Category: Switzerland Trip

  • Liburan Swiss 2012 (Tamat)

    Liburan Swiss 2012 (Tamat)

    Liburan Swiss 2012 (Tamat). Satu hari sebelum liburan berakhir, kami habiskan waktu untuk shopping!! ;-). Suami masih punya voucher belanja 50 CHF, dari kantornya dulu ketika dia bekerja di Swiss. Nilai voucher segitu ga ada apa-apa sih, paling beli 2 potong baju :-(. Namun yang penting bisa cuci mata di pusat perbelanjaan he-he-he.

    Kami pergi ke kota Thun. Awalnya mau naik kereta, sampai di stasiun kereta dan cek di mesin ATM, tiket kereta untuk ke Thun sekitar 50 CHF, berdua berarti 100 an CHF; Padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Kami urungkan naik kereta, dan kami pakai mobil dari penginapan, lebih murah isi bensin mobil daripada naik kereta :D. Naik mobil tidak sampai 30 menit.

    Video Perjalanan dari Interlaken ke Thun

     

    Swiss identik dengan banyaknya terowongan-terowongan dijalan raya, misalnya seperti dibawah ini sengaja saya rekam.

     

    Di pusat perbelanjaan, harus bayar kalau mau ke toilet. Gak tanggung-tanggung mahalnya 1 CHF. (kira-kira Rp.9500), masukkan uang logam ke kotak di pintu masuk. Harus masukkan pas 1 CHF; (ga boleh uang receh yang lebih kecil nilainya), pintu akan terbuka otomatis. Anehnya Cuma toilet wanita yang harus bayar!.

    Liburan Swiss 2012 (Tamat)
    Toilet Umum di Pusat Perbelanjaan Kota Thun (Foto: dok. pribadi)

     

    Mau siram toilet tinggal injak bulatan hitam ya, tidak ada petunjuk untuk penggunaannya loh, tapi dulu sudah pernah dikasih tahu ko ;-).

    Toilet unik
    Kalau ketemu Toilet Model Ini Jangan Bingung ya πŸ˜€ (Foto: dok. pribadi)

    Rangkuman Jalan-jalan Swiss

    β€’ Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    β€’ Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    β€’ Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    β€’ Hari keempat berwisata ke kebun binatang ZΓΌrich lanjut jalan-jalan di pusat kota ZΓΌrich
    β€’ Hari kelima mengunjungi wisata tebing (jurang) Aareschlucht di Meiringen
    β€’ Hari keenam Shopping di kota Thun
    β€’ Hari ketujuh Liburan berakhir!. Karena searah jalan pulang, kami berniat mau mengunjungi kebun raya Bern (BOGA Bern), sayang sekali tidak ketemu lokasinya, tanya beberapa orang dijalan, mereka tidak tahu, tanya Peter si GPS, malah dibawah muter-muter. Jadi kami memutuskan langsung pulang ke Jerman.

    Selama di Swiss kami menginap di Apartemen Hapimag. Hanya yang jadi member bisa menginap di tempat tersebut. Eka yang punya chanel ke penginapan ini, so terima kasih banyak buat Eka ;-).

    Penginapan di Swiss
    Hapimag Swiss. Dapur, Ruang Tamu, Balkon (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Swiss
    Dua Kamar Tidur di Apartmen kami (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Swiss
    Kamar Mandi Penginapan. Ini Kamar Mandi Eka, punya saya berantakan, malu potretnya hehehe (Foto: dok. pribadi)

     

    Penginapan di Switzerland
    Pemandangan Bagian Belakang Penginapan dari Jendela Kamarku (Foto: dok. pribadi)

     

    Apartemen di Interlaken, tampak Gunung Es
    Dari Balkon Apartemen di Interlaken, tampak Gunung Es (Foto: dok. pribadi)

    Video pemandangan Interlaken dari Balkon Apartemen

     

    Frank dan saya sempatkan beberapa kali jalan-jalan disekitar penginapan. Di lokasi ini banyakkk sekali turis-turis Asia.

    Interlaken Swiss. Lain kali Harus dicoba nih Naik Kereta Api Mendaki ke Gunung
    Interlaken Swiss. Lain kali Harus dicoba nih Naik Kereta Api Mendaki ke Gunung (Foto: dok. pribadi)

     

    Kasino di Swiss
    Sebelah Penginapan ada Kasino, Yang Berminat Semoga Beruntung yaa (Foto: dok. pribadi)

    Tahun-tahun mendatang kalau ada kesempatan lagi ke Interlaken ingin coba Paragliding dan pengen mengunjungi gunung salju abadi Jungfrau.

     

    Samping Penginapan di Interlaken, Tahun depan pengen mendaki ke Gunung salju Abadi Jungfrau
    Samping Penginapan di Interlaken, Tahun depan pengen mendaki ke Gunung salju Abadi Jungfrau (Foto: dok. pribadi)

    Berhubung keduanya mahal, jadi mulai menabung lagi ;-).

    Video kota Interlaken

     

    Sebelum berangkat liburan, saya cari informasi melalui banyak sumber di Internet, mengenai lokasi-lokasi apa saja yang patut dikunjungi di Swiss. Nah dibawah ini daftar yang saya buat. Dari 14 tempat hanya 5 tempat yang kami kunjungi. Dalam satu hari kami hanya pergi ke satu lokasi, sehingga kami benar-benar menikmatinya ;-).

    My Switzerland List

    1. ZΓΌrich zoo. ZΓΌrichbergstrasse 221 ZΓΌrich. The zoo is open 365 days a year. 9.00 – 18.00. (Masoala Rainforest 10.00 – 18.00). Fees: Adults 22 CHF. Children up to 6 years free.

    2. Toy Museum Zurich. Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 ZΓΌrich. Telefon 044 211 9305. Monday to Friday 02.00 – 05.00 p.m. Saturday 01.00 – 04.00 p.m. Sunday closed. High days and holidays closed. Fees: 4 CHF. Description: A collection of Swiss toys from throughout history.

    3. UNOG – Palais des Nations . The buildings of the united nations in Geneva. 8 – 14 avenue de la Paix 1211 Geneva 10, Geneva, Switzerland. In July and August open non-stop from 10 a.m. to 4 p.m. (tours start at 10:30 a.m., last tour at 4 p.m.). Fees: Adults: CHF 12.- per person. School children and youths (aged 6 to 18): CHF 7.- * per person. Groups (minimum of 20 adutls): CHF 10.- per person.

    4. Botanischergarten. BOGA Bern. Altenbergrain 21 CH-3013 Bern. Tel. +41 31 631 4945. Γ–ffnungszeiten. Mai bis Oktober 09.30 Uhr bis 17.30 Uhr. 365 Tage im Jahr geΓΆffnet. Der Eintritt ist frei.

    5. Meiringen Aareschlucht. Aareschlucht AG CH-3860 Meiringen. Γ–ffnungszeiten: 8.30 – 17.30 Uhr ; 8.30 – 22.00 Uhr wΓ€hrend der Abendbeleuchtung ; ab 17.30 – 22.00 Uhr Eintritt nur beim Westeingang!. Admission: 7.50 CHF individuals, children under 6 free, free parking, no parking fees. The Haslital, one of the large valleys in the Alps region. It stretches from the Grimsel to the Brienz. The flat valley floor of the lower valley is called by an imposing rock, “Kirchet” separated from the upper valley. In tens of thousands of years, the Aare River through the limestone rock of “Kirchet” eroded a path and created a 1.4 km long, up to 200 m deep gorge, in parts only 1 – is 2 feet wide.

    6. Emmental AOC Show Dairy. Affoltern im Emmental. Emmentaler SchaukΓ€serei AG | SchaukΓ€sereistrasse 6 | 3416 Affoltern im Emmental | Schweiz. Telefon +41 (0)34 435 16 11. Die SchaukΓ€serei ist jeden Tag geΓΆffnet – auch an Sonn- und Feiertagen.

    7. Lake Lucerne – the scenic beauty of the lake can be discovered on the many different cruises offered by paddlewheel steamers and motor vessels. Pilatus, Rigi, Stanserhorn – excursion mountains made accessible by cableways, offering up picture-book panoramas of the regions around Lucerne.

    8. The World Heritage – Old City of Berne-. Canton of Berne N46 56 53.016 E7 27 1.008 Founded in the 12th century on a hill site surrounded by the Aare River, Berne developed over the centuries in line with a an exceptionally coherent planning concept. The buildings in the Old City, dating from a variety of periods, include 15th-century arcades and 16th-century fountains. Most of the medieval town was restored in the 18th century but it has retained its original character.

    9. Cruise of the Mermaid by Swissboat. 4, Quai du Mont-Blanc CH – 1201 Geneva. Duration : 1 hour to 1h15. Departures 11.15 am ; 13.30 pm ; 15.30 pm ; 16.30 pm* 17.15 pm * Only on Thursday, Friday, Saturday and Sunday . Price for the complete cruise (without any stop) Adults Sfr 15.- / 12.50€: Children Sfr 9.- / 7.50€: This 1 hour guided tour will make you discover the major attractions of the lake of Geneva : the stone of Niton, the Water Fountain, the Black Harbour, the Diodati house, The UN building, the castle of Bellerive, the Mermaid, and many more interesting sites. Don’t miss this unique opportunity to sightseeing one of Europa’s most beautiful lake on our comfortable cruising ships.

    10. Sattel Mostelberg . FussgΓ€ngerhΓ€ngebrΓΌcke Raiffeisen Skywalk 374 m – HΓ€ngebrΓΌcke-Feeling! Sattel-Hochstuckli AG Postfach 36. 6417 Sattel. Arrival by car (Eumatt, 6417 Sattel). From Zurich via Hwy. Zurich-Chur, exit Schindellegi, direction Schwyz (approx. 40 min). From Zug via Aegerital (approx. 20 min). From Lucerne via Hwy. Zug-Schwyz, exit Schwyz, direction PfΓ€ffikon-Sattel (approx. 40 min.)

    11. Gstaad. Romantic vacations in Switzerland are unthinkable, without paying a visit to Gstaad. This place is situated at the juncture of the Alpine valley, between the Bernese Oberland and the Vaud Alps. This is one such place, where you will find different fashionable accessories and is one of the best ski resorts. The hotels are small and cozy, with airy rooms, fireplaces etc, which are best suited for spending some quiet evenings, with your beloved, in your hotel room.

    12. A lovely little spot Aran. In Aran sur Villette, there’s a wonderful place for a picnic, with views of Lake Geneva and the vineyards. A top tip for a break amid the vineyards, with trees for shade.

    13. Val de Travers. Jura & Three-Lakes
    14. The World Heritage -Swiss Alps Jungfrau-Aletsch-. Or Mount.Titlis.

    -Tamat-

    Baca Juga:
    β€’ Liburan Swiss 2012
    β€’ Liburan Swiss 2012 (Part 2)
    β€’ Liburan Swiss (part 3)
    β€’ Liburan Swiss (Part 4)
    β€’ Liburan Swiss (Part 5)
    β€’ Liburan Swiss (Part 6)

  • Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht

    Liburan Swiss Part 6 – Wisata Tebing Aareschlucht. Saya diprotes salah satu pembaca setia blogku, β€œmana cerita barunya, tiap hari dibuka masih yang itu-itu saja, nanti saya tulis komentar β€œJANGAN MALAS!” cuma bisa nyengir didepan suami tercinta, ya dia adalah salah satu pembaca setia blogku πŸ˜‰ .

    Kalau saya menulis atau bercerita, saya ingin tulisan saya punya beberapa (banyak) informasi (sumber), kemudian tidak hanya sekedar tulisan saja, namun dilengkapi foto dan video. Untuk foto dan videopun harus di edit dulu, misal dikecilkan ukurannya, dibuat lebih terang, utak atik sana sini baru upload ke youtube (kalau dalam bentuk video).

    Buat saya, menulis butuh konsentrasi, butuh β€œmood”, dan harus berpikir! Jadi kalau judul baru tidak terbit di blog, maka saya lagi malas mikir yang ribet-ribet πŸ˜€ . Nah paling saya browsing sana sini, baca berita sana sini, komentar di blog teman-teman, atau sekedar nge β€œlike” tulisan mereka yang berarti saya sudah membacanya.

    Oke, kembali ke judul tulisan diatas β€œLiburan Swiss’. Hari itu Rabu, 15 Agustus 2012, suami tercinta dan saya, kami mengunjungi wisata tebing (jurang), nama lokasinya Aareschlucht di Meiringen.

    Aareschlucht Meiringen. Liburan Swiss Part 6 - Wisata Tebing Aareschlucht
    Aareschlucht Meiringen 15.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

    Walau hari itu cuaca agak hangat, dari penginapan saya sudah berpakaian tertutup (lengan pajang, celana panjang) dan membawa jaket. Saya berpikir mungkin saja sangat dingin, karena kami akan sesekali menelusuri terowongan batu yang lembab dan berair.

    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250
    Tiket masuk Aareschlucht 7.5 CHF kira-kira Rp. 71.250 (Foto: dok. pribadi)

    Tiket masuk 7,5 CHF per orang (kurs Rp.9500, berarti tiketnya Rp.71.250), buat saya harganya tersebut murah ;-). Lokasi ini buka jam 8.30 dan tutup jam 17.30, mungkin saja ada waktu-waktu tertentu hingga malam hari, namun harus ditemani pemandu wisata, dan ada biaya tambahan lagi. Karena lokasinya berbahaya dilalui pada bulan-bulan tertentu (misal musim dingin) maka Aareschlucht ini tutup mulai 1 November dan akan buka kembali awal bulan April.

    Di Aareschlucht ini kita bisa menelusuri jurang sepanjang 1,4 kilometer dengan kedalaman 180 meter. Selama lebih dari 100 tahun wisata jurang ini dapat di akses pengunjung dengan jalur yang aman. Pengunjung dapat berjalan diatas panggung (kayu) dan sesekali harus melalui terowongan. Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam.

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht (Foto: dok. pribadi)

    Ketika melalui terowongan harus hati-hati berjalan karena jalannya licin. Air menetes dari bagian atas dan dinding kanan kiri kita. Jangan kuatir, terowongannya dilengkapi lampu ko jadi amanlah buat pengunjung. Beruntung buat orang pendek seperti saya, tidak perlu kuatir kepala akan kena atap goa, nah buat orang yang tinggi hati-hati deh atap goanya yang tajam πŸ˜‰ .

    Wisata Tebing (Jurang) Aareschlucht
    Berjalan melalui jurang adalah cara yang sangat istimewa untuk menikmati alam (Foto: dok. pribadi)

     

    Buat suami dan saya wisata Aareschlucht sangat indah. Diantara dua tebing tajam yang terbentang luas, ditengahnya dilalui sungai, airnya berwarna biru.

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen
    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen (Foto: dok. pribadi)

    Tertarik mengetahui sejarah Aareschlucht silakan klik sejarah Aareschlucht dan legenda Aareschlucht

    Wisata Jurang Aareschlucht Meiringen. Lake of Brienz
    Lake of Brienz (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur (Foto: dok. pribadi)

     

    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen
    Pemandangan Luar Aareschlucht, Kami keluar di Pintu Timur Innertkirchen (Foto: dok. pribadi)

     

    Pengunjung bisa masuk melalui pintu barat atau pintu timur. Dan kami bisa naik kereta untuk kembali ke pintu masuk awal, jadi tidak perlu menelusuri kembali wisata jurang. Oh ya tiket masuk sudah termasuk tiket kereta, kereta akan datang setiap setengah jam πŸ˜‰ .

    Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta
    Baliknya Naik Kereta, Tiket Masuk Aareschlucht Sudah Termasuk Tiket Kereta (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Aareschlucht.

     

    Berikut ini Video yang di unggah oleh Enerstomovie, dengan kualitas video yang lebih baik

     

    Tidak terasa sebentar lagi hari liburan akan segera berakhir πŸ™

    Artkel terkait:
    β€’ Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    β€’ Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    β€’ Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    β€’ Hari keempat berwisata ke kebun binatang ZΓΌrich lanjut jalan-jalan di pusat kota ZΓΌrich

  • Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota ZΓΌrich

    Liburan Swiss Part 5 – Pusat kota ZΓΌrich

    Liburan Swiss (Part 5) – Pusat kota ZΓΌrich. Tulisan ini masih mengenai jalan-jalan di ZΓΌrich. Kami (Eka & keluarga dan saya) memutuskan untuk mengunjungi museum mainan (Toys museum), sedangkan Frank masih ingin berjalan-jalan di kebun binatang (KB) ZΓΌrich, karena menurutnya sayang kalau tidak mengunjungi semua area KB. Karena tiket masuknya mahal.

    Berbekal petunjuk Peter (si mesin GPS) maka kami mencoba mencari alamat Toys museumnya. Harap-harap cemas karena museum tutup jam 5 sore, berarti masih ada 20 menit lagi. Tanya sana sini, kemudian kami parkir mobil di gedung parkir. Kami lanjut berjalan kaki, karena menurut petunjuk seorang pejalan kaki lokasinya sudah dekat.

    Di ZΓΌrich tidak bisa parkir sembarangan di jalan, kalaupun parkir harus lihat warna lokasi garis parkirnya, ada yang parkiran milik pribadi atau perusahaan, salah parkir siap-siap dapat surat tilang!. Akhirnya tibalah kami di depan museum, museumnya ada di pusat perbelanjaan dan sedikit masuk gang, Toys museum alamatnya Sammlung Franz Carl Weber Fortunagasse 15, 8001 ZΓΌrich. Museum sudah tutup!! Telat 10 menit πŸ™ .

    Liburan Swiss Part 5 - Pusat kota ZΓΌrich. Depan Museum Mainan ZΓΌrich. Toys Museum
    Depan Museum Mainan ZΓΌrich. Toys Museum (Foto: dok. pribadi)

     

    Tiket masuk museum 4 CHF (kurs Rp. 9.700, jadi tiket kira-kira Rp. 38.800), di museum ini kita bisa melihat koleksi mainan-mainan di Eropa dari jaman dahulu kala abad ke 18 hingga abad ke 20. Mungkin lain kali kami berkesempatan kesini lagi ;-). Informasi lebih lanjut silakan klik website Toys Museum.

    ZΓΌrich adalah kota terbesar dan salah satu pusat perdagangan di Swiss. Selain Jenewa, ZΓΌrich juga menjadi salah satu kota terpenting di dunia.

    Di ZΓΌrich ada Universitas atau institut terkenal di Swiss, yakni ETH ZΓΌrich . Institut Teknologi ini telah menghasilkan lebih dari 20 penerima penghargaan Nobel. Albert Einstein bersekolah dan kemudian menjadi profesor di sini. Selain ETH; terdapat pula Universitas ZΓΌrich. Di universitas ini pernah bersekolah Ernest Douwes Dekker, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. (sumber wikipedia).

    Pusat Belanja kota ZΓΌrich
    Mejeng di Pusat Belanja kota ZΓΌrich (Foto: dok. pribadi)

     

    Berhubung museum mainan tutup, jadi kami berjalan-jalan di pusat kota. Takjub lihat bangunan-bangunannya yang unik, takjub lihat orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian-pakaiannya yang serba modis, berkelas dan banyak merek terkenal :D.

    Pusat Belanja di ZΓΌrich
    Pusat Belanja di ZΓΌrich (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya pernah dua kali mendarat di bandara ZΓΌrich, pada Januari 2011 dan Juni 2011, bandaranya sangat amat besar, pertama kalinya disana pakai judul β€žTersesat di Bandara!β€œ ceritanya klik disini ; belajar dari pengalaman, maka kali kedua, lancar tidak nyasar lagi untuk keluar bandara ;-).

    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota ZΓΌrich
    Model Bangunan Salah Satu Restoran di Pusat Kota ZΓΌrich (Foto: dok. pribadi)

     

    Puas selama satu jam-an berjalan-jalan di pusat kota dan sempat mampir ke salah satu toko (cuci mata!), maka kami kembali ke gedung parkir, dan mau menjemput Frank di KB: ZΓΌrich. OMG!!! (Oh my God) Parkir hampir 1,5 jam kena 6.60 CHF (1 CHF = kira-kira Rp.9700 Kurs BI) Kalau dirupiahkan Rp. 64.000.

    Mahalnya parkir di Zurich swiss
    Tiket Parkir di ZΓΌrich yang amit-amit Mahalnya (Foto: dok. pribadi)

    Normalnya tuh parkir 1-2 CHF/jam, di ZΓΌrich amait-amit dah!, lain kali kalau bawa mobil mau jalan-jalan dipusat kota sebaiknya lihat dulu tarif parkirnya ya ;-).

    Baru ingat Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi :D.

    Setelah menjemput Frank, kami langsung mau ke penginapan di Interlaken. Hikss jauh banget 3 jam-an perjalanan. Oh ya, mumpung masih di ZΓΌrich, mampir ke kantor FIFA yuk, buat berfoto πŸ˜‰ .

    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 ZΓΌrich Switzerland. Berfoto di depan kantor FIFA Swiss
    The Home of FIFA. FIFA-Strasse 20 ZΓΌrich Switzerland (Foto: dok. pribadi)

     

    Artkel terkait:
    β€’ Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    β€’ Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    β€’ Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    β€’ Hari keempat berwisata ke kebun binatang ZΓΌrich lanjut jalan-jalan di pusat kota ZΓΌrich

  • Liburan Swiss (Part 4) – Kebun Binatang

    Liburan Swiss (Part 4) – Kebun Binatang

    Apakah Anda suka berwisata ke kebun binatang?. Apakah kebun binatang menarik buat anak-anak saja? orang dewasa (belum punya anak) ataupun masih single suka juga kah berwisata ke tempat ini? He-he-he penasaran saja karena banyak sekali anak-anak di kebun binatang yang saya kunjungi hari itu.

    Oh ya saya baru kali ini berkesempatan mengunjungi kebun binatang di Luar negeri. Sebelum berangkat liburan saya coba cari di internet tempat-tempat apa saja yang bagus dan menarik dikunjungi di Swiss, nah kebun binatang ZΓΌrich adalah salah satunya ;-).

    Mejeng dulu ya disamping Empang, sambil menunggu Bebek-bebek Cantik lewat (Foto: dok. pribadi)

     

    Kebun binatang (KB) ZΓΌrich buka setiap hari sepanjang tahun, dari jam 09 pagi hingga jam 6 sore (Bulan November tutuap jam 5 sore.

    Tiket masuk 22 CHF (*dengan kurs + Rp.9000) kalau dirupiahkan Rp. 198.000. Anak-anak hingga usia 6 tahun GRATIS: Usia 6-16 separuh tiket dewasa.

    Sedikit penasaran dengan tiket masuk kebun binatang Ragunan, Jakarta (karena sudah lamaaa sekali tidak kesana πŸ˜€ ) . Ternyata hanya Rp.5000 kalau mau mengunjungi Pusat Primata Schmutzer tiketnya Rp. 6000 – Rp.7500 ya total tidak sampai Rp.15.000. Tiket masuk KB Bandung Rp.20.000. Hmmm kalau dibandingkan ke KB. ZΓΌrich berlipat kali lipat ya (Makin cinta tanah air deh, gak pakai mahal! 😎 .

    Kalau ada yang tahu websitenya KB. Ragunan dan Pusat Primata Schmutzer mau dong diinformasikan ke saya. Tempat wisata terkenal ko ya ga nemu websitenya, sudah bolak balik tanya mas google.com.

    Das Pipi eines Elefanten. Setiap hari Gajah minum 110 Liter dan kencingnya 80 Liter, bisa separuh bath up (Foto: dok. pribadi)

     

    Di KB. ZΓΌrich melihat:

    β€’ Hewan-hewan yang hidupnya di Rainforest
    β€’ Hewan-hewan asal Madagaskar
    β€’ Kura-kura raksasa
    β€’ Berang-berang Eopa
    β€’ Hewan-hewan Ampibi, seperti katak dll. Kataknya juga bermacam-macam warna dan jenisnya, ada juga yang beracun.
    β€’ Gajah Asia
    β€’ Konservasi Kelelawar
    β€’ Harimau, Badak dan Zebra, Macan Tutul Putih, kambing Arab, Singa asal India, Orang Utan asal Sumatera (Pongo pygmaeus abeli )dan Sulawesi, Pinguin biasa, Buaya asal Filipina.

     

    Toilet di Kebun Binatang ZΓΌrich Gratis, yang penting Bersih sekali (Foto: dok. pribadi)

     

    Slideshow Foto-foto di KB: ZΓΌrich

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Setelah hari sebelumnya dengan berat hati menghapus beberapa video dan foto-foto, maka di kebun binatang bisa buat beberapa video singkat ;-).

    Video Berwisata ke Kebun Binatang di ZΓΌrich

     

    Artikle terkait:
    β€’ Hari pertama mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz
    β€’ Hari kedua mengunjungi Bpk dan ibu Pendeta di Schangnau dan jalan-jalan ke pabrik biskuit Kambly
    β€’ Hari ketiga jalan-jalan di salah satu kota terpadat di Swiss, yakni Luzern
    β€’ Hari keempat berwisata ke kebun binatang ZΓΌrich lanjut jalan-jalan di pusat kota ZΓΌrich
    β€’ Hari kelima mengunjungi wisata tebing (jurang) Aareschlucht di Meiringen
    β€’ Hari keenam Shopping di kota Thun
    β€’ Hari ketujuh Liburan berakhir!. Karena searah jalan pulang, kami berniat mau mengunjungi kebun raya Bern (BOGA Bern), sayang sekali tidak ketemu lokasinya, tanya beberapa orang dijalan, mereka tidak tahu, tanya Peter si GPS, malah dibawah muter-muter. Jadi kami memutuskan langsung pulang ke Jerman.

  • Liburan Swiss Part 3

    Liburan Swiss Part 3

    Liburan Swiss Part 3. Hari pertama mengunjungi Open air Museum Ballenberg
    Hari kedua mengunjungi Schangnau

    Sekarang cerita mengenai hari ketiganya, yakni mengunjungi Luzern. Di kota ini kami ditemani oleh Bpk & ibu pendeta Niesel yang sengaja datang dari Schangnau menemani kami berjalan-jalan. Bpk & ibu pendeta naik kereta dari Schangnau, sedangkan kami (Eka & keluarga, Frank dan saya) naik mobil dari Interlaken. Dibutuhkan waktu satu jam-an untuk tiba di kota Luzern.

    Selamat Datang di Luzern. The Gate of The Old Train Station in Lucerne. Liburan Swiss Part 3
    Selamat Datang di Luzern. The Gate of The Old Train Station in Lucerne (Foto: dok. pribadi)

    Luzern adalah ibukota Kanton Luzern dan pusat distrik dengan nama yang sama di Swiss. Luzern merupakan kota terpadat di Swiss bagian tengah dan merupakan titik fokus dikawasan ini. Luzern banyak dikunjungi wisatawan. Populasi penduduk 76.200 jiwa (Data Badan Statistik Swiss Badan tahun 2009) Sumber wikipedia.

    Di Luzern kita bisa melihat danau Luzern yang terkenal. Danau ini memiliki panjang kira-kira 30 km. Pengunjung bisa menikmati keindahan danau dengan naik kapal-kapal kecil, atau kalau mau berhemat bisa berjalan kaki menelusuri jalan setapak sepanjang danau, sambil menikmati bangunan-bangunan unik di kota Luzern.

    Model Bangunan di Pusat Kota Luzern
    Model Bangunan di Pusat Kota Luzern (Foto: dok. pribadi)

    Dari kota Luzern ini kita bisa melihat pemandangan Gunung Pilatus dan Rigi yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen.

     

    Menara bunga di kota Luzern Swiss. Flower tower in Luzern Swiss
    Unik dan Cantik ya Dekorasi Bunganya, ini Bunga-bunga Asli loh. (Foto: dok. pribadi)

     

    Ciri khas kota Luzern yang terkenal adalah Jembatan Kapel (KapellbrΓΌcke), yang terbuat dari kayu peninggalan abad ke -14.

    Pada 18 Agustus 1993, setelah tengah malam, sekitar dua pertiga dari Jembatan kayu ini terbakar. Dalam setahun, Jembatan selesai diperbaiki πŸ˜‰ .

    Chapel Bridge Luzern
    Chapel Bridge Luzern 13.08.2012 (Foto: dok. pribadi)

     

    Saya buat video singkat kota Luzern dengan pemandangan danaunya.

     

    Dalam perjalanan kembali ke penginapan di Interlaken, kami melewati Lungern. Kami berhenti ditepi jalan yang ada plang β€œSelamat Datang di Lungern”. Dari atas ketinggian kita bisa melihat indahnya desa Lungern dan danau Obsee. Banyak mobil dan bus yang berhenti sejenak, sekedar mengabadikan keindahan Lungern dari atas. Untung ketika kami tiba masih sepi, langsung potret cekrak cekrek ;-). Beberapa saat kemudian datang bus besar dan beberapa mobil lain, maka kami segera melanjutkan perjalanan.

    Indahnya Desa Lungern Swiss Terlihat dari Ketinggian
    Indahnya Desa Lungern Swiss Terlihat dari Ketinggian (Foto: dok. pribadi)

     

    Video Desa Lungern dari Ketinggian

     

    Bagian I mengunjungi Open air Museum Ballenberg
    Bagian II mengunjungi Schangnau

     

  • Liburan Swiss 2012 (Part 2)

    Liburan Swiss 2012 (Part 2)

    Hari pertama liburan kami mengunjungi Ballenberg Open-Air Museum ; lanjut di hari kedua (minggu, 12 Agustus) full kami habiskan waktu di Schangnau.

    Kami mengunjungi sahabat Eka yang bernama Lusi. Lusi menikah dengan seorang pendeta asal Jerman dan mereka menetap di Swiss, so kami sebut saja, kami mengunjungi Bpk dan ibu pendeta Niesel ;-).

    Dari penginapan kami di Interlaken menuju Schangnau butuh waktu kira-kira satu jam-an dengan mobil. Sepanjang perjalanan kami coba perhatikan apakah lewat toko bunga ternyata tidak ketemu, mungkin karena pas hari minggu, toko-toko tutup ya.

    Nah begitu masuk Schangnau, kami melewati satu perkebunan bunga, putar balik mobil, berhenti sebentar, pilah pilih bunga yang Eka dan saya sepakati, petik sendiri, masukkin duitnya ke tempat yang telah disediakan, lanjut jalan lagi ke tempat tujuan. Disini (Eropa) kalau mengunjungi seseorang ko ya ga lengkap kalau tidak bawa bunga.

    Mampir ke Perkebunan Bunga. Mau beli Bunga dulu ya (Foto: dok. pribadi)

    Perjalanan ke Schangnau mengingatkan saya ketika beberapa kali mengunjungi Puncak (Jawa Barat). Jalanannya berkelok-kelok, turun naik gunung, kerap kali samping kiri kanan jalan adalah lembah yang dalam sekali, tapi indah sih, hamparan hijau dimana-mana.

    Berhubunga memori kamera penuh, dan belum sempat menghapus beberapa foto-foto, maka tidak bisa buat video singkat perjalanan ke Schangnau.

    Dibawah ini video yang diunggah OriginalBernie, saya temukan di youtube, bisa memperlihatkan betapa indahnya Schangnau. Lihat detik 1:47 mulai masuk Schangnau.

     

    Tiba di kediaman Bpk & ibu pendeta, kami disambut dengan ramah sekali. Langsung disuguhi minuman, segar rasanya. Lanjut menyantap makanan pembuka, yakni salat. Oh ya saya pernah cerita deh ya, kalau kaum pria di Jerman, Swiss dan atau Eropa khususnya jago masak. Nah hari itu bapak pendeta yang masak, kami suguhi Spaghetti Bolognese lezaattt sekali! ;-).

    Setelah puas menyantap Spaghetti rehat sebentar longgarkan pinggang supaya muat yang berikutnya :P. Kami ditawari wine, yang minum hanya ibu pendeta dan saya, karena kaum prianya nanti akan nyetir mobil, Eka juga tidak minum wine. Lanjuttt makanan penutup: pudding, es krim bersama potongan stroberi, nikmat!.

    Maaf tidak ada foto-foto ketika makan-makan, jaga image didepan bpk & ibu pendeta hehehe :D.

    Selesai santap bersama, kami mengunjungi gereja tempat bpk pendeta bertugas, dekat dari rumah ko, tinggal jalan kaki. Gerejanya mendaki bukit, untung ada besi di sebelah kanan untuk pegangan tangan sepanjang jalan. Pengangan tangannya berguna sekali toh buat kaum oma opa kalau pergi dan pulang beribadah ;-).

    Pak pendeta menjelaskan beberapa hal mengenai gereja yang kami kunjungi, maaf saya tidak tahu detail ceritanya karena saya menjelajah ke altar dan lokasi lain bersama Eka, putranya Eka dan ibu pendeta sambil foto-foto :D, jadi yang mendengarkan penjelasan pak pendeta hanya suamiku dan suaminya Eka.

    Foto Bersama di depan Gereja di Schangnau (Foto: dok. pribadi)
    Turun dari Gereja, lanjut Mau Mengunjungi Trubschachen (Foto: dok. pribadi)

    Acara selanjutnya adalah mengunjungi pabrik biskuit Kambly di Trubschachen. Asyik loh kita bisa sepuasnya mencicipi tester biskuitnya. Pengunjung bisa memilih biskuit yang mereka sukai setelah mencicipi terlebih dahulu. Rak-rak berjejer berisi biskuit-biskuit yang dikemas dalam kantong-kantong plastik yang cantik.

    Ini enak, itu enak, masuk keranjang, satu, dua, tiga, empat, lima, enam .. kantong biskuit. Hitung dulu harganya, alamakkk masah belanja biskuit hampir satu juta rupiah. Oke harus disortir ya, mana yang paling enak, jangan lapar mata!. Akhirnya dipilih-pilih ulang mana yang terenak dan untuk oleh-oleh. Total ada 8 kantong dan total harganya tidak bikin terkejut ;-).

    Pabrik bikuit Kambly sudah berusia 102 tahun. Didirikan pada tahun 1910. Hinga kini sudah tiga generasi mengembangkan pabrik ini. Kambly memiliki dua pabrik, di Lyss dan Trubschachen. Anda tertarik mengetahui sejarah pabrik Kambly silakan klik disini .

    Dilokasi yang kami kunjungi ini ada juga Coffe Shop nya, jadi pengunjung bisa ngopi sekaligus menikmati macam-macam biskuit. Mau melihat bagaimana pembuatan biskuit, bisa juga kita saksikan langsung disini.

    Pengunjung Bisa Menyaksikan Langsung Pembuatan Biskuit (Foto: dok. pribadi)

    Macam-macam biskuit yang di tersedia :
    β€’Suka biskuit yang manis pilihlah Fine Biscuits
    β€’Mau yang rasanya asin, silakan pilih Salted Biscuit
    β€’Mau yang macam-macam bentuk, silakan pilih Assorted Biscuits
    β€’Tertarik biskuit yang dikemas dalam wadah cantik silakan pilih Kambly art Collection

    Biskuit-biskuit Kambly Pilihan Suami dan saya (Foto: dok. pribadi)

     

    Jalan-jalan Swiss bagian 1 jalan-jalan swiss.
    Jalan-jalan Swiss bagian 3 wisata swiss.

     

    Tulisan Terkini:

  • Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012

    Liburan Swiss 2012. Pulang liburan disambut setumpuk tugas-tugas rumah tangga yang harus dikerjakan:
    1. Sekoper baju-baju kotor yang harus dicuci. Untung ada mesin cuci, tinggal tekan tombol-tombol si mesin langsung kerja, satu jam kemudian tinggal jemur deh. Kasihan juga tuh mesin dalam sehari bisa dua kali kerja, dalam dua hari berhenti dulu ya.
    2. Baju-baju yang sudah kering menumpuk di sofa ruang tamu. Cuaca panas begini (sampai 36 derajat C) makin malaslah buat setrika pakain. Pengennya makan es krim atau tidur aja.
    3. Tanaman dan bunga-bunga dilihat satu persatu, mana yang sekarat, mana yang butuh pertolongan sesegera mungkin hehehe. Untungnya ada temanku Ni Luh yang baik hati bersedia datang dua kali ke rumahku untuk menyiram tanamanku. Kalau Tanaman dan Bunga-bunga dalam rumah amanlah sehat dan segar, paling tanaman yang diluar rumah agak-agak layu, setelah disiram besoknya segar lagi.

    Memang cuaca minggu ini sedang panas banget, melebihi panasnya kota Jakarta. Untung kedua nih, kursus saya sedang libur, baru mulai lagi 3 September bulan depan. Tidak terbayang deh dengan panas 36 derajat C harus jalan kaki, mau pakai payung malu dilihatin orang, kalau di Jakarta banyak orang berpayung-ria, disini orang-orang malah ingin kulit mereka terbakar matahari. Manusia tidak ada puasnya ya, yang kulit putih ingin jadi coklat, yang sudah ireng seperti saya pengen agak sedikit putih :P.

    Curhat kerjaan rumah tangga disudahi dulu ;-). Kali ini, saya ingin cerita mengenai liburan kami (suami dan saya) bersama teman kami Eka, suami dan putra mereka. Kami berangkat 10 Agustus dan kembali 17 Agustus. Kembalinya bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, bertepatan pula dengan ulang tahun adik ipar saya.

    Aktivitas hari pertama liburan kami.

    1. Tanggal 11 Agustus 2012, kami mengunjungi Open-air museum Ballenberg di Brienz.

    Di lokasi ini kita bisa melihat bangunan rumah-rumah orang Swiss jaman dahulu kala, pertanian dan peternakan, tamannya, termasuk alat-alat atau mesin-mesin yang orang-orang Swiss gunakan sehari-hari, misal untuk membuat keju, wine dan lain-lain.

    Ballenberg Open-Air Museum berada di jantung Swiss antara daerah Haslital Meiringen-Hasliberg dan Interlaken. Letak museum ini di daerah berbukit dan berhutan di Brienz dikelilingi oleh pemandangan pegunungan yang indah.

    Tiket masuk 20 CHF (dewasa), anak sampai umur 6 tahun gratis, anak 6-16 thn 10 CHF. Rombongan minimal 10 orang, per orangnya 18 CHF. 1 CHF = kira-kira Rp. 9600.

    Jam buka museum jam 10 hingga jam 5 sore. Harus kuat jalan kalau mau ke lokasi ini karena kita harus berjalan kaki. Kadang mendaki bukit kadang turun, untung datang masih pagi jadi cuaca belum panas sekali, tapi pulangnya cape, malas jalannya, mau naik delman harus bayar 12 CHF perorang, kami pilih jalan kaki! :P. Kami berada di museum ini 5 jam-an.

    Apa saja yang bisa kita lihat di museum ini:
    1. Lanskap arsitektur Bangunan atau rumah-rumah kuno orang Swiss jaman dahulu kala.

    Bangunannya dibedakan menjadi 13, berbeda gaya rumah dan karakteristiknya. Disini kita bisa melihat bentuk rumah dari hampir setiah wilayah Swiss, berdasarkan lokasinya, antara lain
    β€’ Jura, rumah petani dari La Chaux-de-Fonds NE tahun 1617.
    β€’ Bernese Midlands, rumah petani dari Madiswil BE tahun 1709.
    β€’ Central Midlands Rumah dari Villnachern AG tahun1630.
    β€’ Central Switzerland Rumah dari Sachseln OW tahun1600 dan pertengahan abad 19.
    β€’ East Midlands
    β€’ Eastern Switzerland
    β€’ West Midlands
    β€’ Bernese Oberland
    β€’ Valais
    β€’ Grisons
    β€’ Alpine
    β€’ Ticino

    Bangunan-bangunan rumahnya masih komplit dengan nomer rumahnya, kita bisa masuk kedalamnya dan melihat perabotan kuno, berikut foto-foto pemilik rumahnya.

    Liburan Swiss 2012. Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Rumahnya Besar Sekali ya (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Peralatan Dapur dan Meja Makan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Perabotan Orang Swiss Tempo Dulu (Foto: dok. pribadi)

     

    2. Peternakan

    Ada yang unik di museum ini, yakni kita bisa melihat hampir 250 hewan ternak asli, antara lain: lebah, merpati, burung, ayam, bebek, angsa, kelinci, kambing, domba, babi, sapi dan lembu, kuda dan keledai.

    Saya baru pertama kali lihat keledai raksasa, awalnya saya kira kuda, eh ternyata beneran keledai ;-).

    Video Katalanischer grossesel ; Giant Donkey

     

    Di Museum Ballenberg ini kita juga akan menjumpai hewan peternakan yang berada dalam bahaya kepunahan.

    Karena hewan-hewan tersebut hidup di tanah lapang yang sangat luas, jadi pengelola museum memasang pagar listrik, yang mencegah hewan-hewan melarikan diri.

    Hati-hati kalau bercengkrama dengan hewan-hewan ya, suami tercinta ngelus-elus kambing kecil kemudian Frank membiarkan jempolnya di isap-isap si kambing, eh lama-lama digigit, berdarah deh, untungnya pas saya ada bawa antiseptik tangan. Trus ada kambing yang lama-lama agresif gigit-gigit ujung bawah blazer dan tas saya. Anak-anak yang main-main dengan hewan-hewan tersebut sih baik-baik saja ko, karena mereka didampingin orangtua mereka.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Kita Bisa Bercengkrama dengan Hewan-hewan (Foto: dok. pribadi)

     

    3. Kerajinan Tangan

    Kita bisa melihat para pengrajin menunjukkan keahlian mereka, seperti membuat roti, kue, keju, kayu-ukiran, pembakaran kapur, membuat kain tenun, produksi cokelat, tembikar dan lain-lain. Barang, makanan atau kerajinan tangannya juga diperdangangan, silakan membeli sebagai oleh-oleh.

    Di museum ini kita bisa melihat kerajinan tangan yang berbeda dan hidup setiap harinya.
    Kalau Anda tertarik mengikuti kursusnya silakan cek infonya di http://www.ballenbergkurse.ch .

     

    4. Taman dan Ladang

    Rasanya tidak lengkap ya rumah tanpa taman. Nah disini kita bisa menikmati keindahan bunga-bunga yang terdapat di kebun-kebun. Kalau di pagar, buka pagarnya, silakan masuk, jangan lupa tutup kembali begitu keluar ;-).

    Selain bunga-bunga indah ditaman, kita bisa juga menjumpai kebun-kebun sayur.

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    Baru lihat pohon tembakau, memang sebesar ini ya? (Foto: dok. pribadi)

     

    Open-air museum Ballenberg di Brienz Swiss
    We Really Love Garden (Foto: dok. pribadi)

     

    Slideshow Foto-foto Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    Dengan kamera saku yang saya punya, saya buat video-video singkat dan kemudian saya satukan, sayangnya memori kamera cepat penuh, sehingga tidak bisa buat foto lagi atau video lainnya.

    Video durasi 5:05 Wisata ke Open-Air Museum Ballenberg

     

    *semua foto-foto dan video adalah koleksi pribadi

    Bagian II mengunjungi Schangnau
    Bagian III mengunjungi kota Luzern.

  • Rencana Liburan Musim Panas 2012

    Rencana Liburan Musim Panas 2012

    10 Agustus 2012 kami akan liburan ke Switzerland, bersama Eka dan keluarganya. 2 bulan lagi, semoga tabungan semakin banyak he-he-he. Kami akan berlibur selama seminggu.

    Kursus saya pas liburan juga, yakni liburan musim panas. Masa liburnya selama 3 minggu (Asyik ya!) :D. Frank sudah ajukan cuti ke kantornya, sudah disetujui.

    Mau kemana saja ketika di Swiss?, belum kepikiran lokasi-lokasi wisatanya, yang terlintas di otak mau lihat gunung es Jungfraujoch (Top of Europe), Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss, atau ke Interlaken? Atau mengunjungi rumah kami terdahulu di Zweisimmen? Jalan-jalan ke Bern, Thun.

    Ada yang bisa kasih ide, lokasi wisata menarik di Swiss?

    Switzerland here we come! πŸ˜‰

     

    Tulisan Terkini

  • Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch Swiss Top of Europe. Berikut ini lanjutan pengalaman sdr. Stefanus A Wartono

    Judul sebelumnya Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch Swiss. Snow in Switzerland. Foto dari wikipedia. Jungfraujoch Swiss Top of Europe
    Jungfraujoch Swiss. Snow in Switzerland. Foto dari wikipedia

    Mengunjungi Jungfraujoch Swiss Top of Europe

    Jungfraujoch (3.454 meter) – salju abadi sepanjang tahun

    Untuk pergi ke Jungfraujoch kita naik kereta api dari setasiun Interlaken Ost di kota Interlaken. Kota Interlaken memiliki dua setasiun, West dan Ost sebagai setasiun utama.

    Untuk mencapai Jungfraujoch kita naik kereta dan harus berganti 2 kali, yaitu di Lauterbrunnen dan Kleine Scheidegg. Sebenarnya ada 2 jalur untuk menuju Jungfraujoch, sebagai berikut:

    1. Interlaken – Lauterbrunnen – Kleine Scheidegg – Jungfraujoch

    2. Interlaken – Lauterbrunnen – Grindelwald – Jungfraujoch

    Orang membeli tiket ke Jungfraujoch umumnya membeli tiket pulang pergi dan mereka akan mengambil jalur berangkat dan pulang yang berlainan sehingga bisa menikmati pemandangan yang berbeda:

     

    – Jalur berangkat Interlaken – Lauterbrunnen – Kleine Scheidegg – Jungfraujoch, dan

    – Jalur pulang Jungfraujoch – Kleine Scheidegg – Grindelwald – Interlaken Ost


    Contoh jadwal dan lama perjalanan (2 jam 17 menit) sbb.:

    06.35 Interlaken Ost – 06.55 Lauterbrunnen

    06.59 Lauterbrunnen – 07.39 Kleine Scheidegg

    08.00 Kleine Scheidegg – 08.52 Jungfraujoch

    Harga tiket CHF 186.20

    Website kereta api Swiss http://www.sbb. ch/en/home.html

    Bila kita ingin explore negara Swiss dengan melakukan perjalanan ke berbagai kota sebaiknya dipertimbangkan membeli Kartu Swisspass di mana kita akan mendapat potongan harga tiket mencapai 50%.

    Namun hendaknya diingat bahwa harga kartu Swisspass juga harus diperhitungkan. Misalnya harga kartu SwissPass CHF 160 dan kita bisa mendapatkan potongan 50% untuk setiap pembelian tiket kereta api, bus, ferry; maka titik impas kita adalah bila seluruh tiket yang kita beli selama bepergian mencapai CHF 320 pada harga normal. Kita mendapat potongan 50% berarti hanya membayar CHF 160 + biaya kartu Swisspass CHF 160 menjadi CHF 320.

    Apabila kita hanya ingin pergi ke Jungfraujoch maka tidak ada manfaatnya membeli kartu Swisspass CHF 160 karena harga tiket ke Jungfraujoch p.p.hanya CHF 186.20.

    Tanpa Swisspass biaya kita hanya CHF 186.20 dan dengan Swisspass biaya kita menjadi CHF 160 + CHF 93.10 = CHF 253.10

    Informasi tentang Swisspass dapat dilihat pada link berikut:

    http://www.swisspas ses.com/railpass /swiss-regional- rail-passes/ validity- maps/jungfrau- unlimited. htm?from= /packages/ jungfrau- unlimited/ &PHPSESSID= e80a060ddbd2f655 1880140e38db5a10

     

    Referensi untuk Lauterbrunnen dan sekitarnya bisa diperoleh dari link berikut:

    http://www.panorami cearth.com/ 449/Jungfrau/ Lauterbrunnen_ Railway_Station

    Berikut ini tambahan informasi dari teman saya Kei Shinta :

    1. Jika kamu di Swis cuma untuk 1 (satu) hari saja maka SWISS PASS TIDAK BERMANFAAT SAMA SEKALI krn SWISS PASS akan LEBIH HEMAT JIKA KAMU MEMAKAINYA LEBIH LAMA dan AKTIF mengunjungi SEMUA obyek wisata di Swiss bs di cek di http://www.sbb.ch utk pastinya.

    2. Dengan SWISS PASS maka keuntungan yg didapat bisa menggunakan semua jenis transportasi di Swis seperti kereta, tram, bus, perahu, bahkan masuk ke dalam banyak MUSEUM secara GRATIS selama kartu Swiss Pass berlaku,silakan baca http://keishinta.wordpress.com/2011/04/01/swiss-pass-in-swiss-travel-system

    Saya sudah membuktikannya manfaat gratisnya :
    Saya naik perahu ZURICHSEE SCHIFFFAHRT mengelilingi Lake of Zurich dan mampir ke Raperswil Jona, baca http://keishinta.wordpress.com/2011/08/14/zurichsee-schifffahrt Lalu saya juga naik perahu VIERWALDSTATTERSE mengelilingi Lake of Luzern, baca selengkapnya di http://keishinta.wordpress.com/2011/08/15/vierwaldstattersee-lake-luzern/

    Sedangkan utk Jungfraujoch jika TIDAK MEMPUNYAI Swiss Pass maka bisa dilakukan sesuai informasi dari Bung Stefanus dengan harga tiket sekali jalan CHF 186.20 dimulai dari INTERLAKEN OST dan saya akan akan membagikan pengalaman yang bisa di baca di http://keishinta.wordpress.com/2011/04/06/jungfraujoch-switzerland-top-of-europe

    Start saya dimulai dari ZURICH dan kembali ke ZURICH dengan SWISS PASS tiket pulang pergi HANYA CHF 112, dengan catatan tiket CHF 112 adalah harga tiket PP dari Kleine Scheidegg ke Jungfarujoch yang artinya tiket PP dari ZURICH ke Kleine Scheidegg GRATIS dengan SWISS PASS.

  • Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss Berikut ini adalah pengalaman pak. Stefanus A Wartono mengunjungi Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis yang berlokasi di Swiss. Informasi ini sangat berguna bagi saya walaupun sudah pernah beberapa waktu tinggal di Swiss, namun belum kesampean mengunjungi 3 lokasi tersebut diatas.

    Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss. Depan Sekolahan Zweisimmen, Switzerland
    Depan Sekolahan Zweisimmen, Switzerland

    Berbekal pengalaman sdr. Stefanus A Wartono semoga suami tercinta nantinya mau menemani saya melakukan perjalanan ke lokasi top of Europe πŸ˜‰ .

    Bagaimana Mengunjungi Jungfraujoch, Mt. Pilatus, dan Mt. Titlis Swiss

    Mulai ..

    Jungfraujoch berlokasi di kota Interlaken, sedangkan Mt. Pilatus berada di kota Luzern. Mt. Titlis dicapai dari kota Engelberg yang hanya 50 menit dengan kereta api dari kota Luzern. Tiga lokasi tersebut dapat dinikmati dalam waktu 3 hari, kalau sekedar β€œmampir” bisa dipadatkan menjadi 2 hari tetapi ya sayaaang karena biayanya cukup mahal.

    Base dan Rute Sebagai base (menurut saya) yang paling ideal adalah Luzern karena lokasinya ditengah dan ada beberapa backpacker hostel diantaranya: www.twinsminbak.com
    Namun demikian, bila anda bepergian berdua atau lebih, pertimbangkan mencari hotel karena biayanya bisa lebih murah, apalagi kalau bisa ambil kamar triple atau quadruple.

     

    * Hari 1: Asumsinya anda sudah bermalam di Luzern sehingga pagi-pagi sudah bisa ke Mt. Pilatus. Kembali dari Mt. Pilatus sekitar pukul 14.00 bisa dilanjutkan dengan menikmati kota Luzern. Anda bermalam lagi di kota Luzern. Bisa juga anda langsung ke Engelberg dan bermalam di sana, tinggal dibandingkan mana yang lebih murah tempat penginapannya.

    * Hari 2: Gunakan kereta pukul 06.00 untuk menuju Engelberg yang ditempuh dalam waktu 50 menit. Jadwal keretanya setiap jam, baik dari Luzern maupun dari Engelberg. Setiba di kota Engelberg, anda bisa jalan-jalan sebentar di kota tersebut, kotanya kecil tetapi pemandangannya bagus karena dikelilingi gunung bersalju. Terminal Gondola untuk naik ke Mt. Titlis hanya 5 menit dari setasiun kereta api, kalau keluar dari pintu utama setasiun, di depannya ada Hotel Belevue Terminus, arah ke Terminal Gondola ke kanan ikuti jalan aspalnya, lalu ada jembatan belok ke kiri dan ikuti jalan arah ke kanan. Dari situ sudah terlihat Terminalnya;

    Jam 12.00 sudah bisa turun dari Mt. Titlis dan tiba di setasiun kereta api Engelberg. Lanjutkan perjalanan dengan kereta api ke Interlaken, berhenti di setasiun Interlaken Ost. Anda harus ganti kereta di Luzern sehingga luggage bisa dititip di setasiun Luzern atau Engelberg tergantung dari jadwal keretanya. Anda akan bermalam di Interlaken;

    * Hari 3: Usahakan berangkat ke Jungfraujoch dengan kereta pertama agar bisa puas menikmati puncak Jungfraujoch. Tahun lalu saya terlalu siang ke sana sehingga tidak bisa lagi bermain di salju, hanya bisa menyaksikan di platform yang disediakan saja.

    Perjalanan kereta api dari Interlaken akan menuju ke Lauterbrunnen. Di sini akan berganti kereta menuju ke setasiun berikutnya yaitu Kleine Scheidegg. Berikutnya ganti kereta lagi untuk menuju ke puncak Jungfraujoch.

    Dalam perjalanan kembali dari Jungfraujoch, ketika tiba di Kleine Scheidegg anda bisa memilih melalui Lauterbrunnen (jalur yang sama) atau bisa melalui Grindelwald (sebaiknya ambil jalur ini). Anda tinggal memperhatikan tanda penunjuk ketika berganti kereta di Kleine Scheidegg. Tarif tiket dari Interlaken ke Jungfraujoch sudah berlaku p.p. dan lewat jalur Lauterbrunnen atau Grindelwald sama saja.

     

    Kalau ingin dipadatkan menjadi 2 hari, menjadi:

    * Hari 1: Asumsi bermalam di Engelberg sehingga pagi-pagi sudah bisa berangkat naik ke Mt. Titlis. Usahakan sudah bisa tiba kembali di Engelberg sekitar pukul 11.00 sehingga bisa lanjut ke Luzern. Tiba di Luzern langsung menuju ke Terminal untuk Kriens untuk menuju ke Mt. Pilatus. Sore kembali ke Luzern dan bermalam di Luzern. Bila memungkinkan, sebaiknya langsung ke Interlaken. Periksa jadwal kereta api.

    * Hari 2: Bila bermalam di Luzern, naik kereta paling pagi menuju ke Interlaken. Lalu lanjut naik ke Jungfraujoch. Kembali ke Interlaken bisa bermalam di situ atau lanjut ke kota lain sesuaikan dengan jadwal kereta api yang ada.

    Tiket kereta api untuk seluruh perjalanan di Switzerland maupun dari Switzerland ke negara lain, atau sebaliknya, dapat dibeli on-line melalui website www.sbb.ch

     

    Website Jungfraujoch: http://www.jungfrau.ch/en/tourism

    Website Mt. Pilatus: www.pilatus.ch/en

    Website Mt. Titlis: www.titlis.ch

     

    Klik Info Jungfraujoch Swiss, Top of Europe

  • Video Perjalanan Keluar Zweisimmen, Switzerland

    Video Perjalanan Keluar Zweisimmen, Switzerland

    Dibawah ini adalah video perjalanan kami keluar dari Zweisimmen, Switzerland. 27Juli 2011.
    Akhirnya kami pindahan juga dari Swiss ke Jerman.

    Karena jalanannya kecil hanya bisa untuk dua mobil berlawanan arah, jadi Frank harus konsentrasi tingkat tinggi ketika mengendarai truk besar, saya tidak boleh bicara banyak! wuahhh galak bener abangnya.. jadi saya buat video singkat ini saja untuk menghilangkan kejenuhan.

    Pemandangannya sangat indah, namun buat pengendara harus ekstra hati-hati jangan menikmati pemandangan ya, karena salah-salah bisa masuk jurang loh! Yang bisa menikmati pemandangan khusus buat penumpang seperti saya he-he-he

    Setelah masuk jalan tol saya bebas mau bicara apa saja, bisa lanjut ngobrol sepuasnya dengan suami ;-).

     

    Tulisan Terkini

  • Home Sweet Home in Zweisimmen

    Home Sweet Home in Zweisimmen

    Home Sweet Home in Zweisimmen. Setelah menempuh jarak kira-kira 421 KM, 6 setengah jam perjalanan dari Bad Rappenau (Jerman) akhirnya sampailah kami dirumah tercinta di Zweisimmen, Switzerland. Begitu lamanya waktu yang kami tempuh karena kami berhenti dua kali dalam perjalanan (biasanya perjalanan sekitar empat jam-an).

    Yang pertama menghindari macet, Frank memilih perjalanan melalui Strasbourg yang terletak di Perancis bagian timur, kami berhenti di kota ini sekitar jam 8.20 untuk mampir di salah satu supermarket, belanja sedikit bahan makanan untuk masak di Swiss. Oh ya sekaligus numpang pipis gratis di toilet resto hehehe.

    Jalanan Arah Strasbourg. Home Sweet Home in Zweisimmen
    Jalanan Arah Strasbourg

    Satu jam kemudian kami melanjutkan perjalanan, terkadang saya tak dapat melawan rasa kantuk karena lamanya perjalanan, saya tak boleh banyak bicara karena Frank bilang dia harus konsen nyetir, juga tak boleh mengajukan pertanyaan yang menggangu konsentrasi menyetir, duuhhh capee dehh hanya bisa dengar siaran radio plus musik dalam bahasa Jerman πŸ™ .

    Keluar dari Strasbourg saya lihat beberapa kali petunjuk jalan ke arah Paris 500 KM, setelah saya tanya Frank kira-kira makan waktu 4-5 jam kesana, maka saya jadi tidak berminat ahh.

    Frank sempat menggerutu kalau macet, (seharusnya rencananya kami berangkat jam 4 pagi, supaya jalanan lancar) dia bilang : β€œkenapa sih kamu gak bangun jam 4 pagi tadiβ€œ saya jawab : β€œkenapa cuma bangunin saya satu kali, harusnya bangunin beberapa kali dong hehehe ..β€œ

    Pemandangan sepanjang perjalanan sungguh indah, lapangan rumput nan hijau, terkadang melewati pohon-pohon menjulang tinggi, cuaca juga sangat bersahabat pada saya (saya tidak suka panas sinar terik matahari, sebaliknya dengan Frank). Hari ini suhu tertinggi 22,5 derajat dan agak mendung, sang mentari malu-malu bersinar.

    Yang kedua kali (sekitar jam 11.30) kami berhenti di pom bensin yang ada tempat istirahatnya, ada mini market, ada toko-toko kecil, ada restorannya juga. Frank harus menukarkan euro-nya ke mata uang Swiss (swiss franc), ternyata kursnya tidak bagus. Setelah itu kami menikmati beberapa potong roti yang kami beli dari Perancis, Frank sambil menyeruput kopi sluurrrppp, saya lebih memilih minum air putih tanpa rasa yang saya bawa dari Jerman.

    Sempat ada sepasang anak muda menghampiri kami minta tumpangan, mereka memegang karton ukuran besar bertuliskan β€œBernβ€œ sayangnya tujuan kami bukan ke Bern, dan lebih sayangnya lagi mobil kami penuh koper besar dan karton-karton, jadi tidak ada bangku kosong. Ketika akan keluar lokasi tersebut ternyata ada pasangan lain sekitar 4 atau 5 pasang orang yang minta tumpangan, dengan jempol mengarah ke mobil yang melewati mereka.

    Tak pernah berhasil memotret sapi-sapi ukuran jumbo, selalu terlalu jauh jaraknya atau terlalu cepat laju mobil kami.

    Sapi-sapi jumbo di swiss
    Sapi-sapi ukuran jumbo

    Rumah ditinggal sekitar dua minggu, maka mau tak mau kami kerja bakti dulu membersihkan debu. Beberapa jam kemudian Frank asyik tertidur dengan tv menyala dan kacamatanya masih melekat. Saya bikin soup mie campur tomat dan telur kocok, laparrr setelah kerja bakti. Sambil menunggu hidangan siap, saya buka pintu balkon dapur.

    Pemandangan Alam Swiss dari Balkon Dapur.
    Pemandangan dari Balkon Dapur.

    .. β€œOo rupanya gerimis, pemandangannya indah sekali!!!, lalu saya ambil kamera saya cekrak cekrek .. lah rupanya hujannya tidak nampak dalam fotonyaβ€œ

    Gerimis yang indah . Pemandangan rumah swiss
    Gerimis yang indah 19.07.2011
    Pemandangan alam Swiss dari Jendelah Samping Ruang Tamu
    Jam 18.30 Pemandangan dari Jendelah Samping Ruang Tamu

    Sampai sini dulu ceritanya ya, saya mau menikmati sup panas ditengah cuaca dingin ini ^^ .

     

    Baca juga: Jalan-jalan Swiss

error: Content is protected !!