Blog

  • Fakta Mengenai Jerman

    Fakta Mengenai Jerman

    Salah Satu Taman di Jerman. (Foto: dok. pribadi)
     Cara Hidup

    Dalam masyarakat Jerman terdapat aneka bentuk kehidupan bersama, akan tetapi se­bagian besar orang – lebih dari 66 juta penduduk – hidup dalam rumah tangga yang mencakup beberapa orang. 16 juta orang tinggal sendiri. Lebih dari 41 juta orang hidup dalam rumah tangga orang tua-anak, di antaranya sekitar 20 juta anak. Hampir 23 juta orang hidup berpasangan, tanpa anak. Termasuk di antaranya mayoritas dari ke-46.000 laki-laki dan 23.000 perempuan yang tinggal bersama partner sejenis. Menurut perkiraan, secara keseluruhan terdapat 160.000 pasangan sejenis di Jerman.

    Orang Tua Tunggal

    Orang tua yang mengasuh anak dalam 1,6 juta lebih keluarga hanya seorang saja. Dalam lebih dari 90 persen kasus seperti itu, orang tua tunggal adalah ibu. Banyak di antara mereka tidak bekerja atau mendapat pekerjaan paruh waktu saja. Antara lain untuk memudahkan orang tua tunggal mendapat mata pencaharian tetap, pengasuhan anak sehari penuh, artinya di luar jam taman kanak-kanak dan sekolah, akan ditingkatkan, begitu juga fasilitas asuhan anak di bawah tiga tahun.

    Kenaikan Usia Harapan Hidup

    Pada awal abad ke-20, usia harapan hidup rata-rata masih berkisar sekitar 46 tahun. Sekarang, seorang anak laki-laki yang baru lahir dapat mengharapkan akan mencapai usia 77 tahun, seorang anak perempuan bahkan 82 tahun.

    Gaya Hidup Generasi Lanjut Usia

    Orang lanjut usia kini tidak hanya mencapai usia lebih tinggi, melainkan juga lebih sehat, lebih bugar dan lebih aktif daripada generasi-generasi sebelumnya. Mereka mapan secara ekonomi: Kelompok umur di atas 60 tahun memiliki hampir sepertiga dari daya beli total. Gaya hidup dari “generasi 50+” telah banyak berubah. Kira-kira setiap orang kedua memberi perhatian khusus kepada kebugaran, kesehatan dan kesegaran. Oleh karena itu kegiatan jasmani dan olahraga semakin dipentingkan: Setiap orang ketiga di kelompok usia 60 tahun ke atas berolahraga hampir setiap hari. Rasa segan untuk memakai internet pun telah hilang. Kalau kelompok usia 66–70 tahun dahulu masih merupakan minoritas sebagai pemesan barang lewat internet, kini mereka merupakan kelompok terbesar di antara pengguna internet – demikian hasil sebuah studi Universitas Osnabrück.

    Hak Asasi Manusia

    Pemerintah Federal Jerman sangat mementingkan penghargaan hak asasi manusia dan perluasannya di seluruh dunia. Bersama mitranya di UE diusahakannya secara konsekuen agar standar hak asasi dilindungi dan dikembangkan secara kontinu. Hal itu dilakukan dalam kerja sama erat dengan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia di Jenewa. Dalam menjalankan kebijakan hak asasi, Jerman didorong oleh kewajiban konkret: Melindungi manusia terhadap pelanggaran hak dan kebebasan pokok mere-ka, dan menciptakan prasyarat yang menjamin bahwa penindasan, kesewenang-wenangan dan eksploitasi tidak mungkin dilakukan lagi. Tekad tersebut bersumber pada konstitusi: Ayat 1 Grundgesetz menyebut hak asasi manusia sebagai dasar bagi setiap masyarakat serta perdamaian dan keadilan di dunia.

    Kegiatan Sosial

    Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemasyarakatan cukup tinggi di Jerman: 36 persen dari pemuda-pemudi berumur 14 -24 tahun menjadi sukarelawan. Mereka turut aktif khususnya di bidang olahraga, pengisian waktu luang dan penyelenggaraan acara, di lingkungan sekolah, budaya atau gereja, serta dalam regu pemadam kebakaran dan penyelamatan. Ada bidang tertentu yang bahkan tergantung dari peranserta anak muda, karena andil mereka begitu besar – hal itu misalnya terjadi di banyak perkumpulan olahraga. Separuh di antara para remaja aktif di perkumpulan, seperempat menjadi sukarelawan di organisasi kemasyarakatan besar, khususnya di gereja-gereja.

    Taraf Hidup

    Republik Federal Jerman tergolong negara bertaraf hidup paling tinggi di dunia. Menurut Indeks HDI Perserikatan Bangsa- Bangsa, Jerman termasuk negara paling maju menurut kriteria usia harapan hidup, taraf keberaksaraan, dan pendapatan per kapita. Sistem kesehatan memungkinkan pelayanan medis yang lengkap, sistem-sistem jaminan sosial berupa asuransi wajib di bidang kesehatan, perawatan, kecelakaan, purnakarya/hari tua dan pengangguran melindungi warga dari dampak keuangan yang ditimbulkan risiko kehidupan.

     

    Bantuan sosial

    Jaringan jaminan sosial dilengkapi oleh uang bantuan sosial yang dibiayai oleh pajak. Tunjangan itu diberikan kepada warga yang tidak sanggup mengatasi keadaan susahnya dengan tenaga dan sarana sendiri atau dengan bantuan keluarganya. Di samping itu terdapat bantuan sosial pokok untuk orang lanjut usia atau orang invalid, begitu juga bantuan dari pihak negara untuk biaya hidup dan dalam situasi khusus.

     

    Sumber:  tatsachen-ueber

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya:

    Orang Jerman itu
    Aturan Internetan di Jerman
    Musim Dingin di Jerman
    Kuliner Indonesia yang Nganggenin
    Musim Panas Suka atau Tidak Terpaksa Dinikmati
    Istilah Masakan Jerman – Indonesia
    Kamar Mandi di Jerman
    101 Tips Kuliah ke Jerman

  • Nge-teh yuk!

    Nge-teh yuk!

    Minum Teh Baik untuk Menjaga Kesehatan
    Saya jarang-jarang minum teh, namun hari ini sedang kangen harumnya teh asli Indonesia. Saya lebih suka teh yang bubuk, bukan dalam bentuk kantong celup, menurut saya yang bubuk atau daun kering, harumnya lebih bertahan lama. Teh sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, supaya kualitas dan harumnya teh tetap terjaga.

    Saya masih punya  12 bungkus (kecil) teh dari Indonesia, bawa saringan tehnya dari Indonesia. Walau kadang memang agak ribet ya kalau buat teh non celup, harus di seduh dulu dengan air panas, tunggu beberapa saat, lalu disaring, dikasih gula, baru di seruput slurrrppp. Namun disitulah asyik dan seninya ;-).

    Kali ini gula yang saya gunakan adalah brown sugar yang ada stick kayunya (bisa buat ngaduk juga kan ), kadang kalau tidak suka pakai gula, ya saya gunakan madu.

    Para ahli dari Singapura melaporkan bahwa minuman dari pucuk daun teh alami ini juga sangat bermanfaat bagi otak yakni dapat memperlambat proses degenerasi sel-sel serta menjaga pikiran Anda tetap tajam menjelang usia senja.

    Professor Ng Tze Pin dari Departemen Kedokteran Psikologi Universitas Nasional Singapura, seperti dilaporkan The Sunday Times telah merampungkan penelitian selama empat tahun untuk mengungkap manfaat dan kebaikan teh bagi otak.

    Bersama timnya, Ng menemukan bahwa senyawa alami dalam teh yang disebut catechins, dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat  akumulasi protein yang berlangsung selama bertahun-tahun. Dampak proteksi yang dihasilkan dari kebisaaan meminum teh ini diyakini mampu memelihara kemampuan kognitif otak.

    Peneliti menambahkan, kandungan kafein dalam teh, tidak seperti dalam kopi, mengandung sejenis protein alami yang disebut theanine.  Zat in dapat meredam efek samping yang normal dari kafein seperti peningkatan tensi darah, sakit kepala dan kelelahan.

    Dr Mahmoud Zureik dan koleganya dari Riset Medis Institut Nasional Prancis, melaporkan temuan bahwa wanita dewasa yang meminum teh akan memperoleh proteksi dari risiko pembentukan plak dalam pembuluh arteri pada leher, sehingga kecil kemungkinannya mengidap penyakit stroke dan jantung.

     

    Sumber:

    nasional.kompas.com/teh.juga.baik.untuk.sel.otak

    nasional.kompas.com/ Teh.Cegah.Plak.di.Pembuluh.Darah

     

    Tulisan Terkini

  • Macam-macam Asuransi di Jerman

    Asuransi Kesehatan

    Hampir semua penduduk Jerman menjadi anggota asuransi kesehatan, atau yang wajib (89 persen) atau yang privat (hampir 11 persen). Asuransi kesehatan menanggung biaya perawatan oleh dokter, obat-obatan, perawatan di rumah sakit dan tindakan preventif. Iuran asuransi kesehatan dibayar oleh pekerja dan majikan. Peserta asuransi kesehatan wajib tidak harus membayar iuran untuk anggota keluarganya yang tidak mempunyai pendapatan.

     

    Asuransi Kecelakaan

    Asuransi kecelakaan kerja yang diwajibkan oleh undang-undang merupakan asuransi tanggung wajib yang dibayar oleh pengusaha untuk pekerjanya. Dengan demikian para pekerja mempunyai jaminan terhadap akibat kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan.

     

    Asuransi Perawatan

    Asuransi wajib terhadap risiko ketergantungan dari perawatan mulai dilaksanakan pada tahun 1995 sebagai “tiang kelima” asuransi jaminan sosial. Untuk pembiayaannya ditarik iuran yang sama tingginya dari pekerja dan majikan menurut pola pembagian antarpeserta. Menurut rencana, cara pembiayaan tersebut akan dilengkapi dengan unsur-unsur pendanaan yang terjamin oleh modal.

     

    Asuransi Pengangguran

    Penganggur di Jerman berhak atas tunjangan. Penganggur yang selama dua tahun sebelumnya paling sedikit selama 12 bulan membayar iuran asuransi pengangguran berhak menerima uang pengangguran (60 sampai 67 persen dari gaji neto terakhir). Uang pengangguran dibiayai dari iuran yang disetor oleh pekerja dan majikan, masing-masing separuh. Jangka waktu penerimaan uang pengangguran paling lama enam sampai 24 bulan. Setelah itu dapat diterima tunjangan untuk menutupi kebutuhan pokok pencari kerja (“Uang pengang­guran”) yang jumlahnya tergantung dari harta yang dimiliki. Instrumen yang ternyata berguna dalam krisis ekonomi ialah “uang untuk jam kerja tidak penuh”. Berkat tunjangan yang dibiayai oleh pajak itu, perusahaan dapat bertahan dalam keadaan sulit tanpa harus memutuskan hubungan kerja.

     

    Asuransi Purnakarya

    Asuransi purnakarya yang diwajibkan oleh undang-undang adalah sokoguru terpenting bagi jaminan hari tua. Pembiayaannya didasarkan atas pola pembagian antarpeserta: Iuran yang dibayar setiap bulan oleh para pekerja dan majikan dipakai untuk membayar uang purnakarya secara teratur kepada peserta asuransi yang sudah mencapai usia pensiun. Dengan menyetor iuran selama masa kerja aktif, peserta asuransi memperoleh hak penerimaan uang purnakarya atas nama sendiri. Dana untuk membayar uang purnakarya itu di masa depan harus dikumpulkan dari iuran generasi berikutnya lagi (“perjanjian antargenerasi”). Di samping itu sistem jaminan hari tua didukung oleh tiang kedua dan ketiga berupa dana persiapan hari tua yang disediakan oleh perusahaan atau yang dikumpulkan secara perseorangan. Dengan persyaratan tertentu jenis dana itu mendapat subsidi dari negara.

     

    Perjanjian antargenerasi

    Pengertian itu dipakai untuk menyebutkan sistem pembiayaan dari asuransi-wajib purnakarya: Berdasarkan pola pembagian di antara peserta asuransi, orangorang yang bekerja sekarang membayar uang purnakarya bagi generasi pensiunan melalui iuran yang mereka setor, dengan mengharapkan bahwa generasi penerus nantinya akan membayar uang purnakarya bagi mereka pula. Undang-undang pertama mengenai asuransi wajib untuk jaminan hari tua telah dikeluarkan pada tahun 1889. Sementara ini sekitar 80 persen penduduk yang bekerja adalah anggota asuransi-wajib purnakarya. Di samping iuran yang dibayar oleh pekerja dan majikan, sistem ini dibiayai pula oleh subsidi dari Federasi. Sejak tahun 2002, uang purnakarya dari asuransi wajib dilengkapi dengan asuransi hari tua privat yang terjamin oleh modal dan didukung oleh negara.Jaminan hari tua untuk pegawai negeri dan penyandang profesi bebas ditanggung oleh dana pensiun dan asuransi lain.

    Sumber: tatsachen-ueber 

  • Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin. Sebenarnya sudah dua minggu lalu kegiatannya berlangsung, namun rasanya ko sayang kalau ceritanya tidak di luncurkan di halaman blog, mengingat kami (suami & saya) sudah foto-foto saat itu dan juga kegiatan ini menarik untuk diceritakan ;-).

    Pada 08.10.2011 lalu kami (suami & saya) mengikuti acara Jalan Sehat yang diselenggarakan Klinik Vulpius Sebulan sebelumnya, pendaftaran sudah mulai dibuka. Ketika awal-awal suami bilang dia ikutnya yang “lari”, sedangkan saya yang “Jalan Sehat” saja. Saya mikir, ko ya agak-agak malas ah kalau jalan dengan orang-orang tidak dikenal, maksudnya tidak ada teman ngobrol sepanjang jalan hehehe, apalagi 6 KM, pikiran saya busyettt jauhh bangett, cape!. Saya bilang suami, “..saya belum katakan “ya” mau ikut, saya pikir-pikir dulu ya 😉“.

    Singkat cerita katanya sih ayah mertua saya berminat ikut, makanya saya katakan okelah saya ikut program Jalan Sehat, apalagi ini untuk program amal, untuk menolong seorang anak kecil yang butuh dana. Pas hari H, ternyata ayah mertua tidak jadi ikut, dan suami akhirnya ikut program yang sama dengan saya, yakni Jalan Sehat bukan lari, Hoorraayy :D.

    Acara semacam ini (Jalan Sehat) untuk penggalangan dana diselenggarakan setiap tahun oleh Vulpius Klinik, yang pertama kali diadakan pada tahun 2006.

    Acaranya diikuti kalangan orang dewasa, anak-anak pun tidak mau kalah, termasuk anak-anak yang di kursi roda, dan banyak para lansia (*red. lanjut usia) bersemangat juga mengikutinya. Foto anak-anak klik disini Foto lansia klik disini

    Hampir 1.300 peserta mengikuti acara pada sabtu, 08.10.2011. Motto tahun ini, 2011 : “Wir laufen für Robin” artinya kami berjalan untuk Robin. Setiap peserta dihargai 8 Euro, dari kantor suami ada 10 orang peserta termasuk saya, peserta dari kantor suami mengenakan seragam berwarna merah ;-).

    Robin adalah seorang anak berusia 7 tahun, menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Melalui acara ini berhasil terkumpul 13.000 Euro untuk pengobatan Robin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan dan pengobatan untuk melonggarkan otot-otot Robin.

    Lokasi untuk acara lari dan jalan sehatnya adalah di hutan, dekat klinik Vulpius. Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi tidak becek. Walaupun jalannya sudah super santai, 6 KM ternyata bikin gempor juga, hiks! Kami berdua ada di barisan-barisan peserta terakhir he-he-he, karena kalau ada objek menarik saya minta berhenti dulu untuk mengabadikannya. Oh ya untungnya suami bawa satu buah apel (besar banget dan manis sekali) dikasih salah satu pasiennya (sebelum kami pergi ke acara), jadi apel tersebut yang kami berdua makan untuk menghilangkan rasa haus sekaligus menyegarkan diri ;-).

    Jalan tanpa henti, ditengah cuaca dingin, pasti membuat kita mau buang air kecil dong. Mau berhenti, ya ko kuatir benar-benar jadi peserta terakhir yang sampai finish, mau berhenti agak malu juga, buang air di tengah hutan he-he-he. Kalau pria sih gampang, tinggal berdiri, bisa pantau kanan kiri, ternyata ada beberapa pria melakukannya ha-ha-ha.

    Untunglah ada satu peserta (wanita), ibu ini duluan buang air, setelah dia selesai, beberapa meter di depan, saya gantian deh, cari pohon besar yang rimbun sekelilingnya … plooonggg!!! :D. Setelah saya selesai ada juga ibu lain yang datang, melakukan seperti saya ;-).

    Ada satu ibu-ibu berhenti dan bertanya dengan petugas yang kebetulan berjaga, wanita ini bertanya “.. boleh merokok ga?”, ya pasti dijawab “tidak boleh!”. Ditengah hutan mau mengotori udara, kasihan pohon-pohonnya dong, kalau yang saya lakukan diatas termasuk ga ya? Semoga bikin subur tanamannya he-he-he. Ternyata setelah beberapa meter di depan si wanita ini sudah tidak tahan, dia berhenti sejenak dan menikmati mengisap rokok, ehh datang satu wanita lain, melakukan hal yang sama. Olahraga ko sekaligus mengotori tubuh sih, saya cuma bisa *tepok jidat deh! :P.

    Saya sempat dua kali minta berhenti, sekitar 1 sampai 2 menit tarik nafas panjangg, benar-benar tidak tahan, nafas rasanya mau putus. Senangnya suamiku baik hati, mau mengikuti ritme jalanku yang sangat santai :D. Akhirnya sampai garis finish, 6 KM ditempuh dalam waktu 1 jam 28 menit, pakai di umumin segala lewat penggeras suara ketika suami dan saya tiba :P. Setelah sampai garis finish, nomer peserta yang ditempel di dada, di arahkan alat sensor petugas, untuk memasukkan data kalau kami sudah tiba di garis finish. Beberapa hari kemudian kami dapat sertifikat sudah mengikuti acara jalan sehat, tertera juga durasi jalan kami.

    Acaranya ada yang upload di youtube

     

    *Frank and Nella menit ke 04:10, sedangkan Robin 07:01

    It was a great day for Robin and for all of us!
    Semoga lekas sembuh Robin 🙂

    Sumber:
    • Terjemahan bebas dari vulpiusklinik.de
    • Terjemahan bebas dari Rhein-Neckar-Zeitung

    Baca juga :
    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Mengelola Sampah ala Jerman
    Tinta di Sendok‏ (Rahasia Hidup Bahagia)
    Aktivitas Makan di Jerman
    Goslar Kota Abad Pertengahan di Jerman

  • Cooking Class with Father-in-law

    Cooking Class with Father-in-law

    Kemarin pagi cooking class diisi oleh ayah mertua saya, kami membuat “Maultaschen” atau di Indonesiakan “Pangsit ala Jerman”

    Resepnya dalam bahasa Jerman dulu ya, kemudian dalam bahasa Indonesia di bawahnya ;-).

    Maultaschen

    Zutaten :
    Teig:
    300 gram Mehl
    2 Eier
    Salz, Wasser

    Füllung :
    250 gram Hackfleisch
    1 Ei
    1 Zwiebel
    2 EL Petersilie
    Salz, pfeffer, Muskat
    2 L Brühe

    Zubereitung:
    Aus Mehl, Eiern, Salz und Wasser einen Nudelteig bereiten.
    Fleisch, Ei, Zwiebel und Gewürze mischen. Den Nudelteig dünn ausrollen, Quadrate ausschneiden und die Ränder mit Wasser bestreichen. In die Mitte einen Löffel Fleischteig setzen und zu einem Dreieck zusammenfalten. In der Brühe garen.

    Variation: Maultaschen schmecken auch gebraten mit Semmelbröseln und ausgelassenen fetten Speckwürfeln bestrut. Dazu Salat.

    ***************

    Pangsit Jerman

    Bahan:
    Adonan:
    300 gram Terigu
    2 Telur
    Garam, air

    Isi :
    250 gram Daging Cincang (babi atau sapi)
    1Telor
    1Bawang Bombay
    2sdm Petersili
    Garam, lada, pala

    2 L Kaldu

    Cara Memasak:
    Dibuat adonan mie dari terigu, telur, garam dan air.
    Isi: campur daging, telur, bawang Bombay dan bumbu. Giling adonan mie tipis sekali dan potong empat persegi (kulit pangsit).
    Pinggirannya oleskan dengan air sedikit dan taruh daging ditengah-tengahnya, lalu lipat jadi dua dan di bentuk segitiga, lalu rebus dalam air kaldu.

    Variasi: Juga enak digoreng dengan taburan tepung roti dan taburan lemak goring. Dan cocok dimakan dengan selada.

    Selamat Mencoba! 😉

    – untuk kulit pangsit, ayah mertua beli yang sudah jadi, supaya cepat dan praktis.
    – Untuk bumbu daging (garam, lada, bawang bombay,pala), kami gunakan bumbu kemasan produk dari maggi “Hackbraten”

    This slideshow requires JavaScript.

     
    Tulisan Terkini

  • Ayo Berkebun :)

    Ayo Berkebun 🙂

    Sejak menetap di Jerman, saya menjadi tertarik untuk ngurusin tanam menanam. Tanaman awal yang saya pelihara adalah kaktus-kaktus milik suami, karena dia tidak sempat mengurusnya lagi, jadi sekarang saya yang mengurusnya. Saat ini sudah ada 17 pot kaktus, itu juga sudah bertambah 2 atau 3, karena kalau saya ke supermarket khusus perkebunan dan alat-alatnya, ga tahan lapar mata deh! 😛

    Opps sebenarnya bukan mau cerita tentang koleksi kaktus saya saat ini sih, namun mau cerita apa yang terjadi kalau saya sedang lapar mata di supermarket khusus perkebunan.

    Inilah hasil perburuan saya, Foto No.1. Total belanjaan 11,23 Euro. Saya tuh lapar mata kalau lihat benda-benda unik khusus yang murah-murah saja he-he-he.

    Mari saya mau cerita isi kantong belanjaan saya ;-).

    Foto 2. Beli tanaman atau bunga seperti di foto ini, maaf lupa namanya, karena saya pilih jenis yang masih kecil jadi tidak ada karton nama tanamannya, harganya juga hanya 1,99 Euro, so murah meriah. Kalau yang harganya hamper 5 Euro baru ada karton kecil nama tanamannya, nanti pas balik ke tokonya saya catat deh namanya. Oh ya tanamannya unik loh.

    Lihat kan ada bunga utamanya ditengah dan besar, lalu disekelilingnya banyak tunas-tunasnya, nah itu tunas-tunasnya cepat sekali tumbuhnya, dalam beberapa hari harus segera saya pindahkan ke pot lebih besar. Niatnya sih nanti beberapa tunas mau saya potong supaya jadi bunga utamanya.

    Selain tanaman diatas, saya juga beli pot bunga lucu dengan warna cerah. Kalau disini (Jerman) pot bunga ada wadahnya, jadi yang pertama kan pot bunga yang ada bolongannya dibawahnya, supaya air bisa keluar (mengalir) biasanya terbuat dari plastik polos, lalu pot tersebut di taruh lagi kedalam pot lain yang lebih besar dan bentuk atau warnanya bagus, jadi kita tidak perlu kuatir akan buat kotor kalau tanaman di taruh didalam rumah. Disini banyak sekali tanaman dijadikan dekorasi didalam rumah.

    Foto 3. Kawat pengikat tanaman,

    Foto 4. Plester pengikat tanaman.

    Foto 5. kayu penyangga tanaman. Saya beli ketiganya, karena saat ini saya punya satu pohon tomat yang saya pelihara didalam pot, dan pohon tomat ini subur sekali, banyak cabang-cabang yang mulai besar jadi harus diperhatikan supaya kokoh, Buahnya juga sedang keluar banyak sekali loh, karena saya rajin tiap dua minggu, saya gunting daun-daun atau ranting penganggu atau kalau mulai terlalu banyak. Nanti dilain waktu saya cerita tentang pohon tomat saya :D.

    Foto 6. Pot bunga, waktu comot barangnya belum tahu mau dipakai buat apa, nah sekarang sudah saya gunakan buat nanam bibit paprika, cabai Thailand dan cabe yang bentuknya bulat. Tiap lubang saya taruh dua bibit. Satu baris masih kosong, belum tahu mau nanam apa.

    Foto 7. Niatnya mau beli obat anti lalat putih pada pohon tomat, malah beli mineral atau penyubur buat pohon tomat. Berhubung petunjuk penggunaan bahasa Jerman, belum sempat cari terjemahannya di internet, jadi belum saya gunakan.

    Foto 8. Bibit Ketimun Foto 9. Bibit paprika. Iseng banget ya beli, padahal kan menjelang winter, mana bisa nanam-nanam di taman toh :P. Kalau paprika sudah mulai saya tanam, setelah tumbuh niatnya dibudidayakan di pot, kalau pohon ketimun apa bisa di budidayakan di pot ya he-he-he.. Kenapa saya budidayakan di pot, ya karena kalau malam tanamannya saya masukkan rumah, kasihan diluar dingin sekali, bisa-bisa layu dan mati tanamannya.

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Tulisan Terkini

  • Relationship – Beatifully Imperfect

    Imperfections are what actually make someone PERFECT
    Kemarin, disalah satu media sosial yang saya ikuti, saya melihat satu video yang begitu menyentuh. Judulnya “cinta” namun dari sumber aslinya berjudul “Funeral = pemakaman”. Saya melihatnya lagi dan lagi, berkali-kali.

    Dikisahkan seorang wanita yang memberikan pidato di pemakaman suaminya. Wanita ini berkata dia tidak akan menceritakan semua kebaikan suaminya, karena semua orang tentu sudah mengetahuinya. Si wanita menceritakan mengenai suaminya dengan cara yang unik, yakni tentang bagaimana kebiasaan suaminya mendengkur dan buang angin (kentut) di pagi hari. Semua yang hadir tertawa akan cerita si wanita, karena tentu saja hal ini sangat lucu, bagaimana suatu hal yang tidak patut, mungkin buat sebagian orang “mendengkur” sangat menganggu, malah diceritakan si wanita ini.

    Namun lewat pidato wanita ini, dia ingin menyampaikan, bahwa apa yang dilihat orang lain sebagai “ketidaksempurnaan” malah menjadi sesuatu yang sempurna buat si wanita ini dan akan menjadi kenangan seumur hidupnya. Suatu hubungan tidak hanya dilihat dari yang sempurna, namun suatu yang tidak sempurnapun bisa menjadi sempurna di mata Anda.

    Video singkat ini dirilis tahun 2009 oleh Yasmin Ahmad (R.I.P) untuk the Singapore Ministry of Community Development, Youth and Sports, kala itu dibuat untuk mengatasi peningkatan jumlah single dan peningkatan perceraian di negara Singapura.

    Iklan TV ini telah menerima 2 Gold Lion awards di Festival iklan internasional ke 57 di Cannes, Perancis pada tahun 2010.

    Tanpa banyak bicara lagi, mari kita saksikan bersama videonya ..

    Yang mau lihat versi dengan teks Indonesia, silakan klik disini

    Imperfections are what actually make someone PERFECT!

    Celebrating imperfections in a partner that makes a relationship beautiful;-).

    Tulisan Terkini:

  • error: Content is protected !!