Category: Pengajuan Visa, Paspor & Dokumen lainnya

Saya akan membahas mengenai pengalaman saya mengajukan visa, paspor dan dokumen lainnya. Bisa dari pengalaman saya sendiri ataupun pengalaman teman-teman saya.

  • Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui. Terbukti benar, kalau sekarang pengurusan visa schengen lebih mudah dan tidak pakai ribet, asal semua syarat-syarat dipenuhi. Kalau dulu pengurusan visa schengen memakan waktu 12 hari kerja, maka per Januari 2012 pengurusan visa schengen hanya butuh 3 hari kerja.

     

    Ceritanya orangtua dan adikku, Roy mengurus visa schengen tujuan Jerman. Sebulan sebelumnya suamiku membuat surat undangan istilah bahasa Jermannya verpflichtungserklarung dari kantor imigrasi Jerman (kami apply di Rathaus), kemudian booking penginapan tempat keluargaku akan tinggal selama di Jerman. Saya yang melakukan reservasi secara online untuk apply visanya. Untung masih ada hari dimana ada tiga jam berurutan yang kosong, jadi keluargaku bisa datang bersamaan πŸ˜‰ .

    Konon rumornya pengurusan visa schengen itu susah dan ribet, banyak yang ditolak, apalagi yang paspornya masih polos, apalagi ibu rumah tangga yang tidak bisa bikin surat keterangan kerja. Ternyata semua itu tidak benar tuh: mama, ayah dan adikku paspornya masih kosong, polos belum ada satupun lembaran visa tertempel di paspor mereka.

    Mereka menghadap ke kedutaan di hari senin 12 Maret 2012, barusan ini saya cek visa Jerman mereka (dari scan-annya) wah suprise banget pas lihat, ketiganya dikasih “Multipel entry” visa. Baru pertama kali ke Eropa mereka sudah dikasih “Multipel entry”, saya bilang deh ke adikku Roy, “eh bisa keluar masuk negara schengen tuh, kalau mau ke London (urus visa UK) trus masuk Jerman lagi atau negara-negara luar schengen lainnya“. Can’t wait to meet them! πŸ˜‰ .

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Menetap di Belanda Melalui MVV

    Menetap di Belanda Melalui MVV

    Menetap di Belanda Melalui MVV. Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman menanyakan kepada saya mengenai proses dan persyaratan MVV (untuk menikah dan menetap di Belanda). Semoga informasi ini juga berguna bagi Anda yang juga akan melalui proses MVV. Fyi (for you information) saya tidak menetap di Belanda, saya hanya ingin berbagi informasi dan meluangkan waktu saya dengan mengumpulkan informasi dari banyak sekali sumber, supaya Anda cepat berangkat dan menetap di Belanda πŸ˜‰ .

    Saya tahu pasti prosedur dan melengkapi berkas surat-surat MVV akan membuat Anda pusing tujuh keliling dan mungkin membuat Anda tidak selera makan, saya sendiri mengalami betapa ribetnya mengurus surat-surat ketika itu untuk melakukan pernikahan di Switzerland, Puji Tuhan Semua sudah berlalu πŸ™‚ Jadi mohon di baca baik-baik dan dipahami seluruh isi tulisan ini dari atas sampai bagian bawah, jika tidak paham dibaca lagi dan lagi dan lagi.

    Yang di maksud MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf) adalah Izin Tinggal Sementara. Jika Anda ingin untuk tinggal lebih dari 90 hari di Belanda, maka harus mengajukan permohonan Izin Tinggal Sementara (MVV) terlebih dahulu dan melalui Ujian Integrasi MVV Visa Belanda. Selama permohonan MVV masih dalam proses, maka pemohon tidak bisa memperoleh visa Schengen untuk kunjungan singkat (1-90 hari) intinya tidak bisa ke luar negeri ya, dan keputusan permohonan MVV harus ditunggu di negara asal atau negara tempat tinggal pemohon.

    MVV berlaku bagi mereka yang akan tinggal bersama atau menikah dengan WN Belanda atau para Kennismigrant (high skill immigrant disebut juga tenaga ahli yang dibutuhkan di Belanda).

    Urutan Prosedurnya : Ujian integrasi warga (ujian kewargaan) – apply MVV – berangkat ke Belanda.

    Tulisan Terkini

    Apa itu ujian integrasi warga (ujian kewargaan)?

    Ujian integrasi warga adalah ujian yang harus dilakukan di Kedutaan atau Konsulat Belanda di negara di mana Anda tinggal. Ujian ini dilakukan sebelum keberangkatan ke Belanda. Bukti telah lulus ujian merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Izin Tinggal Sementara (MVV). MVV diperlukan untuk memperoleh izin tinggal tetap di Belanda. Izin tinggal diperlukan untuk dapat menetap di Belanda lebih dari tiga bulan. Ujian ini dilakukan secara lisan dalam bahasa Belanda. Yang akan diuji adalah pengetahuan dasar tentang bahasa dan masyarakat Belanda. Mereka yang telah mempersiapkan diri dengan baik, mampu lulus untuk ujian integrasi warga ini.

    Ujian integrasi di kedutaan/konsulat di negara asal atau tempat tinggal resmi akan berlangsung melalui hubungan telepon dengan sebuah β€˜komputer berbicara’. Ujian ini terdiri dari dua bagian:

    1. pengetahuan tentang masyarakat Belanda
    2. ujian bahasa Belanda

    Contoh Ujian Integrasi MVV silakan klik Inburgeringscursus atau cari contoh lainnya dengan kata kunci Inburgeringscursus.

    Apa itu ujian dasar kemasyarakatan? Infonya silakan cari di youtube atau google ya.

    Buku Naar Nederland coba cari infonya di link ini http://www.naarnederland.nl di websitenya ada informasi dalam bahasa Inggris.

    Untuk mengajukan permohonan MVV Anda tidak harus membuat janji. Hubungi kedutaan melalui telepon 021-527 1904 (pilih 1 dari 3 pilihan). Anda dapat mengajukan permohonan MVV Anda di kedutaan tiap hari kerja antara jam 8:00 dan 10:30.

    Persyaratan MVV :

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg. Saya baru mengetahui informasi ini setelah membaca milis backpacker, kemudian saya coba cek langsung ke website kedubes Belgia, ternyata benar bahwa untuk pengurusan visa ke Belgia dan Luksemburg sekarang pengurusannya dialihkan (ditangani) oleh kedubes Belanda di Jakarta. Peraturan ini berlaku per 1 September 2011.

    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Website kedubes Belgia http://www.diplomatie.be/jakarta menuliskan all applications for Schengen visas will be handled by the Netherlands Embassy

    Aturan untuk pengajuan visa belgia ataupun Luksemburg sama dengan pengajuan schengen visa Belanda, yakni HARUS mendaftar secara online dahulu, setelah mendapat tanggal baru Anda membawa semua dokumen yang diperlukan ke kedubes Belanda di Jakarta

    Daftar Online (Appointment online Netherlands Embassy) : klik –> http://jakarta.embassytools.com/en/index

    Antara bulan Mei hingga September pembuatan janji untuk permohonan visa sangat padat. Perlu diingat bahwa untuk membuat janji pada periode tersebut sangat sulit, jadi sebaiknya Anda persiapkan jauh-jauh hari. Visa sudah bisa diajukan pengurusannya tiga (3) bulan sebelum keberangkatan.

    Pada umumnya syarat sama dengan pengurusanvisa Belanda. Berkas yang harus disertakan dengan permohonan visa Belgia dan atau Visa Luksemburg :

    1. Paspor, harus berlaku minimal 3 bulan terhitung dari tanggal keberangkatan dari wilayah Schengen.
    2. Pasfoto, persyaratan sesuai paspor Belanda, klik http://indonesia-in.nlembassy.org/01.11.2011%20Pasfoto%20informatie.pdf
    3. Biaya pengurusan visa.

    EUR 60 untuk orang yang usianya diatas 12 tahun

    EUR 35 untuk anak2 yang usianya 6 – 12 tahun

    Gratis untuk: anak2 dibawah umur 6 tahun, beberapa kategori mahasiswa, dosen dan perwakilan, dan beberapa kategori anggota keluarga – untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi website atau bertanya di loket (pembayaran dengan rupiah).

    1. Formulir permohonan visa, diisi lengkap dan ditandatangan dua kali. Form nya silakan klik –> http://indonesia-in.nlembassy.org/VISUMCODE-VisumaanvraagformulierEN.pdf

    2. Asuransi, asuransi perjalanan yang belaku selama masa perjalanan di seluruh wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,- termasuk biaya pengobatan dan repatriasi. Bukti kepemilikan asuransi ini harus diperlihatkan pada saat pengajuan permohonan visa.

    3. Bukti keuangan

    Bagi pemohon visa yang melakukan perjalanan atas biaya sendiri harus mempunyai uang sebesar € 34,- / per hari.

    Penjamin atau pihak ketiga (sponsor) di Belgia harus mempunyai pendapatan bersih sebesar minial € 1230,32 per bulan, yang masih harus berlaku selama minimal 12 bulan pada saat pengajuan permohonan visa.

    Keuangan bisa dibuktikan dengan fotokopi buku bank dari 3 bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 bulan terakhir serta surat keterangan kerja atau fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

    1. Reservasi penerbangan

    Status pemesanan tiket pesawat harus sudah dikonfirmasi, tetapi JANGAN bayar tiket anda sebelum visa telah disetujui.

    Berkas tambahan yang harus diserahkan tergantung tujuan perjalanan.

    Pariwisata:

    -pemesanan hotel yang telah dikonfirmasi untuk seluruh masa perjalanan dan seluruh wilayah Schengen

    -surat keterangan kerja atau SIUP

    -fotokopi paspor pihak sponsor dan suami/istri sponsor dan izin tinggalnya (kalau ybs bukan warga negara Belanda)

    Kunjungan keluarga dan teman:

    β€’ Jika penjamin tinggal di BELGIA: surat jaminan yang disebut dengan β€œverbintenis tot tenlasteneming” (juga disebut dengan Lampiran 3bis), yang dapat diperoleh di kota/wilayah dimana penjamin tinggal, atau;

    β€’ Jika penjamin tinggal di LUXEMBURG: undangan resmi engagement de prise en charge yang dilegalisasi oleh pemerintah kota dimana penjamin tinggal dan ditandatangani oleh Kantor Visa Luxemburg.

    β€’ Surat undangan dari pihak yang akan dikunjungi (dengan informasi tentang latar belakang tentang hubungan antara pemohon dan pihak referensi, informasi tentang kunjungan dan pernyataan yang menjelaskan pihak mana yang akan membiayai perjalanan dan hotel)

    β€’ Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri dan/atau sponsor ; seseorang yang membiayai perjalanan anda (kopi rekening bank/buku tabungan 3 bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 bulan terakhir)

    β€’ Fotokopi paspor sponsor dan/atau keluarga yang akan dikunjungi dan izin tinggalnya (kalau ybs bukan warga negara Belanda)

    β€’ Surat keterangan kerja atau SIUP

    β€’ Pemesanan hotel yang telah dikonfirmasi (kalau menginap di hotel)

    β€’ Berkas-berkas yang menunjukkan hubungan keluarga

    Kunjungan bisnis
    β€’ surat undangan dari pengundang (dengan informasi tentang latar belakang tentang hubungan antara pemohon dan pengundang, informasi tentang kunjungan dan pernyataan yang menjelaskan pihak mana yang akan membiayai perjalanan dan hotel)
    β€’ surat keterangan kerja atau SIUP

    Jika permohonan visa anak di bawah umur:

    β€’ Surat persetujuan dari kedua orang tua yang telah dilegalisir

    β€’ Kopi paspor atau kartu identitas kedua orang tua

    β€’ Akte kelahiran anak di bawah umur

    β€’ Bukti hak asuh anak dan akte perceraian (kalau orang tua sudah cerai)

    Informasi lebih detail silakan menghubungi :

    Kedutaan Belanda :
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3
    Kuningan – Jakarta 12950
    Tel : +62-21-527 1904
    Senin s/d Kamis: 13.00-16.00
    Jumat: 13.00-14.00
    *Khusus untuk mendapatkan informasi
    Email : [email protected]

    Kedutaan Belgia
    Deutsche Bank Building – 16th floor
    Jalan Imam Bonjol 80
    10310 Jakarta

    Tel : + (62) 21 316.20.30
    [email protected]

    Sumber : Kedubes Belgia dan kedubes Belanda di Jakarta

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di http://wisata.kompasiana.com

  • Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia

    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia

    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia. Beberapa waktu lalu saya sempat bantu jawab pertanyaan seseorang di milis, pertanyaannya adalah bagaimana mengurus β€œWorking Holiday Visa” ke Australia. Sebenarnya istilah yang tepat untuk warga Indonesia yang ingin mendapatkan visa ini, namanya adalah β€œWork and Holiday Visa” (Visa Bekerja dan Berlibur).

    Anda pasti kira ahhh sama saja toh! Eitt tunggu dulu, istilahnya memang mirip namun tidak sama. Jadi ada 2 (dua) jenis kategori, pertama adalah WORKING HOLIDAY VISA (subclass 417, berlaku untuk warganegara Eropa). Kedua adalah Work and Holiday Visa (subclass 462, berlaku untuk Negara Bangladesh, Chile, Indonesia, Malaysia, Thailand, Turki dan Amerika).
    Perbedaan kedua jenis visa ini : WORKING HOLIDAY VISA bisa diperpanjang ke tahun kedua, sedangkan Work and Holiday Visa (yang bisa untuk WNI) berlaku maksimum satu tahun.

    Visa ini diberikan bagi mereka yang berusia 18 tahun sampai 30 tahun (pada saat pengajuan visa). Mungkin belum banyak yang mengetahui informasi ini dan memanfaatkannya. Menurut Ditjen Imigrasi, seperti dilansir di websitenya, mengatakan : Perjanjian mengenai β€œVisa Bekerja dan Berlibur” telah ditandatangani oleh pihak Australia dan Indonesia, dimana permohonan visa telah diterima sejak 1 Juli 2009. Visa Bekerja dan Berlibur diperuntukkan bagi Warga Negara Australia untuk mengunjungi Indonesia dan Warga Negara Indonesia untuk mengunjungi Australia.

    Work and Holiday Visa merupakan Visa Turis yang memperbolehkan si pemegang visa untuk bekerja, dengan syarat bekerja di suatu perusahaan atau pemberi kerja dengan jangka waktu maksimal HANYA untuk 6 (enam) bulan.

    Menurut Sigit Adinugroho dari ranselkecil.com jenis pekerjaan bagi pemegang Work and Holiday Visa bukanlah pekerjaan yang menimbulkan pajak (sektor informal), berbasis kontrak dan jangka pendek. Kemampuan/keterampilan yang dibutuhkan juga cukup sederhana, seperti memetik buah-buahan, menggarap lahan, mengupas buah, bertukang, menjadi pelayan restoran, memasak, dan mengajar. Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk jenis-jenis pekerjaan lain yang lebih membutuhkan keterampilan tinggi seperti fotografi, menulis, desain web, dan lain sebagainya.

    Untuk singkatnya, persyaratan bagi pemohon Work and Holiday Visa :

    • Berusia antara delapan belas (18) sampai dengan tiga puluh (30) tahun (termasuk berusia 18 dan 30) pada saat mengajukan permohonan visa.
    • Memiliki kualifikasi pendidikan, atau telah menyelesaikan setidak-tidaknya dua tahun pendidikan perguruan tinggi.
    • Mengajukan permohonan di negara asal (Indonesia atau Australia).
    • Memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris, yang sekurang-kurangnya tingkat fungsional dalam tes bahasa.
    • Tidak memiliki anak-anak dibawah umur yang akan pergi dengan pemohon ( anak-anak dibawah umur tidak diperbolehkan untuk disertakan sebagai anggota keluarga dalam permohonan visa orang tuanya).
    • Belum pernah mengikuti program Bekerja dan Berlibur sebelumnya.
    • Memiliki dana yang layak untuk membiayai keperluan pribadi selama tiga bulan pertama – kurang lebih sebesar lima ribu (5000) dollar Australia.
    • Berbadan sehat dan berkelakuan baik.
    • Menyertakan surat dari badan pemerintah yang relevan yang menyatakan bahwa pemohon telah memenuhi semua persyaratan

    Dokumen-dokumen yang harus dilampirkan dengan aplikasi visa :

    • Formulir aplikasi (Formulir 1208). HARUS diisi lengkap dan ditanda tangan. Untuk Formulir klik disini
    • Paspor yang masih berlaku paling tidak 12 bulan dan pasport lama juga disertakan.
    • 1 lembar foto anda ukuran foto paspor yang terbaru.
    • Mempunyai bukti keuangan yang cukup, paling tidak AUD $5000 untuk memberikan dukungan awal dari liburan Anda. Jumlah ini bervariasi tergantung dari apakah anda bisa menunjukkan tiket pesawat pulang-pergi, lama tinggal dan tujuan dari keberangkatan Anda. Bukti yang dapat anda lampirkan adalah rekening koran yang sudah di legalisir.
    • Bukti anda mempunya kualifikasi ketiga, atau anda sudah menyelesaikan paling tidak 2 tahun dari pendidikan universitas anda. Persyaratan klik disini
    • Bukti Anda mempunya kemampuan bahasa Inggris yang baik yang dinilai dari test bahasa Inggris. Persyaratan klik disini
    • Melakukan test rontgen di salah satu panel radiologist. Mereka akan mengirimkan hasilnya langsung ke bagian Imigrasi. Formulir rontgen klik disini
    • Surat dari pemerintah (Imigrasi ) yang memberikan dukungan.

    Detail kontak:

    Direktorat Lintas Batas dan Kerjasama Luar Negeri. Phone: 021-5225033
    β€’ Bpk Bona Roy Simanungkalit. Email: [email protected]
    β€’ Ibu Novi Eka Fitri. Email: [email protected]
    β€’ Bpk Johan Tirta Ginting. Ph: +6281280803141, Email: [email protected]
    β€’ Bpk M. Angga Kurniawan. Ph: +6285691612838, Email: [email protected]
    β€’ Fax: +62215225033

    Alamat pengiriman:

    Direktorat Lintas Batas & Kerja Sama Luar Negeri
    Direktorat Jenderal Imigrasi
    Jl. H.R Rasuna Said Kav. 8-9
    Kuningan, Jakarta Selatan 12940
    *Harap dicatat bahwa surat dukungan tidak memberikan garansi bahwa Anda akan mendapatkan visa. Tetapi surat ini adalah salah satu persyaratan aplikasi Anda.

    Pengurusan Visa ke Australia di tangani oleh Pusat Permohonan Visa Australia (AVAC) silakan datangi kantornya atau menghubungi melalui telepon.

    AVAC Jakarta
    Plaza ASIA, Lt. 22, Zone C
    Jalan Jendral Sudirman Kav 59
    Jakarta 12190
    Telp: +62 21 51401590/91
    AVAC Bali
    Perkantoran Grand Sudirman Agung Blok B-28
    Jalan PB Sudirman
    Denpasar, Bali 80114
    Telp: +62 361 241078
    Lengkapnya klik vfs-au-id.com/contactus

    Setiap tahun tersedia 100 visa Bekerja dan Berlibur yang akan diberikan bagi pemohon berkewarganegaraan Indonesia. Jadi ayo liburan sambil bekerja atau bekerja sambil liburan? Terserah Anda saja πŸ™‚ .

    Sumber:

  • Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman

    Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman. Karena sudah beres, jadi saat ini saya bisa cerita pengalaman saya dengan lega dan rileks ;-). Disini saya mau cerita tentang proses apply long stay visa Jerman. Pada 10 Agustus 2011, suami dan saya pergi ke kedubes Jerman di Bern, Switzerland, tujuannya untuk apply long stay visa Jerman (sebelumnya kami tinggal di Swiss, namun sekarang sudah menetap di Jerman), kondisinya Visa Swiss saya akan berakhir 12 September 2011 jadi harus segera mendapat visa yang baru (Jerman).

    Semua berkas-berkas yang diminta sudah dipersiapkan dengan baik, seperti paspor, visa Swiss, akte lahir dan surat nikah kami (suami dan saya) dan lain-lain. Sempat kuatir juga karena beberapa surat seperti akte lahir saya tidak dalam bahasa Jerman, oh ya kalau apply long stay visa dari Jakarta, Indonesia maka semua surat-surat sudah HARUS diterjemahkan ke bahasa Jerman dahulu baru pihak kedubes mau terima berkas, sedangkan kondisi saya saat itu adalah apply visa dari kedubes Jerman di Switzerland.

    Hari itu 10 Agustus 2011 kami berdua tiba tepat jam 9 pagi di depan kedubes Jerman di Swiss, ada petugas yang berjaga diluar, suami mengutarakan maksud kedatangan kami berdua, lalu kami berikan paspor kami berdua ke petugas tersebut, lalu petugas melihat isi tas kami, dan diperiksa dengan seksama seluruh badan dengan alat khusus metal detektor, kemudian kami diperbolehkan masuk.

    Menunggu beberapa saat, nama saya dipanggil, didepan loket sudah ada seorang petugas wanita. Dia lega sekali karena saya datang dengan seorang yang bisa berbahasa Jerman (suami). Karena nampaknya si petugas tidak bisa berbahasa Inggris?. Sambil memeriksa kelengkapan berkas surat-surat saya, petugas menanyakan sesuatu dalam bahasa Jerman β€œbagaimana saya bisa kenal suami (Frank)β€œ saya tatap suami saya (Frank) dan tanya, maksud si petugas apa? Saya takut salah tangkap artinya dan jawab hal yang salah. Namun yang saya lakukan malah membuat si petugas menβ€œjudgeβ€œ saya tidak mengerti bahasa Jerman sama sekali.

    Oh ya FYI (for your information), salah satu syarat paling penting kalau apply long stay visa Jerman adalah kita harus bisa mengerti bahasa Jerman tingkat dasar, paling tidak percakapan ringan untuk sehari-hari, dan ini harus dibuktikan dengan sertifikat bahasa Jerman yang kita peroleh setelah mengikuti ujian di Goethe Institut, syaratnya hanya sertifikat ujian tingkat dasar A1.

    Si petugas bilang proses pembuatan visa 6-8 minggu, dan jika sampai detik-detik tanggal 12 September 2011 visa Jerman saya belum selesai (keluar), maka saya HARUS kembali ke Jakarta, Indonesia untuk ambil visanya disana, karena visa Swiss (permit) saya akan berakhir jadi tidak boleh stay di Eropa. Wahhhh siapa yang ga sewot, cuma ambil selembar kertas (visa) harus pulang pergi Jerman – Jakarta – Jerman yang berarti harus keluar uang buat beli tiket yang bisa dibilang tidak murah, hiks πŸ™ .

    Suami saya dan petugas saling bicara banyak hal untuk meyakinkan petugas kalau saya layak dapat visa dalam waktu secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya tanpa proses berbelit-belit :D. Suami bilang saya sudah punya sertifikat level A1 dari Goethe Institut di Jakarta, suami punya pekerjaan yang baik dengan keuangan yang baik, punya rumah, punya asuransi, kalau di rumah, anggota keluarga di Jerman bicara banyak dalam bahasa Jerman, jadi saya bisa belajar bahasa ini. Nantinya setelah visa keluar saya pun akan lanjut kursus bahasa Jerman.

    Kemudian suami disuruh ke ruang sebelah untuk mengurus sesuatu, jadi si petugas bisa tes kemampuan bahasa Jerman saya, yang saya bisa jawab ya saya jawab, yang saya tidak mengerti pertanyaannya saya jawab β€œ Es tut mir leid, ich verstehe nichtβ€œ :P. Pertanyaan petugas antara lain : Kapan tiba di Swiss ; bagaimana saya bisa kenal suami, apa kenal orang lain di Swiss selain suami ; apa punya keluarga yang tinggal di Jerman ; apa masih punya orangtua di Indonesia ; di Indonesia tinggal dengan siapa ; apa punya kerjaan di Indonesia.

     

    Tiap hari berdoa semoga ada mujizat …

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)

    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)

    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D). Seperti judul diatas, maka tulisan saya disini khusus membahas mengenai β€œPengajuan Long Stay Visa di Swissβ€œ, kalau Anda ingin mengunjungi Swiss dalam rangka jalan-jalan, bisnis atau untuk masa tinggal maksimal 90 hari, maka yang Anda perlukan adalah Visa Schengen untuk kunjungan Singkat, bisa lihat panduan pengajuan visanya klik disini.

    Yang dimaksud Long Stay Visa adalah Visa untuk masa tinggal lebih dari 90 hari. Yang membutuhkannya seperti pelajar/mahasiswa, yang akan bekerja di Swiss (penugasan) dan termasuk seperti saya, yakni menikah di Swiss dan tinggal di Swiss (tapi sekarang sih sudah menetap di Jerman).

    Dokumen yang diperlukan :
    β€’ 3 (tiga) rangkap *Formulir Visumantrag fΓΌr die Schweiz, harus diisi lengkap dan ditandatangani. Formulir tersebut dapat diperoleh di Kedutaan, diakses dari Website www.eda.admin.ch/jakarta dalam bentuk PDF-file, atau silakan klik –> http://www.bfm.admin.ch/content/dam/data/migration/einreise/visumantragsformulare/visumantrag-visumd-en-de.pdf

    *Formulir Visumantrag fΓΌr die Schweiz, daripada ditulis tangan rangkap tiga, saran saya isi form dari link tersebut diatas, lalu print out dan kopi dua kali atau bisa saja Anda print out tiga kali supaya hasilnya bagus.

    β€’ 3 (tiga) lembar foto terbaru ( ukuran 4 x 6 cm ).

    Perhatikan persyaratan foto, yakni close-up, proporsi wajah 70-80% dari gambar, latar belakang warna netral (putih), untuk detailnya silakan klik http://www.eda.admin.ch/etc/medialib/downloads/edactr/idn.Par.0047.File.tmp/Schengen_Photo%20requirements.pdf

    β€’ Paspor asli
    β€’ 3 (tiga) lembar Foto copy paspor warga negara Indonesia
    β€’ 3 (tiga) lembar Foto copy paspor (sponsor/penjamin) warga negara Swiss atau izin tinggal di Swiss

    β€’ Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dengan masa berlaku minimum 6 bulan, yang sudah dilegalisir oleh dephumkam dan Kementrian Luar Negeri.
    β€’ Biaya pengurusan visa Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) *bisa berubah sewaktu-waktu

    Berkas permohonan visa akan diteruskan ke Kantor Wilayah setempat di Swiss untuk diproses. Hasil keputusannya akan dikirim ke kedutaan Swiss Jakarta dalam jangka waktu 10-12 minggu, bisa saja lebih lama tergantung apakah prosesnya lancar di Swiss.

    Sebaiknya setelah 10 minggu Anda menanyakan hasilnya ke kedutaan Swiss Jakarta melalui email, siapa tahu visa Anda selesai lebih cepat.

    Pada saat saya mengajukan permohonan Long Stay Visa, saya juga melakukan permohonan untuk melakukan pernikahan di Swiss (ceritanya klik disini).

    Informasi lainnya Anda bisa lihat di website kedubes Swiss www.eda.admin.ch/jakartahttps://www.eda.admin.ch/jakarta

    Alamat
    Embassy of Switzerland

    Jl.H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Indonesia
    Tel.: +62 21 525 60 61
    +62 21 520 74 51
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-Mail : [email protected]
    Website : http://www.eda.admin.ch/eda/en/home/reps/asia/vidn/embjar.html

  • Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta). Ini kali kedua saya apply Schengen visa, tahun 2009 saya apply via kedutaan Belanda karena pengundang saya dari sana, nah pada kesempatan ini sponsor saya bermukim di Swiss, jadi saya datang ke kedutaan Swiss untuk proses pengajuan visanya.

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Swiss bergabung menjadi anggota Schengen Country per 12 Desember 2008, dan pada umumnya persyaratan untuk pengurusan visanya kurang lebih sama untuk Negara Schengen.

    Menurut saya perbedaannya mengenai asuransi. Di kedutaan Belanda, asuransi perjalanan kita tunjukkan pada saat pengambilan visa, sedangkan kalau di kedutaan Swiss, asuransinya harus sudah disertakan atau dibeli sejak awal pada saat pengajuan visanya, kalau visa ditolak berarti resiko polis asuransinya ya hangus!.

    Adapun Visa Schengen berlaku untuk negara-negara yang disebut di bawah ini:

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
      16.Norwegia
    16. Perancis
    17. Polandia
    18. Portugal
      20.Slovakia
    19. Slovenia
    20. Spanyol
      23.Swedia
      24 Yunani
    21. Swiss
    22. Liechtenstein (per 19 Desember 2011)

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, dan kalau tidak ada masalah apapun (semua dokumen atau syarat sudah lengkap) maka visa sudah bisa diperoleh dalam waktu 10 hari 3 hari kerja (beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama, berkenaan pengecekan host family/pengundang di Swiss). Saran saya sebaiknya visa diurus jauh – jauh hari, karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    *Mulai tahun 2012 pengajuan visa ke Swiss harus membuat perjanjian dahulu melalui email [email protected] (info dari Wazzen yang sedang apply Swiss lagi).

    Dokumen yang harus dipersiapkan untuk Pengajuan Visa :
    1. Form Schengen Visa yang telah diisi lengkap (form bisa di download dari website kedutaan Swiss), atau silakan klik disini.

    1. Paspor yang masih berlaku (minimal 3 atau 6 bulan untuk amannya). Jika Anda sudah ganti paspor, maka paspor lama harus disertakan juga. Sertakan fotokopi halaman data pribadi paspor Anda.

    2. 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran 35*45mm ( 3X4 cm) ditempel diform aplikasi visa. (wajah Anda harus tampak 70-80% nya) bisa dilihat ketentuannya pada website kedutaan, atau silakan klik disini.

    3. Bukti tiket / booking tiket PP (saran saya jangan beli tiket dulu karena kalau visa ditolak maka tiket Anda bisa saja akan hangus, jadi cukup minta print out booking nya dari travel).

    4. Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri (kopi rekening bank/buku tabungan / deposito 3 (tiga) bulan terakhir).

    5. Surat keterangan kerja (menerangkan berapa lama Anda telah bekerja, posisi, gaji Anda dan juga berapa hari Anda akan cuti bekerja).
      Contoh surat keterangan kerja (rekomendation-letter) silakan lihat blog teman saya Kei http://travellingwithkeishinta.wordpress.com/2012/05/28/recommendation-letter/

    6. Asuransi Perjalanan, yang berlaku di wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,-. (saya gunakan AXA platinum 15 hari 43USD jangan lupa di fotokopi). Asuransi saya beli di SIRIUS TOUR alamat : Rukan Tanagamas Jl. Tanah Abang III/19 Blok C No.19 F Jakarta Pusat 10160 Telp : 021 – 3447338 ; fax : 021 – 3447330 Email : [email protected]

    7. Jika Anda tidak memiliki keuangan yang memadai untuk membiayai perjalanan Anda, maka bisa saja host person di Swiss menjadi sponsor Anda, untuk ini proses visa bisa beberapa minggu karena butuh pengecekan di Imigrasi/bagian terkait di Swiss.

    8. Membayar biaya pengurusan Visa sebesar Rp.750.000 (cash).

    Dokumen pembuatan visa yang diperlukan dari Pengundang (Host person di Swiss)

    1. Kopi paspor pihak pengundang (dan juga fotokopi izin tinggal, dalam hal ini jika pengundang bukan warganegara Swiss).

    2. Bukti kemampuan secara finansial sponsor (kopi rekening bank/buku tabungan 3 (tiga) bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir).

    3. Saya juga menyertakan surat kontrak kerja Sponsor (ybs WN Jerman).

    4. Surat Undangan dari Sponsor (menerangkan periode Anda akan berada di Swiss, dan pihak sponsor akan menanggung semua kebutuhan Anda).

    *Catatan : Untuk pengajuan visa di kedutaan Swiss pihak kedutaan hanya berikan masa tinggal dua minggu (sampai 15 hari), kalau Anda mau tinggal lebih dari 2 minggu maka Anda harus ajukan 2 bulan sebelumnya karena harus ada proses khusus dengan pihak di Swiss. Untuk Asuransi yang mau tinggal lebih dari dua minggu bisa disertakan menyusul.

    Dua hari sebelum saya datang ke kedutaan, pihak sponsor saya mengirimkan via email untuk dokumen bagian dia (bisa juga kirim via fax). Kemudian saya datang membawa semua dokumen (bagian saya dan sponsor) tersebut diatas ke kedutaan Swiss pada 21 Desember 2010 (Langsung datang saja, tidak perlu telepon atau buat janji). Lokasi kedutaan ada di samping kedutaan Hongaria, deretan kedutaan Belanda, kalau Anda bawa kendaraan (motor) bisa parkir di kedutaan Belanda.

    Alamat kedutaan Switzerland di Jakarta :

    Jl. H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Phone: +62 21 525 60 61,
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-mail :

    Informasi Umum: [email protected]

    Email Informasi Visa: [email protected]
    Website: www.eda.admin.ch/jakarta

    Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi,

     

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke β€œdia” kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! πŸ˜› Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan β€œKenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusing”.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi β€œPraise the Lord!” akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana β€œmau apply visa” dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! πŸ˜€

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan β€œdeg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa πŸ˜€

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya πŸ™‚ πŸ™‚ :).

    Switzerland here I come! πŸ˜‰

  • Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Saya ingin share pengalaman saya perpanjang paspor dimana saya mengurus sendiri tanpa pihak travel ataupun calo. Paspor selesai dalam waktu 10 hari kerja.

    Dua hari yang amat sangat melelahkan telah saya lewati, semoga bisa jadi gambaran untuk Anda yang juga akan memperpanjang paspor atau membuat paspor baru (prosesnya juga sama).

    Tanggal 28 November 2010 sore hari saya beli amplop/map yang berisi 1 lembar form untuk pengajuan paspor, beli di koperasi imigrasi seharga Rp.7500.

    Adapun berkas fotokopi identitas diri yang harus disertakan dalam map tersebut :

    β€’ Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    β€’ Akte lahir
    β€’ Kartu Keluarga
    β€’ Ijazah terakhir
    β€’ Surat Nikah (jika sudah menikah)
    β€’ Surat Rekomendasi dari Kantor
    β€’ Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI

    Semua berkas fotokopian harus dengan kertas ukuran A4 JANGAN dipotong!

    Untuk berkas asli harus dibawa serta juga, akan diperiksa ketika Anda memasukkan berkas dan diperiksa ulang ketika proses wawancara.

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Contoh Draft Surat Keterangan kantor
    Contoh Draft Surat Keterangan kantor

    Prosedurnya

    Hari pertama 29/12/2010 :

    Saya datang jam 07.45 pagi (kantor buka 08.00) ternyata sudah banyak sekali orang yang datang, dan berkas sudah ditumpuk di pos satpam, harap harap cemas karena petugas bilang map yang akan diproses hanya sampai map ke 75, jadi map ke 76 akan ditolak dan bisa coba diajukan hari berikutnya.

    Hari itu Senin, jadi petugas imigrasi ada upacara bendera dulu, kantor mulai dibuka 08.15 dan map yang ditumpuk tadi mulai dibagikan no. antrian, saya yang datang 07.45 saja dapat no.65 hikss .. ternyata banyak orang-orang yang menumpuk berkasnya sejak jam 5 pagi.

    Saya tunggu sampai jam 9.45 nomer saya tidak kunjung dipanggil, padahal saya harus segera ke kantor karena jam kerja saya 10.30, maka saya telp adik saya minta untuk diwakilkan mengantri. Dan menurut informasi dari adik saya berkas saya baru dipanggil jam 3 sore, sangat lambatttt sekali bukan??
    Setelah nomer antrian dipanggil, berkas diperiksa kalau ada yang kurang akan disuruh bawa berikutnya kemudian nanti diberikan secarik kertas (tanda terima) tertera tanggal kapan Anda bisa datang untuk foto dan wawancara. Saya disuruh kembali tanggal 2 Desember 2010.

    Loket Pengajuan Paspor

    Hari kedua 02/12/2010

    Saya datang lebih pagi (07.35), seperti sebelumnya, sudah bisa menaruh slip/berkas Anda di pos satpam. Ketika kantor dibuka dan no antrian dibagikan saya dapat no.45 yakni 4045.

    Dibedakan nomer antrian yang akan melakukan pembayaran dan yang baru akan masukkan berkas pengajuan paspor, kalau untuk yang baru akan mengajukan paspor akan dibatasi sampai nomer 75

    Saya dipanggil di loket 3, diberikan slip untuk melakukan pembayaran, Pk. 09.00 menunggu kira-kira 30 menit baru nomer saya dipanggil untuk melakukan pembayaran Rp. 270.000.

    Kembali menunggu untuk giliran foto dan wawancara, jam 10.05 baru no. urut 13 sedangkan nomer saya 45 hiksss

    Banyak orang-orang yang hilir mudik, ada yang tadi pagi masih ngantri tiba-tiba sudah dipanggil untuk foto, ternyata si ibu tersebut gunakan calo..??

    Waktu menunjukkan pukul 12:00 jadi karyawan imigrasi istirahat dulu dan kembali bekerja jam 13.00 .. nasibbb harus menanti lebih lama.

    Saya merapikan diri ke toilet, pakai sedikit bedak, poles sana poles sini, wajah sudah lelah menanti ..

    Akhirnya jam 13:50 nomer saya dipanggil, OooO Thanks God!

    Ruang untuk foto dibagi dua, yakni ruangan untuk yang urus paspor sendiri dan satu lagi ruang bagi yang mengurus melalui pihak kedua (travel / calo).

    Di masing-masing ruangan hanya ada dua kamera, jadi bisa Anda bayangkan prosesnya jadi lama sekali, proses wawancara juga ditanggani oleh yang melakukan pemotretan, jadi wawancara dulu lalu fingerprint scanning kemudian dan Anda langsung di foto. Prosesnya tidak sampai 20 menit, malah saya ketika itu sepertinya hanya 10 menit ;-).

    Kalau lima tahun lalu cap jari dengan tinta yang bikin kotor sekarang sudah canggih secara scanning, jadi jari-jari kita tinggal ditempelkan ke alat scanning dan data sidik jari muncul dikomputer.

    Untuk foto Anda tidak boleh menggunakan softlens, waktu itu ada seorang wanita yang sibuk cari aqua untuk melepaskan softlensnya. Padahal tadinya saya mau gaya pakai softlens, untung saja tidak jadi hehehe :D.

    Pertanyaan wawancara yang diajukan ke saya :

    1. Nama
    2. Alamat
    3. Pekerjaan atau alamat kantor, sudah berapa lama bekerja di pt. tersebut
    4. Tujuan buat paspor, mau pergi kemana ..
    5. Apa sudah pernah punya paspor sebelumnya

    Saya sampai bergurau ke bapak yang mewawancarai saya : Pak .. senang deh dengan bapak prosesnya cepat sekali..!” lalu saya disuruh mengulang perkataan saya tersebut ke temannya, dan kami jadi saling tertawa :D.

    Saya diberikan slip untuk pengambilan paspor, lalu saya keluar sambil mengucapkan terima kasih dan senyum-senyum ke bapak yang sudah mewawancarai saya. Saya ke loket pengambilan paspor, slip saya di stempel oleh petugas wanita dan diinformasikan tanggal pengambilan paspor, disuruh datang beberapa hari setelah tanggal tersebut juga boleh karena kantor imigrasi sedang ramai sekali.

    Kalau yang ga mau repot bisa gunakan jasa travel / calo, dengar-dengar tarifnya mulai 400rb an – 800 rb an tergantung nego kalinya ya, bagi yang ga punya waktu atau sibuk daripada ngantri seharian, silakan gunakan jasa pengurusan tersebut :D.

    Oh ya menurut informasi pihak Imigrasi, pengajuan paspor bisa juga di ajukan secara online melalui http://www.imigrasi.go.id pilih layanan publik kemudian pilih layanan online, semua persyaratan diatas di scan hitam putih dan di upload tidak boleh lebih dari 100 kb, setelah itu akan keluar nomor registrasi, 2-3 hari kemudian kita datang ke kantor imigrasi yang telah kita pilih ketika daftar online. Konon prosesnya lebih cepat jadi ketika datang kita tinggal proses foto & wawancara, mungkin 5 thn ke depan saya akan coba apply secara online ;-).


    Alamat Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    JL. MERPATI BLOK B12 NO. 3 KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT

    Telp : 021-6541209, 6541211
    Fax : 021-6541210, 6541213

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di http://birokrasi.kompasiana.com

     

     

  • Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda. Baru pertama kali ke luar negeri (LN) ko ya agak ribett (saya ulas di blog saya sebelumnya) namun thanks God semuanya telah berlalu dan berjalan dengan baik, disini saya ingin memberikan panduan mengenai langkah-langkah pengurusan Schengen Visa berdasarkan pengalaman saya yang lalu (untuk saya saat itu di kedutaan Belanda).

    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda. Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

     

    *update 20 Juli 2013. Saya dapat info dari teman saya yang mau urus visa. Jika kamu sulit mendapat tanggal kosong (hijau) untuk buat janji di kedutaan Belanda. Coba buka websitenya mulai jam 6 sore wib. Jam segitu biasanya pergantian tanggal (tersedia yang hijau). Cuma ya harus rebutan, karena banyak saingannya yang juga ingin buat janji. Jadi beberapa menit sebelum jam 6 sore harus sudah stand by buka websitenya. Silakan disini https://jakarta.embassytools.com/en/index


    Secara garis besar akan sama saja untuk kedutaan Schengen Country (Prancis, Jerman, Belgia dll), saya harap pengalaman saya bisa berguna bagi Anda yang akan apply Schengen Visa.

    Tulisan Terkini

    Negara tujuan utama saya adalah Belanda, saya sudah booking tiket sejak awal Mei 2009 untuk keberangkatan 4 September 2009. Karena Tiket promo Malaysia airlines jadi tiket harus dibayar penuh dalam waktu seminggu setelah saya booking, nominalnya USD 888 nett Jakarta-Schipol-Jakarta. Wah ternyata ada teman saya di bali bisa dapat tiket lebih murah lagi loh! :D, menggunakan promo lufthansa Jakarta-Frankfurt-Jakarta USD 615. Fyi kalau tidak menggunakan tiket promo harga tiketnya berkisar mulai USD 1200, so beruntunglah kalian jika mendapat tiket promo tapiii harus bayar tiketnya beberapa bulan sebelum keberangkatan hehehe .. πŸ˜› πŸ˜€

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, PALING LAMBAT 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan, saran saya sebaiknya urus jauh – jauh hari deh! karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    Ada catatan PENTING yang diberikan website kedutaan Belanda, yakni antara bulan Mei hingga September pembuatan janji untuk permohonan visa sangat padat. Perlu diingat bahwa untuk membuat janji pada periode tersebut sangat sulit, apesnya saya tidak mengetahui hal tersebut :(, pihak kedutaan menginformasikan bahwa pada periode tersebut banyak mahasiswa yang akan daftar kuliah jadi mereka harus diutamakan.

    Berdasarkan informasi yang saya dapat dari teman-teman milis, jika akan ke Luar negeri (LN) maka kita harus menyiapkan sejumlah dana di rekening tabungan kita, yang nantinya bisa memperkuat pemberian visa, pihak kedutaan memerlukan bukti kalau kita bisa membiayai perjalanan kita dan kita tidak akan terlantar di negara asing. Nominal yang saya dengar bermacam-macam dan tidak ada patokan resminya, ada yang mengatakan harus ada 50 juta atau. 30 juta rupiah di rekening kita atau ada juga yang mengatakan jumlahnya tidak penting, asal bisa membuktikan bahwa kita punya uang.

    Saya tidak punya uang sebanyak yang diatas, jadi pada akhir bulan Juni 2009 saya pinjam ke ayah saya sejumlah 25 juta rupiah, saya masukkan rekening saya selama dua bulan (ada yang bilang 3 bulan) sampai visa saya dapatkan, kemudian uang saya kembalikan πŸ˜‰

    Saya mendapat surat undangan (istilahnya Gemeente, kalo di sini mungkin seperti kantor walikota) dari teman satu marga yang sudah jadi warga negara Belanda, namanya ka Ephie Silaen. Maka jenis visa yang saya gunakan adalah kunjungan family and friends. Jika ada surat undangan semacam ini akan lebih mudah dapat visanya ;-), bagi mereka yang tidak mempunyai saudara atau kenalan yang bisa memberikan surat undangan tidak masalah kok, kalian bisa booking hostel di booking.com atau hostelworld.com

    Syarat bagi penggundang harus berpenghasilan minimal 800 Euro per bulan, kontrak kerja berlaku minimal 1 tahun dan si pengundang harus datang ke kantor balaikota (Gementee) untuk mengisi formulir undangan, dan juga si pengundang harus membuktikan secara finasial bahwa dia mampu mengundang Anda. *syarat keuangan bisa saja setiap tahun naik.

    Per 1 Juli 2016 Kedutaan Belanda menunjuk VFS Global sebagai pihak agent untuk mengurus Visa

     

    Untuk singkatnya dokumen yang harus dipersiapkan dan dibawa untuk permohonan :

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Schengen Visa dan Terbang

    Schengen Visa dan Terbang

    Schengen Visa dan Terbang. Tulisan ini baru saya buat ketika beberapa teman saya lagi-lagi menanyakan bagaimana cerita liburan saya. Sepertinya kali ini penyakit β€œmalas” saya sedikit berkurang, mari kita lihat apakah tulisan ini akan selesai menceritakan sampai hari kepulangan saya ke Indonesia. πŸ˜€ πŸ™‚ .

    Schengen Visa dan Terbang
    Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015

    Satu hari sebelum keberangkatan …

    Akhirnya terwujud juga liburan ke luar negeri (LN) untuk pertama kali, tolong dicatat β€œPertama Kali” so kebayang deh bagaimana ribet, ruwet, bodoh, dan culunnya saya menghadapi semua hal yang akan terjadi. β€œAhhh mengapa saya masih merasa belum siap, padahal tiket sudah ditangan dan saya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan perjalanan tersebut, nyatanya sampai hari mau ambil visa saja belum siap. Tidak bisa mundurkan tanggal keberangkatan, tidak bisa dibatalkan lagi pokoknya 4 September 2009 suka atau tidak, siap atau tidak, harus berangkat!!!”

    Saya ingin cerita ketika ambil visa..

    Apakah benar visa akan saya terima hari itu? Bagaimana kalau ada hambatan lagi, bagaimana kalau ada hal-hal lain yang menghambat? .. Positive thinking sajalah, konsularnya kan mengatakan 3 September tinggal ambil visa. Mengingat cerita yang seru dibalik proses pengajuan pembuatan visa yang bikin jantungan selama beberapa hari (sudah saya ulas di halaman sebelumnya) so waktu mau ambil visa saya sedikit kuatir.

    Waktu pengambilan visa adalah jam 13.30- 14.30
    Hari itu saya masih masuk kantor setengah hari, setelah pamitan dengan teman-teman termasuk boss pergilah saya ke kedutaan.

    Sebelum masuk ke ruang pengurusan visa, pengunjung akan melewati metal detector kemudian diberikan kartu pengunjung dan kita harus menaruh barang-barang bawaan di dalam loker yang telah disediakan, dan tidak diperbolehkan membawa handphone keruangan pengurusan visa.

    Ambil nomer antrian seperti biasa dan menunggu sampai giliran saya tiba, saya mencoba menenangkan diri saat itu. πŸ™‚ Kemudian tibalah giliran saya. Saya berikan surat keterangan untuk pengambilan visa dan si konsular mencocokan dengan visa saya, beberapa saat kemudian dia menanyakan asuransi perjalanan saya dannnnnn β€œmana foto copynya?” si konsular bertanya .. β€œOMG betapa bodohnya saya kenapa saya bisa lupa, tapi memangnya diperlukan?, sepertinya tidak ada di syarat pembuatan visa kalau harus siapkan copy surat asuransi???” (Teriak saya dalam hati, sambil membela diri :D). Si konsular mengatakan saya punya waktu sampai 15.30 untuk berikan fotocopy asuransi perjalanan, baru visa akan diberikan.

    Keluarlah saya dan bertanya ke petugas apakah ada fasilitas fotocopy di kedutaan, ternyata tidak ada, lalu saya keluar dari kedutaan, saya bingung mau cari tempat fotocopy dimana?, Kuningan adalah daerah perkantoran semua, saya coba pergi ke dua gedung dan bertanya ke beberapa orang ternyata tidak ada tempat fotocopy disana, dan waktu terus berjalan … kemudian saya pergi ke pangkalan ojek saya minta diantar ke tempat fotocopy terdekat .. dannnnn ongkosnya Rp.15.000 pp β€œmahal banget bang??” Alasannya tempatnya jauh sekali. (Dasar! kesempatan dalam kesempitan, apa boleh buat memang salah saya)

    Akhirnya saya berhasil sampai kembali ke depan loket visa tanpa saya ngaca dulu apakah penampilan saya berantakan atau tidak karena naik ojek tadi, tidak sempat dandan dulu, sedikit keringatan plus jantung berdebar – debar dan thanks God loket visa belum tutup. Visa akhirnya saya dapatkan setelah diberikan beberapa wejangan termasuk saya harus lapor diri kembali ketika saya sudah kembali ke Jakarta. Nampaknya ini peraturan baru untuk lapor diri karena ada seorang pria mengeluhkan hal tersebut dia katakan dahulu tidak perlu lapor ketika sudah di Indonesia kembali.

    Saya istirahat sebentar melepas ketegangan, duduklah saya di dekat lokasi loker, membaca beberapa sms yang masuk ke hp saya sambil saya buka passport & visa saya, tangan saya gemetaran, benar-benar bergentar alias tremor untuk waktu agak lama hahahaha πŸ˜€ πŸ™‚ πŸ™‚ saya tidak tahu apakah ini efek karena saya baru melewati satu kejadian yang buat jantung saya hampir copot atau karena saya begitu senangnya visa sudah ditangan saya. Dannnn ternyata saya melupakan satu hal yang saya sadari 3 hari sebelum saya harus kembali ke Indonesia, di visa saya ada kode yang mengharuskan saya melapor dalam 3 hari setelah saya tiba di Belanda. Nanti saya ceritakan bagaimana saya bisa melewati petugas di bandara Schipol ketika hari kepulangan saya hahahha .. jantungan lagi namun saya bisa lolos πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Note : Jika di Visa kamu ada kode β€œBNL5 + 3 DAGEN” Ini artinya : Anda harus melaporkan diri kepada polisi asing dalam 3 hari kerja setelah tanggal kedatangan/Negara yang Anda kunjungi.

    Hari Keberangkatan 04-09-09

    Saya masih ingat hari itu 4 September 2009 adalah hari keberangkatan saya, namun pagi hari itu saya masih sibuk mengurus β€œtetek bengek” di bank hahhaha (β€œJANGAN DI TIRU ya!!!”).
    Apa yang saya urusi di Bank? Pertama saya lupa nomer pin kartu atm Citibank saya, dan sekaligus minta ditambahkan nama marga di kartu atm saya supaya sama dengan nama di ktp dan saya juga menukarkan beberapa uang Rupiah ke Euro. Tetap merasa tidak cukup Euro yang akan saya bawa, semua Rupiah sudah terkuras dari tabungan hahahaha ..

    Urusan Bank selesai, pulanglah saya. Gawat!! tol Kebun Jeruk macet padahal sudah jam 11 siang. Beberapa kali mama saya sms menanyakan keberadaan saya. Pesawat saya jam 19.45 dan tengah hari itu saya masih sibuk dengan banyak urusan, belum lagi dengan urusan koper dan barang-barang saya dirumah yang belum selesai. Dannnn saya masih menyempatkan diri mampir ke BCA di Atrium Senen untuk mentransfer uang yang saya pinjam dari ayah saya untuk keperluan pembuatan Visa. (Selama 2 bulan saya pinjam kira-kira 25 juta di endapkan di tabungan, supaya kedutaan percaya saya punya cukup uang untuk perjalanan saya, begitu visa keluar uang saya kembalikan).

    Akhirnya sampai dirumah, niat mau tidur siang sebentar ternyata tidak bisa, urus sana urus sini, packing sana sini, check – check bawaan, oleh-oleh, titipan kue lapis, bika ambon, beberapa mie instant, bumbu bumbu masak, sayur daun singkong mentah, kwetiau matang masuk semua ke dalam koper. Begini ya nasib yang mau keluar negeri banyak yang minta dibawakan macam-macam dari tanah air. Saya akhirnya harus buat diri saya menyadari memang nasibbbb hehehe .. nanti saya ceritakan bagaiman saya lagi – lagi bisa lolos dari petugas di bandara Schiphol yang menemukan kwetiau matang di koper saya hahahah …

    Note : Berdasarkan saran dan pengalaman teman saya, maka semua makanan matang termasuk bumbu – bumbu saya bungkus rapi dengan kertas kado, memang sih akan tetap terdeteksi isinya ketika pemeriksaan namun paling tidak kesannya jadi seperti hadiah/kado/pesanan alias oleh – oleh yang special kan. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Jam 16.00 berangkatlah saya di antar adik saya (Roy) naik mobil, banyak yang ikut antar saya ke bandara hehehe .. my mother, dan sahabat saya (ka Yunani) dan suaminya (ko Sisi). Nantinya saya akan dijemput adiknya ka Yun di Belanda namanya ka Ester dan salah satu tempat saya tinggal adalah dirumahnya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Gawatttt jalan tol ke bandara macetttt, ga tenang deh selama perjalanan .. karena sempat di beberapa bagian benar – benar tidak bergerak. πŸ™ ka Yun sedikit komplain kenapa saya tidak siap-siap lebih cepat, dikiranya pesawat saya jam 19.00 yang benar 19.45 ka .. agak tenang deh ya πŸ™‚

    Thanks God, setelah kurang lebih 1,5 jam sampailah kami di bandara di terminal 2 keberangkatan internasional, kami sibuk mencari cari pintu masuk sesuai nomer penerbangan saya. Kami sempat panik, kami kira saya harus antri disuatu antrian yang sangat panjang, bisa bernafas lega ternyata pintu untuk nomer penerbangan saya belum dibuka. Setelah tunggu beberapa menit dibukalah pintu masuknya, saya berpesan pada mama dan ka Yun supaya jangan langsung pulang, setelah cek in saya akan keluar lagi menemui mereka :).

    Saya sempat kesal pada mama saya karena menurut saya sangat cerewet, sweater disuruh dipakai, slayer taruh disana, ini disana, itu disitu aaaggggrrrggghhh .. bikin marah ..plus muka saya sudah jutek padahal mau liburan, saya benar – benar stress akan check in ditambah lagi dengan banyaknya petuah yang mama saya berikan, untunglah ka Yun menenangkan saya, iya saya tahu pastilah mama saya sangat kuatir karena anak gadisnya akan pergi ke tempat yang sangat jauh tanpa teman yang dikenal dan untuk pertama kali. Namun saya ingin mengalaminya semuanya sewajarnya, artinya saya pasti akan belajar dari pengalaman. Tersenyum kembali πŸ˜€

    Diatas trolley ada koper besar saya, beratnya ketika timbang di rumah adalah tidak sampai 20 kg (aturannya 20 kg bagasi) dan satu koper kecil yang bisa saya bawa ke kabin dan satu tas tangan saya (lumayan berat juga hand carry ini hehehe).

    Ribetnya check in di bandara Sukarno Hatta (Suta).
    Di pintu pertama ada petugas mengecek passport dan tiket saya kemudian bawaan kita harus diletakkan diban berjalan untuk discan isinya. Untuk pertama kalinya saya mengangkat koper seberat 20 kg HuHuHuHuHu ;( koper tersebut saya letakkan di ban berjalan kemudian diikuti koper kecil dan tas tangan saya. Karena saya seorang diri maka saya harus mengawasi semua bawaan saya, harus waspada terhadap tangan-tangan jahil yang sering saya dengar di bandara. Saya sangat panik ketika ketiga bawaan saya sedang melewati ban berjalan tersebut maka secepat mungkin saya sudah harus ada dipintu keluar bawaan saya, yang saya kuatirkan adalah tas tangan saya karena barang – barang berharga ada didalamnya, padahal saya juga membawa trolley besar, dannnnn karena kepanikan saya tersebut maka dengan terburu-buru saya dorong trolley melewati satu pintu dannnn bunyiiii terdengar Opppsssttt saya melalui pintu yang salah seharusnya trolley dilewatkan melalui pintu khusus dan saya baru saja mendorongnya melalui metal detector, tentu saja petugas di depannya sewot, saya bilang saja β€œMaaffff pak baru pertama kali, maaf tidak tahu” hehhehe pasti sudah terlihat tampang panik saya πŸ˜€ πŸ˜›

    Barang – barang saya letakkan kembali di atas trolley dan saya mencari tempat saya harus check in untuk Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur. Saya kembali harus mengangkat koper seberat 20 kg seorang diri dan menaruhnya di atas timbangan. Remukkkk deh badan ini hehehehe πŸ™ .. Ternyata beratnya 23 kg, pura – pura ga tau aja karena setahu saya yang dibolehkan 20 kg eh! Ternyata ga masalah tuh! Nanti saya ceritakan bagaimana paniknya saya di Schipol ketika akan kembali ke Indonesia karena koper saya hampir 27 kg.

    Check in selesai, saya sudah bayar airport tax 150rb (untuk penerbangan keluar Indonesia) dan boarding pass sudah saya dapatkan. Selanjutnya mengurus BEBAS FISKAL, setelah tanya beberapa petugas sampailah saya di loket Bebas Fiskal, ternyata cukup memperlihatkan boarding pass ke si petugas bersamaan dengan kartu NPWP saya, langsung ditempelin sticker oleh si bapak petugas dan beres ;-).

    Note : Buat yang pengen ke LN usahakan miliki kartu NPWP, lumayan jadi tidak perlu membayar biaya fiskal, kalau kita tidak punya kartu ini maka kita harus membayar 3 juta (tolong koreksi kalau saya salah)

    Sedikit tenang .. Urusan check in selesai maka saya ingin keluar lagi karena waktu take off masih lama, menemui mama, adik dan 2 teman saya sempat berfoto 2 atau 3 kali :).

    Ngobrol – ngobrol, petuah lagi dari si mama, karena sekarang sudah tenang jadinya senang – senang sajalah di kasih petuah. Selesai dengan ngobrol siaplah saya masuk untuk menuju pesawat tak lupa ke toilet dulu untuk pasang money belt di badan saya (money belt adalah semacam tas pinggang yang di ikatkan ke perut, isinya passport, uang dan surat – surat berharga lainnya).

    Melalui pemeriksaan passport, visa, kemudian menuju ruang tunggu, disini menunggu kira – kira 30 mneit sebelum dipanggil masuk berdasarkan urutan bangku. Saya masih sempat menerima telp dan berkirim sms kepada teman –teman. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚
    Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur take off 19.45 hmmm pesawatnya ko kecil sih? Kata adikku ada tv nya, mana??? Saya duduk di aisle seat. Disebelah saya kosong dan di window seat adalah pria India. Benar – benar nga percaya sudah ada di atas pesawat menuju Kuala Lumpur dan langsung ke Belanda, saya sempat termenung beberapa saat, seperti mimpi rasanya, masih tidak percaya hehehehe …

    Penerbangan akan makan waktu dua jam, baru take off sudah disuguhi minum dan snack. Uh-Huuuu bau apa nih? .. ko ga hilang – hilang??? Bau ketekkkkk .. Aaggggrrrhh ternyata pria India di window seat, ko masih tercium baunya padahal ada jarak 1 kursi kosong. Pasrah deh ..

    Sebelum pesawat tiba di Kuala Lumpur penumpang diberikan makan malam, porsinya banyak, enakkk, kenyang .. melanggar aturan diet, makan nasi lewat jam 9 malam hahhaha ..

    Si pria India memberikan snacknya kepada saya, hanya basa basi saat itu saja, lainnya kami tidak bertegur sapa, kadang saya suka curi – curi pandang melihat penampilannya, sepertinya dia executive man tapi ko sayang bau badan… illfeel deh ..

    Note : Ketika saya ceritakan pengalaman ga enak ini kepada teman saya di Belanda, ternyata bisa loh kalau saat itu saya minta pindah bangku, tinggal bilang ke Pramugari saja, hmmm harus dicatat nih supaya ga ada cium bau ga enak lagi ketika di pesawat.

    Flight Detail:
    Date: September 04 2009
    Airlines: Malaysia Air
    Flight No: MH 724
    Origin: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport (CGK), Terminal 2
    Destination: Kuala Lumpur International Airport (KL)
    Departure Time: 19.45 (scheduled), 20.00 (actual)
    Arrival Time: 22.45 (scheduled), 23.00 (actual)
    Class: Economy
    Seat: 16C
    Rate: $888 Nett. CGK – KL – AMS – AMS –KL – CGK

    Baca juga: Mengunjungi Keukenhof Belanda

error: Content is protected !!