Jumat, 20 Juli 2012. hari itu adalah hari pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Sejak jam 10 pagi mama dan saya sudah mulai dandan dan memakai kebaya, kami dandan sendiri di apartemen, saya diberikan satu set alat rias dan make-up lengkap yang semuanya baru dan masih bersegel. Adik saya Wana yang menitipkannya ke mama, merek terkenal euy, pasti mahal deh!, makasih ya Wan ;-).
Saya dandan sendiri, kemudian mamaku yang menyanggul dan menata rambut saya. Sanggul dan hiasan rambutnya dibawa mama dari Jakarta. Selesai membuat sanggul saya, mama menyanggul rambutnya sendiri. Dulu mamaku pernah mengikuti kursus merias wajah dan sanggul dari Martha Tilaar atau Sariayu, lupa yang mana he-he-he
Jadi ketika mama dan saya sibuk dandan, saya mintalah Frank untuk mengajak jalan-jalan ayah dan adik saya Roy ke kota tua dekat tempat tinggal kami. Saya pikir daripada hanya berdiam diri di apartemen, maka lebih baik kaum prianya mempergunakan waktu sebaik mungkin. Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Rumah-rumah dan gedung-gedung tua masih terpelihara dengan baik. Ayah, Roy dan Frank mengunjungi salah satu gereja di Bad Wimpfen, saya saja belum pernah masuk ke gereja tersebut.
Selamat Datang di Kota Tua, Bad WimpfenKota Tua, Bad WimpfenFrank dan Roy
Informasi detail mengenai sejarah Bad Wimpfenklik disini
Saya beserta keluarga suami tercinta begitu berbahagia melalui Selasa 30 Agustus 2011, bulan lalu di Erlebnispark Tripsdrill.
Tripsdrill adalah taman permainan pertama di Jerman dan telah ada sejak tahun 1929 menjadi sebuah taman keluarga yang ramah dengan lebih dari 100 atraksi asli.
Tiket Dewasa dan remaja mulai 12 tahun : 23,00 € Anak di bawah 4 tahun gratis masuk Anak-anak 4 sampai 11 tahun 19,00 € lansia dari 60 tahun 19,00 €
Saya menemukan video liputan Tripsdrill di youtube
Kalau kita lihat Tripsdrill di Jerman mirip dengan Dunia Fantasi di Ancol, Jakarta, salah satu yang membedakannya adalah, kalau di tripsdrill di banyak permainan ada kamera-kamera yang langsung memotret aksi Anda ketika bermain, jadi Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan kamera digital Anda, pasti Anda tidak ingin dong tiba-tiba kamera terjatuh ketika Anda sedang bermain air atau sedang beraksi di atas ketinggian ;-).
Tripsdrill, Dufan ala Jerman. (Foto: dok. pribadi)
Museum Farmasi Jerman Bagian 2. Setelah selesai melihat-lihat ruangan 5 Museum Farmasi Jerman, sekarang kita lanjut yuk ke Ruang 6.
::: Ruang 6 :::
Toko Farmasi sebagai tempat kerja.
>> Farmasi Officina Apotik umum pertama dikembangkan dari warung abad pertengahan di lingkungan gereja atau di pasar pada toko-toko yang terbuat dari bangunan permanen, kemudian semakin meningkat terletak ke daerah pusat seperti pasar, dan kota-kota. Berbeda dengan situasi toko obat saat ini, pada abad 17-18 OFFICINA (area penjualan dan produksi) atau officine tidak menawarkan akses ke klien. Dia harus menyerahkan resep dokter kepada apoteker melalui jendela. Jadi meja di tengah ruangan tidak dapat dianggap sebagai counter tetapi sebagai meja persiapan dimana obat tersebut dicampur sesuai resep. Jika klien tidak bisa masuk ruangan, maka ia setidaknya bisa melihat ke dalam toko.
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
Farmasi Officina
OFFICINA dari biara Ursulin di Klagenfurt, Austria, 1730
Pengunjung dibawa ke latar belakang sejarah abad ke 18, yang disebut Bamberg-officine terdiri dari furnitur asli, misalnya meja persiapan yang sangat berharga dari periode usang dari “Farmasi Pengadilan” di Bamberg, dan penyelesaian dibuat dalam gaya yang sama, diperuntukkan pertama bagi apotik untuk pengadilan pangeran-uskup dan nantinya untuk publik.
Dari Biara Ursulin di Klagenfurt Offizin lain di koleksi museum sebagai contoh apotek farmasi biara tidak terbuka untuk umum . Tahun 1730 di massa penobatan arabesque menunjukkan waktu pembuatannya sedangkan IHS huruf adalah simbol untuk Yesus Kristus.
Koleksi Ruang 6 Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Laci Bahan Obat
Laci bahan Obat
Perabotan dari abad 18. Bamberg, Pengadilan Farmasi
::: Ruang 7 :::
>> Ruang Herbal dan Penyimpanan (Gudang) Pertama bahan baku obat dalam jumlah besar dimasukkan dan disimpan disini. Sebagai gudang untuk menyimpan bahan herbal dan bahan-bahan padat lainnya, ruangan dipenuhi dengan bau harum rempah-rempah segar dan kering, yang kebanyakan dibuat pada abad ke-18.
Mari Masuk Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7. Gudang Penyimpanan Farmasi abad ke 17 dan 18. Museum Farmasi Jerman
Beragam peralatan yang bisa dipergunakan tangan untuk pengolahan bahan disimpan di sini, seperti pisau dan papan yang digunakan untuk memotong-motong akar dan kulit kayu, lalu mortir dan mangkuk untuk menghancurkan juga merupakan bagian-bagian penting dari peralatan.
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi
Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi Jerman
::: Ruang 8 dan 9 :::
Mohon maaf saya hanya punya foto-foto dibawah ini, bingung juga nih, mungkin lupa masuk ke ruang 8 dan 9 , karena di foto-foto saya tidak ada keterangan ruangan tersebut, di website museum pun tidak ada bahasan tentang ruang 8 dan 9.
Ruang 8. Dedikasi terhadap Obat
Ruang 8. Gudang alat-alat Farmasi
Label Tincture Pressure
Alat Tincture Pressure. Mesin Pembuat Tincture
::: Ruang 10 :::
Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke ruang yang tak kalah penting bagi tenaga Farmasi, yakni Laboratorium.
Ruang Laboratorium terletak di “Menara Apoteker “, merupakan bagian dari benteng yang dibangun pada abad 15. Memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ketika melihat arsitektur menara dengan dinding yang kuat dan kubah tinggi
::: Ruang 11 :::
Toko Belanja Museum
Disini pengunjung bisa membeli berbagai macam souvenir untuk koleksi atau untuk diberikan sebagai hadiah, seperti miniatur pot untuk sirup dan salep. Permen, sabun buatan tangan, berbagai macam miniatur alat-alat farmasi yang terbuat dari kaca dan kayu. Miniatur mortir dan timbangan, bahkan miniature interior ruang apotik dalam ukuran kotak korek api menjadi salah hal yang sayang untuk dilewatkan sebagai oleh-oleh dari Museum Farmasi Jerman.
Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .
Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.
>>Jam Buka Museum
Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40
Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10
>>Tiket Masuk Dewasa : 5 Euro Anak/pelajar : 3 Euro
*Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.
Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.
Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman
Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!
::: Ruang 1 :::
Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.
Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
>>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker
Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.
::: Ruang 2 :::
Pengantar Sejarah Farmasi
Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiSelamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.
Farmakope JermanMesin Destilasi UapEtiket ObatEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanWadah dosis tunggal dalam ampulEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanAspirin
Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.
::: Ruang 3 :::
Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.
Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.
::: Ruang 4 :::
Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.
Toko Farmasi Awal Abad 19
Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.
::: Ruang 5 :::
Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi JermanRuang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi JermanRuang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.
Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.
Saya sedang menetap di Bad Rappenau, Jerman. Ingin menjelajahi tempat wisata didekat sini dulu, namun karena kendala bahasa, jadi susah juga mencari informasi wisatanya di google yang kebanyakan dalam bahasa Jerman.
Bad Rappenau adalah sebuah kota di distrik Heilbronn di Baden-Wuerttemberg di Jerman selatan. Terletak sekitar 15 km barat daya dari Heilbronn. Bad Rappenau terletak di Kraichgau timur laut.
Beberapa tempat menarik yang bisa dijadikan lokasi wisata di Bad Rappenau, antara lain :
1. Animal Park : Anda dapat melihat hewan berkaki empat bernama “Lama“, kuda poni dan kambing. Ada dua kandang besar di dua lokasi berbeda yang saat itu saya kunjungi. Hewan-hewan tersebut berlarian menghampiri para pengunjung yang memberikan makanan. Saya sudah mempersiapkan wortel dari rumah untuk diberikan pada hewan-hewan tersebut ;-).
2. Rumah Lebah : Anda tidak perlu takut tersegat lebah, karena sarang lebahnya dilapisi kaca transparan dalam suatu rumah kayu. Memang ada juga 2-3 lebah yang terbang keluar, namun mereka tidak mengganggu pengunjung. Setelah puas melihat sarang lebahnya, jangan lupa ditutup lagi tirainya ya.
3. Gradierwerk, DE. The Salt Water park, EN. Taman Air Garam, INA. : Jenis inhalasi outdoor berguna untuk perawatan pernafasan. Mata air asin menetes melalui ranting-ranting yang dikemas sedemikian rupa menyerupai dinding dengan struktur lapisan kayu belukar tebal.
Bangunan ini mengandung Air mineral lokal, kaya natrium klorida, dipompa ke atas, air asin yang menetes melalui semak belukar tersebut diubah menjadi uap, sehingga uap asin ini mirip dengan air laut segar dan sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit paru-paru dan keluhan pernafasan lainnya.
Kita bisa menghirup udara segarnya dengan duduk didepan Gradierwek ini atau berjalan mengelilinginya.
4. Villa Rustica : Peninggalan Romawi sekitar tahun 1800 an. Ketika tiba di lokasi Villa, agak kaget juga karena saya kira akan melihat bangunan utuh villa, ternyata hanya tinggal bangunan tak berbentuk lagi he-he-he.