Tag: liburan ke indonesia

  • 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi liburan ke Indonesia. Hari itu 23 Maret 2019 kita jalan-jalan ke Bandung. Berangkat dari rumah jam 7.30 tiba Bandung jam 12.30 parah banget macetnya. Nah dari pada bengong di dalam mobil, saya iseng bikin video ngomongin 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia.

    5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia

    Berhubung tidak pakai persiapan, tidak ada draft apa saja yang mau dibicarakan di video, jadi random aja, apa yang terlintas dipikiranku langsung diomongin. Lain kali bisalah dibuat bagian keduanya πŸ˜€ .

    Tulisan Terkini

    1.Penggunaan carseat anak antara di Indonesia dan Jerman. Di Indonesia saat berkendara anak-anak tidak diwajibkan duduk di bangku khusus bayi dan anak. Tidak ada peraturan yang mewajibkan kalau anak harus duduk ditempat khusus, tidak ada dendanya juga, jadi terserah orangtuanya mau menyediakan carseat atau tidak. (Tolong koreksi kalau saya salah, soalnya sudah 8 tahun baru ke Indonesia lagi, kali aja ada peraturan mengenai keselamatan anak saat ikut berkendara?)

    Anak bisa dipangku orangtua atau siapapun orang dewasa didekatnya. Akibatnya anak-anak tidak tertib duduk. Berdiri di jok mobil, loncat-loncat, berantem adu jotos haha dan mengganggu konsentrasi yang nyupir.

    Tetap ada positifnya sih yang bisa diambil dengan kondisi di tanah air ini. Saat masih bayi, dimana si bayi merasa tidak nyaman, nangis atau rewel melulu, saat dalam dekapan ibu maka si bayi akan tenang. Giliran di Jerman, bayi atau anak nangis ya biarin aja, ntar kalau cape berhenti sendiri dan tidur, keselamatan yang UTAMA tidak boleh anak dipangku! πŸ˜€ .

    Manfaat Penggunaan Carseat
    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz Kindersitz alias child car seat, kalau tidak akan didenda. Anak punya tempat khusus tujuannya demi keselamatan. Benjamin dan Lisa anteng kan duduk manis πŸ™‚

    Tonton juga: TIPS Naik Pesawat Terbang Bawa 2 Anak Kecil dari Jerman ke Indonesia Transit di Dubai

    Manfaat Penggunaan Carseat tujuannya (hasil mikir sendiri):

    • Untuk menjaga keselamatan bayi dan anak. Untuk bayi dan anak masih kecil 1-3 tahun posisi carseat membelakangi pengemudi (posisi kepala bayi/anak kearah bangku pengemudi/ tempat duduk bagian depan). Tujuannya adalah saat ngerem mendadak bayi atau anak aman di tempatnya, kalau tidak ditaruh demikian, anak bisa terlempar dari tempatnya.
    • Membuat anak duduk tertib.
    • Membuat orangtua apalagi pengemudi bisa tenang berkendara, coba kalau hanya ibu atau ayah saja pergi bersama dua anak kecil, dimana kedua anak berada dibelakang, wah bisa main trampolin atau main bola di jok mereka macam si Benjamin dan Lisa haha.
    • Membuat anak tenang dan akhirnya tertidur kalau perjalanan jauh, beda nih saat kita di tanah air, mana bisa tidur si Lisa, justru bergaya kenek metromini melulu dia.
    • Mencegah anak-anak bertengkar/adu fisik kan ada jarak carseatnya.

    Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz /Kindersitz = child car seat. Kalau tidak akan didenda!.

    Kalau si Lisa sebagai anak kedua, sama sekali dia tidak pernah berontak saat duduk dibangkunya, karena dia melihat abangnya juga duduk dibangku dengan model yang sama, dan diikat sama juga seperti dia πŸ˜€ .

    Baca juga: Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya

    Nah yang pernah drama adalah saat Benjamin masih dibawah 1,5 tahun. Kalau bayi sih anteng aja deh ya kan kalau mobil jalan serasa digoyang mirip di ayunan. Waktu Benjamin usia 9 bulan kita berlibur ke Belanda, harusnya 3 jam perjalanan menuju ke Belanda bisa bablas aja maunya suami, eh jadi berhenti beberapa kali.

    Di Belandapun pas ada acara naik mobil, ada kalanya si bocah rewel tidak mau duduk dibangkunya, kalau saya kekeuh mau mengendong, yang punya mobil (temanku) tidak membolehkan hal tersebut, selain faktor keselamatan, kalau ada polisi bakalan kena tilang, ya sudahlah jadi dibiarin aja rewel gitu si Ben.

    Pas kami kembali dari Belanda ke Jerman, si Benjamin kembali lagi rewel, ya maklum sih anak kecil mana yang bisa diam duduk aja lebih dari 1 jam kan. Akhirnya saya pindah duduk ke samping Benjamin. Ditemani duduk disampingnya, juga tidak menyelesaikan masalah.

    Akhirnya saya pangku dia, dan ditutupi kain panjang, eh si bocah tidur. Untung sih bapaknya anak-anak masih bisa diminta kelonggaran sedikit yaa, untuk hal lain jangan harap deh kalau menyangkut peraturan, orang Jerman tidak bisa diminta kompromi πŸ˜€ .

    Baca juga: 7 Kelakuan Unik Suami Jermanku yang Bikin Makin Cinta

    Sudah cuma sekali itu aja drama carseat dengan Benjamin, semakin besar anaknya akhirnya sudah paham, malah kalau naik mobil, dia sendiri yang narik seat beltnya, nanti bapaknya yang mengencangkan.

    2. Jalan tol di Jerman gratis, sedangkan di Indonesia harus bayar. Di Jerman motor bisa masuk jalan tol, sedangkan di Indonesia tidak bisa. Bisa dimaklumi sih motor di Jerman sangat sedikit, orang naik motor paling saat cuaca bagus (tidak dingin selain musim dingin kali yaa), sedangkan kalau di Indonesia tuh motor gilaaa deh banyaknya, bukan jalan bebas hambatan lagi kalau motor bisa masuk tol di Indonesia.

    • Pajak pekerja di Jerman tuh bisa sampai 40%, namun uangnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat juga. Ada uang anak yang diberikan sejak anak lahir sampai usia 18 tahun atau sampai 21 tahun kalau kuliah, kalau anaknya kerja ya sampai 18 tahun aja. Besarnya uang anak kindergeld 192 Euro/anak, kira-kira Rp.3,1 juta dapat tiap bulan. Coba kalau di Indonesia pajak gaji sampai 40% bisa didemo dah pemerintah yaa hehe.
    • Jalur tol paling kiri kalau tidak ada rambu batas kecepatan, tuh bisa ngebutt! Bisa 300 km melaju atau lebih loh, tapi kalau kecelakaan tanggung sendiri, karena asuransi tidak nanggung (saya pernah nanya suami).

    Suami pernah saya minta melaju di kecepataan 250 km (waktu belum punya anak), maklum baru datang ke Jerman, kan sudah baca atau dengar, katanya di Jerman begini begitu.. β€œEh coba dong sayang melaju sampai 250 km saya pengen tahu rasanya haha”, doi nurut aja. Kita waktu itu pakai mobil baru ya dari leasing, tengah hari bolong waktu perjalanan dari Swiss ke Jerman.

    3. Tidak boleh berhandphone ria saat menyetir. Saat berkendara tidak boleh pegang hp, kalau di Jerman bisa didenda atau bahkan sim bisa ditarik, kalau di Indonesia? cincalah asal tidak ketahuan yaa haha.

    Kalau ada yang penting sekali terima telepon, biasanya bapaknya anak-anak akan berhenti menepi dulu untuk menjawab panggilan telepon, namun lebih seringnya hp dia taruh tas atau ditinggal aja dirumah.

    4. Mengisi bensin antara di Indonesia dan di Jerman. Isi bensin kalau di Jerman self-service, keluar dari mobil ngisi bensin sendiri, bayar sendiri di mesin pembayaran, atau kadang ada kios dijaga orang untuk kita lakukan pembayaran.

    Kalau self service ngisi bensin tengah malampun jadi bisa kan. Biaya bahan bakar kendaraan di Jerman sering banget berganti harga, kalau menjelang hari raya atau hari minggu bakalan lebih tinggi. Kalau mau lebih murah isi agak malam sekitar jam 9 atau jam 10 an di hari kerja.

    Ada yang tipu-tipu langsung kabur ga kalau di pom bensin Jerman?, oh pasti ada, tapi kecil angka pelangarannya. Di pom bensin ada beberapa kamera yang merekam plat nomer mobil, dan beberapa kamera lain ditempatkan di posisi tersembunyi.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Video 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia

    5. Penggunaan Zebra cross antara di Jerman dan di Indonesia. Untuk pejalan kaki di Indonesia zebra cross hanya sebagai hiasan saja. Pengendara motor atau mobil tidak peduli dengan pejalan kaki, mereka terus melaju tanpa memikirkan kalau ada yang mau menyebrang, sedangkan di Jerman pejalan kaki adalah yang utama saat mau menyebrang.

    Semua kendaraan akan berhenti saat ada pejalan kaki menyebrang di Zebra cross di Jerman, ditungguin sampai pejalan kakinya lewat ke seberang, barulah pengendara melaju kembali.

    Walaupun yang nyeberang hanya satu orang saja, tetap mobil dan motor akan berhenti, kalau saya tidak buru-buru, biasanya saya tunggu jalanan sepi, baru saya nyeberang.

    Pada video diatas, saya dan anak-anak mau nyeberang jalan. Duilehh saya ngeri lihat mobil dan motor banyak sekali yang melaju kencang. Itu saat kita di Jakarta, jalan-jalan sore ke minimarket. Untung ada seorang bapak yang nolongin.

    Mungkin si bapak ngeliat saya ko lama bener tidak nyebarang haha, takut ketabrak gile!. Akhirnya dibantuin disebrangin si bapak, dia angkat tangan kanan tinggi-tinggi tanda supaya kendaraan berhenti sejenak.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

     

    Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia. Cerita keseharian di Indonesia tidak berurutan saya posting di blogku ini, karena saya nulis berdasarkan suasana hati saja, kalau lagi ingat dan kepikiran cerita hari itu menarik buatku ya, baru saya tulis πŸ˜‰ .

    Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas
    Sabtu 26 Januari 2019 hari ke 13 kami berada di Indonesia. Hari itu kita pergi ke Carrefour ITC Cempaka Mas untuk belanja. Awalnya mau naik taksi online gitu, semacam gocar, namun mama dan saya tidak tahu pakai app nya gaptek haha, akhirnya kita pergi naik bajaj πŸ˜€ . Untuk pertama kalinya Benjamin dan Lisa naik bajaj.

    Benjamin suka banget naik bajaj, dia bilang besok kita naik bajaj lagi ya maa, sedangkan Lisa baru juga 10 menit sudah langsung ngantuk haha kena ac alam sih ya. Sepanjang jalan, seperti biasa Benjamin menanyakan banyak hal, yang kadang membuatku harus berpikir mencari jawaban buat jagoanku tersayang.

    Jarak dari rumah ortuku ke ITC tidak terlalu jauh, sekitar 15 menitan. Bajaj yang kita naiki berwarna biru, lumayanlah agak luas tempat duduknya dibanding bajaj yang orange. Nah sepanjang jalan lagi kuperhatikan ko tidak ada bajaj yang warnanya orange πŸ˜€ ternyata mamaku bilang memang sekarang bajaj warna biru semua.

    Saya suka deh ditepi jalan banyak tanaman hiasnya, ditaruh untuk pemisah jalan gitu. Dibeberapa tempat, pemisah jalan ini kuperhatikan lebih lebar dan lebih banyak tanamannya dibandingkan 8 tahun lalu sebelum saya pindah ke Jerman.

    Baca juga: Cerita Seru Tinggal di Jerman

    Kuperhatikan lagi, metromini sudah jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dulu, hal ini tentunya akibat munculnya beragam transportasi online, seperti ojek online atau taksi online. Orang-orang tinggal buka app pesan ojek atau mau naik mobil, nanti datang dijemput, tidak perlu ada tawar menawar seperti kalau kita naik bajaj nih haha.

    Sampai di ITC Cempaka mas, kalau si Benjamin lihat tukang mainan, dia berhenti jalan dan mulai lihat-lihat nantinya minta ini itu πŸ˜€ . Mainan kereta yang warna putih yang ngotot dia minta, harganya 100rb bo!.

    Si Ben bilang kereta putih itu kereta ICE, kereta cepatnya Jerman, pakai baterai bisa jalan dan ada lampunya. Saya tidak belikan karena pagi harinya kita pergi ke pasar dekat rumah, dia sudah minta mainan kereta Thomas. Beberapa hari kemudian saya lihat online harganya separuhnya aja, entahlah apa nantinya saya belikan kalau kita mau balik ke Jerman.

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman, No. 3 Jagoanku

    Begitu sampai Carrefour, si Ben saya masukin ke trolley haha supaya anaknya tidak lari kemana-mana, nanti bisa hilang dia. Di Jermanpun kalau belanja sama saya, si bocah saya masukin trolley, supaya saya belanjanya tenang.

    Pernah dong dia tidak mau masuk trolley, lari kencang kemana-mana, kedengaran teriakannya saja iihh bikin malu, anaknya entah dimana, tahu-tahu datang nangis-nangis dengan dagu berdarah-darah karena terjatuh. Kalau belanja bapaknya ikut, nih bocah caper (cari perhatian) tidak mau nurut, makanya pas di Carrefour, untungnya dia nurut, mau duduk di dalam trolley.

    Video Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia

    Yang menarik perhatianku di Carrefour:

    β€’ Aneka keripik atau cemilan semacam keripik kusuka tuh jauh lebih murah dibanding di Jerman. Kalau tidak pengen banget sih, jarang deh saya beli pas di Jerman.

    β€’ Micin, MSG, monosodium glutamat wah murahh banget dah. Di Jerman ynag kemasan 400 gram saja sekitar 4 euro Rp.66.000 di Carrefour harga yang 500 gram tidak sampai Rp.25.000. Nanti saya mau bawa 1 kg lah. Micin bukan saya gunakan buat bumbu masak yaa, melainkan buat pupuk tanaman hehe. Untuk takarannya beda orang beda pendapat, suka suka kali ya haha. Saya pakai 1 sdt untuk 5 L air saja sudah membuat aneka anggrekku subur, lalu ada yang bilang kasih 1 sdm untuk 1 L air, atau ada yang menaburkan sejumput micin disekeliling media tanam tanaman.

    β€’ Aneka bumbu masakan juga pastilah jauh lebih murah dibanding di Jerman, nanti saya mau bawa juga seperti bumbuh opor, soto, rendang dll. Kalau mie instan saya hanya mau bawa beberapa saja, soalnya saya bukan pengemar mie instan. Pernah beli sekardus pas ke Belanda, tuh tidak habis-habis, sampai saya kasih ke teman kursus, masih ada aja, akhirnya kubuang karena expired.

    β€’ Produk impor pasti lebih mahal ya iyalah haha, seperti Haribo, permen Jelly kesukaan Benjamin dan Lisa, wah lebih dari 2x lipat harganya dari di Jerman. Saya beli kemasan kecil saja, daripada si Ben bikin drama, tapi tetap ga rela kalau ingat di Jerman jauh lebih murah hehe, akhirnya ada merek lain β€žYupiβ€œ merek lokal kali ya, jauh lebih murah dibandingin Haribo, dan si Benjamin untungnya juga suka. Sayangnya Yupi kemasan besarnya, tiap permen diplastikin, gilaa permen sekecil itu dikemas satuan, bikin sampah plastik aja deh, saya jadinya ogah beli yang kemasan besar.

    β€’ Buah Naga banyak banget dan besar-besar, katanya yang warnanya kuning lebih mahal, cuma saya belum pernah lihat langsung warna kuning, kebanyakan buah naga warna merah dipasaran. Saya dan anak-anak belum pernah nyobain buah naga. Adikku sekeluarga dan mamaku, sering banget hampir tiap minggu makan buah naga. Nah suatu hari, ada mamaku taruh di wadah kecil tuh buah, si Lisa iseng naik bangku, dibuka dan makan, ternyata dia suka loh!. Makannya blepotan kemana-mana, pas pakai kaos putih pula, trus sepupunya lihat, dan bilang kalau si Lisa berdarah haha, waktu kapan juga saya lihat bercak merah dilantai, saya nanya nih darah siapa di lantai yaa haha.

    Manfaat buah naga untuk kecantikan
    Buah Naga pitahaya atau dragon fruit. Salah satu Manfaat buah naga dapat mempercantik penampilan, dengan kandungan vitamin C nya yang tinggi, buah naga merah membantu menjaga kesehatan kulit, bahkan buah dan kulitnya juga bisa digunakan sebagai bahan lulur.

    β€’ Musim durian, banyak banget kulihat di Carrefour, cuma harganya tidak menggodaku haha mahal ah, separuh sekitar Rp.300rb an, tapi bagus bangett sih isinya. Ada pula durian dibuat jadi juice. Apa rasanya ya durian yang harganya Rp.14 juta, banyak duit atau kelebihan duit yang sudah beli πŸ˜€ .

    Selesai belanja di Carrefour, kita lanjut ke Pizza hut. Kalau kita keluar rumah si Benjamin hanya mau makan Pizza dan kentang goreng, sedangkan Lisa apa aja yang saya makan, dia suka.

    Pulangnya kita naik bajaj lagi, karena belanjaan kita juga tidak terlalu banyak. Oh ya bajaj biru ini lebih luas tempat duduknya, dan saya bisa taruh kereta dorong (buggy) si lisa di bagian belangan tempat duduk, buggynya bisa dilipat.

    Demikianlah cerita saya mengenai Naik Bajaj dan Belanja ke Carrefour ITC Cempaka Mas | Day 13 Edisi Liburan ke Indonesia. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia. Sudah sebulan saya dan anak-anak berada di Indonesia. Awalnya saya ingin posting di blog cerita mulai dari hari pertama di tanah air, namun seiring berjalannya waktu, ternyata tidak mudah yaa, alias tidak banyak waktu buat ngeblog, karena saya sambil ngedit-ngedit video mengisi konten saluran youtubeku yang ada 5 (hanya 3 saluran yang bisa di isi kontennya, kaga sempet!) haha.

    Ceritanya keseharian di Indonesia juga tidak berurutan saya posting di blogku ini, karena saya nulis berdasarkan suasana hati saja, kalau lagi ingat dan kepikiran cerita hari itu menarik buatku ya, baru saya tulis.

    **********

    Tulisan Terkini

    15 Januari 2019 hari ke dua di tanah air. Indonesia sebagai negara yang banyak mall nya, tidak afdol kalau tidak ke mall haha. Di hari kedua di Indonesia, kita pergi mall dimalam hari, dekat rumah adikku tentunya, masih di wilayah Margamulya, Bekasi sekitar.

    Setelah ngider-ngider di mall summarecon Bekasi, kita ke Diamond supermarket di mall yang sama, setelahnya makan di Pizza Hut. Di Diamond saya melihat aneka jajanan, aneka olahan berbahan kerupuk membuat pengen borong semuanya πŸ˜€ .

    Baca juga: Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Saya beli diaper buat persediaan, kalau yang saya bawa dari Jerman habis stoknya, bawa cuma sedikit untuk Lisa, mau bawa banyak bapaknya si Benjamin ngomel, ngapain berat-berat bawa toh di Indonesia banyak dijual katanya, nah saya mikirnya, ngapain juga beli kalau banyak stok dirumah πŸ˜› .

    Saya beli kripik singkong pedas πŸ˜€ enak banget rasanya, mengobati kangen cemilan tanah air dan beli orange juice kemasan, karena Benjamin dan Lisa hanya mau minum orange juice. Air putih di Indonesia beda dengan di Jerman, kalau di Jerman airnya yang ada sodanya, nyelekit gitu kalau kena lidah πŸ˜€

    Namun setelah hampir sebulan di tanah air, akhirnya Ben dan Lisa mulai terbiasa dengan air putih di Indonesia. Mereka akhirnya mau setelah saya belikan botol minum baru, masing-masing saya belikan 2 botol. Terkadang lihat botol minum omanya, mereka minta air putih dari botol tersebut, atau si Lisa lihat botol-botol minum kedua sepupunya, dia iseng mau minum dari botol-botol itu juga, kalau saya lihat tentu saja saya larang. Entahlah mungkin rasa airnya berbeda kalau botolnya menarik buat anak kecil haha.

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman, No. 3 Jagoanku

    Selesai belanja, kita makan di Pizza Hut, begitu Benjamin lihat gambar pizza di daftar menu bagian depan, dia langsung nunjuk mau pizza seperti di gambar, yaitu pizza super supreme, dia hanya mau yang biasa saja, tidak pakai pinggiran isi macem-macem.

    Hari sebelumnya adikku Andre pesan online Pizza khusus untuk jagoanku yang tidak mau makan, eh si Benjamin tidak suka, hanya dimakan sedikitt banget, Ben kasih jempol kebawah alias pizzanya kata dia tidak enak πŸ˜€ ; sedangkan pizza di pizza Hut dia kasih jempol keatas, ya maklum dia kelaparan kali deh karena cape setelah lari-lari di mall.

    Video Ke Supermarket dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia

    Demikianlah cerita saya mengenai Ke Mall Summarecon Bekasi Belanja dan Makan Pizza | Day 2 Edisi Liburan ke Indonesia. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

  • Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi | Day 11 Edisi Liburan ke Indonesia. 24 Januari 2019 hari ke 11 saya dan anak-anak berada di Indonesia. Hari itu kita ingin jalan-jalan sekitar kompleks, mau melihat aneka tanaman didepan rumah-rumah orang dan melihat kali aja ada tanaman hias unik yang belum pernah saya lihat di Jerman.

    Antusias Melihat Aneka Tanaman Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Baru keluar rumah, anak-anak heboh melihat kucing liar. Benjamin antuasias mengamati tanaman dipinggir jalan, tanaman liarpun heboh dia nunjukin ke saya πŸ˜€ .

    Kita melihat tanaman:

    • Belimbing, numbuh dipinggir jalan. Sepertinya tanaman liar, namun numbuh subur loh!. Lebih dari satu pohon kita lihat. Saya ko jadi kepengen bawa tanaman belimbingnya yang kecil ke Jerman. Saya suka deh melihat daun belimbing yang unik. Namun belimbing kan tanaman tropis, saya juga tidak tahu akan berbuah atau tidak kalau saya bawa ke Jerman πŸ˜€ .
    • Tanaman berbunga warna ungu (Video menit 1:25), namanya daun Pletekan (Ruellia Tuberosa L.). Merupakan tanaman semak yang rajin berbunga. Kalau diatur rapih penanamannya bisa jadi tanaman border di depan rumah, namun dibeberapa tempat yang kulihat hari itu daun pletekannya tumbuh liar dipinggir jalanan.

    Awalnya saya tidak tahu namanya, jadi tahu setelah di komen Haekal di video youtubeku πŸ™‚ dan saya google lebih lanjut mengenai daun atau bunga pletekan.

    Ruellia populer dijadikan sebagai tanaman hias. Beberapa diantaranya sebagai tanaman obat, tetapi banyak di antaranya diketahui beracun. Daunnya dipergunakan sebagai makanan ulat dari beberapa Lepidoptera (kupu-kupu).

     

    • Pepaya, belum berbuah dan pohonnya masih kecil. Pepayanya numbuh di pot. Entahlah apa juga numbuh tidak disengaja, karena kita lihat ko, tidak terawat. Sebenarnya banyak tanaman yang kita lihat tidak terawat, numbuh sendiri sepertinya, namun numbuh besar.
    • Adenium, ada beberapa yang kita lihat berbunga. Batangnya panjang-panjang banget, padahal kalau dipotong, akan numbuh cabangnya lagi ko, tapi ya batang panjang meliuk jadi keliatan unik aja. Adenium ini kelihatannya juga dipelihara ala kadarnya, potnyapun dekil gitu hehe. Walau tak terawat eh berbunga loh, sedangkan, punyaku yang dirawat dengan cinta, malah belum pernah berbunga, sepertinya Adenium milikku harus disiksa dulu, tidak disiram beberapa minggu, lalu kasih pupuk npk supaya berbunga gitu πŸ˜€ .
    • Lidah mertua (sanseveria), nih juga kita lihat di beberapa tempat, ada lebih dari dua macam deh. Ada yang daunnya lebar sekali, ada yang bercorak. Sungguh cantiknya Sanseveria yang kulihat. Di Jerman saya punya satu pot kecil saja, kalau yang lumayan besar, mahal deh di Jerman.
    • Ketimun mini, unik bentuknya. Tahun lalu saya nanam yang lebih kecil lagi ketimunnya, enak buat ngemil saat lihat-lihat balkon. Nah tanaman ketimun yang kita lihat ini numbuh liar, dan sudah sampai menjalar ke tanaman sebelahnya.
    • Pohon ceri (kersen), beda ya dengan pohon cery seperti di negara 4 musim, bukan buah cerry yang biasa ditaruh sebagai pemanis kue tart. Nah pohon ceri di Indonesia ini yang buahnya sangat kecil, kalau matang warnanya merah. Pohonnya tinggi, bagus juga sih jadi pohon peneduh. Bunganyapun banyak sekali, jadi sumber makanan kupu-kupu sari bunganya. Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri.
    • Pohon pisang banyak juga kita lihat, namun belum ada buahnya, hanya daunnya yang sangat subur dan lebar-lebar. Wah saya jadi kepengen daun pisangnya buat bungkus bikin kue πŸ˜€ .
    • Dirumah adikku ada beberapa tanaman hias, namun yang saya tahu namanya hanya daun pandan. Wah daun pandannya subur sekali. Mamaku sering menggunakannya daun pandan tersebut saat memasak nasi. Niatku saya mau bawa sedikit tanaman pandan saat pulang ke Jerman, karena kulihat di Internet, lumayan mahal nih tanaman daun pandan di Jerman.

    Benjamin antusias sekali melihat aneka tanaman dijalanan Margamulya Bekasi, termasuk melihat banyak hal yang tidak pernah dia lihat di Jerman, demikian juga diriku senang melihat aneka tanaman. Lain hari kita akan pergi ke lokasi agak jauh, untuk melihat-melihat ada tanaman hias unik apa lagi di sekitar rumah adikku di Bekasi ini.

    Video Aneka Tanaman Hias Sekitar Rumah Adikku di Margamulya Bekasi

    Oh ya si Benjamin lihat got aja heran haha karena di Jerman kan got ditutupi jadi bisa buat jalanan, lalu si Benjamin nanya kenapa air gotnya hitam, dilokasi lain kita lihat kali, airnya berwarna coklat banget dan ditanyain lagi, kenapa begitu warnanya?. Benjamin juga heboh melihat cicak, karena dia tidak pernah lihat di Jerman, malah minta ditangkap cicaknya, iihh saya yang jadi geli haha.

    Banyak hal yang tanyain si Benjamin nanya, yang saya tidak tahu menjawabnya, asal aja bilangnya namun kadang dia tidak puas dengan jawaban saya, dan nanya lagi dan lagi haha.

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

    Baca juga: Cerita dari Jerman – Living in Germany

  • Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air. Sudah 10 hari saya dan anak-anak berada di Indonesia. Setelah hampir 8 tahun di Jerman, untuk pertama kalinya saya mengunjungi tanah air tercinta. Selama 5 tahun terakhir di Jerman, entahlah saya ko tidak ada keinginan menggebu untuk ke Indonesia.

    Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air

    Setahun terakhir mulai timbul keinginan ke Indonesia, saya mikirnya juga mumpung Benjamin belum masuk SD, jadi kita bisa tinggal agak lama di Indonesia. Kalau si Ben sudah SD nanti, libur sekolah paling lama sebulan.

    6 bulan sebelumnya, saya sudah bilang bapaknya anak-anak kalau saya pengen banget liburan ke Indonesia bersama Ben dan Lisa, namun yaa cari tiketnya ditunda melulu πŸ˜€ . Saya cari tiket, ngecek hampir semua maskapai yang terbang ke Jakarta haha, saya catatin harga tiketnya dan banding-bandingkan.

    Saya mikir kelamaan dah, seminggu kemudian harga tiketnya sudah pada naik. Niatnya untuk terbang awal Januari 2019 dan kembali Maret 2019. Lah ternyata minggu pertama Januari tiketnya mahal sekali!. Ya iya sih karena saya nyarinya juga sebulan keberangkatan, makanya harga tiketnya selangit.

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    Kita sempat pergi ke salah satu travel agent dekat rumah, berharapnya dapat tiket lebih murah, lah ko malah lebih mahal 400 euro an, cape deh!. Dua hari saya fokus bener-bener cari tiketnya, mau beli! daripada keburu naik lagi. Akhirnya awal Desember 2018 kita beli tiketnya. Maskapai penerbangan Emirates yang paling bersahabat harganya, walau transitnya lama sih 5 jam di Dubai.

    Benjamin dan Lisa dapat bangku sendiri. Benjamin usia 4,5 tahun, Lisa 21 bulan. Sebenarnya, saat kita pergi Lisa masih bisa masuk kategori bayi sih, namun pas kita balik ke Jerman, Lisa akan berusia lebih dari 2 tahun, jadi harus bayar 75%nya seperti Benjamin.

    Tulisan Terkini

    Pas perginya Lisa sudah dapat bangku sendiri, karena kalau mau dapat diskonan (untuk tiket bayi) harus ngurus ke kantor pusat di Frankfurt, walah jauh banget dari rumah kita. Jadi ya beli tiket anak juga untuk Lisa.

    Tiket sudah beli langsung di website Emiratesnya, langsung bayar ditarik dananya dari rekening kita keesokan harinya. Agak tenang setelah beli tiket. Packing ngurus kopernya yang rasanya malas sekali! Tar sok (nanti besok) melulu haha, paling saya tulis daftar di kertas, apa saja yang harus kita bawa.

    Dua hari sebelum berangkat baru saya mabok ngurus barang-barang masukin ke kopernya haha!. Bapaknya anak-anak ceramah sedikit, harusnya saya ngurusin koper jauh-jauh hari. Pemikiran saya, kalau jauh hari diberesin, nanti juga bakalan di bongkar pasang lagi masukin barang-barang, makanya saya lebih memilih dekat hari H beresin bawaan.

    Saya dan anak-anak dapat jatah total bagasi 90 kg. Ke kabin dapat jatah 7 kg per orang, cuma saya malas bawa berat-berat ke kabin karena kita bakalan transit lama di Dubai.

    Dapat jatah bagasi 90 kg, mau bawa apaan aja?. Sayang dong dibiarkan begitu saja, kan duit tuh. Nah saya pernah dengar temanku di Belanda, yang menjual bagasi dia ke orang lain, jadi dia nerima titipan. Kalau dia sih nawarin di PPI Belanda, lah facebook ku sudah saya matikan 2 tahun lalu, kalau saya bikin akun baru, trus daftar PPI Jerman, ntar kuatir tidak di setujui bergabung. Temanku tersebut menjual bagasinya 10 euor/kg (Rp. 160.000/kg). Kalau kelebihan bagasi harus bayar 4x lipatnya! Makanya harus benar-benar diperkirakan barang bawaan kita dan barang titipan πŸ˜€ .

    Saya ingat pernah bikin akun di bistip.com, ternyata saya bikinnya tahun 2013, dan baru pas mau ke Indonesia ini saya gunakan πŸ˜€ . Saya isi profile saya, foto dan cantumkan url blog supaya orang yang mau nitip percaya sama saya.

    Soalnya kali itu pertama kali saya akan pakai bistip.com. Orang-orang yang mau nitip kan biasanya lihat track record travelernya, apakah bisa dipercaya, apakah barang yang dititipi aman dan bakalan diberikan ke si pemesan.

    3 minggu sebelum keberangkatan saya mulai promosi, lalu dua minggu sebelum keberangkatan dan waktu seminggu lagi mau berangkat saya promosi dua kali. Saya dapat 8 orang yang mau pakai jastip saya.

    2 orang minta dibawain baju Zara anak 5 dan 10 kg. 1 orang produk lotion 10 kg, lalu ada 2 nitip sepatu, kaset Nintendo, topi dan satu nitip onderdil mobil 16 buah, ukuran kecil banget, hanya 1 kg.

    Dua orang pertama saya kasih harga 10 euro/kg (Rp. 160.000/kg), selanjutanya 12 an euro. Selain jastip dari 8 orang, saya juga bawa jualan saya, yakni umbi bunga amaryllis kira-kira 15 kg! πŸ˜€ . Akhir tahun 2018 saya order umbi bunga amaryllisnya dari Belanda.

    Umbi bunga Amaryllis. amaryllis bulbs from holland
    Umbi amaryllisnya gede-gede banget sekitar 400-500 gram per umbi. Bawa 39 biji beratnya sekitar 15 kg πŸ˜€

    Besar ukuran umbinya, sampai 400 – 500 gram per bijinya. Kalau ditotal ada 39 umbi yang saya bawa. Waktu saya nulis postingan ini umbinya sudah tingal 2 biji saja, laris manis terjual, malah sebenarnya kurang sih, masih banyak peminatnya cuma stoknya sudah tidak ada πŸ™‚ .

    Baca juga: Tips Perawatan Bunga Amaryllis

    Nanti saya buat postingan tersendiri mengenai jastip via Bistip.com karena menarik aja buat diceritakan, siapa tahu ada yang mau ikutan juga, jadi saya mau berbagi pengalamanku.

    Video 2 Anak Kecil Pertama Kali Terbang Naik Pesawat Emirates Terbesar Airbus A380

    Segini dulu ya ceritanya, saya juga bingung sih mau mulai dari mana haha. Kalau misal ada yang kenal wajahku, lihat di mall atau di jalan atau dimana kek, jangan sungkan negor yaa. Saya tinggal di rumah ortu di Kemayoran sabtu dan minggu. Senin sampai Jumat malam di rumah adikku di Margamulya, Bekasi. Saya dan anak-anak hampir 3 bulan berada di Indonesia, baliknya minggu kedua April 2019.

    β–ΊAircraft: Boeing 777-300er
    β–ΊAirline: Emirates (EK)
    β–ΊFrom: Dubai, UAE (DXB)
    β–ΊTo: Jakarta, Indonesia (CGK)
    β–ΊFlight-number: EK358
    β–Ί Flight Date: 13 January 2019

    Demikianlah cerita saya mengenai Halo dari Indonesia | Edisi Liburan ke Tanah Air. . Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Kumpulan Cerita Liburan ke Indonesia Bersama 2 Anak Kecil

error: Content is protected !!