Tag: traveling

  • 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan. Siapa yang dari Anda orang asli Bukittinggi?. Pastilah Anda tahu makanan apa saja yang menjadi ciri khas Kota Bukittinggi. Untuk Anda yang belum mengetahuinya, berikut ini informasi mengenai santapan yang ada di Bukittinggi 🙂 .

    Bukittinggi merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Dulunya, kota ini pernah menjabat sebagai ibu Kota dari Negara Indonesia, Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah. Kota Bukittinggi juga mempunyai julukan sebagai Parijs Van Sumatera.

    Di Kota Bukittinggi ada banyak tempat wisata yang bisa menghiasi hari-hari liburan Anda. Dijamin membuat liburan Anda semakin berwarna. Mulai dari wisata alamnya Kebun Binatang Bukittinggi, wisata sejarahnya seperti Benteng Fort de Kock, Jam Gadang dan Janjang Koto Gadang, wisata pendidikannya seperti Museum Kebudayaan Minangkabau, wisata belanja sampai wisata kulinernya.

    Soal urusan perut, Anda jangan khawatir jika sedang berlibur ke Kota Bukittinggi. Ada banyak makanan khas Kota Bukittinggi yang unik dan memiliki cita rasa yang tinggi seperti namanya. Berikut ini beberapa makanan khas Kota Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah Anda dan memuaskan perut Anda.

    1. Nasi Kapau Uni Lis

    Jika Anda sedang berkunjung ke objek wisata Jam Gadang, jangan lupa untuk terlebih dahulu mampir ke warung Uni Lis untuk mencicipi santapan khas Kota Bukittinggi yaitu Nasi Kapau. Isi dari Nasi Kapau adalah nasi putih, sayuran kol kuning yang merupakan wajib ada dalam makanan ini, daun singkong, dadak rendang yang merupakan potongan singkong kering dilumuri dengan bumbu rendang, ayam rendang dan terakhir dendeng batokok. Nasi Kapau berbeda dengan nasi padang. Bedanya apa? Terletak pada penyajiannya.

    Jika Anda lihat, nasi padang menyajikan makanan nasi putih yang terpisah dengan lauk pauknya, sedangkan nasi kapau semua dicampur dalam satu piring. Nasi Kapau Uni Lis ini bisa Anda temukan di Pasar Atas atau Los Lambuang Pasa Ateh. Warung Uni Lis ini dibuka pada jam 7 pagi hingga setengah 6 sore. Harga yang harus Anda bayar untuk satu porsi nasi kapau adalah Rp. 25.000.

    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan
    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com

     

    2. Picai Sikai dan Lamang Tapai

    Makanan khas Bukittinggi ini mempunyai presentase makanan favorit yang ada. Picai Sikai merupakan makanan yang hampir mirip dengan pecal sayuran khas Jawa. Namun bedanya adalah di Picai Sikai terdapat sayuran yang berbeda seperti jantung pisang dan rebung sebagai tambahan sayurannya. Kemudian sayuran-sayuran tersebut pun disiram dengan bumbu kacangnya yang membuat rasanya sangat nikmat. Bumbu ini pun tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis sehingga cocok untuk Anda yang tidak terlalu suka pedas.

    Sedangkan makanan khas Bukittinggi yang disebut dengan Lamang Tapai adalah seperti tape dengan ketannya. Kedua makanan ini bisa Anda temukan di Jalan Panorama 19c. Setelah Anda puas menyantap kedua makanan ini, Anda bisa lanjut mengunjungi Objek Wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang.

    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com
    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com

     

    3. Kerupuk Siram

    Apakah Anda salah satu penggemar dari makanan ringan yang disebut kerupuk? Kalau begitu, jika Anda berada di Kota Bukittinggi, ada salah satu jajanan yang rasanya enak yaitu Kerupuk Siram. Makanan yang mempunyai nama yang unik ini merupakan kerupuk yang di atasnya disiram dengan mie dan bumbu kari atau bumbu sate. Rasanya seperti sedang memakan mie dengan bumbu kari atau sate namun bedanya gurih. Kerupuknya cukup lebar. Lumayan cukup mengganjal apabila Anda belum makan besar. Kerupuk Siram ini sangat cocok menjadi cemilan yang siap menemani Anda ketika sedang menunggu sunset di sekitar Objek Wisata Jam Gadang. Kerupuk Siram ini memang sangat banyak akan ditemukan di sekitaran lokasi Jam Gadang.

    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com
    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com

     

    4. Pical Ayang

    Jika Anda sedang berada di lokasi Simpang Ngarai Sianok, jangan lupa untuk ke Jalan Ateh Ngarai, karena di sana berjajar warung-warung yang menjual makanan jajanan terutama Pical Ayang. Makanan khas Bukittinggi ini merupakan Bubur Kamiun. Bubur ini merupakan bubur manis yang di dalamnya terdiri dari lupis, bubur lemu, dan bubur kacang hijau yang kemudian disiram dengan gula merah dan santan. Kalau dilihat sekilas, bubur ini mirip dengan bubur sumsum yang sama-sama disiram dengan gula merah dan santan. Selain itu, di sana disediakan menu lain seperti lontong sayur dan beberapa gorengan seperti martabak mini dan bakwan atau bala-bala.

    Untuk satu porsi Pical Ayang, Anda bisa membayarnya dengan harga Rp. 6.000, untuk lontong sayur, Anda bisa membayar dengan harga Rp. 5.000 dan satu gorengan akan dikenakan Rp. 1.000. Harga yang cukup bersahabat, bukan? 😀 .

    Pical Ayang. Sumber: twitter.com
    Pical Ayang. Sumber: twitter.com

     

    Itulah beberapa makanan khas Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah dan memanjakan perut Anda. Sesudah berwisata kuliner dan jalan-jalan ke tempat wisata yang terkenal, kamu bisa menginap di hotel untuk beristirahan sejenak. Di Bukittinggi ada banyak tempat penginapan seperti hotel-hotel berbintang yang menyediakan fasilitas yang beragam dan harga yang bisa Anda pilih sesuai dengan isi kantong Anda. Kamu bisa cek di Traveloka. Selamat berlibur dan have fun!.

    Kalau Anda punya informasi kuliner favorit lainnya yang pernah Anda coba di Bukittinggi share dong di kolom komentar 🙂 .

  • Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen

    Wisata Singkat di Emmendingen. Rencana awal suami dan saya akan liburan tahun baru ke Schwarzwald (Black Forest), salah satu tujuannya mau lihat rumah-rumah petani Jerman jaman dulu kala, seperti yang pernah saya lihat di Swiss klik disini, Eh kami malah menghabiskan waktu hanya di Emmendingen dan melihat kisru rumah tangga sahabat suami, yang belum tahu kisahnya klik disini.

    Rasanya sayang, kalau sudah jauh-jauh dari rumah, namun tidak ada tempat (menarik) yang kami jelajahi. Maka dihari terakhir liburan, kami sempatkan jalan-jalan di pusat kota Emmendingen. Cukup menarik, karena bangunan-bangunan di sana walau banyak yang sudah tua namun tetap terawat.

    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Gerbang Masuk Pusat Kota Emmendingen

     

    Hari itu 2 Januari 2013 sekitar jam 10 pagi kami keliling Emmendingen. Hanya setengah jam, kami tidak bisa berlama-lama karena harus segera pulang, sore harinya suami harus bekerja kembali.

     

    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen
    Suami Tercinta dengan Latar Belakang Pusat Kota Emmendingen

     

    Emmendingen adalah sebuah kota di Emmendingen, Baden-Württemberg, Jerman.

     

    Kota ini berada di tepi Sungai Elz terletak 14 km (8,7 mil) utara Friburg di Brisgau.

     

    Rumah Toko di Emmendingen. Wisata Singkat di Emmendingen
    Rumah Toko di Emmendingen

     

    Emmendingen - cityhall
    Emmendingen – cityhall

     

    Masih Ada Sisa Hiasan Natal
    Masih Ada Sisa Hiasan Natal

     

    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Bangunan-bangunan Tua di Emmendingen
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll
    Pasar Natal di Bongkar hari itu, masih bisa lihat Miniatur Boneka di Emmendingen. Beberapa Kisah, ada Kisah Cinderela, 3 Orang Majus, Kereta Api dll

     

    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Sebelah Kiri Pusat Belanja. Emmendingen
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013
    Jalan Rayanya Ternyata sudah Ramai pada 2 Januari 2013

    Video Pusat kota Emmendingen

     

    Selama dua malam, suami dan saya menginap di penginapan “Engel”, semacam losmen lah, dalam bahasa Jerman istilahnya Gasthaus atau Pension. Nama lokasinya Tennenbach, masih diwilayah Emmendingan. Lokasi ini ditempuh sekitar 12 menit dari pusat kota Emmendingen. Jalan menuju ke penginapannya seperti ke puncak, jalannya berbelok-belok, hanya bisa dua mobil berlawanan arah. Kiri kanan jalannya terhampar pohon-pohon yang tinggi menjulang.

     

    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach
    Pemandangan Luar Penginapan dan dari Balkon. at Engel, Tennenbach

     

    Penginapannya di kelilingi pengunungan. Sungguh indah, sayang sekali kami tidak sempat berjalan-jalan disekitar penginapan, pertama cuaca sangat dingin, kedua kami tidak punya banyak waktu. Suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke Tennenbach ;-).

    Penginapan Kami di Tennenbach
    Penginapan Kami di Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach
    Kamar Mandi Penginapan di Gasthaus Engel Tennenbach

     

    Tarif kamarnya 37 Euro/malam/orang. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. Sarapannya makan sampai kenyang, sepuasnya :D.

    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri
    Ruang Makan di Penginapan Engel, Tennenbach. Sebelah Kanan sarapan Kami, lainnya ambil sendiri

     

    Video Pemandangan ke Penginapan di Tennenbach

     

    Suami dan saya lebih suka wisata alam, seperti melihat pegunungan, atau seperti ketika di Swiss melihat wisata Tebing di Aareschlucht, mendebarkan sekaligus menyenangkan klik disini.

     

    Kalau sahabat blogger suka wisata alam atau lebih suka ke mall? Masih ingat kah dimana lokasi wisata paling berkesan buat kamu?

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
    Paris je t’aime
    Liburan Swiss 2012
    Ramainya Bulan Oktober di München
    Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
    Museum Farmasi Jerman

  • Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München

    Ramainya Bulan Oktober di München. Dari tanggal 3 hingga 16 Oktober lalu saya kedatangan tamu, yakni dua sahabat saya dari Jakarta. Visa sudah diurus 3 bulan sebelum keberangkatan mereka, semuanya berjalan lancar, tanpa kendala. Kedatangan mereka bertepatan dengan liburan kursus saya (tanggal 1 sampai 7 Oktober), maka beberapa hari saya bisa jalan-jalan dengan mereka ;-).

    Niat kedua sahabat saya, dalam waktu 13 hari mau mengunjungi beberapa negara-negara Eropa (negara-negara Schengen) seperti Jerman, Belanda, Itali, Swiss dan Paris, ternyata Itali dan Swiss tidak bisa dikunjungi karena keterbatasan waktu.

    Rasanya sayang sekali kalau pergi ke suatu negara, hanya singgah sebentar foto-foto di lokasi wisata terkenal, lalu berangkat lagi ke negara lain. Buat saya hal tersebut menguras tenaga dan juga butuh uang yang tidak sedikit, kalau mau naik bus bisa saja sedikit murah, namun waktu akan terbuang di jalan. Misal ketika kami pergi dari Jerman ke Paris menggunakan bus malam, butuh waktu 7 jam. Pergi dan kembali ke Jerman berarti sudah 14 jam waktu kami habiskan di jalan.

    Baca juga: jalan-jalan ke Paris – Paris je taime

     

    Liburan di Jerman pada bulan Oktober, tentu saja sayang dilewatkan untuk melihat perayaan Oktoberfest di München (Munich). Tahun 2012 ini acaranya berlangsung dari 22 September hingga 7 Oktober. Sejak tanggal 20 September saya mencoba mencari-cari hostel di München melalui internet, ternyata banyak sekali yang sudah penuh.

    1. Transportasi
    Kami pergi ke München menggunakan kereta api. Tiket untuk tiga orang 417 Euro, kami langsung beli tiket untuk pergi dan kembali ke tempat tinggal saya (Bad Rappenau). Tiket seharga 417 Euro, berarti perorang 139 Euro, mahal??? Kata suami saya „selamat datang di Jerman!“. Disini serba mahal hehehe, tidak ada bus menuju München. Jarak Bad Rappenau ke München sekitar 313 Km. Naik kereta butuh waktu sekitar 3,5 jam, dua kali ganti kereta.

    Ramainya Bulan Oktober di München. Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)
    Jadwal Kereta Bisa Print Out di Mesin Pembelian Tiket atau dari Internet (Foto: dok. pribadi)

    Ini kali pertama saya jalan-jalan sendiri tanpa suami, biasanya mengandalkan suami untuk membaca peta perjalanan, lihat jadwal kereta, harus ganti kereta dimana. Pokoknya, sebelumnya sepenuhnya mengandalkan suami, saya terima beres saja jalan-jalan dengan tenang :D.

    Bukti Pembayaran Tiket Kereta ke München (Foto: dok. pribadi)

    Hari itu saya harus benar-benar teliti membaca jadwal kereta, harus pindah distasiun mana, peron berapa, kereta nomer berapa, harus sigap mendengar informasi dalam kereta dan di stasiun, untung deh sudah sedikit menguasai Bahasa Jerman, jangan harap ada informasi dalam bahasa Inggris (kecuali di stasiun besar seperti Berlin, München, Stuttgart dll).

    Mau tiket kereta yang lebih murah? Bisa pergi di hari sabtu atau hari minggu. Beli tiket akhir pekan namanya Weekend Ticket tiket seharga 40 Euro, kamu bisa pergi kemana saja di Jerman, tiket berlaku untuk 5 orang.

    Murah sekali yaa, tapi siap-siap dengan waktu tempuh yang lama sekali dan ganti kereta lebih dari 5 kali hehehe, misalnya setelah balik dari München kami jalan-jalan ke Melsungen, jaraknya kurang lebih sama seperti ke München yakni 300 km an, waktu tempuhnya 6 jam, total pergi dan kembali 12 jam.

    Setelah sampai di München, kami membeli tiket kereta harian yang berlaku untuk kelompok, jadi lebih murah, bisa puas keliling naik kereta dalam kota. Bisa pilih zona 1-3 atau zona 1-6. Harga tiket zona 1-3 10,2 Euro. Kalau mau mengunjungi stadion bola Bayern München pilih yang zona 1-6, tiketnya lebih mahal sedikit ko.

    Tiba di Stasiun München Hauptbahnhof (Foto: dok. pribadi)

    2. Tempat Menginap di München

    Akhirnya satu hari sebelum berangkat berhasil dapat hostel, yang saya booking melalui booking.com. Namanya guenstigschlafen24 alamatnya Verdistraße 21 81247 München. Awalnya saya coba cek ke website hostelnya langsung ternyata sudah penuh hingga tanggal 7 Oktober, sedangkan kalau booking melalui booking.com masih ada kamarnya.

    Guenstig Schlafen24 Tempat Menginap di München (Foto: dok. pribadi)

    Kami pilih kamar yang Triple room harganya 140 Euro/kamar. Sarapan biayanya beda lagi, yakni 7 Euro (Kami pilih tidak sarapan, karena bawa sendiri). Lumayanlah kalau bayar bertiga jadi murah kan ;-). Booking hostel melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, namun kami bayar ketika tiba di hostelnya, kami pilih pembayaran secara cash.

    *Kalau tidak ada perayaan apapun, tarif hostel lebih murah, dan sudah termasuk sarapan.

    Kamar Mandi Guenstig Schlafen24 München (Foto: dok. pribadi)

    Dari stasiun München Hbf naik kereta lagi selama kira-kira 10 menit, lalu turun di stasiun Obermenzing S-Bahn, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Günstig Schlafen 24 memiliki 55 kamar yang berada pada 5 gedung yang berbeda.

    Fasilitas hostelnya : Free Wi-Fi, parkir gratis, didekat hostel ada beberapa restoran seperti Mc. Donald, dan juga supermarket. Penginapan ini tidak menyediakan toiletries, hanya handuk yang mereka sediakan, jadi kalian harus membawa sendiri perlengkapan mandi.

    Untuk ukuran penginapan murah, jangan berharap ruang kamar yang mewah, pokoknya bisa bermalam dikamar yang bersih dan bisa mandi sudah cukup ;-).

    3. Kemana saja di München?

     

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua. Sabtu minggu lalu, ka Ephie dari Belanda mengunjungi Frank dan saya. Ka Ephie datang bersama teman-temannya dari Belanda, dan mereka menginap di hotel di Heilbronn. Sementara teman-teman ka Ephie jalan-jalan ke Heidelberg, maka ka Ephie mengunjungi saya di Bad Rappenau. Terakhir saya bertemu langsung ka Ephie adalah pada tahun 2009, dan minggu lalu saya bertemu dia kembali „Wow, langsing sekali!“ ;).

    Ka Ephie datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Frank & saya atas pernikahan kami. Ka Ephie tidak bisa hadir di acara bulan lalu, karena pada saat yang sama dia sedang di New York.

    Kami bertiga (Ka Ephie, Frank dan saya) menghabiskan waktu hanya di Bad Rappenau. Pertama kami jalan-jalan mengunjungi pasar dekat rumah. Pasar ini khusus ada di hari rabu dan sabtu. Yang berjualan adalah para petani, yang menjual hasil kebun mereka, dan ada juga tukang daging. Kemudian kami ke toko roti, ka Ephie membeli banyak sekali roti-roti (kue-kue) khas Jerman untuk dibawa ke Belanda. Oh ya karena kami tidak menemukan Brezeln (sudah habis), maka kami ke toko roti satunya lagi, dekat stasiun kereta. Wah, ternyata Brezelnnya sudah habis juga, eh tapi si penjaga toko bilang kalau beli banyak dan bersedia menunggu 15 menit, maka dia akan membuat yang baru. Ka Ephie pesan 5 Brezeln.

    Sambil menunggu Brezeln matang, kami pergi ke kedai kopi diseberang jalan. Frank, ka Ephie dan saya ngobrol-ngobrol sambil sesekali menyeruput kopi (pahit) kami. Selain minum kopi, kami pesan 2 Brezeln yang diolesi butter, dan 2 potong erdbereen kuchen (kue strawberry). Setelah Frank mengambil pesanan brezeln di toko roti seberang jalan, maka kami bertiga lanjut jalan-jalan, kami mengunjungi kota tua Bad Wimpfen. Hari sebelumnya, saya baca koran, ada acara semacam pameran mengenai bunga dan taman pada tanggal 19 dan 20 Mei.

    Disepanjang jalan dekat Bad Wimpfen, mobil-mobil sudah berderet yang parkir, maka kami harus ke lokasi parkir yang agak jauh. Matahari sedang bersinar dengan teriknya, Huhuhu hitam deh kulit saya he-he-he.

    Slide Foto

    This slideshow requires JavaScript.

    Pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 kota tua bersejarah Bad Wimpfen dihias menjadi satu taman yang indah. Tiga air mancur bersejarah, dihias sedemikan rupa. Gang-gang dan lapangan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, teras toko-toko semarak dengan hiasan bunga-bunga beraneka warna didepannya.

    Jalan-jalan yang kami lalui, masih lapang untuk dilalui pengunjung, karena para pedagang, menaruh tenda-tenda jualan mereka berjauhan. Senang sekali melihat bunga-bunga beraneka jenis dan beraneka warna-warna cerah. Ada pula aneka pot-pot bunga, dekorasi (hiasan) yang cantik untuk menghias taman. Untung saat itu, saya tidak lapar mata, jadi cukup senang untuk melihat-lihat saja. Untung ada Frank, suamiku tercinta, jadi dialah yang menjelaskan ke kak Ephie tentang Bad Rappenau, Bad Wimpfen dan hal-hal menarik yang kami lalui.

    Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan bersejarah sejak tahun 1200 masih kokoh berdiri. Kita bisa mendapatkan banyak sekali objek-objek menarik untuk difoto. Kalau Anda tertarik mengunjungi museum, ada 5 museum di Bad Wimpfen yang bisa dikunjungi. Tiket masuknya tidak mahal, mulai 1,5 – 2,5 Euro. Tidak lupa kami menyempatkan diri, makan siang di restoran setempat, mencoba menu lokalnya. Ka Ephie dan saya, pesan menu yang sama yakni maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat (dua pangsit goreng ukuran besar, bawang, dan salad kentang), sedappp sekali!, sayang saladnya tidak habis, karena perut saya masih ukuran perut orang asia, tidak kuat menampung porsi makanan orang Eropa .

    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat
    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat

    Dikota tua ini hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki, jalannyapun tidak diaspal, namun dibuat dari batu-batu yang disusun sedemikian rupa, kadang-kadang menurun, kadang-kadang harus mendaki, jadi jangan coba-coba pakai sepatu berhak ya kalau mau berwisata ke kota tua ;-).

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

    Baca juga:

  • The 50 Most Inspiring Travel Quotes Of All Time

    The 50 Most Inspiring Travel Quotes Of All Time

    Betapa Indah Ciptaan Tuhanku :) The 50 Most Inspiring Travel Quotes Of All Time
    Betapa Indah Ciptaan Tuhanku 🙂

    The 50 Most Inspiring Travel Quotes Of All Time :

    1. “Travel is fatal to prejudice, bigotry, and narrow-mindedness.” – Mark Twain

    2. “The world is a book and those who do not travel read only one page.” – St. Augustine

    3. “There are no foreign lands. It is the traveler only who is foreign.” – Robert Louis Stevenson

    4. “The use of traveling is to regulate imagination by reality, and instead of thinking how things may be, to see them as they are.” – Samuel Johnson

    5. “All the pathos and irony of leaving one’s youth behind is thus implicit in every joyous moment of travel: one knows that the first joy can never be recovered, and the wise traveler learns not to repeat successes but tries new places all the time.” – Paul Fussell

    6. “Our battered suitcases were piled on the sidewalk again; we had longer ways to go. But no matter, the road is life.” – Jack Kerouac

    7. “He who does not travel does not know the value of men.” – Moorish proverb

    8. “People travel to faraway places to watch, in fascination, the kind of people they ignore at home.” – Dagobert D. Runes

    9. “A journey is like marriage. The certain way to be wrong is to think you control it.” – John Steinbeck

    10. “No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang

    11. “Your true traveler finds boredom rather agreeable than painful. It is the symbol of his liberty-his excessive freedom. He accepts his boredom, when it comes, not merely philosophically, but almost with pleasure.” – Aldous Huxley

    12. “All travel has its advantages. If the passenger visits better countries, he may learn to improve his own. And if fortune carries him to worse, he may learn to enjoy it.” – Samuel Johnson

    13. “For my part, I travel not to go anywhere, but to go. I travel for travel’s sake. The great affair is to move.” – Robert Louis Stevenson

    “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller

    14. “Traveling is a brutality. It forces you to trust strangers and to lose sight of all that familiar comfort of home and friends. You are constantly off balance. Nothing is yours except the essential things – air, sleep, dreams, the sea, the sky – all things tending towards the eternal or what we imagine of it.” – Cesare Pavese

    15. “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller

    16. ″A traveler without observation is a bird without wings.” – Moslih Eddin Saadi

    17. “When we get out of the glass bottle of our ego and when we escape like the squirrels

    in the cage of our personality and get into the forest again, we shall shiver with cold and fright. But things will happen to us so that we don’t know ourselves. Cool, unlying life will rush in.” – D. H. Lawrence

    18. “To awaken quite alone in a strange town is one of the pleasantest sensations in the world.” – Freya Stark

    19. “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

    20. “Travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living.” – Miriam Beard

    21. “All journeys have secret destinations of which the traveler is unaware.” – Martin Buber

    22. “We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures we can have if only we seek them with our eyes open.” – Jawaharial Nehru

    23. “Tourists don’t know where they’ve been, travelers don’t know where they’re going.” – Paul Theroux

    24. “To my mind, the greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.” – Bill Bryson

    25. “Do not follow where the path may lead. Go instead where there is no path and leave a trail” – Ralph Waldo Emerson

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman

    Pengalaman Pusingnya Apply Long Stay Visa Jerman. Karena sudah beres, jadi saat ini saya bisa cerita pengalaman saya dengan lega dan rileks ;-). Disini saya mau cerita tentang proses apply long stay visa Jerman. Pada 10 Agustus 2011, suami dan saya pergi ke kedubes Jerman di Bern, Switzerland, tujuannya untuk apply long stay visa Jerman (sebelumnya kami tinggal di Swiss, namun sekarang sudah menetap di Jerman), kondisinya Visa Swiss saya akan berakhir 12 September 2011 jadi harus segera mendapat visa yang baru (Jerman).

    Semua berkas-berkas yang diminta sudah dipersiapkan dengan baik, seperti paspor, visa Swiss, akte lahir dan surat nikah kami (suami dan saya) dan lain-lain. Sempat kuatir juga karena beberapa surat seperti akte lahir saya tidak dalam bahasa Jerman, oh ya kalau apply long stay visa dari Jakarta, Indonesia maka semua surat-surat sudah HARUS diterjemahkan ke bahasa Jerman dahulu baru pihak kedubes mau terima berkas, sedangkan kondisi saya saat itu adalah apply visa dari kedubes Jerman di Switzerland.

    Hari itu 10 Agustus 2011 kami berdua tiba tepat jam 9 pagi di depan kedubes Jerman di Swiss, ada petugas yang berjaga diluar, suami mengutarakan maksud kedatangan kami berdua, lalu kami berikan paspor kami berdua ke petugas tersebut, lalu petugas melihat isi tas kami, dan diperiksa dengan seksama seluruh badan dengan alat khusus metal detektor, kemudian kami diperbolehkan masuk.

    Menunggu beberapa saat, nama saya dipanggil, didepan loket sudah ada seorang petugas wanita. Dia lega sekali karena saya datang dengan seorang yang bisa berbahasa Jerman (suami). Karena nampaknya si petugas tidak bisa berbahasa Inggris?. Sambil memeriksa kelengkapan berkas surat-surat saya, petugas menanyakan sesuatu dalam bahasa Jerman “bagaimana saya bisa kenal suami (Frank)“ saya tatap suami saya (Frank) dan tanya, maksud si petugas apa? Saya takut salah tangkap artinya dan jawab hal yang salah. Namun yang saya lakukan malah membuat si petugas men“judge“ saya tidak mengerti bahasa Jerman sama sekali.

    Oh ya FYI (for your information), salah satu syarat paling penting kalau apply long stay visa Jerman adalah kita harus bisa mengerti bahasa Jerman tingkat dasar, paling tidak percakapan ringan untuk sehari-hari, dan ini harus dibuktikan dengan sertifikat bahasa Jerman yang kita peroleh setelah mengikuti ujian di Goethe Institut, syaratnya hanya sertifikat ujian tingkat dasar A1.

    Si petugas bilang proses pembuatan visa 6-8 minggu, dan jika sampai detik-detik tanggal 12 September 2011 visa Jerman saya belum selesai (keluar), maka saya HARUS kembali ke Jakarta, Indonesia untuk ambil visanya disana, karena visa Swiss (permit) saya akan berakhir jadi tidak boleh stay di Eropa. Wahhhh siapa yang ga sewot, cuma ambil selembar kertas (visa) harus pulang pergi Jerman – Jakarta – Jerman yang berarti harus keluar uang buat beli tiket yang bisa dibilang tidak murah, hiks 🙁 .

    Suami saya dan petugas saling bicara banyak hal untuk meyakinkan petugas kalau saya layak dapat visa dalam waktu secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya tanpa proses berbelit-belit :D. Suami bilang saya sudah punya sertifikat level A1 dari Goethe Institut di Jakarta, suami punya pekerjaan yang baik dengan keuangan yang baik, punya rumah, punya asuransi, kalau di rumah, anggota keluarga di Jerman bicara banyak dalam bahasa Jerman, jadi saya bisa belajar bahasa ini. Nantinya setelah visa keluar saya pun akan lanjut kursus bahasa Jerman.

    Kemudian suami disuruh ke ruang sebelah untuk mengurus sesuatu, jadi si petugas bisa tes kemampuan bahasa Jerman saya, yang saya bisa jawab ya saya jawab, yang saya tidak mengerti pertanyaannya saya jawab “ Es tut mir leid, ich verstehe nicht“ :P. Pertanyaan petugas antara lain : Kapan tiba di Swiss ; bagaimana saya bisa kenal suami, apa kenal orang lain di Swiss selain suami ; apa punya keluarga yang tinggal di Jerman ; apa masih punya orangtua di Indonesia ; di Indonesia tinggal dengan siapa ; apa punya kerjaan di Indonesia.

     

    Tiap hari berdoa semoga ada mujizat …

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Tripsdrill, Dufan ala Jerman

    Tripsdrill, Dufan ala Jerman

    Saya beserta keluarga suami tercinta begitu berbahagia melalui Selasa 30 Agustus 2011, bulan lalu di Erlebnispark Tripsdrill.

    Tripsdrill adalah taman permainan pertama di Jerman dan telah ada sejak tahun 1929 menjadi sebuah taman keluarga yang ramah dengan lebih dari 100 atraksi asli.

    Berikut ini slide show foto-foto kami sekeluarga

    This slideshow requires JavaScript.

    Lokasinya berada di

    74389 Cleebronn/Tripsdrill
    Tel.: +49 (0) 7135 / 99 99
    http://tripsdrill.de

    Peta perjalanan

    Tiket Dewasa dan remaja mulai 12 tahun : 23,00 €
    Anak di bawah 4 tahun gratis masuk
    Anak-anak 4 sampai 11 tahun 19,00 €
    lansia dari 60 tahun 19,00 €

    Saya menemukan video liputan Tripsdrill di youtube

    Kalau kita lihat Tripsdrill di Jerman mirip dengan Dunia Fantasi di Ancol, Jakarta, salah satu yang membedakannya adalah, kalau di tripsdrill di banyak permainan ada kamera-kamera yang langsung memotret aksi Anda ketika bermain, jadi Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan kamera digital Anda, pasti Anda tidak ingin dong tiba-tiba kamera terjatuh ketika Anda sedang bermain air atau sedang beraksi di atas ketinggian ;-).

     

    Tripsdrill, Dufan ala Jerman. (Foto: dok. pribadi)

     

    Tulisan Terkini

  • Hidup di Swiss Mahal?

    Hidup di Swiss Mahal?

    Jadi ceritanya ada yang berkunjung ke blogku ini, bertanya tentang berapa kira-kira biaya hidup selama 14 hari untuk jalan-jalan di negara Swiss. Berhubung waktu Januari-Februari 2011 saya menumpang hidup, alias biaya selama saya menetap selama 2 minggu di Swiss sepenuhnya ditanggung sponsor saya yang sangat baik hati, jadi saya tidak membuat catatan berapa banyak pengeluaran selama saya disana.

    Yang saya tahu untuk urusan tempat tinggal dan biaya hidup di Swiss mahal, malah masuk kategori negara termahal sedunia.

    Menurut hasil studi UBS Bank, Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia yang disusul Jenewa pada posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia.

    Daripada ngarang atau menebak-nebak, barusan ini saya wawancaralah salah seorang teman baik saya yang biasa sering saya recoki untuk urusan seputar jalan-jalan. Namanya Kei Shinta http://keishinta.wordpress.com Pengalaman dia selama 14 hari di Swiss.

    Rincian pengeluarannya :

    Hotel USD 100/night
    Makan 3 kali, 100 USD/hari
    Transportasi 10 hari dengan swiss pas 500 CHF/10 hari
    Tiket masuk tempat wisata 14 hari 1000 CHF
    wkt itu musim gugur september 2010, dingin jadi sering makan 1 hari bisa 100 CHF, untuk urusan minum seringnya coca cola mulu.

    *(Kurs Juni 2011, 1 CHF antara Rp. 9.000 – Rp. 9.500)

    Kalau mau irit ya bisa minum air kran, gratis! air kran di Eropa bisa langsung diminum tidak perlu kuatir, lainnya halnya kalau beli air putih dalam kemasan, mahal malah lebih mahal dari di Indonesia.

    Hari ini 14 Agustus 2011 Kei sudah menuliskan pengalaman dia ketika liburan di Swiss. Untuk detailnya silakan klik –> http://keishinta.wordpress.com/2011/08/14/biaya-hidup-di-swiss-menghitung-biaya-liburan-di-swiss

    Zurich menempati posisi kedua untuk ukuran biaya hidup termahal di dunia. Pendapatan dan gaji rata-rata yang diperoleh warga Zurich adalah terbesar di dunia. Sebut saja misalnya gaji guru sekolah dasar sebesar US$84 ribu atau Rp750 juta per tahun atau tertinggi di dunia untuk ukuran seorang guru. Karena itu, wajar pula jika biaya hidup di kota ini sangat tinggi.

    Zurich, menjadi sangat terkenal dan mahal berkat tujuan wisata ke pegunungan Alpine. Kebijakan pajak yang rendah telah menarik banyak investor ke negara ini.

    Jenewa menempati posisi ketiga biaya hidup termahal di dunia. Ini juga bisa terjadi karena gaji rata-rata yang diperoleh warga Jenewa merupakan tertinggi ketiga di dunia. Dengan bayaran sebanyak itu, warga Jenewa juga bisa berbuat lebih banyak. (Sumber: UBS Bank)

    Jadi tergantung kita melihat dari sudut pandang mana kategori mahalnya tersebut, karena pendapatan tertinggi penduduknya juga menimbulkan biaya hidup yang masuk kategori termahal sedunia.

    Kalau untuk urusan pajak, dibandingkan dengan negara Eropa lainnya seperti Jerman, pungutan pajak di Swiss lebih rendah.

    This slideshow requires JavaScript.

    Detail. Foto: Copyright Nella Silaen

    Tulisan Terkini:

error: Content is protected !!