Category: Travelling – Jalan-jalan yuk

Cerita seputar perjalananku sendiri, bersama sahabat ataupun dengan keluarga melalang buana ^ – ^

  • Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .

    Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.

    >>Jam Buka Museum

    Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40

    Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10

    >>Tiket Masuk
    Dewasa : 5 Euro
    Anak/pelajar : 3 Euro

    *Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.

    Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.

    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman. Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman

    Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!

    ::: Ruang 1 :::

    Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.

    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750

    >>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker

    Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.

    ::: Ruang 2 :::

    Pengantar Sejarah Farmasi

    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi

    Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.

    Farmakope Jerman
    Farmakope Jerman
    Mesin Destilasi Uap
    Mesin Destilasi Uap
    Etiket Obat
    Etiket Obat
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Aspirin
    Aspirin

    Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.

    ::: Ruang 3 :::

    Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.

    Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.

    ::: Ruang 4 :::

    Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.

    Toko Farmasi Awal Abad 19
    Toko Farmasi Awal Abad 19

    Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.

    ::: Ruang 5 :::

    Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman

    Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman

    Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.

    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18

    Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.

    masih ada ruang 6 – 11 (Baca: Bagian 2 Museum Farmasi di Kastil Heidelberg, Jerman).

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Hidup di Swiss Mahal?

    Hidup di Swiss Mahal?

    Jadi ceritanya ada yang berkunjung ke blogku ini, bertanya tentang berapa kira-kira biaya hidup selama 14 hari untuk jalan-jalan di negara Swiss. Berhubung waktu Januari-Februari 2011 saya menumpang hidup, alias biaya selama saya menetap selama 2 minggu di Swiss sepenuhnya ditanggung sponsor saya yang sangat baik hati, jadi saya tidak membuat catatan berapa banyak pengeluaran selama saya disana.

    Yang saya tahu untuk urusan tempat tinggal dan biaya hidup di Swiss mahal, malah masuk kategori negara termahal sedunia.

    Menurut hasil studi UBS Bank, Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia yang disusul Jenewa pada posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia.

    Daripada ngarang atau menebak-nebak, barusan ini saya wawancaralah salah seorang teman baik saya yang biasa sering saya recoki untuk urusan seputar jalan-jalan. Namanya Kei Shinta http://keishinta.wordpress.com Pengalaman dia selama 14 hari di Swiss.

    Rincian pengeluarannya :

    Hotel USD 100/night
    Makan 3 kali, 100 USD/hari
    Transportasi 10 hari dengan swiss pas 500 CHF/10 hari
    Tiket masuk tempat wisata 14 hari 1000 CHF
    wkt itu musim gugur september 2010, dingin jadi sering makan 1 hari bisa 100 CHF, untuk urusan minum seringnya coca cola mulu.

    *(Kurs Juni 2011, 1 CHF antara Rp. 9.000 – Rp. 9.500)

    Kalau mau irit ya bisa minum air kran, gratis! air kran di Eropa bisa langsung diminum tidak perlu kuatir, lainnya halnya kalau beli air putih dalam kemasan, mahal malah lebih mahal dari di Indonesia.

    Hari ini 14 Agustus 2011 Kei sudah menuliskan pengalaman dia ketika liburan di Swiss. Untuk detailnya silakan klik –> http://keishinta.wordpress.com/2011/08/14/biaya-hidup-di-swiss-menghitung-biaya-liburan-di-swiss

    Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi.

    Zurich, menjadi sangat terkenal dan mahal berkat tujuan wisata ke pegunungan Alpine. Kebijakan pajak yang rendah telah menarik banyak investor ke negara ini.

    Jenewa menempati posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia. Ini juga bisa terjadi karena gaji rata-rata yang diperoleh warga Jenewa merupakan tertinggi ketiga di dunia. Dengan bayaran sebanyak itu, warga Jenewa juga bisa berbuat lebih banyak. (Sumber: UBS Bank)

    Jadi tergantung kita melihat dari sudut pandang mana kategori mahalnya tersebut, karena pendapatan tertinggi penduduknya juga menimbulkan biaya hidup yang masuk kategori termahal sedunia.

    Kalau untuk urusan pajak, dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman, pungutan pajak di Swiss lebih rendah.

    This slideshow requires JavaScript.

    Detail. Foto: Copyright Nella Silaen

    Tulisan Terkini:

  • Wisata Gratis di Bad Rappenau, Jerman

    Wisata Gratis di Bad Rappenau, Jerman

    Saya sedang menetap di Bad Rappenau, Jerman. Ingin menjelajahi tempat wisata didekat sini dulu, namun karena kendala bahasa, jadi susah juga mencari informasi wisatanya di google yang kebanyakan dalam bahasa Jerman.

    Bad Rappenau adalah sebuah kota di distrik Heilbronn di Baden-Wuerttemberg di Jerman selatan. Terletak sekitar 15 km barat daya dari Heilbronn. Bad Rappenau terletak di Kraichgau timur laut.

    [source 1=”<a” href=”http://en.wikipedia.org/wiki/Bad_Rappenau” 2=”2="2="2="2="2="2="2="2="2="target="_blank">wikipedia</a>"""""""""” language=”:”][/source]

    Peta dan Arah Mengemudi ke Bad Rappenau

    Beberapa tempat menarik yang bisa dijadikan lokasi wisata di Bad Rappenau, antara lain :

    1. Animal Park : Anda dapat melihat hewan berkaki empat bernama “Lama“, kuda poni dan kambing. Ada dua kandang besar di dua lokasi berbeda yang saat itu saya kunjungi. Hewan-hewan tersebut berlarian menghampiri para pengunjung yang memberikan makanan. Saya sudah mempersiapkan wortel dari rumah untuk diberikan pada hewan-hewan tersebut ;-).

    2. Rumah Lebah : Anda tidak perlu takut tersegat lebah, karena sarang lebahnya dilapisi kaca transparan dalam suatu rumah kayu. Memang ada juga 2-3 lebah yang terbang keluar, namun mereka tidak mengganggu pengunjung. Setelah puas melihat sarang lebahnya, jangan lupa ditutup lagi tirainya ya.

    3. Gradierwerk, DE. The Salt Water park, EN. Taman Air Garam, INA. : Jenis inhalasi outdoor berguna untuk perawatan pernafasan. Mata air asin menetes melalui ranting-ranting yang dikemas sedemikian rupa menyerupai dinding dengan struktur lapisan kayu belukar tebal.

    Bangunan ini mengandung Air mineral lokal, kaya natrium klorida, dipompa ke atas, air asin yang menetes melalui semak belukar tersebut diubah menjadi uap, sehingga uap asin ini mirip dengan air laut segar dan sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit paru-paru dan keluhan pernafasan lainnya.

    Kita bisa menghirup udara segarnya dengan duduk didepan Gradierwek ini atau berjalan mengelilinginya.

    4. Villa Rustica : Peninggalan Romawi sekitar tahun 1800 an. Ketika tiba di lokasi Villa, agak kaget juga karena saya kira akan melihat bangunan utuh villa, ternyata hanya tinggal bangunan tak berbentuk lagi he-he-he.

    This slideshow requires JavaScript.

    Tulisan Terkini:

  • Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport. Setelah sekitar enam jam terbang terbang dari Jakarta, maka transitlah pesawat Emirates di bandara Internasional Dubai (Uni Emirate Arab). Kami mendarat pukul 06.30 waktu setempat dan akan berada di bandara ini sekitar 3,5 jam lalu berganti pesawat untuk penerbangan berikutnya. Jakarta dan Dubai beda 3 jam, dimana Dubai lebih lambat. Turun dari pesawat sudah ada dua bus besar yang menanti untuk mengantar kami ke lobby bandara.

    Turun dari bus, bagi penumpang yang akan melanjutkan penerbangan harus melewati pemeriksaan khusus (detail). Bagi pengguna sepatu boot dan jaket siap-siap disuruh lepas ya.

    Selesai pemeriksaan, maka kami bebas mengisi waktu luang sampai penerbangan berikutnya. Oh ya untuk awalnya sebaiknya ikuti orang-orang satu pesawat kalau tidak mau nyasar, karena bandara ini amat sangat luas. Mari kita ikuti orang-orang, Ooo mereka naik lift (besar sekali!). Keluar dari lift, bagi Anda yang baru pertama kali menjejakkan kaki di bandara ini akan berdecak kagum. Bandaranya luas bangett, baguss, terkesan mewah dan elegan, dengan jejeran toko-toko, resto dan shopping mall.

    Dubai menjadi tempat transit utama untuk penerbangan Asia – Eropa, yang saya perhatikan penerbangan yang mendapat tempat utama adalah Emirates Airlines, maskapai ini transitnya khusus di terminal 3. Menjadi salah satu terminal tersibuk di dunia, termasuk kategori tersibuk wilayah shopping mallnya juga kali ya he-he-he. Bandara Dubai memiliki 4 terminal, untuk Terminal 3 dibangun tahun 2004.

    Setiap tahunnya terminal 3 ini menampung kurang lebih 60 juta penumpang. Baru kali itu 21 Januari 2011 saya lihat orang-orang sibuk berbelanja di airport. Ya tentunya mereka (penggila belanja) memanfaatkan fasilitas duty free shop yang tersedia di bandara. Sampai saat ini Dubai masih banyak melakukan perluasan dan pengembangan bandaranya, sampai berdecak kagum melihat dari atas pesawat ketika akan landing dan take off melihat begitu banyak pengembangan yang dilakukan bandara ini.

    Buat yang berkantong tebal atau sedang beruntung menikmati fasilitas business class atau first class ya tidak perlu pusing-pusing menunggu sampai penerbangan berikutnya, karena kedua kelas tersebut disediakan fasilitas lengkap dan makanan berlimpah. Cuma bisa saya lihat saja ketika saya di Dubai airport he-he-he.

    Nah bagi orang seperti saya (pengguna ekonomi class) mau keluar bandara gak punya visa lokal, maka dari itu yok mari ya menikmati apapun yang tersedia di bandara. Dijamin gak kalah seru loh! :D.

    Yang pertama saya lakukan ketika transit, cari dulu counter check-in untuk penerbangan berikutnya. Dari pengurusan imigrasi ke counter check-in saja memakan waktu kurang lebih 30 menit, kalau sudah tahu lokasi buat check-in Anda bebas berpetualang, namun harus selalu perhatikan jam ya, jangan sampai ketinggalan pesawat ;-).

    Ketika akan kembali ke Indonesia (4 Februari 2011), saya kembali menjejakkan kaki di bandara ini untuk kedua kalinya, sudah lebih paham harus melakukan apa saja dibanding pertama kali. Namun yang kedua kali ini, saya ngantuk berat karena tidak bisa tidur sama sekali di atas pesawat. Alhasil saya tidur kira-kira 1,5 jam an di bandara, untungnya tidak ketinggalan pesawat he-he-he.

     

    Buat yang mau menelepon ke Dubai, misal ke hotel atau rumah di Dubai kode telp negara Dubai adalah 971.

    Sambil tidur, sambil menghayal, “kapan ya bandara kita tercinta bisa seperti yang saya jumpai di negeri orang?

     

    Baca juga: Tersesat di Bandara Zurich

  • Diskon 50% dan 30% di Waterboom dan SnowBay

    Diskon 50% dan 30% di Waterboom dan SnowBay

    Bagi kalian pengguna provider selular Telkomsel (KartuHALO, simPATI dan Kartu As) coba cek poin, kalau cukup bisa ditukar diskon renang di Waterboom dan SnowBay loh! ;-).

    Untuk cek poin Telkomsel, caranya ; kirim sms, ketik : POIN kirim ke 777

    Waterboom, Snowbay

    Waterboom

    Harga Tiket Reguler

    Senin – Jumat (hari kerja) : Rp. 45.000,-

    Sabtu, Minggu & Libur Nasional : Rp. 60.000,-

    Jam Operasional : 7 hari dalam seminggu

    Jam : 09.00 – 18.00 Wib

    Promo / Discount
    Waterboom

    30% tiket masuk
    20% makan di Bebek Bali Resto
    30% juice di Pool Bar
    Periode promo : 26 Maret – 30 Juni 2011

    Mekanisme

    Dengan tukar poin, caranya ;
    • Ketik WBC sms ke 777
    • Reply sms dari 777 harus ditunjukan saat pembelian tiket

    # Point yg ditukarkan : 50 poin

    *********************

    SnowBay

    Harga Tiket Reguler

    Senin – Jumat (hari kerja)
    • Dewasa : Rp. 100.000,-
    • Anak (2 – 5 th) : Rp. 85.000

    Sabtu, Minggu & Libur Nasional
    • Dewasa : Rp 120.000
    • Anak (2 – 5 th) : Rp.100.000
    • Jam Operasional : 7 hari dalam seminggu

    Jam : 09.00 – 18.00 Wib

    Promo / Discount : 50% tiket masuk, Max 4 tiket / pelanggan

    Periode promo : 1 April – 31 Mei 2011

    Mekanisme

    Dengan tukar poin, caranya ;
    • Ketik SBAY sms ke 777
    • Reply sms dari 777 harus ditunjukan saat pembelian tiket

    # Point yg ditukarkan : 100 poin

    Informasi lebih lanjut : hubungi 111 (KartuHALO) atau 116 (simPATI)

    Sumber : telkomsel.com

     

    Tulisan Terkini

  • Pengalamanku Terbang Dengan Emirates

    Pengalamanku Terbang Dengan Emirates

    This slideshow requires JavaScript.


    Januari dan Februari 2011 lalu saya pertama kali terbang menggunakan Emirates Airline, ternyata oke juga maskapai ini. Awalnya sih saya ingin menggunakan Qatar karena jauh lebih murah, dan bagi pemilik kartu kredit, saat itu sedang ada promo harga tiketnya sekitar 800 USD (beli via website dan khusus pemilik kartu kreditnya sendiri yang boleh beli). Sayangnya saya tidak punya kartu kredit he-he-he jadi coba tanya travel deh untuk tiketnya.

    Tujuan saya bandara Zurich, Switzerland. Ada beberapa maskapai yang terbang ke Zurich yakni Lufthansa, Emirates, KLM, Qatar, Thai Airways jadi saya coba minta daftar harga maskapai tersebut ke travel agent dan juga cek harganya di website maskapainya.

    Saat itu tidak ada tiket promo, ke lima maskapai tersebut kisaran harga tiketnya 1200 USD pp. Beberapa hari saya coba banding-bandingkan harga, mempertimbangkan waktu keberangkatan dan waktu tiba di Zurich, oh ya termasuk pertimbangan waktu (lama) transit dan tempat transitnya. Sempat kepikiran mau gunakan Qatar (karena harga tiket lebih murah), ternyata Qatar tidak terbang setiap hari sehingga jadwalnya tidak klop dengan yang menjemput saya, maka pilihan saya jatuh deh ke Emirates Airline ;-).

    Saya booking tiketnya di satu travel ternama di Jakarta, lalu saya apply visa ke kedubes Swiss. Selama visa sedang diproses saya coba cek tiket lagi di dua travel, akhirnya dapat harga yang sedikit lebih murah, beda 1,2 juta rupiah kan lumayan :D. Saya coba tawar harga tiket yang sudah di booking, travel tersebut sama sekali tidak mau turunkan harga walaupun 1 rupiah … ampun ampun deh harga mati! Ya dengan terpaksa mohon maaf tidak jadi beli dari travel terkenal tersebut.

    Emirates adalah sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Bandara Internasional Dubai, UEA. Maskapai ini didirikan pada Mei 1985 oleh pemerintah Dubai dan mulai beroperasinya sejak Oktober 1985. Untuk penerbangan ke Eropa dimulai tahun 1987.

    Dengan dua slogannya “Fly Emirates. Keep Discovering”. Maskapai ini setiap minggunya menerbangkan lebih dari 2400 penumpang. Ke 105 kota di 65 negara.

    Saya berangkat 21 Januari 2011 lewat tengah malam tepatnya 00.15, waktu check-in minimal 1 jam 15 menit sebelum keberangkatan, waktu itu ngepas banget, untungnya juga saya sudah check in via website 24 jam sebelumnya, jadi lebih memudahkan in case kita telat nyampe bandara. Ketika itu sih gak ngantri sama sekali wong cuma ada 3 orang yang ngantri (termasuk saya) di counter check-in he-he-he.

    Oh ya awalnya posisi tempat duduk saya di samping jendela (window seat), saya iseng saja nanya ke petugas check-in apa bisa ubah nomer bangku, eh ternyata pesawatnya ga full penumpang so saya bisa minta pindah posisi, jadi di bangku pinggir (aisle seat), saya pilih posisi ini karena memudahkan saya kalau mau ke toilet, karena 6 jam terbang apalagi terbang malam, kalau tiba-tiba kebelet ya sungkan aja minta permisi keluar kalau posisi saya di dalam toh :D.

    Untuk nomer bangku dari Dubai ke Zurich saya tidak minta ganti, tetap bangku saya di samping jendela, karena terbang pagi jadi bisa banyak yang dilihat selama penerbangan (ketika take off dan landing).

    Ini penerbangan luar negeri kedua bagi saya, tahun 2009 saya terbang ke Belanda. Jadi ketika di atas pesawat paling tidak saya sudah punya gambaran keadaan dalam pesawat. Itulah kenapa saya tidak mau lagi repot-repot bawa koper kecil (bagasi) yang banyak ke dalam kabin. Pertama posisi kabin untuk menyimpan koper tingginya ga kira-kira hikss, sudah jinjit-jinjit juga tetap aja repot kalau ada yang mau diambil. Kedua kalau terlalu repot dengan bawaan kiri kanan bahu, pas transit kan juga lebih repot lagi gak bisa leluasa berfoto-ria he-he-he.

    Umumnya kapasitas bagasi untuk penerbangan Internasional 20 kg, namun untuk Emirates 30 kg, so ini satu hal yang bikin saya senang, jadi bisa bawa macam-macam. Bagasi dari Jakarta, dua koper (satu besar, satu kecil) totalnya 23 kg. Ketika pulang Zurich-Jakarta bagasi jadi 31 kg, sempat deg-deg an juga ingat pengalaman di Schipol harus diakalin supaya tidak overload. Ternyata buat Emirates jumlah 31 kg tidak masalah tuh, asyikkkk.

    Ketika semua penumpang sudah masuk, siap-siap take off, para pramugara/i memberikan kami handuk kecil hangat buat membersihkan tangan. Sepertinya siap-siap makan ya? He-he-he .. Jujur kalau mau pergi jauh sama sekali tidak konsen buat makan selama persiapannya, terasa lapar ketika diatas pesawat deh.

    Setelah itu para pramugara/i memberikan arahan tentang keselamatan selama penerbangan, banyak yang acuh tak acuh sih mungkin termasuk saya :P, oh ya para petugas Emirates ini mereka lancar berbicara Inggris, Arab, German, Prancis, kayanya melayu juga?? (agak-agak lupa). Jadi petunjuk keselamatan di Jelaskan dalam banyak bahasa, kebayang deh jadi lama banget.

    Pramugara/i Emirates cakeppp, cantikkk, lumayan bisa cuci mata he-he-he, ada yang asia, barat, arab, kulit hitam, putih, kuning, semuanya tinggi-tinggi, diatas 180 an cm. Semuanya sedap dipandang mata 🙂 :D.

    Selesai urusan bersih-bersih tangan lalu kami diberikan makanan pembuka, sepotong roti dan minuman. Minum boleh pilih, mau berbagai macam juice, minuman ringan, kopi, teh, wine dan lainnya. Minum boleh minta sebanyak-banyaknya, para petugas siap melayani Anda kapan saja. Para petugas juga memberikan daftar menu makanan yang bisa kita pilih, termasuk daftar menu untuk sarapan, jadi kita sudah bisa mikir besok mau makan apa yaa :). Kami juga diberikan stiker tiga macam isi tulisannya, yang saya ingat stiker “bangunkan ketika jam makan”, “Jangan ganggu”, satu lagi lupa isinya tentang apa. Saya pilih untuk menempelkan yang “bangunkan ketika jam makan”, saya taruh di bagian atas bangku saya. Dasar otak makannn gak mau rugi!!! ;-). Oh ya selimut juga dikasih, jadi jangan takut kedinginan, minta lebih juga boleh, tapi selimutnya akan diminta lagi ketika akan landing ;-).

    Setelah urusan sepotong roti selesai, lanjut untuk menikmati makan malam, tepatnya makan pagi buta kali?? Karena sudah jam 1 malam waktu Jakarta :D. Gak ada deh ya urusan diet-diet, karena aroma makanannya saja harum bangett, rasanya enakkk maknyoss!!!.

    Sambil menikmati makanan, sambil asyik menikmati film di layar kecil depan kita. Setiap penumpang punya layar tv masing-masing dilengkapi headsetnya. Kita bisa pilih mau mendengarkan musik, nonton film-film terbaru, nonton berita dunia atau main games. Tinggal pencet-pencet remotenya, pilih-pilih sendiri, kalau bingung bagaimana menggunakan remote atau layar tv nya bisa bertanya ke petugasnya, tapi kalau malu bertanya ke pramugara/i tinggal lihat saja orang sebelah kita bagaimana mereka menggunakan alat tersebut. Itu yang saya lakukan waktu itu hehehe.

    Waktu makan selesai, kemudian semua lampu dimatikan, hanya ada sedikit cahaya dibagian atas, titik-titik cahaya yang jumlahnya puluhan. Kalau Anda mau baca, silakan tekan remote Anda pilih lampu baca, nanti cahaya hanya diarahkan khusus ke Anda.

    Cape posisi duduk, bangku Anda bisa dimundurkan, posisinya lumayan turun jadi enak buat tidur, tinggal tekan tombol disamping bangku Anda.

    Emirates First Class Suite

    Cuma bisa mupeng (muka pengen banget) liat fasilitas bisnis class atau first class, kapan ya bisa menikmati fasiltas tersebut tapi dengan harga ekonomi he-he-he atau kapan bernasib mujur seperti teman saya, mereka bayar tiket ekonomi tapi dipindah ke bisnis class.

    Tulisan Terkini:

  • Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich . 21 January 2011 Ketika tiba di Bandara Zurich, I got lost!!! 😥 .

    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich. Tersesat di Bandara Zurich
    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich

    Jadi ceritanya ketika pintu pesawat dibuka saya mampir ke toilet dipesawat (gak tahan kebelet 8 jam terbang dari Dubai) pas keluar pesawat lagi-lagi saya mampir ke toilet bandara, saya sibuk bebenah, bersih-bersih diri, cuci muka, bedakan dll, saya lupa nasehat teman saya “Begitu keluar pesawat jangan ke toilet dulu tapi harus ikuti arus”, artinya ikuti orang-orang dimana kamu satu pesawat itu melangkah, apa yang mereka lakukan sampai mereka keluar bandara.

    Entah mengapa saat itu saya begitu bodoh lupa nasehat tersebut padahal ketika perjalanan LN saya pertama (Belanda) tahun 2009 saya melakukan nasehat teman saya itu.

    Di toilet ada dua gadis bule melakukan hal yang sama, mereka asyik bebenah sambil asyik ngobrol dengan bahasa yang saya tidak mengerti, lalu mereka keluar dan tinggallah saya seorang diri, saya terus asyik berdandan, padahal 14 jam terbang gak mandi ngapain juga toh dandan? Hahahaha ..

    Singkat cerita, begitu saya keluar toilet “WHATTTT!!!! .. Saya SENDIRIANNN!!! Emakkk!!! Huhuhuhuhu .. kemana nih??? .. ngak ngerti 🙁 🙁 .. oke tenang .. jalan lurus dulu …

    Pengen nangis deh!!! Ngak ngerti harus kemana .. oke saya tanya satu petugas katanya naik kereta dulu lalu bla .. bla .. bla .. didalam keretapun cuma ada dua orang termasuk saya! 🙁

    Keluar kereta, saya tanya petugas di deretan loket, saya mau ambil bagasi kearah mana ya? Dia bilang kearah sana bla .. bla .. bla .. oke saya ikuti petunjuk si petugas, tetap gak nemu jalan keluar.

    Train in Zurich airport
    Train in Zurich airport

    Jalan lagi, tanya lagi .. naik kereta lagi, jalan lagi .. naik kereta lagi .. kok sama ya tadi sudah dari sini, naik escalator yang sama, gileeee deh .. sebelum naik kereta lagi saya tanya seorang wanita petugas kebersihan, langsung dia bicara dengan nada 5 oktaf “Kein English!” dodol.. stupidonya diriku kenapa bertanya dengan petugas tersebut, sekarang di Swiss kebanyakan masyarakat setempat ya tentunya bicara bahasa Jerman atau Swiss Jerman.

    Selama hampir 1,5 jam lebih saya hanya berputar-putar ditempat yang sama! Karena otak ini sudah buntu rasanya :P, lalu saya nyalakan telp genggam saya dengan terpaksa (saya memang ingin matikan telp selama liburan karena kena biaya mahal kalau keasyikan ber-sms-ria) saya smslah sang “kekasih” “Huhuhuhu I got lost in the airport, what should I do here …?

    Saya disuruh cari jalan keluar, bagasi saya sudah ada di bagian “lost and found” .. satu pertanyaan “dari tadi memang saya mau keluar tapi dari manaaaaa …?

    Eh ada petugas bandara (wanita) itu lagi, tadi saya sudah bertanya dengan dia, masah saya tanya lagi kedia, maluu .. tapi wanita itu ramah banget! Dan dia kelihatannya sudah mau pulang selesai bertugas. Saya bertanya hal yang sama lagi, saya bilang saya masih belum berhasil temukan bagasi saya dan yang sekarang saya ingin lakukan “ingin keluar bandara ini” Thanks God wanita tersebut bilang ikuti dia nanti saya diantar ke pintu keluar ..

    Naik kereta lagi, si wanita itu ngobrol sesekali dengan rekan kerja pria. Keluar kereta kami naik escalator, lalu dia bilang (saya pasang kuping baik-baik!!!) lewati loket tersebut untuk pemeriksaan visa dulu setelah itu jalan lurus diluar pintu tersebut tempat pengambilan bagasi dan bagian lost and found juga disebelahnya.

    (Eitttsss dalam hati) sudah beberapa kali (5 kalian ada deh!) lewat loket-loket ini kan tadi, padahal diatas loket juga sudah ada tulisan “Pemeriksaan Paspor” dodol pangkat seribu deh diriku huahahahah, tadi kenapa petugas di loket yang pertama kali saya tanya kok gak ngomong harus lewat Pemeriksaan Paspor dulu??? atau saya yang gak mudeng??

    Pemeriksaan visa cepat paling 5 menit ditanya beberapa hal, sempat kecut juga pemeriksaan visa sendirian bisa-bisa kena masalah nih! .. ternyata lancar visa saya di cap, lalu saya keluar, terlihat dua pintu dengan lampu merah dan hijau dibagian atas masing-masing pintu, (saya bicara pada diri saya) “oke masuk lewati pintu yang hijau” (artinya kita tidak perlu melalui pemeriksaan khusus, bagasi tidak bawa barang-barang berbahaya).

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Begitu keluar, OMG benarrr inilah tempat yang sejak awal saya mau tuju, ban berjalan tempat bagasi keluar, saat itu lokasi tersebut ya sudah sepi, saya menoleh ke samping, bagian lost and found .. hahahha itu dua koper saya sudah ditaruh diatas trolley, saya hampiri meja pemeriksaan, perlihatkan tiket saya dan saya katakan ke petugas disana itu bagasi saya 😉 .

    Kali ini gak akan nyasar, saya dorong trolley saya, lihat petunjuk “Exit Zurich”. Wah mau nangis atau tertawa terbahak-bahak menceritakan kebodohanku pas lihat wajah penjemputku ya 😉 .

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Moral of the story tersesat di Bandara :
    1. Ketika keluar pesawat HARUS ikuti arus, jangan sok kepedean memisahkan diri, kecuali kalau sudah puluhan kali Anda keluar masuk bandara tersebut.
    2. Cari loket pemeriksaan paspor dulu, setelah di cap, langkah berikutnya.
    3. Ambil bagasi.
    4. Terserah kalau mau ke toilet atau dandan.

    Baca juga: Terkagum akan Megahnya Bandara Dubai

  • Traveling with mother, siapa takut????

    Traveling with mother, siapa takut????

    Traveling with mother, siapa takut???? :D. Jetlag rasanya belum hilang, masih sering terkantuk-kantuk disiang hari dan tidurpun baru bisa dini hari lewat jam 2 ..

    Siang ini tiba-tiba saja mamaku bilang sudah beli tiket bulan jalan-jalan ke Banjarmasin ketempat adik (pria) yang paling kecil. Beberapa kali memang si mama pernah bilang ingin sekali berkunjung ketempat adik saya tersebut.

    Adik saya tersebut bekerja di bidang perkapalan, seperti mengawasi pembuatan kapal gitu deh.. dia sudah dua tahun bekerja di Banjarmasin. Sekali-sekali memang pulang ke Jakarta atau ketika Natal atau kalau ada libur panjang seperti Lebaran pasti pulang.

    nah ceritanya lagi adik saya tersebut diterima bekerja di tempat yang baru di Jakarta dan kebetulan juga hanya 10 menit dari rumah jarak ke kantor barunya nanti, wah si mama senang sekali mendengar kabar baik tersebut :-).

    Si mama bilang pokoknya harus sekali dulu melihat tempat adik saja di Banjarmasin dan jalan-jalan disana.

    Wah saya harus mulai googling lokasi wisata menarik di Banjarmasin, makanan khas sana termasuk oleh-oleh khas dari sana.

    Banjarmasin here we come! 😉 .

     

  • Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland. Saya sudah meniatkan diri, harus menyempatkan ke gereja ketika saya berada di Swiss, salah satu alasannya karena mama saya yang selalu mengingatkan hal tersebut, dan benar saja pagi hari ketika saya sudah berpakaian rapih untuk pergi beribadah, datang sms dari mama saya 😉 .

    Hampir jam 8 pagi si doi ( seterusnya sebut saja FS ) pulang dari tugas malam, kami sarapan dan siap-siap ke gereja. FS cerita ketika akan pulang ditanya temannya apa aktifitas di hari ini, dia bilang akan ke gereja dengan saya, temannya tersebut berkata “minum bir supaya tidak tidur di gereja“ 😛 .

    Walau suhu diluar minus 9, kami bersemangat untuk beribadah, kami pergi ke gereja protestan namanya Reformierte Kirchgemeinde, alamatnya Kirchgasse 8, 3770 Zweisimmen Switzerland. Gereja ini dicapai hanya 5 menit naik mobil.

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland
    Gereja Reformierte Kirchgemeinde

    Ibadah di mulai jam 09:30 untuk pagi ini 30 Januari 2011, ibadah dilayani oleh pendeta Alfred Müller. Bahasa yang digunakan tentu saja bahasa setempat yakni bahasa Swiss-German, saya tidak mengerti sama sekali, namun ketika jemaat bernyanyi, saya ikut bernyanyi dengan membaca kidung pujian. Kalau di Indonesia tata ibadah gereja Reformierte Kirchgemeinde ini seperti di HKBP.

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland
    Gereja Reformierte Kirchgemeinde

    Wah disediakan gantungan untuk menaruh tas, jadi jemaat tidak perlu menaruh tasnya dilantai atau di bangku.

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland
    Gantungan untuk Tas Jemaat

    Pagi ini kebetulan ada pembaptisan anak, jadi jemaat yang datang menurut saya lebih banyak, dan ada satu anak laki-laki sekitar umur 3-5 tahun yang bikin pusing satu petugas gereja, karena si anak tersebut tidak mau diam, dia berjalan-jalan sekitar altar, satu dua kali petugas menangkapnya dan disuruh duduk disamping bapak petugas, namun ketika lengah, si anak memanggil satu temannya dan mereka menggambar di lantai sambil berceloteh :D.

    Gereja Reformierte Kirchgemeinde, Switzerland. Pembaptisan Anak
    Pembaptisan Anak

    Ibadah berlangsung tidak lama, hanya sekitar satu jam lebih sedikit. Oh ya kalau disini uang kolekte (persembahan) kita berikan ketika akan pulang, sebelum pintu keluar gereja ada dua kotak terbuat dari logam, jadi kita tinggal masukkan saja.

    Di luar gereja pendeta Alfred Müller sudah menunggu dan jemaat berjabat tangan dengannya lalu pulang. Saya menyempatkan diri mengambil satu foto, karena menarik ada pekuburan di depan gereja, ya mungkin pendeta gereja tersebut dimakamkan disana ketika wafat.

    Pemakaman di Depan Gereja. cemetary beside Reformierte Kirchgemeinde
    Pemakaman di Depan Gereja

    Selesai ibadah, saya dan FS akan jalan-jalan ke Gstaad Mountain Rides, disini tempatnya orang-orang kaya bermukim. Sebelumnya kami mampir kerumah dulu karena saya lapar he-he-he .. Udara dingin membuat kita cepat lapar yaaaa …

    Ini tulisan saya yang pertama, setelah hari ke 10 saya berada di Zweisimmen, Switzerland. Begitu banyak hal menarik yang saya ingin ceritakan melalui tulisan, sejak berangkat dari Jakarta 20 Januari 2011, namun belum cukup waktu untuk saya leluasa berkutat didepan komputer .

     

  • Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta). Ini kali kedua saya apply Schengen visa, tahun 2009 saya apply via kedutaan Belanda karena pengundang saya dari sana, nah pada kesempatan ini sponsor saya bermukim di Swiss, jadi saya datang ke kedutaan Swiss untuk proses pengajuan visanya.

    Panduan Pengajuan Visa di Kedutaan Switzerland (Jakarta)
    Apply Schengen Visa (Foto: gettyimages)

    Swiss bergabung menjadi anggota Schengen Country per 12 Desember 2008, dan pada umumnya persyaratan untuk pengurusan visanya kurang lebih sama untuk Negara Schengen.

    Menurut saya perbedaannya mengenai asuransi. Di kedutaan Belanda, asuransi perjalanan kita tunjukkan pada saat pengambilan visa, sedangkan kalau di kedutaan Swiss, asuransinya harus sudah disertakan atau dibeli sejak awal pada saat pengajuan visanya, kalau visa ditolak berarti resiko polis asuransinya ya hangus!.

    Adapun Visa Schengen berlaku untuk negara-negara yang disebut di bawah ini:

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
      16.Norwegia
    16. Perancis
    17. Polandia
    18. Portugal
      20.Slovakia
    19. Slovenia
    20. Spanyol
      23.Swedia
      24 Yunani
    21. Swiss
    22. Liechtenstein (per 19 Desember 2011)

    Baca juga: Macam-macam Asuransi Perjalanan ke Negara Schengen

    Visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum keberangkatan, dan kalau tidak ada masalah apapun (semua dokumen atau syarat sudah lengkap) maka visa sudah bisa diperoleh dalam waktu 10 hari 3 hari kerja (beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama, berkenaan pengecekan host family/pengundang di Swiss). Saran saya sebaiknya visa diurus jauh – jauh hari, karena kita tidak pernah tahu hambatan apa yang bisa kita hadapi ketika pengurusan berlangsung.

    *Mulai tahun 2012 pengajuan visa ke Swiss harus membuat perjanjian dahulu melalui email [email protected] (info dari Wazzen yang sedang apply Swiss lagi).

    Dokumen yang harus dipersiapkan untuk Pengajuan Visa :
    1. Form Schengen Visa yang telah diisi lengkap (form bisa di download dari website kedutaan Swiss), atau silakan klik disini.

    1. Paspor yang masih berlaku (minimal 3 atau 6 bulan untuk amannya). Jika Anda sudah ganti paspor, maka paspor lama harus disertakan juga. Sertakan fotokopi halaman data pribadi paspor Anda.

    2. 2 (dua) lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran 35*45mm ( 3X4 cm) ditempel diform aplikasi visa. (wajah Anda harus tampak 70-80% nya) bisa dilihat ketentuannya pada website kedutaan, atau silakan klik disini.

    3. Bukti tiket / booking tiket PP (saran saya jangan beli tiket dulu karena kalau visa ditolak maka tiket Anda bisa saja akan hangus, jadi cukup minta print out booking nya dari travel).

    4. Bukti kemampuan secara finansial diri sendiri (kopi rekening bank/buku tabungan / deposito 3 (tiga) bulan terakhir).

    5. Surat keterangan kerja (menerangkan berapa lama Anda telah bekerja, posisi, gaji Anda dan juga berapa hari Anda akan cuti bekerja).
      Contoh surat keterangan kerja (rekomendation-letter) silakan lihat blog teman saya Kei http://travellingwithkeishinta.wordpress.com/2012/05/28/recommendation-letter/

    6. Asuransi Perjalanan, yang berlaku di wilayah Schengen dengan pertanggungan minimal sebesar € 30.000,-. (saya gunakan AXA platinum 15 hari 43USD jangan lupa di fotokopi). Asuransi saya beli di SIRIUS TOUR alamat : Rukan Tanagamas Jl. Tanah Abang III/19 Blok C No.19 F Jakarta Pusat 10160 Telp : 021 – 3447338 ; fax : 021 – 3447330 Email : [email protected]

    7. Jika Anda tidak memiliki keuangan yang memadai untuk membiayai perjalanan Anda, maka bisa saja host person di Swiss menjadi sponsor Anda, untuk ini proses visa bisa beberapa minggu karena butuh pengecekan di Imigrasi/bagian terkait di Swiss.

    8. Membayar biaya pengurusan Visa sebesar Rp.750.000 (cash).

    Dokumen pembuatan visa yang diperlukan dari Pengundang (Host person di Swiss)

    1. Kopi paspor pihak pengundang (dan juga fotokopi izin tinggal, dalam hal ini jika pengundang bukan warganegara Swiss).

    2. Bukti kemampuan secara finansial sponsor (kopi rekening bank/buku tabungan 3 (tiga) bulan terakhir dan/atau slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir).

    3. Saya juga menyertakan surat kontrak kerja Sponsor (ybs WN Jerman).

    4. Surat Undangan dari Sponsor (menerangkan periode Anda akan berada di Swiss, dan pihak sponsor akan menanggung semua kebutuhan Anda).

    *Catatan : Untuk pengajuan visa di kedutaan Swiss pihak kedutaan hanya berikan masa tinggal dua minggu (sampai 15 hari), kalau Anda mau tinggal lebih dari 2 minggu maka Anda harus ajukan 2 bulan sebelumnya karena harus ada proses khusus dengan pihak di Swiss. Untuk Asuransi yang mau tinggal lebih dari dua minggu bisa disertakan menyusul.

    Dua hari sebelum saya datang ke kedutaan, pihak sponsor saya mengirimkan via email untuk dokumen bagian dia (bisa juga kirim via fax). Kemudian saya datang membawa semua dokumen (bagian saya dan sponsor) tersebut diatas ke kedutaan Swiss pada 21 Desember 2010 (Langsung datang saja, tidak perlu telepon atau buat janji). Lokasi kedutaan ada di samping kedutaan Hongaria, deretan kedutaan Belanda, kalau Anda bawa kendaraan (motor) bisa parkir di kedutaan Belanda.

    Alamat kedutaan Switzerland di Jakarta :

    Jl. H.R. Rasuna Said
    Blok X 3/2, Kuningan
    Jakarta-Selatan 12950
    Phone: +62 21 525 60 61,
    Fax: +62 21 520 22 89
    E-mail :

    Informasi Umum: [email protected]

    Email Informasi Visa: [email protected]
    Website: www.eda.admin.ch/jakarta

    Saya tiba di kedutaan sekitar jam 08.40 pagi, tidak ada siapapun disana, dan petugas keamanan katakan loket baru di buka jam 09.00 beberapa saat kemudian datang 2 orang lagi,

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke “dia” kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! 😛 Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan “Kenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusing”.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi “Praise the Lord!” akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana “mau apply visa” dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! 😀

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan “deg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa 😀

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya 🙂 🙂 :).

    Switzerland here I come! 😉

  • Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Saya ingin share pengalaman saya perpanjang paspor dimana saya mengurus sendiri tanpa pihak travel ataupun calo. Paspor selesai dalam waktu 10 hari kerja.

    Dua hari yang amat sangat melelahkan telah saya lewati, semoga bisa jadi gambaran untuk Anda yang juga akan memperpanjang paspor atau membuat paspor baru (prosesnya juga sama).

    Tanggal 28 November 2010 sore hari saya beli amplop/map yang berisi 1 lembar form untuk pengajuan paspor, beli di koperasi imigrasi seharga Rp.7500.

    Adapun berkas fotokopi identitas diri yang harus disertakan dalam map tersebut :

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Akte lahir
    • Kartu Keluarga
    • Ijazah terakhir
    • Surat Nikah (jika sudah menikah)
    • Surat Rekomendasi dari Kantor
    • Paspor RI yang lama bagi pemohon penggantian paspor RI

    Semua berkas fotokopian harus dengan kertas ukuran A4 JANGAN dipotong!

    Untuk berkas asli harus dibawa serta juga, akan diperiksa ketika Anda memasukkan berkas dan diperiksa ulang ketika proses wawancara.

    Pengalaman Perpanjang Paspor di Imigrasi Jakarta Pusat. Contoh Draft Surat Keterangan kantor
    Contoh Draft Surat Keterangan kantor

    Prosedurnya

    Hari pertama 29/12/2010 :

    Saya datang jam 07.45 pagi (kantor buka 08.00) ternyata sudah banyak sekali orang yang datang, dan berkas sudah ditumpuk di pos satpam, harap harap cemas karena petugas bilang map yang akan diproses hanya sampai map ke 75, jadi map ke 76 akan ditolak dan bisa coba diajukan hari berikutnya.

    Hari itu Senin, jadi petugas imigrasi ada upacara bendera dulu, kantor mulai dibuka 08.15 dan map yang ditumpuk tadi mulai dibagikan no. antrian, saya yang datang 07.45 saja dapat no.65 hikss .. ternyata banyak orang-orang yang menumpuk berkasnya sejak jam 5 pagi.

    Saya tunggu sampai jam 9.45 nomer saya tidak kunjung dipanggil, padahal saya harus segera ke kantor karena jam kerja saya 10.30, maka saya telp adik saya minta untuk diwakilkan mengantri. Dan menurut informasi dari adik saya berkas saya baru dipanggil jam 3 sore, sangat lambatttt sekali bukan??
    Setelah nomer antrian dipanggil, berkas diperiksa kalau ada yang kurang akan disuruh bawa berikutnya kemudian nanti diberikan secarik kertas (tanda terima) tertera tanggal kapan Anda bisa datang untuk foto dan wawancara. Saya disuruh kembali tanggal 2 Desember 2010.

    Loket Pengajuan Paspor

    Hari kedua 02/12/2010

    Saya datang lebih pagi (07.35), seperti sebelumnya, sudah bisa menaruh slip/berkas Anda di pos satpam. Ketika kantor dibuka dan no antrian dibagikan saya dapat no.45 yakni 4045.

    Dibedakan nomer antrian yang akan melakukan pembayaran dan yang baru akan masukkan berkas pengajuan paspor, kalau untuk yang baru akan mengajukan paspor akan dibatasi sampai nomer 75

    Saya dipanggil di loket 3, diberikan slip untuk melakukan pembayaran, Pk. 09.00 menunggu kira-kira 30 menit baru nomer saya dipanggil untuk melakukan pembayaran Rp. 270.000.

    Kembali menunggu untuk giliran foto dan wawancara, jam 10.05 baru no. urut 13 sedangkan nomer saya 45 hiksss

    Banyak orang-orang yang hilir mudik, ada yang tadi pagi masih ngantri tiba-tiba sudah dipanggil untuk foto, ternyata si ibu tersebut gunakan calo..??

    Waktu menunjukkan pukul 12:00 jadi karyawan imigrasi istirahat dulu dan kembali bekerja jam 13.00 .. nasibbb harus menanti lebih lama.

    Saya merapikan diri ke toilet, pakai sedikit bedak, poles sana poles sini, wajah sudah lelah menanti ..

    Akhirnya jam 13:50 nomer saya dipanggil, OooO Thanks God!

    Ruang untuk foto dibagi dua, yakni ruangan untuk yang urus paspor sendiri dan satu lagi ruang bagi yang mengurus melalui pihak kedua (travel / calo).

    Di masing-masing ruangan hanya ada dua kamera, jadi bisa Anda bayangkan prosesnya jadi lama sekali, proses wawancara juga ditanggani oleh yang melakukan pemotretan, jadi wawancara dulu lalu fingerprint scanning kemudian dan Anda langsung di foto. Prosesnya tidak sampai 20 menit, malah saya ketika itu sepertinya hanya 10 menit ;-).

    Kalau lima tahun lalu cap jari dengan tinta yang bikin kotor sekarang sudah canggih secara scanning, jadi jari-jari kita tinggal ditempelkan ke alat scanning dan data sidik jari muncul dikomputer.

    Untuk foto Anda tidak boleh menggunakan softlens, waktu itu ada seorang wanita yang sibuk cari aqua untuk melepaskan softlensnya. Padahal tadinya saya mau gaya pakai softlens, untung saja tidak jadi hehehe :D.

    Pertanyaan wawancara yang diajukan ke saya :

    1. Nama
    2. Alamat
    3. Pekerjaan atau alamat kantor, sudah berapa lama bekerja di pt. tersebut
    4. Tujuan buat paspor, mau pergi kemana ..
    5. Apa sudah pernah punya paspor sebelumnya

    Saya sampai bergurau ke bapak yang mewawancarai saya : Pak .. senang deh dengan bapak prosesnya cepat sekali..!” lalu saya disuruh mengulang perkataan saya tersebut ke temannya, dan kami jadi saling tertawa :D.

    Saya diberikan slip untuk pengambilan paspor, lalu saya keluar sambil mengucapkan terima kasih dan senyum-senyum ke bapak yang sudah mewawancarai saya. Saya ke loket pengambilan paspor, slip saya di stempel oleh petugas wanita dan diinformasikan tanggal pengambilan paspor, disuruh datang beberapa hari setelah tanggal tersebut juga boleh karena kantor imigrasi sedang ramai sekali.

    Kalau yang ga mau repot bisa gunakan jasa travel / calo, dengar-dengar tarifnya mulai 400rb an – 800 rb an tergantung nego kalinya ya, bagi yang ga punya waktu atau sibuk daripada ngantri seharian, silakan gunakan jasa pengurusan tersebut :D.

    Oh ya menurut informasi pihak Imigrasi, pengajuan paspor bisa juga di ajukan secara online melalui http://www.imigrasi.go.id pilih layanan publik kemudian pilih layanan online, semua persyaratan diatas di scan hitam putih dan di upload tidak boleh lebih dari 100 kb, setelah itu akan keluar nomor registrasi, 2-3 hari kemudian kita datang ke kantor imigrasi yang telah kita pilih ketika daftar online. Konon prosesnya lebih cepat jadi ketika datang kita tinggal proses foto & wawancara, mungkin 5 thn ke depan saya akan coba apply secara online ;-).


    Alamat Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

    JL. MERPATI BLOK B12 NO. 3 KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT

    Telp : 021-6541209, 6541211
    Fax : 021-6541210, 6541213

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di http://birokrasi.kompasiana.com

     

     

error: Content is protected !!