Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

Di meja ruang tunggu saya lihat brosur tersusun rapih, setelah saya baca ternyata mengenai pemeriksaan Pap smear (skrining kanker). Saya belum pernah melakukan tes ini sama sekali. Dua tahun lalu saya ingin melakukannya saya tunda-tunda eh keburu hamilnya si Lisa deh.

Di brosur tertulis kalau tes nya tidak dicover asuransi karena ini adalah tes lanjutan dengan pemeriksaan yang lebih modern. Dari 5 tes tertera saya tertarik dengan 2 tes, niatnya mau tanya bu dokter pas diruang dokternya.

Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

Brosur Informasi Skreening Kanker dalam bahasa Jerman

Akhirnya nama saya dipanggil. Benjamin langsung tahu kemana tempat dia nunggu haha dasar bocah masih ingat dia kalau dipojokan ruang dokter ini ada mainan anak.  Benjamin main duduk dilantai dan saya ke ruang pemeriksaan. Disuruh lepas bagian bawah dan naik ke bangku pemeriksaan.

Bu dokternya senang sekali karena saya bawa handuk sebagai alas bangku pemeriksaan. Saya katakan ya saya bawalah kan disuruh petugas diresepsionis untuk bawa, dan di kertas jadwal yang saya pegang pun ditulis bawa handuk. Nah bu dokter bilang dia mau mengurangi sampah kertas/tissu, makanya semua pasiennya diminta bawa handuk sendiri sebagai alas. „Oalah saya kira diskriminasi dok, saya kira cuma ibu hamil saja yang bebas tidak disuruh bawa handuk“, begitu jawabku ke bu dokter haha.

Kalau begitu saya setuju sekali karena tiap hari banyak pasien dokter ini katakanlah sehari ada 20-30 wanita yang datang, dikali sebulan, lalu setahun, 5 tahun dstnya berapa banyak sampah kertas akan ada dibumi ini??? 😯 .

Untuk alas bangku duduk pemeriksaan adalah tissue yang lebar dan panjang sekali. Dari bagian punggung sampai bagian paha panjang alasnya, makanya tepat juga sih bu dokter bilang supaya pasiennya membawa handuk sendiri.

Pemeriksaan yang dilakukan ke saya antara lain:

  • Bagian bawah kewanitaan, saya tidak bisa melihat diobok-obok bu dokter haha. Salah satunya ternyata untuk skrining kanker. Bu dokter mengambil sedikit cairan dari bagian bawah kewanitaanku lalu dicek dibawah mikroskop. Bagus dan bersih katnya. Thanks God yaa 🙂 .
  • Masih bagian bawah kewanitaan kali ini saya bisa lihat karena pakai alat yang terhubung ke monitor, untuk melihat bagian dalam rahim. Kosong haha entah rumahnya kosong berapa tahun atau selamanya belum tahu deh 😀 .
  • Setelah selesai lalu pemeriksaan bagian atas. Saya ditanya menyusui atau tidak, kujawab iya dong.

Setelah selesai keluarlah saya dari ruang periksa dan anakku masih anteng main sambil nanya „sudah ma, sudah?“.

Saya nanya mengenai alat KB. Dari rumah saya sudah mantap mau minta suntik KB ajalah. Eh dari jawaban bu dokter ko saya jadi berubah pikiran. Katanya bu dokter kalau suntikan hanya ada 3 bulan, iya saya tahu ko jawabku. Bu dokter bilang tidak ada yang langsung 1 tahun karena resiko atau efek sampingnya adalah osteoporosis.

Jadilah saya beralih minta pil KB, lalu bu dokter kasih resep warna biru. Katanya pilnya bisa langsung dimakan atau tunggu hari pertama datang bulan. 3 bulan kemudian harus minta resep baru.

Saya nanya mengenai brosur yang ada pemeriksaan skrining kanker, ternyata pas tadi diperiksa tuh sudah termasuk. Jadi ya gratis deh haha senangnya diriku bisa hemat kan 😀 . Saya nanya kapan lagi harus dilakukan skrining kankernya?. Bu dokter bilang pemeriksaan berikutnya 6 bulan kemudian. Saya dikasih kertas jadwal nya, saya minta pagi hari supaya pas jam tidurnya Lisa. Tapi entah bagaimana nanti kalau Lisa sudah usia 11 bulan apa masih tidur pagi, atau minta bapaknya cuti ya kita lihat saja 6 bulan lagi.

Di praktek dokter hanya 1 jam senang deh bisa cepat pulang atau jalan-jalan setengah jam sama Benjamin. Saya ke apotek nebus pil KB nya. Biayanya 18 euro (Rp.270.000) setahun berarti dikali empat untuk nebus resepnya, wah lumanyan juga tuh duitnya bisa beli beberapa anggrek kan haha. Nanti saya mikir-mikir dan cari info lagi apa yang lebih hemat deh.

Pil Kb merek Feanolla. Berupa pil mini. Kandungan zat aktifnya Desogestrel. Harga 18 Euro kalau dirupiahkan Rp.270.000 untuk 3 bulan penggunaan

Pil Kb merek Feanolla. Berupa pil mini. Kandungan zat aktifnya Desogestrel. Harga 18 Euro kalau dirupiahkan Rp.270.000 untuk 3 bulan penggunaan

Pil Kb yang saya tebus resepnya mereknya Feanolla. Berupa pil mini 75 mkg. Kandungan zat aktifnya Desogestrel.  Mini pil adalah pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah.

Bagian Belakang Blister Pil kb Feanolla. Ada petunjuk penggunaannya sesuai panah hari makannya. Pil KB di Jerman

Bagian Belakang Blister Pil kb Feanolla. Ada petunjuk penggunaannya sesuai panah hari makannya. Pil KB di Jerman

Benjamin dan saya langsung ke halte bus, ternyata tidak lama lagi jadwal bus ke arah rumah kita. Sampai dirumah Lisa masih tidur, abangnya sudah tidak sabar pengen ngangguin.

Kalau kamu ibu baru juga, jangan sampai dilewatkan ya pemeriksaan setelah melahirkan ini. Tidak hanya bayi yang perlu pemeriksaan rutin, ibunya juga perlu dipantau kesehatannya dong 😉 .

Baca juga: Cerita Melahirkan Anak Kedua Melalui Sesar Lagi

Tujuan pemeriksaan setelah melahirkan ini antara lain:

-Pemeriksaan vaginal, untuk melihat/mengetahui posisi dan ukuran rahim apakah ada kelainan, apakah ukurannya sudah kembali normal, apakah mulut leher rahim (serviks) telah menutup.
-Perineum apakah mengalami infeksi atau tidak.
-Pemeriksaan tekanan darah dan berat badan. (BB tidak disuruh timbang, nimbang sendiri di apotek dibawah tempat praktek pas mau nebus resep).
-Pemeriksaan payudara.
-Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker.

 

Sumber bacaan (buat ibu Indonesia di Jerman):
Apa yang dilakukan dokter saat melakukan pemeriksaan pasca melahirkan?. Was macht der Arzt bei Nachsorgeuntersuchung beim Frauenarzt?
Pemeriksaan Pertama Pasca Melahirkan. Der erste Gang zum Frauenarzt
Nachsorgeuntersuchung nach der Geburt

Baca juga:
Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi
5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

Advertisements

16 Comments

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: