Category: Interesting Place

  • 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan

    4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan. Siapa yang dari Anda orang asli Bukittinggi?. Pastilah Anda tahu makanan apa saja yang menjadi ciri khas Kota Bukittinggi. Untuk Anda yang belum mengetahuinya, berikut ini informasi mengenai santapan yang ada di Bukittinggi 🙂 .

    Bukittinggi merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Dulunya, kota ini pernah menjabat sebagai ibu Kota dari Negara Indonesia, Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah. Kota Bukittinggi juga mempunyai julukan sebagai Parijs Van Sumatera.

    Di Kota Bukittinggi ada banyak tempat wisata yang bisa menghiasi hari-hari liburan Anda. Dijamin membuat liburan Anda semakin berwarna. Mulai dari wisata alamnya Kebun Binatang Bukittinggi, wisata sejarahnya seperti Benteng Fort de Kock, Jam Gadang dan Janjang Koto Gadang, wisata pendidikannya seperti Museum Kebudayaan Minangkabau, wisata belanja sampai wisata kulinernya.

    Soal urusan perut, Anda jangan khawatir jika sedang berlibur ke Kota Bukittinggi. Ada banyak makanan khas Kota Bukittinggi yang unik dan memiliki cita rasa yang tinggi seperti namanya. Berikut ini beberapa makanan khas Kota Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah Anda dan memuaskan perut Anda.

    1. Nasi Kapau Uni Lis

    Jika Anda sedang berkunjung ke objek wisata Jam Gadang, jangan lupa untuk terlebih dahulu mampir ke warung Uni Lis untuk mencicipi santapan khas Kota Bukittinggi yaitu Nasi Kapau. Isi dari Nasi Kapau adalah nasi putih, sayuran kol kuning yang merupakan wajib ada dalam makanan ini, daun singkong, dadak rendang yang merupakan potongan singkong kering dilumuri dengan bumbu rendang, ayam rendang dan terakhir dendeng batokok. Nasi Kapau berbeda dengan nasi padang. Bedanya apa? Terletak pada penyajiannya.

    Jika Anda lihat, nasi padang menyajikan makanan nasi putih yang terpisah dengan lauk pauknya, sedangkan nasi kapau semua dicampur dalam satu piring. Nasi Kapau Uni Lis ini bisa Anda temukan di Pasar Atas atau Los Lambuang Pasa Ateh. Warung Uni Lis ini dibuka pada jam 7 pagi hingga setengah 6 sore. Harga yang harus Anda bayar untuk satu porsi nasi kapau adalah Rp. 25.000.

    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com 4 Santapan Khas Bukittinggi Sayang Dilewatkan
    Nasi Kapau Uni Lis. Sumber: kulinerbangsakoe.blogspot.com

     

    2. Picai Sikai dan Lamang Tapai

    Makanan khas Bukittinggi ini mempunyai presentase makanan favorit yang ada. Picai Sikai merupakan makanan yang hampir mirip dengan pecal sayuran khas Jawa. Namun bedanya adalah di Picai Sikai terdapat sayuran yang berbeda seperti jantung pisang dan rebung sebagai tambahan sayurannya. Kemudian sayuran-sayuran tersebut pun disiram dengan bumbu kacangnya yang membuat rasanya sangat nikmat. Bumbu ini pun tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis sehingga cocok untuk Anda yang tidak terlalu suka pedas.

    Sedangkan makanan khas Bukittinggi yang disebut dengan Lamang Tapai adalah seperti tape dengan ketannya. Kedua makanan ini bisa Anda temukan di Jalan Panorama 19c. Setelah Anda puas menyantap kedua makanan ini, Anda bisa lanjut mengunjungi Objek Wisata Taman Panorama dan Lobang Jepang.

    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com
    Picai Sikai dan Lamang Tapai. Sumber: jurnaltransformasiku.wordpress.com

     

    3. Kerupuk Siram

    Apakah Anda salah satu penggemar dari makanan ringan yang disebut kerupuk? Kalau begitu, jika Anda berada di Kota Bukittinggi, ada salah satu jajanan yang rasanya enak yaitu Kerupuk Siram. Makanan yang mempunyai nama yang unik ini merupakan kerupuk yang di atasnya disiram dengan mie dan bumbu kari atau bumbu sate. Rasanya seperti sedang memakan mie dengan bumbu kari atau sate namun bedanya gurih. Kerupuknya cukup lebar. Lumayan cukup mengganjal apabila Anda belum makan besar. Kerupuk Siram ini sangat cocok menjadi cemilan yang siap menemani Anda ketika sedang menunggu sunset di sekitar Objek Wisata Jam Gadang. Kerupuk Siram ini memang sangat banyak akan ditemukan di sekitaran lokasi Jam Gadang.

    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com
    Kerupuk Siram. Sumber: eviindrawanto.com

     

    4. Pical Ayang

    Jika Anda sedang berada di lokasi Simpang Ngarai Sianok, jangan lupa untuk ke Jalan Ateh Ngarai, karena di sana berjajar warung-warung yang menjual makanan jajanan terutama Pical Ayang. Makanan khas Bukittinggi ini merupakan Bubur Kamiun. Bubur ini merupakan bubur manis yang di dalamnya terdiri dari lupis, bubur lemu, dan bubur kacang hijau yang kemudian disiram dengan gula merah dan santan. Kalau dilihat sekilas, bubur ini mirip dengan bubur sumsum yang sama-sama disiram dengan gula merah dan santan. Selain itu, di sana disediakan menu lain seperti lontong sayur dan beberapa gorengan seperti martabak mini dan bakwan atau bala-bala.

    Untuk satu porsi Pical Ayang, Anda bisa membayarnya dengan harga Rp. 6.000, untuk lontong sayur, Anda bisa membayar dengan harga Rp. 5.000 dan satu gorengan akan dikenakan Rp. 1.000. Harga yang cukup bersahabat, bukan? 😀 .

    Pical Ayang. Sumber: twitter.com
    Pical Ayang. Sumber: twitter.com

     

    Itulah beberapa makanan khas Bukittinggi yang bisa menggoyangkan lidah dan memanjakan perut Anda. Sesudah berwisata kuliner dan jalan-jalan ke tempat wisata yang terkenal, kamu bisa menginap di hotel untuk beristirahan sejenak. Di Bukittinggi ada banyak tempat penginapan seperti hotel-hotel berbintang yang menyediakan fasilitas yang beragam dan harga yang bisa Anda pilih sesuai dengan isi kantong Anda. Kamu bisa cek di Traveloka. Selamat berlibur dan have fun!.

    Kalau Anda punya informasi kuliner favorit lainnya yang pernah Anda coba di Bukittinggi share dong di kolom komentar 🙂 .

  • Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen

    Liechtenstein Kini Termasuk Negara Schengen. Kebetulan lagi melihat-melihat website salah satu kedutaan, baru tahu ternyata kini ada anggota baru negara-negara Schengen, yakni negara yang bernama Liechtenstein. Liechtenstein mulai bergabung menjadi anggota negara-negara Schengen pada 19 Desember 2011. Maka total anggota negara-negara Schengen kini menjadi 26 negara. Negara-negara tersebut adalah :

    1. Austria
    2. Belanda
    3. Belgia
    4. Ceko
    5. Denmark
    6. Estonia
    7. Finlandia
    8. Hongaria
    9. Islandia
    10. Italia
    11. Jerman
    12. Latvia
    13. Lituania
    14. Luksemburg
    15. Malta
    16. Norwegia
    17. Perancis
    18. Polandia
    19. Portugal
    20. Slovakia
    21. Slovenia
    22. Spanyol
    23. Swedia
    24. Yunani
    25. Swiss
    26. Liechtenstein

    Kini jika Anda punya visa schengen, Anda bisa berkunjung ke 26 negara-negara diatas, dan juga silakan kunjungi Liechtenstein ya ;-).

    Beberapa point yang menarik untuk disimak mengenai Liechtenstein, antara lain:

    • The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org) Liechtenstein Kini termasuk Negara Schengen
      The Rhine in Balzers; view on the Gonzen (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein beribukota kan Vaduz, adalah negara terkecil keempat Eropa, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino. Liechtenstein adalah sebuah negara pegunungan ganda terkurung daratan di Eropa Tengah. Luas negaranya kurang lebih 120 kilometer persegi yang, terletak di tepi timur Sungai Rhein, di antara negara Austria dan Swiss. Diperkiraan populasi penduduknya hanya 35.000 jiwa. Kota terbesar di Liechtenstein adalah Schaan. Liechtenstein memiliki utang eksternal terendah di dunia. Liechtenstein juga memiliki tingkat pengangguran terendah kedua di dunia sebesar 1,5% (Monaco adalah pertama).

    • Segala urusan luar negeri negara berbahasa Jerman ini diurus oleh Swiss. Liechtenstein terkenal pula dengan jasa perbankan dan mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, terutama penjualan prangko. Mata uang negara ini sama dengan Switzerland, yakni Swiss franc (CHF).

     

    • Government Building, Vaduz, Liechtenstein – Seat of Government and Parliament. (Foto: wikipedia.org)

      Liechtenstein adalah negara kecil, namun kaya (berdasarkan GDP per kapita). Dikenal sebagai negara kerajaan karena merupakan monarki konstitusional yang dikepalai oleh seorang pangeran. Liechtenstein dibagi menjadi 11 kotamadya. Kebanyakan dari wilayahnya adalah pegunungan, sehingga olahraga musim dingin menjadi yang utama. Negara ini memiliki sektor keuangan yang kuat terletak di ibukotanya, Vaduz, dan telah diidentifikasi sebagai surga pajak. Liechtenstein adalah anggota dari Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa dan bagian dari Wilayah Ekonomi Eropa, dan anggota Wilayah Schengen tetapi tidak tergabung dengan Uni Eropa.

    • Pajak usaha yang sangat rendah (terendah di Eropa), tarif pajak maksimum 20% Liechtenstein juga menghasilkan pendapatan dari Stiftungen (“yayasan”), yang merupakan entitas keuangan diciptakan untuk meningkatkan privasi kepemilikan keuangan asing bukan penduduk. Yayasan ini terdaftar atas nama sebuah Liechtensteiner.
      • Äule Street, Vaduz, Liechtenstein (Foto: wikipedia.org)

        Liechtenstein adalah produsen besar keramik dan merupakan produsen terbesar di dunia dari pembungkus / kulit sosis, unit penyimpanan kalium dan gigi palsu. Industri lainnya termasuk elektronik, tekstil, manufaktur logam, peralatan listrik, baut jangkar, kalkulator, farmasi, dan produk makanan. Perusahaan internasional dan perusahaan terbesar adalah Hilti, produsen sistem pengikat langsung dan high-end alat-alat listrik. Liechtenstein memproduksi gandum, barley, jagung, kentang, produk susu, peternakan, dan anggur. Pariwisata menyumbang sebagian besar perekonomian negara.

     

    Heliport in Balzers, Liechtenstein. In the background the castle Gutenberg and Liechtenstein Alps (Foto: wikipedia.org)

     

    Liechtenstein tidak memiliki bandara. Bandara besar terdekat adalah Zürich Airport di Swiss (130 km/80 mil melalui jalan darat). Bandara kecil terdekat adalah St Gallen Bandara (50 km/30 mil). Ada heliport kecil di Balzers di Liechtenstein yang tersedia untuk penerbangan helikopter carteran.

     

    • Kepolisian Liechtenstein bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dalam negeri. Badan kepolisian terdiri dari 87 petugas lapangan dan 38 staf sipil, sebanyak 125 pegawai. Semua petugas dilengkapi dengan senjata ringan. Negara ini memiliki salah satu tingkat terendah di dunia kejahatan. Penjara Liechtenstein sedikit, jika ada, narapidana dengan masa tahanan lebih dari dua tahun akan ditransfer ke yurisdiksi Austria. Kepolisian Liechtenstein mempertahankan perjanjian trilateral dengan Austria dan Swiss yang memungkinkan kerja sama lintas perbatasan antara pasukan polisi dari tiga negara.Moto negara Liechtenstein : Für Gott, Fürst und Vaterland (For God, Prince and Fatherland). Jadi kepengen tinggal di Liechtenstein, sepertinya negaranya tenang, tenteram, damai sentosa. Kira-kira ada warga Indonesia yang menetap disanakah? 😉 .Sumber: wikipedia.org

       

      Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Museum Farmasi Jerman Bagian 2

    Museum Farmasi Jerman Bagian 2

    Museum Farmasi Jerman Bagian 2. Setelah selesai melihat-lihat ruangan 5 Museum Farmasi Jerman, sekarang kita lanjut yuk ke Ruang 6.

    ::: Ruang 6 :::

    Toko Farmasi sebagai tempat kerja.

    >> Farmasi Officina
    Apotik umum pertama dikembangkan dari warung abad pertengahan di lingkungan gereja atau di pasar pada toko-toko yang terbuat dari bangunan permanen, kemudian semakin meningkat terletak ke daerah pusat seperti pasar, dan kota-kota. Berbeda dengan situasi toko obat saat ini, pada abad 17-18 OFFICINA (area penjualan dan produksi) atau officine tidak menawarkan akses ke klien. Dia harus menyerahkan resep dokter kepada apoteker melalui jendela. Jadi meja di tengah ruangan tidak dapat dianggap sebagai counter tetapi sebagai meja persiapan dimana obat tersebut dicampur sesuai resep. Jika klien tidak bisa masuk ruangan, maka ia setidaknya bisa melihat ke dalam toko.

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

    Pengunjung dibawa ke latar belakang sejarah abad ke 18, yang disebut Bamberg-officine terdiri dari furnitur asli, misalnya meja persiapan yang sangat berharga dari periode usang dari “Farmasi Pengadilan” di Bamberg, dan penyelesaian dibuat dalam gaya yang sama, diperuntukkan pertama bagi apotik untuk pengadilan pangeran-uskup dan nantinya untuk publik.

    Dari Biara Ursulin di Klagenfurt Offizin lain di koleksi museum sebagai contoh apotek farmasi biara tidak terbuka untuk umum . Tahun 1730 di massa penobatan arabesque menunjukkan waktu pembuatannya sedangkan IHS huruf adalah simbol untuk Yesus Kristus.

    ::: Ruang 7 :::

    >> Ruang Herbal dan Penyimpanan (Gudang)
    Pertama bahan baku obat dalam jumlah besar dimasukkan dan disimpan disini. Sebagai gudang untuk menyimpan bahan herbal dan bahan-bahan padat lainnya, ruangan dipenuhi dengan bau harum rempah-rempah segar dan kering, yang kebanyakan dibuat pada abad ke-18.

    Beragam peralatan yang bisa dipergunakan tangan untuk pengolahan bahan disimpan di sini, seperti pisau dan papan yang digunakan untuk memotong-motong akar dan kulit kayu, lalu mortir dan mangkuk untuk menghancurkan juga merupakan bagian-bagian penting dari peralatan.

    ::: Ruang 8 dan 9 :::

    Mohon maaf saya hanya punya foto-foto dibawah ini, bingung juga nih, mungkin lupa masuk ke ruang 8 dan 9 , karena di foto-foto saya tidak ada keterangan ruangan tersebut, di website museum pun tidak ada bahasan tentang ruang 8 dan 9.

    ::: Ruang 10 :::

    Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke ruang yang tak kalah penting bagi tenaga Farmasi, yakni Laboratorium.

    Ruang Laboratorium terletak di “Menara Apoteker “, merupakan bagian dari benteng yang dibangun pada abad 15. Memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ketika melihat arsitektur menara dengan dinding yang kuat dan kubah tinggi

     

    ::: Ruang 11 :::

    Toko Belanja Museum

    Disini pengunjung bisa membeli berbagai macam souvenir untuk koleksi atau untuk diberikan sebagai hadiah, seperti miniatur pot untuk sirup dan salep. Permen, sabun buatan tangan, berbagai macam miniatur alat-alat farmasi yang terbuat dari kaca dan kayu. Miniatur mortir dan timbangan, bahkan miniature interior ruang apotik dalam ukuran kotak korek api menjadi salah hal yang sayang untuk dilewatkan sebagai oleh-oleh dari Museum Farmasi Jerman.

    Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman. Museum Farmasi Jerman Bagian 2
    Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman

    Sumber : German Pharmacy Museum dan pengalaman penulis.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .

    Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.

    >>Jam Buka Museum

    Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40

    Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10

    >>Tiket Masuk
    Dewasa : 5 Euro
    Anak/pelajar : 3 Euro

    *Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.

    Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.

    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman. Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman

    Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!

    ::: Ruang 1 :::

    Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.

    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750

    >>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker

    Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.

    ::: Ruang 2 :::

    Pengantar Sejarah Farmasi

    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi

    Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.

    Farmakope Jerman
    Farmakope Jerman
    Mesin Destilasi Uap
    Mesin Destilasi Uap
    Etiket Obat
    Etiket Obat
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Aspirin
    Aspirin

    Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.

    ::: Ruang 3 :::

    Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.

    Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.

    ::: Ruang 4 :::

    Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.

    Toko Farmasi Awal Abad 19
    Toko Farmasi Awal Abad 19

    Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.

    ::: Ruang 5 :::

    Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman

    Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman

    Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.

    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18

    Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.

    masih ada ruang 6 – 11 (Baca: Bagian 2 Museum Farmasi di Kastil Heidelberg, Jerman).

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport

    Megahnya Dubai International Airport. Setelah sekitar enam jam terbang terbang dari Jakarta, maka transitlah pesawat Emirates di bandara Internasional Dubai (Uni Emirate Arab). Kami mendarat pukul 06.30 waktu setempat dan akan berada di bandara ini sekitar 3,5 jam lalu berganti pesawat untuk penerbangan berikutnya. Jakarta dan Dubai beda 3 jam, dimana Dubai lebih lambat. Turun dari pesawat sudah ada dua bus besar yang menanti untuk mengantar kami ke lobby bandara.

    Turun dari bus, bagi penumpang yang akan melanjutkan penerbangan harus melewati pemeriksaan khusus (detail). Bagi pengguna sepatu boot dan jaket siap-siap disuruh lepas ya.

    Selesai pemeriksaan, maka kami bebas mengisi waktu luang sampai penerbangan berikutnya. Oh ya untuk awalnya sebaiknya ikuti orang-orang satu pesawat kalau tidak mau nyasar, karena bandara ini amat sangat luas. Mari kita ikuti orang-orang, Ooo mereka naik lift (besar sekali!). Keluar dari lift, bagi Anda yang baru pertama kali menjejakkan kaki di bandara ini akan berdecak kagum. Bandaranya luas bangett, baguss, terkesan mewah dan elegan, dengan jejeran toko-toko, resto dan shopping mall.

    Dubai menjadi tempat transit utama untuk penerbangan Asia – Eropa, yang saya perhatikan penerbangan yang mendapat tempat utama adalah Emirates Airlines, maskapai ini transitnya khusus di terminal 3. Menjadi salah satu terminal tersibuk di dunia, termasuk kategori tersibuk wilayah shopping mallnya juga kali ya he-he-he. Bandara Dubai memiliki 4 terminal, untuk Terminal 3 dibangun tahun 2004.

    Setiap tahunnya terminal 3 ini menampung kurang lebih 60 juta penumpang. Baru kali itu 21 Januari 2011 saya lihat orang-orang sibuk berbelanja di airport. Ya tentunya mereka (penggila belanja) memanfaatkan fasilitas duty free shop yang tersedia di bandara. Sampai saat ini Dubai masih banyak melakukan perluasan dan pengembangan bandaranya, sampai berdecak kagum melihat dari atas pesawat ketika akan landing dan take off melihat begitu banyak pengembangan yang dilakukan bandara ini.

    Buat yang berkantong tebal atau sedang beruntung menikmati fasilitas business class atau first class ya tidak perlu pusing-pusing menunggu sampai penerbangan berikutnya, karena kedua kelas tersebut disediakan fasilitas lengkap dan makanan berlimpah. Cuma bisa saya lihat saja ketika saya di Dubai airport he-he-he.

    Nah bagi orang seperti saya (pengguna ekonomi class) mau keluar bandara gak punya visa lokal, maka dari itu yok mari ya menikmati apapun yang tersedia di bandara. Dijamin gak kalah seru loh! :D.

    Yang pertama saya lakukan ketika transit, cari dulu counter check-in untuk penerbangan berikutnya. Dari pengurusan imigrasi ke counter check-in saja memakan waktu kurang lebih 30 menit, kalau sudah tahu lokasi buat check-in Anda bebas berpetualang, namun harus selalu perhatikan jam ya, jangan sampai ketinggalan pesawat ;-).

    Ketika akan kembali ke Indonesia (4 Februari 2011), saya kembali menjejakkan kaki di bandara ini untuk kedua kalinya, sudah lebih paham harus melakukan apa saja dibanding pertama kali. Namun yang kedua kali ini, saya ngantuk berat karena tidak bisa tidur sama sekali di atas pesawat. Alhasil saya tidur kira-kira 1,5 jam an di bandara, untungnya tidak ketinggalan pesawat he-he-he.

     

    Buat yang mau menelepon ke Dubai, misal ke hotel atau rumah di Dubai kode telp negara Dubai adalah 971.

    Sambil tidur, sambil menghayal, “kapan ya bandara kita tercinta bisa seperti yang saya jumpai di negeri orang?

     

    Baca juga: Tersesat di Bandara Zurich

  • Pengalamanku Terbang Dengan Emirates

    Pengalamanku Terbang Dengan Emirates

    This slideshow requires JavaScript.


    Januari dan Februari 2011 lalu saya pertama kali terbang menggunakan Emirates Airline, ternyata oke juga maskapai ini. Awalnya sih saya ingin menggunakan Qatar karena jauh lebih murah, dan bagi pemilik kartu kredit, saat itu sedang ada promo harga tiketnya sekitar 800 USD (beli via website dan khusus pemilik kartu kreditnya sendiri yang boleh beli). Sayangnya saya tidak punya kartu kredit he-he-he jadi coba tanya travel deh untuk tiketnya.

    Tujuan saya bandara Zurich, Switzerland. Ada beberapa maskapai yang terbang ke Zurich yakni Lufthansa, Emirates, KLM, Qatar, Thai Airways jadi saya coba minta daftar harga maskapai tersebut ke travel agent dan juga cek harganya di website maskapainya.

    Saat itu tidak ada tiket promo, ke lima maskapai tersebut kisaran harga tiketnya 1200 USD pp. Beberapa hari saya coba banding-bandingkan harga, mempertimbangkan waktu keberangkatan dan waktu tiba di Zurich, oh ya termasuk pertimbangan waktu (lama) transit dan tempat transitnya. Sempat kepikiran mau gunakan Qatar (karena harga tiket lebih murah), ternyata Qatar tidak terbang setiap hari sehingga jadwalnya tidak klop dengan yang menjemput saya, maka pilihan saya jatuh deh ke Emirates Airline ;-).

    Saya booking tiketnya di satu travel ternama di Jakarta, lalu saya apply visa ke kedubes Swiss. Selama visa sedang diproses saya coba cek tiket lagi di dua travel, akhirnya dapat harga yang sedikit lebih murah, beda 1,2 juta rupiah kan lumayan :D. Saya coba tawar harga tiket yang sudah di booking, travel tersebut sama sekali tidak mau turunkan harga walaupun 1 rupiah … ampun ampun deh harga mati! Ya dengan terpaksa mohon maaf tidak jadi beli dari travel terkenal tersebut.

    Emirates adalah sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Bandara Internasional Dubai, UEA. Maskapai ini didirikan pada Mei 1985 oleh pemerintah Dubai dan mulai beroperasinya sejak Oktober 1985. Untuk penerbangan ke Eropa dimulai tahun 1987.

    Dengan dua slogannya “Fly Emirates. Keep Discovering”. Maskapai ini setiap minggunya menerbangkan lebih dari 2400 penumpang. Ke 105 kota di 65 negara.

    Saya berangkat 21 Januari 2011 lewat tengah malam tepatnya 00.15, waktu check-in minimal 1 jam 15 menit sebelum keberangkatan, waktu itu ngepas banget, untungnya juga saya sudah check in via website 24 jam sebelumnya, jadi lebih memudahkan in case kita telat nyampe bandara. Ketika itu sih gak ngantri sama sekali wong cuma ada 3 orang yang ngantri (termasuk saya) di counter check-in he-he-he.

    Oh ya awalnya posisi tempat duduk saya di samping jendela (window seat), saya iseng saja nanya ke petugas check-in apa bisa ubah nomer bangku, eh ternyata pesawatnya ga full penumpang so saya bisa minta pindah posisi, jadi di bangku pinggir (aisle seat), saya pilih posisi ini karena memudahkan saya kalau mau ke toilet, karena 6 jam terbang apalagi terbang malam, kalau tiba-tiba kebelet ya sungkan aja minta permisi keluar kalau posisi saya di dalam toh :D.

    Untuk nomer bangku dari Dubai ke Zurich saya tidak minta ganti, tetap bangku saya di samping jendela, karena terbang pagi jadi bisa banyak yang dilihat selama penerbangan (ketika take off dan landing).

    Ini penerbangan luar negeri kedua bagi saya, tahun 2009 saya terbang ke Belanda. Jadi ketika di atas pesawat paling tidak saya sudah punya gambaran keadaan dalam pesawat. Itulah kenapa saya tidak mau lagi repot-repot bawa koper kecil (bagasi) yang banyak ke dalam kabin. Pertama posisi kabin untuk menyimpan koper tingginya ga kira-kira hikss, sudah jinjit-jinjit juga tetap aja repot kalau ada yang mau diambil. Kedua kalau terlalu repot dengan bawaan kiri kanan bahu, pas transit kan juga lebih repot lagi gak bisa leluasa berfoto-ria he-he-he.

    Umumnya kapasitas bagasi untuk penerbangan Internasional 20 kg, namun untuk Emirates 30 kg, so ini satu hal yang bikin saya senang, jadi bisa bawa macam-macam. Bagasi dari Jakarta, dua koper (satu besar, satu kecil) totalnya 23 kg. Ketika pulang Zurich-Jakarta bagasi jadi 31 kg, sempat deg-deg an juga ingat pengalaman di Schipol harus diakalin supaya tidak overload. Ternyata buat Emirates jumlah 31 kg tidak masalah tuh, asyikkkk.

    Ketika semua penumpang sudah masuk, siap-siap take off, para pramugara/i memberikan kami handuk kecil hangat buat membersihkan tangan. Sepertinya siap-siap makan ya? He-he-he .. Jujur kalau mau pergi jauh sama sekali tidak konsen buat makan selama persiapannya, terasa lapar ketika diatas pesawat deh.

    Setelah itu para pramugara/i memberikan arahan tentang keselamatan selama penerbangan, banyak yang acuh tak acuh sih mungkin termasuk saya :P, oh ya para petugas Emirates ini mereka lancar berbicara Inggris, Arab, German, Prancis, kayanya melayu juga?? (agak-agak lupa). Jadi petunjuk keselamatan di Jelaskan dalam banyak bahasa, kebayang deh jadi lama banget.

    Pramugara/i Emirates cakeppp, cantikkk, lumayan bisa cuci mata he-he-he, ada yang asia, barat, arab, kulit hitam, putih, kuning, semuanya tinggi-tinggi, diatas 180 an cm. Semuanya sedap dipandang mata 🙂 :D.

    Selesai urusan bersih-bersih tangan lalu kami diberikan makanan pembuka, sepotong roti dan minuman. Minum boleh pilih, mau berbagai macam juice, minuman ringan, kopi, teh, wine dan lainnya. Minum boleh minta sebanyak-banyaknya, para petugas siap melayani Anda kapan saja. Para petugas juga memberikan daftar menu makanan yang bisa kita pilih, termasuk daftar menu untuk sarapan, jadi kita sudah bisa mikir besok mau makan apa yaa :). Kami juga diberikan stiker tiga macam isi tulisannya, yang saya ingat stiker “bangunkan ketika jam makan”, “Jangan ganggu”, satu lagi lupa isinya tentang apa. Saya pilih untuk menempelkan yang “bangunkan ketika jam makan”, saya taruh di bagian atas bangku saya. Dasar otak makannn gak mau rugi!!! ;-). Oh ya selimut juga dikasih, jadi jangan takut kedinginan, minta lebih juga boleh, tapi selimutnya akan diminta lagi ketika akan landing ;-).

    Setelah urusan sepotong roti selesai, lanjut untuk menikmati makan malam, tepatnya makan pagi buta kali?? Karena sudah jam 1 malam waktu Jakarta :D. Gak ada deh ya urusan diet-diet, karena aroma makanannya saja harum bangett, rasanya enakkk maknyoss!!!.

    Sambil menikmati makanan, sambil asyik menikmati film di layar kecil depan kita. Setiap penumpang punya layar tv masing-masing dilengkapi headsetnya. Kita bisa pilih mau mendengarkan musik, nonton film-film terbaru, nonton berita dunia atau main games. Tinggal pencet-pencet remotenya, pilih-pilih sendiri, kalau bingung bagaimana menggunakan remote atau layar tv nya bisa bertanya ke petugasnya, tapi kalau malu bertanya ke pramugara/i tinggal lihat saja orang sebelah kita bagaimana mereka menggunakan alat tersebut. Itu yang saya lakukan waktu itu hehehe.

    Waktu makan selesai, kemudian semua lampu dimatikan, hanya ada sedikit cahaya dibagian atas, titik-titik cahaya yang jumlahnya puluhan. Kalau Anda mau baca, silakan tekan remote Anda pilih lampu baca, nanti cahaya hanya diarahkan khusus ke Anda.

    Cape posisi duduk, bangku Anda bisa dimundurkan, posisinya lumayan turun jadi enak buat tidur, tinggal tekan tombol disamping bangku Anda.

    Emirates First Class Suite

    Cuma bisa mupeng (muka pengen banget) liat fasilitas bisnis class atau first class, kapan ya bisa menikmati fasiltas tersebut tapi dengan harga ekonomi he-he-he atau kapan bernasib mujur seperti teman saya, mereka bayar tiket ekonomi tapi dipindah ke bisnis class.

    Tulisan Terkini:

error: Content is protected !!