Di Jerman itu (Edisi Belanja)

loading...

Di Jerman itu (Edisi Belanja). Belanja pakaian, sepatu dan barang non konsumsi lainnya boleh ditukar. Kalau pas sampai rumah eh ternyata kita tidak suka warnanya, modelnya, atau bajunya terlalu kecil, celananya kebesaran (lah memang di toko tidak dicoba? πŸ˜› ). Pokoknya kalau kita tidak suka dengan yang sudah kita beli tersebut bisa ditukar asal ada bukti pembeliannya.

Di Jerman itu (Edisi Belanja). Lihat tanda panah. Penukaran barang dalam waktu 14 hari. Tidak ada kembali uang
Lihat tanda panah. Penukaran barang dalam waktu 14 hari. Tidak ada kembali uang

 

Namun pernah juga saya curi dengar (nguping) ada seorang ibu mau tukar buku tapi tidak ada struk belanjanya lagi. Ibu tersebut bilang dia dapat kado dan dia sudah punya buku tersebut, akhirnya bisa ditukar sih. Tidak semua toko memperbolehkan hal ini.

Video Benjamin main di supermarket (usia 11 bulan dan 20 bulan)

 

Apakah semua yang dibeli di Jerman boleh ditukar?.
β€’ Kalau makanan/produk yang dikonsumsi tidak boleh ditukar. Alasannya logis saja “kalau dimasukin racun ke produk tersebut yang tahu hanya yang minta tukar itu saja kan” . Di Indonesia aja dalam wafer bisa ada kupon undian yang bohongan hehe, berarti produk makanan bisa dibuka dan ditutup lagi dong seperti aslinya? πŸ˜€ .

Suatu hari saya beli dua kardus susu (bubuk) Benjamin. Saat sampai dirumah baru sadar (ngecek) ternyata yang harusnya beli susu untuk usia 1 tahun eh saya beli untuk bayi 1 bulan haha parah! πŸ˜₯ .

Kedua kardus usia 1 tahun dan 1 bulan sama-sama tertera angka 1, sayangnya saat saya terburu-buru ambil susu hanya perhatikan angka 1 dan langsung ke kasir. (Memang sih kalau ke tempat ini sama bapaknya Benjamin pasti serba buru-buru). Padahal setelah angka 1 ada tulisannya Jahr (tahun) yang saya salah beli cuma ada angka 1 saja alias 1 bulan alias untuk bayi baru lahir.

Merek ini ada 2 macem untuk usia 1 tahun. Ada yang di tulis 1 (Jahr) dan satu lagi ditulis 12 monat. Biasa ya difresiasi produk kan ya sebagai salah satu cara jitu marketing haha.

Hari itu pas beli adalah hari sabtu toko-toko hanya buka setengah hari, minggu libur (toko-toko di Jerman tutup hari minggu dan tgl merah lainnya). Akhirnya terpaksa nunggu hari Senin. Niatnya saya mau pergi sendiri menukar susunya. Eh pas ketemu bapaknya Benjamin di stasiun kereta pulang kerja jadilah saya ajak aja ke supermarketnya.

Untunglah bapaknya Benjamin ikut, kalau saya sendiri mana bisa berdebat saya walalupun saya ada dipihak yang salah hehe.

Pas sampai toko 2 kasir lagi sibuk dan antriannya panjang, lalu kita samperin ibu pegawainya yang lagi beberes rak. Sepertinya ibu ini supervisornya. Suamiku bilang kalau istrinya salah beli susu harusnya beli untuk usia 1 tahun kebeli yang untuk 1 bulan. Kata si ibu toko tidak boleh ditukar/diganti/dikembalikan. “Lalu bagaimana dong?” tanya bapaknya Benjamin “kan tidak bisa di konsumsi tidak cocok lagi” .

Ya harus dibuang” kata si ibu toko. Hiks sayang banget ya 20 euro pikirku dalam hati :/ .

Seiße kata suamiku, seiße (shit) ke keadaannya bukan ke ibu toko. Ya sudahlah kita mau pergi aja toh sudah berusaha mencoba ya hehe.

Eh pas kita balik badan mau pergi, si ibu toko menyuruh kita ke kasir. “Sekali ini saja ya, berikutnya tidak boleh lagi! ” kata si ibu toko. Iya deh bu sekali ini aja teriak saya girang dalam hati saja haha.

2 kardus susu saya berikan lalu kasir taruh di bawah meja dia, uang dikembalikan dan kita ambil susu yang benarnya di raknya dan bayar lagi dong. Saya tidak tahu apakah susu yang salah tadi benar dibuang untuk cari amannya, atau nantinya dikembalikan ke raknya. Kardus sama sekali belum saya buka, masih dalam keadaan rapi dan bagus.

Sejak saat itu kalau beli susu Benjamin saya ambil yang ada tulisan 12 bulan saja supaya aman πŸ™‚ .

β€’ Pajak belanja 19% sudah termasuk harga barang. Pada struk belanja akan tertera nilai pajak dan harga Nett nya.

β€’ Belanja di supermarket tas atau kantong platik harus bayar, tapi kalau belanja pakaian, sepatu dikasih plastiknya gratis. Nah ternyata sejak 1 April 2016 harus bayar plastiknya 20 cent (Rp. 3.000). Saya baru sadar harus bayar akhir April, karena biasanya kalau beli sepatu cuma sepasang ya saya bilang saya bawa kantong, walapun sebelum April gratis ya.

Struk pembelian di Jerman. Plastik bayar 20 cent, klo dirupiahkan Rp.3000
Struk pembelian di Jerman. Plastik bayar 20 cent, klo dirupiahkan Rp.3000

 

Ketika ke toko sama ibu mertua mau beli baju Benjamin ko kasirnya nanya “mau plastik atau tidak“? biasanya kan langsung dimasukkan plastik tanpa nanya kita pembelinya. Kasir lanjut bicara “..bayar 20 cent” tentu saja kita menolak karena bawa kantong sendiri πŸ˜€ .

Kabarnya di tanah air tercinta Indonesia sudah diberlakukan juga plastik berbayar, nah jalan ga sih programnya?, apa benar kalian bayar plastiknya? soalnya setahu saya peraturan seringnya warm warm chicken shitΒ awalnya gencar ya selanjutnya longar haha.

 

Ps. Saya mengucapkan selamat Lebaran buat teman-teman yang merayakannya.

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

52 thoughts on “Di Jerman itu (Edisi Belanja)

  • September 13, 2016 at 8:55 am
    Permalink

    suka banget baca cerita keseharian mama ben.. apalagi keadaan di sekitar nya.. bikin pengen ke jerman.. rapi bersih

    Reply
    • September 13, 2016 at 7:42 pm
      Permalink

      Masyrakatnya mbak yang sadar ikut menjaga kebersihan, sampah aja sampai dibagi-bagi tongnya. Di tiap rumah tangga minimal ada 4 macam tong. Sampah dapur, bio, sampah kering (kertas, plastik), botol2 beling dipisah tongnya.

      Reply
      • September 14, 2016 at 6:20 am
        Permalink

        disini sebenrnya jg byk yg mau buang sampah di tong sampah tapi di byk tempat ga ada tong sampah dan klo ada jauuuhhh bgtt… akhirnya mereka buang di celah2 dipojok2.. pernah sya tanya kok buang disitu dijawab… tong sampahnya mana??? klo ditaro tas lengket.. begitu jwbnya?? memang hrs barengan sadarnya… masyarakatnya sm pemerintah yg kasih fasilitas… hehee… cm saran doang bukan kritik

        Reply
  • September 1, 2016 at 8:15 am
    Permalink

    Kayaknya enak ya mbak tinggal di german, sekolah pun kata teman saya gratis sampai kuliah :'(

    Reply
    • September 3, 2016 at 10:40 am
      Permalink

      Hai Tin, ada 2 kota masih menarik bayaran. Gratis klo yg negeri ya, klo privat/swasta bayar. Klo Ben nanti sekolah niatnya mau masukin sekolah yg dua bahasa ya harus bayar mahal deh hehe πŸ˜€ .

      Reply
      • September 5, 2016 at 9:59 am
        Permalink

        oh gitu ya mbak, temenku ada juga yg tinggal d german, huft bisa seenak nya keliling prancis, itali, karna deket sama german πŸ™

        Reply
  • July 30, 2016 at 5:32 pm
    Permalink

    Aku masih kadang males bawa kantong sendiri mbak. Kalau bayar 200 boleh lah ?

    Reply
  • July 15, 2016 at 6:04 pm
    Permalink

    beberapa toko ada yg udh jalanin kantong plastik berbayar mbak.. tp di tiptop rawamangun tmpat aku blnja,masih belum ;p.. aku bingung juga knpa mrk masih ttp ngegratisin…

    waktu itu aku juga prnh beli susu salah, dan ga bisa dibalikin..terpaksalah kasih ke org lain yg susu anaknya sama.. disaranin utk dijual di tokopedia ato olx gitu sama mbak iparku, tapi aku males juga ;p.. drpd repot, kasihin aja ke org yg butuh πŸ˜€

    Reply
  • July 12, 2016 at 5:38 am
    Permalink

    hallu mbakee…… kangennn… lama ga intip blognya mbak nela.
    enaknyaaa bisa dituker gitu. diriku dah beberapa kali blanja online nyesek aja bawaannya. yang kebesaran, yang warna ga sesuai, yang motifnya beda. jadi yaa sedikit harap harap cemas gitu kalo blanja online.
    sekarang aku lebih teliti soal merk dan bahan yang tertulis. karena bbrp merk pasti bagus barangnya

    Reply
    • July 12, 2016 at 7:16 am
      Permalink

      Hai mbak D lama juga aku gak ngintip blogmu mbak, eh tadi ada post baru ya, ngiler lihat kue2nya hehe πŸ˜€ . Klo belanja online pakaian paling buat anak saya mbak, klo buat sendiri saya lebih suka beli ditoko lihat langsung ukurannya. Klo bibit dan tanaman ya seringgg bangett beli online sama shop2 langganan yang memang saya sdh puas kualitasnya :mrgreen: .

      Reply
      • July 19, 2016 at 7:59 pm
        Permalink

        cap cip cup ya mbakee kalo beli baju online. kadang bagus kadang nggak ….. hehehe….

        Reply
  • July 11, 2016 at 8:38 am
    Permalink

    disini mulai longgar lagi. mungkin kurang mahal kalo 200 rupiah ya. tapi banyak juga yang gak jadi belanja gegara harus bayar plastik.

    Reply
    • July 12, 2016 at 7:23 am
      Permalink

      Hai Ita wah kalau gak jadi belanja gara2 plastik rugi dong tokonya ya, harusnya sih barang2nya masukin kardus aja kan gratis tuh selain plastik πŸ˜€ .

      Reply
  • July 6, 2016 at 10:54 pm
    Permalink

    halo mbak Nela, kalau di Indonesia peraturan kantong plastik itu masih berlaku di supermarket2 besar. Di supermarket2 tsb ada yg menyediakan kardus bagi mereka yg tdk mau bayar Rp.200 utk kantong plastik. Minimarket atau toko-toko kecil disini masih suka bermurah hati kasih kantong plastik gratis. Eh ada juga kasir supermarket besar yg diam-diam kasih gratis saat pagi-pagi sepi…mgkn biar penglaris ahaha…

    Reply
    • July 7, 2016 at 7:25 am
      Permalink

      Halo juga Fiberti, wah kalau disediakan kardus bagus tuh, bisa muat banyak barang dan klo gak mau dipakai lagi bisa di daur ulang . Bisa aja tuh supermarket kasih penglaris πŸ˜† .

      Reply
  • July 6, 2016 at 4:12 pm
    Permalink

    aaa enak banget yaa kalau bisa nuker nuker gitu di Jerman. Kayaknya di Indonesia kebanyakan kalau udah barang dibeli tidak bisa dikembalikan lagi πŸ˜€
    Oiya di Indonesia sudah menerapkan kebijakan plastik berbayar Rp 200/plastik semenjak Maret 2016 lalu, tapi denger-denger kebijakan ini juga bakal direview lagi sama pemerintah. Walaupun sampai sekarang masih berjalan, dan yang nerapin juga belum semua supermarket or minimarket. Anyway thanks for sharing mba Nel πŸ™‚

    Reply
    • July 7, 2016 at 7:27 am
      Permalink

      Hai Baiq iya kalau di tanah air aturan gak boleh nukar barang tertera di struknya.. peraturannya bakal direview jadi lebih mahal sepertinya bagus deh hehe πŸ˜€ .

      Reply
  • July 5, 2016 at 3:54 pm
    Permalink

    yang tukar buku itu, baik sekali ya say… beruntung ketemu yang baik.
    pernah juga kaya gitu saya di saturn, nggak tau bukti pembayaran keselip dimana, karena saya buka-buka cukup banyak bill pembayaran saturn juga, akhirnya mau ditukar.

    Reply
      • July 18, 2016 at 3:41 pm
        Permalink

        iya mbak, barangnya rusak. saya beruntung banget, mungkin tampang saya tampang kasihan dikasi aja waktu ngubek-ngubek bukti bayar nya tapi nggak ketemu.

        Reply
        • July 19, 2016 at 9:12 am
          Permalink

          Beruntung Den pihak saturnya mau terima πŸ˜€ klo gak diterima juga rugi kan kita gak bisa pakai barangnya ya. Saya pernah balikin timbangan badan sudah dua minggu gak beres angkanya, untung maish ada bukti pembeliannya.

          Reply
  • July 5, 2016 at 1:21 pm
    Permalink

    wah iya tuh mbak nel saya kemarin di toko buku beli lumayan banyak eh udah kelar bayar ditanya mau kantong plastik apa enggak. biasanya sih saya gak mau tapi kemarin pas lagi mau. eh si mbak kasir bilang harganya 20 Cent jadi gak jadi dweh. rugi dua kali tuh mbak udah nenteng2 nama toko itu sampe ke rumah, iklan gratis buat mereka padahal, eh harus bayar pula. padahal sebelumnya saya malah dapet tas kain gratis dari mereka lho. yasut gondok juga kadang butuh juga soalnya tas plastik buat ngumpulin sampah bungkusan.

    salam
    /kayka

    Reply
    • July 7, 2016 at 7:33 am
      Permalink

      Hai mbak Kay, kalau bayar sih kita gak mau ya hehe πŸ˜€ . Benar mbak tokonya iklan gratis ya saat kita nenteng2 di jalan πŸ˜€ .
      Klo kantong buat sampah saya beli plastik khusus mbak, kalau pas ada plastik besar dari toko (yg gratis) ya saya pakai itu, tp jarang deh dapat plastik besar.

      Reply
  • July 5, 2016 at 7:44 am
    Permalink

    iya tergantung toko tapi disini ada toko besar yang boleh kita return makanan yang udah dimakan. misalnya kita nyoba trus gak suka. boleh tuh dibalikin. hehehe.

    yang biasanya gak boleh dibalikin itu kalo beli cd/dvd yang udah dibuka.

    kalo barang yang gak ada struk nya, tergantung toko emang tapi rata2 bisa dibalikin dengan dikasih store credit, bukan dikasih duit balik. itu kalo disini ya… πŸ˜€

    Reply
    • July 5, 2016 at 8:03 am
      Permalink

      Wah keren banget tuh di Amrik makanan boleh ditukar πŸ˜€ .
      Iya Man sama di sini juga bisa ditukar barang gak balik duit, sampai ditulis di struk pembeliannya πŸ˜† .

      Reply
  • July 5, 2016 at 6:16 am
    Permalink

    Eh busyet kenapa toko2 malah minggu libur yaaa, kalo di jakarta kan minggu pada ngmall belanja

    Reply
  • July 5, 2016 at 5:42 am
    Permalink

    Enak banget yah bisa ditukar2, coba indonesia bisa kaya gitu gimana ya.. Btw di Indonesia udah jalan kok untuk plastik berbayar, sampe saat ini sih masih awet programnya hehe..

    Reply
    • July 5, 2016 at 5:46 am
      Permalink

      Tapi sih kalo beli barang banyak biasanya bawa tas sendiri, tapi kalo lupa bawa tas ngakalinnya minta dibungkus pake dus (ga bayar) xD

      Reply
  • July 5, 2016 at 5:41 am
    Permalink

    Di Indonesia ada beberapa toko Mbak Nela yang barangnya bisa ditukar. Tapi emang merk tertentu seperti HnM dan Stradivarious.

    Terima kasih unt ucapan lebarannya Mbak πŸ™‚

    Reply
    • July 5, 2016 at 5:45 am
      Permalink

      Tapi sih kalo beli barang banyak biasanya bawa tas sendiri, tapi kalo lupa bawa tas ngakalinnya minta dibungkus pake dus (ga bayar) xD

      Reply
      • July 5, 2016 at 10:00 am
        Permalink

        Iyaa banget mbak Giska!! Aku juga kalo belanja ke supermarket kayak gitu

        Reply
      • July 5, 2016 at 10:00 am
        Permalink

        Aku beberapa kali beli baju di sana, diingetin sama kasirnya Mbak Nella ??

        Reply
  • July 5, 2016 at 5:18 am
    Permalink

    asyik banget bisa beli barang kaya gitu ya Mba nel… Kalo kita kan sudah ada tulian : barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar, hehe…

    Reply
    • July 5, 2016 at 8:07 am
      Permalink

      hahahaha iya klo di tanah air begitu ditulis di struk belanjanya πŸ˜€ . Klo boleh tukar mungkin orang2 akan seenaknya aja main tukar.

      Reply
  • July 5, 2016 at 2:52 am
    Permalink

    Jaminan konsumen mereka sudah bagus sekali ya Mbak Nella. Dan bener juga sih kalau makanan tidak bisa dikembalikan karena alasan tercemar πŸ™‚

    Reply
    • July 5, 2016 at 8:15 am
      Permalink

      Hai mbak Evi, bagus layanan kosnusmennya, entah mungkin krn penduduknya gak sebanyak Indonesia kali ya, klo bisa dilakukan tukar barang di tanah air, wah mungkin banyak yg akan aji mumpung hehe πŸ˜€ .

      Reply
  • July 5, 2016 at 1:58 am
    Permalink

    Hallo Mbak Nela. Perkenalkan nama saya Theresia. Saya tinggal di Bogor. Saya sudah lama menjadi pembaca setia blog Mbak Nela, tapi baru pertama kali ini menulis untuk Mbak Nela. Saya tidak tahu di kota-kota lain Mbak, tapi di Bogor sudah diberlakukan plastik berbayar. Kalau tidak salah dari bulan Februari Mbak. Harga plastik berkisar antara Rp 200 – Rp 500. Saya selalu membawa tas dari rumah setiap kali saya berbelanja baik di pasar maupun supermarkt, karena saya sangat mendukung program yang satu ini. Sayang sekali, sepertinya masyarakat pada umumnya belum sepenuhnya mendukung program ini. Buktinya setiap kali saya berbelanja di supermarkt manapun, sepertinya hanya saya yang sudah selalu membawa tas dari rumah untuk mennyimpan belanjaan.

    Reply
    • July 5, 2016 at 8:21 am
      Permalink

      Hai Theresia salam kenal ya, terima kasih sudah jadi pembaca setia blog saya πŸ™‚ .

      Program apapun tiu akan berjalan dengan baik kalau masyrakatnya ikut mendukung. Mungkin bagi sebagian kalangan masih menggangap nilai Rp 200 – Rp 500 tidak ada artinya makanya gampang aja beli hehe.

      Reply
  • July 5, 2016 at 1:48 am
    Permalink

    Kemarin saat saya belanja di suzuya saat melihat struck tidak ada potongan untuk plastik..

    Reply
  • July 5, 2016 at 12:35 am
    Permalink

    Hi Nela…Saya hampir jadi pengomen pertama terus nih ..hehe ..abis waktu nya bersamaan dg buka puasa πŸ™‚ …Kaya nya tdk hanya di German saja ‘pakaian yg sudah di beli bs di tukar atau di kembalikan …di Ireland dan Uk juga sama . Saya kalo lg rame males untuk ke fitting room ..jadi saya bayar dan kl di rumah merasa ada yg ga pas ..saya akan tukar ato refund kalo akhirnya saya berubah pikiran πŸ™‚ cm “hak komsumen ” kaya gini sering di manfaatkan oleh pihak yg tidak bertanggung jawab…jadi ada teman cerita —> org dr “pokoknya …negara yg kulitnya agak gelap itu deehhhh…’ mereka suka pakai itu produk dan price tag nya gak mereka lepas…nanti setelah di pakai mereka kembalikan …kan max 30hr dr pembelian kita masih dlm perlindungan hak pembeli…nah biasanya org2 ini mereka suka di pelakukan special ..di cek dl barang nya..ada noda apa gak…atau ada bau parfum apa tdk.. Bukan rasis sih..cm mereka kadang emang sk mengambil keuntungan dari hal ini.
    Saya sekrang lebih suka belanja online…tinggal bayar ..barang di antar …kalo tidak cocok tinggal balikin ke toko …cm kalo gak ada waktu saya kirim balik lwt pos..(sudah di sediakan kantong dan alamat penerima dll) tp ruginya kita harus bayar post nya
    Untuk makanan ..di sini sih masih sedikit lebih mudah ..selama produk masih dlm kemasan masih bisa di tukar/kembalikan …tp untuk makanan basah sedikit rumit dg alasan yg seperti Nela sebutkan di atas. πŸ™‚
    Untuk kantong plastik …setiap pembelian pakaian di sini langsung di berikan kantong kertas malah kalo kita mau hanger nya di kasih juga kok πŸ™‚ dan untuk grocery pastinya di Eropa dr dulu harus beli kantong ato bawa kantong sendiri .. πŸ™‚

    Reply
    • July 5, 2016 at 8:32 am
      Permalink

      Hai Adelina pas lagi online kali ya jadi selalu komen pertama hehe πŸ˜€ .
      Wah yg kamu ceritakan ko persis yg ku pikirkan selama ini loh.. misal aja klo beli gaun pesta, price tagnya di umpetin, pakai bajunya, trus tukar lagi kan gak ketahuan ya hehe πŸ˜€ .

      Heheh iya itu sih kadang kerugian belanja online, ada toko yg gak gratis biaya pengembaliannya. Belum lama ini krn saya kesel dikirimi stek bunga plumeria yg rusak, saya kirim balik sendiri (pdhl ada prosedur bsia balikin gratis), pas ada slip pengiriman pos dari tahun lalu, eh pas di pos bu pos bilang klo pakai slip itu harus pakai kardus pasangannya, gggrrr kesel jadi dobel bayar saya. Sama toko tanamannya dikasih voucher aja senilai plumeria nya. Lain kali hati-hati deh klo beli barang diskonan hehe.

      Eh iya tuh hanger kdg ada toko (jarang sih) yg kasih juga πŸ˜€ .

      Reply

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: