Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air. Sudah 10 hari saya dan anak-anak berada di Indonesia. Setelah hampir 8 tahun di Jerman, untuk pertama kalinya saya mengunjungi tanah air tercinta. Selama 5 tahun terakhir di Jerman, entahlah saya ko tidak ada keinginan menggebu untuk ke Indonesia.

Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

Setahun terakhir mulai timbul keinginan ke Indonesia, saya mikirnya juga mumpung Benjamin belum masuk SD, jadi kita bisa tinggal agak lama di Indonesia. Kalau si Ben sudah SD nanti, libur sekolah paling lama sebulan.

6 bulan sebelumnya, saya sudah bilang bapaknya anak-anak kalau saya pengen banget liburan ke Indonesia bersama Ben dan Lisa, namun yaa cari tiketnya ditunda melulu πŸ˜€ . Saya cari tiket, ngecek hampir semua maskapai yang terbang ke Jakarta haha, saya catatin harga tiketnya dan banding-bandingkan.

Saya mikir kelamaan dah, seminggu kemudian harga tiketnya sudah pada naik. Niatnya untuk terbang awal Januari 2019 dan kembali Maret 2019. Lah ternyata minggu pertama Januari tiketnya mahal sekali!. Ya iya sih karena saya nyarinya juga sebulan keberangkatan, makanya harga tiketnya selangit.

Kita sempat pergi ke salah satu travel agent dekat rumah, berharapnya dapat tiket lebih murah, lah ko malah lebih mahal 400 euro an, cape deh!. Dua hari saya fokus bener-bener cari tiketnya, mau beli! daripada keburu naik lagi. Akhirnya awal Desember 2018 kita beli tiketnya. Maskapai penerbangan Emirates yang paling bersahabat harganya, walau transitnya lama sih 5 jam di Dubai.

Benjamin dan Lisa dapat bangku sendiri. Benjamin usia 4,5 tahun, Lisa 21 bulan. Sebenarnya, saat kita pergi Lisa masih bisa masuk kategori bayi sih, namun pas kita balik ke Jerman, Lisa akan berusia lebih dari 2 tahun, jadi harus bayar 75%nya seperti Benjamin.

Pas perginya Lisa sudah dapat bangku sendiri, karena kalau mau dapat diskonan (untuk tiket bayi) harus ngurus ke kantor pusat di Frankfurt, walah jauh banget dari rumah kita. Jadi ya beli tiket anak juga untuk Lisa.

Tiket sudah beli langsung di website Emiratesnya, langsung bayar ditarik dananya dari rekening kita keesokan harinya. Agak tenang setelah beli tiket. Packing ngurus kopernya yang rasanya malas sekali! Tar sok (nanti besok) melulu haha, paling saya tulis daftar di kertas, apa saja yang harus kita bawa.

Dua hari sebelum berangkat baru saya mabok ngurus barang-barang masukin ke kopernya haha!. Bapaknya anak-anak ceramah sedikit, harusnya saya ngurusin koper jauh-jauh hari. Pemikiran saya, kalau jauh hari diberesin, nanti juga bakalan di bongkar pasang lagi masukin barang-barang, makanya saya lebih memilih dekat hari H beresin bawaan.

Saya dan anak-anak dapat jatah total bagasi 90 kg. Ke kabin dapat jatah 7 kg per orang, cuma saya malas bawa berat-berat ke kabin karena kita bakalan transit lama di Dubai.

Dapat jatah bagasi 90 kg, mau bawa apaan aja?. Sayang dong dibiarkan begitu saja, kan duit tuh. Nah saya pernah dengar temanku di Belanda, yang menjual bagasi dia ke orang lain, jadi dia nerima titipan. Kalau dia sih nawarin di PPI Belanda, lah facebook ku sudah saya matikan 2 tahun lalu, kalau saya bikin akun baru, trus daftar PPI Jerman, ntar kuatir tidak di setujui bergabung. Temanku tersebut menjual bagasinya 10 euor/kg (Rp. 160.000/kg). Kalau kelebihan bagasi harus bayar 4x lipatnya! Makanya harus benar-benar diperkirakan barang bawaan kita dan barang titipan πŸ˜€ .

Saya ingat pernah bikin akun di bistip.com, ternyata saya bikinnya tahun 2013, dan baru pas mau ke Indonesia ini saya gunakan πŸ˜€ . Saya isi profile saya, foto dan cantumkan url blog supaya orang yang mau nitip percaya sama saya.

Soalnya kali itu pertama kali saya akan pakai bistip.com. Β Orang-orang yang mau nitip kan biasanya lihat track record travelernya, apakah bisa dipercaya, apakah barang yang dititipi aman dan bakalan diberikan ke si pemesan.

3 minggu sebelum keberangkatan saya mulai promosi, lalu dua minggu sebelum keberangkatan dan waktu seminggu lagi mau berangkat saya promosi dua kali. Saya dapat 8 orang yang mau pakai jastip saya.

2 orang minta dibawain baju Zara anak 5 dan 10 kg. 1 orang produk lotion 10 kg, lalu ada 2 nitip sepatu, kaset Nintendo, topi dan satu nitip onderdil mobil 16 buah, ukuran kecil banget, hanya 1 kg.

Dua orang pertama saya kasih harga 10 euro/kg (Rp. 160.000/kg), selanjutanya 12 an euro. Selain jastip dari 8 orang, saya juga bawa jualan saya, yakni umbi bunga amaryllis kira-kira 15 kg! πŸ˜€ . Akhir tahun 2018 saya order umbi bunga amaryllisnya dari Belanda.

Umbi bunga Amaryllis. amaryllis bulbs from holland

Umbi amaryllisnya gede-gede banget sekitar 400-500 gram per umbi. Bawa 39 biji beratnya sekitar 15 kg πŸ˜€

Besar ukuran umbinya, sampai 400 – 500 gram per bijinya. Kalau ditotal ada 39 umbi yang saya bawa. Waktu saya nulis postingan ini umbinya sudah tingal 2 biji saja, laris manis terjual, malah sebenarnya kurang sih, masih banyak peminatnya cuma stoknya sudah tidak ada πŸ™‚ .

Baca juga:Β Tips Perawatan Bunga Amaryllis

Nanti saya buat postingan tersendiri mengenai jastip via Bistip.com karena menarik aja buat diceritakan, siapa tahu ada yang mau ikutan juga, jadi saya mau berbagi pengalamanku.

Video 2 Anak Kecil Pertama Kali Terbang Naik Pesawat Emirates Terbesar Airbus A380

Segini dulu ya ceritanya, saya juga bingung sih mau mulai dari mana haha. Kalau misal ada yang kenal wajahku, lihat di mall atau di jalan atau dimana kek, jangan sungkan negor yaa. Saya tinggal di rumah ortu di Kemayoran sabtu dan minggu. Senin sampai Jumat malam di rumah adikku di Margamulya, Bekasi. Saya dan anak-anak hampir 3 bulan berada di Indonesia, baliknya minggu kedua April 2019.

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Baca juga:Β Β Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

Advertisements

61 Comments

  1. Multi
  2. Ira
      • Ira

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: