Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang. Apakah judul postingan ini cukup membuat kamu pengen muntah? Haha :mrgreen: . Saya ingin membahas mengenai cowo jerman-visa-overstay. Mau bahas karena belakangan ini lumayan banyak yang apply visa Jerman ditolak.

Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11

Juli 2014 tahun saya saya buat postingan Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman saya menceritakan bagaimana mama saya saat itu mengurus visa ke Jerman. Nah jadi setelah postingan tersebut banyak yang nanya-nanya mengenai urus visa Jerman, tepatnya pada curhat kalau visanya ditolak. Ada yang komentar di postingan saya tersebut atau langsung menghubungi saya melalui form kontak.

Bikin visa dengan surat undangan/jaminan bahasa kerennya Verpflichtungserklärung bukan jaminan loh visa akan disetujui. Apalagi yang ngundang pacar belakangan ini makin sulit, kemudian makin semakin sulit bin ribet saat mereka yang apply visa ini pengen tinggal 90 hari di Jerman (maksimal boleh tinggal).

Karena makin banyak yang curhat visa mereka ditolak, saya makin kepo (penasaran) dong, secara dulu saya ke Swiss bilang diundang pacar (sekarang sudah jadi suami 😛 ), lancar aja visanya keluar. Kala itu cuma stay 2 minggu, balik ke tanah air langsung mengurus surat-surat untuk nikah. Sangking saya kepo, saya pengen email kedutaan Jerman, pengen nanya petugasnya langsung hehe. Belum sempat saya nanya eh rasa penasaran saya terjawab. Ada Adhyt yang komen di postingan saya. Dia bilang: “Soalnya waktu itu petugasnya bilang, “sering perempuan indonesia yang engga balik pulang” (nikah, betah dll).

Saya curiganya juga begitu, para wanita Indonesia yang sudah bisa ke Jerman kaga balik, makanya petugas makin ketat aja dengan mereka yang apply visa yang pengundangnya adalah pacar.

Para oknum yang menyalahgunakan visa, bikin susah mereka yang belakangan ini mau bikin visa. Kasihan kan karena segelintir oknum, petugas kedutaan blacklist para wanita yang memang mau ke Jerman.

Saya penasaran lagi nih, memang kalau pergi dengan visa turis bisa nikah resmi? Setahu saya berdasarkan pengalaman sendiri tentunya, kalau mau nikah butuh surat-surat yang harus di legalisir di dep hukum dan ke deplu dan banyak cek ricek kedutaan, termasuk harus punya sertifikat kemampuan berbahasa Jerman tingkat dasar (A1). Saya sering dengar sih mereka yang ga bisa nikah di Jerman, sangking ribetnya jadi nikah di Denmark lalu lapor ke Jerman. Memang bisa ya nikah di Denmark hanya berbekal paspor saja? Beneran loh saya penasaran 😀 . Trus kalau tidak punya sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman bisa apply izin tinggal di Jerman dan ngurusnya dari Jerman???.

 

Berikut pengalaman Adhy dan Emma apply visa, siap tahu bisa jadi masukkan buat kamu yang akan apply visa juga.

Adhyt. Februari 11, 2015 pada 4:19 pm
aku mau sharing pengalaman aja nih, aku baru dapet visa schengen aku beberapa hari yang lalu. Oh ya makasih juga blog ini banyak membantu hehe.
Aku ngurus visa kunjungan ke jerman (berkunjung ke rumah pacar). Dulu dia pernah tinggal jadi voulenteer di Indo. dan Orang Tuanya pernah berkunjung juga, dan kali ini ayahnya yg jadi sponsor aku. Jadi pas ngurus visa nya ditanyain gimana ceritanya kenal sama pihak sponsornya.

Aku juga kasih lampiran fc buku tabungan, terus nulis surat pernyataan kalau bekerja (Wiraswasta) dan kalau bakal pulang lagi sesuai tiket nya, dan surat undangan tidak resmi dari pihak sponsor utk kedutaan yang menyatakan kalau aku bener-bener di sponsori dan dapat tempat tinggal. Gitu pengalaman ku mengurus visa. Untungnya ga ditanyain hubungannya apa dengan anak dari pihak sponsor hehehe

regrads.
Adhyt

Samaemma (melalui email) Kamis, 5 Maret 2015 10:12
Oya aku Sama yg kemarin nanya nanya mba Nella soal mengurus visa,aku mau berbagi cerita ples nanya lg… hehehe aplikasi visaku akhirnya diterima selama tiga bulan :), meskipun cm single entry aku tetap menyertakan surt ket kerja cm gda keteranganx klo aku bakal cuti 3 bln. tapi aku bikin srt pernyataan klo aku bakal balik aku ttdin pake materai dan jg nyertain potokopi aset yg aku punya, soalnya klo mau bohong trus ketahuan jd lebih sulit lg, jd kemarin nekat masukin aplikasi seadanya tapi aplikasi aku lengkap kok kecuali surt ket kerja aja yg isinya harus di ijinkan cuti selama itu. tpi aku applynya gak dikedutaan jerman sih. klo aku baca baca dri blog mba sama beberapa blog, kayaknya emang kedutaan jerman emg plg susah ngasi visa Kali yah.

Beberapa tips (solusi) supaya visa Jerman tembus (ngunjungi pacar):
Verpflichtungserklärung bukan jaminan visa akan disetujui.
• Kalau pakai Verpflichtungserklärung berarti untuk jenis visa kunjungan (bukan visa turis) bisa kunjungan keluarga atau teman.
• Punya pengundang pacar Jerman memang kedengarannya keren, apalagi kalau ditanya teman-teman kamu bilang mau ke Jerman mau ketemu pacar, sudah punya Verpflichtungserklärung, lah ternyata visa ditolak sakittt hati kan, tambah sakit hati kala sudah beli tiket padahal visa ditolak. Nah daripada sakit hati ga perlu bawa-bawa status pacar buat ngurus visa.

• Punya Verpflichtungserklärung bukan artinya kamu bebas tidak menyertakan bukti finansial pribadi. (Sertakan kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, dana keluar masuk jangan tiba-tiba besar karena akan bikin petugas curiga itu bukan duit kamu). Petugas pernah bilang „jalan-jalan masah ga punya duit?“. Besarnya dana yang harus disiapkan 34 euro kali lamanya tinggal (nilai tersebut lihat dari kedutaan Belanda, saya rasa sama saja untuk eropa).
• Sudah punya Verpflichtungserklärung bukan berarti tidak perlu surat-surat lainnya. Saat pengundang di Jerman mengurus (membuat) Verpflichtungserklärung mereka membawa surat keterangan gaji, surat kontrak rumah, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kopi paspor. Kalau pengundangmu bilang Verpflichtungserklärung saja cukup bawa ke kedutaan tanpa surat yang saya sebutkan tersebut salah juga, karena petugas di Jerman beda dengan petugas di Indonesia. Waktu mama saya ngurus visa, saya kirimkan surat (dokumen) pribadi suami saya. Kalau pengundang di Jerman status masih pacar ya mungkin dia ga mau juga kalau data pribadi seperti slip gaji di umbar ke umum. Kalau ribet dengan Verpflichtungserklärung kenapa ga urus visa turis saja toh.

• Verpflichtungserklärung pernah ada yang bilang berlaku 6 bulan. Pada dokumen nya tidak tertera masa berlaku.
• Kalau memang hanya mau bertemu (mengenal) keluarga calon suami/istri (wn.Jerman) bikin visa masa tinggal singkat 2 minggu atau paling lama1 bulan, jadi kesempatannya lebih besar. Kalau minta 3 bulan bikin petugas langsung curiga, ngapain lama amat?.
• Kalau status pacarnya belum pernah ketemu langsung (baru lihat secara online). Terus kamu (wanita) pengen stay 3 bulan di Jerman, apa ga serem ya?. Kalau suka sama suka dan cocok ya asyik aja 3 bulan serasa 3 jam, tapi kalau ternyata ga cocok dan ga betah, 3 bulan mungkin akan serasa 3 tahun. Kalau mau mempercepat balik ke tanah air, berarti harus ubah tiket berarti keluar duit lagi. Beberapa tahun lalu adik ipar saya liburan di Indonesia, pulang lebih cepat karena sakit. Dia nambah 300 euro (4,5 juta rp) untuk perubahan tiket.

• Pergi 2 minggu, apply saja visa turis. Booking hotel di booking.com banyak yang free cancelation. Setelah visa diterima ya terserah kalau memang tinggal di rumah pacar. Jadi tidak perlu surat undangan (Verpflichtungserklärung) kalau ditolak visanya sayang 25 euro bikin surat tersebut.
• Saat wawancara yakinkan petugas kalau kamu benar-benar akan balik ke tanah air, buktikan dengan menyertakan surat keterangan kerja. Pada surat cantumkan tanggal cuti dan kapan akan kembali kerja. Saat bicara dengan petugas jawaban jangan ragu-ragu, latihan dulu dirumah 😀 .
• Tidak kerja kantoran bagaimana bikin surat keterangan kerja?, kalau ada teman dan atau keluarga yang kerja di hrd atau punya perusahaan pribadi minta dibikin surat tersebut. Cuma resiko kalau ketauan bohong.

• Punya aset pribadi seperti deposito, tanah, mobil dll bawa kopi dan surat aslinya, tunjukkin ke petugas kalau kamu ga akan telantar selama di Jerman, dan tujuannya memang hanya jalan-jalan bukan mau tinggal illegal.
• Tahu sedikitlah mengenai kota besar di Jerman, dan kebudayaan Jerman, bisa ngajak ngobrol petugasnya kan saat wawancara, kali aja dapt nilai plus hehe. Jangan kalau ditanya petugas siapa kanselir Jerman saat ini?, kamu malah bengong haha.
• JANGAN beli tiket pesawat sebelum visa ditangan. Saat urus visa sertakan hanya kopi bookingan saja. Kalau visa ditolak tiket promo setahu saya hangus loh.

• Kalau dari kedubes Jerman ditolak. Coba apply visa dari kedutaan selain Jerman. Setahu saya Belanda paling ramah ngasih visa turis (visa Schengen). Jangan ke kedutaan Swiss, karena Swiss 11 12 dengan Jerman, susah dan petugasnya galak!.
• Sertakan polis asuransi perjalanan saat urus visa (asli dipegang), bisa beli dari Jerman atau Indonesia sama saja ga masalah beli dimana. Mama saya dulu gunakan Axa.
• Kalau sudah pernah stay 3 bulan dan mau ke Jerman lagi dengan masa tinggal yang sama, harus ada jedanya minimal 6 bulan.

• Kalau dihubungi petugas via email atau telp, atau kamu yang telp petugasnya dibilang silakan ambil/jemput paspornya. Berarti visa ditolak. Kalau visanya dapat (diterima) akan dibilang silakan ambil visanya.
• Saat visa ditolak akan ada lembaran alasan kenapa visa ditolak, kamu bisa ajukan banding. Setelah banding ternyata tetap ditolak dan di pasopr tidak ada stempel penolakan coba apply dari kedutaan lain (visa turis). Kalau ada stempel katanya sih jedanya 6 bulan untuk ajukan lagi.

Kamu punya pengalaman menarik saat urus visa? Share di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu berguna buat yang lain 😉 .

Baca juga: Orang Jerman, Etika & Kebiasaannya

Advertisements
Advertisements

120 Comments

  1. Ninda Claudia October 11, 2018
    • Emaknya Benjamin br. Silaen October 17, 2018
  2. Magelina rinny pieter February 10, 2017
  3. Maria December 28, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen December 28, 2016
      • Maria December 28, 2016
        • Maria December 28, 2016
          • Emaknya Benjamin br. Silaen December 28, 2016
          • Maria December 28, 2016
          • Emaknya Benjamin br. Silaen December 29, 2016
  4. susan January 21, 2016
  5. Rosi January 20, 2016
  6. Suci Putri January 20, 2016
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 20, 2016
  7. Ray Tampubolon September 30, 2015
  8. rahmi febriani September 28, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen September 28, 2015
  9. ando September 21, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen September 21, 2015
  10. Vania Amelia August 25, 2015
    • Emaknya Benjamin br. Silaen August 25, 2015
      • Vania Amelia August 27, 2015
  11. avicenna11 July 11, 2015
      • avicenna11 July 11, 2015
  12. Judith Napitu May 4, 2015
  13. DEw April 9, 2015
      • Dew April 13, 2015
  14. Wien March 24, 2015
      • Wien March 24, 2015
  15. alrisblog March 16, 2015
  16. Ika Koentjoro March 14, 2015
  17. fanny fristhika nila March 14, 2015
  18. prih March 13, 2015
  19. Bibi Titi Teliti March 13, 2015
  20. Pypy March 11, 2015
  21. dhira rahman March 11, 2015
  22. Pendar Bintang March 11, 2015
  23. bonita March 10, 2015
      • bonita March 11, 2015
        • danik May 23, 2015
  24. cumilebay.com March 10, 2015
  25. Guita (@guita89) March 9, 2015
  26. Hana Chabiba March 9, 2015
    • putri angguni March 12, 2015
      • Hana Chabiba March 12, 2015
  27. nyonyasepatu March 9, 2015
  28. rianamaku March 9, 2015
  29. ellykurnia March 8, 2015
  30. riemikan March 8, 2015
      • riemikan March 10, 2015
        • Lenny April 12, 2015
          • riemikan April 15, 2015
  31. Aiko March 8, 2015
      • Aiko March 12, 2015
      • Aiko March 12, 2015
  32. Stephanie W. March 8, 2015
  33. Rinie March 8, 2015
    • Lenny April 12, 2015
  34. Tami Kunz March 8, 2015
    • Tami Kunz March 8, 2015
  35. dani March 8, 2015
  36. syifna March 8, 2015
      • syifna March 8, 2015
  37. Ryan March 8, 2015
      • Ryan March 8, 2015
  38. Rifai Prairie March 7, 2015
  39. Rifai Prairie March 7, 2015
  40. adhyasahib March 7, 2015
  41. Adel March 7, 2015
  42. Binibule.com [Tjetje] March 7, 2015
  43. Ni Made Sri Andani March 7, 2015
  44. kayka March 7, 2015
  45. Arman March 7, 2015

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: