Berikut ini beberapa contoh hadiah-hadiah yang suami saya (Frank) terima dari pasien-pasien ketika Frank mengunjungi para pasiennya. Keseringan dapat coklat, namun sayangnya saya bukan pengemar sejati coklat, jadi biasanya Frank yang makan coklatnya, kalau Frank sedang tidak pengen makan coklat ya si coklat terpajang lama di atas meja, saya paling kadang-kadang saja tergoda manisnya si coklat :D.
Karena saat ini sedang summer, Frank juga terkadang terima buah-buahan dari kebun para pasiennya, kadang dapat buah apel, ceri, ketimun, yang baru-baru ini terima buah plum.
The winners of May Lufhtansa Quiz. (Foto: dok. pribadi)
Berkali-kali ikutan NewsletterQuiz Lufthansa iseng saja sih, akhirnya Hoorraayy saya menjadi salah satu pemenang untuk bulan Mei 2011. Lihat pemberitahuannya 16 Juni lalu di newsletter yang dikirim per email.
Hadiahnya berupa paket produk kecantikan dari Kiehl’s. Padahal per 14 Juni 2011 saya sudah menetap di Swiss dan Jerman. Saya coba hubungi customer servicenya, untunglah ternyata bisa di wakilkan pengambilan hadiahnya ;-).
Pagi ini saya dapat laporan dari adik saya kalau hadiahnya sudah diambil, dia bilang “kirain hadiahnya gimana gitu, ternyata hanya seperti sample produk saja“. Jawab saya :”ahh yang penting sudah menang!” he-he-he.
Nantinya kita bisa mendapatkan informasi dari Lufthansa, misal kalau ada promo harga tiket maka kita akan dikirimkan newsletter.
Bisa juga nge- like http://www.facebook.com/lufthansa kita bisa mendapat informasi seputar Lufthansa diseluruh dunia, termasuk bisa ikutan kuis-kuis dengan hadiah lebih besar ;-).
3 minggu telah berlalu, Puji Tuhan .. akhirnya pulsa simpatinya refund kemarin (9 juni) jam 11.12 senilai Rp.50.000 .. langsung saya transfer 40rb ke simpati nyokap dulu menghindari klo misal keesokkan harinya hilang lagi toh .. hal ini juga pernah di kemukan satu CS nya di grapari stl masuk pulsanya, coba transfer dulu ke simpati lain. Hari ini 10 juni pulsa simpati utuh tidak hilang lagi.
Tgl 30/5 hub 116 jam 17:12 dg sdri. Sherly status masih open, saya di hold (disuruh menunggu) 10 menit entah untuk maksud apa? CS nya bilang jika saya bersedia dapat dibuatkan complain baru, nanti tunggu 3×24 jam.
Lalu kemarin (31 Mei) saya datang untuk ketiga kalinya ke grapari di wisma Alia, seperti 2 komplain sblmnya, harus menunggu antrian selama 3 jam sampai kita bisa berhadapan langsung dg CS nya ..dan masih sama hanya janji-janji manis saja dari pihak telkomsel.
Disana byk yg mengalami hal yg sama, bbrp org ada yg complain dg nada tinggi. yang mengalami masalah bukan hanya pengisian melalui elektrik tp ada juga yg voucher fisik dan melalui atm, byk yg mengancam akan masukkan kasus ini ke media.
CS nya (sdr. Ferdy) saat itu menginformasikan memang ada 5 juta pelanggan mengalami hal yang sama, drop pulsa. Mungkin baru akhir juni akan normal kembali. Tentu saja saya gak terima dong disuruh tunggu sampai akhir Juni tanpa ada kompensasi yg diberikan provider ini pdhl masa aktif no saya sdh berakhir, dan saya tdk berani isi lg kuatir hilang lagi.
Hebatnya provider ini sudah ada 5 jt pengguna yang dirugikan tapi tidak ada sama sekali sms yang memberitahukan mengenai masalah tsb dan di website telkomsel pun tidak ada di bentuk berita apapun yg menginformasikan permasalahan yg sedang marak di masyarakat.
Silakan dihitung sendiri 5 juta pengguna dikalikan RP.50rb – 100 rb pulsa yang hilang brp nilai yg diraup.
Saya sdh bosanlah 3x cukup ke grapari, cape hati marah2 jg gak berguna, bolak balik ke grapari habis ongkos.
Being Single and Happy. “… Kapan???” Ini nih pertanyaan yang bikin males datang ke kawinan keluarga 😥 .
LovingHugs
Kalimat diatas adalah sms dari salah seorang sahabatku yang saya terima siang ini.
Mereka bilang aku pemilih dan kesepian terlalu keras menjalani hidup beribu nasehat dan petuah yang diberikan berharap hidupku bahagia (Oppie Andaresta – Single Happy)
Hmm memang sudah jadi kebiasaan orang-orang Asia mungkin ya untuk usil dengan status pribadi seseorang ; mulai dari tanya mengenai umur, kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak, seakan jadi lingkaran maut yang lebih ditujukan ke kami kaum perempuan.
Saya balas sms teman saya begini : next time lu jawab aja “..ya didoakan saja segera, jika Tuhan menghendaki segera naik pelaminan”:). Makanya dulu waktu gw jomblo tuh males dah datang ke kawinan atau acara yang banyak didatangi orang satu suku, komentar-komentar mereka gak kreatif! Gitu mulu bikin bosen!. Eh gw dapat 3 tiket gratis nonton bioskop,mau gak lu? Lupain deh yang sedih-sedih, Let’s have fun selagi single. Being single is not the end of the world, right!.
Aku baik-baik saja menikmati hidup yang aku punya hidupku sangat sempurna I’m single and very happy mengejar mimpi-mimpi indah bebas lakukan yang aku suka berteman dengan siapa saja I’m single and very happy (Oppie Andaresta – Single Happy)
Saya pernah ada diposisi seperti teman saya diatas • Kamu tahu bagaimana rasanya lewat usia 26 tahun belum pernah pacaran? • Kamu tahu bagaimana rasanya dilangkahi adik menikah? • Kamu tahu bagaimana rasanya tiap malam nangis bombay dikamar, dalam doamu minta jodoh, doa puasa, rajin ibadah, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun bahkan lebih namun doamu belum juga dijawab. • Kamu tahu bagaimana rasanya airmata mengalir dengan derasnya di gereja tiap kali kamu naikkan kidung pujian, bahkan ketika bernyanyi lagu yang riang gembira air mata keluar dengan sendirinya dan saya tidak bisa menyetopnya, saya sempat protes pada Tuhan dengan mogok ibadah karena saya malu dengan keadaan diri saya, itu semua karena saya menantikan pujaan hati yang tak kunjung datang. • Kamu tahu bagaimana rasanya 31 years old still single, Hello! Injury time!. • Kamu tahu bagaimana rasanya panasnya kuping ini tiap kali ada orang yang tanya “… kapan mau nikah..???”.
Mereka bilang sudah saatnya karena usia untuk mencari sang kekasih hati tapi kuyakin akan datang pasangan jiwaku pada waktu dan cara yang indah (Oppie Andaresta – Single Happy)
Ooo Ingin saya melempar orang-orang tersebut ke ujung dunia, lalu lempar lagi ke gurun sahara, semoga kau lenyapp hilang di segitiga bermuda!.
Apaaa masih punya nyawa juga??
Pergi kau ke luar angkasa atau rasakan hipotermia di kutub utara, hilang sana di samudra antartika dan jangan kembali! Ha-ha-ha kenapa jadi muncul lagunya Gita Gutawa :P.
Pada akhirnya saya memohon pada Tuhan supaya Dia bikin kuping saya seperti orang tuli ; bikin sumur airmata saya kering ; bikin hati saya setebal tembok Berlin, sehingga ketika saya bertemu dengan orang-orang yang perkataanya mungkin menyakiti saya maka diri ini sudah resisten tingkat tinggi! :D.
Semuanya proses dari sang pencipta, Dia memberikan tepat pada waktu-NYA. Sampai saat ini saya masih tidak percaya boleh mengalami hal-hal luar biasa yang bahkan ada diantaranya yang diluar yang pernah saya bayangkan, yang dahulu hanya bisa hadir dialam mimpi saja, namun karena anugerah-NYA saya bisa mengalaminya …
• Ngerasain ke Eropa dengan budget terbatas. • Ngerasain ke tempat-tempat yang dulunya cuma saya bisa lihat di TV. • Ngerasain naik pesawat yang terbang lebih dari 12 jam. • Ngerasain ke Eropa GRATIS. • Ngerasain ke Bali dan Lombok GRATIS. • Ngerasain lihat gunung salju. • Ngerasain ngobrol dengan 2 bule anak kecil, mereka bicara bahasa Jerman saya bahasa Inggris blepotan, gak nyambung, senyum-senyumlah kami bertiga. • Ngerasain makan mewah di resto LN. • Ngerasain nafas di suhu minus 11 derajat. • Ngerasain pegang salju pertama kalinya. dan masih banyak hal indah lainnya …
Doain ya supaya wedding permit dan long stay visa saya segera keluar. So buat teman-teman single diluar sana, hapus airmata mu, buang jauh-jauh duka lara mu dari dalam hati. Yakinlah pasangan jiwamu sedang dalam proses menghampirimu, dan selagi dalam proses penantian kalian, YUK lakukan hal berguna, layani Tuhan, ikut kegiatan-kegiatan postif (daripada di rumah saja toh), pergi bersenang-senang dengan sahabat-sahabatmu.
Ingat, Being single is not the end of the world!, God Bless you all 🙂 .
Traveling with mother, siapa takut???? :D. Jetlag rasanya belum hilang, masih sering terkantuk-kantuk disiang hari dan tidurpun baru bisa dini hari lewat jam 2 ..
Siang ini tiba-tiba saja mamaku bilang sudah beli tiket bulan jalan-jalan ke Banjarmasin ketempat adik (pria) yang paling kecil. Beberapa kali memang si mama pernah bilang ingin sekali berkunjung ketempat adik saya tersebut.
Adik saya tersebut bekerja di bidang perkapalan, seperti mengawasi pembuatan kapal gitu deh.. dia sudah dua tahun bekerja di Banjarmasin. Sekali-sekali memang pulang ke Jakarta atau ketika Natal atau kalau ada libur panjang seperti Lebaran pasti pulang.
nah ceritanya lagi adik saya tersebut diterima bekerja di tempat yang baru di Jakarta dan kebetulan juga hanya 10 menit dari rumah jarak ke kantor barunya nanti, wah si mama senang sekali mendengar kabar baik tersebut :-).
Si mama bilang pokoknya harus sekali dulu melihat tempat adik saja di Banjarmasin dan jalan-jalan disana.
Wah saya harus mulai googling lokasi wisata menarik di Banjarmasin, makanan khas sana termasuk oleh-oleh khas dari sana.
in Zurich before fly back to JakartaSepertinya saya sedang terserang “Post holiday Syndrome” gejalanya malas melakukan apapun maunya tidur mulu (alasannya *jetlag hehehe), tak bersemangat, sedih. Mau kembali liburan lagi.
Dengar lagu melo sedikit di pesawat langsung airmata netes hehehehe .. nun jauh disana dia juga mengalamai hal yang sama. Saya harus membuat diri kembali bersemangat!!! Dengan cara merencanakan next holiday trip 😀
Pertama dalam beberapa hari kedepan harus segera lapor ke kedutaan Swiss kalau saya sudah kembali berada di Jakarta, lalu mengurus surat-surat kepindahan ke Swiss dan sambil belajar untuk menyelesaikan kursus Goethe hingga akhir Maret 2011 ini.
Semoga semua berjalan dengan baik, God please help me 🙂
Farewell sampai kita bertemu lagi. Dear rekan-rekan Eways dan Links
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, 4,5 tahun saya telah bergabung menjadi bagian dari call center Eways dan Links. Dimulai sebagai cic Nutricia, Microfost, Sony Ericsson dan yang terakhir bergabung dengan team Cinta Niaga.
Begitu banyak ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dibidang call center, saya yang awalnya sama sekali buta mengenai bidang ini mendapat pembelajaran yang berhaga disini apalagi dengan beberapa kali perpindahan cic, saya jadi bisa mengenal masing-masing bidang diatas.
Kini saatnya saya ingin mengucapkan perpisahan dengan rekan-rekan sekalian, terima kasih untuk kebersamaan yang telah terjalin lewat team work terutama persahabatan kalian. Jika saya ada melakukan kesalahan kiranya dibukakan pintu maaf 🙂 .
Bersama teman-teman kantor Jalan-jalan ke Bandung 2010
If anyone wants to keep in contact, you can call or email me.
Jadi ceritanya nih karena kursus bahasa Jerman masih libur minggu ini, daripada bengong dirumah, mau jalan-jalan ahhh ..
Pertama, sudah beberapa hari ini niat mau ke Dr. Dani Djuanda karena muka sudah gak karu-karuan banyak komedo, jerawat, akibat rajin banget makan gorengan dan makanan berminyak lainnya.
Kami (saya, adik dan nyokap) sudah langganan ke dokter tersebut sekitar 4 tahunan. Itu juga karena ada penggantian dari biaya asuransi, kalau tidak ada boro-boro bisa ke dokter spesialis kecantikan, muahall benerrr dah! 😀 .
Saya dan mama saya sampai di lokasi prakteknya Jl. Kramat VII / 32, Jakarta 10430 sekitar jam 08.30, oh ya sebelumnya telp dulu (021) 319 24517 nanya apakah prakteknya buka.
Busyeettt orang-orang yang ngantri sudah banyak sekali, saya ambil nomer antrian sudah no.26, dan yang sedang diruang praktek baru no. 6. Kalau satu pasien aja butuh waktu ya kita ambil paling singkat sekitar 15 menit, maka bisa-bisa lewat jam 12 an baru kelar. Saya bilang mama saya pulang sajalah daripada buang waktu di satu tempat, awalnya si mama tidak mau pulang karena sudah terlanjur sampai, namun saya kasih alasan yang kuat toh, saya bilang beli sabun nya saja dulu satu, hari senin kita balik lagi (karena saya kerja masuk siang).
Pas sampai rumah, ternyata adik saya dan suaminya akan membawa anak mereka (Kiarra) untuk imunisasi campak. Mama saya mau ikut, ya saya juga ikut sajalah daripda hanya diam dirumah 😉 .
Meluncurlah kami ke Rs. Hermina di Sunter kami bagian spesialis anak, ramee dengan anak-anak yang berlarian, ada yang nangis, ada yang ketawa, becanda dengan orangtuanya, hmm jadi pengen punya anak sendiri, tapi kalau saya ingat repotnya adik saya mengurus anak .. wahhhh ntar ntar aja ah he-he-he .
Adik saya mengurus pendaftaran, nah saya ambil beberapa foto ponakan (Kiarra) dan mama saya. Wahh Kiarra senang banget ada meja belajar plus bangkunya dengan warna yang cerah 😀 apalagi ada buku ceritanya, walau umur baru 1 thn 2 bln tapi dia sudah semangat belajar supaya kalau besar jadi dokter anak he-he-he.
Belajar yang rajin, Kiarra mau jadi dokter 🙂
Urusan dir s. Hermina selesai kami meluncur lagi ke Pasar Baru, adik ipar saya drop kami saja, lalu mereka pulang karena ponakan saya sudah waktunya makan siang.
Lapar nih, maka mama saya dan saya menikmati soto daging yang maknyus deh, berdua kena harga Rp.29.000 lumayan murah kan ;-).
Perut sudah kenyang, lanjut jalan lagi, ehh si mama minta es krim buah, ya makan sendiri aja ya karena anakmu masih kuenyang 😀
Ada obralan daster batik, harga rp.30.000, berhasil nawar, beli 2 Rp.50.000 aja yaaa 😀 lanjut jalan, ke toko kacamata buat ganti bantalan kacamata yang sudah menyakitkan, harga Rp.10.000 dirayu pelayan toko supaya saya dan mama ganti frame, karena tawar menawar tidak ada titik temu jadi kami bilang mau pikir-pikir dulu 😉 ; lanjut jalan lagi ke toko Golo beli beberapa barang murmer (murah meriah).
Lanjut jalan lagi melewati Janssen Cosmeceutical sudah pernah beberapa kali kalau ke pasar baru akan melewati tempat ini, tapi belum pernah tertarik untuk mampir. Nah ceritanya karena muka saya lagi parah dengan jerawat dan komedo dan lagipula saya akan go abroad ke Swiss 2 minggu lagi, so pengen penampilan jadi cakep dong hehehe..
Lihat-lihat iklan pelayanannya dulu, lalu kami disamperin spg nya dan diberikan selmbar flyer kliniknya, kami tanya-tanya dong klikniknya dari mana Oo Jerman, berapa lama kalau mau perawatan facial, kurang lebih 1 jam, kalau saya mungkin perlu extra ya wong mukanya amburadul he-he-he .. ok deh kami bilang pikir-pikir dulu ya mbak.
Setelah keluar toilet saya memutuskan ambil paket facialnya Rp.75.000 itu facial dasar saja, ada lagi facial yang Rp.150.000 atau Rp.200.000 tentunya dengan tambahan-tambahan perawatan lagi, sambil ngeles saya bilang “coba dulu ya yang Rp.75.000 kalau hasilnya bagus ntar saya pasti balik lagi deh 😉 “.
Pertama kali muka dibersihkan dengan susu pembersih, lalu diolesin semacam cream, lalu dibersihkan dengan air, lalu di uapkan dengan suatu alat, uap hangat mengarah keseluruh wajah supaya pori-pori terbuka, enakk nih awalny :D, lanjut mulai deh muka saya dipencet pencet lama benerrr hiksss sakittt, di keluarin komedo dan jerawat, pencet sana sini seluruh muka .. air mata mengalir dengan sendirinya (bukan karena sedih loh!) :P. Setelah itu dibersihkan, di massage lalu di taruh semacam alat yang nyengat gitu deh, listrik?? Kayanya iyaaaa, lanjutt di bersihkan lagi dan di kasih masker, harus tunggu 20 menitan supaya kering lalu dibersihkan dengan air.
1,5 jam berlalu, si mama sudah gak sabaran nunggu saya diluar selama perawatan?. Setelah selesai perawatan saya pegang wajah saya, yang awalnya gradakan sekarang mulus seperti jalan tol he-he-he. Rp.75.000 untuk perawatan yang diberikan, saya puas, mungkin lain kali akan kembali lagi yaaaa.