Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian. Pernahkan kamu merasakan sensasi naik kereta ke ketinggian 700 meter?. Mama saya bilang „takut juga ya bagaimana kalau tiba-tiba keretanya rusak dan meluncur turun nabrak rumah-rumah dibawah“. „.. ya mak kereta buatan Jerman gitu loh!“ sahut saya haha.
Minggu 31 Mei kita pergi liburan singkat ke Schwarzwald. Perjalanan ke penginapan butuh waktu sekitar 3 jam, daripada hari pertama kosong tanpa acara jalan-jalan jadi kita pergi ke objek wisata di Bad Wilbad dulu baru setelahnya lanjut ke penginapan.
Tujuan utama ke Bad Wilbad adalah mengunjungi Baum wipfelpfad (the treetop walk) terjemahan google jadinya puncak pohon berjalan, jadinya lucu banget diterjemahkan ke bahasa Indonesia haha. Terjemahan bebas ala saya sebut „jembatan hutan“ saja ya 😉 .
Untuk sampai ke lokasi Baum wipfelpfad kita naik kereta kabel (die Standseilbahn) sommerbergbahn. Kereta 2 gerbong ini bisa menampung 75 orang. Ada tempat khusus untuk sepeda, kereta dorong dan kursi roda. Kereta kabel ini merupakan generasi ke empat. Kereta kabel pertama di wilayah Baden Württemberg beroperasi tahun 1908. Di kota Bad Wilbad ini dekat pintu masuk objek wisata bisa kita lihat kereta kabel yang pertama kali digunakan yang sudah berumur 100 tahun.
Video Naik Kereta Kabel Sommerbergbahn
Panjang rel kereta 756 meter, pada ketinggian 500 meter kita bisa melihat lembah dan hutan yang sungguh indah dilihat dari ketinggian. Sampai diatas kita langsung ke lokasi jembatan hutan Baum wipfelpfad.
Tiket masuk jembatan hutan Baum wipfelpfad sudah kita beli sebelum naik kereta. Tiket dewasa 13 euro (sekitar Rp. 195.000) harga ini sudah termasuk tiket keretanya pp 2,5 euro. Untuk anak dibawah 6 tahun gratis.
Kalau misal tidak mau naik kereta ke objek wisata jembatan hutan bisa saja, jadi 13 euro tersebut dikurangi 2,5 euronya, kalau tidak naik kereta, pengunjung bisa berjalan kaki (mendaki hehe) atau naik mobil. Bapaknya Benjamin lebih memilih supaya kita naik kereta supaya tidak mengotori udara sekitar hutan dengan asap kendaraan.
Tree Top Walk Black Forest Jerman
Dari jembatan Baumwipfelpfad sepanjang 1.000 meter kita bisa melihat hutan dari sisi lain yakni dari ketinggian 20 meter, dan dari puncak menara pandangnya kita akan berada di ketinggian 40 meter melihat keindahan Schwarzwald (hutan hitam).
Arsitek jembatan hutan Baumwipfelpfad adalah Josef Stöger. Pak Stöger ini merancang 5 jembatan hutan Baumwipfelpfad. ada 4 di Jerman yakni di Neuschönau, Rügen, Schwarzwald yang kita kunjungi, Saarschleife dan satu di Lipno CZ Republik Ceko.
Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany
Objek wisata treetop walk yang kita kunjungi di Schwarzwald dibuka untuk umum pada 26 September 2014.
Pos Informasi
Sepanjang jalan jembatan akan kita temukan papan informasi mengenai aneka hewan liar apa saja yang hidup di hutan sekeliling Baumwipfelpfad, informasi mengenai makanan apa saja yang biasanya dimakan hewan liar dihutan, bentuk /cetakan jejak kaki hewan liar dihutan inipun bisa kita lihat disana.
Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya
Kalau kamu tertarik dengan alam liar berikut ini ada 10 pos Informasi Tree Top Walk Black Forest (dalam Bahasa Inggris):
Saya lupa ada berapa tepatnya pos ketangkasan ini, semua pos dicoba bapaknya Benjamin. Saya tidak berani mencoba takut jatuh haha padahal ada jaring kawat pelindungnya sih tapi tetap aja saya cemen 😳 .
Benjamin penasaran mau mengikuti bapaknya, bukannya melangkah di balok ketangkasan, malah Benjamin berjalan di jaring kawat pengamannya. Bapaknya sudah sampai finish anaknya baru beberapa langkah saja. Benjaminnya diangkat segera karena menghalangi pengunjung lainnya yang mau lewat pos ketangkasan ini.
Activity station
Jalan kaki sejauh 1,2 km jadi tidak terasa karena banyak hal menarik yang bisa kita temui (pelajari) di jembatan hutan ini. Benjamin puas berlarian. Orangtua tidak perlu kuatir kalau anak-anak berlari-lari karena jembatan ini mulus tanpa anak tangga.
Paling istimewa dari objek wisata jembatan hutan ini adalah pada ujung jembatan ada menara pandang melingkar setinggi 40 meter yang bahan utama pembuatannya adalah kayu. Kemiringan menara pandang ini 6% jadi aman digunakan untuk pengunjung dengan kursi roda dan para orangtua yang membawa kereta dorong. Menara padang ini konstruksinya menyerupai bentuk cangkir, ada 12 lingkaran (tingkat) menyerupai cincin melingkar.
The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany
Kita semua tidak jalan sampai atas menara karena sudah cape jalan kaki (malas haha). Bisa sih turun naik perosotan cuma ya harus bayar 2 eur (Rp.30.000) per orang dan Benjamin belum bisa, boleh mulai umur 6 tahun naik perosotannya.
Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald
Video Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian
Setelah keluar dari arena Tree Top Walk Benjamin langsung seperti anak ayam keluar dari kandang haha. Main yang kotor-kotor dia, duduk dan korek-korek pasir, kumpulini jerami, main kayu yang besar, batu besar banget juga diangkat. Saya yang awalnya cerewet ya sudah terserah deh mau ngapain juga tuh anak kita biarin aja, ingat juga ada buku yang judulnya Don’t Sweat The Small Stuff with kids Jangan meributkan hal-hal kecil dengan anak, makanya TERSERAHLAH nak bikin yang kamu mau, asal kau senang yaa, pulang jalan-jalan toh bsia mandi yang bersih 😉 .
Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air. Kamis 2 Oktober 2014 hari itu merupakan hari terakhir mama saya di Jerman. 90 hari sungguh tidak terasa berlalu begitu cepat. Mama menemani saya sebelum melahirkan hingga mengajari saya bagaimana mengurus Benjamin. Tiba saatnya mama harus kembali ke tanah air tercinta bertemu keluarga tercinta, keluarga di Jakarta senang sedangkan saya sedih hiks 🙁 .
Sebenarnya sejak awal mama berada di Jerman, dan saya membayangkan kalau mama hanya tiga bulan saja bersama saya, wah saya langsung sedih dan akan nangis tersedu-sedu. Maka setiap kali pikiran tersebut lewat, saya alihkan dengan membayangkan hal lain yang membuat hati saya bahagia, toh tahun depan mama bisa datang kembali kan yaa. Kalau si mama datang lagi nanti, Benjamin pastinya sudah bisa lari-lari 😀 .
Pada 2 Oktober tersebut saya masuk kursus, saya minta babenya Benjamin beli timbangan koper yang saat itu sedang dijual disalah satu supermarket. Mama sms saya :, “setelah pulang kursus langsung pulang ya jangan ngelayap ke toko-toko. Koper mama kelebihan 3 kg nih, jadi harus dibongkar atau dikeluarkan beberapa barang, pulanglah cepat supaya ada yang gendong Benjamin dulu”.
“Yaelah maaakk suruh babenya si Ben aja yang jaga kenapa? pasti main komputer deh dia ya” jawab saya dalam hati saja. Nyatanya saya masih sempat berlari ke salah satu toko tanaman, membeli sesuatu yang saya butuhkan, toh bus saya datangnya 10 menit lagi.
Tiba di rumah, mama bilang, mama sedih sekali, tidak tahu kenapa ketika mengganti bajunya Benjamin jadi sedih dan menangis. “Wajarlah ma, aku aja sudah berhari-hari ini melow melulu, mewek melululah kalau kubayangkan mama akan kembali ke tanah air. Makanya udahlah kita pikirkan yang senang dan bahagia saja yaa, tahun depan mama kan bisa datang lagi” sahutku.
Ketika kami makan siang saya yang berdoa hari itu, dan suara saya tersendat ditenggorakkan dan tidak bisa keluar sangking sedihnya. Bukan hanya saya, mama juga menangis. Hahaha kalau saat ini kami berdua sudah bisa tertawa-tawa 😆 . Makanya saya baru bisa membuat tulisan ini. 1-2 minggu setelah mama kembali ke tanah air, baru saya menuliskan satu dua kalimat langsung menetes air mata saya, lebih baik saya pending ceritanya hingga perasaan saya sudah normal kembali.
Di hari terakhir tersebut, mama memandikan Benjamin untuk terakhir kali. “Mak mandikanlah Benjamin, terakhir kali mak, nanti kangen loh ma dengan cucu mama tercinta ini” hehehe gaya bujuk rayu saya supaya mama mau memandikan Benjamin.
Sejak Benjamin lahir hingga hari itu 02 Oktober, tidak pernah saya memandikan Ben. Saya selalu jadi asisten mama atau babenya Benjamin saat Ben dimandikan. Kalau ada mereka berdua kenapa saya harus turun tangan toh hehe. Sejak mama di tanah air, sayalah yang paling sering memandikan Ben.
Slideshow foto-foto Opung dan Benjamin
Pesawat mama LH782 berangkat 21:30 ; boarding time 20:45 . Saya sudah lakukan online check-in 24 jam sebelum keberangkatan, jadi boarding pass sudah keluar dan saya print lalu berikan ke mama.
Benjamin sudah siap Mengantar opung ke Bandara
Niatnya kami akan berangkat jam 17.30 dan molor hingga hampir jam 18.30 salahkan saya hehe babenya Ben sih sudah mulai ngomel 😳 . Saya PD saja dua jam lebih cukuplah sampai ke bandara Frankfurt, toh biasanya butuh waktu tidak sampai 1,5 jam.
Ternyata di beberapa tempat macet gilaa, mobil tidak benar-benar berhenti sih, tapi kalau cuma bisa melaju di kecepatan 50 km di jalan tol, ya jadi ketar-ketir juga, takut telatt. Awalnya kami masih ngobrol-ngobrol, lalu jadi hening karena deg-deg an mikirin bisa sampai tepat waktu ga ya 😥 .
Puji Tuhan! tiba di bandara jam 8 malam. Boarding time 20 :45 dan jadwal pesawatnya berangkat 21:30. Saya deg-deg an lagi tuh, “jangan-jangan counter chek-in buat serahkan koper antriannya panjang” . Puji Tuhan lagi, ternyata counter check-in nya banyak ko, jadi penumpang tidak perlu antri lama.
Diparkiran Bandara Frankfurt. 02 Oktober 2014 jam 8 malam
Model baru nih, jadi tidak ada petugasnya. Penumpang tinggal mendatangi mesin check-in, taruh koper diatas timbangan/ban berjalan, scan tiketnya ke mesin. Kalau berat koper tidak lebih beratnya akan keluar kertas laporan bagasi. Koper kecil untuk dibawa ke kabin tidak perlu ditimbang, karena pas babenya Benjamin taruh koper besar dan kecil, mesinnya tidak bereaksi ya artinya bawaan mama melewati berat yang diizinkan.
Counter Check in otomatis tanpa petugas, tinggal taruh kopernya kalau berat tidak lebih akan keluar struk informasi, koper akan berjalan masuk
Malam hari sebelum keberangkatan, ketika saya lakukan online check-in, saya coba minta (apply) supaya ada petugas yang menemani mama istilahnya special service. Soalnya mama saya kan hanya bisa bahasa Indonesia, saya kuatir mama nyasar menuju ke pesawatnya. Jadi ada beberapa pilihan, saya pilih option mama tidak bisa berjalan jauh sekali. Ujung-ujungnya keluar informasi supaya bawa kursi roda sendiri hahaha. Saya pikir ya sudahlah, saya toh cuma butuh petugasnya untuk menemani mama sampai ke pesawat.
Pas mau masuk, ternyata kata petugasnya disuruh tanyain di lantai bawah. Babenya Ben lambreta pula, dan balik membawa kabar tidak baik. Katanya special service begitu harus bayar dan harus daftar ulang lagi. Yaelah beneran bikin kesal deh, wong di email yang saya terima tidak ada informasi yang menyatakan harus bayar ko.
Daripada berdebat lagi, waktu semakin mepet untuk boarding, maka mama sudah mantap masuk tanpa pengawal. Saya bilang ke mama “setelah lewat pemeriksaan imigrasi lalu cari pintu Z52 ya maaa”. Kami masih bisa melihat mama sudah melalui loket imigrasi. Tahu ga sih si Mama loket imigrasinya pilih yang buat warga EU (Uni Eropa) hahaha. Mama pastinya tidak mengerti sih, yang penting sudah lolos dan petugas sudah cap paspor mama 😉 . Saya pesan ke mama kalau sudah diruang tunggu sms atau miss call saya, nanti saya telp mama buat ngobrol dulu sebelum masuk pesawat.
Bandara Frankfut 02 Oktober 2014 jam 20.11
Kompaknya opungnya Ben dan babenya Ben pakai kaos putih. Menuju counter check in otomatis
Benjamin tidur pulas ga lihat opung berangkat deh
Hikss mama siap-siap pergi deh
Sebelum mama lewat gerbang perpisahan, gerbang dimana mama menuju ke loket imigrasi dan kami hanya bisa memandangi saja. Saat itu saya melihat ternyata ada seorang ibu asia juga yang akan pergi seorang diri. Si ibu diantar anak perempuannya dan menantunya bule. Saya curi-curi pandang sambil mikir apakah dia orang Indonesia?.
Setelah mama saya berlalu, si wanita menghampiri saya dan bertanya apakah saya dari Filipin?. Heran setiap kali bertemu orang asia tidak ada satupun yang menebak saya orang Indonesia, apakah orang Indonesia sangat sedikit ya di Jerman sini ? 😀 . Saya selalu dikira orang Filipina atau dari Thailand.
Kameranya pasti rusak deh, ko saya ndut banget ya atau salah posisi dirinya deh hahaha
Kami nanti kedatanganmu kembali ma 1 atau 2 tahun lagi ya
02 Okt 2014 Hari terakhir opung bersama Benjamin. Tahun depan datang lagi ya opung, pastinya Benjamin sudah bisa lari-lari deh
Mama berjaket kulit hitam menuju loket imigrasi. Mama pilih loketnya yang untuk warga Uni Eropa hahaha yang penting lolos ya ma
Mama sudah diruang tunggu (saya telp mama) : Mama : “kamu gimana sih Linnnn katanya pintu Z5, capeee mama jalan jauhhh sekali, tanya-tanya petugas dimana Z5, ditunjukin jauhh sekali. Lalu karena tidak ketemu, mama tunjukkinlah tiket mama, dibilang petugas pintunya Z52 dan petugasnya sambil nunjuk-nunjuk jam ”. (Pasti maksud petugasnya cepat sudah harus masuk ruang tunggu) .
Saya : “Mamiii aku kan bilangnya pintu Z52, bukan Z5. Aku bilang dua kali loh!” sahut saya dengan nada pengen nangis dan ketawa ”.
Jadi pelajaran nih, berikutnya mama harus diajarin baca tiket, kalau perlu digaris bawahi no pintu dan no bangku pesawat.
Mama sudah dalam pesawat (saya telp mama): Mama (bicara sambil ngos-ngos an) : “kamu gimana sih Linnnn* bangkunya ko dipilih paling ujung pesawat, paling belakang ini, jauuhh masuknya. Mentok tidak ada bangku lainnya dibelakang. Ampunnn dah di ekor pesawat”.
Saya (bengong sesaat) : “Maaa semalam kan mama disampingku waktu kita pilih no bangku pesawat mama. 26C tuh 1 bangku dekat pintu pesawat. Pintu tengah. Mama masuk dari pintu mana??? ”.
Mama : “masuk lewat pintu depan, ngikutin orang-orang”.
Saya: “yaelahhh makkk, kan sudah dikasih tahu masuk lewat pintu tengah”.
Mama : “eh tunggu, ternyata masih banyak bangku dibelakang mama ko. Kirain paling ujung di ekor pesawat ”. (Mungkin ada semacam tembok pemisah jadi mama kira dia paling belakang)
Saya : “Ya iyalah kan semalam kita sudah lihat denah bangku pesawatnya. Bangku mama di bagian tengah pesawat ko, dekat pintu tengah. Duduk di pinggir jalan, supaya mudah kalau mau ke luar, misalnya ke toilet kan tidak perlu permisi ke orang disebelah. Pokoknya sudah aku pilihkan yang terbaiklah ”.
Mama : “duuuuhh mandi keringat nih Linnnn*, jaket kulit si Andre** mama pakai kan karena berat sekali tidak bisa masuk koper lagi. Trus tadi mama minum air setengah liter. Mama lupa minum air yang bawa dari rumahmu, tadinya mau minum dijalan. Lupaaa, eh pas pemeriksaan, ditahan petugas, dikeluarkan botol minum tupperware. Disuruh buang, mama ga mau, rugi bener, mahal tupperware!. Trus disuruh minum airnya, karena tidak boleh buang airnya saja ”.
Saya : membayangkan petugas bicara dalam bahasa Jerman atau Inggris dan mama jawabnya bagaimana? Ini bikin saya ngakak makkk.
Mama : “trus itu lagi, hp jadul mama, ampunn dah! tadi mama dibawa ke kantor petugas karena hp jadul tersebut kan tidak ada sim cardnya ”.
Saya : mungkin dianggap sebagai alat pematik bom kali ya hehehe. Makanya lain kali kalau ada hp tanpa sim card, masukkan ke koper besar saja.
Mama : “sudah dululah telpnya ya, mama cape banget, mandi keringat nih. Pulanglah kalian, nanti mahal bayar parkir bandara” .
Saya : “Yaelah mama, masih sempatnya mikirin mahal parkiran hahaha. Yang penting mama sudah duduk dalam pesawat ya, aku tenang ma, bisa pulang”.
*Nama saya Nella, tapi dikeluarga, nama panggilan saya Linang. **Andre adik saya paling kecil.
Benjamin bingung sekaligus senang lihat suasana baru, jadi dia sama sekali ga mau minum susu. Ben bangun setelah mamaku masuk ruang tunggu
Selamat Terbang ma ke tanah air tercinta
Ketika mama transit di KL, mama telp saya. Hanya hampir 1,5 menit telp dengan no. Jerman ke hp saya kena 6 euro (sekitar rp.96.000) ya iyalah roaming memang mahal sekali. No hp Jerman mama hingga saat ini sudah sebulan lebih masih aktif. Lumayan saya bisa ngirit sms an ke mama, kena Rp.800 kalau dirupiahkan. Kalau mama sms saya dari simpati ke no Jerman, mama kena Rp.600.
“Grandmother — a wonderful mother with lots of practice”. ~Author Unknown
Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping ini sebenarnya sudah basi, karena mama saya sudah berada di tanah air kembali. Saya berpikir ulang walau basi, mungkin saja ada yang memerlukan pengalaman mama saya kan yaa 😀 .
Mama saya usia 58 tahun, pergi tanpa pendamping. Tujuan Jerman (bandara Frankfurt Am Main). Hanya bisa Bahasa Indonesia.
Tiket mama sudah dibeli sejak akhir Januari 2014, rencana keberangkatan 5 Juli 2014. Mama datang dalam rangka saya mau lahiran, jadi supaya ada yang bantuin saya. Sebenarnya nekad ya beli tiket padahal visa belum diurus, kalau visa ditolak bagaimana? 😛 .
Bulan Januari sedang ada promo tiket Lufthansa, saya bilang ke Frank nanti dululah saya pikir-pikir dulu. Nah tuh kelamaan mikir seminggu, pas sudah mantap harganya mahal jadi naik. Hari itu tidak pikir panjang lagi langsung beli tiketnya (secara online di web Lufthansa, bayar pakai kartu kredit).
Berangkat 5 Juli 2014 dari bandara Sukarno Hatta, jam 19 :35 . Terminal 2 untuk keberangkatan luar negeri. Kelas ekonomi bagasi yang diperbolehkan 23 kg, bawaan ke kabin 7 kg. Transit di Kuala Lumpur sekitar 1,5 jam.
Biasanya Lufthansa transitnya di Singapur, nah sepertinya ada rute baru, jadi tidak lagi transit di Singapura, melainkan di Kuala Lumpur (KL) entahlah kalau sekarang ya. Beruntung juga sih transit di KL kan masih rumpun melayu jadi kalau mama butuh bantuan mungkin masih ada orang yang bisa bahasa Indonesia, ketimbang kalau di Singapur, mama tidak bisa bahasa Inggris.
Visa mama saya akhirnya keluar juga lap keringat baca Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri. Saya sempat tidak bisa tidur mikirin tuh visa ko lama keluarnya. Akhirnya 9 hari sebelum keberangkatan visa diambil mama. Soalnya tiket sudah dibeli 6 bulan sebelumnya, kalau ditolak bagaimana nasib tiketnya? kalau disetujui kira-kira apakah 90 hari yang diminta disetujui? hanya punya waktu kurang dari 2 minggu untuk ubah tanggal keberangkatan kalau misal durasi tinggal di Jerman tidak sesuai permintaan. Puji Tuhan lancar, sesuai tanggal yang kami minta masa berlaku visa 90 hari (5 Juli sampai 2 Oktober 2014).
24 jam sebelum keberangkatan saya lakukan online check-in jadi boarding pass mama sudah keluar, lalu saya email ke adik saya di Jakarta minta diprint dan kasih mama. Online check-in begini bisa menyingkat waktu, jadi tidak harus 2 jam sebelumnya check-in di bandara. Saya juga pilihkan (ubah) nomer bangku mama. Sebenarnya di tiket sudah tertera nomer bangku, namun kalau kita mau ganti masih bisa ketika online check-in. Saya pilih bangku yang dipinggir jalan, jadi mama mudah kalau mau keluar (misal ke toilet), kalau pas dapat bangku di tengah, repot minta permisi ke penumpang disebelah, apalagi kalau disampingnya bule halahh mama hanya bisa bahasa Indonesia.
Hari H mama diantar kedua adik saya Roy dan Andre. Andre pakai baju seragam kantor (BUMN) karena dia minta izin petugas, akan masuk bantuin mama angkat koper sampai counter check-in. Sebenarnya pengantar dilarang ikut masuk, tapi coba pikir bagaimana mamaku harus angkat koper 25 kg dua kali? 🙁 .
Repot ya bandara di Jakarta ini, masa pengantar tidak bisa ikut sampai meja check-in?. Bayangkan mereka yang sepuh (lanjut usia) kalau pergi seorang diri. Harus 2 kali angkat koper yang berat. Pertama pas masuk ruangan check-in, angkat koper ke ban berjalan, lalu angkat koper kedua kali di counter check in.
Saya saja yang masih muda (ceilehh muda 😛 ) waktu pertama kali ke LN rasanya tulang remuk mengangkat koper lebih dari 20 kg seorang diri. Mau berlibur ko malah remuk tulang 😥 .
Semoga kalau ada petugas bandara Soetta bandara tulisan saya ini. Mohon diubah sistem dibandara dong, supaya penumpang bisa diantar hingga ke counter check-in, atau paling tidak ada petugas yang bertugas angkat-angkat koper penumpang hingga ke meja check-in. Buat apa itu pajak Bandara Rp. 150.000??? kalau kenyataannya pelayanannya mengecewakan?.
Di Eropa (Swiss, Belanda, Jerman saya baru pengalaman di sini) semua orang bebas berlalu lalang hingga ke counter check in. Toh nantinya ada loket/bagian imigrasi yang harus dilalui penumpang. Nah pengantar stop sampai di situ.
Perlu diketahui ya, maskapai Lufthansa ini super ketat mengenai berat bawaan penumpang. Di tiket ditulis 23 kg (ekonomi) harus 23 kg tidak boleh lebih dan harus 1 koper. Bawaan ke kabin 7 kg. Kalau ada tentengan lain ke kabin silakan saja boleh ko, asal siap-siap repot nenteng 😛 .
Koper mama 25 kg, setahu saya kalau dari Jakarta masih agak longgar, dikasih lebih, namun kalau berangkat dari Jerman jangan harap dikasih lebih, tidak boleh lebih sedikitpun. Pengalaman kedua sahabatku Maria dan Gini Oktober 2012 mau kembali ke tanah air, total kelebihan koper mereka berdua 24 kg. Jadi mereka 3 kali bongkar koper di bandara, mengeluarkan banyak barang supaya koper benar-benar pas 23 kg per orang. Makanya kalau jalan-jalan belanjanya jangan kalap ye 😛 . Hari itu Frank dan saya pulang dari bandara membawa banyak sekali barang-barang Maria dan Gini.
Lanjut ke ceritanya mama (masih panjang nih, ambil kopi dulu gih atau cemilan hehe).
Mama transit di KL selama 1,5 jam. Pesawat dari Jakarta hinga ke Jerman sama LH783 . Mama cerita, penumpang harus keluar dari pesawar dan membawa semua barang bawan dari kabin. Pengalaman saya dulu terbang dengan Malaysia air, transit di KL tidak turun ko. Ada penumpang turun ya silakan turun, ada yang naik ya ditunggui naik, yang mau lanjut ya tidak perlu turun, santai saja didalam pesawat.
Ribet ya si Lufthansa, ngerepotin orang saja. Katanya sih pesawatnya mau dibersihkan. Lah memang pas di Jakarta tidak dibersihkan tuh pesawat?.
Di jadwal mama tertera akan sampai bandara Frankfurt jam 06 :40 waktu Jerman tanggal 6 Juli. Jadi sehari ya naik pesawat hehe. Berangkat 5 Juli tibanya 6 Juli. Tepatnya terbang 14 jam, tepos dah pantat, panass 😛 . Kalau bisa bahasa Inggris asyik bisa nonton tv di depan bangku. Lah mama manyun deh, mikirin yang indah-indah aja kali ya pas sampai Jerman mau ngapain 😉 .
6 Juli 2014 mama melangkahkan kaki di bandara Frankfurt untuk kedua kalinya. Pertama kali tahun 2012 mama datang ketika pemberkatan pernikahan saya datang bersama bapak dan adik saya Roy. Waktu itu bersama bapak dan adik saya datang menggunakan maskapai Qatar, jadi transitnya di timur tengah. Berhubung 2014 ini mama datang seorang diri saya tidak berani pilih maskapai timur tengah karena transitnya sangat amat merepotkan. Turun dari pesawat harus naik bus dan mencari counter check-in berikutnya pusing 🙁 . Selain itu biasannya transit dengan maskapai timur tengah tuh lama sekali, saya dulu pernah 5 jam transitnya.
Saya sudah pesan ke mama “begitu orang-orang mulai keluar pesawat, harus ikutan ya, jangan pakai tunggu-tunggu. Pokoknya ikutan orang satu pesawat sampai lewat imigrasi dan ambil koper. Jangan ke toilet, jalan harus cepat ya. Coba kenali beberapa orang, syukur-syukur ada orang Indonesia jadi kan ada temannya”.
Mama bilang tidak ada orang Indonesia, bule semua. Ah mama masah sih? 😛 . Pramugari pramugara Lufthansa bule juga bisa bahasa Indonesia.
Mama tercinta saya bekali surat sakti dalam bahasa Jerman dan Inggris.
Catatan kecil ini berguna buat mama ketika di Bandara, karena mama hanya bisa Bahasa Indonesia, kalau ada yg tanya-tanya tinggal sodori kertas ini
Setiap ada penumpang yang keluar saya perhatikan “ini si mama nyasar kemana yaa ko tidak juga keluar?”.
Menunggu dan menunggu .. terus menunggu mama tercinta …
Dari kejauhan saya melihat mama keluar, mendorong troley besar. Walahh dan bawaannya banyak banget. “.. makkk makkk” saya panggil-panggil tidak mendengar, terus saja si mama berjalan cepat mendorong troleynya. Akhirnya Frank yang mengejar, saya berdiri dan ikutan berlari kecil (saat itu saya hamil besar, sudah hari-hari menjelang lahiran). Langsung kupeluk si mama. Mata saya berkaca-kaca, antara kangen dua tahun tidak bertemu dan kasihan sekaligus pengen marah “maaakkk bawaannya ko banyak sekali. Bagaimana bawa seorang diri?. Sudah dibilang jangan bawa tentengan banyak!”. Gilee yaa ngomel-ngomellah saya dibandara hahaha.
Jadi mama saya membawa satu koper besar, satu koper kecil yang dibawa ke kabin lalu tas punggung, masih ada plastik isi satu set bantal bayi untuk Benjamin dan jaket mama.
Kalau koper besar pastinya masuk bagasi, jadi yang tentengan kecil-kecil itu yang bikin repot. Mana pas transit harus dibawa keluar pesawat. Mama bilang dia tidak berani naik tangga jalan karena tentengannya banyak takut jatuh, jadi naik tanggalah dia. Padahal tangga di bandara tuh tinggi banget 🙁 .
Berfoto dululah mak ya supaya ada kenang-kenangan, sudah 2 kali mendarat di Jerman. 5 Juli 2014
Sambil mencari jalan keluar, ngobrol-ngobrolah saya dengan mama. Frank yang mendorong troley mama. Mulailah saya introgasi si mama hahaha saya tanya-tanya bagaimana perjalanan mulai dari Jakarta, pas transit dan pas mendarat di Jerman.
Mama cerita: • Di bandara Frankfurt, mama bilang nyasarlah dia. Katanya “mama sudah ngikutin orang-orang sepesawat keluar pesawat. Lah ko orang-orangnya kocar kacir ke segala arah” hahaha. Nanya ke orang dibilang kesana, nanya ke orang lain lagi ditunjukkin ke sana tuh. • Akhirnya ketemu loket imigrasi. tepok jidat dulu petugasnya menghambat langkah mama, coba yaa itu surat sakti dari saya pakai diteliti dulu, diperiksa kalimat-kalimatnya dan di koreksi penulisan huruf besar kecilnya. Ampuuunn dah bapak imigrasinya lagi tidak ada kerjaan kali ya?. Wong yang teks Jerman sudah dikoreksi Frank loh. Frank bilang “kenapa yang teks Englishnya tidak dikoreksi sekalian?” 😛 . Sayangnya kertasnya entah keselip dimana, tadinya saya mau scan hahaha.
• Begitu mama keluar loket imigrasi jadi sekelilingnya sudah sepi, sudah sunyi senyap tidak ada lagi penumpang dilihat mama. Anehnya kenapa pula sih mama tidak sms saya, sms sayapun tidak dibalas. Padahal Frank dan saya sudah lama menunggu diluar “ko mama tidak keluar juga, banyak sekali penumpang sudah pada lewat”. Penumpang Lufthansa punya pintu keluar khusus. • Mama mau cari tempat ambil koper. Dia tanya-tanya orang (petugas) dengan menyodorkan surat sakti dari saya. Mama tiba di bagian pemeriksaan. Lah ini saya bingung dengan cerita mama, kalau lewat pemeriksaan kan yang mau berangkat ke LN ya, klo mau keluar sih tidak ada pemeriksaan lagi. Bawaan di taruh di ban berjalan, mama melewati metal detektor, tuh alat bunyi-bunyi melulu, ternyata mama ngantongin logam 2 euro 😛 . Sama petugas mama diminta keluarkan isi money belt, petugasnya sambil ketawa-ketawa bilang “mone .. money .. money”. Mama tidak bawa banyak uang cash ko, kalau tidak salah hanya sekitar 800 euro. Petugasnya tidak menghitung jumlah duitnya mama hanya dilihat saja. Ada aturannya sih kalau bawa banyak cash harus lapor.
• Setelah tanya-tanya orang lagi, akhirnya mama sampai di tempat ambil koper, yang mana karena sih mama sudah lama sekali dalam bandara, jadi tuh koper mama sudah dipinggirin, jadi mama tinggal ambil sambil tunjukkin tiket ke petugasnya. Kata mama ada satu koper lain yang sudah dipinggirin, jangan-jangan pemiliknya nyasar juga 😛 . • Mama tidak mungkin angkat koper besar dong ya. Mama sudah tahu harus sewa troley. Jadi sebelum berangkat sudah saya bilang “jangan lupa bawa logam 2 euro untuk ambil troley”. Nah mata mama sudah tidak jelas lagi. Didepan mesin mau masukkan logam 2 euro, mama tidak jelas lihat lobang di mesinnya. Pas ada seorang bapak mau ambil troley juga, si mama kasih uang logamnya sambil tunjuk ke mesin, jadi si bapak mengerti mama mau ambil troley. Jadi ya body language berguna ko kalau bepergian kita tidak tahu bahasa setempat 😉 .
Setelah bertemu Frank dan saya, dan kami sudah dekat parkiran maka troley akan kami kembalikan. Dorong troleynya ke tempatnya, nanti logam 2 euronya akan keluar dari mesin, kita ambil deh.
Peminjaman troley di Bandara Frankfurt. 1 troley masukkan logam 2 euro
Setelah itu bayar parkir. Tarif parkir bandara tuh emang gila-gilaan deh. Hampir 2 jam nih kena 9 euro (sekitar rp. 139.000 ) .
Cerita baliknya ke tanah air bagaimana? tidak kalah serunya 😆 Huahaha. Misalnya sudah tahu kan bepergian dengan pesawat dilarang membawa cairan. Nah mama lupa minum air putih bawa dari rumah saya. Ketika di bagian pemeriksaan, mama tidak rela botol minum tupperwarenya disuruh petugas buang ke tong sampah “mahal bo” 😀 . Tidak boleh hanya buang isinya. Jadi di depan petugas mama minum hampir setengah liter air putih 😛 .
Indahnya Warna Musim Gugur. Niatnya mau posting di bulan Oktober, apa daya sok sibuk, jadi tidak apa-apa ya gambar-gambarnya disajikan di November ceriah yang melow ini. Iya November saya sebut bulan yang melow, karena dingin, mendung, gerimis dan mataharinya sering ngumpet 😀 .
Bulan Oktober lalu disebut Golden Oktober karena banyak warna dedaunan mirip warna emas, di awal November ini dedaunannya sudah mulai rontok.
Indahnya warna musim gugur. Salah satu taman di Bad Rappenau, Jerman. Foto minggu terakhir Oktober 2013
Foto-foto saya diambil di tiga kota: Bad Rappenau (tahun lalu saya tinggal di kota ini. Frank masih kerja disini) Bad Wimpfen dan Sinsheim (kota tempat tinggal saat ini).
1. Taman di Bad Rappenau
“Autumn is as joyful and sweet as an untimely end.”― Remy de Gourmont
Warna dedaunan di musim gugur
Musim Gugur 2013. Bulan Oktober di Bad Rappenau
Fall Colors
“Love the trees until their leaves fall off, then encourage them to try again next year.”― Chad Sugg
“Autumn is the hardest season. The leaves are all falling, and they’re falling like they’re falling in love with the ground.” ― Andrea Gibson
Perubahan warna dedaunan ketika musim gugur adalah fenomena yang menyebabkan daun yang awalnya berwarna hijau menjadi warna-warna lain yang cantik. Ada yang dari hijau berubah menjadi merah, kuning, ungu dan coklat. Setelah dedaunan berubah warna banyak yang berguguran, namun ada juga yang masih bertahan menempel di pepohonan. Fenomena perubahan warna dedaunan tersebut disebut „warna musim gugur“
Kalau cape jalan-jalan di Taman, istirahat dulu, ada beberapa bangku di taman ini
Dari hijau kuning daunnya menjadi kuning
yang kuning menjuntai itu bungannya mulai mengering
Tidak tahu nama tanamannya
Apakah ini pohon Maple Jepang
Udara segar dan bersih kalau di kota besar ada taman begini
Wasserschloss Bad Rappenau di Musim Gugur
Warna birunya bagus yaa
Yang lelah silakan duduk yaa
Sudut lain Wasserschloss Bad Rappenau
Daun berwarna hijau karena adanya pigmen yang dikenal sebagai klorofil, yang ada didalam organel yang disebut kloroplas. Selama musim tanam, klorofil berlimpah dalam sel-sel daun. Ciri khasnya musim panas adalah daun-daun berwarna hijau cerah. Klorofil memiliki fungsi penting: menangkap sinar matahari dan memanfaatkan energi yang dihasilkan dalam pembuatan gula sederhana tanaman yang dihasilkan dari air dan karbon dioksida.
This slideshow requires JavaScript.
Masih ada foto-fotonya ya, masih banyak 😆
“What we are doing to the forests of the world is but a mirror reflection of what we are doing to ourselves and to one another.” ― Mahatma
Autumn is the mellower season, and what we lose in flowers we more than gain in fruits. ~Samuel Butler
A September to remember. An October full of splendor. A November to treasure. -La Prevenchere
Autumn is leaving – tugging each others’ branches two pine trees. Shiki’s Autumn Poems
Tanaman Hias di taman ketika Musim gugur
yang ungu bunga Aster, dibelakangnya Hortensia putih mulai mengering
Tampak dekat bunga Aster
Pada akhir musim panas, siang hari menjadi singkat dan suhu dingin. Pembuluh darah (tanaman) yang membawa cairan ke dalam dan keluar daun secara bertahap menutup. Asupan air dan mineral berkurang secara perlahan, pada masa tersebut jumlah klorofil mulai menurun.
Beberapa pohon (tanaman) yang menarik perhatianku:
Apakah ini Pohon Japanese Maple?
Warna daunnya menjadi merah dan sudah mulai rontok
Tidak tahu nama tanamannya, daunnya menjari mirip daun singkong
Pohon Cemara atau pohon pinecone ya. Pokoknya buah keringnya disebut pinecone
Pohonnya tinggi sekali, bunganya sudah mengering
Pepohonan lain yang pendek sudah berubah warna daun-daunna sedangkan tanaman ini masih tetap hijau, sungguh kuat
Mencari Inspirasi Berkebun. Kemarin pagi saya mengunjungi seorang lansia, seorang wanita yang tinggal di Bad Wimpfen. Usianya hampir 85 tahun. Nah ketika pulang, saya harus menunggu kereta selama kurang lebih satu jam. Saya sudah mampir ke kantor pos untuk mengirimkan satu paket tetap masih banyak sekali waktu tersisa.
Daripada bengong di stasiun kereta dan bosan tidak tahu mau ngapain, jadi saya jalan-jalan di kota tua Bad Wimpfen. Saya senang melihat bangunan-bangunan tua dan rumah-rumah yang usianya sudah ratusan tahun.
Ini pemandangan keluar dari perumahan si lansia tinggal. Pepohonan mulai berubah warna karena sudah masuk musim gugur.
Awal Musim Gugur. Pepohonan mulai berubah Warna daun-daunnya, seperti di foto ini
Bagian atas daun-daunnya mulai menguning karena sudah mulai dingin. Bad Wimpfen, Jerman
Bad Wimpfen adalah sebuah kota bersejarah di distrik Heilbronn di wilayah Baden-Württemberg di Jerman selatan. Terletak di utara kota Heilbronn, di sungai Neckar.
Lihat bangunan-bangunan atau rumah-rumah tua dulu ya
Beruntung sekali, suami dan saya mengunjungi Wilhelma Stuttgart ketika musim semi, jadi kami (terutama saya) tentunya senang sekali melihat pohon-pohon bermunculan bunganya, banyak sekali bunganya, bahkan nyaris saya tidak melihat dedaunan di pohon-pohon tersebut, hanya bunga-bunga nan indah yang menyelimuti pohonnya/big> ;).
Pohon Magnolia × soulangeana warna pink
Magnolia Soulangeana (saucer magnolia) adalah tanaman hibrida keluarga Magnoliaceae. Bunganya muncul (bermekaran) ketika musim semi dengan berbagai nuansa putih, pink, dan ungu. Setelah bunganya rontok, baru akan muncul daun-daunnya, unik ya, selama ini saya tahunya daun-daun yang lebih dahulu bermunculan, baru bunganya, lah pohon ini malah kebalikannya :grin:.
Magnolia × soulangeana bunganya besar, 10-20 cm (4-8 inci), dan diwarnai berbagai nuansa putih, pink, dan ungu
Tulpen Magnolie. Wilhelma Stuttgart
Bakal bunga Magnolia Soulangeana siap membuka
Flowering Branches Magnolia × soulangeana
Benih (biji) Magnolia Soulangeana relatif jarang terbentuk, kalau lihat ada biji berwarna merah maka kamu temukan benihnya 🙂
Magnolia soulangeana di Jerman di kenal dengan nama Tulpen Magnolie, tidak tahu juga kenapa di namakan tulpen (tulip) apa mungkin akan bentuk bunganya yang agak mirip bunga tulip ya.
Magnolia × soulangeana, April 2013. Wilhelma Stuttgart
Magnolia Denudata, dikenal sebagai Yulan magnolia (asalnya dari timur Cina. Bunganya dianggap sebagai simbol kemurnian di Dinasti Tang. Bunga Magnolia denudata adalah juga bunga resmi kota Shanghai. (sumber: Wikipedia)
Tulpen Magnolie dengan bunga-bunga cantik Berwarna Putih
Magnolia Soulangeana Relatif toleran terhadap angin dan tanah Ber alkali
Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Zoom kelopak Bunga Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Kelopak Bunga Yulan-Magnolie (Magnolia denudata)
Wilhelma memiliki luas 30 hektar, setara dengan 40 lapangan sepak bola :mrgreen:. Sebelah selatan berbatasan langsung dengan Rosenstein Park, sebelah timur berbatasan dengan sungai Neckar, daerah pemukiman disebelah barat dan bagian utaranya berbatasan dengan Stuttgart- Bad Cannstatt.
Pemandangan Taman Wilhelma
Sungguh Indah Taman Wilhelma
Pemandangan Wilhelma dari Bagian Atas
Pemandangan Taman Wilhelma 20 April 2013
Hamparan Bunga Tulip Berbagai Warna. Wilhelma Stuttgart
Yukk Menuju Rumah Kaca untuk Tanaman Tropis
Setelah puas melihat tanaman-tanaman, lihat apa lagi di Wilhelma?. ➡
Burung
Ada sekitar 9.500 spesies burung yang dikenal berada di kebun binatang Wilhelma. Bangga deh melihat beberapa jenis burung asal Indonesia ada di kebun binatang Wilhelma ;).
Burung Pemakan Bangkai. Griffon Vulture. Gänsegeier. Wilhelma Stuttgart
Jangan mendekattt sang induk melindungi anaknya. Gänsegeier. Fotos by: Wilhelma
Goura victoria Burung Dara Mahkota di Wilhelma Stuttgart. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Irian, yang juga termasuk pulau Yapen, pulau Biak, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
Informasi mengenai Burung Dara Mahkota
Lorikeet (Charmosyna placentis) adalah spesies burung beo dalam keluarga Psittaculidae. Ditemukan di Indonesia dan Papua Nugini
Habitat alamnya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan bakau subtropis atau tropis. Hanya laki-laki dewasa memiliki bulu merah di kepala dan sisi.
Papan Informasi Burung Lorikeet (Charmosyna placentis)
8 Burung Jalak bali aka Balistar (Leucopsar rothschildi) known as Rothschild’s Mynah, Bali Starling, or Bali Mynah. @ Wilhelma Stuttgart. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Informasi mengenai Burung Jalak. Balistar
Nah melihat burung-burung berikut ini, pengunjung bisa masuk ke kandangnya, asal jangan lupa langsung tutup pintunya, supaya burungnya tidak keluar.
Burung Merak bukan ya. Pavo cristatus Merak Biru
Ga tahu nama Burungnya
Cantik dan Unik ya Burungnya berwarna Biru, bisa bawa pulang ga ya
Awas Pagar Listrik. Supaya Burung-burung tidak keluar area
Bebeknya kedinginan
Burung Parkit yaa
Burung Parkit @Wilhelma Stuttgart kita bisa masuk ke kandangnya yang besar
Macam-macam Model Rumah Burung Liar. @Kebun Binatang Wilhelma Stuttgart.
Macam-macam Model rumah Burung. @Wilhelma Stuttgart.
Nah kalau ini untuk rumah Burung Hantu, ukurannya Besar
Bangunan untuk menyimpan makanan-makanan Burung, kalau mau tanya-tanya soal Burung bisa juga
Flamingo Pink bisa bawa pulang ga yaa cakepp. The Greater Flamingo. Rosaflamingo (Phoenicopterus roseus) @Wilhelma Suttgart
Monyet
Hati-hati digigit Monyet
Dilarang Memberi Makanan
Lagi Hujan, monyetnya senang ngumpet menghangatkan diri
Kandang Monyetnya lengkap dengan Mainannya
Sukaaa Banget dengan Monyet lucu ini. Mau cetak jadi kartu pos ah
Ruang Serangga
PERHATIAN yang geli dengan serangga, yang lagi makan jangan lihat foto-foto berikut, ga nurut tanggung sendiri kalau muntah :lol:.
Belalang Raksasa Asia Hierodula membranacea @Zoologi Wlhelma Stuttgart
Belalang Zonocerus
Kecoa Madagaskar Jijik gede bangett. Madagaskar Kakerlake
Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa), juga dikenal sebagai kecoa mendesis. Adalah salah satu spesies terbesar dari kecoa, mencapai 2 sampai 3 inci
Madagascar hissing cockroach (Gromphadorhina portentosa) Dalam penangkaran, serangga ini dapat hidup 5 tahun
Kepompong bakal kupu-kupu raksasa. Atlasfalter (Atlasspinner)
Macam-macam Bentuk kepompong
Tidak ketemu Black Widow nya capee ah melototinnya
Hama pada tanaman Kentang
Lainnya
Katak Hijau
Kalong ini saya potret dengan blitz di marahin suami boo katanya dilarang menggunakan blitz
Berhubung kalong hidup di tempat gelap, makanya ruangan ini dikasih lampu biru
Ga bisa jelas potret tanpa blitz.
Giant Salamander (Megalobatrachus japonicus) in Wilhelma Stuttgart
Ada 9000 hewan dengan 1000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma ini.
Sudah 5 jam keliling Wilhelma. Lelah & puas. “..Lah belum lihat gajah, harimau, macan, beruang, zebra dll” .. ahh sudah sering melihatnya, paling gitu-gitu saja kan. Pulang aja yukkk :cool:.
Nah sahabat blogger setelah melihat taman sekaligus kebun binatang Wilhelma, adakah yang tertarik megunjungi lokasi seperti ini? untuk berlibur, dibanding hanya ke mall saja toh, lebih baik ke lokasi seperti Wilhelma, kita bisa banyak belajar dan mengenal alam.
-Tamat-
Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian I klik disini. Jalan-jalan ke Wilhelma Bagian II klik disini.
Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malaysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal. Kantung semar, lalu tanaman apa lagi ya, silakan lihat langsung foto-foto yang saya buat deh 😉 .
Ruang Tanaman Tropis Wilhelma Stuttgart
Bromelia
Ruang Tanaman Tropis lebih hangat. Wilhelma Stuttgart
Kapan koleksi Anggrek ku Bisa Berbunga Seperti di Wilhelma Stuttgart
Anggrek jenis apa ya, lupa catat namanya.
Informasi Anggrek dari Berbagai Negara. Wilhelma Stuttgart
Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart
Besar sekali Kantung Semarnya. Wilhelma Stuttgart
Calla Rumah aka Calla Lily, Arum lily. Zantedeschia Aethiopica. Afrikaans name meaning ‘pig’s ear
Agak Lupa apakah Bunga Primula ya
Eucalyptus Caesia Benth Asal Australia
Perhatian buat sahabat pecinta Anggrek, apakah kalian mempunyai anggrek cantik dibawah ini :?::
Medinilla Magnifica. Asal Filipina dikenal juga dengan nama anggrek Malaysia, Bunga Mutiara dan Asian Grape plant. @Wilhelma Stuttgart
Namanya Medinilla Magnifica, kira-kira dimana saya bisa mendapatkannya, dan berapa harganya?, kalau ada yang punya, bolehkah saya minta anaknnya .
Foto-foto berikut ini saya dedikasikan untuk Chitra di Medan yang menceritakan kalau tanaman hydrageanya hingga saat ini belum berbunga.
Selamat Datang di Rumah Bunga saya hehehe. Mari masuk Jangan ragu-ragu
Hydragea atau di Jerman di kenal dengan nama Hortensia. Di foto berwarna Biru, putih dan Pink
Kita bisa Merubah warna bunga Hydragea dari biru ke putih, putih ke ke biru dengan mengatur keasaman tanahnya.
Masih Warna Warni bunga Hydragea. Wilhelma Stuttgart
Cantiknya Amaryllis. Wilhelma Stuttgart
Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk pak Roy di Salatiga. Musim semi di rumah Azalea
Musim Semi di rumah Azalea
Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang
Bunga Azalea dibuat Menjulang seperti menara
Azalea Pink Indah sekali. Wilhelma Stuttgart
Azalea Pink Tua. Berapa tahun ya hingga jumbo begini. Wilhelma Stuttgart
Azalea adalah Rhododendron
Spesies Azalea Asia memiliki daun yang hijau sepanjang tahun
Foto-foto berikut saya dedikasikan untuk Wany di Medan
Ruang Bunga Kamelia
Selamat Datang di Ruang Bunga Kamelia
Camellia Japonica needs a protected, bright to partial shade with no direct sun radiation. The best place with these conditions, for example the conservatory or the greenhouse
Kamelia adalah genus tanaman berbunga dalam keluarga Theaceae. Mereka ditemukan di timur dan selatan Asia, dari Himalaya timur ke Jepang dan Indonesia
Bunga Kamelia biasanya besar dan mencolok, Ukurannya satu sampai 12 cm, dengan 5-9 kelopak
Berbagai jenis tanaman camellia umumnya beradaptasi dengan baik terhadap tanah asam kaya humus, dan sebagian besar spesies tidak tumbuh dengan baik pada tanah berkapur atau tanah kaya kalsium lainnya
Camellia Hiemalis Kanjiro Diperkenlakan di Jepang tahun 1954
Papan Informasi Bunga Kamelia
Foto Campuran
Pohon bunga Terompet
Bunga Primula. Becher-Primel
Senyumnya mana om
Tanaman Palem ada bunganya toh. Zwerg Zuckerpalme asal Jepang
Ada kolam ikan mas. Ikannya besar-besar. Wilhelma Stuttgart
Tulip Hijau hampir mekar
Cantiknya tulip pink. Wilhelma Stuttgart
“All gardeners live in beautiful places because they make them so” -Joseph Joubert-
Video Bunga-bunga di Wilhelma Stuttgart
Sahabat pecinta tanaman, berhubung banyak foto-foto yang ingin saya perlihatkan, ceritanya bersambung lagi aja yaa 😆
Oh iya dari semua foto-foto diatas adakah tanaman yang kalian punyai juga? Kalau iya yang mana?. Bunga favorit saya adalah Medinilla Magnifica & bunga Azalea, semoga bibit Azalea yang ku semai akan seindah yang di Wilhelma. Favorit kalian yang mana?.
Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart. Akhir pekan lalu suami tercinta dan saya mengunjungi kebun raya sekaligus kebun binatang Wilhelma di Stuttgart. Kebun Binatang Wilhelma di Stuttgart adalah satu-satunya kebun binatang di Jerman dan kebun raya yang lokasinya berada disatu tempat.
Wilhelma adalah lokasi rekreasi paling populer di Stuttgart. Setiap tahun lebih dari 2 juta pengunjung mendatangi lokasi ini. Taman ini buka setiap hari sepanjang tahun dari jam 8.15. Jam tutupnya tergantung musim, misal pada musim dingin, dimana gelap datang lebih cepat, maka akan tutup lebih awal. Untuk bulan April ini pintu utama dibuka dari jam 8:15 hingga jam 17:30. Pintu masuk dari Taman Mawar buka mulai jam 9:00 hingga jam 16:30.
Gambar di Sebelah Loket Tiket. Sayang lupa potret gambar lainnya
Tiket masuk 14 Euro/orang (sekitar Rp.175.000) Tiket anak 7 Euro (mulai usia 6 hingga 17 tahun, pelajar & mahasiswa hingga usia 28 tahun) Tiket keluarga 21 Euro (untuk 1 orang tua dan anak-anak) dan ada 35 Euro untuk orangtua dan anak-anak. Biaya parkir 1 Euro/jam.
Berhubung suami malas nyetir dengan alasan di Stuttgart macet, jadi kami naik kereta menuju lokasi. Kami gunakan tiket Baden Württemberg seharga 26 Euro. Tiket berlaku untuk 4 orang untuk penggunaan dari jam 9 pagi hingga 3 dini hari hari berikutnya, tiket kami hanya gunakan berdua saja. Tiket bisa dibeli dan digunakan hanya di hari Sabtu atau Minggu.
Sudah pada tahu belum ya kalau tiket kereta di Jerman amit-amit mahalnya. Contohnya kalau pergi hari biasa ke Wilhelma tiket satu kali naik kereta perorang adalah 18,60 EURO (Rp.232.000) kalau pergi dan pulang tinggal kali dua, pergi berdua tinggal kali lagi, bikin tongpes! (kantong kempes) :neutral:. Padahal jarak dekat loh 86 KM. Makanya kalau akhir pekan puas-puasinlah jalan-jalan naik kereta, mumpung ada promo.
Balik lagi ke cerita Wilhelma ya. Ada sekitar 9.000 hewan di lebih dari 1.000 spesies berada di kebun binatang Wilhelma, dan sekitar 6.000 spesies tanaman berada di taman dan rumah kaca Wilhema, menjadikannya taman yang unik, tidak hanya di Jerman, namun juga di dunia.
Setelah Beli Tiket Nyetor dulu ya ke Toilet
Pertama kali kami memasuki ruangan tempat koleksi kaktus, sekaligus menghangatkan badan karena di luar dingin lagi dan gerimis, suhunya hari itu 10 derajat C.
Ada dua ruangan koleksi kaktus. Yang pertama lebih banyak jenis kaktus dan juga sukkulen. Ruang kedua lebih kecil. Saya berdecak kagum, karena banyak kaktus-kaktus raksasa :lol:.
Fero Kaktus
Lihat Kaktus yang Menjalar itu cantik atau seram ya hehe
Untung Bagian Bawah Katus kuat ya, karena atasnya Banyak sekali Cabangnya
Feigenkaktus. Berapa Tahun ya sampai jadi besar begini
Koleksi Kaktus di Kebun Raya Wilhelma
Papan Informasi Mengenai Kaktus dan Sukkulen
Ruang Kaca untuk koleksi Sukulen
Living Stone, alias lithops alias tanaman kaki Kambing. Dulu Pernah Punya trus mati
Yang bulat Besar namanya Schwiegermuttersessel aka Mother-in-Law’s Cushion. Echinocactus grusonii Gileeee Besar sekali Kaktusnya, kira-kira berapa juta harganyanya
Felsenkaktus. Bentuknya Berantakannya ya
Koleksi kaktus Raksasa Wilhelma Stuttgart1
Nama Katus ini Mammillaria. Saya punya dirumah Ooo ada bunganya toh
Di rumah saya juga punya banyak kaktus, jadi saya coba cari seperti yang saya punya. Saya juga bisa belajar lebih banyak nama-nama dan jenis kaktus di lokasi ini ;).
Papan Informasi mengenai Kaktus
Kaktus Raksasa di Wilhelma Stuttgart
Ruangan Kaktus
Trichocereus Candicans Kaktus
Agave Kaktus
Ferokaktus lagi nih
Kaktus Raksasa di Wilhema Stuttgart
Kaktus-katus Jumbo
Saya punya yang kakstus ada lapisan berselimut putih, punya saya tidak sebesar di Wilhelma Stuttgart
Video koleksi Kaktus Wilhelma Stuttgart
Keluar dari ruang kaktus, sekarang menuju yang berwarna-warni, yakni ruangan yang penuh bunga warna-warni. Kami masuk ke ruangan tanaman tropis. Ada Bromelia, anggrek berbagai macam warna dan beragam jenisnya, bahkan ada anggrek asal Malysia yang namanya Medinilla Magnifica, yang hasil nguping saya dari dua pengunjung katanya harganya mahal, kantung semar lalu tanaman apa lagi ya agak lupa hehehe.
Nah sahabat pecinta tanaman, setelah melihat foto-foto dan video koleksi kaktus Wilhelma Suttgart, adakah kalian lihat jenis kaktus yang sama yang kalian punyai?.
Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.
Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.
Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen
Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.
Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.
Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.
Rumah Toko di Emmendingen
Emmendingen – cityhall
Masih Ada Sisa Hiasan Natal
Bangunan-bangunan Tua di EmmendingenPasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
Sebelah Kiri Pusat Belanja. EmmendingenJalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
Video Pusat kota Emmendingen
Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.
Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).
Penginapan Kami di TennenbachKamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.
Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach
Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.
Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?
Ramainya Bulan Oktober di München. Dari tanggal 3 hingga 16 Oktober lalu saya kedatangan tamu, yakni dua sahabat saya dari Jakarta. Visa sudah diurus 3 bulan sebelum keberangkatan mereka, semuanya berjalan lancar, tanpa kendala. Kedatangan mereka bertepatan dengan liburan kursus saya (tanggal 1 sampai 7 Oktober), maka beberapa hari saya bisa jalan-jalan dengan mereka ;-).
Niat kedua sahabat saya, dalam waktu 13 hari mau mengunjungi beberapa negara-negara Eropa (negara-negara Schengen) seperti Jerman, Belanda, Itali, Swiss dan Paris, ternyata Itali dan Swiss tidak bisa dikunjungi karena keterbatasan waktu.
Rasanya sayang sekali kalau pergi ke suatu negara, hanya singgah sebentar foto-foto di lokasi wisata terkenal, lalu berangkat lagi ke negara lain. Buat saya hal tersebut menguras tenaga dan juga butuh uang yang tidak sedikit, kalau mau naik bus bisa saja sedikit murah, namun waktu akan terbuang di jalan. Misal ketika kami pergi dari Jerman ke Paris menggunakan bus malam, butuh waktu 7 jam. Pergi dan kembali ke Jerman berarti sudah 14 jam waktu kami habiskan di jalan.
Liburan di Jerman pada bulan Oktober, tentu saja sayang dilewatkan untuk melihat perayaan Oktoberfest di München (Munich). Tahun 2012 ini acaranya berlangsung dari 22 September hingga 7 Oktober. Sejak tanggal 20 September saya mencoba mencari-cari hostel di München melalui internet, ternyata banyak sekali yang sudah penuh.
1. Transportasi Kami pergi ke München menggunakan kereta api. Tiket untuk tiga orang 417 Euro, kami langsung beli tiket untuk pergi dan kembali ke tempat tinggal saya (Bad Rappenau). Tiket seharga 417 Euro, berarti perorang 139 Euro, mahal??? Kata suami saya „selamat datang di Jerman!“. Disini serba mahal hehehe, tidak ada bus menuju München. Jarak Bad Rappenau ke München sekitar 313 Km. Naik kereta butuh waktu sekitar 3,5 jam, dua kali ganti kereta.
Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)
Ini kali pertama saya jalan-jalan sendiri tanpa suami, biasanya mengandalkan suami untuk membaca peta perjalanan, lihat jadwal kereta, harus ganti kereta dimana. Pokoknya, sebelumnya sepenuhnya mengandalkan suami, saya terima beres saja jalan-jalan dengan tenang :D.
Bukti Pembayaran Tiket Kereta ke München (Foto: dok. pribadi)
Hari itu saya harus benar-benar teliti membaca jadwal kereta, harus pindah distasiun mana, peron berapa, kereta nomer berapa, harus sigap mendengar informasi dalam kereta dan di stasiun, untung deh sudah sedikit menguasai Bahasa Jerman, jangan harap ada informasi dalam bahasa Inggris (kecuali di stasiun besar seperti Berlin, München, Stuttgart dll).
Mau tiket kereta yang lebih murah? Bisa pergi di hari sabtu atau hari minggu. Beli tiket akhir pekan namanya Weekend Ticket tiket seharga 40 Euro, kamu bisa pergi kemana saja di Jerman, tiket berlaku untuk 5 orang.
Murah sekali yaa, tapi siap-siap dengan waktu tempuh yang lama sekali dan ganti kereta lebih dari 5 kali hehehe, misalnya setelah balik dari München kami jalan-jalan ke Melsungen, jaraknya kurang lebih sama seperti ke München yakni 300 km an, waktu tempuhnya 6 jam, total pergi dan kembali 12 jam.
Setelah sampai di München, kami membeli tiket kereta harian yang berlaku untuk kelompok, jadi lebih murah, bisa puas keliling naik kereta dalam kota. Bisa pilih zona 1-3 atau zona 1-6. Harga tiket zona 1-3 10,2 Euro. Kalau mau mengunjungi stadion bola Bayern München pilih yang zona 1-6, tiketnya lebih mahal sedikit ko.
Tiba di Stasiun München Hauptbahnhof (Foto: dok. pribadi)
2. Tempat Menginap di München
Akhirnya satu hari sebelum berangkat berhasil dapat hostel, yang saya booking melalui booking.com. Namanya guenstigschlafen24 alamatnya Verdistraße 21 81247 München. Awalnya saya coba cek ke website hostelnya langsung ternyata sudah penuh hingga tanggal 7 Oktober, sedangkan kalau booking melalui booking.com masih ada kamarnya.
Guenstig Schlafen24 Tempat Menginap di München (Foto: dok. pribadi)
Kami pilih kamar yang Triple room harganya 140 Euro/kamar. Sarapan biayanya beda lagi, yakni 7 Euro (Kami pilih tidak sarapan, karena bawa sendiri). Lumayanlah kalau bayar bertiga jadi murah kan ;-). Booking hostel melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, namun kami bayar ketika tiba di hostelnya, kami pilih pembayaran secara cash.
*Kalau tidak ada perayaan apapun, tarif hostel lebih murah, dan sudah termasuk sarapan.
Kamar Mandi Guenstig Schlafen24 München (Foto: dok. pribadi)
Dari stasiun München Hbf naik kereta lagi selama kira-kira 10 menit, lalu turun di stasiun Obermenzing S-Bahn, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Günstig Schlafen 24 memiliki 55 kamar yang berada pada 5 gedung yang berbeda.
Fasilitas hostelnya : Free Wi-Fi, parkir gratis, didekat hostel ada beberapa restoran seperti Mc. Donald, dan juga supermarket. Penginapan ini tidak menyediakan toiletries, hanya handuk yang mereka sediakan, jadi kalian harus membawa sendiri perlengkapan mandi.
Untuk ukuran penginapan murah, jangan berharap ruang kamar yang mewah, pokoknya bisa bermalam dikamar yang bersih dan bisa mandi sudah cukup ;-).
Taman Bunga Impian di Kota Tua. Sabtu minggu lalu, ka Ephie dari Belanda mengunjungi Frank dan saya. Ka Ephie datang bersama teman-temannya dari Belanda, dan mereka menginap di hotel di Heilbronn. Sementara teman-teman ka Ephie jalan-jalan ke Heidelberg, maka ka Ephie mengunjungi saya di Bad Rappenau. Terakhir saya bertemu langsung ka Ephie adalah pada tahun 2009, dan minggu lalu saya bertemu dia kembali „Wow, langsing sekali!“ ;).
Ka Ephie datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Frank & saya atas pernikahan kami. Ka Ephie tidak bisa hadir di acara bulan lalu, karena pada saat yang sama dia sedang di New York.
Kami bertiga (Ka Ephie, Frank dan saya) menghabiskan waktu hanya di Bad Rappenau. Pertama kami jalan-jalan mengunjungi pasar dekat rumah. Pasar ini khusus ada di hari rabu dan sabtu. Yang berjualan adalah para petani, yang menjual hasil kebun mereka, dan ada juga tukang daging. Kemudian kami ke toko roti, ka Ephie membeli banyak sekali roti-roti (kue-kue) khas Jerman untuk dibawa ke Belanda. Oh ya karena kami tidak menemukan Brezeln (sudah habis), maka kami ke toko roti satunya lagi, dekat stasiun kereta. Wah, ternyata Brezelnnya sudah habis juga, eh tapi si penjaga toko bilang kalau beli banyak dan bersedia menunggu 15 menit, maka dia akan membuat yang baru. Ka Ephie pesan 5 Brezeln.
Sambil menunggu Brezeln matang, kami pergi ke kedai kopi diseberang jalan. Frank, ka Ephie dan saya ngobrol-ngobrol sambil sesekali menyeruput kopi (pahit) kami. Selain minum kopi, kami pesan 2 Brezeln yang diolesi butter, dan 2 potong erdbereen kuchen (kue strawberry). Setelah Frank mengambil pesanan brezeln di toko roti seberang jalan, maka kami bertiga lanjut jalan-jalan, kami mengunjungi kota tua Bad Wimpfen. Hari sebelumnya, saya baca koran, ada acara semacam pameran mengenai bunga dan taman pada tanggal 19 dan 20 Mei.
Disepanjang jalan dekat Bad Wimpfen, mobil-mobil sudah berderet yang parkir, maka kami harus ke lokasi parkir yang agak jauh. Matahari sedang bersinar dengan teriknya, Huhuhu hitam deh kulit saya he-he-he.
Slide Foto
This slideshow requires JavaScript.
Pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 kota tua bersejarah Bad Wimpfen dihias menjadi satu taman yang indah. Tiga air mancur bersejarah, dihias sedemikan rupa. Gang-gang dan lapangan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, teras toko-toko semarak dengan hiasan bunga-bunga beraneka warna didepannya.
Jalan-jalan yang kami lalui, masih lapang untuk dilalui pengunjung, karena para pedagang, menaruh tenda-tenda jualan mereka berjauhan. Senang sekali melihat bunga-bunga beraneka jenis dan beraneka warna-warna cerah. Ada pula aneka pot-pot bunga, dekorasi (hiasan) yang cantik untuk menghias taman. Untung saat itu, saya tidak lapar mata, jadi cukup senang untuk melihat-lihat saja. Untung ada Frank, suamiku tercinta, jadi dialah yang menjelaskan ke kak Ephie tentang Bad Rappenau, Bad Wimpfen dan hal-hal menarik yang kami lalui.
Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan bersejarah sejak tahun 1200 masih kokoh berdiri. Kita bisa mendapatkan banyak sekali objek-objek menarik untuk difoto. Kalau Anda tertarik mengunjungi museum, ada 5 museum di Bad Wimpfen yang bisa dikunjungi. Tiket masuknya tidak mahal, mulai 1,5 – 2,5 Euro. Tidak lupa kami menyempatkan diri, makan siang di restoran setempat, mencoba menu lokalnya. Ka Ephie dan saya, pesan menu yang sama yakni maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat (dua pangsit goreng ukuran besar, bawang, dan salad kentang), sedappp sekali!, sayang saladnya tidak habis, karena perut saya masih ukuran perut orang asia, tidak kuat menampung porsi makanan orang Eropa .
maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat
Dikota tua ini hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki, jalannyapun tidak diaspal, namun dibuat dari batu-batu yang disusun sedemikian rupa, kadang-kadang menurun, kadang-kadang harus mendaki, jadi jangan coba-coba pakai sepatu berhak ya kalau mau berwisata ke kota tua ;-).
Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer Jerman. 21 April 2012. Hari itu kami (keluargaku), ka Rina, suami dan putranya Nico, kami berwisata ke museum di Speyer. Mamaku dan saya naik mobilnya ka Rina, sedangkan Roy dan ayahku bersama Frank satu mobil. Bertanya ke mbah google jarak dari Bad Rappenau ke Speyer adalah sekitar 59 km, ya karena ada sedikit macet dan juga sempat hujan sebentar, maka jadi membutuhkan waktu lebih dari sejam-an. Sesekali saya ngobrol dengan ka Rina supaya tidak bosan. Setelah dari museum ka Rina sekeluarga langsung balik ke Belanda ;-).
Museum Tehnik Speyer: Museum ini buka 365 hari sepanjang tahun. Senin sampai Jumat buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, sedangkan Sabtu & Minggu buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.
Tiket masuk museum untuk anak-anak sampai usia 5 tahun GRATIS, dewasa 14 EUR, kalau Anda juga berminat sekalian untuk menonton film 3D maka tiketnya menjadi 18 EUR, anak-anak 14 EUR. Kalau mau menonton saja dan tidak pergi ke museum maka untuk anak-anak sampai 14 tahun 7,50 EUR sedangkan dewasa 10 EUR.
Sebaiknya dari awal Anda memutuskan apakah mau menonton atau tidak, karena kalau beli tiket museum sekaligus dengan tiket menonton maka akan lebih hemat. (1 EUR kira-kira = Rp. 12.000).
Semua judul film 3D nya dalam bahasa Jerman!.
Bagi penyandang cacat tiketnya sama dengan harga tiket untuk anak-anak dibawah usia 14 tahun, diskonnya juga berlaku bagi pendampingnya. Anda harus siapkan kartu identitas. Sebagai catatan 95% area museum dapat dilalui bagi penyandang cacat, dapat diakses dengan kursi-roda, kecuali area Boeing 747 atau Spaceship BURAN tidak bisa karena Anda harus menaiki tangga.
Anda juga bisa masuk GRATIS jika pada saat kunjungan Anda sedang berulang tahun, berlaku untuk anak-anak dan dewasa dengan menunjukkan kartu identitas.
Lah saya kok jadi membahas detail mengenai harga tiket museum, seperti marketingnya saja he-he-he. Oke lanjut ceritanya ya!
Tiket jangan hilang ya, karena kita bisa mengunjungi Museum Wilhelmsbau yang ada didekat area Museum Tehnik. Jam buka Museum Wilhelmsbau dari 11 siang sampai jam 6 sore. Sayang keluarga dan saya tidak berkesempatan masuk ke Museum Wilhelmsbau ini. Kalau mau lihat detail tentang Museum Wilhelmsbau klik http://speyer.technik-museum.de/en/en/museum-wilhelmsbau
Pengunjung bisa melihat beberapa Miniatur Model Museum, ada miniature pedesaan atau perkotaan dilengkapi kereta api, kalau pengunjung ingin melihat Miniaturnya bergerak silakan masukkan uang logam 1 sampai 2 Euro.
Video Pesawat Rusia Spaceshuttle BURAN ketika akan dibawa ke museum