June 1, 2020

Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

Di meja ruang tunggu saya lihat brosur tersusun rapih, setelah saya baca ternyata mengenai pemeriksaan Pap smear (skrining kanker). Saya belum pernah melakukan tes ini sama sekali. Dua tahun lalu saya ingin melakukannya saya tunda-tunda eh keburu hamilnya si Lisa deh.

Di brosur tertulis kalau tes nya tidak dicover asuransi karena ini adalah tes lanjutan dengan pemeriksaan yang lebih modern. Dari 5 tes tertera saya tertarik dengan 2 tes, niatnya mau tanya bu dokter pas diruang dokternya.

Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan
Brosur Informasi Skreening Kanker dalam bahasa Jerman

Akhirnya nama saya dipanggil. Benjamin langsung tahu kemana tempat dia nunggu haha dasar bocah masih ingat dia kalau dipojokan ruang dokter ini ada mainan anak.  Benjamin main duduk dilantai dan saya ke ruang pemeriksaan. Disuruh lepas bagian bawah dan naik ke bangku pemeriksaan.

Bu dokternya senang sekali karena saya bawa handuk sebagai alas bangku pemeriksaan. Saya katakan ya saya bawalah kan disuruh petugas diresepsionis untuk bawa, dan di kertas jadwal yang saya pegang pun ditulis bawa handuk. Nah bu dokter bilang dia mau mengurangi sampah kertas/tissu, makanya semua pasiennya diminta bawa handuk sendiri sebagai alas. „Oalah saya kira diskriminasi dok, saya kira cuma ibu hamil saja yang bebas tidak disuruh bawa handuk“, begitu jawabku ke bu dokter haha.

Kalau begitu saya setuju sekali karena tiap hari banyak pasien dokter ini katakanlah sehari ada 20-30 wanita yang datang, dikali sebulan, lalu setahun, 5 tahun dstnya berapa banyak sampah kertas akan ada dibumi ini??? 😯 .

Untuk alas bangku duduk pemeriksaan adalah tissue yang lebar dan panjang sekali. Dari bagian punggung sampai bagian paha panjang alasnya, makanya tepat juga sih bu dokter bilang supaya pasiennya membawa handuk sendiri.

Pemeriksaan yang dilakukan ke saya antara lain:

  • Bagian bawah kewanitaan, saya tidak bisa melihat diobok-obok bu dokter haha. Salah satunya ternyata untuk skrining kanker. Bu dokter mengambil sedikit cairan dari bagian bawah kewanitaanku lalu dicek dibawah mikroskop. Bagus dan bersih katnya. Thanks God yaa 🙂 .
  • Masih bagian bawah kewanitaan kali ini saya bisa lihat karena pakai alat yang terhubung ke monitor, untuk melihat bagian dalam rahim. Kosong haha entah rumahnya kosong berapa tahun atau selamanya belum tahu deh 😀 .
  • Setelah selesai lalu pemeriksaan bagian atas. Saya ditanya menyusui atau tidak, kujawab iya dong.

Setelah selesai keluarlah saya dari ruang periksa dan anakku masih anteng main sambil nanya „sudah ma, sudah?“.

Saya nanya mengenai alat KB. Dari rumah saya sudah mantap mau minta suntik KB ajalah. Eh dari jawaban bu dokter ko saya jadi berubah pikiran. Katanya bu dokter kalau suntikan hanya ada 3 bulan, iya saya tahu ko jawabku. Bu dokter bilang tidak ada yang langsung 1 tahun karena resiko atau efek sampingnya adalah osteoporosis.

Jadilah saya beralih minta pil KB, lalu bu dokter kasih resep warna biru. Katanya pilnya bisa langsung dimakan atau tunggu hari pertama datang bulan. 3 bulan kemudian harus minta resep baru.

Saya nanya mengenai brosur yang ada pemeriksaan skrining kanker, ternyata pas tadi diperiksa tuh sudah termasuk. Jadi ya gratis deh haha senangnya diriku bisa hemat kan 😀 . Saya nanya kapan lagi harus dilakukan skrining kankernya?. Bu dokter bilang pemeriksaan berikutnya 6 bulan kemudian. Saya dikasih kertas jadwal nya, saya minta pagi hari supaya pas jam tidurnya Lisa. Tapi entah bagaimana nanti kalau Lisa sudah usia 11 bulan apa masih tidur pagi, atau minta bapaknya cuti ya kita lihat saja 6 bulan lagi.

Di praktek dokter hanya 1 jam senang deh bisa cepat pulang atau jalan-jalan setengah jam sama Benjamin. Saya ke apotek nebus pil KB nya. Biayanya 18 euro (Rp.270.000) setahun berarti dikali empat untuk nebus resepnya, wah lumanyan juga tuh duitnya bisa beli beberapa anggrek kan haha. Nanti saya mikir-mikir dan cari info lagi apa yang lebih hemat deh.

Pil Kb merek Feanolla. Berupa pil mini. Kandungan zat aktifnya Desogestrel. Harga 18 Euro kalau dirupiahkan Rp.270.000 untuk 3 bulan penggunaan
Pil Kb merek Feanolla. Berupa pil mini. Kandungan zat aktifnya Desogestrel. Harga 18 Euro kalau dirupiahkan Rp.270.000 untuk 3 bulan penggunaan

Pil Kb yang saya tebus resepnya mereknya Feanolla. Berupa pil mini 75 mkg. Kandungan zat aktifnya Desogestrel.  Mini pil adalah pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah.

Bagian Belakang Blister Pil kb Feanolla. Ada petunjuk penggunaannya sesuai panah hari makannya. Pil KB di Jerman
Bagian Belakang Blister Pil kb Feanolla. Ada petunjuk penggunaannya sesuai panah hari makannya. Pil KB di Jerman

Benjamin dan saya langsung ke halte bus, ternyata tidak lama lagi jadwal bus ke arah rumah kita. Sampai dirumah Lisa masih tidur, abangnya sudah tidak sabar pengen ngangguin.

Kalau kamu ibu baru juga, jangan sampai dilewatkan ya pemeriksaan setelah melahirkan ini. Tidak hanya bayi yang perlu pemeriksaan rutin, ibunya juga perlu dipantau kesehatannya dong 😉 .

Baca juga: Cerita Melahirkan Anak Kedua Melalui Sesar Lagi

Tujuan pemeriksaan setelah melahirkan ini antara lain:

-Pemeriksaan vaginal, untuk melihat/mengetahui posisi dan ukuran rahim apakah ada kelainan, apakah ukurannya sudah kembali normal, apakah mulut leher rahim (serviks) telah menutup.
-Perineum apakah mengalami infeksi atau tidak.
-Pemeriksaan tekanan darah dan berat badan. (BB tidak disuruh timbang, nimbang sendiri di apotek dibawah tempat praktek pas mau nebus resep).
-Pemeriksaan payudara.
-Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker.

 

Sumber bacaan (buat ibu Indonesia di Jerman):
Apa yang dilakukan dokter saat melakukan pemeriksaan pasca melahirkan?. Was macht der Arzt bei Nachsorgeuntersuchung beim Frauenarzt?
Pemeriksaan Pertama Pasca Melahirkan. Der erste Gang zum Frauenarzt
Nachsorgeuntersuchung nach der Geburt

Baca juga:
Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi
5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany. However, I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom of two. I have a lot of passions for gardening.

View all posts by Emaknya Benjamin br. Silaen →

16 thoughts on “Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

  1. Aduh mbak, saya jadi ikut2an geli pas baca benangnya ketarik korset.
    Pap smear bayar mbak? Di Hamburg kok nggak bayar mbak? Aq selalu rutin pap smesr dan cek payudara tiap 6bulan sekali karena gratis. Kok beda ya?
    Benjamin nurut bangeeet sih, maen di pojokan sendiri.
    Makasiyy banyak infonya ya, akan aq ingat2, sapa tau tahun depan sudah punya anak, aaamiiin ?

  2. Memang ada benangnya ya mbak? Saya sesar kok ga ada benang apa2, apa saya yg ga ngeh?hahahha *ngilu juga tapi bayanginnya. Terkait rambut rontok itu ada penjelasan lain dr dokternya ga mbak? Sayapun dulu rontok parah huhu

    1. Hai Nad, kalau saya ada benang operasinya 😀 . Mungkin di tanah air pakai benang yang bakalan menyatu dengan kulit kali ya setelah mengering. Dokternya ga nanyain mengenai rambut rontokku, aku juga lupa nanyanya hehe 😀 . Iya sampai hampir 7 bln setelah lahiran nih masih parah rontoknya, paling saya jadi sering makan bubur kacang ijo spy cepat regenerasi rambutku 😉 .

  3. Ohh justru di indo pemeriksaan ini mah seminggu setelah pulang, aku udh hrs check up mba :D. Trs sampe 3 bulan ke depan tuh.. Baru ga usah dtg lagi. Kalo utk kb, aku mah IUD aja mba.. Yg lainnya aku ga bisa sepertinya. Pil takut lupa, suntik ga berani, susuk implan kb apalagi hahahaha.. Kondom ga bisa menikmati nanti :p

    Tadinya aku mau tubektomi, tp ga jd krn suami ga mau. Jd lah iud aja.. Selesai cesar anak kedua, masih di meja operasi, bius blm ilang, lgs dipasangin ama dokternya. Jd aku ga prlu ngangkang2 dlm keadaan sadar hahahaha.

    Alhamdulillahnya, semua itu termasuk spiral dan papsmear dicover ama asuransi kantorku. Jd kita ga banyak kluar biaya.. Papsmear mahaaal soalnya hihihi..

    1. Hai mba Fan, wah justru lebih awal lagi ya di tanah air 😉 . Aku serem ah pakai IUD hehe. Bu dokter bilang biar ga lupa makan pil nya bikin reminder di hp, klo kondom si suami kaga mau haha 😀 . Aku juga mau tubektomi ga boleh sama suami krn katanya kan dioperasi 😀 .

  4. Klo minum pil kb apa ga ada pengaruh nya ke ASI jdi berkurang ada yg bilang bgtu tau benar nya tergantung yg minum pil nya kali ya?klo ga tanya dulu dr nya benar ga tu?

  5. Kesehatan ibunya juga ternyata perlu diperhatikan ya. Di sana papsmear kalo gak dicover asuransi berapa biayanya? Aku udah vaksin suntik 3 kali gratisan juga dari kantor, biayanya lumayan mahal di sini diatas 2 juta paketnya

    1. Hai Bijo dari brosur yg kuambil ada 5 macam tes biayanya klo dirupiahkan mulai Rp.305.000 sampai rp.900.000 yg paling mahal pemeriksaan payudara. Untuk yg baru melahirkan sptku gratis atau klo sdh ada gejala terkena kanker dr brosur kubaca sih gratis pemeriksaannya. Mungkin tiap negara berbeda aturan pembiayaannya 😉 .

  6. Hah Jeng Nella lepasin benangnya sendiri….
    Kereen banget pemeriksaan dokter langsung lanjut uji mikroskopis secara langsung yaa
    Acung jempol tuk Benyamin dan Lisa yang sangat kooperatif sehingga mama Nella bisa periksa tuntas pasca melahirkan.

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: