Tag: Visa Jerman

  • Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang

    Kecantol Bule Jerman, Ogah Pulang. Apakah judul postingan ini cukup membuat kamu pengen muntah? Haha :mrgreen: . Saya ingin membahas mengenai cowo jerman-visa-overstay. Mau bahas karena belakangan ini lumayan banyak yang apply visa Jerman ditolak.

    Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11

    Juli 2014 tahun saya saya buat postingan Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman saya menceritakan bagaimana mama saya saat itu mengurus visa ke Jerman. Nah jadi setelah postingan tersebut banyak yang nanya-nanya mengenai urus visa Jerman, tepatnya pada curhat kalau visanya ditolak. Ada yang komentar di postingan saya tersebut atau langsung menghubungi saya melalui form kontak.

    Bikin visa dengan surat undangan/jaminan bahasa kerennya Verpflichtungserklärung bukan jaminan loh visa akan disetujui. Apalagi yang ngundang pacar belakangan ini makin sulit, kemudian makin semakin sulit bin ribet saat mereka yang apply visa ini pengen tinggal 90 hari di Jerman (maksimal boleh tinggal).

    Karena makin banyak yang curhat visa mereka ditolak, saya makin kepo (penasaran) dong, secara dulu saya ke Swiss bilang diundang pacar (sekarang sudah jadi suami 😛 ), lancar aja visanya keluar. Kala itu cuma stay 2 minggu, balik ke tanah air langsung mengurus surat-surat untuk nikah. Sangking saya kepo, saya pengen email kedutaan Jerman, pengen nanya petugasnya langsung hehe. Belum sempat saya nanya eh rasa penasaran saya terjawab. Ada Adhyt yang komen di postingan saya. Dia bilang: “Soalnya waktu itu petugasnya bilang, “sering perempuan indonesia yang engga balik pulang” (nikah, betah dll).

    Saya curiganya juga begitu, para wanita Indonesia yang sudah bisa ke Jerman kaga balik, makanya petugas makin ketat aja dengan mereka yang apply visa yang pengundangnya adalah pacar.

    Para oknum yang menyalahgunakan visa, bikin susah mereka yang belakangan ini mau bikin visa. Kasihan kan karena segelintir oknum, petugas kedutaan blacklist para wanita yang memang mau ke Jerman.

    Saya penasaran lagi nih, memang kalau pergi dengan visa turis bisa nikah resmi? Setahu saya berdasarkan pengalaman sendiri tentunya, kalau mau nikah butuh surat-surat yang harus di legalisir di dep hukum dan ke deplu dan banyak cek ricek kedutaan, termasuk harus punya sertifikat kemampuan berbahasa Jerman tingkat dasar (A1). Saya sering dengar sih mereka yang ga bisa nikah di Jerman, sangking ribetnya jadi nikah di Denmark lalu lapor ke Jerman. Memang bisa ya nikah di Denmark hanya berbekal paspor saja? Beneran loh saya penasaran 😀 . Trus kalau tidak punya sertifikat kemampuan dasar bahasa Jerman bisa apply izin tinggal di Jerman dan ngurusnya dari Jerman???.

    Tulisan Terkini


    Berikut pengalaman Adhy dan Emma apply visa, siap tahu bisa jadi masukkan buat kamu yang akan apply visa juga.

    Adhyt. Februari 11, 2015 pada 4:19 pm
    aku mau sharing pengalaman aja nih, aku baru dapet visa schengen aku beberapa hari yang lalu. Oh ya makasih juga blog ini banyak membantu hehe.
    Aku ngurus visa kunjungan ke jerman (berkunjung ke rumah pacar). Dulu dia pernah tinggal jadi voulenteer di Indo. dan Orang Tuanya pernah berkunjung juga, dan kali ini ayahnya yg jadi sponsor aku. Jadi pas ngurus visa nya ditanyain gimana ceritanya kenal sama pihak sponsornya.

    Aku juga kasih lampiran fc buku tabungan, terus nulis surat pernyataan kalau bekerja (Wiraswasta) dan kalau bakal pulang lagi sesuai tiket nya, dan surat undangan tidak resmi dari pihak sponsor utk kedutaan yang menyatakan kalau aku bener-bener di sponsori dan dapat tempat tinggal. Gitu pengalaman ku mengurus visa. Untungnya ga ditanyain hubungannya apa dengan anak dari pihak sponsor hehehe

    regrads.
    Adhyt

    Samaemma (melalui email) Kamis, 5 Maret 2015 10:12
    Oya aku Sama yg kemarin nanya nanya mba Nella soal mengurus visa,aku mau berbagi cerita ples nanya lg… hehehe aplikasi visaku akhirnya diterima selama tiga bulan :), meskipun cm single entry aku tetap menyertakan surt ket kerja cm gda keteranganx klo aku bakal cuti 3 bln. tapi aku bikin srt pernyataan klo aku bakal balik aku ttdin pake materai dan jg nyertain potokopi aset yg aku punya, soalnya klo mau bohong trus ketahuan jd lebih sulit lg, jd kemarin nekat masukin aplikasi seadanya tapi aplikasi aku lengkap kok kecuali surt ket kerja aja yg isinya harus di ijinkan cuti selama itu. tpi aku applynya gak dikedutaan jerman sih. klo aku baca baca dri blog mba sama beberapa blog, kayaknya emang kedutaan jerman emg plg susah ngasi visa Kali yah.

    Beberapa tips (solusi) supaya visa Jerman tembus (ngunjungi pacar):
    Verpflichtungserklärung bukan jaminan visa akan disetujui.
    • Kalau pakai Verpflichtungserklärung berarti untuk jenis visa kunjungan (bukan visa turis) bisa kunjungan keluarga atau teman.
    • Punya pengundang pacar Jerman memang kedengarannya keren, apalagi kalau ditanya teman-teman kamu bilang mau ke Jerman mau ketemu pacar, sudah punya Verpflichtungserklärung, lah ternyata visa ditolak sakittt hati kan, tambah sakit hati kala sudah beli tiket padahal visa ditolak. Nah daripada sakit hati ga perlu bawa-bawa status pacar buat ngurus visa.

    • Punya Verpflichtungserklärung bukan artinya kamu bebas tidak menyertakan bukti finansial pribadi. (Sertakan kopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, dana keluar masuk jangan tiba-tiba besar karena akan bikin petugas curiga itu bukan duit kamu). Petugas pernah bilang „jalan-jalan masah ga punya duit?“. Besarnya dana yang harus disiapkan 34 euro kali lamanya tinggal (nilai tersebut lihat dari kedutaan Belanda, saya rasa sama saja untuk eropa).
    • Sudah punya Verpflichtungserklärung bukan berarti tidak perlu surat-surat lainnya. Saat pengundang di Jerman mengurus (membuat) Verpflichtungserklärung mereka membawa surat keterangan gaji, surat kontrak rumah, rekening koran 3 bulan terakhir, dan kopi paspor. Kalau pengundangmu bilang Verpflichtungserklärung saja cukup bawa ke kedutaan tanpa surat yang saya sebutkan tersebut salah juga, karena petugas di Jerman beda dengan petugas di Indonesia. Waktu mama saya ngurus visa, saya kirimkan surat (dokumen) pribadi suami saya. Kalau pengundang di Jerman status masih pacar ya mungkin dia ga mau juga kalau data pribadi seperti slip gaji di umbar ke umum. Kalau ribet dengan Verpflichtungserklärung kenapa ga urus visa turis saja toh.

    • Verpflichtungserklärung pernah ada yang bilang berlaku 6 bulan. Pada dokumen nya tidak tertera masa berlaku.
    • Kalau memang hanya mau bertemu (mengenal) keluarga calon suami/istri (wn.Jerman) bikin visa masa tinggal singkat 2 minggu atau paling lama1 bulan, jadi kesempatannya lebih besar. Kalau minta 3 bulan bikin petugas langsung curiga, ngapain lama amat?.
    • Kalau status pacarnya belum pernah ketemu langsung (baru lihat secara online). Terus kamu (wanita) pengen stay 3 bulan di Jerman, apa ga serem ya?. Kalau suka sama suka dan cocok ya asyik aja 3 bulan serasa 3 jam, tapi kalau ternyata ga cocok dan ga betah, 3 bulan mungkin akan serasa 3 tahun. Kalau mau mempercepat balik ke tanah air, berarti harus ubah tiket berarti keluar duit lagi. Beberapa tahun lalu adik ipar saya liburan di Indonesia, pulang lebih cepat karena sakit. Dia nambah 300 euro (4,5 juta rp) untuk perubahan tiket.

    • Pergi 2 minggu, apply saja visa turis. Booking hotel di booking.com banyak yang free cancelation. Setelah visa diterima ya terserah kalau memang tinggal di rumah pacar. Jadi tidak perlu surat undangan (Verpflichtungserklärung) kalau ditolak visanya sayang 25 euro bikin surat tersebut.
    • Saat wawancara yakinkan petugas kalau kamu benar-benar akan balik ke tanah air, buktikan dengan menyertakan surat keterangan kerja. Pada surat cantumkan tanggal cuti dan kapan akan kembali kerja. Saat bicara dengan petugas jawaban jangan ragu-ragu, latihan dulu dirumah 😀 .
    • Tidak kerja kantoran bagaimana bikin surat keterangan kerja?, kalau ada teman dan atau keluarga yang kerja di hrd atau punya perusahaan pribadi minta dibikin surat tersebut. Cuma resiko kalau ketauan bohong.

    • Punya aset pribadi seperti deposito, tanah, mobil dll bawa kopi dan surat aslinya, tunjukkin ke petugas kalau kamu ga akan telantar selama di Jerman, dan tujuannya memang hanya jalan-jalan bukan mau tinggal illegal.
    • Tahu sedikitlah mengenai kota besar di Jerman, dan kebudayaan Jerman, bisa ngajak ngobrol petugasnya kan saat wawancara, kali aja dapt nilai plus hehe. Jangan kalau ditanya petugas siapa kanselir Jerman saat ini?, kamu malah bengong haha.
    • JANGAN beli tiket pesawat sebelum visa ditangan. Saat urus visa sertakan hanya kopi bookingan saja. Kalau visa ditolak tiket promo setahu saya hangus loh.

    • Kalau dari kedubes Jerman ditolak. Coba apply visa dari kedutaan selain Jerman. Setahu saya Belanda paling ramah ngasih visa turis (visa Schengen). Jangan ke kedutaan Swiss, karena Swiss 11 12 dengan Jerman, susah dan petugasnya galak!.
    • Sertakan polis asuransi perjalanan saat urus visa (asli dipegang), bisa beli dari Jerman atau Indonesia sama saja ga masalah beli dimana. Mama saya dulu gunakan Axa.
    • Kalau sudah pernah stay 3 bulan dan mau ke Jerman lagi dengan masa tinggal yang sama, harus ada jedanya minimal 6 bulan.

    • Kalau dihubungi petugas via email atau telp, atau kamu yang telp petugasnya dibilang silakan ambil/jemput paspornya. Berarti visa ditolak. Kalau visanya dapat (diterima) akan dibilang silakan ambil visanya.
    • Saat visa ditolak akan ada lembaran alasan kenapa visa ditolak, kamu bisa ajukan banding. Setelah banding ternyata tetap ditolak dan di pasopr tidak ada stempel penolakan coba apply dari kedutaan lain (visa turis). Kalau ada stempel katanya sih jedanya 6 bulan untuk ajukan lagi.

    Kamu punya pengalaman menarik saat urus visa? Share di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu berguna buat yang lain 😉 .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika & Kebiasaannya

  • Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman. Pada postingan sebelumnya saya menceritakan pengalaman mama mengurus visa schengen sendiri (Baca : Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri) maka kali ini saya ingin menjelaskan mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen (melalui kedutaan Jerman). Jenis visa kunjungan masa tinggal hingga 90 hari.

    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman

    Visa kunjungan bisa kunjungan teman atau keluarga jadi yang apply visa menyertakan Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan dari Jerman.

    Walau tidak ada surat undangan, saat ini urus visa turispun tidak susah ko, asal berkas yang dibutukan disiapkan dengan lengkap. Syarat Visa Turis tujuan Jerman klik : Visa Schengen Jerman – Turis .

    Berkas yang dibutuhkan untuk mengurus visa schengen melalui kedubes Jerman:

    Yang disiapkan mamaku:

    Paspor. Minimal masa berlakunya 6 bulan. Kalau punya paspor lama harap dibawa juga karena petugas akan melihat riwayat perjalanan sebelumnya.
    Kopi KTP
    Foto Biometris berwarna dengan latar belakang putih atau abu-abu muda, ukuran 3,5cm x 4,5 cm. Wajah harus sebesar 80% dari ukuran foto. 1 foto ditempel di formulir permohonan visa sebelah kanan atas dan 1 foto disisipkan.

    Contoh Foto Biometris bisa lihat di (klik): https://www.bundesdruckerei.de/sites/default/files/sample_photos_for_id-documents.pdf

    Mama bikin foto biometris di Jalan Haji Agus Salim, Menteng Jakarta Pusat. Pokoknya dekat Gondangdia dan Sarinah. Di lokasi tersebut banyak studio foto untuk berbagai kedutaan.

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Asuransi Perjalanan (Asuransi kesehatan perjalanan). Jumlah pertanggungan harus minimal 30.000,- Euro berlaku di wilayah Schengen. Polis berlaku selama ybs melakukan perjalanan. Mama saya akan tinggal di Jerman selama 90 hari, kami beli polis asuransi AXA. Travel tempat beli asuransi menyarankan lebih baik beli polis yang berlaku 1 tahun karena harganya lebih murah, yakni 135 USD, sedangkan asuransi yang berlaku 90 hari saja harganya 160 USD. Hanya kopiannya yang disertakan di berkas apply visa, aslinya pegang dan diperlihatkan saja ketika wawancara.

    Tujuan perjalanan. Keterangan mengenai tujuan perjalanan harus ditunjukkan dengan berkas-berkas yang sesuai, terutama:
    I. Untuk kunjungan keluarga atau saudara: Bukti hubungan keluarga : Akte lahir, akte nikah atau buku nikah, kartu keluarga.
    II. Untuk kunjungan kerabat / teman: Petunjuk mengenai hubungan kekerabatan atau pertemanan: Surat menyurat antara pemohon dengan pengundang Keterangan mengenai lamanya atau jenis pertemanan (melalui telefon, keterangan mengenai pertemuan dll).

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman
    Untuk hal ini saya memberikan kopi akte nikah saya untuk mama sertakan dalam berkas visanya. Sebagai pengundang adalah Frank suamiku. Mama kalau tidak salah bawa kartu keluarga juga, jadi tertera saya sebagai anaknya yang menikah dengan wn. Jerman.

    Tulisan Terkini

    Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar. Sudah beli tiket dari Januari 2014 padahal berangkatnya Juli. Riskan banget kan kalau visa tidak disetujui, repott ngurus tuh tiket, Puji Tuhan sih visa mama disetujui. Soalnya kalau beli tiket dekat tanggal keberangkatan ya mahal banget! 😀 .
    Foto kopian rekening tabungan 3 bulan terakhir. Sebenarnya kalau sudah ada surat jaminan dari Jerman (Verpflichtungserklärung) tidak butuh lagi rek tabungan mama, ya disiapkan saja daripada di tanya petugas “mau ke luar negeri ko tidak punya duit???” saya pernah nguping ada petugas nyindir begitu .
    Surat keterangan kerja dengan keterangan gaji (asli dan fotokopi). Mama tidak menyertakan ini karena statusnya ibu rumah tangga.
    Bukti aset tidak bergerak (sertifikat rumah). Kalau punya bawa saja sebaga bukti pendukung finansial.
    Mengisi formulir Visa Schengen Jerman http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4004566/Daten/3547935/C0__Formulir_Pemohonan.pdf

    Jika linknya patah/tidak berfungsi. Silakan masuk ke :
    http://www.jakarta.diplo.de
    • Pilih bahasa Indonesia (lihat bagian atas tengah)
    • Ketentuan-ketentuan Visa (lihat sisi kiri)
    • Pilih visa yang Anda inginkan (lihat sisi kiri)

    Berkas yang disiapkan pihak pengundang di Jerman (jenis visa kunjungan):

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Mengurus visa selalu membuat saya ketar-ketir, baik mengurus visa anggota keluarga maupun saya sendiri. Ketakutan sendiri kalau visanya tidak disetujui 😀 jadi sering de javu ingat pengalaman buruk pertama kali apply visa Belanda tahun 2009 (Baca: Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda). Bukan hanya sekali namun dua kali pengalaman deg-deg an menunggu kepastian apakah visa saya disetujui atau ditolak.

    Pertama kali yang visa Belanda tersebut tahun 2009 pengalaman buruk kedua ketika mengurus long stay visa Jerman melalui kedutaan Jerman di Swiss. Saat itu saya kan ogah harus pulang ke Indonesia untuk mengurus visa Jerman (mahal tiket PP Indonesia – Jerman nya). Ketika itu izin tinggal di Swiss hampir berakhir mepet banget (izin tinggal saya sisa 2 minggu an). Petugasnya judes bilang untuk long stay visa butuh waktu 2-3 bulan memang benar sih kalau urus dari Jakarta ya butuh waktu tersebut 🙁 .

    Puji Tuhan, ajaib dalam waktu seminggu atau 10 hari kerja, pokoknya sebelum izin tinggal di Swiss saya berakhir tuh visa Jerman keluar 😉 .

    Jadi saya sudah 3 tahun belum pernah mudik ke tanah air 😳 .

    Segitu ya sedikit cerita pembukaan mengenai mengurus visa. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman mama saya mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman di Jakarta. Status mamaku ibu rumah tangga, sehari-hari mengurus (mengawasi 2 cucu yang usianya 5 dan hampir 2 tahun). Jadi walau hanya ibu rumah tangga bukan pegawai kantoran bisa tembus ko tembus visa schengennya. Tidak pakai surat keterangan kerja, wong ibu rumah tangga 🙂 .

    Seperti yang kalian tahu saya akan melahirkan pertengahan Juli ini. Nah pengen dong mama tercinta ada disampingku, menemani saya selama saya lahiran dan mengurus si kecil. Jadi mama akan tinggal selama 90 hari Jerman. Waktu 90 hari tersebut batas maksimum visa schengen. Kalau mau tinggal lebih dari 90 hari ribet tetek bengeknya harus ada sertifikat lulus ujian A1 Bahasa Jerman, pusing deh mamaku kalau harus kursus bahasa asing. Jadi ya 90 hari juga sudah bagus lah ya.

    Mama saya sudah pernah datang ke Jerman 2 tahun lalu, bersama ayah dan salah satu adik saya Roy. Saat itu mereka hanya tinggal 2 minggu di Jerman untuk menghadiri pemberkatan pernikahan saya. Saat itu sih lancar jaya mengurus visa schengennya, dalam 3 hari visa sudah ditangan. Mungkin karena durasi tinggal juga tidak lama kan hanya 2 minggu, jadi gampang deh disetujui :mrgreen: .

    Nah mengurus visa yang baru ini yang pengen tinggal 90 di Jerman pakai sedikit drama. Saya heran dong biasanya kan hanya butuh 3 hari, lah ko si mama disuruh datang ambil visanya setelah 4 hari kerja.

    Datanglah mama di tanggal yang disuruh 18 Juni 2014, mamaku menunggu selama 2 jam dengan berpanas ria di depan kedutaan. Petugas bilang visanya belum selesai gubrakk.com . Saya beneran ketar-ketir selama beberapa hari karena sudah beli tiket dan 2 minggu lagi tanggal keberangkatan.

    Malamnya saya minta Frank email ke kedutaan, pakai bahasa Jerman intinya supaya cepat gitu hehe. Kali aja kalau orang Jermannya (pengundang) yang nanyain status visa akan dapat jawaban.

    Isi emailnya seperti dibawah ini. Oh ya form buat kirim email petugas visa ada di website kedutaan Jerman http://www.jakarta.diplo.de

    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku
    Surat Cinta untuk nanyain visa mamaku

     

    Isi emailnya bilang kalau mama saya datang di tanggal yang ditentukan untuk ambil visa, ternyata visanya belum selesai. Padahal mama saya sudah bawa semua berkas yang dibutuhkan, termasuk Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tempat tinggal pengundang.

    Besoknya kami dapat jawaban emailnya, yang jawab orang Jerman (ketahuan dari namanya). Intinya mama harus menunggu karena kedutaan Jerman belum dapat jawaban dari Berlin apakah visa disetujui atau tidak. Belakangan banyak sekali yang apply visa ke Eropa dan harus di diperiksa dahulu apakah visa layak dikeluarkan bagi ybs atau tidak.

    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya
    Jawaban Email dari Kedutaan Jerman. Disuruh Nunggu visanya

     

    Catatan dari kedutaan: Dokumen yang sudah lengkap tidak memberikan jaminan diperolehnya Visa Schengen

    Waktu kan tidak bisa menunggu, makin mepet ke tanggal keberangkatan 5 Juli. Saya makin senewen ketika mama nanyain „bagaimana sudah dapat jawaban belum dari kedutaan?“. Koper mama sudah penuh dengan titipan-titipan saya hehe sayang banget kan kalau gagal terbang, termasuk bingung ngurus tiket yang sudah dibeli, entah di potong separuh atau hangus belum cari tahu pasrah.com .

    Frank mengirim email pertanyaan ke kedutaan tanggal 19 Juni 2014. 2 atau 3 hari kemudian saya minta email lagi nanyain, eh doi tidak mau “sudahlah nunggu aja, kata petugasnya tunggu jawaban dari Berlin” . Ada satu hari saya tidak bisa tidur semalaman. Mana ada di kamus petugas di Indonesia akan baik hati menghubungi kita? Ada juga kita yang harus aktif ngejar-ngejar jawabannya, iya kan??? 😀 Ya kalaupun ada petugas (baik hati) yang telp berapa persenlah.

    Daripada stres melulu tidak bisa tidur nyenyak, saya kirim emaillah (pakai bahasa Indonesia) pilih form bahasa Indonesia. Kalau sudah dapat status misal visa ditolak, kalau ada waktu 2-3 hari kan bisa cancel pesawat dengan harapan tiket tidak hangus. Pikiran positif negatif, saya usahakan lebh besar pikiran positifnya ya doong 😀 .

    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab
    Surat Cinta kedua untuk nanyain status Visa mama. isinya agak lebay gpp yang penting tenang kalau sudah dijawab

     

    Kenapa mepet ngurus visa dengan tanggal keberangkatan?.
    Sebenarnya ga mepet loh, saya sudah perkirakan waktunya ko. Bisa mulai mengurus visa 3 bulan sebelumnya. Saya pikir dua bulan sebelumnya ngurus cukuplah.

    • Frank urus surat Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan yang kami buat di Rathaus tanggal 17 April 2014. Bayar 25 Euro.

    • 22 April 2014 kirim dokumennya ke Jakarta (ke alamat mama) bersama kopi paspor Frank, slip gaji doi 3 bulan terakhir, surat kontrak rumah kita. Dokumen kirim menggunakan pos tercatat (einschreiben) jadi kalau hilang/berkas tidak sampai tujuan bisa komplain dan dapat penggantian uang. Soalnya tuh surat Verpflichtungserklärung bikin 25 euro kalau hilang apes dong 😛 . Gile baru sampai 2 minggu kemudian. Sebelum berkas sampai saya belum berani daftarin mamaku secara online untuk bikin visa. Ntar sudah dapat tanggal repot kalau berkas dibutuhkan belum ditangan.

    • Kangettt waktu lihat jadwal bikin janji online bulan Mei hingga awal Juni sudah penuh tanggalnya. Orang-orang banyak duit ya pada mau jalan-jalan ke Jerman ? hahaha atau yang mau sekolah ?. Akhirnya ada satu tanggal nyempil masih kosong, yakni 12 Juni 2014 jam 9 pagi. Puji Tuhan dapat daftarin mamaku.

    • Mama datang/ngurus visa sendiri ke kedutaan, diantar adikku Andre yang sekalian pergi kerja. Kata mama petugasnya tidak banyak nanya. Cuma ditanya tujuan ke Jerman, ada siapa di Jerman?. Petugas bilang visa bisa diambil tanggal 18 Juni 2014.

    • Rencana keberangkatan 5 Juli 2014, kembali ke tanah air 2 Oktober 2014. Tanggal 18 Juni belum keluar visanya stres lah saya 😥 .

    Beberapa hari kerjaan saya google mengenai pengalaman orang-orang yang mengurus visa Jerman :
    Walaupun ada Verpflichtungserklärung / Declaration of Commitment / Surat undangan atau jaminan. Surat sakti tersebut tidak menjamin visa disetujui.
    • Ada yang minta masa berlaku visa 14 hari, cuma disetujui 7 hari. Padahal ybs sudah booking tiket dan penginapan di Eropa.

    • Ada wanita yang apply visa stay 90 hari. Ditanya petugas „memang bisa cuti kerja 3 bulan?“. Di Indonesia jatah cuti cuma 2 minggu kan?. Nah ybs bilang dia kerja sama abangnya, jadi bisa dong. Jujur itu menyakitkan yaaa hehe ternyata visa ybs di tolak. Eh ada pacarnya (orang Jerman) nunggu di luar kedutaan, pengen ngomong langsung dengan petugas. Awalnya kaga boleh masuk. Biar kata ada pacar orang Jerman ga jaminan loh visa disetujui. Yang dikuatirkan petugas yg bikin visa kaga balik lagi bo ke tanah air klo blang status pengundang pacar. Tapi ada juga yang lolos sih, entahlah tergantung mood petugasnya kali yaa.
    • Ada yang apply visa 90 hari ditolak alasannya “alasan kedatangan ke Jerman tidak jelas”. Padahal ybs sudah pegang surat sakti Verpflichtungserklärung dari keluarga di Jerman.

    • Kalau ada pengalaman kalian boleh ditambahkan ya.

    Dalam kasus penolakan visa, pemohon akan diberitahu alasan dasar penolakan visanya. Pemohon bisa mengajukan keberatan secara hukum atas keputusan penolakan dari Kedutaan tersebut. Capee ngurus lagi dari awal.

    Visa ditolak

    Penolakan – apa yang harus dilakukan? silakan baca http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/04ablehnung/ablehnung.html

    Jadi saudara-saudara visa mama saya sudah disetujui. Puji Tuhan! Tanggalnya persis seperti yang kami inginkan (masa tinggal di Jerman 90 hari) jadi tidak perlu ubah tiket. Senangg bangettt!. Email lebay saya ke petugas visa dijawab keesokkan harinya, dibilang visa sudah bisa diambil. Baru bisa tenang dengan sempurna pas mamaku sudah pegang paspornya dan visanya tertempel manis 🙂 . Mamaku dikasih jenis visa multiple entry, artinya kalau mau keluar wilayah schengen misal mau jalan-jalan ke London nah bisa masuk lagi ke negara schengen. Tidak sempat lagi mengurus visa selain schengen, udah dapat ini saja sudah senang deh.

    pengalaman mengurus visa schengen
    Visa Schengen Jerman. Mama Tercinta kunanti kedatanganmu hehe

     

    sorry fotonya burem, adikku potret pakai hp

     

    Mengenai syarat-syarat membuat visa Schengen melalui kedutaan Jerman, nanti akan saya susul postingannya ya. Sebenarnya bisa juga baca di website kedutaan sudah jelas sih disana http://www.jakarta.diplo.de

    Oh ya beberapa hari lalu saya baca ketentuan baru pengurusan visa schengen. Awalnya hanya butuh 3 hari kerja, mulai akhir Juni 2014 untuk pengurusan visa schengen membutuhkan waktu 10 hari kerja. Entahlah hanya berlaku di kedutaan Jerman atau juga di kedutaan negara lain. Untuk musim panas begini jadwal bikin janji (online) padat sekali, jadi yang mau urus visa usahakan urus jauh-jauh hari.

    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014
    Mengurus Visa Schengen Jerman Butuh 10 hari kerja. Ketentuan baru per akhir Juni 2014

     

    Baca juga:
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Proses Pengajuan Long Stay Visa ke Swiss (visa D)
    Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia
    Pengalihan Pengurusan Schengen Visa Belgia dan Visa Luksemburg
    Panduan Apply Schengen Visa di Kedutaan Belanda

  • Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui

    Horeee Visa Orangtua dan Adikku disetujui. Terbukti benar, kalau sekarang pengurusan visa schengen lebih mudah dan tidak pakai ribet, asal semua syarat-syarat dipenuhi. Kalau dulu pengurusan visa schengen memakan waktu 12 hari kerja, maka per Januari 2012 pengurusan visa schengen hanya butuh 3 hari kerja.

     

    Ceritanya orangtua dan adikku, Roy mengurus visa schengen tujuan Jerman. Sebulan sebelumnya suamiku membuat surat undangan istilah bahasa Jermannya verpflichtungserklarung dari kantor imigrasi Jerman (kami apply di Rathaus), kemudian booking penginapan tempat keluargaku akan tinggal selama di Jerman. Saya yang melakukan reservasi secara online untuk apply visanya. Untung masih ada hari dimana ada tiga jam berurutan yang kosong, jadi keluargaku bisa datang bersamaan 😉 .

    Konon rumornya pengurusan visa schengen itu susah dan ribet, banyak yang ditolak, apalagi yang paspornya masih polos, apalagi ibu rumah tangga yang tidak bisa bikin surat keterangan kerja. Ternyata semua itu tidak benar tuh: mama, ayah dan adikku paspornya masih kosong, polos belum ada satupun lembaran visa tertempel di paspor mereka.

    Mereka menghadap ke kedutaan di hari senin 12 Maret 2012, barusan ini saya cek visa Jerman mereka (dari scan-annya) wah suprise banget pas lihat, ketiganya dikasih “Multipel entry” visa. Baru pertama kali ke Eropa mereka sudah dikasih “Multipel entry”, saya bilang deh ke adikku Roy, “eh bisa keluar masuk negara schengen tuh, kalau mau ke London (urus visa UK) trus masuk Jerman lagi atau negara-negara luar schengen lainnya“. Can’t wait to meet them! 😉 .

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!