5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman . Halo pembaca setia, atau mungkin tepatnya tulisan ini untuk para ibu hamil ya πŸ™‚ . Saya mau cerita mengenai hamil dan melahirkan di Jerman, berhubung baru kepikiran 5 hal ini hasil baca beberapa web/blog mungkin nantinya akan ada kelanjutannya lagi kalau banyak yang perlu ditambahkan πŸ˜€ .

1. Alat Tes Kehamilan di Jerman

Kalau kamu merasakan tidak enak badan, sering mengantuk atau mudah lelah, dan berbagai tanda lainnya yang mengarah “mungkin hamil ya?” (schwanger) daripada langsung pergi ke dokter dan ternyata tidak hamil, lebih baik mengetes sendiri dahulu menggunakan alat tes kehamilan (Schwangerschaftstest). Lagipula di Jerman sini kalau mau ke dokter harus buat janji dulu, pas ditelp pun ditanyain apakah sudah cek pakai alat tes kehamilan dan hasilnya positif?, lalu dijawab suamiku, “ngapain telp mau bikin janji kalau belum tes dulu sendiri ..” haha. Alat tes kehamilan bisa dibeli di apotek (pharmacy), di Rossman atau DM, kalau di supermarket umum tidak selalu tersedia alat tersebut.

2. Mengunjungi dokter kandungan

Setelah melakukan tes sendiri dan ternyata positif hamil (horee πŸ™‚ ) saatnya membuat janji dengan dokter kandungan alias Frauenarzt. Biasanya kamu disuruh menunggu sampai delapan minggu setelah pembuahan (conception) untuk datang ke pemeriksaan pertama. Pada kunjungan pertama ke dokter kandungan adalah untuk mengkonfirmasi kehamilan dengan pemeriksaan vagina dan pemindaian transvaginal (transvaginal scan).

Ibu hamil akan disuruh lepas pakaian bagian bawah sampai celana dalam, jadi polos naik ke bangku pemeriksaan, kedua kaki ditaruh ditempat tersedia dan posisi mengangkang lebar. Kalau baru pertama kali hamil dan mengalami pemeriksaan tersebut rasanya aneh dan benar-benar tidak nyaman. Saya masih ingat saat itu, sakit waktu ibu dokter mengecek dengan cara memasukkan jarinya ke alat kelamin saya dan kemudian alat transvaginal scan.

Setelah pemeriksaan dan benar hamil, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, misal umur ibu, apa ada alergi, riwayat penyakit keluarga dll. Ibu dokter akan meresepkan tablet FolsΓ€ure (folic acid) untuk dikonsumsi setiap hari.

Setelah pemeriksaan pertama, akan diberikan jadwal untuk pemeriksaan berikutnya setiap bulan hingga minggu ke 32. Saat kandungan usia 32 minggu pemeriksaan menjadi setiap 2 minggu sekali. Saat sudah hamil tua, pemeriksaan jadi seminggu sekali atau 2-3 hari sekali.

Fyi di praktek dokter kandungan (Frauenarzt) kalau tidak ada ruang ganti/lepas pakaian atau pojokan berhodeng tidak kalian lihat atau sudah ditanya tidak ada di ruang dokternya jangan heran ya katanya sih di beberapa praktek dokter di Jerman sini tidak ada ruang gantinya hehe, jadi lepas celana di pojokan saja. Untungnya di dokter kandungan saya ada ruang gantinya.

Cerita mengenai pemeriksaan di dokter pernah sudah pernah saya posting silakan baca Pemeriksaan di Dokter kandungan .

3. Der Mutterpass teman terbaik

Bagian dokumen paling penting selama kehamilan adalah Mutterpass (buku paspor ibu). Buku penting ini diberikan oleh dokter kandungan saat pemeriksaan pertama (usia kandungan sekitar 10-12 minggu). Didalam buku tersebut tercatat riwayat medis ibu hamil, riwayat kesehatan, berbagai tes yang dijalani dll.

Mutterpass harus selalu dibawa saat ibu hamil bepergian keluar rumah. Kalau terjadi hal tidak diinginkan (misal kecelakaan atau lahir prematur), dengan adanya dokumen (Mutterpass) memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan disetiap fasilitas kesehatan di Jerman. Mutterpass nya bisa dipakai untuk 2 kali kehamilan. Semua data penting ibu hamil tercatat didalamnya..

4. Hebammen (Bidan)
Nah yang satu ini yang sayang sekali saya tidak tahu. Setelah melahirkan ada bidan yang bertugas mengunjungi ibu dan si bayi kerumah. Selama 8 minggu bidan akan membimbing ibu, memberitahukan banyak hal mengenai bayi dan perawatannya, termasuk tentunya kalau si ibu ada keluhan tertentu bidan akan siap membantu.

Saya kira kalau bidan ke rumah kita bakal bayar sendiri, sudah kuatir aja pasti mahal hehe πŸ˜€ . Padahal waktu di rumah sakit bu bidannya sudah kasih kartu nama, dia bilang telp dia kalau butuh sesuatu. Berhubung ada mama saya yang datang dan tinggal 3 bulan di Jerman, jadi saya pikir tidak membutuhkan bidan. Kalau tahu bidannya akan ditanggung asuransi pasti saya akan panggil dong . Soalnya waktu itu asi saya minim banget beneran butuh pencerahan bu bidan. Ah nasi sudah menjadi bubur. Semoga nanti pas anak kedua lahir, saya akan panggil bidannya ke rumah. Btw bidan saya waktu itu bisa bahasa Indonesia loh! lancar banget πŸ˜‰ .

Selain membantu setelah melahirkan, bidan akan membantu ibu hamil sejak kandungan usia 35 minggu. Asuransi kesehatan menanggung 12 sesi kunjungan bidan dan hingga bayi usia 8 minggu. Kalau melahirkan saat musim panas ketersediaan tenga bidan terbatas, kemungkinan juga bidannya mengambil libur musim panas, jadi harus di booking jauh-jauh hari. Ada ibu hamil yang sudah booking bidannya saat kandungan usia 20 minggu. Ketersediaan bidan bisa ditanyakan juga di rumah sakit tempat si ibu akan melahirkan. Kalau mau cari online misal di http://www.hebammensuche.de tapi di web tersebut tidak ada untuk wilayah tempat tinggal saya πŸ™ . Bagi yang tinggal di Berlin bisa cari bidannya di https://www.berliner-hebammenverband.de

5. Rumah sakit Bersalin
Saya melahirkan anak pertama di rumah sakit GRN-Klinik Sinsheim. Lokasinya hanya 5 menit dengan naik mobil dari rumah, makanya sehari sebelum operasi sesar disuruh pulang dulu hehe. Satu ruangan ada 2 ibu, kalau sedang ramai bisa saja satu kamar 3 ibu, agak risih sih kalau berbagi kamar begini apalagi tidak ada hordeng pemisahnya.

2 hari terakhir hanya Benjamin dan saya di kamar tersebut, serasa kamar vip. Bebas bisa leluasa potret-potret πŸ™‚ .

Kamar khusus (ruang keluarga) yang bisa khusus satu ibu hamil kalau tidak salah hanya ada 2 kamar. Kamar tersebut khusus untuk kondisi tertentu misal ibu yang melahirkan prematur, anak atau ibunya nya bermasalah atau butuh penangangan khusus. Di kamar tersebut suami bisa bermalam, jadi ada 2 tempat tidur dewasa.

Ibu dan bayi tidur satu ruangan, tidak boleh ada anggota keluarga lain yang ikut menginap. Pengunjung harus patuh jam besuknya.

Waktu lahirannya Benjamin kita menginap 5 hari di rs. Bosan sekali karena saya tidak bisa internetan, tv posisinya jauh dari saya. Saya minta pulang lebih awal tidak dikasih karena kalau operasi sesar minimal harus 5 hari perawatannya, sedangkan yang lahiran normal dalam 2 hari sudah boleh pulang.

Kalau biasanya makanan rumah sakit tidak enak kan ya, nah di rumah sakit ini makanannya enakk semua haha. Sarapan saya bisa nambah beberapa kali, makan siang dan malam akan ditanyain ke kita maunya apa, akan ada petugas khusus yang datang hari sebelumnya untuk bilang ada 2 atau 3 pilihan menu makanan.

5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman. Menu sarapan di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Saya nambah melulu sampai kenyang haha.

Menu sarapan di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Saya nambah melulu sampai kenyang haha.

Salah satu menu makan siang di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Enakk semua menunya tiap hari. Sayang tidak bisa minta nambah hehe

Salah satu menu makan siang di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Enakk semua menunya tiap hari. Sayang tidak bisa minta nambah hehe

Semua biaya rumah sakit ditanggung asuransi, kita hanya datang bawa badan dan barang kebutuhan pribadi. Baju dan perlengkapan untuk bayipun sudah disediakan di kamar inap.

Harapan saya nanti saat lahiran anak kedua bulan Maret 2017 bisa lahir normal supaya bisa cepat pulang dan tentunya cepat pulih dari sakit bersalinnya. Entahlah apakah dokter kandungannya akan mengizinkan saya lahiran normal. Kalau pas Benjamin di bilang bayinya bakalan besar karena suami saya tinggi besar dan saya orang asia kecil.

Dikuatirkan bayi susah keluar atau nyangkut dsbnya makanya disuruh sesar. Saya pernah nonton tv, di Jerman sini kalau ibu hamil bisa lahiran normal, minta sesar juga tidak akan dikasih, padahal kan ada ibu tertentu yang takut operasi ya πŸ˜€ . Berat Benjamin kala itu 3,7 kg . Dokter yang mengoperasi bilang lehernya Benjamin terlilit tali pusarnya, benar atau tidak saya kan tidak boleh lihat proses operasinya. Saya tetap sadar hanya bius lokal πŸ™‚ .

Sumber:
having a baby in germany prenatal care

Baca juga:
β€’ Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
β€’ Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
β€’ Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
β€’ Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi
β€’ Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

Advertisements
Advertisements

49 Comments

  1. n1ngtyas March 28, 2017
  2. GIRINDRA WIRATNI PUSPA March 1, 2017
  3. sya February 9, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 12, 2017
  4. adhyasahib February 7, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 7, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 7, 2017
      • adhyasahib February 7, 2017
        • Emaknya Benjamin br. Silaen February 9, 2017
  5. Jessica February 2, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 7, 2017
  6. Jessica February 2, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen February 7, 2017
  7. prih January 29, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 30, 2017
  8. Lulu January 27, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 28, 2017
  9. denaldd January 26, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 28, 2017
  10. D Laraswati H January 26, 2017
  11. Sandra January 26, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 28, 2017
  12. Lovelywita January 25, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 26, 2017
      • Lovelywita February 7, 2017
  13. D Laraswati H January 25, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 26, 2017
  14. sya January 24, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 26, 2017
  15. chris13jkt January 24, 2017
  16. Melissa Octoviani January 24, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 24, 2017
  17. dewinielsen.com January 23, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 24, 2017
      • dewinielsen.com January 24, 2017
        • Emaknya Benjamin br. Silaen January 26, 2017
  18. D Laraswati H January 23, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 23, 2017
      • D Laraswati H January 24, 2017
        • Emaknya Benjamin br. Silaen January 24, 2017
  19. Arman January 23, 2017
  20. cumilebay January 22, 2017
    • Emaknya Benjamin br. Silaen January 22, 2017
  21. dewi Nielsen January 22, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: