Kakak Adik Berempat Kuliah di UI Ikutan Dies Natalis UI 71 Yuk. Ga tahu mau kasih judul apa haha. Jadi ceritanya kemarin dapat WA di grup keluarga, mengenai Universitas Indonesia ultah ke 71, ya trus adikku nyuruh saya ikutan share ke sosmed gitu.
Saya bilanglah kalau sosmed saya sepi. Punya twitter buat share postingan dari blog aja dipakainya, trus punya Instagram cuma buat lihat-lihat IG berkebun orang lain haha dan kalau ada tanaman saya yang mau dipamerin baru buka IG.
saya lulusan extensi Farmasi UI 2005, sedangkan 3 adiikku masuk UI lewat UMPTN / SPMB kalau skrng namanya SBMPTN. Adik no 1 (cewe) Jurusan Geografi angkatan 98, adik no 2 Jurusan Matematika dan adik no 3 jurusan Tehnik Perkapalan.
No 2 dan 3 cowo adikku. Cuma adik bontot kerjanya sesuai kuliahnya, skrng ngurusin kapal, sedangkan daku jadi ibu rumah tangga wkwkw..
Pengen sih kuliah lagi tapi kuatir masuk bisa, keluar ga bisa bisa haha secara sy tinggal di Jerman ya kuliahnya pakai bhs Jerman kan.
4 kami semua kakak beradik ngampus nya di UI Depok pulang pergi pakai comutterline alias KRL, no manja2, hidup hemat dan cermat karena saat itu bapak kami juga masih kuliah S1 dan teruskan ke S2nya.
Kata bapak saya, mama kami hebat, bisa kuliahkan 5 orang serumah. (2 palagraf terakhir nyontek py adikku LOL )
Saya masuk UI tahun 1997 ambil jurusan D3 Farmasi DP, lupa saya sepertinya kelas saya angkatan kedua deh. 3 tahun kemudian lulus, jeda setahun kemudian saya masuk lagi ke UI jurusan ext. Famasi, lanjutan dari sebelumnya, ini untuk selevel S1.
Farmasi DP itu singkatan distribusi dan pemasaran, satu jurusan lain adalah RS jadi D3 Farmasi RS gitu menyebutnya. D3 Farmasi RS tujuan akhirnya bekerja di rumah sakit, sedangkan jurusan yang kuambil kebanyakan sih akhirnya jadi medical representative gitu. OMG bukan saya banget yang pemalu ini.
Lagi tugas akhirnya ya 3 bulan prakteknya tentu saya ngunjungi dokter dan apotek, kerap kali didampingi sih, kalau lagi sendiri keliling rs dan praktek dokter buat minta tanda tangan doang haha..
Hmm saya hening sejenak, coba mengingat 20 tahun lalu saat itu ngapain aja..
Saya lupa PKL di berapa tempat, yang saya ingat saat ini, pernah PKL di Kawasan industri Pulogandung, kalau buka buku tugas akhir (TA) mungkin bisa ketahuan saya PKL dimana saja kala itu, tapi saat ini saya tidak tahu dimana buku TA saya itu wkwkw pasti di rumah ortu di Jakarta sih, kalau belum dimakan rayap haha β¦
Berapa tahun lalu mamaku bilang koper ini buku-buku kuliah dan buku-buku dirak yang bukunya tebal semua dimakan rayap. Saya bilang buang aja deh ma, asal jangan buang koleksi komik-komik yang ada selemari haha ..
Menyesal saya kenapa koleksi komik topeng kaca tidak kubawa saja ke rumahku di Jerman waktu tahun 2019 liburna ke Indonesia. Komik topeng kaca itu saya kumpulin satu persatu sejak saya masuk SMA (saya sekolah di SMF sekolah menegah Farmasi).
Saya masuk Farmasi DP tahun 97, adik (cewe) masuk jurusan Geografi UI tahun 98, lalu 2 tahun kemudian (kalah ga salah) adik no 2 lolos masuk USU eh kabur saat masa perploncoan haha katanya dia tidak mau mati konyol disana wkwkw ..
Yaelah bro orang Batak di plonco sesama orang Batak ko melempem? Haha ..
Tahu tidak sih padahal mama kita nemanin adikku ke Medan loh! ..
Ya sudahlah si adik cowo ini dapat sumpah serapah dari anggota keluarga (lupa saya apa kita pada ngamuk waktu itu haha) secara ya bo lolos SPMB itu kan susah ya, nah ini dia sudah masuk dengan entengnya pergi sebelum pertempuran (kuliah) dimulai.
Kalau tidak salah bapak marah besar deh, si adik minta kesempatan ikutan SPMB lagi dan akhirnya tahun berikutnya lolos masuk Matematika UI. Kenapa jurusan itu sih? Kerjanya ntar jadi apa?, ah pasti nih pilih jurusan yang dikit peminatnya deh supaya kesempatan lolos besar kan?. Hehe ..
Mengenai adik ke 3 (cowo)
Dia pilih jurusan apa saja agak lupa, yang saya ingat dia pengen Metalurgi UI. Untuk SPMB ini bisa pilih 3 univeristas/jurusan, ternyata tidak lolos semua..
Setahun kemudian ikutan SPMB lagi dan lolos masuk di Tehnik Perkapalan UI. Jurusan yang tepat menurut kita karena bapak kerjanya di ASDP (angkutan sungai danau dan penyebrangan), kalau sudah lulus kuliah kali aja bisa dimasukin ke kantor bapak gitu?
Eh kagak bisa dong haha .. bapak kita mungkin ga tahu KKN gitu? Haha padahal bapak kita sampai pensiun kerja di situ pak, dan pernah menjabat kepala cabang, masa ga ada anakmu yang bisa dijadikan pengganti kursimu dikantor?.
Ya sudalah, toh si bontot bisa berusaha sendiri dan dapat posisi yang bagus kini bukan karena bantuan keluarga.
Saya sudah kepanjangan curhatnya, lain kali kalau ada waktu saya lanjutin cerita tentang masa lalu ..
Kalau ada pembaca yang pernah kuliah di UI juga dan mau meramaikan diesnataliske71UI silakan disini linknya www.twibbonize.com/diesui71 untuk masukin foto seperti thumbnail saya diatas.
Ayah Mengurus Anak Ternyata Telaten Menyisir Rambut Anak Perempuan. Apakah Anda juga seorang suami membantu istri mengurus anak?. Kalau saya mandikan kedua anak, lalu tinggal mereka setengah jam main air, kalau kedua bocah selesai main air, maka kedua anakku akan panggil bapaknya untuk minta dipakaikan baju.
Bermain air, berendam di kamar mandi hanya kalau musim panas saja. Bisa setengah sampai satu jam anak berendam, lumayan kan saya punya βme timeβ.
Kadang saya ngintip saat suami urus anak-anak, Namanya ngintip ya diam-diam. Kalau musim dingin pasti kamar mandi ditutup, supaya tidak masuk angin yang bikin kamar mandi lebih dingin, jadinya tidak bisa ngintip haha.
Baru tahun 2020 ini saja, tumben si suami menyisir dan menata rambut Lisa, dulu sih kaga pernah, jadi selesai mandi rambut anak perempuan awut-awutan, lalu saya tanya si bocah βko jelek rambutnya, memang tidak minta disisirin?β. Sudah pernah saya bilang ke suami, anak-anak dikasih cream supaya kulit tidak kering, lalu rambut disisir supaya rapih, apalagi anak perempuan panjang rambutnya, kalau Ben cowo cepak rambutnya, tidak disir juga tidak terlihat. Sekali dua kali tidak dikerjain yang saya omongin saya malas ngoceh lagi ke suami.
Saat ayah mengurus anak bisa cepat prosesnya loh, sedangkan kalau saya yang mandikan, pakaikan baju duileh bisa lama sekali karena kedua anakku senang banget berlama-lama menghambat kerjaanku cepat selesai haha.
Ada saja tingkah kedua bocah, mulai dari ngoceh tanpa henti, saya bilang βangkat kaki mau dipakaikan celana atau kaos kakiβ nah kaki yang sudah dipakaikan kaos kaki seringkali disodorkan kesaya sambil mulut si bocah ngoceh, kalau sadar mereka hanya bilang βoopsβ sambal tertawa.
Video Ngintip Suami Mengurus Anak Telaten Juga Nyisir Anak Perempuan
Kalau ayah mengurus anak, wah bisa cepat sekali, hal ini saya sering keluhkan ke suami. βKenapa yaa kalau saya yang urus dua bocah itu, lama sekali beresnya, kalau kamu yang pakaikan baju mereka bisa cepat!β. Dari anak-anak umur setahunan, sampai si abang umur 6 tahun, si adik 3 tahun sama saja, mereka berdua senang membuat saya esmosi jiwa untuk urusan pemakaian penggantian pakaian haha.
Kalau saya lagi bete, ya suami yang urus mereka berdua, mandikan dan pakaikan baju, sedangkan saya siram tanaman tanpa gangguan, atau 10 menitan nonton infotaiment tanpa gangguan.
Bapaknya anak-anak lebih banyak kerja sore hingga malam, kadang dalam satu bulan 16 hari kerja siang begitu, ya mau tidak mau saya urus dua bocah sambil tarik urat supaya mereka berdua mau kerjasama dengan saya supaya kerjaanku cepat beres dan bisa lanjut kerjaan berikutnya.
βAny man can be a father, but it takes someone special to be a dad.β βAnne Geddes
Demikianlah cerita saya mengenai Ayah Mengurus Anak Ternyata Telaten Menyisir Rambut Anak Perempuan. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil | Day 66 Edisi Liburan ke Indonesia. 20 Maret 2019 pengalaman naik mrt untuk pertama kalinya saya bersama anak-anak dan mamaku. Kami naik MRT dari stasiun Bunderan Hotel Indonesia dengan tujuan akhir stasiun Lebak Bulus. Untuk bisa naik MRT gratis kita harus daftar online melalui situs ayocobamrtj.com nanti akan terhubung ke halaman Bukalapak sebagai e-commerce yang bekerjasama untuk uji coba MRT Jakarta.
Uji coba MRT (Mass Rapid Transit) berlangsung dari 12 Maret sampai 24 Maret, para peminat yang mau naik MRT sudah bisa daftar online sejak 5 Maret 2019.
Saya daftar seminggu sebelum keberangkatan, karena ingin dapat tempat keberangkatan dari stasiun Bunderan Hotel Indonesia. Sta. Bunderan HI ini paling favorit, makanya kalau daftar mepet 1 hari sebelumnya tidak dapat jatah. Saya pilih sta. Bunderan HI karena paling dekat dicapai dari rumah.
1 tiket berlaku untuk 2 orang, saya pesan 2 tiket namun satu tidak terpakai karena Lisa putriku yang masih usia 2 tahun masih gratis, tidak butuh tiket.
Waktu uji coba berlaku dari jam 08 pagi sampai jam 16, saya bersama anak-anak dan mama kita naik MRT jam 12 siang. Kereta berhenti sekitar 10 menit di Lebak Bulus sebelum kembali ke bunderan HI.
Dalam sehari ada 98 perjalanan MRT, semoga dengan adanya MRT ini bisa mengurangi macetnya ibukota. Moga-moga juga pemilik mobil atau motor nantinya memilih MRT sebagai alternatif kendaraan, supaya Jakarta tidak macet melulu! π .
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian kereta moda raya terpadu (MRT) Jakarta pada 24 Maret 2019. Peresmiannya berlangsung di sta. Bunderan HI.
Video Senangnya Ikutan Uji Coba MRT Gratis | Bunderan HI ke Lebak Bulus
Awalnya ku baca di berita internet kalau Pemprov DKI mengusulkan tarif MRT Rp. 10.000, ternyata jadinya tiket MRT Rp.14.000 (untuk jarak terjauh), menurutku murah banget! Kalau dibanding dengan tiket kereta di Jerman wah mahal banget dah! π .
Jadwal komersial MRT per 1 April 2019, sebelum tanggal tersebut berarti penumpang masih digratiskan dong ya, lumayan tuh kalau ada karyawan atau mahasiswa, atau siapapun kalian yang beraktifitas setiap hari, dimana lokasi tujuan (misal kantor) dilewati MRT.
Kalau biasanya dari bunderan HI ke Lebak Bulus butuh waktu 1,5 jam, dengan naik MRT hanya butuh 30 menit saja. Bagi kalian yang biasanya habis waktu kena macet, beralih aja naik MRT π .
MRT kali ini adalah fase 1, fase 2 masih dalam pembangunan dan akan selesai tahun 2024, yang nantinya fase 2 MRT akan melintas dari Sarina sampah stasiun Kota. Kalau fase 2 selesai, nah tuh tambah dekat dengan rumah ortuku di Kemayoran.
Fase 1 rute Lebak Bulus ke Bunderan HI, ada 13 stasiun, dimana 7 stasiun perlintasan atas / layang dan 6 stasiun bawah tanah (underground).
Di sta. mrt Lebak Bulus. Kalau biasanya dari bunderan HI ke Lebak Bulus butuh waktu 1,5 jam, dengan naik MRT hanya butuh 30 menit saja.
Nama stasiun MRT Lebak bulus sampai Bunderan HI:
7 sta. Perlintasan atas, struktur layang (Elevated) yang membentang Β±10 km:
Lebak Bulus
Fatmawati
Cipete Raya
Haji Nawi
Blok A
Blok M
Sisingamangaraja
Perlintasan MRT bawah tanah (underground) 6 stasiun membentang Β±6 km:
Senayan
Istora
Bendungan Hilir
Setiabudi
Dukuh Atas
Bunderan Hotel Indonesia
Membawa dua anak kecil naik MRT ribet tidak?, bagaimana penyandang disabilitas apakah bisa naik MRT juga?.
Awalnya saya tidak tahu kalau ada lokasi prioritas/tempat khusus untuk buggy (kereta dorong) yang saya bawa, lalu pak petugasnya nunjukin tempatnya. Ditempat ini untuk yang pakai kursi roda, atau tempat kereta dorong, lalu kita duduk di seberangnya (kalau kosong).
Informasi Tempat duduk prioritas dalam MRT
Ada tanda khusus tempat bangku tersebut dikhususkan untuk orangtua membawa anak kecil, lansia, wanita hamil, dan orang sakit. Pas saya naruh buggy, lalu yang pada duduk sadar diri, langsung berdiri, jadi saya, anak-anak dan mama dapat duduk deh.
Kalau sudah resmi beroperasi, ada yang tidak sadar diri duduk, pura-pura tidur ditempat khusus tersebut, jangan ragu ditegor aja, semoga sih masyarakat Indonesia masih tinggi ya kepedulian sosialnya π .
Fasilitas dalam MRT dan di stasiun keberangkatan dan kedatangan:
Didalam MRT dingin banget, untung saya bawa jaket untuk Lisa dan Benjamin. Entahlah apa karena baru, jadi ac nya masih dingin banget.
Lift berfungsi di sta. Bunderan HI, namun lift ini hanya tersedia di satu tempat, jadi kita nyebrang dari depan plaza Indonesia. Di sta. Lebak Bulus tidak ada satupun lift berfungsi, pas mau turun pak petugasnya yang angkat Lisa didalam buggynya, tadinya Lisa mau saya gendong. Supaya tidak lama kali ya, jadi pak petugas langsung gotong buggy dan Lisa sekaligus hehe. Kalau saya gendong Lisa sambil turun gempor juga sih, karena tangganya lumayan tinggi. Pas mau naik sebenarnya bisa pakai tangga berjalan, cuma ko di sta. mrt ini tangga jalannya cepat banget!, saya jadi takut kan. Daripada terjadi kecelakaan haha lalu saya minta tolong pak petugas lagi.
Toilet lumayan bersih, ada petugasnya yang siap selalu membersihkan. Toilet gratis.
Eskalator alias tangga jalan tersedia, cuma agak ngeri kalau bawa kereta dorong, karena cepat jalannya.
Pemberitahuan berupa audio visual, jadi kita tahu sudah sampai stasiun mana.
Ruang pertolongan pertama.
Ruang menyusui.
Selain Fase 2 MRT lagi dalam pembangunan, LRT juga masih dalam tahap pengerjaan, nah saya penasaran apa sih Bedanya MRT dan LRT:
MRT = Mass Rapid Transit
Jumlah gerbong/kereta rata-rata 6 kereta
Kapasitas penumpang sekitar 1.800 penumpang
Perlintasan MRT Layang dan bawah tanah.
LRT = Light Rail Transit masih dalam tahap pembangunan.
Jumlah gerbong/kereta 2 sampai 4 kereta
Kapasitas penumpang sekitar 600 penumpang
Perlintasan LRT: Layang
Video Akhirnya Indonesia punya MRT| Ikutan Uji Coba MRT Gratis | Bunderan HI ke Lebak Bulus
Demikianlah cerita saya mengenai Pengalaman Naik MRT Bersama Anak Kecil | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
7 Kelakuan Unik Suami Jermanku yang Bikin Makin Cinta. Hubungan suami istri spt roller coaster, naik turun. Ada mesra, banyak berantemnya (eh kami jarangggg bangett berantem dalam 6 tahun jadi pasangan. Hanya 1x pernah ribut, saat 2 tahun pertama pernikahan. Karena dia pengen nunda punya anak, sedangkan saya pengen cepat mengingat usiaku sudah hampir 35 kala itu).
Benjamin menikmati buah plum, di foto ini saat usia setahunan. Dibelakang Ben tuh bapake lagi cuci piring
Berikut ini cerita-cerita lucu punya suami orang jerman yang kucoba kumpulkan draftnya. Kali ini temanya lucu-lucu nyebelin sih, nanti saya akan buat postingan khusus kebalikannya buat muji-muji hehe.
β’ kalau mencuci piring seringnya tidak tuntas. Kadang ada sendok, garpu dan pisau saja yang ditinggalin berantakan tidak ikut dicuci. Lain waktu cuma 1 gelas kecil tidak dicuci (bayangin dong ngapain cuma 1 gelas itu tidak sekalian dicuci???).
Pernah juga satu penggorengan, atau satu panci kecil. Lain waktu lagi ada satu botol bekas makan anak ditinggalin. Saya tidak pernah negor, belum pernah cerewetin dia nanya mengenai dia suka ninggalin sedikit kerjaan buat saya. Paling saya komen sama diri sendiri atau senyum sendiri aja sambil bilang mungkin dia lagi error haha.
Suamiku kalau nyuci piring jarang tuntas. Kali ini tuh sendok, garpu, pisau tidak ikut dicuci. Baik dia ya kasih kerjaan buatku haha
Ya saya biarin aja, kalau saya semangat ya saya kerjain sisa kerjaan dia, kalau saya pas malas saya kumpulin sampai banyak dulu hehe. Kalau lagi rajin bisa dia bolak balik cuci piring dalam sehari, kalau kumat malasnya, kadang saya kasih pilihan “mau mandiin anak-anak atau pilih cuci piring?”. Nah pasti dia pilih yang paling cepat kerjanya yakni pilih cuci piring haha.
β’ Bapaknya anak-anakku ini kerja 5 hari, libur 5 hari. Kalau pulang isi kopernya baju-baju bersih dan kotor termasuk pakaian dalam bersih dan kotor dicampur bersama. Saya tidak pernah komen cuma dalam hati aja bilang orang aneh hehe. Kan ada istri yang menyiapkan koper/bawaan suami kalau mau bertugas ya, nah kalau saya tidak pernah disuruh dan tidak menawarkan diri juga haha, jadi dia sendiri yang menyiapkan kebutuhan dia. Tugas saya adalah masukkin baju-baju kotor ke mesin cuci dan menyetrikanya. (Sudah sebulan ini ada kerjaan baru, setiap hari pulang kerumah).
β’ Selesai mandi lalu handukkan tuh handuk sekalian buat ngepel lantai. Masa bersihkan kaki dilantai. Handuk digelar lebar lalu ngelap kaki, padahal saya tidak mengepel lantai setiap hari. Kalau saya handukkan mau ngelap bagian kaki ya angkat tinggi kaki saya atau taruh ditaruh pemanas ruang.
β’ Selesai menggunakan cutton buds buat membersihkan kuping jarangg banget langsung dibuang ketempat sampah (dikamar mandi kita tidak ada tempat sampah, adanya di dapur dan balkon). Beneran nyebelin. Jorok!. Saya sudah pernah beberapa kali negor karena Benjamin ambil tuh bekas cutton buds lalu dicolok kehidung. Hanya sekali dilakukan permintaan saya, hari-hari berikutnya bekas cutton buds asal ditaruh aja di atas mesin cuci!.
β’ Makan keripik tidak habis, asal aja melipat bungkusnya tidak rapih tidak diikat. Kadang saya menemukan bungkusnya terbuka dan kadang asal taruh sembarangan didapur.
β’ Saat summer pernah dia tidak mandi tiap hari. Tidak bau sih cuma saya risih kalau dia habis pergi jalan-jalan sama anak-anak, kan kotor ya. Anak-anak saja saya rajin mandikan, supaya enak dan nyenyak tidurnya, masah bapaknya mau dimaniin juga nih haha.
Saya bilang dong “mandi sono! masa summer tidak mandi tiap hari, kamu tadi kan keluar rumah“. Ini juga persis anak kecil nanya balik “memang saya bau ya?”. Saya diam menatap layar laptop saya namun kuping saya mendengar yang dia bilang. Kalau saya bilang tidak bau, nanti dia malah tidak mandi, jadi saya diamlah. Akhirnya si bocah mandi π . Nah pas selesai mandi dengan hanya pakai celana dalam aja dia menghampiriku didapur, berhenti didepan pintu lalu dia bergaya hormat bendera sama saya sambil tangan kiri pegang pinggang “lapor mandi sudah selesai” katanya, sambil si doi senyum-senyum minta dijitak haha.
Jadi benar tuh ya katanya kalau punya 1 anak sebenarnya kamu punya 2 anak, dan kalau punya 2 anak sebenarnya ada 3 anaknya, karena suami juga terkadang persis anak-anak gayanya kudu disuruh ini itu, perlu dikasih tahu harus begini begitu dong, lakukan ini itu.
β’ Kalau manggang roti sering sekali ditinggal. Padahal toaster kita cepat banget panasnya, cuma 1 menit matikan nanti cukup panasnya ko. Kalau saya sedang berbaik hati saya matikan toasternya. Namun karena sudah sering terjadi kadang saya biarkan saja sampai yang punya roti datang sendiri.
Saya panggil sekali .. tidak ada jawaban terdengar, panggil lagi tidak ada jawaban. Saya suruh Benjamin nyamperin bapaknya, eh si Ben cuma teriak aja beberapa kali, “ga bakal didengar Ben, kuping si papa disumpel didepan komputer, pasti main game atau nonton youtube tutorial game, sono samperin” ujarku.
Datang tersangkanya sambil bilang Oooo. “iyaaa ooo kebiasaan manggang roti ditinggal” kataku dengan judes. Rotinya diambil dibuang ketong sampah karena sudah keras seperti batu sangking kelamaan didalam toaster. Kemudian dia bikin yang baru. “Tungguin disitu jangan pergi” kataku dengan wajah datar. Tersangkanya cengegesan aja mesem-mesem.
Video CURHAT Beda Suami Jerman Kerja dan Istri Kerja
Bersamaan dengan manggang roti ada kasus lain juga. Dia keluarin keju dan sosis lapis dari kulkas buat isi roti bakarnya. Dikeluarin semuanya satu tempat!. Heran saya, kan bisa ya cuma dikeluarin satu saja yang dia butuh. Nanti roti selesai dibakar tidak dimasukkan lagi tuh keju dan sosinya ke kulkas. Sampai selesai beberapa kali dia bakar roti, sampai dia kenyang dan selesai makan barulah sosis dan keju dia masukin ke kulkas. Kalau sudah beberapa hari bolak balik begitu keluar masuk kulkas sosis dan keju kan jadi rusak. Ujung-ujung bakalan dibuang lagi.
Keju dan sosis ini juga tidak satu bungkus dihabiskan dulu. Baru beberapa lembar diambil bisa buka yang baru. Pernah sampai 3 tempat keju sudah kebuka. Saya lupa awalnya membicarakan apa deh. Trus saja jawab jutek “kalau baru diambil sekali trus buka yang baru melulu, trus siapa yang makan sisanya???. Tuh makanan dibeli pakai duit kan bukan pakai daun?. YA memang sih duitnya dia, cuma kan bener toh tuh makanan dibeli pakai duit π masah makanan sedikit-sedkit langsung dibuang. Sok gaya horang kaya banget! π .
Drama komentar blog tidak muncul masih ada lanjutannya (baca: Akismet Forever Goodbye, Biang Keladi Komen Tidak Muncul) Akismet saya hapus ganti dengan Antispam Bee, nah ternyata plugin tersebut konflik dengan plugin Jetpack. Saya balik lagi ke Akismet eh tetap dong ada masalah lain. Terakhir kali saya disuruh support wp untuk melakukan debug.
Senang akhirnya jetpack berjalan dengan baik. Nanti akan saya buat postingan khususnya, karena panjang lagi ceritanya dan saat ini saya belum bersemangat ngomongin tema komen tersebut. Semoga yang mau komen di postingan saya tidak bermasalah lagi ya. Kalau misal ada masalah tolong kasih tahu saya melalui form kontak π .
Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan. 29 Agustus bulan lalu untuk pertama kalinya saya ke dokter kandungan lagi untuk pemeriksaan setelah melahirkan istilah dalam bahasa Jermannya Nachsorgeuntersuchung nach der Geburt. Idealnya pemeriksaan dilakukan 6-8 minggu setelah proses melahirkan, nah saya malah lupa karena ditunda-tunda melulu. Si bayi hampir berusia 6 bulan saya baru melakukan pemeriksaan.
Saya merasa baik-baik saja setelah proses melahirkan melalui operasi sesar kedua kalinya. Benang operasipun saya sendiri yang tarik pas dirumah haha jago kan? π . Pas anak pertama benang saya tarik setelah 3 bulan, sedangkan yang kedua ini sebulan setelah melahirkan saya tarik benangnya. Benangnya panjang seperti benang layangan, mengkilap dan warna hijau. Sebenarnya awalnya tidak sengaja, benang operasinya kegulung korset, saya merasa aneh seperti digelitik sekaligus sakit, saya angkat baju saambil tertawa melihat yang terjadi, lalu ya saya tarik saja benang operasinya sekaligus daripada harus digulung.
Mengenai alat KB.
Saya memaksakan diri harus ke dokter kandungan karena mau nanya mengenai alat KB, ntar kalau kebobolan repot yaa haha. Seumur-umur baru kali ini bakalan pakai alat KB. Sayapun bingung mau pilih yang mana karena lumayan banyak pilihan. Niatnya mau beli sendiri aja di apotek seperti pil KB tuh ternyata harus pakai resep dokter, ribet ah! π .
Baca beberapa artikel dan nanya mama sendiri tetap saja belum sreg mau pilih yang mana. Efek samping alat KB nya yang mengkuatirkan saya. Ada yang bilang kalau disuntik tidak dapat haid, nah 3 bulan kemana tuh darah kotor?. Sebenarnya enak juga sih jadi tidak merasakan kram atau sakit saat datang bulan kan π .
Ada pula yang bilang bisa naik berat badan lupa nih efek samping alat kb yang mana. Kata mamaku sebaiknya saya tidak pakai spiral karena saya bergerak melulu, hampir tiap hari beraktifitas bawa Benjamin keluar rumah, atau ngejar bus haha untungnya jarang sih lari-lari. Oh ya jadi si mama bilang begitu, kuatir alat spiralnya lepas. Kalau saya kuatir harganya haha ada temanku pasangnya di tanah air pas berlibur, mungkin supaya lebih murah kali ya karena alat KB tidak di tanggung asuransi di Jerman.
Saya minta suami telp dokternya, maksudnya supaya cepat tidak ribet kan ya dengan bahasa Jerman, cuma si pak suami agak bagaimana gitu mau minta tanggal periksa buat nanya alat KB haha padahal mau saya sih bilang aja buat pemeriksaan setelah melahirkan. Kalau tadinya dia tidak mau telp ya saya mending datang langsung ke tempat prakteknya. Ternyata pas ditelp tempat prakteknya tutup karena liburan musim panas.
Pas lagi jalan-jalan ke pusat kota dengan suami dan anak-anak kita mampir deh, saya yang ngomong ke petugas kesehatannya alias perawat alias merangkap resepsionis. Dikasih tanggal sebulan kemudian, dan disuruh bawa handuk saat pemeriksaan nanti.
OMG lama banget ya sebulan lagi, apakah begitu banyaknya wanita yang punya jadwal kedokter kandungan ini pikirku, lalu disuruh bawa handuk pula, apa ini khusus para ibu yang tidak hamil diperlakukan begini? (bertanya-tanya pada diri sendiri akhirnya terjawab pas ketemu dokternya).
Setelah dekat tanggal pemeriksaan ternyata bapaknya Benjamin bakalan kerja pas tanggal tersebut (5 hari kerja 5 hari libur). Siapa dong yang jaga si Lisa?. Kemudian saya tidak PD juga bagaimana komunikasi dengan bu dokternya kuatir saya tidak paham penjelasan medis dari bu dokter.
Hari itu Lisa tidak saya kasih tidur lebih awal dengan maksud supaya pas saya dan Benjamin pergi bisa saya tinggal. Lisa tidur siangnya 2 kali, setelah sarapan dan tidak lama setelah makan siang. Saya dan Benjamin pergi naik bus, cuma 5 menit ke praktek dokternya π .
Kaget saya pas sampai di tempat praktek dokternya, biasanya banyak orang lah hari itu ko cuma 1 orang saja. Mungkin karena sudah jam 11.30 sih. Setelah menunjukkan kartu asuransi, saya dan Benjamin menunggu di ruang tunggu.
Tidak lama kemudian dipanggil petugas, untuk periksa tekanan darah. Saya bingung juga sih ngapain periksa tekanan darah wong saya tidak hamil kan ya haha. Saya nurut ajalah memang prosedurnya begitu kali. Tekanan darahku normal 120/60 mm/Hg. . Si mba perawat nanya apa saya ada keluhan setelah melahirkan, saya bilang rambutku rontok parah, lalu dia tulis di buku data medis saya. Ngaco kali saya deh kalau rambut rontok bukan keluhan setelah lahiran kali ya hehe.
Si Benjamin ngintilin saya seperti biasa dia naik ke timbangan. 14 kg beratnya tidak naik-naik nih bocah segitu melulu sudah beberapa bulan, bergerak melulu sih dia selalu aktif sepanjang hari.
Kita kembali ke ruang tunggu. Benjamin geratakin buku-buku anak, saya baca-baca berbagai brosur yang ditempel di dinding ruangan. Ada yang bikin saya senyum-senyum, selembar pengumuman agak panjang yang meminta pasien supaya bersabar kalau nunggu lama. Haha saya jadi ingat pernah mau pulang sangking kesalnya nunggu 1,5 jam saat periksa kehamilan dulu. Kirain cuma saya saja diperlakukan begitu kala itu, kirain saya karena asuransi saya yang jelek haha. Hari itu kalau nunggu lama sih sudah planning saya bakalan kabur sambil mau marah kasih alasan bayiku kutinggal dirumah.
Sahabat bloger dan siapapun kalian pengunjung setia blogku yang ingin tahu kabarku, maaf ya kalau kalian kecewa setiap kali mampir ke blog saya lah ko belum ada cerita baru, padahal postingan terakhir 3 minggu lalu π³ .
Kesibukan offline yang membuat saya nyaris tidak bisa menyentuh blog saya ini, bahkan banyak komen yang baru saya kebut balas sekaligus. Terima kasih buat kalian yang rajin berkomentar di postingan saya. Komen-komen kalian membuat saya bahagia π ; bahkan sampai ada yang nyari melalui mesin pencari membuat saya seperti dicolek suruh update blog haha. Karena dua kata kunci dibawah ini makanya saya sempatkan kasih sedikit kabar dulu ya.
Kata kunci yang nyariin saya dan anakku. Paling atas tuh saya tutup karena amit-amit kata kunci jorok untung jarang bangett muncul begitu hehe
β’ Anakku Lisa Marie Sekarang sudah berusia 3 bulan (14 minggu tepatnya). Sejak 2,5 bulan mulai mau tengkurap dan pas usia 3 bulan sudah lancarr bolak balik badannya π bahkan sudah bisa angkat tinggi pantatnya sambil dorong kakinya, mau coba merangkak π― .
Mungkin karena anak kedua kali ya jadi nih bocah rame ngoceh melulu setiap kali lihat abangnya, serasa ada teman seumuran makanya ngoceh melulu. Atau saat di nenenin sering sekali Lisa ngoceh sambal tertawa lebar.
Baju-baju Lisa 99% warisan dari abangnya haha jadi kebanyakan warna biru atau warna anak cowo, paling ada 1-2 baju warna pink. Kalau sudah hampir 1 tahun baru akan saya belikan lebih banyak baju cewe, supaya keliatan girly.
Sering sekali ngeces/ngiler (keluar air liur) kalau saya bilang sih karena mau belajar ngomong makanya ngeces melulu nih bocah, apalagi saat ngoceh nah makin banyak air liurnya haha π . Mamaku bilang sih ngeces begitu karena waktu saya hamil ada sesuatu yang tidak kesampean dimakan. β.. Ngeces melulu nih Lisa, mamamu pengen apa ya ga kesampean, pengen pempek kali ya, eh telat datangnya sudah keburu lahir Lisanya baru datang pempeknyaβ begitu mamaku ngomong tiap kali mengelap ilernya Lisa haha.
Waktu hamilnya Benjamin dan Lisa saya tidak ngidam, paling kalau ingin atau lihat sesuatu (makanan) ya tidak ngotot harus ada saat itu juga. Lihat gambar atau terlintas dalam pikiran βenak juga ya kalau makan nih ..β trus ya lupa begitu saja.
Lisa belum pakai anting, lebih banyak kontra nya di Jerman sini bayi dan anak perempuan dipakaikan anting, katanya melubangi kuping menyakiti bayi halahh cape deh! dalam hati aja ngedumelnya haha. Saya belum berhasil merayu bapaknya anak-anak minta kata setuju pakaikan anting ke Lisa, katanya tunggu agak besar dulu. Padahal menurut saya kalau sudah besar ya tambah sakit dong.
Saya sudah browsing sana sini sudah ketemu website bikin anting sistem tembak dekat rumah nih katanya tidak menyakiti bayi, baca komen-komen para ibunya juga hampir semuanya positif, tinggal saya minta persetujuan suami aja. Nanti cari waktu yang tepat supaya langsung disetujui π .
Foto-foto Lisa lainnya dan mungkin ada video-video singkat juga silakan yang mau lihat di album flickr saya, klik gambar dibawah ini:
Bagi yang punya akun flickr mau follow saya silakan karena ada foto-foto dan video yang saya buka aksesnya hanya untuk keluarga dan teman π . Nantinya saya bakalan lebih banyak upload foto-foto ke album saja karena sepertinya tidak bisa punya banyak waktu online di blog π . Di album flickr bisa diatur aksesnya, maksud saya ada foto yang bisa dilihat umum, teman dan keluarga, keluarga saja, atau hanya bisa dilihat oleh pemilik albumnya.
β’ Abang Benjamin 15 Juli bulan depan bakalan 3 tahun usianya. Niatnya tahun depan mau dimasukkin TK, semoga dapat tempat karena katanya sih susah susah gampang dapat bangkunya.
Benjamin selalu panggil βbabyβ ke Lisa. Berulang kali kita bilang βLisa bukan baby namanyaβ tetap saja abang Ben panggil baby melulu ke adiknya π .
Abang Benjamin tipe anak yang sangat amat aktif, diamnya hanya waktu tidur saja. Ga heran badannya jadi tidak bisa gemuk karena bergerak melulu. Musim panas begini kasihan keringatan melulu nih bocah, dibilang potong rambut tidak mau dia. Selalu drama saat potong rambut, lebih baik bapaknya yang cukur rambutnya Ben.
Abang Ben sayang adiknya, sering dipeluk dan langsung mau kalau disuruh cium. Trus maunya ngendong Lisa, lah mana bisa beratnya Lisa sudah 6 kg an kan. Kalau Lisa lagi nenen dan malah matanya Lisa asyik ke tv, abang Ben bilang: βnenen!, nenen baby!β sambil didorong kepala Lisa suruh nenen haha. Lisa kadang ngegigit saat nenen, abangnya pasti komen “baby Ne awa mama, Ne!” (baby jangan menyakiti mama).
β’ Mama tercinta sudah balik ke tanah air Sungguh tidak terasa 90 hari berlalu. 15 Juni lalu mama tercinta sudah kembali ke tanah air. Katanya winter mau datang lagi khusus mau lihat salju haha π penasaran banget nih si mamaku sama salju, padahal kubilang kalau winter tuh dinginn bangettt.
Kalau nanti saya ada waktu luang mau cerita khusus mengenai tema emakku pas mau ke Jerman dan pas di Jermannya.
β’ Adsense Akhirnya saya daftar Google Adsense (GA). Setelah 8 bulan pindah ke self hosted baru berani coba daftar. Sebenarnya tidak pede banget mau daftar karena jauh sebelum pindahan blog sering dengar kabar kalau daftar adsense tuh susah sekali. Ada yang harus nunggu berbulan-bulan bahkan tahunan, ada yang sudah diterima malah di banned, saya jadi parno duluan haha π ditambah sejak pindah ke self hosted trafik blogku jadi hancur, turun trafiknya sekitar 50-60% π₯ ; mungkin juga karena saya ganti permalink blog sih.
Email Pemberitahuan diterima jadi publisher adsense
Ternyata setelah sehari pendaftaran saya diterima horee π padahal di notif daftarnya dibilang tunggu 3 hari kabarnya. Setelah daftar sambil nunggu jawaban saya pede aja bikin kode iklannya dan langsung pasang di blog (iklan baru tayang setelah diterima). Saya masih harus banyak belajar mengenai GA ini, masih bingung dengan jenis/ukuran/warna ads dan penempatannya yang terbaik yang akan menghasilkan buat blogku, jadi hampir tiap hari baca berbagai artikel mengenai GA.
Saya tambah bahagia saat buka akun GA ku, ternyata ada pemberitahuan kalau blogku dihadiahi Matched content unit katanya sih tidak setiap publisher GA dikasih Matched content unit ini.
Sampai disini dulu ya cerita-ceritanya, semoga nantinya saya masih bisa nyolong waktu buat ngeblog saat anak-anaku tidur π .
Cerita Melahirkan Anak Kedua Melalui Operasi Sesar. Guten Morgen pembaca setia blogku ini, Cerita Melahirkan Anak Kedua ini adalah lanjutan ceritaku saat melahirkan di Jerman melahirkan Lisa Marie. Sabtu 4 Maret 2017 adalah HPL (Hari Perkiraan Lahir) namun karena saya belum merasakan kontraksi hebat saya menolak saat dokternya menyuruh saya menginap di rs. Hari tersebut dilakukan juga pemeriksan USG (Ultraschall), dokternya bilang berat janinnya sekitar 3,5 kg, kaget dong suami dan saya, karena sebulan sebelumnya berat janin 2,5 kg.
Didepan Ruang Bersalin. 2 hari setelah due date lahiran. Senyum kecut karena semalaman sudah sakit kontraksi. 6 Maret 2017
Busyet dalam sebulan naik 1 kg, padahal saya makannya biasa saja loh, dan perut saya tidak sebesar saat hamilnya anak pertama dulu, kalau waktu hamilnya Benjamin jalan dan tidur susah karena keberatan perut haha. Yaelah untuk anak kedua bakalan disuruh operasi lagi nih pikir saya. Dokternya sih tidak menyinggung mengenai harus operasi untuk anak kedua ini.
Senin 6 Maret 2017 dari rumah saya hanya makan sepotong roti dan segelas kopi susu, sama sekali tidak nafsu makan karena sakit kontraksi melulu. Setelah selesai pemeriksaan CTG (Cardiotokographie / Cardiotocography) datanglah 2 bu dokter, yang satu adalah dokter Rusia yang aneh yang saya ceritakan pada postingan sebelumnya. Dokter satunya lagi adalah dr. Rosmarie beliau yang menghandle saya juga saat mau lahiran anak pertama 2,5 tahun lalu.
Dr. Rosmarie melakukan vaginale Untersuchung Pemeriksaan Vagina/ Pemeriksaan Dalam (VT/Vaginal Toucher) sebel saya kalau pemeriksaan jenis ini tidak nyaman banget! π₯ . Beliau beberapa kali bilang βpantat jangan diangkat, rileks sajaβ. Bicara mudah dok tapi saya sakit merasakannya kataku dalam hati saja hiks. Bu dokter bilang saya sudah bukaan dua, kaget dong karena sebulan sebelumnya waktu di dokter kandungan pemeriksaan rutin sudah dibilang bukaan dua. Lah sudah HPL dan sakit kontraksi 2 hari masih sama bukaannya saya kira sudah bukaan 5 aja haha. Kalau masih bukaan 2 masih harus nunggu lama dong sampai bukaan penuh (bukaan 10) pikir saya.
Bu dokter (dr. Rosmarie) bilang bayi saya agak besar juga, dan dia menyarankan saya melahirkan melalui operasi sesar lagi. Iihh sebenarnya 3,5 kg tidak besar kan?, toh banyak ibu yang melahirkan normal dengan berat bayi 4 kg yaa. Kalau ingat waktu mau melahirkan Benjamin dulu, di bilang anakku juga besar sekitar 4 kg, nah pas keluar 3,7 kg, jadi nih untuk anak kedua kita hitung kasar ya bakalan 3,1 atau 3,2 kg kali yaa.
Saya masih semangat mau lahiran normal, lalu dr. Rosmarie bilang: β ya boleh aja kalau mau normal tapi kan normal sakit loh prosesnya..β beliau nakutin kali ya haha. Intinya dr. Rosmarie lebih menyarankan saya lahiran sesar. Kenapa coba?, mungkin yaa karena kalau sesar kan bayarannya lebih mahal dan rs nya ya dapat duit lebih banyak dong dari asuransi haha π .
Saya mikirnya kalau ibu yang melahirkan sesar akan lebih lama tinggal di rs nya. Kalau tidak ada komplikasi apapun 5 hari, sedangkan lahiran normal nginepnya 3 hari saja, duit lagi dong buat rs kalau pasiennya lebih lama nginap kan? haha. Setelah mikir panjang lebar termasuk dengan bapaknya Benjamin juga, akhirnya saya bilang: β.. ya sudah deh sesar aja lagi yaaaβ. Akhirnya saya pilih melahirkan sesar karena sudah 2 hari sakit kontraksi kalau masih harus nunggu sampai bukaan 10 tidak sabar (stres) lagi saya cemen ceritanya π³ haha .
Setelah pasti bilang saya mau di sesar, bu dokter nanya kapan terakhir saya makan. Saya bilang sekitar jam 7.30 – 8.00 sarapannya. Persiapan sesar dimulailah, kalau mengingat saat lahiran anak pertama ya bakalan sekitar 5-6 jam lagi operasinya sejak persiapan ini.
β’ Dokter menjelaskan mengenai proses operasi sesar, karena saya minta pakai anestesi epidural (PDA) sebagai penghilang rasa sakit maka dokter menjelaskan singkat (pakai gambar), detailnya akan dijelaskan dokter anestesi. β’ Suami dan saya menandatangi beberapa lembar formulir, termasuk ada form yang menyatakan resiko proses operasi yang mungkin saja terjadi. β’ Bagian atas tangan kiri dipasang jarum untuk ambil darah (3 tabung kecil), nantinya jarum ini untuk botol infus juga. β’ Saat dilorong ruang operasi tangan dipasang jarum kedua, jadi ada 2 tabung (infus dan obat). β’ Ke ruangan dokter anesti dijelaskan mengenai anestesi epidural (PDA) . Tidak lama diruang dokter karena kita sudah pernah pengalaman mendengar penjelasan dokter anestesi saat lahiran anak pertama. β’ Pakai baju operas, lepas perhiasan dan jam tangan. Dari rumah saya sudah lepas anting karena sudah pengalaman (tahu) waktu lahirannya anak pertama.
Gambar pemberian anestesi Spinal dan Peridural
Setelah beres dari ruang dokter anestesi, suami dan saya ke bagian kamar bersalin. Saya pakai baju operasi, lepas sepatu juga. Dipasang botol infusnya dengan alasan supaya tubuh saya tetap mendapat cairan karena proses operasinya masih sekitar 4-5 jam an lagi.
Nyeri (kontraksi) makin sering terasa. Untuk mengatasi nyeri (kontraksi) yang datang saya tekan kedua telapak tangan saya ke meja, hal ini sudah saya lakukan (nemu cara buat diri sendiri) saat dirumah. Pas sudah di kamar bersalin saya disuruh berbaring di tempat tidur, saya tolak dong anjuran bidannya, saya bilang saya mau berdiri saja, soalnya kalau saya berbaring lalu datang kontraksi bagaimana meredakannya? Tidak bisa tekan meja kan haha π .
Kami disuruh melihat kamar inap tempat saya dan bayiku nantinya, ya kami sambil naruh barang bawaan saya juga. Saya tidak mau berbaring di tempat tidur, jadi suami dan saya jalan kaki dan bidannya mendorong tempat tidur saya ke kamar inap. Suami dan saya balik lagi ke ruang kebidanan, eh ko darah banyak banget turun ke selang infus karena saya tidak angkat tangan saya tinggi. Setelah di cek ulang bidan, selangnya disentil-sentil supaya cairan infusnya cepat turun, saya peganglah tiang gantungan infusnya, supaya tangan saya tetap tinggi sehingga darah tidak turun lagi.
Bidan menyuruh saya berbaring karena mau cek jantung janin lagi (CTG test), halahh horror deh buat saya, nanti kalau kontraksi datang bagaimana saya meredakan sakitnya?. Beneran kan begitu datang nyeri kontraksi tidak tahan deh sakitt banget!, walau hanya beberapa detik sunggu tidak nyaman!. 2-3 kali bapaknya Benjamin bilang: βsiap-siap ya bakalan datang kontraksi lagi nihβ dan beneran dong saya tidak tahan ya akhirnya nangis-nangis saja karena tidak bisa menekan meja lagi kan haha buat menekan/meredakan sakit yang datang.
Suamiku bisa kasih tahu kapan nyeri kontraksi datang karena di alat CTG itu ada informasinya juga mengenai kontraksi. Walau sudah dikasih tahu ya saya belum tahu cara meredakannya selain pasrah dan nangis histeris. 2 hari sebelumnya waktu kontrol pas due date, saya mendengar ada seorang ibu yang dalam proses melahirkan sampai 1 jam teriak-teriaknya saya jadi serem kan haha.
Waktunya tiba ke ruang operasi ..
Bidan dan suami mendorong ranjang operasi, kami sekali naik lift, lalu tibalah dilorong ruang operasi. Bapaknya Benjamin disuruh masuk ke kamar ganti pakaian dan disuruh tunggu instruksi selanjutanya sampai dipanggil masuk ke ruang operasi.
Saya berada di lorong menuju ruang operasi. Oh Tuhan horror sekali saat sakit kontraksi datang!. Entah berapa lama ku harus menunggu jadwalku di lorong ini dan harus bertahan menahan sakit kontraksi pula hiks. Kulihat lumayan banyak petugas/ entah dokter atau perawat yang hilir mudik ke dalam dan ke luar ruang operasi dan juga lewat sampingku. Saya masih ingat ada seorang kakek yang marah-marah entah kakek ini akan dioperasi atau sudah selesai, yang saya dengar hanya dia bilang sakit dan memaki-maki para perawat didekatnya.
15 menit berlalu, 20 menit, 30 menit gila pikirku lama sekali harus menunggu. Saat menunggu di lorong ruang operasi ini, kontraksi sudah kurasakan tiap 5 menit sekali. Saya melihat jam dinding di depan atas saya dan menghitung kapan kontraksi berikutnya.
Puji Tuhan akhirnya kutemukan cara mengurangi/menghilangkan rasa sakit kontraksi, yakni dengan mengatur pernafasan. Hirup nafas panjang lalu saya keluarkan cepat dan pendek melalui mulut. Bidan yang disampingku bilang supaya saya keluarkan nafasnya pelan-pelan, ah saya ikuti nasehat beliau malah sakitnya tetap saja, makanya saya lakukan cara saya, saya keluarkan nafas cepat dan pendek-pendek.
Saya luar biasa senang karena merasa ajaib dengan cara mengatur pernafasan ini sakit kontraksi seketika itu hilang. Oh Tuhan kenapa saya baru tahu cara ini?, kenapa tidak dari dulu cari tahu melalui internet, ah telat deh menyesalnya ..
Bu bidan dan satu perawat disamping mereka asyik mengobrol sambil menunggu dipanggil ke ruang operasi. Awalnya bu bidan tidak tahu kalau saya sudah kontraksi, pas dia melihat saya melakukan pengaturan pernasafan barulah dia sadar, dan dia agak senewen kalau harus menunggu lebih lama lagi, karena kontraksiku akan semakin pendek durasinya.
Saya pandangi lagi dan lagi jam dinding. Gilaa sudah 1 jam saya menunggu di lorong ini dan makin gila karena harus berdamai dengan kontraksi yang datang. Saya tahu dari internet kalau kontraksi tiap 5 menit berarti sudah bukaan 6.
Ah seandainya saya bisa memutar waktu, lebih baik saya pilih lahiran normal saja karena menunggu 5-6 jam ternyata cepat sudah bukaan 6. Nah ini posisi saya sudah merasakan kontraksi yang sakit sekali mau mati rasanya lalu bakalan di belek juga perutku dan pastinya akan merasakan sakit lagi setelah oeprasi hiks dobel sakitnya.
Setelah 1 jam menunggu akhirnya ranjangku di dorong memasuki ruangan berikutnya. Saya mau dipindah ke ranjang khusus untuk operasi. Bu bidan dan 1 perawat berusaha mengangkat/memindahkan saya. Saya diminta bergeser sedikit-sedikit untuk pindah ranjang.
Saat kontraksi datang tentu saja saya tidak bisa berbuat apapun selain mengatur pernafasan supaya nyaman, lah ini malah saya disuruh geser-geser badan pindah tempat tidur. Saya sudah lemas dan stres karena kontraksi yang datang.
Cerita horor dimulai ..
Setelah dipindah ke ranjang operasi, didoronglah saya ke ruang berikutnya. Akhirnya kulihat lampu ruang operasi. Saya disuruh duduk supaya bisa diberikan suntikan PDA. Saya disuruh rileks. Suntikan pertama gagal, tidak masuk pada tempat yang diinginkan.
Suntikan diulang kembali. Kedua tanganku rileks lemas kebawah lalu bu bidan merangkulku dengan erat, supaya saya tidak bergerak/kaget saat suntikan diberikan. Cairan sedingin es dioleskan di sekujur punggungku sebelum diberikan suntikan.
Akhirnya tangis saya pecah karena harus bergumul dengan kontraksi yang datang dan mendengar instruksi perawat. Bagaimana saya bisa melakukan perintah, menjawab pertanyaan mereka saat kontraksi datang?. Gila teriak saya dalam hati, saya bilang βTunggu dulu!β karena saya harus mengatur pernasafan untuk meredakan sakit kontraksi ini. Hanya bu bidan yang tahu kondisiku, dan setelah mereka para perawat ini tahu kalau kontraksi saya sudah tiap 5 menit ya mereka prihatin.
Saat kontraksi datang saya tidak bisa berbuat banyak selain mengatur pernafasan, lah ini malah disuruh ini itu dan ditanya-tanya. Gemes saya mau cakar semua perawatnya! π‘ . Akhirnya suntikan kedua berhasil, PDA nya sudah masuk dan saya berbaring kembali. βTerasa kah ini?β tanya Seorang perawat yang menyemprot cairan dingin ke lengan kiri dan paha kiriku.. βIyaβ sahutku. Seorang perawat disisi kanan menarik rambut pubis (kemaluan) ku βTerasa tidak?β. βIyaaa” teriak saya kesakitan. Gila dalam hatiku apa tidak cukup ya disemprot cairan dingin, ko malah menyiksa dengan hal berikutnya?.
5 menit kemudian diulang kembali perawatnya menyemprotkan cairan dingin ke lengan kiri dan paha kiriku. βMasih Terasa kah ini?β tanya perawatnya. βIyaaβ sahutku. Saya disuruh gerakan kedua kaki saya, dan berhasil saya lakukan.
Para perawatnya mulai hilang kesabaran, sudah ditunggu beberapa lama ko saya masih belum kebal juga, padahal PDA nya tadi sudah berhasil disuntikkan. Rambut pubis ku ditarik kembali untuk kedua kalinya βTerasa tidak?β. Ini saya beneran marah besar, seandainya saya bisa putar waktu ke hari itu, saya tonjok deh orangnya π‘ . Masah tidak cukup disemprot cairan dingin?, toh saya sudah bilang saya masih merasakan, belum kebal. Bu Bidan mencoba menenangkan saya bilang βsudah .. sudahβ.
Mereka para petugas kesehatan ini berunding, aneh nih masah saya belum hilang rasa dari perut hingga kaki. Setelah ditunggu 10 menitan tidak ada perubahan, akhirnya mereka memutuskan saya akan dibius total saja, artinya bapaknya Benjamin tidak perlu masuk ke ruang operasi karena saya akan tidak sadar selama operasi berlangsung jadi tidak dibutuhkan kehadiran suami.
Saya sempat shock juga karena tidak dikasih waktu berunding atau ketemu suami dulu. βkalau saya tidak bangun/sadar lagi setelah operasi bagaimana dong?β kataku pada diri sendiri. Saya jadi takut karena belum pernah dibius total bagaimana kalau hal buruk terjadi? hiks π₯ .
Masker ditempelkan ke wajah saya dan itulah hal terakhir yang saya ingat ..
Lisa Marie Anak Keduaku. Halo pembaca setia blogku jadi ceritanya saya sudah melahirkan anak kedua, malah sudah sebulanan lebih usia anak keduaku π . Saya tidak punya waktu buat cerita secepatnya karena merasakan menjadi ibu baru lagi repotnya bukan kepalang, ditambah malas tingkat tinggi juga berlama-lama didepan komputer hehe.
Postingan ini telat sekali karena saya benar-benar tidak ada waktu sejak lahiran. Niat online pagi eh sampai sore kerjaan rumah tidak ada habisnya, giliran malam kedua bocah sudah tidur saya malah sudah habis tenaga dan malas mikir yang berat. Paling kalau nyalain komputer buat baca-baca sebentar lalu tidur π .
Due date lahiran/HPL (Hari Perkiraan Lahir) sudah saya ketahui sejak awal pemeriksaan kandungan yakni bakalan 4 Maret 2017. HPL ini ya perkiraan saja kenyataannya ada yang bisa lebih cepat atau malah lebih lambat lahirannya dari tanggal yang diperkirakan. Namanya juga perkiraan ya yang pastinya tahu hanya si bayi dalam perut bumil kan kapan dia siap melihat dunia π .
Bapaknya Benjamin yang awalnya sudah oke bakalan cuti dari 1 Maret eh ternyata baru 3 maret mulai liburnya (kalau kerja sekali kerja 5 hari tidak pulang). 1-2 minggu sebelum HPL saya banyak bicara sama di kecil diperut saya supaya keluarnya pas bapaknya sudah libur, pusing jadinya kalau tidak ada suami dirumah lalu saya bakalan lahiran tengah malam nah si Benjamin bagaimana? masa mau ditinggal sendiri dirumah lalu saya pergi sendiri ke rs? kalau tetiba bocah bangun dini hari gawat kan. Setelah rembuk dengan emak mertua dan suami pokoknya kita sudah ketemu solusi terbaik deh.
β’ 2 Februari 2017 saya dirujuk untuk kontrol ke rs untuk nanya Chefarzt (kepala bagian) dokter kandungan yang dulu menghandle saya saat lahirannya Benjamin (anak pertama), apakah untuk anak kedua ini bakalan harus sesar lagi atau bisa lahiran normal seperti keinginan saya. Waktu 2 Februari berat janin 2,5 kg tidak besar kan, nah jadi dokter Schumacher Chefarzt nya bolehin saya untuk lahiran normal.
Wah saya senang sekali karena kan dengar sana sini lahiran normal sakitnya tuh ya sebelum dan pas hari H saja, setelah bayinya keluar ya tidak sakit lagi, sedangkan lahiran sesar pertama dulu ampun dah 3 minggu baru benar-benar pulih bisa jalan cepat bahkan sudah bisa lari ngejar bus haha π . Saya ingin bisa langsung beraktifitas setelah lahiran karena sudah musim semi, tidak tidak sabar pengen berkebun. Saat lahiran sesar tuh pengalamanku mau bungkuk, jongkong ambil barang atau jalan saja bekas operasinya seperti kulit disilet sakitnya. Batuk, bersin, ketawa ngakak sakit juga π₯ .
Dokter kandungan tempat saya memeriksakan kehamilan rutin menyuruh saya kalau sampai HPL belum melahirkan juga maka saya harus cek langsung ke rs. Kepala dokter kandungan rs juga mengatakan hal yang sama ke saya pada pemeriksaan 2 Februari tersebut.
β’ 1 dan 2 Maret saat bapaknya Benjamin kerja saya harap-harap cemas sambil doa dan berharap “please jangan keluar hari ini ya nak” haha π . Saya sudah punya catatan no hp dan telp kantor emak mertua kalau tetiba kontraksi hebat ya emak mertua bakalan turun tangan jemput Benjamin.
β’ 3 Maret horee suami tercinta sudah cuti hari pertama, lega deh menanti si bayi mau keluar kapan saja ya saya tidak ada pikiran bercabang.
β’ 4 Maret 2017 ternyata si bayi masih betah di rahim saya dan belum ada tanda-tanda mau melihat dunia. 4 Maret itu hari Sabtu kepala dokter kandungan tidak kerja di akhir pekan dan biasanya sih kalau weekend gitu ya pelayanan rs tidak maksimal karena tenaga kesehatannya juga terbatas.
Suami dan saya sudah sepakat kalau saya belum mules atau belum ada kontraksi hebat buat lahiran hari itu 4 maret bakalan pulang nunggu sampai kontraksinya datang dan akan kembali cek ke rs seninnya 6 Maret.
Kami tidak tahu kalau anak-anak tidak diperbolehkan masuk ke ruang kebidanan padahal Benjamin kita bawa. Kami pikir hanya pemeriksaan singkat saja ya tidak masalah bawa si bocah yang tidak bisa diam ini, toh ketika kontrol 2 Februari Benjamin juga ikut.
Akhirnya Benjamin dan bapaknya nunggu di luar ruangan kebidanan selama saya melakukan pemeriksaan. Saya bilang ke bidan kalau nanti saat dokter mau bicara dengan saya, saya ingin suami ada disamping saya karena saya mungkin tidak paham benar untuk istilah kedokteran dalam bahasa Jerman.
Pemeriksaan denyut jantung bayi (ctg) berlangsung 45 menit, tadinya dibilang 30 menit saja, entah bidannya ada kerjaan lain kali ya atau si bayi tidur ya jadi diperpanjang ctg nya. Selama pemeriksaan ctg ini saya hanya sendirian di ruangan, bidannya hanya sesekali datang untuk mengecek alatnya kalau misal ada yang tidak beres.
Pemeriksaan ctg selesai, saya disuruh ke toilet untuk ambil urin buat di periksa juga. Setelah itu saya boleh keluar sebentar ke ruang tunggu ketemu Benjamin dan bapaknya sambil kita nunggu dokter datang. Saya dipanggil masuk, ada bu dokter yang tadi kita lihat melewati ruang tunggu. Aneh nih bu dokter tidak menyapa kita, tidak kasih salam tangan seperti dokter di Jerman sini yang biasanya saya temui.
Bu dokter bilang saya tidak boleh pulang lagi karena sudah HPL nya, kuatir akan melahirkan hari itu, jadi saya disuruh langsung nginep di rs. Saya bilang karena saya belum merasakan kontraksi hebat ngapain saya nginep di rs?, kalau mau santai atau tidur-tiduran bisa juga di rumah saya toh. Daripada saya stres dan bosan di rs nungguin bayi keluar, lebih baik saya nunggu di rumah kan? π . Rencananya kalau bayi belum lahir juga 4 Maret saya mau beresin tanaman-tanaman di balkon rumah soalnya haha makanya saya tolak keras buat nginep hari itu di rs. Saya katakan senin 6 Maret saya akan kembali ke rs.
Selesai bu dokter melakukan pemeriksaan usg (Ultraschall) dan melihat bayi di rahim saya baik-baik saja, akhirnya bu dokter membolehkan saya pulang dengan syarat saya mengisi form yang menyatakan kalau saya pulang atas kemauan sendiri. Entah form/berkas apa saja yang di isi bu dokter, selama dia sibuk nulis tuh membelakangi suami dan saya, dia ngomong tanpa kita lihat wajahnya. Beneran aneh deh dan saya tidak sabar pengen ngoceh panjang lebar sama suami mengenai tingkah dokter ini haha π .
Waktu saya tanda tangan formnya, saya tidak baca detail isinya. Masah bu dokter belum isi formnya saya langsung disuruh tanda tangan?. Bapaknya Benjamin sempat berdiri menghampiri saya yang sudah berdiri disamping bu dokter, suamiku sekilas melihat formnya pas saya mau tanda tangan. Pas dirumah saya baru ngeh “ko tadi saya tanda tangan tuh dokter belum ngisi formnya ya?” bapaknya Benjamin juga lihat kalau formnya tuh belum diisi bu dokter. Pelajaran buat diri sendiri nih jangan asal tanda tangan apapun sebelum baca teliti.
Tahu tidak sampai kita pamit pulang tuh bu dokter masih sibuk di mejanya nulis-nulis membelakangi kita, tidak kasih salam (tangan) cuma bilang tschΓΌΓ (bye). Saya ketawa ngakak dalam hati, biasanya itu salam non formal, padahal status kita dokter dan pasien bukan teman atau keluarga.
Pas diluar suami dan saya tidak tahan lah ngoceh panjang lebar mengenai tingkah bu dokter tersebut. Suamiku bilang bu dokter nya orang Rusia. “ya gitulah dokter-dokter Jerman banyak yang memilih kerja di Swiss, karena sedikit stres dan gaji jauh lebih baik. Giliran di Jerman nya banyak dokter asing dari Rusia dan negara lain yang tidak becus ngomong bahasa Jerman” begitulah komen suamiku π .
Sabtu 4 Maret tersebut saya bahagia dong boleh pulang. Sorenya Benjamin dan bapaknya pergi berdua ke rumah opanya Benjamin jadi saya punya “me time” π . Sesekali saya rasakan sakit perut. Ini kali ya yang namanya kontraksi? tanya saya pada diri sendiri. Durasi sakitnya masih belum teratur (kontraksi palsu), lagipula karena saya sibuk mondar mandir beberes macam-macam dirumah jadi tidak merasakan sakit yang luar biasa. Nah coba kalau hanya di rs santai-santai tiduran, mana mau cepat keluar kan bayinnya? π . Banyak aktifitas malah lebih baik buat saya tidak stres nungguin bayi keluar.
β’ 5 Maret 2017 (hari minggu), usia kandungan 40 minggu, yang kurasakan: -Pertama kali merasakan sakit tulang ekor (terasa hangat lalu jadi panas). -seharian nyeri hilang timbul tapi waktunya tidak teratur kadang 1 jam sekali, 2 jam, tiap 30 menit, tiap 2 jam lagi (kalau belum teratur jedanya masih kontraksi palsu). -keluar lendir/bercak coklat (mucus), mirip seperti saat menstruasi. -karena sudah sering sakit hilang timbul saya merasa tidak nyaman lagi lalu saya mandi air hangat jam 21.30 setelahnya terasa enak sekali. -bayinya muter/gerak melulu, mungkin mencari jalan keluar. -rasa mules semakin sering dan makin sakit. -kepengen pup tapi pas duduk di kakus tidak keluar halahhh, bolak balik begini cape π . Saya browsing ternyata nih salah satu tanda sudah mau lahiran. -buang air kecil lebih sering, sejak malam sebelumnya (4 maret) bisa berkali-kali buang air kecil, alhasil tidur juga tidak nyenyak.
Bapaknya Benjamin lihat saya sudah aneh kali ya haha sudah aduh aduh melulu, padahal masih bisa saya tahan ko sakitnya. Saya suapi makan malam Benjamin sambil aduh aduh an pas datang nyeri kontraksi haha. Pokoknya saya berusaha ada kegiatan supaya pikiran teralihkan dari rasa sakitnya. Nah suami tercinta bilang bagaimana kalau dia antar Benjamin ke rumah mama nya aja kali ya, kuatirnya ntar tengah malam atau dini hari bayinya mau lahir kan repot malah ngurus Benjaminnya. Saya masih mikir mau setuju pendapat suami atau tidak, nah saya tanya Benjamin dia mau tidak saat itu ke rumah oma nya. Puji Tuhan anaknya bilang mau, ya karena sudah agak lama juga Ben tidak lihat omanya jadi mungkin kangen.
Jam 20.30 Benjamin di antar bapaknya deh, lalu saya yang niatnya mau santai tidak bisa karena sakit kerap kali datang. Saya mandilah dengan air hangat, lalu makan sambil nonton tv. Hampir jam 11 malam suamiku baru pulang. Dini hari saya pindah tidur ke kamar Benjamin daripada mengganggu suami dengan rintihan saya. Sudah tidak bisa tidur karena sering nyeri dan rasa pengen pup.
β’ 6 Maret 2017 (hari senin). Waktu 4 maret bu dokter menyuruh saya datang jam 8 pagi ke rs. Nah suamiku santai saja, padahal saya sudah siap ganti baju. Saya sudah jenuh dengan rasa nyeri jadi pengennya cepat ke rs dan mau tahu sudah bukaan berapa. Suamiku bilang tidak perlu datang tepat waktu, pas kontrol sebelumnya juga ngaret petugas kesehatannya π .
Jam 9.30 barulah kita sampai di bagian kebidanan. Cek jantung bayi selama 30 menit. Oh ya kalau para bidan yang memeriksa saya ramah semua, saya berharap tidak bertemu dengan bu dokter yang aneh itu lagi. Halahh ternyata si dokter Rusia itu lagi yang datang bersama bu dokter yang pernah saya lihat waktu mau melahirkan Benjamin tahun 2014.
CTG test dulu sebelum proses lahiran. 6 Maret 2017. Sorry fotonya burem karena potret pakai hp
Foto 1. didepan kamar bersalin 06.03.2017, foto 2. abang Benjamin tidak mau kalah minta digendong juga, foto 3. Belum genap 1 bulan si bocah suka sekali gaya gendong begitu. Foto 4. Mama datang lagi dari Jakarta buat lihat kedua cucunya
Hai Lisa Marie namaku. Abang Benjamin selalu gregetan setiap kali melihatku, kalau aku nangis langsung abangku lari menghampiriku dan teriak baby.. baby ..
5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman . Halo pembaca setia, atau mungkin tepatnya tulisan ini untuk para ibu hamil ya π . Saya mau cerita mengenai hamil dan melahirkan di Jerman, berhubung baru kepikiran 5 hal ini hasil baca beberapa web/blog mungkin nantinya akan ada kelanjutannya lagi kalau banyak yang perlu ditambahkan π .
1. Alat Tes Kehamilan di Jerman
Kalau kamu merasakan tidak enak badan, sering mengantuk atau mudah lelah, dan berbagai tanda lainnya yang mengarah “mungkin hamil ya?” (schwanger) daripada langsung pergi ke dokter dan ternyata tidak hamil, lebih baik mengetes sendiri dahulu menggunakan alat tes kehamilan (Schwangerschaftstest). Lagipula di Jerman sini kalau mau ke dokter harus buat janji dulu, pas ditelp pun ditanyain apakah sudah cek pakai alat tes kehamilan dan hasilnya positif?, lalu dijawab suamiku, “ngapain telp mau bikin janji kalau belum tes dulu sendiri ..” haha. Alat tes kehamilan bisa dibeli di apotek (pharmacy), di Rossman atau DM, kalau di supermarket umum tidak selalu tersedia alat tersebut.
2. Mengunjungi dokter kandungan
Setelah melakukan tes sendiri dan ternyata positif hamil (horee π ) saatnya membuat janji dengan dokter kandungan alias Frauenarzt. Biasanya kamu disuruh menunggu sampai delapan minggu setelah pembuahan (conception) untuk datang ke pemeriksaan pertama. Pada kunjungan pertama ke dokter kandungan adalah untuk mengkonfirmasi kehamilan dengan pemeriksaan vagina dan pemindaian transvaginal (transvaginal scan).
Ibu hamil akan disuruh lepas pakaian bagian bawah sampai celana dalam, jadi polos naik ke bangku pemeriksaan, kedua kaki ditaruh ditempat tersedia dan posisi mengangkang lebar. Kalau baru pertama kali hamil dan mengalami pemeriksaan tersebut rasanya aneh dan benar-benar tidak nyaman. Saya masih ingat saat itu, sakit waktu ibu dokter mengecek dengan cara memasukkan jarinya ke alat kelamin saya dan kemudian alat transvaginal scan.
Setelah pemeriksaan dan benar hamil, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, misal umur ibu, apa ada alergi, riwayat penyakit keluarga dll. Ibu dokter akan meresepkan tablet FolsΓ€ure (folic acid) untuk dikonsumsi setiap hari.
Setelah pemeriksaan pertama, akan diberikan jadwal untuk pemeriksaan berikutnya setiap bulan hingga minggu ke 32. Saat kandungan usia 32 minggu pemeriksaan menjadi setiap 2 minggu sekali. Saat sudah hamil tua, pemeriksaan jadi seminggu sekali atau 2-3 hari sekali.
Fyi di praktek dokter kandungan (Frauenarzt) kalau tidak ada ruang ganti/lepas pakaian atau pojokan berhodeng tidak kalian lihat atau sudah ditanya tidak ada di ruang dokternya jangan heran ya katanya sih di beberapa praktek dokter di Jerman sini tidak ada ruang gantinya hehe, jadi lepas celana di pojokan saja. Untungnya di dokter kandungan saya ada ruang gantinya.
Bagian dokumen paling penting selama kehamilan adalah Mutterpass (buku paspor ibu). Buku penting ini diberikan oleh dokter kandungan saat pemeriksaan pertama (usia kandungan sekitar 10-12 minggu). Didalam buku tersebut tercatat riwayat medis ibu hamil, riwayat kesehatan, berbagai tes yang dijalani dll.
Mutterpass harus selalu dibawa saat ibu hamil bepergian keluar rumah. Kalau terjadi hal tidak diinginkan (misal kecelakaan atau lahir prematur), dengan adanya dokumen (Mutterpass) memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan disetiap fasilitas kesehatan di Jerman. Mutterpass nya bisa dipakai untuk 2 kali kehamilan. Semua data penting ibu hamil tercatat didalamnya..
4. Hebammen (Bidan) Nah yang satu ini yang sayang sekali saya tidak tahu. Setelah melahirkan ada bidan yang bertugas mengunjungi ibu dan si bayi kerumah. Selama 8 minggu bidan akan membimbing ibu, memberitahukan banyak hal mengenai bayi dan perawatannya, termasuk tentunya kalau si ibu ada keluhan tertentu bidan akan siap membantu.
Saya kira kalau bidan ke rumah kita bakal bayar sendiri, sudah kuatir aja pasti mahal hehe π . Padahal waktu di rumah sakit bu bidannya sudah kasih kartu nama, dia bilang telp dia kalau butuh sesuatu. Berhubung ada mama saya yang datang dan tinggal 3 bulan di Jerman, jadi saya pikir tidak membutuhkan bidan. Kalau tahu bidannya akan ditanggung asuransi pasti saya akan panggil dong . Soalnya waktu itu asi saya minim banget beneran butuh pencerahan bu bidan. Ah nasi sudah menjadi bubur. Semoga nanti pas anak kedua lahir, saya akan panggil bidannya ke rumah. Btw bidan saya waktu itu bisa bahasa Indonesia loh! lancar banget π .
Selain membantu setelah melahirkan, bidan akan membantu ibu hamil sejak kandungan usia 35 minggu. Asuransi kesehatan menanggung 12 sesi kunjungan bidan dan hingga bayi usia 8 minggu. Kalau melahirkan saat musim panas ketersediaan tenga bidan terbatas, kemungkinan juga bidannya mengambil libur musim panas, jadi harus di booking jauh-jauh hari. Ada ibu hamil yang sudah booking bidannya saat kandungan usia 20 minggu. Ketersediaan bidan bisa ditanyakan juga di rumah sakit tempat si ibu akan melahirkan. Kalau mau cari online misal di http://www.hebammensuche.de tapi di web tersebut tidak ada untuk wilayah tempat tinggal saya π . Bagi yang tinggal di Berlin bisa cari bidannya di https://www.berliner-hebammenverband.de
5. Rumah sakit Bersalin Saya melahirkan anak pertama di rumah sakit GRN-Klinik Sinsheim. Lokasinya hanya 5 menit dengan naik mobil dari rumah, makanya sehari sebelum operasi sesar disuruh pulang dulu hehe. Satu ruangan ada 2 ibu, kalau sedang ramai bisa saja satu kamar 3 ibu, agak risih sih kalau berbagi kamar begini apalagi tidak ada hordeng pemisahnya.
2 hari terakhir hanya Benjamin dan saya di kamar tersebut, serasa kamar vip. Bebas bisa leluasa potret-potret π .
Kamar rumah sakit bersalin di Jerman di kota tempat tinggalku. Kalau ramai bisa 3 ibu di satu kamar. Ibu dan bayi selalu bersama disatu kamar.
Kamar rumah sakit bersalin di Jerman di kota tempat tinggalku. Hari pertama diajarin Suster cara menangani bayi, misal ganti popok dan baju
Kamar rumah sakit bersalin di Jerman di kota tempat tinggalku. TV nya jauh dari tempat tidurku
Mama tercinta ngantuk nih nunggui anak dan cucunya haha. Foto Juli 2014
Kamar khusus (ruang keluarga) yang bisa khusus satu ibu hamil kalau tidak salah hanya ada 2 kamar. Kamar tersebut khusus untuk kondisi tertentu misal ibu yang melahirkan prematur, anak atau ibunya nya bermasalah atau butuh penangangan khusus. Di kamar tersebut suami bisa bermalam, jadi ada 2 tempat tidur dewasa.
Ibu dan bayi tidur satu ruangan, tidak boleh ada anggota keluarga lain yang ikut menginap. Pengunjung harus patuh jam besuknya.
Waktu lahirannya Benjamin kita menginap 5 hari di rs. Bosan sekali karena saya tidak bisa internetan, tv posisinya jauh dari saya. Saya minta pulang lebih awal tidak dikasih karena kalau operasi sesar minimal harus 5 hari perawatannya, sedangkan yang lahiran normal dalam 2 hari sudah boleh pulang.
Kalau biasanya makanan rumah sakit tidak enak kan ya, nah di rumah sakit ini makanannya enakk semua haha. Sarapan saya bisa nambah beberapa kali, makan siang dan malam akan ditanyain ke kita maunya apa, akan ada petugas khusus yang datang hari sebelumnya untuk bilang ada 2 atau 3 pilihan menu makanan.
Menu sarapan di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Saya nambah melulu sampai kenyang haha.Salah satu menu makan siang di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Enakk semua menunya tiap hari. Sayang tidak bisa minta nambah hehe
Semua biaya rumah sakit ditanggung asuransi, kita hanya datang bawa badan dan barang kebutuhan pribadi. Baju dan perlengkapan untuk bayipun sudah disediakan di kamar inap.
Harapan saya nanti saat lahiran anak kedua bulan Maret 2017 bisa lahir normal supaya bisa cepat pulang dan tentunya cepat pulih dari sakit bersalinnya. Entahlah apakah dokter kandungannya akan mengizinkan saya lahiran normal. Kalau pas Benjamin di bilang bayinya bakalan besar karena suami saya tinggi besar dan saya orang asia kecil.
Dikuatirkan bayi susah keluar atau nyangkut dsbnya makanya disuruh sesar. Saya pernah nonton tv, di Jerman sini kalau ibu hamil bisa lahiran normal, minta sesar juga tidak akan dikasih, padahal kan ada ibu tertentu yang takut operasi ya π . Berat Benjamin kala itu 3,7 kg . Dokter yang mengoperasi bilang lehernya Benjamin terlilit tali pusarnya, benar atau tidak saya kan tidak boleh lihat proses operasinya. Saya tetap sadar hanya bius lokal π .
Video Hamil Melahirkan dan Membesarkan anak di Jerman
Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Cerita Trimester Kedua Kehamilan Anak Kedua . Selamat hari Sabtu pembaca setia, saya ingin berbagi cerita mengenai kehamilan saya. Trimester pertama kehamilan sudah lulus saya lalui, lanjut tahap berikutnya π . Yang saya rasakan/alami pada saat trimester kedua kehamilan antara lain:
β’ Badan rasanya remuk (seperti encok haha π ). Mulai perut ke bawah sakit semua. Tablet Magnesium (Mg) tidak saya konsumsi lagi karena setelah lewat 3 bulan kehamilan badan rasanya enak. Nah pada masa akhir trimester 2 ko jadi datang lagi rasa pegel (nyeri) tersebut.
β’ Ganti posisi tidur miring kanan ke kiri dan sebaliknya rasanya sakit sekali, padahal perut tidak besar, cuma pegel banget rasanya.
Saat pemeriksaan rutin kehamilan ibu dokter menanyakan apakah saya punya keluhan tertentu? saya bilang keluhan saya hanya satu rasa sakit (nyeri) mulai perut kebawah. Bu dokter nanya apa beliau pernah kasih resep tablet Magnesium. Oalah kenapa saya tidak rutin makan Mg nya yaa, jadi pas badan sudah enak saya tidak pernah makan lagi tablet Mg tersebut, pas dirasa pegel baru mau tidur malam saya makan tabletnya.
Bu dokter bilang makan tiap hari pagi 2 tablet malam 1, kalau apoteknya nulis aturan konsumsinya pagi 2 tablet malam 2 tablet. Saya jadi nebus resepnya lagi ke apotek. Mengenai sakit bagian bawah perut ini normal ko, karena janin semakin membesar dan perut akan ikutan membesar juga. Silakan baca sakit bagian bawah perut saat kehamilan – ligament pain in pregnancy.
β’ Tendangan janin baru saya rasakan saat usia 20 minggu, karena kamarnya si janin besar kali ya jadi dia leluasa bergerak tanpa saya rasakan gerakannya. Kalau waktu hamilnya Benjamin saya rasakan gerakannya saat usia kandungan 18 minggu. Setelah gerakan janin saya rasakan, ya sama seperti pengalaman hamil pertama aktif sekali gerakan janinnya saya rasakan, malah tengah malam saat saya tidurpun janinnya masih aktif saja bergerak .
β’ Kadang-kadang mata kering.
β’ Rambut rontok ya masih aja, waktu hamilnya Benjamin rambut saya bagus sama sekali tidak rontok sejak awal hingga akhir kehamilan. Selesai lahiran rontok lagi haha. Tapii masa akhir semester 2 anak kedua ini rambut rontoknya berkurang sih. Jenis kelamin anak kedua saya adalah perempuan π .
β’ Pinggang kanan kiri terkadang gatal sekali, saya berusaha tidak garuk supaya tidak menimbulkan bekas yang membuat kulit jadi jelek π . Paling saya usap-usap cepat, kasih minyak kayu putih atau vicks vaporub. Gatal begini kalau tidak sering wajar ko karena perut ibu hamil semakin membesar. Saat mandi kalau masih dirasa gatal, shower saya bikin panas banget lalu saya arahkan hanya ke bagian pinggang, air yang turun ke jari-jari kaki tidak tahan panas banget haha, tapi jadi enak buat ke tempat rasa gatalnya.
β’ Nafsu makan normal masih saat seperti tidak hamil. Makan malam berusaha saya kurangi, kalau bisa makan sayur dan buah saja. Saya tidak mau janinnya nanti jadi berat sekali yang membuat dokternya nyuruh saya harus operasi lagi seperti saat lahiran Benjamin.
Pas cek ke dokter di akhir trimester 2 ini berat badan saya turun setengah kilo, sama suster dibilang jangan turun lagi ya π . Artinya saya bisa lebih banyak makan yang enak-enak lagi dong ya seperti es krim hehe. Saya buka buku pemeriksaan wah ternyata saya hanya naik 3,2 kg dari awal kehamilan hingga akhir trimester 2 ini, kalau dibandingkan dengan anak pertama, pas hamilnya Benjamin akhir trimester 2 berat badan saya sudah naik 6 kg. Biasanya trimester 3 berat badan akan naik banyak kan ya, tapi ko kalau saya hitung 3-4 bulan lagi kalau tiap bulan naik 1 kg berarti total naik berat badan tidak sampai 10 kg dong.
Kecapean?, ya hamil kedua dan pertama menurut saya lebih cape yang kedua lah. Saat hamil anak pertama rasanya saya santai-santai saja malah banyak waktu berkebun kala itu, nah hamil kedua ini saya kan harus urus si bos kecil jagoanku, kita keluar rumah (jalan-jalan) setiap hari. Terkadang anaknya tidur di bus saya gendong ke rumah (jaraknya dekat ko dari halte ke rumah paling 2-3 menit), belum lagi kalau saya pergi belanja, ya gendong Ben yang tidur sekaligus bawa belanjaan ke rumah. Tenang saja saya tahu kondisi/kemampuan saya dengan hanya beli kebutuhan yang sangat penting buat hari itu atau keesokan harinya. Saya tidak bisa lihat rumah berantakan, jadi ada hari saya bebersih rumah, ada hari buat nyetrika, dan tetek bengek kerjaan rumah tangga lainnya, jadi kalau disuruh jangan cape-cape ya siapa yang mau gantiin tugas saya haha.
β’ Pas cek ke dokter akhir trimester 2 ini bu dokter bilang kadar zat besi saya turun, ya saya bilang tabletnya memang sudah 2 bulan habis dan saya tidak beli lagi. Saya cari tahu di internet katanya yang paling penting 3 bulan pertama kehamilan zat besi diperlukan. Bu dokter suruh saya makan lagi tabletnya, jadi saya nurut aja π lalu saya browsing ulang eh nemu artikel ternyata zat besi yang cukup diperlukan sampai masa kehamilan selesai.
β’ Biasanya kalau akhir musim gugur dan winter saya pasti kedinginan walaupun dalam rumah, biar sudah pakai baju tebal dan kaos kaki wol tetap loh merasa dingin (suhu ruangan 20-21 derajat C). Nah karena hamil saya merasa nyaman saja. Baju masih pakai tangan pendek melulu, kaos kaki pakai yang tipis. Jendela rumah sering saya buka, kan tambah dingin ya, enaklah buat saya π . Bapaknya Ben komplain dingin banget katanya, padahal sayanya ya malah tambah nyaman kalau jendela pada dibuka. Ibu hamil memang selalu merasa panas, makanya pas summer tuh saya tersiksa deh π .
Baby bump akhir trimester kedua (6 bulan), karena di close up jadi keliatan gede, padahal aslinya kecil perutnya
β’ Kadang kalau ke dokter kandungan saya kesal banget deh, seperti yang terakhir kali ini, saya nunggu 100 menitan dari jadwal saya (sering lihat jam sambil ngomel dalam hati). Saya sampai 2 kali berdiri dekat meja resepsionis supaya petugasnya sadar kalau saya ada disitu sudah lamaa mengantri. Termasuk karena Benjamin nambah kesal saya haha jadi saya ngacam mau pulang kalau Benjaminnya tidak duduk manis makanya saya berdiri dekat meja resepsionis. Awalnya Benjamin tuh anteng aja main tapi kadang main yang bikin saya senewen. Mulai main mobil-mobilan yang kita bawa dari rumah, buka buku-buku cerita yang ada diruang tunggu, ada mainan anak di ruang tunggu juga sayang cuma satu.
Awalnya saya larang si Ben berdiri di bangku kayu anak (takut jatuh), akhirnya saya biarin aja karena anak kecil aja bete ya nunggu lama, saya juga kesal, lalu si bocah jadi tidur-tiduran di sofa panjang, saya suruh duduk tidak mau, padahal bangku hampir terisi semua karena makin banyak orang yang datang. Rasa kesal sudah sampai ke ubun-ubun.
Ngapain dikasih jadwal jam nya kalau nyatanya disuruh nunggu lama. Harusnya kalau ada pasien yang punya private asuransi (private krankenversicherung) ya jangan banyak dong dibikin hari yang sama. Pasien yang punya asuransi jenis ini langsung diduluanin masuk. Saya hampir marah nanya apa nama saya kelewat, kalau masih harus nunggu lama mending saya datang lain hari saja deh! . Pemeriksaan ke dokter kandungan ini tidak hanya untuk ibu hamil pokoknya para wanita dengan berbagai macam keperluan lah datang kesana.
Puji Tuhan akhirnya pas saya berdiri dekat resepsionis untuk kesekian kalinya, nama saya di panggil, langsung saya hardik Benjamin yang lagi ngangguin anak perempuan “ayoo sayang kita sudah dipanggil tuh!”. Benjamin langsung lari ke ruang dokter dan duduk di pojokan tempat mainan gelindingan yang versi kecil berada. Dirumah kita ada mainan ini ukuran yang besarnya.
Saya ke ruang pemeriksaan, Benjamin main sendiri sampai saya selesai. Diperiksa dokternya cepat tidak sampai 15 menitan kecuali kalau cek usg agak lama. Pemeriksaan berikutnya pertengahan Januari 2017 bapaknya Benjamin bakalan ikut. Saya minta jadwal yang sore karena kesal (bete) hari itu menunggu lama jadi saya minta sore hari saja.
Jadi saudara-saudara pembaca setia blogku, ceritanya saat ini saya sedang hamil anak kedua. Seperti quote diatas kehamilan kedua ini tidak kami rencanakan, kepikiran juga tidak. Maunya saya saat Benjamin masuk tk lah baru datang nih calon adiknya π . Apa mau dikata sudah terlanjur yaa dinikmati sajalah apa yang akan terjadi didepan. Harapannya ya semuanya membahagiakan suami, jagoanku Benjamin dan saya tentunya.
Saya ingin cerita pengalaman hamil trimester pertama dulu ya (saat ini masuk trimester kedua). Semoga tidak malas update trimester berikutnya. Saat mengandung anak pertama dulu saya buat hanya satu postingan pengalaman kehamilan trimester satu sampai tiga langsung diborong di satu postingan π . Nah anak kedua niatnya saya mau buat cerita per trimester.
Tanda-tanda kehamilan yang saya rasakan:
β’ Merasa ada yang aneh, datang bulan terakhir 28 mei sampai 1 Juni 2016. Ko bra naik-naik melulu. Badan sering merasa hangat sekali (gerah), ya biasalah mau datang bulan juga sama cirinya seperti ini kan.
β’ Tanggal 1 Juli belum datang bulan juga, tanggal 2 Juli belum juga. Ah biasalah lewat seminggu bahkan dua minggu an juga pernah ko gumam saya dalam hati (telat jauh begini paling terjadi sekali dalam setahun). Saya termasuk yang teratur datang bulannya, karena saya selalu catat.
Karena feeling tidak enak (ko merasa hamil) jadi saya ceklah pakai alat test kehamilan. Tahu tidak saya sangat mengharapkan semoga satu garis (beneran ngarep.com haha parahh π ) karena saya merasa belum siap menghadapi pola tingkah anak kecil lagi, termasuk benci sekali merasakan sakit selama 3 minggu pasca operasi sesar.
Eh ternyata dua garis hasil test nya. Hari itu 2 Juli saya tes sendiri, kalau langsung telp dokter pasti disuruh tes sendiri dulu. Bapaknya Benjamin pulang kerja (dia tugas malam, dari jam 20 sampai 8 pagi) saya bilang “ada hadiah ultah tambahan untukmu, lihat di kamar mandi deh ” (ultah suami 1 Juli) . Datanglah dia menghampiri saya yang sedang asyik didepan komputer sambil membawa sisir hahaha. Saya bilang: “cari yang bener dong kadonya!” π .
Akhirnya dia membawa hasil tes kehamilan tersebut sambil senyum-senyum. Saya sih tidak bersemangat seharian itu :/ . Ibu macam apa coba saya ini haha, namun bapaknya Benjamin senang-senang aja mengetahui kehamilan saya tersebut π .
Pas sudah tahu kalau saya hamil, teringat hari sebelumnya yakni 1 Juli pas ultah suami saya bantu gotong kereta dorong nya Ben yang berat banget. Kami naik kereta ke talmarkt (semacam prj/pasar malam) bersama mama mertua dan suaminya. Nah dari stasiun keberangkatan eh liftnya rusak dan di kota tujuan tidak ada lift nya, jadilah suami dan saya gotong tuh stroller Ben. Saya minta berhenti lebih dari sekali karena beratnya stroller tersebut.
β’ Trisemester 1 ini kalau tidur ke arah kanan saya tidak bisa nafas, kedua lubang hidup ketutup. Nafas dari mulut? sungguh tidak nyaman π₯ . Saat musim panas Benjamin bisa 3 hari berturut-turut tidur sama saya karena kamar dia panas. Nah si Ben selalu minta digaruk-garuk punggungnya. 10 menit belum tidur juga ya saya pegel tangan dong lalu saya putar badan ke kiri supaya nyaman tidur.
Kalau Benjamin belum tidur pulas, dia duduk lalu taruh telapak tangannya di wajah saya dan minta putar posisi saya ke hadapan dia π . Okelah lanjut disuruh garuk menggaruk bos kecil haha. Saya usap-usap kepala dia, eh dia tarik tangan saya suruh garuk punggung. Puas di punggung di tarik tangan saya disuruh pindah garuk kaki belakangnya (belakang dengkul), ya mau-maunya bos kecil ini suruh saya garuk dimana dia suka haha. Salah satu cobaan terberat hamil trimester 1 adalah posisi tidur ini maunya ke kiri disuruh Benjamin ke kanan. Padahal bapaknya disebelah dia, tapi Benjamin lebih suka urusan garuk menggaruk ini dilakukan oleh saya π .
Puji Tuhan musim gugur akhirnya bulan September datang juga. Cuaca sudah mulai dingin Benjamin akhirnya tidur teratur lagi dikamarnya dan saya seperti biasa mendapatkan tidur nyaman saya <3 .
USG pemeriksaan kedua kali saat usia kehamilan 11 minggu. Janinnya sudah terlihat bentuknya yaa. Sayangnya alat USG di dokter ini tidak jelas. 18 Agustus 2016.
β’ Perut bagian kanan bawah sering terasa sakit. Awalnya saya kira janin posisinya disitu loh hehe. Ternyata janinnya di bagian atas perut ibu ko. Saya terkadang angkat yang berat-berat atau kerja terlalu berat dan terlalu lama. Bisa juga saat saya menggendong Benjamin bisa membuat badan jadi terasa linu keesokan harinya. Saat pemeriksaan rutin bulanan ke dokter kandungan saya ceritakan keluhan saya ini dan bu dokter memberikan resep tablet magnesium yang dimakan dua kali dalam sehari. Untungnya mujarab tabletnya nyeri perut bawah hilanglah, tentunya saya harus juga mengurangi kegiatan angkat mengangkat yang berat.
β’ Kalau lagi hamilnya Benjamin rambut saya tidak rontok sama sekali, nah pada kehamilan kedua ini rambut rontok parahnya jalan terus (tidak hamil rontok, hamilpun rambut rontok π₯ ) apakah ini tanda kalau anak kedua bakalan cewe? tidak tahu juga sih, tapi saya ko pengennya dapat anak cowo lagi hehe π tapi yang kedua kalau ingat anak cowo tidak ada capenya bisa main/beraktifitas 9 jam tanpa henti saya ko jadi takut juga haha bisa K.O sebelum jam tidur saya kan.
β’ Nafas terasa pendek, harus tarik nafas yang panjang supaya lega. Karena nafas pendek ini dada terasa tidak enak.
β’ Tidak nafsu makan. Makan ya tetap makan teratur, tapi tidak ada rasa nikmatnya sama sekali. Saya tidak mau membayangkan aneka masakan Indonesia kuatirnya kepengen bahaya kan haha. Nah pada trismester 1 ini yang rasanya makan tuh nikmat sampai ke ubun-ubun serasa menikmati surganya dunia bisa dihitung dengan jari:
Saat saya makan nasi dan ikan goreng beserta pakai sayur. 5 tahun di Jerman pertama kali nih beli ikan segar haha. Sebenarnya banyak ikan di supermarket besar, karena dalam bahasa Jerman dan kebanyakan bentuk fillet ya saya tidak tahu ikan apa itu dalam bahasa Indonesia kalau hanya lihat daging filletnya saja. Kuatir asal beli dan tidak tahu mengolahnya kan sayang duitnya. Ikan di Jerman harganya 3x lipat harga daging, disini daging harganya murah dan ada 1001 macam. Ikan yang saya beli mirip ikan bawal, lalu beli cumi, dan ikan makrel.
Selain makan ikan yang nikmat lainnya adalah makan bakso. Baksonya beli jadi secara online sama temannya teman di Jerman sini, yang bikin orang Indonesia. Daripada beli bakso saja beli keripik singkong pedas dan nastar juga. Kuah bakso cari resepnya dari internet. Mie nya ada beli dari toko asia.
Nikmat ketiga kali adalah saat makan buffet di restoran china bersama teman Indonesia. Untung ada temanku Iluh yang mau ku ajak karena bapaknya Benjamin paling anti diajak ke chinese restoran hehe π padahal menunya enakk semuanya .
β’ Tanda kehamilan trimester pertama ini lainnya adalah “ngantuk parah”. Normalnya setelah makan siang mengantuk ya. Nah kalau saya setelah sarapan ngantuk, habis makan siang ngantuk, makan malam ngantuk, ngemil agak banyak juga ngantuk haha π . Cobaan terberat saya setelah posisi tidur, ya si “kantuk ini” .
Musim panas Benjamin jarang bisa tidur siang, padahal saya sering ngantuk berat, jagoanku maunya main melulu dan sering saya diminta ikut bersama dia main ya sudahlah berat sekali cobaanku hehe.
β’ Emosi jiwa naik turun, kadang pengen marah namun ada saatnya saya ko sedih. Apalagi saat musim panas emosi cepat naik cepat marah saya. Emosi sama si Benjamin karena berbagai tingkahnya yang sering saya tidak bisa terima. Namun ada saatnya saya melow banget kalau Benjamin peluk saya dan minta maaf.
Gaya minta maaf Benjamin dia suruh saya berjongkok/berlutut supaya posisi kita sama tinggi, lalu dia peluk dan cium-cium saya. Sayapun harus peluk Ben juga itu tandanya kalau saya terima permintaan maaf Ben, kalau saya tidak balas peluk Ben belum puas dia, maka dia tarik kedua tangan saya dan suruh peluk dia <3 . Eh belum 5 menit minta maaf dia bikin ulah lagi huahaha dasar bocah! π . Musim panas adalah musim terberat dan kesabaran saya harus sepanjang kereta api dan seluas samudra π .
Kalau saya bandingkan pengalaman hamil pertama trimester pertama pas Benjamin dahulu beda sekali dengan yang kehamilan kedua ini. Apa yang saya rasakan dahulu tidak saya rasakan saat kehamilan kedua ini. Oh iya sebelum pemeriksaan pertama kali ke dokter saya berdoa dan berharap semoga tidak anak kembar ya. Satu anak aja sudah setengah mampus ngurusnya apalagi kembar. Pas cek ke dokter Puji Tuhan dibilang satu janin, beneran plong deh perasaan ini π .
Halo sahabat blogger dan kalian yang selalu setia mampir ke blog saya ini, kali ini saya mau cerita 3 hal yang istimewa buat saya dibulan Juli.
β’ 1 Juli Ultah bapaknya Benjamin
Awal bulan Juli dibuka dengan ulang tahun bapaknya Benjamin. Kalau yang sering mampir ke blog saya sudah tahu dong namanya siapa jadi tidak perlu saya sebut lagi ya hehe. Sejak ada anak saya jarang sekali menyebut nama suami di blog ini. Kedengarannya lebih enak kalau bilang “bapaknya”.
Setiap kali bapaknya Benjamin ultah tidak minta kado, padahal saya tanya “sayang, pengen apa pas ultah?”, kata dia tidak usah. Ya dia pasti tahu sih kasih kado pasti juga beli kadonya pakai duit dia haha jadi lebih baik istrinya tidak usah ngado π .
Tahun lalu saya kasih hp karena hp yang dia pakai sudah rusak (sekarang dijadikan mainannya Benjamin). Kita sama-sama ke toko beli hpnya, itupun saya bilang dulu dana saya sekian ya. Kasih kado ko di budget in ya haha. Ngadonya pakai duit saya sendiri dong *bangga π .
Hari itu 1 Juli bapaknya Benjamin tidak kerja, dikasih libur oleh bosnya. Bapaknya Ben ultah trus istri masak istimewa? bikin pesta kecil? Tidakkkk π . Saya mengajak bapaknya Benjamin ke restoran Italia dekat rumah. Simpel kan, tidak pakai repot masak, dapur kami jadi tetap rapih hehe. Kami pergi bertiga saja bersama Benjamin si abang kicik.
Restoran Itali di Sinsheim
Awalnya bapaknya Benjamin mau order pizza, lalu saya bilang “order dong yang tidak biasa kita makan sehari-hari dirumah, kalau pizza sih seminggu dua kali pasti beli kan“. Akhirnya yang pesan tortellini. Semua yang kita pesan enak π .
Kalbsschnitzel mit Gorgonzolasauce und Pommes Frites. Menu pilihan emaknya Benjamin
Steinpilz tortellini menu pilihan bapaknya Benjamin
Benjamin dikasih kentang gorengnya saja
Santap siangnya ditutup dengan yang dingin <3
Dessertnya Vanilla ice cream dengan raspberry panas. Vanilleeis mit heiΓen Himbeeren.
Eiskaffe. Ternyata kopinya terasa banget, pahit euy
Senin sampai Sabtu Jam 11.00 β 14.30 dan jam 17.00 – 24.00
Minggu dan hari libur Jam 11.00-24.00
Sore harinya mama mertua datang berkunjung kerumah kami, sambil bawa kado dari anggota keluarga lainnya.
β’ 15 Juli ultah Benjamin
Beneran ya kalau menurut saya waktu berjalan cepat sekali. Setahun berlalu dengan cepat, rasanya belum lama saya melahirkan Benjamin (baca : cerita melahirkan melalui operasi sesar), eh sekarang jagoanku tersebut tahunya sudah berusia 1 tahun.
10 bulan seminggu Benjamin bisa jalan, 11 bulan sudah numbuh total 4 gigi atas dan bawah. Ngoceh (babbling) sudah lancar, tapi saya baru mengerti kata-katanya Ben sebatas mama papa, udah = sudah, mamam = makan, minum juga dibilang mamam. Tiap kali salah sudah dikasih tahu βminum bukan makan Benβ. Ben tetep kekeuh bilang mamam! π .
Ben semakin lincah dan menggemasakan. Setiap hari kerjaannya berantakin segala macam barang dari kamar tidur sampai dapur, dari kamar mandi sampai ruang tamu. Laci-laci yang berisi barang-barang penting sudah saya ikat tarikannya, karena kalau beli alat buat ngunci berapa banyak alatnya harus dibeli haha. Tinggal bapak dan emaknya deh yang bagian beberes π .
Benjamin First Year Collage Pictures
Ben ulang tahun dapat banyak kado (mainan) dari oma opa dan tantenya. Semua hadiah berupa mainan ada musiknya, dapat duit dari oma opa buyut buat masuk tabungan.
Buat yang kangen sama Ben, ini saya kasih satu video terbaru dia π .
Video Benjamin main komunikator bapaknya (28 Juli 2015)
Itu komunikator sudah 10 tahun, sudah rusak, tapi masih nyala. Rusak karena baterainya tidak bisa diisi lagi. Sim cardnya sudah dipindah. Jadi salah satu mainan favoritnya Benjamin.
β’ 20 Juli Anniversary bapak & emaknya Benjamin
Empat tahun lalu adalah pernikahan kami di catatan sipil Swiss. Kalau di Indonesia kan harus secara agama dulu ya, nah di sini capilnya yang duluan. Secara agama terserah pasangan, ada yang bikin ada yang tidak. Pemberkatan kami langsungkan 9 bulan kemudian di Jerman.
Satu hari sebelum 20 Juli lalu, malamnya saya iseng nanya ke bapaknya Benjamin. βBesok hari apa ya. Enaknya ngapain ya?β. Maklum dong hari istimewa gitu π . Eh yang ditanya responnya biasa saja, seperti sayur lupa dikasih garam. βtidak ngapa-ngapain, aku kerja seperti biasalahβ kata bapaknya Benjamin.
Besoknya, pas kami sarapan iihhh gemes ko biasa aja nih π₯ tidak ada ucapan apa kek gitu. Yasud saya pura-pura tidak ada apapun, hati sedikit dongkol!. Pergi kerja dicium seperti biasa. Sore hari seperti biasa, Benjamin dan saya jemput bapaknya di stasiun kereta. Jemput jalan kaki, pulangnya naik bus, begitu ritual kita sehari-hari sambil bawa Benjamin jalan-jalan supaya si bocah senang.
Dari rumah saya mikirnya, ah kekasih hatiku ini pasti kasih kejutan, bawa apa kek yang istimewa seperti tahun-tahun sebelumnya, paling tidak buket bunga *ngarep .
Nah keluarlah bapakanya Benjamin dari kereta, saya lihat dia dari kejauhan. Hmm ko dia tidak menenteng apapun, tidak ada bungkus buket bunga pula. Yaelah beneran deh dia pasti lupa. Untuk pertama kalinya loh! π₯ π .
Dalam perjalanan pulang (dalam bus) sesekali saya lirik jam tangan dia. Harapan saya dia akan mengerti kode saya, dan dia akan lihat tanggal di jam dia. Fyi. Woman from venus man from mars . Kaum pria itu tidak mengerti bahasa kode-kodean, jadi kalau ada yang mau dikatakan, lebih baik langsung bilang deh π .
Sampai dirumah, saya masak yang simpel (bukan menu hari pernikahan), masakan rumahan hari-hari biasa. Sampai detik itu kita santap makanan tidak ada apapun yang terucap dari dia. Jadi saya sudah tidak tahan lagi, saya katakan dong βempat tahun lalu tanggal seperti hari ini, ada apa ya yang istimewa?β.
Wajahnya langsung berubah hahaha dia beneran lupa. Lalu saya bilang, “iya makanya semalam saya nanya kita mau ngapain dihari istimewa ini, lalu paginya saya ngarepin spesial kiss, ngarepin kamu pulang bawa buket bunga istimewa untuk istrimu tercinta ini.”
βHabis hari jadi kita banyak banget sih aku lupa!β kata bapaknya Ben. βWhatt banyak ?? Cuma 2 tanggal gitu loh! β kata saya hiks. βOrang-orang kan cuma punya satu tanggalβ, kata dia dengan manisnya membenarkan perkataannya.
Jadi saudara-saudara sebangsa setanah air, ternyata kalau sudah lewat 3 tahun pernikahan, sudah punya anak, ya begitulah yang terjadi antara bapaknya Ben dan saya, sudah lupalah dengan hari istimewa pertama kali.
Saya tidak pakai sedih dan ngambek an ko, paling tahun depan minta dobel kado hehe . Keesokan harinya Benjamin dan saya jemput bapakanya distasiun, dari kejauhan saya lihat dia menenteng buket bunga yang tertutup kertas hijau <3 .
Met online April 1st 2010 Met in Real Life June 26th 2010 Official Proposal November 26th 2010 Civil Marriage July 20th 2011 Holy-matrimonial April 20th 2012 We made it Frank. I love you, -Nella-