

    ACE
    PT ACE Ina Insurance
    www.aceinsurance.co.id

    Adira
    PT Assurance Adira Dinamica
    www.asuransi.adira.co.id

    AIA Asuransi
    PT Asuransi AIA Indonesia

    AIG Asuransi
    PT Asuransi AIU Indonesia

    Allianz
    PT Usuransi Alllianz Utama Indonesia
    www.allianz.co.id
    email: [email protected]

    ASSIST-CARD GSA Indonesia
    www.assist-card.com

    AXA Asuransi
    PT Asuransi AXA Indonesia

    Chartis
    PT Chartis Insurance Indonesia

    China Taiping
    PT China Taiping Insurance Indonesia
    www.id.cntaiping.com
    email: [email protected]

    PT Asuransi AXA Indonesia
    AXA General Insurance http://www.axa-insurance.co.id/62/bhs/personal-insurance/travel/introduction
    AXA Tower lt.11, Jl. Prof.Dr.Satrio Kav.18 Kuningan City, Jakarta 12940, Indonesia
    +62 21 3005 9005 | 7 +62 21 3005 9009
    email: [email protected]

    Generali
    PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia
    [email protected]

    Grasia
    PT Asuransi Grasia Unisarana

    HARTA Asuransi
    PT Asuransi Harta Aman

    Lippo
    PT Lippo Insurance Tbk
    Tel: (021) 6385 9125
    www.lippoinsurance.com

    MAG
    Asuransi MAG
    www.mag.co.id
    [email protected]

    Sinar Mas Asuransi

    Umum Mega
    PT Asuransi UMUM Mega

    Winterthur (formerly Credit Suisse)

    Zurich Passport
    PT Zurich Insurance Indonesia
    www.zurich.co.id

     

    Sumber:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Travel_insurance
    http://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/Personal-Insurance/Travel/SmartTraveller
    http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4042440/Daten/3660889/H1__Krankenversicherung.pdf

     

    Artikel terkait:
    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

  • Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Postingan ini merupakan edisi lanjutan dari yang sebelumnya (Baca: Mengenai Bebas Visa ke Indonesia).

    • Kalau masuk Indonesia melalui bandara yang free visa, nah begitu mau keluar harus juga melalui salah satu bandara yang memang memberlakukan free visa.

    Banyak dari kita kalau bepergian mana memperhatikan hal ini toh?, jadi bisa saja masuk lewat Jakarta dan mau keluar lewat bandara lain. Masa iya misal sudah pergi jauh dari Jakarta harus kembali ke sana lagi buat keluar dari Indonesia, jadi muter-muter kan?. Nah kalau mengacu ke bebas visa ini bisa bermasalah.

    Seperti yang pernah dialami ibu Novy. Masuk lewat Jakarta keluar Indonesia melalui Jogya. Karena tidak bisa maka si ibu harus merelakan tiketnya hangus dan membeli tiket baru untuk perjalanan berikutnya yang dia inginkan.

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Kalau masuk Indonesia dari bandara bebas visa, maka keluar harus juga melalui salah satu bandara atau pelabuhan yg bebas visa ya
    Kalau masuk Indonesia dari bandara bebas visa, maka keluar harus juga melalui salah satu bandara atau pelabuhan yg bebas visa ya

     

    Kalau tahu begitu mending VOA aja ya, ini mau bebas visa ko malah jadi kena biaya lebih besar karena beli tiket lagi .

    Bandara dan pelabuhan yang memberikan bebas visa kunjungan adalah:
    Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Bandara Ngurah Rai, Bali, Bandara Kuala Namu, Medan, Bandara Juanda, Surabaya, Bandara Hang Nadim, Batam, Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, Pelabuhan Laut Sekupang, Batam, Pelabuhan Laut Batam Center, Batam, Pelabuhan Laut Tanjung Uban, Tanjung Uban.

    • Ketika di bandara tidak perlu isi formulir lagi seperti pada VOA, jadi untuk bebas visa ini paspor akan diberikan stempel „bebas visa“.

    Bebas visa bagi pemegang papsor Belgia
    Bebas visa bagi pemegang papsor Belgia

     

    • Bebas visa berlaku untuk kunjungan wisata, berlaku untuk masa tinggal paling lama 30 hari.

    Bebas visa yang 30 negara adalah untuk kunjungan wisata, jadi jangan heran, kalau ada yang bilang mau mengunjungi keluarga jadi dikenakan biaya/Visa (VOA). Sedangkan Bebas visa kunjungan keluarga adalah untuk 13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu.

    ““Orang Asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki Visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain,” bunyi Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015.

    Pasal diatas adalah untuk 13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonesia yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

    Daftar negara yang bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia antara lain:
    RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

    Kalau ada keluarga atau teman pemegang paspor dari salah satu negara diatas mau ke Indonesia, supaya bebas visa, bilang petugasnya mau liburan/berwisata ke Indonesia, kalau bilang mengunjungi keluarga akan dikenakan biaya.

    Walaupun heran aja ya memang apa bedanya kunjungan keluarga dan wisata? Toh yang mau mengunjungi keluarga akan jalan-jalan juga di Indonesia. Kalau ditanya menginap dimana selama di Indonesia, bilang saja menginap di hotel (padahal nginep dirumah keluarga dong biar hemat), memangnya petugas mengecek kita mau menginap dimana ya? hehe.

    Pengumuman resmi KJRI Frankfurt mengenai Bebas visa kunjungan wisata bagi warga negara Jerman
    http://www.kjriffm.de/images/PDF/pengumuman_visa.pdf

    Pengumuman resmi KBRI Den Haag mengenai bebas visa kunjungan wisata bagi warga negara Belanda
    http://www.ina.indonesia.nl/index.php/all-category/128-sosial-budaya/936-bebas-visa-wisata-untuk-warga-negara-pemegang-paspor-belanda

    Silakan di print pengumuman diatas, menghindari praktek pungli di bandara ya, karena banyak juga loh yang masih dikenakan visa padahal harusnya bebas visa, nah tinggal sodori tuh surat keputusan resmi diatas.

    Pemegang paspor selain Jerman dan Belanda, silakan buka webite KBRI ditempat kalian ya 😉 .

     

    Sumber:
    http://travel.kompas.com/read/2015/06/12/173937327/Resmi.Wisatawan.dari.45.Negara.Bebas.Visa.Kunjungan.Wisata.Ke.Indonesia
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id
    http://setkab.go.id/resmi-wisatawan-dari-45-negara-ini-bebas-visa-kunjungan-wisata-ke-indonesia

  • Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Seberapa banyak dari kamu tahu kalau sekarang wisatawan asing kalau ke Indonesia akan bebas visa?. Nah Karena saya baca komentar-komentar termasuk keluhan mereka yang beragam misalnya: „ko bayar sih, bukanya bebas visa?“ ; „eh iya sudah gratis lohhh nih, suami, anak-anak bebas visa”. Jadi saya kepikiran membuat postingan mengenai bebas visa ke Indonesia.

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

     

    Daftar negara yang bebas visa ke Indonesia antara lain:
    RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

    13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonesia yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

    Tempat pemeriksaan imigrasi yang bebas memberikan visa kunjungan adalah:
    Bandara Soekarno Hatta, Jakarta
    Bandara Ngurah Rai, Bali
    Bandara Kuala Namu, Medan
    Bandara Juanda, Surabaya
    Bandara Hang Nadim, Batam
    Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang
    Pelabuhan Laut Sekupang, Batam
    Pelabuhan Laut Batam Center, Batam
    Pelabuhan Laut Tanjung Uban, Tanjung Uban

    Saya mengumpulkan beberapa komentar dari forum, yang bebas visa ketentuannya seperti berikut:
    • Bebas visa sudah berlaku sejak bulan Juni 2015. Ketentuannya untuk kunjungan social & culture, tourism (holiday) & Goverment bussiness. Yang menentukan bebas visa adalah petugas immigrasi bandara setempat sesuai dengan wawancara on arrival day.
    • Bebas visa untuk turis, bukan untuk kunjungan keluarga. kalo ditanya petugas dalam rangka apa ke Indonesia?. Bilang datang ke Indonesia dalam rangka liburan. Kalau bilang kunjungan keluarga harus bayar.
    • Kalau WNA nya tiap bulan ke Indonesia dan petugas imigrasi ingat mukanya, ya ketahuan si WNA bukan turis, jadi bayar deh.
    • Visa on arrivals Gratis untuk 30 hari, tidak bisa diperpanjang. Kalau yang mau perpanjang bayar $55 untuk 2 bulan dan bisa diperpanjang di imigrasi Indonesia. Sekali perpanjang Rp. 350 ribu untuk 30 hari.
    • Ada WNA yang ngotot loh dengan petugas barulah bebas visa.

    Oh ya ada pasal yang bunyinya begini:
    “Orang Asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki Visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain,” bunyi Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015.

    Nah itu kunjungan keluarga ternyata harusnya bebas visa juga ya??, kenapa ketika dilapangan hanya turis yang bebas visa dan kalau bilang mengunjungi keluarga harus bayar?. ada teman di sosmed ngeluh ko suaminya asal Jerman disuruh bayar, kejadian 7 juli. *bingung jadinya

    Untuk menghindari petugas nakal, sebaiknya print out Perpres No. 69 Tahun 2015 mengenai bebas visa tersebut, lalu tunjukin ke petugas imigrasinya. Klik
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id/Download/Peraturan/Perpres/NOMOR%2069%20TAHUN%202015.pdf

     

    Fyi :
    • Bebas visa hanya berlaku 30 hari, kalau mau tinggal lebih lama, bisa keluar Indonesia dulu lalu masuk kembali.
    • Kalau mau tinggal lebih lama pakai visa sosbud kunjungan saja, bisa diperpanjang 4 kali @30 hari, jadi total stay di Indonesia bisa 60 hari. Klo urus perpanjangan sendiri Rp. 355.000 .
    • Perpanjang 10 hari sebelum expiry date nya setiap bulan. Apply di Penang, KL atau Singapore. Urus sendiri aja gampang ko.
    • Gunakan/pakai bebas visa sebijaknya, misalnya jangan karena mengejar bebas uang visa yang cuma sekian dolar malah bikin susah dan nambah biaya lain-lain. Contoh bebas visa kan masuk dan keluar harus dari bandara/pelabuhan yang memang bebas visa, kalau masuk dari banda bebas visa dan keluarnya dari kota yang tidak bebas visa, malah kita jadi beli tiket lagi kan malah jadi keluar uang lebih banyak, jadi jadwalkan perjalanan Anda dengan baik.

     

    Sumber:
    http://travel.kompas.com/read/2015/06/12/173937327/Resmi.Wisatawan.dari.45.Negara.Bebas.Visa.Kunjungan.Wisata.Ke.Indonesia
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id
    http://setkab.go.id/resmi-wisatawan-dari-45-negara-ini-bebas-visa-kunjungan-wisata-ke-indonesia

  • Mengunjungi Garden Center di Belanda

    Mengunjungi Garden Center di Belanda

    Mengunjungi Garden Center di Belanda. Postingan ini adalah jilid ketiga dari edisi jalan-jalan ke Belanda. Sesuai janji saya sebelumnya, kali ini akan bercerita mengenai garden center yang kami kunjungi.

    Saya suka sekali mengunjungi garden center :mrgreen: . Seringkali kalau kesana pulangnya hanya membeli tanaman harga 1 euro pun hati sudah senang (gampang sekali bikin diri sendiri bahagia haha). Senang karena saat saya ke tempat tersebut bisa banyak belajar. Melihat bagaimana menata tanaman jadi cantik di potnya, mengatur tanaman disekeliling supaya cantik, menyangga tanaman supaya tidak patah, dan banyak ilmu lainnya yang saya dapatkan ketika mengunjungi garden center.

    Garten Center di Belanda
    Garten Center di Belanda

     

    Apa sih garden center? sok kebarat-baratan aja bicaranya 😛 .

    Garden center adalah toko/perusahaan retail yang menjual berbagai tanaman dan produk-produk berkebun. Ditempat ini kamu bisa mendapatkan macam-macam tanaman dari bibit, tanaman muda nya, hingga tanaman jadi.

    Supermarket tanaman di Belanda
    Supermarket tanaman di Belanda

     

    Ada juga pupuk dan anti hama. Peralatan berkebun bisa juga kamu beli disini, termasuk hiasan kebun seperti patung-patung bisa kamu dapatkan. Singkat katanya garden center itu adalah supermarket tanaman. Kalau kamu suka berkebun pasti betah berlama-lama di tempat ini dan tidak mau pulang, semua mau di lihat secara detail dan kalau ketemu barang diskonan maunya diborong hehe 😎 .

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

     

    Garten center yang saya kunjungi ketika di Belanda namanya Intratuin. Lengkap sekali supermarket tanaman tersebut. Lapar mata melihat begitu banyak tanaman dan berbagai barang untuk berkebun. Bagiamana tidak mau borong kalau harga-harganya lebih murah dari di Jerman 😀 .

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

     

    Lihat apa lagi .. :mrgreen:

    Pohon buah. Garten center Belanda
    Pohon buah. Garten center Belanda

     

    Pohon cerry alias Prunus avium regina. Keren model rambatannnya
    Pohon cerry alias Prunus avium regina. Keren model rambatannnya

     

    Pohon serba berry
    Pohon serba berry

     

    Berbagai mawar di garden center belanda
    Berbagai mawar di garden center belanda

     

    Berbagai jenis wisteria
    Berbagai jenis wisteria

     

    Ternyata di garden center ini ada tempat bermain anak. Jadi Ben kami bawa main bentar, wah senang sekali dia. Saat itu Ben belum bisa jalan, baru bisa berjalan dengan berpengangan.

    Video Benjamin asyik main di Garden Center Belanda

     

    Kalau garden center di Jerman seringkali saya jumpai larangan untuk memotret, nah karena di Belanda tidak saya lihat ada larangan jadi saya potret-potret dan sempat buat video singkatnya 😉 .

    Video Garden Center di Belanda

     

    Apakah kamu termasuk yang suka juga mengunjungi garten center? atau malah lebih suka belanja online saja? :mrgreen: .

     

    Artikel terkait :
    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam
    Jalan-jalan ke Tong Tong Fair Belanda
    Jalan-jalan ke Volendam Belanda

  • Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda . Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.

    Saya mau lanjut menceritakan edisi jalan-jalan ke Belanda yang kami lakukan akhir April lalu. Bagi yang belum membca cerita awalnya silakan di Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin.

    Kali ini hanya menceritakan jalan-jalan ke Keukenhof saja, karena setelah saya buat cerita dengan mengunjungi garden center malah jadi panjang sekali bahasannya. Makanya supaya tidak bosan bacanya saya buat postingan terpisah mengenai mengunjungi garden center.

    Bagi yang tertarik mengetahui sejarah dan bahasan lebih detail mengenai keukenhof silakan baca di website resminya keukenhof http://www.keukenhof.nl dan ada juga di http://en.wikipedia.org/wiki/Keukenhof

    Yang menarik buat saya di keukenhof:

    1. Pose lucu yang berfoto

    Memotret orang-orang yang lagi bergaya tenyata mengasyikan juga yaa 😀 . Mereka yang bergaya lucu tersebut bisa jadi orang yang mau dipotretnya atau tukang potretnya sendiri yang lucu. Saya sempat mengabadikan beberapa pose-pose lucu. Sayangnya kepikiran buat potret model begini setelah 2 jam di Keukenhof, kalau dari awal kepikiran wah saya bisa dapat banyak kali pose lucunya.

    Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha
    Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha

     

    Apapun dilakukan demi mendapatkan pose paling bagus. Rumput yang tidak boleh diinjak tidak digubris aturannya oleh pengunjung. Padahal larangan menginjak rumput ada plangnya. Kalau ditegor petugas, turisnya cuma bilang “sorry!” .

    Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.
    Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.

     

    Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda. Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed
    Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed

     

    Mungkin para turis (kebanyakan asia) tersebut berpikir kapan lagi bisa ke Keukenhof, belum tentu tiap tahun kesana, jadi sebisa mungkin bikin ratusan bahkan kalau bisa ribuan foto. Entahlah apa mereka menikmati pemandangan tamannya atau malah kehabisan waktu karena sibuk memotret sana sini 😀 .

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    2. Bunga Unik menurut pandangan mata saya

    Anggrek

    Saya lagi suka sekali dengan bunga anggrek, jadi cinta banget justru karena semua anggrek saya mati semua hehe. Tidak lama sebelum ke Belanda saya beli 4 anggrek untuk menggantikan yang mati. Makanya pas ke Keukenhof senang sekali ternyata ada ruangan khusus bunga anggrek.

    Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum
    Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum

     

    Anggrek warna biru? Benar atau hoax?

    Jauh sebelumnya saya kagum dengan jenis Phalaenopsis berwarna biru ini, sayangnya tidak kagum sama harganya yang 4 kali lipat Phalaenopsis biasa. Di Jerman harga anggrek biru sekitar 28 – 30 euro (sekitar Rp. 406.000) . Saat membuat tulisan ini saya sempatkan mencari informasi kebenaran anggrek biru melalui mesin pencari.

    Anggrek biru di keunkeunhof Belanda
    Anggrek biru di keunkeunhof Belanda

     

    Ternyata anggrek biru tersebut bukan warna biru alami melainkan hasil pewarnaan menggunakan pewarna makanan. Kalau alami akar anggreknya akan berwarna biru juga dong begitu tertulis disalah satu web bahasa Jerman yang pernah saya baca 😀 .

    Oh ya sebenarnya ada sih anggrek yang berwarna biru, tidak biru terang ya, melainkan agak kebiruan. Yang saya maksud adalah anggrek Cattleya yang Cattleya Portia ‘coerulea” bagian bibir dalam anggreknya warnanya benar-benar biru.

    Video ruang anggrek Keukenhof Belanda

     

    Beberapa foto dari ruang anggrek:

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga
    Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga

     

    Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung
    Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung

     

    Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina
    Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina

     

    3. Tulip-tulip nan cantik jelita

    Jalan-jalan ke Keukenhof tentu saja tujuan utamannya untuk melihat bunga tulip. Jadi bagi kamu yang tergila-gila dengan bunga ini, yang mencoba menanam masih gagal, yang ingin sekali ke Keukenhof namun belum terwujud, semoga bisa cuci mata melihat tulip-tulip berikut:

    Video taman Keukenhof 1 Mei 2015

     

    Mau berfoto sebaiknya punya kiat tersendiri, supaya hasil foto memuaskan. Ambil angle foto yang terbaik supaya tidak terlihat gendut. Pakaian apakah sudah rapih, syal tergulung rapih kah, rambut tergerai, make up masih kinclong?. Kebanyakan pusing ini itu malah tidak jadi berfoto. Ah pokoknya unik deh kalau lihat orang mau berfoto sibuk bebenah diri hehe.

    Video taman bunga tulip Keukenhof Belanda

     

    4. Oleh-oleh dari Keukenhof (Belanda)

    Beberapa contoh oleh-oleh yang bisa kamu beli saat mengunjungi Keukenhof dan juga kota lain di Belanda

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Artikel terkait :
    Penasaranku akan “Red Light District Amsterdam”
    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam
    Jalan-jalan ke Tong Tong Fair Belanda
    Jalan-jalan ke Volendam Belanda

  • Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin

    Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin

    Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin. Membawa bayi (anak) dibawah usia 1 tahun bepergian jauh ternyata horror yaa 😀 . Benjamin ngamuk melulu selama perjalanan liburan kami.

    Kami berangkat ke Belanda tanggal 29 April 2015. Pagi harinya babenya Ben masih kerja dulu. 2 tahun lalu liburan ke Belanda sewa mobil, tahun ini pakai mobil pribadi supaya hemat biaya. 2 tahun lalu kami menginap di hotel, kali ini menginap dirumah teman kami di Woudenberg. Bisa menghemat begini jadi ada dana lebih dong buat beli bibit dan tanaman dari Belanda :mrgreen: .

    kamu menyusul saja ya naik kereta!“ kata babenya Ben, karena saat itu saya masih asyik menyiram tanaman-tanaman saya, padahal sudah mau berangkat. Ninggalin kebun selama 4 hari membuat saya kuatir. Untungnya kami liburan saat musim semi, jadi cuaca masih sejuk, tidak masalah tanaman tidak disiram selama kami liburan.

    Babenya Benjamin ingin kami berangkat saat jam tidurnya Ben, tentu saja ide pak bos tercinta ini saya tolak mentah-mentah, masa mau pergi jam 3 pagi, pastinya saya masih ngantuk berat. Jadi hari itu kami berangkat sore jam 16.30 sudah duduk manis di mobil. Baru 15 menit perjalanan abang kicik yang namanya Benjamin mulai ngamuk yang pertama.

    Perjalanan kami tidak langsung ke Belanda, kami menginap dulu di Aachen. Jarak tempuh perjalanan yang harusnya bisa 3 jam jadi telat sekali sampai di penginapan. 300 km perjalanan kami berhenti 4 kali, apa lagi kalau bukan karena abang kicik yang mengamuk melulu. Ben duduk di bangku anak, saya didepan samping babenya Ben yang menyetir dong. Pulangnya saya jadi duduk ditengah bersama Ben, tetap saja drama berlangsung 😀 . Perjalanan luar negeri pertama kali buat Benjamin, termasuk pertama kali buat kami sebagai orangtua. Lain kali kalau pergi jauh, benar deh lebih baik pergi saat jam tidur anak!.

    Saya ingin cerita 4 point dibawah ini, mengenai Keukenhof dan garten center inginnya buat postingan lebih detail tersendiri, supaya sobat berkebun saya senang bisa puas lihat lebih banyak foto-foto dan video. Doain saja supaya penyakit malas ngeblog menjauhi saya haha.

    1. Penginapan (Jugendherberge Aachen dan rumah teman di Woudenberg).
    2. Keukenhof (sepanjang mata memandang indah sekali bunga tulip dimana-mana)
    3. Intratuin (garten center. Kalau tidak bawa kereta dorong Ben, saya bisa borong banyak tanaman deh).
    4. Belanja dit toko asia di Amersfoort

    1. Tempat menginap
    Jugendherberge Aachen. Sewa kamar keluarga untuk 1 malam, plus sarapan biayanya 53,80 euro (Rp.753.000 kurs rp.14.000). Kamarnya ada 4 tempat tidur, Benjamin tidur sendiri dong 😀 . Harus jadi member untuk bisa menginap. Biaya membership 27 euro per tahun (sekitar Rp.378.000) ada 4.000 Jugendherberge di seluruh dunia dan ternyata ada 1 di Indonesia. Kamarnya bersih, ada kamar mandi dalam, tidak ada tv.

    Kenapa bisa murah?
    -mau cek out beresin kamar sendiri. Seprai dan sarung bantal di lepas lalu kasih ke resepsionis.
    -selesai sarapan, taruh alat makan ke tempat yang telah disediakan. Jadi tidak ada pelayan untuk beberes.
    -saat sarapan ambil roti maksimal 2 biji hehe ada ditulis tuh. Berhubung kami sarapan sudah sepi jadi bisa ambil lebih.

    Saya kira di Aachen bisa jalan-jalan dulu, tidak tahunya keluar dari penginapan langsung lanjut ke Belanda, tahu begitu mending langsung ke Belanda aja kan.

    Jugendherberge Aachen tempat kami menginap semalam. Pengen nginep murah jadi anggota Jugendherberge deh
    Jugendherberge Aachen tempat kami menginap semalam. Pengen nginep murah jadi anggota Jugendherberge deh

     

    • Menginap di rumah teman di Woudenberg.
    Kami menginap 3 malam dirumah sahabat saya Eva dan Gj. Eva adalah teman kuliah saya di UI. Eva dan suaminya orang Belanda bertemu melalui onlinedating, web yang sama babenya Ben dan saya bertemu. Tahun lalu Eva dan suami sudah mengunjungi kami 2 kali, jadi ceritanya gantian nih kami ke rumah mereka.

    Eva punya kucing umur 8 bulan, tidak beda jauh dengan usia Benjamin. Nama kucing betina tersebut Lucky. Eva bilang kucingnya sudah disterilisasi jadi hilang rasa kepengen kawin haha. Waktu belum disteril seringkali si kucing ngeong-ngeong melulu saat “kepengen” *skip tidak perlu dibahas lagi 😛 .

    Nah kasihan Lucky tiap hari dikejar-kejar Benjamin melulu. Terkadang lagi asyik lesehan disofa dikejar Ben, naik ke atas bangku, di uber-uber Ben juga.

    Lucky kucing manis jangan takut sama Ben, ayoo main yuk
    Lucky kucing manis jangan takut sama Ben, ayoo main yuk

     

    Video Benjamin mengejar Lucky

     

    Video Ben tetap berusaha pengen ajak maen si kucing

     

    Benjamin serasa dirumah sendiri, begitu sampai langsung main di lantai dan berantakin macem-macem. Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan saya. Nah sama Eva dan suaminya si Ben langsung lengket dan ramah, ketawa-ketawa melulu dia. Kata opung borunya Ben di Jakarta tanda tuh Eva bakalan punya anak hehe.

    Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan emaknya. Nah sama Eva si Ben langsung akbrab loh
    Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan emaknya. Nah sama Eva si Ben langsung akbrab loh

     

    Ben serasa di rumah sendiri, berantakin rumah siapa kamu Ben, asyik main ya nak
    Ben serasa di rumah sendiri, berantakin rumah siapa kamu Ben, asyik main ya nak

     

    2. Keukenhof 2015

    Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.

    Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015
    Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015

     

    Akhirnya kesampean juga mengunjungi Keukenhof. Sayangnya kami datang di hari yang salah, gilaaaa sumpek 😥 . Maju kena, mundur kena, ke samping kiri nyengool, ke kanan nyenggol. Mau potret sendirian susah. Orang-orang banyak yang heboh banget potret sana sini, termasuk foto selfie dengan berbagai gaya yang kocak. Heran seperti tidak pernah lihat bunga saja hahaha.

    Keukenhof- Beautiful tulips
    Keukenhof- Beautiful tulips

     

    Keukenhof- Most beautiful Tulip Garden
    Keukenhof- Most beautiful Tulip Garden

     

    Hari itu sumpek sekali karena di beberapa negara 1 mei diperingati sebagai hari buruh dan tanggal merah, jadi kesempatan orang-orang berlibur, long weekend banget saat itu. Di Belanda sendiri tanggal tersebut bukan hari merah, kalau di Jerman iya tanggal merah, makanya orang-orang dari negara tetangga berduyun-duyunlah mengunjungi keukenhof.

    klik gambar untuk melihat ukuran besar

     

    Ada 7 juta bibit tulip yang ditanam setiap tahunnya di taman Keukenhof, dari angka tersebut terdiri dari 800 jenis tulip. Puas sekali kalau bisa datang langsung.

    Tema keukenhof tahun 2015 ini adalah Van Gogh. Van Gogh adalah pelukis terbesar dalam sejarah eropa. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang Van Gogh silakan cari di guggle saja ya hehe.

    Keukenhof 01 Mei 2015 ada yang kesana juga hari tersebut???. Gila ramenya
    Keukenhof 01 Mei 2015 ada yang kesana juga hari tersebut???. Gila ramenya

     

    Tidak hanya bunga tulip yang ditanam di taman seluas 32 hektar tersebut, ada juga dafodil, muskari, calla dan bibit musim semi lainnya, termasuk ada ruangan khusus untuk anggrek, lili, begonia dan lainnya bunga musim panas.

    Lihat bunga Begonia yang cantik-cantik jadi potret untuk mbak Netty di Nias
    Lihat bunga Begonia yang cantik-cantik jadi potret untuk mbak Netty di Nias

     

    Anggrek biru di Keukenhof. Harganya sama saja seperti di Jerman kalau di rupiahkan 405.000. Ingat Edi di Riau nanya anggrek biru
    Anggrek biru di Keukenhof. Harganya sama saja seperti di Jerman kalau di rupiahkan 405.000. Ingat Edi di Riau nanya anggrek biru

     

    Bunga Calla hitam di Keukenhof
    Bunga Calla hitam di Keukenhof

     

    Amaryllis yang warna bunganya unik
    Amaryllis yang warna bunganya unik

     

    Tiap tahun taman Keukenhof hanya dibuka selama 2 bulan. Tahun 2015 ini dibuka dari 20 maret hingga 17 Mai 2015.

    Harga tiket masuk dewasa 16 euro (Rp. 224.000 kurs Rp.14rb), anak 0-3 tahun gratis. Parkir mobil bayar 6 euro untuk seharian. Kalau datang rombongan tiketnya per orang 13,50 euro (Rp. 182.000) Suaminya Eva beli tiket rombongan buat kami berempat, Benjamin gratis .

    klik gambar untuk melihat ukuran besar

     

    3. Garten Center Intratuin

    Lokasinya tidak jauh dari rumah sahabatku, untung jarak dekat jadinya Ben masih anteng selama perjalanan. Saya puas cuci mata melihat bibit (umbi) bunga dan berbagai tanaman disana termasuk alat-alat untuk berkebun. Seandainya kami tidak bawa kereta dorong Ben, wah bisa borong banyak deh. Bagasi mobil kami penuh, isi kereta dorong Ben yang gede banget dan satu koper besar buat pakaian kami bertiga.

     

    Garten Center di Belanda
    Garten Center di Belanda

     

    klik gambar untuk melihat ukuran besar

     

    Hasil perburuan di Belanda <3

    Oleh-oleh dari Belanda

     

    Bibit berupa umbi bunga yang saya beli, tree lily, dan 3 macam dahlia.
    Benih bunganya adalah:

    bungkus warna ungu/biru petunia nana campacta
    Sebelahnya yangg hijau adalah nicotiana lime green
    Sebelahnya yang hitam adalah scabiosa black night
    Sebelahnya yang hijau adalah Moluccela laevis (bells of Ireland)
    Yang bawah lagi : phlox cherry caramel

    Pulang happy gardening banget deh :mrgreen:

    4. Belanja di toko asia di Amersfoort

    Amersfoort terletak di provinsi Utrecht. Amersfoort juga memiliki berbagai bangunan tua (dari abad pertengahan) seperti gereja, benteng/gerbang kota dengan kanal yang mengelilinginya, museum, gedung sekolah dan lain sebagainya. Mengunjunig kota ini mengingatkan saya pada Bad Wimpfen di Jerman, tempat yang beberapa kali saya kunjungi.

    Amersfoort Belanda. Sebelum belanja ke toko asia kita jalan-jalan dulu melihat pusat kota. Cape jalan lalu makan es krim
    Amersfoort Belanda. Sebelum belanja ke toko asia kita jalan-jalan dulu melihat pusat kota. Cape jalan lalu makan es krim

     

    Sahabatku Eva mengajak saya ke Amersfoort untuk belanja ke toko asia. Harga kebutuhan dapur dari Indonesia tuh jauh lebih murah di Belanda. Jadi saya beli 4 botol sambal, ada sambal bajak dll, beberapa bungkus kerupuk mentah, kerupuk palembang langsung saya makan dalam perjalanan pulang ke Jerman, air kelapa kemasan 1 liter, kecap, mie telor, bihun, mie instan goreng 10 bungkus, mie instan kuah 5 bungkus dan tepung bumbu.

    Saya tidak mau beli banyak mie instan seperti 2 tahun lalu beli 2 kardus, hampir separuh saya buang karena expired, kelamaan tidak dimakan, padahal sudah sampai banyak juga saya kasih teman kursus. Oh iyaa saya beli ikan gembung juga. 1 bungkus isi 3 ekor ikan, jangan tanya harganya pasti lebih mahal dari Indonesia, yang penting saya puas banget nikmat makan ikan yang saya tahu namanya hehe.

    Babenya Ben nyuruh saya beli durian, saya bilang daripada ngeluarin 5,50 euro (Rp. 82.000) lebih baik beli sambal bisa dapat 3 botol. Nyuruh beli pete juga, mahal bo, mending sambal aja favorit saya haha. Belanja habis 40 euro, 2 tahun lalu habis 100 euro karena beli beras, tahun ini kami tidak beli beras dari Belanda, karena hanya selisih harga 3 euro/5 kg dari toko dekat rumah kami. Babenya Ben bilang dia suka banget beras Jasmin yang dibeli di toko asia di Eindhoven. Tiap kali kami beli beras di Jerman, babenya Ben selalu membandingkan dengan beras dari toko asia di Eindhoven. Kirain bisa ketemuan kak Ephie yang tinggal di Eindhoven, ternyata si kakak pergi liburan pas hari minggunya, semoga liburan kami berikutnya bisa ketemuan, ingat 2 tahun lalu dibikinin lontong sayur enakk bangett 😀 .

    Terima kasih buat yang sudah membaca sampai selesai, postingannya panjang sekali karena sebagai kenang-kenangan buat saya juga 😉 .

     

    Sumber:
    http://www.keukenhof.nl
    http://en.wikipedia.org/wiki/Keukenhof
    http://en.wikipedia.org/wiki/Amersfoort

     

    Artikel terkait :
    Taman Mawar di Lottum, Belanda
    Jalan-jalan Belanda 2013
    “Bed & Breakfast ‘Jonkershoeve’ Penginapan Kami di Belanda
    Penasaranku akan “Red Light District Amsterdam”
    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam
    Jalan-jalan ke Tong Tong Fair Belanda
    Jalan-jalan ke Volendam Belanda

  • Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang. Apakah judul postingan ini cukup membuat kamu pengen muntah? Haha :mrgreen: . Saya ingin membahas mengenai cowo jerman-visa-overstay. Mau bahas karena belakangan ini lumayan banyak yang apply visa Jerman ditolak.

    Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11

    Juli 2014 tahun saya saya buat postingan Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman saya menceritakan bagaimana mama saya saat itu mengurus visa ke Jerman. Nah jadi setelah postingan tersebut banyak yang nanya-nanya mengenai urus visa Jerman, tepatnya pada curhat kalau visanya ditolak. Ada yang komentar di postingan saya tersebut atau langsung menghubungi saya melalui form kontak.

    Bikin visa dengan surat undangan/jaminan bahasa kerennya Verpflichtungserklärung bukan jaminan loh visa akan disetujui. Apalagi yang ngundang pacar belakangan ini makin sulit, kemudian makin semakin sulit bin ribet saat mereka yang apply visa ini pengen tinggal 90 hari di Jerman (maksimal boleh tinggal).

    Karena makin banyak yang curhat visa mereka ditolak, saya makin kepo (penasaran) dong, secara dulu saya ke Swiss bilang diundang pacar (sekarang sudah jadi suami 😛 ), lancar aja visanya keluar. Kala itu cuma stay 2 minggu, balik ke tanah air langsung mengurus surat-surat untuk nikah. Sangking saya kepo, saya pengen email kedutaan Jerman, pengen nanya petugasnya langsung hehe. Belum sempat saya nanya eh rasa penasaran saya terjawab. Ada Adhyt yang komen di postingan saya. Dia bilang: “Soalnya waktu itu petugasnya bilang, “sering perempuan indonesia yang engga balik pulang” (nikah, betah dll).

    Saya curiganya juga begitu, para wanita Indonesia yang sudah bisa ke Jerman kaga balik, makanya petugas makin ketat aja dengan mereka yang apply visa yang pengundangnya adalah pacar.

    Para oknum yang menyalahgunakan visa, bikin susah mereka yang belakangan ini mau bikin visa. Kasihan kan karena segelintir oknum, petugas kedutaan blacklist para wanita yang memang mau ke Jerman.

    Saya penasaran lagi nih, memang kalau pergi dengan visa turis bisa nikah resmi? Setahu saya berdasarkan pengalaman sendiri tentunya, kalau mau nikah butuh surat-surat yang harus di legalisir di dep hukum dan ke deplu dan banyak cek ricek kedutaan, termasuk harus punya sertifikat kemampuan berbahasa Jerman tingkat dasar (A1). Saya sering dengar sih mereka yang ga bisa nikah di Jerman, sangking ribetnya jadi nikah di Denmark lalu lapor ke Jerman. Memang bisa ya nikah di Denmark hanya berbekal paspor saja? Beneran loh saya penasaran 😀 . Trus kalau tidak punya sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman bisa apply izin tinggal di Jerman dan ngurusnya dari Jerman???.

    Tulisan Terkini


    Berikut pengalaman Adhy dan Emma apply visa, siap tahu bisa jadi masukkan buat kamu yang akan apply visa juga.

    Adhyt. Februari 11, 2015 pada 4:19 pm
    aku mau sharing pengalaman aja nih, aku baru dapet visa schengen aku beberapa hari yang lalu. Oh ya makasih juga blog ini banyak membantu hehe.
    Aku ngurus visa kunjungan ke jerman (berkunjung ke rumah pacar). Dulu dia pernah tinggal jadi voulenteer di Indo. dan Orang Tuanya pernah berkunjung juga, dan kali ini ayahnya yg jadi sponsor aku. Jadi pas ngurus visa nya ditanyain gimana ceritanya kenal sama pihak sponsornya.

    Aku juga kasih lampiran fc buku tabungan, terus nulis surat pernyataan kalau bekerja (Wiraswasta) dan kalau bakal pulang lagi sesuai tiket nya, dan surat undangan tidak resmi dari pihak sponsor utk kedutaan yang menyatakan kalau aku bener-bener di sponsori dan dapat tempat tinggal. Gitu pengalaman ku mengurus visa. Untungnya ga ditanyain hubungannya apa dengan anak dari pihak sponsor hehehe

    regrads.
    Adhyt

    Samaemma (melalui email) Kamis, 5 Maret 2015 10:12
    Oya aku Sama yg kemarin nanya nanya mba Nella soal mengurus visa,aku mau berbagi cerita ples nanya lg… hehehe aplikasi visaku akhirnya diterima selama tiga bulan :), meskipun cm single entry aku tetap menyertakan surt ket kerja cm gda keteranganx klo aku bakal cuti 3 bln. tapi aku bikin srt pernyataan klo aku bakal balik aku ttdin pake materai dan jg nyertain potokopi aset yg aku punya, soalnya klo mau bohong trus ketahuan jd lebih sulit lg, jd kemarin nekat masukin aplikasi seadanya tapi aplikasi aku lengkap kok kecuali surt ket kerja aja yg isinya harus di ijinkan cuti selama itu. tpi aku applynya gak dikedutaan jerman sih. klo aku baca baca dri blog mba sama beberapa blog, kayaknya emang kedutaan jerman emg plg susah ngasi visa Kali yah.

    Beberapa tips (solusi) supaya visa Jerman tembus (ngunjungi pacar):
    Verpflichtungserklärung bukan jaminan visa akan disetujui.
    • Kalau pakai Verpflichtungserklärung berarti untuk jenis visa kunjungan (bukan visa turis) bisa kunjungan keluarga atau teman.
    • Punya pengundang pacar Jerman memang kedengarannya keren, apalagi kalau ditanya teman-teman kamu bilang mau ke Jerman mau ketemu pacar, sudah punya Verpflichtungserklärung, lah ternyata visa ditolak sakittt hati kan, tambah sakit hati kala sudah beli tiket padahal visa ditolak. Nah daripada sakit hati ga perlu bawa-bawa status pacar buat ngurus visa.

    • Punya Verpflichtungserklärung bukan artinya kamu bebas tidak menyertakan bukti finansial pribadi. (Sertakan kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, dana keluar masuk jangan tiba-tiba besar karena akan bikin petugas curiga itu bukan duit kamu). Petugas pernah bilang „jalan-jalan masah ga punya duit?“. Besarnya dana yang harus disiapkan 34 euro kali lamanya tinggal (nilai tersebut lihat dari kedutaan Belanda, saya rasa sama saja untuk eropa).
    • Sudah punya Verpflichtungserklärung bukan berarti tidak perlu surat-surat lainnya. Saat pengundang di Jerman mengurus (membuat) Verpflichtungserklärung mereka membawa surat keterangan gaji, surat kontrak rumah, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kopi paspor. Kalau pengundangmu bilang Verpflichtungserklärung saja cukup bawa ke kedutaan tanpa surat yang saya sebutkan tersebut salah juga, karena petugas di Jerman beda dengan petugas di Indonesia. Waktu mama saya ngurus visa, saya kirimkan surat (dokumen) pribadi suami saya. Kalau pengundang di Jerman status masih pacar ya mungkin dia ga mau juga kalau data pribadi seperti slip gaji di umbar ke umum. Kalau ribet dengan Verpflichtungserklärung kenapa ga urus visa turis saja toh.

    • Verpflichtungserklärung pernah ada yang bilang berlaku 6 bulan. Pada dokumen nya tidak tertera masa berlaku.
    • Kalau memang hanya mau bertemu (mengenal) keluarga calon suami/istri (wn.Jerman) bikin visa masa tinggal singkat 2 minggu atau paling lama1 bulan, jadi kesempatannya lebih besar. Kalau minta 3 bulan bikin petugas langsung curiga, ngapain lama amat?.
    • Kalau status pacarnya belum pernah ketemu langsung (baru lihat secara online). Terus kamu (wanita) pengen stay 3 bulan di Jerman, apa ga serem ya?. Kalau suka sama suka dan cocok ya asyik aja 3 bulan serasa 3 jam, tapi kalau ternyata ga cocok dan ga betah, 3 bulan mungkin akan serasa 3 tahun. Kalau mau mempercepat balik ke tanah air, berarti harus ubah tiket berarti keluar duit lagi. Beberapa tahun lalu adik ipar saya liburan di Indonesia, pulang lebih cepat karena sakit. Dia nambah 300 euro (4,5 juta rp) untuk perubahan tiket.

    • Pergi 2 minggu, apply saja visa turis. Booking hotel di booking.com banyak yang free cancelation. Setelah visa diterima ya terserah kalau memang tinggal di rumah pacar. Jadi tidak perlu surat undangan (Verpflichtungserklärung) kalau ditolak visanya sayang 25 euro bikin surat tersebut.
    • Saat wawancara yakinkan petugas kalau kamu benar-benar akan balik ke tanah air, buktikan dengan menyertakan surat keterangan kerja. Pada surat cantumkan tanggal cuti dan kapan akan kembali kerja. Saat bicara dengan petugas jawaban jangan ragu-ragu, latihan dulu dirumah 😀 .
    • Tidak kerja kantoran bagaimana bikin surat keterangan kerja?, kalau ada teman dan atau keluarga yang kerja di hrd atau punya perusahaan pribadi minta dibikin surat tersebut. Cuma resiko kalau ketauan bohong.

    • Punya aset pribadi seperti deposito, tanah, mobil dll bawa kopi dan surat aslinya, tunjukkin ke petugas kalau kamu ga akan telantar selama di Jerman, dan tujuannya memang hanya jalan-jalan bukan mau tinggal illegal.
    • Tahu sedikitlah mengenai kota besar di Jerman, dan kebudayaan Jerman, bisa ngajak ngobrol petugasnya kan saat wawancara, kali aja dapt nilai plus hehe. Jangan kalau ditanya petugas siapa kanselir Jerman saat ini?, kamu malah bengong haha.
    • JANGAN beli tiket pesawat sebelum visa ditangan. Saat urus visa sertakan hanya kopi bookingan saja. Kalau visa ditolak tiket promo setahu saya hangus loh.

    • Kalau dari kedubes Jerman ditolak. Coba apply visa dari kedutaan selain Jerman. Setahu saya Belanda paling ramah ngasih visa turis (visa Schengen). Jangan ke kedutaan Swiss, karena Swiss 11 12 dengan Jerman, susah dan petugasnya galak!.
    • Sertakan polis asuransi perjalanan saat urus visa (asli dipegang), bisa beli dari Jerman atau Indonesia sama saja ga masalah beli dimana. Mama saya dulu gunakan Axa.
    • Kalau sudah pernah stay 3 bulan dan mau ke Jerman lagi dengan masa tinggal yang sama, harus ada jedanya minimal 6 bulan.

    • Kalau dihubungi petugas via email atau telp, atau kamu yang telp petugasnya dibilang silakan ambil/jemput paspornya. Berarti visa ditolak. Kalau visanya dapat (diterima) akan dibilang silakan ambil visanya.
    • Saat visa ditolak akan ada lembaran alasan kenapa visa ditolak, kamu bisa ajukan banding. Setelah banding ternyata tetap ditolak dan di pasopr tidak ada stempel penolakan coba apply dari kedutaan lain (visa turis). Kalau ada stempel katanya sih jedanya 6 bulan untuk ajukan lagi.

    Kamu punya pengalaman menarik saat urus visa? Share di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu berguna buat yang lain 😉 .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika & Kebiasaannya

  • Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air

    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air

    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air. Kamis 2 Oktober 2014 hari itu merupakan hari terakhir mama saya di Jerman. 90 hari sungguh tidak terasa berlalu begitu cepat. Mama menemani saya sebelum melahirkan hingga mengajari saya bagaimana mengurus Benjamin. Tiba saatnya mama harus kembali ke tanah air tercinta bertemu keluarga tercinta, keluarga di Jakarta senang sedangkan saya sedih hiks 🙁 .

    Sebenarnya sejak awal mama berada di Jerman, dan saya membayangkan kalau mama hanya tiga bulan saja bersama saya, wah saya langsung sedih dan akan nangis tersedu-sedu. Maka setiap kali pikiran tersebut lewat, saya alihkan dengan membayangkan hal lain yang membuat hati saya bahagia, toh tahun depan mama bisa datang kembali kan yaa. Kalau si mama datang lagi nanti, Benjamin pastinya sudah bisa lari-lari 😀 .

    Pada 2 Oktober tersebut saya masuk kursus, saya minta babenya Benjamin beli timbangan koper yang saat itu sedang dijual disalah satu supermarket. Mama sms saya :, “setelah pulang kursus langsung pulang ya jangan ngelayap ke toko-toko. Koper mama kelebihan 3 kg nih, jadi harus dibongkar atau dikeluarkan beberapa barang, pulanglah cepat supaya ada yang gendong Benjamin dulu”.

    Yaelah maaakk suruh babenya si Ben aja yang jaga kenapa? pasti main komputer deh dia ya” jawab saya dalam hati saja. Nyatanya saya masih sempat berlari ke salah satu toko tanaman, membeli sesuatu yang saya butuhkan, toh bus saya datangnya 10 menit lagi.

    Tiba di rumah, mama bilang, mama sedih sekali, tidak tahu kenapa ketika mengganti bajunya Benjamin jadi sedih dan menangis. “Wajarlah ma, aku aja sudah berhari-hari ini melow melulu, mewek melululah kalau kubayangkan mama akan kembali ke tanah air. Makanya udahlah kita pikirkan yang senang dan bahagia saja yaa, tahun depan mama kan bisa datang lagi” sahutku.

    Tulisan Terkini

    Ketika kami makan siang saya yang berdoa hari itu, dan suara saya tersendat ditenggorakkan dan tidak bisa keluar sangking sedihnya. Bukan hanya saya, mama juga menangis. Hahaha kalau saat ini kami berdua sudah bisa tertawa-tawa 😆 . Makanya saya baru bisa membuat tulisan ini. 1-2 minggu setelah mama kembali ke tanah air, baru saya menuliskan satu dua kalimat langsung menetes air mata saya, lebih baik saya pending ceritanya hingga perasaan saya sudah normal kembali.

    Di hari terakhir tersebut, mama memandikan Benjamin untuk terakhir kali. “Mak mandikanlah Benjamin, terakhir kali mak, nanti kangen loh ma dengan cucu mama tercinta ini” hehehe gaya bujuk rayu saya supaya mama mau memandikan Benjamin.

    Sejak Benjamin lahir hingga hari itu 02 Oktober, tidak pernah saya memandikan Ben. Saya selalu jadi asisten mama atau babenya Benjamin saat Ben dimandikan. Kalau ada mereka berdua kenapa saya harus turun tangan toh hehe. Sejak mama di tanah air, sayalah yang paling sering memandikan Ben.

    Slideshow foto-foto Opung dan Benjamin

    Pesawat mama LH782 berangkat 21:30 ; boarding time 20:45 . Saya sudah lakukan online check-in 24 jam sebelum keberangkatan, jadi boarding pass sudah keluar dan saya print lalu berikan ke mama.

    Benjamin sudah siap Mengantar opung ke Bandara
    Benjamin sudah siap Mengantar opung ke Bandara

     

    Niatnya kami akan berangkat jam 17.30 dan molor hingga hampir jam 18.30 salahkan saya hehe babenya Ben sih sudah mulai ngomel 😳 . Saya PD saja dua jam lebih cukuplah sampai ke bandara Frankfurt, toh biasanya butuh waktu tidak sampai 1,5 jam.

    Ternyata di beberapa tempat macet gilaa, mobil tidak benar-benar berhenti sih, tapi kalau cuma bisa melaju di kecepatan 50 km di jalan tol, ya jadi ketar-ketir juga, takut telatt. Awalnya kami masih ngobrol-ngobrol, lalu jadi hening karena deg-deg an mikirin bisa sampai tepat waktu ga ya 😥 .

    Puji Tuhan! tiba di bandara jam 8 malam. Boarding time 20 :45 dan jadwal pesawatnya berangkat 21:30. Saya deg-deg an lagi tuh, “jangan-jangan counter chek-in buat serahkan koper antriannya panjang” . Puji Tuhan lagi, ternyata counter check-in nya banyak ko, jadi penumpang tidak perlu antri lama.

    Diparkiran Bandara Frankfurt. 02 Oktober 2014 jam 8 malam
    Diparkiran Bandara Frankfurt. 02 Oktober 2014 jam 8 malam

     

    Model baru nih, jadi tidak ada petugasnya. Penumpang tinggal mendatangi mesin check-in, taruh koper diatas timbangan/ban berjalan, scan tiketnya ke mesin. Kalau berat koper tidak lebih beratnya akan keluar kertas laporan bagasi. Koper kecil untuk dibawa ke kabin tidak perlu ditimbang, karena pas babenya Benjamin taruh koper besar dan kecil, mesinnya tidak bereaksi ya artinya bawaan mama melewati berat yang diizinkan.

    Counter Check in otomatis tanpa petugas, tinggal taruh kopernya kalau berat tidak lebih akan keluar struk informasi, koper akan berjalan masuk
    Counter Check in otomatis tanpa petugas, tinggal taruh kopernya kalau berat tidak lebih akan keluar struk informasi, koper akan berjalan masuk

     

    Malam hari sebelum keberangkatan, ketika saya lakukan online check-in, saya coba minta (apply) supaya ada petugas yang menemani mama istilahnya special service. Soalnya mama saya kan hanya bisa bahasa Indonesia, saya kuatir mama nyasar menuju ke pesawatnya. Jadi ada beberapa pilihan, saya pilih option mama tidak bisa berjalan jauh sekali. Ujung-ujungnya keluar informasi supaya bawa kursi roda sendiri hahaha. Saya pikir ya sudahlah, saya toh cuma butuh petugasnya untuk menemani mama sampai ke pesawat.

    Pas mau masuk, ternyata kata petugasnya disuruh tanyain di lantai bawah. Babenya Ben lambreta pula, dan balik membawa kabar tidak baik. Katanya special service begitu harus bayar dan harus daftar ulang lagi. Yaelah beneran bikin kesal deh, wong di email yang saya terima tidak ada informasi yang menyatakan harus bayar ko.

    Daripada berdebat lagi, waktu semakin mepet untuk boarding, maka mama sudah mantap masuk tanpa pengawal. Saya bilang ke mama “setelah lewat pemeriksaan imigrasi lalu cari pintu Z52 ya maaa”. Kami masih bisa melihat mama sudah melalui loket imigrasi. Tahu ga sih si Mama loket imigrasinya pilih yang buat warga EU (Uni Eropa) hahaha. Mama pastinya tidak mengerti sih, yang penting sudah lolos dan petugas sudah cap paspor mama 😉 . Saya pesan ke mama kalau sudah diruang tunggu sms atau miss call saya, nanti saya telp mama buat ngobrol dulu sebelum masuk pesawat.

     

    Sebelum mama lewat gerbang perpisahan, gerbang dimana mama menuju ke loket imigrasi dan kami hanya bisa memandangi saja. Saat itu saya melihat ternyata ada seorang ibu asia juga yang akan pergi seorang diri. Si ibu diantar anak perempuannya dan menantunya bule. Saya curi-curi pandang sambil mikir apakah dia orang Indonesia?.

    Setelah mama saya berlalu, si wanita menghampiri saya dan bertanya apakah saya dari Filipin?. Heran setiap kali bertemu orang asia tidak ada satupun yang menebak saya orang Indonesia, apakah orang Indonesia sangat sedikit ya di Jerman sini ? 😀 . Saya selalu dikira orang Filipina atau dari Thailand.

     

    Mama sudah diruang tunggu (saya telp mama) :
    Mama : “kamu gimana sih Linnnn katanya pintu Z5, capeee mama jalan jauhhh sekali, tanya-tanya petugas dimana Z5, ditunjukin jauhh sekali. Lalu karena tidak ketemu, mama tunjukkinlah tiket mama, dibilang petugas pintunya Z52 dan petugasnya sambil nunjuk-nunjuk jam ”. (Pasti maksud petugasnya cepat sudah harus masuk ruang tunggu) .

    Saya : “Mamiii aku kan bilangnya pintu Z52, bukan Z5. Aku bilang dua kali loh!” sahut saya dengan nada pengen nangis dan ketawa ”.

    Jadi pelajaran nih, berikutnya mama harus diajarin baca tiket, kalau perlu digaris bawahi no pintu dan no bangku pesawat.

    Mama sudah dalam pesawat (saya telp mama):
    Mama (bicara sambil ngos-ngos an) : “kamu gimana sih Linnnn* bangkunya ko dipilih paling ujung pesawat, paling belakang ini, jauuhh masuknya. Mentok tidak ada bangku lainnya dibelakang. Ampunnn dah di ekor pesawat”.

    Saya (bengong sesaat) : “Maaa semalam kan mama disampingku waktu kita pilih no bangku pesawat mama. 26C tuh 1 bangku dekat pintu pesawat. Pintu tengah. Mama masuk dari pintu mana??? ”.

    Mama : “masuk lewat pintu depan, ngikutin orang-orang”.

    Saya: “yaelahhh makkk, kan sudah dikasih tahu masuk lewat pintu tengah”.

    Mama : “eh tunggu, ternyata masih banyak bangku dibelakang mama ko. Kirain paling ujung di ekor pesawat ”. (Mungkin ada semacam tembok pemisah jadi mama kira dia paling belakang)

    Saya : “Ya iyalah kan semalam kita sudah lihat denah bangku pesawatnya. Bangku mama di bagian tengah pesawat ko, dekat pintu tengah. Duduk di pinggir jalan, supaya mudah kalau mau ke luar, misalnya ke toilet kan tidak perlu permisi ke orang disebelah. Pokoknya sudah aku pilihkan yang terbaiklah ”.

    Mama : “duuuuhh mandi keringat nih Linnnn*, jaket kulit si Andre** mama pakai kan karena berat sekali tidak bisa masuk koper lagi. Trus tadi mama minum air setengah liter. Mama lupa minum air yang bawa dari rumahmu, tadinya mau minum dijalan. Lupaaa, eh pas pemeriksaan, ditahan petugas, dikeluarkan botol minum tupperware. Disuruh buang, mama ga mau, rugi bener, mahal tupperware!. Trus disuruh minum airnya, karena tidak boleh buang airnya saja ”.

    Saya : membayangkan petugas bicara dalam bahasa Jerman atau Inggris dan mama jawabnya bagaimana? Ini bikin saya ngakak makkk.

    Mama : “trus itu lagi, hp jadul mama, ampunn dah! tadi mama dibawa ke kantor petugas karena hp jadul tersebut kan tidak ada sim cardnya ”.

    Saya : mungkin dianggap sebagai alat pematik bom kali ya hehehe. Makanya lain kali kalau ada hp tanpa sim card, masukkan ke koper besar saja.

    Mama : “sudah dululah telpnya ya, mama cape banget, mandi keringat nih. Pulanglah kalian, nanti mahal bayar parkir bandara” .

    Saya : “Yaelah mama, masih sempatnya mikirin mahal parkiran hahaha. Yang penting mama sudah duduk dalam pesawat ya, aku tenang ma, bisa pulang”.

    *Nama saya Nella, tapi dikeluarga, nama panggilan saya Linang.
    **Andre adik saya paling kecil.

     

    Ketika mama transit di KL, mama telp saya. Hanya hampir 1,5 menit telp dengan no. Jerman ke hp saya kena 6 euro (sekitar rp.96.000) ya iyalah roaming memang mahal sekali. No hp Jerman mama hingga saat ini sudah sebulan lebih masih aktif. Lumayan saya bisa ngirit sms an ke mama, kena Rp.800 kalau dirupiahkan. Kalau mama sms saya dari simpati ke no Jerman, mama kena Rp.600.

    “Grandmother — a wonderful mother with lots of practice”. ~Author Unknown

     

    Baca juga:
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku

  • Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping ini sebenarnya sudah basi, karena mama saya sudah berada di tanah air kembali. Saya berpikir ulang walau basi, mungkin saja ada yang memerlukan pengalaman mama saya kan yaa 😀 .

    Mama saya usia 58 tahun, pergi tanpa pendamping. Tujuan Jerman (bandara Frankfurt Am Main). Hanya bisa Bahasa Indonesia.

    Tiket mama sudah dibeli sejak akhir Januari 2014, rencana keberangkatan 5 Juli 2014. Mama datang dalam rangka saya mau lahiran, jadi supaya ada yang bantuin saya. Sebenarnya nekad ya beli tiket padahal visa belum diurus, kalau visa ditolak bagaimana? 😛 .

    Bulan Januari sedang ada promo tiket Lufthansa, saya bilang ke Frank nanti dululah saya pikir-pikir dulu. Nah tuh kelamaan mikir seminggu, pas sudah mantap harganya mahal jadi naik. Hari itu tidak pikir panjang lagi langsung beli tiketnya (secara online di web Lufthansa, bayar pakai kartu kredit).

    Berangkat 5 Juli 2014 dari bandara Sukarno Hatta, jam 19 :35 . Terminal 2 untuk keberangkatan luar negeri. Kelas ekonomi bagasi yang diperbolehkan 23 kg, bawaan ke kabin 7 kg. Transit di Kuala Lumpur sekitar 1,5 jam.

    Biasanya Lufthansa transitnya di Singapur, nah sepertinya ada rute baru, jadi tidak lagi transit di Singapura, melainkan di Kuala Lumpur (KL) entahlah kalau sekarang ya. Beruntung juga sih transit di KL kan masih rumpun melayu jadi kalau mama butuh bantuan mungkin masih ada orang yang bisa bahasa Indonesia, ketimbang kalau di Singapur, mama tidak bisa bahasa Inggris.

    Visa mama saya akhirnya keluar juga lap keringat baca Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Saya sempat tidak bisa tidur mikirin tuh visa ko lama keluarnya. Akhirnya 9 hari sebelum keberangkatan visa diambil mama. Soalnya tiket sudah dibeli 6 bulan sebelumnya, kalau ditolak bagaimana nasib tiketnya? kalau disetujui kira-kira apakah 90 hari yang diminta disetujui? hanya punya waktu kurang dari 2 minggu untuk ubah tanggal keberangkatan kalau misal durasi tinggal di Jerman tidak sesuai permintaan. Puji Tuhan lancar, sesuai tanggal yang kami minta masa berlaku visa 90 hari (5 Juli sampai 2 Oktober 2014).

    24 jam sebelum keberangkatan saya lakukan online check-in jadi boarding pass mama sudah keluar, lalu saya email ke adik saya di Jakarta minta diprint dan kasih mama. Online check-in begini bisa menyingkat waktu, jadi tidak harus 2 jam sebelumnya check-in di bandara. Saya juga pilihkan (ubah) nomer bangku mama. Sebenarnya di tiket sudah tertera nomer bangku, namun kalau kita mau ganti masih bisa ketika online check-in. Saya pilih bangku yang dipinggir jalan, jadi mama mudah kalau mau keluar (misal ke toilet), kalau pas dapat bangku di tengah, repot minta permisi ke penumpang disebelah, apalagi kalau disampingnya bule halahh mama hanya bisa bahasa Indonesia.

    Hari H mama diantar kedua adik saya Roy dan Andre. Andre pakai baju seragam kantor (BUMN) karena dia minta izin petugas, akan masuk bantuin mama angkat koper sampai counter check-in. Sebenarnya pengantar dilarang ikut masuk, tapi coba pikir bagaimana mamaku harus angkat koper 25 kg dua kali? 🙁 .

    Repot ya bandara di Jakarta ini, masa pengantar tidak bisa ikut sampai meja check-in?. Bayangkan mereka yang sepuh (lanjut usia) kalau pergi seorang diri. Harus 2 kali angkat koper yang berat. Pertama pas masuk ruangan check-in, angkat koper ke ban berjalan, lalu angkat koper kedua kali di counter check in.

    Saya saja yang masih muda (ceilehh muda 😛 ) waktu pertama kali ke LN rasanya tulang remuk mengangkat koper lebih dari 20 kg seorang diri. Mau berlibur ko malah remuk tulang 😥 .

    Semoga kalau ada petugas bandara Soetta bandara tulisan saya ini. Mohon diubah sistem dibandara dong, supaya penumpang bisa diantar hingga ke counter check-in, atau paling tidak ada petugas yang bertugas angkat-angkat koper penumpang hingga ke meja check-in. Buat apa itu pajak Bandara Rp. 150.000??? kalau kenyataannya pelayanannya mengecewakan?.

    Di Eropa (Swiss, Belanda, Jerman saya baru pengalaman di sini) semua orang bebas berlalu lalang hingga ke counter check in. Toh nantinya ada loket/bagian imigrasi yang harus dilalui penumpang. Nah pengantar stop sampai di situ.

    Perlu diketahui ya, maskapai Lufthansa ini super ketat mengenai berat bawaan penumpang. Di tiket ditulis 23 kg (ekonomi) harus 23 kg tidak boleh lebih dan harus 1 koper. Bawaan ke kabin 7 kg. Kalau ada tentengan lain ke kabin silakan saja boleh ko, asal siap-siap repot nenteng 😛 .

    Koper mama 25 kg, setahu saya kalau dari Jakarta masih agak longgar, dikasih lebih, namun kalau berangkat dari Jerman jangan harap dikasih lebih, tidak boleh lebih sedikitpun. Pengalaman kedua sahabatku Maria dan Gini Oktober 2012 mau kembali ke tanah air, total kelebihan koper mereka berdua 24 kg. Jadi mereka 3 kali bongkar koper di bandara, mengeluarkan banyak barang supaya koper benar-benar pas 23 kg per orang. Makanya kalau jalan-jalan belanjanya jangan kalap ye 😛 . Hari itu Frank dan saya pulang dari bandara membawa banyak sekali barang-barang Maria dan Gini.

    Lanjut ke ceritanya mama (masih panjang nih, ambil kopi dulu gih atau cemilan hehe).

    Mama transit di KL selama 1,5 jam. Pesawat dari Jakarta hinga ke Jerman sama LH783 . Mama cerita, penumpang harus keluar dari pesawar dan membawa semua barang bawan dari kabin. Pengalaman saya dulu terbang dengan Malaysia air, transit di KL tidak turun ko. Ada penumpang turun ya silakan turun, ada yang naik ya ditunggui naik, yang mau lanjut ya tidak perlu turun, santai saja didalam pesawat.

    Ribet ya si Lufthansa, ngerepotin orang saja. Katanya sih pesawatnya mau dibersihkan. Lah memang pas di Jakarta tidak dibersihkan tuh pesawat?.

    Di jadwal mama tertera akan sampai bandara Frankfurt jam 06 :40 waktu Jerman tanggal 6 Juli. Jadi sehari ya naik pesawat hehe. Berangkat 5 Juli tibanya 6 Juli. Tepatnya terbang 14 jam, tepos dah pantat, panass 😛 . Kalau bisa bahasa Inggris asyik bisa nonton tv di depan bangku. Lah mama manyun deh, mikirin yang indah-indah aja kali ya pas sampai Jerman mau ngapain 😉 .

    6 Juli 2014 mama melangkahkan kaki di bandara Frankfurt untuk kedua kalinya. Pertama kali tahun 2012 mama datang ketika pemberkatan pernikahan saya datang bersama bapak dan adik saya Roy. Waktu itu bersama bapak dan adik saya datang menggunakan maskapai Qatar, jadi transitnya di timur tengah. Berhubung 2014 ini mama datang seorang diri saya tidak berani pilih maskapai timur tengah karena transitnya sangat amat merepotkan. Turun dari pesawat harus naik bus dan mencari counter check-in berikutnya pusing 🙁 . Selain itu biasannya transit dengan maskapai timur tengah tuh lama sekali, saya dulu pernah 5 jam transitnya.

    Saya sudah pesan ke mama “begitu orang-orang mulai keluar pesawat, harus ikutan ya, jangan pakai tunggu-tunggu. Pokoknya ikutan orang satu pesawat sampai lewat imigrasi dan ambil koper. Jangan ke toilet, jalan harus cepat ya. Coba kenali beberapa orang, syukur-syukur ada orang Indonesia jadi kan ada temannya”.

    Mama bilang tidak ada orang Indonesia, bule semua. Ah mama masah sih? 😛 . Pramugari pramugara Lufthansa bule juga bisa bahasa Indonesia.

    Mama tercinta saya bekali surat sakti dalam bahasa Jerman dan Inggris.

    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Catatan kecil ini berguna buat mama ketika di Bandara, karena mama hanya bisa Bahasa Indonesia, kalau ada yg tanya-tanya tinggal sodori kertas ini

     

    Setiap ada penumpang yang keluar saya perhatikan “ini si mama nyasar kemana yaa ko tidak juga keluar?”.

    Menunggu dan menunggu .. terus menunggu mama tercinta …

    Dari kejauhan saya melihat mama keluar, mendorong troley besar. Walahh dan bawaannya banyak banget. “.. makkk makkk” saya panggil-panggil tidak mendengar, terus saja si mama berjalan cepat mendorong troleynya. Akhirnya Frank yang mengejar, saya berdiri dan ikutan berlari kecil (saat itu saya hamil besar, sudah hari-hari menjelang lahiran).
    Langsung kupeluk si mama. Mata saya berkaca-kaca, antara kangen dua tahun tidak bertemu dan kasihan sekaligus pengen marah “maaakkk bawaannya ko banyak sekali. Bagaimana bawa seorang diri?. Sudah dibilang jangan bawa tentengan banyak!”. Gilee yaa ngomel-ngomellah saya dibandara hahaha.

    Jadi mama saya membawa satu koper besar, satu koper kecil yang dibawa ke kabin lalu tas punggung, masih ada plastik isi satu set bantal bayi untuk Benjamin dan jaket mama.

    Kalau koper besar pastinya masuk bagasi, jadi yang tentengan kecil-kecil itu yang bikin repot. Mana pas transit harus dibawa keluar pesawat. Mama bilang dia tidak berani naik tangga jalan karena tentengannya banyak takut jatuh, jadi naik tanggalah dia. Padahal tangga di bandara tuh tinggi banget 🙁 .

    Ibu dan menantu bule. Sudah 2 kali mama mendarat di Jerman. 5 Juli 2014
    Berfoto dululah mak ya supaya ada kenang-kenangan, sudah 2 kali mendarat di Jerman. 5 Juli 2014

     

    Sambil mencari jalan keluar, ngobrol-ngobrolah saya dengan mama. Frank yang mendorong troley mama. Mulailah saya introgasi si mama hahaha saya tanya-tanya bagaimana perjalanan mulai dari Jakarta, pas transit dan pas mendarat di Jerman.

    Mama cerita:
    • Di bandara Frankfurt, mama bilang nyasarlah dia. Katanya “mama sudah ngikutin orang-orang sepesawat keluar pesawat. Lah ko orang-orangnya kocar kacir ke segala arah” hahaha. Nanya ke orang dibilang kesana, nanya ke orang lain lagi ditunjukkin ke sana tuh.
    • Akhirnya ketemu loket imigrasi. tepok jidat dulu petugasnya menghambat langkah mama, coba yaa itu surat sakti dari saya pakai diteliti dulu, diperiksa kalimat-kalimatnya dan di koreksi penulisan huruf besar kecilnya. Ampuuunn dah bapak imigrasinya lagi tidak ada kerjaan kali ya?. Wong yang teks Jerman sudah dikoreksi Frank loh. Frank bilang “kenapa yang teks Englishnya tidak dikoreksi sekalian?” 😛 . Sayangnya kertasnya entah keselip dimana, tadinya saya mau scan hahaha.

    • Begitu mama keluar loket imigrasi jadi sekelilingnya sudah sepi, sudah sunyi senyap tidak ada lagi penumpang dilihat mama. Anehnya kenapa pula sih mama tidak sms saya, sms sayapun tidak dibalas. Padahal Frank dan saya sudah lama menunggu diluar “ko mama tidak keluar juga, banyak sekali penumpang sudah pada lewat”. Penumpang Lufthansa punya pintu keluar khusus.
    • Mama mau cari tempat ambil koper. Dia tanya-tanya orang (petugas) dengan menyodorkan surat sakti dari saya. Mama tiba di bagian pemeriksaan. Lah ini saya bingung dengan cerita mama, kalau lewat pemeriksaan kan yang mau berangkat ke LN ya, klo mau keluar sih tidak ada pemeriksaan lagi. Bawaan di taruh di ban berjalan, mama melewati metal detektor, tuh alat bunyi-bunyi melulu, ternyata mama ngantongin logam 2 euro 😛 . Sama petugas mama diminta keluarkan isi money belt, petugasnya sambil ketawa-ketawa bilang “mone .. money .. money”. Mama tidak bawa banyak uang cash ko, kalau tidak salah hanya sekitar 800 euro. Petugasnya tidak menghitung jumlah duitnya mama hanya dilihat saja. Ada aturannya sih kalau bawa banyak cash harus lapor.

    • Setelah tanya-tanya orang lagi, akhirnya mama sampai di tempat ambil koper, yang mana karena sih mama sudah lama sekali dalam bandara, jadi tuh koper mama sudah dipinggirin, jadi mama tinggal ambil sambil tunjukkin tiket ke petugasnya. Kata mama ada satu koper lain yang sudah dipinggirin, jangan-jangan pemiliknya nyasar juga 😛 .
    • Mama tidak mungkin angkat koper besar dong ya. Mama sudah tahu harus sewa troley. Jadi sebelum berangkat sudah saya bilang “jangan lupa bawa logam 2 euro untuk ambil troley”. Nah mata mama sudah tidak jelas lagi. Didepan mesin mau masukkan logam 2 euro, mama tidak jelas lihat lobang di mesinnya. Pas ada seorang bapak mau ambil troley juga, si mama kasih uang logamnya sambil tunjuk ke mesin, jadi si bapak mengerti mama mau ambil troley. Jadi ya body language berguna ko kalau bepergian kita tidak tahu bahasa setempat 😉 .

    Setelah bertemu Frank dan saya, dan kami sudah dekat parkiran maka troley akan kami kembalikan. Dorong troleynya ke tempatnya, nanti logam 2 euronya akan keluar dari mesin, kita ambil deh.

    Peminjaman troley di Bandara Frankfurt. 1 troley masukkan logam 2 euro
    Peminjaman troley di Bandara Frankfurt. 1 troley masukkan logam 2 euro

     

    Setelah itu bayar parkir. Tarif parkir bandara tuh emang gila-gilaan deh. Hampir 2 jam nih kena 9 euro (sekitar rp. 139.000 ) .

    Cerita baliknya ke tanah air bagaimana? tidak kalah serunya 😆 Huahaha. Misalnya sudah tahu kan bepergian dengan pesawat dilarang membawa cairan. Nah mama lupa minum air putih bawa dari rumah saya. Ketika di bagian pemeriksaan, mama tidak rela botol minum tupperwarenya disuruh petugas buang ke tong sampah “mahal bo” 😀 . Tidak boleh hanya buang isinya. Jadi di depan petugas mama minum hampir setengah liter air putih 😛 .

    Baca juga:
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku

error: Content is protected !!