Schengen Visa dan Terbang

Schengen Visa dan Terbang. Tulisan ini baru saya buat ketika beberapa teman saya lagi-lagi menanyakan bagaimana cerita liburan saya. Sepertinya kali ini penyakit “malas” saya sedikit berkurang, mari kita lihat apakah tulisan ini akan selesai menceritakan sampai hari kepulangan saya ke Indonesia. 😀 🙂 .

Schengen Visa dan Terbang

Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015

Satu hari sebelum keberangkatan …

Akhirnya terwujud juga liburan ke luar negeri (LN) untuk pertama kali, tolong dicatat “Pertama Kali” so kebayang deh bagaimana ribet, ruwet, bodoh, dan culunnya saya menghadapi semua hal yang akan terjadi. “Ahhh mengapa saya masih merasa belum siap, padahal tiket sudah ditangan dan saya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan perjalanan tersebut, nyatanya sampai hari mau ambil visa saja belum siap. Tidak bisa mundurkan tanggal keberangkatan, tidak bisa dibatalkan lagi pokoknya 4 September 2009 suka atau tidak, siap atau tidak, harus berangkat!!!”

Saya ingin cerita ketika ambil visa..

Apakah benar visa akan saya terima hari itu? Bagaimana kalau ada hambatan lagi, bagaimana kalau ada hal-hal lain yang menghambat? .. Positive thinking sajalah, konsularnya kan mengatakan 3 September tinggal ambil visa. Mengingat cerita yang seru dibalik proses pengajuan pembuatan visa yang bikin jantungan selama beberapa hari (sudah saya ulas di halaman sebelumnya) so waktu mau ambil visa saya sedikit kuatir.

Waktu pengambilan visa adalah jam 13.30- 14.30
Hari itu saya masih masuk kantor setengah hari, setelah pamitan dengan teman-teman termasuk boss pergilah saya ke kedutaan.

Sebelum masuk ke ruang pengurusan visa, pengunjung akan melewati metal detector kemudian diberikan kartu pengunjung dan kita harus menaruh barang-barang bawaan di dalam loker yang telah disediakan, dan tidak diperbolehkan membawa handphone keruangan pengurusan visa.

Diatas trolley ada koper besar saya, beratnya ketika timbang di rumah adalah tidak sampai 20 kg (aturannya 20 kg bagasi) dan satu koper kecil yang bisa saya bawa ke kabin dan satu tas tangan saya (lumayan berat juga hand carry ini hehehe).

Ribetnya check in di bandara Sukarno Hatta (Suta).
Di pintu pertama ada petugas mengecek passport dan tiket saya kemudian bawaan kita harus diletakkan diban berjalan untuk discan isinya. Untuk pertama kalinya saya mengangkat koper seberat 20 kg HuHuHuHuHu ;( koper tersebut saya letakkan di ban berjalan kemudian diikuti koper kecil dan tas tangan saya. Karena saya seorang diri maka saya harus mengawasi semua bawaan saya, harus waspada terhadap tangan-tangan jahil yang sering saya dengar di bandara. Saya sangat panik ketika ketiga bawaan saya sedang melewati ban berjalan tersebut maka secepat mungkin saya sudah harus ada dipintu keluar bawaan saya, yang saya kuatirkan adalah tas tangan saya karena barang – barang berharga ada didalamnya, padahal saya juga membawa trolley besar, dannnnn karena kepanikan saya tersebut maka dengan terburu-buru saya dorong trolley melewati satu pintu dannnn bunyiiii terdengar Opppsssttt saya melalui pintu yang salah seharusnya trolley dilewatkan melalui pintu khusus dan saya baru saja mendorongnya melalui metal detector, tentu saja petugas di depannya sewot, saya bilang saja “Maaffff pak baru pertama kali, maaf tidak tahu” hehhehe pasti sudah terlihat tampang panik saya 😀 😛

Barang – barang saya letakkan kembali di atas trolley dan saya mencari tempat saya harus check in untuk Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur. Saya kembali harus mengangkat koper seberat 20 kg seorang diri dan menaruhnya di atas timbangan. Remukkkk deh badan ini hehehehe 🙁 .. Ternyata beratnya 23 kg, pura – pura ga tau aja karena setahu saya yang dibolehkan 20 kg eh! Ternyata ga masalah tuh! Nanti saya ceritakan bagaimana paniknya saya di Schipol ketika akan kembali ke Indonesia karena koper saya hampir 27 kg.

Check in selesai, saya sudah bayar airport tax 150rb (untuk penerbangan keluar Indonesia) dan boarding pass sudah saya dapatkan. Selanjutnya mengurus BEBAS FISKAL, setelah tanya beberapa petugas sampailah saya di loket Bebas Fiskal, ternyata cukup memperlihatkan boarding pass ke si petugas bersamaan dengan kartu NPWP saya, langsung ditempelin sticker oleh si bapak petugas dan beres ;-).

Note : Buat yang pengen ke LN usahakan miliki kartu NPWP, lumayan jadi tidak perlu membayar biaya fiskal, kalau kita tidak punya kartu ini maka kita harus membayar 3 juta (tolong koreksi kalau saya salah)

Sedikit tenang .. Urusan check in selesai maka saya ingin keluar lagi karena waktu take off masih lama, menemui mama, adik dan 2 teman saya sempat berfoto 2 atau 3 kali :).

Ngobrol – ngobrol, petuah lagi dari si mama, karena sekarang sudah tenang jadinya senang – senang sajalah di kasih petuah. Selesai dengan ngobrol siaplah saya masuk untuk menuju pesawat tak lupa ke toilet dulu untuk pasang money belt di badan saya (money belt adalah semacam tas pinggang yang di ikatkan ke perut, isinya passport, uang dan surat – surat berharga lainnya).

Melalui pemeriksaan passport, visa, kemudian menuju ruang tunggu, disini menunggu kira – kira 30 mneit sebelum dipanggil masuk berdasarkan urutan bangku. Saya masih sempat menerima telp dan berkirim sms kepada teman –teman. 🙂 🙂 🙂
Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur take off 19.45 hmmm pesawatnya ko kecil sih? Kata adikku ada tv nya, mana??? Saya duduk di aisle seat. Disebelah saya kosong dan di window seat adalah pria India. Benar – benar nga percaya sudah ada di atas pesawat menuju Kuala Lumpur dan langsung ke Belanda, saya sempat termenung beberapa saat, seperti mimpi rasanya, masih tidak percaya hehehehe …

Penerbangan akan makan waktu dua jam, baru take off sudah disuguhi minum dan snack. Uh-Huuuu bau apa nih? .. ko ga hilang – hilang??? Bau ketekkkkk .. Aaggggrrrhh ternyata pria India di window seat, ko masih tercium baunya padahal ada jarak 1 kursi kosong. Pasrah deh ..

Sebelum pesawat tiba di Kuala Lumpur penumpang diberikan makan malam, porsinya banyak, enakkk, kenyang .. melanggar aturan diet, makan nasi lewat jam 9 malam hahhaha ..

Si pria India memberikan snacknya kepada saya, hanya basa basi saat itu saja, lainnya kami tidak bertegur sapa, kadang saya suka curi – curi pandang melihat penampilannya, sepertinya dia executive man tapi ko sayang bau badan… illfeel deh ..

Note : Ketika saya ceritakan pengalaman ga enak ini kepada teman saya di Belanda, ternyata bisa loh kalau saat itu saya minta pindah bangku, tinggal bilang ke Pramugari saja, hmmm harus dicatat nih supaya ga ada cium bau ga enak lagi ketika di pesawat.

Flight Detail:
Date: September 04 2009
Airlines: Malaysia Air
Flight No: MH 724
Origin: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport (CGK), Terminal 2
Destination: Kuala Lumpur International Airport (KL)
Departure Time: 19.45 (scheduled), 20.00 (actual)
Arrival Time: 22.45 (scheduled), 23.00 (actual)
Class: Economy
Seat: 16C
Rate: $888 Nett. CGK – KL – AMS – AMS –KL – CGK

Baca juga: Mengunjungi Keukenhof Belanda

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: