Dipaksa Terpaksa Harus Bayar. Sesuai judulnya, jadi saya mau cerita kisah yang UUD (*ujung-ujungnya duit). Mungkin bisa jadi pelajaran buat kamu yang menetap di Jerman.
Awal Januari 2013 saya mendaftar kursus bahasa Jerman untuk level B2 di salah satu tempat kursus di kota tempat tinggal saya sebelumnya (Bad Rappneau). Frank yang mengisi formulir dan mengirimkan lembar pendaftaran melalui pos. Beberapa hari kemudian datang surat dari tempat kursus lama saya yang menginformasikan kalau kelas untuk level B2 akan dibuka. Wah senang sekali dong, karena gurunya oke banget mengajarnya, tapi suami terlanjur kirim formulir pendaftaran ke tempat kursus lain :roll:.
Saya bilang suami, saya lebih prefer ke tempat kursus lama saya, karena sudah kenal guru dan beberapa teman yang juga berniat melanjutkan kursus. Suatu hari ada pertemuan di tempat kursus lama, mau bicarakan kelas baru kami. Lah ternyata yang berniat ikut kursus tersebut hanya saya dan satu orang lagi. Padahal untuk buka kelas baru minimal 10 siswa. Jadi guru saya bilang tunggu satu bulan karena dia sudah iklankan di surat kabar, semoga ada yang mau daftar.
Dulu (tahun 2012) sebelum kursus B1 berakhir, banyak yang berkoar-koar mau lanjut ke level lebih tinggi, dari grup lain juga pada berminat. Giliran kelas sudah dibuka, tidak ada yang mau daftar 😮 gara-gara dibilang biaya kursusnya sekitar 1000 Euro untuk 400 atau 500 jam agak lupa saya. Kursus yang di support biayanya oleh pemerintah hanya sampai level B1. Ketika itu siswa hanya membayar 1 Euro/jam untuk 660 Jam pelajaran, dan itupun setelah lulus biayanya dikembalikan 50 %. Jadi untuk level B2 harus membayar sendiri.
Singkat cerita bulan lalu, datang tagihan dari tempat kursus baru, yang suami kirimi formulir pendaftaran saya. Tagihan harus membayar biaya kursus dari Feb sampai Juni 2013 sebesar 67 Euro. Saya ogah bayar dong, wong tidak ikut kursusnya ko disuruh bayar. Oh ya tagihan bertambah karena uang pembayaran tidak bisa ditarik dari rek. bank yang suami berikan. Ya iyalah pas kita ganti bank hehe. Kami acuhkanlah surat tersebut.
Oh my God tanggal 11 Juni datang surat tagihan kedua. Total yang harus dibayar 78 EUR. Saya ngotot ke suami, saya kan tidak ikut kursusnya, trus lupa pula tanda tangan formulir pendaftaran berarti tidak sah dong??, trus yang penting nih, itu tempat kursus tidak kirimi surat pemberitahuan kapan kursus dimulai, jam dan lokasi dimana, lah tiba-tiba pas nagih uang kirim surat. Darah Batak saya mendidih 😡 sodara-sodara.
Surat Tagihan dari tempat Kursus Bahasa. Tidak ikut kursus harus bayar amit-amitt deh
Frank bilang “..ya sudah kita bayar saja, ada 50 Euro pemasukan karena kita tidak sewa tempat parkir mobil lagi“. “..Kalau kita biarkan saja bagaimana?, ya biarin saja mereka terus kirim surat” ujar saya. Nanti tambah banyak tagihannya, itu tempat kursus bisa panggil pengacara nanti kita malah harus bayar pengacara juga kata Frank.
Kemudian Frank cerita dia dulu juga ada kasus seperti ini, dia tidak mau bayar. Pengacara bilang harus bayar, jadi posisi Frank yang lemah, dan suamiku ini malah jadi ngeluarin 500 Euro karena kasus yang dianggap sepele.
Saya menanyakan suami apakah dia punya asuransi untuk pengacara, itu loh seperti guru kursus dan teman saya, mereka punya asuransi tersebut. Jadi kalau ada kasus, pengacara mereka yang maju dan tidak perlu keluar biaya lagi, karena ditanggung pembayaran sewa pengacaranya oleh asuransi. Ternyata suami tidak punya asuransi semacam ini :cry:.
Sodara-sodara sungguh sampai detik ini saya tidak rela sungguh tak rela :neutral:. Saya bilang ke Frank itu uang segitu 78 EUR = Rp.1.140.000 kalau beli kerupuk bisa berkarung-karung. Kami jadi tertawa-tawa saja untuk mengurangi kesal hehe.
Oh ya saya sudah daftar kursus B2, lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kursus baru akan mulai bulan September karena siswanya juga belum penuh bulan ini. Frank bilang kalau tidak berniat ikut harus konfirmasi seminggu sebelum kursus dimulai, dan tempat kursus tidak akan kirim surat pemberitahuan kapan mulainya. Siswa dipaksa aktif untuk mencari informasi misal dengan menelepon. Tempat kursus akan menarik biaya kursus langsung ke no bank yang sudah didaftarkan di lembaran pendaftaran siswa. Jika rek. Bank tidak aktif akan ada biaya tambahan busyettt.
Buat yang menetap di Jerman hati-hatilah kalau misal mau daftar-daftar sesuatu, pastikan kamu benar-benar ingin ikut, kalau sudah daftar ya dicatat kapan mulainya, kalau tidak berniat ikut harus cancel secepatnya.. Kalau di Indonesia sih ya tidak seperti kan?. Kalau tidak datang ya berarti tidak minat!, kalau datang dan ikut kusus baru harus bayar.
Pembaca tercinta, apakah kamu pernah mengalami kasus seperti ini? dan apa yang kamu lakukan?. Mohon sarannya dong, masih ada waktu nih, pembayaran paling lambar 24 Juni, jadi saya bilang suami transfer pas hari terakhir saja :mrgreen:.
Akhirnya kami bayar deh, tranfer 1 hari sebelum tenggat waktu 😆 .
6 Hal yang Membuat saya Frustasi. Inilah yang membuat saya frustasi:
Tanaman yang dipindah malah mati. Tanamannya sudah dipelihara beberapa bulan, ketika dipindahkan ke pot baru dan dikasih tanah baru plus pupuknya, dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian mati.
Stockrose (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks. Tanaman ini sudah disayang-sayang, ada 5 benih yang berhasil tumbuh. Pas winter juga dimasukkin rumah supaya bertahan. Awal Februari saya pindah ke pot baru, karena kelihatannya pot lama, media tanahnya sudah tidak bagus lagi. Pot lama berisi 5 tanaman, jadi saya bagi dua. Ada yang tiga dan dua tanaman. Mati semuanya :(.
Stockrose (Alcea Rosea) Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Hollyhocks. Foto Kiri Masih Segar umur 6 Bulan. Foto Kanan setelah dipindah ke Pot Baru
Aloe vera. Aloe Vera dipisahkan dari anak-anaknya pada 12 Des 2012. Kenapa saya pindahkan, karena induknya kepayahan menopang 13 anaknya, posisinya juga sudah miring. Tragis, dalam waktu singkat, satu pot isi anak-anak aloe vera mati semua. Satu pot lagi induknya mati, untung 2 anak masih bertahan hingga kini, saya pisahkan ke pot kecil dulu. Padahal tanahnya sudah saya berikan yang khusus untuk kaktus dan sukulen. Entahlah mungkin cuacanya belum cocok, padahal saya lakukan pemindahan dalam rumah, jadi kan hangat suhunya. Mungkin benar buku yang saya baca, jenis kaktus kalau winter dalam masa tenang alias tidur. Tidur diganggu-ganggu ya marah kali ya 🙁 .
Nasib Tragis pada Aloe Vera. Hanya Dua Anaknya yang Bertahan
Keduanya jenis sukulen. Yang satu mulai menciut, yang sebelahnya batangnya sudah kering
Keduanya Termasuk Sukulen. Foto Kiri kenapa Mulai Menciut ya. Foto Kanan sepertinya tamat Riwayatnya
Rhododendron ku sakit, layu daun. Padahal awal bulan ini pas beli segar bugar. Diskonan loh cuma 1 Euro, normalnya sekitar 6 Euro an. Dari dulu pengen jenis tanaman ini. Pas beli dalam pot plastik, saya pindahkan ke pot baru, media tanah dari yang lama, saya sertakan juga. Mungkin salah pot ya, dari batu jadi dingin sekali potnya. Daun dan ranting-ranting bagian atas saya coba pangkas dan saya pindah kembali ke pot plastik. Terlihat beberapa daun mulai berdiri (segar) kembali, semoga bisa bertahan.
Rhododendron ku sakit, layu daun. Padahal awal bulan ini pas Beli Segar Bugar. Dipindah Ke pot Baru ya Begini deh
Sempervivum termasuk tanaman sukulen. Foto kiri 19 Des 2012, masih segar sekali ya. Nama “Sempervivum” berasal dari bahasa Latin Semper (“selalu”) dan vivus (“hidup”). Sempervivum disebut “selalu hidup” karena tanaman tahunan ini terus hidup di musim dingin dan sangat tahan terhadap kondisi sulit pertumbuhan. Karena media tanah sudah kering sekali, saya pindahkan ke pot baru dengan tanah baru ternyata.. semoga seperti namanya terus hidup ya semper.
Sempervivum. Known as Liveforever
Imuttnya Kaktusku. Foto kiri: 3 anak kaktus saya pisahkan tahun lalu. Dipisahkan menjelang musim dingin. Ternyata malah kering dan mati. Ehh induknya menghasilkan lagi anak-anak yang lumayan banyak. Saya akan pisahkan di musim panas saja, supaya aman ;).
Imuttnya anak.anak Kaktus
Kaktus Jangkung. Dulu saya kesal dengan kaktus ini „..ko kamu terima sih ada yang ngasih tanaman menyeramkan seperti ini“ ujarku ke suami kala itu. Duri-duri induk kaktusnya sangat menyeramkan. Anak-anaknya juga menjalar kemana-mana, jadi harus dibuat penopang, (penyangganya). Ternyata di musim dingin, induknya mulai sakit, menghitam, dan mulai kering. Sudah kami coba ganti dengan tanah (pasir) baru. Sedih juga kalau mati kaktusnya hiks, semoga anak-anaknya bertahan hingga musim panas siap untuk dipisahkan.Kaktus ini Pemberian Pasien suamiku. Tragis nasibnya
2. Tumbuh tidak seperti yang diharapkan.
Narcissus ataudikenal juga sebagai daffodil. Maunya saya tanamannya tegak, jangan letoy gitu, kesannya berantakan. Foto tengah tanamannya saya coba kerangkeng :D, sebelah kanan coba dibagi tiga bagian dan diikat.
Allium. Sama seperti Narcissus, harus diberikan penyangga supaya Alliumnya tegak.Dua Jenis Allium
3. Benih tanaman tidak tumbuh-tumbuh. Sudah 2 kali coba selang waktu sebulan. Nanam benih tomat, cabe, cabe rawit, paprika dan benih beberapa macam bunga. Percobaan pertama sama sekali tidak ada yang tumbuh. Coba lagi akhirnya ada 3 yang tumbuh, tapi benih bunga sama sekali tidak tumbuh. Dua hari lalu coba tanam lagi lebih banyak bibit bunganya, semoga tumbuh, kalau tidak ya habis deh benih bunga-bungaku :(.
Percobaan kedua nih akhirnya ada tiga yang tumbuh benih tomat dan cabe bulat
4. Umbi tanaman (bunganya) bermasalah. Kalau tanaman atau bunga pertumbuhannya aneh, seperti ujung daunnya mengering atau agak layu. Nah patut dicurigai, coba bongkar, siapa tahu umbinya agak busuk atau berjamur seperti Allium milik saya. Kalau berjamur, bersihkan. Usap saja, singkirkan jamurnya dan tanam kembali, berikan tanah yang baru. Sepertinya saya memberikan terlalu banyak air, jadi umbinya lembab dan berjamur.
Umbi Allium ku Bermasalah
5. Kapan berbunga nyaaa???
Weihnachtskaktus atau Christmas Cactus. Genus Schlumbergera adalah genus kecil kaktus dengan enam spesies yang ditemukan di pegunungan pesisir selatan-timur laut Brasil. Tanaman tumbuh di pohon atau batu di habitat yang umumnya teduh dengan kelembaban yang tinggi. Sebagian besar spesies Schlumbergera memiliki batang yang menyerupai daun-seperti bantalan bergabung satu dengan yang lain dan bunga yang muncul dari areoles di sendi. Sudah diganti tanahnya, tidak sering disiram sesuai pentunjuk perawatannya, namun hingga sekarang tidak muncul bunganya.
My Christmas Cactus or Thanksgiving Cactus where is your flower
Kalanchoe. Tanaman ini termasuk sukulen, jadi tidak boleh terlalu banyak disiram. Saya beli Mei 2012. Cantik ya warna pinknya. Bunganya bertahan lama loh sampai 3 bulan. Nah tanaman ini bisa diperbanyak dari daun-daunnya, tinggal dipotong dan ditancamkan ketanah, kalau mulai muncul cabang-cabangnya bisa juga dipotong dan ditanam. Dari bagian yang dipotong akan tumbuh lagi cabang baru. Dari satu induk yang kecil imut-imut, saya sudah punya 16 anak-anak Kalanchoe. Sayang belum muncul bunganya.
Anggrek Phalaenopsis. Tahun lalu sekitar bulan Oktober 2012 saya mendapat dua tanaman anggrek dari teman saya Ni Luh. Waktu diberikan belum muncul bunganya. Hingga kini milik belum muncul juga bunganya. Sedangkan milik Iluh anggreknya sudah berbunga, milik mama mertua saya anggreknya juga sudah berbunga. Anggrek semua orang sudah berbunga, hanya milik saya yang belum :(. Semoga setelah dipupuk satu bulan belakang ini akan berbunga. Foto kanan, anggrek yang besar sudah ada anaknya, dan sudah saya pisahkan. Eh sepertinya muncul bakal anak lagi. Haduuuhhh beranak terus kapan berbunganya??? :(. Beberapa kali ke supermarket khusus tanaman, naksir lihat anggrek warna biru, cantik sekali!, sayang saya tidak naksir harganya sekitar 30 Euro dirupiahkan Rp.375.000 semoga anggrek milik saya warna biru ngarep.com hehehe.
6. Cuaca yang tidak bersahabat. Yang terakhir nih yang membuat saya frustasi atau kesal, cuaca yang tidak bersahabat. Seminggu kemarin setiap hari sudah hangat suhunya, hingga 19 derajat celcius. Matahari bersinar cerah. Sayapun membeli beberapa jenis tanaman, dan sudah taruh diluar rumah. Ternyata salju turun lagi :(. Daripada tanaman-tanamanku tamat riwayatnya, jadi saya masukin rumah dulu. Semoga saljunya tidak lama ya, kan sudah masuk bulan Maret harusnya sudah musim semi dong!.
Walaupun terkadang saya frustasi akan banyak hal diatas yang saya jabarkan panjang lebar, biasanya tidak lama ko. Dalam beberapa hari kemudian kangen lagi berkebun. Biasanya di waktu jeda tersebut saya akan melakukan aktifitas lain seperti nonton tv berjam-jam, bikin-bikin kue, jalan-jalan ke beberapa supermarket khusus tanaman, membaca majalah-majalah berkebun dan tentunya internetan.
Seorang gardener sejati pasti punya cara untuk tidak berputus atas menghadapi semua masalah yang terjadi pada tanaman-tanamannya, pasti punya cara untuk mencari penyelesaiannya termasuk punya cara untuk menghibur diri sendiri ;).
Nah sahabat blogger apa punya cerita menarik juga mengenai suka duka berkebun? Bagaimana cara kalian mengatasi frustasi atau jenuh dalam bercocok tanam, share di kolom komentar ya ;).
Musim Dingin di Jerman Bagian 3. Tiga hari lagi masuk bulan Maret, berarti masuk musim semi. Namun nampaknya musim dingin belum mau beranjak dari negara ini. Kemarin salju turun kembali. Daripada berkeluh kesah karena rasa dingin, lebih baik menikmati saat-saat terakhir salju sebelum masuk musim semi 😉 . Update 10.01.2023 tulisan ini sudah 10 tahun, gara-gara tulisan ini saya dapat berbagai email menanyakan mengenai peluang kerja Farmasi di Jerman, makanya judulnya saya edit tambah “Konsultasi Peluang Kerja Farmasi di Jerman“. Fyi saya belum kerja di bidang farmasi sampai awal 2023 ini haha duuh susah ah bidang tersebut, namun saya sedang di ambang kebimbangan apakah tahun depan mau ambil ausbildung PTA (Farmasi) atau sekolah tukang kebun gärtner sesuai hobi yang saya sukai dan saya sudah kerja di bidang berkebun dari tahun 2019, kerja sebagai hobi saja.
Kemarin saya ada janji bertemu seorang ibu, namanya ibu Maryam di Mannheim. Saya ingin konsultasi mengenai bagaimana ijasah universitas saya dari Indonesia bisa diakui di Jerman.
Untuk dapat tanggal bertemu harus menunggu satu bulan, mungkin banyak yang mau melakukan hal yang sama seperti saya. Saya pergi bersama suami, suamiku khusus cuti untuk hal ini.
Hampir Musim Semi, Salju Masih Deras
Harus Bersihkan Mobil dulu ya
Saya menunggu Dalam Mobil Supaya Hangat
Hampir Selesai Bersih-bersih Saljunya
Kami tinggal di wilayah Baden-Würrtemberg, dan ada dua lokasi dimana kita bisa konsultasi mengenai pengakuan ijasah (Anerkennung). Satu lokasi di Mannheim dan satu lagi di Stuttgart. Saya tinggal di Sinsheim, maka Mannheim menjadi pilihan kami karena lebih dekat, hanya 30 menit naik mobil.
Salju mulai mencair, membuat jalanan menjadi licin, suami harus menyetir dengan hati-hati. Oh ya jalan tol di Jerman gratis loh. Jalan tol di Jerman ada yang 4 jalur. Paling kiri buat yang mau ngebuttt, paling kanan buat yang kendaraannya bermasalah, mogok misalnya. Di Jerman truk-truk bisa menggunakan jalur seperti mobil pada umumnya, kecuali jalur paling kiri. Batas truk boleh melaju adalah 80 km/jam. Khusus hari minggu truk tidak boleh masuk jalan tol. Kadang kami agak kesal kalau didepan kami pas ada truk besar, berarti kami harus mendahuluinya atau mengikuti kecepatan seperti truk.
Masuk Jalan Tol
Nyetir Harus Hati-hati, Salju Mulai Mencair
Pemandangan Menuju Mannheim
Telecommunication tower. Pemandangan di Mannheim
Di Jerman kalau ada janji HARUS tepat waktu!. Tidak boleh datang terlalu awal, tidak boleh juga telat. Berbekal informasi dari GPS, jarak ke Mannheim bisa ditempuh dalam waktu setengah jam, maka kami agak nyantai ketika pergi, padahal ketika di jalan ada saja hambatan, agak tersendat, harus mengurangi batas kecepatan karena jalanan yang licin, karena truk yang melaju di depan kami, kami salah putar masuk ke klinik, kena lampu merah dsb. Ibu yang mau ditemui, telpnya tidak diangkat. Mobil sudah diparkir, maka kami berjalan sedikit ke gedungnya. Salju menerpa wajah saya, membuat pandangan sedikit terhambat. Napas tersengal-senggal, sayapun jalan diseret-seret suami supaya bisa cepat :P.
Si ibu memberikan dua lembar formulir yang harus saya isi. Kemudian beliau menanyakan banyak hal, mulai biodata, latar belakang pendidikan saya dsb. Ibu Maryam memasukkan biodata saya langsung ke komputer dia.
Setiap 10 menit telp si ibu berbunyi, agak menggangu proses wawancara sih, namun bagaimana juga, mungkin ibu ini bekerja sendiri, jadi dia harus menjawab telp dari orang-orang yang mempunyai kepentingan dengannya.
Pas selesai wawancara, suamiku memujiku “bisa juga kau jawab semua pertanyaan dan berkomunikasi dengan si ibu tadi“. “Aku kan sudah lulus B1 gitu lohhh” sahutku 😀 .
Si ibu yang wawancara bilang saya harus ambil kursus bahasa Jerman hingga C2 (tingkat paling tinggi). Baru bisa menentukan lebih lanjut, mau kuliah lagi atau bekerja.
Fyi, di Jerman bekerja harus sesuai bidang kamu kuliah. Kalau backgorund Farmasi seperti saya ya harus cari kerja bidang Farmasi. Kalau mau pindah haluan bidang pekerjaan, berarti harus kuliah lagi dari awal. Saya memang sudah mendapat gelar sarjana Farmasi dari Indonesia, namun saya belum ambil apoteker. Sarjana Farmasi yang berminat menjadi apoteker ya harus kuliah lagi 1-2 tahun. Karena saya merasa otak saya tidak mampu mencapai gelar apoteker, maka saya tidak ambil profesi tersebut. Sumpah Farmasi susahh!! Salah jurusan deh, masuk bisa, keluar (lulus) nya setengah mati.
Di Indonesia, tanpa gelar apoteker kita tetap bisa bekerja toh. Gelar Apoteker diperlukan kalau kita mau jadi penanggung jawab apotek misalnya. Nah ternyata di Jerman, Farmasi = Apoteker. Jadi kalau kamu tidak punya gelar apoteker ya bukan Farmasi!.
Pengalaman saya juga hanya seminggu bekerja di apotek. Pas wawancara ditanya kenapa pindah ? karena saya menemukan bidang lain yang saya sukai dan gajinyapun sama. Hari sabtu dan minggu libur. Sedangkan kerja di apotek, sabtu dan minggu masuk, kadang kerja shift hingga tengah malam.
Jadi pengalaman saya sebagai Farmasi masih “nol”. Pas si ibu keluar saya bilang ke suami, “duuhh kalau harus kuliah lagi untuk ambil apoteker, berapa tahun ?, ga sanggup ahh, di Indonesia aja empot-empotan, apalagi disini dengan bahasa Jerman“.
Saya bilang ke ibu Maryam, saya ingin bekerja di pabrik Farmasi dulu deh, lah si ibu malah heran, dan bilang ko dengan ijasah setinggi saya malah mau kerja di pabrik. “Tidak banyak bicara dong, bagaimana mau latihan bahasa Jermannya kalau hanya kerja dengan mesin“. “Saya nyengir, emang itu mau saya, awal saja ko buuu“.
Saya malah diceramahin, harus sabar, tekun belajar dulu hingga kursus C2, bisa juga sekalian tanya-tanya ke Fakultas Farmasi di Heidelberg untuk ambil apotekernya. Kalau ijasah sudah diakui dan dapat kerja, tinggal terima dollar berlimpah hahahah kami bertiga ketawa diruangan tersebut.
Ibu Maryam menjelaskan panduan untuk proses pengakuan ijasah (Anerkennung), suamiku mencatat website untuk proses pendaftarannya dan nantinya kami bisa print out formulirnnya lalu kirim fotokopi ijasahku melalui pos.
Oh ya karena saya belum ambil apoteker, suamiku menanyakan kemungkinan saya bisa bekerja sebagai asisten apoteker, disini istilahnya Pharmazeutisch-technische/r Assistent/in.
Selesai sudah proses wawancaranya. Saya akan mengerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu, yang bisa ya kerjakan, yakni melanjutkan kursus ke tingkat B2. Selanjutnya lihat saja nanti 😉 .
Foto-foto di Mannheim
Berselimut Salju, Salah Satu Taman di Mannheim
Indahnya Pemandangan ini
Ada Sungai Didepan Taman
Salah Satu Hotel di Mannheim
Di Mannheim Banyak Sekali Bangunan Kuno
Pemandangan di Pusat Kota Mannheim
Pohon-pohon Masih Botak
Mari Pulang
Mannheim adalah kota terbesar ke-2 di Baden-Württemberg, Jerman dengan penduduk sebesar 311.342 jiwa.
Mannheim agak berbeda dibandingkan kota-kota lain di Jerman karena daerah tengahnya berpola kisi-kisi (disebut Quadrate, persegi), mirip dengan kota-kota di Amerika Utara. Karena itulah, nama julukannya adalah Quadratestadt (bahasa Indonesia: kota persegi). Jalur utama yang melewati persegi itu akan membawa ke sejumlah istana peninggalan abad ke-18. Bekas kedudukan Elektorat Pfalz sekarang menjadi Universitas Mannheim.
Lambang Mannheim adalah der Wasserturm (menara air), terletak di timur pusat kota. Sumber wikipedia
Video Salju Menjelang Musim Semi di Jerman 25 & 26 Feb.
Foto-foto hari ini 26 Februari 2013
Pemandangan Perkebunan Masih Banyak di Tutupi Salju. 26.02.203
Hati-hati Gerombolan Rusa Kadang Menyebrang Jalan
Semoga Hamparan Hijau akan Terlihat Kembali di Bulan Maret
Curhat Ngeblog. Akhirnya (hampir) selesai membuat satu halaman khusus yang berisikan alamat blog-blog para sahabat bloggerku. Halamannya saya buat dibawah “Buku Tamu ” atau silakan di klik disini.
Kenapa saya bilang “hampir selesai”? karena yang saya lakukan adalah mencari satu per satu alamat-alamat blog para sahabat dari dasboard “komentar”, dan itu memakan waktu. Hingga saat ini ada 198 halaman komentar, perhalaman ada 20 komentar. Seandainya satu halaman memuat 50 komentar pasti bisa lebih cepat. Kalau mau masukkin semua follower blog yang daftar melalui WP ada 483. Jadi sementara yang masuk list adalah yang sudah pernah komentar di tulisan saya ;-).
Saya juga mengurutkan jumlah komentar yang masuk dari setiap nama, mulai dari pemberi 1 komentar hingga yang sudah diatas 50 komentar. Jadi saya bisa tahu, hingga saat ini siapa ya yang paling sering hadir di tulisan saya :D. Saya berikan istilah „TOP Komentator“ dan mereka adalah:
Nisa di Bulgaria http://putriwarok.wordpress.com 21 komentar. Sejak pertama kali tidak pernah menuliskan alamat blognya di kolom komentar padahala kita saling follow. Maaf ya Nis kali ini saya bocorin alamatmu siapa tahu teman-teman saya mau kenalan juga toh :). Nisa suka masak, di blognya banyak sekali resep-resep masakan.
Kalau kalian lihat ada catatan-catan yang saya buat setelah nama-nama kalian, itu bukan apa-apa ko, hanya sebagai penanda, pengingat saja buat saya. Terkadang nama blog berbeda dengan nama pemiliknya, dan saya ingin menyapa kalian dengan nama kalian tentunya, makanya ada yang saya tulis nama kalian.
Kalau saya blog walking, yang pertama saya cari adalah halaman “about me” sayangnya masih banyak sekali halaman tersebut yang tidak diisi. Jadi saya carilah nama pemiliknya melalui komentar-komentar di blog mereka, mungkin nama pemiliknya akan saya temui, jadi saya juga enak mau kenalan karena saya tahu nama yang punya rumah :).
Pernah beberapa kali saya di sapa sebagai „mbak Pur“, saya sampai terdiam beberapa saat, ko mbak Pur padahal nama saya Nella. Akhirnya saya melirik ke alamat blognya saya dan tertawa, ya alamat blog saya http://pursuingmydream.wordpress.com dan si pemberi komentar malas mencari nama saya sebenarnya, maka di panggil lah saya mbak Pur kependekan atau panggilan dari pursuingmydream, padahal ada loh halaman „about Me“ saya buat about Nella.
Catatan page rank, itu semacam pemacu buat saya, supaya saya lebih sering memperhatikan, bagaimana teman saya tersebut bisa mencapai rangking sedemikian. Kalau yang PR 1 banyak juga ko, tapi saya tidak cantumkan karena posisi kita sama hehehe.
Dengan membuat halaman sahabat blogger ini memudahkan saya untuk mengunjungi siapapun yang tiba-tiba namanya terlintas di pikiran saya. Atau kadang saya merasa sudah lama tidak bertegur sapa dengan salah satu blogger, namun saya kesulitas mencari alamat blognya, nah dengan ini nantinya jadi lebih mudah.
Bagi pengguna wordpress, apakah ada yang memperhatikan, sejak Januari ini “site stats” ada perubahan. Dulu hanya ada page view, artinya kita tahu berapa halaman yang dibaca hari itu. Nah yang terbaru sekarang kita bisa tahu berapa pengunjung blog dan berapa page viewnya.
Site Stats Januari 2013
No. 1. Page View tertinggi saya adalah pada 9 Januari 2013 yakni 1400 an. Pengunjung 500. Rata-rata pembaca tinggal di blog saya hari itu 2,88 menit, artinya setelah 2 menit banyak yang lari hehehe, itu masih rekor terbaik, hari lainnya views per visitor sekitar 1,60-1,90 menit.
No.2 Masih tanggal 9 Januari tiba-tiba ada 135 penyumbang trafik dari FB, terima kasih buat yang sudah menghubungkan ke FB kalian. Penyumbang trafik lainnya http://bebenyabubu.com hari itu ada 69 pendatang dari blognya Bebe karena tanggal 8 nya Bebe posting cerita kartupos kirimanku sampai. Kartupos untuk keluarga dan beberapa teman blogger yang saya kirim ke Indonesia belum ada kabar hingga saat ini, padahal sudah lebih 2 minggu, apa karena efek banjir ya? :(.
No.3 Site stat per hari ini 25 Januari. Saya mulia nge-blog 16 Mei 2009 hingga saat ini page viewnya tercapai 178.000 an. Terima kasih buat semua yang rajin berkunjung.
Saya tuh suka banget gonta ganti tema atau latar belakang blog. Tiap kali ada tema baru pasti iseng coba-coba. Bosan lihat latar belakang pasti saya ganti hehehe. Sebelumnya saya pasang latar belakang bunga sakura (warna pink) tapi menurut Dennyranting bunganya yang warna hitam menggangu tulisan. Nah saya ganti nih latar belakang tema love love kan mau masuk bulan Februari bulannya kasih sayang. Menurut kalian nyaman kah ketika membaca tulisan?
Jangan lupa kalau mau kenalan dengan para blogger lainnya klik sahabat blogger.
Sahabat blogger bolehkan saya meminta sesuatu, beritahu saya domisili kalian dimana, misal (Kemayoran, Jakarta pusat). Lalu tagline blog kalian apa ya?, paling sering kalian membahas tema apa? Saya ingin kasih catatan khusus setelah nama kalian. Hal ini berguna sekali kalau ada yang mau kenalan dengan kalian mungkin ada punya visi misi yang sama dalam menulis.
Selamat menjelang akhir pekan! Semoga semua sahabat blogger berbahagia 😉 .
Puji Tuhan sudah di penghujung tahun 2012, banyak moment yang bagus di banding yang buruk yang terjadi tahun ini. Baik dan buruk semuanya harus disyukuri. Kali ini, saya hanya akan cerita beberapa hal yang terjadi khusus di bulan Desember saja, kalau cerita dari Januari sampai Desember terlalu panjang, jadi intinya supaya cepat ;-).
1. Saya punya keponakan lagi, horeee selamat datang Galenka Maela Halona. Galen lahir 5 Desember 2012. Adikku Wana berjuang 9 jam untuk melahirkannya (secara normal). Jadi ceritanya si bayi nyangkut dan posisi mukanya menghambat proses kelahirannya, jadi diputar bidan. Nah saat itu kan belum langsung dikasih nama, jadi karena kejadian tersebut adikku bilang sementara nama bayinya “nyangkut diputer boru Sitanggang”. Orang Batak emang kadang kasih nama yang aneh-aneh deh buat anak he-he-he (ya mungkin jaman sekarang sih nama sudah pada bagus ya).
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Selamat Atas Kelahiran Galenka Maela Halona Sitanggang.
Adikku Wana kini mempunyai 2 anak perempuan. Yang pertama namanya Kiarra, dulu ketika melahirkan Kiarra lancar hanya setengah jam. Mau lihat Kiarra klik disini dan klik disini. Hmm, jadi kangen Kiarra, kalau bertemu apakah Kiarra masih ingat saya ya? :D.
Nella sudah punya anak belum??? .. nah untungnya saya tidak tinggal di Indonesia, jadi tidak sering mendengar pertanyaan seperti itu deh, paling sekali dua kali saja ada yang tanya . Oh ya kelahiran Galen, bertepatan juga dengan ulang tahun Opa dari suamiku tercinta. Opa dan oma suami saya sudah melewati tahun emas pernikahan.
2. Thanks God kursusku (B1) sudah selesai dan lulus! ;-). Kursus Integrasi ini berlangsung dari 9 Januari 2012 hingga November lalu. Harus ikuti 660 jam (40 jam belajar politik). Belajarnya tiap senin hingga kamis selama 3 jam tiap harinya. Ujian tulis bisalah hampir tiap hari selama sebulan penuh dikelas selalu digembleng ibu guru membahas soal-soal ujian termasuk latihan untuk oral testnya.
Saat ujian agak kuatir dengan oral testnya, karena kalau ujian tulis lulus dan oral gagal, maka akan dinyatakan gagal semuanya dan harus mengulang kursus sekitar 300 jam.
Senang banget karena nilai di sertifikatnya lumayanlah, jadi tidak malu nanti nunjukkinnya kalau mau cari kerja. Hearing & reading total nilaiku 43 dari 45. Writing nilainya 15 dari 20. Sepertinya sih karena surat yang saya buat isinya singkat dan padat. Waktunya hanya 30 menit kalau mikir terlalu lama dan panjang-panjangin kuatir malah bikin salah, bisa repot! :D. Speaking nilainya 87 dari 100. Minimal untuk bisa lulus speaking nilainya harus 75.
Sertifikat Nilai Kursus Integrasi di Jerman. B1 Punktezertifikat
10 Desember lalu saya ambil sertifikatnya ke tempat kursus. Ujiannya 16 November lalu, kalau ujian politik satu minggu sebelumnya (sertifikat belum sampai rumah). Karena lulus nih, uang kursus akan kembali separuhnya sekitar 2-3 bulan setelah ujian, sedangkan kalau tidak lulus maka uang tersebut akan digunakan untuk mengulang.
Lumayanlah uangnya untuk tambahan lanjut kursus lagi ke level lebih tinggi. Rencananya Januari 2013 mau ambil level B2, tapi kursusnya tidak disupport pemerintah lagi, jadi biaya harus tanggung sendiri. *Kursus Integrasi (kursus bahasa Jerman untuk orang asing yang menetap di Jerman, hukumnya wajib & biaya di support pemerintah Jerman).
B1 Sertifikat. Deutschtest für Zuwanderer
Oh ya my dream job saya kan mau menjadi Floristin karena suka bunga-bunga dan tanaman. Setelah pikir ulang lagi dan lagi, setelah mendengar penjelasan guru les saya, dan nasehat suami tercinta, akhirnya saya akan mencoba mencari peluang untuk bekerja di bidang Farmasi (sesuai background pendidikan dari Indonesia). Ko berubah Nel? Karena penghasilan bekerja dibidang Farmasi berkali lipat seorang Floristin. Dasar *cewe matre, cewe matre hahahaha.
Kalau ingat perjuangan ketika jaman kuliah yang pontang panting belajar, harus tambah satu semester pula. Jurusan Farmasi susah!!, sayangnya saya sudah terlanjur masuk mana bisa keluar lagi dan putar haluan toh :P.
Masah iya ijasah Farmasi dari Universita Indonesia hanya menjadi penghias album saja, makanya saya berpikir ulang untuk hal ini. Saya sudah dapat tanggal untuk legalisir ijasah, yakni di bulan Februari 2013 nanti. Syarat untuk bekerja di bidang Farmasi di Jerman harus mempunyai sertifikat bahasa Jerman hingga level C2 (level paling tinggi) hiks pasti susah!.
3. Sama seperti tahun lalu, tahun ini juga belum punya pohon Natal. Di Jerman hampir sebagian besar orang-orang pasang pohon cemara asli sebagai pohon Natal. Saya belum niat pasang, karena habis repot pindahan rumah, trus kalau pasang pohon Natal malas bongkar dan beresinnya. Nah rencananya tahun depan mau beli ah ;-).
Dekorasi Natal di Tangga
Jadi dekorasi di rumah seadanya saja. Ada beberapa hiasan Natal yang saya beli, ga banyak ko karena rata-rata harganya mahal, sayang duitnya, lebih baik belinya setelah lewat Natal karena diskon besar-besaran, lalu simpan buat Natalan tahun depan.
Christmas Ornaments in Living Room and Guest RoomChristmas Ornaments in my Bathroom
Awalnya semangat mau bikin sendiri hiasan-hiasan Natal, sehari dua hari semangat 45, lama-lama ko bosan, alhasil meja ruang tamu seperti kapal pecah, penuh barang-barang buat handcraft.
Akhirnya Meja di Ruang Tamu Rapih juga
Dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam dan yang ada dirumah, saya buat Weihnachtskranz (wreath). Barang-barang yang di perlukan : piring besar, daun-daun kering ambil dari jalananan atau taman, biji-bijian dari pohon besar, lilin (dikasih), pinecone, saya tidak keluar uang sama sekali buat dekor ini ;-).
Steps Do it Your Self Wreath (Weihnachtskranz)
Jadinya seperti dibawah ini ..
Jadi deh Wreath ala Nella, tidak Perlu Mahal, Cukup Manfaatkan yang adaChristmas Ornaments. Foto kiri kreasi sendiri, Pajang di dekat Tangga Masuk
Saya punya Christmas Sock ukuran besar, tahun lalu dikasih ayah mertua saya. Nah tahun ini saya gantung di pintu kulkas dapur, lalu saya bilang suami saya “masukkin hadiah-hadiah dong, apaan kek, permen, biskuit, kripik, duit dll sampai penuh ya!,” lalu suami saya bilang “tapi jangan dilihat-lihat isinya ya” “iyaaaa” sahutku, “sampai hari Natal baru saya bongkar”. Eh padahal bercanda loh, ternyata makin hari makin penuh kaos kakinya ;-).
My Christmas Sock. Weihnachtssocken
Trus suatu hari kami ke supermarket, ko suamiku beli coklat mahal dari seorang perancang busana yang nyentrik, pakai ngumpet-ngumpet lagi masukkin coklatnya ke trolley, sampai rumah cepat-cepat dia sembunyikan tuh coklat, tapi saya dengar krincing-krincing lonceng Christmas Sock dari dapur, *saya pura-pura ga tau ah :D.
4. Perayaan Natal bersama keluarga suami. Malam Natal suami tercinta dan saya menginap dirumah mertua, jadi saya bisa bantuin masak mama mertua pas hari Natal, bantu dekorasi meja makan, dan bantuin setrika taplak meja, selebihnya saya nonton tv :D.
Jadi pas tanggal 25 datang opa dan oma, dan pamannya suami. Tidak ramai ko, kami hanya ber Sembilan, hanya keluarga inti saja. Mama mertuaku rajin banget deh, dibantu adik iparku rumahnya sudah dihias nuasan Natal sejak awal Desember.
Pas masak bersama, mama mertuaku bilang “.. ga dipotret tuh meja makan, dan dekorasi Natalnya, nanti kirim ke keluarga Nella di Jakarta”, Saya ambillah kamera saya potret meja makan.
Dekorasi Meja Makan Suasana Natal
Oh ya Mama mertua saya kasih hadiah buat anggota keluarga yang hadir, dibungkus rapih dan diikat bersama coklat sinterklas dan ditaruh di meja makan, hadiahnya berbeda-beda untuk setiap yang hadir.
Asyikk Yang Hadir Dapat Hadiah. Dekorasi Meja Makan Suasana NatalMama Mertua Sedang Masak Spesial Menu Natal
Ternyata yang intinya yakni keluarga yang hadir, dan pas acara makan ko lupa saya potret, pas selesai makan baru ingat!. Ya sudahlah masah piring-piring kotor mau dipotret :D.
Mama mertua masak masakan Jerman tentunya 😀 yang pertama Sauerbratendan kedua Rouladen keduanya terbuat dari daging, pokoknya mantap deh, kuahnya aja enakk banget! Oh ya makan dagingnya dengan mie khas Jerman, namanya spätzle.
Masakan Jerman, Daging dan Mie nama menunya Sauerbraten mit Spätzle . Foto kochbar.deRouladen Traditional German Christmas Menu. Foto huettenhilfe.de
5. Hadiah Natal. Pertama yang dikasih mama mertuaku, lalu cemilan-cemilan dalam kaos kaki Natal. Ternyata suami tercinta beli hadiah khusus loh, saya dikasih tas keluaran Harald Glööckler Kalau di TV ada liputan tentang Glööckler biasanya saya nonton, saya tidak ngefans dengan orangnya, hanya suka barang-barang yang dia hasilkan, saya suka dengan banyaknya blink-blink pada tas buatan Glööckler.
Foto kiri Bingkisan Natal dari Mama mertuaku untuk suami dan saya. Foto kanan Jangan ganggu lagi buka hadiah nihInilah isi Kantong Kaos kaki NatalkuHarald Glööckler Pralinen. So Delicious!
Suatu hari suami dan saya lihat online shop yang menjual tas-tasnya Glööckler, tapi saya tolak bilang ga usah beli sayang duitnya, ternyata suamiku beli diam-diam dan dikirim ke rumah mertua, jadi saya tidak mengetahuinya. Suamiku bilang uangnya dikumpulin dari tips yang dikasih pasien-pasien yang dia kunjungi, so sweet! :D.
Harald Glööckler Handbag
Ketika suamiku dinas pagi, dia bangun pagi buta untuk bungkus hadiahnya dirumah kami, lalu hadiahnya di sembunyikan digudang. Gudang kami kecil, saya aja kalau masuk harus nunduk, apalagi suamiku yang tinggi besar, kepalanya benjol, saya tanyalah „ko jidatmu merah gitu“ eh dia bilang habis ketemu sinterklas. Lalu pas saya ke gudang mencari sesuatu untuk berkebun, saya lihat kado bungkusan besar „buat saya bukan ya? Ahh pura-pura ga lihat, siapa tahu hadiah buat mertua kan“ :D.
Asyikk Semua Hadiahnya Buat Saya. Frohe Weihnachten my Love
Hadiah Natal terakhir dari sahabat saya Ni Luh, makasih yaaa :). Lenteranya cocok untuk menghias tamanku dan tahun depan kalau sudah hangat bisa bikin taman di balkon trus pasang deh lilinnya dalam lenteranya untuk menerangi balkon.
Hadiah dari Sahabatku Ni Luh
Malam tahun baru suami tercinta dan saya, kami akan jalan-jalan ke Black Forest dalam bahasa Jerman Schwarzwald di Freiburg.
Begitulah cerita Desember saya, kalau sahabat blogger apakah punya cerita menarik juga? Tahun baru akan kalian habiskan waktu kemana? Oh ya maaf 10 hari terakhir ini saya belum sempat blog walking ke blog kalian.
Kalian mau kartupos yang saya akan kirimkan dari Schwarzwald? Kasih komentar ditulisan saya ini, tapi jangan cuma satu kata pertamax!.Kasih komentar yang bagus ya. Saya akan pilih 5 komentar pertama yang terbaik. Kalau misal kalian ulang tahun di bulan Januari ini jadi saya bisa kasih ucapan selamat juga.
Setelah tulis komentar kasih alamat dan nama lengkap kalian ke kontak Nella atau klik disini (tulis di kolom-kolomnya, tidak akan muncul di umum). Kartupos akan saya kirimkan ke Indonesia dan buat yang berdomisili di luar Indonesia juga. Ditunggu hingga 31 Desember 2012 jam 16.00 WIB.
Baru bangun tidur segar nih, jadi baik hati deh, jadi saya tambahin kuota kartuposnya. Total 7 kartupos akan saya kirim. Buat Ikakoentjoro ; Niprita ; dan Nyonyasepatu ditunggu alamat kalian yaa :).
Sesuai judulnya, jadi saya mau cerita apa saja yang terjadi di bulan Oktober ini.
1. 3-16 Oktober kedua sahabatku (Gini & Maria) dari Jakarta, mengunjungiku. Kurang lengkap sih, ada satu lagi sahabatku. Pengennya mereka datang bersamaan, bertiga, sayangnya Gini & Maria tidak sabar mengunjungiku :D.
Oh ya mereka tiba tanggal 3 Oktober. Tanggal tersebut adalah hari nasionalnya Jerman, dikenal sebagai hari penyatuan Jerman. Detailnya klik disini. Berhubung hari libur, jadi semua toko dan pusat perbelanjaan tutup. Hari itu kami hanya jalan-jalan di kota tua Bad Wimpfen, karena lokasinya juga dekat dengan rumah saya.
Jalan-jalan di Kota Tua Bad Wimpfen
Kamis paginya 4 Oktober, kami menuju München, naik kereta. Di München hanya satu malam. Detail ceritanya klik disini.
11-13 Oktobernya kami jalan-jalan ke Paris, akhirnya kesampean juga lihat menara Eiffel, namun ternyata saya merasa lebih terkesan dengan indahnya museum Louvre :). Detail ceritanya klik disini.
Hari-hari lainnya kedua sahabat saya berpetualang berdua di Eropa karena saya harus pergi kursus dari Senin hingga kamis.
Ketika keduanya kembali ke Jerman, kami menghabiskan waktu bersama. Belanja ke supermarket, lalu ke toko sebelah keduanya belanja baju. Sampai di rumah saya bikin cemilan Schinken-Schnecken. Resepnya klik disini lalu kami main congklak (khusus minta Maria bawa dari Jakarta), eh biji congklaknya kurang dua :(, pakai batu deh supaya pas!. Kemudian kami melihat-lihat foto-foto lama di media sosial yang kami ikuti, tertawa-tawa lepas melihat foto-foto kami. Ada hari dimana Gini panen tomat di kebun saya.
Kebersamaan Kami. Satu hari sebelum sahabatku Kembali ke Jakarta
Dan hari terakhir, masih sempat saja kedua sahabat saya ingin belanja. Oh salah satu sahabat saya di Jerman, Ni luh namanya, katanya dia bosan dirumah, jadi saya ajak sekalian menemani Maria dan Gini belanja. Kata pak supir bangku belakang kan bisa tiga penumpang, pas deh :).
Kalau jalan-jalan, beres-beres koper mendingan hari terakhir, cape bongkar lagi, bongkar lagi :D. Akhirnya semua bisa masuk ke dalam koper. Hasil jalan-jalan, Gini beli tujuh tas ber-merek, Maria beli tiga atau empat ya (lupa), dari Belanda mereka beli keramik-keramik, beli baju-baju, di Jerman beli 3 atau 4 botol (plastik) bir, sari buah. Busyetttt …
Hiks hiks Sedih Sahabatku Kembali ke Jakarta
Kita coba dong angkat koper, masih keangkat ko, belum 25 kg deh nih!. Frank suruh kami coba angkat botol air minum 24 liter, kami bilang wah berat sekali!. Koper Gini & Maria tidak seberat itu ko. Ternyata ..
Tiba di counter check in bandara Frankfurt, total kelebihan bagasi Maria dan Gini adalah 24 kg. Terbang dengan Lufthansa (ekonomi) hanya boleh membawa 23 kg bagasi, tidak boleh lebih 1 kg pun!. Kalau penerbangan timur tengah kan masih agak longgar aturannya. Bagasi perorang 25 kg dan lebih 2-3 kg tidak masalah.
Setelah tiga kali mengeluarkan isi koper dan tiga kali balik timbang ke counter check in, akhirnya berhasil deh, kedua koper masing-masing 23 kg, dan lainnya dimasukkan jadi tentengan ke kabin. Perorang bawa 3 sampai 4 tentengan yang berat, untungnya lolos bisa bawa sampai ke dalam pesawat dan tidak dipermasalahkan petugas, untung kedua cuma transit 1 jam di Singapur, jadi Maria dan Gini tidak repot-repot amat dengan tentengan kanan kiri, dan yang dipunggung.
Mereka pilih Lufthansa, dengan pertimbangan tiket sedikit lebih murah. Besok-besok lebih baik bayar sedikit lebih mahal, asal bagasi bisa bawa banyak (khusus yang hobby belanja) ;-).
2. Waktu musim dingin dimulai pada 28 Oktober jam 3 pagi. Jam dimundurkan 1 jam. Jadi sekarang perbedaan waktu antara Indonesia bagian barat dan Jerman adalah 6 jam. Pergantian waktu ini selalu dilakukan pada akhir bulan Oktober (pergantian waktu ke waktu musim dingin) dan pada akhir Maret (pergantian waktu ke waktu musim panas).
Selain di Islandia, negara-negara di Eropa menerapkan sistem pergantian waktu ini. Dan selain di Eropa. pergantian waktu juga diterapkan di sebagian besar negara bagian di Kanada dan Amerika Serikat serta di beberapa negara di Asia dan Afrika.
Penerapan dua waktu musim ini pertama kalinya digagas oleh Benjamin Franklin, yang idenya adalah agar waktu untuk menikmati sinar matahari lebih panjang pada saat musim panas. Kala itu gagasan Franklin adalah penggunaan waktu musim panas. (dikutip dari DWIndonesia).
Suamiku, Frank sudah bilang pas hari minggunya, supaya jam dinding dan jam tangan disesuaikan waktunya. Kalau jam digital dan komputer sih secara otomatis berubah sendiri. Buat pendatang di Eropa yang tidak mengetahui aturan ini, cukup merepotkan. Yang enaknya tidur bisa satu jam lebih lama euy! ;-).
3. Kebunku resmi ditutup!. Tahun ini salju datang lebih awal (walaupun belum tebal). Kalau tahun lalu, bulan Nov saya masih bisa asyik berkebun, ya walau berdingin-ria :D. Salju pertama turun pada sabtu 27 Oktober. Untungnya kebunku masih baik-baik saja. Saya juga sudah sempat memindahkan rak bunga berikut beberapa tanaman kedalam rumah.
Video salju pertama 2012
Sabtu dan minggu setelah berpakaian lengkap untuk melawan ganasnya udara dingin. Tanaman cabai yang berada di tanah langsung, saya pindahkan ke pot supaya bisa taruh didalam rumah (tidak semua saya taruh di pot). Tanaman tomat, saya bungkus beberapa bagian buahnya yang masih tampak bagus, yang menurut saya masih bisa diselamatkan.
Perlengkapan Tempur Sudah Lengkap, Siap Melawan Cuaca Dingin
Baju lengan panjang dobel, pakai sarung tangan, lalu dilapis sarung tangan plastik, kaos kaki dan sandal tertutup. Tetap saja tangan rasanya tebal sangking dinginnya, padahal masih minus 1,2 loh!. Bagaimana rasannya di Siberia (Rusia) yang sampai minus 30 derajatnya ya? bbbrrrrr…
Karena suhu minus pada malam 28 Oktober telah merusak seluruh taman saya maka senin sore (29 Okt) saya membongkar seluruh taman.
Tamanku 29 Okt. 2012 Jam 4.55 Sore. Taman Siap di Bongkar dan Bersihkan
Berikut ini keadaan tanaman dan kebun saya : • Bunga Dahlia Jenis Kaktus Park Princess, saya sangat suka tanaman ini, karena bunganya besar dan bentuknya seperti kembang api. Dibawah ini foto terakhir, sebelum salju merusaknya.
Bunga Dahlia Jenis Kaktus Park Princess Foto Terbaik terakhir pada 21 Oktober 2012.Dahsyatnya Suhu Minus malam 28 Oktober 2012, menamatkan riwayat Bunga Dahlia. Foto kanan, tanaman dibersihkan dari Ranting dan Daunnya lalu disimpan untuk Tanam Tahun Depan
Tanamannya saya bersihkan dari daun-daun dan rantingnya, semua saya gunting, hingga menyisakan umbinya saja. Wah senangnya, ternyata ada beberapa umbi baru (warna agak putih), tahun depan saya bisa pisahkan untuk tanam di beberapa tempat ;-). Saya pernah menulis cerita mengenai bunga ini, detailnya klik disini.
• Bunga Dahlia Schmuck
Kiri Schmuck Dahlia Pada 21 Okt. Kanan Sesudah Tanaman di Bongkar dan dibersihkan
• Malva Sylvestris
Kiri Malva sylvestris L. pada 21 Okt. Kanan setelah terkena serangan suhu dingin 28 Okt. Terpaksa dibongkar
Saya sudah simpan bibit-bibit bunga ini.
Saya pernah menulis cerita mengenai bunga ini, detailnya klik disini
• Beberapa jenis bunga Gladiol Tahun ini belum muncul bunganya, karena bunga baru akan muncul di tahun kedua atau ketiga setelah penanaman. Setelah tanaman saya bersihkan, maka umbinya saya simpan untuk ditanam lagi tahun depan.
Tanaman Bunga Gladiol. Foto Kanan Setelah dibersihkan
• Tanaman Tomat
Tanaman Tomatku Masih Sehat 21 Oktober29 Okt. 2012 KebunTomatku Tamat Riwayatnya
Tanaman tomat tidak ada yang bisa diselamatkan, karena ukurannya yang sekitar 2 meter, terpaksa saya babat habis. Tomat yang kecil (cerry tomat) tidak bisa diselamatkan juga, tanamannya sudah layu daunnya, saya bongkar juga.
Kalau Tomat Masih Mentah Seperti ini bisa diapakan ya. Paling buat hiasan saja 😀
Untungnya saya sudah menyimpan bibit-bibit dari beberapa jenis tanaman tomat yang saya miliki ;-).
Video terakhir kebun tomat 21 Okt. 2012
Saya pernah menulis cerita mengenai kebun tomat saya, detailnya klik disini.
• Tanaman Cabai & Paprika
Kebun Cabai dan Paprika 21 Okt. 2012
Tahun ini saya belum panen tanaman cabai & paprika, sayang sekali yang ditanam di tanah langsung (taman) sudah tamat riwayatnya.
29 Okt 2012 Tamat Riwayatnya Kebun Cabai & PaprikaKayu dan Spiral Penyangga Tanaman di Bersihkan dan Bisa diGunakan Lagi Tahun Depan
Yang berhasil diselamatkan:
Tanaman Cabai dan Paprika, satu minggu sebelumnya sudah saya taruh didalam rumah, ada juga yang mulai ditaruh rumah 28 Okt. Siang.
Beberapa Tanaman Cabai & Paprika yang Sempat diselamatkanKebun Dalam Rumah heheheTamanku 29 Okt. 2012 Jam 6.29 Sore. Tanaman sudah dibersihkan. Mulai Minggu ini Cepat Sekali gelap
Tulisan lain mengenai tamanku silakan lihat daftar isi my garden
4. Statistik Blog. Page Rank masih tetap di angka 1. Susah ya naikkinnya, kalau mau ke posisi no. 2 konon folower blog harus diatas 500, sedangkan saya saat ini masih di angka 383. Kalau terlihat banyak itu karena dari sosial media, tidak masuk hitungan wordpress. Atau ada cara lain untuk menaikkan peringkatnya?
Alexa sekarang makin bagus angkanya, dulu malu pasangnya karena berjuta-juta. Sejak Oktober 2012 semakin sering menulis, semakin baik peringkatnya. Terakhir cek 29 Oktober sudah diperingkat 852.132 ;-).
Alexa Blog pursuingmydream di Bulan Oktober 2012
Page View blog juga semakin baik. Untuk bulan Oktober, rata-rata per hari sudah 512 pageview.
Site Stats Blogku Semakin Bagus Hingga Per Oktober 2012
5. Tema Blog. Saya paling sering sekali gonta ganti tema blog. Tiap kali ada new release dari WordPress pasti iseng saya coba. Yang terakhir sudah mantap dengan tema Lovebirds. Latar belakangnya baru saya ganti dengan tema musim gugur yang serba nuasa orange.
Tema Baru Blogku Sesuai Musim Gugur
Oh ya belakangan kepikiran mau hilangkan embel-embel belakangnya alamat blog (dot WP), jadi ceritanya pengen gunakan yang berbayar, menjadi pursuingmydream.com sayangnya yang dotcom tersebut sudah ada yang punya :(.
6. Suami dan saya, kami akan pindahan kontrakan per 1 November nanti. Tidak jauh dari rumah yang sekarang, kalau naik kereta sekitar 10 menit. Jadi rumah lagi seperti kapal pecah deh, banyak karton, kotor, berantakan..
Kenapa pindah rumah? Karena kontrakan yang sekarang mau dijual pemiliknya, sedangkan kami setelah pikir panjang, tidak jadi membelinya karena terlalu mahal dan ukurannya juga terlalu kecil, kecuali kalau mau dikontrakin lagi.
Mungkin Anda tertarik? ukuran rumahnya 60 Meter. Jangan kanget dengan harganya banyak angka nolnya. Harganya 80.000 Euro, mau tahu berapa rupiah, tinggal kali Rp.12.000 ; kalau di Jakarta bisa dapat yang luas berapa ya dengan nominal tersebut :D.
Oh ya di Indonesia musim apa ya saat ini? Berita yang lagi hangat apa sih? Soalnya saya sudah jarang baca berita seputar tanah air
.
Sampai disini dulu ya curhatnya. Selamat pagi Indonesia, selamat malam Jerman. Saat ini di Indonesia bagian Barat jam 7.35 pagi dan di Jerman jam 1.35 dini hari. Saya mau tidur dulu ya ;-).
Beberapa hari lalu Frank dan saya ke Mosbach mengantarkan undangan, nah pulangnya mampir ke toko furniture di Neckarzimmern. Kami melihat-lihat pot-pot bunga dan dekorasi untuk melengkapi isi taman kami. Di lokasi tersebut, ada dua bangunan besar, kita masuk ke bangunan pertama tidak ada yang menjaganya, kalau ada yang ngutil gak akan ketauan tuh hehehe. Di luar bangunannya, banyak sekali pot-pot bunga dengan berbagai ukuran, berbagai bentuk dan warna, yang kesemuanya terbuat dari tanah liat atau batu. Kami ada naksir satu pot, namun kita keep dulu, nanti balik lagi.
Puas melihat-lihat pot-pot diluar, maka kami masuk ke bangunan ke dua (sekalian menghangatkan badan). Isi ruangan ini adalah beraneka furniture seperti rak-rak buku, lemari-lemari, sofa, meja makan dan dekorasi ruangan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan rotan. Kami ada melihat juga dua macam lemari ada tulisan “Batavia” di sebelah harganya. Frank bilang “dulu Indonesia namanya kan Batavia ya, berarti asal Indonesia nih :D.”
Selesai pilah-pilih barang yang kami akan beli, kami ambil pot dari bangunan satu lagi, trus panggil penjagannya untuk menghitung belanjaan. Penjaganya ramah banget, pas kita masuk dia menyapa kami, dia bilang mau dibantuin cari sesuatu atau tidak, kalau tidak ya dia mau melanjutkan kerjaannya diruang kerja dia. Jadi dua bangunan super besar tersebut tidak ada penjagannya.
Belanjaan kami adalah Celengan Babi, Hanging Notepad, Pajangan Sapi, Pot Bunga. Celengannya tinggal satu-satunya, bentuknya lucu, tulisannya juga hehehe. Lama saya cari-cari model Hanging Notepad yang unik, akhirnya ketemu ditempat ini, murah pula! ;-). Pot bunganya dari batu, karena Frank tidak suka yang plastik, dia bilang tidak bagus untuk tanaman, yang penting buat saya „gak pakai mahal yaaa“ hehehe.
Penjaga (petugasnya) menghitung total belanjaan kami. Total 33 Euro sekian cent, dia bilang “ya bayar 30 Euro ajalah”. Saya tanya Frank, itu bapak, petugas penjagannya atau yang punya toko ya, trus ngitung belanjaan kami juga tidak pakai komputer cuma pakai kalkulator dan dia tulis di bon total belanjaan kami. Paling penting “..asyikkk dikasih diskon!!!”. Frank bilang ke bapak tersebut, besok-besok kami belanja kesini lagi yaaa.
Ayo Menabung
Celengan Babi
Rajin Menabung Supaya bisa Jalan-jalan ke Indonesia
Culture Shock di Jerman. Pengalamanku 7 bulan ini menetap di Jerman:
Pohon-pohon di Musim gugur
Buat sebagian besar kalangan, paling penting di Jerman adalah : bir, rokok dan judi. Puji Tuhan, suamiku tercinta jauh dari itu semua. Terakhir kali suami cerita, dulu dia punya pacar asal surabaya, ayah si wanita bilang “mau dengan anakku, jauhi minuman keras, jauhi judi” nah jadi beberapa waktu lalu frank mikir kalau orang indonesia tidak suka pasangannya berjudi, makanya frank tidak mau join dengan seseorang untuk beli lotere lotto mengingat istrinya asal Indonesia. Padahal yang saya kasih tahu ke frank adalah pemikiranku secara logika saja he-he-he bukan berdasarkan ras atau suku bangsa.
Kalau ada yang minum bir, wine terlalu banyak, kemudian mereka mulai bicara banyak dan ketawa-ketawa tidak jelas. Omongan orang tersebut menyinggung kita, maka jangan ditanggapi dan dimasukkan ke hati, “..anggap saja orang mabok biasalah ngomong ngaco dan tidak dipikirin dulu“. Beberapa kali saya pikirin kenapa dia bicara begitu, bicara begini, malah saya jadi meratapi dan nangis sendiri, betapa bodohnya saya ini hahahaha ..
Di Indonesia, saya berasal dari keluarga baik-baik, maksudnya dengan ayah, ibu, adik-adik lengkap baik dan lurus-lurus jalannya. Tiap minggu ke gereja, saya dan adik-adik sejak kecil terlibat pelayanan di gereja. Teman-teman saya adalah teman-teman gereja dan 4 orang sahabat dari kuliah.
• Tiba di jerman, saya mulai terkejut, kenapa banyak pasangan hidup bersama tanpa menikah ? (dan terang-terangan), kenapa banyak anak hasil dari hubungan tidak kudus? Kenapa banyak pasangan sejenis tanpa ragu tampil di muka umum dan bermesraan. • Kenapa banyak anak-anak muda menenteng minuman keras di sudut-sudut jalan?. Kenapa banyak wanita muda yang hamil atau dengan bayi mereka dan si wanita tersebut merokok atau minum minuman keras saat hamil atau di depan anaknya? (maka tidak heran jika anak muda (abg) merokok dan menengak minuman keras). Kenapa banyak yang tidak percaya Tuhan (ateis), padahal Nommensen, Orang Jerman pertama yang datang ke tanah Batak dan mengabarkan Injil, namun kalau orang Jerman ditanya apakah mengetahui Nommensen? boro-boro deh, gak kenal tuh! :P.
Video 7 SIFAT COWO JERMAN SEBELUM KAMU PATAH HATI! https://www.youtube.com/watch?v=9kMwP9FGEQA
Kenapa pemberkatan pernikahan dibolehkan sudah punya anak? dan saat pemberkatan nikah, saat itu juga anak mereka dibaptis. Kalau di Indonesia mana bisa seperti ini, menikah dulu baru bikin anak, lah di Jerman kebalikannya, bikin anak dulu baru pemberkatan. Perzinahan berkembang dengan baik disini 🙁 .
Kenapa di tv Jerman, sering ada tayangan-tayangan tidak layak tonton, contohnya wanita atau pria bugil (naked) tanpa sehelai benangpun di badan yang tidak disensor tayangannya, kalau sudah tengah malam munculah iklan-iklan esek-esek dengan video ahh sudahlah tidak layak di jelaskan lagi!.
Kenapa sebagian besar orang Jerman belakangan tidak suka memiliki anak? mereka lebih memilih memelihara binatang seperti kucing, anjing, kelinci dan lain-lain. Padahal biaya peliharaan binatang ini tidak bisa dibilang sedikit, malah bisa lebih mahal. Mereka bilang hewan tersebut adalah anak mereka, diperlakukan selayaknya manusia, punya tempat tidur sama seperti pemiliknya, makanannya khusus, daging, cemilan khusus dan lain-lain.
• Dipelihara di dalam rumah, kucing atau anjing naik ke tempat tidur si pemilik, kalau sakit ada rumah sakit khusus hewan, ada salon khusus hewan juga. Seringkali saya liat tayangan di tv atau di sekitar saya, dalam satu keluarga, ada satu anak kecil, satu bayi dan si keluarga ini memelihara juga anjing yang sangat besar, kucing dan kelinci dan kandang peliharaannya tersebut didepan tempat tidur bayi mereka. • Atau satu cerita lain, ada wanita paruh baya sampai menggadaikan perhiasannya untuk kremasi dan pemakaman anjing peliharaannya. Aaahhhhh dunia makin edan???. Di Jakarta keluarga saya juga pelihara anjing ukuran kecil, tapi si anjing hanya boleh berada dihalaman rumah, tidak boleh masuk kedalam rumah, tugasnya adalah memelihara keamanan rumah. Kami tidak beli makanan khusus anjing karena mahal, kami kasih makanan yang kami masak atau hasil sisa makanan majikannya.
Tidak semua hal yang saya lihat di sini bisa saya ceritakan ke keluarga di Indonesia, karena banyak hal yang bertentangan dengan norma-norma di Indonesia, bahkan kalau mau di bawa ke Firman Tuhan ya lebih gawat lagi.
Aku jadi sering bergumul dalam doa untuk banyak hal, dan memang harus! saya berdoa supaya kutuk-kutuk (hal negatif) disekitar tidak turun ke kami di masa depan.
Video ini kiranya bisa menggambarkan, supaya kita belajar menghitung hari-hari kita dengan hati bijaksana.
Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari Agar Kami Beroleh Hati Bijaksana Ajar Kami Bapa Hidup Dalam Jalan-Mu Agar Semua Rencana-Mu Digenapi
Mulialah Nama-Mu Tuhan Dan Ajaib Jalan-Mu Bimbing Kami Di Setiap Waktu Besar Setia-Mu Tuhan Agunglah Karya-Mu Yesus Kami Bersyukur Pada-Mu
Psalm 90:12 Lehre uns bedenken, daß wir sterben müssen, auf daß wir klug werden.
Psalms 90:12 So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.
Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
"Mari di akhir tahun ini kita menghitung kembali berkat Tuhan satu per satu dan kita lihat betapa dasyatnya karya Tuhan dalam hidup kita"Jika Anda hanya melihat kepada kemalangan dan kesulitan yang telah lewat maka iman Anda makin lemah, pandanglah pada Tuhan yang setia menolong Anda. “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Mazmur 16:8“.
Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2011, sebuah hari yang sangat tepat untuk kita kembali melihat ke belakang bagaimana Tuhan berkarya dalam kehidupan kita. Tentu saja sepanjang tahun ini terlewati bukan tanpa badai ataupun pencobaan, namun jika kita bisa ada hingga akhir tahun ini maka semuanya itu adalah karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Dengan mengingat kembali berkat-berkat Tuhan dan menghitung hari-hari yang telah kita lewati, maka kita dapat mensyukuri semua yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita. Hal tersebut pun membuat diri kita menyadari bahwa tanpa pertolongan Tuhan, maka tidak satu haripun dapat kita jalani.
Menghitung berkat-berkat Tuhan juga menguatkan iman dan kepercayaan kita. Jika di hari-hari yang telah lalu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, maka ditahun yang barupun Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri.
Mari di akhir tahun ini kita menghitung kembali berkat Tuhan satu per satu dan kita lihat betapa dasyatnya karya Tuhan dalam hidup kita seperti yang dikatakan sebuah syair pujian klasik ini:
Lansia di Jerman. Status yang saya posting di salah satu media sosial yang saya ikuti : “30 November 2011, jam 8 pagi diluar masih gelap, dalam rumah aja tangan & kaki gemetaran karena dingin, apalagi diluar rumah :’( harus pergi sendiri pula, bagaimana ngomongnya nih wong masih blepotan, ah harus tetap SEMANGAT!! Demi sepotong roti. I’m sure God will help me 🙂 :)”
Tetap Bahagia di Masa Tua (Foto: gettyimages)
Saya ada kerjaan lagi, kali ini hanya tiga jam saja bekerjanya. Dilokasi yang baru, yang membuat saya jadi was-was. Apalagi kalau bukan kendala bahasa Jerman saya yang ala kadarnya. Suami saya (Frank) meyakinkan, tidak perlu bicara banyak, sedikit berbicara dan sedikit mengerti bahasa Jerman sudah lebih dari cukup untuk tugas ini.
Saya hanya perlu menemani seorang lansia (* wanita lanjut usia) selama tiga jam dirumahnya. Sebelum-sebelumnya saya sudah sering melakukannya. Ada dua lansia lain, pria dan wanita. Yang membuat saya sedikit kuatir kali ini adalah, saya belum mengetahui apa tugas yang harus saya lakukan, kalau dulu-dulu di rumah dua lansia lain, sebelum hari H, biasanya suami saya dan saya ke rumah lansianya dan kami diterangkan apa harus dilakukan pas hari H saya bekerja, harus buat sarapan, masak makan siang, kasih obat dan minum buat si lansia. Nah yang pagi ini tanpa pengarahan sehari sebelumnya.
Malam sebelum hari H, Frank menunjukkan rute menuju ketempat saya bekerja. Jaraknya tidak jauh rumah, saya bisa jalan kaki kira-kira 10 menit. Malam itu pulsa HP (handphone) saya-pun diisi 30 EUR (sebelumnya sisa 13 cent :P) jaga-jaga kalau saya ada kendala ketika bekerja, jadi Frank bisa datang.
Sebut saja nama si lansia ibu Anton. Saya tekan bel rumahnya, lalu pintu dibuka dan saya masuk, ada tangga marmer di samping kanan saya, “.. mana penghuninya ya..” disebelah kiri saya ada pintu lagi. Ooo saya mendengar suara dari atas, lalu saya melangkah naik, sudah lewat satu lingkaran tangga .. “.. lah mana pintunya nih ..” Hallo, Guten Morgen! sahut saya. Sambil terus melangkah menaiki tangga, wuihh banyak juga anak tangga yang saya lewati.
Seorang wanita paruh baya, didepan pintu terbuka menyambut saya, “.. Guten Morgen, Ich bin Nella” kemudian saya disuruh masuk. Saya lepaskan jaket tebal dan juga sepatu saya, lalu saya diberikan sandal rumah. Wanita yang menyambut saya, sebut saja namanya ibu Eliz dia adalah anaknya ibu Anton. Ibu Eliz adalah rekan kerja suami saya, namun Frank bilang dia belum pernah bertugas menanggani ibu Anton.
Kemudian saya diperkenalkan ke ibu Anton (sedang sarapan di meja makan dapur). Ibu Anton di kursi roda, setelah beberapa saat melihat, saya menduga ibu Anton pernah terkena stroke, karena beliau tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki sebelah kanan.
Tugas saya adalah menemani ibu Anton selama ibu Eliz pergi untuk mengerjakan sesuatu. Ibu Eliz menginformasikan akan ada seorang terapis yang datang sekitar 9.30, saya disuruh buka pintu jika bel rumah berbunyi pada jam tersebut. Saya ditunjukkan bagaimana membuka pintunya. Di rumah-rumah disini (Jerman) ada seperti telepon dengan tombol untuk membuka pintu jika ada yang datang, dan kita juga bisa berbicara dengan orang diluar rumah, sebelum pintu dibuka melalui telepon tersebut. Ibu Eliz menunjukkan toilet dirumah tersebut, menunjukkan dua buah buku cerita berbahasa Jerman untuk saya berikan ke ibu Anton, jika dia ingin membacanya.
“Tiga jam tidak lama, waktu akan segera berlalu..” bisik saya dalam hati. Sebelum-sebelumnya saya bekerja 9 jam perhari menemani lansia. FYI (*for you information) ibu Anton hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, fasihnya berbahasa Rusia. Gubrakkk.com saya juga hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, tapi kalau Rusia angkat tangan deh he-he-he:P.
Sebelum Ibu Eliz pergi, beliau juga mengatakan kalau ibunya biasanya tidak banyak bicara, jadi saya tidak perlu kuatir. Namun ternyata itu tidak sepenuhnya benar loh! Ibu Anton ternyata banyak berbicara (saya tidak mengerti artinya) dan beberapa kali ibu ini menangis. Saya berikan tissue yang ada di tas saya, ibu Anton menghapus airmatanya, lalu beliau bercerita lagi dan lagi sambil tangan kirinya ikut digerak-gerakkan menemani ceritanya. Oohhh Tuhan ..dalam hati saya. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang sedang diceritakan ibu Anton, kalau dia berbicara bahasa Jerman pasti telinga saya bisa menangkap satu dua kata, tapi saya sama sekali asing mendengarnya kalimat-kalimatnya, maka saya menduga beliau berbicara bahasa Rusia :’(.
Saya hanya bisa mengusap-usap lengan kanannya yang dibalut selendang wol, sambil mendengarkan ceritanya. Dua kali saya mengusap air matanya yang jatuh dari mata kanannya. Jam 9.40 bel rumah berbunyi, saya melangkah untuk menekan tombol supaya pintu depan rumah terbuka. Seorang lelaki kurus paruh baya dengan kepala hampir plontos, melangkah masuk dan mengucapkan salam. Saya menduga-duga ini petugas terapisnya atau teman ibu Anton ya? :D.
Ibu Anton dan si pria berbicara sangat akrab, dan ibu Anton banyak tersenyum. Oke setelah saya lihat beberapa saat ternyata si pria ini adalah petugas terapinya ibu Anton. Ibu Anton diangkat, dari sofa tempat dia duduk dipindahkan ke kursi kayu. Si petugas terapi mulai melakukan tugasnya, dia mengurut-urut telapak tangan bagian kanan ibu Anton, kemudian ibu Anton disuruh menggerakkan jari-jari tangan kanannya sendiri tanpa bantuan. Ibu Anton berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan jari-jari kanannnya, berkali-kali tangan kirinya mau memberi bantuan selalu ditepis oleh si terapi, maksudnya adalah jari-jari kanan harus bisa digerakkan sendiri tanpa bantuan sama sekali.
Karena seringkali tangan kiri ditepis si terapis, maka ibu Anton hanya bisa tersenyum-senyum simpul, sambil meledek si pria tersebut dengan menjulurkan lidahnya ketika si terapis menunduk, ibu Anton tersenyum menoleh kesaya, saya bisa melihat dengan jelas pola tingkahnya ketika meledek si terapis he-he-he
Sesekali juga si terapis berbicara dengan saya, menanyakan nama saya (Nella, nama yang indah puji dia), apa saya betah tinggal di Jerman, kalau bicara dengan suami pakai bahasa apa? “Inggris dong!”sahut saya :D.
Si terapis bilang dia harus bisa menguasai beberapa bahasa asing karena banyak pasiennya orang Turki, Polandia, Rusia, jadi dia bisa bahasa tersebut dan tentunya juga bisa berbahasa Jerman, tapi dia bilang belum bisa berbahasa Thailand dan Inggris. Dia berbicara bahasa Rusia dengan ibu Anton. Buat saya, hmm ketika si terapis dan ibu Anton saling berbicara dengan bahasa Rusia, kedengarannya seperti ketika saya mendengar orang-orang berdoa dengan bahasa lidah atau bahasa Roh. Sangat indah, walau saya tidak mengerti arti kalimatnya.
Kali ini Ibu Anton meringis-ringis menahan sakit, dia tetap berusaha sekuatnya. Jika sudah berhasil si terapis memberikan tepuk tangan sambil berkata “JA, PRIMA!!” lalu Pause (istirahat sebentar), lama-lama terapinya makin menanjak, jadi semakin berat, tangan kanan diangkat si terapis setinggi kepala, maka ibu Anton sesekali menangis, begitu pula ketika kaki kanannya diberikan terapi beberapa kali ibu ini menangis menahan sakitnya. Saya juga berikan tepuk tangan ketika ibu Anton berhasil menyelesaikan terapinya.
Jam 10.15 terapinya selesai, ibu Anton kembali dipindahkan ke sofa. Si terapis pamitan untuk pulang. Kembali saya lanjutkan membacakan cerita dari buku cerita berbahasa Jerman, bukunya bagus dengan gambar yang bagus pula, tapi jangan ditanya apa saya mengerti semua isi ceritanya, boro-boro deh! :D. Kemudian, saya menambahkan air minum ibu Anton ke gelasnya.
Sesekali saya berhenti membaca dan mengamati ruang tamu tempat kami berada, saya bilang ke bu Anton, rumahnya bagus, diatas lemari ada 11 bouquet bunga plastik warna merah dan pink, ditata apik disepanjang atas lemari, kemudian diatas kusen pintu ke dapur tertata rapi patung-patung kecil anak-anak, lalu saya melangkah melihat 4 frame besar foto di dinding, foto keluarga ibu Anton, lalu ada 6 pot tanaman di pojokan rumah. Wah ada satu piagam penghargaan dalam frame ditandatangi oleh minister-presidentBaden Württemberg semacam kepala pemerintahan. Isi piagamnya adalah ucapan selamat karena bapak dan ibu Anton sudah melewati 50 tahun pernikahan (golden wedding anniversary).
Menurut suami saya, di Jerman mereka yang melewati 50 dan 60 tahun pernikahan akan dapat piagam (penghargaan) dari pemerintah setempat, kalau baru melewati 25 tahun belum mendapat surat penghargaan. Oh ya oma dan opanya Frank juga sudah melewati 50 tahun pernikahan ;-).
Apakah saya akan menghabiskan masa tua di Jerman? Saya belum bisa jawab, dari pengamatan saya selama hampir lima bulan disini, kaum lansia tinggal sendiri dirumah, terpisah dengan anak mantu dan cucu. Kalau masih bisa beraktifitas, keluar rumah, sehat, bisa jalan dengan baik itu sangat luar biasa, jadi tidak bosan hanya dirumah saja, namun kalau si lansia sudah ditinggal pasangannya (suami atau istri wafat duluan), ko sepi ya dirumah sendirian, apalagi kalau si lansia sudah tidak bisa jalan, atau bahkan hanya bisa berbaring ditempat tidur, sendirian pula tanpa ada yang menemani dirumah, ya ko saya mikir jadi sedih ya? Hmm belum bisa jawab sekarang, tapi kalau Frank maunya tinggal di Indonesia, di Lombok tepatnya hahahaha, kenapa? Lain kali akan saya ceritakan ya.
Positifnya masa tua di Jerman adalah pelayanan kesehatan sangat amat diperhatikan, ada perawat-perawat yang datang tiap hari kerumah, mencek kesehatan, mengganti diapers (popok untuk orang dewasa) memandikan dll.
Hari ulang tahun saya telah berlalu dua hari lalu, rasa bahagianya masih saya rasakan sampai saat ini ;-). Terima kasih buat keluarga & teman-teman terbaik yang saya miliki, terima kasih buat ucapan ulang tahun yang kalian kirimkan melalui kotak surat, SMS, atau media social, bahkan adikku tercinta Wana langsung menelepon ke hp saya, kangennn!!! :D.
Mama saya dari Indonesia mengirimkan doa dan ucapan ultah melalui SMS.
Terima kasih begitu besarnya buat my Lord Jesus Christ, ulang tahun saya ke 33 kali ini begitu berbeda. Harapan (keinginan) terbesar saya sudah dijawab, sampai saat ini rasanya tak percaya semuanya terjadi, “apa yang tak pernah dilihat mata, dan tak pernah didengar telinga, yang tak pernah timbul di dalam hati, semua disediakanNya, bagi yang mengasihi Dia”.
Mama mertua saya pulang kerja lebih cepat ketika hari ulang tahun saya, Danke mom ;-). Semua perhatian yang kalian berikan membuat saya terharu. Makan bersama didepan taman, berbincang-bincang, bahkan hadiah-hadiah yang saya terima semuanya indah, sungguh teramat indah :-).
Setengah hari melihat Suami bertugas. Jumat minggu lalu, saya berkesempatan mengikuti suami tercinta melakukan tugasnya sebagai perawat. Hal ini sudah mendapat ijin dari pimpinannya. Saya hanya menunggu di mobil ketika Frank melakukan tugasnya. Saya baru mengetahui kalau perawat ternyata ada yang mengunjungi pasiennya dirumah-rumah, kalau di Indonesia mungkin perawat di daerah-daerah sangat terpencil ya yang mendatangi pasiennya.
Oh ya sedikit gambaran tentang tugas (perawat) suami saya. Kantornya melayani perawatan orang-orang lanjut usia, dengan mendatangi mereka (pasien-pasien) di rumah masing-masing. Disini (Jerman) orang-orang lanjut usia (lansia) sangat amat diperhatikan kehidupannya, terutama dalam hal kesehatannya. Setiap hari ada perawat kesehatan yang mendatangi para lansia, mulai dari memberikan obat-obatan sampai memandikan para lansia tersebut.
Di kantor tempat Frank bekerja hanya terdapat tiga perawat pria, selebihnya adalah petugas wanita. Para perawat ini memantau jadwal pekerjaan setiap harinya melalui PDA (Personal Digital Assistant). Mereka sudah mendapat jadwal untuk beberapa hari kedepan di masing-masing PDA, namun kadang-kadang pas hari H ada satu atau dua list pasien baru yang tiba-tiba muncul di PDA, oleh karenanya setiap hari para perawat harus memantau terus PDA-nya.
Kembali ke awal cerita saya, jadi ketika Frank melakukan tugasnya, saya menunggu di mobil, sambil membaca novel, lalu makan pisang (lapar hehehe), lalu kadang kalau ada objek menarik buat dipotret saya keluar mobil, seperti memotret peternakan ayam, pohon buah di pinggir jalan dll.
Hari itu Frank dapat bonus 5 euro dari satu pasien Hoorraayy, lalu ketika ke rumah satu pasien lain bernama ibu Barbara, saya disuruh turun dari mobil dan masuk ke rumahnya, kemudian kami dikasih coklat asyikkk 😉 .