Cara Membuat : Kupas kentang dan iris tipis, cuci bersih, goreng, haluskan. Beri bawang goreng, lada dan garam, aduk rata. Bentuk bulat bundar atau bulat pipih, celupkan pada telur kocok, gulingkan pada tepung panir. Lakukan hingga adonan habis. Dinginkan dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit. Goreng dalam minyak panas hingga kuning kecoklatan, angkat.
Apakah Anda pernah kebingungan karena lupa nomer HP sendiri ketika berada di lokasi pengisian pulsa? Atau ada rekan Anda yang menanyakan nomer Hp Anda tapi Anda sendiri tidak hapal?.
Tips telekomunikasi (Foto: gettyimages)
Nah dibawah ini cara untuk mengetahui nomer Hp sendiri. Pengecekannya gratis.
INDOSAT Ketik : 7778# lalu Yes / Call atau Ketik : 3636# lalu Yes / Call Anda akan mendapatkan pesan dengan isi “Nomor Hp km 08********** ***
XL Ketik : 1232211# lalu Yes / Call Anda akan mendapatkan pesan dengan isi “Nomor 08********** ***
TELKOMSEL ( SIMPATI / AS ) Ketik : *808# lalu Yes / Call Anda akan mendapatkan pesan dengan isi “Nomor kamu 08********** ***
AXIS Ketik : *2# lalu Yes / Call Anda akan mendapatkan pesan dengan isi “MSISDN 628********* ****
THREE (3) Ketik : *998# lalu Yes / Call Anda akan mendapatkan pesan dengan isi “MSISDN 628*********
FLEXI, ESIA, StarOne, SMART dan FREN yang ini bedan sendiri
Pasang simcard di ponsel Nokia, lalu ketik : *3001#kode pengaman# . Contoh : *3001#12345# Lalu tunggu sampai keluar Menu, pilih NAM1 kemudian geser kebawah pilih “Own number (MDN)“. Maka akan terlihat deh nomernya.
Lansia di Jerman. Status yang saya posting di salah satu media sosial yang saya ikuti : “30 November 2011, jam 8 pagi diluar masih gelap, dalam rumah aja tangan & kaki gemetaran karena dingin, apalagi diluar rumah :’( harus pergi sendiri pula, bagaimana ngomongnya nih wong masih blepotan, ah harus tetap SEMANGAT!! Demi sepotong roti. I’m sure God will help me 🙂 :)”
Tetap Bahagia di Masa Tua (Foto: gettyimages)
Saya ada kerjaan lagi, kali ini hanya tiga jam saja bekerjanya. Dilokasi yang baru, yang membuat saya jadi was-was. Apalagi kalau bukan kendala bahasa Jerman saya yang ala kadarnya. Suami saya (Frank) meyakinkan, tidak perlu bicara banyak, sedikit berbicara dan sedikit mengerti bahasa Jerman sudah lebih dari cukup untuk tugas ini.
Saya hanya perlu menemani seorang lansia (* wanita lanjut usia) selama tiga jam dirumahnya. Sebelum-sebelumnya saya sudah sering melakukannya. Ada dua lansia lain, pria dan wanita. Yang membuat saya sedikit kuatir kali ini adalah, saya belum mengetahui apa tugas yang harus saya lakukan, kalau dulu-dulu di rumah dua lansia lain, sebelum hari H, biasanya suami saya dan saya ke rumah lansianya dan kami diterangkan apa harus dilakukan pas hari H saya bekerja, harus buat sarapan, masak makan siang, kasih obat dan minum buat si lansia. Nah yang pagi ini tanpa pengarahan sehari sebelumnya.
Malam sebelum hari H, Frank menunjukkan rute menuju ketempat saya bekerja. Jaraknya tidak jauh rumah, saya bisa jalan kaki kira-kira 10 menit. Malam itu pulsa HP (handphone) saya-pun diisi 30 EUR (sebelumnya sisa 13 cent :P) jaga-jaga kalau saya ada kendala ketika bekerja, jadi Frank bisa datang.
Sebut saja nama si lansia ibu Anton. Saya tekan bel rumahnya, lalu pintu dibuka dan saya masuk, ada tangga marmer di samping kanan saya, “.. mana penghuninya ya..” disebelah kiri saya ada pintu lagi. Ooo saya mendengar suara dari atas, lalu saya melangkah naik, sudah lewat satu lingkaran tangga .. “.. lah mana pintunya nih ..” Hallo, Guten Morgen! sahut saya. Sambil terus melangkah menaiki tangga, wuihh banyak juga anak tangga yang saya lewati.
Seorang wanita paruh baya, didepan pintu terbuka menyambut saya, “.. Guten Morgen, Ich bin Nella” kemudian saya disuruh masuk. Saya lepaskan jaket tebal dan juga sepatu saya, lalu saya diberikan sandal rumah. Wanita yang menyambut saya, sebut saja namanya ibu Eliz dia adalah anaknya ibu Anton. Ibu Eliz adalah rekan kerja suami saya, namun Frank bilang dia belum pernah bertugas menanggani ibu Anton.
Kemudian saya diperkenalkan ke ibu Anton (sedang sarapan di meja makan dapur). Ibu Anton di kursi roda, setelah beberapa saat melihat, saya menduga ibu Anton pernah terkena stroke, karena beliau tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki sebelah kanan.
Tugas saya adalah menemani ibu Anton selama ibu Eliz pergi untuk mengerjakan sesuatu. Ibu Eliz menginformasikan akan ada seorang terapis yang datang sekitar 9.30, saya disuruh buka pintu jika bel rumah berbunyi pada jam tersebut. Saya ditunjukkan bagaimana membuka pintunya. Di rumah-rumah disini (Jerman) ada seperti telepon dengan tombol untuk membuka pintu jika ada yang datang, dan kita juga bisa berbicara dengan orang diluar rumah, sebelum pintu dibuka melalui telepon tersebut. Ibu Eliz menunjukkan toilet dirumah tersebut, menunjukkan dua buah buku cerita berbahasa Jerman untuk saya berikan ke ibu Anton, jika dia ingin membacanya.
“Tiga jam tidak lama, waktu akan segera berlalu..” bisik saya dalam hati. Sebelum-sebelumnya saya bekerja 9 jam perhari menemani lansia. FYI (*for you information) ibu Anton hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, fasihnya berbahasa Rusia. Gubrakkk.com saya juga hanya sedikit bisa berbahasa Jerman, tapi kalau Rusia angkat tangan deh he-he-he:P.
Sebelum Ibu Eliz pergi, beliau juga mengatakan kalau ibunya biasanya tidak banyak bicara, jadi saya tidak perlu kuatir. Namun ternyata itu tidak sepenuhnya benar loh! Ibu Anton ternyata banyak berbicara (saya tidak mengerti artinya) dan beberapa kali ibu ini menangis. Saya berikan tissue yang ada di tas saya, ibu Anton menghapus airmatanya, lalu beliau bercerita lagi dan lagi sambil tangan kirinya ikut digerak-gerakkan menemani ceritanya. Oohhh Tuhan ..dalam hati saya. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang sedang diceritakan ibu Anton, kalau dia berbicara bahasa Jerman pasti telinga saya bisa menangkap satu dua kata, tapi saya sama sekali asing mendengarnya kalimat-kalimatnya, maka saya menduga beliau berbicara bahasa Rusia :’(.
Saya hanya bisa mengusap-usap lengan kanannya yang dibalut selendang wol, sambil mendengarkan ceritanya. Dua kali saya mengusap air matanya yang jatuh dari mata kanannya. Jam 9.40 bel rumah berbunyi, saya melangkah untuk menekan tombol supaya pintu depan rumah terbuka. Seorang lelaki kurus paruh baya dengan kepala hampir plontos, melangkah masuk dan mengucapkan salam. Saya menduga-duga ini petugas terapisnya atau teman ibu Anton ya? :D.
Ibu Anton dan si pria berbicara sangat akrab, dan ibu Anton banyak tersenyum. Oke setelah saya lihat beberapa saat ternyata si pria ini adalah petugas terapinya ibu Anton. Ibu Anton diangkat, dari sofa tempat dia duduk dipindahkan ke kursi kayu. Si petugas terapi mulai melakukan tugasnya, dia mengurut-urut telapak tangan bagian kanan ibu Anton, kemudian ibu Anton disuruh menggerakkan jari-jari tangan kanannya sendiri tanpa bantuan. Ibu Anton berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan jari-jari kanannnya, berkali-kali tangan kirinya mau memberi bantuan selalu ditepis oleh si terapi, maksudnya adalah jari-jari kanan harus bisa digerakkan sendiri tanpa bantuan sama sekali.
Karena seringkali tangan kiri ditepis si terapis, maka ibu Anton hanya bisa tersenyum-senyum simpul, sambil meledek si pria tersebut dengan menjulurkan lidahnya ketika si terapis menunduk, ibu Anton tersenyum menoleh kesaya, saya bisa melihat dengan jelas pola tingkahnya ketika meledek si terapis he-he-he
Sesekali juga si terapis berbicara dengan saya, menanyakan nama saya (Nella, nama yang indah puji dia), apa saya betah tinggal di Jerman, kalau bicara dengan suami pakai bahasa apa? “Inggris dong!”sahut saya :D.
Si terapis bilang dia harus bisa menguasai beberapa bahasa asing karena banyak pasiennya orang Turki, Polandia, Rusia, jadi dia bisa bahasa tersebut dan tentunya juga bisa berbahasa Jerman, tapi dia bilang belum bisa berbahasa Thailand dan Inggris. Dia berbicara bahasa Rusia dengan ibu Anton. Buat saya, hmm ketika si terapis dan ibu Anton saling berbicara dengan bahasa Rusia, kedengarannya seperti ketika saya mendengar orang-orang berdoa dengan bahasa lidah atau bahasa Roh. Sangat indah, walau saya tidak mengerti arti kalimatnya.
Kali ini Ibu Anton meringis-ringis menahan sakit, dia tetap berusaha sekuatnya. Jika sudah berhasil si terapis memberikan tepuk tangan sambil berkata “JA, PRIMA!!” lalu Pause (istirahat sebentar), lama-lama terapinya makin menanjak, jadi semakin berat, tangan kanan diangkat si terapis setinggi kepala, maka ibu Anton sesekali menangis, begitu pula ketika kaki kanannya diberikan terapi beberapa kali ibu ini menangis menahan sakitnya. Saya juga berikan tepuk tangan ketika ibu Anton berhasil menyelesaikan terapinya.
Jam 10.15 terapinya selesai, ibu Anton kembali dipindahkan ke sofa. Si terapis pamitan untuk pulang. Kembali saya lanjutkan membacakan cerita dari buku cerita berbahasa Jerman, bukunya bagus dengan gambar yang bagus pula, tapi jangan ditanya apa saya mengerti semua isi ceritanya, boro-boro deh! :D. Kemudian, saya menambahkan air minum ibu Anton ke gelasnya.
Sesekali saya berhenti membaca dan mengamati ruang tamu tempat kami berada, saya bilang ke bu Anton, rumahnya bagus, diatas lemari ada 11 bouquet bunga plastik warna merah dan pink, ditata apik disepanjang atas lemari, kemudian diatas kusen pintu ke dapur tertata rapi patung-patung kecil anak-anak, lalu saya melangkah melihat 4 frame besar foto di dinding, foto keluarga ibu Anton, lalu ada 6 pot tanaman di pojokan rumah. Wah ada satu piagam penghargaan dalam frame ditandatangi oleh minister-presidentBaden Württemberg semacam kepala pemerintahan. Isi piagamnya adalah ucapan selamat karena bapak dan ibu Anton sudah melewati 50 tahun pernikahan (golden wedding anniversary).
Menurut suami saya, di Jerman mereka yang melewati 50 dan 60 tahun pernikahan akan dapat piagam (penghargaan) dari pemerintah setempat, kalau baru melewati 25 tahun belum mendapat surat penghargaan. Oh ya oma dan opanya Frank juga sudah melewati 50 tahun pernikahan ;-).
Apakah saya akan menghabiskan masa tua di Jerman? Saya belum bisa jawab, dari pengamatan saya selama hampir lima bulan disini, kaum lansia tinggal sendiri dirumah, terpisah dengan anak mantu dan cucu. Kalau masih bisa beraktifitas, keluar rumah, sehat, bisa jalan dengan baik itu sangat luar biasa, jadi tidak bosan hanya dirumah saja, namun kalau si lansia sudah ditinggal pasangannya (suami atau istri wafat duluan), ko sepi ya dirumah sendirian, apalagi kalau si lansia sudah tidak bisa jalan, atau bahkan hanya bisa berbaring ditempat tidur, sendirian pula tanpa ada yang menemani dirumah, ya ko saya mikir jadi sedih ya? Hmm belum bisa jawab sekarang, tapi kalau Frank maunya tinggal di Indonesia, di Lombok tepatnya hahahaha, kenapa? Lain kali akan saya ceritakan ya.
Positifnya masa tua di Jerman adalah pelayanan kesehatan sangat amat diperhatikan, ada perawat-perawat yang datang tiap hari kerumah, mencek kesehatan, mengganti diapers (popok untuk orang dewasa) memandikan dll.
Cemilan Cheese Sticks. Suami tercinta saya tidak suka dengan cemilan (kudapan = snacks) yang manis-manis, maka saya coba cari resep-resep cemilan yang tidak manis, ketika asyik browsing saya temukan deh satu resep dari Diana Rattray. Cheese Sticksnya tidak bertahan sehari langsung habisss, suamiku sukaaa bangettt 🙂 :).
This is it Cheese Sticks by Nella
Resep Cheese Sticks
Bahan : • 1 cangkir tepung terigu • ½ sendok teh garam • 1/8 sendok teh cayenne pepper (serbuk cabe) • 1 ½ sendok teh baking powder • 4 sendok makan butter atau margarine • ½ cangkir Cheddar cheese parut • 3 sendok makan krim asam
Berhubung karena dirumah sedang tidak ada baking powder, maka saya gunakan 1 butir telur ayam, gunakan kuningnya saja. Pikir saya bisa juga sebagai pengembang?? ngarang.com ahh 😛 Berhubung kedua, dirumah belum punya timbangan kue, maka resep ini sangat tepat bagi saya ;-).
Cara Pembuatan :
1. Kuning telur dan butter dikocok dengan mixer sampai naik dan mengembang (kira-kira 2-3 menit) 2. Gabungkan bahan-bahan kering seperti tepung terigu, garam, cayenne pepper, aduk supaya tercampur. 3. Masukkan campuran bahan no.2 ke adonan no.1 aduk sampai tercampur sempurna (sebaiknya tidak gunakan mixer lagi, karena konsistensi adonan terlalu kering, mixer bisa rusak dipaksa kerja), uleni dengan tangan saja. 4. Masukkan cream asam ke campuran adonan no. 3 lalu masukkan keju parutnya, uleni hingga tercampur sempurna. 5. Bentuk adonan menjadi satu bulatan, bungkus dengan aluminium foil atau plastik kemudian masukkan kulkas selama 1 jam (supaya mengembang). 6. Bentuk adonan menjadi batangan sepanjang 10 cm, kalau masih ada sisa keju parut, bisa taburkan diatasnya, panggang di oven dengan temperature 200 derajat C selama 10 menit.
Hati-hati 22 Merek Kopi yang Mengandung Bahan Kimia. Jika Anda menjumpai atau malah mengkonsumsi nama-nama kopi dibawah ini, sebaiknya Anda hati-hati karena merek-merek kopi dibawah ini dilarang beredar di pasaran karena berbahaya bagi kesehatan:
Secangkir kopi baik untuk kesehatan, asal bukan kopi dengan BKO
39 Sa Kao 3 in 1 Kopi Mix Plus Ekstra Jahe.
39 Sa Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1.
Bel-Bel Kopi Susu Extra produksi PT Mandala Cahaya Sentosa.
Black Borneo Platinum Coffee produksi PT Victoabel Food Industry.
Dream Coffee produksi PT Mandala Cahaya Sentosa, Sidoarjo dan PT International Green Natural.
Dynamic Coffee/Dynamic Coffee Nusantara/Dynamic Tribulus Coffee produksi PT Daya Dinamika Nusantara dan PT Aimfood Indonesia.
Golden Life.
Good Coffee Premium/Good Coffee produksi PT Putra Gudti Indonesia dan CV Bin Halim.
Herba Max Coffee distributor PT Solusky.
Jahe Mix Barokah SP.
Jamoon Isntan Coffee produksi PT Green Nirmala, Sidoarjo.
Joss-Fly Coffee Plus Panax Ginseng produksi PT Mandala Cahaya Sentosa.
Kopi Cleng Sehat, Nikmat, Berstamina produksi CV Jamu Moro Sehat, Banjarnegara.
Kopi KPH/Kopi Kuat.
Kopi Mahabbah produksi PT Mandala dan Mahabbah Group.
Kopi Pasutri produksi Al Jazira Herbal, Bekasi.
Kopi Strong 234 produksi PT Hamiegi, Bandung.
Maca-Tekh produksi PT Wootekh, Jakarta.
Matador Coffee.
Mawaddah Coffee.
On Coffee.
Premium Energy Coffee.
Masyarakat diminta untuk tidak membeli dan mengkonsumsi produk kopi di atas. Bila menemukan produksi dan atau peredaran kopi mengandung BKO tersebut agar melaporkan kepada unit pengaduan konsumen BPOM nomor telepon 0214263333 dan 02132199000 atau email ke [email protected] atau melalui layanan informasi konsumen di balai besar atau balai POM di seluruh Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 22 produk kopi dalam kemasan yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berupa sildenafil dan atau tadalafil. Hasil tersebut berdasarkan pengujian terhadap 56 produk kopi dalam kemasan selama dua hari.
Merek-merek tersebut ditemukan beredar di Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Pelaku mengicar masyarakat daerah yang notaben tidak terlalu waspada dengan kualitas produk.
Beberapa produk yang disita memiliki nomor register yang diberikan BPOM, tapi nomor tersebut disalahgunakan. “Pada prinsipnya penambahan BKO dalam pangan dilarang,” kata Kepala BPOM Kustantinah di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2011).
Bahan kimia sildenafil dan atau tadalafil dapat membuat konsumen mengalami sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, nyeri dada, denyut cepat (palpitasi), kehilangan potensi seks secara permanen, infark myocard dan kematian. Khasiat yang ditawarkan kopi yang mengandung BKO yakni untuk meningkatkan vitalitas pria. “Ini yang membuat orang tertarik untuk membeli.
Mengajukan visa Bekerja dan Berlibur (Work and Holiday) ke Australia. Beberapa waktu lalu saya sempat bantu jawab pertanyaan seseorang di milis, pertanyaannya adalah bagaimana mengurus “Working Holiday Visa” ke Australia. Sebenarnya istilah yang tepat untuk warga Indonesia yang ingin mendapatkan visa ini, namanya adalah “Work and Holiday Visa” (Visa Bekerja dan Berlibur).
Anda pasti kira ahhh sama saja toh! Eitt tunggu dulu, istilahnya memang mirip namun tidak sama. Jadi ada 2 (dua) jenis kategori, pertama adalah WORKING HOLIDAY VISA (subclass 417, berlaku untuk warganegara Eropa). Kedua adalah Work and Holiday Visa (subclass 462, berlaku untuk Negara Bangladesh, Chile, Indonesia, Malaysia, Thailand, Turki dan Amerika). Perbedaan kedua jenis visa ini : WORKING HOLIDAY VISA bisa diperpanjang ke tahun kedua, sedangkan Work and Holiday Visa (yang bisa untuk WNI) berlaku maksimum satu tahun.
Visa ini diberikan bagi mereka yang berusia 18 tahun sampai 30 tahun (pada saat pengajuan visa). Mungkin belum banyak yang mengetahui informasi ini dan memanfaatkannya. Menurut Ditjen Imigrasi, seperti dilansir di websitenya, mengatakan : Perjanjian mengenai “Visa Bekerja dan Berlibur” telah ditandatangani oleh pihak Australia dan Indonesia, dimana permohonan visa telah diterima sejak 1 Juli 2009. Visa Bekerja dan Berlibur diperuntukkan bagi Warga Negara Australia untuk mengunjungi Indonesia dan Warga Negara Indonesia untuk mengunjungi Australia.
Work and Holiday Visa merupakan Visa Turis yang memperbolehkan si pemegang visa untuk bekerja, dengan syarat bekerja di suatu perusahaan atau pemberi kerja dengan jangka waktu maksimal HANYA untuk 6 (enam) bulan.
Menurut Sigit Adinugroho dari ranselkecil.com jenis pekerjaan bagi pemegang Work and Holiday Visa bukanlah pekerjaan yang menimbulkan pajak (sektor informal), berbasis kontrak dan jangka pendek. Kemampuan/keterampilan yang dibutuhkan juga cukup sederhana, seperti memetik buah-buahan, menggarap lahan, mengupas buah, bertukang, menjadi pelayan restoran, memasak, dan mengajar. Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk jenis-jenis pekerjaan lain yang lebih membutuhkan keterampilan tinggi seperti fotografi, menulis, desain web, dan lain sebagainya.
Untuk singkatnya, persyaratan bagi pemohon Work and Holiday Visa :
Berusia antara delapan belas (18) sampai dengan tiga puluh (30) tahun (termasuk berusia 18 dan 30) pada saat mengajukan permohonan visa.
Memiliki kualifikasi pendidikan, atau telah menyelesaikan setidak-tidaknya dua tahun pendidikan perguruan tinggi.
Mengajukan permohonan di negara asal (Indonesia atau Australia).
Memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris, yang sekurang-kurangnya tingkat fungsional dalam tes bahasa.
Tidak memiliki anak-anak dibawah umur yang akan pergi dengan pemohon ( anak-anak dibawah umur tidak diperbolehkan untuk disertakan sebagai anggota keluarga dalam permohonan visa orang tuanya).
Belum pernah mengikuti program Bekerja dan Berlibur sebelumnya.
Memiliki dana yang layak untuk membiayai keperluan pribadi selama tiga bulan pertama – kurang lebih sebesar lima ribu (5000) dollar Australia.
Berbadan sehat dan berkelakuan baik.
Menyertakan surat dari badan pemerintah yang relevan yang menyatakan bahwa pemohon telah memenuhi semua persyaratan
Dokumen-dokumen yang harus dilampirkan dengan aplikasi visa :
Formulir aplikasi (Formulir 1208). HARUS diisi lengkap dan ditanda tangan. Untuk Formulir klik disini
Paspor yang masih berlaku paling tidak 12 bulan dan pasport lama juga disertakan.
1 lembar foto anda ukuran foto paspor yang terbaru.
Mempunyai bukti keuangan yang cukup, paling tidak AUD $5000 untuk memberikan dukungan awal dari liburan Anda. Jumlah ini bervariasi tergantung dari apakah anda bisa menunjukkan tiket pesawat pulang-pergi, lama tinggal dan tujuan dari keberangkatan Anda. Bukti yang dapat anda lampirkan adalah rekening koran yang sudah di legalisir.
Bukti anda mempunya kualifikasi ketiga, atau anda sudah menyelesaikan paling tidak 2 tahun dari pendidikan universitas anda. Persyaratan klik disini
Bukti Anda mempunya kemampuan bahasa Inggris yang baik yang dinilai dari test bahasa Inggris. Persyaratanklik disini
Melakukan test rontgen di salah satu panel radiologist. Mereka akan mengirimkan hasilnya langsung ke bagian Imigrasi. Formulir rontgen klik disini
Surat dari pemerintah (Imigrasi ) yang memberikan dukungan.
Detail kontak:
Direktorat Lintas Batas dan Kerjasama Luar Negeri. Phone: 021-5225033 • Bpk Bona Roy Simanungkalit. Email: [email protected] • Ibu Novi Eka Fitri. Email: [email protected] • Bpk Johan Tirta Ginting. Ph: +6281280803141, Email: [email protected] • Bpk M. Angga Kurniawan. Ph: +6285691612838, Email: [email protected] • Fax: +62215225033
Alamat pengiriman:
Direktorat Lintas Batas & Kerja Sama Luar Negeri Direktorat Jenderal Imigrasi Jl. H.R Rasuna Said Kav. 8-9 Kuningan, Jakarta Selatan 12940 *Harap dicatat bahwa surat dukungan tidak memberikan garansi bahwa Anda akan mendapatkan visa. Tetapi surat ini adalah salah satu persyaratan aplikasi Anda.
Pengurusan Visa ke Australia di tangani oleh Pusat Permohonan Visa Australia (AVAC) silakan datangi kantornya atau menghubungi melalui telepon.
AVAC Jakarta Plaza ASIA, Lt. 22, Zone C Jalan Jendral Sudirman Kav 59 Jakarta 12190 Telp: +62 21 51401590/91 AVAC Bali Perkantoran Grand Sudirman Agung Blok B-28 Jalan PB Sudirman Denpasar, Bali 80114 Telp: +62 361 241078 Lengkapnya klik vfs-au-id.com/contactus
Setiap tahun tersedia 100 visa Bekerja dan Berlibur yang akan diberikan bagi pemohon berkewarganegaraan Indonesia. Jadi ayo liburan sambil bekerja atau bekerja sambil liburan? Terserah Anda saja 🙂 .
Würdig ist das Lamm (Worthy is the Lamb) D. Zschech by Hillsong. For you who love hillsongmusic, would know the song from the video below, because I am learning the German language so the video is in German, and I managed to find the lyrics, enjoy. God Bless you 😉 .
Licht dieser Welt (Here I am to Worship). Pencinta lagu-lagu Hillsong pasti sudah mengenal lagu dibawah ini. Buat yang mau belajar bahasa Jerman, silakan disimak lagu pujian dibawah ini, selamat menikmati! 😉
Hosanna, Hosanna, Hosanna in der Höhe – Hosanna, Hosanna, Hosanna in the highest dalam beberapa bahasa. This song made me cry 😥 .
Hosanna, Hosanna, Hosanna in der Höhe Hosanna, Hosanna, Hosanna dans les lieux tres hauts Hosanna, Hosanna, Hosanna en las alturas Hosanna, Hosanna, Hosanna in the highest
I missed the Christian community, sometimes I cry when singing the hymns that I see on youtube, may I soon found a Christian community in Germany.
I found several versions of the language, but I do not find Indonesian version 🙁 Hosanna with lyrics for worship
German version : Hosanna, Hosanna, Hosanna in der Höhe
French Version: Hosanna, Hosanna, Hosanna dans les lieux tres hauts
Spanish Version : Hosanna, Hosanna, Hosanna en las alturas
English Version : Hosanna, Hosanna, Hosanna in the highest
Mari kita kembali menaikkan lagu pujian sambil belajar bahasa Jerman, kali ini dengan tempo yang cepat dan nada riang, jadi jangan ragu sambil gerakkan badanmu ke kanan dan ke kiri, gunakan semua anggota tubuhmu to praise and worship Lord Jesus our God all Mighty :-).
Awalnya saya kira ini adalah video pujian yang singkat, ternyata sampai menit ke 10, 20, 30 masih terus berjalan, dan berakhir di menit 39 : 38 detik. Teman saya Kei tahu kalau saya senang dan memang sedang belajar bahasa Jerman ;-). Mauliate godang Kei!
Video ini merupakan Live PerformanceNathanael Heimberg dan band-nya yang berlangsung pada 25 Oktober 2011 lalu di Sydney, Australia. Konsernya berisi beberapa lagu puji-pujian (gospel songs) dan diselingi kesaksian si Nath. Kombinasi lagu antara berbahasa Inggris dan bahasa Jerman yang semuanya di tulis oleh Nathanael Heimberg, lagu-lagu dalam bahasa Inggris diberikan teks bahasa Jermannya, sedangkan sebaliknya tidak he-he-he. Jadi saya berasumsi, video ini dikhususkan untuk orang-orang berbahasa Jerman.
Kenapa video ini membuat saya melek? Padahal jam sudah menunjukkan lewat jam 00.30 dini hari. Yang awalnya saya mulai mengantuk, ya jadi segar kembali karena lagu-lagunya di dominasi lagu berirama cepat, pop, rap, bahkan nge-rok. Semua lagunya oke banget!
Pada menit ke 22:10 Nath menceritakan mengenai human trafficking (perdagangan manusia) yang terjadi di dekatnya, sebelum bercerita lebih lanjut, Nath memanggil seorang temannya ke atas panggung, seorang wanita, dimana si wanita ini lebih mengetahui detail mengenai human trafficking, dan kemudian Nath menterjemahkan perkataan wanita tersebut kedalam bahasa Inggris.
Pada menit ke 26:40 penonton diajak untuk menonton video singkat mengenai human trafficking, kisah dari seorang gadis bernama Natalia yang terjerumus kedalam praktek human trafficking, bagaimana awalnya Natalia berkenalan dengan seorang pria, saling berbincang-bincang di café, tanpa sadar ketika Natalia pergi sebentar ke toilet, si pria memasukkan obat kedalam minuman Natalia, dan ketika Natalia kembali dari toilet dan meminumnya menjadi tidak sadarkan diri, dan cerita selanjutnya si pria ini menjerumuskan si gadis ini ke praktek human trafficking dengan membawanya ke luar perbatasan Negara dimana Natalia tinggal.
“If slavery isn’t wrong … nothing is wrong.” – Abraham Lincoln
Saat ini di abad ke 21, masih ada 27 juta orang yang hidup dalam perbudakan, dimana 1,4 jutanya dijadikan budak untuk prostitusi. Human trafficking adalah kejahatan yang berkembang cepat.
Untuk kisah selanjutnya, silakan melihat video berikut ini.
Nath Heimberg and Friends – live from Nathanael Heimberg on Vimeo .
Dari mulai hingga akhir konser, ternyata penontonnya pada berdiri, hebat euy gak pegel atau memang tidak disediakan kursi ya? 😀
Note: Senangnya bisa mendengar kembali bagaimana ketika orang Swiss berbicara. Mir si parat! 😉