Selain berkebun, hobby baru saya sejak menetap di Jerman adalah mencoba masakan-masakan baru dan tentunya mencoba makan setiap makanan enak maupun yang tidak cocok di lidah (tidak enak :D) yang saya temukan disini 😉
Cemilan Asin Schinken Schnecken. Saya dapat resep dibawah ini, dari rekan kerja suamiku. Cemilannya enak sekali, yang mau silakan coba dibuat ya 😉 .
Schinken Schnecke Cemilan sambil Nonton Bola
Bahan yang dibutuhkan:
• 1 Roll kulit pembungkus gunakan yang untuk pizza • 200 gram Kochschinken (bisa ganti daging ayam atau sapi) • Daun bawang secukupnya diiris halus • 1 cup cream padat • 1 putih telur • 200 gram keju Gouda parut
Cara Pembuatan: • Daging (Kochschinken), daun bawang, cream, putih telur dan keju Gouda dicampur menjadi satu. • Aduk hingga semua bahan tercampur dengan baik. • Kemudian taruh campuran tersebut diatas kulit kue (Blätterteig) • Gulung kulit, lalu potong kira-kira 2 cm, letakkan diatas kertas kue • Panggang dalam oven 150-170 derajat C; kira-kira 20-30 menit.
Masakan Mie ala Jerman Schnitzel Spätzle Topf. Kali ini saya masak masakan Jerman, namanya Schnitzel-Spätzle Topf. Masak cepat pakai bumbu instan saja. Oh ya walau pakai bumbu instan, hidangan Jerman ini tidak membuat kita haus melulu loh, kalau di tanah air kan bikin masakan pakai bumbu instan sering banget ya haus melulu setelah menyantap makanannya.
Cara Membuat: • Masak mie (setengah matang). • Potong-potong daging lalu tumis-tumis dengan minyak secukupnya hingga berwarna coklat. • Bawang bombay di iris-iris kemudian tumis hingga layu, masukkan jamur merang yang juga telah dipotong-potong. • Masukkan tumisan daging kedalam campuran bawang bombay dan jamur, masukkan 500 ml air dingin. • Masukkan bumbu-bumbu masak, seperti garam, lada dll. • Masukkan 100 ml krem pengental, Anda bisa gunakan tepung sagu. • Masukkan mie yang setengah matang. • Masak kira-kira 10-15 menit.
Video Masakan Mie ala Jerman:
Suami tercinta suka sekali menu makan siang ini, dia bilang malam bikin lagi ya 😉 .
Masakan Serba Wortel. Wortel banyak sekali dikulkas kami. Suami tercinta di minta beli wortel beberapa buah, dia malah beli sekilo. Alasannya sih, di supermarket sedang tidak ada wortel yang satuan. Nah daripada wortelnya layu karena kalamaan di kulkas, maka dalam satu hari wortel saya masak semua deh!.
1. Wortel bikin bakwan. Hari sebelumnya, pas ada tauge di supermarket. Bakwan ini saya buat dari campuran wortel diparut kasar (kalau dipotong-potong lama bo! 😛 ), jagung, tauge, tepung terigu, satu butir telur, garam dan bumbu-bumbu secukupnya, seperti lada, serbuk cabe, bumbu-bumbu lain yang ada didapur, saya tuang-tuang aja sedikit-sedikit hehehe. Mantap deh makan bakwan dengan sambal pedas botolan.
Mau Diet dan sehat?, Sering Makan Salad ya. Anda ingin mengurangi berat badan? kurangi makan berlemak dan coba beralih ke sayur-sayuran. Disini (Jerman), saya sering makan salad, karena di supermarket banyak pilihan jenis salad (sayuran) nya.
Suatu hari suami dikasih salad dari salah seorang pasiennya, petik langsung dari kebun si pasien. Begitu sampai rumah, langsung saya bersihkan, dan kami santap sebagai pembuka makan siang ;-).
Dikasih Salad, baru petik dari kebunnya pasien suami (Foto: dok. pribadi)
Berhubung salad dari kebun kami belum cukup besar untuk dipetik, maka lain waktu kami beli salad dari supermarket. Cara mempersiapkan salad yang mau disantap, sangat mudah ko.
Salad (Sayur) dicuci dengan bersih.
Siapkan bahan campuran untuk salad: yakni cairan asam, disini saya gunakan kühne salatwürze dan bumbu saladnya saya gunakan keluaran produk knorr, salatkrönung knorr, lalu satu sampai dua sendok teh gula pasir (mengurangi rasa asam) si cairan asam (cuka) tadi, aduk-aduk di mangkok (wadah) besar.
Potong-potong (tanpa pisau) salad yang sudah dicuci bersih kedalam bumbu salad yang sudah dipersiapkan.
Aduk-aduk, hingga salad terkena bumbunya.
Selamat menikmati.
Kalau Anda suka, bisa juga membuat salad ketimun dan tomat, caranya sama seperti diatas ;-).
Roti Boy SegiEmpat. Suami tercinta suka banget makan roti boy ketika dia di Jakarta, nah saya cobalah cari resepnya di internet. Pertama kali bikin adonannya kok lembek banget dan lengket. Coba lihat kemasan tepungnya ternyata yang saya gunakan adalah tepung gandum, saya tambahkan ragi seperti yang disuruh diresepnya, ternyata di kemasan tepungnya itu sudah termasuk ragi, parahhh 😛 . Suami suka dengan hasil rotinya, saya sih karena terpaksa ya makan deh.
Kedua kali membuat roti boy minggu lalu, berbekal tepung terigu yang sudah benar, maka saya semangat 45 membuatnya. Ternyataaaa adonannya lebih lembek dari yang pertama kali dan lengket, pusing deh ah. Oh ya pembuatan pertama dan kedua, saya siapkan tepung terigu dipiring supaya bisa dibalurkan ke tangan pas pegang adonnannya.
Pembuatan kedua ini saya gunakan kopi instan yang harum banget. Setelah adonan dibentuk bulat (beberapa kali karena selalu melebar), saya pangganglah, Oooo „katastrophe“ kalau kata orang Jerman, artinya bencana!!!. Bulatan adonan roti boy semuanya melebar menjadi satu, saling menempel dengan sebelahnya. Ya sudahlah saya diamkan saja, hingga matang, lalu saya potong-potong diatas loyangnya, alhasil bentuknya jadi segiempat. Rasanya mantappp, enakkk, hanya bentuknya saja yang aneh 😉 .
Saya tidak mengertilah, salah dimana, resep sudah saya ikuti dengan seksama. Mungkin ketika mendiamkan adonan kurang lama? Dibilangnya 30 menit, tapi mungkin karena pembuatannya di Jerman, udaranya dingin, harusnya saya diamkan dulu adonannya 1-2 jam kali ya?.
Saat ini belum bersemangat lagi membuat roti boy, karena pengerjaannya yang lama. Yang mau mencoba membuat resepnya dibawah ini ya 😉 .
Resep Roti Boy 500 gram tepung terigu protein tinggi 100 gram gula 11 gram ragi instant 4 butir kuning telor 300 ml air es (aku cuma pakai 200 ml) ½ sdt garam 100 gram mentega 25 gr susu bubuk
*memberi garamnya sebelum proofing ke2 bareng dengan mengisi butter Jadinya ngembang
Cara membuat: • Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata. • Masukkan air es 200 ml dan telur, aduk dan uleni sampai rata. • Masukkan mentega dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis. • Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali. Kurang lebih 30 menit, tergantung kehangatan suhu ruangan. • Setelah mengembang, kempiskan lalu ambil adonan seukuran yang diinginkan, sekitar 40-50 gram. Bulatkan, gepengkan, isi dengan butter beku. • Setelah diisi, tutup, bulatkan lagi. Biarkan mengembang lagi sekitar 30-60 menit. • Setelah mengembang, semprotkan topping yang dimasukkan ke piping bag (plastik segitiga), semprotka n melingkar seperti obat nyamuk. • Oven 20 menit dengan suhu 180 C
Topping: 50 gr gula halus 50 gr gula palem 100 gr mentega 80 gr telur coba pake putih telur ajah 130 gr terigu protein rendah. 1 sdt kopi instant + 1 sdm air panas 1 sdt essence kopi moka
• Kocok mentega, gula, telur hingga lembut dengan mixer, masukkan tepung terigu, aduk rata jangan dimixer, tuang kopi dan essence kopi, aduk rata. • Masukkan adonan kedalam plastik segitiga. Gunting kecil ujungnya. Semprotkan diatas roti bulat yang sudah mengembang terakhir dengan arah seperti obat nyamuk. • Panggang roti dalam oven hingga matang
Resepnya buatan: mawardani_dahliasari dan lia wahyuu (membernya NCC Indonesia).
Selamat Mencoba 😉 .
*Klik Gambar untuk memperbesar (melihat ukuran penuh)
Dengan Panci Presto WMF Memasak Jadi Mudah. Jadi ceritanya kami punya panci presto, kalau disini dibilangnya schnelltopf (schnell = cepat ; topf = panci). Panci ini kami beli dengan diskonan supermarket. Panci buatan Jerman, mereknya WMF, pokoknya orang-orang sini sudah tahu kalau peralatan makan dan perkakas dapur merek tersebut adalah merek terkenal sekaligus muahal!. Kalau tidak ada diskonan jangan harap saya mau beli hehehe.
Di supermarket langganan kami ada promo, setiap belanja 5 Euro, dapat satu sticker kecil (semacam perangko), setelah menempelkan 30 stikernya (1 stiker dikasih gratis), kita bisa dapat diskonan produk-produk alat rumah tangga yang kita inginkan, tentunya yang memang sedang dipromosikan, seperti : pembuat kopi, toaster, teko masak air, piring pasta, piring pizza, peralatan makan (sendok garpu pisau) dan panci presto.
Dengan 30 stiker tersebut, maka saya bisa membeli pancinya dengan harga 69,99 Euro, harga tersebut sudah diskon 55% dari harga normal. Di lembaran tempelan stikernya tertera harga normal pancinya, namun saya tidak langsung percaya dong. Cek dulu ah ke toko perlatan rumah tangga, eh ternyata memang seperti yang tertera harganya.
Selain mempersingkat waktu memasak aneka daging, dengan panci ini jadi hemat listrik dan atau gas, karena yang biasanya saya masak daging selama 1,5 jam (sampai empuk), dengan panci ini hanya butuh 20 menit, dijamin empuk! 😉 .
Video Cara Menggunakan PANCI PRESTO WMF Agar Tidak Meledak
Pancinya ukuran 6,5 liter, lumayan berat euy. Ini ketiga kali saya gunakan pancinya untuk masak daging, kalau orang sini bilang nama masakannya “gulasch” sama aja seperti rendang ala Indonesia. Bahan untuk membuat gulasch adalah setengah kilo daging sapi, dua buah bawang Bombay diiris, saya gunakan juga dua paprika.
Cara pembuatan “gulasch”, tumis bawang bombay dengan minyak goreng, tambahkan minyak, setelah minyak panas, masukan dagingnya, aduk-aduk hinga berwarna abu-abu atau coklat muda, masukkan 800 ml air, masukkan paprika, lalu masukkan bumbu gulaschnya dua bungkus (sudah ada bumbu jadi).
Tutup pancinya dengan baik, masak dengan api besar. Diatas peganggan panci ada bulatan berwarna orange dan kuning yang akan muncul perlahan ketika panci mulai panas, akan terdengar bunyi gemuruh karena uap yang keluar dari lubang panci dibagian atas.
Pertama kali gunakan panci ini agak serem juga takut meleduk ha-ha-ha, untungnya suami ada dirumah, pokoknya pertama kali saya diajari cara memasang tutup panci dan cara mengeluarkan seluruh uap panci, saya disuruh baca buku panduannya ada dalam versi bahasa Inggris, saya bilang: “.. males ah, banyak banget tulisannya, mending langsung ajarin saya aja” .. ngelesplusmalas.com 😛 .
Video Cara Lepas dan Pasang Tutup Gagang Panci Presto WMF
Setelah bulatan penanda sepenuhnya muncul (dalam 20 menit), perlahan mundurkan katup panci disisi kanan kiri pegangan panci, uap akan keluar dengan suara mendesis keras sssshhhhh ssshhh, mundurkan lagi perlahan hingga katup pancinya mentok. Setelah panci dibuka, maka gulasch atau rendang siap disantap. Oh ya kali ini gulasch kami santap dengan mie berwarna-warni.
This slideshow requires JavaScript.
Demikianlah postingan saya mengenai Dengan Panci Presto WMF Memasak Jadi Mudah. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.
Asyik dikasih Sekantong Buah Apel Bikin Kue Yuukk. Kali kedua nih saya dikasih sekantong buah apel dari kebun teman saya Ni Luh. Seperti yang lalu-lalu, kalau ada banyak apel, maka saya akan bikin kue Apfelkuchen kesukaan suami tercinta. Gunakan loyang besar, karena kalau pakai Loyang kotak yang kecil, belum sehari kuenya sudah habis euy.
Beberapa waktu lalu, suami dan saya jalan-jalan mengunjungi satu pusat pertokoan yang khusus menyediakan isi rumah. Ada lantai khusus untuk perabotan ruang tamu, lantai berikutnya khusus peralatan kamar mandi, lantai berikutnya lagi khusus ruang tidur, lantai berikutnya lagi khusus ruang makan dan lantai berikutnya lagi, yang terakhir isinya khusus perabotan dan atau peralatan dapur.
Berbagai model (tipe) perabotannya, ada gaya Itali, Asia, timur tengah, Amerika dan Eropa. Khusus disini saya mau membahas mengenai dapur saja. Kami melihat banyak perabotan, namun yang paling berkesan buat suami dan saya adalah model dapur yang kami temui di pusat pertokoan tersebut.
Pertama model dapur dibawah ini Model dapur minimalis, untuk ruang yang tidak luas.
Menurut kami sangat simple, tidak butuh ruangan yang luas untuk dapur ini. Dua sisi depan dan belakang (atau kanan kiri). Satu sisi untuk area memasak (kompor), dibawahnya tempat memanggang (oven). Model kompornya yang rata seperti lantai, tinggal tekan tombol-tombol disisi kanan atau kirinya untuk menyalakan atau mematikan kompornya. Konon model kompor semacam ini, harus dengan panci khusus juga, tidak bisa sembarang panci cocok dengan kompornya. Pada samping bawah kanan kiri kompor dan oven, ada masing-masing tiga laci untuk menyimpan peralatan makan. Disamping lacinya, ada kulkasnya.
Sisi berlawanannya, adalah area untuk mempersiapkan masakan, mulai dari mencuci bahan makanan dan lainnya. Dibawah kitchen sink (wastafel dapur) adalah mesin cuci piring, dan tempat sampah, kemudian beberapa laci untuk menyimpan peralatan makan atau peralatan dapur, semacam panci-panci. Dibagian atasnya ada laci-laci lagi untuk menyimpan aneka gelas dan piring-piring.
Nah yang paling menarik adalah didapurnya langsung ada meja makan berhadapan pada pojok dapurnya. Dapur model ini didominasi kayu dengan warna lembut, cocok dengan selera suamiku yang mencintai berbagai kayu-kayuan (maklum dulunya tukang kayu :D).
Kekurangan dapur ini adalah, jarak meja dan bangkunya sangat sempit, kami berdua agak-agak sulit keluarnya, apalagi kalau buru-buru harus matikan kompor, masah pakai acara nyangkut di meja?? hahahaha ya mungkin karena ini hanya modelnya saja, jadi kalau diruang sebenarnya bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan toh. Oh ya, dapur model ini cocok untuk rumah yang dibagian atas. Di Jerman banyak rumah-rumah kontrakan bersusun-susun, ada yang 3 lantai, 4 lantai atau bahkan yang 5 lantai. Kalau penyewa rumah paling atas (pas atap) namanya “dach zimmer” nah cocok dengan model dapur nomer satu ini, karena disisi meja makannya, temboknya melengkung, dilengkapi jendela kecil, ya model-model atap gitulah.
Jalan lagi yukk lihat model dapur yang lain ..
Model dapur dibawah ini adalah yang terakhir menjadi dapur impian suami dan saya.
Model dapur Impian kami. Serba kayu, warnanya bagus. Bikin betah di dapur nih
Warnanya sama dengan dapur pertama, didominasi kayu-kayuan. Dapur yang ini dua kali lebih luas dari dapur pertama. Dapur impian kami ini benar-benar komplit, kami berdua langsung jatuh cinta! Kami buka semua laci-lacinya. Ada laci dengan alat pemotong roti, ada laci ruang cuci piring, laci ruang oven, lemari pendingin (kulkas) tiga macam bagian, ruang freezernya besar!. Wastafel dapurnya dari marmer. Ada mini barnya. Pokoknya bakalan betah berlama-lama didapur deh.
Suami menghampiri meja petugas (karyawan lantai ini), suamiku pengen tahu harga dapurnya berapa, supaya kami bisa menabung hehehe, namanya impian, hayalan, siapa tahu suatu saat nanti kesampean toh, makanya tanya harganya dulu. Huhuhu tidak ada plang diskon seperti model-model dapur lainnya, khusus yang ini harga normal. Kata petugasnya harganya tergantung luas ruangan yang akan dipasangi model dapur ini, tergantung mau pasang berapa laci dan alat elektronik apa saja yang akan dipasang didapurnya.
Dapur kami dahulu (kontrakan di Swiss) juga didominasi kayu karena pemilik kontrakannya adalah tukang (pengrajin) kayu, saya suka banget dengan dapur lama kami.
Psssttt eh itu ada orang yang potret model dapur lain, kita potret yuuukkk dapur impian kita ini. Suami tercinta langsung secepat kilat cekrak cekrek cekrak cekrek, sini gantian daku potretin kamu ya ;-).
Resep dan Cara Membuat Banana Bread. Di rumah saya ada dua pisang ambon besar yang sudah seminggu lebih tergeletak begitu saja dimeja, tanpa seorangpun (suami dan saya) berniat memakannya, sampai si pisang mulai timbul bercak hitam dikulitnya, tapi dalamnya masih bagus banget. “.. mau diapain ya si pisang ini?. Hmm mau bikin pisang goreng, paling hanya saya saja yang makan, karena pernah bikin, suamiku tidak terlalu antusias dengan pisang goreng, beda dengan bolu, pasti langsung ludes dalam sehari :D”. Sore ini, sepulang dari kursus, maka saya ambil resep kue yang sudah pernah saya catat bulan lalu, akhirnya saya mencoba membuat resep Banana Bread ini.
Namun saya tidak sepenuhnya mengikuti bahan-bahan yang tercantum diresep, karena memang tidak tersedia dirumah. Kedua bahan yang tidak saya gunakan adalah ½ sdt (setengah sendok teh) bumbu spekuk dan 20 gram flaxseed (buat taburan diatas kuenya), adakah kalian pengunjung tulisan ini mengetahui kedua bahan tersebut? Kalau bumbu spekuk pernah dengar sih, tapi saya tidak tahu kegunaannya untuk apa, sedangkan flaxseed sama sekali tidak tahu! He-he-he, karena tidak ada bumbu spekuk maka saya ganti dengan ½ sdt bubuk kayumanis (ngasal.com hahaha). Yuk langsung kita simak bahan yang dibutuhkan dan cara pembuatannya ;-).
Resep Banana Bread
Bahan: 300 g Pisang ambon yang masak, haluskan. 60 ml minyak sayur. 100 g gula pasir. 50 g gula palem 1 butir telur ayam.
Bahan yang diayak: 200 g tepung terigu ½ sdt soda kue. ½ sdt bumbu spekuk ½ sdt garam Taburan : 20 g flaxseed
Cara Pembuatan : • Potong kecil-kecil pisang (atau bisa dihaluskan terlebih dahulu) • Kocok pisang yang sudah halus bersama minyak sayur, tambahkan gula pasir dan gula palem, masukkan telur ayam, lanjutkan kocok hingga rata. • Masukkan terigu secara bertahap, kocok hingga merata. • Panaskan oven hingga suhu 180 derajat celcius. • Tuang adonan kue kedalam loyang, panggang selama 20 menit atau hingga matang.
Oh ya kali ini loyang kue saya alasi dengan kertas roti, kuatir adonan lengket ke loyang karena pisang ambonnya. Biasanya sih kalau buat bolu lainnya saya tidak pernah gunakan kertas roti, loyangpun tidak pernah saya olesi mentega dan taburan terigu, loyangnya benar-benar bagus, anti lengket!.
Berawal dari keinginan saya untuk mencoba menyajikan kentang dengan versi selain direbus saja, maka saya carilah resep yang juga disukai orang Jerman (suami). Ternyata resepnya saya temukan di buku terbitan Yayasan “Die Brücke”. Pembuatannya mudah dan tidak makan banyak waktu ;-).
Salat Kentang (Kartoffelsalat)
Bahan:
1 kg Kentang, rebus 2 sdm Minyak 2 sdm Cuka Moster (mustard) (* Senf bahasa Jerman) belum jelas juga klik disini ya Garam, lada Bubuk Paprika Sedikit Gula 1 Cangkir Kaldu 1 Bawang Bombay
Cara Pembuatan : •Kupas dan rebus kentang. Setelah agak matang lalu di iris. •Masih panas campurkan dengan minyak, cuka, mustard, garam, lada, gula dan cincangan bawang Bombay. •Berikan kaldu panas (125 – 250 ml) ke campuran kentang dan aduk pelan-pelan.
Tips: salat kentang ini juga enak kalau dicampurkan dengan acar timun atau apel.
Salat kentang ini saya sajikan dengan sosis dan apel kohl merah. Yang mau diet cocok deh menyantap salat kentang ini.
Kuliner Internasional di Kelas Bahasa Jerman. Ooouuww masih kekenyangan nih karena tadi sore di ruang kursus bahasa Jerman kami makan-makan. Saya kira kami akan belajar dulu baru makan, ternyata, pas saya sampai diruang kelas lah meja-meja di ruang kursus sudah ditata memanjang ala restoran, tahu begitu saya kan tidak perlu berat-berat bawa buku ke tempat kursus 😀 .
Ruang Kelas Hari Ini disulap Menjadi Restoran. Kuliner Internasional di Kelas Bahasa Jermanku. Kami datang dari berbagai kultur, disatukan dalam di kelas integrasi ini. Kita bawa makanan khas negara kami
Kami mengadakan acara makan-makan karena berhubungan dengan bahasan pelajaran mengenai makanan, di pelajaran tersebut kami diajarkan bagaimana kalau berbelanja ke toko, supermarket atau tempat perbelanjaan lainnya, maksudnya diajari cara berbicara dalam bahasa Jerman. Dalam topik tersebut juga di perkenalkan macam-macam bahan makanan yang umumnya ada di Jerman, penyebutan (dalam bahasa Jerman) kemasan bahan atau produk makanan dan minuman, termasuk kami pelajari juga istilah-istilah memasak yang kesemuanya dalam bahasa Jerman.
Bersyukur guru kursus kami enak banget mengajarnya, jadi mengerti detail tentang pelajaran bahasa Jerman ini, teman-teman kursus saya juga semuanya sangat bersahabat.
Saya absen mereka dulu ya : Viktorya asal Kazaktan, kelahiran tahun 1984, status menikah namun belum memiliki anak. Dinara asal Rusia kelahiran tahun 1986, status menikah namun belum memiliki anak. Elpida asal Yunani, kelahiran tahun 1962, status 30 tahunan menikah. Soledad asal Argentina, kelahiran tahun 1983, status sedang menjalin hubungan dengan pria Jerman. Ioana asal Rumania, kelahiran tahun 1986 status menikah dan memiliki satu putra usia 2 tahun.
Video makan bersama teman kursus kelas integrasi di Jerman
Katarzyna asal Polandia, kelahiran tahun 1991 status single, berada di Jerman karena bekerja sebagai au pair, apa itu au pair? info klik disini. Timea asal Hongaria, kelahiran tahun 1979, status menikah dan memiliki satu putri usia 2 tahunan. Katja asal Rusia, kelahiran tahun 1986, status menikah namun belum memiliki anak.
Hong Wei asal Cina, kelahiran tahun 1968, status menikah, memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya, si anak menetap di Cina, suami pertama Hong Wei sudah lama meninggal. Satu lagi teman saya bernama Leong asal Cina kelahiran 1996, menetap di Jerman karena ibunya juga menetap disini dan mengikuti kelas bahasa Jerman di tempat kami ini, namun kelas lebih tinggi, hari ini Leong tidak hadir karena dia lebih memilih bermain basket dengan teman-temannya.
Teman-teman yang saya sebutkan tersebut adalah teman-teman yang rutin datang setiap harinya dan jarang bolos. Ada 4 atau 5 teman lainnnya jarang datang karena berbagai alasan, ada yang karena alasan kerjaan, sakit dan alasan lain yang saya tidak tahu.
Balik mengenai kuliner, jadi ceritanya, guru kami (Fr. Mutig) menugaskan setiap kami untuk masak dan membawa masakan khas dari negara kita berasal, tidak perlu bawa banyak, karena muridnya kan lebih dari 5 orang supaya makanan tidak mubajir alias banyak tersisa. Saya sempat bingung mau masak apa, yang simple, tidak makan waktu dan semua bahan tersedia di rumah.
Akhirnya sehari sebelumnya, saya memutuskan membuat Bakwan Makaroni, saya punya tepung bakwan khusus dan dibelakang kemasannya ada resepnya, namun saya tidak sepenuhnya mengikuti resep, saya tidak mempunyai daging dan udang, sebagai pengganti saya gunakan dua telur ayam.
Jadi isi masakan saya adalah makaroni, tauge, wortel, jagung manis, telur dan tepung bakwan, saya tambahi garam, lada dan bubuk cabe yang saya bawa dari Indonesia. Dirumah ada bawang merah, tomat dan masih ada cabe pemberian teman Indonesia saya, maka saya buatlah sambel ulek buatan sendiri,. Oh ya setelah bakwan saya sajikan di wadah cantik, diatasnya saya taburi bawang goreng buatan sendiri, jadinya harummm ;-).
Masakan yang teman-teman saya bawa, duuuhhh namanya susah semua dan saya tidak hapal 🙁 . Viktorya membawa makanan khas Kazaktan, seperti risol (ukuran besar) isinya cream, keju, anggur kering. Dinara membawa Wintersalat, isinya macam-macam aneka sayuran, ada dagingnya juga, semuanya disajikan dalam ukuran sangat kecil dengan saos mayonaise.
Soledad membawa kue khas Argentina, biskuit ditengahnya caramel, sedapppp!. Dia juga membawa teh khas negaranya, daun atau rempah-rempah yang dikeringkan. Katarzyna membawa masakan khas Polandia, daging dipotong kecil-kecil, dicampur jamur, bawang Bombay dan bumbu rahasia lainnya. Timea bawa apa ya, ko saya lupa, yang saya ingat dia bawa stik coklat ditengahnya ada cream vanilla buatan dia sendiri, oh ya sosis khas Hongaria dan roti. Elpida membawa salat sayuran, isinya sawi, ketimun, tomat, keju pedas berikut bumbu rahasia untuk salat.
Hong Wei membawa pangsit khas Cina, enakkk banget dimakan dengan sambel buatan saya. Ioana membawa kue bentuk seperti risol namun rasanya manis dan juga membawa Salat telur resep dari Timel. Katja membawa makanan, apa namanya ya, keju, cream, ahh saya tidak tahu persis isinya apa saja, lupa mengamati pas makan, silakan lihat fotonya ya. Guru kami yang awalnya mengatakan akan mencoba memasak Kartoffel-Zucchini-Auflauf ternyata tidak jadi, karena beliau sangat sibuk, pagi mengajar dan beberapa pekerjaan rutin lainnya. Sebagai gantinya dia membeli dua loyang kue bolu khas Polandia, enakkk bangetttt ;-).
Siang ini saya mencoba masak beras khas dari Italia, namanya Risoto. Resep bahasa Indonesia saya peroleh dari internet. Namun setelah resep saya tulis di selembar kertas kecil, lah kok bahan-bahannya malah tidak komplit ada di dapur saya. Nama resep masakannya, Risoto Daging Asap, tapi saya tidak punya dagingnya. Disuruh tambahkan wortel yang dipotong dadu, tapi kan suamiku paling anti wortel, kalau diparut sih ya bisa saja (contohnya seperti ketika saya membuat Bolu Wortel).
Berasnya dalam kemasan dus, produksi perusahaan yang namanya “Uncle Beans” satu dus berisi 1 kg. Sudah lama tuh beras berada didapur, karena saya tidak tahu bagaimana cara memasaknya (suami yang beli). Akhirnya siang ini si beras saya masak deh ;-).
Cara Membuat: –Beras Risotto masak seperti beras biasa. Ketika hampir matang saya masukkan satu sendok makan butter dan keju parut. –Lelehkan margarine tambah sedikit minyak kemudian masukkan fillet ikan, aduk-aduk hingga kecoklatan, masukkan bawang Bombay dan bawang putih tumis hingga harum. (Ikan dan bawang tidak saya masak terpisah supaya tidak mengotori dua penggorengan 😉 ). –Setelah tumisan ikan dan bawang berbau harum, masukkan nasi risotto yang sudah matang, masukkan telur kocok, aduk-aduk hingga matang, diamkan kurang lebih 2-3 menit di penggorengan.
Risotto adalah hidangan khas Italia yang didasarkan pada beras. Awalnya berasal dari Piedmont, di mana beras ini umumnya tumbuh. Risotto adalah masakan yang sangat penting di Milan. Bahan-bahan umum resep dasar biasannya menggunakan anggur putih, dan bawang.
Varietas padi Italia umumnya memiliki butiran besar, kaya pati dan menyerap cukup banyak cairan ketika dimasak. Kalau beras Risotto ini bentuknya bulat pendek, menyerap air sangat banyak dan lengket, jadi memasaknya mirip ketika kita membuat bubur. Risotto adalah hidangan yang sangat sederhana dan bergizi, dan mudah disiapkan.
Komentar suami saya : ”… enakkk bangettt bikin lagi dong!”. Saya jawab : “..Oke deh besok-besok ya, karena saya mau coba resep yang lain dulu nih” ;-).