Banana Bread

loading...

Di rumah saya ada dua pisang ambon besar yang sudah seminggu lebih tergeletak begitu saja dimeja, tanpa seorangpun (suami dan saya) berniat memakannya, sampai si pisang mulai timbul bercak hitam dikulitnya, tapi dalamnya masih bagus banget. “.. mau diapain ya si pisang ini?. Hmm mau bikin pisang goreng, paling hanya saya saja yang makan, karena pernah bikin, suamiku tidak terlalu antusias dengan pisang goreng, beda dengan bolu, pasti langsung ludes dalam sehari :D”. Sore ini, sepulang dari kursus, maka saya ambil resep kue yang sudah pernah saya catat bulan lalu, akhirnya saya mencoba membuat resep Banana Bread ini.

Namun saya tidak sepenuhnya mengikuti bahan-bahan yang tercantum diresep, karena memang tidak tersedia dirumah. Kedua bahan yang tidak saya gunakan adalah ½ sdt (setengah sendok teh) bumbu spekuk dan 20 gram flaxseed (buat taburan diatas kuenya), adakah kalian pengunjung tulisan ini mengetahui kedua bahan tersebut? Kalau bumbu spekuk pernah dengar sih, tapi saya tidak tahu kegunaannya untuk apa, sedangkan flaxseed sama sekali tidak tahu! He-he-he, karena tidak ada bumbu spekuk maka saya ganti dengan ½ sdt bubuk kayumanis (ngasal.com hahaha). Yuk langsung kita simak bahan yang dibutuhkan dan cara pembuatannya ;-).

Banana Bread

Bahan:
300 g Pisang ambon yang masak, haluskan.
60 ml minyak sayur.
100 g gula pasir.
50 g gula palem
1 butir telur ayam.

Ayak:
200 g tepung terigu
½ sdt soda kue.
½ sdt bumbu spekuk
½ sdt garam
Taburan : 20 g flaxseed

Cara Pembuatan :
• Potong kecil-kecil pisang (atau bisa dihaluskan terlebih dahulu)
• Kocok pisang yang sudah halus bersama minyak sayur, tambahkan gula pasir dan gula palem, masukkan telur ayam, lanjutkan kocok hingga rata.
• Masukkan terigu secara bertahap, kocok hingga merata.
• Panaskan oven hingga suhu 180 derajat celcius.
• Tuang adonan kue kedalam loyang, panggang selama 20 menit atau hingga matang.

Oh ya kali ini loyang kue saya alasi dengan kertas roti, kuatir adonan lengket ke loyang karena pisang ambonnya. Biasanya sih kalau buat bolu lainnya saya tidak pernah gunakan kertas roti, loyangpun tidak pernah saya olesi mentega dan taburan terigu, loyangnya benar-benar bagus, anti lengket!.

Selamat Mencoba ;-).

This slideshow requires JavaScript.

Tulisan Terkini:

Advertisements

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany, however I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom. I have a lot of passions of gardening.

6 thoughts on “Banana Bread

  • March 19, 2012 at 10:57 am
    Permalink

    hmm… enak tuh kayaknya…. simple lg.. 🙂

  • March 5, 2012 at 4:33 pm
    Permalink

    Mau donggg loyang anti lengketnya nekkkkk….disini kan gak ada tuhhhh…..miss u sist……..:)

    • March 5, 2012 at 10:18 pm
      Permalink

      Ntar Mar pas kalian ke sini, beli ya, gw anterin ke supermarktenya, gw juga beli yang ukuran sedang aja tuh, hampir 4 Euro doang, kalau loyang lain gak tahan mahalnya bu diatas 15 an Euro. Btw thanks for stopping by, miss you too ;-).

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: