Tag: hal menarik di Jerman

  • Mengenai Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman

    Mengenai Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman

    Mengenai Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman. Kontainer begini banyak terdapat di Jerman, mulai dari lokasi parkir, lahan kosong, depan supermarket, bahkan ditepi jalan ada ada juga. Sebenarnya yang bisa disumbangkan bukan hanya pakaian, melainkan sepatu, tas, bahan kulit, jaket, bahkan celana dalam dan kaos kakipun bisa dimasukkan ke kotak sumbangan/donasi tersebut 😀 .

    Mengenai Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman

    Namun ternyata, tidak semua kotak/kontainer sumbangan tersebut ditujukan untuk donasi, karena ada saja oknum yang mengambil keuntungan dari isi kontainer. Pernah saya menonton liputat mengenai „dimana tempat akhir pakaian bekas yang disumbangkan?“, ternyata di toko second hand pribadi bukan untuk kepentingan donasi.

    Baca juga: 5 Kelakuan Unik yang Belanja di Supermarket Jerman No. 3 Jagoanku

    Orang Jerman tidak suka dikasih pakaian bekas, mungkin yang dikasih takut tersinggung kali ya hehe. Eh belum lama ini, saya pernah dikasih pakaian bekas buat Benjamin. Jadi ceritanya omanya Benjamin lihat di majalah mingguan kota tempat tinggalnya, ada iklan sepeda anak di jual (sepeda bekas), ditulis sepeda nyaris baru, karena ditulis jarang sekali dipakai.

    Sebenarnya bapaknya Benjamin mau beli sepeda baru, tapi omanya Ben bilang kemahalan lah kalau 200 an euro (Rp.3,2 juta) buat sepeda. Nah tuh sepeda bekas kalau tidak salah 100 euro deh.

    Hari jumat setelah pulang TK, Benjamin dan bapaknya mau bayarin sepeda bekasnya. Lokasinya satu kota juga dengan tempat tinggal kita. Pas nyampe, ternyata sepedanya dikasih gratis bo buat Benjamin 😉 . Keesokan harinya bapaknya Benjamin ke mobil dan ambil kantong gede, isinya pakaian anak cowo seumuran Benjamin, dan semuanya nyaris baru!.

    Mulai kaos, kemeja lengan panjang dan pendek, celana panjang dan celana pendek, pokoknya pakaian yang cocok buat musim semi ini dan buat musim panas nanti. Pakaian anak-anak kan memang cepat sekali berganti ya, anak cepat banget besar, makanya daripada sayang dibuang kali, dikasihlah ke kita, rejeki si Benjamin! Haha.

    Tulisan Terkini

    Di Jerman, sekitar 1 juta ton pakaian bekas setiap tahunnya yang dikumpulkan dari kontainer pakaian bekas. Idealnya pakaian bekas yang dimasukkan ke kontainer sumbangan tentunya yang masih sangat layak pakai ya, ternyata saya pernah lihat banyak juga pakaian tidak layak pakai ditaruh disamping atau depan kontainernya, tidak dibuat rapih (dikantongin), tapi seperti asal dilempar aja, jadi berantakan. Termasuk karpet bisa juga dimasukkan ke kontainer tersebut, tuh makanya kadang saya lihat kontainer tersebut dijadikan seperti tempat buang sampah, bukan lagi sebagai tempat pakaian buat disumbangin 🙁 .

    Used clothing bins in Germany
    Kontainer yang ini ada keterangan pemiliknya punya texaid, ada no telp dan websitenya. Kalau ada yang penasaran bisa sesekali dijajal beneran nyambung ga tuh telp. Used clothing bins in Germany

    Padahal sudah ada keterangan dikontainernya, supaya barang/pakaian yang mau disumbangin dimasukkan ke plastik dulu. Kalau mau kasih sepatu, sendal, kaos kaki harus sepasang dan dikantongi pula, kenyataannya tidak melulu seperti yang diharapkan 😀 .

    Sama seperti liputat di tv yang pernah saya tonton, omanya Benjamin pernah bilang, kalau ada pakaian bekas, jangan dimasukkan ke kontainer sumbangan (kleiderspende container) karena bukannya disumbangkan buat organisasi kemanusiaan, melainkan bakal dijual lagi ke second hand. Ada pakaian-pakaian bekas yang dijual di toko second hand di Jerman, atau di negara eropa lainnya, jangan-jangan sampai ke Indonesia juga kali ya haha.

    Terkadang ada juga orang yang mikir, ya tidak peduli mau disumbangkan atau tidak, yang penting niatnya baik mau disumbangin, lemari jadi kosong dan bisa beli pakaian baru. Seperti saya nih, sudah ada berapa kardus tuh pakaian bekas di gudang, mau dikirim ke tanah air ya pakai duit, mau dibawa terbang waktu keluargaku datang ya berat diongkos kan, akhirnya beberapa kujadikan kain lap sajalah haha.

    Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman.
    Kontainer yang ini tidak ada keterangan pemiliknya, hati-hati deh berarti bisa aja buat pribadi, isi kontainernya bakalan dijual ke second hand. Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman.

    Saya termasuk orang yang jarang sekali beli pakaian, baju-baju saya dari tanah air dari 6 tahun lalu masih ada beberapa yang layak pakai (buat dirumah), bapaknya anak-anak juga ada aja baju rombeng masih dipakai haha. Jarang beli baju baru kan kita jadi bisa mengurangi sampah toh. Dipakai sampai titik terakhir haha, yang masih bisa dijahit ya dijahit atau ditambal hehe.

    Dari beberapa artikel yang saya baca, kalau mau sumbangin pakaian bekas di Jerman, antara lain ke:

    • Red Cross (organisasi palang merah).
    • CARITAS (organisasi Katolik).
    • Diakonie (organisasi Prostestan).
    • Charity shop lokal, nih ada ditempat tinggal saya, dikelola Diakonie. Uang dari penjualan akan disumbangin lagi.
    • Organisasi amal lainnya (charity organization atau seperti Nachbarschaftshilfe).
    • Ke teman/keluarga yang kita kenal.
    • Sumbangin ke tempat/lokasi pengungsi (Flüchtlinge) langsung.

     

    Ada jugakah kontainer sumbangan begini dinegara kamu tinggal?.

    Video Kontainer Sumbangan Pakaian Bekas di Jerman

     

    Baca juga: Ke Jerman Modal Nekat? Bisa!

    Sumber bacaan:
    Charity shops and clothes recycling bins
    Kontainer Sumbangan Baju dan Sepatu Jerman
    Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di Jerman

     

    PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

    ↑ Grab this Headline Animator

  • Serunya Petik Bunga Liar Dandelion di Pinggir Jalan

    Serunya Petik Bunga Liar Dandelion di Pinggir Jalan

    Serunya Petik Bunga Liar Dandelion di Pinggir Jalan. Saya bersama jagoanku Benjamin, kita senang sekali petik bunga liar di pinggir jalan. Kegiatan mengasyikan ini kita lakukan dalam perjalanan pulang dari Taman kanak-kanak, atau kalau Ben tidak sekolah dan kita jalan-jalan saja ke pusat kota, sering kali kita menemukan aneka bunga liar yang menarik di pinggir jalan.

    Serunya Petik Bunga Liar Dandelion di Pinggir Jalan

    Bunga liar yang saya paling tahu namanya adalah Dandelion. Saat jagoanku melihat bunga liar ini dia akan bilang „Puste mama!“ (tiup mama!), itulah kenapa dandelion disebut juga Pusteblume (bunga tiup). Benjamin suka sekali meniup dandelion yang kemudian benihnya beterbangan dengan indahnya dibawa angin 🙂 .

    Baca juga: Cerita Benjamin Masuk Taman Kanak-kanak

    Saya baru tahu loh kalau yang putih abu-abu ditiup anakku dan beterbangan itu adalah bakal bibit/benih dari bunga dandelionnya yang disebut Taraxacum. Oh ya dalam bahasa Indonesia dandelion disebut bunga Randa Tapak .

    Tulisan Terkini

    Bunga dandelion sendiri berwarana kuning, dan saat masa berbunga sudah selesai, bunganya rontok berganti warna menjadi putih abu-abu seperti bentuk jarum-jarum tipis. Bentuk inilah yang menarik saat ditiup atau saat angin kencang, benihnya beterbangan kemana-mana dibawa angin.

    Bunga Dandelion, benihnya, dan benihnya yang sudah rontok diterbangkan angin
    Bunga Dandelion, benihnya, dan benihnya yang sudah rontok diterbangkan angin

    Ada banyak bunga liar lainnya dari keluarga Asteraceae (suku kenikir-kenikiran) yang mirip dengan dandelion, nah yang mirip-mirip ini disebut dandelion palsu (False dandelions). Bunga dandelion ini banyak saya jumpai tumbuh liar di pinggir jalan, di depan rumah-rumah orang, atau dilahan liar.

    Asal usul nama bunga dandelion: nama Bahasa Inggris dandelion (/ˈdændɪlaɪ.ən/ DAN-di-ly-ən awalnya adalah dari bahasa Perancis dent-de-lion yang berarti gigi singa, mengacu pada gerigi kasar daun. Pantas saja dalam bahasa Jerman disebut Löwenzahn. Dulu saya aneh kalau mendengar nama Jermannya Löwenzahn kedengaran lucu, artinya ya gigi singa 🙂 .

    Ternyata ya keberadaan bunga liar dandelion ini dan benihnya Taraxacum penting sekali buat sekitarnya:

    • Benih Taraxacum adalah sumber makanan yang penting bagi burung-burung tertentu.
    • Dandelion adalah juga tanaman yang penting untuk lebah karena tanaman ini sumber nektar dan serbuk sari di awal musim semi.
    • Dandelion digunakan sebagai makanan oleh larva beberapa spesies Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat).
    • Dandelion juga digunakan sebagai sumber nektar kupu-kupu Pearl-bordered fritillary (Boloria euphrosyne), salah satu kupu-kupu yang paling awal muncul di musim semi.

    Serbuk sari dandelion dapat menyebabkan reaksi alergi ketika tidak sengaja termakan, atau bisa terjadi reaksi alergi pada kulit yang sensitif. Sampai saat ini Benjamin baik-baik saja saat memegang aneka bunga liar.

    Selain melihat aneka bunga liar seperti dandelion, yang bermekaran di akhir April ini ada pula bunga lilac (Syringa vulgaris) dan bunga Iris Germanica. Kalau bunga lilac wangi sekali, sedangkan iris German tidak ada wanginya. Kedua bunga tersebut saya punya di kebun balkonku, yang Iris Germanku belum pada berbunga 😉 .

    Video Petik Bunga Liar di Pinggir Jalan Bersama Benjamin

     

    Karena cuaca hangatnya datang lebih awal, padahal masih musim semi, maka aneka bunga yang biasanya bermekaran di awal musim panas, eh di bulan April ini sudah bermekaran.

    Apakah bunga liar dandelion ini banyak juga kalian jumpai di Indonesia? 😀 .

     

    Demikianlah cerita saya mengenai Serunya Petik Bunga Liar Dandelion di Pinggir Jalan. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

  • Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian. Pernahkan kamu merasakan sensasi naik kereta ke ketinggian 700 meter?. Mama saya bilang „takut juga ya bagaimana kalau tiba-tiba keretanya rusak dan meluncur turun nabrak rumah-rumah dibawah“. „.. ya mak kereta buatan Jerman gitu loh!“ sahut saya haha.

    Minggu 31 Mei kita pergi liburan singkat ke Schwarzwald. Perjalanan ke penginapan butuh waktu sekitar 3 jam, daripada hari pertama kosong tanpa acara jalan-jalan jadi kita pergi ke objek wisata di Bad Wilbad dulu baru setelahnya lanjut ke penginapan.

    Tujuan utama ke Bad Wilbad adalah mengunjungi Baum wipfelpfad (the treetop walk) terjemahan google jadinya puncak pohon berjalan, jadinya lucu banget diterjemahkan ke bahasa Indonesia haha. Terjemahan bebas ala saya sebut „jembatan hutan“ saja ya 😉 .

    Untuk sampai ke lokasi Baum wipfelpfad kita naik kereta kabel (die Standseilbahn) sommerbergbahn. Kereta 2 gerbong ini bisa menampung 75 orang. Ada tempat khusus untuk sepeda, kereta dorong dan kursi roda. Kereta kabel ini merupakan generasi ke empat. Kereta kabel pertama di wilayah Baden Württemberg beroperasi tahun 1908. Di kota Bad Wilbad ini dekat pintu masuk objek wisata bisa kita lihat kereta kabel yang pertama kali digunakan yang sudah berumur 100 tahun.

    Video Naik Kereta Kabel Sommerbergbahn

     

     

    Panjang rel kereta 756 meter, pada ketinggian 500 meter kita bisa melihat lembah dan hutan yang sungguh indah dilihat dari ketinggian. Sampai diatas kita langsung ke lokasi jembatan hutan Baum wipfelpfad.

    Tiket masuk jembatan hutan Baum wipfelpfad sudah kita beli sebelum naik kereta. Tiket dewasa 13 euro (sekitar Rp. 195.000) harga ini sudah termasuk tiket keretanya pp 2,5 euro. Untuk anak dibawah 6 tahun gratis.

    Kalau misal tidak mau naik kereta ke objek wisata jembatan hutan bisa saja, jadi 13 euro tersebut dikurangi 2,5 euronya, kalau tidak naik kereta, pengunjung bisa berjalan kaki (mendaki hehe) atau naik mobil. Bapaknya Benjamin lebih memilih supaya kita naik kereta supaya tidak mengotori udara sekitar hutan dengan asap kendaraan.

    Uniknya Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian
    Tree Top Walk Black Forest Jerman

     

    Dari jembatan Baumwipfelpfad sepanjang 1.000 meter kita bisa melihat hutan dari sisi lain yakni dari ketinggian 20 meter, dan dari puncak menara pandangnya kita akan berada di ketinggian 40 meter melihat keindahan Schwarzwald (hutan hitam).

    Arsitek jembatan hutan Baumwipfelpfad adalah Josef Stöger. Pak Stöger ini merancang 5 jembatan hutan Baumwipfelpfad. ada 4 di Jerman yakni di Neuschönau, Rügen, Schwarzwald yang kita kunjungi, Saarschleife dan satu di Lipno CZ Republik Ceko.

     

    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany
    Baumwipfelpfad Schwarzwald (The treetop walk) Germany

     

    Objek wisata treetop walk yang kita kunjungi di Schwarzwald dibuka untuk umum pada 26 September 2014.

     

    Pos Informasi

    Sepanjang jalan jembatan akan kita temukan papan informasi mengenai aneka hewan liar apa saja yang hidup di hutan sekeliling Baumwipfelpfad, informasi mengenai makanan apa saja yang biasanya dimakan hewan liar dihutan, bentuk /cetakan jejak kaki hewan liar dihutan inipun bisa kita lihat disana.

     

    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya
    Papan informasi mengenai tupai membuat sarangnya

     

    Kalau kamu tertarik dengan alam liar berikut ini ada 10 pos Informasi Tree Top Walk Black Forest (dalam Bahasa Inggris):

    Didactic stations on the walk. Learn more about nature

     

    Pos Ketangkangsan

    Saya lupa ada berapa tepatnya pos ketangkasan ini, semua pos dicoba bapaknya Benjamin. Saya tidak berani mencoba takut jatuh haha padahal ada jaring kawat pelindungnya sih tapi tetap aja saya cemen 😳 .

    Benjamin penasaran mau mengikuti bapaknya, bukannya melangkah di balok ketangkasan, malah Benjamin berjalan di jaring kawat pengamannya. Bapaknya sudah sampai finish anaknya baru beberapa langkah saja. Benjaminnya diangkat segera karena menghalangi pengunjung lainnya yang mau lewat pos ketangkasan ini.

    Activity station
    Activity station

     

    Jalan kaki sejauh 1,2 km jadi tidak terasa karena banyak hal menarik yang bisa kita temui (pelajari) di jembatan hutan ini. Benjamin puas berlarian. Orangtua tidak perlu kuatir kalau anak-anak berlari-lari karena jembatan ini mulus tanpa anak tangga.

     

    Paling istimewa dari objek wisata jembatan hutan ini adalah pada ujung jembatan ada menara pandang melingkar setinggi 40 meter yang bahan utama pembuatannya adalah kayu. Kemiringan menara pandang ini 6% jadi aman digunakan untuk pengunjung dengan kursi roda dan para orangtua yang membawa kereta dorong. Menara padang ini konstruksinya menyerupai bentuk cangkir, ada 12 lingkaran (tingkat) menyerupai cincin melingkar.

     

    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany
    The View Tower Tree Top Walk Black Forest Germany

     

    Kita semua tidak jalan sampai atas menara karena sudah cape jalan kaki (malas haha). Bisa sih turun naik perosotan cuma ya harus bayar 2 eur (Rp.30.000) per orang dan Benjamin belum bisa, boleh mulai umur 6 tahun naik perosotannya.

     

    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald
    Die Rutsche Baumwipfelpfad Schwarzwald

     

    Video Treetop Walk Melihat Hutan dari Ketinggian

     

     

    Setelah keluar dari arena Tree Top Walk Benjamin langsung seperti anak ayam keluar dari kandang haha. Main yang kotor-kotor dia, duduk dan korek-korek pasir, kumpulini jerami, main kayu yang besar, batu besar banget juga diangkat. Saya yang awalnya cerewet ya sudah terserah deh mau ngapain juga tuh anak kita biarin aja, ingat juga ada buku yang judulnya Don’t Sweat The Small Stuff with kids Jangan meributkan hal-hal kecil dengan anak, makanya TERSERAHLAH nak bikin yang kamu mau, asal kau senang yaa, pulang jalan-jalan toh bsia mandi yang bersih 😉 .

     

    Video Don’t Sweat The Small Stuff with Benjamin

     

    Hari berikutnya jalan-jalan ke pulau bunga di pulau Mainau .. Bersambung yaa 😉 .

    Baca juga: Jalan-jalan di Jerman

  • Musim Dingin di Jerman Bagian 2

    Musim Dingin di Jerman Bagian 2

    Yang .. salju turun lagi

    di bawah payung hitam kita berlindung

    Yang …
    ingatkah kau padaku
    dijalan ini dulu kita berdua
    basah tubuh ini, basah rambut ini
    kau hapus dengan sapu tanganmu ..

     

    Sudah ah ko jadi nyanyi lagu Ratih PurwasihAntara Benci dan Rindu hehehe.

    Sejak dua hari lalu saya nonton terus tv Indonesia mengenai banjir. Saya menontonnya melalui tv streaming MIVO TV. Karena banjir, banyak yang terhambat aktivitasnya dan banyak yang mengungsi. Pemerintah dari tahun ke tahun tetap mencari akal untuk mengatasi banjir di DKI, ternyata belum berhasil juga ya.

    Nah kalau di Sinsheim malah hujan salju mulai lagi sejak senin 14 Januari. Jadi ini salju pertama di tahun 2013. Salju pertama di Desember juga tebal sekali, ceritanya klik disini.

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

    Musim Dingin di Jerman Bagian 2. Pemandangan Salju dari Balkon Belakang. 16 Januari 2013
    Pemandangan Salju dari Balkon Belakang. 16 Januari 2013

    Hari ini saya mengajak suami untuk jalan-jalan dekat rumah saja, sekedar jalan kaki, gerak badan sambil melihat salju di jalanan. Ternyata suamiku mau ke Bank untuk buka rekening tabungan. Sippp lah :). Berhubung di Bank yang kita pakai selama ini biaya administrasinya ko mahal 9 Euro per bulan, jadi kita mau ganti Bank yang kebetulan tidak jauh dari rumah, di Bank ini bebas biaya administrasi.

    Pemandangan Salju dari Balkon Depan Rumah. Foto Kanan Jam 9.45 minus 0,4
    Pemandangan Salju dari Balkon Depan Rumah. Foto Kanan Jam 9.45 minus 0,4

    Sampai di Bank ternyata kami di suruh datang besok, dan hanya dibuatkan janji dengan salah satu stafnya. Sampai di rumah suami buka webiste banknya ternyata hari Rabu bukan untuk umum! :P.

    Foto Kami Bermain Salju di Jalanan
    Foto Kami Bermain Salju di Jalanan

    Sejak keluar rumah, saya asyik potret sana sini, sambil membuat beberapa video singkat, terkadang saya sepak-sepak salju dijalan, eh suamiku komplain katanya dingin, trus dia mau kita jalannya cepat-cepat. Ternyata dia main salju juga tuh lihat difotonya diatas deh 😉 .

    Jalanan di tutupi Salju. Winter Walks. Sinsheim 16 Januari 2013
    Jalanan di tutupi Salju. Winter Walks. Sinsheim 16 Januari 2013

    Saya mengajak suami mengunjungi pasar kaget, kami menyeberang jalanan depan Bank dan jalan sedikit. Saya namakan pasar kaget karena buka nya hanya di hari Rabu dan Sabtu. Karena lupa namanya saya tanya suami, dia bilang itu Wochenendemarkt (pasar akhir pekan) tapi kan ini hari rabu toh bukan akhir pekan. Saya cari istilah di Internet ah, sepertinya yang tepat adalah Stadtmarkt Sinsheim atau Pasar Kota Sinsheim.

    Pasar Kaget di Sinsheim Jerman. Stadtmarkt Sinsheim. City Market
    Pasar Kaget di Sinsheim Jerman. Stadtmarkt Sinsheim. City Market

    Berhubung musim dingin, jadi tidak banyak yang berjualan, tidak sampai 10 pedagang. Tenda-tendapun umumnya ditutup rapat supaya barang dagangan mereka tidak kedinginan, bisa-bisa rusak deh dagangan seperti sayur dan buah kalau terbuka.

    Buah jeruk dirumah sudah habis dan saya ingin membelinya. Kami hampiri satu tenda yang setengah terbuka. Tenda tersebut khusus menjual sayur-sayuran dan buah-buahan. Saya intip harga per kg jeruk mandarin. Wah mahal 3.50 Euro/kg, padahal di supermarket tidak sampai 2 Euro, apalagi sedang musim jeruk, jadi harusnya harganya murah, lah ini ko mahal. Jadi saya bilang suami tidak jadi ah, saya tidak mau membelinya. Eh suamiku malah ambil jeruk-jeruknya dan minta ditimbang.

    Jeruk Mandarinnya beli 6 buah saja
    Jeruk Mandarinnya beli 6 buah saja

    Kemudian kami ke tenda sebelah, suamiku membeli sepotong keju namanya Pfefferkäse, keju yang dicampur lada. Dalam hati “.. untunglah bukan keju bau kaos kaki yang dibeli, bisa-bisa kulkas kami bauu” :D.

    Pepper Cheese. Keju Bercampur Lada. Cuma Beli 100 gram harganya 2,71 Euro ckckc kalau 1 kilo brp tuh dirupiahkan banyak nolnya.
    Pepper Cheese. Keju Bercampur Lada. Cuma Beli 100 gram harganya 2,71 Euro ckckc kalau 1 kilo brp tuh dirupiahkan banyak nolnya.

    Selesai belanja kami pulang ke rumah.

    Foto Kiri: Pemandangan Jalanan Depan Rumah. Foto Tengah: Salah satu Pot Pemilik Kontrakan di Penuhi Salju. Foto Kanan: Air yang Menetespun jadi membeku
    Foto Kiri: Pemandangan Jalanan Depan Rumah. Foto Tengah: Salah satu Pot Pemilik Kontrakan di Penuhi Salju. Foto Kanan: Air yang Menetespun jadi membeku

    Di jalan pulang kami asyik mengobrol, salah satunnya saya bilang suamiku „eh tadi saya kan tidak mau beli jeruk mandarinnya karena mahal, di REWE tuh murah ko, tiap ke supermaket juga saya beli jeruk“. Suamiku menjawab „supermarket besar sudah banyak untung, mereka punya banyak duit, buah-buahannya dari pedagang besar, kita harus membantu pengusaha kecil seperti dipasar tadi“ . Iya sih ya, benar juga, kalau semua orang lebih memilih berbelanja di supermarket bisa hilang para pedagang kecil.

    Video Musim Dingin di Jerman Januari 2013

     

    Hayoo sahabat blogger masih sering belanja di pasar tradisonal atau pedagang keliling kah?, ayoo walau mahal sedikit kita sudah membantu pedagang kecil loh! 😉 .

  • Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua

    Taman Bunga Impian di Kota Tua. Sabtu minggu lalu, ka Ephie dari Belanda mengunjungi Frank dan saya. Ka Ephie datang bersama teman-temannya dari Belanda, dan mereka menginap di hotel di Heilbronn. Sementara teman-teman ka Ephie jalan-jalan ke Heidelberg, maka ka Ephie mengunjungi saya di Bad Rappenau. Terakhir saya bertemu langsung ka Ephie adalah pada tahun 2009, dan minggu lalu saya bertemu dia kembali „Wow, langsing sekali!“ ;).

    Ka Ephie datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Frank & saya atas pernikahan kami. Ka Ephie tidak bisa hadir di acara bulan lalu, karena pada saat yang sama dia sedang di New York.

    Kami bertiga (Ka Ephie, Frank dan saya) menghabiskan waktu hanya di Bad Rappenau. Pertama kami jalan-jalan mengunjungi pasar dekat rumah. Pasar ini khusus ada di hari rabu dan sabtu. Yang berjualan adalah para petani, yang menjual hasil kebun mereka, dan ada juga tukang daging. Kemudian kami ke toko roti, ka Ephie membeli banyak sekali roti-roti (kue-kue) khas Jerman untuk dibawa ke Belanda. Oh ya karena kami tidak menemukan Brezeln (sudah habis), maka kami ke toko roti satunya lagi, dekat stasiun kereta. Wah, ternyata Brezelnnya sudah habis juga, eh tapi si penjaga toko bilang kalau beli banyak dan bersedia menunggu 15 menit, maka dia akan membuat yang baru. Ka Ephie pesan 5 Brezeln.

    Sambil menunggu Brezeln matang, kami pergi ke kedai kopi diseberang jalan. Frank, ka Ephie dan saya ngobrol-ngobrol sambil sesekali menyeruput kopi (pahit) kami. Selain minum kopi, kami pesan 2 Brezeln yang diolesi butter, dan 2 potong erdbereen kuchen (kue strawberry). Setelah Frank mengambil pesanan brezeln di toko roti seberang jalan, maka kami bertiga lanjut jalan-jalan, kami mengunjungi kota tua Bad Wimpfen. Hari sebelumnya, saya baca koran, ada acara semacam pameran mengenai bunga dan taman pada tanggal 19 dan 20 Mei.

    Disepanjang jalan dekat Bad Wimpfen, mobil-mobil sudah berderet yang parkir, maka kami harus ke lokasi parkir yang agak jauh. Matahari sedang bersinar dengan teriknya, Huhuhu hitam deh kulit saya he-he-he.

    Slide Foto

    This slideshow requires JavaScript.

    Pada tanggal 19 dan 20 Mei 2012 kota tua bersejarah Bad Wimpfen dihias menjadi satu taman yang indah. Tiga air mancur bersejarah, dihias sedemikan rupa. Gang-gang dan lapangan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, teras toko-toko semarak dengan hiasan bunga-bunga beraneka warna didepannya.

    Jalan-jalan yang kami lalui, masih lapang untuk dilalui pengunjung, karena para pedagang, menaruh tenda-tenda jualan mereka berjauhan. Senang sekali melihat bunga-bunga beraneka jenis dan beraneka warna-warna cerah. Ada pula aneka pot-pot bunga, dekorasi (hiasan) yang cantik untuk menghias taman. Untung saat itu, saya tidak lapar mata, jadi cukup senang untuk melihat-lihat saja. Untung ada Frank, suamiku tercinta, jadi dialah yang menjelaskan ke kak Ephie tentang Bad Rappenau, Bad Wimpfen dan hal-hal menarik yang kami lalui.

    Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Bangunan-bangunan bersejarah sejak tahun 1200 masih kokoh berdiri. Kita bisa mendapatkan banyak sekali objek-objek menarik untuk difoto. Kalau Anda tertarik mengunjungi museum, ada 5 museum di Bad Wimpfen yang bisa dikunjungi. Tiket masuknya tidak mahal, mulai 1,5 – 2,5 Euro. Tidak lupa kami menyempatkan diri, makan siang di restoran setempat, mencoba menu lokalnya. Ka Ephie dan saya, pesan menu yang sama yakni maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat (dua pangsit goreng ukuran besar, bawang, dan salad kentang), sedappp sekali!, sayang saladnya tidak habis, karena perut saya masih ukuran perut orang asia, tidak kuat menampung porsi makanan orang Eropa .

    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat
    maultaschen mit zwiebelschmelze und kartoffelsalat

    Dikota tua ini hanya boleh dilalui oleh pejalan kaki, jalannyapun tidak diaspal, namun dibuat dari batu-batu yang disusun sedemikian rupa, kadang-kadang menurun, kadang-kadang harus mendaki, jadi jangan coba-coba pakai sepatu berhak ya kalau mau berwisata ke kota tua ;-).

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

    Baca juga:

  • Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Indahnya Kota Tua Bad Wimpfen

    Jumat, 20 Juli 2012. hari itu adalah hari pemberkatan pernikahan Frank dan saya. Sejak jam 10 pagi mama dan saya sudah mulai dandan dan memakai kebaya, kami dandan sendiri di apartemen, saya diberikan satu set alat rias dan make-up lengkap yang semuanya baru dan masih bersegel. Adik saya Wana yang menitipkannya ke mama, merek terkenal euy, pasti mahal deh!, makasih ya Wan ;-).

    Saya dandan sendiri, kemudian mamaku yang menyanggul dan menata rambut saya. Sanggul dan hiasan rambutnya dibawa mama dari Jakarta. Selesai membuat sanggul saya, mama menyanggul rambutnya sendiri. Dulu mamaku pernah mengikuti kursus merias wajah dan sanggul dari Martha Tilaar atau Sariayu, lupa yang mana he-he-he

    Jadi ketika mama dan saya sibuk dandan, saya mintalah Frank untuk mengajak jalan-jalan ayah dan adik saya Roy ke kota tua dekat tempat tinggal kami. Saya pikir daripada hanya berdiam diri di apartemen, maka lebih baik kaum prianya mempergunakan waktu sebaik mungkin. Kota tua selalu menarik untuk dikunjungi. Rumah-rumah dan gedung-gedung tua masih terpelihara dengan baik. Ayah, Roy dan Frank mengunjungi salah satu gereja di Bad Wimpfen, saya saja belum pernah masuk ke gereja tersebut.

    Selamat Datang di Kota Tua, Bad Wimpfen
    Kota Tua, Bad Wimpfen
    Frank dan Roy

    Informasi detail mengenai sejarah Bad Wimpfen klik disini

    Slide foto, masukkan password: silaen klik disini atau klik disini

     

    Tulisan Terkini

  • Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    Jangan ngerem dirumah aja, ayooo jalan-jalan!

    This slideshow requires JavaScript.

    19 April 2012. Hari Pertama keluargaku di Jerman, mereka merasa sangat kedinginan, buatku sih sudah biasa-biasa saja udaranya. Menurutku suhu 8-13 derajat celcius sejuk, menurut keluargaku dingin bbbrrrr :D. Berhubung hanya 13 hari di Jerman, maka saya harus membawa keluargaku lihat-lihat sekitar tempat tinggalku di Bad Rappenau ini.

    Kelas bahasa Jerman, mulai jam 13.30, hari itu Frank kerja pagi, jadi pagi-pagi saya sudah datang ke apartemen, tempat keluarga saya tinggal. Dari rumah, saya bawa dua tentenggan kanan kiri berat banget, isinya jaket-jaket tebal punya Frank dan saya, mau kasih pakai keluargaku.

    Saya bilang mereka, “Cuma 2 minggu disini, jangan ngerem dirumah saja, ini jaket-jaket tebal dipakai, ayo kita jalan-jalan kedua taman dekat sini, ayooo bergerak. Udara dingin harus dilawan, jangan dibawa santai cuma malas-malasan, kalau santai nanti saja pas balik ke Indonesia”. Gaya saya lagi galak he-he-he :P.

    Jam 10 an pagi, kami keluar apartemen, pertama menuju ke Salinen Park. Untuk nyebrang ke taman, mau naik tangga yang puluhan anak tangga atau lift? Pasti pilih naik lift :D. Selama perjalanan saya ceritakan tentang sekitar tempat yang kami lalui. Adik saya Roy, sesekali merekam kami dengan hadycamnya. Tiba di Salinen Park, kami menikmati udara segar inhalasi outdoor dari Gradierwerk. Setelah puas jalan-jalan di Salinenpark, pulangnya lewat rute lain, tembus di Kurpark. Jalan kaki 1,5 jam-an buat saya segar, buat keluarga saya pegelnya poll he-he-he ya karena di Jakarta jarang toh jalan kaki kemana-mana, karena angkutan umum murah, jarak dekat saja bisa naik angkot, beda dengan disini, kemana-mana harus banyak jalan kaki.

    Tiba di apartemen, saya masak spageti carbonara untuk makan siang. Selesai makan siang, saya diantar Frank ke tempat kursus bahasa Jerman, kemudian gantian Frank yang antar keluarga saya jalan-jalan di Bad Rappenau, mereka borong membeli sepatu! ;-).

    *Klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Baca juga :
    Cerita Mama ke Jerman Tanpa Pendamping
    Tiga Bulan di Jerman, Saatnya Mama Kembali ke Tanah Air
    Cerita Keseharian Mama 3 Bulan Bersamaku
    Cerita Mamaku Ngurus Visa Schengen Sendiri
    Panduan Mengurus Visa Schengen Kedutaan Jerman
    Selamat Ulang Tahun Mamaku Tercinta

  • Masakan Jerman

    Masakan Jerman

    Masakan Jerman. Selama beberapa hari kedepan ini, saya akan posting tulisan mengenai masakan Jerman, tulisan bersumber dari wikipedia.

    Masakan Jerman
    Buffet Germany (Foto: Torsten Seiler from Cologne, Germany)

    Masakan Jerman (bahasa Jerman: Deutsche Küche) bervariasi dari wilayah ke wilayah. Wilayah Bayern dan Swabia memiliki tradisi kuliner yang serupa dengan tetangga mereka di selatan, Swiss dan Austria. Babi, sapi dan unggas adalah daging utama yang dikonsumsi di Jerman. Di antara unggas, ayam adalah yang paling umum, meskipun bebek, angsa dan kalkun juga dimakan.

    Baca juga: Aktivitas Makan di Jerman

    Masakan Jerman memiliki banyak ragam asli telah beradaptasi bersama tren kesehatan moderen dan citarasa kaum imigran. Masakan Jerman dikenal akan produk susu, keju, sosis (Wurst), kue-kue, pangsit serta berbagai jenis produk minuman bir, anggur, minuman distilasi seperti Hacker-Pschorr dan Lowenbrau (bir), Asbach Uralt (brandy), Joseph Freiderich (anggur), dan Fuerst Metternich Sekt (sampanye). Variasi masakan moderen Jerman (neue Küche) juga dipengaruhi oleh masakan asing. Orang-orang dari Turki dan Italia yang datang sebagai imigran, menambah rasa dan ragam kuliner Jerman dengan masakan khas negara mereka masing-masing.

    Banyak jenis masakan Jerman diciptakan sejak ratusan tahun lalu untuk mencegah bahan makanan membusuk. Contohnya adalah Sauerkraut, yang dibuat dari kol yang difermentasikan. Untuk mengawetkan daging, orang Jerman merendamnya dalam cuka dan rempah-rempah, seperti Sauerbraten.

    Bahan
    Sayuran dan buah-buahan.

    Berbagai jenis tanaman pangan diproduksi di Jerman, antara lain hop (produsen terbesar kedua di dunia), tebu, barley, gandum, kentang, oat, dan rye. Kol dan wortel merupakan bahan sayuran yang terpenting. Buah-buahan yang dipanen musiman antara lain apel, pir, currant, stroberi, dan raspberi.

    Baca juga: Makanan Dalam Bahasa Jerman

    Daging

    Bratwurst dengan sauerkraut dan kentang.

    Salah satu produk daging terbanyak yang dihasilkan oleh Jerman adalah sosis. Terdapat lebih dari 1500 jenis sosis dari seluruh Jerman yang terdiri dari jenis sosis segar (Rohwurst), sosis rebus (Brühwurst), sosis masak (Kochwurst) dan ham. Diketahui pada tahun 2002 orang Jerman rata-rata makan 82,1 kg daging dalam setahun.

    Sumber: Wikipedia

     

    Tulisan Terkini

  • Taman di Jerman, Tempat Wisata Gratis Sekaligus Mengasyikan

    Taman di Jerman, Tempat Wisata Gratis Sekaligus Mengasyikan

    Taman di Jerman, Tempat Wisata Gratis Sekaligus Mengasyikan. Di Bad Rappenau tempat tinggal saya, ada beberapa taman yang asri yang bisa menjadi salah satu tempat untuk melepaskan kepenatan, apalagi kalau pas sedang tongpes (kantong kempes, alias tidak punya uang :P).

    1. Kurpark. Saya pertama kali kesini bersama sahabat saya Eka dan putranya Samuel pada bulan Oktober 2011, tepatnya tanggal 21, sampai tahu detail tanggalnya, karena saya simpan foto-fotonya juga bersama tanggalnya ;-). Oh ya hari itu ada teman kami juga Thea bersama putrinya, Amy.

    Taman ini diciptakan ditempatnya sekarang pada tahun 1960-an. Renovasi dan transformasi dilakukan tahun 2008 saat itu berlangsung pameran pertamanan Negara. Ditaman ini kita bisa melihat pohon-pohon tua, dan bunga-bunga yang terawat. Di jantung taman terdapat danau dengan permukaan air sekitar 6000 m2. Diatas danau terdapat beberapa pasang angsa yang setia menanti pengunjung yang memberikan remah-remah kue atau melemparkan biskuit agak jauh sehingga si angsa akan berenang kedasar danau untuk menggapai makanannya., Terdapat pula tangga yang mudah di akses dengan pegangan besi, supaya pengunjung bisa melangkah hingga ke bibir danau.

    Kalau Anda lelah setelah berjalan-jalan ditaman, tidak perlu kuatir, tersedia bangku-bangku taman, sehingga obrolan Anda bersama sahabat Anda bisa dilanjutkan ;-). Di sini ada juga panggung permanent, seringkali diadakan acara-acara tertentu di lokasi ini. Masih di lokasi yang sama, ada satu bangunan namanya Kurhaus, semacam bangunan serba guna, seringkali di gunakan untuk acara-acara seperti pernikahan atau acara dansa para lansia (lanjut usia) diakhir pekan. (*info dari Eka).

    Taman di Jerman, Tempat Wisata Gratis Sekaligus Mengasyikan
    Beginilah Penampilan Pohon-pohon di Musim gugur. Kurpark, Bad Rappenau, Jerman
    Tampak Depan Danau di Kurpark, Bad Rappenau
    Tampak Depan Danau di Kurpark, Bad Rappenau.
    Tampak Samping, Danau di Kurpark, Bad Rappenau
    Tampak Samping, Danau di Kurpark, Bad Rappenau
    Amy dan Samuel sedang Beraksi di atas Panggung
    Sebelah kiri teman baru saya Thea bersama putrinya (Amy), sebelah kanan, Eka dengan putranya, Samuel
    1. Spielplatz. Ini adalah taman bermain untuk anak, lokasinya di jalan Ulmenstraße. Saya pertama kali ke sini pada 26 Oktober 2011. Saya ke taman ini bersama Eka dan putranya Samuel, dan juga sahabat saya yang asal Bali, namanya Ni Luh bersama putrinya Poppy.

    Biasanya kalau hari cerah, alias sang mentari bersinar (walau udara dingin!), nah bisanya kami keluar rumah deh, untuk melonggarkan otot-otot, sekaligus bertukar cerita dengan sahabat-sahabat ;-).

    Apa saja yang bisa kita lihat ditaman ini?. Yang utama sih ini adalah taman bermain anak, jadi disini dilengkapi alat permainan seperti jungkat-jungkit, arena untuk bermain pasir, arena panjat tebing khusus anak, perosotan (papan seluncur), sepeda-sepedaan, ayunan, kereta-keretaan yang terbuat dari kayu, anak-anak balita bisa masuk kedalamnya, (kalau anak diatas 5 tahun sudah tidak bisa masuk karena akan kebentur atap keretanya he-he-he).

    Biarkan anak-anak bermain dengan teman-temannya, untuk para ibu mari mengobrol-ria, duduk di bangku tamannya. Tidak perlu kuatir, alat-alat permainan disini aman, contohnya, untuk ayunan, tidak perlu kuatir kalau si anak jatuh dan terluka, karena lantainya terbuat dari karet jadi empuk ;-).

    Taman bermain anak di Jerman
    Sampai di Taman Bermain
    Jungkat-Jungkit
    Taman Bermain Anak di Jerman
    Taman Bermain Anak di Bad Rappenau, Jerman
    Ni Luh bersama putrinya dan Eka dengan putranya, saya jadi tukang potret aja ah
    Samuel and Poppy
    Samuel dan Poppy ngapain tuh yaaa
    Ayunan Untuk Batita
    Ayunan Untuk Batita (Bawah Tiga Tahun)
    Sebelah Kiri Eka, Kanan Adalah Ni Luh Bersama putrinya Poppy, Baru Kali Ini ya Kita Berhasil Ketemuan Barengan
    kereta kayu di taman bermain anak di Jerman
    Masuk yok Kedalam Kereta Kayu 🙂
    Bermain Dalam Kereta Kayu, (khusus balita)

    Berikut ini, video 17 detik kedua sahabat saya Eka dan Ni Luh bersama putra putri mereka.

    3. Schlosspark. Saya ke tempat ini bersama Eka dan putranya Samuel. Ketika itu, hari kamis, 3 November 2011. Saat itu musim gugur, jadi daun-daun sudah berubah warna dan rontok, menurut saya justru indah loh! Liat deh foto Samuel yang bermain diatas hamparan dedaunan berwarna kuning, bagus kan! ;-).

    Taman mempunyai peran penting dalam kehidupan perkotaan seperti di Bad Rappenau. Di taman ini kita bisa melihat kastel yang dikelilingi danau (Gemmingensches Castle), dengan beberapa pasang bebek berwarna gelap diatas danau, pohon-pohon tua di taman ini berusia lebih dari 160 tahun, menambah keindahan taman ini. Terdapat pula bangku-bangku taman jika Anda ingin beristirahat sejenak. Di bagian utara dan Selatan, taman dibingkai oleh dinding batu pasir kuno. Dari Schlosspark ini kita bisa menuju Spielplatz.

    Tampak Depan Gemmingensches Wasserschloss
    Schlosspark di Musim Gugur
    Sisi Lain Schlosspark
    Samuel senang bermain di hamparan daun-daun
    Patung di taman
    Hati-hati Samuel!
    Eka dan Sameul dengan Latar Belakang Gemmingensches Castle
    Bebek berwarna gelap menanti makanan dari Pengunjung
    Di tengah jalan, kami bertemu teman lain (Thea)
    Arah Menuju taman Berikutnya

    Saya tidak sabar Menanti Penampilan Schlosspark pada Musim Panas klik disini dan juga klik disini

    4. Salinen Park. Bisa diartikan sebagai Taman garam. Dahulunya disini berdiri bangunan untuk memproduksi garam, namun bangunan tersebut sudah ditutup tahun 1972. Pada tahun 2008 area ini dibersihkan dan dirancang ulang, dan di disain sebagai taman. Saya ke taman ini, beberapa waktu yang lalu pada 8 Januari 2012.

    Taman ini bisa juga di capai dari Kurpark. Kita bisa menggunakan lift didalam menara kaca setinggi 15 meter, keluar dari lift kita akan melalui jembatan kecil menuju ke Salinen park, ditengah jembatan bila kita melihat ke bawah, terdapat rel kereta dua arah. Jika Anda beruntung bisa melihat kereta melalui tempat ini. Pemandangannya sungguh indah, dengan hamparan pohon-pohon tinggi menjulang. Walau saat ini musim dingin, namun masih terdapat pohon tinggi yang rimbun daunnya.

    Kebun mawar adalah atraksi lainnya, bersama dengan bangunan bersejarah untuk pengobatan terdapat di lokasi Salinen Park ini. Di lereng selatan Salinen Park, terdapat labirin lavender. Terdapat juga Gradierwerk (The Salt Water park), jenis inhalasi outdoor berguna untuk perawatan pernafasan. Mata air asin menetes melalui ranting-ranting yang dikemas sedemikian rupa menyerupai dinding dengan struktur lapisan kayu belukar tebal. Bangunan ini mengandung Air mineral lokal, kaya natrium klorida, dipompa ke atas, air asin yang menetes melalui semak belukar tersebut diubah menjadi uap, sehingga uap asin ini mirip dengan air laut segar dan sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit paru-paru dan keluhan pernafasan lainnya. Kita bisa menghirup udara segarnya dengan duduk didepan Gradierwek ini atau berjalan mengelilinginya

    Samuel Dengan Latar Belakang Dua Angsa, OTW Salinen Park

    Berikut ini, video singkat sahabat saya Eka dan Samuel.

    Salinenpark in Bad Rappenau
    Salinenpark in Bad Rappenau
    Melemaskan Otot-otot Dengan Jalan-jalan Ke Taman
    Eka dengan Latar Belakang Salinenpark
    Lavendel labyrinth in Salinenpark
    Lavendel labyrinth in Salinenpark
    Orang-orang Sedang Menikmati Udara Segar dari Gradierwerk
    Orang-orang Sedang Menikmati Udara Segar dari Gradierwerk

    Tertarik melihat Pembangunan Gradierwerk? Klik disini

    Semua taman yang saya ceritakan diatas, adalah taman yang bisa kami capai (kunjungi) hanya dengan berjalan kaki dari rumah kami masing-masing di Bad Rappenau, lokasinya tidak jauh sekitar 10-15 menit dari rumah. Rekreasi ke taman bagus untuk tubuh, pikiran dan jiwa ;-).

    Sumber:
    • Terjemahan bebas dari badrappenau.de
    • Pengalaman pribadi

    Catatan : Tulisan ini juga saya posting di wisata.kompasiana.com

     

    Baca juga:
    Orang Jerman, Etika dan Kebiasaannya (Bagian VI)
    Wisata Gratis di Bad Rappenau Jerman
    Perhatikan Banyak Larangan Memotret di Jerman
    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman
    Ladang Bunga di Jerman
    Ucapan Selamat dalam Bahasa Jerman
    Aturan Internetan di Jerman
    Tinggal di Jerman

  • Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin

    Jalan Sehat untuk Robin. Sebenarnya sudah dua minggu lalu kegiatannya berlangsung, namun rasanya ko sayang kalau ceritanya tidak di luncurkan di halaman blog, mengingat kami (suami & saya) sudah foto-foto saat itu dan juga kegiatan ini menarik untuk diceritakan ;-).

    Pada 08.10.2011 lalu kami (suami & saya) mengikuti acara Jalan Sehat yang diselenggarakan Klinik Vulpius Sebulan sebelumnya, pendaftaran sudah mulai dibuka. Ketika awal-awal suami bilang dia ikutnya yang “lari”, sedangkan saya yang “Jalan Sehat” saja. Saya mikir, ko ya agak-agak malas ah kalau jalan dengan orang-orang tidak dikenal, maksudnya tidak ada teman ngobrol sepanjang jalan hehehe, apalagi 6 KM, pikiran saya busyettt jauhh bangett, cape!. Saya bilang suami, “..saya belum katakan “ya” mau ikut, saya pikir-pikir dulu ya 😉“.

    Singkat cerita katanya sih ayah mertua saya berminat ikut, makanya saya katakan okelah saya ikut program Jalan Sehat, apalagi ini untuk program amal, untuk menolong seorang anak kecil yang butuh dana. Pas hari H, ternyata ayah mertua tidak jadi ikut, dan suami akhirnya ikut program yang sama dengan saya, yakni Jalan Sehat bukan lari, Hoorraayy :D.

    Acara semacam ini (Jalan Sehat) untuk penggalangan dana diselenggarakan setiap tahun oleh Vulpius Klinik, yang pertama kali diadakan pada tahun 2006.

    Acaranya diikuti kalangan orang dewasa, anak-anak pun tidak mau kalah, termasuk anak-anak yang di kursi roda, dan banyak para lansia (*red. lanjut usia) bersemangat juga mengikutinya. Foto anak-anak klik disini Foto lansia klik disini

    Hampir 1.300 peserta mengikuti acara pada sabtu, 08.10.2011. Motto tahun ini, 2011 : “Wir laufen für Robin” artinya kami berjalan untuk Robin. Setiap peserta dihargai 8 Euro, dari kantor suami ada 10 orang peserta termasuk saya, peserta dari kantor suami mengenakan seragam berwarna merah ;-).

    Robin adalah seorang anak berusia 7 tahun, menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Melalui acara ini berhasil terkumpul 13.000 Euro untuk pengobatan Robin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan dan pengobatan untuk melonggarkan otot-otot Robin.

    Lokasi untuk acara lari dan jalan sehatnya adalah di hutan, dekat klinik Vulpius. Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi tidak becek. Walaupun jalannya sudah super santai, 6 KM ternyata bikin gempor juga, hiks! Kami berdua ada di barisan-barisan peserta terakhir he-he-he, karena kalau ada objek menarik saya minta berhenti dulu untuk mengabadikannya. Oh ya untungnya suami bawa satu buah apel (besar banget dan manis sekali) dikasih salah satu pasiennya (sebelum kami pergi ke acara), jadi apel tersebut yang kami berdua makan untuk menghilangkan rasa haus sekaligus menyegarkan diri ;-).

    Jalan tanpa henti, ditengah cuaca dingin, pasti membuat kita mau buang air kecil dong. Mau berhenti, ya ko kuatir benar-benar jadi peserta terakhir yang sampai finish, mau berhenti agak malu juga, buang air di tengah hutan he-he-he. Kalau pria sih gampang, tinggal berdiri, bisa pantau kanan kiri, ternyata ada beberapa pria melakukannya ha-ha-ha.

    Untunglah ada satu peserta (wanita), ibu ini duluan buang air, setelah dia selesai, beberapa meter di depan, saya gantian deh, cari pohon besar yang rimbun sekelilingnya … plooonggg!!! :D. Setelah saya selesai ada juga ibu lain yang datang, melakukan seperti saya ;-).

    Ada satu ibu-ibu berhenti dan bertanya dengan petugas yang kebetulan berjaga, wanita ini bertanya “.. boleh merokok ga?”, ya pasti dijawab “tidak boleh!”. Ditengah hutan mau mengotori udara, kasihan pohon-pohonnya dong, kalau yang saya lakukan diatas termasuk ga ya? Semoga bikin subur tanamannya he-he-he. Ternyata setelah beberapa meter di depan si wanita ini sudah tidak tahan, dia berhenti sejenak dan menikmati mengisap rokok, ehh datang satu wanita lain, melakukan hal yang sama. Olahraga ko sekaligus mengotori tubuh sih, saya cuma bisa *tepok jidat deh! :P.

    Saya sempat dua kali minta berhenti, sekitar 1 sampai 2 menit tarik nafas panjangg, benar-benar tidak tahan, nafas rasanya mau putus. Senangnya suamiku baik hati, mau mengikuti ritme jalanku yang sangat santai :D. Akhirnya sampai garis finish, 6 KM ditempuh dalam waktu 1 jam 28 menit, pakai di umumin segala lewat penggeras suara ketika suami dan saya tiba :P. Setelah sampai garis finish, nomer peserta yang ditempel di dada, di arahkan alat sensor petugas, untuk memasukkan data kalau kami sudah tiba di garis finish. Beberapa hari kemudian kami dapat sertifikat sudah mengikuti acara jalan sehat, tertera juga durasi jalan kami.

    Acaranya ada yang upload di youtube

     

    *Frank and Nella menit ke 04:10, sedangkan Robin 07:01

    It was a great day for Robin and for all of us!
    Semoga lekas sembuh Robin 🙂

    Sumber:
    • Terjemahan bebas dari vulpiusklinik.de
    • Terjemahan bebas dari Rhein-Neckar-Zeitung

    Baca juga :
    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Mengelola Sampah ala Jerman
    Tinta di Sendok‏ (Rahasia Hidup Bahagia)
    Aktivitas Makan di Jerman
    Goslar Kota Abad Pertengahan di Jerman

  • Ragam Brosur Supermarket di Jerman

    Ragam Brosur Supermarket di Jerman

    Ragam Brosur Supermarket di Jerman. Kalau sebelumnya, saya membicarakan mengenai majalah atau tabloid yang ada di Jerman. Sekarang saya ingin memperlihatkan macam-macam brosur iklan dari berbagai supermarket di Jerman.

    Di sini tiap akhir pekan atau satu dua kali dalam seminggu, kami terima brosur-brosur iklan, macam-macam ada dari supermarket, atau brosur toko online. Tinggal diperhatikan saja tanggal penawaran atau promosinya, lihat-lihat barang-barang apa saja yang kita sedang butuhkan, kemudian pergi ke lokasi supermarketnya pada periode promonya. Biasanya beberapa brosur iklan tersebut terkadang diselipkan didalam koran yang diantarkan.

    Di Jerman, ada beberapa macam supermarket, ada yang khusus hanya menjual minuman saja, ada yang khusus menjual alat-alat perkebunan atau taman, dan ada supermarket menjual kebutuhan sehari-hari, ya seperti pada umumnya supermaket di belahan dunia manapun.

    Brosur iklan ini diantarkan ke rumah-rumah penduduk, petugasnya masukkan ke kotak surat, ada beberapa kotak surat saya jumpai dipasang teks (kalimat) bahwa mereka tidak mau menerima brosur-brosur iklan, mungkin dianggap sebagai sampah kali ya hehehe, buat saya sih senang-senang saja diberikan brosur-brosur semacam ini, jadi bisa mengetahui barang-barang dalam bahasa Jerman.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Ragam Tabloid di Jerman

    Ragam Tabloid di Jerman

    Ragam Tabloid di Jerman. Beginilah tabloid atau majalah selebritis yang ada di Jerman. Mama mertua saya sering membelinya atau terkadang ada yang diberikan oleh pasien-pasiennya. Saya suka membacanya, selain jadi mengetahui berita-berita selebritis di Eropa, saya juga jadi bisa belajar bahasa Jerman.

    Kalau kita pergi ke supermarket atau tempat yang menjual majalah, wahhh banyak sekali pilihan majalahnya, jadi terserah Anda saja suka dengan isi majalah yang mana. Harganya juga beragam mulai dari 1 Euro, 1,35 Euro sampai 3 Euro tergantung Anda belinya di negara mana, maksud saya karena majalah-majalah ini tidak hanya beredar di Jerman, tapi juga di negara-negara lain yang menggunakan bahasa Jerman, seperti di Austria, Luxemburg, Belgia, Belanda, Swiss, Polandia, Perancis dll.

    Isi majalah tidak melulu tentang gosip selebritis, ada majalah yang membahas masak-memasak, interior rumah, seputar taman,olahraga, dekorasi rumah, kesehatan, rumah tinggal, anak-anak, wanita dan kehidupannya dll. Ada majalah-majalah yang merangkum beberapa topik, selain gosip selebritis tentunya.

    Kalau Frank, suami tercinta tidak berminat sama sekali membaca majalah atau tabloid semacam ini, kata dia otaknya tidak mau diisi hal-hal tidak penting, namun buat mama mertua dan saya, hal yang penting itu untuk membaca majalah seperti ini, kita jadi mengetahui banyak hal mengenai berita selebritis ;-).

    Eh tapi baru-baru ini, Frank bilang “mungkin perlu juga ya, saya membaca majalah gosip, jadi saya punya topik pembicaraan dengan pasien-pasien lansia (lanjut usia)“ saya bilang “.. tuh kan!! pasti berguna deh, karena banyak kaum wanita atau yang lanjut usia suka ko membaca majalah-majalah selebritis, nanti saya pinjamkan beberapa majalah baru milik saya .. “ :D.

    Pas hari ulang tahun saya yang lalu, Opa memberikan 23 majalah-majalah, wahhh senangnya!!! Majalah-majalah tersebut kondisinya masih bagus sekali dan baru lewat seminggu dari tanggal terbitnya.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!