Category: Tinggal di Jerman (Living in Germany)

Cerita-cerita keseharian saya di Jerman

  • Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian. Pernahkan kamu merasakan sensasi naik kereta ke ketinggian 700 meter?. Mama saya bilang „takut juga ya bagaimana kalau tiba-tiba keretanya rusak dan meluncur turun nabrak rumah-rumah dibawah“. „.. ya mak kereta buatan Jerman gitu loh!“ sahut saya haha.

    Minggu 31 Mei kita pergi liburan singkat ke Schwarzwald. Perjalanan ke penginapan butuh waktu sekitar 3 jam, daripada hari pertama kosong tanpa acara jalan-jalan jadi kita pergi ke objek wisata di Bad Wilbad dulu baru setelahnya lanjut ke penginapan.

    Tujuan utama ke Bad Wilbad adalah mengunjungi Baum wipfelpfad (the treetop walk) terjemahan google jadinya puncak pohon berjalan, jadinya lucu banget diterjemahkan ke bahasa Indonesia haha. Terjemahan bebas ala saya sebut „jembatan hutan“ saja ya 😉 .

    Untuk sampai ke lokasi Baum wipfelpfad kita naik kereta kabel (die Standseilbahn) sommerbergbahn. Kereta 2 gerbong ini bisa menampung 75 orang. Ada tempat khusus untuk sepeda, kereta dorong dan kursi roda. Kereta kabel ini merupakan generasi ke empat. Kereta kabel pertama di wilayah Baden Württemberg beroperasi tahun 1908. Di kota Bad Wilbad ini dekat pintu masuk objek wisata bisa kita lihat kereta kabel yang pertama kali digunakan yang sudah berumur 100 tahun.

    Video Naik Kereta Kabel Sommerbergbahn

     

     

    Panjang rel kereta 756 meter, pada ketinggian 500 meter kita bisa melihat lembah dan hutan yang sungguh indah dilihat dari ketinggian. Sampai diatas kita langsung ke lokasi jembatan hutan Baum wipfelpfad.

    Tiket masuk jembatan hutan Baum wipfelpfad sudah kita beli sebelum naik kereta. Tiket dewasa 13 euro (sekitar Rp. 195.000) harga ini sudah termasuk tiket keretanya pp 2,5 euro. Untuk anak dibawah 6 tahun gratis.

    Kalau misal tidak mau naik kereta ke objek wisata jembatan hutan bisa saja, jadi 13 euro tersebut dikurangi 2,5 euronya, kalau tidak naik kereta, pengunjung bisa berjalan kaki (mendaki hehe) atau naik mobil. Bapaknya Benjamin lebih memilih supaya kita naik kereta supaya tidak mengotori udara sekitar hutan dengan asap kendaraan.

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian
    Tree Top Walk Black Forest Jerman

     

    Dari jembatan Baumwipfelpfad sepanjang 1.000 meter kita bisa melihat hutan dari sisi lain yakni dari ketinggian 20 meter, dan dari puncak menara pandangnya kita akan berada di ketinggian 40 meter melihat keindahan Schwarzwald (hutan hitam).

    Arsitek jembatan hutan Baumwipfelpfad adalah Josef Stöger. Pak Stöger ini merancang 5 jembatan hutan Baumwipfelpfad. ada 4 di Jerman yakni di Neuschönau, Rügen, Schwarzwald yang kita kunjungi, Saarschleife dan satu di Lipno CZ Republik Ceko.

     

    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany
    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany

     

    Objek wisata treetop walk yang kita kunjungi di Schwarzwald dibuka untuk umum pada 26 September 2014.

     

    Pos Informasi

    Sepanjang jalan jembatan akan kita temukan papan informasi mengenai aneka hewan liar apa saja yang hidup di hutan sekeliling Baumwipfelpfad, informasi mengenai makanan apa saja yang biasanya dimakan hewan liar dihutan, bentuk /cetakan jejak kaki hewan liar dihutan inipun bisa kita lihat disana.

     

    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya
    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya

     

    Kalau kamu tertarik dengan alam liar berikut ini ada 10 pos Informasi Tree Top Walk Black Forest (dalam Bahasa Inggris):

    Didactic stations on the walk. Learn more about nature

     

    Pos Ketangkangsan

    Saya lupa ada berapa tepatnya pos ketangkasan ini, semua pos dicoba bapaknya Benjamin. Saya tidak berani mencoba takut jatuh haha padahal ada jaring kawat pelindungnya sih tapi tetap aja saya cemen 😳 .

    Benjamin penasaran mau mengikuti bapaknya, bukannya melangkah di balok ketangkasan, malah Benjamin berjalan di jaring kawat pengamannya. Bapaknya sudah sampai finish anaknya baru beberapa langkah saja. Benjaminnya diangkat segera karena menghalangi pengunjung lainnya yang mau lewat pos ketangkasan ini.

    Activity station
    Activity station

     

    Jalan kaki sejauh 1,2 km jadi tidak terasa karena banyak hal menarik yang bisa kita temui (pelajari) di jembatan hutan ini. Benjamin puas berlarian. Orangtua tidak perlu kuatir kalau anak-anak berlari-lari karena jembatan ini mulus tanpa anak tangga.

     

    Paling istimewa dari objek wisata jembatan hutan ini adalah pada ujung jembatan ada menara pandang melingkar setinggi 40 meter yang bahan utama pembuatannya adalah kayu. Kemiringan menara pandang ini 6% jadi aman digunakan untuk pengunjung dengan kursi roda dan para orangtua yang membawa kereta dorong. Menara padang ini konstruksinya menyerupai bentuk cangkir, ada 12 lingkaran (tingkat) menyerupai cincin melingkar.

     

    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany
    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany

     

    Kita semua tidak jalan sampai atas menara karena sudah cape jalan kaki (malas haha). Bisa sih turun naik perosotan cuma ya harus bayar 2 eur (Rp.30.000) per orang dan Benjamin belum bisa, boleh mulai umur 6 tahun naik perosotannya.

     

    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald
    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald

     

    Video Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

     

     

    Setelah keluar dari arena Tree Top Walk Benjamin langsung seperti anak ayam keluar dari kandang haha. Main yang kotor-kotor dia, duduk dan korek-korek pasir, kumpulini jerami, main kayu yang besar, batu besar banget juga diangkat. Saya yang awalnya cerewet ya sudah terserah deh mau ngapain juga tuh anak kita biarin aja, ingat juga ada buku yang judulnya Don’t Sweat The Small Stuff with kids Jangan meributkan hal-hal kecil dengan anak, makanya TERSERAHLAH nak bikin yang kamu mau, asal kau senang yaa, pulang jalan-jalan toh bsia mandi yang bersih 😉 .

     

    Video Don’t Sweat The Small Stuff with Benjamin

     

    Hari berikutnya jalan-jalan ke pulau bunga di pulau Mainau .. Bersambung yaa 😉 .

    Baca juga: Jalan-jalan di Jerman

  • Ke Jerman Modal Nekat? Bisa!

    Ke Jerman Modal Nekat? Bisa!

    Siapa yang menyangka gadis cucu tukang jamu keliling yang dulunya menjajakan gorengan keliling kampung sepulang sekolah, kini bisa melanjutkan master di salah satu Universitas ternama di Jerman?.

    Ke Jerman Modal Nekat? Bisa!
    Modal nekad ke Jerman?. Bisa!

     

    Kehidupan itu berubah dan roda itu berputar, jadi tak ada alasan untuk kita buat menyerah begitu saja menghadapi semua masalah dalam hidup, mengalami patah hati, atau pun kekecewaan karena dibuli, atau bahkan tertindas oleh hiruk pikuk kemiskinan. Karena masalah yang kita hadapi saat ini akan membentuk karakter kita menjadi orang yang tangguh dan kuat di masa depan. Kisah nyata yang akan aku tulis dibawah ini, semoga menjadi motivasi bagi pembaca sekalian dalam meraih mimpi dan keluar dari ke-galau-an yang melanda. 😀 .

    Alasan kemiskinan dan dicampakkan oleh sang suami, ibu menitipkanku kepada nenek di wilayah Batu-Malang. Sedangkan beliau sendiri bekerja di Surabaya sebagai babysitter. Nenek yang membenci ayahku itu tak pernah tahan untuk tidak membuli dan menyiksaku karena dianggapnya, wajahku mirip dengan ayah.

    Baca juga: Nikah Sama Bule Bukan Impian Saya

    Tiap dini hari pukul 4 pagi, disuruhnya aku mengantarkan jemblem (kudapan khas Jawa yang terbuat dari singkong digoreng) ke sebuah stand gorengan di Pasar Batu. Jarak pasar dengan kontrakan kami tak begitu jauh, hanya 300 meter. Baki atau ember besar wadah gorengan itu setelah kosong, wajib diisi dengan barang belanjaan untuk membuat jamu, seperti kencur, sirih, kunyit, gula merah, lepet, majaan, dsb. Selain jamu, nenek juga menjajakan gorengan di sore hari. Jadi selain bahan untuk membuat jamu, beliau menyuruhku membeli bahan untuk membuat jemblem, ote-ote, tahu isi, seperti: singkong 5 kilo, minyak 2 kilo, tepung terigu 2 kilo, wortel 1 kilo, dsb. Sejak kecil, aku adalah gadis mungil yang susah banget menjadi gemuk, jadi barang belanjaan sedemikian banyak cukup menyiksa punggung dan tangan-tangan mungilku. Tapi rutinitas pagi itu harus selalu aku lakukan demi mendapat uang saku untuk berangkat sekolah.

    Di sore hari, aku harus membantu nenek menjajakan gorengan keliling kampung demi mendapat uang saku untuk naik angkot dari Temas ke Beji. Di Beji, aku harus les untuk memenangkan olimpiade IPS saat itu. Jika aku tak menjual gorengan itu sampai habis, tamatlah riwayatku. Tak hanya aku harus jalan kali sejauh 9 km ke Beji, tapi juga cambukan dan cetholan di sekujur tubuh. Kadang, gorengan yang masih tersisa itu aku tangisi hingga basah oleh air mata. Tetangga yang tahu penderitaanku tersebut, kadang menebas semua sisa gorengan agar aku luput dari amuk nenek.

    Meskipun terdengar menyedihkan, tapi sebagai anak kecil polos, saat itu aku senang dan bangga pada diriku sendiri karena merasa berguna bagi orang tua. Kemiskinan dan kesusahan hidup saat itu, tak membuatku berhenti bermimpi. Saat halaman terakhir atlas, aku selalu saja bermimpi untuk bisa ke menara Eiffel di Paris (yang sudah kulakukan beberapa kali sejak aku di Jerman).

    Gimana ceritanya bisa di Jerman?

    Kalau kalian mengira aku anak miskin tapi jenius, itu salah besar. Saat SMP, aku pernah mendapat peringkat 35 dari 40 siswa. Yang bisa aku deskripsikan dari diriku ini: aku tidak begitu pintar, tak juga sangat rajin, tak juga beruntung terlahir di keluarga kaya, item, kurus dan dikatain serta dibully tetangga bahkan keluarga jelek dan lusuh, sehingga aku tak beruntung juga mendapatkan suami kaya. Bahkan 2 tahun sebelum ke Jerman, tunanganku memilih wanita lain dan membatalkan pernikahan kita.

    Simak cerita tentang awal ke Jerman: Semua berawal dari patah hati

    Modal Nekat?

    Saat ini, aku menempuh pendidikan Master di Universitas Hamburg. Bukan juga karena aku mendapatkan beasiswa. Sudah kubilang tadi, aku ini tak rajin-rajin amat, juga terlalu minder untuk bersaing dengan ribuan orang yang juga menginginkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Tapi kegigihanku dan semangat untuk mencari tahu itu membawaku ke titik ini.

    Awalnya, aku mencoba peruntungan dengan menjadi au pair. Setelah setahun tinggal bersama sebuah keluarga Austria, aku melihat banyak kemungkinan yang bisa dilakukan di Jerman, contohnya dengan menjadi sukarelawan (FSJ) atau Ausbildung, bahkan Kuliah gratis yang dicanangkan pemerintah Jerman sejak tahun 2014.

    Tahun kedua, aku menjadi FSJ di Jerman hingga 18 bulan sambil menabung untuk meraih mimpi kuliah di Jerman. Saat itu, sebenarnya aku mendapat tawaran dari Host Family untuk dijamin (diberi Verpflichtungserklärung), tapi aku memilih untuk lepas dari mereka dan pindah ke Hamburg, sekalian belajar hidup mandiri.

    Aku percaya, Tuhan selalu memberi jalan untuk hambaNya yang ingin berusaha dan pantang menyerah. Dua tahun tinggal di Jerman, aku mendapat banyak koneksi, teman baik dari Jerman maupun dari Indonesia yang senantiasa memberi semangat untuk mewujudkan keinginanku sekolah di Jerman.

    Gaji au pair dan FSJ yang tak seberapa itu pun terkumpul, dan modal nekat, yakni hutang salah seorang teman Jerman hingga 8000 euro menjadi alternatif ku untuk bisa kuliah.

    Baca juga: kuliah di Jerman tanpa uang jaminan 8000 euro

    Katanya kuliah di Jerman gratis? Kok pakai uang 8000 euro?

    Sebagian besar Universitas di Jerman tidak memungut biaya kepada mahasiswa baik dari Jerman maupun mahasiswa asing. Tapi, pemerintah Jerman harus memastikan bahwa hidup para mahasiswa asing tersebut baik-baik saja di Jerman. Sehingga, mereka harus memperlihatkan adanya uang 8000 euro di rekening bank untuk jaminan hidup mereka selama satu tahun di Jerman. Uang itu nantinya juga boleh diambil maksimal 650 euro perbulan untuk biaya hidup mahasiswa itu sendiri.

    Keajaiban demi keajaiban

    Setahun tinggal di Jerman, aku punya pacar orang Jerman, yang juga sangat mendukungku untuk kuliah. Bahkan ayahnya dan pamannya bersedia menjaminku agar aku tidak perlu mendepositkan uang 8000 euro di Deutsche Bank. Busyet, selain teman, host family, keluarga pacar juga bersedia menjadi tangan kepanjangan Tuhan untuk membantuku. Sayangnya, setelah 6 bulan PDKT dan 6 bulan menjalin hubungan. kami putus karena ketidak cocokan. Meski putus, dia dan keluarganya masih tetap mau jadi penjaminku, tapi aku tak mau, toh ada teman juga yang bersedia membantu.

    Simak cerita tentang cowok ini: Pacaran sama cowok Jerman?

    Setelah sempat putus asa dan frustasi selama 6 bulan, seorang teman menyarankanku mencoba dating sites agar aku tak selalu galau dan kangen rumah Sebelumnya aku belum pernah mencoba dating sites, tapi di Hamburg yang orangnya begitu dingin seperti cuaca di sana, membuat aku susah mendapat teman, teman Jerman tinggal di München, di München, orangnya lebih hangat dan tak begitu jaga jarak seperti orang Hamburg, sehingga aku mudah saja dapat teman di sana. Tapi aku percaya, kalau kita niatnya baik, pasti akan dipertemukan dengan orang yang baik juga. Iseng-iseng mencari teman, aku malah mendapat pacar :D, di bulan Februari 2016, aku mencoba dating sites (okcupid). Ajaibnya, hanya 1 minggu setelah daftar okcupid, aku bertemu dengan pemuda yang sangat baik dan sangat mencintaiku dan kami pacaran sampai sekarang. Pemuda ini yang selalu menyuportku dan memberi semangat untuk meraih mimpi, kuliah, menulis, menyelesaikan novel yang menjadi projekku selama bertahun-tahun, juga penasehat yang kadang bisa jadi seperti bapak, kadang juga seperti kakak 😀 . Pemuda ini yang menyembuhkan luka hatiku karena dipatahkan sebelumnya. Akhirnya, saat aku mulai kuliah, dia bersedia melakukan segala cara agar aku bisa mewujudkan mimpi itu dengan menjadi penjaminku, sehingga aku tidak perlu berhutang kepada teman Jerman, dan uang tabunganku itu bisa membantu orang tuaku di Indonesia menebus sertifikat tanah di Indonesia.

    Sekelumit kisah tentang masa kecilku di atas hanya satu dari ribuan kisah pemimpi yang semoga memberi inspirasi bagi pembaca blog pursuingmydreams ini. 😀 . Siapa sangka gadis mungil penjaja gorengan itu kini bisa kuliah di Jerman?. Kalau dia bisa, kalian pun pasti juga bisa! Semangat ya 🙂 .

    Sampai ketemu di kisah selanjutnya …


    Tentang Penulis:

    Girindra Wiratni Puspa adalah seorang yang meraih mimpi kuliah ke Jerman dengan langkah pertama sebagai Au Pair. Menetap di Jerman sejak 2014. Saat ini menempuh pendidikan Master di Universitas Hamburg.

    Website: http://www.denkspa.com

     

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

     

  • Impianku Mengunjungi Blumen Insel Mainau

    Impianku Mengunjungi Blumen Insel Mainau

    Impianku Mengunjungi Blumen Insel Mainau. Bagaimana rasanya jadi ibu dari dua anak?. Begitu pertanyaan yang pernah dilontarkan beberapa pembaca blogku belum lama ini. Rasanya campur aduk, kadang senang, sering juga kesal 😆 . Hampir setiap hari nih saya bawel melulu ke jagoanku Benjamin karena tingkahnya yang bikin saya pusing dan emosi.

    Misalnya saya sudah bilang tidak bagus main ludah, eh dia tetap mainkan ludah dia, kadang dimasukin ke botol atau gelas minumnya, kadang dia berdiri di bangku makannya lalu meludah. Meja diludahin lalu mobil-mobilannya di jalankan diatas ludahnya, atau mobil-mobilannya dikasih ludah, bahkan pernah juga meludah di supermarket, iihhh hampir saya murka saat itu 😡 , tapi nahan diri soalnya diluar rumah nanti jadi tontonan orang-orang haha.

    Tingkah berikutnya nih bocah seperti banteng, dia lari-lari lalu nanduk saya atau mamaku dari belakang. Sakit loh, walaupun masih kecil nih anak keras sekali kepalanya. Kalau ke bapaknya tidak berani Benjamin bikin begitu. Pernah sekali nanduk bapaknya, trus dengan nada tinggi “apaan tuh, kenapa bikin begitu?” tanya bapaknya. Benjaminnya takut tidak pernah ganggu bapaknya lagi. Hanya saya dan mamaku yang jadi sasaran keisengan Benjamin setiap hari! 😥 .

    Adiknya juga termasuk yang jadi sasaran keisengan Benjamin. Apa lagi ya, ah terlalu banyak keisengan lainnya yang kalau diceritakan bisa lebih 2000 kata postingan ini haha. Saya sampai bikin video keisengan jagoanku.

    Terlepas dari isengnya anak ini, Benjamin juga anak yang sangat So Sweet, dia sering peluk dan cium saya termasuk kalau mau minta maaf cium-cium saya berkali-kali. Bilang Danke (terima kasih) kalau kita melakukan sesuatu buat Benjamin, bahkan habis di omelin juga bilang “danke mama” 😎 .

    Ngomel melulu setiap hari cape, apalagi sudah hampir musim panas bakalan tambah sering emosi kali nantinya saya hiks. Saya butuh liburan supaya level bahagia dan kesabaranku normal lagi :mrgreen: .

    Dua tahun lalu pertama kalinya akhirnya kesampean mengunjungi Keukenhof Belanda. Tahun lalu kita tidak pergi liburan karena saya lagi hamil. Bisa sih liburan saat hamil tapi pengennya saat itu berduaan aja sama suami hehe, ah karena tidak ada cukup dana juga buat liburan ya dirumah ajalah paling ke balkon melihat kebunku sudah menghibur hati.

    Nah tahun ini mumpung ada mamaku di Jerman, kita mau pergi berlibur. Tempat tujuan liburan kita tentu saya yang ada taman bunganya karena saya suka sekali dengan tanaman dan bunga-bunga.

    Saya pernah di tanya sama orang Jerman baik dari keluarga atau teman bahkan pernah pembaca blog saya menanyakan apakah saya sudah pernah mengunjungi Blumen Insel Mainau?.

    Saya belum pernah kesana walau sudah hampir 7 tahun tinggal di Jerman saya belum berjodoh dengan Blumen Insel. Seperti Keukenhof, Blumen Insel menjadi daftar bucket list jalan-jalanku.

    Blumen Insel (pulau bunga) adalah pulau yang terletak di danau Constance dalam bahasa Jerman dikenal dengan nama Bodensee. Danau ini terletak diantara 3 negara yakni Jerman, Swiss dan Austria dekat pegunungan Alpen, merupakan danau terbesar di Jerman.

    Impianku Mengunjungi Blumen Insel Mainau
    Hamparan Bunga Tulip bermekaran di Blumen Insel. Sumber foto Facebooknya Blumen Insel.

     

    Suami tercinta memberikan tugas kepadaku, disuruh cari tempat wisata apa lagi yang mau dikunjungi selain Blumen Insel. Tugas kedua disuruh cari hotel/penginapan dekat Blumen Insel. Saya bilanglah „Nginepnya ya di pulaunya saja“. “Itu pulau milik keluarga kerajaan, memangnya bisa nginep di rumah mereka?”. Begitu komen suamiku haha 😛 .

    Blumeninsel im Bodensee. Taman Bunga di pulau Bunga
    Naik kapal ke pulau Bunga Blumen Insel. Sumber foto Facebooknya Blumen Insel. Blumeninsel im Bodensee. Das Besucherbild April 2017

     

    Saya pernah daftar newsletternya Traveloka dan sering terima email promosi hotel, tapi semua informasi promosinya untuk Indonesia. Saya coba cek masukin Blumen Insel ke kolom pencarian, lalu keluar daftar pencarian. Hasilnya semua hotel/penginapan kasih diskonan, agak kaget beneran ga sih? 😀 . Sungguh saya baru tahu kalau Traveloka ternyata tidak hanya di Asia saja.

    Oh ya kalau cari daftar hotelnya melalui Traveloka App harganya lebih murah loh. Setelah tukar pikiran dengan suamiku kami mau menginapnya di sekitar Bodensee (danau Constance) saja supaya bisa cari tempat wisata lain disekitarnya.

    Hasil Pencarian Hotel pakai Traveloka App
    Screenshot Hasil Pencarian Hotel pakai Traveloka App

     

    Di bagian atas web Traveloka saya baca kalimat ini: “Honest Price. Price you see = price you pay”. Biasanya kalau situs travel lain pasti ada biaya lain-lainnya ya pas kita mau bayar. Nah kalau Traveloka ini tidak ada biaya booking, harga terpajang sudah termasuk pajak dan tidak ada biaya tersembunyi lainnya. Bahkan mereka berani menjamin kalau kita booking melalui Traveloka dan ada harga yang lebih murah di website travel lain, maka Traveloka akan kasih kita duit Rp.200.000 melalui kupon diskon untuk transaksi berikutnya.

    Begitulah pengalaman pertama saya dengan Traveloka, kalau kamu apakah pernah juga booking melalui Traveloka? share di kolom komentar ya. Cerita jalan-jalanku akan menyusul di bulan Juni nanti yaa 😉 .

     

  • Anak Kecil yang Jijik Lihat Salju

    Anak Kecil yang Jijik Lihat Salju

    Anak Kecil yang Jijik Lihat Salju. Kebanyakan kita, baik orang dewasa dan anak-anak pasti suka dong lihat salju?. Apalagi kalau saljunya tebal wah pastinya kepengen guling-guling di salju kali ya haha 😎 .

    Ternyata oh ternyata jagoanku malah jijik lihat salju. Bukan hanya jijik dia juga bilang beh.. beh .. (yang artinya jorok/kotor) dan tidak mau injak salju. Saya sih kalau saljunya sudah mencair ya tidak suka juga kan jalanan jadi licin dan kotor, jadi wajar deh ya. Nah Benjamin walau saljunya masih bagus putih bersih dia tetap ogah tuh buat jalan di atas salju.

    Saat kita keluar rumah Ben sering minta gendong. Pas pergi sama bapaknya pasti digendong, kalau sama saya pasti saya suruh jalan 😛 apalagi saya hamil bagaimana bisa gendong, jangan-jangan saya turun berok deh haha, kecuali kalau Benjamin tidur pas di bus mau pulang nah saya terpaksa gendong dia dari halte ke rumah sekitar 3 menit.

    Anak Kecil yang Jijik Lihat Salju
    ko tampang muka bingung sih nak. 4 Jan 2017

     

    Saat Benjamin menginap semalam di rumah omanya, dan pernah berkunjung saja (saya tidak ikut) nah omanya cerita kalau si Benjamin tidak mau injak salju. Padahal di kota tempat tinggal mama mertua saya ini saljunya lebih parah tebalnya, dan saya mikirnya pasti asyiklah kalau si Benjamin mau main salju, sayangnya jagoanku ini bocah yang aneh haha 😆 .

    Salju tebalnya sudah lewat Januari lalu jadi ini memang late post 😳 daripada sayang saya sudah potret sana sini, ya bikin cerita ajalah 🙂 . Entalah apa salju tebal akan datang lagi, karena tahun lalu akhir April tiba-tiba turun salju yang lumayan tebal, padahal bunga-bunga musim semi sudah bermekaran dan beberapa jenis bunga musim panas sudah mulai tumbuh kala itu (Baca: Ko bisa sih Salju di Akhir April loh?).

    musim dingin di jerman
    Tumben si bocah mau pose manis, biasanya langsung lari. Ini kami lagi nunggu bus

     

    Benjamin dan saya hampir setiap hari keluar rumah, kami off dari jalan-jalan hari minggu saja karena bus tidak jalan pas minggu 😀 . Biar hujan atau pas salju ya kami usahakan paling tidak sejam-an untuk menghirup udara segar. Benjamin kalau tidak lihat jalanan bikin kacau melulu dirumah, daripada saya ngomel lebih baik bawah si bocah keliling naik bus atau kita kasih makan bebek. Walau winter ternyata bebek-bebek tetap banyak di kali ;).

    Video Jalan-jalan Pas Salju

     

    Berikut ini foto-foto saat salju Januari lalu:

    Pemandangan dari balkon belakang

     

    Pemandangan dari balkon depan

     

    Benjamin dan saya saat di luar rumah

     

    Video Snow On My Balcony plus houseplants

     

    happy children quotes
    Ada yang pamer haribo, sangking senangnya sampai disusun rapih hehe. Selesai deh jalan-jalan kita ya nak
  • 5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

    5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman

    5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman . Halo pembaca setia, atau mungkin tepatnya tulisan ini untuk para ibu hamil ya 🙂 . Saya mau cerita mengenai hamil dan melahirkan di Jerman, berhubung baru kepikiran 5 hal ini hasil baca beberapa web/blog mungkin nantinya akan ada kelanjutannya lagi kalau banyak yang perlu ditambahkan 😀 .

    1. Alat Tes Kehamilan di Jerman

    Kalau kamu merasakan tidak enak badan, sering mengantuk atau mudah lelah, dan berbagai tanda lainnya yang mengarah “mungkin hamil ya?” (schwanger) daripada langsung pergi ke dokter dan ternyata tidak hamil, lebih baik mengetes sendiri dahulu menggunakan alat tes kehamilan (Schwangerschaftstest). Lagipula di Jerman sini kalau mau ke dokter harus buat janji dulu, pas ditelp pun ditanyain apakah sudah cek pakai alat tes kehamilan dan hasilnya positif?, lalu dijawab suamiku, “ngapain telp mau bikin janji kalau belum tes dulu sendiri ..” haha. Alat tes kehamilan bisa dibeli di apotek (pharmacy), di Rossman atau DM, kalau di supermarket umum tidak selalu tersedia alat tersebut.

    2. Mengunjungi dokter kandungan

    Setelah melakukan tes sendiri dan ternyata positif hamil (horee 🙂 ) saatnya membuat janji dengan dokter kandungan alias Frauenarzt. Biasanya kamu disuruh menunggu sampai delapan minggu setelah pembuahan (conception) untuk datang ke pemeriksaan pertama. Pada kunjungan pertama ke dokter kandungan adalah untuk mengkonfirmasi kehamilan dengan pemeriksaan vagina dan pemindaian transvaginal (transvaginal scan).

    Ibu hamil akan disuruh lepas pakaian bagian bawah sampai celana dalam, jadi polos naik ke bangku pemeriksaan, kedua kaki ditaruh ditempat tersedia dan posisi mengangkang lebar. Kalau baru pertama kali hamil dan mengalami pemeriksaan tersebut rasanya aneh dan benar-benar tidak nyaman. Saya masih ingat saat itu, sakit waktu ibu dokter mengecek dengan cara memasukkan jarinya ke alat kelamin saya dan kemudian alat transvaginal scan.

    Setelah pemeriksaan dan benar hamil, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, misal umur ibu, apa ada alergi, riwayat penyakit keluarga dll. Ibu dokter akan meresepkan tablet Folsäure (folic acid) untuk dikonsumsi setiap hari.

    Setelah pemeriksaan pertama, akan diberikan jadwal untuk pemeriksaan berikutnya setiap bulan hingga minggu ke 32. Saat kandungan usia 32 minggu pemeriksaan menjadi setiap 2 minggu sekali. Saat sudah hamil tua, pemeriksaan jadi seminggu sekali atau 2-3 hari sekali.

    Fyi di praktek dokter kandungan (Frauenarzt) kalau tidak ada ruang ganti/lepas pakaian atau pojokan berhodeng tidak kalian lihat atau sudah ditanya tidak ada di ruang dokternya jangan heran ya katanya sih di beberapa praktek dokter di Jerman sini tidak ada ruang gantinya hehe, jadi lepas celana di pojokan saja. Untungnya di dokter kandungan saya ada ruang gantinya.

    Cerita mengenai pemeriksaan di dokter pernah sudah pernah saya posting silakan baca Pemeriksaan di Dokter kandungan .

    Tulisan Terkini

    3. Der Mutterpass teman terbaik

    Bagian dokumen paling penting selama kehamilan adalah Mutterpass (buku paspor ibu). Buku penting ini diberikan oleh dokter kandungan saat pemeriksaan pertama (usia kandungan sekitar 10-12 minggu). Didalam buku tersebut tercatat riwayat medis ibu hamil, riwayat kesehatan, berbagai tes yang dijalani dll.

    Mutterpass harus selalu dibawa saat ibu hamil bepergian keluar rumah. Kalau terjadi hal tidak diinginkan (misal kecelakaan atau lahir prematur), dengan adanya dokumen (Mutterpass) memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan disetiap fasilitas kesehatan di Jerman. Mutterpass nya bisa dipakai untuk 2 kali kehamilan. Semua data penting ibu hamil tercatat didalamnya..

    4. Hebammen (Bidan)
    Nah yang satu ini yang sayang sekali saya tidak tahu. Setelah melahirkan ada bidan yang bertugas mengunjungi ibu dan si bayi kerumah. Selama 8 minggu bidan akan membimbing ibu, memberitahukan banyak hal mengenai bayi dan perawatannya, termasuk tentunya kalau si ibu ada keluhan tertentu bidan akan siap membantu.

    Saya kira kalau bidan ke rumah kita bakal bayar sendiri, sudah kuatir aja pasti mahal hehe 😀 . Padahal waktu di rumah sakit bu bidannya sudah kasih kartu nama, dia bilang telp dia kalau butuh sesuatu. Berhubung ada mama saya yang datang dan tinggal 3 bulan di Jerman, jadi saya pikir tidak membutuhkan bidan. Kalau tahu bidannya akan ditanggung asuransi pasti saya akan panggil dong . Soalnya waktu itu asi saya minim banget beneran butuh pencerahan bu bidan. Ah nasi sudah menjadi bubur. Semoga nanti pas anak kedua lahir, saya akan panggil bidannya ke rumah. Btw bidan saya waktu itu bisa bahasa Indonesia loh! lancar banget 😉 .

    Selain membantu setelah melahirkan, bidan akan membantu ibu hamil sejak kandungan usia 35 minggu. Asuransi kesehatan menanggung 12 sesi kunjungan bidan dan hingga bayi usia 8 minggu. Kalau melahirkan saat musim panas ketersediaan tenga bidan terbatas, kemungkinan juga bidannya mengambil libur musim panas, jadi harus di booking jauh-jauh hari. Ada ibu hamil yang sudah booking bidannya saat kandungan usia 20 minggu. Ketersediaan bidan bisa ditanyakan juga di rumah sakit tempat si ibu akan melahirkan. Kalau mau cari online misal di http://www.hebammensuche.de tapi di web tersebut tidak ada untuk wilayah tempat tinggal saya 🙁 . Bagi yang tinggal di Berlin bisa cari bidannya di https://www.berliner-hebammenverband.de

    5. Rumah sakit Bersalin
    Saya melahirkan anak pertama di rumah sakit GRN-Klinik Sinsheim. Lokasinya hanya 5 menit dengan naik mobil dari rumah, makanya sehari sebelum operasi sesar disuruh pulang dulu hehe. Satu ruangan ada 2 ibu, kalau sedang ramai bisa saja satu kamar 3 ibu, agak risih sih kalau berbagi kamar begini apalagi tidak ada hordeng pemisahnya.

    2 hari terakhir hanya Benjamin dan saya di kamar tersebut, serasa kamar vip. Bebas bisa leluasa potret-potret 🙂 .

    Kamar khusus (ruang keluarga) yang bisa khusus satu ibu hamil kalau tidak salah hanya ada 2 kamar. Kamar tersebut khusus untuk kondisi tertentu misal ibu yang melahirkan prematur, anak atau ibunya nya bermasalah atau butuh penangangan khusus. Di kamar tersebut suami bisa bermalam, jadi ada 2 tempat tidur dewasa.

    Ibu dan bayi tidur satu ruangan, tidak boleh ada anggota keluarga lain yang ikut menginap. Pengunjung harus patuh jam besuknya.

    Waktu lahirannya Benjamin kita menginap 5 hari di rs. Bosan sekali karena saya tidak bisa internetan, tv posisinya jauh dari saya. Saya minta pulang lebih awal tidak dikasih karena kalau operasi sesar minimal harus 5 hari perawatannya, sedangkan yang lahiran normal dalam 2 hari sudah boleh pulang.

    Kalau biasanya makanan rumah sakit tidak enak kan ya, nah di rumah sakit ini makanannya enakk semua haha. Sarapan saya bisa nambah beberapa kali, makan siang dan malam akan ditanyain ke kita maunya apa, akan ada petugas khusus yang datang hari sebelumnya untuk bilang ada 2 atau 3 pilihan menu makanan.

    5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman. Menu sarapan di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Saya nambah melulu sampai kenyang haha.
    Menu sarapan di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Saya nambah melulu sampai kenyang haha.
    Salah satu menu makan siang di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Enakk semua menunya tiap hari. Sayang tidak bisa minta nambah hehe
    Salah satu menu makan siang di rumah sakit bersalin kota tempat tinggalku. Enakk semua menunya tiap hari. Sayang tidak bisa minta nambah hehe

    Semua biaya rumah sakit ditanggung asuransi, kita hanya datang bawa badan dan barang kebutuhan pribadi. Baju dan perlengkapan untuk bayipun sudah disediakan di kamar inap.

    Harapan saya nanti saat lahiran anak kedua bulan Maret 2017 bisa lahir normal supaya bisa cepat pulang dan tentunya cepat pulih dari sakit bersalinnya. Entahlah apakah dokter kandungannya akan mengizinkan saya lahiran normal. Kalau pas Benjamin di bilang bayinya bakalan besar karena suami saya tinggi besar dan saya orang asia kecil.

    Dikuatirkan bayi susah keluar atau nyangkut dsbnya makanya disuruh sesar. Saya pernah nonton tv, di Jerman sini kalau ibu hamil bisa lahiran normal, minta sesar juga tidak akan dikasih, padahal kan ada ibu tertentu yang takut operasi ya 😀 . Berat Benjamin kala itu 3,7 kg . Dokter yang mengoperasi bilang lehernya Benjamin terlilit tali pusarnya, benar atau tidak saya kan tidak boleh lihat proses operasinya. Saya tetap sadar hanya bius lokal 🙂 .

    Video Hamil Melahirkan dan Membesarkan anak di Jerman

     

    Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Mengenai Melahirkan di Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

     

    Sumber:
    having a baby in germany prenatal care

    Baca juga:
    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3
    Jurnal Kehamilan (Screening Test / Amniocentesis )
    Jurnal kehamilan (Pemeriksaan di Dokter di Jerman)
    Peran Ayah Dalam Keseharian Bayi
    Pentingnya Pemeriksaan Pasca Melahirkan

  • Catatan Singkat Hari Terakhir Tahun 2016

    Catatan Singkat Hari Terakhir Tahun 2016

    Catatan Singkat Hari Terakhir Tahun 2016. Halo pembaca setia blog pursuingmydreams.com, malam tahun baru kemaren saya lewatkan hanya berdua saja dengan Benjamin jagoanku. Biasanya malam tahun baru kami lewatkan dirumah mama mertua, seingat saya 3 tahun terakhirlah dirumah mama mertua malam tahun baru. Nah kali ini bapaknya Benjamin kerja dari 28 desember dan baru kembali ke rumah 5 Januari nanti.

    Entah mendapatkan kekuatan dari mana hari itu, saya sanggup membersihkan semua ruangan rumah, biasanya saya vakum 2 ruangan saja sudah encok rasanya. Selesai mengisap debu lanjut masukkan cucian kotor ke mesin cuci. Kotoran dari tahun 2016 supaya tidak dibawa ke tahun baru dong ya haha. Tinggal 1 januarinya saya bakalan setrika setumpuk pakaian hasil 2 kali nyuci.

    31 Desember kemaren saya dan Benjamin jalan-jalan satu jam ke pusat kota. Saya perlu membeli susu nya Benjamin, saya pikir ya sekalian menghirup udara segar (dingin), toh 1 Januari kita bakalan dirumah saja karena hari minggu semua toko tutup dan tidak ada bus yang jalan, daripada Benjamin bete 2 hari dirumah makanya Sabtunya saya mantap bawa Ben keluar.

    Kita pergi Jam 13.30 setelah cek dulu di internet apakah bus beroperasi pada hari terakhir di tahun 2016, ternyata sama sepert hari Sabtu lainnya bus jalan sampai jam 15.00. Kita turun di terminal bus dan jalan sekitar 5-7 menit ke supermarket DM namanya, kita pergi ke DM yang kecil saja karena kalau ke DM yang besar si Ben akan susah diajak udahannya, di DM besar ada beberapa permainan anak.

    Dari terminal bus kita jalan melalui pusat perbelanjaan yang suasananya mirip pasar baru nya Jakarta. Tidak ada mobil yang lewat jadi saya biarkan Ben jalan (lari) sendiri agak jauh jaraknya dari saya. Saya lupa bawa kamera padahal pemandangannya bagus buat di abadikan. Salju yang sangat tipis membuat pepohonan dan bangunan-bangunan seperti warna perak, kalau saljunya tebal baru putih banget ya. Suhunya cuma minus nol untung tidak ada angin kencang jadi ya kalau menurut saya tidak dingin banget sih. Seperti biasa Benjamin tidak mau pakai sarung tangan.

    Waktu mau ke supermarket di jalan pertokoan ada 2 anak remaja yang berlari dekat Ben, saya pikir mereka menggoda/mengajak main Ben, dan Ben pikir begitu makanya Ben agak berlari mengejar kedua anak lelaki tersebut. Tak berapa lama terdengar suara keras sekali duarrrr Ben teriak histeris maaaaa dan lari ke saya.

    Oalah ternyata 2 anak remaja tadi meletakkan petasan ke tengah jalan, untung Ben tidak lihat dan memegang petasannya. Hari sebelumnya saya nonton berita ada orang dewasa yang buta/hancur mata kirinya gara-gara kena cipratan bom petasan.

    Setelah beli susu niatnya mau bawa Ben jalan-jalan naik bus rute lain supaya agak lama berada di luar rumah. Kita melewati kali besar tempat bebek-bebek berada. Papan jembatannya putih tertutup saju tipis, saya sudah peringatkan Ben jangan lari karena jalannya licin. Si bocah tidak nurut ya dia 3 kali jatuh, dan akhirnya nangis-nangis karena kedua tangan merah karena kedinginan. Nah kalau merasakan sendiri baru tahu rasa kan?.

    Sudah bolak balik di tawarin pakai sarung tangan dia tidak mau. Saya bosan juga marah/ngamuk maksa Ben pakai sarung tangan. Akhirnya sudah merasakan sendiri kedinginan baru si bocah nurut. Benjamin minta gendong lalu dia peluk erat saya dan pipinya di tempelkan ke wajah saya dan kadang disenderkan kepalanya di bahu saya.

    Saya memutuskan kita pulang saja karena kondisinya sudah tidak nyaman buat kami naik bus keliling kota lagi. Didalam bus Benjamin masih nangis-nangis, lalu saya urut-urut kedua tangannya dan saya peluk erat dan si bocah tertidur.

    Tahun baru 01 Januari 2017 tetap saja rumah ya berantakan begini haha

    Sampai dirumah rutinitas seperti biasa, kasih makan Benjamin, saya masak, makan, menemani Benjamin nonton dan bermain. Jam 20.30 Benjamin sudah tidur karena dia tidak pernah tidur siang lagi jadi jam segitu sudah mengantuk. Saya asyik nonton sendirian menghabiskan malam sendiri diruang tamu. Jam 00.30 Benjamin bangun sambil nangis jerit-jerit karena takut mendengar suara petasan yang tiada henti selama setengam lebih. Saya ke toilet sebentar, Benjaminya mengikuti saya dan ngumpet di gudang nunggu saya selesai ganti baju. Benjamin tidur bersama saya karena dia tidak mau lagi sendiri dikamarnya. Keesokan harinya kita berdua bangun hampir 10.30 haha parah molornya lama bener yaa, sebenarnya jam weker bunyi pukul 08.30 saya matikan lanjut tidur hehe.

    Biasanya tahun baru saya mendapat brezel raksasa dari bapak mertua, karena kita tidak berkunjung malam tahun baru ini tidak dapat deh. Saya dikirimi foto brezel sama bapaknya Benjamin.

    Eine Neujahrsbrezel 2017. Giant brezel kalau ukuran ngikut tahun lalu 20×24 cm

    Bagaimana malam tahun baru kalian?.

  • 7 Hal Mengenai Natal di Jerman Pasar Natal Bikin Kangen

    7 Hal Mengenai Natal di Jerman Pasar Natal Bikin Kangen

    7 Hal Mengenai Natal di Jerman. Selamat pagi pembaca setia blogku, memasuki tahun keenam menetap di Jerman, berikut ini 7 ciri khas Natal di Jerman berdasarkan pengalaman saya:

    7 Hal Mengenai Natal di Jerman Pasar Natal Bikin Kangen

    1. Salam/sapaan Natal. Menjelang Natal saat orang-orang bertegur sapa diakhir kalimat mereka juga mengucapkan Frohe Weihnachten (Selamat Natal). Para petugas seperti petugas kantor pos, supir bus, kasir di supermarket, petugas bank, pegawai kantoran, pelayan toko dll termasuk juga para penumpang bus mengucapkan ke supir, atau ke sesama penumpang saat mau turun bus akan saling mengucapkan Frohe Weihnachten .

    Tulisan Terkini

    Kalau mendapat ucapan begitu kita bisa jawab balik kalimat yang sama juga Frohe weihnachten atau kita jawab “Ihnen auch” (buat Anda juga) atau gleichfalls (sama-sama).

    2. Hadiah kecil. Para petugas/karyawan bank, kantor, supermarket dll saat hampir selesai melayani customer selain mengucapkan selamat Natal, juga memberikan hadiah kecil. Jangan dilihat dari nilainya, apalah arti sebungkus kecil permen karet, sekantong teh, coklat dan penganan manis lainnya, yang penting niat baiknya kan 🙂 .

    Beberapa hadiah kecil yang saya dapat saat Natal. Saya dapat dari kasir supermarket, kantor pos dan lainnya. Ada permen jelly, teh, dan coklat atau penganan manis lainnya.

    Baca juga: Berbagai Ucapan Selamat dalam Bahasa Jerman
    3. Minuman khas Natal. Saat Winter kita bisa merasakan wine hangat yang dikenal dengan nama Glühwein (bahasa Inggrisnya Mulled wine). Ada yang pakai alkohol dan tanpa alkohol . Glühwein keluar hanya saat musim dingin dan menjadi salah satu khasnya suasana Natal. Cara menyajikan glühwein dihangatkan dulu lalu diminum panas-panas. Harumnya glühwein pun sangat khas karena terbuat dari rempah-rempah. Kalau datang ke pasar Natal ya kita bisa beli jadi Glühwein ini.

    Proses pembuatan Glühwein atau Mulled wine. Sumber foto: https://de.pinterest.com/pin/331859066276151911

    Bahan penting pembuatan Glühwein antara lain:
    • Buah jeruk
    • Kayumanis
    • Jahe (ginger wine) yakni jahe merah yang difermentasi dengan kismis
    • Cengkeh
    • Pala (Nutmeg)
    • Kapulaga (Cardamom)
    Echte Sternanis (Illicium verum) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama kembang Lawang adalah rempah yang memiliki rasa yang mirip dengan Adas manis

    DIY pembuatan Glühwein atau Mulled wine. Sumber foto: https://de.pinterest.com/pin/127578601919781324

    4. Gelap lebih panjang. Tidak enaknya suasana saat winter/Natal adalah sang mentari malas muncul dan terbenamnya cepat sekali, seakan-akan malas bersinar sangking dinginya cuaca. Pagi hari mulai terang jam 8.30 dan matahari sudah terbenam jam 16.30, malah kalau hujan sepanjang hari jam 16 sudah gelap gulita 🙁 .

    5. Pohon Natal (Weihnachtsbaum) biasanya orang-orang Jerman beli yang pohon cemara asli. Bentuk dan ukuran tergantung selera kita. Selesai natalan akan ada hari khusus dimana warga bisa membuang pohon cemara ini, nanti ada petugas khusus dengan truk yang menjemput pohon-pohon cemara yang ditaruh ditepi jalan. Biasanya pohon-pohon cemara ini dikumpulkan pada minggu pertama Januari .

    Perkebunan Pohon Cemara di Hanover dekat Lower Saxony. Sumber Photo DPA

    Pohon Natal Kreatif Hiasan Anak anak TK di Jerman

    6. Hiasan Natal. Antusias warga menghias taman dan bagian luar rumah mereka dengan berbagai hiasan tema natal dan paling penting lampu hiasnya. Wah hal ini adalah salah satu yang membuat saya senang sekali saat bulan Desember kalau naik bus serasa dihibur dengan melihat rumah warga yang model begini.

    Baca juga: 12 Ucapan Selamat Hari Natal Bahasa Jerman Mudah dan Pendek

     

    7. Pasar Natal (Weihnachtsmarkt) adalah pasar malam yang diadakan diberbagai kota di belahan dunia Eropa saat menjelang Natal. Pasar Natal sangat menarik untuk dikunjungi, kalau saya tujuan utama kesana untuk melihat suasananya.

    Melihat tenda-tenda para pedagang yang dihias dengan lampu-lampu yang berwarna-warni, melihat orang-orang yang ramai dengan busana-busana musim dingin yang mereka kenakan, melihat macam kue-kue khas natal, ornamen-ornamen khas natal, dan juga glühwein (wine hangat) yang sayang untuk dilewatkan karena kita bisa menikmati hal tersebut setahun sekali.

    Baca juga: 4 Jenis Kue Natal Khas Jerman

    Tahun ini saya absen mengunjungi pasar Natal karena malas kalau hanya berdua saja dengan Benjamin ada saya bisa kehilangan dia karena si bocah yang lari melulu 😀 . Sayangnya pasar Natal tahun ini dibayangi dengan aksi teror, pertama di Ludwigshafen anak usia 12 tahun bawa bom di tas punggungnya, untungnya tidak meledak. Kedua aksi teror di Berlin yang menewaskan 12 orang 🙁 .

    This slideshow requires JavaScript.

    Perayaan Natal di lingkungan keluarga biasanya dilakukan pada malam Natal (Heiligabend) pada 24 Desember, dimana keluarga berkumpul dan makan bersama dan tentunya saling berbagi cerita sambil mendengarkan lagu-lagu Natal.

     

    Frohe Weihnachten! 🙂 .

     

    Artikel terkait:
    5 Bunga Penyemarak Suasana Natal di Jerman
    Natal Pertamaku di Jerman
    Pasar Natal di Kota Tua Bad Wimpfen
    Hiasan Pintu Natal dari Buah Pinus – DIY Hiasan Natal Pine Cone Wreath

  • Cerita Musim Gugur 2016 – Late Post

    Cerita Musim Gugur 2016 – Late Post

    Hai pembaca setia, saya kembali lagi setelah dua minggu absen ngeblog hehe. Musim gugur tahun ini rasanya sudah seperti musim dingin saja  . Gelap cepat sekali datang, jam 5 sore sudah gelap gulita, padahal kalau mau bandingkan dengan musim semi apalagi musim panas, wah terangnya bisa sampai jam 9-10 malam.

    Suhu langsung ngedrop dibawah 10 derajat C dan saat saya ingat cek app cuaca kaget dong karena tengah malam bakalan 0 derajat dan hari berikutnya akan minus 1 derajat c (lupa tanggal berapa), padahal masih banyak kerjaan beberes balkon. Bagaimana mau beresin balkon karena hampir setiap hari  hujan deras euy! .

    Peringatan buat saya nih supaya tahun depan urusan bongkar membongkar pot-pot tanaman harus mulai dilakukan dari bulan September. Bulan November ini saya baru kejar setoran beberes balkon, hampir setiap hari walau cuma 1-2 jam saya beresin balkon, atau bongkar pot-pot tanaman bawa ke rumah (dapur) saat Benjamin tidur siang. Bibit-bibit bunga musim semi baru mulai saya tanam 14 November lalu, semoga tanah tidak sampai beku dulu supaya bibit-bibit tulip, krokus, dafodil dll sempat numbuh sedikit akarnya dan lanjut numbuh lagi tahun depan.

    1 Nov 2016 – lupa tanggal merah

    Benjamin dan saya setiap hari (Senin sampai Sabtu) selalu keluar rumah supaya kita menghirup udara segar, lagipula kalau hanya dirumah saja si Ben bawaannya bete aja bosan kali ya haha, pokoknya harus ada acara bisa lari-lari bebas si jagoanku ini. Hari Minggu kita dirumah saja karena bus tidak jalan dan semua toko-toko termasuk pusat belanja tutup di hari minggu. Saya sengsara kalau jalan-jalan bersama Benjamin tidak naik bus, cape ngejar si bocah haha  .

    Sehari sebelumnya saya mikir rencana kita mau ngapain dan mau kemana. Ada hari buat belanja ke supermarket, belanja kebutuhan Ben (susu, snack dll), kasih makan bebek, naik mobil-mobilan di pusat kota, kalau tidak ada rencana belanja ya biasanya kita melakukan aktifitas gratis aja yakni keliling kota naik 2 bus yang berbeda selama 1 jam haha. Saya bilang gratis karena tiket bus kan punya kartu bulanannya, jadi kita langsung naik saja.

    Selasa 1 November Benjamin dan saya mau naik bus dari halte yang berbeda, biasanya kita lakukan begini supaya ikut bus nya mutar agak jauh dulu jadi tidak cepat sampai pusat kota. Bawa Benjamin jalan kaki sebenarnya sengsara buat saya haha karena pasti saya akan kejar-kejaran sama Ben. Kereta dorong sudah lama tidak kita gunakan karena anaknya sering tidak mau duduk diam, maunya lari. Nah daripada saya pusing mikirin kereta dorong dan kejar si bocah, jadi sekarang jarang bawa kecuali kalau mau belanja yang berat (banyak).

    Tunggu ditunggu ko bus nya tidak lewat, “apa kita ketinggalan ya?” . Kita sampai di halte sebelum jadwal ko, sampai lewat 10 menit bus nya tidak datang juga. Ya sudahlah kita jalan kaki saja ke lapangan bolanya.

    Video Benjamin Main Bola

    Sekitar 20 menit main bola si Benjamin bosan dan dia keluar lapangan lalu dia ke seberang ke tempat bermain anak. Bola yang dibawa dari rumah asal dia lempar ke semak-semak ggrrr  serasa saya nih bodyguard   dia ya haha disuruh ambil bolanya si bocah.

    Tempat bermain anak ini sangat kecil, dan saya lihat ada pita garis polisi di alat bermain memanjat. Saya tidak sreg lagi dengan tempat ini karena kesannya kotor. Ada tempat bermain anak yang baru yang sangat luas, sayang lokasinya agak jauh ah saya gempor kalau bawa Benjamin tidak naik bus   .

    Gaya banget deh kamu nak :)
    Gaya banget deh kamu nak 🙂

    Setelah dibujuk akhirnya mau Benjamin keluar dari tempat bermain tersebut.

    Video Benjamin di luar lapangan bola

    Suasana musim gugur ya begini banyak sekali daun-daun rontok. Saat hujan jalanan jadi licin, semakin kotor karena daun-daunan tersebut. Pada waktu tertentu ada petugas kebersihan yang membersihkan kota.

    Benjamin suka nih lari di dedaunan rontok, mutar-mutar terus tidak mau pergi dari tempat ini
    Benjamin suka nih lari di dedaunan rontok, mutar-mutar terus tidak mau pergi dari tempat ini

    Benjamin bermain daun-daun rontok

    Kita jalan lagi ke halte bus, menunggu dan menunggu sampai jadwal bus waktunya lewat, lah kenapa bus nya tidak datang ya?.

    Benjamin dan saya berjalan lagi ..

    Khasnya anak cowo kali ya ga bisa banget jalan manis sama saya, pasti banyak gayanya. Nih kali dia lepas tangan saya dan naik-naik
    Khasnya anak cowo kali ya ga bisa banget jalan manis sama saya, pasti banyak gayanya. Nih kali dia lepas tangan saya dan naik-naik

    Nih anak suka sekali petik bunga liar yang di jalan. Bunganya warna kuning. Ah saya lupa nama Jermannya. Asal lihat bunga ini pasti Benjamin berhenti dan petik.

    Benjamin dan saya duduk-duduk dulu, lalu lewatnya ibu lansia yang sering kita ketemu. Saya nanya dia mau kemana, katanya mau jalan ke rumah sakit, tapi tidak tahu juga mau besuk siapa haha. Intinya si ibu hanya mau jalan-jalan daripada dirumah bosan. Saya ngomong dalam hati “rumah sakit kan jauh sekali, kenapa tidak naik bus si ibu lansia ini” .

    Si ibu bilang dia mau petik bunga juga seperti punyanya Benjamin, lalu saya kasih tunjuk dimana tempat numbuhnya. Pergilah Benjamin dan si ibu untuk memetik bunga  , saya nunggu aja tidak ikut mereka.

    Setelah kami ngobrol sebentar, si ibu lansia pamit mau pergi duluan. Benjamin dan saya masih duduk-duduk sampai si bocah bosan.

    Benjamin ga takut jatuh

    Benjamin dan saya berjalan lagi, kami menuju halte bus berikutnya. Saya heran melihat toko-toko kenapa pada tutup ya. Kami tiba di halte bus, seberangnya ada bank tapi kenapa tutup kan hari selasa. Saya menduga pasti tanggal merah nih, pantas saja bus tidak ada yang lewat haha. Untung Benjamin dan saya belum jalan lebih jauh lagi .

    Pulang sajalah kami sudah cape jalan kaki 1,5 jam. Kami melewati pohon yang daun-daunnya belum rontok. Warna khas musim gugur, kalau masih oktober disebutnya warna begini golden oktober (oktober emas). Sungguh indah pemandangan setahun sekali ini  .

    Warna khas musim gugur, lihat warna pohonnya kan ada yang kuning emas tuh
    Warna khas musim gugur, lihat warna pohonnya kan ada yang kuning emas tuh

    Video warna khas musim gugur

    Cakep banget ya warna daun-daunnya. Pemandangan indah yang bisa dinikmati setahun sekali
    Cakep banget ya warna daun-daunnya. Pemandangan indah yang bisa dinikmati setahun sekali

    Tiba dirumah saya lihat kalender, oalah ternyata 1 November hari itu tanggal merah. Peringatan Allerheiligen (Hari Raya Semua Orang Kudus / All Saints’ Day ) . Pantas saja tidak ada bus yang lewat dan semua toko tutup. Ya beginilah kalau tidak kerja kantoran sering lupa hari tanggal merah, saya anggap semua hari sama saja haha   .

    9 Nov 2016 – lihat traktor

    Hari ini bukan tanggal merah, pasti bus datang haha. Kami ke halte depan rumah saja. Benjamin seperti biasa ngeledekin anjing kecil yang nangkring di jendela. Nih bocah niru suara monster, angkat kedua tangannya sambil teriak-teriak. Anjingnya jadi ribut karena diledekin Benjamin. Saya kebetulan bawa kamera, saya nge-zoom rekam dari jarak agak jauh. Nih anak memang iseng coba kalau ada pemilik rumah kena marah kali haha. Lain kali saya rekam lebih lama, soalnya nih kali kuatir ada yang punya rumah hehe

    Video anak iseng ledekin doggy

    Kegiatan kami berdua kali ini di pusat kota adalah memberi makan bebek lalu melihat traktor.

    Cuaca sudah dingin namun bebek-bebek masih terlihat banyak di kali. Kalau dikasih makan (remahan roti) wah banyak sekali teman-temannya berdatangan 🙂 .

    Video lihat bebek

    Benjamin suka sekali melihat mobil, bus dan berbagai kendaraan lainnya. Dirumah dia punya banyak mobil-mobilan dengan aneka bentuk. Saat melihat aslinya mobil besar tidak ada takutnya si bocah, malah mau didekati. Kalau yang sedang berhenti ya tidak masalah di pegang atau berdiri dekat mobil besarnya, kalau yang truk pengeruknya sedang beroperasi ya tidak boleh dong didekati. Ada garis polisi disekeliling lokasi yang sedang dikerjakan.

    Baca juga: Cerita Benjamin dan Macam-macam Mainannya

    Video Benjamin lihat traktor

     

    Beberapa foto Benjamin saat kita jalan-jalan:

     

    Tumben nih anak mau disuruh diri didepan traktornya biasanya jarang bisa dapat foto yang bagus
    Tumben nih anak mau disuruh diri didepan traktornya biasanya jarang bisa dapat foto yang bagus

     

    Musim gugur 2016 daun-daun hampir rontok semuanya
    Musim gugur 2016 daun-daun hampir rontok semuanya

     

    Menunggu bus mau pulang. Lihat Ben pegang bunga lagi kan dia habis petik lagi tuh. Sudah dikasih satu bunganya buat seorang oma, eh dia minta lagi bunga haha
    Menunggu bus mau pulang. Lihat Ben pegang bunga lagi kan dia habis petik lagi tuh. Sudah dikasih satu bunganya buat seorang oma, eh dia minta lagi bunga haha 

     

    Sampai disini dulu ya cerita nya, nanti disambung lagi cerita musim gugurnya, bakalan late post juga  .

  • Di Jerman itu (Edisi Belanja)

    Di Jerman itu (Edisi Belanja)

    Di Jerman itu (Edisi Belanja). Belanja pakaian, sepatu dan barang non konsumsi lainnya boleh ditukar. Kalau pas sampai rumah eh ternyata kita tidak suka warnanya, modelnya, atau bajunya terlalu kecil, celananya kebesaran (lah memang di toko tidak dicoba? 😛 ). Pokoknya kalau kita tidak suka dengan yang sudah kita beli tersebut bisa ditukar asal ada bukti pembeliannya.

    Di Jerman itu (Edisi Belanja). Lihat tanda panah. Penukaran barang dalam waktu 14 hari. Tidak ada kembali uang
    Lihat tanda panah. Penukaran barang dalam waktu 14 hari. Tidak ada kembali uang

     

    Namun pernah juga saya curi dengar (nguping) ada seorang ibu mau tukar buku tapi tidak ada struk belanjanya lagi. Ibu tersebut bilang dia dapat kado dan dia sudah punya buku tersebut, akhirnya bisa ditukar sih. Tidak semua toko memperbolehkan hal ini.

    Video Benjamin main di supermarket (usia 11 bulan dan 20 bulan)

     

    Apakah semua yang dibeli di Jerman boleh ditukar?.
    • Kalau makanan/produk yang dikonsumsi tidak boleh ditukar. Alasannya logis saja “kalau dimasukin racun ke produk tersebut yang tahu hanya yang minta tukar itu saja kan” . Di Indonesia aja dalam wafer bisa ada kupon undian yang bohongan hehe, berarti produk makanan bisa dibuka dan ditutup lagi dong seperti aslinya? 😀 .

    Suatu hari saya beli dua kardus susu (bubuk) Benjamin. Saat sampai dirumah baru sadar (ngecek) ternyata yang harusnya beli susu untuk usia 1 tahun eh saya beli untuk bayi 1 bulan haha parah! 😥 .

    Kedua kardus usia 1 tahun dan 1 bulan sama-sama tertera angka 1, sayangnya saat saya terburu-buru ambil susu hanya perhatikan angka 1 dan langsung ke kasir. (Memang sih kalau ke tempat ini sama bapaknya Benjamin pasti serba buru-buru). Padahal setelah angka 1 ada tulisannya Jahr (tahun) yang saya salah beli cuma ada angka 1 saja alias 1 bulan alias untuk bayi baru lahir.

    Merek ini ada 2 macem untuk usia 1 tahun. Ada yang di tulis 1 (Jahr) dan satu lagi ditulis 12 monat. Biasa ya difresiasi produk kan ya sebagai salah satu cara jitu marketing haha.

    Hari itu pas beli adalah hari sabtu toko-toko hanya buka setengah hari, minggu libur (toko-toko di Jerman tutup hari minggu dan tgl merah lainnya). Akhirnya terpaksa nunggu hari Senin. Niatnya saya mau pergi sendiri menukar susunya. Eh pas ketemu bapaknya Benjamin di stasiun kereta pulang kerja jadilah saya ajak aja ke supermarketnya.

    Untunglah bapaknya Benjamin ikut, kalau saya sendiri mana bisa berdebat saya walalupun saya ada dipihak yang salah hehe.

    Pas sampai toko 2 kasir lagi sibuk dan antriannya panjang, lalu kita samperin ibu pegawainya yang lagi beberes rak. Sepertinya ibu ini supervisornya. Suamiku bilang kalau istrinya salah beli susu harusnya beli untuk usia 1 tahun kebeli yang untuk 1 bulan. Kata si ibu toko tidak boleh ditukar/diganti/dikembalikan. “Lalu bagaimana dong?” tanya bapaknya Benjamin “kan tidak bisa di konsumsi tidak cocok lagi” .

    Ya harus dibuang” kata si ibu toko. Hiks sayang banget ya 20 euro pikirku dalam hati :/ .

    Seiße kata suamiku, seiße (shit) ke keadaannya bukan ke ibu toko. Ya sudahlah kita mau pergi aja toh sudah berusaha mencoba ya hehe.

    Eh pas kita balik badan mau pergi, si ibu toko menyuruh kita ke kasir. “Sekali ini saja ya, berikutnya tidak boleh lagi! ” kata si ibu toko. Iya deh bu sekali ini aja teriak saya girang dalam hati saja haha.

    2 kardus susu saya berikan lalu kasir taruh di bawah meja dia, uang dikembalikan dan kita ambil susu yang benarnya di raknya dan bayar lagi dong. Saya tidak tahu apakah susu yang salah tadi benar dibuang untuk cari amannya, atau nantinya dikembalikan ke raknya. Kardus sama sekali belum saya buka, masih dalam keadaan rapi dan bagus.

    Sejak saat itu kalau beli susu Benjamin saya ambil yang ada tulisan 12 bulan saja supaya aman 🙂 .

    • Pajak belanja 19% sudah termasuk harga barang. Pada struk belanja akan tertera nilai pajak dan harga Nett nya.

    • Belanja di supermarket tas atau kantong platik harus bayar, tapi kalau belanja pakaian, sepatu dikasih plastiknya gratis. Nah ternyata sejak 1 April 2016 harus bayar plastiknya 20 cent (Rp. 3.000). Saya baru sadar harus bayar akhir April, karena biasanya kalau beli sepatu cuma sepasang ya saya bilang saya bawa kantong, walapun sebelum April gratis ya.

    Struk pembelian di Jerman. Plastik bayar 20 cent, klo dirupiahkan Rp.3000
    Struk pembelian di Jerman. Plastik bayar 20 cent, klo dirupiahkan Rp.3000

     

    Ketika ke toko sama ibu mertua mau beli baju Benjamin ko kasirnya nanya “mau plastik atau tidak“? biasanya kan langsung dimasukkan plastik tanpa nanya kita pembelinya. Kasir lanjut bicara “..bayar 20 cent” tentu saja kita menolak karena bawa kantong sendiri 😀 .

    Kabarnya di tanah air tercinta Indonesia sudah diberlakukan juga plastik berbayar, nah jalan ga sih programnya?, apa benar kalian bayar plastiknya? soalnya setahu saya peraturan seringnya warm warm chicken shit awalnya gencar ya selanjutnya longar haha.

     

    Ps. Saya mengucapkan selamat Lebaran buat teman-teman yang merayakannya.

     

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman, No. 3 Jagoanku

  • Derita Musim Panas di Jerman

    Derita Musim Panas di Jerman

    Derita Musim Panas di Jerman Halo pembaca setia, maaf ya yang menantikan cerita saya ko lama tidak ada update di blog hehe maklum musim panas membuat saya serba malas ngapa-ngapain, asyiknya makan es krim sambil main sama Benjamin 😀 .

    Berikut ini banyak hal yang berhasil saya catat dari 2 hari gila-gilaan panasnya di tahun 2016 ini:

    • Kita tinggal diatas, orang jerman bilang dachwohnung, ada jeda sih ke atap (gudang), tapi tetap aja panas bo. Dalam ruangan bisa 29 derajat. 28 derajat c saya masih okelah, klo benjamin ya rewel mulu.

    • Hari kedua gila panasnya (24.06.2016). Kemaren sempat lihat temperatur luar 34 derajat, lupa jam brp. Masa jam 10 pagi saja sudah 29 derajat c.

    • Rambut Benjamin saya cukur lagi (24 juni) kasihan basah melulu keringatan. Sehari sebelumnya gak boleh sama bapaknya dipotong, setelah lihat sendiri anaknya uring-uringan keringatan no comment saya potong rambut Ben.

    • Benjamin rewel melulu. “Heiß (panas)” katanya. Saya bilanglah “di Indonesia begini Ben panasnya tiap hari. Di jerman untung panas gila cuma 2-3 bulan“. Eh bapaknya nyamber “AC di indonesia bagus” hahaha tapi kan mahal kali listriknya sahut saya.

    • Dalam sehari minimal 4x mandi si Ben, eh berendam sih tepatnya. Mandi pakai sabunan sekali saja, lainnya hanya siram air 15 menitan, klo mandi sama bapaknya bisa 30 menit, mentang-mentang air termasuk uang kontrak rumah ya hehe. Gak perlu pakai sabun tiap kali mandi karena sabun mengikis lemak kulit malah nantinya jadi kering dan bersisik kulit kita.

    • Sebelum tidur kita basahin badan dan rambut lagi supaya bisa tidur nyenyak. Kata mama saya apa gak masuk angin tuh si ben?. Shower kita bisa diatur panas dinginnya. Airnya gak sedingin air di indo 😀 .

    Derita Musim Panas di Jerman tahun 2016
    Kalau musim panas nih tempat mandi tutup lubangnya isi air bisa berendam deh si Benjamin 2016-06-23

    • Biasanya Benjamin tidur siang bisa minimal 3 jam. Nah 23-24 juni sama sekali tidak tidur siang karena kamarnya panas sekali, bukan cuma kamar dia tapi seluuruh ruangan rumah kita.
    • Tahun lalu keringat saya bercucuran, tahun ini belum keringatan.
    • Kalau malam jendela kita buka lebar, sudah pasang kasa nyamuk. Dini hari sejuk banget, tidur nyenyak.

    • 23 juni Ben cuma bertahan tidur malam 1 jam dikamarnya. Dia nangis saya pegang rambutnya basah keringatan. Saya bawa ke ranjang saya, langsung tidur pulas. Kamar ben ada Rollladen (roller door) tahun lalu pernah sekali diturunin bapaknya, tahun ini bapaknya gak mau turunin lagi karena berat sekali. Lama putar nuruninnya pakai tang. Sudah hampir rusak, kuatirnya kalau dipaksa beneran rusak, ntar kita harus ganti kan. Jadi saya tutupi kardus tebal saja. Musim dingin kedinginan, summer kepanasan hehe.

    • Jendela dan semua rolladen yang kena matahari pagi kita turunin mulai jam 8 pagi, supaya sejuk dalam rumah bertahan. Sedangkan kamar mandi dan dapur kena matahari sore mulai jam 3 kita turunin 2 jam sebelumnya. Matahari sore lebih gila lagi panasnya.

    Video Begini di Jerman Cara Agar Rumah Tidak Panas Saat Summer 🏘

     

    •Jangan siram tanaman lagi kalau sudah kena matahari, karena air yang tertinggal membuat daun tanaman jadi terbakar (gosong) ini beneran pengalaman pribadi.

    • Saya menyiram tanaman begitu bangun tidur 6.30 – jam 7. Malam hari juga saya siram. Kalau malam daun-daunnya sengaja saya siram supaya daun-daun tanaman tidak kering sekali, kalau kering berhari-hari bisa kena spider mite (Hama labah-labah mini pink) . Nih laba-laba mini merah suka bersarang kalau cuaca kering dan panas, tahun lalu cuma satu dahlia yang sempat berbunga padahal nanam lebih dari 5 jenis. Saya berkali-kali botakin buang daun-daun dahlia karena diserang hama ini.

    • beberapa tanaman yang kena matahari sore di balkon belakang saya tutupi kain putih tipis (vlies) atau bisa juga pakai koran, kalau tidak dilindungi tanaman ada bagian daun yang gosong (kebakar) 😥 . Tanaman tomat-tomat saya kena matahari pagi dan siang saya tutupi kain tipis juga.

    Kebun di balkon belakang, sudah dirapikan jadi ada sedikit tempat buat melangkah. Bahagia semalam habis hujan deras, jadi sejuk nih. Foto 25.06.2016
    Kebun di balkon belakang saat summer, sudah dirapikan jadi ada sedikit tempat buat melangkah. Bahagia semalam habis hujan deras, jadi sejuk nih. Foto 25.06.2016

    • Hampir setiap hari makan es krim. Kalau di toko sudah naik harganya, tahun lalu masih 90 cent sekarag 1 euro satu sendok es gilee bener, mendingan kita beli di supermarket. Klo pengen banget yang ditoko ya kita beli soalnya enakkk banget loh rasanya 😀 .
    • Tiap hari nyuci lalu jemurin diruang tamu, lumayan bisa membuat adem ruangan, dari kelembapan ruang normal 50 an begitu jemur cucian bisa 60 an.

    • Nyetrika tunggu numpuk banyak dulu. Nunggu semangat 45 juga haha. Baju-baju rumah tidak pernah saya setrika.
    • Bapak dan anak pakai kolor aja, atau Ben sering pakai diaper aja, dia tidak mau pakai celana, kadang saya tidak pakaikan diaper ya gitu deh selalu telat bilang basahnya keburu keluar baru bilang.
    • Enaknya di jerman nih kalau 2 hari panas eh hari ketiga hujan. Seminggu panas minggu depannya hujan. Dari akhir mei hingga pertengahan juni hujan melulu hampir tiap hari, padahal sudah summer. Saya sih bersyukur aja kalau hujan daripada panas gila kan, tapi kalau hujan melulu ketar ketir juga kuatir tanaman berumbi seperti dahlai atau gladiol akan busuk. Tanaman tomat harus ditutupi plastik daun-daunnya akan busuk kalau kena air melulu.

    Gaya musim panas anti pakai baju panas katanya. 2016-06-25
    Gaya musim panas anti pakai baju panas katanya. 2016-06-25

    • Walau panas jalan-jalan tetap merupakan keharusan buat Ben. Saya sebenarnya malas keluar rumah klo panas, tp nih anak rewel klo tidak lihat jalanan. Kita beberapa hari ini jalan-jalan tanpa tujuan cuma keliling aja naik bus 771 dan 772 .. tiap rute 15 menitan. Sudah 3x keliling si Ben masih tetap pengen muter-muter tidak mau turun. Teriak pas saya mau taruh kereta dorongnya. Asyik sih kalau jalan-jalan naik bus karena adem bus nya kan pakai ac 😀 .

    • Kalau naik bus stroler taruh tempat khusus, saya dan ben duduk di bangku yang tinggi. Senang dia lihat-lihat pemandangan. Anak kecil tuh ngoceh melulu ya, semua dikomentarin, walaupun saya tidak ngerti 100% bahasa Benjamin saya sahutin aja deh hebe.. klo ada penumpang turun Ben bilang tschuss da da kiss bye pakai tangan.

    • Banyak sekali supir sudah hapal wajah kita karena tiap hari kita beredar melulu, saya jadi tidak perlu tunjukin kartu tiket saya. Ada beberapa supir yang balas lambaian ben, kalau Ben bilang tschuuss da da da .. nih anak heboh kencang ngomongnya, yang lihat pasti ketawa 😆 .

    • Saya lebih suka kedinginan (winter) daripada musim panas. Kalau dingin masih bisa pakai baju tebal nah kalau summer begini biar kata telanjang tetap aja panas 🙁 .

    Anak kecil main mobilan
    Benjamin kembali ceriah dan mau pakai celana dan baju lagi. Suhu luar 20 derajat c, sebelumnya selama 2 hari 23-24 Juni suhu mirip suhu oven. Fyi lengan Ben biru bukan kdrt ko, ceritanya kameraku rusak dari april ada titik hitamnya di tengah. Tadi edit online gambarnya lah ko malah hasilnya parah ya hahaha

    • Puji Tuhan akhirnya ramalan cuaca bener terjadi, 25 juni dini hari jam 1.30 hujan deras sekali. Untung kemaren belum siram tanaman, lumayan dapat air gratis dari langit haha :mrgreen: . Saya terbangun karena suara ribut hujan. Matikan deh kipas di kamar Benjamin.

    • Pagi hari ini 25 Juni bahagia sekali adem sekali, semoga cuaca sejuk begini bertahanlah paling tidak semingguan ya. Enak bisa lepas rambut lagi tidak perlu di ikat tinggi melulu 😀 .

    Pemandangan kebunku di Balkon. Bahagia banget semalam habis hujan deras jadinya sejukk. 25.06.2016 potret jam 9.50
    Pemandangan kebunku di Balkon. Bahagia banget semalam habis hujan deras jadinya sejukk. 25.06.2016 potret jam 9.50

    Baca juga: Musim Panas Enaknya Ngapain?

     

    Baca juga: Klik disini semua postingan kebun emaknya Benjamin

    Demikianlah cerita saya mengenai Derita Musim Panas di Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Ko bisa sih Salju di Akhir April loh?

    Ko bisa sih Salju di Akhir April loh?

    Ko bisa sih Salju di Akhir April loh?. Selama 5 tahun di Jerman baru kali ini melihat cuaca yang beneran aneh. Wow salju di akhir April :/ . Ini kan sudah musim semi ya bukan musim dingin lagi 😎 .

    Ko bisa sih Salju di Akhir April loh?. Pemandangan dari balkon belakang. 26 April 2016
    Pemandangan dari balkon belakang. 26 April 2016

     

    Pagi ini bangun tidur hampir jam 7, seperti biasa saya naikkan rolladen jendela. Saya kira saya sedang bermimpi karena ko lihat semua serba putih, dan salju turun dengan lebatnya. Suhu di luar 3,6 derajat C dan kelembapannya 89% .

    Cuaca sudah ngaco deh..

    Video Salju di akhir April 2016

     

    Eh semoga winter nanti mundur dong ya, hangatnya jadi lebih lama, mungkin November nanti belum dingin kali ya *ngarep 😆 .

     

    Sudah tiga hari ini hujan terus. Pot-pot bunga lili sudah saya taruh greenhouse (GH), yang tidak muat dalam GH saya tutupi plastik, kalau kena germis tidak masalah, tapi kalau kena hujan seharian bakalan busuk bunga musim panas ini.

    Tahun ini belum sempat selfie dengan background cherry blossom tetangga
    Tahun ini belum sempat selfie dengan background cherry blossom tetangga

     

    Bunga-bunga musim semi seperti tulip, krokus, daffodil dll tahan dingin, jadi kena salju juga tidak masalah. Nah saya kuatir dengan bunga musim panas yang sudah ditanam semoga bertahan asal suhu tidak nol derajat.

    Hampir tiap hari beberes masih berantakan juga haha
    Hampir tiap hari beberes masih berantakan juga haha

     

    Tulip-tulip sudah pada keliatan bunganya
    Tulip-tulip sudah pada keliatan bunganya

     

     

    Bibit-bibit gladiol awalnya saya tanam di pot kecil dulu, saya tanam lebih awal begitu anjuran salah satu website berkebun yang saya baca. Kalau seperti tahun lalu nunggu cuaca hangat di bulan Mei bakalan tidak sempat berbunga gladiolnya keburu datang winter.

    Gladiol bunga musim panas kena salju semoga bertahan yaa
    Gladiol bunga musim panas kena salju semoga bertahan yaa

     

    Nah gladiol-gladiol sudah saya pindah ke pot besar karena sudah numbuh pesat. Umbinya saya rendam air dulu selama 24 jam baru ditanam. Eh jadi cepat sekali numbuh akarnya dengan cara merendam umbinya. Hal ini akan saya lakukan juga nanti untuk umbi bunga dahlia nantinya.

    Video Salju dari balkon depan

     

    Bulan ini saya bahagia sekali karena bibit-bibit tulip yang saya tanam banyak yang sukses berbunga. Ada sih beberapa pot yang gagal, tidak keliatan bakal bunganya atau bakal bunganya kering sendiri.

     

    Pot-pot tulip yang saya lihat tidak akan sukses langsung saya bongkar karena potnya buat nanam bibit umbi musim panas. Maunya saya nanti akan cerita detail mengenai bunga-bunga musim semi yang sudah pada berbunga, ah semoga penyakit malas saya sirna ya hehe.

    Tulip crispa cirinya ujung bunga bergerigi
    Tulip crispa cirinya ujung bunga bergerigi

     

    Akhirnya lihat tulip ice cream, penasaran apakah beneran cantik seperti di karton bibitnya. Tulipnya masih kuncup. yang ungu bunga muscari
    Akhirnya lihat tulip ice cream, penasaran apakah beneran cantik seperti di karton bibitnya. Tulipnya masih kuncup. yang ungu bunga muscari

     

    Pas siang sudah agak luntur saljunya, pohon cherry tetangga terlihat bagus bunga-bunganya bermekaran <3 .

    Cantiknya pohon Cherry tetanggaku ini sudah mekar semua bunganya. NIh setelah salju sedikit luntur pas siang
    Cantiknya pohon Cherry tetanggaku ini sudah mekar semua bunganya. NIh setelah salju sedikit luntur pas siang

     

    Apakah cuaca ditempatmu aneh juga seperti ditempat saya sini? .

  • Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman

    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman

    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman. Tulisan ini saya buat karena sudah sering dapat model komen seperti berikut:
    Kak banyak yang cari bareroot mawar nih, yang beredar saat ini apa aja?, potretin dong!” .
    Carikan pohon/tanaman/bibit ini itu potretin dulu dong di tokonya“.

    Nel ada baju, sepatu, tas diskonan gak disono?, cariin dong.”
    Biasanya saya langsung tolak: “Ogah ah gak tahu gw kan selera lu bagaimana, salah beli ntar bagaimana?.
    Potretin dulu dong!” kata temanku.
    “Di Jerman tidak boleh potret sembarangan“! jawabku 😆 .

    Nih teman-teman saya mungkin berpikir di Jerman tuh seperti di Indonesia ya bebas asal potret sana sini. Sebenarnya saya jadi malas kemana-mana bawa kamera karena ya banyak aturan di larang memotret! haha.

    Tulisan Terkini

    Beberapa contoh lokasi di Jerman yang dilarang memotret:

    Garten Center (Toko Pertanian)
    Saya sering sekali mengunjungi garden center, satu tempat yang saya kunjungi adalah Hornbach. Ditempat ini dilarang memotret. Saya baca di forum, garden center lain yang namanya obi mempunyai aturan yang yang sama. Baca diforum lain ternyata memang di Jerman sini dilarang memotret di supermarket bangunan dan garden center ( Bau- und Gartenmärkte) . Peringatan dilarang memotret tertempel dipintu masuk. Kalau garden center yang saya kunjungi ketika ke Belanda tidak ada larangan memotret. Di pintu masuk saya cari simbol larangan potret, karena tidak ada simbolnya jadi saya asyik potret sana sini 😀 .

    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman. Simbol larangan Memotret di Garden Center. Potretnya secepat kilat, blitz pun saya matikan, sudah seperti mau ngemaling aja ngumpet2 haha
    Simbol larangan Memotret di Garden Center. Potretnya secepat kilat, blitz pun saya matikan, sudah seperti mau ngemaling aja ngumpet2 haha

     

    Baca juga: Mengunjungi Garden Center di Belanda

     

    Electronik Center
    Dua contohnya adalah Media markt dan Saturn.

    Seorang wanita bernama Karli, mengunjungi Media markt. Dia melihat televisi yang bagus yang mungkin dia incar untuk dibeli. Karli mengambil hp nya dan memotret tv tersebut (mungkin mau dibandingkan ditempat lain sebelum memutuskan membeli).

    Datanglah seorang pegawai tokonya dan berkata: ” disini dilarang memotret” .
    Karli :” kenapa dilarang?”.
    Spg : ” karena disana (pintu masuk) tertera larangannya” .

    Karli pergi ke pintu keluar. Disana ada 2 detektif yang berkata kalau dia sudah memotret dan harus menghapus foto tersebut.

    Karli: ” memangnya kenapa tidak boleh memotret? ” .
    Detektif: ” untuk alasan keamanan” .

    Karli menghapus foto yang telah dia buat, lalu detektif meminta supaya Karli menunjukkan kameranya, untuk memastikan kalau foto benar-benar sudah dihapus.

    Kolam Renang
    Ini di kota tempat tinggal saya ya. Kolam renangnya kalau menurut saya mewah. Indoor dan ada sedikit kolam outdoornya. Kolam utamanya sangat luas. Tepi kolam dihiasi begitu banyak bunga anggrek. Suasananya seperti di negara tropis, ada beberapa pohon palem menjulang tinggi. Bisa sauna, ada kolam air laut mati, kolam air magnesium, calsium dll. Pokoknya kalau mau memadu kasih dengan pasangan cocok lah ke tempat tersebut 😀 namun tidak boleh bermesraan yang berlebihan karena ada simbol larangannya .

    Suatu kali saya pengen sekali memotret suasana dalamnya, katanya foto/gambar bisa berbicara lebih banyak kan yaa hehe. Nah tuh kamera sudah saya umpetin di handuk. Eh ketahuan bapaknya Benjamin, dia mengingatkan lagi kalau ada peringatan dilarang memotret tertempel di pintu masuk. Saya gigit jari lalu pergi taruh kamera ke lemari penyimpanan barang 😳 .

    Saya nemu videonya nih dari youtube. Suasana kolamnya saat malam

    Ruang praktek dokter kandungan & rumah sakit
    Dua tahun lalu, saat kandungan saya sudah besar. Saya ingin punya foto buat kenang-kenangan saat berada diruang dokter kandungan. Saya meminta suami untuk memotret saya. Tentu saja bapaknya Benjamin bertanya dulu ke dokter apakah boleh memotret. Dokter mengatakan kalau disitu dilarang memotret. Walaupun tidak terpampang tulisan larangan memotret karena ibu dokter melarang, tentu saja kami patuhi.

    Baca juga: Cerita Melahirkan Melalui Operasi Caesar

    Kalau di rumah sakit bersalin, larangan memotret bisa saja dengan simbol kamera di coret. Seringkali saat kita mengunjungi saudara atau teman yang melahirkan, kita berlomba-lomba untuk memotret adik bayi yang baru lahir tanpa mempedulikan apakah blizt dari kamera menggangu si bayi atau tidak. Ingin langsung upload foto ke sosmed kalau bayi dari si teman kita sudah lahir. Apakah ibu dan ayah si bayi suka saat kamu upload foto bayi mereka?. Sudahkah kamu minta izin orangtua si bayi kalau kamu upload foto bayi tersebut? . Termasuk memotret si ibu yang masih lecek karena baru selesai bersalin atau repot ngurus si kecil, asal potret saja, asal upload ke sosmed, lalu si ibu kesal karena melihat fotonya terpasang di sosmed dengan tampang ala kadarnya.

    Karena saya nanya di klinik dokter kandungan tidak boleh memotret, yasudah pastilah saat operasi sesarpun bakalan tidak diperbolehkan didokumentasikan, jadi saya tidak bertanya lagi, dan tidak punya kenangan-kenangan foto dan video di ruang operasi.

    Tahu tidak sih, ternyata beda jauh dengan Belanda. Temanku (wni) akhirnya hamil juga dan melahirkan melalui operasi sesar pada Maret 2018. Saya bertanyalah ko bisa ya bikin foto dan video diruang operasinya?. Ternyata yang menawarkan untuk potret adalah perawat rumah sakitnya loh!. Hmm masah saya kudu ke Belanda sih? hehe 😀 . (update 12.02.2018).

    Toko Sepatu
    Kalau tidak mau kena masalah karena potret memotret, sebaiknya sebelum masuk lihat dulu apakah di pintu masuk ada simbol kamera di silang.

    Baca juga: Mengenai Youtuber Indonesia di Luar Negeri Sahabat Kacong ditangkap Polisi

    Kenapa di Jerman tidak boleh sembarangan memotret?:
    • kalau sudah ada larangan tertulis, seharusnya dipatuhi, tanpa perlu bertanya/heran alasannya. Kalau mau bebas memotret silakan di ruang publik misal jalanan. Bisalah sepuasnya selfi hehe. Kalau seperti di garten center, lokasi tersebut adalah milik pribadi/pengusaha dimana pemiliknya berhak membuat aturan yang mereka sukai.
    • seorang pemilik toko kecil mengatakan (di forum) kalau pengunjung tidak menyukai aturan yang ada, “.. Anda tentu tahu dimana pintu keluar!”. (Kejam amat gitu ya orang Jerman hehe) .
    • menyangkut hak cipta.
    • kuatir saingan bisnis serupa meniru.
    • kegiatan memotret seringkali menganggu pengunjung lain.

    Bagi kamu yang mungkin kebetulan akan jalan-jalan/berlibur ke Jerman sebaiknya perhatikan baik-baik simbol larangan memotret ini. Larangan biasanya di pasang di pintu masuk, berupa simbol kamera di silang. Selain kamera disilang mungkin di toko tertentu ada juga simbol es krim disilang artinya dilarang makan mimun, simbol hati/love disilang dilarang bermesraan berlebihan kali ya haha saya lihat ada simbol ini di kolam renang indoor di kota tempat tinggal saya, ada lagi simbol/gambar anjing berarti dilarang bawa hewan peliharaan. Biasanya anjingnya di ikat di luar. Kalau kucing saya belum pernah lihat diikat hehe, biasanya sih kucing ditinggal di rumah ya.

    Nekad ngumpet-ngumpet memotretnya ya bisa saja, asal kamu tahu saja dimana letak kamera-kamera tersembunyi berada. Saya pernah beberapa kali jelalatan di garden center pengen tahu dimana aja tuh kamera dipasan, banyak bo! haha 😎 .

    Oh ya apakah kamu termasuk yang sering upload-upload foto orang lain ke sosmedmu? temannya bisa teman dekat, teman jauh, rekan kerja, apakah kamu selalu minta izin mereka sebelum upload foto?.

    Kira-kira dua tahun lalu teman saya yang suaminya bule bilang begini: Nel ntar pengacara suamiku hubungi kamu ya, kamu upload foto ada dia (nama) tuh. Temanku sih seperti nada bercanda ngomongnya, tapi kalau dipikirin serius ya bener juga sih, bisa saja kita dituntut sama yang ada di foto karena kita belum minta izin dia, belum tanya dia suka atau tidak kalau fotonya terpajang di sosmed. Saya langsung hapus foto dia. Truss waktu dia potret anakku lalu di upload ke sosmed dia, berarti saya bisa dong bilang hal yang sama, “.. saya tidak suka dan nanti pengacaraku hubungi kamu ya” hehe 😛 .

    Saya di undang makan siang ulang tahun teman saya, tentu saja ada orang-orang lain yang tidak saya kenal para undangan. Biasalah kita kan selalu gemes ya lihat anak kecil. Nah saat itu Benjamin umur 9 bulan lalu ada 1 anak bayi lainnya, ada temannya temanku potret kedua bocah kecil tersebut pakai hp, yang potret itu minta izin sama saya boleh ga potret Benjamin?, saya mau nolak juga ga enak kan toh dia sudah minta izin hehe.

    Ada yang pernah dituntut gara-gara kamu potret sembarangan? 😀 .

    Demikianlah cerita saya mengenai Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

     

    Sumber:
    http://www.gutefrage.net/frage/fotos-in-geschaeften
    https://kwerfeldein.de/2009/02/24/darf-ich-darf-ich-nicht-ein-interview-mit-rechtsanwalt-philipp-dorowski-zum-fotografieren-auf-der-strasse/
    http://www.spiegel.de/netzwelt/gadgets/strassenfotografie-rechtsfragen-wen-man-knipsen-darf-a-1016555.html
    http://guidedmunich.com/german-privacy-laws/

error: Content is protected !!