Author: Emaknya Benjamin br. Silaen

  • Macam-macam Asuransi di Jerman

    Asuransi Kesehatan

    Hampir semua penduduk Jerman menjadi anggota asuransi kesehatan, atau yang wajib (89 persen) atau yang privat (hampir 11 persen). Asuransi kesehatan menanggung biaya perawatan oleh dokter, obat-obatan, perawatan di rumah sakit dan tindakan preventif. Iuran asuransi kesehatan dibayar oleh pekerja dan majikan. Peserta asuransi kesehatan wajib tidak harus membayar iuran untuk anggota keluarganya yang tidak mempunyai pendapatan.

     

    Asuransi Kecelakaan

    Asuransi kecelakaan kerja yang diwajibkan oleh undang-undang merupakan asuransi tanggung wajib yang dibayar oleh pengusaha untuk pekerjanya. Dengan demikian para pekerja mempunyai jaminan terhadap akibat kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan.

     

    Asuransi Perawatan

    Asuransi wajib terhadap risiko ketergantungan dari perawatan mulai dilaksanakan pada tahun 1995 sebagai “tiang kelima” asuransi jaminan sosial. Untuk pembiayaannya ditarik iuran yang sama tingginya dari pekerja dan majikan menurut pola pembagian antarpeserta. Menurut rencana, cara pembiayaan tersebut akan dilengkapi dengan unsur-unsur pendanaan yang terjamin oleh modal.

     

    Asuransi Pengangguran

    Penganggur di Jerman berhak atas tunjangan. Penganggur yang selama dua tahun sebelumnya paling sedikit selama 12 bulan membayar iuran asuransi pengangguran berhak menerima uang pengangguran (60 sampai 67 persen dari gaji neto terakhir). Uang pengangguran dibiayai dari iuran yang disetor oleh pekerja dan majikan, masing-masing separuh. Jangka waktu penerimaan uang pengangguran paling lama enam sampai 24 bulan. Setelah itu dapat diterima tunjangan untuk menutupi kebutuhan pokok pencari kerja (“Uang pengang­guran”) yang jumlahnya tergantung dari harta yang dimiliki. Instrumen yang ternyata berguna dalam krisis ekonomi ialah “uang untuk jam kerja tidak penuh”. Berkat tunjangan yang dibiayai oleh pajak itu, perusahaan dapat bertahan dalam keadaan sulit tanpa harus memutuskan hubungan kerja.

     

    Asuransi Purnakarya

    Asuransi purnakarya yang diwajibkan oleh undang-undang adalah sokoguru terpenting bagi jaminan hari tua. Pembiayaannya didasarkan atas pola pembagian antarpeserta: Iuran yang dibayar setiap bulan oleh para pekerja dan majikan dipakai untuk membayar uang purnakarya secara teratur kepada peserta asuransi yang sudah mencapai usia pensiun. Dengan menyetor iuran selama masa kerja aktif, peserta asuransi memperoleh hak penerimaan uang purnakarya atas nama sendiri. Dana untuk membayar uang purnakarya itu di masa depan harus dikumpulkan dari iuran generasi berikutnya lagi (“perjanjian antargenerasi”). Di samping itu sistem jaminan hari tua didukung oleh tiang kedua dan ketiga berupa dana persiapan hari tua yang disediakan oleh perusahaan atau yang dikumpulkan secara perseorangan. Dengan persyaratan tertentu jenis dana itu mendapat subsidi dari negara.

     

    Perjanjian antargenerasi

    Pengertian itu dipakai untuk menyebutkan sistem pembiayaan dari asuransi-wajib purnakarya: Berdasarkan pola pembagian di antara peserta asuransi, orangorang yang bekerja sekarang membayar uang purnakarya bagi generasi pensiunan melalui iuran yang mereka setor, dengan mengharapkan bahwa generasi penerus nantinya akan membayar uang purnakarya bagi mereka pula. Undang-undang pertama mengenai asuransi wajib untuk jaminan hari tua telah dikeluarkan pada tahun 1889. Sementara ini sekitar 80 persen penduduk yang bekerja adalah anggota asuransi-wajib purnakarya. Di samping iuran yang dibayar oleh pekerja dan majikan, sistem ini dibiayai pula oleh subsidi dari Federasi. Sejak tahun 2002, uang purnakarya dari asuransi wajib dilengkapi dengan asuransi hari tua privat yang terjamin oleh modal dan didukung oleh negara.Jaminan hari tua untuk pegawai negeri dan penyandang profesi bebas ditanggung oleh dana pensiun dan asuransi lain.

    Sumber: tatsachen-ueber 

  • Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin. Sebenarnya sudah dua minggu lalu kegiatannya berlangsung, namun rasanya ko sayang kalau ceritanya tidak di luncurkan di halaman blog, mengingat kami (suami & saya) sudah foto-foto saat itu dan juga kegiatan ini menarik untuk diceritakan ;-).

    Pada 08.10.2011 lalu kami (suami & saya) mengikuti acara Jalan Sehat yang diselenggarakan Klinik Vulpius Sebulan sebelumnya, pendaftaran sudah mulai dibuka. Ketika awal-awal suami bilang dia ikutnya yang “lari”, sedangkan saya yang “Jalan Sehat” saja. Saya mikir, ko ya agak-agak malas ah kalau jalan dengan orang-orang tidak dikenal, maksudnya tidak ada teman ngobrol sepanjang jalan hehehe, apalagi 6 KM, pikiran saya busyettt jauhh bangett, cape!. Saya bilang suami, “..saya belum katakan “ya” mau ikut, saya pikir-pikir dulu ya 😉“.

    Singkat cerita katanya sih ayah mertua saya berminat ikut, makanya saya katakan okelah saya ikut program Jalan Sehat, apalagi ini untuk program amal, untuk menolong seorang anak kecil yang butuh dana. Pas hari H, ternyata ayah mertua tidak jadi ikut, dan suami akhirnya ikut program yang sama dengan saya, yakni Jalan Sehat bukan lari, Hoorraayy :D.

    Acara semacam ini (Jalan Sehat) untuk penggalangan dana diselenggarakan setiap tahun oleh Vulpius Klinik, yang pertama kali diadakan pada tahun 2006.

    Acaranya diikuti kalangan orang dewasa, anak-anak pun tidak mau kalah, termasuk anak-anak yang di kursi roda, dan banyak para lansia (*red. lanjut usia) bersemangat juga mengikutinya. Foto anak-anak klik disini Foto lansia klik disini

    Hampir 1.300 peserta mengikuti acara pada sabtu, 08.10.2011. Motto tahun ini, 2011 : “Wir laufen für Robin” artinya kami berjalan untuk Robin. Setiap peserta dihargai 8 Euro, dari kantor suami ada 10 orang peserta termasuk saya, peserta dari kantor suami mengenakan seragam berwarna merah ;-).

    Robin adalah seorang anak berusia 7 tahun, menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Melalui acara ini berhasil terkumpul 13.000 Euro untuk pengobatan Robin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan dan pengobatan untuk melonggarkan otot-otot Robin.

    Lokasi untuk acara lari dan jalan sehatnya adalah di hutan, dekat klinik Vulpius. Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi tidak becek. Walaupun jalannya sudah super santai, 6 KM ternyata bikin gempor juga, hiks! Kami berdua ada di barisan-barisan peserta terakhir he-he-he, karena kalau ada objek menarik saya minta berhenti dulu untuk mengabadikannya. Oh ya untungnya suami bawa satu buah apel (besar banget dan manis sekali) dikasih salah satu pasiennya (sebelum kami pergi ke acara), jadi apel tersebut yang kami berdua makan untuk menghilangkan rasa haus sekaligus menyegarkan diri ;-).

    Jalan tanpa henti, ditengah cuaca dingin, pasti membuat kita mau buang air kecil dong. Mau berhenti, ya ko kuatir benar-benar jadi peserta terakhir yang sampai finish, mau berhenti agak malu juga, buang air di tengah hutan he-he-he. Kalau pria sih gampang, tinggal berdiri, bisa pantau kanan kiri, ternyata ada beberapa pria melakukannya ha-ha-ha.

    Untunglah ada satu peserta (wanita), ibu ini duluan buang air, setelah dia selesai, beberapa meter di depan, saya gantian deh, cari pohon besar yang rimbun sekelilingnya … plooonggg!!! :D. Setelah saya selesai ada juga ibu lain yang datang, melakukan seperti saya ;-).

    Ada satu ibu-ibu berhenti dan bertanya dengan petugas yang kebetulan berjaga, wanita ini bertanya “.. boleh merokok ga?”, ya pasti dijawab “tidak boleh!”. Ditengah hutan mau mengotori udara, kasihan pohon-pohonnya dong, kalau yang saya lakukan diatas termasuk ga ya? Semoga bikin subur tanamannya he-he-he. Ternyata setelah beberapa meter di depan si wanita ini sudah tidak tahan, dia berhenti sejenak dan menikmati mengisap rokok, ehh datang satu wanita lain, melakukan hal yang sama. Olahraga ko sekaligus mengotori tubuh sih, saya cuma bisa *tepok jidat deh! :P.

    Saya sempat dua kali minta berhenti, sekitar 1 sampai 2 menit tarik nafas panjangg, benar-benar tidak tahan, nafas rasanya mau putus. Senangnya suamiku baik hati, mau mengikuti ritme jalanku yang sangat santai :D. Akhirnya sampai garis finish, 6 KM ditempuh dalam waktu 1 jam 28 menit, pakai di umumin segala lewat penggeras suara ketika suami dan saya tiba :P. Setelah sampai garis finish, nomer peserta yang ditempel di dada, di arahkan alat sensor petugas, untuk memasukkan data kalau kami sudah tiba di garis finish. Beberapa hari kemudian kami dapat sertifikat sudah mengikuti acara jalan sehat, tertera juga durasi jalan kami.

    Acaranya ada yang upload di youtube

     

    *Frank and Nella menit ke 04:10, sedangkan Robin 07:01

    It was a great day for Robin and for all of us!
    Semoga lekas sembuh Robin 🙂

    Sumber:
    • Terjemahan bebas dari vulpiusklinik.de
    • Terjemahan bebas dari Rhein-Neckar-Zeitung

    Baca juga :
    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Mengelola Sampah ala Jerman
    Tinta di Sendok‏ (Rahasia Hidup Bahagia)
    Aktivitas Makan di Jerman
    Goslar Kota Abad Pertengahan di Jerman

  • Cooking Class with Father-in-law

    Cooking Class with Father-in-law

    Kemarin pagi cooking class diisi oleh ayah mertua saya, kami membuat “Maultaschen” atau di Indonesiakan “Pangsit ala Jerman”

    Resepnya dalam bahasa Jerman dulu ya, kemudian dalam bahasa Indonesia di bawahnya ;-).

    Maultaschen

    Zutaten :
    Teig:
    300 gram Mehl
    2 Eier
    Salz, Wasser

    Füllung :
    250 gram Hackfleisch
    1 Ei
    1 Zwiebel
    2 EL Petersilie
    Salz, pfeffer, Muskat
    2 L Brühe

    Zubereitung:
    Aus Mehl, Eiern, Salz und Wasser einen Nudelteig bereiten.
    Fleisch, Ei, Zwiebel und Gewürze mischen. Den Nudelteig dünn ausrollen, Quadrate ausschneiden und die Ränder mit Wasser bestreichen. In die Mitte einen Löffel Fleischteig setzen und zu einem Dreieck zusammenfalten. In der Brühe garen.

    Variation: Maultaschen schmecken auch gebraten mit Semmelbröseln und ausgelassenen fetten Speckwürfeln bestrut. Dazu Salat.

    ***************

    Pangsit Jerman

    Bahan:
    Adonan:
    300 gram Terigu
    2 Telur
    Garam, air

    Isi :
    250 gram Daging Cincang (babi atau sapi)
    1Telor
    1Bawang Bombay
    2sdm Petersili
    Garam, lada, pala

    2 L Kaldu

    Cara Memasak:
    Dibuat adonan mie dari terigu, telur, garam dan air.
    Isi: campur daging, telur, bawang Bombay dan bumbu. Giling adonan mie tipis sekali dan potong empat persegi (kulit pangsit).
    Pinggirannya oleskan dengan air sedikit dan taruh daging ditengah-tengahnya, lalu lipat jadi dua dan di bentuk segitiga, lalu rebus dalam air kaldu.

    Variasi: Juga enak digoreng dengan taburan tepung roti dan taburan lemak goring. Dan cocok dimakan dengan selada.

    Selamat Mencoba! 😉

    – untuk kulit pangsit, ayah mertua beli yang sudah jadi, supaya cepat dan praktis.
    – Untuk bumbu daging (garam, lada, bawang bombay,pala), kami gunakan bumbu kemasan produk dari maggi “Hackbraten”

    This slideshow requires JavaScript.

     
    Tulisan Terkini

  • Ayo Berkebun :)

    Ayo Berkebun 🙂

    Sejak menetap di Jerman, saya menjadi tertarik untuk ngurusin tanam menanam. Tanaman awal yang saya pelihara adalah kaktus-kaktus milik suami, karena dia tidak sempat mengurusnya lagi, jadi sekarang saya yang mengurusnya. Saat ini sudah ada 17 pot kaktus, itu juga sudah bertambah 2 atau 3, karena kalau saya ke supermarket khusus perkebunan dan alat-alatnya, ga tahan lapar mata deh! 😛

    Opps sebenarnya bukan mau cerita tentang koleksi kaktus saya saat ini sih, namun mau cerita apa yang terjadi kalau saya sedang lapar mata di supermarket khusus perkebunan.

    Inilah hasil perburuan saya, Foto No.1. Total belanjaan 11,23 Euro. Saya tuh lapar mata kalau lihat benda-benda unik khusus yang murah-murah saja he-he-he.

    Mari saya mau cerita isi kantong belanjaan saya ;-).

    Foto 2. Beli tanaman atau bunga seperti di foto ini, maaf lupa namanya, karena saya pilih jenis yang masih kecil jadi tidak ada karton nama tanamannya, harganya juga hanya 1,99 Euro, so murah meriah. Kalau yang harganya hamper 5 Euro baru ada karton kecil nama tanamannya, nanti pas balik ke tokonya saya catat deh namanya. Oh ya tanamannya unik loh.

    Lihat kan ada bunga utamanya ditengah dan besar, lalu disekelilingnya banyak tunas-tunasnya, nah itu tunas-tunasnya cepat sekali tumbuhnya, dalam beberapa hari harus segera saya pindahkan ke pot lebih besar. Niatnya sih nanti beberapa tunas mau saya potong supaya jadi bunga utamanya.

    Selain tanaman diatas, saya juga beli pot bunga lucu dengan warna cerah. Kalau disini (Jerman) pot bunga ada wadahnya, jadi yang pertama kan pot bunga yang ada bolongannya dibawahnya, supaya air bisa keluar (mengalir) biasanya terbuat dari plastik polos, lalu pot tersebut di taruh lagi kedalam pot lain yang lebih besar dan bentuk atau warnanya bagus, jadi kita tidak perlu kuatir akan buat kotor kalau tanaman di taruh didalam rumah. Disini banyak sekali tanaman dijadikan dekorasi didalam rumah.

    Foto 3. Kawat pengikat tanaman,

    Foto 4. Plester pengikat tanaman.

    Foto 5. kayu penyangga tanaman. Saya beli ketiganya, karena saat ini saya punya satu pohon tomat yang saya pelihara didalam pot, dan pohon tomat ini subur sekali, banyak cabang-cabang yang mulai besar jadi harus diperhatikan supaya kokoh, Buahnya juga sedang keluar banyak sekali loh, karena saya rajin tiap dua minggu, saya gunting daun-daun atau ranting penganggu atau kalau mulai terlalu banyak. Nanti dilain waktu saya cerita tentang pohon tomat saya :D.

    Foto 6. Pot bunga, waktu comot barangnya belum tahu mau dipakai buat apa, nah sekarang sudah saya gunakan buat nanam bibit paprika, cabai Thailand dan cabe yang bentuknya bulat. Tiap lubang saya taruh dua bibit. Satu baris masih kosong, belum tahu mau nanam apa.

    Foto 7. Niatnya mau beli obat anti lalat putih pada pohon tomat, malah beli mineral atau penyubur buat pohon tomat. Berhubung petunjuk penggunaan bahasa Jerman, belum sempat cari terjemahannya di internet, jadi belum saya gunakan.

    Foto 8. Bibit Ketimun Foto 9. Bibit paprika. Iseng banget ya beli, padahal kan menjelang winter, mana bisa nanam-nanam di taman toh :P. Kalau paprika sudah mulai saya tanam, setelah tumbuh niatnya dibudidayakan di pot, kalau pohon ketimun apa bisa di budidayakan di pot ya he-he-he.. Kenapa saya budidayakan di pot, ya karena kalau malam tanamannya saya masukkan rumah, kasihan diluar dingin sekali, bisa-bisa layu dan mati tanamannya.

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Tulisan Terkini

  • Relationship – Beatifully Imperfect

    Imperfections are what actually make someone PERFECT
    Kemarin, disalah satu media sosial yang saya ikuti, saya melihat satu video yang begitu menyentuh. Judulnya “cinta” namun dari sumber aslinya berjudul “Funeral = pemakaman”. Saya melihatnya lagi dan lagi, berkali-kali.

    Dikisahkan seorang wanita yang memberikan pidato di pemakaman suaminya. Wanita ini berkata dia tidak akan menceritakan semua kebaikan suaminya, karena semua orang tentu sudah mengetahuinya. Si wanita menceritakan mengenai suaminya dengan cara yang unik, yakni tentang bagaimana kebiasaan suaminya mendengkur dan buang angin (kentut) di pagi hari. Semua yang hadir tertawa akan cerita si wanita, karena tentu saja hal ini sangat lucu, bagaimana suatu hal yang tidak patut, mungkin buat sebagian orang “mendengkur” sangat menganggu, malah diceritakan si wanita ini.

    Namun lewat pidato wanita ini, dia ingin menyampaikan, bahwa apa yang dilihat orang lain sebagai “ketidaksempurnaan” malah menjadi sesuatu yang sempurna buat si wanita ini dan akan menjadi kenangan seumur hidupnya. Suatu hubungan tidak hanya dilihat dari yang sempurna, namun suatu yang tidak sempurnapun bisa menjadi sempurna di mata Anda.

    Video singkat ini dirilis tahun 2009 oleh Yasmin Ahmad (R.I.P) untuk the Singapore Ministry of Community Development, Youth and Sports, kala itu dibuat untuk mengatasi peningkatan jumlah single dan peningkatan perceraian di negara Singapura.

    Iklan TV ini telah menerima 2 Gold Lion awards di Festival iklan internasional ke 57 di Cannes, Perancis pada tahun 2010.

    Tanpa banyak bicara lagi, mari kita saksikan bersama videonya ..

    Yang mau lihat versi dengan teks Indonesia, silakan klik disini

    Imperfections are what actually make someone PERFECT!

    Celebrating imperfections in a partner that makes a relationship beautiful;-).

    Tulisan Terkini:

  • Hoorraayyy, inilah teman Indonesia pertama saya :)

    Hoorraayyy, inilah teman Indonesia pertama saya 🙂

    Setelah pencarian selama empat bulan, tanya sana sini di berbagai milis tanpa hasil. Puji Tuhan, akhirnya, untuk pertama kalinya bertemu dengan teman Indonesia di desa ini. Hoorraayyy!!!.

    Namanya Eka , asal Surabaya, status sama seperti saya, menikah dengan pria Jerman. Saat ini Eka mempunyai satu orang putra (2 tahun), namanya Samuel. Tinggal di Bad Rappenau juga.

    Pertemuan pertama kami 6 Oktober 2011, jam 10:30 di depan gereja, dekat Rathaus Bad Rappenau, ini juga saya minta bertemu di tempat ini supaya saya gampang cari lokasinya he-he-he.

    Dari rumah, saya jalan kaki ke lokasi, jarak tempuh 15 menit. Pertemuan pertama juga saya langsung klik dengan Eka. Kenapa saya bilang langsung klik?

    • Kita seumuran, hanya beda 3 tahun (saya lebih tua :D). Karena beda umur hanya sedikit, jadi saya minta panggil nama saya saja “Nella” tanpa embel-embel “mbak” :P.
    • Kita se-iman, walau seiman, kadang belum tentu religious, nah setelah bincang-bincang selama 2,5 jam, saya bisa tahu kalau Eka nantinya bisa jadi teman rohani saja, untuk saling share.
    • Kita bisa saling bawa diri dalam persahabatan, maksudnya? hmm ada banyak sifat-sifat manusia di muka bumi ini, ya pintar-pintar kita saja dalam menjalin pertemanan, jangan karena hal sepele contoh “tidak diundang makan” bisa jadi ribut, atau jadi racun penyebar gossip.
    • Prinsip buat kita berdua, lebih baik sedikit teman namun punya hubungan dekat, bisa saling mengerti, daripada banyak teman malah bikin pusing.

    Oh ya balik ke lokasi pertemuan, dari tempat tersebut, kami jalan (kaki), Samuel (putranya Eka) mengendarai sepeda, kami saling berbincang-bincang sepanjang jalan, sedangkan Samuel dengan sepedanya mendahui jauh di depan. Kami menuju kurpark Bad Rappenau, sesekali Eka setengah berteriak supaya Samuel berhenti dengan sepedanya, sampai kami berdua dekat.

    Di lokasi ini (kurpark) ada danau dengan beberapa ekor angsa, ada banyak bangku-bangku taman, juga bunga-bunga yang indah dan berbagai pohon, kami berdua asyik berbincang-bincang banyak hal, mulai dari cerita awal kami berdua bertemu pasangan masing-masing, bagaimana pergumulan kami untuk ke Jerman, bagaimana kursus bahasa di Jerman, bagaimana sifat orang-orang Indonesia di Jerman, bagaiman gereja di Jerman, khususnya di Bad Rappenau, tempat tinggal kami, bahkan Eka memberitahukan lokasi tempat makan yang patut di datangi ;-).

    Karena belum puas berbincang-bincang di taman, kami lanjut menuju rumah Eka, supaya sekalian saya tahu rumahnya, nantinya saya bisa datang sendiri ;-).

    Oh ya, kami mampir dulu ke kedai makanan, Eka tahu tempat “Kebap” yang enak, sebenarnya saya sudah seringkali lewat kedai tersebut, tapi baru kali itu mencicipinya. Kebapnya dibungkus untuk kami nikmati dirumah Eka.

    Tiba dirumah Eka, selain menyantap kebap, saya juga disuguhi kopi (untuk menghangatkan badan), sesekali Samuel menunjukkan koleksi mainan-mainannya, termasuk buku-buku cerita miliknya. Wah saya bisa pinjam nih buat belajar bahasa Jerman he-he-he.

    Karena waktu sudah menunjukkan lewat  jam 13.00, maka saya pamitan karena dalam setengah jam Frank akan pulang kerja.

    This slideshow requires JavaScript.

  • Kiarra Dancing performance

    Saya baru ingat, belum tulis cerita untuk video “my lovely niece” Kiarra. Di video ini dia lagi belajar dance, lucu banget gayanya, goyang kanan, goyang kiri, senyum-senyum, duuuhh jadi gemes, Huhuhuhu tidak bisa cium dan peluk, jarak memisahkan kami :D.

    Video ini dibuat 5 September bulan lalu.

  • Yang Manis, yang sehat, yang Gratis di Jerman

    Saya pernah cerita kalau di Jerman, Bad Rappenau wilayah tempat tinggal saya, disini banyak pohon buah ditepi jalan yang bisa Anda ambil buahnya, sebanyak yang Anda inginkan. Berdasarkan yang saya ingat, pohon-pohon tersebut antara lain : pohon apel banyak bangett, sampai kadang belakangan ini malah jadi mengotori jalan, karena rontok tertiup angin kencang. Kemudian pohon ceri, raspberry, buah persik, pohon buah pir dan lain-lain ( kalau ada lagi akan saya update 😀 ).

    Bulan lalu saya akhirnya kesampaian juga petik buah apel yang merah, tiap kali lewat tempat ini, hanya bisa memandangi dari dalam mobil “.. pengen apel merah, kapan bisa petik, pengen .. pengen ..”

    Hari itu, ditemani Frank (untung saja, karena jalan ke lokasinya ternyata agak susah) berhasil petik 10 buah apel, rasanya manissss, buah apelnya tidak ngembos, ya seperti “apel washington” deh ;-). Petik apelnya sendirian aja, Frank saya minta jadi fotografer he-he-he karena saya tidak tahu kapan berkesempatan kembali ke sini, maka momentnya harus diabadikan (narsis.com) :P.

    Berhubung tas yang saya bawa sudah berat, kantong baju kiri kanan juga sudah penuh, maka harus disudahi acara petik apelnya. “Ambil secukupnya, sesuai kebutuhan, kalau berlebihan akan busuk dengan sendirinya” he-he-he seperti kisah “bangsa Israel ambil manna di padang gurun

    This slideshow requires JavaScript.

  • Ragam Brosur Supermarket di Jerman

    Ragam Brosur Supermarket di Jerman

    Ragam Brosur Supermarket di Jerman. Kalau sebelumnya, saya membicarakan mengenai majalah atau tabloid yang ada di Jerman. Sekarang saya ingin memperlihatkan macam-macam brosur iklan dari berbagai supermarket di Jerman.

    Di sini tiap akhir pekan atau satu dua kali dalam seminggu, kami terima brosur-brosur iklan, macam-macam ada dari supermarket, atau brosur toko online. Tinggal diperhatikan saja tanggal penawaran atau promosinya, lihat-lihat barang-barang apa saja yang kita sedang butuhkan, kemudian pergi ke lokasi supermarketnya pada periode promonya. Biasanya beberapa brosur iklan tersebut terkadang diselipkan didalam koran yang diantarkan.

    Di Jerman, ada beberapa macam supermarket, ada yang khusus hanya menjual minuman saja, ada yang khusus menjual alat-alat perkebunan atau taman, dan ada supermarket menjual kebutuhan sehari-hari, ya seperti pada umumnya supermaket di belahan dunia manapun.

    Brosur iklan ini diantarkan ke rumah-rumah penduduk, petugasnya masukkan ke kotak surat, ada beberapa kotak surat saya jumpai dipasang teks (kalimat) bahwa mereka tidak mau menerima brosur-brosur iklan, mungkin dianggap sebagai sampah kali ya hehehe, buat saya sih senang-senang saja diberikan brosur-brosur semacam ini, jadi bisa mengetahui barang-barang dalam bahasa Jerman.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Ragam Tabloid di Jerman

    Ragam Tabloid di Jerman

    Ragam Tabloid di Jerman. Beginilah tabloid atau majalah selebritis yang ada di Jerman. Mama mertua saya sering membelinya atau terkadang ada yang diberikan oleh pasien-pasiennya. Saya suka membacanya, selain jadi mengetahui berita-berita selebritis di Eropa, saya juga jadi bisa belajar bahasa Jerman.

    Kalau kita pergi ke supermarket atau tempat yang menjual majalah, wahhh banyak sekali pilihan majalahnya, jadi terserah Anda saja suka dengan isi majalah yang mana. Harganya juga beragam mulai dari 1 Euro, 1,35 Euro sampai 3 Euro tergantung Anda belinya di negara mana, maksud saya karena majalah-majalah ini tidak hanya beredar di Jerman, tapi juga di negara-negara lain yang menggunakan bahasa Jerman, seperti di Austria, Luxemburg, Belgia, Belanda, Swiss, Polandia, Perancis dll.

    Isi majalah tidak melulu tentang gosip selebritis, ada majalah yang membahas masak-memasak, interior rumah, seputar taman,olahraga, dekorasi rumah, kesehatan, rumah tinggal, anak-anak, wanita dan kehidupannya dll. Ada majalah-majalah yang merangkum beberapa topik, selain gosip selebritis tentunya.

    Kalau Frank, suami tercinta tidak berminat sama sekali membaca majalah atau tabloid semacam ini, kata dia otaknya tidak mau diisi hal-hal tidak penting, namun buat mama mertua dan saya, hal yang penting itu untuk membaca majalah seperti ini, kita jadi mengetahui banyak hal mengenai berita selebritis ;-).

    Eh tapi baru-baru ini, Frank bilang “mungkin perlu juga ya, saya membaca majalah gosip, jadi saya punya topik pembicaraan dengan pasien-pasien lansia (lanjut usia)“ saya bilang “.. tuh kan!! pasti berguna deh, karena banyak kaum wanita atau yang lanjut usia suka ko membaca majalah-majalah selebritis, nanti saya pinjamkan beberapa majalah baru milik saya .. “ :D.

    Pas hari ulang tahun saya yang lalu, Opa memberikan 23 majalah-majalah, wahhh senangnya!!! Majalah-majalah tersebut kondisinya masih bagus sekali dan baru lewat seminggu dari tanggal terbitnya.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Online TV Jerman

    Online TV Jerman

    TV Jerman Online. Buat kalian yang ingin melatih kemampuan bahasa Jerman, khususnya di segi pendengaran (listening), cobalah sering-sering nonton online TV bahasa Jerman di link di bawah ini.

    Inilah yang saya lakukan setiap hari, kalau ditanya ngerti kah dengan percakapannya di tayangan TV tersebut? Jawaban saya “Boro-boro deh! waktu tiba di Jerman pertama kali, hanya mengerti satu dua kata, sudah tinggal tiga bulan Puji Tuhan, nambah ngertinya jadi dua tiga kata he-he-he“

    Maklum tiap hari kuping harus dipaksain mendengar percakapan bahasa Jerman, oh ya sering-sering juga ikut nimbrung kalau ada yang ngumpul lagi ngobrol-ngobrol.

    Website TV Online Jerman :

    Pertama : http://rtl-now.rtl.de

    Pilihan acaranya :

    Action : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_action.php

    Komedi : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_comedy.php

    Kriminal : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_crime.php

    Opera sabun : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_soap.php

    TV Show : http://rtl-now.rtl.de/genre_tv_show.php

    Bisa pilih tayangannya berdasarkan Top 10 atau Top rated

    *Untuk tayangan tersebut pilih saja yang Free

    ******************************

    Kedua : http://www.voxnow.de

    Pilihan acaranya :

    Dunia Hewan : http://www.voxnow.de/genre_tv_tiere.php

    Masak-memasak : http://www.voxnow.de/genre_tv_kochen.php

    Dokumentasi : http://www.voxnow.de/genre_tv_doku.php

    Kriminal : http://www.voxnow.de/genre_tv_crime.php

    Opera Sabun : http://www.voxnow.de/genre_tv_soap.php

    Majalah TV : http://www.voxnow.de/genre_tv_magazin.php

    *Untuk tayangan tersebut pilih saja yang Free

     
    Tulisan Terkini

  • Kopi Luwak kopi yang Langkah dan Termahal didunia

    Kopi Luwak kopi yang Langkah dan Termahal didunia

    Kopi Luwak kopi yang Langkah dan Termahal didunia. Kemarin, saya teringat kalau saya pernah bawa satu bungkus kopi luwak dari Indonesia. Ketika saya ambil dari lemari, pas ada Frank masuk ruangan dimana saya berada, lalu saya pamerin deh kopinya, sambil bilang : “.. this is it The Rarest and The Most Expensive Coffee in The World“. Kemudian Frank berujar : ”.. Oo kopi yang dari kotoran hewan ya? ” lalu dia bawa kopinya turun kasih lihat mamanya 😉 .

    Kopi Luwak kopi yang Langkah dan Termahal didunia
    Secangkir kopi baik untuk kesehatan, asal bukan Kopi dengan BKO

    Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram. (wikipedia 02-08-2011)

    Berikut ini video kopi luwak di youtube

    Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman.

    Pada era “Tanam Paksa” atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak.

    Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.

    Impor kopi Jerman rata-rata di atas 1 juta ton per tahun dan merupakan pasar terbesar di seluruh Eropa dan pasar Jerman merupakan pasar yang sangat penting bagi kopi Indonesia. Impor kopi dari Indonesia ke Jerman tercatat 146 juta euro pada tahun 2008 dan dalam tiga tahun terakhir impor kopi Indonesia menunjukkan posisi ke lima sebagai pemasok kopi untuk pasar Jerman.

    Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak.

    Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.

    Pulau Sumatera, Indonesia adalah penghasil kopi luwak terbesar didunia. Daerah utama produksinya antara lain Lampung, Bengkulu dan Aceh khususnya Gayo, Takengon, Sidikalang .

    Anda tidak perlu kuatir akan keamanan kopi luwak, berdasarkan penelitian tidak ditemukan organisme yang berbahaya. Setelah dilakukan pencucian menyeluruh, dilanjutkan dengan Pemanggangan pada suhu tinggi.

     

error: Content is protected !!