Category: Keluarga/Family

  • Benjamin dan Ayahnya – Perayaan Hari Ayah di Jerman

    Benjamin dan Ayahnya – Perayaan Hari Ayah di Jerman

    Benjamin dan Ayahnya – Perayaan Hari Ayah di Jerman . Bertepatan dengan hari ayah internasional yang diperingati 14 Mei ini, saya ingin menceritakan sedikit hubungan ayah dan anak, antara Benjamin dan ayahnya. Saya kalau cerita selalu bilang “babenya Benjamin”. Untuk yang penasaran mengapa saya tidak bilang suami tercinta, ayah, bapak dan bahkan tidak menyebut nama seperti dulu lagi sebelum ada Ben, jadi begini alasannya, dulu blog saya ada aplikasi (widget) untuk penterjemah. Babenya Benjamin senang baca-baca blog saya.

    Nah lupa bulan apa tepatnya, penterjemahnya tidak aktif lagi. Di wordpress memang tidak dibolehkan pasang widget dengan html jadi ya hilang begitu saja tranlstornya. Suatu hari babenya Benjamin komplain karena dia tidak bisa mengerti lagi isi blog saya, ya bagaimana dong, masah gara-gara mau pasang penterjemah saya harus pindah ke blog self hosted?. Nah daripada yang diomongin salah paham kalau hanya bisa (mengerti) lihat nama dia saja, makanya lebih baik saya tidak menyebut nama langsung toh, jadi saya selalu nulis “babenya Benjamin”.

    Tulisan Terkini

    Huu saya kadang ngiri dengan blog yang bisa nulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, namun saya juga senang kalau baca blog yang gaya bahasanya ringan, enak dibaca, ga perlu banyak mikir, gaya bahasa seperti bicara dengan teman. Jadi saya harus banyak belajar menulis dengan Bahasa Indonesia yang baik kalau nantinya ketemu widget penterjemah yang cocok dipasang di blog saya ini.

    Sorry kepanjangan palagraf pembukaannya 😆 .

    Ada yang tahu ga sih kalau di Indonesia hari ayah diperingati setiap tanggal 12 November?. Hingga saat ini saya hanya tahu hari ibu di Indonesia diperingati 22 desember, namun banyak juga yang ikut-ikutan hari ibu internasional minggu kedua lalu kan hayoo ngaku 😀 .

    Beginilah ayah jaman sekarang, disuruh jaga anak sambil main komputer.
    Beginilah ayah jaman sekarang, disuruh jaga anak sambil main komputer. Hebat multitasking kan hehe. Benjamin usia 3 bulan

     

    Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah. Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni, dan dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12. Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan.

    Hari ayah (Vatertag) di Jerman juga merupakan hari pria (Männertag) adalah hari libur nasional, bertepatan dengan Ascension day (hari kenaikan Tuhan Yesus). Pada hari ini, sekelompok pria pergi hiking, pesta barbeque atau hanya kumpul-kumpul untuk tujuan mabuk. Mereka membawa gerobak kecil untuk membawa bir. Ada juga yang keliling-keliling naik mobil sambal nyanyi-nyanyi keras dan membunyikan klakson mobil. Di keluarga babenya Benjamin sendiri tidak ada kumpul keluarga seperti hari ibu minggu lalu.

    Hiking tour on father's day, Vatertagswanderung, in Germany. Source Wikipedia
    Hiking tour on father’s day, Vatertagswanderung, in Germany. Source Wikipedia

     

    Belakangan hari ayah di Jerman tidak lagi menganut nilai asli yang fokusnya ke kumpul keluarga melainkan sekarang adalah hari dimana para pria ngumpul dengan sahabat-sahabatnya dan pergi ke kneipe (pub) untuk minum-minum.


    Ketika Ben masih bayi kecil imut-imut hingga usia 3 bulan tidak ada hubungan ayah anak yang terlalu istimewa. Benjamin sering tidak bereaksi wah saat bersama babenya. Babenya juga ga bisa membuat Ben tertawa girang. Nah setelah lewat 3 bulan barulah ayah dan anak laki-lakinya lengket seperti perangko <3 .

    Ben di gendong papa mau siap-siap kerja sudah rapih. Ben usia 2 bulan
    Ben di gendong papa mau siap-siap kerja sudah rapih. Ben usia 2 bulan

     

    Kalau saya bilang supaya babenya ngajak Ben main, tuh mainan misal ada 10 jenis bisa selesai dimainkan dalam waktu 5 menit, ga ada improvisasi sama sekali. Saya sudah ajarin begini begitu supaya 1 mainan bisa lama dimainkan, sebut warnanya, bentuknya, didekatkan ke anaknya, bikin drama singkat dll, besoknya tetap sama 5 menit sudah selesai! *cape deh 😀 .

    Babenya Ben banyak sekali membantu saya untuk urusan rumah tangga, termasuk mengurusi Ben dong. Kalau ada suamiku tercinta dirumah, nah tugas dia mengganti diaper atau bajunya Ben. Dasar Ben selalu pecicilan tidak bisa diam di meja ganti. Baru ditaruh langsung tengkurap, mau pasang diaper susah, mau dikasih krem kulit sering adu gulat dulu, si bocah langsung diri dan berpengangan ke besi di tembok lalu joget-joget.

    Benjamin tidur siang bareng bapaknya, Ben setelah imunisasi pertama badan Ben bukan panas melainkan jadi dingin. 22.10.2014
    Benjamin tidur siang bareng bapaknya, Ben setelah imunisasi pertama badan Ben bukan panas melainkan jadi dingin. 22.10.2014

     

    Menguji kesabaran banget. Karena saya sudah mengurusi Ben sejak bangun tidur pagi, terkadang saat malam sudah cape, gantian dong saya minta babenya Ben yang turun tangan. Iya dibantuin sih tapi selaluuu ya meja ganti berantakan seperti kapan pecah, baju kotor tidak ditaruh ditempatnya, asal lempar ke pojokan meja ganti, diaper bekas tergeletak di atas mesin cuci atau asal lempar ke wastafel, dikira ada babu cantik kerja 24 jam yang bisa beresin semuanya 😛 . Saya tuh inginyan supaya babenya Ben ini kerja rapih sedikit kek tanpa perlu mendelegasikan tugas dia lagi ke saya. Begitu lagi dan lagi, biarinlah saya sih ga pernah ngomel-ngomel karena dia toh sudah baik hati bantuin saya.

    Nah saat babenya Ben turun tangan untuk urusan ganti mengganti, kan seringnya dia juga sudah cape pulang kerja, emosi jiwa sering dong. Saya paling dari ruangan lain nunggu kalau sudah ada kalimat Jerman yang lucu dengan nada tinggi baru saya datang sambil saya ketawa “butuh bantuan ga?” :mrgreen: .

    Benjamin und sein vater. Benjamin dan ayahnya
    Benjamin und sein vater. Benjamin dan ayahnya

     

    3 kalimat kesal babenya kalau Ben tidak nurut :

    zum kuckuck nochämol (damn it!)
    zum kuckuck aberauch!
    mensch bleibt locker! (take an easy, santaiiii dong)

    siapa sih kuckuck disebut-sebut saat orang Jerman kesal? Der kuckuck adalah burung Kangkok (Cuculus canorus), lucu ya burung disebut-sebut saat kesal 😆 .

    Babenya Benjamin tidak pernah mencium Ben, katanya cium mencium khusus cowo ke cewe atau sebaliknya. Jadi yang senang dilakukan babenya Ben adalah yang macho man gitu deh seperti adu jidat, adu kepala, adu hidung, angkat tinggi Ben dll. Saya kadang iseng nyuruh Ben cium babenya, apalagi dulu pas Benjamin saat-saat sering ileran hahaha ga mau babenya, katanya geli, jijik kena ludah haha. Saya bilang dong “.. ya ampunn cuma ludah ga sakit kali”, “ludah anak kecil ga bau kan!”, “ludah anak sendiri tau, masah jijik”. Tetap aja babenya ga mau kalau kena ludah Benjamin atau Ben meper gitu pas digendong 😎 .

    Benjamin manis sekali, dia tidak ganggu bapaknya yang beneran lagi tidur pulas, cape pulang kerja. 27 april 2015. Benjamin
    Benjamin manis sekali, dia tidak ganggu bapaknya yang beneran lagi tidur pulas, cape pulang kerja. 27 april 2015. Benjamin

     

    Any man can be a father, but it takes someone special to be a dad.” —Anne Geddes

    Benjamin and his father. The pics from Ben 4 days until 10 months old. Benjamin dan ayahnya. Foto dari Ben usia 4 hari sampai 10 bulan
    Benjamin and his father. The pics from Ben 4 days until 10 months old. Benjamin dan ayahnya. Foto dari Ben usia 4 hari sampai 10 bulan

     

    Apa di tempatmu merayakan hari ayah juga?. Ceritain dong satu hal yang lucu atau berkesan antara kamu dan ayahmu 🙂 .

     

    Sumber:
    http://de.wikipedia.org/wiki/Vatertag
    http://german.about.com/od/holidaysfolkcustoms/a/vatertag.htm

     

    Baca juga: Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi

  • Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar

    Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar

    Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar. Hai pembaca setia blogku, akhirnya saya bisa menyelesaikan menceritakan pengalaman saya melahirkan (melalui operasi). Ini saya nyicil draftnya selama sebulan 😳 habisnya sibuk ngurusin si kecil dan ngurus rumah, padahal ada mama loh yang bantuin, ga kebayang kalau ga ada mama puyeng kali cuma berdua Frank ngurus si kecil, trus kalau Frank kerja ya saya bakal kelimpungan deh 😛 .

    Postingannya panjang, jadi yang tidak berminat membaca, skip saja lihat foto-fotonya 😀 .

    Senin 14 Juli 2014 saya melakukan periksaan terakhir kali ke dokter kandungan, 3 hari sebelumnya sudah dikasih tahu dulu, kalau pada 14 Juli tersebut jika berat anakku sudah cukup, saya akan dirujuk ke rumah sakit supaya di cek lebih detail lagi, apakah sudah bisa melahirkan. Pada hari tersebut dilakukan pemeriksaan usg. Dokter bilang anakku kira-kira beratnya 3,6 kg. Sempat kaget juga karena sebulan sebelumnya masih 2,8 kg, ko cepat banget naiknya, sampai mikir apa saya kebanyakan makan? padahal badan biasa aja tidak gemuk loh cuma perut saya saja yang buncittt 😆 . Saya juga tidak mengidap diabetes ko, pokoknya saya sehat, bayinya juga sehat. Dede dalam perut aja nih yang makannya lahap hehe.

    Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar. Surat rujukan dari dokter kandungan buat ke rumah sakit
    Surat rujukan dari dokter kandungan buat ke rumah sakit

    Selesai pemeriksaan dari dokter, Frank dan saya langsung meluncur ke rumah sakit. Urus administrasi lalu masuk ke bagian bersalin. Di kamar pemeriksaan tersebut khusus untuk saya dan Frank, lalu masuklah seorang bidan yang ramah sekali mempersiapkan tes yang harus saya jalani. Pertama dilakukan pemeriksaan detak jantung bayi, saya duduk dibangku yang nyaman sambil kaki bisa diselonjorin lalu dipasangi kabel alat tesnya. Pemeriksaan ini berlangsung kira-kira 30 menit. Selama pemeriksaan terkadang bidannya meninggalkan ruangan dan masuk lagi sambil ngobrol dengan Frank.

    Baca juga: 5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

    Setelah tes jantung bayi dilakukan, datanglah direktur medisnya Dr. Rosmarie untuk memeriksa posisi janin. Pertama dengan alat usg, lalu diperiksa melalui alat kelamin. Sakitt banget waktu tangan dokternya masuk hiks sampai dipegangin bidan 😥 . Setelah melalui dua pemeriksaan tersebut dokternya bilang bayi saya besar sekitar 4 kg jadi sebaiknya di operasi. Saya terdiam sesaat, wong maunya lahiran normal (pengen metode waterbirth, sudah lihat bak/kolamnya loh 😀 ). Dokter keluar ruangan, saya dikasih kesempatan berdiskusi dulu dengan Frank, saya kekeuh pengen normal.

    Nah si bidan datang lagi, lalu pegang perut saya, seperti ngukur-ngukur “apakah bisa lahir normal atau tidak”. Bidannya bilang bisa ko lahir normal, tapi dokternya tetap menyarankan saya operasi. Dokternya ngomongnya sih menyarankan tapi kalimat gaya bahasanya seperti menekankan “Harus Operasi”. Ya sudahlah daripada galau saya bilang saya mau diskusi dengan mama saya dulu di rumah. Jadilah Frank dan saya pulang dulu, ntar balik lagi ke rs. nya.

    Mama bilang kalau bisa normal, normal ajalah. Melahirkan secara normal sakitnya di awal (mules-mules), kalau dioperasi, sakitnya setelahnya. Mama bilang adikku paling kecil ketika lahir beratnya 3,7 kg lahirannya bisa normal ko.
    Sore itu saya masih sempat tuh skype an sama adikku di Jakarta nanya-nanya baiknya bagaimana. Adikku sudah punya 2 anak (usia 5 dan hampir 2 thn). Adikku sama seperti mama, saranin lahiran normal. Sempat-sempatnya saya diajarin latihan pernapasan buat melahirkan 😀 .

    Saya sudah mantap “pengen lahiran normal”. Cihuuyy akhirnya dokternya mengizinkan. Nah supaya bayinya tidak semakin besar, maka besoknya saya akan di diberikan obat supaya dirangsang mules-mules dan segera melahirkan. Saya akan diberikan obat setiap 4 jam supaya mules. Saya nanya ke Frank, kalau pada pemberian obat pertama kali belum mules, nunggu pemberian obat kedua bisa pulang dulu ga? ogah banget kan nginep di rs. malah bisa stres dong 😀 . Oh ya rs. tempat saya melahirkan dekat rumah, sekitar 10 menitlah naik mobil. Eh ternyata boleh pulang sampai mulesnya datang. Ke rs. lagi tiap kali mau dikasih obat. Tgl 14 Juli itu sampai 2 kali bolak balik ke rs. seperti tamasya aja 😀 .

    Selasa 15 Juli 2014 pagi-pagi sekitar jam 9 sudah berada di rs. saya sudah kenyang sarapan seperti disarankan dokter hari sebelumnya. Saya kembali menjalani tes pemeriksaan detak jantung bayi selama 30 menit. Masuklah seorang bidan bernama Susanne, bidannya beda dengan yang kemarin. Bidan Susanne fasih berbahasa Indonesia 😀 . Kata bidan yang kemaren bidan Susanne pernah kerja di Indonesia, jadi bidan Susanne kursus bahasa Indonesia di Jerman sini loh,. Eh pas saya tanya langsung ke bidan Susanne dia bilang hanya liburan di Indonesia, entahlah mana yang benar 😛 .

    Setelah tes pemeriksaan detak jantung bayi selesai, masuklah Dr. Rosmarie beserta Dr. Schumacher (bosnya para dokter) sepertinya pada ngadu gitu deh ya kalau saya tidak mau di operasi, masah sampai kepala dokter mendatangi saya 😛 . Dr. Schumacher memeriksa saya dari alat kelamin halahhh tadinya mau nolak dokter cowo nih, selama ini kan saya ditangani dokter cewe. Eh ko diperiksa dokter cowo tidak sakit ya hehe padahal sama dokter yang cewe sehari sebelumnya sakittt amat!.

    Saya masih sempat berargumen tuh dengan Dr. Schumacher saya bilang kalau mama saya melahirkan adik saya yang beratnya 3,7 kg bisa dengan normal. Trus dokternya nanya tinggi badan ayah saya berapa?, sedangkan Frank kan tinggi besar, jadi ya menurut si dokter ga bisa bandingin saya dengan mama. Saya bilang lagi, kalau dioperasi tuh sakitnya setelahnya kan??, bahkan kadang ada yang luka bekas operasinya lamaaa baru kering. Eh dokternya bilang “dioperasi tidak sakit, malah setelah dioperasi langsung bisa beraktiftas”. Saya kira oohh berarti beda kali ya di Indonesia dan di Jerman, mungkin sudah canggihlah cara dioperasi di Jerman kalau tidak sakit.

    Dokter keluar ruangan, sekarang bidannya yang berusaha meyakinkan saya kalau “jalan terbaik adalah operasi” katanya kalau saya lahiran normal, kepala anak bisa saja keluar dan yang dikuatirkan badannya nyangkut karena berat anak yang besar, nantinya akan lahir cacat.

    Sebel banget sih, saya kira datang hari itu bisa lahiran normal seperti yang sudah disepakati sebelumnya, ternyata dua dokternya kekeuh banget supaya saya melahirkan dengan cara operasi. Sangking sebelnya, yang tadinya pengen tanggal 20 Juli aja di operasinya supaya bertepatan dengan perkawinan Frank dan saya (nikah di catatan cipil) saya bilang “ya udahlah kalau sama aja memang harus dioperasi juga, sekarang aja langsung dibelekkkk nih perut saya” ngapain di lama-lamain lagi.

    Saya pengen hari itu juga 15 Juli karena seminggu itu jadwal Frank sekolah jadi ya dia bisa bolos untuk nemanin saya, kalau nunggu minggu depannya lagi Frank harus kerja, masah saya sendirian di rumah sakit, males banget deh 🙁 .

    Mama kan ikut nganter (diruang tunggu) saya keluar sebentar bilang kalau mama akan diantar pulang oleh Frank soalnya saya akan dioperasinya sore.

    Frank dan saya harus mengisi banyak formulir dan menandatangi lembaran pernyataan resiko dari proses operasi. “tuh kan dioperasi lebih berisko dong sampai kita disuruh tanda tangan segala?” . Ada satu formulir yg lucu loh, Frank kan bisa nemanin saya di ruang operasi nah kalau Frank pingsan atau ada kejadian yang tidak diharapkan maka semuanya akan diluar tanggungan rumah sakit dan asuransi 😀 .

    Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

    Sambil mengisi formulir masuklah seorang dokter yang memasang alat untuk persiapan alat infus. Dari alat tersebut dia mengambil darah saya 3 tabung kecil.

    Persiapan mau dioperasi melahirkan. Darah diambil dari tabung kecil tsb jadi tidak perlu bolak balik di ambil melalui jarum suntik
    Persiapan mau dioperasi. Darah diambil dari tabung kecil tsb jadi tidak perlu bolak balik di ambil melalui jarum suntik

    Selesai mengisi formulir-formulir, Frank dan saya menghadap dokter anestesi, kita diwawancarai apakah ada riwayat penyakit dari kita berdua dan keluarga. Selesai wawancara kita tanda tangan surat pernyataan lagi. Halahhh ko jadi serem banget ya, seumur-umur saya belum pernah dioperasi,bahkan dirawat dirumahsakitpun belum pernah. Operasi akan dilakukan sore hari sekitar jam 3. Saya tidak boleh makan dan minum kira-kira 5-6 jam sebelumnya. Laperr lihat Frank akan siang 😀 .

    Menunggu Waktu Operasi rasanya lama betul, ditambah rasa lapar komplitlah
    Menunggu Waktu Operasi rasanya lama betul, ditambah rasa lapar komplitlah

    Setelah Frank selesai makan siang, kami bertemu bidan Susanne lagi dan diantar ke satu ruangan dimana sudah ada tempat tidur untuk saya masuk ruang operasi nanti. Saya disuruh lepas pakaian dan pakai baju operasi (yang belakangnya terbuka dari atas sampai bawah hanya ada tali pengikat), lalu Frank pakaikan stoking amat super ketat ke saya. Saya lepas jam tangan dan anting, taruh ditas. Tas digeletakin saja di ruangan, untungnya sih aman-aman saja ya 😀 .

    Kata mama sms yaaa pas mau operasi
    Kata mama sms yaaa pas mau operasi. Ini lagi nunggu detik-detik ke ruang Operasi

    Sudah rapih pakai baju operasi, saya diajak ke kamar sebelah oleh bidan ..

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Selamat Datang Bayi Kecilku

    Selamat Datang Bayi Kecilku

    Selamat Datang Bayi Kecilku. Halo pembaca setia blogku, selama lebih dari seminggu saya menghilang dari peredaran dunia blogger, alasannya karena saya melahirkan 🙂 . Perkiraan lahirannya 18 Juli 2014, pas cek terakhir kali ke dokter kandungan pada 14 Juli kata dokternya anakku beratnya 3,6 kg, jadi saya langsung dirujuk hari itu juga ke RS. Untuk di cek dokter apakah bisa lahiran normal seperti keinginan saya.

    Saya kekeh pengen normal, besoknya tanggal 15 Juli datang lagi ke RS, dokternya cuma mau operasi karena anakku katanya besar 4 kg (klinik dan RS beda-beda yaa hasil usgnya). Ternyata dioperasi huhuhu trus nginep 6 hari di RS. Di RS tidak ada WLAN ga bisa internetan, ga tahu kabar kabari dunia luar 😥 .

    16 Juli 2014 Sehari setelah melahirkan
    16 Juli 2014 Sehari setelah melahirkan

     

    Ya udah, ini saya sekilas info dulu ya, siapa tahu kalian nyari-nyari saya kan hehe 😀 . Bagi yang merasa mengirim email, pesan di media sosial dll kalau belum atau tidak dibalas ya harap maklum saya masih repot.

    Selamat Datang Bayi Kecilku
    21 Juli 2014 nanti papaku akan jemput, mama dan saya akan pulang horeeee

     

    Eh satu email yang bisa saya baca secara offline (kebetulan mamaku bawa tablet), langsung saya sms adikku minta tolong balasin, soalnya saya menang GA di blognya Arman, dapat duit doongg 😎 . Thanks ya Man hadiahnya belum dioper ke yang lain, padahal saya telat banget responnya.

    Seat belt sudah dipasang siap Terbanggg, eh salah siap naik mobil deh mau pulang
    Seat belt sudah dipasang siap Terbanggg, eh salah siap naik mobil deh mau pulang

     

    Berhubung masih rempong di rumah, jadi nanti saya akan lanjut cerita-cerita lagi ya, termasuk cerita mengenai operasi melahirkannya.

     

    Cerita Melahirkan Anak Pertama Melalui Operasi Caesar

     

    Nama saya Benjamin Emanuel
    Lahir pada selasa 15 Juli 2014 ; jam 15.10 waktu Jerman
    Panjang 54 cm, lingkar kepala 36 cm
    Berat saat lahir 3.730 gram

    Halo ich bin Benjamin Emanuel
    Halo ich bin Benjamin Emanuel

     

    Coba saya mirip mama atau papaku ??? 😀

     

    Baca juga:
    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
    Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
    Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
    Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi
    Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan
    5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

  • Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3

    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3

    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3. Pembaca setia, cuaca pagi ini di tempat saya cerah sekali. Matahari bersinar cerah, udaranya sejuk sekali, sesejuk hati saya hehe, makanya jadi ingat kalau saya sudah lama tidak curhat mengenai kehamilan saya (apa hubungannya coba udara sejuk dan kehamilan 😛 ) .

    Terakhir cerita kehamilan mengenai Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Postingan tersebut 11 April lalu, sudah lama bangett dong ya, secara besok sudah bulan Juni aja, trus bulan depannya tahu-tahu Juli halahhh deg-deg an sudah dekat due date brojol (melahirkan) benar-benar waktu berjalan cepat sekali.

    Pregnancy Calendar bikin screenshootnya aja supaya pas dengan tanggal ketika postingan dibuat . Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 - 3
    Pregnancy Calendar bikin screenshootnya aja supaya pas dengan tanggal ketika postingan dibuat

    Awal-awal kehamilan banyak yang bertanya apakah saya mual, pusing, muntah-muntah, ngidam? … engga semua lohh. Bahkan saya bertanya-tanya morning sick seperti apa rasanya ya? Hehe..

    Puji Tuhan saya tidak merasakan yang tidak enak pada awal-awal kehamilan. Kalau kata orang “hamil kebo” tuh ya karena lancar jaya begitu, pokoknya sehat dan selalu happy 🙂 .

    Pada awal kehamilan saya beli buku diari untuk menuliskan pengalaman selama hamil. Buku/album diari tersebut apakah sudah penuh diisi?. Masih polos donggg bersih dan rapih deh! 😆 . Belum ada satu kalimatpun saya tulis di diarinya bangga hahaha.

    Buku diari buat curhat kehamilan
    Buku diari buat curhat kehamilan

     

    Nah pada curhatan kali ini saya mau cerita mengenai pengalaman sejak trimester 1 hingga 3. Saya sebenarnya ada bikin draft coret-coretan gitu di buku tulis, dan kalau sudah komplit baru mau pindahin ke album diari yang beli itu. Bikin diari begitu karena saya mikir ko sayang ya, kalau baru kehamilan pertama saja dilewatkan tanpa ada diarinya sama sekali.

    Trimester 1 dan 2 sedikit coret-coretannya, karena seperti yang saya bilang diatas, 90% baik-baik saja, lancar jaya tanpa keluhan yang berarti sehingga saya bisa melakukan aktifitas normal sehari-hari.

    Buku diari kehamilan masih bagus tanpa recek secara belum diisi hahaha padahal sudah beli saat awal kehamilan
    Buku diari kehamilan masih bagus tanpa recek secara belum diisi hahaha padahal sudah beli saat awal kehamilan

    Trimester 1 kehamilan (minggu 1 hingga 12)

    Pertama kali ke dokter 22 Nov 2013, usia kandungan 7 minggu + 2. Berat badan saat itu 68,1 kg.

    • Sering sekali haus, nafsu banget minum air putih. Dalam sehari bisa minum 2 – 3 liter.
    • Saliva (air liur) banyak.
    • Kalau jalan pergelangan kaki kadang terasa sakit
    • Sering berplek, makanya ogah deh pakai celana dalam warna putih.
    • Payudara sakit kalau posisi tidur tidak tepat.
    • Pas tidur (malam) merasakan gatal pada perut bagian bawah. Istilahnya pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPP). Saya berusaha tidak menggaruk hanya mengusap-usap dan kasih minyak khusus untuk ibu hamil. Kalau ada kesempatan mau cerita lagi mengenai PUPP ini karena ternyata ada bekasnya dibagian bawah perut secara perut makain besar pas trimester 3 makanya ada bekasnya huhuhuhu 😥 walau cuma sedikit sih tetap aja gimana gitu kalau dilihat di kaca. Kalau ada rejeki pengen ke Indonesia ke dokter kecantikan deh 😉 .

    Sisi postifnya pada kehamilanku:
    • Wajah jadi mulus bo!, kalau dulu-dulu selalu rajin pakai krim wajah supaya wajah mulus. Pas tahu hamil saya berhenti pakai segala macam krim wajah, kuatir kandungan krimnya berefek negatif ke janin. Apalagi krim yang ada zat pemutih bahaya deh buat janin.
    • Rambut bagus!. Sebelum hamil paling bete kalau lihat lantai kamar mandi banyak rambut rontok, berantakan dimana-mana. Nah pas hamil dari trimester 1 hingga 3 ini, rambut tidak rontok sama sekali. Tukang potong rambutku juga bilang “tumben rambutmu ga rontok Nel”. Karena biasanya pas dipegangpun ada aja rambut yang lepas/rontok.
    • Badan biasa aja, malah pada trimester 1 ini turun setengah kg. Di Jerman tidak ada susu ibu hamil, dokter juga tidak menyuruh saya minum susu ko.

     

    Trimester 2 kehamilan (minggu 13 hingga 24)
    • Mulut rasanya asem. Saya coba beli permen Jelly Haribo. Eh ternyata enakkk loh. Sebelum hamil saya tidak suka Haribo karena asem banget!. Permennya cepat habis karena Frank yang lebih banyak ngemilin, heran yang hamil siapa ya 😛 .

    Minggu ke 14 berat badan turun 1 kg
    Minggu 18 berat badan naik 1,5 kg
    Minggu 20 berat badan naik 2 kg

    Saran saya nih ya buat para wanita yang baru aja hamil, pada awal kehamilan jangan terlalu banyak makan. Berat badan jangan naik terlalu banyak, karena nanti pas perpindahan dari trimester 2 ke 3 perut makin besar, nafsu makan bisa gede bangett, sering bangettt laparrr. Baru makan, 2-3 jam kemudian lapar lagi tepokjidat.

    Kalau baru-baru hamil lalu sering lapar, makannya jangan lari ke produk karbohidrat, makanlah banyak buah-buahan dan sayuran.

    • Takjub pas merasakan ada yang gerak-gerak didalam perut (kalau tidak salah, saya merasakannya pada minggu ke 18, tiap wanita beda-beda ya pada minggu ke berapa mulai merasakan gerakan si anak).

     

    Trimester 3 kehamilan (minggu 25 hingga 40)

    Pada trimester 1 dan 2 lancar jaya tanpa merasakan keluhan (sakit/nyeri) berarti, nah pada trimester 3 ini, penderitaan di mulai hahahah dinikmatilah 🙄 .

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Saya punya banyak hal seputar kehamilan yang ingin saya diceritakan, namun apa daya saya tidak punya waktu berjam-jam untuk duduk di depan komputer, jadi ya pengalaman mengendap saja di kepala hihi.

    Nah kali ini mumpung saya ingat, saya ingin berbagi pengalaman mengenai posisi tidur (malam hari) ternyaman saat kehamilan. Pengalaman antara ibu-ibu hamil lainnya tentu saja akan saling berbeda ya 😉 .

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Bantal tidur foto bagian atas enak sekali ya, sepertinya nyamann. Sumber foto pregnancyweekbyweekcalendar.info
    Posisi tidur ibu hamil. Bantal tidur foto bagian atas enak sekali ya, sepertinya nyamann. Sumber foto pregnancyweekbyweekcalendar.info

    Trimester 1: posisi tidur paling nyaman adalah miring ke kanan, kalau miring ke kiri payudara (PD) terasa sakit sekali karena tertekan. Pada Trimester 1 ini sama sekali tidak bisa miring ke kiri, jadi Frank selalu lihat punggung saya saja hahaha. Tidur malam selalu nyenyak, ada saat-saat dimana saya menggerang „nyeri“ itu kalau tanpa sadar saya miring ke kiri, jadi muter kembali deh ke kianan.

    Pada Trimester I, saya sering sekali merasa ngantuk luar biasa, apalagi setelah makan (berat) siang dan sore hari, rasa kantuk tidak tertahankan. Kalau sedang tidak ada yang dikerjakan ya tidur siang 1-2 jam, kalau lagi banyak kerjaan, di tunda-tunda tidurnya malah jadi segar kembali 😀 .

    Trimester 2: sama seperti pada trisemester 1 posisi tidur paling nyaman tetap miring ke kanan.
    Akhir trimester 2 posisi tidur ke kiri, PD sudah tidak sakit lagi.

    Trisemester 3: terkadang saya mulai merasa enak kalau miring ke kiri, namun miring ke kanan tetap jadi pilihan utama saya. Pada saat usia kehamilan 16-22 minggu, dimana ibu hamil mulai merasakan tendangan bayi, nah kalau pengalaman saya: ketika miring ke kiri, si bayi seperti merasa tidak suka posisi ini, jadi terasa sekali “gerakan bayi” atau “tendangan bayi” selama beberapa saat, membuat saya terjaga dari tidur.

    Mungkin kalau bayiku bisa bicara dia akan bilang: “miring ke kanan donggg makk, tidak enak nih” hahaha :mrgreen: . Nah setelah saya miring ke kanan, baru gerakan bayinya mereda dan saya bisa kembali tidur nyenyak.

    Pada Trisemester 1 dan pertengahan Trisemester 2 saya masih bisa miring ke kanan atau ke kiri seorang diri (tanpa bantuan). Pada akhir semester 2 dan hingga trisemester 3, saya sangat butuh bantuan suami untuk memiringkan posisi tidur saya. Kalau tidak dibantu saya akan “menggerang” susah mutar (memiringkan) badan. Kalau erangan saya kuat ya si Frank bangun, dan bantuin saya hihi.

    Kalau mau ke kanan, Frank akan dorong pelan-pelan punggung saya, kalau mau miring ke kiri, lengan saya akan ditarik pelan-pelan. Ketika posisi tidur saya sudah nyaman saya bilang „terima kasih“ lalu kami tidur nyenyak lagi hehe. Putar-putar posisi tidur tidak hanya satu kali dalam semalam loh, kadang bisa 4-5 kali bahkan lebih ngerepoting dan nganggu pasangan tidur yaa 🙄 Frank sama sekali tidak pernah komplain atau marah, pokoknya baik bangettt dah dia 🙂 .

    Terkadang (kalau ingat) saya baca-baca forum The Urban Mama (TUM), banyak sekali pengalaman berharga para bumil di forum tersebut. Saya hanya member pasif saja. Nah di forum tersebut ternyata banyak para bumil yang bilang posisi tidur ternyaman adalah miring ke kiri, saya malah sebaliknya.

    Dari website babycenter.com mengatakan:

    • Posisi tidur miring ke sebelah kiri sangat dianjurkan karena memberikan manfaat bagi bayi, akan meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi yang maksimal ke plasenta.
    • Membantu ginjal secara efisien menghilangkan produk-produk racun (limbah) dari tubuh, sehingga mengurangi pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, dan tangan.
    Hindari posisi tidur telentang (apalagi kalau perut sudah besar), karena: tidur dengan posisi telentang akan membuat rahim menekan tulang belakang, otot punggung, usus dan pembuluh darah utama. Hal ini akan menyebabkan sakit punggung, wasir dan mengganggu sirkulasi darah ke janin. Ibu hamil akan juga merasakan pusing, tekanan darah rendah, mendengkur, peningkatan berat badan, dan bisa menyebabkan gangguan henti nafas (sleep apnea).

    Namun ada juga beberapa website pregnancy yang mengatakan tidak masalah miring ke kanan atau ke kiri yang penting nyaman buat si ibu hamil.

    Oh iya memeluk guling juga membuat tidur saya tambah nyaman 🙂 .

    Begitulah pengalaman saya mengenai posisi tidur, bagaimana pengalaman ibu hamil lainnya? Baca juga dibagian komentar pembaca ya 😉 .

     

    Baca juga: Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 sampai 3

  • Jurnal Kehamilan Screening Test

    Jurnal Kehamilan Screening Test

    Jurnal Kehamilan Screening Test . Memenuhi permintaan banyak teman blogger yang katanya tidak bisa eksis dan tidak bisa cerewet berkomentar gara-gara beberapa tulisan saya tutup akses komentarnya hihi :mrgreen: maka tulisan ini bisa dikomentarin deh 😀 . (*yang berkomentar sekaligus berpromosi, dengan berat hati link tulisan atau promosi tersebut akan saya hapus).

    Saya mau cerita mengenai Screening test alias Amniocentesis alias Fruchtwasseruntersuchung yang saya jalani 3 Februari lalu. Saya dirujuk dokter kandungan di kota tempat tinggal saya ke klinik di Mannheim, karena peralatan di Mannheim lebih lengkap dan alat USG nya lebih canggih.

    Apakah yang dimaksud dengan amniosentesis?

    Jurnal Kehamilan Screening Test. yang dimaksud Screening Test Amniocentesis
    yang dimaksud Screening Test Amniocentesis

    Amniosentesis adalah tes medis untuk skrining bayi (screening babies), di mana dokter mengambil sedikit cairan ketuban (kira-kira 15- 30 ml). Cairan ketuban ini mengandung beberapa jaringan dari embrio atau janin yang menyimpan informasi genetik penting. Sampel (cairan) ini kemudian diperiksa dan dilakukan pengujian di laboratorium untuk memeriksa kelainan apapun, misalnya kemungkinan adanya cacat lahir.

    Amniosentesis adalah tes diagnostik, dimana kita akan bisa mengetahui kondisi tertentu dari janin dan juga dengan tes ini akan diketahui jenis kelamin si bayi. Jadi bagi kamu yang tidak ingin mengetahui lebih awal jenis kelamin bayi, lebih baik beritahukan dulu ke dokternya sebelum tes dimulai.

    Contohnya Frank, sejak awal dia bilang dia tidak ingin mengetahui lebih awal jenis kelamin bayi kita, dia ingin pas menggendong si anak, baru dia tahu perempuan atau laki. Alasan dia sih supaya surprise gitu loh 😀 Saya menghargai keinginan dia. Saya sih mau tahu lebih awal, jadi tahu mau beli baju dan perabotan si bayi kan 😉 .

    Pada usia kehamilan berapa bulan dilakukan amniosentesis?
    Amniosentesis (atau prosedur lain, yang disebut chorionic villus sampling (CVS) ) dapat mendiagnosa masalah di dalam rahim. Amniosentesis biasanya dilakukan ketika usia kehamilan antara 16 dan 22 minggu.

    Pada kondisi seperti apa, seorang ibu hamil menjalani amniosentesis, bolehkan tidak menjalaninya?

    Jangan kuatir, tes ini tidak menyebabkan keguguran. Kita hanya akan ditawarkan amniosentesis ini jika ada kemungkinan besar bayi kamu memiliki kelainan kromosom atau kelainan genetik. Kalau resikonya sangat kecil akan hal tersebut, kita tidak akan ditawarkan menjalaninya 😉 .

    Ibu hamil akan ditawarkan amniosentesis jika:
    • Skrining tes seperti tes darah dan test nuchal (Nuchal translucency / NT) menunjukkan bayi Anda memiliki risiko tinggi mengalami masalah kromosom.*test Nuchal translucency / NT untuk mengetahui apakah ada pengumpulan cairan bawah kulit di bagian belakang leher bayi Anda. Semua bayi memiliki cairan di bagian belakang leher mereka, namun pada bayi dengan Down sindrom cairan tersebut mengalami peningkatan.
    • Hasil USG menunjukkan masalah dengan bayi Anda, seperti cacat jantung, yang mungkin menandakan adanya kelainan kromosom.
    • Anda memiliki keluarga atau kerabat yang memiliki kelainan genetik.
    • Umur ibu hamil 35 tahun yang dianggap usia rawan

    Sebelum tes dimulai Frank dan saya diwawancarai dokter dulu (tidak persiapan, tidak tahu bakalan ditanyakan hal ini). Kita ditanya mengenai riwayat keluarga kami berdua. Apakah ada penyakit tertentu mulai dari garis kakek nenek, orangtua, saudara kandung, paman dan bibi, anak-anak dari saudara kandung, saudara sepupu apakah ada penyakit tertentu yang mereka derita. Pertanyaan dokter membuat saya berpikir agak lama, menggingat satu persatu dari saudara-saudara saya tersebut. Tahu sendiri kan orang Indonesia banyak sekali saudara-saudaranya 😀 . Saya 4 bersaudara, trus mama berapa saudara kandungnya, bapak juga, lalu sepupu, lalu anak-anak adik saya, anak-anaknya para sepupu. Beneran mikir lama deh 😳 A nikah dengan si B anaknya berapa, anaknya sehat atau tidak. Sepupu yang itu tidak menikah sehat atau tidak. Nah dokternya menggambar pohon keluarga sambil menulis informasi penting yang Frank dan saya berikan. Puji Tuhan dari garis keluarga Frank dan saya tidak ada risiko yang berbahaya.

    Setelah setuju bersedia menjalani pemeriksaan amniosentesis, maka Frank dan saya menandatanggani surat pernyataan, ko serem ya 🙁 .

    • Ibu hamil atau si suami memiliki risiko besar mewariskan penyakit tertentu ke janin, seperti misalnya penyakit Anemia sel sabit (Sickle-cell disease (SCD) ).

    Anemia sel sabit adalah kondisi serius dimana sel-sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit, seperti huruf C. Sel darah merah normal berbentuk donat tanpa lubang (lingkaran, pipih dibagian tengahnya), sehingga memungkinkan mereka melewati pembuluh darah dengan mudah dan memasok oksigen bagi seluruh tubuh. Sulit bagi sel darah merah berbentuk bulan sabit untuk melewati pembuluh darah terutama dibagian pembuluh darah yang menyempit, karena sel darah merah ini akan tersangkut dan akan menimbulkan rasa sakit, infeksi serius dan kerusakan organ tubuh.

    • Wanita yang pernah hamil sebelumnya, dan mengalami kelainan genetik pada janinnya.
    • Wanita yang hamil di usia rawan (diatas 35 tahun) nah makanya saya ditawarin tes ini karena saya hamil anak pertama ini di usia 35 tahun.

    Kalau Anda ditawari atau berminat mengikuti tes amniosentesis ini berikan informasi yang sedetailnya ke dokter Anda, kalau misal tidak tahu riwayat kesehatan keluarga bisa tanya orang tua atau tanya keluarga dulu, baru berikan informasi yang jelas ke dokter kandungan Anda, jadi tidak asal jawab berdasarkan kira-kira saja, kuatir nantinya salah kan. Tanya dokter kandunganmu juga mengenai pro kontra mengikuti tes ini, pokoknya kalau sudah sreg ikutan, baru deh jalani 😉 .

    Jika Anda ingin mengikuti test ini (amniosentesis) karena alasan kondisi genetik, memiliki risiko penyakit keturunan, Anda akan ditawarkan mengikuti chorionic villus sampling ( CVS ) sebagai gantinya, karena CVS memberikan diagnosis lebih awal. Apa itu chorionic villus sampling ( CVS ) silakan infonya di http://www.babycentre.co.uk/a328/chorionic-villus-sampling-cvs .

    Berapa biaya amniocentesis alias Fruchtwasseruntersuchung? Apakah asuransi menanggung semua biaya?

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter. Hai sahabat blogger, saya mau lanjut bercerita mengenai kehamilan (bagian I klik disini). Kali ini khusus cerita mengenai pemeriksaan di dokter saja ya.

    Ibu-ibu hamil di Jerman memeriksakan kandungannya setiap bulan. Pertama kali ke dokter usia kandungan saya sudah berusia 8 minggu. Saat itu saya sempat bingung „ko tahu-tahu sudah 8 minggu?, bukannya menghitung usia janinnya dari hari pas berhubungan??“.

    Sudah di jelaskan suami beberapa kali cara menghitungnya, saya masih belum mudeng juga haha. „Oooh jadi menghitung usia janinnya dari mens terakhir? Tapi kan bikinnya beberapa minggu setelah berhubungan?. Ko begitu .. ko begini .. ? banyak pertanyaan dikepala saya“. Sudah ahh jangan dibahas ya hahaha maklum baru pertama kali ya butuh banyak penjelasan 😀 .

    Berhubung baru pertama kali ke dokter kandungan, jadi saya disuruh mengisi formulir mengenai data-data pribadi. Ada pertanyaan „apakah saya alergi terhadap obat tertentu?“. Saya (HARUS) ingat kalau saya alergi antibiotik „Penisilin“. Dulu sekali, pertama kali mengkonsumsi obat tersebut badan termasuk wajah langsung bentol-bentol. Kedua kalinya (lupa kalau alergi) saya gunakan lagi antibiotik tersebut, hasilnya sama bentol-bentol parah, malah mata hampir tidak bisa dibuka karena bengkak. Sejak kejadian kedua, saya catat di buku kalau saya alergi antibiotik tersebut.

    Pertanyaan lain: „kapan tanggal mens terakhir?“. Para wanita apakah kalian mencatat tanggal tiap kali „datang bulan?“. Kalau saya „iya selalu mencatat“. Saya lingkari tanggal pas „si tamu“ datang. Kalau dicatat, maka kita tahu, apakah lancar siklusnya.

    Sebelum masuk keruang dokter, saya melakukan beberapa tes (pemeriksaan) yang ditangani asisten dokter.

    1. Pemeriksaan Urin
    Sebelum ke dokter, saya sudah beser (buang air kecil) di rumah. Begitu di dokter ya tidak pengen pipis lagi. Minum dulu agak banyak lalu menunggu 30 menitan, baru pengen pipis deh 😀 . Pemeriksaan urin dilakukan tiap kali ke dokter.

    2. Pemeriksaan Darah
    • Darah diambil dari ujung jari telunjuk. Kalau saya dilakukan selalu pada telunjuk kiri. Ujung jari ditusuk dengan alat mirip silet, dimana bagian tengahnya ada bagian (tipis) runcing agak panjang dan tajam. Darah diambil hanya sedikit, ditampung dalam pipa kapiler. Pas pertama kali jari saya ditusuk dua kali karena darah yang keluar tidak mencukupi, padahal butuhnya hanya sedikitt. Mungkin karena dingin jadi jari mengkerut kulitnya, darah juga jadi sedikit atau tidak lancar?. Pemeriksaan darah model ini dilakukan tiap kali ke dokter, gunanya untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh apakah mencukupi.
    • Pertama kali ke dokter, selain model ambil darah diatas. Darah juga diambil dari lengan (kiri). Darah diambil agak banyak menggunakan alat suntik, kira-kira diambil 20 ml. Model ambil darah yang ini tidak sakit.

    3. Timbang Berat Badan
    Hamil berat badan (bb) bukannya naik malah turun. Mungkin juga karena saya lebih banyak makan sayuran dan buah-buahan. Bb sebelum hamil plus minus 70 kg, tinggi badan 153 cm (iya tahu ndutt ya haha). Timbang berat badan dilakukan setiap kali ke dokter. Saya selalu kenakan baju yang tebal (tipis)nya sama supaya berat baju tidak terlalu mempengaruhi timbangan.

    Pas nimbang di dokter:
    22.11.2013 bb: 68,1 kg
    18.12.2013 bb: 67,7 kg
    17.01.2014 bb: 67,8 kg
    14.02.2014 bb: 69,5 kg horeee akhirnya naik 2 kg.

    Pemeriksaan 1 sampai 3 selalu dilakukan oleh Arzthelferin (Asisten dokter)

    4. Pemeriksaan USG (diruangan dokter dilakukan oleh dokternya)
    • Pemeriksaan 1 dan 2 dilakukan menggunakan alat yang dimasukkan melalui kelamin. Rasanya tidak nyaman pas dimasukkan alat tersebut. Saya tidak tahu nama alatnya. Bentuknya mirip bohlam lampu yang panjang yang warna putih susu. Alatnya panjang, makanya aneh (sakit) pas masuk. Setelah alatnya masuk, bisa lihat janinnya di monitor.
    • Pemeriksaan ke 3 & 4 melalui bagian atas perut. Perut diolesi gel lalu alat usgnya digerak-gerakkan di atas perut kelihatan di dedeknya 🙂 .
    • Dokter juga memeriksa bagian dalam kelamin, gak enak deh jari-jari dokter masuk meriksa-meriksa gitu 🙁 pasrah aja, untung dokternya perempuan hihi.

    Pemeriksaan USG model begini asyik kan tidak sakit hanya dari atas perut alatnya digerakkan. Foto dari Eltern.de
    Pemeriksaan USG model begini asyik kan tidak sakit hanya dari atas perut alatnya digerakkan. Foto dari Eltern.de

    Oh ya pemeriksaan dilakukan di kursi khusus. Kursinya akan naik otomatis dan turun otomatis. Saya disuruh naik dan kaki ngangkang ditaruh dialat khusus. Naik dan turun pelan-pelan ya, kalau turun jangan loncat, tunggu kursinya benar-benar berhenti baru turun.

    Kamar pemeriksaan kehamilan. Foto dari tempat saya selalu memeriksakan kehamilan
    Kamar pemeriksaan kehamilan. Foto dari tempat saya selalu memeriksakan kehamilan

    22.11.2013 pada pemeriksaan 1 ukuran (panjang) janin 1,06 cm (masih imutt) ; ukuran (panjang) rahimnya 4,2 cm. usia 8 minggu
    18.12.2013 pada pemeriksaan ke 2 ukuran janin 3 cm,65 (juga masih imutt) ; ukuran (panjang) rahimnya 6,5 cm.usia 12 minggu
    Pemeriksaan ke 3 & 4 tidak dikasih dikasih print out usgnya jadi hanya melihat janinnya melalui monitor usg. Diperiksa pergerakannya, denyut jantungnya dll.

    Nasehat dokter buat ibu hamil:
    • Banyak makan sayur dan buah. Ikan 2 kali dalam seminggu, lalu daging juga.
    • Jangan lakukan olahraga ektrim, seperti bungee jumping, naik gunung tidak boleh tuh 😀 .
    • Jangan angkat dan bawa yang berat-berat (makanya kalau sendirian ke supermarket saya beli sedikit aja, dulu sih seperti kuli panggul dah tenteng kanan kiri berat haha).
    • Jangan makan obat sembarangan, harus tanya dokter dulu. Kalau sakit kepala jangan gunakan Aspirin, gunakan Parasetamol saja. (Puji Tuhan saya belum mengkonsumsi obat apapun, hanya vitamin yang diresepkan dokter).
    • Dokter tidak menyuruh saya minum susu ibu hamil. Di Jerman memang tidak ada susu ibu hamil (tidak tahu juga tidak pernah lihat di supermarket).

    Vitamin yang disuruh beli oleh bu dokter :
    Folsäure (Asam Folat). Saya gunakan Folio Forte isi 120 tablet harganya sekitar 9 Euro (Rp. 148.000) merek tersebut selain mengadung Asam Folat, juga mengandung Vitamin B12 dan Yodium. Tabletnya dimakan tiap hari. Asam Folat sangat penting bagi wanita hamil. Asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi, yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk). Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0.4 – 0.8 mg per hari, risiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 % (Wikipedia).

    Tardyferon (Zat Besi). Saya gunakan Tardyferon yang zat aktifnya Eisen (Besi) -II (sulfat, 1,5 H2O). Awalnya Frank beli yang bentuk cairan. Ya ampuuunn seperti minum darah (seperti vampir mengisap darah hahaha 😯 ). Perjuangan tiap kali mau minum harus tutup hidup. Enek tiap kali minum dan pernah muntah, mana beli botol yang besar hiks. Setelah bentuk cairan habis beli lah bentuk tablet. Tabletnya bekerja lepas lambat (prolonged-release tablets) jadi kadang pas tengah malam tiba-tiba enekk (mual) tapi tidak muntah. Sakit kan kalau gejala-gejala mau muntah, sekarang sih tidak lagi ko. isi 20 tablet harganya sekitar 5 Euro. Tablet dimakan 2 hari sekali.

    Magnesium. Ini disuruh beli ketika pemeriksaan ke 4, karena saya ditanya apakah ada keluhan?.Saya bilanglah : Pegel-pegel, terutama perut bagian bawah dan diselangkangan. Gunakan Magnesium Verla N Dragees isi 50 tablet harga hampir 5 euro. Dimakan pagi dan malam 2 tablet, kalau makan tablet Mg ini harus ada jeda dengan tablet zat besi.

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter. Vitamin yang disuruh bu dokter beli untuk menjaga kehamilan
    Vitamin yang disuruh bu dokter beli untuk menjaga kehamilan

    Biaya pemeriksaan di dokter semuanya gratis, karena ditanggung asuransi. Vitamin beli sendiri, tidak mahal ko tuh ketiga vitamin yang saya sebut diatas.

    Dokter kandungan saya namanya Karin Rupp beliau ramah sekali. Titel bu dokter Fachärztin für Gynäkologie und Geburtshilfe Ärztin für Naturheilverfahren (Specialist in Obstetrics and Gynecology Doctor of Naturopathic Medicine).

    Sampai disini dulu curhatan saya, berikutnya akan saya ceritakan pengalaman saya melalui pemeriksaan Fruchtwasseruntersuchung alias Screening test (Amniocentesis) saya dirujuk ke klinik di Mannheim. Nanti saya ceritakan mengapa saya menjalani pemeriksaan tersebut ?, sakit kah ?, beresiko kah terhadap janin? dll. Stay tune di blog saya ini ya :mrgreen: .

    Baca juga: Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1-3

    comments are closed

     

  • Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya)

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya)

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya). Hai sahabat blogger, saya mati-matian nih memaksakan diri mau cerita mengenai kehamilan saya gayabahasanyahiperbola :mrgreen: . Di akhir tahun 2013 saya sudah cerita di blog ini, bukan cerita sih tepatnya hanya pengumuman kalau saya hamil 🙂 Puji Tuhan!.

    Saya ingin sekali berbagi cerita, berbagi kebahagian. Sayangnya yang punya blog bawaannya malas melulu 😳 . Ada draft mau cerita tanda-tanda waktu hamil, berat badan pada trisemester I, masakan apa saja yang saya suka selama hamil dll. Pokoknya banyak topik A, B, C sampai Z ya cuma di draft saja (draftnya di otak hihi).

    Hasilnya malah cerita yang lain lagi di blog misalnya tentang kebun atau tanaman. Cerita mengenai gardening ko lancar banget ya tapi mau cerita mengenai kehamilan ini antara tidak sempat dan malas, digabung jadi satu trus jadi lapet gabur-gabur deh (orang Batak pasti tahu lapet jajanan satu ini, ah jadi pengen 😀 ).

    Untungnya saya tidak tinggal di Indonesia, klo iya pasti akan ditanyain melulu “kapan punya anak, udah isi belum? Jangan ditunda-tunda” bla bla.. Salah kostum saja di media sosial dikomentari “hamil ya Nel?” “sekarang agak memang gemuk ya Nel” capee deh!. Musim dingin masah pakai baju youcanseemyketek?. Pastinya bajunya tebal-tebal dong. Makanya saya malas upload-upload foto diri, mendingan upload foto-foto bunga-bunga dan tanaman kan aman sentosa tuh yaa tidak ditanya-tanya haha.

    Bukannya saya tidak pengen hamil, namanya belum rejeki mau dipaksain bagaimana?, iya saya tahu umur saya sudah rawan. Saya berulang kali bilang ke Frank “kalau dalam 2 tahun saya tidak hamil, ya udah beneran kita tidak usah punya anak yaa?” *pasang mata melotot.

    “Umur saya tuh sudah rawan, kalau saya mati saat hamil atau melahirkan bagaimana ???”. Frank bilang di Jerman sini kebanyakan para wanitanya hamil di umur 40 tahun ko. Kalau sudah begitu malas berdebatlah (soalnya Frank ogah-ogahan juga: dapat anak syukur, klo ga, toh begitu banyak pasangan bahagia diluar sana tanpa hadirnya anak?).

    Suamiku ini komentar lagi “dulu sebelum nikah harusnya bilang dong kalau mau cepat-cepat punya anak“. “Haaa maksud loe?”. “Jadi dulu tidak mau segera nikah? jadi mau pacaran lama-lama supaya punya anaknya bisa ditunda?”. Alasan lain si suami tercinta nih, “jangan lahiran dimusim dinginlah, repot bla bla.. tapii sudah lewat musim dingin, musim panas, musim gugur ketemu musim dingin lagi ya, saya belum juga hamil” . Saya jadi menikmati hari-hari saya bersama suami dan mengurusi banyaknya tanaman dan bunga-bunga di kebun saya dan tidak stres memikirkan mengenai kapan saya hamil? 😉 .

    Pertama kali curiga dan penasaran kalau saya hamil setelah berhari-hari kepikiran tanda-tanda hamil dari blognya Dinniw. Sering banget perut saya bunyi blup blup. Bukan bunyi masuk angin ya, kalau masuk angin kan mau buang angin kentut nah ini nga, cuma bunyi-bunyi blup blup melulu, seperti ada gelembung air didalam perut 😆 .

    Mau tes dengan test pack ntar-ntar saja karena dulu-dulu tiap kali tes hasilnya negatif melulu. Sayang test packnya mahal haha. Dulu-dulu pernah telat mens seminggu, dua minggu bahkan telat sebulan, untung waktu itu Frank belum cerita ke keluarganya, kan malu kalau salah. Nah belajar dari pengalaman, kita tunggu lewat sebulan baru ke dokter. Sebelum ke dokter kita test dulu sendiri, beli test pack satu aja dasar pelit hasilnya dua garisnya.

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya). 6 November 2013 Tes hasilnya kali ini Dua Garisnya berarti hamilll dongg yaa.
    6 November 2013 Tes hasilnya kali ini Dua Garisnya berarti hamilll dongg yaa.

    Maaf kalau fotonya burem, yang antusias dan heboh si Frank. Saya yang potret hasilnya burem. Frank potret tetap aja burem tuh :mrgreen: . Kami tidak langsung ke dokter, menunggu 2 minggu dululah baru telp dokter dan buat janji.

    Ke dokter pertama kali tanggal 22 November 2013, dokter kandungan dekat rumah. Sejak awal saya bilang ke Frank, saya hanya mau ditanggani dokter wanita, malu aja kalau di obok-obok dokter pria hihi.

    Dokternya bilang kalau saya hamil diusia rawan alias kehamilan beresiko. Nah tuh kalau dokter yang bilang baru suami tercinta percaya kan, jleb jelb deh kamu. Dikasih tahu istri tidak percaya 🙄 . Pertama kali ke dokter usia kandungan saya sudah 8 minggu.

    Buat yang mau menikah ternyata penting nih: tanyakan ke calon pasanganmu apakah dia mau punya anak atau tidak. Karena belakangan ini banyak orang yang tidak mau punya anak. Rata-rata bule belakangan ini tidak mau punya anak deh. Makanya di Jerman nih angka lansia lebih tinggi dibanding angka kelahiran (padahal anak dapat uang bulanan loh dari pemerintah, tapi tetap saja banyak orang tidak mau punya anak). Jangan sampai salah, kamu berharap setelah nikah mau punya anak, ternyata pasanganmu tidak mau punya anak. Kalau sudah tahu jawaban pasanganmu, ya terserah mau lanjut ke pernikahan atau tidak, jangan setelah menikah baru tahu jawabannya.

    Postingan ini baru kata pembukaan saja ya, nanti saya akan lanjut bercerita.

    komentar ditutup

  • Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta . Hari ini 4 Agustus 2012 mama tercinta berulang tahun, saat ini mamaku sedang di Medan, beliau mengunjungi opung boru (nenek) dan baru akan kembali ke Jakarta senin depan (6 Agustus).

    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta . Mama Tercinta ketika kami jalan-jalan ke TECHNIK MUSEUM SPEYER (Foto: dok. pribadi)
    Mama Tercinta ketika kami jalan-jalan ke TECHNIK MUSEUM SPEYER (Foto: dok. pribadi)

     

    Ku ingin dunia mengetahui…

    Hari ini adalah HARI ULANG TAHUN Mama…

    “Semoga Kebahagiaan Kedamaian Kesehatan dan Keindahan Selalu Berpihak pada mamaku

    – I LOVE U MOM…”

    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta . Mama Tercinta naik kereta ICE menuju Berlin (Foto: dok. pribadi)
    Mama Tercinta naik kereta ICE menuju Berlin (Foto: dok. pribadi)

     

    Mama tersayang, kami semua berkumpul
    Untuk merayakan, untuk bernyanyi dan berterima kasih
    Begitu banyak tahun kebahagian kami lalui berkat cinta kasihmu
    Dari lubuk hati kami anak-anakmu mengucapkan selamat ulang tahun mama tercinta .

    Mamaku dalam berbagai Suasana Ketika Jalan-jalan di Berlin April 2012 (Foto: dok. pribadi)

     

    Terimakasih Bunda, dengan kasih sayangmu kini aku mengerti semua

    Segala yang kau berikan kini akan selalu kuingat

    Di hari yang berbahagia ini ku do’akan

    Agar kau selalu di beri kesehatan dan panjang umur

    Happy B’day Ibu. I LOVE U MOM…”

    Mama Tercinta ketika Jalan-jalan ke Botanischer Garten Berlin April 2012 (Foto: dok. pribadi)

     

    Setiap hari mama ada untuk kami.
    Memberikan cinta kasih, tahun demi tahun.
    Memberikan yang terbaik tanpa pernah hentinya,
    Memberikan rasa aman untuk anak-anakmu.
    Karena itu ingin kami saat ini mengatakan
    dari lubuk hati kami anak-anakmu „terima kasih“ mama
    dan selamat ulang tahun yang bahagia.

     

    Kedua mama tercinta, sebelah kiri mama mertuaku, sebelah kanan mama tercinta (Foto: dok. pribadi)

    Tulisan Terkini

    Setahun telah berlalu,
    Saatnya untuk memulai yang baru.
    Mama tersayang, kami anak-anakmu berada disini
    mengucapkan selamat ulang tahun untukmu.

    Baca juga: 7 Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa Jerman – Inggris untuk Ibu Mertua

    Sebelum Kembali Ke Indonesia, mamaku masukin uang logam untuk Arme Sau (celengan Babi) (Foto: dok. pribadi)

     

    Baca juga :
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri

  • Yukk Main Bola Keranjang

    Yukk Main Bola Keranjang

    Yukk Main Bola Keranjang. Baru dapat kiriman email dari adikku Roy, isinya video dan foto-foto keponakanku yang imut namanya Kiarra.

    Video Kiarra main bola keranjang

    Makasih buat Roy yang sudah kirimkan foto dan videonya, paling tidak jadi bisa pengobat rindu kalau kangen. Kadang-kadang saya telepon ke Jakarta buat ngobrol dengan mamaku dan tentunya untuk mendengar celotehannya Kiarra.

    Belajar yang rajin ya Kiarra, trus nanti sekolah kedokteran di Jerman ya ;-).

     
    Tulisan Terkini

  • Selamat Ulang Tahun Suamiku

    Selamat Ulang Tahun Suamiku

    Selamat Ulang tahun buat Frank tersayang 😀

    1 Juli kemarin, Frank (suami tercinta) berulang tahun. Seperti tahun sebelumnya kami hanya kumpul dengan keluarga inti saja.

    Pagi-pagi mama saya, Kiarra (ponakan) dan adik saya Wana (mamanya Kiarra), mereka telp dari Jakarta untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke Frank. Kiarra nyanyi “selamat ulang tahun”, karena disuruh nyanyi yang keras, Kiarra jadi nyanyi sambil setengah teriak dan hebohh sekali deh :D.

    Jam setengah 10 pagi, Frank dan saya ke kedai kopi dekat rumah. Ramai sekali kedainya dengan orang-orang yang membeli roti, karena hari itu hari minggu, jadi semua toko-toko dan pusat perbelanjaan tutup. Mungkin hanya kedai kopi yang kami kunjungi ini saja yang buka, makanya jadi laris manis jualannya. Oh ya kedai kopi ini merangkap toko roti. Pengunjung bisa duduk diluar maupun didalam kedainya.

    Kami minum kopi dan makan sepotong kue tart. Frank pilih strawberry tart kesukaan dia, saya pilih kue tart yang ada coklatnya.

    Ich bin ich und liebe dich! Von mir für dich, in Liebe ich! Alles Gute zum Geburtstag!

    Jam 3 sore, kami barbeque an di rumah mamanya Frank. Walau hari hujan, tetap jalan deh acara bakar-bakarannya. Sangking enaknya makanan yang di santap, maaf lupa bikin foto-fotonyanya he-he-he.

    Jam 5 sore kami jalan-jalan ke pasar malam di Bad Wimpfen, kalau di Jakarta seperti  PRJ (pekan raya Jakarta), tapi yang di daerah kami ini versinya lebih kecil.

     

    This slideshow requires JavaScript.

    Tulisan Terkini

  • Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    This slideshow requires JavaScript.

    19 April 2012. Hari Pertama keluargaku di Jerman, mereka merasa sangat kedinginan, buatku sih sudah biasa-biasa saja udaranya. Menurutku suhu 8-13 derajat celcius sejuk, menurut keluargaku dingin bbbrrrr :D. Berhubung hanya 13 hari di Jerman, maka saya harus membawa keluargaku lihat-lihat sekitar tempat tinggalku di Bad Rappenau ini.

    Kelas bahasa Jerman, mulai jam 13.30, hari itu Frank kerja pagi, jadi pagi-pagi saya sudah datang ke apartemen, tempat keluarga saya tinggal. Dari rumah, saya bawa dua tentenggan kanan kiri berat banget, isinya jaket-jaket tebal punya Frank dan saya, mau kasih pakai keluargaku.

    Saya bilang mereka, “Cuma 2 minggu disini, jangan ngerem dirumah saja, ini jaket-jaket tebal dipakai, ayo kita jalan-jalan kedua taman dekat sini, ayooo bergerak. Udara dingin harus dilawan, jangan dibawa santai cuma malas-malasan, kalau santai nanti saja pas balik ke Indonesia”. Gaya saya lagi galak he-he-he :P.

    Jam 10 an pagi, kami keluar apartemen, pertama menuju ke Salinen Park. Untuk nyebrang ke taman, mau naik tangga yang puluhan anak tangga atau lift? Pasti pilih naik lift :D. Selama perjalanan saya ceritakan tentang sekitar tempat yang kami lalui. Adik saya Roy, sesekali merekam kami dengan hadycamnya. Tiba di Salinen Park, kami menikmati udara segar inhalasi outdoor dari Gradierwerk. Setelah puas jalan-jalan di Salinenpark, pulangnya lewat rute lain, tembus di Kurpark. Jalan kaki 1,5 jam-an buat saya segar, buat keluarga saya pegelnya poll he-he-he ya karena di Jakarta jarang toh jalan kaki kemana-mana, karena angkutan umum murah, jarak dekat saja bisa naik angkot, beda dengan disini, kemana-mana harus banyak jalan kaki.

    Tiba di apartemen, saya masak spageti carbonara untuk makan siang. Selesai makan siang, saya diantar Frank ke tempat kursus bahasa Jerman, kemudian gantian Frank yang antar keluarga saya jalan-jalan di Bad Rappenau, mereka borong membeli sepatu! ;-).

    *Klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Baca juga :
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

error: Content is protected !!