Selamat Datang di Jerman

Berikut ini saya ingin menceritakan mengenai kedatangan keluargaku di Jerman. Yang datang adalah kedua orangtua dan salah satu adik saya Roy. Mereka datang menggunakan maskapai Qatar airlines, dari Jakarta berangkat 17 April 2012 jam 17:40.

Tiket saya pesankan di travel langganan di Jakarta, jauh-jauh hari sebelum apply visa sudah booking tiketnya per orang 970 USD;  hampir seminggu setelah visa keluar, tiket belum diissued, dengan harapan bisa dapat harga lebih murah, ternyata malah jadi lebih mahal hehehe, akhirnya per-orang  tiketnya 1.060 USD; ya sudah langsung diissued tiketnya, daripada naik lagi karena terlalu dekat tanggal keberangkatan.

Sebelum keberangkatan, saya briefing benar-benar adik saya melalui telepon hampir 1 jam, mengingat ini adalah traveling pertama kali ke Eropa dan bersama orangtua: Saya jelaskan ke Roy, apa-apa saja yang harus dilakukan, mulai dari bandara keberangkatan, ketika transit di DOHA dan ketika mendarat di bandara Frankfurt, bagaimana ketika pemeriksaan imigrasi, bagaimana didalam pesawat, apa saja yang harus dibawa dan dipersiapkan. Ternyata Oo ternyata banyak dari point-point ketika briefing tidak dilaksanakan Gubrakkkk.com deh.

Keluargaku transit dua jam-an di Doha, mereka tidak sempat cuci mata di bandara, lihat-lihat toko-toko ataupun belanja, karena begitu turun dari pesawat harus pindah ke pesawat lain, jarak dari pesawat yang membawa mereka dari Jakarta ke pesawat satunya lagi, lumayan menyita waktu, harus menggunakan bus bandara, kemudian melewati pemeriksaan imigrasi yang panjanggg sekali, kemudian mencari counter check-in untuk keberangkatan selanjutnya.

Dari Jakarta mereka berangkat dengan nomer penerbangan QR 673; dari Doha ke Frankfurt menggunakan QR 27. Bagasi per orang 23 kg. Tiga orang berarti 69 kg. Ternyata Oo ternyata total bagasi mereka bertiga adalah 105 kg, jadi harus membayar kelebihan bagasi senilai 400 USD. Sebelum berangkat sih sudah bilang mama saya, kalau sampai kelebihan bagasi, barang-barang tidak urgent bisa ditinggal, bawa pulang lagi saja, namun bagaimana mau dikurangi isi bagasi, wong barang-barang mereka 4 kardus besar yang sudah di-isolasi sejak dari rumah, berikut 3 koper.

Pesawat berangkat tepat waktu, ketika mendaratpun tepat waktu, yakni jam 6.55 waktu Jerman. Frank dan saya tiba beberapa menit sebelumnya, namun keluarga saya baru selesai dengan urusan bagasi lewat jam 8 pagi. Di Frankfut kalau mau pakai troley untuk bawa bagasi, harus masukan 2 Euro supaya bisa ambil troleynya, adik saya jadi keluar dulu menemui saya untuk minta koin, mereka gunakan 2 troley.

Setelah semua bagasi komplit, maka  siap-siap menuju pintu keluar, nah akan melewati meja pemeriksaan lagi, tidak semua penumpang sih, secara acak saja yang diperiksa. Keluargaku karena bawa 4 dus besar, dicegat deh, dua dus yang sudah dibungkus rapi, dibongkar petugas bandara, dicek isinya. Mungkin karena isi dusnya sama saja, tidak ada barang yang mencurigakan, maka dua dus lainnya tidak dibuka petugasnya. Padahal isi dus yang tidak dibuka, ada serantang nasi dan serantang rendang, berikut kentang ha-ha-ha, untung saja, bisa-bisa disita tuh!.

Harus diperhatikan apa-apa saja yang menjadi larangan untuk dibawa ke Jerman: seperti rokok, maksimum dibolehkan satu pak isi 10 atau 12 bungkus, lebih dari satu pak, maka siap-siap kena denda yang besar sekali nilainya. Bahan (makanan) olahan dari daging dan atau produk susu, tidak boleh dibawa, kalau ketahuan tidak didenda sih, hanya disita saja.

Parkir di bandara Frankfurt 4 Euro/jam, dirupiahkan besar sekali nilainya. Cuma parkiran di bandara yang nilainya setinggi langit. Pas sampai di mobil, kami bingung bagaimana mau masukkin semua barang (105 kg) ke bagasi mobil? Mau ditinggal, harus cari deposit penyimpanan barang, belum tahu harga sewanya berapa perhari, apalagi kalau mau balik ke bandara, jauh dari rumah, 1,5 jam-an jarak tempuh jalan tol (lancar), mau naik kereta, bingung turun naiknya. Akhirnya setelah Frank putar otak, coba-coba berbagai posisi barang-barang, thanks God muat semua di mobil ;-).

This slideshow requires JavaScript.

 

Baca juga :
Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

Advertisements
Advertisements

12 Comments

  1. Theo November 29, 2013
    • pursuingmydreams November 29, 2013
  2. Ahmad Berkah August 13, 2013
    • pursuingmydreams August 13, 2013
  3. Destya Fajriana August 30, 2012
    • pursuingmydream August 30, 2012
  4. santi July 8, 2012
    • pursuingmydream July 8, 2012
  5. sari irawati June 28, 2012
    • pursuingmydream June 28, 2012
  6. Viking Pink May 8, 2012
    • pursuingmydream May 8, 2012
error: Content is protected !!