Category: Pengajuan Visa, Paspor & Dokumen lainnya

Saya akan membahas mengenai pengalaman saya mengajukan visa, paspor dan dokumen lainnya. Bisa dari pengalaman saya sendiri ataupun pengalaman teman-teman saya.

  • Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya. Awal Oktober lalu ramai cuitan di Twitter mengenai netizen Indonesia yang ingin pindah warga negara gara-gara UU Cipta Kerja, saya tidak ikut meramaikan per twitter an kala itu, hanya sekedar baca dan senyum saja.

    Belum Niat Pindah Warga Negara Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Kedua Kalinya

    Selain UU Cipta Kerja, pemerintah Indonesia yang dianggap tidak becus menangani covid menjadi alasan netizen ingin ganti kewarganegaraan. Mengenai covid ini padahal ya masyarakatnya juga ga mau diatur kan?.

    Tidak hanya di Indonesia ada para oknum yang tidak mau nurut aturan, wong di Jerman pun beberapa kali ada demonstrasi terkait covid.

    Tulisan Terkini

    Para pendemo di Jerman tidak mau turut aturan pemerintah untuk jaga jarak dan tidak mau memakai masker, jangan-jangan nanti juga tidak mau di vaksin. Pada kondisi pandemi begini anak muda mau nya tetap party keluyuraan dengan grupnya, saya pengen bikin hastags Jerman terserah ntar malah ditimpuki haha.

    Kembali mengenai pindah warga negara, menurutku hal tersebut pilihan tiap pribadi, kenapa kita yang tidak ada hubungan apapun dengan ybs ikutan menghujat dengan bilang ga nasionalis?. Saya tidak pro atau kontra pada WNI yang mau dan sudah pindah wn. negara karena tiap orang punya pertimbangan masing-masing kenapa melakukannya.

    Tahun depan 10 tahun saya tinggal di Jerman. Kalaupun saya hingga saat ini masih memegang paspor hijau, hal tersebut pilihan saya. Memangnya saya dapat apa kalau pindah jadi wn. Jerman? Karena asalan keren paspor nya kuat kalau mau bepergian ke mancanegara?, wong saya belum pernah ke luar EU haha, bahkan saya bukan pekerja yang tugasnya ke LN, yang mungkin paspor hijau kerap di nomer duakan?.

    Baca juga: Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Eh saya pernah 2 kali dapat undangan google lokal guide buat meeting di Amerika, visa sih katanya akan dibayarin. Ada dua pilihan berangkat dari Indonesia atau berangkat dari Jerman, ah saat ini baru bisa bermimpi saja hehe karena saya terlalu malas untuk mengerjakan tugas yang disuruh pihak google, lagipula saingannya dari berbagai negara, pokoknya saya belum tergerak aja tuh haha sombong dikit nolak rejeki. Sampai sekarang saya tetap kasih review atau upload foto-foto untuk google lokal guide, saya sudah di level 5.

    September 2020 paspor Indonesia saya habis masa berlakunya, punya anakku (Benjamin) juga sudah habis masa berlaku paspor Indo nya, 5 tahun lalu kita bikin papsor Indonesia bersamaan, supaya tidak bolak balik ke KJRI. KJRI Frankfurt yang terdekat dengan tempat tinggalku, 1,5 jam kesana kalau ke KBRI Berlin 5 jam haha niat banget kalau Berlin sih sekalian jalan-jalan deh.

    Video Perpanjang PASPOR Indonesia di Jerman Belum Niat Ganti Warga Negara

    Masa pandemi begini kalau mau ke KBRI atau KJRI di Jerman harus bikin janji online dulu, lihat tanggal yang kosong, setelah pilih tanggal kita akan dapat balasan via email apakah permintaan kita ditanggal tersebut disetujui.

    Tiap pemegang paspor bikin janji masing-masing. Saya pilih tanggal dan jam berurutan dengan anakku. E-Mail persetujuan dari KJRI saya print untuk ditunjukkan di pintu masuk. Sebaiknya kalau tidak mendesak pergi tanpa pendamping karena pedamping harus tunggu diluar. Saya pergi bersama Benjamin, Lisa dirumah bersama bapaknya, hari itu suamiku ada janji dengan dokter gigi.

    Penggantian paspor bisa dilakukan minimal 6 bulan sebelum masa papsor habis berlakunya, sebaiknya perpanjang paspor Indonesia jangan mepet tanggal habisnya karena kita akan dapat surat dari ausländerbehörde (kantor Imigrasi) tempat kita tinggal di Jerman.

    Awal September saya dapat surat dari ausländerbehörde mengingatkan kalau paspor Indonesia saya habis masa berlakunya, nah padahal saya dapat tanggal di KJRI Frankfurt tuh 16 September.

    Baca juga: Ladang Bunga Potong di Jerman Tanpa Penjaga Pembeli Petik dan Hitung Sendiri yang dibeli Uang Masukin Tong

    Akhir September saya baru pegang paspor Indonesia yang baru dan keesokan harinya saya langsung ke ausländerbehörde untuk perpanjang Aufenthaltserlaubnis kartu izin tinggal saya dan pak petugas bilang kalau dia sudah kirim surat panggilan kedua, belum saya terima tuh.

    Gile ya di kota yang sama aja kirim surat bisa seminggu an nyampenya, lagi-lagi karena pandemi maka semua jadi serba lambat? Haha. Proses jadinya kartu izin tinggal tersebut sebulan, jadi saya ilegal lah di Jerman haha.

    Si petugas tidak memberikan saya surat keterangan kalau saya lagi urus Aufenthaltserlaubnis, dan sayapun tidak menanyakan, tidak perlu juga karena saya tidak keluar Jerman, dan selama sebulan tersebut tidak ada urusan yang perlu kartu izin tinggal ku.

    Kalau dari KJRI saya dikasih surat yang menyatakan paspor baru sedang di buat, kalau ada urusan mendesak butuh paspor tinggal kasih surat tersebut

    Bagi kalian yang dekat atau di wilayah Frankfurt kalau ada urusan jangan datang langsung cek selalu website KJRI Frankfurt ini www.indonesia-frankfurt.de . Saya baca beberapa kali ada yang nanya di IG dan FB KJRI ko telp tidak diangkat, padahal di web tertera loh jam buka teleponyanya yakni Pelayanan Telefon: Senin – Jumat: 14.30 – 16.30 jadi kalau telepon di luar jam tersebut ya tidak ada yang melayani.

    PENGGANTIAN PASPOR KARENA MASA BERLAKU HABIS

    Dokumen yang dibutuhkan untum pembuatan Paspor baru bagi WNI yang menetap di wilayah kerja KJRI Frankfurt:

    • Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online.
    • Paspor lama asli, dengan masa berlaku maksimal 6 (enam) bulan.
    • Surat Keterangan Kesepakatan kedua orang tua untuk perpanjangan paspor karena habis. masa berlaku bagi anak dibawah umur ( ditandatangani kedua orang tua ).
    • Formulir Permohonan Paspor Baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan pemohon.Fotokopi izin tinggal Jerman yang masih berlaku (izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas). Untuk paspor Indonesia anak, paspor Jerman anak saya bawa untuk ditunjukkan ke petugas.
    • Fotokopi akte kelahiran.
    • Pasfoto Biometrik 3,5 x 4,5 cm. Latar belakang putih/abu – abu ini untuk ditempel di formulir yang kita isi.

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

    Untuk print out formular lebih lanjut bisa lihat website KJRI silakan disini www.indonesia-frankfurt.de/layanan-konsuler/layanan-paspor termasuk informasi rekening bank KJRI Frankfurt ada di web tersebut, saya tidak cantumkan di postingan saya ini siapa tahu dikemudian ganti no. Rek bank nya lebih baik lihat langsung yang ter-update nya di website KJRI.

    • Pemohon paspor harus datang langsung ke KJRI Frankfurt untuk pengambilan sidik jari dan foto.
    • Biaya pembuatan paspor Indonesia (paspor 48) sebesar 30 € melalui transfer Bank. Pada form bank transfer menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari Überweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama pemohon).
    • Kalau paspor Indonesia sudah jadi akan dikirim ke alamat rumah kita. Sebelum ke KJRI kita siapkan amplop sudah ditempelin perangko dan ditulis alamat kita juga. Perangkonya yang berupa surat tercatat, jadi bisa dilacak kalau tidak nyampe, bilang aja sama petugas kantor posnya mau beli briefmarke einschreiben einwurf.
    • Kalau paspornya untuk dua orang (seperti saya dan anak) sebaiknya berikan amplop besar, supaya ngirit perangko hehe, saya kala itu bawanya amplop kecil, padahal bakalan ada 4 paspor dikirim (2 paspor baru 2 yang lama) terpaksa deh kirim terpisah paspor saya dan anak.

    Video Cara Menuju KJRI Frankfurt Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof

    Menuju KJRI Frankfurt Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:

    • U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
    • Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte

    Kali aja ada yang baru nyampe di Jerman lalu mau ke KJRI semoga ga bingung ya, JANGAN panik kalau salah naik. U4 itu u-bahn (kereta bawah tanah), kamu cari petunjuk U4 arah Bockenheimer Warte, kalau dilayar sudah tertera berarti bakalan datang keretanya, trus di keretanya tertera arah Bockenheimer Warte, kalau bukan arah tsb jangan naik!.

    Stasiun kedua turun (Bockenheimer Warte), namun kalau sudah sta. kedua “.. lah ko bukan Bockenheimer Warte?” berarti salah naik (seperti diriku haha), keluar kereta naik arah seberangnya, pokoknya lihat aja yang arah Bockenheimer Warte.

    Kalau kamu seperti diriku yang jarang pergi jarak jauh (apalagi di negara dengan Bahasa Jerman begini) pokoknya jangan panik yaa, kalau salah jalan dan panik jadinya bingung gak tahu mau kearah mana apalagi ditambah kalau sudah telat jadwal janji termin (makanya berangkat diprediksi ya!).

    Tarik nafas panjang, lihat lagi kertas catatan petunjuk ke KJRI nya. Lihat video diatas menit 11:00 ku jelasin arah ke KJRI nya. Kalau sudah tahu ancer-ancernya gampang banget nemu alamatnya, tapi lagi pertama kali saya ke KJRI muter-muter ga jelas sejam an lebih haha untung kala itu ga pakai jadwal jam termin deh.

    Tahun 2020 ini tadinya mau coba naik straßenbahn, saya dan bocah sudah di halte mondar mandir ga jelas haha bingung nunggu dimana, naik kereta yang mana, nanti turun nya diman haha, akhirnya „ya udahlah naik U-Bahn aja karena sudah pernah“. Setelah urusan papsor selesai saya dan Benjamin barulah jalan-jalan di Frankfurt naik straßenbahn.

    Alamat KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt
    Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt
    Tel: (+49-69) 247-0980
    Fax: (+49-69) 2470-9840

     

    Pelayanan di Loket:
    Senin– Kamis: 09:30 – 12:30

    Jumat: 09:30 – 12.00

    Pelayanan Telefon KJRI Frankfurt:
    Senin – Jumat: 14.30 – 16.30 (diluar jam ini tidak ada yang melayani)

    Bagian Paspor: +49-69-24709811

    Bagian Visa: +49-69-24709812/-13

    Bagian Legalisasi & Surat Keterangan: +49-69-24709825

  • Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman. Layanan loket di KJRI Frankfurt bukanya tidak sampai sore. Senin– Kamis: 09:30 – 12:30 dan Jumat: 09:30 – 12:00. Kita datangnya hari rabu. Tiba di KJRI hampir jam 11. Tadinya mungkin kita bisa duluan, ternyata ada pasangan yang masuk lebih dahulu.

    Drama Bikin Pass Foto Paspor | Membuat Paspor Indonesia Anak di KJRI Frankfurt Jerman

    Pasangan ini prianya orang Indonesia, istrinya bule. Anak pertamanya perempuan seumuran Benjamin, dan anak keduanya masih bayi. Pas kita masuk ke ruang tunggu ternyata sudah ada beberapa orang yang sibuk dengan surat-surat mereka.

    Baca juga: Bagian 1 Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Menurutku sih mungkin mereka para mahasiswa Indonesia. Untuk urusan paspor anak hanya saya dan pasangan yang saya ceritakan diatas. Karena si bapak duluan ke loket, jadi duluan dipanggil untuk membuat foto anak bayinya.

    Sambil menunggu dipanggil, sementara itu bapaknya Benjamin saya sodori lembaran kuesioner yang diberikan mba petugas KJRI. Isinya tentang berwisata ke Indonesia. Terakhir bapaknya Benjamin ke Indonesia sih Sudah lama kira-kira 8 tahun lalu sebelum kita menikah.

    Saya minta suamiku yang bawa/meneman Lisa membuat pass foto keruangan lain. Eh ternyata Lisa bikin drama!, anaknya tidak mau duduk saat mau dipotret, disuruh berdiri juga tidak mau. Setelah Lisa hampir 10 menit teriak-teriak menolak dipotret, akhirnya saya yang gantian membawa Lisa untuk dipotret.

    Ternyata dengan saya sama juga, Lisanya menolak dipotret!. Tiap kali mba KJRI mengarahkan kameranya ke arah putriku, si Lisa langsung teriak nein! (jangan!), padahal Lisanya saya gendong. Saya suruh duduk dengan menaruhnya dibangku yang disediakan anaknya menolak, langsung turun dan minta gendong, saya duduk dan pangku anaknya, dia juga menolak dipotret dan langsung ngumpetin mukanya dipundak saya.

    Setiap kali dia melihat kamera diarahkan ke dirinya, si bocah langsung bikin drama teriak-teriak. Saya yang awalnya sempat bingung dengan keadaan tersebut jadi ingat, nih pasti si Lisa mengira kamera dslr tersebut adalah alat untuk tes penglihatan.

    Berdasarkan hasil nge-google nama alatnya autorefractor, digunakan untuk skrining penglihatan pada bayi dan balita.

     

    Contoh skrining penglihatan pada anak menggunakan autorefractor

     

     

    Di detik ke 19 terlihat alat autofrefactornya, yang di dokter kita kunjungi warna alat skriningnya hitam. Si anak harus menempelkan matanya ke bagian depan alatnya, nanti si anak melihat gambar bergerak, dan si dokter melihat bagian dalam mata/retina pasien.

    Sedikitnya sudah 3 kali kita pernah ke dokter mata, Lisa ada masalah dengan matanya. Pemeriksaan dilakukan dengan alat tes yang bentuknya kotak. Alat tersebut harus menempel di wajah Lisa dan mata.

    Sebenarnya kalau Lisanya tenang, dia bisa melihat ada gambar-gambar menarik, waktu alat tersebut menempel di wajahnya. Terakhir kali diperiksa yang paling trauma kali ya buat si Lisa, sampai saya dan asisten dokter pegangi, tapi Lisanya berontak, jadi dokter tidak bisa melihat retina si Lisa dengan tepat.

    Waktu datang pertama kali, untuk anak 4 tahun seperti Benjamin sudah mengerti, tapi untuk anak dibawah 3 tahun, seperti Lisa terkahir kali ke dokter umur 1 tahun, dirayu bagaimanapun dia menolak!.

    Kita disuruh balik lagi saat Lisa berusia 1,5 tahun. Saat ini Lisa sudah hampir 2 tahun kita belum balik lagi, bapaknya bilang nanti saja, kalau Lisa agak besar. Terbukti sih pas mau dipotret si Lisa masih mikir kalau kamera dslr adalah alat untuk tes penghilatan.

    Balik ke soal foto untuk paspor…

     

    Mbak KJRI dan saya sibuk bersamaan mencoba merayu Lisa, membuat Lisa tenang. Anaknya sudah tenang, tapi begitu melihat kamera diarahkan ke dia lagi (padahal agak jauh loh), Lisa langsung jerit-jerit nein (jangan).

    Huu saya habis akal deh, padahal saya sudah menyertakan pass foto Lisa di berkas paspor, kenapa tidak pakai itu saja sih, hiks. Karena ada aturan baru harus foto di KJRI, katanya pembuatan fotonya terhubung dengan imigrasi di tanah air.

    Kita coba alihkan perhatian Lisa ke pemandangan di luar, kasih unjuk ada tupai dipohon tetap tidak mempan. Mbak KJRI memberikan permen, si Lisa mau, tapi saat mau dipotret tetap disembunyikan wajahkan didibalik bahu saya.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Ada 30 menitan kita coba merayu Lisa ..

    Akhirnya mba KJRI bilang dia mau potret Lisa dengan posisi saya gendong Lisa, tapi wajah Lisa harus terlihat ke kamera. Setelah mengatur posisi, akhirnya bisa juga dipotret. Hanya dua kali jetpret, salah satunya yang hasilnya paling maksimal, terlihat jelas wajah Lisa, walau ujung baju saya terlihat sedikit di hasil fotonya.

    Mbak KJRI bilang tidak masalah saya terlihat sedikit di hasil foto, karena untuk foto bayi memang anaknya dipangku orangtua si bayi.

    Puji Tuhan drama bikin foto selesai, kita keluar ruangan. Mata Lisa sembab gara-gara nangis melulu. Kita duduk sebentar, lalu saya dipanggil, untuk mengecek beberapa data apakah benar tertulisnya. Saya nanya mba KJRI apa boleh minta kembali foto Lisa yang saya kirim, lumayan kan kalau ada urusan lain butuh foto juga, jadi kita tidak perlu ke foto studio lagi.

    Semua fotonya dikasih kesaya, asyik!. Paspor akan dikirim via pos dalam seminggu ke alamat saya. Lisa masih dibawah umur, jadi untuk paspor anak tidak ada tanda tangan di bagian depan yang berisi informasi pemilik paspor.

    Saat saya mempersiapkan anak-anak untuk kita pergi, saya pakaikan jaket dsbnya, eh ada yang negor saya, dia nanya apakah saya pemilik blog ..

    Blog apa saya nanya balik? Sok ngetes hehe.. blog pursuingmydreams kata dia. Bener saya pemiliknya!. OMG pertama kali deh seingatku ada pembaca blogku yang kita ketemuan langsung.

    Angela nama dia, katanya dulu sering baca blog saya waktu mau ke Jerman. Waktu saya panggil-panggil Benjamin yang iseng buka tutup pintu KJRI, Angela jadi ingat Benjamin anakku 😀 . Angela tinggal di Bad Homburg, pertama kali datang ke Jerman segaia au pair, sekarang kerja di NGO.

     

    Huu sampai saat ini dia belum menghubungi saya lagi, kita tidak sempat tukar no. Hp karena saya senewen dengan tingkah Benjamin, jadi maunya cepat pergi dari KJRI. Saya bilang Angela cari blog saya di mesin pencari, trus email saya ya melalui form kontak blog.

    Keluar dari KJRI saya mau potret anak-anak didepan gedung KJRI, eh malah si Benjamin manjat pagar KJRI, iih nih bocah memang tidak bisa diam haha.

    Mau dipotret didepan pintu masuk, eh malah si bocah manjat pagar KJRI
    Mau dipotret didepan pintu masuk, eh malah si bocah manjat pagar KJRI

    Sebelum kita pergi ke KJRI, saya ngegoogle, kalau ada restoran Indonesia Namanya Wayang di Frankfurt, tidak terlalu jauh dari KJRI. Yaelah kita tidak jadi ke sana, karena belum jam bukanya, dan kita semua sudah kelaparan.

    Karena lapar juga, kita tidak jadi ke Palmen garten Frakfurt. Katanya bapak anak-anak nati saja pas summer kalau mau jalan-jalan lagi ke Frankfurt, karena waktu itu cuacanya tidak mendukung, dingin sekali saat musim gugur.

    Akhirnya kita naik U-bahn (kereta bawah tanah) langsung ke stasiun Frankfurt, rencananya cari makan siang disanapun tidak jadi, karena kereta kita segera datang. Didalam kereta kita makan biskuitnya anak-anak, sampai ludes!.

    Lisa pas di U-bahn sudah tidur, 1,5 jam naik kereta juga masih lanjut tidur dia. Dari Frankfut naik kereta intercity (IC) yang bertingkat, nanti dari Heidelberg naik kereta biasa. Benjamin tidur pas pertengahan perjalanan. Kameraku kembali ngadat! Haha tidak bisa dipakai, jadilah tidak terlalu banyak rekam pemandangan luar kereta.

     

    Video Pulang dari Frankfurt Naik Kereta ke Heidelberg Hbf

     

     

    Paspor Lisa saya terima seminggu kemudian, ternyata warna sampul paspor Indonesia tidak lagi hijau, melainkan warna biru. Tebalnya 48 halaman, padahal kalau jarang bepergian keluar negeri sayang juga ya, maksudku buat apa tebal halamannya, kalau dalam 5 tahun hanya sekali pergi.

    Waktu Benjamin dan saya membuat papsor ada yang 24 halaman, saat membuat paspor Lisa tidak ada lagi yang 24 halaman, melainkan hanya tersedia yang 48 halaman.

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

  • Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Saya ingin berbagi pengalaman waktu mengurus paspor Indonesia untuk Lisa putriku. Saya pikir masih seperti saat mengurus paspor Benjamin, dimana kita tidak perlu datang ke KBRI atau KJRI, eh ternyata beda aturannya.

    Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

    2 tahun sebelumnya, waktu Benjamin membuat paspor Indonesia juga, nah kala itu tidak perlu datang ke KBRI, saya kirimkan semua berkas melalui kantor pos, nanti KBRI akan mengirimkan paspornya via pos.

    Ternyata ada peraturan baru, per tanggal 15 Mei 2018, proses penerbitan Paspor dan Visa di KJRI Frankfurt menggunakan Teknologi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Bagi yang mau buat paspor harus datang ke KBRI atau KJRI untuk buat foto disana.

    Saya ditelp. sama mba petugas KJRI Frankfurt, dan saya agak nyolot menjawab hehe “ko sekarang jadi ribet gitu mba?”, padahal kan paspor untuk anak saja, kalau untuk orang dewasa ya saya maklum deh, karena waktu saya perpanjang paspor Indonesia, saya harus datang ke KJRI untuk tanda tangan paspor di depan petugasnya.

    Si mbak nya kembali menyebutkan ada peraturan baru, ya sudahlah saya pasrah!. Berarti memang harus pergi ke KJRI frankfurt. Ongkosnya bakalan jauh lebih mahal dari harga paspornya 😀 .

    Bapaknya anak-anak sih bilang saya aja sama Lisa yang pergi ke KJRI, lah saya ogah karena si Lisa masih kecil. Kalau sudah sebesar Benjamin saya berani bawa sendiri naik kereta, kalau masih sekecil Lisa saya harus bawa buggy (kereta dorong) pula.

    Di stasiun kereta Heidelberg harus turun dan ganti naik kereta lain. Lift di stasiun Heidelberg ini seringnya rusak, trus nanti saya bagaimana gendong anak sambil bopong buggy naik tangga, sudah horor duluan membayangkannya.

    Walaupun di Jerman sering sekali kita jumpai orang-orang yang siap membantu, cuma saya nya sungkan minta tolong, belum lagi kalau pas jam sibuk yang banyak orang keluar masuk kereta, tidak peduli kali ya melihat saya repot butuh bantuan.

    Berkas untuk membuat paspor sudah saya kirimkan melalui pos, hanya kurang mengisi form lapor diri Lisa. Awalnya saya bingung, nih yang harus lapor diri ibunya atau anaknya? Hehe.

    Ternyata anak yang mau buat paspor Indonesia, harus mengisi juga form lapor diri. Mba petugas KJRI bilang jangan sampai lewat akhir tahun ke KJRI nya karena uang yang saya sudah transfer untuk pembuatan paspor akan hangus.

    Mulailah bapaknya anak-anak cari tiket kereta yang tidak terlalu mahal. Benjamin sih maunya naik ICE kereta cepatnya Jerman, namun tidak jadi karena per orangnya kena 100 an Euro pp, mahal bo, dua orang dewasa kena 200 euro an (kurleb Rp.3,3 juta).

    Suamiku tercinta nih aneh ya, dia bilang dia lebih suka naik kereta karena dia tidak tahu daerah Frankfurt, lah padahal kita punya gps, coba kalu kita tinggal di Indonesia dia bilang tidak tahu daerah Jakarta saya sih maklum deh, ini orang Jerman tinggal di Jerman ko takut nyasar? 😛 .

    Sebenarnya sih dia malas aja kalau kena macet, sedangkan saya mikirnya azas penghematan, lebih hemat naik mobil pribadi kan. Namun karena saya butuh pengawal, ya terpaksa oke juga naik kereta.

    Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI subjek warga Negara ganda adalah (Sumber web KJRI Frankfurt):

    • Formulir Fasilitas Keimigrasian Indonesia (bagi anak yang lahir sejak 1 Agustus 2006) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua)
    • Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online. Ini maksudnya untuk si anak yang mau buat paspor ya.
    • Formulir permohonan paspor baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan oleh orang tua.
    • Fotokopi Akte kelahiran anak di Jerman.
    • Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di Negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari Pemerintah Jerman (bagi anak yang lahir di luar Jerman).
    • Fotokopi paspor asing anak (Lisa sudah punya paspor Jerman nya).
    • Fotokopi Akte perkawinan/buku nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Jerman.
    • Fotokopi Akte perceraian dan/atau surat registrasi perceraian orang tua dari pemerintah Jerman (bila orang tua bercerai) dan/atau surat pengakuan anak (bila orang tua tidak kawin).
    • Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku.
    • Fotokopi izin tinggal orang tua WNI yang masih berlaku.
    • Fotokopi kartu identitas atau izin tinggal orang tua WNA yang masih berlaku.
    • Bukti pembayaran pembuatan paspor sebesar 25 € + 5 € (biaya paspor + SIMKIM) melalui transfer Bank. Harap menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari Überweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama anak).
    • Bila Paspor yang telah jadi akan dikirimkan melalui jasa pos, harap sertakan amplop beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).

    Sumber: KJRI – Membuat Paspor anak via KJRI Frankfurt

     

    Walau berkas sudah dikirimkan via pos, si anak tetap harus ke KJRI untuk membuat foto disana. Form lapor diri untuk si Lisa sudah saya lakukan online, lalu saya print dan bawa serta saat ke KJRI.

    Video Naik Kereta Api Deutsche Bahn & IC (Intercity) Menuju KJRI Frankfurt

    Setelah ditunda sekitar 2-3 minggu dari mba petugas KJRI telp, akhirnya kita punya waktu pada hari Rabu 28 November 2018. Waktu itu belum beli tiket liburan buat ke Indonesia, karena saya maunya beli tiket waktu paspor Jerman dan Indonesia anak-anak sudah beres dulu, supaya tidak kepikiran.

    Dari halte dekat rumah kita naik bus ke stasiun kereta. Kita berangkat beberapa menit sebelum jam 7 pagi. Wah masih gelap gulita dan dingin banget. Eh ternyata kereta jam 7.15 nya tidak ada dong, dikasih tahu lewat pengeras suara, kenapa ya giliran butuh banget, kereta ko malah bermasalah 🙁 .

    Jadilah kita nunggu kereta berikutnya 15 menit kemudian, dan nih kereta kata bapaknya anak-anak bakalan penuh, ya sudahlah pasrah saja, padahal saya mau ngedumel „makanya lebih baik naik kendaraan pribadi kan!“.

    7.30 kereta datang, banyak sekali orang keluar dari kereta dan yang mau masuk juga tidak kalah banyaknya. Lisa di gendong bapaknya, saya pegang Benjamin. Thanks God dekat pintu ada 2 bangku kosong (bangku yang 4 berhadapan).

    Suamiku seketika itu juga ambil tas ransel orang sebelah yang diletakkan dibangku, nih bapaknya anak-anak lempar tuh ransel ke cowo yang lagi asyik mendengarkan musik haha, parah bener pikirku 😯 . Lagipula si pemilik ransel bagaimana sih, sudah tahu kereta penuh, bisa-bisanya dia taruh ranselnya di kursi tersendiri.

    Saya dan suami duduk berhadapan. Lisa dipangku bapaknya, saya pangku Benjamin. Ke stasiun Heidelberg butuh waktu kira-kira 40 menit. Di Heidelberg kita harus nyambung dengan kereta Intercity menuju Frankfut.

    Tadinya saya mau bawa buggy (kereta dorong) Lisa, untunglah tidak jadi, saya lupa, karena ternyata kereta yang kita naiki penuh!. Separuh perjalanan, orang di sebelah suamiku turun, dan si Benjamin jadi dapat duduk. Jagoanku sangat antusias kalau naik kereta, dia pandangi luar jendela dan ngoceh melulu.

    Hampir jam 9 saat kami tiba di Heidelberg. Kami masih punya waktu sebentar sebelum naik kereta berikutnya, Kami tidak perlu lari-lari, seperti yang dilakukan orang lain untuk mengejar kereta berikutnya.

    Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman
    Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman

    Kami masih sempat melihat miniatur kereta api, sayangnya saya tidak punya uang koin 2 Euro, jadi Benjamin hanya bisa melihat-lihat saja, tanpa keretnya bergerak 😀 .

    Kereta kami sudah datang, dan ternyata kosong!. Kereta Intercity ini yang ada bagian atasnya (double decker train), kami memilih duduk di bagian atas. Keretanya kosong karena ini dari stasiun awal sih, butuh waktu 1,5 jam untuk tiba di Frankfut dan kereta akan berhenti di hampir semua stasiun, makanya jadi lama dan harga tiketnya tidak semahal kereta ICE 😀 .

    Untungnya Benjamin dan Lisa tidak terlalu bikin ulah yaa. Karena separuh perjalanan keretanya kosong, jadi kedua anak ini bisa pindah ke bangku seberang, melihat pemandangan dari jendela lain. Di belakang saya hanya ada seorang bapak. Sunyi sepi didalam kereta, hanya terdengar ocehan Benjamin dan Lisa 😀 .

    Naik kereta intercity di Jerman. Dobel decker train. Kereta api bertingkat
    Naik kereta Intercity menuju Frankfurt. Keretanya bertingkat, nih kita duduk dibagian atas

    Saya sesekali membuat video, entah mengapa saya tidak tertarik membaca majalah padahal ada saya bawa dari rumah. Benjamin ngoceh melulu sepanjang jalan.

    Karena pergi bersama suami, jadi saya tidak pusing membaca peta, dan tidak perlu bingung juga harus naik kereta no berapa ya berikutnya, tinggal ngekor bapaknya anak-anak haha. Waktu memperpanjang paspor saya 2 tahun lalu, saya pergi sendiri ke KJRI Frankfurt.

    Video Cara menuju ke KJRI Frankfurt dari stasiun kereta Frankfurt Hbf

    Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:

    • U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
    • Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte.

     

    KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt
    Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt
    Tel: (+49-69) 247-0980

     

    Pelayanan di Loket:
    Senin– Kamis: 09:30 – 12:30
    Jumat: 09:30 – 12:00

    Pelayanan Telefon:

    Senin – Jumat: 14:30 – 16:30
    Bagian Paspor: +49-69-24709811
    Bagian Visa: +49-69-24709812

    Bagian Legalisasi & Surat Keterangan: +49-69-24709825/-13
    https://www.indonesia-frankfurt.de

     

    Baca juga: Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

     

    Demikianlah cerita saya mengenai Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja. Saya ingin berbagi pengalaman saat mengurus pasor Jerman untuk putriku Lisa Marie. Kita ngurusnya di Stadverwaltung Bürgerbüro Rathaus (kantor pemda setempat) tempat tinggal kita di Jerman. Kalau mau mengurus paspor anak dwi kewarganegaraan, yakni anak bisa punya paspor Jerman dan Indonesia, maka yang terlebih dahulu dibuat paspornya adalah paspor Jerman, karena saat mau mengurus paspor Indonesia, salah satu syaratnya menunjukkan kalau si anak sudah punya paspor Jerman.

    Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

    Syarat untuk membuat Paspor Jerman untuk anak:

    • Pemohon paspor adalah kedua orangtua anak yang akan mendapat paspor. Kedua orangtua harus menunjukkan Ausweis (kartu izin tinggal) atau paspor.
    • Lembar permohonan paspor harus ditandatangani kedua orangtua anak.

    Atau

    • Kalau misal orangtua si anak tidak dalam ikatan pernikahan lagi, maka orangtua yang mendapat hak asuh anak dapat mengajukan permohonan paspor, dan ybs harus memperlihatkan berkas hak asuh ada padanya.
    syarat membuat paspor jerman anak
    syarat membuat paspor jerman anak

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan paspor Jerman anak:

    • Akte kelahiran anak.
    • Pas foto. Foto Biometrik juga bisa. Saya pergi ke foto studio bersama Lisa, bilang mau bikin foto untuk membuat paspor anak. Kalau lagi Benjamin, anaknya digendong bapaknya, nah pas saya sama Lisa, si fotografer suruh Lisa duduk sendiri. Anak 19 bulan disuruh duduk sendiri, ya mana mau dia.

    Hanya dengan 2 kali jepret aja, dan foto kedua akhirnya dipakai. Ini juga si fotografer agak maksa gitu, “sudah bisa kali ya..” dia bilang gitu, padahal sayanya agak tidak terlalu puas hasilnya, karena mata Lisa tidak beneran fokus ke kamera.

    Untungnya sih tidak dipermasalahkan saat membuat paspornya. Bayar fotonya 14 Euro (Rp.231.000) dapat 4 buah foto. Saya scan fotonya dan cetak, kali aja dikemudian hari butuh, supaya hemat tidak ke studio foto lagi.

    • Orangtua menunjukkan ktp (Ausweis/kartu izin tinggal) atau paspor. Paspornya suami entah berada dimana, pusing nyarinya, ternyata bisa ko dia hanya nunjukkin ktp saja.
    • Biaya pembuatan paspor Jerman anak 13 Euro (Rp. 214.000), biaya tersebut naik 1 euro dibanding 2 tahun sebelumnya saat membuat paspornya Benjamin.
    • Paspor berlaku 6 tahun.
    • Kalau foto mau diperbaharui bisa saja setiap saat, biayanya 6 Euro. Paspor anak kan berlaku 6 tahun, nah bisa saja wajah anak sudah berubah, makanya bisa diganti fotonya. Benjamin bikin paspor saat usia 1,5 tahunan, nah baru dipakai paspornya saat Ben usia 4,5 tahun. Tadinya saya mikirnya mau perbaharui foto Ben, ternyata tidak sempat ke studio foto. Untungnya sih tidak dipermasalahkan di imigrasi Jerman saat keberangkatan, ataupun di imigrasi bandara Jakarta saat kedatangan kita.

    Suami dan saya hanya mengisi 2 lembar permohonan, hanya isi formnya tinggal kasih tanda silang, lalu dibagian bawah tanda tangan. Kasih foto anak dan bayar.

    Mudah sekali membuat kinderpass paspor Jerman anak dan prosesnya hanya 15 menit paspor Lisa Marie sudah jadi.

    Kinderpass paspor Jerman anak
    Kinderpass paspor Jerman anak

    Sebaiknya cek jam buka kantor pembuatan paspornya, karena seperti ditempatku kalau jumat buka dari jam 8 sampai jam 12 siang saja. Hari Kamis paling lama bukanya dari jam 8 pagi hingga jam 18. Senin, selasa dan rabu kantor buka dari jam 8 sampai jam 16.

    Untuk paspor anak dwi kewarganegaraan ini sampai anak berusia 18 tahun, maka si anak nantinya harus memilih mau jadi warga negara Indonesia atau Jerman. Kalau si anak belum juga bisa memutuskan, masih dikasih tambahan waktu untuk berpikir sampai usia anak 23 tahun.

    Siapa yang sampai usia 23 tahun tidak melepaskan kewarganegaraan dari negara lain, tidak bisa lagi mendapat paspor Jerman. Mereka menjadi warganegara asing dan harus meminta ijin tinggal kalau ingin menetap di Jerman. Lebih lanjut baca: Aturan Jerman Tentang Kewarganegaraan Ganda-DW Indonesia

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

  • Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen. Saya mendapat pertanyaan melalui email mengenai asuransi perjalanan. Pertanyaannya sangat mendasar sekali, ya samalah seperti dulu waktu saya ingin ke luar negeri pertama kali, tidak mengerti apa itu asuransi perjalanan dan mengapa yang bepergian harus punya asuransi tersebut, termasuk tidak tahu harus beli dimana asuransinya.

    Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen
    Pertanyaan ke email mengenai asuransi perjalanan

     

    Berhubung saya sudah seringkali ditanya mengenai hal begini, daripada ngetik berulang kali, untuk baiknya saya buat postingan khusus mengenai asuransi perjalanan. Jadi kalau ada yang nanya lagi tinggal kasih linknya 😀 . Saya hanya mengupas bagian dasar saja supaya yang mungkin akan bepergian ke luar negeri pertama kali bisa dapat gambarannya. Lagipula saya bukan marketing asuransi hehe.

    Kalau saya ambil contoh asuransi axa bukan karena dibayar sama perusahaan tersebut, namun karena ketika ortu dan adik saya berkunjung pakainya asuransi tersebut jadi ya pernah tahulah.

    Asuransi Perjalanan adalah asuransi untuk menutupi biaya medis, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, kecelakaan penerbangan dan kerugian lainnya yang terjadi saat bepergian, baik internasional atau dalam negeri.

    Kedutaan ambil contoh untuk perjalanan ke eropa, akan meminta asuransi yang jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro atau nilainya sesuai dengan kurs USD atau IDR yang berlaku.

    Apa maksud pertanggungan harus minimal 30.000 euro?

    Maksudnya asuransi perjalanan yang kita beli tersebut akan dapat menanggung biaya pemulangan jika sakit atau meninggal juga dalam hal penanganan medis darurat dan perawatan intensif yang nilainya hingga 30.000,- Euro. Kalau tidak punya asuransi dari mana duit segitu banyak toh? 😛 .

    Lagipula kedutaan tidak akan mengeluarkan visa kalau kamu tidak bawa polis asuransi saat membuat visa. Petugas pasti akan menyuruh kamu pulang beli asuransi dulu. Nah daripada bolak balik jadi waktu ke kedutaan pastikan kamu sudah bawa asuransi perjalanannya.

    Berapa biaya membuat asuransi perjalanan?.
    Harga atau biaya tergantung lamanya kamu akan tinggal di negara tujuan.

    Contoh harga bisa dilihat pada tabel dibawah ini

    Daftar harga asuransi perjalanan AXA. Harga bisa berubah sewaktu-waktu
    Daftar harga asuransi perjalanan AXA. Harga bisa berubah sewaktu-waktu

     

    Apa maksud polis/asuransi Gold dan Platinum?

    Platinum nilai covering (pertanggunangannya) lebih besar dibanding Gold. Beda harga polisnya tidak beda jauh. Misal kalau mau pergi 2 minggu ke eropa harga Gold 37 usd (harga perorangan), sedangkan platinum harganya 43 usd. Pertanggunan platinum hampir 3 kali lipatnya.

    Nilai Pertanggungan Asuransi AXA
    Nilai Pertanggungan Asuransi AXA

     

    Jadi pilih mana yang terbaik? . Tergantung kamu saja suka atau butuh yang mana. Kalau saya sih waktu ortu saya berkunjung pilih yang platinum.

    Fyi waktu mama saya ke Jerman tinggal 3 bulan belinya polis 1 thn karena kalau beli bulanan jatuhnya lebih mahal. *silakan lihat table harga

    Kalau kamu mau gold juga tidak masalah karena pertanggungannya sudah sesuai yang disyaratkan kedutaan yakni pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro.

    Beli polis asuransi perjalanannya dimana?
    Bisa beli di travel perjalalanan, namun mungkin harga akan beda sedikit dibanding beli langsung diasuransinya.

    Beli langsung dikantor asuransinya bisa juga, misal untuk AXA silakan di http://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/Personal-Insurance/Travel/SmartTraveller ada no telp atau email yang bisa dihubungi. Dibagian akhir tulisan ini saya sertakan juga nama-nama kantor asuransi yang bisa kamu tuju.

    Beli AXA secara online bisa juga tuh, bayar dengan kartu kredit. Mau nanya lewat email juga cepat responnya.

    Kalau visa ditolak apakah polis asuransi hangus?
    Tergantung masing-masing asuransinya, harus ditanyakan ketika membeli, karena ada yang asuransi hangus kalau visa ditolak, ada juga yang dikembalikan 75%nya.

    Mau tahu perbandingan beberapa asuransi perjalanan?. Diana M. Sani berbaik hati membagikannya. Saya kopas nih dari milis.

    Dear all,
    Share aja hasil perbandingan travel insurance yg saya lakukan, karena saya mau ke eropa dan beli travel insurance adalah syarat aplikasi visa schengen.

    Saya bandingkan AXA, ACA dan Chartis :

    – ACA memiliki plan untuk pertanggungan USD. 50 ribu (setara Euro 30 ribu, syarat visa schengen), sedangkan Chartis dan AXA harus ambil yang pertanggungan USD.100 ribu. Otomatis preminya akan lebih mahal daripada ACA.

    – Chartis menanggung untuk olahraga berat : diving, rock climbing, dll. AXA tidak menanggung.

    – Chatis dan AXA punya “benefit” yg jauh lebih banyak dibanding ACA dan lebih “jelas” point2nya.

    – ACA bisa mengembalikan premi sebesar 75% jika polis batal atau tidak jadi berangkat. Mis. visa ditolak. Chartis dan AXA tidak ada pengembalian premi.

    – Chartis dan AXA paket family lebih murah daripada 2x individual. ACA justru agak rugi kalo paket family.

    – Beli di travel agent lebih mahal (sedikit) daripada di agent insurance nya. Chartis bisa hanya melalui email dan ACA juga bisa dikirim ke rumah/kantor.

    Berikut ini daftar asuransi perjalanan yang diterima seluruh kedutaan negara Schengen (data dari web kedubes Jerman):

    ACA Asuransi
    PT Asuransi Central Asia

    ACE
    PT ACE Ina Insurance
    www.aceinsurance.co.id

    Adira
    PT Assurance Adira Dinamica
    www.asuransi.adira.co.id

    AIA Asuransi
    PT Asuransi AIA Indonesia

    AIG Asuransi
    PT Asuransi AIU Indonesia

    Allianz
    PT Usuransi Alllianz Utama Indonesia
    www.allianz.co.id
    email: [email protected]

    ASSIST-CARD GSA Indonesia
    www.assist-card.com

    AXA Asuransi
    PT Asuransi AXA Indonesia

    Chartis
    PT Chartis Insurance Indonesia

    China Taiping
    PT China Taiping Insurance Indonesia
    www.id.cntaiping.com
    email: [email protected]

    PT Asuransi AXA Indonesia
    AXA General Insurance http://www.axa-insurance.co.id/62/bhs/personal-insurance/travel/introduction
    AXA Tower lt.11, Jl. Prof.Dr.Satrio Kav.18 Kuningan City, Jakarta 12940, Indonesia
    +62 21 3005 9005 | 7 +62 21 3005 9009
    email: [email protected]

    Generali
    PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia
    [email protected]

    Grasia
    PT Asuransi Grasia Unisarana

    HARTA Asuransi
    PT Asuransi Harta Aman

    Lippo
    PT Lippo Insurance Tbk
    Tel: (021) 6385 9125
    www.lippoinsurance.com

    MAG
    Asuransi MAG
    www.mag.co.id
    [email protected]

    Sinar Mas Asuransi

    Umum Mega
    PT Asuransi UMUM Mega

    Winterthur (formerly Credit Suisse)

    Zurich Passport
    PT Zurich Insurance Indonesia
    www.zurich.co.id

     

    Sumber:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Travel_insurance
    http://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/Personal-Insurance/Travel/SmartTraveller
    http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4042440/Daten/3660889/H1__Krankenversicherung.pdf

     

    Artikel terkait:
    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

  • Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Postingan ini merupakan edisi lanjutan dari yang sebelumnya (Baca: Mengenai Bebas Visa ke Indonesia).

    • Kalau masuk Indonesia melalui bandara yang free visa, nah begitu mau keluar harus juga melalui salah satu bandara yang memang memberlakukan free visa.

    Banyak dari kita kalau bepergian mana memperhatikan hal ini toh?, jadi bisa saja masuk lewat Jakarta dan mau keluar lewat bandara lain. Masa iya misal sudah pergi jauh dari Jakarta harus kembali ke sana lagi buat keluar dari Indonesia, jadi muter-muter kan?. Nah kalau mengacu ke bebas visa ini bisa bermasalah.

    Seperti yang pernah dialami ibu Novy. Masuk lewat Jakarta keluar Indonesia melalui Jogya. Karena tidak bisa maka si ibu harus merelakan tiketnya hangus dan membeli tiket baru untuk perjalanan berikutnya yang dia inginkan.

    Lanjutan Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Kalau masuk Indonesia dari bandara bebas visa, maka keluar harus juga melalui salah satu bandara atau pelabuhan yg bebas visa ya
    Kalau masuk Indonesia dari bandara bebas visa, maka keluar harus juga melalui salah satu bandara atau pelabuhan yg bebas visa ya

     

    Kalau tahu begitu mending VOA aja ya, ini mau bebas visa ko malah jadi kena biaya lebih besar karena beli tiket lagi .

    Bandara dan pelabuhan yang memberikan bebas visa kunjungan adalah:
    Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Bandara Ngurah Rai, Bali, Bandara Kuala Namu, Medan, Bandara Juanda, Surabaya, Bandara Hang Nadim, Batam, Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, Pelabuhan Laut Sekupang, Batam, Pelabuhan Laut Batam Center, Batam, Pelabuhan Laut Tanjung Uban, Tanjung Uban.

    • Ketika di bandara tidak perlu isi formulir lagi seperti pada VOA, jadi untuk bebas visa ini paspor akan diberikan stempel „bebas visa“.

    Bebas visa bagi pemegang papsor Belgia
    Bebas visa bagi pemegang papsor Belgia

     

    • Bebas visa berlaku untuk kunjungan wisata, berlaku untuk masa tinggal paling lama 30 hari.

    Bebas visa yang 30 negara adalah untuk kunjungan wisata, jadi jangan heran, kalau ada yang bilang mau mengunjungi keluarga jadi dikenakan biaya/Visa (VOA). Sedangkan Bebas visa kunjungan keluarga adalah untuk 13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu.

    ““Orang Asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki Visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain,” bunyi Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015.

    Pasal diatas adalah untuk 13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonesia yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

    Daftar negara yang bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia antara lain:
    RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

    Kalau ada keluarga atau teman pemegang paspor dari salah satu negara diatas mau ke Indonesia, supaya bebas visa, bilang petugasnya mau liburan/berwisata ke Indonesia, kalau bilang mengunjungi keluarga akan dikenakan biaya.

    Walaupun heran aja ya memang apa bedanya kunjungan keluarga dan wisata? Toh yang mau mengunjungi keluarga akan jalan-jalan juga di Indonesia. Kalau ditanya menginap dimana selama di Indonesia, bilang saja menginap di hotel (padahal nginep dirumah keluarga dong biar hemat), memangnya petugas mengecek kita mau menginap dimana ya? hehe.

    Pengumuman resmi KJRI Frankfurt mengenai Bebas visa kunjungan wisata bagi warga negara Jerman
    http://www.kjriffm.de/images/PDF/pengumuman_visa.pdf

    Pengumuman resmi KBRI Den Haag mengenai bebas visa kunjungan wisata bagi warga negara Belanda
    http://www.ina.indonesia.nl/index.php/all-category/128-sosial-budaya/936-bebas-visa-wisata-untuk-warga-negara-pemegang-paspor-belanda

    Silakan di print pengumuman diatas, menghindari praktek pungli di bandara ya, karena banyak juga loh yang masih dikenakan visa padahal harusnya bebas visa, nah tinggal sodori tuh surat keputusan resmi diatas.

    Pemegang paspor selain Jerman dan Belanda, silakan buka webite KBRI ditempat kalian ya 😉 .

     

    Sumber:
    http://travel.kompas.com/read/2015/06/12/173937327/Resmi.Wisatawan.dari.45.Negara.Bebas.Visa.Kunjungan.Wisata.Ke.Indonesia
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id
    http://setkab.go.id/resmi-wisatawan-dari-45-negara-ini-bebas-visa-kunjungan-wisata-ke-indonesia

  • Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia. Seberapa banyak dari kamu tahu kalau sekarang wisatawan asing kalau ke Indonesia akan bebas visa?. Nah Karena saya baca komentar-komentar termasuk keluhan mereka yang beragam misalnya: „ko bayar sih, bukanya bebas visa?“ ; „eh iya sudah gratis lohhh nih, suami, anak-anak bebas visa”. Jadi saya kepikiran membuat postingan mengenai bebas visa ke Indonesia.

    Mengenai Bebas Visa ke Indonesia

     

    Daftar negara yang bebas visa ke Indonesia antara lain:
    RRT, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

    13 negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonesia yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

    Tempat pemeriksaan imigrasi yang bebas memberikan visa kunjungan adalah:
    Bandara Soekarno Hatta, Jakarta
    Bandara Ngurah Rai, Bali
    Bandara Kuala Namu, Medan
    Bandara Juanda, Surabaya
    Bandara Hang Nadim, Batam
    Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang
    Pelabuhan Laut Sekupang, Batam
    Pelabuhan Laut Batam Center, Batam
    Pelabuhan Laut Tanjung Uban, Tanjung Uban

    Saya mengumpulkan beberapa komentar dari forum, yang bebas visa ketentuannya seperti berikut:
    • Bebas visa sudah berlaku sejak bulan Juni 2015. Ketentuannya untuk kunjungan social & culture, tourism (holiday) & Goverment bussiness. Yang menentukan bebas visa adalah petugas immigrasi bandara setempat sesuai dengan wawancara on arrival day.
    • Bebas visa untuk turis, bukan untuk kunjungan keluarga. kalo ditanya petugas dalam rangka apa ke Indonesia?. Bilang datang ke Indonesia dalam rangka liburan. Kalau bilang kunjungan keluarga harus bayar.
    • Kalau WNA nya tiap bulan ke Indonesia dan petugas imigrasi ingat mukanya, ya ketahuan si WNA bukan turis, jadi bayar deh.
    • Visa on arrivals Gratis untuk 30 hari, tidak bisa diperpanjang. Kalau yang mau perpanjang bayar $55 untuk 2 bulan dan bisa diperpanjang di imigrasi Indonesia. Sekali perpanjang Rp. 350 ribu untuk 30 hari.
    • Ada WNA yang ngotot loh dengan petugas barulah bebas visa.

    Oh ya ada pasal yang bunyinya begini:
    “Orang Asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki Visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain,” bunyi Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015.

    Nah itu kunjungan keluarga ternyata harusnya bebas visa juga ya??, kenapa ketika dilapangan hanya turis yang bebas visa dan kalau bilang mengunjungi keluarga harus bayar?. ada teman di sosmed ngeluh ko suaminya asal Jerman disuruh bayar, kejadian 7 juli. *bingung jadinya

    Untuk menghindari petugas nakal, sebaiknya print out Perpres No. 69 Tahun 2015 mengenai bebas visa tersebut, lalu tunjukin ke petugas imigrasinya. Klik
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id/Download/Peraturan/Perpres/NOMOR%2069%20TAHUN%202015.pdf

     

    Fyi :
    • Bebas visa hanya berlaku 30 hari, kalau mau tinggal lebih lama, bisa keluar Indonesia dulu lalu masuk kembali.
    • Kalau mau tinggal lebih lama pakai visa sosbud kunjungan saja, bisa diperpanjang 4 kali @30 hari, jadi total stay di Indonesia bisa 60 hari. Klo urus perpanjangan sendiri Rp. 355.000 .
    • Perpanjang 10 hari sebelum expiry date nya setiap bulan. Apply di Penang, KL atau Singapore. Urus sendiri aja gampang ko.
    • Gunakan/pakai bebas visa sebijaknya, misalnya jangan karena mengejar bebas uang visa yang cuma sekian dolar malah bikin susah dan nambah biaya lain-lain. Contoh bebas visa kan masuk dan keluar harus dari bandara/pelabuhan yang memang bebas visa, kalau masuk dari banda bebas visa dan keluarnya dari kota yang tidak bebas visa, malah kita jadi beli tiket lagi kan malah jadi keluar uang lebih banyak, jadi jadwalkan perjalanan Anda dengan baik.

     

    Sumber:
    http://travel.kompas.com/read/2015/06/12/173937327/Resmi.Wisatawan.dari.45.Negara.Bebas.Visa.Kunjungan.Wisata.Ke.Indonesia
    http://soekarnohatta.imigrasi.go.id
    http://setkab.go.id/resmi-wisatawan-dari-45-negara-ini-bebas-visa-kunjungan-wisata-ke-indonesia

  • Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang. Apakah judul postingan ini cukup membuat kamu pengen muntah? Haha :mrgreen: . Saya ingin membahas mengenai cowo jerman-visa-overstay. Mau bahas karena belakangan ini lumayan banyak yang apply visa Jerman ditolak.

    Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11

    Juli 2014 tahun saya saya buat postingan Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman saya menceritakan bagaimana mama saya saat itu mengurus visa ke Jerman. Nah jadi setelah postingan tersebut banyak yang nanya-nanya mengenai urus visa Jerman, tepatnya pada curhat kalau visanya ditolak. Ada yang komentar di postingan saya tersebut atau langsung menghubungi saya melalui form kontak.

    Bikin visa dengan surat undangan/jaminan bahasa kerennya Verpflichtungserklärung bukan jaminan loh visa akan disetujui. Apalagi yang ngundang pacar belakangan ini makin sulit, kemudian makin semakin sulit bin ribet saat mereka yang apply visa ini pengen tinggal 90 hari di Jerman (maksimal boleh tinggal).

    Karena makin banyak yang curhat visa mereka ditolak, saya makin kepo (penasaran) dong, secara dulu saya ke Swiss bilang diundang pacar (sekarang sudah jadi suami 😛 ), lancar aja visanya keluar. Kala itu cuma stay 2 minggu, balik ke tanah air langsung mengurus surat-surat untuk nikah. Sangking saya kepo, saya pengen email kedutaan Jerman, pengen nanya petugasnya langsung hehe. Belum sempat saya nanya eh rasa penasaran saya terjawab. Ada Adhyt yang komen di postingan saya. Dia bilang: “Soalnya waktu itu petugasnya bilang, “sering perempuan indonesia yang engga balik pulang” (nikah, betah dll).

    Saya curiganya juga begitu, para wanita Indonesia yang sudah bisa ke Jerman kaga balik, makanya petugas makin ketat aja dengan mereka yang apply visa yang pengundangnya adalah pacar.

    Para oknum yang menyalahgunakan visa, bikin susah mereka yang belakangan ini mau bikin visa. Kasihan kan karena segelintir oknum, petugas kedutaan blacklist para wanita yang memang mau ke Jerman.

    Saya penasaran lagi nih, memang kalau pergi dengan visa turis bisa nikah resmi? Setahu saya berdasarkan pengalaman sendiri tentunya, kalau mau nikah butuh surat-surat yang harus di legalisir di dep hukum dan ke deplu dan banyak cek ricek kedutaan, termasuk harus punya sertifikat kemampuan berbahasa Jerman tingkat dasar (A1). Saya sering dengar sih mereka yang ga bisa nikah di Jerman, sangking ribetnya jadi nikah di Denmark lalu lapor ke Jerman. Memang bisa ya nikah di Denmark hanya berbekal paspor saja? Beneran loh saya penasaran 😀 . Trus kalau tidak punya sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman bisa apply izin tinggal di Jerman dan ngurusnya dari Jerman???.

    Tulisan Terkini


    Berikut pengalaman Adhy dan Emma apply visa, siap tahu bisa jadi masukkan buat kamu yang akan apply visa juga.

    Adhyt. Februari 11, 2015 pada 4:19 pm
    aku mau sharing pengalaman aja nih, aku baru dapet visa schengen aku beberapa hari yang lalu. Oh ya makasih juga blog ini banyak membantu hehe.
    Aku ngurus visa kunjungan ke jerman (berkunjung ke rumah pacar). Dulu dia pernah tinggal jadi voulenteer di Indo. dan Orang Tuanya pernah berkunjung juga, dan kali ini ayahnya yg jadi sponsor aku. Jadi pas ngurus visa nya ditanyain gimana ceritanya kenal sama pihak sponsornya.

    Aku juga kasih lampiran fc buku tabungan, terus nulis surat pernyataan kalau bekerja (Wiraswasta) dan kalau bakal pulang lagi sesuai tiket nya, dan surat undangan tidak resmi dari pihak sponsor utk kedutaan yang menyatakan kalau aku bener-bener di sponsori dan dapat tempat tinggal. Gitu pengalaman ku mengurus visa. Untungnya ga ditanyain hubungannya apa dengan anak dari pihak sponsor hehehe

    regrads.
    Adhyt

    Samaemma (melalui email) Kamis, 5 Maret 2015 10:12
    Oya aku Sama yg kemarin nanya nanya mba Nella soal mengurus visa,aku mau berbagi cerita ples nanya lg… hehehe aplikasi visaku akhirnya diterima selama tiga bulan :), meskipun cm single entry aku tetap menyertakan surt ket kerja cm gda keteranganx klo aku bakal cuti 3 bln. tapi aku bikin srt pernyataan klo aku bakal balik aku ttdin pake materai dan jg nyertain potokopi aset yg aku punya, soalnya klo mau bohong trus ketahuan jd lebih sulit lg, jd kemarin nekat masukin aplikasi seadanya tapi aplikasi aku lengkap kok kecuali surt ket kerja aja yg isinya harus di ijinkan cuti selama itu. tpi aku applynya gak dikedutaan jerman sih. klo aku baca baca dri blog mba sama beberapa blog, kayaknya emang kedutaan jerman emg plg susah ngasi visa Kali yah.

    Beberapa tips (solusi) supaya visa Jerman tembus (ngunjungi pacar):
    Verpflichtungserklärung bukan jaminan visa akan disetujui.
    • Kalau pakai Verpflichtungserklärung berarti untuk jenis visa kunjungan (bukan visa turis) bisa kunjungan keluarga atau teman.
    • Punya pengundang pacar Jerman memang kedengarannya keren, apalagi kalau ditanya teman-teman kamu bilang mau ke Jerman mau ketemu pacar, sudah punya Verpflichtungserklärung, lah ternyata visa ditolak sakittt hati kan, tambah sakit hati kala sudah beli tiket padahal visa ditolak. Nah daripada sakit hati ga perlu bawa-bawa status pacar buat ngurus visa.

    • Punya Verpflichtungserklärung bukan artinya kamu bebas tidak menyertakan bukti finansial pribadi. (Sertakan kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, dana keluar masuk jangan tiba-tiba besar karena akan bikin petugas curiga itu bukan duit kamu). Petugas pernah bilang „jalan-jalan masah ga punya duit?“. Besarnya dana yang harus disiapkan 34 euro kali lamanya tinggal (nilai tersebut lihat dari kedutaan Belanda, saya rasa sama saja untuk eropa).
    • Sudah punya Verpflichtungserklärung bukan berarti tidak perlu surat-surat lainnya. Saat pengundang di Jerman mengurus (membuat) Verpflichtungserklärung mereka membawa surat keterangan gaji, surat kontrak rumah, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kopi paspor. Kalau pengundangmu bilang Verpflichtungserklärung saja cukup bawa ke kedutaan tanpa surat yang saya sebutkan tersebut salah juga, karena petugas di Jerman beda dengan petugas di Indonesia. Waktu mama saya ngurus visa, saya kirimkan surat (dokumen) pribadi suami saya. Kalau pengundang di Jerman status masih pacar ya mungkin dia ga mau juga kalau data pribadi seperti slip gaji di umbar ke umum. Kalau ribet dengan Verpflichtungserklärung kenapa ga urus visa turis saja toh.

    • Verpflichtungserklärung pernah ada yang bilang berlaku 6 bulan. Pada dokumen nya tidak tertera masa berlaku.
    • Kalau memang hanya mau bertemu (mengenal) keluarga calon suami/istri (wn.Jerman) bikin visa masa tinggal singkat 2 minggu atau paling lama1 bulan, jadi kesempatannya lebih besar. Kalau minta 3 bulan bikin petugas langsung curiga, ngapain lama amat?.
    • Kalau status pacarnya belum pernah ketemu langsung (baru lihat secara online). Terus kamu (wanita) pengen stay 3 bulan di Jerman, apa ga serem ya?. Kalau suka sama suka dan cocok ya asyik aja 3 bulan serasa 3 jam, tapi kalau ternyata ga cocok dan ga betah, 3 bulan mungkin akan serasa 3 tahun. Kalau mau mempercepat balik ke tanah air, berarti harus ubah tiket berarti keluar duit lagi. Beberapa tahun lalu adik ipar saya liburan di Indonesia, pulang lebih cepat karena sakit. Dia nambah 300 euro (4,5 juta rp) untuk perubahan tiket.

    • Pergi 2 minggu, apply saja visa turis. Booking hotel di booking.com banyak yang free cancelation. Setelah visa diterima ya terserah kalau memang tinggal di rumah pacar. Jadi tidak perlu surat undangan (Verpflichtungserklärung) kalau ditolak visanya sayang 25 euro bikin surat tersebut.
    • Saat wawancara yakinkan petugas kalau kamu benar-benar akan balik ke tanah air, buktikan dengan menyertakan surat keterangan kerja. Pada surat cantumkan tanggal cuti dan kapan akan kembali kerja. Saat bicara dengan petugas jawaban jangan ragu-ragu, latihan dulu dirumah 😀 .
    • Tidak kerja kantoran bagaimana bikin surat keterangan kerja?, kalau ada teman dan atau keluarga yang kerja di hrd atau punya perusahaan pribadi minta dibikin surat tersebut. Cuma resiko kalau ketauan bohong.

    • Punya aset pribadi seperti deposito, tanah, mobil dll bawa kopi dan surat aslinya, tunjukkin ke petugas kalau kamu ga akan telantar selama di Jerman, dan tujuannya memang hanya jalan-jalan bukan mau tinggal illegal.
    • Tahu sedikitlah mengenai kota besar di Jerman, dan kebudayaan Jerman, bisa ngajak ngobrol petugasnya kan saat wawancara, kali aja dapt nilai plus hehe. Jangan kalau ditanya petugas siapa kanselir Jerman saat ini?, kamu malah bengong haha.
    • JANGAN beli tiket pesawat sebelum visa ditangan. Saat urus visa sertakan hanya kopi bookingan saja. Kalau visa ditolak tiket promo setahu saya hangus loh.

    • Kalau dari kedubes Jerman ditolak. Coba apply visa dari kedutaan selain Jerman. Setahu saya Belanda paling ramah ngasih visa turis (visa Schengen). Jangan ke kedutaan Swiss, karena Swiss 11 12 dengan Jerman, susah dan petugasnya galak!.
    • Sertakan polis asuransi perjalanan saat urus visa (asli dipegang), bisa beli dari Jerman atau Indonesia sama saja ga masalah beli dimana. Mama saya dulu gunakan Axa.
    • Kalau sudah pernah stay 3 bulan dan mau ke Jerman lagi dengan masa tinggal yang sama, harus ada jedanya minimal 6 bulan.

    • Kalau dihubungi petugas via email atau telp, atau kamu yang telp petugasnya dibilang silakan ambil/jemput paspornya. Berarti visa ditolak. Kalau visanya dapat (diterima) akan dibilang silakan ambil visanya.
    • Saat visa ditolak akan ada lembaran alasan kenapa visa ditolak, kamu bisa ajukan banding. Setelah banding ternyata tetap ditolak dan di pasopr tidak ada stempel penolakan coba apply dari kedutaan lain (visa turis). Kalau ada stempel katanya sih jedanya 6 bulan untuk ajukan lagi.

    Kamu punya pengalaman menarik saat urus visa? Share di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu berguna buat yang lain 😉 .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika & Kebiasaannya

  • Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman. Pada postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman mama mengurus visa schengen sendiri (Baca : Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri) maka kali ini saya ingin menjelaskan mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen (melalui kedutaan Jerman). Jenis visa kunjungan masa tinggal hingga 90 hari.

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Visa kunjungan bisa kunjungan teman atau keluarga jadi yang apply visa menyertakan Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan dari Jerman.

    Walau tidak ada surat undangan, saat ini urus visa turispun tidak susah ko, asal berkas yang dibutukan disiapkan dengan lengkap. Syarat Visa Turis tujuan Jerman klik : Visa Schengen Jerman – Turis .

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen melalui kedubes Jerman:

    Yang disiapkan mamaku:

    Paspor. Minimal masa berlakunya 6 bulan. Kalau punya paspor lama harap dibawa juga karena petugas akan melihat riwayat perjalanan sebelumnya.
    Kopi KTP
    Foto Biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5cm x 4,5 cm. Wajah harus sebesar 80% dari ukuran foto. 1 foto ditempel di formulir permohonan visa sebelah kanan atas dan 1 foto disisipkan.

    Contoh Foto Biometris bisa lihat di (klik): https://www.bundesdruckerei.de/sites/default/files/sample_photos_for_id-documents.pdf

    Mama bikin foto biometris di Jalan Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. Pokoknya dekat Gondangdia dan Sarinah. Di lokasi tersebut banyak studio foto untuk berbagai kedutaan.

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan (Asuransi kesehatan perjalanan). Jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro berlaku di wilayah Schengen. Polis berlaku selama ybs melakukan perjalanan. Mama saya akan tinggal di Jerman selama 90 hari, kami beli polis asuransi AXA. Travel tempat beli asuransi menyarankan lebih baik beli polis yang berlaku 1 tahun karena harganya lebih murah, yakni 135 USD, sedangkan asuransi yang berlaku 90 hari saja harganya 160 USD. Hanya kopiannya yang disertakan di berkas apply visa, aslinya pegang dan diperlihatkan saja ketika wawancara.

    Tujuan perjalanan. Keterangan mengenai tujuan perjalanan harus ditunjukkan dengan berkas-berkas yang sesuai, terutama:
    I. Untuk kunjungan keluarga atau saudara: Bukti hubungan keluarga : Akte lahir, akte nikah atau buku nikah, kartu keluarga.
    II. Untuk kunjungan kerabat / teman: Petunjuk mengenai hubungan kekerabatan atau pertemanan: Surat menyurat antara pemohon dengan pengundang Keterangan mengenai lamanya atau jenis pertemanan (melalui telefon, keterangan mengenai pertemuan dll).

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman
    Untuk hal ini saya memberikan kopi akte nikah saya untuk mama sertakan dalam berkas visanya. Sebagai pengundang adalah Frank suamiku. Mama kalau tidak salah bawa kartu keluarga juga, jadi tertera saya sebagai anaknya yang menikah dengan wn. Jerman.

    Tulisan Terkini

    Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar. Sudah beli tiket dari Januari 2014 padahal berangkatnya Juli. Riskan banget kan kalau visa tidak disetujui, repott ngurus tuh tiket, Puji Tuhan sih visa mama disetujui. Soalnya kalau beli tiket dekat tanggal keberangkatan ya mahal banget! 😀 .
    Foto kopian rekening tabungan 3 bulan terakhir. Sebenarnya kalau sudah ada surat jaminan dari Jerman (Verpflichtungserklärung) tidak butuh lagi rek tabungan mama, ya disiapkan saja daripada di tanya petugas “mau ke luar negeri ko tidak punya duit???” saya pernah nguping ada petugas nyindir begitu .
    Surat keterangan kerja dengan keterangan gaji (asli dan fotokopi). Mama tidak menyertakan ini karena statusnya ibu rumah tangga.
    Bukti aset tidak bergerak (sertifikat rumah). Kalau punya bawa saja sebaga bukti pendukung finansial.
    Mengisi formulir Visa Schengen Jerman http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4004566/Daten/3547935/C0__Formulir_Pemohonan.pdf

    Jika linknya patah/tidak berfungsi. Silakan masuk ke :
    http://www.jakarta.diplo.de
    • Pilih bahasa Indonesia (lihat bagian atas tengah)
    • Ketentuan-ketentuan Visa (lihat sisi kiri)
    • Pilih visa yang Anda inginkan (lihat sisi kiri)

    Berkas yang disiapkan pihak pengundang di Jerman (jenis visa kunjungan):

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Mengurus visa selalu membuat saya ketar-ketir, baik mengurus visa anggota keluarga maupun saya sendiri. Ketakutan sendiri kalau visanya tidak disetujui 😀 jadi sering de javu ingat pengalaman buruk pertama kali apply visa Belanda tahun 2009 (Baca: Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda). Bukan hanya sekali namun dua kali pengalaman deg-deg an menunggu kepastian apakah visa saya disetujui atau ditolak.

    Pertama kali yang visa Belanda tersebut tahun 2009 pengalaman buruk kedua ketika mengurus long stay visa Jerman melalui kedutaan Jerman di Swiss. Saat itu saya kan ogah harus pulang ke Indonesia untuk mengurus visa Jerman (mahal tiket PP Indonesia – Jerman nya). Ketika itu izin tinggal di Swiss hampir berakhir mepet banget (izin tinggal saya sisa 2 minggu an). Petugasnya judes bilang untuk long stay visa butuh waktu 2-3 bulan memang benar sih kalau urus dari Jakarta ya butuh waktu tersebut 🙁 .

    Puji Tuhan, ajaib dalam waktu seminggu atau 10 hari kerja, pokoknya sebelum izin tinggal di Swiss saya berakhir tuh visa Jerman keluar 😉 .

    Jadi saya sudah 3 tahun belum pernah mudik ke tanah air 😳 .

    Segitu ya sedikit cerita pembukaan mengenai mengurus visa. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mama saya mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman di Jakarta. Status mamaku ibu rumah tangga, sehari-hari mengurus (mengawasi 2 cucu yang usianya 5 dan hampir 2 tahun). Jadi walau hanya ibu rumah tangga bukan pegawai kantoran bisa tembus ko tembus visa schengennya. Tidak pakai surat keterangan kerja, wong ibu rumah tangga 🙂 .

    Seperti yang kalian tahu saya akan melahirkan pertengahan Juli ini. Nah pengen dong mama tercinta ada disampingku, menemani saya selama saya lahiran dan mengurus si kecil. Jadi mama akan tinggal selama 90 hari Jerman. Waktu 90 hari tersebut batas maksimum visa schengen. Kalau mau tinggal lebih dari 90 hari ribet tetek bengeknya harus ada sertifikat lulus ujian A1 Bahasa Jerman, pusing deh mamaku kalau harus kursus bahasa asing. Jadi ya 90 hari juga sudah bagus lah ya.

    Mama saya sudah pernah datang ke Jerman 2 tahun lalu, bersama ayah dan salah satu adik saya Roy. Saat itu mereka hanya tinggal 2 minggu di Jerman untuk menghadiri pemberkatan pernikahan saya. Saat itu sih lancar jaya mengurus visa schengennya, dalam 3 hari visa sudah ditangan. Mungkin karena durasi tinggal juga tidak lama kan hanya 2 minggu, jadi gampang deh disetujui :mrgreen: .

    Nah mengurus visa yang baru ini yang pengen tinggal 90 di Jerman pakai sedikit drama. Saya heran dong biasanya kan hanya butuh 3 hari, lah ko si mama disuruh datang ambil visanya setelah 4 hari kerja.

    Datanglah mama di tanggal yang disuruh 18 Juni 2014, mamaku menunggu selama 2 jam dengan berpanas ria di depan kedutaan. Petugas bilang visanya belum selesai gubrakk.com . Saya beneran ketar-ketir selama beberapa hari karena sudah beli tiket dan 2 minggu lagi tanggal keberangkatan.

    Malamnya saya minta Frank email ke kedutaan, pakai bahasa Jerman intinya supaya cepat gitu hehe. Kali aja kalau orang Jermannya (pengundang) yang nanyain status visa akan dapat jawaban.

    Isi emailnya seperti dibawah ini. Oh ya form buat kirim email petugas visa ada di website kedutaan Jerman http://www.jakarta.diplo.de

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku
    Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku

     

    Isi emailnya bilang kalau mama saya datang di tanggal yang ditentukan untuk ambil visa, ternyata visanya belum selesai. Padahal mama saya sudah bawa semua berkas yang dibutuhkan, termasuk Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tempat tinggal pengundang.

    Besoknya kami dapat jawaban emailnya, yang jawab orang Jerman (ketahuan dari namanya). Intinya mama harus menunggu karena kedutaan Jerman belum dapat jawaban dari Berlin apakah visa disetujui atau tidak. Belakangan banyak sekali yang apply visa ke Eropa dan harus di diperiksa dahulu apakah visa layak dikeluarkan bagi ybs atau tidak.

    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya
    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya

     

    Catatan dari kedutaan: Dokumen yang sudah lengkap tidak memberikan jaminan diperolehnya Visa Schengen

    Waktu kan tidak bisa menunggu, makin mepet ke tanggal keberangkatan 5 Juli. Saya makin senewen ketika mama nanyain „bagaimana sudah dapat jawaban belum dari kedutaan?“. Koper mama sudah penuh dengan titipan-titipan saya hehe sayang banget kan kalau gagal terbang, termasuk bingung ngurus tiket yang sudah dibeli, entah di potong separuh atau hangus belum cari tahu pasrah.com .

    Frank mengirim email pertanyaan ke kedutaan tanggal 19 Juni 2014. 2 atau 3 hari kemudian saya minta email lagi nanyain, eh doi tidak mau “sudahlah nunggu aja, kata petugasnya tunggu jawaban dari Berlin” . Ada satu hari saya tidak bisa tidur semalaman. Mana ada di kamus petugas di Indonesia akan baik hati menghubungi kita? Ada juga kita yang harus aktif ngejar-ngejar jawabannya, iya kan??? 😀 Ya kalaupun ada petugas (baik hati) yang telp berapa persenlah.

    Daripada stres melulu tidak bisa tidur nyenyak, saya kirim emaillah (pakai bahasa Indonesia) pilih form bahasa Indonesia. Kalau sudah dapat status misal visa ditolak, kalau ada waktu 2-3 hari kan bisa cancel pesawat dengan harapan tiket tidak hangus. Pikiran positif negatif, saya usahakan lebh besar pikiran positifnya ya doong 😀 .

    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab
    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab

     

    Kenapa mepet ngurus visa dengan tanggal keberangkatan?.
    Sebenarnya ga mepet loh, saya sudah perkirakan waktunya ko. Bisa mulai mengurus visa 3 bulan sebelumnya. Saya pikir dua bulan sebelumnya ngurus cukuplah.

    • Frank urus surat Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tanggal 17 April 2014. Bayar 25 Euro.

    • 22 April 2014 kirim dokumennya ke Jakarta (ke alamat mama) bersama kopi paspor Frank, slip gaji doi 3 bulan terakhir, surat kontrak rumah kita. Dokumen kirim menggunakan pos tercatat (einschreiben) jadi kalau hilang/berkas tidak sampai tujuan bisa komplain dan dapat penggantian uang. Soalnya tuh surat Verpflichtungserklärung bikin 25 euro kalau hilang apes dong 😛 . Gile baru sampai 2 minggu kemudian. Sebelum berkas sampai saya belum berani daftarin mamaku secara online untuk bikin visa. Ntar sudah dapat tanggal repot kalau berkas dibutuhkan belum ditangan.

    • Kangettt waktu lihat jadwal bikin janji online bulan Mei hingga awal Juni sudah penuh tanggalnya. Orang-orang banyak duit ya pada mau jalan-jalan ke Jerman ? hahaha atau yang mau sekolah ?. Akhirnya ada satu tanggal nyempil masih kosong, yakni 12 Juni 2014 jam 9 pagi. Puji Tuhan dapat daftarin mamaku.

    • Mama datang/ngurus visa sendiri ke kedutaan, diantar adikku Andre yang sekalian pergi kerja. Kata mama petugasnya tidak banyak nanya. Cuma ditanya tujuan ke Jerman, ada siapa di Jerman?. Petugas bilang visa bisa diambil tanggal 18 Juni 2014.

    • Rencana keberangkatan 5 Juli 2014, kembali ke tanah air 2 Oktober 2014. Tanggal 18 Juni belum keluar visanya stres lah saya 😥 .

    Beberapa hari kerjaan saya google mengenai pengalaman orang-orang yang mengurus visa Jerman :
    Walaupun ada Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan. Surat sakti tersebut tidak menjamin visa disetujui.
    • Ada yang minta masa berlaku visa 14 hari, cuma disetujui 7 hari. Padahal ybs sudah booking tiket dan penginapan di Eropa.

    • Ada wanita yang apply visa stay 90 hari. Ditanya petugas „memang bisa cuti kerja 3 bulan?“. Di Indonesia jatah cuti cuma 2 minggu kan?. Nah ybs bilang dia kerja sama abangnya, jadi bisa dong. Jujur itu menyakitkan yaaa hehe ternyata visa ybs di tolak. Eh ada pacarnya (orang Jerman) nunggu di luar kedutaan, pengen ngomong langsung dengan petugas. Awalnya kaga boleh masuk. Biar kata ada pacar orang Jerman ga jaminan loh visa disetujui. Yang dikuatirkan petugas yg bikin visa kaga balik lagi bo ke tanah air klo blang status pengundang pacar. Tapi ada juga yang lolos sih, entahlah tergantung mood petugasnya kali yaa.
    • Ada yang apply visa 90 hari ditolak alasannya “alasan kedatangan ke Jerman tidak jelas”. Padahal ybs sudah pegang surat sakti Verpflichtungserklärung dari keluarga di Jerman.

    • Kalau ada pengalaman kalian boleh ditambahkan ya.

    Dalam kasus penolakan visa, pemohon akan diberitahu alasan dasar penolakan visanya. Pemohon bisa mengajukan keberatan secara hukum atas keputusan penolakan dari Kedutaan tersebut. Capee ngurus lagi dari awal.

    Visa ditolak

    Penolakan – apa yang harus dilakukan? silakan baca http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/04ablehnung/ablehnung.html

    Jadi saudara-saudara visa mama saya sudah disetujui. Puji Tuhan! Tanggalnya persis seperti yang kami inginkan (masa tinggal di Jerman 90 hari) jadi tidak perlu ubah tiket. Senangg bangettt!. Email lebay saya ke petugas visa dijawab keesokkan harinya, dibilang visa sudah bisa diambil. Baru bisa tenang dengan sempurna pas mamaku sudah pegang paspornya dan visanya tertempel manis 🙂 . Mamaku dikasih jenis visa multiple entry, artinya kalau mau keluar wilayah schengen misal mau jalan-jalan ke London nah bisa masuk lagi ke negara schengen. Tidak sempat lagi mengurus visa selain schengen, udah dapat ini saja sudah senang deh.

    pengalaman mengurus visa schengen
    Visa Schengen Jerman. Mama Tercinta kunanti kedatanganmu hehe

     

    sorry fotonya burem, adikku potret pakai hp

     

    Mengenai syarat-syarat membuat visa Schengen melalui kedutaan Jerman, nanti akan saya susul postingannya ya. Sebenarnya bisa juga baca di website kedutaan sudah jelas sih disana http://www.jakarta.diplo.de

    Oh ya beberapa hari lalu saya baca ketentuan baru pengurusan visa schengen. Awalnya hanya butuh 3 hari kerja, mulai akhir Juni 2014 untuk pengurusan visa schengen membutuhkan waktu 10 hari kerja. Entahlah hanya berlaku di kedutaan Jerman atau juga di kedutaan negara lain. Untuk musim panas begini jadwal bikin janji (online) padat sekali, jadi yang mau urus visa usahakan urus jauh-jauh hari.

    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014
    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014

     

    Baca juga:
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

  • Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt. Setelah hampir 3 tahun menetap di Jerman, akhirnya saya baru lapor diri di Konsulat RI. Kalau baca websitenya KJRI Frankfurt tertera bahwa:

    WNI yang pindah dari wilayah Indonesia untuk menetap di luar negeri, setibanya di negara tujuan, WNI tersebut wajib mendaftarkan diri kepada Perwakilan Indonesia terdekat dalam 30 hari sejak kedatangan (termasuk kalau pindah alamat, perubahan alamat, status izin tinggal, kelahiran, perkawinan, perceraian maupun kematian).

    Buat kalian yang bekerja, belajar, kuliah dan singgah sementara di Jerman pokoknya yang masih status WNI juga diharapkan kesadarannya untuk lapor diri, kalau jalan-jalan singkat menurut saya tidak perlu deh, tapi di website KJRI tertera sih. Gunanya lapor diri, kalau ada apa-apa kan pihak KJRI bisa membantu kita. Lapor diri prosesnya tidak dipungut biaya.

    Geblek banget kan saya hehe baru lapor setelah 3 tahun (tidak patut ditiru yaa 😀 ). Kenapa tidak dari dulu ? kenapa baru sekarang?. Jadi begini saudara-saudara kalau bisa ntar-ntar aja kenapa harus segera hahaha di gaplok orang sekampung deh 🙄 .

    3 tahun lalu saya menikah dan sempat tinggal di Swiss karena dulunya Frank kerja disana. Saya sudah lapor diri di KBRI di Swiss, termasuk melaporkan pernikahan saya, jadi begitu pindah ke Jerman lapor diri lagi saya tunda-tunda.

    Dulu-dulu saya sudah niat lapor, sudah print semua dokumen yang diperlukan, nah begitu saya mau kirim dokumennya, semua yang sudah saya print entah ada dimana lupa naro, dicari-cari tidak ketemu (buang-buang duit beli tinta kan tuh! o_O ).

    Bulan Maret ini saya print ulang lagi semua dokumen yang diperlukan. Kenapa niat sekali bulan ini? karena bulan Desember tahun depan paspor saya habis masa berlakunya, kuatir jadi masalah, belum lapor diri tiba-tiba mau perpanjang paspor.

    Alasan kedua, bulan Juli nanti saya akan melahirkan, masah ntar mau membuat akte lahir atau bikin paspor anak, emaknya aja belum terdaftar di KJRI bisa-bisa di timpuk petugas kali ya hahaha. Jadi sebagai wni yang baik yuk lapor diri.

    Saya sudah h2c (harap-harap cemas) bakalan kena denda nih deh, karena sudah hampir 3 tahun baru lapor. Untungnya prosesnya tidak harus datang langsung ko, jadi tidak berhadapan dengan petugas. Saya hanya mengirimkan formulir lapor diri yang telah diisi dan semua berkas yang diperlukan termasuk paspor asli saya melalui kantor pos.

    Berhubung paling dekat dengan tempat tinggal saya adalah KJRI di Frankfurt, maka saya kirim semua dokumen kesana. Bagi yang tempat tinggalnya di Frankfurt bisa datang langsung, kalau saya mahal ongkos kereta kesana, jadi kirim lewat pos saja.

    Dokumen yang dibutuhkan untuk melaporkan diri di KJRI Frankfurt (pemegang paspor biasa):
    1. Paspor asli
    2. Formulir lapor diri telah diisi lengkap dan ditandatangani pemohon. Formulir bisa download disini kalau linknya patah silakan buka http://www.kjriffm.de formulir ada dibagian kanan bawah.
    3. 2 (dua) lembar pasfoto terbaru (maksimal 3 (tiga) bulan) ukuran 4×6 dengan latar belakang bebas. Satunya saya tempel di formulir. cetak ukuran 4×6 di mesin cetak foto otomatis tidak ada di Jerman sini, jadi saya cetak dengan ukuran pasbild. Untung diterima 😀 .
    4. Fotokopi visa dan/atau izin tinggal (Aufenthaltsbescheinigung/Aufenthaltstitel) di Jerman yang masih berlaku (kalau datang langsung izin tinggal asli diperlihatkan kepada petugas).
    5. Fotokopi halaman-halaman Paspor yang berisi data diri, tanda tangan pejabat dan halaman lain yang telah digunakan. Menurut saya kalau yang sering bepergian dan halaman paspornya banyak isinya, pilih beberapa yang terbaru saja, perlu duit kann tuh kalau harus fotokopi atau print langsung dirumah.

    1. Fotokopi surat registrasi tempat tinggal (Meldebestätigung) *ini dari Rathaus di tempat tinggalmu.
    2. Fotokopi Akta Kelahiran (Geburtsurkunde).
    3. Fotokopi Akta Perkawinan (Heiratsurkunde) atau Buku Nikah bagi yang telah menikah.
    4. Fotokopi surat/akta perceraian bagi yang telah bercerai.
    5. Fotokopi surat keterangan/kartu pelajar/mahasiswa (Studentenbescheinigung) dari Universitas/Sekolah bagi mahasiswa/pelajar yang belajar.
    6. Fotokopi Surat Keterangan Bekerja (Arbeitsbescheinigung) bagi yang bekerja.
    7. Fotokopi Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (bila ada). *saya tidak pakai ini
    8. Registrasi diri yang telah jadi akan dikirimkan kembali melalui jasa pos, harap sertakan amplop balasan beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).

    Lapor/Registrasi Diri di KJRI Frankfurt tidak dikenakan biaya dan dapat dilakukan dengan menyerahkan dokumen secara langsung atau mengirimkannya melalui jasa pos ke Bidang Konsuler KJRI Frankfurt. Apabila Anda menggunakan jasa pos sebaiknya selalu dalam bentuk Pos Tercatat (Einschreiben). KJRI Frankfurt tidak bertanggungjawab terhadap dokumen dalam proses pengiriman.

    Semua dokumen yang diperlukan, termasuk formulir lapor diri sudah saya isi, paspor asli juga sudah. Semuanya saya masukkan ke dalam amplop ukuran hvs. Kirim menggunakan pos tercatat (Einschreiben).

    Lapor Diri di Konsulat RI Frankfurt. Dokumen untuk Lapor diri di KJRI di Jerman
    Dokumen untuk Lapor diri di KJRI di Jerman

    Sertakan amplop balasan, karena ukuran amplop balasan besar saya lipat dua. Pada amplop balasan sudah saya tempelkan perangko, alamat saya, alamat KJRI. Jangan lupa (penting) sertakan (tempelkan) stiker pos tercatat (Einschreibenmarke) pada amplop balasan. Beli (Einschreibenmarke) dikantor pos, kalau tidak salah harga 2,05 euro. Begitu proses pencatatan lapor diri selesai, petugas KJRI akan mengirim balik paspor asli kita.

    Oh ya kalau amplop balasannya ukurannya kecil, separuh ukuran kertas hvs juga tidak masalah, karena yang akan dikirim balik hanya paspor asli kita saja. Prosesnya cepat, dalam 3 hari saya sudah terima kembali paspor asli saya dan sudah ditempeli keterangan lapor diri.

    Bagi pemegang paspor dinas, atau mereka yang berada di Jerman untuk sementara waktu misal untuk pelatihan, kursus dan lainnya, syaratnya silakan lihat website KJRI Frankfurt www.kjriffm.de pada umumnya mirip persyaratanya seperti paspor biasa, hanya beda satu atau 2 dokumen saja.

    Bagi yang tinggal dekat KJRI Frankfurt atau kalau kebetulan lewat sana bisa datang langsung untuk lapor diri.

    Konsulat Jenderal RI Frankfurt am Main
    Zeppelinallee 23
    60325 Frankfurt am Main

    Tel. (069) 2470980
    Fax. (069) 24709847

    Jam Buka / Öffnungszeiten
    Jam Kerja Konsulat Jenderal RI Frankfurt / Öffnungszeiten der Konsulat
    Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 12:30 – 13:30)
    Jum’at / Freitags: 09:30 – 16:30 (Istirahat/Pause: 13:30 – 14:30)
    Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen

    Jam Buka Bidang Konsuler & Imigrasi / Öffnungszeiten der Konsular-Abteilung
    Jam Pelayanan Konsuler dan Imigrasi
    Pelayanan Loket / Am Schalter:
    Senin – Kamis / Montags – Donnerstags: 09.30 – 12.30
    Jum’at / Freitags: 09.30 – 12.00
    Kecuali Hari Libur / Auβer an Feiertagen

    Pelayanan Telepon / Telefonisch:
    Senin – Jumat / Montags – Freitags, 14.30 – 16.30
    • Bagian Paspor & Lapor Diri / Paspor-Abteilung: +49-69-24709811
    • Bagian Visa / Visa Abteilung: +49-69-24709812
    • Bagian Surat Keterangan dan Legalisasi / Legalisierungsabteilung: +49-69-24709825

    Email: bidkonsuler(at)indonesia-frankfurt.de

    Nah sudah cukup jelas yang saya jabarkan, tidak ada yang perlu dikomentari kan ya?. Oke kalau begitu kolom komentar saya non aktifkan yaa 😉 .

     

    Baca juga:
    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

  • Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini Termasuk Negara Schengen. Kebetulan lagi melihat-melihat website salah satu kedutaan, baru tahu ternyata kini ada anggota baru negara-negara Schengen, yakni negara yang bernama Liechtenstein. Liechtenstein mulai bergabung menjadi anggota negara-negara Schengen pada 19 Desember 2011. Maka total anggota negara-negara Schengen kini menjadi 26 negara. Negara-negara tersebut adalah :

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
    16. Norwegia
    17. Perancis
    18. Polandia
    19. Portugal
    20. Slovakia
    21. Slovenia
    22. Spanyol
    23. Swedia
    24. Yunani
    25. Swiss
    26. Liechtenstein

    Kini jika Anda punya visa schengen, Anda bisa berkunjung ke 26 negara-negara diatas, dan juga silakan kunjungi Liechtenstein ya ;-).

    Beberapa point yang menarik untuk disimak mengenai Liechtenstein, antara lain:

    • The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org) Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen
      The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein beribukota kan Vaduz, adalah negara terkecil keempat Eropa, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino. Liechtenstein adalah sebuah negara pegunungan ganda terkurung daratan di Eropa Tengah. Luas negaranya kurang lebih 120 kilometer persegi yang, terletak di tepi timur Sungai Rhein, di antara negara Austria dan Swiss. Diperkiraan populasi penduduknya hanya 35.000 jiwa. Kota terbesar di Liechtenstein adalah Schaan. Liechtenstein memiliki utang eksternal terendah di dunia. Liechtenstein juga memiliki tingkat pengangguran terendah kedua di dunia sebesar 1,5% (Monaco adalah pertama).

    • Segala urusan luar negeri negara berbahasa Jerman ini diurus oleh Swiss. Liechtenstein terkenal pula dengan jasa perbankan dan mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, terutama penjualan prangko. Mata uang negara ini sama dengan Switzerland, yakni Swiss franc (CHF).

     

    • Government Building, Vaduz, Liechtenstein – Seat of Government and Parliament. (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein adalah negara kecil, namun kaya (berdasarkan GDP per kapita). Dikenal sebagai negara kerajaan karena merupakan monarki konstitusional yang dikepalai oleh seorang pangeran. Liechtenstein dibagi menjadi 11 kotamadya. Kebanyakan dari wilayahnya adalah pegunungan, sehingga olahraga musim dingin menjadi yang utama. Negara ini memiliki sektor keuangan yang kuat terletak di ibukotanya, Vaduz, dan telah diidentifikasi sebagai surga pajak. Liechtenstein adalah anggota dari Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa dan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa, dan anggota Wilayah Schengen tetapi tidak tergabung dengan Uni Eropa.

    • Pajak usaha yang sangat rendah (terendah di Eropa), tarif pajak maksimum 20% Liechtenstein juga menghasilkan pendapatan dari Stiftungen (“yayasan”), yang merupakan entitas keuangan diciptakan untuk meningkatkan privasi kepemilikan keuangan asing bukan penduduk. Yayasan ini terdaftar atas nama sebuah Liechtensteiner.
      • Äule Street, Vaduz, Liechtenstein (Foto: wikipedia.org)

        Liechtenstein adalah produsen besar keramik dan merupakan produsen terbesar di dunia dari pembungkus / kulit sosis, unit penyimpanan kalium dan gigi palsu. Industri lainnya termasuk elektronik, tekstil, manufaktur logam, peralatan listrik, baut jangkar, kalkulator, farmasi, dan produk makanan. Perusahaan internasional dan perusahaan terbesar adalah Hilti, produsen sistem pengikat langsung dan high-end alat-alat listrik. Liechtenstein memproduksi gandum, barley, jagung, kentang, produk susu, peternakan, dan anggur. Pariwisata menyumbang sebagian besar perekonomian negara.

     

    Heliport in Balzers, Liechtenstein. In the background the castle Gutenberg and Liechtenstein Alps (Foto: wikipedia.org)

     

    Liechtenstein tidak memiliki bandara. Bandara besar terdekat adalah Zürich Airport di Swiss (130 km/80 mil melalui jalan darat). Bandara kecil terdekat adalah St Gallen Bandara (50 km/30 mil). Ada heliport kecil di Balzers di Liechtenstein yang tersedia untuk penerbangan helikopter carteran.

     

    • Kepolisian Liechtenstein bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam negeri. Badan kepolisian terdiri dari 87 petugas lapangan dan 38 staf sipil, sebanyak 125 pegawai. Semua petugas dilengkapi dengan senjata ringan. Negara ini memiliki salah satu tingkat terendah di dunia kejahatan. Penjara Liechtenstein sedikit, jika ada, narapidana dengan masa tahanan lebih dari dua tahun akan ditransfer ke yurisdiksi Austria. Kepolisian Liechtenstein mempertahankan perjanjian trilateral dengan Austria dan Swiss yang memungkinkan kerja sama lintas perbatasan antara pasukan polisi dari tiga negara.Moto negara Liechtenstein : Für Gott, Fürst und Vaterland (For God, Prince and Fatherland). Jadi kepengen tinggal di Liechtenstein, sepertinya negaranya tenang, tenteram, damai sentosa. Kira-kira ada warga Indonesia yang menetap disanakah? 😉 .Sumber: wikipedia.org

       

      Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!