Blog

  • Setelah Online Saatnya Kopi Darat dengan Bule

    Setelah Online Saatnya Kopi Darat dengan Bule

    Setelah Online Saatnya Kopi Darat dengan Bule. Topik atau judul-judul seputar percintaan nampaknya selalu menarik untuk dibahas. Contohnya dua tulisan saya Cinta via Biro Jodoh Online dan yang Kisah Cintaku yang Kelabu. Trafiknya bagus, kalau boleh saya bilang wow deh! 😆 . Khusus di bulan Juli ini judul yang pertama 312 kali dibuka dan judul kedua 892 kali dibuka. Semoga dibaca ya, tidak hanya dibuka saja hehe.

    Setelah Online Saatnya Kopi Darat dengan Bule - Setelah Online Saatnya Kopi Darat
    Setelah Online Saatnya Kopi Darat

    Efeknya saya jadi sering menerima email yang menanyakan ini itu seputar percintaan dan juga diwawancarai oleh beberapa orang yang sedang menyusun skripsi bertema kawin campur. Jika saya punya pengalaman, dengan senang hati saya bagi pengalaman saya, namun jika saya tidak tahu, maka saya akan jujur mengatakannya. Saya senang kalau kalian para wanita single bertemu dengan pujaan hati kalian dan berlanjut di pelaminan ;). Berhubung saya sama sekali tidak punya pengalaman percintaan dengan pria Indonesia, maka yang saya maksud percintaan disini adalah dengan pria asing alias bule.

    Buat kamu yang mencoba mencari pasangan secara online dan akhirnya beruntung dapat yang “click” dengan kamu, yang cocok dan nyambung selama berkomunikasi secara online, pastinya kalian berdua merencanakan dong untuk bertemu secara langsung (in person).

    Bertemu kekasih online selalu mendebarkan. Kita pada akhirnya akan bisa melihat si dia secara langsung. Siapa tahu setelah kencan (kopi darat) pertama akan ada pertemuan berikutnya, bahkan hingga ke pernikahan 🙂 .
    Nah saya selalu menyarankan buat para wanita single supaya kalian meminta si pria (bule) nya datang dulu ke Indonesia, bukan kamu yang ke negara si pria untuk pertama kalinya. Kita mau cari aman dong, namanya belum kenal yaa.

    Jika si pria sudah oke untuk berkunjung ke Indonesia. Langkah yang perlu dilakukan untuk kopi darat dengan pria asing:
    ● Bertemulah di tempat umum. Seperti restoran atau kafe. Pokoknya jangan ditempat sepi.
    ● Informasikan rencanamu ini ke sahabat atau keluarga. Jadi jangan diam-diam dan merahasiakan pertemuanmu dengan orang asing.
    ● Berpakaianlah yang sopan. Tidak semua bule suka dengan wanita yang pakaiannya kurang bahan 😆 .
    ● Jaga diri, buka mata lebar-lebar, buka pintu hatimu sedikit saja. Maksud saya jangan langsung melayang kalau di puji-puji. Bule yang bener sih biasanya tidak gombal ko.

    *Kamu bisa bantuin si pria misal untuk booking penginapan dia di Indonesia, namun jangan pernah menggunakan uangmu untuk bayar apapun. Jangan percaya cerita-cerita yang bilang si bule tidak bisa keluarlah dari imigrasi, atau cerita apapun yang ujungnya minta pinjam duit dulu sebelum kopi darat.

    Ada yang curhat ke saya melalui email, kalau dia (wanita) dan si pria asing bersepakat bertemu diluar Indonesia, masih di Asia juga. Berikut tips dari onlinedatingsafetytips.com:
    Menginap di hotel. Untuk pertemuan pertama kali, menginaplah di hotel, jangan bersama si pria. Kalau si pria tidak setuju kalian pisah kamar, lebih baik jangan pergi. Kencan yang aman kunci keberhasilan kencan tersebut ;).
    Gunakan Taxi. Selalu gunakan taxi dari dan ke bandara, sebisa mungkin jangan satu kendaraan dengan si pria dan jangan biarkan si pria membawa bagasimu ke kendaraan dia.
    Rahasiakan nama hotel. Jangan beritahukan nama dan lokasi hotelmu, sampai kamu yakin dengan pribadi teman kencanmu. Rencanakan pertemuan di tempat umum hingga kamu nyaman dengan dia.
    Tetap Berkomunikasi dengan sahabat & keluarga. Beritahukan sahabat dan keluargamu mengenai detail rencanamu. Beritahukan mereka nama hotel dan no telp hotel tempat kamu menginap. Tetap berhububgan melalui email dan telepon. Pastikan juga kalau teman kencanmu tahu kalau kamu tetap terhubung dengan sahabat dan keluargamu, jadi dia tidak akan coba macam-macam ;).
    ● Kenali tempat-tempat yang dituju selama jalan-jalan berduaan.
    Percayai kata hatimu (instincts). Kopi darat dan liburan ke luar negeri bisa sangat menyenangkan, namun tetap harus waspada. Kamu sedang berada di luar comfort zone, jadi sebisa mungkin ikuti kata hatimu dan tidak mengabaikannya.
    ● Selamat bersenang-senang 🙂 .

     

    You can’t see the wind but you feel it, same with love, you can’t see it, but oh you feel it.”

    Bagian 2 klik Kekasih Online Bagian 2

    5 Ciri Bule Scammer Penipu Cinta (Pengalamanku yg nikah dengan Bule)

    Artikel Terkait:
    Kisah Cintaku yang Kelabu dengan Bule
    Cinta via Biro Jodoh Online
    101 Romantic Ideas
    Wanita Ciptaan Terindah
    Cinta vs Uang Hati-hati Love Scam
    Being Single and Happy

  • Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III)

    Orang Jerman itu (bagian III). Guten Morgen Indonesia, selamat hari sabtu. Saya kembali lagi mau ngomongin mengenai Jerman, etika dan masyarakatnya ya 😉 .

    Orang Jerman itu (bagian III)
    Pemandangan Kota Tua di Jerman
    1. Kalau terima kado harus dibuka didepan pemberinya, jadi yang ngasih bisa tahu, kamu suka kadonya atau tidak. (*Padahal kalau di Indonesia pas sepi baru buka kado ya hehe 😀 ).
    2. Sampah harus dipisah-pisahkan, antara sampah dapur, sampah organik, kertas, plastik, kaleng dan botol. Ada kota-kota tertentu, dimana pembuangan botol juga dibedakan berdasarkan warna botolnya, ada botol warna hijau, putih dan coklat. Ceritanya disini.

    3. Disini orang tidak kepo (mau tau aja urusan orang). Kalau tidak dekat sekali pamali nanya umur berapa, agama apa, sudah kawin apa belum, sudah punya anak apa belum, gajinya berapa. Kalau ada yang nanya paling di jutekin “..Bukan urusan elo kali”.

    4. Tidak boleh berbisik-bisik didepan orang lain, tidak sopan. Kamu dianggap sedang ngomingin orang tersebut.

    5. Kamu jalan kaki ketika hujan deras, pas pakai baju bagus lagi, mau kerumah teman atau ke pesta. Gilee tuh mobil sembarangan ngebut dan nyimpratin kamu, kotor semua. Kamu hapal no plat mobilnya, punya bukti merasa dirugikan?. Kasih bon dari laundri ke yang punya mobil. Dibayarin ko.

    6. Lewat jam 10 malam tayangan TV bukan untuk anak-anak. Tayangannya banyak yang hot ..hot.. hot 😯 . Pokoknya mengerikan!. Yang punya anak-anak sepertinya TVnya dikunci dengan pin atau saluran TV tertentu saja yang bisa dibuka bebas.

    7. Telp rumah flat rate jadi yang rajin pakai telp (nomer lokal) silakan puas-puasin telp.

    8. Beli baju, alat rumah tangga dan lain-lain tapi tidak puas?. Boleh dikembalikan ke tokonya asal masih ada bonnya. Maksimal 2 minggu hingga 1 bulan dari pembelian.

    9. Beli barang-barang eh rusak, masih garansi, masih ada bonnya. Balikin barangnya, uang kembali 100% (*Pengalaman beli timbangan badan, rusak setelah 3 bulan).

    10. Masyarakatnya banyak yang baik *jujur. Frank pernah kehilangan paspor dan beberapa surat-suratnya, tidak sadar jatuh dijalan. Ternyata ada yang menemukan dan mengantarkan ke Rathaus (kelurahan) setempat. Teman saya Maria, waktu kami jalan-jalan ke München, dia coba celana jeans di kamar pas. Ternyata dia lupa meningglakan HP (BB) nya di kamar pas. Keesoka harinya kami balik lagi, ditanyain beberapa hal untuk membuktikan itu hp Maria, dan Hp kembali ke pemiliknya.

    11. Kamu diundang makan, ingat jangan makan dulu dari rumah yaa. Karena yang ngundang sudah masak banyak sekali. Adalah tidak sopan kalau kamu hanya makan sedikit.

    12. Potong rambut pria 18 EUR (sekitar Rp.232.000), wanita 28-30 Eur (Rp.360.000 an) belum termasuk tip. Kalau lihat ada iklan ko murah 10 EUR, harus ditanya detail karena ada buntutnya tuh, ujungnya akan ada tambahan biaya lain-lainnya, misal biaya cuci rambutnya, biaya pakai hairdryernya dll. Untungnya teman kursus saya tukang potong rambut, jadi Frank dan saya selalu kerumah dia. Biayanya 10 EUR/orang .

    13. Punya hewan peliharaan (anjing) ada pajaknya 100 Eur/tahun. Kucing bebas pajak.
      Ternyata ada penjelasan khusus loh buat pajak anjing ini. Lain kali bahas khusus deh. Singkatnya begini:

    Pajak anjing :
    • Pajak hanya diberlakukan untuk anjing tidak hewan lainnya. Hal ini sebagai tambahan peluang pendapatan fiskal dalam menyeimbangkan anggaran daerah.
    • Pajaknya per rumah tangga bukan per jumlah anjing yang di miliki (kalau punya lebih dari 1 tetap bayar 100 Eur/tahun).
    • Pajak anjing dikenakan untuk mengatasi jumlah anjing (maklum deh di Jerman sini orang-orang lebih senang pelihara anjing dan kucing daripada punya anak. Bagi mereka anjing dan kucing anak-anak mereka).
    • Pajak anjing adalah salah satu pajak barang mewah (The dog tax is one of the luxury taxes).
    • Untuk anjing dengan tujuan komersil (untuk peternakan anjing komersial atau perdagangan anjing, penggumpulan anjing) tidak dikenakan pajak.
    • Undang-undang kota sering membebaskan pajak atau mengurangi jumlah pajak untuk: anjing pemandu orang buta, anjing yang dikumpulkan untuk selanjutnya bisa diadopsi, anjing pekerja, anjing yang sudah lulus ujian ketaatan, dan atau untuk peternak anjing pribadi.
    • Pajak lebih tinggi untuk anjing-anjing tertentu yang dianggap berbahaya seperti jenis Bulldong, pitbull, Rottweiler dan 20 jenis lainnya.
    Terjemahan bebas dari http://de.wikipedia.org/wiki/Hundesteuer

    1. Biaya permak permak baju mahal. Misal pernah potong celana panjang biayanya 7 Eur (Rp.90.000). Biaya tambal celana yang bolong, bolongnya kecil paling 3 cm kena 7 EUR. Coba ke tempat lain busyett niat cari yang murah mahal dobel harganya 15 EUR satu celana. Hari itu saya ambil 2 celana kerja Frank kena 30 Eur (Rp.387.000) 🙄 .

    2. Kalau mau survive disini harus bisa bahasa Jerman, kecuali di kota-kota besar seperti Berlin, München dll mungkin masih ada orang-orangnya mau berbahasa Inggris. Paling tidak kita tahu level dasar, percakapan untuk ke supermarket, naik bus, kereta dan lingkungan sekitar rumah. Jadi kalau nyasar kan, misal salah naik bus atau kereta bisa bertanya orang, ga kaya orang hilang hehe. Papan informasi (petunjuk) di jalan-jalan dalam bahasa Jerman.

    Ich wünsche euch ein schönes wochenende!. Happy weekend! 🙂 .

    Bagian I klik disini.
    Bagian II klik disini.
    Bagian IV klik disini.

  • Akhirnya Setelah 2 Tahun

    Akhirnya Setelah 2 Tahun

    Akhirnya Setelah 2 Tahun. Judulnya agak lebay ya? :D. Setelah 2 tahun akhirnya saya makan ubi merah lagi dong 😆 . Cuma mau pamer *ting ting kedip mata* :mrgreen: .

    1. Ubi Merah
    Saya hanya beli 1 buah berat kira-kira 300 g. Harganya 1 kg = 2.49 € (Rp.32.000). Pas di supermarket pengen banget makan ubi. Keesokan harinya hilang selera masak itu ubi. Selama 2 minggu di letakkin saja di dapur, akhirnya ubinya numbuh.

    Akhirnya Setelah 2 Tahun. Ubi 2 minggu ga dimasak, malah jadi numbuh, tanam apa dimasak yaa
    Ubi 2 minggu ga dimasak, malah jadi numbuh, tanam apa dimasak yaa

    Setelah niat masak kembali hadir, saya kukus ubinya di rice cooker. Bawahnya masak nasi, bagian atas taruh ubi yang telah di potong-potong. Bagian yang numbuhnya saya potong, niatnya mau ditanam, kali aja bisa numbuh dan saya dapat ubi lagi kan 😀 .

    Ubi di Jerman. Masak Nasi sambil ngukus ubi. Süßkartoffel
    Ubi di Jerman. Masak Nasi sambil ngukus ubi. Süßkartoffel

     

    Di Jerman Ubi disebut Süßkartoffel (kentang manis). Ini ubi ko setelah dimasak tidak manis ya, apa mungkin karena sudah tumbuh, jadi hilang rasa manisnya?. Tanya dong berapa harga ubi per kgnya di kota kamu? 🙂 .

    2. Pepaya
    Selain ubi yang akhirnya saya nikmati kembali adalah buah pepaya. 2 tahun di tahan-tahan tidak beli pepaya, ga rela harganya yaa 😕 .

    Pepaya asal brazil Berat 485 gram harganya superr mahal Rp. 32.000
    Pepaya asal brazil Berat 485 gram harganya superr mahal Rp. 32.000

    Harga pepaya 2,49 Eur satunya (Rp. 32.000). Ini pepaya kecil banget, berat 485 gram asal dari Brazil.

    Sudah dua kali saya beli papaya. Beli masih hijau, begitu dirumah saya bungkus koran dulu supaya lekas matang. Dalam 2-3 hari jadi kuning kulitnya. Setelah bersih dikupas dan di potong-potong, saya masukkan kulkas dulu. Nikmati ketika cuaca panas sedap sekali. Ga nyesel belinya karena rasanya manis sekali.

    Pepaya asal brazil gpp deh mahal yg penting puass manisnya, masukin kulkas dulu disantap ketika cuaca panas sedapp
    Pepaya asal brazil gpp deh mahal yg penting puass manisnya, masukin kulkas dulu disantap ketika cuaca panas sedapp

    3. Nanas
    Sudah beberapa kali beli nanas, rasa manisnya mantap. Nanas ini asal Costa Rica harga 1,59 Eur/biji (Rp.20.500). Di etiketnya dikasih tahu bagaimana menyantap nanas. Dikupas dan di buang bagian tengahnya. Saya malah paling suka bagian tengahnya yang keras loh! Lebih manis menurutku. Mamaku di Jakarta sih setelah ngupas nanas lalu nanasnya dicuci bersih trus ditaburi garam, katanya supaya tidak gatal? Saya ngikutin juga cara si mama.

    Nanas asal Costa Rica Rp.20.500 Maniss deh
    Nanas asal Costa Rica Rp.20.500 Maniss deh

     

    Buah-buahan lainnya yang sering saya santap, seperti: apel, pisang, jeruk, pir, stoberi, mangga, kiwi, anggur. Penasaran dengan harga buah-buah tersebut? :wink:.

    • Apel (der Apfel) ada banyak jenisnya , harga mulai 2,49 Eur/kg hingga 2,99 eur/kg (Rp. 32.000- 38.000), apel sih banyak tumbuh subur di Jerman, jadi mending beli yang non impor.
    • Pir (die Birne) 1,99 Eur /kg (Rp.25.600).
    • Stroberi (die Erdbeere) waktu belum musim mahal 6,98 Eur/kg (Rp.90.000), kalau lagi musim harganya sekitar 2,98 eur/kg (Rp.38.000).
    • Pisang (die Banane) 1,99 Eur/kg (Rp.25.600).
    • Kiwi (die kiwi) 0,25 Eur/biji (Rp.3200).
    • Alpokat (Die Avocado 1,69 Eur /biji (Rp.21.800).
    • Mangga (die Mango) mulai 1,99 Eur sampai 2,49 Eur/biji (Rp.25.600-32.000).

    ´.

    Frank tidak terlalu suka makan sayur dan buah aneh kan? 😐 . Sedangkan saya suka sekali sayur dan buah. Di Indonesia surganya buah dan sayuran. Harganya juga tidak mahal di Indonesia yaa, mudah didapatkan disekitar kita.

    Nah buah-buahan yang dulu saya jarang sekali lihat di tanah air tercinta seperti: Buah Persik, Buah Aprikot, Blackberry, Raspberry, Johannisbeeren, cherry, stroberi di Indonesia seringnya asam, di Jerman maniss. Buah-buahan tersebut banyak sekali di Jerman, malah ada yang tumbuh sebagai pohon peneduh di pinggir jalan.

    This slideshow requires JavaScript.

     

    Menurut aid.de swasembada buah-buahan di Jerman hanya diangka 10-14% alasannya karena faktor cuaca. Siapa yang mau buka kebun jeruk dan pisang kalau selalu merugi karena cuaca yang tidak mendukung?.

    Mayoritas buah-buahan seperti anggur, kiwi, ceri, dan buah persik diimpor dari Spanyol, Italia dan Perancis. Buah-buahan tropis seperti pisang, nanas atau mangga berasal dari Amerika Selatan dan Tengah. Buah-buahan lain di impor dari negara Uni Eropa.

    Mengapa buah-buahan di Jerman mahal?. Ya karena buah-buahan tersebut di import. Transportasi dan penyimpanannya sangat mahal. Buah import juga tidak bagus loh bagi lingkungan, karena banyak CO2 yang dilepaskan selama penggangkutannya. Jadi selama kita bisa menikmati buah dari sekitar kita mengapa kita harus membeli buah impor toh?. Seandainya saya punya tanah luas saya mau tanam sendiri pohon buah-buahan ah 🙂 .

    Buah-buahan yang belum pernah saya lihat di Jerman adalah salak, rambutan, durian, nangka, jambu air, duku, markisa. Pengen semuanya deh :mrgreen: . Sahabat blogger yang di Eropa yang mau pada mudik ke tanah air, saya mau oleh-oleh buah-buahan tersebut dong ngarep.com 😆 .

    Buah-buahan ini Belum Pernah saya Lihat di Jerman
    Buah-buahan ini Belum Pernah saya Lihat di Jerman

    Nama Buah-buahan dalam Bahasa Jerman dan Indonesia sebagai berikut:

    Dulu saya paling tidak suka buah pir dan melon, karena baunya yang tidak enak saja menurutku :D. Saat ini sih kalau pir ya agak suka, untuk melon masih agak musuhan hehe. Sahabat blogger adakah buah-buahan tertentu yang kalian tidak suka?.

     

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya:

    Orang Jerman itu
    Kuliner Indonesia yang Nganggenin
    Musim Panas Suka atau Tidak Terpaksa Dinikmati
    Istilah Masakan Jerman – Indonesia

  • Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman

    Kamar Mandi di Jerman. Apa yang menarik di kamar mandi?. Menurut saya kamar mandi itu cerminan pemiliknya, kalau kamar mandinya aja jorok, mungkin yang punya juga jorok kali ya hehe 😀 . Saya mau kasih lihat bagaimana kamar mandi di Jerman. Kamar mandinya kering, buat mandi ada ruang khususnya.

    Umumnya orang-orang disini maunya dikamar mandi ada jendelannya, supaya tidak lembab kali ya. Masah mau lihat orang lewat sih sambil berendam? :mrgreen: . Selain jendela, orang-orang juga ada yang mau punya bath (up) di kamar mandinya, ada yang mau punya tempat buat mandi saja, namanya die Dusche. Ada yang maruk mau keduanya 😛 .

    Kamar Mandi di Jerman. Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany
    Model Kamar Mandi di Jerman. residential bathroom in Germany

    Sambil memperlihatkan kamar mandi saya, sepertinya menarik juga kalau saya kasih tahu apa saja isi kamar mandinya dalam bahasa Jerman, kali aja ada yang baru sampai Jerman trus bingung dengan istilah-istilah disini kan, jadi ya bisa sekalian belajar ngapalin. Lihat angka di gambarnya ya 😉 .

    Im Bad – di kamar mandi – in the Bathroom

    Bak buat berendam. die Badewanne
    Bak buat berendam. die Badewanne
    1. die Badewanne (Ger) ; Bak buat berendam (Ind) ; Bath(tub) (Eng)
    2. die Dusche (Ger) ; Keran air buat mandi (Ind) ; Shower (Eng) kalau tidak ada ruang khusus buat mandi ya kita mandi di bath tub, trus pasang penutup disekelilingnya supaya air tidak keluar.
    3. das Duschtuch (Ger) ; Handuk mandi (Ind) ; Towel (Eng)

    2 kali ngontrak rumah tidak ada ruang khusus buat mandi, jadi Frank dan saya gunakan bath tub ini buat mandi. Contohnya dibawah ini kontrakan kita sebelumnya.

    Baca juga: Bagian-bagian Rumah dalam Bahasa Jerman

    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    Bath tub selain buat bak berendam, juga berfungsi sebagai tempat buat Mandi
    1. Der Duschvorhang (Ger) ; Tirai bak mandi (Ind) ; Shower Curtain (Eng)
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    Tipikal kamar mandi di Jerman
    1. die Badematte (Ger) ; keset kamar mandi (Ind) ; Bathmat (Eng)
    2. der Spiegel (Ger) ; Kaca (cermin) (Ind) ; Mirror (Eng)
    3. die Wandleuchte (Ger) ; Lampu gantung (Ind) ; Light (Eng)
    4. die Waschmaschine (Ger) ; Mesin Cuci (Ind) ; Wash Machine (Eng)
    5. der Fußboden (Ger) ; Lantai (Ind) ; Floor (Eng)
    Pritilan di Kamar Mandi
    Pritilan di Kamar Mandi
    1. der Waschbecken (Ger) ; Tempat cuci tangan (Ind) ; Washbasin (Eng)
    2. der Wasserhahn (Ger) ; Keran air (Ind) ; Tap AE faucet (Eng)
    3. die Seife (Ger) ; Sabun (Ind) ; Soap (Eng)
    4. die Seifenschale (Ger) ; Tempat Sabun (Ind) ; Soap dish (Eng)
    5. die Flüssigseife (Ger) ; Sabun Cair (Ind) ; Liquid soap (Eng)
    Kamar Mandi dan isinya
    Kamar Mandi dan isinya
    1. der Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi (Ind) ; Toothbrush (Eng)
    2. die creme (Ger) ; Krem (Ind) ; Cream (Eng)
    3. der Rasierapparat (Ger) ; Pisau cukur (Ind) ; Razor (Eng)
    4. der Elektrische Zahnbürste (Ger) ; Sikat gigi listrik (Ind) ; Electric Toothbrush (Eng)
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    Istilah Jerman Indonesia barang-barang di kamar mandi
    1. der Zahnpasta (Ger) ; Pasta gigi (Ind) ; Toothpaste (Eng)
    2. das Mundwasser (Ger) ; Obat kumur (Ind) ; Mouthwash (Eng)
    3. die Kosmetiktasche (Ger) ; Tas Kosmetik (Ind) ; Cosmetic bag (Eng)
    4. der Kamm (Ger) ; Sisir (Ind) ; Comb (Eng)
    5. der Haarbürste (Ger) ; Sisir (Ind) ; Hairbrush (Eng)

     

    Baca juga: Belajar Bahasa Jerman – Deutsch lernen

    Tempat mandi
    Tempat mandi
    1. die Dusche (Ger) ; Tempat mandi (Ind) ; The Shower (Eng)
    2. Antirutsch für dusche (Ger) ; anti slip untuk mandi (Ind) ; anti slip for shower (Eng)
    Toilet Rumah
    Toilet Rumah
    1. die Toilette (das Klo) (Ger) ; Toilet atau Kloset duduk atau WC (Ind) ; Flush Toilet (Eng)
    2. der WC-Bürste (Ger) ; Sikat WC (Ind) ; Toilet brush (Eng)
    3. das Toilettenpapier (Ger) ; Kertas toilet (Ind) ; Toilet Paper (Eng)
    4. WC-Reiniger (Ger) ; Cairan pembersih toilet (Ind) ; toilet cleaner (Eng)
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku
    Beberapa Pajangan di kamar Mandiku

     

    Rak Kamar Mandi
    Rak Kamar Mandi
    1. das Wandeckregal (Ger) ; rak dinding untuk kamar mandi (Ind) ; wall shelves (Eng)
    2. der Badebürste (Ger) ; Sikat mandi (Ind) ; Bath Brush (Eng)
    Isi Kamar Mandi
    Isi Kamar Mandi
    1. der Rollwagen (Ger) ; Rak Geser (Ind) ; Sliding shelf (Eng)
    2. der Wäschekorb (Ger) ; Keranjang Cucian (Ind) ; Laundry basket (Eng)

     

    Semua benda-benda dalam bahasa Jerman ada artikelnya (der, die, das) dan huruf awalnya harus ditulis huruf besar, kalau bahasa Inggris seperti „the“.
    Lain hari saya kasih lihat ruangan lainnya ya. Happy Weekend! 🙂 .

     

    Tulisan Terkini

  • Cerita Akhir Pekan lalu

    Cerita Akhir Pekan lalu

    Cerita Akhir Pekan lalu. Ada yang merasa ga ya kalau saya tidak beredar di dunia persilatan blogger akhir pekan lalu, hingga Senin kemarin? :lol:. Serasa saya orang penting gitu ya hehe. Terima kasih ya buat kalian yang sudah berkunjung dan berkomentar di blog saya, mohon maaf belum sempat berkunjung balik ke blog para sahabat :oops:.

    Saya mau cerita nih ngapain saja dari Sabtu minggu lalu hingga hari Senin kemarin.

    Hari Sabtu

    Jam 10 pagi sudah cabut dari rumah. Frank dan saya ke Bad Rappenau, kami ada janji dengan orang yang akan bersihkan parkiran mobil kita. Jadi ceritanya selama setahun belakangan ini Frank sewa tempat parkir. Kenapa sewa tempat parkir, karena kalau musim dingin supaya mobil tidak kedinginan kena salju, hujan ga kehujanan, panas tidak kepanasan. Paling penting kalau pulang kerja Frank tidak dapat kereta ya bisa naik mobil pulang kerumah (tempat kerja Frank dan rumah beda kota dan Frank selalu kerja malam).

    Nah kira-kira 2 minggu sebelumnya, mobil kita bocor olinya, jadi tempat parkirnya ya blepotan oli di beberapa tempat. Mobil sudah dibawa ke bengkel biayanya amit-amit deh 500 Eur (sekitar 6,4 juta rupiah). Pemilik parkiran reseh banget, itu parkiran sudah Frank bersihkan, disikat pakai sabun dan cairan pembersih lantai, eh yang punya tidak puas. Padahal ya tempat parkiran yang lain digedung itu juga banyak blepotan oli ko, resehnya si pemilik parkiran cuma komplen yang punya kita saja 😮 .

    Jadi kita sewa orang yang benar-benar ahli dibidang bersih membersihkan.

    Sebelum dibersihkan begini lantainya

    Lantai Parkiran Mobil yang kena Bocoran Oli
    Lantai Parkiran Mobil yang kena Bocoran Oli

    2 orang bersihkan tuh parkiran mobil kita selama 2 jam dengan menggunakan alat khusus dan hasilnya ..

    Jrengggg Hasilnya Setelah di Bersihkan oleh Tenaga Ahli
    Jrengggg Hasilnya Setelah di Bersihkan oleh Tenaga Ahli

    Kita puas banget dengan hasilnya. Sebelumnya ditanyain nih, bayarnya mau resmi pakai pajak (19%) atau tidak?. Frank maunya yang resmi, karena mau kasih bukti ke yang punya parkiran. Kalau bayar tidak pakai pajak ya tidak pakai kertas tagihan. Kalau yang punya parkiran masih cerewet ya komplen langsung aja ke perusahaan pembersihnya. Biaya bersih-bersih ini 238 Eur (sekitar 3 juta rupiah).

    Jasa pembersihnya:

    Aciner Gebäudereinigung
    Am Römerturm 7
    74177 Bad Friedrichshall
    Telefon: +49 (0) 7136 830 38 38
    Fax: +49 (0) 711 96 992 695
    E-Mail: [email protected]

    Kami putusin tidak mau sewa tempat parkir disitu lagi. Sementara ini parkir di tempat gratisan saja, mungkin sampai awal musim dingin nanti.

    Hari Minggunya

    Frank dan saya berkunjung ke rumah teman kuliah Frank, ke arah Mannheim. Sekitar 45 menit naik mobil. Saya sudah wanti-wanti Frank, jangan lama-lama ngobrol-ngobrolnya ya, maksimal 2 jam bertamu. Ternyata kita disana 5 jam! dari 17.30 sampai jam 22.30 an. Untungnya saya sudah ngerti bahasa Jerman ya, kalau nga bisa bosan tingkat dewa deh! :mrgreen: .

    Teman kuliahnya Frank yang wanita, si ibu ini orang Turki. Sejak umur 12 tahun sudah menetap di Jerman, ikut ayahnya yang kerja di Jerman kala itu. Si wanita ini sudah berkeluarga, menikah dengan orang Turki juga dan memiliki 3 orang anak. Ini pertama kali saya berkunjung ke keluarga orang Turki. Bayangan saya sudah kemana-mana aja :grin:, ternyata mereka modern ko.

    Keluarga ini berbicara 99% dengan bahasa Jerman ke anak-anaknya, begitu pula anak-anak ke orangtua. Paling ada 1-2 kali si ibu bicara bahasa Turki kalau si anak ga nurut yang disuruh, misal disuruh kecilin suara TV kalau orang dewasa lagi bicara, eh si anak ngeyel, keluar tuh bahasa non Jerman si ibu.

    Kami makan malam bersama, bersama anak-anak mereka juga tentunya. Kami duduk semeja. makanan yang disajikan enak. Sayang sekali, ketika makanan pembuka (sup) saya terlalu banyak makan bersama roti gandum, alhasil pas makanan utama perut tidak kuat nampung 🙁 . Frank nambah supnya 2 kali haha doyan nih bocah, walaupun dia bilang supnya agak pedas rasanya enak sekali.

    Anak yang tertua perempuan usia 13 tahun, anak kedua si ibu tersebut mungkin umur 7 tahun dan paling kecil sekitar 3 atau 4 tahun. Anak paling besar yang mengerjakan hampir semua urusan beres-beres makanan dan pengaturan meja, selama orangtua bicara dengan kami. (Miriplah ya dengan keluarga di Indonesia dimana anak-anak juga bisa membantu dirumah).

    Ada salah satu kebiasaan makan orang Turki yang pernah saya baca di forum, yang waktu di rumah ibu ini saya perhatikan. Jadi salat yang disajikan di piring besar, diambil masing-masing kita menggunakan sendok garpu kita juga. Sendok garpu sudah masuk mulut, dipakai untuk ambil salat berikutnya. Saya belum terbiasa dengan hal ini, berhubung sudah kenyang juga saya tidak makan salatnya.

    Asyikk Pulang Bertamu dikasih Stroberi dan Cherry
    Asyikk Pulang Bertamu dikasih Stroberi dan Cherry

    Hari Senin 1 Juli 2013.

    Oh ya hari Minggu pulang bertamu kami di kasih sekantong buah cherry dan stroberi. Cherrynya dari pohon di taman keluarga orang Turki yang kami kunjungi, sedangkan stroberinya sepertinya beli dari ladang stroberi deh.

    Nah berhubung Frank berulang tahun, pas banget ada stroberi dan cherry sebagai hiasan kue ultah. Saya tidak beli kado, yang ultah ditanyain mau kado apa, dia bilang ga mau kado. Kalau saya beli kado juga pakai uang dia sih :lol:, jadi ya ga usah deh. Mau beli kue tart ogah ah, siapa yang makan nantinya. Niatnya mau bikin kue tart sendiri saja, mau cari resepnya dari internet eh ribet cara bikinnya 😐 . Jadi saya beli tepung kue saja, sudah ada cetakan kuenya juga. Saya pikir kan lebih simpel ya bikin dari tepung jadi, ternyata pakai acara adu mulut didapur buat bikin kuenya 🙄 haha.

    Orang Jermannya saja bilang bingung padahal resepnya bahasa Jerman, maksud resepnya bagaimana sih, diambil sesendok lalu dicampur ke cream, lalu tepung yang lainnya dibegini kan dibegitukan dll. Lah dia saja bingung bagaimana saya toh 😆 . Ya udah coba-coba sendiri aja. Saya sendirian deh didapur ngelanjutin bikin kuenya.

    Coba-coba Bikin Kue Tart Sendiri. Cerita Akhir Pekan lalu
    Coba-coba Bikin Kue Tart Sendiri

    Kue tartnya ukuran 18 cm, jadi ya tidak terlalu banyak buat kami makan berdua. Mengikuti resep penyajian, taruh kuenya dalam kulkas selama 2 jam.

     

    Seperti tahun-tahun sebelumnya. Pas Frank ulang tahun, kita selalu pergi ke Talmarkt di Bad Wimpfen. Ini seperti pasar malam gitu deh. Ada banyak permainan buat anak-anak, stand-stand makanan dan stand jualan segala macam barang. Kali ini saya tidak banyak potret-potret karena ya begitu suasanannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Malah letak stand-standnya sama loh seperti tahun lalu 😀 .

    Ke pasar malam begini, selain cuci mata, sudah pasti banyak jajannya deh. Untungnya kita masih berduaan ya, belum ada anak-anak hehe.

    Menuju ke parkiran mobil, kita lewat kota tua Bad Wimpfen. Saya tidak pernah bosan ke tempat ini. Selain rumah-rumah tuanya yang sedap dipandang mata, tiap musim beda-beda bunga-bunga yang bermekaran.

    Beberapa foto rumah-rumah di kota tua Bad Wimpfen:

    Bunga-bunga musim panas yang sudah bermekaran

    Nah sampai disini dulu cerita akhir pekan dan awal minggu saya. Bagaimana dengan cerita akhir pekan kamu?🙂

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II)

    Orang Jerman Itu (Bagian II). Sahabat pencinta blog pursuingmydreams.com selamat hari sabtu ya. Mau berakhir pekan kemana nih? :smile:. Saya mau melanjutkan membahas mengenai orang Jerman. Temanya sedikit diubah, bukan mengenai orang Jermannya langsung, namun bagaimana kehidupan di Jerman:

    1. Asuransi kesehatan wajib HARUS punya, karena biaya rumah sakit mahal sekali.
    2. Pensiun untuk pria 67 tahun dan wanita 65 tahun.
    3. Kalau bertemu orang salam tangan saja, tidak perlu cium pipi.
    4. Anak-anak tidak boleh muncul di panggung (TV) setelah jam 10 malam. Kalau remaja dibawah 18 tahun ikut kontes musik, lewat jam 10 malam tidak boleh naik panggung lagi, jadi hanya duduk dibangku penonton.
    5. Sejak bayi lahir hingga si anak kuliah akan dapat uang anak dari negara (kindergeld) nilainya 180 EUR/bulan (sekitar Rp.2.300.000). *revisi, info dari mbak Kayka. Untuk anak ke 2 dan ke 3 dapat uangnya lebih banyak. (Biar dapat duit buat anak, tetap aja orang Jerman banyak yang ga mau punya anak tuh.)

    6. Tidak boleh memukul anak. Si anak bisa melaporkan orangtuanya ke polisi dengan alasan kekerasan terhadap anak.

    7. Tidak boleh memaksa anak supaya cepat bisa membaca. Menurut gurunya jika waktunya tepat si anak akan bisa sendiri.
    8. Anak-anak tidak boleh main sendirian di taman, orang tua atau pengasuh harus selalu ada di dekatnya.
    9. Kalau punya mobil wajib punya juga asuransi mobil. Polisi bisa menilang kamu jika mobil tidak punya asuransi.
    10. Bersepeda juga diajarkan disekolah. Guru atau polisi setempat yang mengajar anak-anak di lapangan atau jalan raya (jalanan akan ditutup selama pelajaran). Ceritanya disini.
    Orang Jerman Itu (Bagian II). Belajar Bersepeda di jalanan
    Belajar Bersepeda di jalanan
    1. Di Jerman, perusahaan berkewajiban memperkerjakan orang cacat, paling sedikit 5%, jika mengelak maka siap-siap kena denda. Sepenggal kisahnya (Baca: Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja).
    2. Air keran di rumah-rumah bisa langsung diminum
    3. Wine sebagai hadiah atau tentengan bertamu. Ya ini khas Jerman banget. Ada yang ultah, bertamu, hari raya dll buat tuan rumah kita kasih wine. Dirumah saya nih jadi ada berbotol-botol wine. Kalau bertamu lagi ya bawa yang dirumah saja. Asal ingat saja kita dapat winenya dari siapa, jangan sampai wine yang sama kembali ke pemberinya kan malu-maluin tuh hehe 😆 .
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    Wine sebagai Tentengan bertamu Khas Jerman banget, typisch deutsch
    1. Ke sesama langsung pagi nama, tidak peduli tua muda, kecuali kalau resmi ke kantor-kantor baru panggil Frau (wanita) atau Herr (pria).
    2. Memberi dan menerima sesuatu sah-sah saja dengan tangan kiri.

    3. Waktu tenang (Ruhezeit) jam 1 hingga jam 3 sore. Jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Hari Minggu dan tanggal merah juga adalah waktu tenang, jadi tidak boleh bikin gaduh.

    4. Kalau latihan alat musik di rumah, misal main drum, saxophone dll maksimal hanya boleh 1 jam. Kalau mau puas bermain bikin kamar kedap suara. Kalau bikin bising tetangga merasa terganggu si tetangga bisa lapor polisi.
    5. Hari kerja kantor-kantor Senin hingga Jumat. Sabtu toko-toko kecil buka setengah hari (hingga jam 12 atau jam 1 siang). Hari Minggu semua toko-toko, supermarket, termasuk pusat perbelanjaan tutup. Alasannya supaya pekerjanya juga bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Jika ada yang bekerja di hari libur atau sabtu minggu (misal di layanan kesehatan, seperti rumah sakit) maka gajinya lebih besar dari hari biasa.
    6. Bikin SIM di Jerman biayannya sekitar 2.000 Euro (sekitar Rp.25.800.000 *kurs Rp.12.900). Tidak ada calo SIM disini hehe :mrgreen: . Kalau test nyetirnya gagal terus ya tambah mahal biaya kursusnya.
    7. Punya radio atau hp saja harus bayar pajak 5,75 EUR/bulan. Punya ketiganya radio, hp & televisi pajaknya 17,98 EUR/bulan. Kalau kamu tinggal sendirian ya bayar sendirian tapi untuk keluarga satu rumah bayar cukup sekali hitungan satu orang saja. Bayar melalui Bank transfer.

    Bagian I klik disini.

  • Taman di Balkon Rumahku

    Taman di Balkon Rumahku

    Taman di Balkon Rumahku. Hari ini cuaca cerah sekali, matahari bersinar terang dan yang paling saya suka sejukk serasa di puncak asmara. Dibanding suhu panas, saya lebih suka suhu yang adem seperti hari ini. 1 minggu lalu hampir 36 derajat C, dan pagi ini Jam 9 pagi suhunya 21 derajat C 🙂 .

    Disini kadang aneh bisa panas seperti di gunung sahara, kemudian bisa dingin sedingin-dinginnya. Kalau cuacanya sejuk hingga dingin ya bisa pakai baju lebih tebal, sedangkan kalau panas, biar sudah telanjang bulat, tetap saja panas! 😕 .

    Taman di Balkon Rumahku. Kiri Suhu 18 Juni 2013 panas banget hampir 36 derajat C. Seminggu kemudian.. Kanan Asyikk ademm 26 Juni 2013
    Kiri Suhu 18 Juni 2013 panas banget hampir 36 derajat C. Seminggu kemudian.. Kanan Asyikk ademm 26 Juni 2013

    Kalau cuaca cerah seperti ini, biasanya saya cek keadaan tanaman-tanamanku, dan potretin buat dipamerin ya hehe :mrgreen: .

    Mulai dari balkon depan dulu

     

    Yukk lihat secara detailnya

     

    Sekarang mari melihat house plants alias tanaman dalam rumah

     

    Menuju ke balkon belakang

     

    Yang sudah berbunga ..

    Dahlia Park Princess. Tahun lalu tinggi lebih dari 1 Meter, tahun ini karena mendapat sinar matahari langsung paling 50 cm tingginya. Umbi bunganya dari yang tahun lalu.

     

    Edelrose Virgo. Ketika beli berupa root (batang dan akarnya), sekarang sudah muncul bunganya. Saya tanam bulan Maret 2013.

     

    Mawar Favorite Hit. Beli tahun lalu ketika jalan-jalan ke Belanda. Pas beli memang sudah berbunga lebat. Ketika musim dingin rontok, dan sekarang subur kembali. 😎

    Taman di Balkon Rumahku. Mawar Favorite Hit. Beli Mei 2012 di Belanda, musim dingin botak, sekarang subur kembali
    Mawar Favorite Hit. Beli Mei 2012 di Belanda, musim dingin botak, sekarang subur kembali

    Bunga Malva (Malva Sylvestris). Bibitnya dari tahun lalu, saya tanam 7 April, dalam dua bulan sudah berbung. Bunga Malva ini menarik kupu-kupu dan lebah berkumpul sekitarnya.

    Malva sylvestris bibit dari tahun lalu. Bunga ini menarik perhatian lebah dan kupu-kupu
    Malva sylvestris bibit dari tahun lalu. Bunga ini menarik perhatian lebah dan kupu-kupu

    Terakhir yang berbunga

    Fuchsia dan Petunia, keduanya beli tanaman jadi, tapi pas beli belum berbunga, sekarang ramai bunganya.

    Fuchsia dan Petunia. Pas beli belum bebrunga sekarang suburr
    Fuchsia dan Petunia. Pas beli belum bebrunga sekarang suburr

    Yang makin subur dan bermunculan bakal bunganya adalah dahlia Pompom Merah dan pom pom pink, Dahlia Santa Claus, Dahlia Noordwijks Glorie dan bunga Lavender.

     

    Pemandangan sisi lain balkonnya

    Balkon Belakang. Cuaca Cerah sekali
    Balkon Belakang. Cuaca Cerah sekali

    Tanaman lainnya

     

    Apakah kalian puas melihat foto-foto taman saya? 🙂 Apaaa tidak puas??? Masah sih?? 😀 . Oke saya kasih liat videonya ya. Maaf nih kalau videonya goyang maklum amatiran 😆 .

    Video Taman di Balkon Rumahku

     

    “Flowers always make people better, happier, and more helpful; they are sunshine, food and medicine for the soul.” – Luther Burbank-

    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

     

  • Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu

    Orang Jerman itu. Belakang ini saya malas sekali nulis, dua judul per minggu itu sudah maksimal. Tema-tema berkebun banyak bersliweran di pikiran, cuma kalau ngomongin soal kebun terus nanti penggemar blog saya ini malah bosan ga ya? :grin:. Maunya sih diselingi sekali cerita berkebun, berikutnya cerita keseharian di Jerman. Itu maunya saya prakteknya sering ga jalan tuh hehe. Saya suka sekali blogwalking (BW), tiap hari pasti BW deh, keasyikan BW blog sendiri ditelantarkan.

    Oke sekarang kembali ke judul. Sahabat blogger, kita ngomongin orang Jerman yuk. Saya kan sudah 2 tahun menetap di Jerman, lama-lama sedikit tahu lah typisch deutsch, bagaimana sifat orang Jerman, ya paling gampangnya sifat suami sendiri. Tidak tahu sebaiknya urutannya bagaimana, jadi random saja ya, tulis berdasarkan yang terlintas di pikiran saya saat ini ;).

    Tulisan Terkini

    Orang Jerman itu:
    1. Sangat amat tepat waktu. Kalau kamu punya janji misal rapat atau ke dokter atau bertamu harus tepat waktu. “Man muss pünktlich sein!”. Tidak boleh datang terlambat, tidak boleh juga datang terlalu awal. Misal kamu diundang ke acara orang Jerman, katakanlah ulang tahun atau pernikahan, sebaiknya datang tepat waktu. Jangan juga datang terlalu awal (pamali) karena mungkin si tuan rumah belum selesai dengan persiapan acaranya. Kalau misalkan kamu akan datang telat, sebaiknya informasikan atau telp ybs (yang bersangkutan). Jadwal alat transportasi juga tepat waktu! Pesawat, kereta, bus dll, yang biasa lelet harus bisa menyesuaikan diri kalau mau tinggal di Jerman.

    Tahukah kamu kalau di salah satu buku traveling mengenai Indonesia ditulis salah satu sifat orang Indonesia itu „jam karet itu buku bahasa Jerman. Waktu pertama kali baca agak sebel, apalagi dulu si Frank sering ngatain saya „jam karet“. Lama-lama sih kebal. Sekarang saya jadi „orang yang tepat waktu“ ya harus menyesuaikan dengan pola hidup disini toh. Ternyata nungguin orang yang „jam karet“ bikin kesel juga yaa :roll:.

    2. Orang Jerman cenderung tinggi, lebih dari 6-kaki (180 an cm bahkan lebih), banyak memiliki mata biru, rambut pirang bisa sampai agak coklat, kulitnya putih. Tinggi badan saya hanya sebahunya Frank, itu kalau pakai High Heels :D, maklum saya semeter kotor (*istilahnya orang Batak).

    Nah karena kulitnya yang putih mereka senang mandi matahari, panas sedikit aja langsung berjemur. Jangan cari klinik untuk pemutihan kulit di Jerman, setahu saya tidak ada dan bakalan tidak laku deh. Klinik untuk menggelapkan kulit sangat laku disini, namanya solarium atau Sonnenstudio. Info lain mengenai menggelapkan kulit baca di wiki.

    Mereka bangga sekali loh kalau kulitnya jadi gelap, sedangkan saya ogah banget ya kulit jadi gelap. Siapa yang setuju dengan slogan „white is beautiful?“ angkat tangan tinggi bersama saya :mrgreen:. Slogan tersebut tidak berlaku disini, buat mereka „black is beautiful“. Itu kenapa Frank memilih saya, karena kulit saya gelap, dan itu kenapa saya memilih Frank karena dia putih cocok kan? :smile:.

    Di Indonesia saya selalu berpayung ketika panas, disini maluu, maunya sih putusin urat malu deh :cry:. Jadi kalau panas sekali dan mau keluar rumah, ya pakai lengan panjang, celana panjang dan bertopi. Orang Jermannya yang wanita asik ber hot pants ria, mereka pasti mengira saya orang aneh :???:.

    3. Kopi, bir dan rokok. Ya ketiganya tidak bisa dipisahkan dari orang Jerman. Dalam sehari bisa loh minum lebih dari 5 cangkir kopi dan berbotol-botol bir. Setiap rumah tangga pasti ada mesin pembuat kopi dirumah mereka, saya saja punya dua *pamer. Berhubung Frank tidak merokok saya tidak tahu dalam sehari berapa banyak rokok diisap orang-orang disini. Jangan heran, kalau di jalan-jalan melihat remaja hingga orang-orang tua merokok. Pria dan wanita sama saja banyak yang aktif merokok sejak masa mudanya. Bagusnya di sini adalah ditempat umum tidak ada orang yang merokok!. Nyaman sekali kalau naik bus & kereta tidak ada asap rokok ;).

    • Rokok hanya boleh dibeli bagi mereka yang berusia min. 18 tahun. Kalau mau beli rokok kasir akan minta ktp untuk tahu usia Anda. Mau beli rokok di mesin otomatis penjual rokok di jalan-jalan, harus masukkin ktp jadi ketahuan umur pembeli. Banyak juga yang nyolong-nyolong beli alias minta teman yang cukup umur untuk beli rokoknya.
    • Minuman beralkohol, sama seperti rokok. Boleh beli kalau kamu min. 18 tahun. Teman wanita saya dong, mungkin karena dianggap masih imut-imut, dimintain ktp, padahal usia dia sudah 30 tahun :lol:. Di wilayah Baden-Württemberg termasuk tempat tinggal saya ada aturan untuk minuman beralkohol, hanya boleh dijual paling lambat hingga jam 10 malam. Pernah loh Frank mau beli bir, eh disamperin petugas supermarket, tidak boleh beli sudah lewat jam 10 malam!. Salah satu alasannya supaya para remaja-remaja yang rajin dugem tidak bikin onar karena mengkonsumsi alkohol.

    Keluarganya Frank kalau merokok akan jauh dari saya, lucky me :). Saya kalau minum beralkohol ya sesekali saja, kalau ada acara-acara keluarga, atau ketika musim dingin untuk menghalau hawa dingin yang rasanya menusuk sampai ke tulang.

    Salah satu merek Bir Jerman. Orang Jerman itu
    Salah satu merek Bir Jerman

     

    4. Jangan datang kalau tidak bikin janji. Ya kita tidak bisa seenaknya langsung bertamu ke rumah teman dan keluarga tanpa buat janji sebelumnya. Begitu pula kalau ke kantor-kantor misal untuk mengurus surat-surat. Sampai mau buka rekening bank saja harus buat janji dulu.

    Video Etika Bertamu di Jerman Jangan Nolak Minum Bakalan ..

    Baca juga: Menjadi Ibu Rumah Tangga di Jerman

    5. Semua harus sesuai prosedur tertulis. Istilahnya textbook banget. Misal mau mengurus surat-surat itu jumlah kertasnya yang harus disertakan banyak banget. Saya mau mengurus ijasah saya supaya diakui di Jerman. Nah saya bawa dari Indonesia hanya ijasah kuliah, dengan pikiran hanya ijasah yang terakhir diperlukan, ternyata saudara-saudara mereka minta ijasah dari SD hingga ijasah terakhir kuliah, minta mamaku segara kirim deh :neutral:.

    1. Menyapa. Halo dan tschuß, ya itu dua sapaan yang khas disini. Misal berpapasan di lift saling menyapa. Untuk sapaan antar keluarga, teman atau yang sudah kita kenal bilang Halo. Bertemu orang asing misalnya bilang selamat siang (Guten Tag atau Grüß Gott). Jangan bilang „halo“ ke orang asing nanti dikira siapa elo! :razz:, tapi kalau ke kantor pos sih petugasnya selalu bilang halo, ya mungkin supaya akrab atau karena kita kan sering ke kantor pos jadi sudah saling kenal petugasnya.

    Saya kadang bingung kalau ke supermarket kasirnya bilang halo ke bule, giliran ke saya bilang Guten Tag, mau naik bus juga begitu. Ah ini nanti saya bahas di bagian diskriminasi saja ya ;).

    Nah buat saya kadang masih aneh saja, ketemu orang di jalan, saling menyapa, ga saling kenal loh! Frank paling rajin nih bilang Guten Tag, apakah di balas dengan yang ditegur?, kalau tidak dibalas ketahuan tuh mereka bukan orang Jerman hehe. Frank bilang kalau bertemu dijalan dan saling kontak mata kudu menyapa atau paling tidak tersenyum.

    1. Bersihkan hidung tidak pakai permisi. Biar kata lagi makan bersama, ya mereka santai saja bersihkan hidung (*maaf ingus) slorrrtt. Jadi ingat salah satu bapak di Indonesia, ketika ibadah gereja berlangsung, suasana hening, tiba-tiba terdengar slorrtt, itu bukan cuma sekali, dan saya tidak habis pikir mengapa istrinya tidak menegor. *bapak tersebut orang Indonesia.
    2. Taat aturan lalulintas. Di jalan raya (kota) jam 10 malam lampu lalu lintas akan otomatis mati, yang nyetir lurus boleh langsung, yang mau belok kanan atau kiri harus berhenti beberapa detik nengok kanan kiri untuk kasih jalan duluan yang lurus. Aturan ini juga berlaku di jalan yang tidak ada lampu lalu lintas.

    Harus taat aturan lalu lintas, termasuk mematuhi batas kecepatan kendaraan. Kamera-kamera tersembunyi ada di jalan-jalan, kalau melanggar dan terpotret, maka surat tilang akan dikirim kerumah dan bayar melalui bank transfer.

    1. Bilang „Terima kasih (Vielen dank atau Danke)“. Ini juga khas Jerman *menurut saya. Setelah mendapatkan sesuatu, baik barang atau jasa selalu bilang „terima kasih“. Di supermarket, kantor-kantor, restoran, toko-toko, dijalan juga misal dikasih lewat duluan, antar anggota keluarga juga bilang terima kasih. Frank juga rajin bilang terima kasih setiap kali saya masak. Apakah kamu juga bilang terima kasih ke pasangamu setelah bersantap? Atau itu ya kewajiban istri toh buat masak :grin:.

    Sebenarnya masih banyak yang mau di kasih tahu, bersambung saja ya supaya tidak bosan :lol:.

    Bagian II klik disini.
    Bagian III klik disini.
    Bagian IV klik disini.

    Demikianlah cerita saya mengenai Orang Jerman itu. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan cerita dari Jerman berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Cara Menanam Bibit Benih Tanaman Ukuran Kecil

    Cara Menanam Bibit Benih Tanaman Ukuran Kecil

    Cara Menanam Bibit Benih Tanaman Ukuran Kecil. Halo teman-temanku yang hobi berkebun, saya mau kasih lihat tanaman sayuran saya nih 🙂 . Cuaca disini sudah bersahabat untuk menanam sayuran. Malah cenderung panas sekali. Dua hari lalu suhunya 36 derajat C dan kemarin 35 derajat C. Jam 12 malam saja masah suhunya 28-29 derajat C :roll:, padahal kalau di Jakarta pas malam tuh suhunya sekitar 25 derajat C ya?.

     

    Foto Kiri Baru jam 9 pagi suhu diluar sudah hampir 32 derajat C, panass banget. Siangnya hampir 36 derajat C. Mohop nai Portibion
    Foto Kiri Baru jam 9 pagi suhu diluar sudah hampir 32 derajat C, panass banget. Siangnya hampir 36 derajat C. Mohop nai Portibion

    Beberapa kali saya gagal menanam benih sayuran, contohnya salat karena ukuran kecil sekali, seperti butiran pasir, jadi benih salatnya tidak tumbuh-tumbuh. Kalaupun tumbuh kadang lama-lama mati sendiri :cry:.

     

    Tulisan Terkini

    Maka saya coba tehnik baru untuk menanam bibit tanaman berupa benih yang ukurannya kecil. Caranya:
    • Pot saya isi tanah separuhnya
    • Taruh satu lapis kertas tisu toilet diatas tanahnya
    • Kemudian semprot sedikit air supaya kertas tisunya tidak terbang
    • Taburi benih sayuran diatas kertas tisu
    • Taruh satu lapis kertas tisu diatasnya sebagai penutup
    • Semprot agak banyak, hati-hati jangan sampai kertas tisu nya robek
    • Taburi tanah diatasnya, setebal kira-kira 1 cm
    • Semprot air lagi
    • Setiap hari semprot air, jangan sampai tanahnya kering

    Benih (bibit) tanaman ukuran kecil sulit tumbuh karena akarnya lemah, jadi butuh media seperti kertas tisu untuk menopang akarnya.

    Tehnik Menanam Benih Sayuran yang ukurannya kecil
    Tehnik Menanam Benih Sayuran yang ukurannya kecil

    Salat ada banyak macamnya, yang saya tanam tahun ini yang ukurannya kecil saja, supaya panennya cepat. Males juga ah kalau lama nunggu panen, malah ntar ke buru datang musim dingin hehe. Contohnya Schnitt Salat (Lactuca Sativa) 1,5 hingga 2 bulan sudah bisa panen.Saya sudah menikmati hasil kebon sendiri :D.

    Cara Menanam Bibit Benih Tanaman Ukuran Kecil. Schnitt Salad aka Lettuce (Lactuca Sativa) Sudah Panen nih bulan Mei lalu.
    Schnitt Salad aka Lettuce (Lactuca Sativa) Sudah Panen nih bulan Mei lalu.

     

    Sesudah panen, potnya di bongkar, lalu tanam bibit yang baru lagi, tanahnya juga pakai yang baru. Tanah lama bisa digunakan sebagai lapisan (dasar) pot besar.

    5 Juni lalu saya tanam dua macam salat di satu pot, yakni Baby leaf (Eruca Sativa) dan Lettuce (Lactuca Sativa). Untuk bibit (benih) Baby leaf sudah dalam bentuk tape (pita) jadi lebih mudah bibit untuk tumbuh. Untuk Lettuce saya tanam dengan tehnik yang saya jelaskan diatas. Beberapa hari bibit-bibitnya sudah tumbuh. Salat jangan terkena matahari yang terik.

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Selain salat, tanaman yang saya tanam dengan tehnik diatas antara lain: Lobak merah bentuk buahnya bulat merah, lalu tanam Seledri, daun Basil dan parsley. Di Jerman tanaman Seledri, daun Basil dan parsley tersebut disebut Küchenkräuter, semacam bumbu dapur atau herbal gitu deh, bisa buat campuran sup dan bumbu masak. Küchenkräuter ini jangan terkena matahari yang terik.

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Tips penanaman bibit (benih) agak besar seperti bibit tomat, cabai, paprika, ketimun dll yang ukurannya agak besar supaya direndam dalam air dulu sekitar 15-30 menit sebelum penanaman.

    Saya sudah mulai menanam bibit tomat, cabe & paprika sejak akhir Januari, supaya ketika masuk musim panas tanaman tersebut mulai bermunculan bakal buahnya, kalau mulai nanam bibit-bibitnya ketika musim panas, ya keburu datang musim dingin, kita belum bisa panen deh.

    Ketika bulan Januari suhunya masih minus, jadi selain bibitnya direndam air, saya juga melakukan tehnik khusus mirip tehnik penanaman benih salat sih, tapi ditambah sedikit cara lain:
    1. Kalau mau tanam beberapa bibit sayuran sekaligus, siapkan wadahnya dan buat teks untuk ditempel di wadah rendaman, supaya kita tahu bibit apa yang direndam dan akan ditanam.
    2. Bibitnya Rendam air 15-30 menit.
    3. Tepung terigu taruh diwadah kecil, beri beberapa tetes air, lalu aduk.
    4. Siapkan kertas tisu toilet, supaya tidak terlalau lebar potong jadi dua bagian. Lipat dua jadi terlihat bagian tengahnya.
    5. Totolkan campuran tepung terigu & air (Nomer 3) keatas kertas tisu. Totolkan dibagian tengah kertas tisu, lalu taruh bibit (benih)nya diatas totolan terigu, kertas tisu dilipat, jadi bibit ada dibagian tengahnya ;).
    6.Siap ditanam deh.

     

    Tips penanaman bibit (benih) agak besar seperti bibit tomat, cabai, paprika, ketimun
    Tips penanaman bibit (benih) agak besar seperti bibit tomat, cabai, paprika, ketimun

     

    Pot untuk penyemaian saya gunakan yang kecil-kecil dulu, setelah tumbuh 4-6 daun baru saya pindahkan ke pot lebih besar.

    Pot untuk penyemaian saya gunakan yang kecil-kecil dulu, setelah tumbuh 4-6 daun baru saya pindahkan ke pot lebih besar
    Pot untuk penyemaian saya gunakan yang kecil-kecil dulu, setelah tumbuh 4-6 daun baru saya pindahkan ke pot lebih besar

     

    Bulan Maret lalu masih agak-agak dingin, jadi pot-pot penyemaian saya taruh di greenhouse mini. Taruh disini hingga akhir Juni ini. Greenhousenya buatan Frank tahun lalu ;).

    Frühbeet alias Cold frame alias Greenhouse Mini Di Buatin Suami tahun lalu
    Frühbeet alias Cold frame alias Greenhouse Mini Di Buatin Suami tahun lalu

     

    Jika cuaca sudah bagus (tidak dingin) cukup lakukan seperti tehnik penanaman salat, tapi kalau tidak berhasil juga, silakan dicoba tehnik dengan campuran terigu 😉

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Dipaksa Terpaksa Harus Bayar

    Dipaksa Terpaksa Harus Bayar

    Dipaksa Terpaksa Harus Bayar. Sesuai judulnya, jadi saya mau cerita kisah yang UUD (*ujung-ujungnya duit). Mungkin bisa jadi pelajaran buat kamu yang menetap di Jerman.

    Awal Januari 2013 saya mendaftar kursus bahasa Jerman untuk level B2 di salah satu tempat kursus di kota tempat tinggal saya sebelumnya (Bad Rappneau). Frank yang mengisi formulir dan mengirimkan lembar pendaftaran melalui pos. Beberapa hari kemudian datang surat dari tempat kursus lama saya yang menginformasikan kalau kelas untuk level B2 akan dibuka. Wah senang sekali dong, karena gurunya oke banget mengajarnya, tapi suami terlanjur kirim formulir pendaftaran ke tempat kursus lain :roll:.

    Saya bilang suami, saya lebih prefer ke tempat kursus lama saya, karena sudah kenal guru dan beberapa teman yang juga berniat melanjutkan kursus. Suatu hari ada pertemuan di tempat kursus lama, mau bicarakan kelas baru kami. Lah ternyata yang berniat ikut kursus tersebut hanya saya dan satu orang lagi. Padahal untuk buka kelas baru minimal 10 siswa. Jadi guru saya bilang tunggu satu bulan karena dia sudah iklankan di surat kabar, semoga ada yang mau daftar.

    Dulu (tahun 2012) sebelum kursus B1 berakhir, banyak yang berkoar-koar mau lanjut ke level lebih tinggi, dari grup lain juga pada berminat. Giliran kelas sudah dibuka, tidak ada yang mau daftar 😮 gara-gara dibilang biaya kursusnya sekitar 1000 Euro untuk 400 atau 500 jam agak lupa saya. Kursus yang di support biayanya oleh pemerintah hanya sampai level B1. Ketika itu siswa hanya membayar 1 Euro/jam untuk 660 Jam pelajaran, dan itupun setelah lulus biayanya dikembalikan 50 %. Jadi untuk level B2 harus membayar sendiri.

    Singkat cerita bulan lalu, datang tagihan dari tempat kursus baru, yang suami kirimi formulir pendaftaran saya. Tagihan harus membayar biaya kursus dari Feb sampai Juni 2013 sebesar 67 Euro. Saya ogah bayar dong, wong tidak ikut kursusnya ko disuruh bayar. Oh ya tagihan bertambah karena uang pembayaran tidak bisa ditarik dari rek. bank yang suami berikan. Ya iyalah pas kita ganti bank hehe. Kami acuhkanlah surat tersebut.

    Oh my God tanggal 11 Juni datang surat tagihan kedua. Total yang harus dibayar 78 EUR. Saya ngotot ke suami, saya kan tidak ikut kursusnya, trus lupa pula tanda tangan formulir pendaftaran berarti tidak sah dong??, trus yang penting nih, itu tempat kursus tidak kirimi surat pemberitahuan kapan kursus dimulai, jam dan lokasi dimana, lah tiba-tiba pas nagih uang kirim surat. Darah Batak saya mendidih 😡 sodara-sodara.

    Surat Tagihan dari tempat Kursus Bahasa. Tidak ikut kursus harus bayar amit-amitt deh. Dipaksa Terpaksa Harus Bayar
    Surat Tagihan dari tempat Kursus Bahasa. Tidak ikut kursus harus bayar amit-amitt deh

    Frank bilang “..ya sudah kita bayar saja, ada 50 Euro pemasukan karena kita tidak sewa tempat parkir mobil lagi“. “..Kalau kita biarkan saja bagaimana?, ya biarin saja mereka terus kirim surat” ujar saya. Nanti tambah banyak tagihannya, itu tempat kursus bisa panggil pengacara nanti kita malah harus bayar pengacara juga kata Frank.

    Kemudian Frank cerita dia dulu juga ada kasus seperti ini, dia tidak mau bayar. Pengacara bilang harus bayar, jadi posisi Frank yang lemah, dan suamiku ini malah jadi ngeluarin 500 Euro karena kasus yang dianggap sepele.

    Saya menanyakan suami apakah dia punya asuransi untuk pengacara, itu loh seperti guru kursus dan teman saya, mereka punya asuransi tersebut. Jadi kalau ada kasus, pengacara mereka yang maju dan tidak perlu keluar biaya lagi, karena ditanggung pembayaran sewa pengacaranya oleh asuransi. Ternyata suami tidak punya asuransi semacam ini :cry:.

    Sodara-sodara sungguh sampai detik ini saya tidak rela sungguh tak rela :neutral:. Saya bilang ke Frank itu uang segitu 78 EUR = Rp.1.140.000 kalau beli kerupuk bisa berkarung-karung. Kami jadi tertawa-tawa saja untuk mengurangi kesal hehe.

    Oh ya saya sudah daftar kursus B2, lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kursus baru akan mulai bulan September karena siswanya juga belum penuh bulan ini. Frank bilang kalau tidak berniat ikut harus konfirmasi seminggu sebelum kursus dimulai, dan tempat kursus tidak akan kirim surat pemberitahuan kapan mulainya. Siswa dipaksa aktif untuk mencari informasi misal dengan menelepon. Tempat kursus akan menarik biaya kursus langsung ke no bank yang sudah didaftarkan di lembaran pendaftaran siswa. Jika rek. Bank tidak aktif akan ada biaya tambahan busyettt.

    Buat yang menetap di Jerman hati-hatilah kalau misal mau daftar-daftar sesuatu, pastikan kamu benar-benar ingin ikut, kalau sudah daftar ya dicatat kapan mulainya, kalau tidak berniat ikut harus cancel secepatnya.. Kalau di Indonesia sih ya tidak seperti kan?. Kalau tidak datang ya berarti tidak minat!, kalau datang dan ikut kusus baru harus bayar.

    Pembaca tercinta, apakah kamu pernah mengalami kasus seperti ini? dan apa yang kamu lakukan?. Mohon sarannya dong, masih ada waktu nih, pembayaran paling lambar 24 Juni, jadi saya bilang suami transfer pas hari terakhir saja :mrgreen:.

    Akhirnya kami bayar deh, tranfer 1 hari sebelum tenggat waktu 😆 .

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Beberapa cara untuk membeli bunga dan tanaman di Jerman, antara lain di:

    1. Garden Center / Retail tanaman. Kenapa di sebut retail? Karena tokonya (bangunannya) besar sekali. Selain menjual tanaman, kita juga bisa membeli alat pertukangan disini. Dalam Bahasa Jerman retail ini disebut Bau & Garten. Kalau kesini tidak cukup cuci matanya hanya 1 jam. Bisa 3-4 jam bahkan lebih. Semua sudut meja maunya di cek satu persatu bunga-bunga yang dipajang :lol:.

    Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Beberapa Lokasi Membeli Bunga di Jerman. Selamat Datang di Retail Tanaman di Sinsheim. Foto 4 Juni 2013
    Selamat Datang di Retail Tanaman di Sinsheim. Foto 4 Juni 2013

     

    Retail yang saya maksud adalah Hornbach. Lokasi ini saya tempuh sekitar 25-35 menit dari rumah dengan berjalan kaki. Biasanya pertama kali masuk, saya akan menuju rak diskonan dulu. Bunga dan tanaman yang sedikit rusak di diskon 50%. Rusaknya tidak parah ko. Ada bunga-bunga seperti anggrek yang hampir selesai berbunga, mawar yang tanahnya mulai kering, atau tanaman lain yang yang kondisinya memang layak di beri potongan harga. Dikasih perawatan sedikit, bagus lagi ko bunganya 🙂

    Tanaman yang di Pajang didepan Pintu Masuk. Ada Wisteria loh tapi harganya mahal ah. Foto 4 Juni 2013
    Tanaman yang di Pajang didepan Pintu Masuk. Ada Wisteria loh tapi harganya mahal ah. Foto 4 Juni 2013

    Sejauh ini untuk reatail tanaman, Hornbach menjadi favorit saya, karena banyak bunga dan tanaman yang di jual harganya bervariasi mulai dari yang paling mahal, menengah dan yang murah, oh ya plus yang di diskon 50 %. Pengunjung bisa memilih bunga dan tanaman sesuai dengan tebal kantong mereka ;). Retail tanaman yang lain ada OBI, Pflanzen kölle dan lainnya. Yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki ya ke Hornbach ini.

    Tanaman yang di Taruh di Bagian Luar Belakang. Foto 4 Juni 2013
    Tanaman yang di Taruh di Bagian Luar Belakang. Foto 4 Juni 2013

    Yang pernah saya beli di Hornbach antara lain:

    *klik gambar untuk melihat ukuran penuh

     

    Tulisan Terkini

    2. Garden center skala kecil. kalau yang no.1 diatas tempatnya besar sekali dan bergabung dengan penjualan bahan bangunan. Yang skala kecil ini yang sering saya kunjungi namanya Raiffeisen. Disini kita bisa membeli beraneka ragam tanaman dan keperluan berkebun seperti pupuk, anti hama tanaman, pot-pot bunga dll pokoknya segala macam yang berhubungan dengan gardening ada disini.

    Bunga-bunga yang di pajang di depan pintu masuk supermarket tanaman. Cantik-cantik ya Bunganya
    Bunga-bunga yang di pajang di depan pintu masuk supermarket tanaman. Cantik-cantik ya Bunganya

    Harga bunga & tanaman yang dijual biasanya lebih mahal dari tempat lain, karena kualitas yang dijualpun bagus sekali. Raiffeisen menyediakan tanaman dan bunga-bunga langsung dari petani yang punya kebun jadi kualitasnya tidak perlu diragukan. Tanamannya tidak sebanyak Hornbach, karena Raiffeisen menjaga kualitasnya. Saya senang sekali bulan lalu ada pupuk gratis, 3 kali datang 3 kali ambil. Lumayan kan satu bungkus 2,5 liter :mrgreen:.

    Sampel Pupuk Gratis, lumayan
    Sampel Pupuk Gratis, lumayan

    Yang pernah saya beli di Raiffeisen antara lain:

    Hehe cuma dua foto, sangking seringnya belanja lupa pernah beli apa lagi disana, silakan lihat disini dan juga disini koleksi tanamanku. Untuk tanah dan pupuk tanaman saya selalu beli di Raiffeisen. Kualitas tanah dan pupuk yang baik akan menghasilkan tanaman dan bunga-bunga yang bagus juga< ;).

     

    3. Pasar
    Pasar di kota tempat tinggal saya ini ada setiap hari rabu dan sabtu. Disini kita bisa juga membeli bunga dan bibit sayuran (tanaman) masih kecil. Harga, jujur lebih mahal ya bu hehe, maklum lah kan pedagang bunganya yang nanam, jumlahnya juga tidak banyak. Saya belum pernah membeli bunga di pasar, hanya melihat-lihat saja 😉 .

     

    4. Supermarket

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Kuliner Indonesia yang Nganggenin

    Kuliner Indonesia yang Nganggenin

    Kuliner Indonesia yang Nganggenin. Tahun pertama saya berada di Jerman sini, belum terasa kangen dengan makanan Indonesia. Tahun kedua ini mulai menyiksaku, pengen banget makanan asli tanah air. Pengen pecel lele, ikan baronang, mie pangsit, bakso yang lewat depan rumah, nasi uduk, sate pak Rahmat di Pangkalan Asam, kerupuk mie dengan sambel kacangnya, sate padang dll, ya itu saja yang terlintas di pikiranku saat ini :oops:.

    Tambah tersiksa ketika membaca tulisan para blogger yang sering menggulas menu makanan Indonesia, hiks kalian suka ya menyiksaku :grin:.

    Dibawah ini beberapa foto lama dari salah satu album di media sosialku. Mungkin ada yang berbaik hati untuk menggirimiku? :mrgreen:.

    Pernahkah kamu sangking pengennya akan makanan tertentu sampai nangis? Hahaha tepatkah dibilang sakau? :roll:. Dua minggu lalu dong, ya mungkin saat itu karena saya sedang PMS, hormon lagi turun naik, bosan dengan makanan disini, trus kepikiran makanan Indonesia eh nanggis bo!.

    Ditanya Frank „..kenapa kau?“ trus saya bilang mau pecel lele, ikan baronang, mie pangsit, bakso dll banyak saya sebutkan, pokoknya makanan Indonesia. Ya udah minta sama Wana (adik saya) aja kirim bahan-bahannya ujar Frank. Emakkk mana bisa kirim ikan lele, ikan baronang, sate ayam dari Indonesia? Hikss yang tadinya saya mewek jadi ketawa dah! :smile:.

    Dekat rumah sini ada toko asia, saya pernah beli krupuk mentah, setelah digoreng rasanya tidak sesuai keinginan saya, kerupuknya bukan asli Indonesia. Pernah 3 kali beli sambal botolan di supermarket, lagi-lagi harus kecewa karena rasanya tidak sesuai dengan lidah saya. Untuk urusan sambel sekarang saya selalu bikin sendiri, dan saya puas! ;).

    Berhubung lagi pengen banget dengan kerupuk-kerupuk, jadi saya coba buka website Toko Indonesia. Saya pernah dua atau tiga kali pesan barengan dengan kedua temanku di Bad Rappenau, sudah lama sih, kalau tidak salah terakhir pesan tahun lalu. Biasannya pesanan saya tidak lebih 10 Euro. Eh ini kali pesanan saya Totalnya 22,26 Eur. Lapar mata melihat produk-produk makanan Indonesia :D.

    Inilah daftar pesananku:
    1. Gula merah 240g 1,39 EUR (Rp.17,900)
    2. Sambal Cap Dua Belibis 340ml 2,79 EUR (Rp.36.000)
    3. Krupuk Kampung “Matahari” 250g 1.49 EUR (Rp.19.200)
    4. Krupuk Kampung “Pesta Besar” 250g 1.49 EUR (Rp.19.200)
    5. Krupuk Singkong Pedas, 250g 1.79 EUR (Rp.23.000)
    6. Krupuk, Bawang, “Fancy” 250g 1.49 EUR (Rp.19.200)
    7. Kripik Tempe 250g 1.99 EUR (Rp.25.600)
    8. Kripik Singkong KUSUKA 200g 2.39 EUR (Rp.30.800)
    9. Indomie goreng 3 bungkus 1.99 EUR (Rp.25.600)
    10. Emping Bamboe, pedas manis, 160g 249 EUR (Rp.32.100)
    11. Kecap Manis ABC 140ml 0,99 EUR (Rp.12.700)
    12. Krupuk Ikan Palembang Mini, goreng, 60g 1,79 EUR (Rp.23.000)

    Total Belanjaan 22,26 EUR (Rp.287.000) Kalau dirupiahkan hehehe gilee ya belanja pritilan kecil-kecil saja hampir 300rb.

    Teman saya Iluh yang pesanin secara online, belanjaan dia lebih banyak lagi. Jika belanja diatas 75 EUR; bebas ongkos kirim. Total belanjaan kami 85 EUR, jadi lumayan gratis ongkir :cool:.

    Buat yang berada di luar Indonesia, kalau kangen produk makanan Indonesia silakan pesan online di toko Indonesia. Kalau kamu berada di Hamburg, Jerman ya bisa datang langsung ke tokonya alamatnya di Brenner. 27, 20099 Hamburg. Jam Buka: Senin – Jumat: 10.00 – 19.00 Sabtu: 10.00 – 18.00. Bagi yang berada di luar Jerman ada ongkos kirim tersendiri, silakan langsung buka websitenya saja.

    Sedikit nasehat, jangan lama-lama pandangi websitenya, bisa kalap belanja hehe. Happy shopping! :mrgreen:.

    Nah sahabat blogger makanan apa yang kamu lagi pengen banget saat ini? apakah kamu mudah mendapatkannya atau harus bersusah payah seperti saya? 😀 .

    Baca juga: Kumpulan Postingan Resep Dapurku

error: Content is protected !!