Blog

  • Membeli Bunga Mawar Sekaligus Berdonasi

    Membeli Bunga Mawar Sekaligus Berdonasi

    Membeli Bunga Mawar Sekaligus Berdonasi. Kapan terakhir kali Anda membeli bunga untuk orang yang Anda sayangi?. atau mungkin menghadiahi diri Anda sendiri?. Pernahkah terpikir kalau bunga yang kita beli asalnya berpuluh kilometer dari tempat tinggal kita?.

    Fairtrade-Rose (Foto: dok. pribadi). Membeli Bunga Sekaligus Berdonasi
    Fairtrade-Rose (Foto: dok. pribadi)

    Bunga adalah salah satu yang paling sering dibeli untuk berbagai kesempatan khusus. Sementara banyak orang mengagumi keindahan bunga potong, sedikit berpikir tentang di mana bunga potong diproduksi.

    Terakhir kali saya membeli bunga potong (mawar) adalah bulan Februari lalu, biasanya setiap seminggu atau dua minggu sekali, ketika suami dan saya berbelanja ke supermarket, kami membeli bunga potong. Di Jerman bunga potong tidak mahal. 10 tangkai bunga potong jenis mawar harganya hanya 1.99 Euro. Bulan Maret dan April saya absen membeli bunga, karena memang disupermarket sedang tidak tersedia bunga-bunga seperti yang biasa saya beli.

    Orang Belanda adalah yang pertama menghasilkan bunga untuk lelang, dan mulai mengekspor pada awal tahun 1600. Hari ini, setengah dari bunga dunia tumbuh di Belanda, dan jumlah bunga Belanda yang dijual 19 juta bunga per hari. Sebagian bunga potong diproduksi dan diekspor oleh negara-negara berkembang seperti Kenya, Tanzania, Kolombia, dan Ekuador. Industri bunga di negara berkembang merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak orang. Namun sayangnya, slogan populer „cinta dan kasih sayang“ seringkali menempatkan para pekerja dan lingkungan dalam risiko tinggi, akibat penggunaan bahan kimia dan tenaga kerja yang tidak wajar.

    Pada kesempatan ini, saya membeli bunga yang ada logo Fairtrade, harga buket bunga ini 3.69 Euro. Ya lebih mahal sedikit dari bunga yang biasanya saya beli, namun beberapa cent dari harga buket bunga tersebut, kita sudah ambil andil untuk membantu kesejahteraan petani bunga yang berada jauh dari Jerman. Ya hitung-hitung ber-amal ya 😉 .

    Apakah Fairtrade?

    Fairtrade adalah sebuah pendekatan alternatif untuk perdagangan konvensional. Hal ini didasarkan pada kemitraan antara produsen dan konsumen. Fairtrade menawarkan petani dan buruh dalam hal meningkatkan perdagangan, yang memungkinkan mereka untuk memperbaiki kehidupan mereka.

    Untuk konsumen seperti saya, Fairtrade adalah salah satu cara yang ampuh untuk mengurangi kemiskinan melalui belajaan kita setiap hari. Sistem Fairtrade juga adalah salah satu gerakan global terbesar dan paling beragam dengan ribuan hubungan di lebih dari 90 negara. Fairtrade mengambil pendekatan holistik keberlanjutan yang berfokus pada peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan lingkungan untuk jangka panjang.

    Membeli Bunga Sekaligus Berdonasi
    Kode 2765 Buket mawar Finlay dari Kenya (Foto: dok. pribadi)

    Standar Fairtrade membantu melindungi pekerja dan memastikan kondisi kerja yang aman. Fairtrade menetapkan bahwa gaji harus sama dengan atau lebih tinggi dari rata-rata regional atau upah minimum, seperangkat peraturan keselamatan membatasi penggunaan bahan kimia pertanian dan melarang penggunaan pestisida yang dilarang.

    Membeli Bunga Sekaligus Berdonasi
    Kode 2765 Buket mawar Finlay dari Kenya (Foto: dok. pribadi)

    Oh ya, ada etiket tergantung di salah satu tangkai bunga mawar, tertera kode 2765, saya cari kode tersebut di websitenya Fairtrade, ternyata buket mawar yang saya beli berasal dari Finlay dari pertanian bunga Kenya di Afrika Timur.

    Pertanian bunga Finlay Bunga Kenya
    Finlay memiliki dua pertanian bunga yang berbeda yang luasnya lebih dari 100 hektar, terletak di Afrika Timur dataran tinggi Kenya dekat kota Kericho. Bunga segar diangkut dengan pesawat langsung ke Jerman. Dibawah ini kita bisa melihat dokumentasi, bagaimana bunga mawar dari Kenya di sampai ke supermarket di Jerman.

     

    Agar Mawar Berbunga Lebat Pakai Pupuk Alami dari Kulit Bawang Merah

    Catatan: Fairtrade-Mawar ukurannya lebih besar dari bunga yang biasa saya beli, dan ada 3 warna bunga yang berbeda ;-).

    Sumber: info.fairtrade.net

    Baca juga:
    Bunga Mawar Koleksiku
    Taman Mawar di Lottum Belanda

     

    Baca juga: Klik disini semua postingan kebun emaknya Benjamin

    Demikianlah cerita saya mengenai Membeli Bunga Mawar Sekaligus Berdonasi. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

     

  • Volendam Part II

    Volendam Part II

    Volendam Part II. Berikut ini adalah lanjutan cerita tentang Volendam, oh ya kalau Anda belum membaca cerita sebelumnya klik Liburan ke Negeri van Oranje.

    Belanda identik dengan para pengguna sepeda, dibawah ini beberapa foto hasil bidikan kamera digital saya.

    Volendam Part II
    Kota Volendam Belanda

     

    Kota Volendam Belanda
    Volendam Belanda

     

    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda
    Unik ya sepeda dorong sekaligus buat angkut anak. Kota Volendam Belanda

     

    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda
    Banyak sekali yang bersepeda di Volendam Belanda

     

    Bus di Volendam Belanda
    Bus di Volendam Belanda

     

    Saya suka sekali melihat taman-taman, saya coba bandingkan antara taman-taman di Jerman dan Belanda.

    Model rumah di Volendam Belanda
    Model rumah di Volendam Belanda

     

    Model rumah yang unik di Volendam Belanda
    Model rumah yang unik di Volendam Belanda

     

    Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Taman depan rumah di Volendam Belanda

     

    Gaya model rumah di Volendam Belanda
    Gaya model rumah di Volendam Belanda

     

    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda
    Indahnya Taman depan rumah di Volendam Belanda

    Lanjutannya baca: Jalan-jalan ke Tong tong Fair Pasar Malam di Belanda

     

    *(Foto-foto: dok. pribadi)

    Baca juga:

  • Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje

    Liburan ke Negeri van Oranje. 26 hingga 29 Mei 2012 lalu, Frank dan saya liburan ke Belanda. Berangkat pagi-pagi sekali, jam 4.30, katanya sih menghindari macet, padahal tidak ada macet sama sekali. Ada Peter si GPS yang memberikan petunjuk jalan mana yang terbaik kami harus lalui. Ngantuk berat selama perjalanan Hoaaammm.

    Liburan ke Negeri van Oranje.
    Otw ke Belanda. (Foto: dok. pribadi)

     

    Jam 8.30 sudah masuk wilayah Belanda, selanjutnya menuju Volendam. Jauh banget harus 2 jam lagi di mobil, lanjut!. Tengah hari akhirnya sampai di Volendam, sang mentari pas bersinar dengan teriknya, Panas!.

    Volendam sebuah desa yang indah, merupakan nama kota di Belanda. Letaknya di bagian barat. Tepatnya di provinsi Noord-Holland, Belanda. Frank dan saya berkunjung ke pusat perbelanjaan, yang berada pelabuhan. Kiri kanan jalan yang kami lalui berderet toko-toko; mulai toko-toko dekorasi, toko-toko suvenir, toko pakaian, termasuk juga restoran-restoran. Toko-toko di pelabuhan Volendam buka 7 hari dalam seminggu.

    Kota Pelabuhan Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Volendam sangat ramai oleh para wisatawan, yang paling mencolok wisatawan Asia, kalau mau bertemu warga Indonesia atau Malaysia, ya silakan ke tempat ini :D. Di volendam kita bisa berwisata dengan kapal, mau duduk-duduk di tepi pantai, atau makan-makan di restoran-restoran tepi pantai, bisa menjadi hal yang menyenangkan.

    Volendam merupakan objek wisata populer di Belanda, terkenal dengan perahu atau kapal-kapal memancing dan juga pakaian tradisional masih dipakai oleh beberapa warga. Volendam juga memiliki museum kecil tentang sejarah dan gaya pakaian.

     

    Museum Volendams (Foto: dok. pribadi)

     

    Jangan lupa, di toko-toko pelabuhan kita bisa berfoto dengan kostum tradisional Belanda. Cobalah jalan dulu cek harga-harganya, karena beberapa studio foto yang di ujung jalan lebih murah loh. Foto Frank dan saya ukuran 20×30 cm harganya 17,50 Euro, di beberapa studio lain harganya 20 Euro. Di etalase studio fotonya banyak foto-foto artis, ya tentunya untuk menarik perhatian pengunjung. Foto artis Indonesia yang berfoto dengan kostum tradisional Belanda antara lain: Melly Manuhutu, Kris Biantoro, Maya Rumantir, Miing “Bagito Grup” dan lain-lain (*lupa nama-namanya he-he-he)

    Berfoto dengan Kostum Tradisional Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Oh ya kalau mau membeli souvenir semacam gantungan kunci, magnet (tempelan) kulkas, keramik-keramik, di Volendam tempat termurah yang saya temui.

    Oleh-oleh dari Volendam (Foto: dok. pribadi)

     

    Untuk Taman saya, beli Bibit Bunga Tulip: Warna Biru, Pink dan Hitam (Foto: dok. pribadi)

     

    Bye bye Volendam. Kincir Angin, ciri khas Belanda (Foto: dok. pribadi)

    Bagian 2: Volendam part 2

     

    Baca juga:

  • Horraayy Pohon Ketimunku Berbuah

    Horraayy Pohon Ketimunku Berbuah

    Horraayy Pohon Ketimunku Berbuah. Bulan lalu saya diberikan satu pohon ketimun oleh mama mertua saya. Akhir bulan ini mulai banyak bakal buahnya bermunculan. Saya hitung-hitung sudah ada 9 buahnya, dan juga beberapa bunga-bunganya yang mulai bermekaran. Kalau cuaca mulai panas seperti sekarang ini, enak sekali menikmati salad ketimun, apalagi kalau didinginkan dulu, sluurrrppp nikmat! 😉 .

    Horraayy Pohon Ketimunku Berbuah
    Pohon Ketimunku Muncul Banyak bakal Buahnya (Foto: dok. pribadi)

    Saya ada sih bibit (biji) ketimun, sudah sebulan ditanam baru satu yang tumbuh, itupun kecil sekali. Untunglah mama mertua memberikan saya yang benar-benar sudah jadi pohon. Saya belum sempat membeli kayu (bingkai) untuk merambatnya si pohon ketimun. Setelah saya perhatikan beberapa hari ini ternyata cocok juga loh potnya diletakkan disamping pohon cemara, jadi si ketimun bisa merambat deh.

    Tulisan Terkini

    Beberapa hal mengenai tanaman ketimun:• Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati.
    • Buah mentimun berbentuk silinder, memanjang dengan ujung meruncing, dan mungkin sama besar dengan panjang hingga 60 cm dan diameter hingga 10 cm. Memiliki biji tertutup dan berkembang dari bunga.
    • Ketimun diklasifikasikan sebagai buah-buahan. Namun, seperti tomat dan labu tanaman ini sering dirasakan, disiapkan dan dimakan sebagai sayuran.
    • Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak (90% air) di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
    Penghasil ketimun terbesar didunia adalah China, di peringkat kedua adalah negera Iran, kemudian Turki, Rusia, Amerika, Ukraina, Spanyol, Mesir, Jepang dan Indonesia berada di peringkat 10 (sumber UN Food & Agriculture Organisation 2010)

    Video Horraayy Pohon Ketimunku Berbuah

    Sumber: Wikipedia.org

    Baca juga: Kilas Balik Gagal Totalnya Proyek Berkebun

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

  • Menanam Strawberry di Halaman Rumah

    Menanam Strawberry di Halaman Rumah

    Menanam Strawberry di Halaman Rumah. Sudah beberapa kali saya coba menanam strawberry dari bibitnya, entah karena cuaca yang masih belum cocok dengan si bibit atau entahlah karena faktor apa, sampai 3 bulan bibit strawberrya yang saya tanam tidak tumbuh 🙁 .

    Tanaman Strawberry
    Tanaman Strawberry mulai berbunga

    Kira-kira bulan Maret lalu, saya beli dua tanaman strawberry, masih kecil sekali, harganya 0,99 euro per pohon. Satu jenis strawberry„Elsanta“ dan satunya lagi jenis „Senga Sengana“. Tanaman strawberry rajin saya siram, karena cuaca mulai semakin panas kalau tanaman strawberry kurang air tentu saja buahnya akan sedikit keluarnya.

    Saya pernah melihat dari internet mengenai petunjuk perawatan strawberry, lalu saya kasihlah jerami disekeliling tanamannya, katanya sih untuk menghindari evaporasi. Setelah buah strawberry mulai bermunculan, jerami-jerami tersebut sangat berguna loh! Jadi buahnya tidak menyentuh tanah langsung, buah stroberi tidak kotor kena tanah.

    Tulisan Terkini

    Menanam Strawberry di pot
    Menanam Strawberry di pot bisa berbuah juga

     

    Ternyata belakangan ini, di sekeliling kebun rumah saya, bermunculan banyak tanaman seperti pohon strawberry yang saya beli, saya bertanya ke suami, wah ternyata di sekeliling sepetak kebun rumah kami, banyak strawberry liar. Hmm sebenarnya bukan liar kali ya, sepertinya dari pengontrak rumah sebelum kami yang menanam 😉 . Nah beberapa tanaman strawberry liar tersebut saya pindahkan, dan saya satukan di kebun saya, supaya tidak berserakan agar rapih begitu.

    Baca juga: Beli Strawberry Petik Langsung dari Ladangnya

    Kebun Stroberiku. Strawberry Liar yang ku satukan
    Strawberry Liar yang ku satukan

    23 Mei saya buat video singkat, karena saya liat sudah ada satu strawberry yang buahnya mulai berwarna merah. Walau ukuran kecil, warnanya sudah merah, berarti dalam beberapa hari siap dipanen ya ;-).

    Video Strawberry Rumahan ala Kadarnya di Jerman

     

     

     

    Baca Juga:
    Pengalaman Menanam Stroberi dari Bibitnya
    Beli Strawberry Petik Langsung dari Ladangnya
    Ladang Bunga di Jerman
    Petik Buah Strawberry Putih Pineberry | Berkebun di Balkon Rumah
    Postingan berkebun lainnya

  • Kebun Sayuranku

    Kebun Sayuranku

    Kebun Sayuranku. Halo sahabat berkebun, minggu lalu saya buat dua video singkat mengenai kebun sayuran yang ada di halaman rumahku. Halaman (taman) yang ada tanahnya kecil sih paling 3 meter-an. Sebelah kiri saya tanam khusus bunga-bunga, sebelah kanan khusus sayuran. Video dibawah ini adalah liputat singkat kebun sayurnya.

    Kebun Sayuranku
    Kebun Sayuranku

    Di bagian tersebut ada 4 pohon tomat (tomat besar), pohon-pohon kentang yang tumbuh subur, 3 pohon brokoli, dua bawang bombay, bibit-bibit wortel dan lobak yang mulai tumbuh, sebelahnya ada strawberry-strawberry liar yang saya satukan.

    Oh ya kalau beli kentang, tidak langsung dimasak, maka dalam seminggu akan tumbuh mata tunasnya. Mata tunas saya pisahkan, lalu saya tanam, eh tumbuh. Karena tidak ada tempat kosong lagi, sedangkan mata tunas kentang banyak sekali, maka isenglah saya tanam di samping pohon bunga mawar, wahhh malah pada tumbuh subur ;-).

    Video pertama Menanam Sayuran di Lahan Sempit Halaman Rumah Bisa jugaa

     

     

    Video kedua, yang berada dibawah ini, adalah kebun sayuran juga. Khusus yang ini sayurannya didalam Frühbeet atau No Dig Plot, coba cari-cari namanya dalam bahasa Indonesia tidak ketemu euy!, pokoknya kotak kayu yang bertutup, supaya tanaman terhindar dari angin, hujan deras, atau ketika musim dingin, supaya tanamannya tidak kedinginan gitu, bedengan kali ya namanya? ;-).

    Frühbeet, Bedengan atau No Dig Plot ini dibuat suami tercinta saya, Frank. Buatnya sih sudah dua bulan lalu, tapi tutupnya baru minggu lalu dipasang, itu juga setelah bolak-balik saya tanya “kapan ya tutup frühbeet akan dipasang?” :D, penutupnya (plastik tebal) kurang setengah cm, jadi dibagian ujungnya frühbeet tidak benar-benar tertutup. Tadinya Frank mau cari tutup yang lebih baik, tapi saya bilang “udahlah pasang saja, tidak untuk dijual kok, tidak perlu bagus dan rapih deh daripada tanaman saya rusak kena hujan deras”.

    Didalam Frühbeet ini ada wortel, sawi putih, brokoli, salad maikonig. Disisi kiri dalam wadah plastik, ada beberapa bibit tomat, paprika, beberapa jenis cabai yang mulai tumbuh, taruh frühbeet dulu supaya tidak kena angin kencang atau hujan deras. Oh ya ada juga pohon/tanaman ketumbar dipojokkan frühbeetnya.

    Semua sayuran ini saya tanam dari bibit (biji) pada bulan Februari lalu. Pertama-tama bibitnya saya tanam di tray penyemaian, setelah muncul 3-4 daun saya pindahkan ke wadah lebih besar, seperti box bekas susu cair, setelah makin besar saya pindahkan ke frühbeet.

    Video Menanam Sayuran di Lahan Sempit ala Kadarnya

     

     

    Baca juga:
    Daftar isi berkebun
    Selamat Datang Musim Semi
    Kilas Balik Gagal Totalnya Proyek Berkebun
    Update My Garden

  • Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua. Sabtu minggu lalu, ka Ephie dari Belanda mengunjungi Frank dan saya. Ka Ephie datang bersama teman-temannya dari Belanda, dan mereka menginap di hotel di Heilbronn. Sementara teman-teman ka Ephie jalan-jalan ke Heidelberg, maka ka Ephie mengunjungi saya di Bad Rappenau. Terakhir saya bertemu langsung ka Ephie adalah pada tahun 2009, dan minggu lalu saya bertemu dia kembali „Wow, langsing sekali!“ ;).

    Ka Ephie datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Frank & saya atas pernikahan kami. Ka Ephie tidak bisa hadir di acara bulan lalu, karena pada saat yang sama dia sedang di New York.

    Kami bertiga (Ka Ephie, Frank dan saya) menghabiskan waktu hanya di Bad Rappenau. Pertama kami jalan-jalan mengunjungi pasar dekat rumah. Pasar ini khusus ada di hari rabu dan sabtu. Yang berjualan adalah para petani, yang menjual hasil kebun mereka, dan ada juga tukang daging. Kemudian kami ke toko roti, ka Ephie membeli banyak sekali roti-roti (kue-kue) khas Jerman untuk dibawa ke Belanda. Oh ya karena kami tidak menemukan Brezeln (sudah habis), maka kami ke toko roti satunya lagi, dekat stasiun kereta. Wah, ternyata Brezelnnya sudah habis juga, eh tapi si penjaga toko bilang kalau beli banyak dan bersedia menunggu 15 menit, maka dia akan membuat yang baru. Ka Ephie pesan 5 Brezeln.

    Sambil menunggu Brezeln matang, kami pergi ke kedai kopi diseberang jalan. Frank, ka Ephie dan saya ngobrol-ngobrol sambil sesekali menyeruput kopi (pahit) kami. Selain minum kopi, kami pesan 2 Brezeln yang diolesi butter, dan 2 potong erdbereen kuchen (kue strawberry). Setelah Frank mengambil pesanan brezeln di toko roti seberang jalan, maka kami bertiga lanjut jalan-jalan, kami mengunjungi kota tua Bad Wimpfen. Hari sebelumnya, saya baca koran, ada acara semacam pameran mengenai bunga dan taman pada tanggal 19 dan 20 Mei.

    Disepanjang jalan dekat Bad Wimpfen, mobil-mobil sudah berderet yang parkir, maka kami harus ke lokasi parkir yang agak jauh. Matahari sedang bersinar dengan teriknya, Huhuhu hitam deh kulit saya he-he-he.

    Slide Foto

    This slideshow requires JavaScript.

    Pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 kota tua bersejarah Bad Wimpfen dihias menjadi satu taman yang indah. Tiga air mancur bersejarah, dihias sedemikan rupa. Gang-gang dan lapangan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, teras toko-toko semarak dengan hiasan bunga-bunga beraneka warna didepannya.

    Jalan-jalan yang kami lalui, masih lapang untuk dilalui pengunjung, karena para pedagang, menaruh tenda-tenda jualan mereka berjauhan. Senang sekali melihat bunga-bunga beraneka jenis dan beraneka warna-warna cerah. Ada pula aneka pot-pot bunga, dekorasi (hiasan) yang cantik untuk menghias taman. Untung saat itu, saya tidak lapar mata, jadi cukup senang untuk melihat-lihat saja. Untung ada Frank, suamiku tercinta, jadi dialah yang menjelaskan ke kak Ephie tentang Bad Rappenau, Bad Wimpfen dan hal-hal menarik yang kami lalui.

    Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan bersejarah sejak tahun 1200 masih kokoh berdiri. Kita bisa mendapatkan banyak sekali objek-objek menarik untuk difoto. Kalau Anda tertarik mengunjungi museum, ada 5 museum di Bad Wimpfen yang bisa dikunjungi. Tiket masuknya tidak mahal, mulai 1,5 – 2,5 Euro. Tidak lupa kami menyempatkan diri, makan siang di restoran setempat, mencoba menu lokalnya. Ka Ephie dan saya, pesan menu yang sama yakni maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat (dua pangsit goreng ukuran besar, bawang, dan salad kentang), sedappp sekali!, sayang saladnya tidak habis, karena perut saya masih ukuran perut orang asia, tidak kuat menampung porsi makanan orang Eropa .

    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat
    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat

    Dikota tua ini hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki, jalannyapun tidak diaspal, namun dibuat dari batu-batu yang disusun sedemikian rupa, kadang-kadang menurun, kadang-kadang harus mendaki, jadi jangan coba-coba pakai sepatu berhak ya kalau mau berwisata ke kota tua ;-).

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

    Baca juga:

  • Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini Termasuk Negara Schengen. Kebetulan lagi melihat-melihat website salah satu kedutaan, baru tahu ternyata kini ada anggota baru negara-negara Schengen, yakni negara yang bernama Liechtenstein. Liechtenstein mulai bergabung menjadi anggota negara-negara Schengen pada 19 Desember 2011. Maka total anggota negara-negara Schengen kini menjadi 26 negara. Negara-negara tersebut adalah :

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
    16. Norwegia
    17. Perancis
    18. Polandia
    19. Portugal
    20. Slovakia
    21. Slovenia
    22. Spanyol
    23. Swedia
    24. Yunani
    25. Swiss
    26. Liechtenstein

    Kini jika Anda punya visa schengen, Anda bisa berkunjung ke 26 negara-negara diatas, dan juga silakan kunjungi Liechtenstein ya ;-).

    Beberapa point yang menarik untuk disimak mengenai Liechtenstein, antara lain:

    • The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org) Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen
      The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein beribukota kan Vaduz, adalah negara terkecil keempat Eropa, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino. Liechtenstein adalah sebuah negara pegunungan ganda terkurung daratan di Eropa Tengah. Luas negaranya kurang lebih 120 kilometer persegi yang, terletak di tepi timur Sungai Rhein, di antara negara Austria dan Swiss. Diperkiraan populasi penduduknya hanya 35.000 jiwa. Kota terbesar di Liechtenstein adalah Schaan. Liechtenstein memiliki utang eksternal terendah di dunia. Liechtenstein juga memiliki tingkat pengangguran terendah kedua di dunia sebesar 1,5% (Monaco adalah pertama).

    • Segala urusan luar negeri negara berbahasa Jerman ini diurus oleh Swiss. Liechtenstein terkenal pula dengan jasa perbankan dan mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, terutama penjualan prangko. Mata uang negara ini sama dengan Switzerland, yakni Swiss franc (CHF).

     

    • Government Building, Vaduz, Liechtenstein – Seat of Government and Parliament. (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein adalah negara kecil, namun kaya (berdasarkan GDP per kapita). Dikenal sebagai negara kerajaan karena merupakan monarki konstitusional yang dikepalai oleh seorang pangeran. Liechtenstein dibagi menjadi 11 kotamadya. Kebanyakan dari wilayahnya adalah pegunungan, sehingga olahraga musim dingin menjadi yang utama. Negara ini memiliki sektor keuangan yang kuat terletak di ibukotanya, Vaduz, dan telah diidentifikasi sebagai surga pajak. Liechtenstein adalah anggota dari Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa dan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa, dan anggota Wilayah Schengen tetapi tidak tergabung dengan Uni Eropa.

    • Pajak usaha yang sangat rendah (terendah di Eropa), tarif pajak maksimum 20% Liechtenstein juga menghasilkan pendapatan dari Stiftungen (“yayasan”), yang merupakan entitas keuangan diciptakan untuk meningkatkan privasi kepemilikan keuangan asing bukan penduduk. Yayasan ini terdaftar atas nama sebuah Liechtensteiner.
      • Äule Street, Vaduz, Liechtenstein (Foto: wikipedia.org)

        Liechtenstein adalah produsen besar keramik dan merupakan produsen terbesar di dunia dari pembungkus / kulit sosis, unit penyimpanan kalium dan gigi palsu. Industri lainnya termasuk elektronik, tekstil, manufaktur logam, peralatan listrik, baut jangkar, kalkulator, farmasi, dan produk makanan. Perusahaan internasional dan perusahaan terbesar adalah Hilti, produsen sistem pengikat langsung dan high-end alat-alat listrik. Liechtenstein memproduksi gandum, barley, jagung, kentang, produk susu, peternakan, dan anggur. Pariwisata menyumbang sebagian besar perekonomian negara.

     

    Heliport in Balzers, Liechtenstein. In the background the castle Gutenberg and Liechtenstein Alps (Foto: wikipedia.org)

     

    Liechtenstein tidak memiliki bandara. Bandara besar terdekat adalah Zürich Airport di Swiss (130 km/80 mil melalui jalan darat). Bandara kecil terdekat adalah St Gallen Bandara (50 km/30 mil). Ada heliport kecil di Balzers di Liechtenstein yang tersedia untuk penerbangan helikopter carteran.

     

    • Kepolisian Liechtenstein bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam negeri. Badan kepolisian terdiri dari 87 petugas lapangan dan 38 staf sipil, sebanyak 125 pegawai. Semua petugas dilengkapi dengan senjata ringan. Negara ini memiliki salah satu tingkat terendah di dunia kejahatan. Penjara Liechtenstein sedikit, jika ada, narapidana dengan masa tahanan lebih dari dua tahun akan ditransfer ke yurisdiksi Austria. Kepolisian Liechtenstein mempertahankan perjanjian trilateral dengan Austria dan Swiss yang memungkinkan kerja sama lintas perbatasan antara pasukan polisi dari tiga negara.Moto negara Liechtenstein : Für Gott, Fürst und Vaterland (For God, Prince and Fatherland). Jadi kepengen tinggal di Liechtenstein, sepertinya negaranya tenang, tenteram, damai sentosa. Kira-kira ada warga Indonesia yang menetap disanakah? 😉 .Sumber: wikipedia.org

       

      Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer Jerman. 21 April 2012. Hari itu kami (keluargaku), ka Rina, suami dan putranya Nico, kami berwisata ke museum di Speyer. Mamaku dan saya naik mobilnya ka Rina, sedangkan Roy dan ayahku bersama Frank satu mobil. Bertanya ke mbah google jarak dari Bad Rappenau ke Speyer adalah sekitar 59 km, ya karena ada sedikit macet dan juga sempat hujan sebentar, maka jadi membutuhkan waktu lebih dari sejam-an. Sesekali saya ngobrol dengan ka Rina supaya tidak bosan. Setelah dari museum ka Rina sekeluarga langsung balik ke Belanda ;-).

    Museum Tehnik Speyer: Museum ini buka 365 hari sepanjang tahun. Senin sampai Jumat buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, sedangkan Sabtu & Minggu buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.

    Tiket masuk museum untuk anak-anak sampai usia 5 tahun GRATIS, dewasa 14 EUR, kalau Anda juga berminat sekalian untuk menonton film 3D maka tiketnya menjadi 18 EUR, anak-anak 14 EUR. Kalau mau menonton saja dan tidak pergi ke museum maka untuk anak-anak sampai 14 tahun 7,50 EUR sedangkan dewasa 10 EUR.

    Sebaiknya dari awal Anda memutuskan apakah mau menonton atau tidak, karena kalau beli tiket museum sekaligus dengan tiket menonton maka akan lebih hemat. (1 EUR kira-kira = Rp. 12.000).

    Semua judul film 3D nya dalam bahasa Jerman!.

    Bagi penyandang cacat tiketnya sama dengan harga tiket untuk anak-anak dibawah usia 14 tahun, diskonnya juga berlaku bagi pendampingnya. Anda harus siapkan kartu identitas. Sebagai catatan 95% area museum dapat dilalui bagi penyandang cacat, dapat diakses dengan kursi-roda, kecuali area Boeing 747 atau Spaceship BURAN tidak bisa karena Anda harus menaiki tangga.

    Anda juga bisa masuk GRATIS jika pada saat kunjungan Anda sedang berulang tahun, berlaku untuk anak-anak dan dewasa dengan menunjukkan kartu identitas.

    Lah saya kok jadi membahas detail mengenai harga tiket museum, seperti marketingnya saja he-he-he. Oke lanjut ceritanya ya!

    Tiket jangan hilang ya, karena kita bisa mengunjungi Museum Wilhelmsbau yang ada didekat area Museum Tehnik. Jam buka Museum Wilhelmsbau dari 11 siang sampai jam 6 sore. Sayang keluarga dan saya tidak berkesempatan masuk ke Museum Wilhelmsbau ini. Kalau mau lihat detail tentang Museum Wilhelmsbau klik http://speyer.technik-museum.de/en/en/museum-wilhelmsbau

    Di museum Tehnik Speyer ini kita bisa melihat-lihat pesawat terbang, pesawat jet, kereta api, mobil-mobil kuno, beberapa tipe kapal, seperti kapal selam, macam-macam motor kuno dan modern, alat musik seperti organ dan lainnya, kendaran-kendaraan militer dengan berbagai tipe dan model. Pengunjung bisa menyentuh dan masuk ke kendaraan tersebut, kecuali kalau ke mobil-mobil tidak bisa karena ada pagar pembatasnya.

    Video Boeing 747 ketika akan dibawa ke museum

    Pengunjung bisa melihat beberapa Miniatur Model Museum, ada miniature pedesaan atau perkotaan dilengkapi kereta api, kalau pengunjung ingin melihat Miniaturnya bergerak silakan masukkan uang logam 1 sampai 2 Euro.

    Video Pesawat Rusia Spaceshuttle BURAN ketika akan dibawa ke museum

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Jumat, 20 Juli 2012. hari itu adalah hari pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Sejak jam 10 pagi mama dan saya sudah mulai dandan dan memakai kebaya, kami dandan sendiri di apartemen, saya diberikan satu set alat rias dan make-up lengkap yang semuanya baru dan masih bersegel. Adik saya Wana yang menitipkannya ke mama, merek terkenal euy, pasti mahal deh!, makasih ya Wan ;-).

    Saya dandan sendiri, kemudian mamaku yang menyanggul dan menata rambut saya. Sanggul dan hiasan rambutnya dibawa mama dari Jakarta. Selesai membuat sanggul saya, mama menyanggul rambutnya sendiri. Dulu mamaku pernah mengikuti kursus merias wajah dan sanggul dari Martha Tilaar atau Sariayu, lupa yang mana he-he-he

    Jadi ketika mama dan saya sibuk dandan, saya mintalah Frank untuk mengajak jalan-jalan ayah dan adik saya Roy ke kota tua dekat tempat tinggal kami. Saya pikir daripada hanya berdiam diri di apartemen, maka lebih baik kaum prianya mempergunakan waktu sebaik mungkin. Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Rumah-rumah dan gedung-gedung tua masih terpelihara dengan baik. Ayah, Roy dan Frank mengunjungi salah satu gereja di Bad Wimpfen, saya saja belum pernah masuk ke gereja tersebut.

    Selamat Datang di Kota Tua, Bad Wimpfen
    Kota Tua, Bad Wimpfen
    Frank dan Roy

    Informasi detail mengenai sejarah Bad Wimpfen klik disini

    Slide foto, masukkan password: silaen klik disini atau klik disini

     

    Tulisan Terkini

  • Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    This slideshow requires JavaScript.

    19 April 2012. Hari Pertama keluargaku di Jerman, mereka merasa sangat kedinginan, buatku sih sudah biasa-biasa saja udaranya. Menurutku suhu 8-13 derajat celcius sejuk, menurut keluargaku dingin bbbrrrr :D. Berhubung hanya 13 hari di Jerman, maka saya harus membawa keluargaku lihat-lihat sekitar tempat tinggalku di Bad Rappenau ini.

    Kelas bahasa Jerman, mulai jam 13.30, hari itu Frank kerja pagi, jadi pagi-pagi saya sudah datang ke apartemen, tempat keluarga saya tinggal. Dari rumah, saya bawa dua tentenggan kanan kiri berat banget, isinya jaket-jaket tebal punya Frank dan saya, mau kasih pakai keluargaku.

    Saya bilang mereka, “Cuma 2 minggu disini, jangan ngerem dirumah saja, ini jaket-jaket tebal dipakai, ayo kita jalan-jalan kedua taman dekat sini, ayooo bergerak. Udara dingin harus dilawan, jangan dibawa santai cuma malas-malasan, kalau santai nanti saja pas balik ke Indonesia”. Gaya saya lagi galak he-he-he :P.

    Jam 10 an pagi, kami keluar apartemen, pertama menuju ke Salinen Park. Untuk nyebrang ke taman, mau naik tangga yang puluhan anak tangga atau lift? Pasti pilih naik lift :D. Selama perjalanan saya ceritakan tentang sekitar tempat yang kami lalui. Adik saya Roy, sesekali merekam kami dengan hadycamnya. Tiba di Salinen Park, kami menikmati udara segar inhalasi outdoor dari Gradierwerk. Setelah puas jalan-jalan di Salinenpark, pulangnya lewat rute lain, tembus di Kurpark. Jalan kaki 1,5 jam-an buat saya segar, buat keluarga saya pegelnya poll he-he-he ya karena di Jakarta jarang toh jalan kaki kemana-mana, karena angkutan umum murah, jarak dekat saja bisa naik angkot, beda dengan disini, kemana-mana harus banyak jalan kaki.

    Tiba di apartemen, saya masak spageti carbonara untuk makan siang. Selesai makan siang, saya diantar Frank ke tempat kursus bahasa Jerman, kemudian gantian Frank yang antar keluarga saya jalan-jalan di Bad Rappenau, mereka borong membeli sepatu! ;-).

    *Klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Baca juga :
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

  • Selamat Datang di Jerman

    Selamat Datang di Jerman

    Selamat Datang di Jerman. Berikut ini saya ingin menceritakan mengenai kedatangan keluargaku di Jerman. Yang datang adalah kedua orangtua dan salah satu adik saya Roy. Mereka datang menggunakan maskapai Qatar airlines, dari Jakarta berangkat 17 April 2012 jam 17:40.

    Tiket saya pesankan di travel langganan di Jakarta, jauh-jauh hari sebelum apply visa sudah booking tiketnya per orang 970 USD; hampir seminggu setelah visa keluar, tiket belum diissued, dengan harapan bisa dapat harga lebih murah, ternyata malah jadi lebih mahal hehehe, akhirnya per-orang tiketnya 1.060 USD; ya sudah langsung diissued tiketnya, daripada naik lagi karena terlalu dekat tanggal keberangkatan.

    Sebelum keberangkatan, saya briefing benar-benar adik saya melalui telepon hampir 1 jam, mengingat ini adalah traveling pertama kali ke Eropa dan bersama orangtua: Saya jelaskan ke Roy, apa-apa saja yang harus dilakukan, mulai dari bandara keberangkatan, ketika transit di DOHA dan ketika mendarat di bandara Frankfurt, bagaimana ketika pemeriksaan imigrasi, bagaimana didalam pesawat, apa saja yang harus dibawa dan dipersiapkan. Ternyata Oo ternyata banyak dari point-point ketika briefing tidak dilaksanakan Gubrakkkk.com deh.

    Tulisan Terkini

    Keluargaku transit dua jam-an di Doha, mereka tidak sempat cuci mata di bandara, lihat-lihat toko-toko ataupun belanja, karena begitu turun dari pesawat harus pindah ke pesawat lain, jarak dari pesawat yang membawa mereka dari Jakarta ke pesawat satunya lagi, lumayan menyita waktu, harus menggunakan bus bandara, kemudian melewati pemeriksaan imigrasi yang panjanggg sekali, kemudian mencari counter check-in untuk keberangkatan selanjutnya.

    Dari Jakarta mereka berangkat dengan nomer penerbangan QR 673; dari Doha ke Frankfurt menggunakan QR 27. Bagasi per orang 23 kg. Tiga orang berarti 69 kg. Ternyata Oo ternyata total bagasi mereka bertiga adalah 105 kg, jadi harus membayar kelebihan bagasi senilai 400 USD. Sebelum berangkat sih sudah bilang mama saya, kalau sampai kelebihan bagasi, barang-barang tidak urgent bisa ditinggal, bawa pulang lagi saja, namun bagaimana mau dikurangi isi bagasi, wong barang-barang mereka 4 kardus besar yang sudah di-isolasi sejak dari rumah, berikut 3 koper.

    Pesawat berangkat tepat waktu, ketika mendaratpun tepat waktu, yakni jam 6.55 waktu Jerman. Frank dan saya tiba beberapa menit sebelumnya, namun keluarga saya baru selesai dengan urusan bagasi lewat jam 8 pagi. Di Frankfut kalau mau pakai troley untuk bawa bagasi, harus masukan 2 Euro supaya bisa ambil troleynya, adik saya jadi keluar dulu menemui saya untuk minta koin, mereka gunakan 2 troley.

    Setelah semua bagasi komplit, maka siap-siap menuju pintu keluar, nah akan melewati meja pemeriksaan lagi, tidak semua penumpang sih, secara acak saja yang diperiksa. Keluargaku karena bawa 4 dus besar, dicegat deh, dua dus yang sudah dibungkus rapi, dibongkar petugas bandara, dicek isinya. Mungkin karena isi dusnya sama saja, tidak ada barang yang mencurigakan, maka dua dus lainnya tidak dibuka petugasnya. Padahal isi dus yang tidak dibuka, ada serantang nasi dan serantang rendang, berikut kentang ha-ha-ha, untung saja, bisa-bisa disita tuh!.

    Harus diperhatikan apa-apa saja yang menjadi larangan untuk dibawa ke Jerman: seperti rokok, maksimum dibolehkan satu pak isi 10 atau 12 bungkus, lebih dari satu pak, maka siap-siap kena denda yang besar sekali nilainya. Bahan (makanan) olahan dari daging dan atau produk susu, tidak boleh dibawa, kalau ketahuan tidak didenda sih, hanya disita saja.

    Parkir di bandara Frankfurt 4 Euro/jam, dirupiahkan besar sekali nilainya. Cuma parkiran di bandara yang nilainya setinggi langit. Pas sampai di mobil, kami bingung bagaimana mau masukkin semua barang (105 kg) ke bagasi mobil? Mau ditinggal, harus cari deposit penyimpanan barang, belum tahu harga sewanya berapa perhari, apalagi kalau mau balik ke bandara, jauh dari rumah, 1,5 jam-an jarak tempuh jalan tol (lancar), mau naik kereta, bingung turun naiknya. Akhirnya setelah Frank putar otak, coba-coba berbagai posisi barang-barang, thanks God muat semua di mobil ;-).

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Baca juga :
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

error: Content is protected !!