Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

loading...

Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang. Apakah judul postingan ini cukup membuat kamu pengen muntah? Haha :mrgreen: . Saya ingin membahas mengenai cowo jerman-visa-overstay. Mau bahas karena belakangan ini lumayan banyak yang apply visa Jerman ditolak.

Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11

Juli 2014 tahun saya saya buat postingan Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman saya menceritakan bagaimana mama saya saat itu mengurus visa ke Jerman. Nah jadi setelah postingan tersebut banyak yang nanya-nanya mengenai urus visa Jerman, tepatnya pada curhat kalau visanya ditolak. Ada yang komentar di postingan saya tersebut atau langsung menghubungi saya melalui form kontak.

Bikin visa dengan surat undangan/jaminan bahasa kerennya Verpflichtungserklärung bukan jaminan loh visa akan disetujui. Apalagi yang ngundang pacar belakangan ini makin sulit, kemudian makin semakin sulit bin ribet saat mereka yang apply visa ini pengen tinggal 90 hari di Jerman (maksimal boleh tinggal).

Karena makin banyak yang curhat visa mereka ditolak, saya makin kepo (penasaran) dong, secara dulu saya ke Swiss bilang diundang pacar (sekarang sudah jadi suami 😛 ), lancar aja visanya keluar. Kala itu cuma stay 2 minggu, balik ke tanah air langsung mengurus surat-surat untuk nikah. Sangking saya kepo, saya pengen email kedutaan Jerman, pengen nanya petugasnya langsung hehe. Belum sempat saya nanya eh rasa penasaran saya terjawab. Ada Adhyt yang komen di postingan saya. Dia bilang: “Soalnya waktu itu petugasnya bilang, “sering perempuan indonesia yang engga balik pulang” (nikah, betah dll).

Saya curiganya juga begitu, para wanita Indonesia yang sudah bisa ke Jerman kaga balik, makanya petugas makin ketat aja dengan mereka yang apply visa yang pengundangnya adalah pacar.

Para oknum yang menyalahgunakan visa, bikin susah mereka yang belakangan ini mau bikin visa. Kasihan kan karena segelintir oknum, petugas kedutaan blacklist para wanita yang memang mau ke Jerman.

Saya penasaran lagi nih, memang kalau pergi dengan visa turis bisa nikah resmi? Setahu saya berdasarkan pengalaman sendiri tentunya, kalau mau nikah butuh surat-surat yang harus di legalisir di dep hukum dan ke deplu dan banyak cek ricek kedutaan, termasuk harus punya sertifikat kemampuan berbahasa Jerman tingkat dasar (A1). Saya sering dengar sih mereka yang ga bisa nikah di Jerman, sangking ribetnya jadi nikah di Denmark lalu lapor ke Jerman. Memang bisa ya nikah di Denmark hanya berbekal paspor saja? Beneran loh saya penasaran 😀 . Trus kalau tidak punya sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman bisa apply izin tinggal di Jerman dan ngurusnya dari Jerman???.

 

Berikut pengalaman Adhy dan Emma apply visa, siap tahu bisa jadi masukkan buat kamu yang akan apply visa juga.

Adhyt. Februari 11, 2015 pada 4:19 pm
aku mau sharing pengalaman aja nih, aku baru dapet visa schengen aku beberapa hari yang lalu. Oh ya makasih juga blog ini banyak membantu hehe.
Aku ngurus visa kunjungan ke jerman (berkunjung ke rumah pacar). Dulu dia pernah tinggal jadi voulenteer di Indo. dan Orang Tuanya pernah berkunjung juga, dan kali ini ayahnya yg jadi sponsor aku. Jadi pas ngurus visa nya ditanyain gimana ceritanya kenal sama pihak sponsornya.

Aku juga kasih lampiran fc buku tabungan, terus nulis surat pernyataan kalau bekerja (Wiraswasta) dan kalau bakal pulang lagi sesuai tiket nya, dan surat undangan tidak resmi dari pihak sponsor utk kedutaan yang menyatakan kalau aku bener-bener di sponsori dan dapat tempat tinggal. Gitu pengalaman ku mengurus visa. Untungnya ga ditanyain hubungannya apa dengan anak dari pihak sponsor hehehe

regrads.
Adhyt

Samaemma (melalui email) Kamis, 5 Maret 2015 10:12
Oya aku Sama yg kemarin nanya nanya mba Nella soal mengurus visa,aku mau berbagi cerita ples nanya lg… hehehe aplikasi visaku akhirnya diterima selama tiga bulan :), meskipun cm single entry aku tetap menyertakan surt ket kerja cm gda keteranganx klo aku bakal cuti 3 bln. tapi aku bikin srt pernyataan klo aku bakal balik aku ttdin pake materai dan jg nyertain potokopi aset yg aku punya, soalnya klo mau bohong trus ketahuan jd lebih sulit lg, jd kemarin nekat masukin aplikasi seadanya tapi aplikasi aku lengkap kok kecuali surt ket kerja aja yg isinya harus di ijinkan cuti selama itu. tpi aku applynya gak dikedutaan jerman sih. klo aku baca baca dri blog mba sama beberapa blog, kayaknya emang kedutaan jerman emg plg susah ngasi visa Kali yah.

Beberapa tips (solusi) supaya visa Jerman tembus (ngunjungi pacar):
Verpflichtungserklärung bukan jaminan visa akan disetujui.
• Kalau pakai Verpflichtungserklärung berarti untuk jenis visa kunjungan (bukan visa turis) bisa kunjungan keluarga atau teman.
• Punya pengundang pacar Jerman memang kedengarannya keren, apalagi kalau ditanya teman-teman kamu bilang mau ke Jerman mau ketemu pacar, sudah punya Verpflichtungserklärung, lah ternyata visa ditolak sakittt hati kan, tambah sakit hati kala sudah beli tiket padahal visa ditolak. Nah daripada sakit hati ga perlu bawa-bawa status pacar buat ngurus visa.

• Punya Verpflichtungserklärung bukan artinya kamu bebas tidak menyertakan bukti finansial pribadi. (Sertakan kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, dana keluar masuk jangan tiba-tiba besar karena akan bikin petugas curiga itu bukan duit kamu). Petugas pernah bilang „jalan-jalan masah ga punya duit?“. Besarnya dana yang harus disiapkan 34 euro kali lamanya tinggal (nilai tersebut lihat dari kedutaan Belanda, saya rasa sama saja untuk eropa).
• Sudah punya Verpflichtungserklärung bukan berarti tidak perlu surat-surat lainnya. Saat pengundang di Jerman mengurus (membuat) Verpflichtungserklärung mereka membawa surat keterangan gaji, surat kontrak rumah, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kopi paspor. Kalau pengundangmu bilang Verpflichtungserklärung saja cukup bawa ke kedutaan tanpa surat yang saya sebutkan tersebut salah juga, karena petugas di Jerman beda dengan petugas di Indonesia. Waktu mama saya ngurus visa, saya kirimkan surat (dokumen) pribadi suami saya. Kalau pengundang di Jerman status masih pacar ya mungkin dia ga mau juga kalau data pribadi seperti slip gaji di umbar ke umum. Kalau ribet dengan Verpflichtungserklärung kenapa ga urus visa turis saja toh.

• Verpflichtungserklärung pernah ada yang bilang berlaku 6 bulan. Pada dokumen nya tidak tertera masa berlaku.
• Kalau memang hanya mau bertemu (mengenal) keluarga calon suami/istri (wn.Jerman) bikin visa masa tinggal singkat 2 minggu atau paling lama1 bulan, jadi kesempatannya lebih besar. Kalau minta 3 bulan bikin petugas langsung curiga, ngapain lama amat?.
• Kalau status pacarnya belum pernah ketemu langsung (baru lihat secara online). Terus kamu (wanita) pengen stay 3 bulan di Jerman, apa ga serem ya?. Kalau suka sama suka dan cocok ya asyik aja 3 bulan serasa 3 jam, tapi kalau ternyata ga cocok dan ga betah, 3 bulan mungkin akan serasa 3 tahun. Kalau mau mempercepat balik ke tanah air, berarti harus ubah tiket berarti keluar duit lagi. Beberapa tahun lalu adik ipar saya liburan di Indonesia, pulang lebih cepat karena sakit. Dia nambah 300 euro (4,5 juta rp) untuk perubahan tiket.

• Pergi 2 minggu, apply saja visa turis. Booking hotel di booking.com banyak yang free cancelation. Setelah visa diterima ya terserah kalau memang tinggal di rumah pacar. Jadi tidak perlu surat undangan (Verpflichtungserklärung) kalau ditolak visanya sayang 25 euro bikin surat tersebut.
• Saat wawancara yakinkan petugas kalau kamu benar-benar akan balik ke tanah air, buktikan dengan menyertakan surat keterangan kerja. Pada surat cantumkan tanggal cuti dan kapan akan kembali kerja. Saat bicara dengan petugas jawaban jangan ragu-ragu, latihan dulu dirumah 😀 .
• Tidak kerja kantoran bagaimana bikin surat keterangan kerja?, kalau ada teman dan atau keluarga yang kerja di hrd atau punya perusahaan pribadi minta dibikin surat tersebut. Cuma resiko kalau ketauan bohong.

• Punya aset pribadi seperti deposito, tanah, mobil dll bawa kopi dan surat aslinya, tunjukkin ke petugas kalau kamu ga akan telantar selama di Jerman, dan tujuannya memang hanya jalan-jalan bukan mau tinggal illegal.
• Tahu sedikitlah mengenai kota besar di Jerman, dan kebudayaan Jerman, bisa ngajak ngobrol petugasnya kan saat wawancara, kali aja dapt nilai plus hehe. Jangan kalau ditanya petugas siapa kanselir Jerman saat ini?, kamu malah bengong haha.
• JANGAN beli tiket pesawat sebelum visa ditangan. Saat urus visa sertakan hanya kopi bookingan saja. Kalau visa ditolak tiket promo setahu saya hangus loh.

• Kalau dari kedubes Jerman ditolak. Coba apply visa dari kedutaan selain Jerman. Setahu saya Belanda paling ramah ngasih visa turis (visa Schengen). Jangan ke kedutaan Swiss, karena Swiss 11 12 dengan Jerman, susah dan petugasnya galak!.
• Sertakan polis asuransi perjalanan saat urus visa (asli dipegang), bisa beli dari Jerman atau Indonesia sama saja ga masalah beli dimana. Mama saya dulu gunakan Axa.
• Kalau sudah pernah stay 3 bulan dan mau ke Jerman lagi dengan masa tinggal yang sama, harus ada jedanya minimal 6 bulan.

• Kalau dihubungi petugas via email atau telp, atau kamu yang telp petugasnya dibilang silakan ambil/jemput paspornya. Berarti visa ditolak. Kalau visanya dapat (diterima) akan dibilang silakan ambil visanya.
• Saat visa ditolak akan ada lembaran alasan kenapa visa ditolak, kamu bisa ajukan banding. Setelah banding ternyata tetap ditolak dan di pasopr tidak ada stempel penolakan coba apply dari kedutaan lain (visa turis). Kalau ada stempel katanya sih jedanya 6 bulan untuk ajukan lagi.

Kamu punya pengalaman menarik saat urus visa? Share di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu berguna buat yang lain 😉 .

Baca juga: Orang Jerman, Etika & Kebiasaannya

Advertisements

118 thoughts on “Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

  1. hi mbak rossy….sesudah baca pengalaman mbak…kok saya jd deg2an yaa…kebetulan saya mau berkunjung ke spain atas undangan tunangan saya…selama 2 bln juga…krn mau diperkenalkan dengan keluarganya..rencana apply ke BLS rabu tgl 15 februari ini. semuanya sudah saya siapkan. saya dibuatkan invitation resmi jg dari tunangan saya yg resmi dari kepolisan juga, dikirimkan pasport ,rekening koran tunangan saya, dan surat jaminan financial yang dibuat pribadi oleh beliau. kebetulan bulan mei tahun lalu saya jg ke sana tapi pakai visa turis ( tanpa invitation ) selama 3 minggu dan stay di hotel.dan saya berhasil dapet visa turisnya. tapi krn yang ini tinggalnya lama banget 2 bulan… saya jadi ragu ragu yaa ? ooh iya saya juga sdh dapat surat ijin dari kantor untuk cuti 2 bulan.hmm kira kira siapa yach yg punya pengalaman berhasil apply visa invitation dari spain ???? mohon pencerahannya……..thankss

  2. Halo Mba Nella, Salam kenal.

    Kebetulan saya lagi cari info tentang hidup di Jerman, nemu blog Mba.
    Kebetulan lagi baca post ini, jadi inget perjalanan panjang saya. Sepertinya saya juga bisa dikategorikan sebagai “oknum” 😀

    Saya pingin share saja (masalah yg lalu, masalah sekarang beda lagi 😉 )
    Awal 2012 saya punya pacar (Sudah jadi suami skrg) February dilamar :D. Dengan berbagai pertimbangan kita setuju untuk menikah. Situasi kami pada saat itu sangat kompleks. Nanya kemana2 enggak ada yg sama. Saya Indonesia, calon Jerman tapi baru beberapa bulan tinggal dan kerja di Inggris, nah Lho. Nikah dimana? Kita punya target untuk nikah bulan Agustus, setelah tau ngurus nikah di Indonesia sama di Jerman sama ribet nya, sedangkan paspor aja belum punya, visa belom apply. Akhirnya nemu info bisa nikah di Denmark. Syarat nya memang enggak segambreng kalo di Indonesia atau Jerman, selain akte kelahiran, surat ket belum menikah dll, salah satu syarat nya adalah harus menginap di Denmark minimal 3 hari.

    Calon mau bikin undangan takut gak valid, akhirnya minta tolong orangtua angkat bikin surat undangan. Karena sibuk kerja saya pakai biro jasa ama calo buat ngurus paspor (belum punya waktu itu). Mei 2012 saya mengajukan visa schengen via kedubes Jerman di Jakarta. Paspor masih polos, tapi ngajuin visa yg 90 hari. Tapi saya kurangi bbrp hari atas saran biro Jasa. Niat ke Jerman memang mau nikah, tapi karena tau pasti gak diterima jadi pake visa kunjungan. Lengkap semua dokumen saya lampirkan. Pas ditanya sama kedutaan tujuan nya apa ke Jerman, saya bilang dengan PD “mengunjungi teman”, tapi lama bangat ya hampir 90 hari hehehe Akhirnya dapet juga, kata biro jasa nya “salut mba dapet visa langsung ke Jerman” padahal paspor baru bikin, belom kemana2 hahaha…

    Awal Juli saya sampai di Berlin, untuk ketemu calon suami kedua kali nya sambil persiapan nikah sambil memperkenalkan diri ke keluarga nya. Awal Agustus kita dapat kabar dari biro jasa yg bantu untuk menikah di Denmark, akhirnya kita bisa milih tanggal cantik. Dipilihlah tanggal 17 Agustus pas HUT RI pas juga Ultah suami. Kita nyetir sendiri kesana, karena jauh cuma punya dua saksi, adik ipar sama bapak angkat saja 🙁

    Abis nikah langsung ditinggal pergi, suami balik ke UK. Saya di Jerman sama ortu angkat, sambil bikin visa ke Inggris sebelum visa schengen saya habis awal bulan oktober. Bikin visa Inggris agak deg2an, tapi rasanya yakin dapet karena sudah punya akte nikah. Dapet visa turis 3 bulan ke Inggris, awal Oktober 2012 akhirnya bisa kumpul sama suami 😀

    Setelah sampai di Inggris saya apply visa EEA family permit, dapet dengan masa 5 tahun. Saya masih Akan tinggal di Inggris sampai awal Januari ini. Tapi per tanggal 13 January 2017 kita Akan pindah ke Hanover, Germany.

    Dulu kuatir gimana bisa nikah setelah sampe Jerman, sekarang kuatir gimana saya bisa tinggal di Jerman setelah lama di UK. Pusing status nya apaan, pengungsi bukan, mau nikah juga bukan, gak bisa bahasa Jerman. :((

    Nasib jadi “oknum” 😀
    Maria

    • Hai Maria salam kenal juga 🙂 . Kalau tahun 2012 rasanya masih belum banyak rintangan ke Jerman kalau mau stay lama (lebih dari 2 minggu), yang banyak curhat nih 3 tahun belakangan ini, ya mungkin krn petugas kedutaan tahu yg pada apply visa tidak untuk semestinya makanya yang pakai status di undang pacar seringkali ditolak visanya.

      Kalau status sudah menikah setahu saya sih lancar aja ko kalau mau urus visa menetap di Jerman kan pakai status mau “kumpul keluarga” kalau sudah punya sertifikat ujian A1 lancar deh urus visanya. Dulu saya masuk Jermannya dari Swiss karena suamiku dulu kerja di Swiss, setelah nikah kita pindah ke Jerman, nah untung aja saya sdh punya sertifikat ujian tsb dari Jakarta jadi bisa urus visa Jerman dari Swiss ga harus balik ke Jakarta. Kala itu izin tinggal swiss hampir habis, Thanks God visa Jerman keluar dalam waktu 2 minggu, padahal kalau mau urus dari Jakarta bisa 2-3 bulan prosesnya.

      Kamu bisa ke kedutaan Jerman di UK untuk tanya syaratnya deh.

      • Harus ngajuin visa dulu ya? Sayang nya aku sekarang lagi di Jerman juga, mudik natalan sama mertua. Baru balik lagi January, itupun cuma packing barang trus pindahan ke Hanover. Gak sempet lapor2 atau tanya2 🙁

        • Oh iya aku bolak balik UK Germany pake EEA family permit issued by UK. Jadi gak pake visa schengen lagi, sepanjang pergi nya bareng suami

          • kalau sudah punya Aufenthaltstitel (residence permit Jerman) ya ga perlu urus apapun lagi, kalau misal dulu punya dan keluar Jerman 6 bulan biasanya harus urus izin tinggal lagi dari awal. Sebelum Aufenthaltstitel keluar urus visa menetap dulu/visa tinggal di Jerman untuk lebih dari 90 hari, setelah dapat visa tsb dalam waktu 3 bulan urus izin tinggalnya (Aufenthaltstitel). Aufenthaltstitel (residence permit Jerman) ini berlaku 1 tahun, lalu 2 tahun dan setelahnya dapat yang unbefristete aufenthaltserlaubnis. Kalau lagi di Jerman bisa datang ke ausländerbehörde rathaus tempat tinggalmu untuk menanyakan prosedurnya.

  3. Halo Mba,

    masih ingat aku ? kita pernah email2 sudah cukup lama hehe

    mau nanya2 jika ada teman lain yang bisa sharing, pleasee help me 🙁

    kasus ku apply visa schengen spanyol karena pacar ku dari spanyol , kami pacaran sudah 2 tahun , berencana untuk bertemu keluarganya dan setelah itu menikah , aku mengajukan visa ke spain untuk stay 2 bulan ( ini kesalahan saya mengajukan cukup lama , niatnya gak selama ini mba , karena aku fikir kenapa 2 bulan ? aku bisa mundurin berangkat dan niatnya memang 2-3 minggu saja, entah kenapa aku bodoh sekali berfikir untuk 2 bulan berjaga2 jika aku mundur berangkatnya , gak ngerti soal visa saat itu) saya dapat invitation letter dari adik pacar , resmi dari kepolisian setempat dia tinggal , rekening koran , surat domisili dll dikirim asli ke saya , tanpa itinerary dan booking hotel saya dengan PD apply visa schengen nah alhasil visa ku di tolak , begitu juga ketika banding di tolak, tak putus asa aku coba masuk dari portugal berharap bisa lewat portugal ke spanyol

    kegagalan di kedutaan spanyol jadi pelajaran untuk saya , saya perbaiki ketika mengajukan di portugal visa turis stay 2 minggu saja . komplit itinerary,surat keterangan kerja , booking hotel , tiket dll
    tapi lagi2 gagal! saya dapat email dr kedutaan portugal si ibu Rossy hari ini bahwa visa saya di tolak! ( namanya sama tapi gak kompakan ) hehe

    saya cuma mau ke spanyol ketemu keluarga pacar itu aja ko, kalaupun hanya di ijinkan 1 minggu juga udh cukup , tapi aku udh gak tau mesti berbuat apa , 2 stempel penolakan akan lebih sulit pastinya , sempat mau nyerah aja 🙁 tapi pacar selalu bilang , kamu cuma mau berjuang sampai disini ??? hanya begitu pengorbanan mu ? (so sweet banget 😛 )

    ada saran mba , saya harus bagaimana ? ada beberapa teman menyarankan untuk sewa pengacara , ada yang sarankan untuk ajukan di belanda , tapi saya ko ya gak kuat menerima kenyataan jika harus di tolak lagi ( lebay 🙂 )

    sebelum rencana lain saya lakukan , sekarang sedang berencana untuk banding dulu di portugal , tapi apa mungkin itinerary saya salah ?
    terus surat bandingnya seperti apa ya ?
    penolakan saya alasannya’ ” niat anda untuk meninggalkan wilayah negara schengen sebelum berakhirnya visa tidak dapat dipastikan”
    padahal sudah jelas di form aplikasi saya menulis keberangakatan dan kepulangan , mungkin maksd kedutaan takut saya tidak pulang , nah cara untuk memastikan ke meraka gmn ya? bahwa saya akan pulang sesuai jadwal yaitu 2 minggu , saya sudah bikin surat dr kantor bahwa cuti hanya 2 minggu tapi belum kuat menurut mereka.

    pleaseee butuh bgt sarannya 🙂

    Thanks
    Rosi

  4. hai mba nella, saya sering liat postingan2 mba nih, semenjak saya punya pacar orang jerman, saya seneng bgt baca blog mba… sangat membantu… semoga tetep nulis blog terus yaaa.

    saya rencananya mau ke jerman bulan maret 2016 ini, mau ke berlin karena pacar tinggal disana, dan saya mau kesana karena bulan nov kmrn dia udh dateng kesini ketemu saya dan keluarga menyatakan keseriusan nya dia dan skrg saya mau dtg kesana ketemu keluarga dia utk menyatakan keseriusan kita berdua dan dia buat surat undangan untuk urus visa saya , dan ini pertam kali saya ke eropa, klo sebelumnya ke around asia aja , australia dan middle east.. saya jadi semakin panik karena baru tau dari blog mba klo gak menjamin juga meskipun udh ada surat undangan. sewaktu pacar saya bikin undangan dan di surat undangan nya juga sih di sebutin klo saya itu tunangan dia, apa itu juga gak meyakinkan pihak kedutaan jerman disini ya? saya sih cuma apply 2 minggu aja karena saya kerja juga disini, surat2 sih saya udh lengkap tapi kaya slip gaji dan rekening tabungan dia apa tetap di perluin mba utk di kedutaan jerman sini?kata dia sih gak perlu cuma yg perlu rekening dan slip gaji saya aja. apa itu benar mba? saya semakin deg2an bgt mba dengan ini semua , worry bgt ..

    oh ya mau tanya lagi, terakhir di passport saya kan saya pergi liburan 1 bulan ke tehran (iran) tuh mengunjungi teman saya yang kerja di kedutaan indonesia di sana, apa nanti itu jadi masalah gak ya? berhubung kan banyak terorist2 gitu isu nya , jadi agak takut deh itu bikin jadi masalah sama kedutaan sana.

    mohon pencerahannya mba nella,

    makasih banyak atas bantuannya 🙂

    • Hai Putri, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Bulan depan saya jadwalkan satu postingan baru tentang orang Jerman 😀 .

      Kalau hanya stay 2 minggu di Jerman semoga dapat ya visa nya. Surat keterangan kerja penting sekali disertakan, tanggal kembali bekerjanya supaya dicantumkan juga, jadi petugasnya yakin kamu akan balik ke Indonesia.

      Kopi paspor, kontrak kerja/slip gaji pengundang sertakan juga. Klo rek tabungan data 3 bulan terakhir punya kamu yg disertakan, ga perlu rek. pegundang.
      Bukan mau nakut2in, minggu lalu ada yg curhat visa Jerman ditolak, pengundang pacar. Bulan lalu pria Indonesia visa nya hampir ditolak, saya lupa apa sdh proses banding, akhirnya visa nya disetujui. Petugas kedutaan mengira si pria ini akan menikah dg tunangannya di Jerman. Tuh kan sampai se parno itu loh petugas klo ada yg mau ke jerman status pengundag pacar/tunangan.

      Kalau dapat visanya berbagi kebahagian yaa, alis komen lagi di blog saya 🙂 . Saya penasaran aja soalnya yg sering curhat visa ditolak, yg visanya dapat dg pengundang pacar ko belum pernah ada yg cerita ke saya hehe.

  5. hi mba aku rahmi.. terimakasih banget blognya ngebantu aku banget.. aku akan lulus kuliah ditahun 2017 dan berencana untuk bekerja disana.. kalau untuk kerja jenis visa dijerman itu apa ya mba? aku perlu banget tau karena mengingat katanya mengurus perintilan ijin tinggal dijerman itu susah banget.. thank u ya mba.. +6281287564156 ini nomerku mba bisa contact by whatsapp ngga ya mba? thank u mba..

    • Hai Rahmi, kerja ke Jermannya apa sudah diterima perush di Jerman?. Visa akan diberikan kalau status sudah pasti diterima, jadi bukan cari-cari dulu. Tenaga ahli seperti dokter, ahli informatika atau insinyur yg banyak dibutuhkan di Jerman banyak datang antra lain dg menggunakan blue card, bisa cari di google mengenai Blue Card for Germany. Btw saya tidak punya WA, saya bisa dihubungi via form kontak klik disini.

  6. mbak,nanya bisa ga ya visum schengen diperpanjang?saya dapat visa schengen kunjungi ortu angkat nah bisa ga visum diperpanjang misalnya kerja atau kuliah…seandainya aku ga pingin balik

  7. Halo kak, salam kenal nih telat banget commentnya hehe. Aku kmrn dapet magang di berlin, visa nasionalnya juga uda keluar minggu lalu tapi visanya cuma valid 90 days. Pas bikin visa, mba visanya bilang kalo mau cepet keluarnya mendingan 90 hari aja terus nanti perpanjang di Jerman (soalnya harusnya aku magang 4 bulan di company yang nerima disana) & rencananya aku abis magang ga mau langsung pula g dong pastinya, mau jalan-jalan dulu jadi kira2 4 bulan magang + 1 bulan free haha, jadinya aku okein. Cuma 6 hari visanya langsung keluar beneran kak 😂 tapi yang aku mau tanyain, beneran bisa perpanjang visa disana ga ya kalo kaya gini? Aku tinggal sama sodara juga disana jadi ga keluar biaya banyak buat living cost =))

    • Hai Vania, salam kenal juga ya 🙂 . Itu Visa D deh utk long time (tinggal lebih dari 3 bulan). Dari Indo memang valid 90 hari, nah dalam 90 hari tsb terserah kapan mau perginya. Setelah tiba di Jerman bikin izin tinggalnya. Kalau saya dulu izin tinggal pertama dikasih 1 thn, berikutnya 2 thn lalu unbefristet. Saya kurang tahu kalau utk magang dikasih izin tinggalnya berapa lama, mungkin tergantung ngajuinnya mau brp lama di Jermannya.

  8. Ikut sumbang cerita Kak Nella (meski suami bukan bule :D)
    Suami sekolah di sini dan harusnya visa saya yang ajukan adalah visa nasional yang berarti harus ada sertifikat A1, tapi alhamdulillah saya lolos. Kok bisa?
    Sebenarnya benar-benar tdk th knp, cuma saya prnh bc undang2 (kalo ada peneliti yang keluarganya ingin masuk bs tanpa A1) dan saat itu status suami dinyatakan ‘peneliti”, tp br Oktober th lalu jadi “student”:D
    Waktu itu si mbak petugas agak galak (tp mkn memang hy u menakut2i y) krn saat bsknya ditelpon ada syarat yg kurang, jd baik bgt. Agak lama prosesnya (bikin dag dig dug) dan stlh dia diskusi dg petugas yg WNA, eh pengajuan visa disetujui. Alhamdulillah ^^

  9. Selamat sore Kak Nella, Kalo kita urus visa utk tinggal 2 Minggu, trus di perpanjang jd 3 bulan di Sana bisa ga? Kita mengurusnya ke dutaan German langsung? Apakah harus batik ke Indonesia lagi?

    • Hai Judith, visa bisa diperpanjang kalau misal ybs dirawat di rumah sakit. Kalau tidak ada kondisi urgent lainnya tidak bisa perpanjang, harus urus dari Indonesia. Waktu mama saya datang dan stay 90 hr, saya pernah nanya trus sama petugas disuruh urus dari tanah air.

  10. salam kenal mbak nela… tulisannya mengingatkan saya waktu apply visa turis untuk mengunjungi pacar alias suami sekarang ;-).. dua kali saya apply visa schengen turis dengan berbekal surat jaminan dari beliau .. alhamdullilah semua approved saat itu. Memang benar saat mengajukan visa tersebut saya tidak hanya berbekal surat jaminan dari beliau tapi saya juga melampirkan surat keterangan kerja dari tempat saya bekerja yang tercantum didalamnya dari tgl berapa sampai tgl berapa saya disana dan ditegaskan akan pulang tepat waktu :-), slip gaji, rekening koran buku tabungan saya, asuransi serta bukti kepemilikan… saat diwawancara oleh petugas, saya pd aja bilang penasaran mau liat tembok berlin hehehe.. becanda, mbak :-)! yang pasti saat petugas bertanya apa hubungan saya dgn beliau, saya bilang cuma teman, mbak 🙂 meskipun saya liat tu petugas rada2 ga percaya, mbak.. sampe tu petugas berulang kali bilang “teman atau teman”, mbak hehehe… saya tetap bilang teman :-).
    Dan sekarang alhamdullilah, visa national saya juga sudah dsetujui 🙂

      • hehehe… ya, mbak itu juga atas nasehat seseorang, dia bilang lebih baik bilang teman (aduh, suamiku maaf aku ya hehehehe)… Sebenarnya ga heran kalo tu petugas rada2 curiga waktu ngejawab yang mau dikunjungi benar2 cuma teman :-D.. yang ngundang single eh yang diundang single juga, mbak 😀 Ngomong-ngomong mbak, saya juga kenal suami via Datingline :-).

  11. Tempo hari ada teman yang share juga perihal ribetnya mengurus visa Jerman, dan sepertinya ybs akan mengurus visa Schengen.
    Sejujurnya, hal seperti ini yang membuat saya merasa cukup “ngenes” si kak.
    Di saat kita kesulitan untuk mengurus visa luar, orang luar dapat masuk ke negara kita dengan mudahnya 🙂

  12. Repot pisan ya ngurus visanya. Kalo gitu mending visa turis aja, masuk melalui negara lain.
    Masuk Indonesia rasanya gampang banget. Banyak ekspat yang bersiliweran kayaknya gak punya dokumen yang sah.
    Anak teman teman mau melanjutkan S1 di Jerman. Katanya ada uang jaminan sampai ratusan juta, padahal sudah ada yang jamin. Yang jamin adik teman ini suami istri yang sudah kerja lama di Jerman.

    • Iya pak Alris lebih baik masuk dg visa turis. Uang jaminan untuk sekolah senilai 8.040 euor sekitar 120 juta rp. harus disetor ke bank di Jerman. Uang tsb bisa diambil setiap bulan sesuai yg disyaratkan. Uang diambil tiap bulan tsb utk biaya keperluan sekolah, transportasi, tempat tinggal, uang makan dll. Dg tabungan senilai yg saya sebutkan tadi diharapkan mencukupi sampai masa studi selesai. Klo tidak dibuat syarat finansial pemerintah kuatir sekolah tidak bisa berjalan dg baik, ybs susah payah kerja cari duit utk hidup, padahal tujuan utamanya kan sekolah. Nah klo ada yg menjamin/sponsor tsb mungkin untuk datang ke Jermannya pak, entah juga klo sponsor yg dimaksud mau membiayai biaya yg saya jabarkan tadi 😀 .

  13. 2012 aku ke Jerman ama pacar (skr suami sih :D), untungnya ga nemuin kesulitan sih mba.. Nth krn kita dpt undangan dari KBRI di Jerman, berkat bantuan papa mertua dulu itu menghubungi temen2nya di kedutaan sana, ato mungkin kita memang berqualified untuk masuk kesana hahahaha ;p..

    Intinya lancar lah.. Tapi bnr tuh, galak2 petugasnya..sebel -__-

  14. Terima kasih Jeng Nella, kiat urus visa dengan bukti booking tiketnya mengurangi resiko bila gagal ajukan visa padahal terlanjur beli tiket.
    Salam

  15. Kemaren2 ini visa-ku diurusin sama KTO sih, jadi malah gak begitu ngerti untuk ngurus sendiri lho Nel,
    ternyata lumayan ribet juga yah…

    Eh, jadi dirimu merekomendasikan untuk tidak beli tiket dulu sebelum visa di approved yah Nel?
    Mending apply pake copy bookingan yah? Okay noted!

    Masalahnya sekarang ini airline udah gak mau ngeluarin tiket open date gitu yah? Jadi kalo ditolak, bisa ganti tanggal…

  16. Sama kalau mau ke Perancis ya harus mampu berbahasa negara sana..
    Orang-orang sih nekat banget n bikin sulit yang beneran mau ke Jerman saja dan kayanya ga cuma ke Jerman ke negara lain juga, kan? Visa nya apa buat apa..

  17. Hallo mbak Nella, nih pengakuan saya, saya mungkin termasuk kategori ‘oknum’ yang mbak bilang, karena memutuskan menikah dengan WN Jerman di Denmark. Pengalaman ini sekitar satu setengah tahun lalu. Sewaktu urus visa kunjungan (minta 70 hari – yang 20 hari sudah terpakai 2,5 bulan sebelumnya – ini pun atas permintaan pacar yang sekarang suami), petugas visa di Kedubes Jerman di Jakarta memang tanya tujuan saya mau apa ke Jerman, saya bilang terus terang mau ketemu pacar dan mau lihat apakah kami ada kecocokan untuk menikah atau tidak, kalau ada saya akan pulang ke Indonesia dan kalau tidak pun saya tetap akan pulang ke Indonesia. Tidak terlalu berharap visa disetujui, tapi ternyata visa disetujui, mungkin dengan pertimbangan bahwa saya sudah berkunjung ke Jerman2x (dan visa2 Schengen sebelumnya juga dapat dari Kedubes Jerman) sebelum kunjungan itu, pacarpun sudah 2x berkunjung ke Indonesia dalam waktu 6 bulan. Sampai di Jerman saya ditawari pacar kursus bahasa Jerman tingkat dasar di VHS dengan biaya patungan dan sekitar 5 minggu sebelum masa visa habis, pacar mengajak menikah dan karena kita pikir ribet kalau saya pulang dulu urus visa untuk menikah di Jerman, so kita memutuskan nikah di Denmark dengan pertimbangan menyingkat waktu dan saya sedang ada masalah pribadi dengan perangkat RT/RW ditempat saya tinggal di Indonesia waktu itu. Di Jerman ternyata banyak agen yang bisa mengurus untuk pasangan yang mau menikah di Jerman, jangan salah banyak juga kok WN Jerman yang menikah di Denmark karena tidak mau diributkan dengan urusan birokrasi surat-surat nikah. Memang di Denmark, setidaknya ditempat saya dan suami menikah, urusan surat-surat nikah tidak diminta sebanyak yang pemerintah Jerman minta dan benar cukup dengan visa Schengen yang masih berlaku DITAMBAH Akta Lahir (terserah masa berlaku) yang diterjemahkan ke bahasa Jerman atau Inggris, surat keterangan resmi dalam bahasa Jerman/Inggris kalau status kami masing-masing masih Single (saya waktu itu bikin di Notaris setempat dan perlu bayar pak Notaris plus penterjemah Jerman-Inggris karena belum bisa bahasa Jerman). Enaknya nikah di Denmark urusan dokumen tidak rumit, cepat, tidak bayar saksi (saksi disediakan), bisa pilih mau nikah dalam bahasa Inggris/Jerman tanpa tambahan biaya. Enggak enaknya ada juga dong…tambahan biaya yang tidak sedikit untuk biaya agen pernikahan, biaya transportasi pergi-pulang Jerman-Denmark dan akomodasi di Denmark (lebih mahal daripada Jerman) jelas harus ditanggung sendiri dengan pasangan, dan harus pulang dulu ke Indonesia alias bayar tiket lagi dan bayar biaya untuk ujian bahasa Jerman tingkat A1 di Goethe Jakarta sebelum bisa apply visa lagi di Kedubes Jerman untuk visa kumpul keluarga. Jadi, saya sempat terpisah lagi selama 2 bulan lebih setelah menikah di Denmark walaupun status pernikahan diakui pemerintahan Jerman. Maaf ya saya “potong jalan”, pertanyaan mbak Nella semoga terjawab 🙂

      • Sama-sama, mbak Nella, sesama penduduk HN saling bantu lah 😀 Saya tambahin deh gak enaknya nikah di Denmark: sehubungan biaya transportasi yang mahal, biasanya gak bisa ngundang teman dan keluarga supaya dateng di pernikahan, jadi ke kantor catatan sipil ya hanya berdua saja, dan sering disangka sudah hamil duluan (walaupun memang ada sih cewek asia yang hamil besar waktu nikah disana). Setuju deh dengan yang mbak Nella bilang, kalau baru pertama kali berkunjung ke Jerman, ambil dulu lah 2-3 minggu, kalau langsung 3 bulan apalagi belum pernah ketemu muka dengan sang ‘pacar’ ya kecil kemungkinan permohonan disetujui, kedutaan juga gak mau ambil resiko kalau si WNI dijadikan korban human trafficking misalnya 🙁 Pengalaman teman-teman saya, mereka bertemu dan menikah catatan sipil dulu di Indonesia, baru mengajukan visa kumpul keluarga di Jerman karena mau lebih lama tinggal di Jerman tanpa harus bolak-balik Jerman-Indonesia.

        • hello mba bonita dan mama emak benyamin , maaf saya nimbrung di sini.. mba adik saya berencana menikah di denmark dgn WN jerman. bisa minta emaill mba bonita mba atau mba bonita pls pls email ke saya di anikdd2n8@gmail.com

          pertanyaan nya surat mba bonita yang surat lahir. surat pernyataan belum menikah harus di translate ke penerjemah tersumpah yg di jakarta dan mendapatkan ttd dan legalisir dr dept HUKUM HAM dll? atau cukup penerjemah legal di kota masing masing and kecamatan?

  18. Wah judulnya ngena bgt sama saya. Saya baru aja lulus Master’s di Jerman, kecantol bule Jerman, rasanya ogah pulang..sekarang saya lg nunggu visa utk nyari kerja di Jerman dari Migrationsamt, pakai Verpflichtungserklärung dari pacar. Jadi deg2an takut ga diterima/dicurigai.. kira2 kalau melihat dari background (Master degree), tetep dpt extend ga ya? Soalnya saya denger2 Jerman welcome sama imigran yg punya qualification.

    • Kalau sudah dapat kerja bisa minta tempat kerja sbg sponsor (kalau ga salah istilahnya). Klo baru mau nyari biasanya Migrationsamt akan lihat dulu apakah lowongan kerja tsb ga ada yg ngisi dari warga lokal, kalau banyak warga lokalnya akan lebih diutamakan orang Jermannya ketimbang orang asing untuk mengisi pekerjaan. Saya kadang baca2 forum kaskus http://www.kaskus.co.id/forum/82/?ref=forumlanding&med=forum_categories

      Temanku ada ikut aupair, kontrak selesai dia ambil ausbildung jd altenpflegerin, ditolak izin tinggalnya krn petugas bilang sekolah masih akan berlangsung 6 bln kemudian, jd ybs disuruh urus dari Indonesia. Krn ybs ga mau pulang, dia minta bantuan pengacara, sempat ditolak juga, banding lagi baru diterima, temanku bilang dia akan ikut kelas lebih awal tp ga akan dinilai. Bayar pengacara kena 700 euro.

  19. Salam kenal Mbak Nella 😉
    Judul postingannya gemesin banget sih hehehe 😀
    Saya dulu sempet dideketin sama mahasiswa berkewarganegaraan Jerman mbak, dia fasih banget berbahasa Indonesia, samapi-sampai lagu Naik Kereta Api aja dia hafal 😀 . Tapi karena dia sering bolak-balik Indo-Jerman dan saat itu saya didekatin cowok Jawa, akhirnya saya kecantol dengan cowok Jawa deh hahaha. Si Jerman langsung ngambek nggak mau berteman dengan saya lagi setelah dia tau dari facebook kalau saya punya pacar baru.

  20. mbak, baca postingan mbak Nella ini aku jadi inget ketika pertama apply visa, daftarin diri di Auslanderbehörde, Bürgeramt ketiga-tiganya ditanyai pernah ke Jerman belum sebelumnya. Mungkin untuk data, tapi aku jadi menghubung-hubungkan soalnya dengar cerita dari suamiku yang banyak orang luar Jerman nikah dg orang Jerman untuk dapat izin tinggal aja. Mungkin emang petugas Jerman takut banyak yg apply visa niatnya nggak bener

  21. Dari dulu petugas di kedutaan Jerman memang terkenal galak2. Aku sendiri klo apply Schengen lebih prefer lewat Belanda atau Perancis karena lebih gak ribet dan appointment segala macam bisa dibook online langsung. Sayang deh klo banyak yang overstay gak jelas gini.

      • Iyaa soalnya Perancis kan mendulang devisa lewat turisme. Denmark juga easy kok. Udah aku cobain semua dan semuanya jalur turis aja tanpa undangan, aman lancar.

          • Gak kok, 2 mingguan. Pastikan dokumennya semua lengkap. Cb cek persyaratannya di website mereka dan skrg kan prosesnya semua pake agen yg letaknya di Sudirman. Harus baca langsung requirementnya karena sering ada update. Asal dokumen semua lengkap (plg penting juga travel insurance) hrsnya lancar. Good luck!

  22. Wah ribet juga yah…

    Thanks infonya, siapa tau kapan2 bisa ke Jerman.
    Aku suka banget iklim di sana (dulu sempet ke Denmark), maunya ke Jerman pakai train tapi karena suatu sebab batal deh…

    ( link rinie.net.id dihapus karena domain tidak aktif lagi. 20.09.2016 )

    • mbk Rinie…ikutan ya…., aq lagi apply visa ke denmark dengan undangan dari teman , sdh ke vfs tgl 7 april 2015 kemaren…dokumentku lengkap sih …aq sertain juga booking hotel ketika aq di lain kota sama temenku yg undang soalnya di undangan temenku tulis ketika aq pindah ke kota lain aq akan menginap di hotel….terus waktu tanya di mbk yg di vfs denmark kpn kira2 selesainya katanya kira2 15 hari kerja….memang lama ya mbk denmark…., tolong di info ya mbk……thx….
      mbk nella sorry ikutan

  23. Ga pernah pake Verpflichtungserklärung malah lancar2 aja, cuma surat yg (calon) suami ketik sendiri, print, ttd, scan trus kuprint. Ini waktu apply di Singapur (1x) & Jkt(2x) pake surat undangan gitu doang yg isinya akomodasi ditanggung. Rekening dan surat dari HRD employer yg lebih penting mnurutku, spy yakin kita balik lagi krn ada kerjaan.

    • Tambahan. Itu semua visa turis. Tapi pas itu aku nanya2 ttg dok pencatatan nikahku yg hampir lengkap sehingga petugasnya lihat dokumen2 tsb sementara aku udah dapat visa turisnya. Hampir disuruh batalin visa turis tsb krn khawatir aku bakal langsung daftarin nikahan di sana. Akhirnya aku yakinkan aku masih ada kerja, pergi untuk pindah dan catat nikah baru rencana untuk di tahun depannya. Trus aku cuma disuruh bikin surat pernyataan tambahan bahwa di sana utk liburan aja.

  24. Aku belum pernah mba, baru melancong ke negeri tetangga aja hehehe.. terkadang pengen bangeet punya pengalaman urus visa sendiri, tapi nggak ada dana buat melancong ke negara yang kudu ngurus visa dulu kalau mau kesana hihihihi.. seruu kali yaaa berurusan dgn orang kedutaan 😀
    Tapi makasih ya mba tips untuk dapetin visa jermannya hihihi sapa tau aku bisa terbang ke Jerman buat liburan bukan buat nyari jodoh wahahahah …

  25. Susah yak mbak. Gak segampang yang dipikirkan. Visa turis aja dah ribet kok. Apalagi kalau visa yang lebih lama lagi. 3 bulan.

    Makasih banyak tipsnya Mba.

  26. Hmm.. rempong banget ya? tapi rasanya itu wajar saja, toh itu demi kebaikan yg bikin visa. melihat kebaikan hati mbak Nella.. rasanya pantes jadi kanselir, eh! maksudnya jadi perwakilan duta Indo buat mengurusi bagian pervisaan. :p wekekek
    Kalo bilangnya mau mngurus pendidikan boleh gak ya? :p tapi tetep.. aslinya bo’ong doang!

  27. refooot bener ya mau ngurus visa ke jerman,saya belom pernah ngurus visa turis, kemaren langsung visa penyatuan keluarga yg syarat utama ya harus daftarkan dulu pernikahan di negera suami, dan lumayan banyak juga sih syaratnya selain slip gaji suami 3 bulan terakhir,kontrak sewa rumah, kontrak kerja dll

  28. Bener baget..biasa nya suka over stay..mknya skrg di persulit..abs kan mikir nya gak sering ke LN dan apalagi kl di Eropa bawaan nya pengen keliling kmn2. Saya sering dgr kalo bule sk meremehkan cewe Asia..mikir nya pasti cm mau cari sponsor ato cm mau ke LN… tp semoga tdk di salah gunakan ya..:)

  29. Gw kemaren ketemu perempuan Indonesia yang berencana over stay dan menabrak segala aturan negara lain. Huh sebelnya lihat orang kayak gitu karena dia bikin susah orang Indonesia lainnya.

    Soal HRD bohongan gw nggak saranin karena kedutaan sebuah negara besar punya investigator untuk cek background. Gue yakin kedutaan Jerman juga punya investigator serupa. Jadi mending jangan coba2 bohong deh. Reputasi tercatat seumur hidup.

  30. Kalo visa Jerman susah karena banyak perempuan Indo malah kawin disana, kalo visa US susah karena banyak org Indo jd immigran gelap disini.

Leave a Reply