Mengenai Kerja Part Time di Jerman yang Bebas Pajak. kali ini saya ingin share mengenai mencari kerja part time di Jerman. Saya ibu rumah tangga dengan 2 anak usia 5 dan 3 tahun, ingin sesekali punya waktu sendiri tanpa di recoki anak-anak haha.. untuk membuat jiwa saya tetap waras ingin punya aktifitas luar rumah, selain menyenangkan bisa menghasilkan recehan uang buat beli bunga anggrek haha.
Saya suka berkebun, saya suka bunga anggrek jadi saya ingin kerjaannya ada hubungannya dengan yang saya suka, maka kerja di kebun / Garten adalah pilihan tepat. Kerjaan ini minijob artinya untuk penghasilan maksimal 450 euro bersih bebas pajak dan tidak perlu punya asuransi sendiri (pakai asuransi keluarga punya suami).
2 website yang saya (daftar) gunakan untuk mencari kerja part tima minijob di Jerman:
www.betreut.de di web ini saya seringkali dapat penawaran untuk upgrade keanggotaan berbayar, nah berdasarkan pengalaman saya tidak perlu upgrade juga dapat kerjaan ko, malah saya baca-baca (google) pengalaman mereka yang upgrade ternyata mengecewakan, alias ga dapat kerjaan cepat seperti yang diinginkan.
www.haushaltsjob-boerse.de/ web ini sama seperti betreut.de untuk pencari kerja part tima dan tipe kerjaan juga sama. Yang membedakan web haushaltsjob-boerse ini dengan betreut.de adalah bisa juga kerja lebih dari 450 Euro, namun tentu harus bayar pajak ya.
Gaji kerja part time di Jerman begini maksimal boleh nya terima 450 Euro (bebas pajak), jam kerjanya tergantung gaji yang di terima. Misal gaji nya 10 Euro per jam berarti bisa kerja 45 jam dalam sebulan, kalau di rupiahkan gaji Rp.150.000/jam . Kerja minijob di Jerman begini terlindung asuransi asal kalian (pekerja) dan pemberi kerja sama-sama sudah daftar di kedua website diatas.
Pada kedua website tersebut kategori pekerjaan yang tersedia bisa dipilih adalah Haushalt, Garten, Kinder, Senioren, dan Tiere.
Haushalt. Banyak sekali lowongannya, kebanyakan minta yang sudah berpengalaman. Kerjaannya bebersih rumah orang, bisa tiap hari atau hanya 1-3 hari per minggu, tinggal baca profil/keterangan pemberi kerjaannya. Jam kerja mulai 2 – 4 jam per sekali kerja, jadi tinggal di kalikan gaji tahu deh dapat berapanya.
Garten. Lowongannya tidak banyak, namun kalau sudah dapat 2 tempat kerja saja ya sudah sangat baguslah, karena kerja di kebun kan paling tidak minimal 2 jam an tiap kali kerja. Berdasarkan pengalamanku 5 jam nonstop kerja di kebun bikin tangan (kanan) lemes tak bertenaga haha. Pada lain waktu saya akan cerita tersendiri mengenai kerja di kebun ini, menyenangkan sekali buat yang suka berkebun seperti saya.
Kinder. Kerjaannya menjaga anak, misal antar jemput anak ke taman kanak-kanak, jagain anak saat ortu bekerja atau ada keperluan ke luar rumah, atau mengajak anak bermain.
Senioren. Kerjaannya ngurusin orang lanjut usia, ada yang nemani lansia belanja ke supermarket, atau kita nya pergi belanja sendiri nanti di kasih daftar belanjaannya. Bisa juga masakin si lansia, menemani kalau keluarga si lansia sedang tidak di rumah.
Tiere. Kerjaannya ngurusin hewan peliharaan, kebanyakan anjing dan kucing. Kalau anjing bawa jalan-jalan keliling sekitar perumahan dalam bahasa Jerman istilahnya Gassi.
Seringkali saya mendapat pertanyaan mereka yang ingin kerja kasar ke Jerman, kerja bebersih, kerja cuci piring, ngurus anak atau mereka bilang mau kerja babu ke Jerman haha .. di Jerman tidak ada TKW atau TKI saudara-saudara.
2 website untuk mencari kerja ke Jerman buat kamu yang masih di Indonesia:
Make it in Germany adalah adalah portal pemerintah Jerman untuk para profesional yang memenuhi syarat dari seluruh dunia untuk untuk bermigrasi ke Jerman. Daftar lowongan pekerjaan Make it in Germany membantu para profesional yang cakap mencari lowongan yang sesuai dan mencari tahu sektor dan wilayah mana yang kekurangan staf yang berkualitas.
https://jobs.thelocal.de/ English-language jobs in Germany buat kamu yang ingin mencari kerja ke Jerman dengan kemampuan Bahasa Inggris bisa cari lowongannya di web ini.
Demikianlah ceritaku Mengenai Kerja Part Time di Jerman yang Bebas Pajak. Kalau suka tulisan saya ini, silakan klik tombol share/berbagi dibawah postingan ini, terima kasih 🙂 .
Jangan lupa subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan tentang Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Claudia Emanuela Santoso Pemenang The Voice of Germany 2019 | 12 FAKTA Final TVOG 2019. Selama 8 tahun The Voice of Germany berlansung tahun 2019 ini adalah kali pertama juri dan pemenang sama-sama wanita, kali pertama pula orang asia yang menang dan kali pertama juga orang Indonesia mencatat sejarah menang TVOG 2019!.
5 tahun terakhir saya selalu mengikuti TVOG, kejutan buat saya tahun ini ada dua peserta asal Indonesia, sayang mbak Saenab Sahabuddin gugur di babak battle. Menurutku susah buat juri memilih kalau dihadapan kita kedua peserta bagus penampilan dan suara mereka, mau tidak mau terpaksa juri Mark Forster malah memilih lawan nyanyinya mbak Saenab maju ke babak berikutnya.
Masih menurutku lagi pas babak battle waktu itu penampilan terbaik Saenab Sahabuddin dibanding babak blind edition.
Claudia Emanuela Santoso dinobatkan sebagai pemenang The Voice of Germany 2019 pada 10 November 2019 lalu. Hasil voting juara 1 dan 2 jauh sekali bedanya. Claudia mendapat hasil voting 46% sekian dan juara 2 Erwin Kintop hasil votingnya 17% sekian. Tidak sia-sia saya kirim 20 SMS! Haha. Kenapa bela-belain kirim banyak SMS? karena banyak penonton video reaksi yang saya buat pada komen tidak skip iklan supaya bisa saya kirim banyak sms 🙂 .
Hasil voting hanya bisa diterima dari sms dan telp dari Jerman, Swiss dan Austria saja, kalau dari Indonesia bisa kirim SMS saya kira bakalan lebih dahsyat lagi hasil votingnya, karena netizen 62 benar-benar hebat membuat trending Claudia Emanuela Santoso, bagaimana tidak video Claudia saat blind edition saja dalam waktu 1 bulan sudah ditonton 20 juta kali, sampai moderatornya nyebutin pas TVOG berlangsung! 🙂 .
Sempat ada beberapa orang komen nyinyir di video reaksi ku tentag Claudia, dan ku baca juga nyinyiran lainnya di video-video Claudia yang di upload TVOG, yang mengatakan tidak akan mungkin bukan orang Jerman yang menang.
Beberapa hari sebelum final TVOG saya sempat menanyakan ke subscriber youtube ku bagaimana kalau Claudia kalah, apakah masih berharap saya bikin live streaming setelah habis tayangan live di tv?. Eh ternyata banyak sekali minta supaya saya live streaming sekalipun Claudia kalah, sudah hebatlah menurut kita yang suka Claudia ya walau tidak menangpun bisa melaju sampai babak final..
Duuhh OMG benar-benar luar biasa menurutku lagi ya Claudiasi , maaf kalau di bilang overproud haha .. ntar di timpukin sama hatters Claudia haha .. waktu masuk semi final aja saya sudah deg-degan nunggu penghitungan voting, apalagi final nya, mana moderatornya lambreta ngomongnya pengennya cepat kasih unjuk hasill voting haha..
Kita semua tahu sudah 2 minggu lalu TVOG 2019 berlalu, namun saya ko rasanya sayang ah kalau tidak menuliskannya di blog saya ini, entah kapan lagi ada ajang meriah begini yang pesertanya asal tanah air tercinta
12 FAKTA Final The Voice of Germany 2019 | Video Reaksi Claudia Emanuela Santoso
Lena, moderator TVOG 2019 kena nyinyir gara-gara outfitnya memperlihatkan bagian perut. Tidak hanya emak-emak di tanah air saja yang nyinyir kalau ada artis/penyanyi memperlihatkan bagian tubuh terlalu terbuka, ternyata orang Jerman pun suka nyinyir.
Penampilan para juri dan outfitnya. Namanya final pastinya juri mau memperlihatkan penampilan terbaik pula ya, terakhir kali juga disorot untuk TVOG 2019 kan.
Pangling lihat penampilan SIDO pakai setelan jas. Biasanya Sido kalau tampil di TVOG hanya pakai celana training dan kaos, eh pas final pakai jas, ganteng nya pol! 🙂 .
Penampilan Claudia. Saat final The Voice Germany 2019 Claudia nyanyi 3 lagu:
Claudia Emmanuela Santoso & Freya Ridings sing Castles. TVOG tidak ngeluarin video rekamannya di youtube TVOG, mungkin tidak ada izin dari label rekaman Freya.
Duet Claudia dengan Alice nyanyi Goodbye. Fakta Lagu “Goodbye” khusus ditulis Alice untuk Claudia. Alice bilang lagu tersebut hadiah untuk Claudia, makanya di video klipnya hanya Claudia yang terlihat .. kalau finalis lain duet dengan juri terlihat coach nya juga di video klip.
Video Reaksi Claudia Emmanuela Santoso | 5 FAKTA Final TVOG 2019
Kalau di saluran Youtube video reaksi final TVOG 2019 saya bagi 2 supaya tidak terlalu Panjang durasinya.
Setelah jadi pemenang The Voice of Germany 2019, keesokan harinya Claudia datang di studio Sat. 1 untuk wawancara pertama, masuk dalam acara sarapan, padahal Claudia hanya tidur selama 2 jam setelah dinobatkan jadi pemenang TVOG 2019.
TVOG 2019 dapat kritikan karena Nico Santos (come back stage juri) seperti dianak tirikan tidak duduk disamping 4 juri lainnya. Ada yang tweet bilang apa tidak bisa kasih bangku taman kek untuk Nico supaya bisa duduk di depan juga haha.
Penampilan Dua Lipa mendapat kritikan penonton TVOG 2019, karena seakan-akan show tersebut peran utamannya adalah Dua Lipa. Maunya penonton, yang seharusnnya lebih menonjol pada duet tersebut adalah penampilan Freschta Akbarzada.
Para juri tidak memberikan pendapat pada tiap penampilannya Claudia. Saya perhatikan juga, finalis lain tidak ada yang dapat komentar dari para juri, setelah menyanyikan 3 lagu..
Claudia hanya kursus 3 bulan di Goethe saat di Indonesia, lalu terbang ke Jerman untuk kuliah. Sebelum masuk kuliah ikut Studienkolleg dulu. Studienkolleg adalah kelas persiapan /kelas penyetaraan yang diikuti sebelum kuliah. Tujuannya untuk memastikan kalau pelajar asing memiliki level pendidikan dan kemampuan bahasa Jerman yang cukup untuk belajar di level S1. Biasanya Studienkolleg berlangsung selama 2 semester (1 tahun), dan diberikan masa mengulang selama maksimum 1 semester.
Selain mahir menyanyi, Claudia juga mahir bermain piano klasik, biola dan ukulele.
Hebatnya netizen Indonesia. Setelah dinobatkan Claudia menang TVOG keesokan harinya ramai jagat Youtube membuat trending Claudia Emmanuela Santoso, lagu I have Nothing berhasil menjadi trending 1 Youtube Indonesia selama beberapa hari.
Video 5 FAKTA Final The Voice of Germany 2019 | Video Reaksi Claudia Emanuela Santoso
Semoga tahun depan ada lagi peserta asal Indonesia yang ikutan ajang TVOG atau ajang nyanyi lainnya di Jerman.
10 Fakta Claudia Emmanuela Santoso The Voice Germany 2019 Sing Offs. Claudia Emmanuela Santoso sosok yang sedang viral di Indonesia karena ikut serta pada ajang nyanyi di Jerman yakni The Voice of Germany 2019. Sejak blind audition nya Claudia saya jadi semangat mengikuti VOG.
Tiap tahun saya selalu nonton tayangan VOG, bangga saat ada peserta asal Indonesia ikut meramaikan ajang apapun itu di Jerman.
Tahun 2019 ini selain Claudia asal Indonesia, ada satu lagi peserta asal Indonesia yakni Saenab Sahabuddin, sayang mbak Saenab gagal di babak battle.
Claudia Emmanuela Santoso, gadis 19 tahun asal Cirebon yang pada blind audition memukau 4 juri VOG sampai dapat standing ovation dan diminta nyanyi ulang Never Enough, akhirnya berhasil lolos ke babak semifinal 🙂 .
Saya nulis di blog juga karena di Youtube untuk video deskripsi hanya dibatasi 500 kata, padahal banyak yang mau saya ceritain haha ..lalu di komenin “pret” “ga penting” sama yang tidak suka haha .. Pokoknya terserah sih, buatku kalau tidak suka ya bisa skip, tutup aja tanpa komen tidak enak kan yaa 🙂 .
10 Fakta Sing Offs Claudia Emmanuella Santoso Voice of Germany 2019
Fakta 1. Claudia lolos masuk babak semifinal, merupakan kontestan pertama yang masuk ke semifinal Voice of Germany 2019.
Fakta 2. Dari team juri Alice yang maju ke babak semifinal adalah Claudia dan Mariel. Mariel adalah peserta termuda Voice of Germany tahun 2019 ini, usianya 16 tahun.
Fakta 3. Tiap juri hanya pilih 2 orang untuk masuk ke babak semifinal. Konon babak sing offs ini paling berat karena juri hanya bisa pilih 2 orang masuk ke babak semifinal Vioce of Germany. Alice sebagai juri dari team Claudia berat memutuskan siapa yang akan Alice kirim ke babak semi final, karena semuanya (10 peserta team Alice) di babak sing offs ini bagus semua penampilannya.
Butuh waktu lama bagi Alice memutuskan, siapa yang harus meninggalkan kursi panas, apakah Bastian atau Mariel.
Bastian oke suaranya, dan Alice bilang penampilan Bastian ada peningkatan dari waktu ke waktu sampai babak sing offs nya.
Alice bilang I can’t do it .. I can’t do it ..
Moderator bilang “kita tunggu ..”
“sampai tahun depan” Mark (juri) nyeletuk pada ketawa lah yang hadir .. 😆
Wajah Bastian dan Mariel pucat paci, sejak Claudia Emmanuela Santoso nyanyi, karena penampilannya bagus banget.. bahkan moderator bilang, sayang sekali tinggal sedikit lagi langkah ke babak semi final, namun satu kontestan terpaksa harus pergi dari kursi panas.
3 juri lainnya mendesak Alice untuk cepat pilih siapa yang harus angkat kaki dari kursi panas, Bastian atau Mariel ..
Alice bilang, oke hitung ya dari 5 sampai 1 .. juri ngitung mundur kencang banget haha .. lalu iklan deh .. 😆
Akhirnya sudah diunjuk tanduk haha lebay, durasi … woy .. 😀 😛
Alice: “oke yang tetap duduk di kursi panas adalah.. “ „Mariel!“.
Snow Patrol – Run (Claudia Emmanuela Santoso) | The Voice of Germany 2019 | Sing-Offs
Fakta 4. Make up Claudia Emmanuela Santoso pada babak sing offs ini oke menurutku, lebih terlihat dibanding saat babak battle. Pakaiannya juga bagus, pakai rok panjang, kalau disuruh milih, outfit pada babak battle sih menurutku paling keren, model dres ketat selutut.
Fakta 5. Kenapa ya netizen 62, orang Indonesia kadang bisa aja bikin kabar burung, bikin hoaks, entah dapat info dari mana atau dari siapa. Saya baca beberapa komen di video Youtube kalau di babak sing offs Claudia tidak lolos. Si pembuat komen ini katanya nonton di Sat. 1 hmm:: TV di Indonesia kali yaa haha ..
Fakta 6. Pas sing offs berlangsung/ditayangkan di Sat.1 27 Oktober 2019 bertepatan dengan ulang tahun Claudia ke 19.
Fakta 7. Semua juri memberikan standing ovation saat Claudia Emmanuela Santoso selesai menyanyikan lagu Run – Snow Patrol. Para penonton distudio bersorak bertepuk tangan. Waktu blind edition Claudia juga mendapat standing ovation dari keempat juri yang pada langsung tekan tombol memilih dan memutar bangku mereka, bahkan saat itu Claudia diminta menyanyikan ulang judul lagu “never enough” dari The Greatest Showman Cast.
Fakta 8. Thore Schölermann pembawa acara TVOG bilang selama 8 tahun jadi moderator Voice of Germany, baru kali itu lihat penampilan luar biasa, bahkan sambutan luar biasa juga dari juri dan para penonton di studio.
Fakta 9. Banyak sekali komentar dari orang Indonesia yang penasaran juri bicara apa sih „pengen nangis ga ngerti“ „Penampilan Claudia bagus banget, Cuma mau nangis deh ga ngerti orang-orang pada ngomong apa“ haha..
Menjadi hiburan tersendiri buat saya baca komentar-komentarnya netizen 62. Baru kali ini baca banyak sekali komen nyaris tidak ada komen jahatnya, coba kalau nonton Youtube tentang artis, bikin malas banyak komen jahatnya.
Kalau kalian mau tahu terjemahan VOG, ada ko beberapa Youtuber yang menterjemahkannya. Pada kolom komen pilih „top komentar“ lihat ke bagian bawah, siapa aja top komentar tersebut, ada beberapa Youtuber yang berbaik hati terjemahin apa yang dbicarakan juri saat Voice of Germany penampilan Claudia berlangsung.
Video 10 Fakta Sing Offs Claudia Voice of Germany 2019
Pada video reaksi diatas saya tidak menampilkan video Claudia saat bernyanyi, karena kuatir kena klaim hak cipta ..
Fakta 10. Pendapat juri atas penampilannya Claudia.
Mark bilang bakalan sampai final.
Sido bilang biasanya Claudia seperti robot, karena penampilannya selalu bagus tanpa celah, dan saat sing offs Sido lihat Claudia jadi manusia haha.. karena agak gugup.
Rey bilang penampilan terbaik; “Saya senang duduk disini, bukan di bangkunya Alice untuk memutuskan siapa 2 orang yang maju ke babak semi final”.
Alice bilang dia tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Claudia. “Kamu Claudia punya beberapa persamaan dengan saya. Waktu muda datang sendiri ke Jerman untuk kuliah dan tujuannyapun sama ke München“ ujar Alice.
Kita sama-sama suka musik, suka nyanyi.. kata Alice lagi…
Alice belum bisa memutuskan saat itu siapa yang harus angkat kaki dari kursi panas.. lalu moderator nanya “apa Claudia akan mendapat kesempatan duduk di kursi panas?”.
Oh tentu saja, tidak perlu dipertanyakan lagi kata Alice.. namun Alice masih bingung memutuskan saat itu ..
Demikianlah curhat saya mengenai Claudia orang Indonesia berprestasi di luar negeri – 10 Fakta Claudia Emmanuela Santoso The Voice Germany 2019 Sing Offs, kalau saya semangat nanti saya buat video reaksi lagi saat semi final dan final The Voice Germany 2019 berlangsung.
Video Pendapat Orang Jerman Tentang Claudia Emmanuela Santoso The Voice Germany 2019
Panen Buah Liar Plum Cherry 3 Warna | Musim Gugur di Jerman. Walau di Jerman sudah musim gugur, ternyata masih kita temukan beberapa tempat dimana bisa petik buah-buahan gratis. 20 September 2019 di parkiran supermarket anak-anak heboh bilang banyak buah berjatuhan.
Sekian tahun kita belanja disitu, baru kali itu tahu ada pohon plum. Ternyata pohonnya tinggi banget, bapaknya anak-anakpun tidak bisa menjangkau ambil buah plumnya. Banyak sekali buah plum nya matang dan jatuh sendiri.
Dua hari kemudian kita beruntung lihat pohon buah plum lagi, kali ini berhasil panen buah plum liar banyak sekali. Sangking banyaknya buah plum tiga warna, Benjamin dan saya nyerah deh panen buah plumnya haha, ambil sebutuhnya aja!.
Mata dan tangan kalap pengennya petik buah plum nya sebanyak-banyaknya, oalah lama-lama jadi enek juga kalau petik satu persatu, lama benerr haha ..
Akhirnya tas kain kita taruh di bawah ranting yang banyak buahnya, lalu pohon digoyang, pada jatuh banyak sekali buah plum nya ke dalam tas.
Benjamin senang sekali petik buah liar, cuma si bocah senang panen buahnya aja, makannya dia tidak mau! Haha selalu dikasih ke saya dan Lisa hasil petik buahnya.
Tempat petik buah plum tiga warna ini berada dekat stasiun kereta, tidak persis di samping rel sih, dekat parkiran mobil. Untuk kalian yang tinggal di Jerman, saranku jangan petik buah liar terlalu dekat rel kereta api, dari forum berkebun Jerman dibilang kalau dekat rel, pohon buah nya sering disemprot bahan kimia supaya pohon liarnya tidak makin menggila numbuhnya. Klo mau ambil buah-buah liar lebih baik di dekat hutan atau di dalam hutan, atau dekat parkiran aman tidak disemprot pestisida.
Awalnya bapaknya anak-anak bilang plum yang kita lihat itu buah Zwetschge (Prunus domestica subsp. domestica), lalu saya bilang terlalu kecil untuk Zwetschge, dan plum yang kita lihat itu bulat ukurannya seperti anggur bulat.
Selain Zwetschge, di Jerman ada pula plum yang disebut pflaume (Prunus domestica), sama-sama disebut buah plum, namun sebenarnya beda. Kalau plum Zwetschge bentuk agak melonjong dan daging buahnya agak keras/kenyal, sedangkan plum pflaume ini bentuknya bulat dan ukurannya lebih besar dari Zwetschge.
Setelah saya bilang bukan Zwetschge, suami bilang buah anggur deh, haha saya tambah ketawa karena saya punya tanaman anggur di balkon. Tanaman anggur merambat, sedangkan yag kita lihat itu pohonnya tinggi menjulang saja, tidak merambat.
Tonton juga video petik buah-buahan gratis di Jerman:
Singkat cerita, keesokan harinya tidak sengaja ketemu nama pohon buahnya di internet, jadi plum yang kita lihat itu Namanya Plum Cherry (Prunus cerasifera). Ukuran dan bentuknya yang bulat memang seperti buah cherry, sedangkan rasanya rasa buah plum.
Buah Plum Cherry dalam bahasa Jerman disebut Kirschpflaume nama ilmiahnya adalah Prunus cerasifera. Prunus cerasifera adalah spesies prem/plum yang dikenal dengan nama umum Plum Cherry dan myrobalan prem.
Lihat Wikipedia Indonesia, plum ditulisnya prem 🙂 namun kita sudah terbiasa bilang plum, bener ga?.
Profil singkat pohon/ semak ” Plum Cherry “
Nama Botani: Prunus cerasifera
Nama bahasa Jerman: Kirschpflaume
Nama bahasa Inggris: Cherry plum
Genus: Prunus
Keluarga: Keluarga Mawar (Rosaceae)
Sinonim / nama populer lebih lanjut: Myrobalane, plum liar, plum Turki.
Periode berbunga utama: Maret hingga April;
Pematangan buah / waktu panen: Juli / Agustus;
Rasa: Buah Plum Cherry kadang-kadang asam, jika tidak sebagian besar berair dan hambar, kadang-kadang bahkan manis dan aromatik. Buah-buahan yang matang lebih lembut dan manis. Plum kuning sangat lunak dibanding yang merah dan ungu.
Kalau saya ditanya nih lebih suka rasa buah cherry, kalau plum yang liar ini manis namun tidak semanis cherry, dan tekstur buahnya lembek, saya lebih suka buah yang agak kenyal.
Pohon buah Plum Cherry yang kita lihat ini 3 warna buahnya: merah, ungu dan kuning. Khusus yang plum kuning atau Cherry plum kuning disebut juga Mirabelle plum nama ilimiahnya Prunus domestica subsp. Syriaca, sedang cherry plum yang merah dan ungu nama ilmiahnya Prunus cerasifera.
Buah Plum Cherry sangat populer di Jerman di mana mereka tumbuh liar dan dibudidayakan, terutama di selatan dan barat daya. Mirabelle plum dinikmati segar atau sebagai olahan aneka kue, minuman keras, pengawet, dan buah kaleng.
Secara regional, plum ceri juga dikenal dengan nama ceri Turki, dalam dialek Palatine sebagai Därgelkersch, dalam dialek Saxon-rural sebagai Sterninkel, serta dalam dialek Austria sebagai Kringelbaum, dan di daerah Munich disebut Kriachlbaum.
Buah hijau yang dipanen dan mentah dipasarkan sebagai Can Erik di pasar Turki.
Video Petik Plum Liar | Musim Gugur di Jerman Masih Ada Buah Gratis
Demikianlah cerita saya mengenai Panen Buah Liar Plum Cherry 3 Warna | Musim Gugur di Jerman. Buat yang pertama kali mampir ke blog saya suka berkebun, subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Teka Teki Antara Keracunan Jamur Liar atau Keracunan Kerupuk Udang. Tahun lalu saat musim gugur, saya pernah cerita mengenai jamur liar yang Benjamin dan saya jumpai, waktu itu saya tulis kan kalau saya pengen deh masak jamur liar. Penasaran pengen coba aja hehe. Ceritanya yang ini Cerita Musim Gugur Menjelang Musim Dingin di Jerman.
Saya kira hanya saat musim hujan di musim gugur aja banyak muncul jamur liar, ternyata sudah sampai bulan Juni begini panas, masih ada aja ketemu jamur liar di dua tempat. Kalau hujan beberapa hari, lalu matahari tidak terlalu terik bersinar, oh ya apalagi ada pohon rimbun gitu, tempat bagus jamur liar pada numbuh.
Jamur liar yang saya lihat tahun lalu, ternyata tidak numbuh lagi, malah yang saya lihat belum lama ini, tahun lalu tidak ada. Aneh aja deh masah pindah-pindah numbuh jamur liarnya, saya penasaran itu bibitnya siapa yang nanam, apa dibawa hewan liar gitu haha.
Tahun lalu saya lihat beberapa kali numbuh jamur liar yang warna coklat, tahun ini jamurnya ada yang putih bersih, dan baru pertama kali lihat yang ukuran jamur liarnya besar sekali. Jamur liar ukuran besar ini hanya satu, ada 2 atau 3 jamur warna putih juga tidak jauh dari yang jamur liar besar tersebut.
Niat awal sih, saya hanya ingin bikin video dan potret jamur liarnya, eh si Benjamin malah cabut jamurnya, karena dia mau nunjukin ke bapaknya. Jamurnya sudah keburu dicabut Benjamin, ya sudahlah kita bawa pulang.
Di Jerman boleh berburu jamur liar dihutan atau mencari jamur liar ditempat biasa tumbuh, asal jamur liar yang diambil maksimal 1 kg, kalau ngambil kebanyakan ada sanksinya seperti kisah pada artikel Gaganawati di Kompasiana.
Ada 2 orang kakek usia 67 dan 69 tahun ngumpulin/mengambil jamur liar dihutan sampai 19 kg, mereka harus membayar denda yang kalau dirupiahkan 29 juta, lalu jamur liar yang 19 kg tersebut ikutan disita!.. Kalau tertarik ceritanya silakan disini ya Gara-gara Ngumpulin 19 Kg Jamur di Hutan, 2 Kakek Didenda 29 Juta.
Balik ke cerita jamur yang diambil Benjamin, beratnya jauhlah dari 1 kg, makanya saya tidak pikir panjang lagi, langsung masukin ketas kresek. Lokasi ambil jamur liar ini disamping sekolah SD, ada pohon tinggi menjulang disini, dan numpuh rerumputan hijau subur karena tidak kena matahari terik, cocok kan tempat tumbuhnya jamur liar.
Tiba dirumah, baru juga di depan gerbang, si Benjamin minta jamur liarnya. Dia mau pegang dan bawa masuk kerumah, saya bilang kalau bapaknya belum pulang, nanti saja pas dirumah baru dikeluarin jamurnya dari tas, kalau kena sinar matahari bakalan layu, saya mau simpan dikulkas supaya tetap segar.
Benjamin bersikeras mau pegang jamurnya, ya sudahlah daripada adu mulut sama bocah 5 tahun, saya kasih itu jamur liar. Eh patah sedikit dong jamurnya pas Benjamin pegang-pegang, saya mulai nyerocos dah, nanti tambah patah-patah kalau Ben yang pegang.
Sambil saya ngoceh, sambil saya keluarin Lisa dari Buggynya, lalu Benjamin bilang dan nunjukki kalau ada serbuk putih dari patahan jamur liar menempel ditangan kanannya. Setelah berada didalam rumah, seperti biasa, saya suruh Benjamin pipis dan cuci tangan, nanti saya lanjut gantiin baju dia.
Saya kedapur mau siapin makanan, lalu sambil ngemil kerupuk udang ukuran kecil. Si Benjamin sudah selesai mengerjakan yang saya suruh, lalu dia minta beberapa kerupuk, saya kasih dong, karena dia sudah sering makan kerupuk ini juga.
Saya lanjut nyiapin ini itu buat anak-anak dan saya makan, eh si Benjamin datang sambil nangis, katanya dia sakit perut. Saya kaget kan, baru 5 menit lalu dia minta dan makan kerupuk, apa tuh kerupuk beracun??. Haha..
Saya suruh dia minum air putih yang banyak, saya tanya “tadi sudah cuci tangan kan?”. “Sudah“, kata dia. Hmm saya mikir lagi dan lagi, kenapa si Benjamin sakit perut, wong dia sudah sering makan itu kerupuk.
Saya ambil Fenistil obat alergi si Benjamin, saya teteskan beberapa tes ke gelas kecil campur air. Si Benjamin lalu pergi ke ruang tamu nonton bersama adiknya. Orang sakit perut mana bisa duduk diam menikmati yang dia tonton kan, eh dia balik lagi ke dapur, ngeluh dan nangis duduk di samping kaki saya, Benjamin bilang sakit perutnya ko belum hilang juga padahal sudah banyak minum air putih.
Trus bapaknya anak-anak datang, mulailah si Benjamin curhat panjang lebar. Benjamin puas ngomong, gantian saya yang ngomong. Saya ceritalah ke bapaknya anak-anak, sebenarnya belum tahu pasti, si Benjamin sakit perut karena kerupuk atau karena pegang jamur liar.
Entahlah apakah minyak yang saya pakai goreng kerupuk tersebut, apakah bekas goreng peyek kacang waktu itu, atau bekas pakai goreng bawang goreng lalu saya satukan bekas minyak goreng peyek. Pelajaran buat diriku, berikutnya kalau simpan minyak bekas, akan kukasih label 🙂 .
Benjamin punya alergi kacang tanah. Makan sedikit aja kacang kacang atau apapun yang ada kandungan sedikitt kacang tanah, bisa menimbulkan alergi, bahkan sampai sesak nafas.
Minyak bekas saya simpan kalau hanya baru sekali pakai saja dan masih bening, jadi berikutnya bisa pakai goreng ikan lalu dibuang.
Lanjut cerita ke bapaknya anak-anak, kalau kita tadi melihat jamur liar yang ukurannya besar, lalu Benjamin cabut jamurnya karena mau ditunjukin ke bapaknya. Saya keluarin tuh jamur liarnya dari kulkas.
Suamiku bilang jangan ambil jamur liar, walau kelihatan bentuknya sangat mirip seperti jamur disupermarket, kadang ada aja yang beracun. Tidak boleh ngumpulin jamur liar, kalau bukan ahlinya/pengumpul jamur, karena orang awam seperti saya tidak tahu bedanya jamur beracun dan tidak beracun.
Suami memberikan lagi obat alergi buat Benjamin, kali ini dikasih 20 tetes Fenistil tanpa dicampur air. Di wajah Benjamin sebelah kiri agak kemerahan. Mirip tanda pas dulu dia kena alergi setelah makan cemilan ada kandungan kacangnya.
Suami nanya apakah setelah cabut jamur liar, Benjamin makan biskuit di bus?. Si bocah biasanya selalu makan biskuit ketika kita di bus dalam perjalanan pulang. 6 jam dia di TK, Tiba dirumah sekitar 14.30 ya kelaparan dia, namun hari itu, tumben Benjamin tidak makan biskuit.
Kalau makan kan bisa diduga keracunan habis pegang jamur, tangannya kotor, lalu makan biskuit. Nah nih dia tidak makan, pas tiba dirumahpun Ben langsung cuci tangan, setelah kena serbuk patahan jamurnya.
2 jam kemudian selesailah drama sakit perut si Benjamin. Saya katakan ke suami, kalau besok saya mau tes lagi, penasaran si Benjamin alergi karena pegang jamur liar atau karena kerupuk.
Keesokan harinya, saat makan malam, saya ngemil kerupuk udang yang sama, si Benjamin lihat dan minta. Saya bilang dulu ke bapaknya. “Nih saya kasih kerupuk ya, kalau langsung sakit perut, berarti kerupuk ini, waktu itu saya goreng pakai minyak bekas goreng peyek kacang tanah”.
10 menit berlalu, 30 menit berlalu sambil harap-harap cemas melihat Benjamin haha, anaknya tetap pecicilan lari kesana kemari seperti biasa. 1 jam berlalu, lalu saya bilang ke bapaknya, berarti jamurnya dong ya penyebab Benjamin sakit perut kemaren, berarti jamurnya beracun!. Atau Benjamin alergi dengan jenis jamur yang kita temukan.
Huhu padahal saya mau masak tumis-tumis itu jamur liar loh, jadinya gagal deh. Tentu saja say jadi kuatir, kalau jamurnya memang beracun! haha.
Sudah 2 hari jamurnya berada dikulkas, dibagian bawah tempat sayuran. Lagi kosong sih bagian sayur tersebut, dasar iseng aja bapaknya anak-anak, buka-buka melulu lihat itu jamur dan nanya kapan jamurnya mau dibuang.
Saya bilang, iyaaa belum sempat kuvideoin mau cerita haha, lalu suami bilang, kalau besok masih dia lihat itu jamur, bakalan dia lempar dari balkon hahahaha …
Berikut ini Pertolongan pertama pada keracunan jamur:
Banyak minum air putih.
Makan tablet karbon aktif.
Minum susu murni.
Minum air kelapa.
Kalau si Benjamin saya kasih banyak minum air putih, dan berikan obat alerginya. Tablet karbon aktif saya punya sih, namun berhubung Benjamin sudah punya obat alergi sendiri, jadi saya tidak berikan karbon aktif.
Video Anakku Cabut Jamur Liar Besar Pengen Ku Masak Drama Terjadi
Tablet karbon ini saya beli waktu liburan 3 bulan di Indonesia, saat makan diluar rumah dan tidak sreg yang kumakan bersih atau tidak ya, daripada kepikiran dan tidak tenang makannya, ya kumakan 4-5 tablet karbonnya, supaya aman tidak sakit perut. Tablet karbonnya dimakan setelah menyantap makanan.
5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi liburan ke Indonesia. Hari itu 23 Maret 2019 kita jalan-jalan ke Bandung. Berangkat dari rumah jam 7.30 tiba Bandung jam 12.30 parah banget macetnya. Nah dari pada bengong di dalam mobil, saya iseng bikin video ngomongin 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia.
Berhubung tidak pakai persiapan, tidak ada draft apa saja yang mau dibicarakan di video, jadi random aja, apa yang terlintas dipikiranku langsung diomongin. Lain kali bisalah dibuat bagian keduanya 😀 .
1.Penggunaan carseat anak antara di Indonesia dan Jerman. Di Indonesia saat berkendara anak-anak tidak diwajibkan duduk di bangku khusus bayi dan anak. Tidak ada peraturan yang mewajibkan kalau anak harus duduk ditempat khusus, tidak ada dendanya juga, jadi terserah orangtuanya mau menyediakan carseat atau tidak. (Tolong koreksi kalau saya salah, soalnya sudah 8 tahun baru ke Indonesia lagi, kali aja ada peraturan mengenai keselamatan anak saat ikut berkendara?)
Anak bisa dipangku orangtua atau siapapun orang dewasa didekatnya. Akibatnya anak-anak tidak tertib duduk. Berdiri di jok mobil, loncat-loncat, berantem adu jotos haha dan mengganggu konsentrasi yang nyupir.
Tetap ada positifnya sih yang bisa diambil dengan kondisi di tanah air ini. Saat masih bayi, dimana si bayi merasa tidak nyaman, nangis atau rewel melulu, saat dalam dekapan ibu maka si bayi akan tenang. Giliran di Jerman, bayi atau anak nangis ya biarin aja, ntar kalau cape berhenti sendiri dan tidur, keselamatan yang UTAMA tidak boleh anak dipangku! 😀 .
Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz Kindersitz alias child car seat, kalau tidak akan didenda. Anak punya tempat khusus tujuannya demi keselamatan. Benjamin dan Lisa anteng kan duduk manis 🙂
Manfaat Penggunaan Carseat tujuannya (hasil mikir sendiri):
Untuk menjaga keselamatan bayi dan anak. Untuk bayi dan anak masih kecil 1-3 tahun posisi carseat membelakangi pengemudi (posisi kepala bayi/anak kearah bangku pengemudi/ tempat duduk bagian depan). Tujuannya adalah saat ngerem mendadak bayi atau anak aman di tempatnya, kalau tidak ditaruh demikian, anak bisa terlempar dari tempatnya.
Membuat anak duduk tertib.
Membuat orangtua apalagi pengemudi bisa tenang berkendara, coba kalau hanya ibu atau ayah saja pergi bersama dua anak kecil, dimana kedua anak berada dibelakang, wah bisa main trampolin atau main bola di jok mereka macam si Benjamin dan Lisa haha.
Membuat anak tenang dan akhirnya tertidur kalau perjalanan jauh, beda nih saat kita di tanah air, mana bisa tidur si Lisa, justru bergaya kenek metromini melulu dia.
Mencegah anak-anak bertengkar/adu fisik kan ada jarak carseatnya.
Di Jerman, sejak bayi pulang dari rumah sakit HARUS ada tempat khususnya Auto-babysitz /Kindersitz = child car seat. Kalau tidak akan didenda!.
Kalau si Lisa sebagai anak kedua, sama sekali dia tidak pernah berontak saat duduk dibangkunya, karena dia melihat abangnya juga duduk dibangku dengan model yang sama, dan diikat sama juga seperti dia 😀 .
Nah yang pernah drama adalah saat Benjamin masih dibawah 1,5 tahun. Kalau bayi sih anteng aja deh ya kan kalau mobil jalan serasa digoyang mirip di ayunan. Waktu Benjamin usia 9 bulan kita berlibur ke Belanda, harusnya 3 jam perjalanan menuju ke Belanda bisa bablas aja maunya suami, eh jadi berhenti beberapa kali.
Di Belandapun pas ada acara naik mobil, ada kalanya si bocah rewel tidak mau duduk dibangkunya, kalau saya kekeuh mau mengendong, yang punya mobil (temanku) tidak membolehkan hal tersebut, selain faktor keselamatan, kalau ada polisi bakalan kena tilang, ya sudahlah jadi dibiarin aja rewel gitu si Ben.
Pas kami kembali dari Belanda ke Jerman, si Benjamin kembali lagi rewel, ya maklum sih anak kecil mana yang bisa diam duduk aja lebih dari 1 jam kan. Akhirnya saya pindah duduk ke samping Benjamin. Ditemani duduk disampingnya, juga tidak menyelesaikan masalah.
Akhirnya saya pangku dia, dan ditutupi kain panjang, eh si bocah tidur. Untung sih bapaknya anak-anak masih bisa diminta kelonggaran sedikit yaa, untuk hal lain jangan harap deh kalau menyangkut peraturan, orang Jerman tidak bisa diminta kompromi 😀 .
Sudah cuma sekali itu aja drama carseat dengan Benjamin, semakin besar anaknya akhirnya sudah paham, malah kalau naik mobil, dia sendiri yang narik seat beltnya, nanti bapaknya yang mengencangkan.
2. Jalan tol di Jerman gratis, sedangkan di Indonesia harus bayar. Di Jerman motor bisa masuk jalan tol, sedangkan di Indonesia tidak bisa. Bisa dimaklumi sih motor di Jerman sangat sedikit, orang naik motor paling saat cuaca bagus (tidak dingin selain musim dingin kali yaa), sedangkan kalau di Indonesia tuh motor gilaaa deh banyaknya, bukan jalan bebas hambatan lagi kalau motor bisa masuk tol di Indonesia.
Pajak pekerja di Jerman tuh bisa sampai 40%, namun uangnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat juga. Ada uang anak yang diberikan sejak anak lahir sampai usia 18 tahun atau sampai 21 tahun kalau kuliah, kalau anaknya kerja ya sampai 18 tahun aja. Besarnya uang anak kindergeld 192 Euro/anak, kira-kira Rp.3,1 juta dapat tiap bulan. Coba kalau di Indonesia pajak gaji sampai 40% bisa didemo dah pemerintah yaa hehe.
Jalur tol paling kiri kalau tidak ada rambu batas kecepatan, tuh bisa ngebutt! Bisa 300 km melaju atau lebih loh, tapi kalau kecelakaan tanggung sendiri, karena asuransi tidak nanggung (saya pernah nanya suami).
Suami pernah saya minta melaju di kecepataan 250 km (waktu belum punya anak), maklum baru datang ke Jerman, kan sudah baca atau dengar, katanya di Jerman begini begitu.. “Eh coba dong sayang melaju sampai 250 km saya pengen tahu rasanya haha”, doi nurut aja. Kita waktu itu pakai mobil baru ya dari leasing, tengah hari bolong waktu perjalanan dari Swiss ke Jerman.
3. Tidak boleh berhandphone ria saat menyetir. Saat berkendara tidak boleh pegang hp, kalau di Jerman bisa didenda atau bahkan sim bisa ditarik, kalau di Indonesia? cincalah asal tidak ketahuan yaa haha.
Kalau ada yang penting sekali terima telepon, biasanya bapaknya anak-anak akan berhenti menepi dulu untuk menjawab panggilan telepon, namun lebih seringnya hp dia taruh tas atau ditinggal aja dirumah.
4. Mengisi bensin antara di Indonesia dan di Jerman. Isi bensin kalau di Jerman self-service, keluar dari mobil ngisi bensin sendiri, bayar sendiri di mesin pembayaran, atau kadang ada kios dijaga orang untuk kita lakukan pembayaran.
Kalau self service ngisi bensin tengah malampun jadi bisa kan. Biaya bahan bakar kendaraan di Jerman sering banget berganti harga, kalau menjelang hari raya atau hari minggu bakalan lebih tinggi. Kalau mau lebih murah isi agak malam sekitar jam 9 atau jam 10 an di hari kerja.
Ada yang tipu-tipu langsung kabur ga kalau di pom bensin Jerman?, oh pasti ada, tapi kecil angka pelangarannya. Di pom bensin ada beberapa kamera yang merekam plat nomer mobil, dan beberapa kamera lain ditempatkan di posisi tersembunyi.
Video 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia
5. Penggunaan Zebra cross antara di Jerman dan di Indonesia. Untuk pejalan kaki di Indonesia zebra cross hanya sebagai hiasan saja. Pengendara motor atau mobil tidak peduli dengan pejalan kaki, mereka terus melaju tanpa memikirkan kalau ada yang mau menyebrang, sedangkan di Jerman pejalan kaki adalah yang utama saat mau menyebrang.
Semua kendaraan akan berhenti saat ada pejalan kaki menyebrang di Zebra cross di Jerman, ditungguin sampai pejalan kakinya lewat ke seberang, barulah pengendara melaju kembali.
Walaupun yang nyeberang hanya satu orang saja, tetap mobil dan motor akan berhenti, kalau saya tidak buru-buru, biasanya saya tunggu jalanan sepi, baru saya nyeberang.
Pada video diatas, saya dan anak-anak mau nyeberang jalan. Duilehh saya ngeri lihat mobil dan motor banyak sekali yang melaju kencang. Itu saat kita di Jakarta, jalan-jalan sore ke minimarket. Untung ada seorang bapak yang nolongin.
Mungkin si bapak ngeliat saya ko lama bener tidak nyebarang haha, takut ketabrak gile!. Akhirnya dibantuin disebrangin si bapak, dia angkat tangan kanan tinggi-tinggi tanda supaya kendaraan berhenti sejenak.
Demikianlah cerita saya mengenai 5 Hal Perbedaan Antara di Jerman dan Indonesia | Edisi Liburan ke Indonesia. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Saya ingin berbagi pengalaman waktu mengurus paspor Indonesia untuk Lisa putriku. Saya pikir masih seperti saat mengurus paspor Benjamin, dimana kita tidak perlu datang ke KBRI atau KJRI, eh ternyata beda aturannya.
2 tahun sebelumnya, waktu Benjamin membuat paspor Indonesia juga, nah kala itu tidak perlu datang ke KBRI, saya kirimkan semua berkas melalui kantor pos, nanti KBRI akan mengirimkan paspornya via pos.
Ternyata ada peraturan baru, per tanggal 15 Mei 2018, proses penerbitan Paspor dan Visa di KJRI Frankfurt menggunakan Teknologi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Bagi yang mau buat paspor harus datang ke KBRI atau KJRI untuk buat foto disana.
Saya ditelp. sama mba petugas KJRI Frankfurt, dan saya agak nyolot menjawab hehe “ko sekarang jadi ribet gitu mba?”, padahal kan paspor untuk anak saja, kalau untuk orang dewasa ya saya maklum deh, karena waktu saya perpanjang paspor Indonesia, saya harus datang ke KJRI untuk tanda tangan paspor di depan petugasnya.
Si mbak nya kembali menyebutkan ada peraturan baru, ya sudahlah saya pasrah!. Berarti memang harus pergi ke KJRI frankfurt. Ongkosnya bakalan jauh lebih mahal dari harga paspornya 😀 .
Bapaknya anak-anak sih bilang saya aja sama Lisa yang pergi ke KJRI, lah saya ogah karena si Lisa masih kecil. Kalau sudah sebesar Benjamin saya berani bawa sendiri naik kereta, kalau masih sekecil Lisa saya harus bawa buggy (kereta dorong) pula.
Di stasiun kereta Heidelberg harus turun dan ganti naik kereta lain. Lift di stasiun Heidelberg ini seringnya rusak, trus nanti saya bagaimana gendong anak sambil bopong buggy naik tangga, sudah horor duluan membayangkannya.
Walaupun di Jerman sering sekali kita jumpai orang-orang yang siap membantu, cuma saya nya sungkan minta tolong, belum lagi kalau pas jam sibuk yang banyak orang keluar masuk kereta, tidak peduli kali ya melihat saya repot butuh bantuan.
Berkas untuk membuat paspor sudah saya kirimkan melalui pos, hanya kurang mengisi form lapor diri Lisa. Awalnya saya bingung, nih yang harus lapor diri ibunya atau anaknya? Hehe.
Ternyata anak yang mau buat paspor Indonesia, harus mengisi juga form lapor diri. Mba petugas KJRI bilang jangan sampai lewat akhir tahun ke KJRI nya karena uang yang saya sudah transfer untuk pembuatan paspor akan hangus.
Mulailah bapaknya anak-anak cari tiket kereta yang tidak terlalu mahal. Benjamin sih maunya naik ICE kereta cepatnya Jerman, namun tidak jadi karena per orangnya kena 100 an Euro pp, mahal bo, dua orang dewasa kena 200 euro an (kurleb Rp.3,3 juta).
Suamiku tercinta nih aneh ya, dia bilang dia lebih suka naik kereta karena dia tidak tahu daerah Frankfurt, lah padahal kita punya gps, coba kalu kita tinggal di Indonesia dia bilang tidak tahu daerah Jakarta saya sih maklum deh, ini orang Jerman tinggal di Jerman ko takut nyasar? 😛 .
Sebenarnya sih dia malas aja kalau kena macet, sedangkan saya mikirnya azas penghematan, lebih hemat naik mobil pribadi kan. Namun karena saya butuh pengawal, ya terpaksa oke juga naik kereta.
Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI subjek warga Negara ganda adalah (Sumber web KJRI Frankfurt):
Formulir Fasilitas Keimigrasian Indonesia (bagi anak yang lahir sejak 1 Agustus 2006) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua)
Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online. Ini maksudnya untuk si anak yang mau buat paspor ya.
Formulir permohonan paspor baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan oleh orang tua.
Fotokopi Akte kelahiran anak di Jerman.
Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di Negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari Pemerintah Jerman (bagi anak yang lahir di luar Jerman).
Fotokopi paspor asing anak (Lisa sudah punya paspor Jerman nya).
Fotokopi Akte perkawinan/buku nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Jerman.
Fotokopi Akte perceraian dan/atau surat registrasi perceraian orang tua dari pemerintah Jerman (bila orang tua bercerai) dan/atau surat pengakuan anak (bila orang tua tidak kawin).
Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku.
Fotokopi izin tinggal orang tua WNI yang masih berlaku.
Fotokopi kartu identitas atau izin tinggal orang tua WNA yang masih berlaku.
Bukti pembayaran pembuatan paspor sebesar 25 € + 5 € (biaya paspor + SIMKIM) melalui transfer Bank. Harap menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari Überweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama anak).
Bila Paspor yang telah jadi akan dikirimkan melalui jasa pos, harap sertakan amplop beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).
Walau berkas sudah dikirimkan via pos, si anak tetap harus ke KJRI untuk membuat foto disana. Form lapor diri untuk si Lisa sudah saya lakukan online, lalu saya print dan bawa serta saat ke KJRI.
Video Naik Kereta Api Deutsche Bahn & IC (Intercity) Menuju KJRI Frankfurt
Setelah ditunda sekitar 2-3 minggu dari mba petugas KJRI telp, akhirnya kita punya waktu pada hari Rabu 28 November 2018. Waktu itu belum beli tiket liburan buat ke Indonesia, karena saya maunya beli tiket waktu paspor Jerman dan Indonesia anak-anak sudah beres dulu, supaya tidak kepikiran.
Dari halte dekat rumah kita naik bus ke stasiun kereta. Kita berangkat beberapa menit sebelum jam 7 pagi. Wah masih gelap gulita dan dingin banget. Eh ternyata kereta jam 7.15 nya tidak ada dong, dikasih tahu lewat pengeras suara, kenapa ya giliran butuh banget, kereta ko malah bermasalah 🙁 .
Jadilah kita nunggu kereta berikutnya 15 menit kemudian, dan nih kereta kata bapaknya anak-anak bakalan penuh, ya sudahlah pasrah saja, padahal saya mau ngedumel „makanya lebih baik naik kendaraan pribadi kan!“.
7.30 kereta datang, banyak sekali orang keluar dari kereta dan yang mau masuk juga tidak kalah banyaknya. Lisa di gendong bapaknya, saya pegang Benjamin. Thanks God dekat pintu ada 2 bangku kosong (bangku yang 4 berhadapan).
Suamiku seketika itu juga ambil tas ransel orang sebelah yang diletakkan dibangku, nih bapaknya anak-anak lempar tuh ransel ke cowo yang lagi asyik mendengarkan musik haha, parah bener pikirku 😯 . Lagipula si pemilik ransel bagaimana sih, sudah tahu kereta penuh, bisa-bisanya dia taruh ranselnya di kursi tersendiri.
Saya dan suami duduk berhadapan. Lisa dipangku bapaknya, saya pangku Benjamin. Ke stasiun Heidelberg butuh waktu kira-kira 40 menit. Di Heidelberg kita harus nyambung dengan kereta Intercity menuju Frankfut.
Tadinya saya mau bawa buggy (kereta dorong) Lisa, untunglah tidak jadi, saya lupa, karena ternyata kereta yang kita naiki penuh!. Separuh perjalanan, orang di sebelah suamiku turun, dan si Benjamin jadi dapat duduk. Jagoanku sangat antusias kalau naik kereta, dia pandangi luar jendela dan ngoceh melulu.
Hampir jam 9 saat kami tiba di Heidelberg. Kami masih punya waktu sebentar sebelum naik kereta berikutnya, Kami tidak perlu lari-lari, seperti yang dilakukan orang lain untuk mengejar kereta berikutnya.
Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman
Kami masih sempat melihat miniatur kereta api, sayangnya saya tidak punya uang koin 2 Euro, jadi Benjamin hanya bisa melihat-lihat saja, tanpa keretnya bergerak 😀 .
Kereta kami sudah datang, dan ternyata kosong!. Kereta Intercity ini yang ada bagian atasnya (double decker train), kami memilih duduk di bagian atas. Keretanya kosong karena ini dari stasiun awal sih, butuh waktu 1,5 jam untuk tiba di Frankfut dan kereta akan berhenti di hampir semua stasiun, makanya jadi lama dan harga tiketnya tidak semahal kereta ICE 😀 .
Untungnya Benjamin dan Lisa tidak terlalu bikin ulah yaa. Karena separuh perjalanan keretanya kosong, jadi kedua anak ini bisa pindah ke bangku seberang, melihat pemandangan dari jendela lain. Di belakang saya hanya ada seorang bapak. Sunyi sepi didalam kereta, hanya terdengar ocehan Benjamin dan Lisa 😀 .
Naik kereta Intercity menuju Frankfurt. Keretanya bertingkat, nih kita duduk dibagian atas
Saya sesekali membuat video, entah mengapa saya tidak tertarik membaca majalah padahal ada saya bawa dari rumah. Benjamin ngoceh melulu sepanjang jalan.
Karena pergi bersama suami, jadi saya tidak pusing membaca peta, dan tidak perlu bingung juga harus naik kereta no berapa ya berikutnya, tinggal ngekor bapaknya anak-anak haha. Waktu memperpanjang paspor saya 2 tahun lalu, saya pergi sendiri ke KJRI Frankfurt.
Video Cara menuju ke KJRI Frankfurt dari stasiun kereta Frankfurt Hbf
Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:
U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte.
KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt Tel: (+49-69) 247-0980
Demikianlah cerita saya mengenai Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Cerita Musim Gugur Menjelang Musim Dingin di Jerman. Hai pembaca setia, saya mau cerita-cerita masih seputar musim gugur. Sebenarnya sudah latepost karena videonya rekaman dari dari 13 November – 23 November 2018. Ada video posting di youtube, sekalian posting di blog, supaya nih blog paling tidak ada isinya hehe.
Ketentuan mengambil jamur liar di Jerman
setelah baca-baca di Internet ternyata jamur liar di Jerman boleh diambil gratis loh!, nah ada ketentuannya gitu, yang mungkin buat sebagian kalangan tidak enak. Jadi kita bisa ambil jamurnya maksimal 1 kg, kalau kebanyakan dan ketahuan bisa ditangkap polisi.
Belum lama ini saya baca tulisannya kompasiana Gaganawati mengenai jamur liar yang boleh diambil. Jadi ada 2 orang kakek usia 67 dan 69 tahun ngumpulin/mengambil jamur liar dihutan sampai 19 kg, gilee bener banyak banget ya! 😀 .
Niat banget mereka, mau dikemanakan sebanyak itu?, apakah dijual?. Oalah ternyata malangnya perbuatan mereka diketahui polisi, mungkin ada tetangga yang lapor kali ya, jadilah kedua lansia ini kena kasus.
Saya senang baca tulisan-tulisannya Gaganawati kompasiana yang tinggal di Jerman ini, pernah setahunan saya lupa berkunjung ke kompasiana.com, jadilah saya baca habis banyak sekali tulisan ibu Gaga.
Jamur liar di Jerman. Bisa ambil jamurnya maksimal 1 kg, kalau kebanyakan dan ketahuan bisa ditangkap polisi
Foto jamur diatas (lihat video dibawah lebih jelas), jamurnya bagus banget dan terlihat bersih kan yaa, kalau yang numbuh sebelumnya mirip jamur kancing. Tahun depan saya mau ambil ah jamur seperti foto diatas.
The German Society for Mycology (DGfM) asosiasi yang mewakili minat para ahli mikologi dan jamur di Jerman. Nanti saya mau baca-baca webnya, tahun depan pengen punya pengalaman aja berburu dan mencicipi jamur liar 😉 .
Si Benjamin nih setiap kali lihat tumpukan dedaunan kering, pasti dia sepak!, padahal yang didepan rumah-rumah orang tuh ada yang memang sudah dirapihkan, dikumpulin gitu maksud saya, jadi nantinya cepat dimasukin ke karung atau tong sampah.
Musim Gugur telah tiba, dedaunan berguguran. Autumn has come
Kita kadang lihat ada bapak-bapak nyapu ngumpulin dedaunan didepan rumah dia, lalu saya tunjukin ke Benjamin, „tuh lihat daun-daunnya disapu, dikumpulin bapak itu, kamu sepak-sepak daunnya berantakan lagi!“, namun sering juga dipinggir jalan gitu kan banyak pohon tinggi, pada rontok daunnya, nah saya memang tidak suka Benjamin sepak-sepak tuh dedaunan, apalagi setelah hujan deras, daun-daunnya kotor jadi sepatu si bocah kotor. Ada saatnya juga, saya diam ajalah, malas cerewet karena tidak melulu dia nurut. Sepatunya kotor, dia yang pakai sendiri haha.
6 Desember lalu diperingati sebagai hari Santo Nikolas (Nikolaustag), santo ini bukan santa klaus ya, namun sama pada perigatan Nikolaustag ini anak-anak juga mendapat hadiah. Tradisinya anak-anakmenaruh sepatu bootnya didepan pintu rumah pada tanggal 5 desember, nah pas tanggal 6 nya anak-anak mendapati sepatu boot mereka penuh hadiah.
Di TK nya Benjamin anak-anak bukan memberikan sepatu boot mereka, namun tiap anak mengumpulkan satu saja kaos kaki ukuran besar, lalu gurunya menggantung kaos kaki di Jendela. Kaos kakinya sudah dikumpulin sebelum minggu ke 4 November. Tahun lalu seingat saya dapat hadiahnya banyak, nah tahun ini ko seperti ada penghematan gitu haha.
Perayaaan Nikolaustag 6 desember, dalam kaos kaki ada hadiahnya mulai apel, kacang walnus, jeruk juga coklat
Jadi isi kaos kakinya ada satu apel, satu jeruk kecil, coklat bentuk mirip Santo Nikolas dan 2 kacang walnuss. Tidak ada satupun yang dimakan Benjamin haha. Jeruk dikasih ke saya, apel dikasih adiknya, coklat dikasih ke bapaknya, kacangnya buat mainan. Ben sih sama sekali tidak protes, dia senang aja dapat hadiah walau dia tidak makan hadiahnya.
Video Pepohonan Mulai Gundul Namun Tetap Indah | MusimGugur 2018 di Jerman
Keadaan cuaca akhir musim gugur
Musim gugur begini gelap datang lebih awal, jam 5 sore sudah gelap gulita, dan 8 pagi baru mulai terang. Karena gelapnya lebih awal, si Benjamin seringkali prostes kenapa sudah gelap haha. Jam 7 pagi saat antar Benjamin ke TK suasana masih gelap gulita, dan matahari tidak setiap hari bersinar.
Hujan hampir setiap hari, kadang hujan deras, seringnya gerimis saja yang awet sepanjang hari, dan lagi-lagi di protes si Benjamin dong, kenapa hujan melulu dan matahari tidak kelihatan. Banyak yang depresi saat cuaca jelek begini. Makanya beruntung ya yang tinggal di negara tropis, bisa sepanjang tahun melihat mentari bersinar 🙂 .
Secara kalender musim dingin tahun ini akan dimulai tanggal 21 Desember, selamat tinggal musim gugur deh, bakalan lebih dingin dan tidak enak lagi suasana musim dingin nantinya, kalau bisa memilih maunya kabur ke nagara yang hangat dulu, balik lagi pas musim semi, maka hati akan bahagia melihat matahari yang bersinar hehe.
Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman. Ibu rumah tangga (Jerman: Hausfrau ; Inggris: housewife) adalah seorang wanita yang bekerja menjalankan atau mengelola rumah keluarganya, bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya, memasak dan menghidangkan makanan, membeli barang-barang kebutuhan keluarga sehari-hari, membersihkan dan memelihara rumah, menyiapkan dan menjahit pakaian untuk keluarga, dan lain sebagainya.
Ibu rumah tangga umumnya tidak bekerja di luar rumah. Merriam Webster Dictionary mendefinisikan ibu rumah sebagai seorang wanita menikah yang bertanggung jawab atas rumah tangganya. Istilah ibu rumah tangga berkebalikan dengan wanita karier. (Sumber wikipedia)
Kalau baca penjelasan wikipedia diatas, banyak sekali ya tanggung jawab ibu rumah. Tugas 24 jam tanpa dibayar, saya bilang 24 jam, karena kalau tiba-tiba anak sakit, ibu juga repot ngurus tengah malam atau dini hari.
Saya dapat pertanyaan via email dari pembaca blogku. Sebenarnya tahun lalu sudah ditanyain hal yang sama sih dan yang pertanyaan baru ini lebih detail lagi namun intinya sama nanya apakah jadi istri orang Jerman harus bekerja?, kalau di asia pria sebagai kepala rumah tangga, tugasnya mencari nafkah dan istri dirumah menjadi ibu rumah tangga. Apakah peran seperti itu berlaku juga di Jerman, begitu ya yang kutangkap dari pertanyaan Kyle.
Kupikir sekalian posting ke blog saja, siapa tahu ada yang punya calon suami dari Jerman juga seperti Kylie kan, bisa dapat gambaran dari ceritaku.
Pas jawab ke Kylie sih singkat, jelas dan padat hehe, maklum mata selalu 5 watt setelah nidurin si Lisa Marie. Sejak punya anak, jarang saya bisa balas-balas email surat pembaca begini, seringnya kelupaan hehe padahal setelah baca sudah saya tandai “unread/belum dibaca” begitu datang email baru, yang lama pada ketindih deh.
Pertanyaan surat pembaca blogku apa jadi istri orang Jerman harus kerja???
Comment: Halo.mbak nella.. .. bole tny2 seputar kehdpan org jerman ga ya? Apa bnr di jerman suami istri hrs bekerja untuk menyambung hidup? .. kl suami doang yg kerja mang ga bakal ckp ya? Dan mang bnr kl istri pny sumbangsih tuk ikutan byr keperluan keluarga?disana pria itu kepala keluarga spt layaknya org asia kah?
Mksdnya kl di asia kan pria lah yg mencari nafkah , wanita penolong pria dan mengurus rmh tangga..
Prnh dgr kl ada house man disana.. tq mbak nella
Apa benar di Jerman suami istri harus bekerja untuk menyambung hidup?.
Tidak ada salah atau benarnya ko hehe. Kalau gaji suami sudah cukup untuk menghidupi istri dan anak-anak, maka keputusan „apakah istri harus bekerja“ menjadi pilihan wanita/istri nya sendiri dan tentunya atas dukungan suami juga.
kalau suami doang yang kerja memang tidak bakal cukup ya?
Sudah dijawab di nomer 1 ya. Cukup tidak cukupnya bisa tahu setelah jadi suami istri, bisa tahu setelah punya anak-anak. Kalau misal si suami level bos yang gajinya gede, ya istri bisa jadi ibu rumah tangga seumur hidup dan ngurus anak-anak saja.
Cukup tidak cukup tergantung gaya hidup kita. Cukup disini maksudnya bagaimana? “cukup” setiap orang beda-beda ya. Misalnya saja saya deh, saya ibu dirumah alias tidak bekerja. Ngurus 2 anak, suami sebagai sumber penghasilan keluarga.
Cukup buat ngontrak rumah, iya.
Cukup bayar listrik, telp, internet, iya.
Cukup bayar beberapa asuransi, iya.
Cukup belanja kebutuhan dapur, iya.
TAPI ..
Sejak saya ke Jerman, sudah 7 tahun disini, belum pernah sekalipun liburan ke tanah air. Memang belum ada keinginan menggebu. Ortu dan adik-adik pernah mengunjungi saya ke Jerman. Mamaku sudah 3 kali ke Jerman. Tiket Jerman – Jakarta – Jerman katakan dapat tiket murah 500 euro (tapi ini mujizat kalau bisa dapat segitu) 4 tiket (kalau punya 2 anak, suami istri) dirupiahkan Rp.32.000.000 .
Liburan didalam negeripun (Jerman) belum tentu setiap tahun. Antara kita yang memang malas liburan, atau tidak ada duit ya mungkin gabungannya haha. Soalnya saya lebih memilih duitnya buat beli tanaman haha.
Dikontrakan sekarang sudah 6 tahun, pengenlah pindah ke rumah lebih besar, supaya Lisa punya kamar sendiri, tapi sewa rumah dikota kita ini makin muahal aja, apalagi yang tinggal dikota besar semacam Berlin, Muchen, Stuttgart dll kalau tahu biaya sewa rumah dikota tersebut, kita bisa bilang ckckck seperti ciccak di dinding haha, maksudnya sangking herannya betapa mahalnya sewa rumah di Jerman. Dengan kondisi saya tidak bekerja, bapaknya anak-anak tidak berani pindah rumah.
Biaya tak terduga seperti awal tahun ini buat benerin mobil kena 3500 euro (Rp.56 juta). Tiap 2 tahun sekali mobil di Jerman harus uji kelayakan, kalau tidak lolos uji kelayakan tidak dapat stempel, tidak boleh jalan. Ga ada sogok menyogok juga dengan penguji atau bengkelnya supaya biaya lebih murah gitu. Kalau mobilnya tidak layak jalan ya harus diperbaiki, kalau di akal-akali taruhannya nyawa kan. Padahal ya desember 2017 ya sudah seneng aja kita, dapat pemberitahuan pengembalian pajak 2.800 euro (Rp.44,8 juta), kalau tidak ada uang pengembalian pajak, entah darimana duit bayar bengkel. Kita bayar bengkelnya akhirnya boleh dicicil, hampir 6 bulan kalau tidak salah. Ya muka tembok aja sama pemilik bengkelnya, Puji Tuhan tidak pernah ditelp pemilik bengkelnya. Trus suami bilang tiap bulan ambil 100 euro, simpan buat 2 tahun lagi, eh sudah kekumpul sedikit, terpaksa kepakai untuk biaya lain yang mendesak.
Dan memang benar kalau istri punya sumbangsih untuk ikutan bayar keperluan keluarga?
Dengan status saya tidak bekerja, tidak ada dong sumbangsih duit hehe, kuberikan tenaga dan cintaku saja haha. Nah buat yang lagi menjalin hubungan dengan pria Jerman, ya tidak hanya bule Jerman aja sih, penting sekali nanyain soal keuangan ini.
Setahu saya ada istri yang diminta ikutan bayar listrik, air, kontrak rumah dll. Pernah ada yang cerita untung wanita Indonesianya punya usaha online di Indonesia, jadi dia bisa kasih duit bulanan ke suami bulenya (pasangan ini tidak tinggal di Indonesia).
disana pria itu kepala keluarga seperti layaknya orang asia kah?. Maksudnya kalau di asia kan pria lah yang mencari nafkah, wanita penolong pria dan mengurus rmh tangga. Pernah dengar kalau ada house man disana.
Pernah baca artikel dan nonton tayangan di tv juga tentang tentang house man di Berlin, cuma pas google saat membuat postingan ini, tidak ketemu artikelnya.
Kalau wanitanya punya karir bagus, ya bisa aja suami jadi bapak rumah tangga, atau kerja dari rumah. Istripun kalau bisa kerja dari rumah setelah punya anak, ya bisa juga ko, kalau dapat kesempatan tentunya. (Baca: Tren Bapak Rumah Tangga di Berlin – DW Indonesia)
Sebelum baca tulisannya Gaganawati, saya tidak tahu kalau ternyata di Jerman ibu dirumah tuh banyak sekali!. Awalnya saya kira di Jerman para wanitanya lebih memilih berkarir, soalnya ibu mertuaku dan adik iparku saja bekerja, lalu ibu yang tinggal di lantai dasar rumahku juga bekerja, si A kerja, si ibu B, ibu D dll yang kutahu pada bekerja, bahkan yang sudah punya anak hanya sebentar cuti sudah balik bekerja kembali.
Kalau misal ada yang sedang menjalin hubungan dengan pria Jerman dan pria asing lainnya, lalu memutuskan mau jadi ibu rumah tangga, mau ngurus anak-anak saja, ya silakan saja, kalau gaji suami cukup.
Namun pikirkan juga masa tua kita nantinya bagaimana?, kebanyakan orang di Jerman sini ngontrak rumah. Apakah kalau istri tidak bekerja, pensiunan suami akan cukup menghidupi dua orang?, apakah hanya cukup bayar sewa rumah?.
Saya pernah nonton tayangan mengenai lansia di Jerman, tidak melulu bule lansia hidup mewah, liburan ke luar negeri, namun di Jerman sini, banyak juga lansia hidup miskin. Sering loh saya lihat lansia cari botol-botol kosong di jalanan dan tempat sampah (botol kosong bisa ditukar duit), atau masih harus kerja serabutan untuk bertahan hidup, tidak punya asuransi pula.
Ada pula lansia (hidup sendiri) yang di wawancara bilang uang pensiunannya 700 euro, dan kontrak rumahnya nyaris sejumlah uang pensiunannya, lah lalu mau beli makan, pakaian dll dari mana duitnya?.
Trus kenapa orang Jerman lebih suka ngontrak?. Ada yang bilang biaya sewa rumah tidak terlalu mahal, sedangkan kalau beli rumah, saat cicilannya selesai, mungkin masih bisa hidup 15 – 20 tahun lagi, mau diwariskan ke anak akan ada biayanya, tidak punya anak tuh properti diambil negara 😀 . Sebenarnya masih ada alasan-alasan lain kenapa orang Jerman lebih suka ngontrak ketimbang beli rumah, lain waktu saya cerita lagi deh ya.
Kalau bapaknya anak-anak ya pengenlah bisa punya rumah sendiri. Mertuaku ngontrak rumah, ortu dari emak mertua punya rumah sendiri, oma opa buyut ini saat masa mudahnya punya karir bagus, sedangkan ortu dari bapak mertua sudah lama banget meninggal jauh sebelum saya ke Jerman.
Kalau mau dibandingin Indonesia dan Jerman, ya beda jauh yaa, maksudku harga property di Jerman mahal sekali. Kalau saya kalau nunggu bus, iseng lewat kantor makelar rumah, ngelihat iklan rumah dijual ngeliat angkanya ko banyak banget nol nya haha, dirupiahin tambah ngeri lihatnya haha, nah bagaimana bisa beli rumah kalau hanya suami yang cari duit kan, ya mungkin kalau kamu beruntung dapat suami kaya, maka tidak perlu bekerja.
Saya lulusan Farmasi UI, ijasahku sudah di legalisir di Jerman tahun 2016. Ini juga prosesnya setahun kalau tidak salah. Di tulis di legalisirnya saya bisa bekerja di Jerman, tidak disuruh kuliah lagi hehe 😀 . Dulu saya sudah malas ajalah kalau disuruh kuliah lagi, eh ternyata ijasahku diakui di Jerman!.
Mensetarakan ijazah di Jerman istilahnya anerkennen lassen. Bisa cari informasinya di anerkennung in Deutschland.
Ada anerkennen untuk pendidikan (kuliah) ada pula untuk bidang pekerjaan, yang saya lakukan adalah anerkennen lassen untuk ijazah kuliah saya.
Mau banget kerja, namun saat ini kedua anakku masih kecil. Benjamin sudah masuk TK namun jam sekolahnya hanya sampai 13.45 sedangkan hari Jumat sampai jam 13. Lisa Maret tahun depan baru 2 tahun usianya, kalau masukin ke playgorup biayanya hampir 400 euro (Rp.6,4 juta) malah di kota besar ada yang 900 euro, bahkan 1200 euro biayanya gilee entah dapat pelayanan apa saja si anak. Nah kalau ibu nya hanya kerja part time (minijob) yang gajinya 500 euro, sisanya hanya 100 euro, ya saya mending ngurus si kecil sendiri deh.
Kalau TK untuk anak diatas 3 tahun seperti Benjamin biayanya 100 euro/bulan (Rp.1,6 juta). Emak mertuaku dari awal mau bayarin separuhnya, ya kita sih oke aja 😀 . Saya cari kerja part time minijob tidak nemu untuk latar belakang pendidikanku. Selama ini yang kutemukan lowongannya adalah untuk kerja penuh waktu. Mungkin kalau awalnya kerja penuh waktu lalu minta dikurangi jam kerja ya bisa aja, namun dengan kondisi sudah punya anak begini ya harus panjang sabar ya cari kerjannya.
Pernah dong saya ketemu ibu lansia yang kita sering ketemu di bus, entah bagaimana ceritanya si oma bilang anaknya 6 tahun dirumah ngurus anak. Setelah masuk SD baru ibunya kembali bekerja. Nitip anak-anak ke mertua, lah emak mertuaku masih aktif bekerja, lagipula jarang saya lihat mertua atau ortu di Jerman sini yang full seharian jagain cucunya. Anak kecil tuh aktifnya ajaib banget, kalau oma opa nya diminta jagain seharian, besoknya turun berok kali haha.
Oh ya yang kutemuin di koran-koran banyak kerjaannya jadi tukang bersih-bersih.. jadi putzfrau gitu buanyak lowongannya!, toh dapat duit juga kan ya, cuma tidak diizinkan bapaknya anak-anak. Pas ku tunjukin lowongan yang ada statement macam kerja rodi gitu perlu kekuatan fisik, yaelah tidak boleh, ah pusing saya jadinya haha.
Ada seorang ibu yang sering kita ketemu saat antar Benjamin ke TK, pas tahu saya cari lowongan minijob, besoknya dia kasih tahu lowongan, yaelah jadi reinigungskraft (tukang bersih-bersih), pasti ditolak mentah-mentah sama bapaknya anak-anak dah.
Ibu ini dari masa muda nya sampai tuanya, sudah dekat masa pension sih, masih kerja yang sama jadi reinigungskraft, bahkan sudah bisa beli rumah sendiri, berkat kerja keras dia dan suami ngumpulin duit. Saya tidak memandang rendah kerjaan sebagai reinigungskraft, cuma ya masa dalam hidup tidak ada peningkatan toh dalam kerjaan?.
Beberapa hari lalu, bapaknya anak-anak terima surat laporan pensiun, memang dikirim rutin beberapa bulan sekali. Kalau dia pensiun 20 tahun kedepan, uang pensiunnya dapat sekitar 1.000 euro (Rp.16 jutaa) doang, omg entah berapa euro sewa rumah 20 tahun ke depan ya, kita agak ketawa aja karena uang segitu sama sekali tidak ada artinya. Kalau dikurs ke rupiah ya keliatan besar, namun untuk ukuran 20 tahun mendatang tinggal di Jerman ya sangat kecil sekali.
Masih ada yang galau juga apakah jadi istri orang Jerman harus bekerja?, apakah jadi ibu dirumah dipandang sebelah mata?, bisa baca tulisan dibawah ini (Bahasa Jerman)
Demikianlah cerita saya mengenai Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Musim Gugur 2018 di Jerman | Musim Gugur Rasa Summer. Tiga minggu tidak ada tulisan baru di blogku, apa daya kesibukan sehari-hari tidak bisa dibendung hehe 😀 . Senin sampai Jumat, paginya antar Benjamin ke TK, nyampe rumah lalu beberes rumah, masak, makan kecil aja, makan besar setelah Ben pulang, lalu jam 13 berangkat jemput Benjamin dari Taman Kanak-kanak. TK nya bubaran jam 13.45. Kita naik bus pergi dan pulangnya, nyampe rumah jam 14.30, bapaknya anak-anak kalau kerja pagi, jam 15.00 nyampe rumah, lalu kita makan bersama. Habis makan rusuh anak-anakku bermain, lalu saya lirik-lirik balkon kali aja bisa nyuri waktu beberes kebun sedikit, tanpa di ikuti anak-anak.
Kalau keadaan tidak memungkinkan ke balkon, saya paling tidur siang bersama Lisa atau ya ngedit-ngedit video untuk saluran berkebunku. Sampai saat ini masih bisa konsisten upload 2 video per minggunya, sedangkan saluran youtubeku lainnya tidak keurus euy! 😀 Walau tidak keurus juga tiap hari ada aja subscriber barunya, makanya saya jadi merasa bersalah juga sih tidak bisa menyenangkan para subscriber saluran-saluranku 😳 .
Hari Sabtunya seringnya anak-anak dan saya jalan-jalan ke pusat kota, entah kasih makan bebek atau sekedar menikmati udara segar tanpa ada yang kita beli. Minggu dirumah aja, tidak ada bus dan pusat perbelanjaan tutup di hari minggu, cape saya jalan kaki haha.
Musim gugur dimulai sejak September, pertengahan September lalu, cuaca sudah mulai dingin, eh ternyata bulan Oktober ko cuaca kembali menghangat. Serasa masih summer, karena cuacanya hangat sekali untuk ukuran musim gugur. Beberapa hari lalu, bapaknya anak-anak nunjukin perbandingan foto 13 oktober 2018 suhunya 27 derajat C dan 13 Oktober tahun 1975 saljunya tebal bukan main. Semakin ngaco ajalah cuaca yaa.
Masa musim gugur begini suhunya masih konstan 25 derajat C saat siang hari, malah pernah 27 derajat C, dan kalau lihat termometer di pusat kota malah lebih hangat lagi. Kalau malam dan pagi hari sih memang dingin banget, nah pas lewat jam 11 siang mulai deh mataharinya menghangat. Saya suka suhu nangung begini hehe.
Mau berkebun juga masih enak banget, pakai sendal dan tanpa perlu pakai jaket tebal. Saya sudah bongkar-bongkar pot bunga-bunga musim panas, karena pot-potnya saya mau pakai nanam aneka bibit umbi bunga musim semi, seperti tulip, narsissus, krokus, allium dll.
Persiapan Menanam Bibit Tulip dan bunga musim semi lainnya
Nah kalau suhu musim gugur hangat begini, saya malah jadi bingung, sudah bisa nanam bibit bunga, atau belum ya, ada sih 3 pot sudah saya tanami bibit musim semi, cuma pas mau lanjut saya mikir-mikir karena cuaca yang belum stabil dinginnya. Biasanya nanam umbi bunga musim semi, saat suhu sudah 5 derajat C gitu, kalau malam dingin, lah siangnya hangat banget, jangan-jangan tanaman bakalan ikut bingung juga, numbuh cepat kali bibit-bibit musim seminya, eh pas musim dingin nanti bagaimana nasibnya yaa! 😀 .
Pertama kalinya kita lihat balon udara yang dekat banget jaraknya. Kala itu Minggu 7 Oktober, entah Benjamin atau Lisa yang duluan lihat balonnya, mereka berdua heboh, dan Ben bilang pengen naik balon udara, dia bilang tidak takut 😀 .
Pertama kalinya kita lihat balon udara yang dekat banget jaraknya
Pertama kali nya lagi kita lihat jamur liar yang numbuh banyak sekali. Minggu kedua di bulan Oktober saat jemput Benjamin pulang TK, kita lewat jalan biasa menuju terminal bus. Nah disamping sekolahan ada sedikit lahan tidak keurus, disitulah kita lihat banyak jamur liar. Kalau lihat bentuknya mirip sekali dengan jamur yang sering saya beli di supermarket.
liar tumbuh lumayan banyak di samping gedung sekolahan. Jmaurnya kulihat mirip seperti disupermarket deh. Oktober 2018 yang hangat
Pengen ngambil deh, cuma tidak tahu ah apa boleh sembarangan ambil begitu dari alam, ntar malah ditangkap kena pasal perusakan alam haha, eh kalau di Indonesia penyuka anggrek malah banyak yang berburu ngambil anggrek dari hutan ya, kalau di Jerman dilarang dan bisa ditangkap polisi kalau ketahuan atau ada yang lapor hehe.
Video Musim Gugur Rasa Summer | Musim Gugur 2018 di Jerman
Pengalaman Belanja di REWE Lieferservice Jerman. Untuk kedua kalinya saya belanja kebutuhan dapur (bahan mentah dan matang) secara online. Kalau pertama kali belanja di supermarket online ini bebas ongkos kirim, untuk berikutnya biaya kirim 3,90 euro (Rp.62.400) untuk belanjaan mulai 40 euro. Belanja mulai 120 euro bebas ongkir.
Saya belanja di REWE online (bukan sponsor post) hanya ingin berbagi pengalaman ya, mungkin ada pembaca blogku yang juga tinggal di Jerman dan rempong seperti saya, mau belanja banyak ke supermarket bingung tidak bisa bawanya haha.
Saya punya trolley belanjaan, cuma kalau sambil bawa si kecil, ya tidak bisa. Paling setelah antar Benjamin ke taman kanak-kanak, saya langsung belanja. Bisa hampir setiap hari karena sedikit saja, semampu yang saya bawa.
Eh ternyata bisa belanja online begini enak, saya bisa pesan yang berat-berat, seperti minyak 3 L, kentang 2 kg, bawang bombay 1 kg dll barang yang berat, dan saya tinggal santai tunggu dirumah. Berikut ini beberapa hal yang kucatat mengenai belanja secara online di REWE Lieferservice:
Belanja pertama kali puas banget. Ada 2 pesanan tidak tersedia, masih merek yang sama gantinya, saya oke aja. Saya pesan garam di kemasan dus, yang tersedia dikemasan botol plastik. Pesan labu hokaido 2 buah, dari 1,5 kg yang tertera, datang lebih 100 gram, ya okelah beda tipis kan.
Es krim, krem cair, ikan Makrelenfilet dll produk beku dan dingin dalam keadaan bagus saya terima.
REWE online ini tempatnya di Mannheim, ke tempatku 30-40 menit. Mobilnya pakai pendingin jadi semua produk terjaga baik kondisinya.
Diantar sampai depan pintu. Rumahku di atas, sama petugasnya semua belanjaan di bawain ke rumah.
Sehari sebelum pengiriman akan dikirimi email dan sms. Kalau petugasnya datang telat akan dikirimi sms pemberitahuan.
Botol-botol minuman yang kosong (pfandflasche) bisa dikasih kepetugasnya juga dan langsung dihitung. Lumayan banget kan mengurangi total belanjaan. Pertama belanja dikurangi 6 euro dari botol kosong, belanja kedua dikurangi 9,75 euro (Rp. 156.000).
Belanja di REWE ada kumpulin poin, dan bisa ditukar untuk belanja. Belanja pertama dapat 600 an poin (kalau ditukar duit dapat 6 euro). Belanja kedua dapat 1300 poin (seharga 13 euro). Kupon-kupon dan ekstra kupon bisa di aktifkan secara online payback.de kalau belum punya kartu bisa daftar di web itu juga. Kalau ditotal sudah lebih dari 1.000 eurolah kudapatkan, sejak tahun 2014 payback (kupon) ini diadakan.
Pembayaran bisa pakai kartu kredit, karena kita tidak punya, maka bayar pakai paypal. Pembayaran ditarik setelah selesai dilakukan pengiriman. Pas pesan online, memang ada pemberitahuan dari paypal sejumlah pesanan kita, tapi duitnya baru ditarik setelah barang diterima.
Tip (Trinkgeld) untuk petugasnya saya kasih 5 euro. Hal ini sebenarnya bukan keharusan ko, saya merasa kasihan saja, petugasnya nenteng banyak barang kerumahku diatas. Ngebayangin kalau customernya tinggal di lantai 2 keatas gitu, nenteng belanjaan atau minuman pakai krat, OMG gempor kali ya, berat kerja pengiriman begini. Miriplah sama petugas pos yang antar paket kalau harus antar sampai ke lantai 5 gitu, apalagi kalau bangunannya tidak ada liftnya, berat kerjanya 😀 . Mengenai tip begini ternyata banyak juga orang Jerman yang nanya-nyan di forum 😀 . Biasanya kasih 1-4 euro, atau tergantung dari banyak tidaknya belanjaan, kadang kalau di resto kasih tip nya 10%.
Kekurangannya REWE Lieferservice:
Banyak kantongannya. Kantong kertas coklat gitu sih, jadi ramah lingkungan kann bisa di daur ulang kertasnya. Kantong kertas gratis, kalau di toko supermarket mau kantong plastik ya bayar loh. Mungkin lebih baik pakai kardus besar saja kalau menurutku. Produk dinginnya kan bisa tersendiri. Kantongnya jadi sampah kan, eh beberapa saya kasih buat tempat botol kosong saja.
Video Food Haul REWE Lieferservice in Bahasa
Pembaca blogku atau teman bloger di Jerman adakah yang pernah juga punya pengalaman dengan REWE Lieferservice?.
Asyiknya Bulan Juli di Kebun Balkon Belakang. Hai pengunjung setia blogku, khususnya sobat berkebun, semoga tidak bosan ya, kalau saya bakalan sering update keadaan kebun balkonku. Mumpung cuaca bersahabat, kalau winter, kebun balkon bakalan tutup 3-4 bulan kan, nah mumpung cuacanya bagus jadi akan lebih sering pamerin keadaan kebun balkonku 🙂 .
Musim panas begini, kebun balkonku semakin hijau. Cuaca sudah panas harus makin rajin siram tanaman. Kedua anakku yang rajin mengingatkan untuk menyiram tanaman. Kita hanya sekali menyiram tanamannya, yakni siram disore hari saja.
Kenapa kedua bocah suka menyiram tanaman?, karena mereka senang berantakin kebunku haha. Kalau Benjamin sih sudah bisalah dikasih tahu mana yang sudah bisa dipetik buahnya, dan mana yang hanya boleh dipandangi saja.
Ada satu tanaman paprika hasil proyek berkebun Benjamin di TK, ditanam bibitnya di TK kan, begitu agak besar, kira-kira 10 cm deh baru dikasih ke murid TK, untuk lanjut dirawat dirumah masing-masing. Waktu Benjamin terima tuh tanaman paprika belum berbunga, lalu saya repotting/ganti media tanamnya, eh sekarang sudah banyak sekali bunga paprikanya, dan sudah kelihatan beberapa pentil buahnya, si Benjamin senang bangetlah!.
Jagoanku dengan tanaman paprika yg dia tanam dari bijinya. Proyek berkebun dari taman kanak kanak
Setiap hari dia ngocehin tuh tanaman, dipegang-pengang juga. Karena diajak ngobrol tiap hari kali ya makanya tuh paprika tumbuh subur haha. Apakah kamu yang hobi berkebun kadang berbicara dengan tanamanmu? 🙂 .
Tugas Benjamin menyiram tanaman-tanaman, saya kasih tahu mana yang boleh disiram dan mana yang menjadi bagian saya menyiram. Selesai menyiram tanaman, Benjamin suka memetik tomat-tomat yang sudah matang. Kita punya 4 pot tanaman tomat, ada 2 jenis tomatnya yakni tomat kecil lonjong ‘Dolly’ F1 (Lycopersicon esculentum) warna kuning dan tomat Cherry ‘Sakura’ F1 berwarna merah, keduanya beli di onlineshop baldur.de .
Video Balcony Garden Tour 2018 – Bulan Juli di Balkon Belakang
Sudah beberapa tahun terakhir saya puas belanja bibit tanaman (youngplants) di baldur.de . Tomat pasti saya beli deh, tahun lalu saya beli jenis yang lain. Pengennya tiap tahun coba nanam tomat yang berbeda. Tomat yang saya beli yang bentuknya unik, karena kalau tomat biasa yang bulan buat bikin sambal tuh, wah buanyak sekali di supermarket dan summer begini melimpah murah meriah, makanya saya lebih suka punya sesuatu yang berbeda.
Saya beli bibit/tanaman yang kecil youngplants istilahnya, karena kalau nanam sendiri dari bibit/biji kadang lama, belum sempat panen, atau baru sebentar panen eh sudah keburu winter. Beli berupa youngplants juga bukan gampang merawatnya loh. Ibaratnya merawat bayi nih tanaman youngplants ukurannya mini, kecil imut-imut, kalau tidak tahu merawatnya, bakalan mati!. Kalau mau lihat ukuran youngplants tanaman-tanaman yang kubeli tahun 2018 ini silakan dibawah ini:
Video Unboxing Bibit Bunga & Tomat Baldur Garten 2018
Bisa dilihat youngplants tomatnya kecil banget ya, begitu dirawat dengan tender love care (TLC), akhirnya mereka berbakti, memberikan banyak sekali tomat yang lezat. Lisa dan saya yang selalu menikmati kelezatan 2 jenit tomat tersebut, sedangkan abang Benjamin lebih suka jadi tukang petiknya saja haha, dia tidak suka makan tomat dan buah-buahan!, yang Benjamin mau makan hanya buah apel dan pir.
Cherrytomate ‘Sakura’ F1 dari satu ranting menghasilkan sampai 20 tomat, keren banget deh
Selain 2 jenis tomat, saya juga beli beberapa jenis bunga bentuk youngplants juga. Video keindahan bunganya akan menyusul kemudian ya, karena kalau bunga-bunga saya taruh di tangga mau masuk rumah. Kalau mau lihat hasil yang kutanam tahun lalu silakan di Video Young Plants From Baldur Garten 2017 .
Lisa belum bisa menyiram tanaman (yang disiram baju dan kaki dia haha), jadi dia saya kasih kesibukan tersendiri. Ada pot besar yang sudah tidak ada tanamannya, jadi buat mainannya Lisa. Saya sediakan beberapa pot kosong dan sekop kecil untuk digunakan dia.
Saya kasih kesibukan supaya saya leluasa menyiram tanaman, tanpa gangguan dan tanpa saya terus-menerus teriak „jangan petik itu, jangan dicabut name tag bungannya, Lisa jangan dimakan daunnya!“ haha cerewet banget saya deh!.
Si adik saya kasih kesibukan, ternyata si abang mau main tanah juga, padahal abang sudah saya kasih tugas siram tanaman. Alhasil, adik teriak-teriak karena mainan dia di garap abangnya juga. Abang adik bikin drama di balkon! Lalu saya teriak: „..selesai kerjaan hari ini, masuk dan mandi“! Haha.
Gile bener dah rusuh hampir setiap hari di balkon. Biarlah kedua anakku puas-puasin main dibalkon, kalau musim gugur dan winter bakalan 4 bulan tidak bisa main dibalkon. Paling ya saya jadi sering bawel saja. Berkebun dibalkon bukan seperti berkebun di lahan yang luas. Dibalkon tuh sempit, tanaman-tanaman juga rapat-rapat nanamnya, kebun dikunjungi 2 anak kecil, buat kedua bocah seperti melihat tempat bermain yang menyenangkan haha.
Kalau dirumah omanya, bebas mereka petik apapun yang mereka mau, karena kan lahannya luas, dan oma juga tidak melarang kedua abang adik ini kalau petik-petik daun. Seringkali saat saya melarang malah oma bilang biarin saja, itu bikin mereka senang.
Abang Adik Bebas Main di Taman Rumah Oma
Harapanku, semoga bibit-bibit dan tanaman yang kurawat banyak yang berbakti sampai menjelang musim dingin nanti.
Oh ya saya punya blog khusus buat cerita-cerita tentang tanaman, soalnya kalau cerita di blog utama ini, kalau yang tidak suka tanaman bakalan enek kali kalau saya cerita tanaman melulu hehe, jadi yang suka tanaman bisa follow atau sesekali mampir ke Blog Kebun Emaknya Benjamin .