Mesin Jual Rokok Otomatis di Jerman. Beginilah mesin untuk membeli rokok yang saya jumpai di Jerman. Mesin-mesin seperti ini banyak terdapat di Jerman dari kota besar sampai ke daerah perumahan atau jalan-jalan yang sempit banyak mesin seperti ini.
Layaknya penjual asli, mesin ini akan mengeluarkan rokok yang kita inginkan setelah kita membayarnya dengan cara memasukkan sejumlah koin maupun uang kertas.
Satu bungkus rokok harganya 5 Euro, kalau dua bungkus rokok berapa hayoooo? Ya pasti 10 euro, tidak ada diskon disini, memangnya beli di warung bisa nawar he-he-he.
Saat ini kurs 1 Euro = Rp. 12.000, jadi kalau satu bungusnya kira-kira Rp. 60.000, kalau di Indonesia dibuat harga semahal ini, mungkin bisa mengurangi keinginan orang untuk merokok ya 😉 .
Oh ya yang bisa membeli rokok dan minuman beralkohol khusus untuk yang sudah cukup umur (18 tahun), jadi kalau disupermarket, biasanya jika yang membeli terlihat masih sangat muda maka petugas kasir akan meminta kartu pengenal si pembeli dan kalau membeli di mesin otomatis maka yang mau membeli harus menggunakan kartu identitas Jerman, SIM Eropa atau kartu tunai elektronik, dimana kartunya digesek dibagian tertentu (lihat video).
Jerman memiliki angka tertinggi didunia untuk mesin penjual rokok otomatis.
Suatu hari di Peternakan wilayah Neckarzimmern. Dibawah ini slide show foto-foto saya bersama keluarga dari suami tercinta, saat kami kumpul-kumpul keluarga di peternakan milik paman Rainer. Lokasi peternakannya di wilayah Neckarzimmern.
Di peternakan ini ada dua ekor kambing (berumur 15 tahun) yang menyambut kami di pintu masuk, lalu di area pintu pertama ada beberapa ayam yang dengan leluasa bermain :P. masih diarea pintu pertama, ada dua kandang ukuran sedang, didalamnya ada beberapa ekor kelinci yang diternakkan.
Banyak sekali ayam-ayamnya, ada juga kandang burung berisi banyak burung kenari, awalnya saya potret dari luar kandang, lalu paman menyuruh saya masuk kedalam kandang, supaya hasil fotonya lebih bagus 😉 . Video peternakannya berikut ini:
Selain itu di lokasi ini ada beberapa macam tanaman atau pohon berbuah, seperti tanaman paprika, ketimun, kacang ungu 😀 (tidak tahu namanya), tomat, pohon apel.
Setelah berbincang-bincang, acara dilanjutkan dengan makan spageti, sedap! Perut kenyang, maka Frank, mama mertua dan saya membakar kalori dengan bermain bulu tangkis 😉 .
Dibawah ini ada video menarik, dua ekor kambing, makan buah Zwetschgen (plum) setelah itu bijinya dilepehin.
Setelah saya, papa mertua dan teman nomer satu papa (Helmut) selesai sarapan di Kaufland, kami mampir ke satu toko untuk membeli beberapa kebutuhan.
Toko berada di Mosbach, ini milik petaninya langsung jadi semua yang dijual disana masih fresh seperti telur ayam, keju, kentang, sayur-sayuran, daging, bunga dll, kemudian harganya juga lebih murah dibanding jika beli di supermarket, ya tentu saja karena kami beli langsung dari petani atau peternaknya.
Harus diperhatikan jam buka toko, kalau toko yang saya kunjungi ini bukanya khusus di hari Jumat dan Sabtu saja. Hari Jumat buka dari jam 9 – 13 dan jam 15 – 19. Sedangkan di hari sabtu buka hanya jam 9 – 13.
Museum Farmasi Jerman Bagian 2. Setelah selesai melihat-lihat ruangan 5 Museum Farmasi Jerman, sekarang kita lanjut yuk ke Ruang 6.
::: Ruang 6 :::
Toko Farmasi sebagai tempat kerja.
>> Farmasi Officina Apotik umum pertama dikembangkan dari warung abad pertengahan di lingkungan gereja atau di pasar pada toko-toko yang terbuat dari bangunan permanen, kemudian semakin meningkat terletak ke daerah pusat seperti pasar, dan kota-kota. Berbeda dengan situasi toko obat saat ini, pada abad 17-18 OFFICINA (area penjualan dan produksi) atau officine tidak menawarkan akses ke klien. Dia harus menyerahkan resep dokter kepada apoteker melalui jendela. Jadi meja di tengah ruangan tidak dapat dianggap sebagai counter tetapi sebagai meja persiapan dimana obat tersebut dicampur sesuai resep. Jika klien tidak bisa masuk ruangan, maka ia setidaknya bisa melihat ke dalam toko.
*klik gambar untuk melihat ukuran besar
Farmasi Officina
OFFICINA dari biara Ursulin di Klagenfurt, Austria, 1730
Pengunjung dibawa ke latar belakang sejarah abad ke 18, yang disebut Bamberg-officine terdiri dari furnitur asli, misalnya meja persiapan yang sangat berharga dari periode usang dari “Farmasi Pengadilan” di Bamberg, dan penyelesaian dibuat dalam gaya yang sama, diperuntukkan pertama bagi apotik untuk pengadilan pangeran-uskup dan nantinya untuk publik.
Dari Biara Ursulin di Klagenfurt Offizin lain di koleksi museum sebagai contoh apotek farmasi biara tidak terbuka untuk umum . Tahun 1730 di massa penobatan arabesque menunjukkan waktu pembuatannya sedangkan IHS huruf adalah simbol untuk Yesus Kristus.
Koleksi Ruang 6 Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Laci Bahan Obat
Laci bahan Obat
Perabotan dari abad 18. Bamberg, Pengadilan Farmasi
::: Ruang 7 :::
>> Ruang Herbal dan Penyimpanan (Gudang) Pertama bahan baku obat dalam jumlah besar dimasukkan dan disimpan disini. Sebagai gudang untuk menyimpan bahan herbal dan bahan-bahan padat lainnya, ruangan dipenuhi dengan bau harum rempah-rempah segar dan kering, yang kebanyakan dibuat pada abad ke-18.
Mari Masuk Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7. Gudang Penyimpanan Farmasi abad ke 17 dan 18. Museum Farmasi Jerman
Beragam peralatan yang bisa dipergunakan tangan untuk pengolahan bahan disimpan di sini, seperti pisau dan papan yang digunakan untuk memotong-motong akar dan kulit kayu, lalu mortir dan mangkuk untuk menghancurkan juga merupakan bagian-bagian penting dari peralatan.
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi
Ruang 7 – Koleksi Peralatan dan Herbal
Ruang 7 – Koleksi Peralatan Farmasi Jerman
::: Ruang 8 dan 9 :::
Mohon maaf saya hanya punya foto-foto dibawah ini, bingung juga nih, mungkin lupa masuk ke ruang 8 dan 9 , karena di foto-foto saya tidak ada keterangan ruangan tersebut, di website museum pun tidak ada bahasan tentang ruang 8 dan 9.
Ruang 8. Dedikasi terhadap Obat
Ruang 8. Gudang alat-alat Farmasi
Label Tincture Pressure
Alat Tincture Pressure. Mesin Pembuat Tincture
::: Ruang 10 :::
Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke ruang yang tak kalah penting bagi tenaga Farmasi, yakni Laboratorium.
Ruang Laboratorium terletak di “Menara Apoteker “, merupakan bagian dari benteng yang dibangun pada abad 15. Memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ketika melihat arsitektur menara dengan dinding yang kuat dan kubah tinggi
::: Ruang 11 :::
Toko Belanja Museum
Disini pengunjung bisa membeli berbagai macam souvenir untuk koleksi atau untuk diberikan sebagai hadiah, seperti miniatur pot untuk sirup dan salep. Permen, sabun buatan tangan, berbagai macam miniatur alat-alat farmasi yang terbuat dari kaca dan kayu. Miniatur mortir dan timbangan, bahkan miniature interior ruang apotik dalam ukuran kotak korek api menjadi salah hal yang sayang untuk dilewatkan sebagai oleh-oleh dari Museum Farmasi Jerman.
Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman
Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .
Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.
>>Jam Buka Museum
Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40
Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10
>>Tiket Masuk Dewasa : 5 Euro Anak/pelajar : 3 Euro
*Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.
Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.
Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman
Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!
::: Ruang 1 :::
Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.
Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
>>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker
Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.
::: Ruang 2 :::
Pengantar Sejarah Farmasi
Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiSelamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah FarmasiKoleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.
Farmakope JermanMesin Destilasi UapEtiket ObatEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanWadah dosis tunggal dalam ampulEtase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi JermanAspirin
Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.
::: Ruang 3 :::
Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.
Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.
Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.
::: Ruang 4 :::
Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.
Toko Farmasi Awal Abad 19
Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.
::: Ruang 5 :::
Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi JermanRuang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi JermanRuang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.
Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.
Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.
Ada banyak cara mengisi aktifitas selain cuci mata di mal atau pusat kota yang ramai, salah satu hal menyenangkan yang kami lakukan kemarin adalah dengan berkunjung ke kebun bunga. Kami tiba di lokasi sekitar jam 5.20 sore. Saat ini di Jerman sedang musim panas, langit masih terang benderang, karena memang saat musim ini sang mentari betah bertengger dilangit sampai kira-kira jam 10 malam.
Saat itu saya lihat ada tiga pengunjung (dua wanita, satu anak kecil) dikebun tersebut, nampaknya mereka sudah selesai memetik bunga-bunga pilihan mereka karena tangan mereka sudah penuh memegang bunga berwarna warni. Dari tempat kami masuk kebun tidak terlihat banyak bunga, hanya terlihat tanaman atau rumput-rumput berwarna hijau, jangan-jangan bunganya sudah habis dipetik tiga orang tadi he-he-he.
Keterangan Foto :
Foto1. mau petik bunga dulu yaa >> Berbekal pisau untuk memotong bunga, Meike dan saya memulai perburuan kami Foto2. Kebun Bunga di Jerman Foto3. Injak disini >> Beberapa kali saya menjerit “auuww“ karena kaki saya tertusuk tanaman berduri
Foto4. hati-hati melangkah >> Lalu Meike memberitahukan “jangan injak tanaman yang ini, ikuti jejak saya saja“ Foto5. ikuti jejak langkah Meike >> Selain hati-hati melangkah menghindari tanaman berduri, kadang-kadang harus perhatikan juga ada tanah yang tidak keras untuk di pijak Foto6. mau bunga ini ahh >> Akhirnya ada bunga pertama yang menarik perhatian saya
Foto7. Baru dapat satu bunga Foto8. Ayoo pilih bunga yang kamu suka >> Kami tiba di kebun sebenarnya, dimana banyak sekali bunga yang bisa kami pilih Foto9. Lihat kebunku penuh dengan bunga
Foto10. Inilah bunga-bunga pilihanku Foto11. selesai petik bunga Foto12. daftar harga bunga >> Saatnya pembayaran, dimana kasirnya ya? tengok sana, tengok sini tidak ada penjaga kebunnya .. Ooo ternyata sebagai pembeli bunga, kami harus hitung sendiri pembelanjaan kami. Ada 7 macam bunga dengan harga yang berbeda. Bunga Gladiolen paling murah dan paling mahal adalah jenis Laternenkürbis.
Foto13. Bayar disini Foto14. masukkan uangnya ke dalam tong Kalau kita tidak tahu jenis bunganya bagaimana menghitung pembayarannya ya? Belajar kejujuran nih, setelah puas petik bunga, JANGAN lupa bayar! He-he-he
Saya sedang menetap di Bad Rappenau, Jerman. Ingin menjelajahi tempat wisata didekat sini dulu, namun karena kendala bahasa, jadi susah juga mencari informasi wisatanya di google yang kebanyakan dalam bahasa Jerman.
Bad Rappenau adalah sebuah kota di distrik Heilbronn di Baden-Wuerttemberg di Jerman selatan. Terletak sekitar 15 km barat daya dari Heilbronn. Bad Rappenau terletak di Kraichgau timur laut.
Beberapa tempat menarik yang bisa dijadikan lokasi wisata di Bad Rappenau, antara lain :
1. Animal Park : Anda dapat melihat hewan berkaki empat bernama “Lama“, kuda poni dan kambing. Ada dua kandang besar di dua lokasi berbeda yang saat itu saya kunjungi. Hewan-hewan tersebut berlarian menghampiri para pengunjung yang memberikan makanan. Saya sudah mempersiapkan wortel dari rumah untuk diberikan pada hewan-hewan tersebut ;-).
2. Rumah Lebah : Anda tidak perlu takut tersegat lebah, karena sarang lebahnya dilapisi kaca transparan dalam suatu rumah kayu. Memang ada juga 2-3 lebah yang terbang keluar, namun mereka tidak mengganggu pengunjung. Setelah puas melihat sarang lebahnya, jangan lupa ditutup lagi tirainya ya.
3. Gradierwerk, DE. The Salt Water park, EN. Taman Air Garam, INA. : Jenis inhalasi outdoor berguna untuk perawatan pernafasan. Mata air asin menetes melalui ranting-ranting yang dikemas sedemikian rupa menyerupai dinding dengan struktur lapisan kayu belukar tebal.
Bangunan ini mengandung Air mineral lokal, kaya natrium klorida, dipompa ke atas, air asin yang menetes melalui semak belukar tersebut diubah menjadi uap, sehingga uap asin ini mirip dengan air laut segar dan sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit paru-paru dan keluhan pernafasan lainnya.
Kita bisa menghirup udara segarnya dengan duduk didepan Gradierwek ini atau berjalan mengelilinginya.
4. Villa Rustica : Peninggalan Romawi sekitar tahun 1800 an. Ketika tiba di lokasi Villa, agak kaget juga karena saya kira akan melihat bangunan utuh villa, ternyata hanya tinggal bangunan tak berbentuk lagi he-he-he.